INVENTARISASI KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANTAS KECAMATAN NGORO MOJOKERTO SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA KELAS X

INVENTARISASI KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI
DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANTAS KECAMATAN NGORO
MOJOKERTO SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI
SMA KELAS X

SKRIPSI

OLEH :
IIN RATIH PRATIWI
09330072

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2014

INVENTARISASI KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI
DAERAH ALIRAN SUNGAI BRANTAS KECAMATAN NGORO
MOJOKERTO SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI
SMA KELAS X

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang
Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Biologi

OLEH :
IIN RATIH PRATIWI
09330072

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2014

ii

iii

iv

v

MOTTO

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu
telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh
(urusan) yang lain. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”
(Q.S Alam Nasyrah : 6-8)

Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Jadi jangan pernah lupa untuk membantu sesamanya
Alhamdullilah kata pertama yang dapat terucap saat skripsi ini selesai,
terima kasih dan puji syukur kehadirat ALLAH SWT

dengan hati yang tulus dan penuh rasa syukur ku persembahkan setiap
untaian kata karya ini :
Kepada :
 Ibunda, Ibunda, Ibunda Eka Tugas Luhuring Ati, Ayahanda
Mulyadi, sebagai wujud baktiku karena beliau yang selalu memberikan
dukungan baik materiil maupun spiritual serta cinta kasih yang tiada
batas mengiringi langkahku dalam menuju kesuksesan.
(jika ayah adalah matahari untuk siang hari dalam hidupku, maka ibu
adalah bulan untuk malam harinya. Aku teramat membutuhkan ayah
ibu, sekalipun aku menyombongkan diri merasa telah mampu tanpa
Ayah Ibu. Nyatanya tanpa matahari dan bulan, hidup ini entah jadi
apa. Dan Kita, tanpa ayah dan Ibu, bukanlah siapa-siapa). mutiara
kecilku AnDri Novia Safitri dan AnDrew Faizal Ramadhan semoga
kelak kalian bisa melanjutkan langkah kakakmu ini dengan lebih baik.
 Almarhumah Uti Resmiati dan mbah kakung Atmo Luhur yang sudah
mengajarkan banyak hal tentang kesabaran dan keikhlasan.
 Cahaya hidupku “Arif Kristiyanto” yang selama ini memberikan
semangat, do’a, dan menemani langkahku menuju selangkah demi
selangkah menuju kesuksesan.
 Almamaterku Universitas Muhammadiyah Malang.

vi

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum, Wr. Wb
Syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang selalu
melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayahNya, sehingga penyusunan skripsi yang
berjudul “Inventarisasi Keanekaragaman Makrozoobentos di Daerah Aliran
Sungai Brantas Kecamatan Ngoro Mojokerto Sebagai Sumber Belajar
Biologi SMA Kelas X” dapat terselesaikan dengan baik. Kalimat sholawat selalu
teriringi kepada Nabi Muhammad SAW atas bimbingan yang diberikannya
kepada pengikut- pengikutnya. Amin.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan tugas akhir ini dapat
terselesaikan berkat bantuan, dukungan, bimbingan serta arahan dari berbagai
pihak. Oleh karena itulah dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan
ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada :
1. Bapak Dr. Poncojari Wahyono,M. Kes selaku Dekan Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang.
2. Ibu Dr. Yuni Pantiwati, M. Pd., selaku Ketua Jurusan Program Studi
Pendidikan Biologi dan Ibu Dr. Eko Susetyarini, M. Si, selaku Sekretaris
Program Studi Pendidikan Biologi.
3. Bapak Wahyu Prihanta, M.Kes dan Ibu Dr. Rr. Eko Susetyarini, M. Si selaku
Pembimbing I dan II yang telah meluangkan waktu dan penuh kesabaran
berkenan membimbing serta mengarahkan dan memberikan motivasi dalam
penyusunan skripsi ini.
4. Semua Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Biologi serta segenap staf karyawan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah
Malang. Serta bapak Tri Makmun Arifin dan segenap karyawan yang telah
memberikan tempat penelitian dan membantu penulis selama melaksanakan
penelitian.
5. Ayahanda Mulyadi dan Ibunda Eka Tugas Luhuring Ati atas segala curahan
cinta kasih sayang, pengorbanan dan do’a tulus yang tiada henti sepanjang
masa. Serta adik kembarku (Novia dan AnDrew) dan teman hidupku (Arif)
tercinta yang selalu membantu dan menemani setiap langkahku.
6. Bapak Drs. Atok Moftachul Hudha, M. Pd selaku dosen wali dan Bapak
Husamah S.Pd selaku motivator yang selalu memberikan semangat dan
bimbingan.
7. Seluruh keluarga besarku terutama almarhumah mbah putri, mbah kakung
dan tante Sunayah serta semuanya yang tidak bisa disebutkan satu per satu

