Perilaku Komunikasi Pengguna Media Sosial Tinder Dalam Menjalin Relasi Pertemanan Di Kalangan Mahasiswa UNIKOM (Studi Deskriptif Mengenai Perilaku Komunikasi Pengguna Media Sosial Tinder Dalam Menjalin Relasi Pertemanan Di Kalangan Mahasiswa UNIKOM)

ABSTRAK

PERILAKU KOMUNIKASI PENGGUNA MEDIA SOSIAL
TINDER DALAM MENJALIN RELASI PERTEMANAN
DI KALANGAN MAHASISWA UNIKOM
(Studi Deskriptif tentang Perilaku Komunikasi Pengguna Media Sosial Tinder Dalam Menjalin
Relasi Pertemanan Di Kalangan Mahasiswa Unikom)
Oleh:
Dewi Rosita Sari
NIM. 41811080
Skripsi ini dibawah bimbingan:
Rismawaty, S.Sos., M.Si.

Penelitian ini bermaksud untuk menguraikan secara mendalam tentang Perilaku
Komunikasi Pengguna Media Sosial Tinder Dalam Menjalin Relasi Di Kalangan Mahasiswa Unikom
Untuk menjabarkan fokus penelitian, maka peneliti membagi ke dalam beberapa sub-sub masalah
mikro yaitu interaksi, tindakan, dan hubungan pengguna media sosial Tinder dalam menjalin relasi
pertemanan di kalangan mahasiswa Unikom.
Metode Penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan studi deskriptif
Subjek dalam penelitian ini berjumlah 6 (enam) orang, yang diperoleh melalui teknik purposive
sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, Observasi, Dokumentasi,
Internet Searching dan Studi Pustaka. Teknik uji keabsahan data dengan cara diskusi dengan
teman sejawat, triangulasi, dan meningkatkan ketekunan..
Hasil Penelitian melihat bahwa, Interaksi pengguna media sosial Tinder dalam menjalin
relasi pertemanan di kalangan mahasiswa yaitu terdiri dari beberapa komponen yaitu chatting,
bercanda untuk mencairkan suasana obrolan, menggunakan emoticon, dan menggunakan bahasa
yang santai atau informal. Tindakan yang dilakukan pengguna media sosial Tinder yaitu mengganti
foto profil, isi identitas profil (bio), dan upload foto ke konten media, di Tinder. Hubungan
pengguna media sosial Tinder memiliki hubungan pertemanan dengan lawan bicaranya di media
sosial Tinder.
Simpulan dari penelitian ini yaitu bahwa pengguna media sosial Tinder yang dalam hal ini
mahasiswa Unikom melakukan interaksi, tindakan, dan hubungan sebagai bagian dari perilaku
komunikasi mereka dalam media sosial Tinder. Interaksi yang di lakukan yaitu chatting, bercanda,
menggunakan emoticon dan bahasa yang santai. Tindakan yang dilakukan mengganti foto profil,
mengisi identitas dan upload foto ke konten media sosial serta hubungan yang dimiliki yaitu
hubungan pertemanan.
Saran dari penelitian ini adalah pengguna media sosial Tinder khususnya mahasiswa
diharapkan untuk bisa seimbang dalam mencari dan menjalin relasi pertemanan dari dunia maya
atau pun dari lingkungan sosial masing-masing. Teman itu mudah didapatkan dan bisa didapat dari
mana saja, jadi jangan takut mencari teman melalu berbagai macam cara dan jangan menutup diri
terhadap orang yang ingin berteman dengan anda.
Kata Kunci : Perilaku Komunikasi, Inetraksi , Tindakan, , Hubungan, , Pengguna Media
Sosial Tinder
iii

ABSTRACT

COMMUNICATION BEHAVIOUR TINDER
USER IN MAKE A GOOD RELATIONSHIP IN
UNIKOM STUDENTS
(Descriptive Study About Communication Behaviour Tinder User In Make A
Good Relationship In Unikom Students)
By:
Dewi Rosita Sari
NIM. 41811080
This research under guidance :
Rismawaty, S.Sos., M.Si.

This research is made to explaining about Unikom’s Students
Communication Behavior Using Tinder as a Social Media. The researcher will start
by dividing the problem into several micro problems, which are interaction, action
and relationship between the students of Unikom and their respective
communication partner in tinder
This research will be using a qualitative method with a descriptive study
supported by the definition of Communication Behavior. This research will employ
the help of 6 (six) subjects which was selected with the use of purposive sampling
technique, data gathering by doing an in-depth interview, observation,
documentation, internet searching and bibliography, data validity testing by
triangulation and persistent observation..
The result of this research shows that interaction between the user of Tinder
can be divided into several components, which are selecting photos before starting
to chat, asking about the origin and identity of their chat partner, the use of jokes
as ice breakers, use of emoticons, usage of slangs, and the existence of age
difference between the user and their partners. The action that Tinder users do are
changing their profile pictures, filling in their bios, and uploading photos to Tinder
as a content of their profiles. For the 6(six) informants to establish a relationship
with their respective chat partner usually takes 2 weeks up to a month.
The conclusion of this research is when a Tinder user interact with his/her
chat partner, one or more action was made which then leads to a relationship. From
this process a communication behavior emerges which have some form of action
and a relationship.
The researcher hopes that writing this research will help users of Tinder,
especially college students can find a balanced relationship in the digital world as
well as in their social environments. Friends can be found anywhere, so welcome a
person who wants to get to know you.
Keywords : Communication Behavior, Interaction, Action, Relationship, Tinder users

iii

1

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Penemuan dalam bidang teknologi komunikasi seperti adanya handphone dan
internet, membuat manusia semakin meningkatkan cara komunikasinya. Berbagai
macam media untuk berkomunikasi pun hadir untuk memudahkan manusia
berinteraksi. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi internet sudah menjadi
kebutuhan bagi masyarakat, hal inilah yang melahirkan media sosial. Media sosial
merupakan media online, yaitu media yang hanya ada dengan menggunakan internet
dimana para penggunanya bisa menuangkan ide, mengekspresikan diri, dan
menggunakan sesuai dengan kebutuhannya. Kehadiran media sosial memberikan
kemudahan bagi manusia untuk berkomunikasi dan bersosialisasi.
Media sosial dapat membantu kita untuk bisa memberikan pendapat,
berkomentar terhadap suatu hal, dan bebas menuangkan ide karena kita memiliki media
sosial sendiri. Media sosial juga dapat membantu seseorang dalam mencari teman atau
bahkan pasangan, dan dari berbagai macam media sosial yang ada, media sosial Tinder
bisa membantu seseorang untuk mencari teman dan pasangan tersebut.
Tinder merupakan sebuah media sosial yang mampu menghubungkan
seseorang dengan orang lainya yang sama sekali tidak memiliki hubungan apapun
sebelumnya. Selain itu Tinder juga membantu seseorang dalam memperluas pergaulan,

1

2

berinteraksi bahkan mempertemukan pasangan hidup bagi seseorang. Maka dari itu
Tinder juga sering di sebut sebagai media sosial pencari teman kencan.
Semenjak kemunculannya pada Oktober 2012, Tinder diminati oleh masyarakat
luas terutama para remaja. Hal tersebut dapat di buktikan bila menggunakan media
sosial Tinder, berbagai macam usia remaja dari mulai 16 hingga 25 tahun cukup
banyak. Tinder merupakan media sosial yang cukup aman karena terkoneksi dengan
jejaring sosial facebook saat pertama kali di buka. Hal ini di lakukan untuk menghindari
adanya unsur penipuan gender atau pun penggunaan nama palsu. Tinder di buat oleh
entrepreneur muda Sean Rad. dengan tagline nya yaitu “kami hanya memberitahu siapa
yang ada di sekitarmu, yang mungkin bisa dijadikan teman kencan dan anda hanya
bilang iya atau tidak”, Tinder ingin membantu para penggunanya untuk mencari relasi
pertemanan dan membina relasi dimulai dari orang yang masih terlibat satu pergaulan.
Tinder di desain dengan tampilan yang cukup sederhana, namun Tinder memiliki
keunikan yang membuat media sosial ini diminati masyarakat terutama para remaja.
Keunikan media sosial Tinder terletak pada notifikasinya. Notifikasi pada
Tinder tidak di sediakan akun lain yang meminta permintaan pertemanan seperti hal
media sosial Facebook atau pun Twitter. Notifikasi akan muncul apabila pengguna nya
dengan calon matches pilihannya sama-sama menekan tanda love pada halaman foto
profil akun masing-masing. Jika keduanya tidak saling menekan tombol love atau
menggeser foto ke arah kanan maka notifikasi tidak akan muncul dan tidak akan bisa
melakukan interaksi.