vii

yang telah banyak membantu baik material maupun moril untuk
menumbuhkan semangatku dalam mengerjakan tugas akhir.
8. Sahabat yang senantiasa meluangkan waktunya untuk membantu memberi
semangat dan do’a demi kelancaran skripsi Dina, Lisa, Ima, Hesti, Ase, Ifa,
Tining, Sri, Dwi, Fitroh, Feni, Indy, Niko, Eli dan Zukiyah.
9. Teman seperjuangan dalam suka maupun duka dan memberikan pengalaman
dalam bekerja Mbak Kristin, Bayu Ramandika, Nanang, Yusuf dan Hardi.
10. Keluarga besar Canabi B angkatan 2009 yang selama 4 tahun bersama – sama
dalam susah maupun senang.
11. Semua pihak yang telah membantu penulis yang tidak dapat disebutkan satupersatu.
Semoga Allah SWT membalas atas segala bantuan dan dukungan yang
diberikan. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan skripsi ini
masih banyak kekurangannya, meskipun demikian penulis telah berusaha
semaksimal mungkin dalam mengerjakannya. Segala kritik dan saran yang
bersifat membangun akan penulis terima dengan senang hati. Harapan penulis
semoga skripsi ini dapat bermanfaat baik bagi penulis maupun orang lain yang
memerlukannya.

Malang, 21 Februari 2014
Penulis,

(Iin Ratih Pratiwi)

viii

DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR SAMPUL LUAR ..................................................................... i
LEMBAR SAMPUL DALAM ................................................................. ii
LEMBAR PERSETUJUAN ..................................................................... iii
LEMBAR PERNYATAAN ..................................................................... iv
LEMBAR PENGESAHAN ...................................................................... v
MOTO DAN PERSEMBAHAN ............................................................. vi
KATA PENGANTAR .............................................................................. vii
ABSTRAK ................................................................................................ ix
ABSTRACT ............................................................................................... x
DAFTAR ISI .............................................................................................. xi
DAFTAR TABEL ..................................................................................... xiii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................. xiv
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. xv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ......................................................................................
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................
1.3 Tujuan Penelitian ..................................................................................
1.4 Manfaat Penelitian ................................................................................
1.5 Batasan Masalah....................................................................................
1.6 Definisi Istilah .......................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan tentang Kualitas Air DAS Brantas .........................................
2.1.1 Tinjauan tentang Pencemaran Air Sungai .................................
2.2 Tinjauan tentang Ekologi Makrozoobentos ..........................................
2.2.1 Organisme Makrozoobentos .....................................................
2.2.2 Struktur komunitas Makrozoobentos ........................................
2.3 Karakteristik populasi ...........................................................................
2.3.1 Kepadatan dan Kepadatan Relatif ...............................................
2.3.2 Kelimpahan dan Kelimpahan Relatif ..........................................
2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberadaan Makrozoobentos .......
2.4.1 Suhu dan Cahaya ........................................................................
2.4.2 Kecepatan Arus ..........................................................................
2.4.3 Kedalaman .................................................................................
2.4.4 Warna dan Kekeruhan ................................................................
2.4.5 Kecerahan...................................................................................
2.4.6 pH ..............................................................................................
2.4.7 Dissolved oxygen (DO) .............................................................
2.4.8 Biological Oxygen Demand (BOD5) dan Chemical Oxygen
Demand (COD) ....................................................................................
2.5 Parameter Fisika-Kimia yang mempengaruhi Makrozoobentos ...........
2.6 Tinjauan tentang Sumber Belajar ..........................................................

ix
xi

1
5
5
6
7
8

10
11
14
14
18
19
19
21
22
22
23
24
25
26
26
27
28
30
32

2.6.1 Macam-Macam Sumber Belajar .................................................
2.6.2 Handout.......................................................................................
2.7 Kerangka Koseptual ..............................................................................

33
34
37

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian .....................................................................................
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian ...............................................................
3. 3 Populasi dan Sampel Penelitian ...........................................................
3.3.1 Populasi .......................................................................................
3.3.2 Sampel Penelitian........................................................................
3.4 Penentuan Lokasi Pengambilan Sampel ...............................................
3.5 Variabel Penelitian ................................................................................
3.5.1 Variabel Independen (Bebas) .....................................................
3.5.2 Variabel Dependen (Terikat) ......................................................
3.6 Definisi Operasional Variabel ...............................................................
3.7 Alat dan Bahan Penelitian .....................................................................
3.7.1 Alat ..............................................................................................
3.7.2 Bahan ..........................................................................................
3.8 Prosedur Penelitian................................................................................
3.8.1 Prosedur pengambilan sampel ....................................................
3.8.2 Pengukuran Parameter Fisika dan Kimia Perairan .....................
3.9 Teknik Pengumpulan Data ....................................................................
3.10 Analisis Data .......................................................................................
3.10.1 Identifikasi Makrozoobentos ............................................................
3.10.2 Perhitungan Makrozoobentos ..........................................................