3

Media Sosial Tinder dapat diunduh gratis. Media sosial ini bekerja dengan
mengandalkan sistem satelit navigasi yang dapat mengatur jarak dan lokasi tertentu.
Tinder termasuk aplikasi yang cukup populer di Application Store dan Google Store.
Berdasarkan data yang di miliki peneliti, media sosial Tinder sempat masuk ke dalam
konten trending yang tersedia di Google Store dan juga Application Store.Di kedua
platform distribusi aplikasi,media sosial Tinder termasuk dalam 10 besar daftar media
sosial favorit untuk kategori gaya hidup berdasarkan situs technoasia.com. Sean Rad
mengungkapkan aplikasi ini dibuat berdasarkan pengamatannya terhadap gaya hidup
masyarakat modern yang super sibuk sehingga tidak sempat untuk bertemu dengan
teman kencan. Namun Sean Rad mengungkapkan bahwa media sosial ini tidak hanya
bertujuan untuk mendapatkan teman kencan, melainkan kepada memperluas
pergaulan, jaringan dan menjalin relasi sehingga seseorang bisa menambah teman dan
beriteraksi dengan siapapun.
Percobaan pertama media sosial Tinder di lakukan Sean Rad selaku CEO
Tinder di sebuah Universitas di California. Saat itu Sean Rad melakukan penelitian
untuk mengetahui bagaimana respon media sosial ini di masyarakat. Setelah satu
minggu melakukan percobaan, media sosial Tinder mendapat respon positif. Ada
ratusan pasangan yang match atau cocok dalam media sosial tersebut sehingga bisa
berinteraksi di chat room. Setelah 2 bulan penelitian Sean Rad mengungkapkan bahwa
ada 500 pasangan yang match dan berinteraksi di Tinder. Sehingga Sean Rad
mengambil kesimpulan bahwa selama 2 bulan melakukan penelitian, Sean Rad
menganggap bahwa media sosial Tinder telah berhasil mencuri hati penggunanya.

4

Tinder berfokus pada orang-orang yang ada di sekitar penggunanya yang ingin
memperluas jaringan, pergaulan, dan menjalin relasi pertemanan.
Tinder akan mencari akun terdekat dari lokasi pengguna dan menampilkanya
terus menerus. Setelah berhasil melakukan pencarian, pengguna bisa memilih teman
yang memiliki hobi dan ketertarikan yang sama dengan pengguna selama masih ada di
wilayah pencarian. Pengguna juga bisa mengatur jarak seberapa jauh atau dekat lokasi
seseorang yang di inginkan, selain itu ada range umur yang bisa di pilih pengguna
sehingga pengguna bisa mencari teman dan berinteraksi dengan seseorang yang di
inginkan.
Berdasarkan data yang di dapat dari situs resmi media sosial Tinder, pada awal
kemunculannya pengguna Tinder hanya mencapai 50.000 saja di seluruh dunia, namun
seiring dengan minat masyarakat terutama remaja, jumlahnya pun terus bertambah dan
di Indonesia sendiri media sosial ini cukup populer, walapun belum ada jumlah pasti
berapa pengguna Tinder di Indonesia, namun sebagian masyarakat terutama remaja
mengenal Tinder dengan baik bahkan banyak yang menggunakannya. Hal ini dapat
dilihat saat peneliti melakukan pra riset dan bertanya kepada mahasiswa – mahasiswa
Kota Bandung mengenai media sosial Tinder apakah mereka pernah menggunakannya
atau tidak dan sebagian besar dari mereka mengetahui media sosial Tinder dan ada pula
yang menggunakannya. Kebanyakan pengguna media sosial Tinder adalah mahasiswa
atau anak muda dari kisaran uasia 18 – 25 tahun. Mahasiswa Unikom juga sebagian
besar mengetahui media sosial tersebut. Cara menggunakan media sosial Tinder cukup
mudah setelah melewati prosedur sinkronisasi dengan Facebook, terdapat setumpukan