38
38
39
39
39
39
42
42
42
42
45
45
46
46
46
50
53
53
53
53

BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian .....................................................................................
4.1.1 Data Jenis Makrozoobentos ........................................................
4.1.2 Data Karakteristik populasi Makrozoobentos .............................
4.1.3 Data Parameter Fisika-Kimia Perairan yang Mempengaruhi
Keberadaan Makrozoobentos ...................................................
4.1.4 Data Hasil Penelitian Dijadikan Sumber Belajar ........................
4.2 Pembahasan ...........................................................................................
4.2.1 Jenis Makrozoobentos yang Ditemukan di DAS Brantas ..........
4.2.2 Karakteristik Populasi Makrozoobentos di DAS Brantas .........
4.2.3 Parameter Fisika - Kimia Perairan yang Mempengaruhi
Keberadaan Makrozoobentos .....................................................
4.2.4 Hasil Penelitian Inventarisasi Keanekaragaman Makrozoobentos Digunakan Sebagai Sumber Belajar Biologi...................
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ...........................................................................................
5.2 Saran ......................................................................................................
Daftar Pustaka .............................................................................................
Lampiran .....................................................................................................

xii
x

57
57
69
70
83
83
84
84
89
96

98
101
103
108

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Kelompok bentos berdasarkan derajat toleransinya terhadap
pencemaran...............................................................................
Tabel 2.2 Stuktur komunitas makrozoobentos pada kondisi perairan
tertentu ......................................................................................
Tabel 2.3 Tabel standar kualitas air ..........................................................
Tabel 2.4 Faktor lingkungan perairan dan pengaruhnya terhadap hewan
bentik ........................................................................................
Tabel 2.5 Struktur bahan Ajar Cetak (Printed) .........................................
Tabel 3.1 Perekam data untuk masing-masing stasiun .............................
Tabel 4.1 Jenis dan Jumlah Makrozoobentos yang Ditemukan Dalam
Setiap Lokasi DAS Brantas ......................................................
Tabel 4.2 Hasil identifikasi makrozoobentos di daerah aliran sungai
DAS Brantas kecamatan Ngoro Mojokerto .............................
Tabel 4.3 Karakteristik Populasi Makrozoobentos (Ni, KR(Pi), D, RD)
DAS Brantas Kecamatan Ngoro Mojokerto.............................
Tabel 4.4
Rata-rata Keanekaragaman Makrozoobentos DAS Brantas
Kecamatan Ngoro Mojokerto Berdasarkan Shannon-Wiener’s
(H’) ...........................................................................................
Tabel 4.5 Pengamatan parameter fisika dan kimia air .............................
Tabel 4.6 Kelimpahan jenis makrozoobentos masing-masing stasiun .....
Tabel 4.7 Pengukuran faktor fisika dan kimia lingkungan perairan di
beberapa stasiun .......................................................................
Tabel 4.8 Perhitungan kualitas air secara terpadu .....................................

xi
xiii

16
18
30
31
36
49
68
69
69

70
71
85
89
84

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kelompok makrozoobentos berdasarkan kepekaan terhadap
bahan organik .........................................................................
Gambar 2.2 Kerangka konseptual ...............................................................
Gambar 3.1 Skema pengambilan sampel ....................................................
Gambar 3.2 Skema penentuan lokasi pengambilan sampel .......................
Gambar 3.3 Stasiun A Desa Tanjangrono ...................................................
Gambar 3.4 Stasiun B Desa Kembangsri ....................................................
Gambar 3.5 Stasiun C Desa Candiharjo ......................................................
Gambar 4.1 Anentome Helena ....................................................................
Gambar 4.2 HyDrophilus ovatus .................................................................
Gambar 4.3 Berosus sp ...............................................................................
Gambar 4.4 Lumbricus sp ...........................................................................
Gambar 4.5 Macromia magnifica ...............................................................
Gambar 4.6 Sulcospira Schmidti .................................................................
Gambar 4.7 Parathelphusa convexa ...........................................................
Gambar 4.8 Melanoides torulosa ................................................................
Gambar 4.9 Melanoides tuberculata ...........................................................
Gambar 4.10 Corbicula fluminea ................................................................
Gambar 4.11 Corbicula largillierti .............................................................
Gambar 4.12 Grafik hasil pengukuran kedalaman (cm) ............................
Gambar 4.13 Grafik hasil pengukuran suhu (oC) ........................................
Gambar 4.14 Grafik hasil Pengukuran Kecepatan Arus .............................
Gambar 4.15 Grafik hasil pengukuran kecerahan .......................................
Gambar 4.16 Grafik pengukuran pH air .....................................................
Gambar 4.17 Grafik pengukuran DO air ....................................................
Gambar 4.18 Grafik pengukuran BOD5 (Biological Oxygen Demand) .....
Gambar 4.19 Grafik hasil pengukuran Nilai COD......................................

xii
xiv

16
37
39
40
40
40
41
58
59
60
61
62
63
64
65
66
66
67
72
73
75
76
77
79
80
81

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Data Pengamatan Parameter Fisika dan Kimia Perairan ........
Lampiran 2. Perhitungan Karakteristik Populasi ........................................
Lampiran 3 Perhitungan korelasi parameter fisika-kimia dan biologi. ......
Lampiran 4. Gambar (Foto) Pengamatan ....................................................
Lampiran 5. Surat Pengantar Penelitian ......................................................
Lampiran 6. Surat Keterangan Hasil Penelitian ..........................................
Lampiran 7. Hasil identifikasi Makrozoobentos .........................................

xiii
xv

108
110
114
122
125
127
133

DAFTAR PUSTAKA
Agrista, Ika. 2005. Makroinvertebrata sebagai Indikator Biologis Kualitas Air
Sungai (Studi Di Sungai Brantas Kabupaten Malang). Malang: Universitas
Muhammadiyah Malang.
Alcock.
1910.
Integrated
Taxonomic
http://en.wikipedia.org/wiki/Parathelphusidae.
2011.

Information
System.
Retrieved October 15,

Anonymous. 2012. Clea helena, formerly known as Anentome Helena. http://
brackishfaq.webspace.virginmedia.com/Projects/ cleahelena. html
Andriana, Wilda. 2008. (online). Keterkaitan Struktur Komunitas
Makrozoobentos sebagai Indikator Keberadaan Bahan Organik Di
Perairan Hulu Sungai Cisadane Bogor. Jawa Barat: IPB bogor.
Anggoro, Sutrisno. 1984. Distribusi dan Kelimpahan. Semarang: Fakultas
Peternakan Universitas Diponegoro.
Archangelsky, M., and M.E. Durand. 1992. Description of the preimaginal stages
of Dibolocelus ovatus. http://animaldiversity.ummz.umich.edu/accounts/
Hydrophilus_ovatus/classification/
Asdak, C. 1995. Hidrologi dan Pengelolaan DAS.
Press: Yogyakarta.

Gadjah Mada University

Aswari, P. 2001. Keanekaragaman Serangga Air di Taman Nasional Gunung
Halimun. Biologi: LIPI.
Ayu, Nurul. 2012. Parathelphusa convexa. http://www.fobi.web.id/v/crustacea/fpar/par-con/Parathelphusa-convexa_Kampus-UNAIR_NA.jpg.html
Badriyah, Rafiqatul. 2013. Pemanfaatan Capung (Odonata) Sebagai Bioindikator
Pencemaran Air Di DAS Brantas Hulu Kota Batu. Malang: Universitas
Muhammadiyah Malang.
Barnes, R. S. K. 1999. Estuarine Biology the Institute of Biologi’s Studies in
Biology. Edward Arnold (Publisher). London.
Beran L. (2000) "First record of Corbicula fluminea (Mollusca: Bivalvia) in the
Czech Republic". Acta Societatis Zoologicae Bohemicae 64: 1-2.
http://en.wikipedia.org/wiki/File:Toegeknepen_korfmossel.jpg

103
xiv

104

Brezina, Leanna. 2010. Melanoides torulosa.http://www.aquascapingworld.com/
invertpedia/full_view_invert.php?item_id=36&invert=Melanoides%20tub
erculata
Corbet, P. S. 1995. Biology Of Odonata. Department Of Zoology. Universitas Of
Canterbury. New Zealand: Christtchuch.
Dahuri. R, Rais, Jacub, Ginting. P, dan Sitepu. J. M. 1996. Pengelolaan Sumber
Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: PT. Pradnya
Paramita.
Darsono, Valentinus. 1995. Pengantar Ilmu Lingkungan. Yogyakarta: Universitas
Atma Jaya Yogyakarta.
Dumrongrojwattana P. Boon-ngam P., Sriyarun J., Tanamai S. 2010. Preliminary
taxonomic study of land snail and freshwater mollusk species in Sakaeo
Province, Eastern Thailand. http://brackishfaq.webspace.virginmedia.com
/Projects/cleahelena.html
Edwards, Clive A., Bohlen, P.J. (Eds.). 2005. Biology and Ecology of
Earthworms. 3rd edition. http://en.wikipedia.org/wiki/Earthworm
Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya Dan
Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kanisus.
Fachrul, Melati Ferianita. 2012. Metode Sampling Bioekologi. Jakarta: Bumi
Aksara.
Fatawi, Z. 2002. Studi Keanekaragaman Serangga Tanah (epifauna) pada
Berbagai
Ketinggian
di
Lereng
Gunung
Ijen
Kabupaten
Banyuwangi.Skripsi.Malang: FMIPA UM.
Gemminger and Harold 1868 (Coleoptera: Hydrophilidae: Hydrophilinae). Aquat.
Insects 14(2): 107-116. http://bugguide.net/node/view/27171
Habibah, Nikmatul. 2012. Studi Kualitas Air Berdasarkan Indikator Fisis, Kemis
Dan Biologis Di Waduk Selorejo Kecamatan Ngantang Kabupaten
Malang. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.
Handayani, S. T., Suharto, B & Marsoedi. 2001. Penentuan Status Kualitas
Perairan Sungai Brantas Hulu dengan Biomonitoring Makrozoobentos:
Tinjauan dari Pencemaran Bahan Organik. Jurnal BIOSAIN. I (1):30-38.
Hawkes. 1978. Invertebrates as indicators of river water quality in James, A and
L. Evison (Ed).