5

foto yang bisa di pilih. Jika pengguna tertarik dengan seseorang yang ada di foto
tersebut, tekan tanda love atau menggeser foto ke arah kanan, namun jika pengguna
tidak tertarik dengan seseorang yang ada pada foto tersebut, maka tekan tanda silang
atau menggeser foto ke arah kiri. Setelah ada notifikasi yang bertuliskan match, maka
pengguna bisa mulai berinteraksi di chat room yang di sediakan. Namun jika sekiranya
pengguna merasa bahwa tidak ada kecocokan terhadap seseorang yang sudah dipilih
maka terdapat fitur unmatched yang secara otomatis akan menghapus profil dan chat
room dari akun Tinder.
Menurut Sean Rad, Selama 3 tahun kemunculannya, Tinder berkembang cukup
pesat dan rencananya Sean Rad, akan meluncurkan fitur terbaru yaitu layanan
premium. Jadi pengguna Tinder dapat mendapatkan keuntungan lebih. Rencananya
layanan premium ini akan menghilangkan batasan lokasi dan memperluas cakupan
jarak Tinder. Melalui adanya layanan premium ini, di harapkan Tinder dapat lebih
fokus ke dalam pengembangannya sehingga bisa membantu memperluas pasar.
Layanan premium ini akan di luncurkan pada Bulan November 2015 mendatang.
Untuk menjaga keeleganan dan keeksklusifannya, untuk saat ini Tinder hanya bisa di
unduh dengan perangkat smartphone dan tablet dengan sistem operasi Ios dan Android.
Sebelum media sosial Tinder muncul, ada berbagai macam media sosial sejenis
yaitu di antaranya MiRc, Yahoo Messenger, BeeTalk, Wechat, Kakako talk, MySpace,
Friendster, dan juga Facebook. Setelah itu Tinder muncul dengan tampilan yang
sederhana dan lebih private. Itulah salah satu keunggulan media sosial Tinder di
bandingkan media sosial lainnya. Jika di media sosial lain, kita bisa berinteraksi atau

6

mengirim pesan tanpa harus berteman dahulu dengan orang tersebut, namun dalam
media sosial Tinder, kita bisa mengirim pesan jika hanya kita sudah matched dengan
orang yang di inginkan untuk di ajak berinteraksi. Jadi media sosial Tinder ini
menghindari spam sehingga tidak mengganggu kenyamanan para penggunanya.
Keunggulan lain yang dimiliki media sosial Tinder yaitu dari cara pemilihan teman.
Kita bisa memilih teman chat yang di inginkan atau pun sesuai dengan kriteria kita.
Keunikan tersebut berbeda dengan media sosial lainnya. Jadi kita hanya akan match
dan chat dengan orang-orang yang memang sesuai dengan kriteria atau keinginan kita
berdasarkan simbol hati atau pun silang. Lewat simbol tersebut menambah keunikan
tersendiri dari media sosial ini. Kedua simbol tersebut merupakan sesuatu yang penting
karena kita bisa memilih iya atau tidak hanya dengan menekan simbol tersebut. Kedua
simbol tersebut merupakan kunci utama apakah kita bisa berkomunikasi dengan orang
yang kita pilih atau tidak karena semuanya bergantung pada penggunaan simbol
tersebut. Selain itu kita bisa memilih jarak lawan bicara yang di inginkan, artinya kita
bisa mengatur berapa jarak yang kita inginkan untuk mencari lawan bicara kita. Bisa
dimulai dari radius 1 km hingga puluhan kilometer, sesuai dengan keinginan kita.
Itulah yang menjadikan media sosial Tinder menarik.
Namun di sisi lain media sosial Tinder ini memiliki keterbatasan. Media sosial
Tinder tidak memiliki emoticon atau yang lebih dikenal dengan sticker. Mungkin hal
ini juga bisa jadi kendala para penggunanya untuk berinteraksi dengan lawan
bicaranya, namun berdasarkan website technoasia.com Sean Rad mengtatakan bahwa
memang ia dan 2 teman lainnya membuat media sosial Tinder memang di fokuskan

7

untuk chatting. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa media sosial Tinder dengan
layanan premium akan menambah fitur sticker.
Media sosial Tinder merupakan sarana komunikasi interpersonal yang yang
menarik bagi siapapun yang menggunakannya. Selain untuk mencari pasangan media
sosial Tinder juga dapat di gunakan untuk memperluas jaringan dan pergaulan serta
membina relasi. Tinder terhubung dengan orang-orang di seluruh dunia dengan begitu
banyak perbedaan suku, bahasa, ras dan agama. Hal itu pula bisa di manfaatkan oleh
pengguna Tinder untuk menjalin pertemanan dan menambah wawasan dengan
berhubungan dengan orang-orang tersebut. Media sosial Tinder merupakan media
sosial baru yang cukup menarik. Konten dan cara seseorang untuk berkenalan juga
berbeda dengan media sosial lainnya. Hal ini merupakan kelebihan tersendiri yang
dimiliki oleh media sosial Tinder, cara-cara yang di lakukan seseorang untuk mencari
dan menjalin relasi pertemanan dapat di lakukan disini dengan cara yang unik.
Berbagai macam aplikasi media sosial yang diciptakan oleh para perusahaanperusahaan besar yang kreatif di dunia salah satunya media sosial Tinder membuat
masyarakat Indonesia khususnya mahasiswa Unikom memiliki perubahan perilaku
komunikasi dalam bermasyarakat. Hal ini memberikan suatu dampak bagaimana
seseorang khususnya mahasiswa memiliki perilaku komunikasi tertentu yang di
akibatkan oleh penggunaan media sosial Tinder ini, apalagi mengingat media sosial
Tinder merupakan media sosial untuk menjalin relasi pertemanan bahkan untuk
mencari pasangan.

8

Perilaku merupakan bagaimana seseorang bertindak setelah terbentuknya sikap.
Jika mengikuti model-model transaksional maka perilaku komunikasi berarti tindakan
seseorang sebagai pelaku komunikasi diartikan sebagai saling berbagi pengalaman atau
the sharing of experience (Tubbs, 1983:342). Hal ini sejalan dengan Rogers yang
menyatakan bahwa perilaku komunikasi merupakan suatu kebiasaan dari individu atau
kelompok di dalam menerima atau menyampaikan pesan yang di indikasikan dengan
adanya partisipasi, hubungan dengan sistem sosial, kekosmopolitan, hubungan dengan
agen baru, keterdedahan dengan media massa, keaktifan mencari informasi mengenai
hal-hal baru.
Penggunaan Tinder menekankan kepada proses komunikasi yang di dalamnya
terdapat interaksi. Cara kerja Tinder sendiri juga lebih menekankan kepada interaksi
sesama penggunanya.

Menurut C. P Chaplin mengatakan bahwa :
Interaksi adalah “Suatu pertalian sosial antara individu sedemikian rupa
sehingga individu yang bersangkutan saling mempengaruhi satu sama lain”.
(Supriatna, 1984:254)

Media sosial Tinder yang di gunakan oleh mahasiswa khususnya mahasiswa
Unikom, memperlihatkan tindakan-tindakan tertentu. Tindakan yang seperti apa yang
di lakukan mahasiswa Unikom dalam menjalin relasi pertemanan lewat media sosial
Tinder ini.

9

Menurut Karl Max mengatakan bahwa :
Tindakan adalah “Sebagai aktivitas manusia yang berusaha menghasilkan
barang atau mencoba sesuatu yang unik untuk mengejar tujuan tertentu”. (Tim
Guru Sosiologi, 2004:37)

Penggunaan Media sosial Tinder oleh mahasiswa Unikom akan menimbulkan
hubungan-hubungan tertentu, hubungan apa dan seperti apa yang di cari oleh
mahasiswa Unikom yang menggunakan media sosial Tinder.
Menurut Soejono Sukanto mengatakan bahwa :
Hubungan adalah “Kesatuan yang terbuka dan ketergantungan antara satu
dengan lainnya. (definisi.org di akses pada tanggal 14 Mei 2015 pukul 08.00)