xv

105

Hutabarat, Sahala & Evans. 2000. Pengantar Oseanografi. Jakarta: Universitas
Indonesia.
Isbani. 1987. Media Pendidikan. Penerbit UNS Press. Surakarta.
Isnaningsih, N. R. 2006. Melanoides (Gastropoda : thiaridae) di kawasan karst
pegunungan sewu. Lab malakogi, museum zoologi bogor, puslit biologiLIPI
Kamila, Nida. 2009. Pengembangan Handout Kimia sebagai Bahan Ajar Kimia
untuk SMA/MA Kelas X Semester 2 Berdasarkan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP). Skripsi. Program Studi Pendidikan Kimia,
Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga: Yogyakarta.
Kementrian Lingkungan Hidup. 2001. Kriteria Mutu Air Kelas II berdasarkan PP
No. 82. Jakarta: Kementrian Lingkungan Hidup.
Kementrian Lingkungan Hidup. 2002. Pengelolaan DAS
Kementrian Lingkungan Hidup.

Brantas. Jakarta:

Kementrian Lingkungan Hidup. 2010. Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi
Jawa Timur. Surabaya: Kementrian Lingkungan Hidup.
Kristanto, Philip. 2002. Ekologi Industri. Yogyakarta: Andi Offset.
Mahanal, S. 1998. Diatom Perifiton sebagai Indikator Biologi Kualitas Air
Sungai (Studi di Sungai Kali Brantas). Malang: Universitas Negeri
Malang.
Mansyur, K. 2000. Studi Kelayakan Beberapa Parameter Fisika Dan Kimia
Oseanografi untuk Mendukung Ekstensifiksi Budidaya Rumput Laut Teluk
Laikan Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar. Skripsi Jurusan
Ilmu Kelautan. Makassar: Universitas Hasanuddin.
Martens E. (1908). "Description of some collected in eastern Borneo by Dr.
Martin Schmidt Land and freshwater mollusca." Releases of the
Zoological Museum in Berlin 4: 249-292. http://en.wikipedia.org/wiki/
Sulcospira_schmidti
Mason. 1993. Biology of freshwater Pollution. Second edition. New York:
Longman Scientific and Technical.
McClarin, Jim . 2004. Identification, Images, & Information For Insects, Spiders
& Their Kin. http://bugguide.net/node/view/9598.

xvi

106

Mukhlisin, Khoirul. 2013. Analisis Tingkat Pencemaran Air Sungai Brantas Hulu
dengan Menggunakan Bioindikator Serangga Air (Gerris sp. Malang:
Universitas Muhammadiyah Malang.
Nontji, A. 2002. Laut Nusantara. Jakarta: Djambatan.
Nybakken. J. W. 1992. Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologi. Terjemahan oleh
Eidman, D. Y Bengen dan Koesbiono. Jakarta: Gramedia.
Odum, Eugene P. 1994. Dasar-Dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Penerjemah
Tjahyono Samingan. Yogyakarta: UGM Press.
Oemarjati, Boen S. Wardhana, Wisnu. 1990. Taksonomi Avertebrata. Jakarta :UI
Press
Pratiwi, D. A. Dkk. 2007. Biologi untuk SMA kelas X. Jakarta: Erlangga
Peraturan Pemerintah (PP) No.82 Tahun 2001. Tentang Pengelolaan Kualitas Air
dan Pengendalian Penemaran Air: Jakarta.
Purnomo, Dwito. 2012. Pengaruh Penggunaan Modul Hasil Penelitian
Pencemaran di Sungai Pepe Surakarta sebagai Sumber Belajar Biologi
Pokok Bahasan Pencemaran Lingkungan terhadap Hasil Belajar Siswa.
Jurnal. FKIP Universitas Sebelas Maret: Surakarta.
Riniatsih, I. Widianingsih. 2007. Kelimpahan dan Pola Sebaran KerangKerangan ( Bivalve) di Ekosistem Padang Lamun Perairan Jepara. Ilmu
Kelautan. Vol.12 Maret 2007 Hal.53-58.s
Rofieq. Ainur. 2011. Hand Out Metpen Biologi. Malang: UMM.
Romimohtarto, K dan S. Juwana. 2001. Biologi Laut : Ilmu Pengartahuan tentang
Biologi Laut. Jakarta: Djambatan
Sanjaya, W. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Penerbit Kencana. Jakarta.
Sari, Lilik Kartika. 2005. Kajian Saprobitas Perairan sebagai LanDAS an
Pengelolaan DAS Kaligarang Semarang. Semarang: Universitas
Diponegoro.
Sastrawijaya. 1991. Pencemaran Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta.
SNI.2004. Air dan Limbah-Bagian 3: Cara Uji Padatan Tersuspensi Total (Total
Suspended Solid: TSS) Secara Gravimetri.

xvii

107

SNI.2004. Air dan Air Limbah-Bagian 14: Cara Uji Oksigen Terlarut Secara
Yodometri (Modifikasi Azida).
SNI. 2009. Air dan Limbah- Bagian 72: Cara Uji Kebutuhan Oksigen Biokimia
(Biological Oxygen Demand/ BOD5).
Subarijanti. 1990. Kesuburan dan Pemupukan Perairan. Fakultas Perikanan
Universitas Brawijaya Malang. Malang.
Sudjarwo. 1989. Bebererapa Aspek Pengembangan Sumber Belajar. Penerbit
Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Supriharjono. 2000. Pelestarian dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Wilayah
Tropis. Jakarta: Gramedia.
Sutrisno, C. 1996. Teknologi Penyediaan Air Bersih.Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Wardhana. 2001. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta: Andi offset.
Widianto, D. S. & Lestariningsih ID. 2001. Implementasi Kaji Cepat Hidrologi
(RHA) di Hulu DAS Brantas, Jawa Timur. Working paper nr.121. Bogor:
Indonesia. World Agroforestry.
Wijayanti, Henni. 2007. Kajian Kualitas Perairan Kota Bnadar Lampung
berdasarkan Komunitas Hewan Makrobentos. Semarang: Universitas
Diponegoro.

xviii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Air sungai merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat vital bagi
pemenuhan kebutuhan hidup manusia sehingga kualitas airnya harus tetap terjaga.
Menurut Widianto (2001) sungai yang melintasi pedesaan sangat berperan penting
bagi manusia yang bermukim di tepi sungai sebab sungai memenuhi beberapa
keperluan manusia mulai dari kebutuhan air bersih untuk memasak, minum,
mandi dan mencuci. Namun pada kenyataannya sebagian besar air bekas kegiatan
manusia dibuang ke sistem perairan tanpa melalui proses pengolahan limbah sama
sekali terlebih dahulu, hal ini menyebabkan penurunan kualitas air sungai. Oleh
karena itu pengelolaan sungai tidak bisa dipisahkan dari pengelolaan kegiatan
manusia di daratan.
Perkembangan penduduk dan kegiatan manusia merupakan salah satu
faktor yang memicu pencemaran sungai. Salah satunya adalah sungai brantas.
Sungai Brantas merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah sungai
Bengawan Solo yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Sungai Brantas mempunyai
DAS seluas ± 12.000 km2 atau ¼ dari luas Provinsi Jawa Timur dengan panjang
320 km (Balai Pengelolaan Daerah Sungai Brantas, 2002). Sungai ini melewati
beberapa kota di Jawa Timur seperti Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri,
Jombang, Mojokerto, dan bermuara di Kota Surabaya. Jumlah penduduk di
wilayah DAS Brantas ± 14 juta jiwa (40%), dimana sebagian besar bergantung

1

2

pada sumber daya air yang merupakan sumber utama bagi kebutuhan air baku
untuk konsumsi domestik, irigasi, industri, dan lain – lain.
Permasalahan pencemaran air di DAS Brantas saat ini menunjukkan
adanya kecenderungan semakin meningkat dan kompleks, hal ini dapat dilihat dari
banyaknya kasus pencemaran yang terjadi. Sumber pencemaran umumnya berasal
dari limbah domestik, industri, pertanian. Selain itu, berbagai macam kerusakan
telah diamati dan memberikan indikasi degadrasi kualitas air sehingga berdampak
negatif pada kondisi biota yang hidup di dalam Sungai Brantas.
Menurut Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jawa Timur
tahun 2010, khususnya Kecamatan Ngoro merupakan wilayah industri dan
akibatnya limbah dari industri tanpa melalui proses pengolahan dibuang ke DAS
Brantas. Daerah sebelum wilayah industri merupakan daerah pemukiman
penduduk. Limbah rumah tangga yang cair merupakan sumber pencemaran air.
Limbah rumah tangga cair dapat berupa bahan organik maupun anorganik yang
hanyut terbawa arus air kemudian sampah tertimbun, menyumbat saluran air dan
mengakibatkan banjir. Daerah sesudah wilayah industri merupakan daerah
persawahan. Petani memupuk tanah persawahan atau ladang dengan pupuk
buatan, kemudian masuk ke perairan yang akan menyebabkan pertumbuhan air
yang tidak terkendali.
Demikian pula halnya dengan organisme perairan yang ada akan
mengalami perubahan jumlah. Jika lingkungan berada di bawah suatu tekanan
maka keanekaragaman jenis organisme akan menurun pada komunitas yang ada.