Kehadiran media sosial khususnya media sosial Tinder, memudahkan para
penggunanya dalam berkomunikasi, terutama dalam mencari relasi pertemanan di
kalangan mahasiswa Unikom. Setelah peneliti melakukan pra riset mengenai Tinder di
Unikom kepada beberapa mahasiswa di 6 fakultas yang berbeda, mereka sepakat
bahwa Tinder merupakan media sosial yang tepat untuk mencari relasi pertemanan dan
berkomunikasi. Salah satunya di sebutkan oleh Anissa, mahasiswa dari Fakultas Ilmu
Sosial dan Politik yang mengatakan bahwa :
“Adanya media sosial Tinder ngebuat saya ga harus cari kesana kemari untuk
kenal dan berkomunikasi dengan orang baru”.
Komunikasi berpengaruh terhadap banyak hal, khususnya dalam mengubah
tingkah laku, hal ini sesuai dengan yang di katakan oleh Everett M. Rogers dalam buku
Deddy Mulyana tahun 2007 sebagai berikut :

10

“Komunikasi adalah proses suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu
atau banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.” (Deddy
Mulyana, 2007:69)

Relasi merupakan suatu hubungan yang dapat dibangun apabila memiliki
kesamaan dan dalam hal ini Tinder dapat membantu individu dalam membina relasi
bila individu tersebut memiliki kesamaan dan kecocokan pada saat mereka melakukan
interaksi. Jadi dapat di ketahui apakah relasi tersebut dapat terbangun ataupun tidak
terbangun. Komunikasi merupakan suatu sarana penting dalam menjalin interaksi
dengan orang lain. Melalui adanya komunikasi yang terjalin maka manusia dapat
melakukan berbagai aktivitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Pentingnya
komunikasi dalam kehidupan manusia yang sesuai dengan perkembangan teknologi
dalam bidang komunikasi. Maka manusia menciptakan berbagai alat penunjang
komunikasi yang lebih canggih dan praktis.
Universitas Komputer Indonesia merupakan Universitas berbasis komputer, di
mana setiap fakultasnya mendapat pembelajaran dan materi mengenai komputer dan
sistemnya. Berangkat dari hal tersebut, peneliti merasa bahwa Unikom merupakan
universitas yang tepat untuk melakukan penelitian karena sesuai dengan penelitian
peneliti yaitu mengenai media sosial dan mengingat media sosial yang identik dengan
jaringan dan teknologi sesuai dengan Unikom yang berbasis komputer, jaringan, dan
teknologi dalam memberikan materinya. Selain itu peneliti memilih mahasiswa
Unikom karena mahasiswa Unikom mengetahui media sosial Tinder bahkan beberapa
di antaranya juga menggunakan media sosial Tinder. Hal ini terbukti dari pra riset yang

11

peneliti lakukan beberapa waktu lalu. Peneliti melakukan wawancara kecil mengenai
media sosial Tinder kepada beberapa mahasiswa dari 6 fakultas berbeda dan dari
beberapa jurusan yang berbeda pula. Walaupun Unikkom memiliki 6 Fakultas S1 dan
1 Fakultas Pasca Sarjana, namun peneliti memfokuskan penelitian kepada beberapa
mahasiswa di 6 fakultas S1 saja agar penelitiannya lebih terfokus.
Jika berbicara mengenai manfaat, media sosial memiliki begitu banyak manfaat
yang di rasakan oleh mahasiswa. Selain sebagai sarana komunikasi, media sosial juga
bisa di gunakan untuk mencari dan menjalin relasi pertemanan. Media sosial Tinder
merupakan salah satunya dan inilah yang membuat peneliti merasa tertarik untuk
meneliti perilaku komunikasi para pengguna media sosial Tinder dalam menjalin relasi
pertemanan di kalangan mahasiswa Unikom karena media sosial ini merupakan media
sosial baru yang unik dan memungkinkan seseorang untuk menjalin relas pertemanani
tanpa harus berkenalan secara langsung selain itu beberapa mahasiswa Unikom juga
menggunakan media sosial Tinder.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka peneliti memilih penggunaan media
sosial Tinder sebagai penelitian karena peneliti ingin mengetahui perilaku komunikasi
pengguna media sosial Tinder di kalangan mahasiswa Unikom Bandung. Bertitik tolak
dari latar belakang masalah yang di kemukakan maka peneliti merumuskan masalah
sebagai berikut ”Bagaimana perilaku komunikasi pengguna media sosial Tinder
dalam Menjalin Relasi Pertemanan?”