3

Menurut Darsono (1995) penurunan keanekaragaman spesies dalam suatu
perairan dapat dianggap sebagai indikator adanya pencemaran.
Kualitas air secara biologis juga perlu diperhatikan karena kehidupan
biologis yang berlangsung terkena dampak dari pencemaran yang terjadi. Selain
itu dibandingkan dengan menggunakan parameter fisika dan kimia, indikator
biologi dapat memantau secara kontinyu (Sastrawijaya, 1991). Kelompok
organisme petunjuk yang umum digunakan dalam pendugaan kualitas air adalah
plankton, bentos, dan nekton (ikan). Kelompok tersebut digunakan dalam
pendugaan kualitas air karena dapat mencerminkan pengaruh perubahan kondisi
fisik dan kimia yang terjadi di perairan dalam selang waktu tertentu (Odum,
1996). Selain itu, bioindikator juga dipilih karena merupakan indikator kualitas
ekologis sungai Brantas yang semakin terancam kehidupannya akibat pencemaran
oleh limbah.
Salah satu biota yang dapat digunakan sebagai parameter biologi dalam
menentukan kualitas suatu perairan adalah makrozoobentos. Berdasarkan
penelitian Agrista (2005) menyatakan bahwa makrozoobentos lebih banyak
digunakan

karena

keanekaragaman

makrozoobentos

akan

dapat

mempresentasikan kualitas air suatu tempat dengan lebih spesifik. Setiap spesies
makrozoobentos akan memiliki sensitifitas yang berbeda pada perubahan
lingkungan. Makrozoobentos sebagai organisme dasar perairan, mempunyai
habitat yang relatif tetap. Menurut Romimohtarto (2001) berubahnya kualitas
suatu perairan sangat mempengaruhi kehidupan biota yang hidup di dasar perairan
tesebut, diantaranya adalah makrozoobentos.

4

Menurut Pratiwi, dkk (2007) Makrozoobentos adalah hewan yang hidup di
dasar air secara berkelompok. Makrozoobentos merupakan salah satu kelompok
terpenting dalam ekosistem perairan sehubungan dengan peranannya sebagai
organisme kunci dalam jaringan makanan. Selain itu tingkat keanekaragaman
yang terdapat di lingkungan perairan dapat digunakan sebagai indikator
pencemaran. Jadi kelompok bentos yang hidup menetap (sesile) dan daya adaptasi
bervariasi lingkungan, membuat hewan bentos seringkali digunakan sebagai
petunjuk bagi penelitian kualitas air. Makrozoobentos memiliki manfaat yaitu
membantu mempercepat proses dekomposisi materi organik. Hewan bentos
terutama yang bersifat herbivor dan detritivor dapat menghancurkan makrofit
akuatik yang hidup maupun yang mati yang berada dalam perairan menjadi
potongan–potongan lebih kecil, sehingga mempermudah mikroba untuk
menguraikannya menjadi nutrien bagi produsen perairan.
Semakin meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan ini dapat pula
menambah tekanan terhadap kelestarian makrozoobentos di DAS Brantas
Kecamatan Ngoro Mojokerto. Mengingat fenomena di atas, dikhawatirkan akan
berdampak terhadap kelestarian makrozoobentos di daerah tersebut. Peneliti perlu
mengadakan pendataan baik jenisnya, kepadatan dan kelimpahan makrozoobentos
di DAS Brantas Kecamatan Ngoro Mojokerto.
Berdasarkan kenyataan yang ada, banyak sekali potensi sumber daya alam
di sekitar kita yang dapat dijadikan sumber belajar. Sedangkan kekayaan aneka
jenis flora dan fauna sudah lama dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu
pengetahuan. Hingga saat ini masih banyak jenis hewan dan tumbuhan yang

5

belum dipelajari dan belum diketahui manfaatnya. Oleh karena itu, hasil
penelitian ini diharapakan dapat dijadikan sumber belajar biologi SMA.
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis mengangkat judul
“Inventarisasi Keanekaragaman Makrozoobentos di Daerah Aliran Sungai
Brantas Kecamatan Ngoro Mojokerto Sebagai Sumber Belajar Biologi SMA
Kelas X.”

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka rumusan
masalah yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Makrozoobentos jenis apa sajakah yang terdapat di DAS Brantas
Kecamatan Ngoro Mojokerto?
2. Bagaimana

karakteristik

populasi

makrozoobentos

yang

meliputi

kepadatan, kepadatan relatif, kelimpahan, kelimpahan relatif dan indeks
keanekaragaman di DAS Brantas Kecamatan Ngoro Mojokerto?
3. Bagaimanakah parameter fisika-kimia perairan yang mempengaruhi
keberadaan Makrozoobentos?
4. Bagaimana hasil penelitian inventarisasi keanekaragaman makrozoobentos
di daerah aliran sungai brantas kecamatan Ngoro Mojokerto digunakan
sebagai sumber belajar biologi SMA Kelas X?

1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka didapatkan tujuan penelitian
sebagai berikut.

6

1. Untuk mengidentifikasi jenis Makrozoobentos yang terdapat di DAS
Brantas Kecamatan Ngoro Mojokerto.
2. Untuk mendeskripsikan karakteristik populasi makrozoobentos yang
meliputi kepadatan, kepadatan relatif, kelimpahan, kelimpahan relatif dan
indeks keanekaragaman di DAS Brantas Kecamatan Ngoro Mojokerto.
3. Untuk

mendeskripsikan

parameter

fisika-kimia

perairan

yang

mempengaruhi keberadaan Makrozoobentos.
4. Untuk membuat handout hasil penelitian inventarisasi keanekaragaman
makrozoobentos di daerah aliran sungai brantas kecamatan Ngoro
Mojokerto sebagai sumber belajar biologi SMA kelas X.