12

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka peneliti merumuskan
yang akan menjadi rumusah masalah yang akan di teliti yaitu sebagai berikut :

1.2.1

Rumusan Masalah Makro
Bagaimana Perilaku Komunikasi Pengguna Media Sosial Tinder dalam

Menjalin Relasi Pertemanan ?
1.2.2

Rumusan Masalah Mikro

1. Bagaimana Interaksi Pengguna Media Sosial Tinder dalam menjalin relasi
pertemanan ?
2. Bagaimana Tindakan Pengguna Media Sosial Tinder dalam Menjalin Relasi
Pertemanan ?
3. Bagaimana Hubungan Pengguna Media Sosial Tinder dalam Menjalin
Relasi Pertemanan ?

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
1.3.1

Maksud Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perilaku

komunikasi pengguna media sosial Tinder dalam menjalin relasi yang dalam hal
ini merupakan mahasiswa Unikom.

13

1.3.2

Tujuan Penelitian
Berkaitan dengan masalah yang di teliti maka tujuan di lakukannya

penelitian ini yaitu untuk :
1. Mengetahui Interaksi Pengguna Media Sosial Tinder
2. Mengetahui Tindakan pengguna media sosial Tinder dalam menjalin relasi
3. Mengetahui Hubungan pengguna media sosial Tinder dalam menjalin relasi

1.4 Kegunaan Penelitian
Secara teoritis peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat memberikan hasil
yang bermanfaat sesuai dengan tujuan penelitian di atas. Hasil dari penelitian ini
diharapkan dapat berguna baik secara teoritis maupun praktis.
1.4.1

Kegunaan Teoritis
Secara teoritis penelitian ini dapat mengembangkan kajian studi ilmu

komunikasi secara umum dan perilaku komunikasi para pengguna media sosial
Tinder dalam menjalin relasi di kalangan mahasiswa Unikom. Selain itu pula dapat
menjadi praktis dan dapat memperdalam pengetahuan dan teori mengenai
informasi yang berhubungan dengan studi ilmu komunikasi.

14

1.4.2

Kegunaan Praktis
Secara praktis kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1.4.2.1 Kegunaan Bagi Peneliti
Penelitian ini di harapkan dapat memberi kontribusi dalam menambah
wawasan serta sebagai salah satu rujukan untuk meneliti lebih lanjut dari
masalah penelitian yang sama dari sisi psikologi manusia.
1.4.2.2 Kegunaan Bagi Universitas
Untuk universitas khususnya untuk program studi Ilmu Komunikasi
konsentrasi Humas di harpkan berguna untuk literatur atau bahan referensi
berikutnya yang akan mengadakan penelitian yang sama.
1.4.2.3 Kegunaan Bagi Masyarakat
Hasil penelitian ini di harapkan dapat berguna bagi masyarakat yang
ingin mendapat informasi mengenai media sosial khususnya media sosial
Tinder. Selain itu juga untuk mengetahui perilaku komunikasi yang muncul
akibat dari penggunaan media sosial.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA & KERANGKA PEMIKIRAN

2.1 Tinjauan Pustaka
2.1.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu
Peneliti mengambil skripsi yang berjudul “Perilaku Komunikasi Para
Pengguna Media Sosial Tinder dalam Menjalin Relasi Pertemanan di Kalangan
Mahasiswa Unikom”.
(Studi Deskriptif mengenai Perilaku Komunikasi Para Pengguna Media
Sosial Tinder dalam Menjalin Relasi Pertemanan di Kalangan Mahasiswa
Unikom). Sebelumnya penelitian yang membahas mengenai perilaku komunikasi
sudah banyak di lakukan, namun objeknya berbeda setiap penelitian.
Pada penelitian ini, peneliti melihat tinjauan sebelumnya yang mirip
dengan penelitian yang di teliti mengenai pembahasan perilaku komunikasi.
Peneliti mencari penelitian terdahulu melalui internet searching dan pergi ke
perpustakaan. Berikut ini merupakan judul penelitian yang menjadi bahan tinjauan
terdahulu oleh peneliti, yaitu sebagai berikut :
1. Bayu Nugraha
Judul Skripsi : Perilaku Komunikasi Pengguna Aktif Instagram
(Universitas Padjadjaran)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang
melatarbelakangi terjadinya perilaku komunikasi pengguna aktif