1.4 Manfaat Penelitian
Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang
terkait diantaranya sebagai berikut.
1.

Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai
keanekaragaman makrozoobentos di DAS Brantas Kecamatan Ngoro
Mojokerto yang merupakan kawasan industri. Selain itu peneliti dapat
menghimbau masyarakat tentang bahaya pencemaran air sungai, selain itu
dapat menumbuhkan rasa cinta pada lingkungan lebih tinggi.

2.

Bagi Pendidikan
Manfaat dalam bidang pendidikan khususnya mata pelajaran biologi
sebagai sumber belajar terkait materi pengaruh aktivitas manusia terhadap
perubahan dan pencemaran lingkungan pada peserta didik jenjang

7

SMA/MA Kelas X Semester Genap dalam SK 3 KD 3.4 yakni
Mendeskripsikan ciri-ciri Filum dalam Dunia Hewan dan peranannya bagi
kehidupan
3. Bagi Masyarakat
Dapat memberikan informasi kepada masyarakat khususnya yang tinggal
di sekitar Sungai tentang kondisi sungai agar masyarakat lebih menjaga
kelestarian lingkungan dan kualitas air sungai yang berguna serta
bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari.
1.5 Batasan Penelitian
Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Daerah penelitian difokuskan pada tiga stasiun pengambilan sampel yakni
daerah hulu sebelum DAS oleh limbah industri (daerah pemukiman
penduduk) tepatnya di Desa Tanjangrono; daerah tengah yakni DAS oleh
limbah industri tepatnya di Desa Kembangsri; dan derah hilir sesudah
DAS oleh limbah industri (derah persawahan) tepatnya di Desa
Candiharjo.
2. Pengukuran faktor kimiawi air meliputi oksigen terlarut atau DO
(Dissolved Oxygen), BOD5 (Biochemical Oxygen Demand), COD
(Chemical Oxygen Demand), dan pH.
3. Pengukuran faktor kimiawi pengambilan sampel dilakukan hari terkhir
pengambilan sampel yakni hari ke-6 dikarenakan lokasi pengambilan
sampel dan tempat penelitian jauh dikhawatirkan terjadi kontaminasi.
4. Pengukuran faktor fisik air meliputi suhu air, kedalaman, kecepatan arus
dan kecerahan air dilakukan sesuai pengulangan hari ke-1, ke-3, dan ke-6.

8

5. Pengambilan sampel dilakukan pada pagi hari pukul 08.00.
6. Pengambilan sampel makozoobentos adalah hewan bentos yang berukuran
> 1 mm.
7. Pengukuran biologi meliputi kelimpahan, kepadatan, dan keanekaragaman
makrozoobentos.
1.6 Definisi Istilah
Untuk mengetahui adanya perbedaan pengertian dalam penelitian ini maka
perlu diberikan penjelasan tentang bebrapa istilah yang perlu diberikan penjelasan
adalah sebagai berikut.
1. Inventarisasi adalah proses mengumpulkan atau mencatat secara terperinci
mengenai identifikasi dan karekteristik.
2. Keanekaragaman spesies adalah perbedaan-perbedaan pada berbagai
spesies makhluk hidup di suatu tempat.
3. Menurut Fachrul (2012) Komunitas makrozoobentos adalah semua hewan
yang berukuran makroskopis dan tidak bertulang belakang (avertebrata)
yang sebagian atau seluruh siklus hidupnya berada di dasar perairan.
Makrozoobentos berperan penting dalam proses mineralisasi dan pendaurulangan bahan organik maupun sebagai salah satu konsumen yang lebih
tinggi. Makrozoobentos yang dimanfaatkan sebagai indikator kualitas air
adalah makrozoobentos yang biasa ditemukan di DAS Brantas.
4. Kualitas air aliran sungai brantas kecamatan Ngoro adalah keadaan aliran
Sungai Brantas Kecamatan Ngoro dalam batas toleransi untuk keperluan

9

MCK dan irigasi serta berdasarkan Baku Mutu kehidupan organisme
akuatik (Balai Pengelolaan Daerah Sungai Brantas, 2002).
5. Ekosistem Perairan
Menurut Nontji (2002) ekosistem adalah suatu unit lingkungan hidup yang
di dalamnya terdapat hubungan fungsional yang sistematik antara sesama
makhluk hidup dan antara makhluk hidup dengan komponen lingkungan
abiotik berupa keanekaragaman spesies. Perairan adalah semua bentuk air
yang mengalir dari sungai yang lebih tinggi ke yang lebih rendah dan
membentuk sebuah genangan yang biasa disebut danau atau waduk.
Ekosistem perairan adalah hubungan timbal balik yang terjadi di perairan
anatara unsur–unsur hayati dengan nonhayati yang membentuk sistem
ekolog. Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki
penyusunan yang beragam.


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

69 1655 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 429 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 393 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 241 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 351 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 502 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 444 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 284 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 453 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 524 23