14

15

instagram dan mengetahui perilaku komunikasi antara sesama
pengguna aktif instagram. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan
wawancara berulang kepada 8 orang informan, observasi, serta studi
kepustakaan dan analisis dokumen yang berkaitan dengan penelitian.
Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang
faktor yang melatarbelakangi yaitu fasilitas pendukung, keinginan
untuk menghasilkan karya yang lebih baik, frekuensi serta dorongan
kerabat. Perilaku komunikasinya yaitu antar sesama pengguna aktif
yang mengunggah foto dan melakukan following serta unfollow dan
memberikan like atau komentar pada foto.
2. Nama : Lidya Pratiwi Anggrenie.
Judul : Perilaku Pengguna Blackberry di kalangan siswa sekolah dasar
di Jakarta. (Universitas Padjadjaran).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui intensitas
penggunaan Blackberry, banyaknya konten atau isi juga kesediaan
mengungkapkan diri di kalangan siswa sekolah dasar di Jakarta. Objek
dari penelitian ini adalah siswa sekolah dasar di Jakarta. Metode yang
di gunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif.
Teori yang di gunakan untuk mendasari penelitian ini yaitu teori CMC
atau Computer Mediated Communication. Populasi penelitian ini
adalah siswa sekolah dasar yang memiliki dan menggunakan

16

Blackberry di Jakarta. Teknik penarikan sampel di lakukan dengan
teknik klaster banyak tahap. Penelitian dilakukan dengan melakukan
penyebaran kuisioner kepada 50 orang responden.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah intensitas penggunaan
Blackberry berada di kategori tinggi dengan aspek yang menonjolnya
yaitu frekuensi penggunaan. Sedangkan berdasarkan content atau isi
Blackberry keduanya berada pada kategori sedang. Pihak sekolah di
sarankan agar sebaiknya tidak melarang siswa membawa Blackberry
ke sekolah karena banyaknya manfaat dari penggunaan Blackberry.
Tapi ada baiknya pihak sekolah melakukan penyitaan Blackberry untuk
menghindari penyalahgunaan yang mungkin ditimbulkan saat jam
pelajaran. Perilaku yang muncul yaitu siswa dan guru sd menggunakan
Blackberry untuk berinteraksi khususnya pada saat pembagian tugas.
3. Nama : Dea Anggraeni Utomo
Judul : Motif Pengguna Jejaring Sosial Google+ di Indonesia.
(Universitas Kristen Petra Surabaya)
Tujuan dibuatnya jurnal ini untuk mengetahui apa motif yang muncul
dalam benak pengguna untuk menggunakan jejaring sosial Google+.
Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa pengguna Google+ lebih dapat
melihat perkembangan terbaru atau informasi terbaru apa yang bisa di
dapat. Sementara motif terendahnya yaitu bahwa google+ di gunakan

17

untuk membuat status, membuat pencitraan. Seseorang bisa
menunujukan eksistensinya dari status yang di buatnya.
Tabel 2.1
Perbandingan Penelitian Terdahulu

No Judul Penelitian Tahun

1.

Perilaku
Komunikasi
Pengguna Aktif
Instagram

2012

Identitas
Penyusun

Bayu Nugraha
(Skripsi)
Bidang
Kajian
Manajemen
Komunikasi
Universitas
Pajajaran

Metode
Yang Di
gunakan

Kualitatif
Studi
Kasus

Hasil Penelitian

Perbedaan
Dengan
Penelitian
Skripsi Ini

Penelitian ini
mengungkapkan
Penelitian Bayu
bahwa faktormeneliti
faktor yang
perilaku
melatarbelakangi
komunikasi
yaitu fasilitas
pengguna
pendukung,
instagram di
keinginan untuk
seluruh
menghasilkan
kalangan,
karya yang lebih
sementara
baik, frekuensi
penelitian
mengakses yang
tinggi serta
Dorongan
kerabat.
Perilaku
komunikasi
antar sesama
pengguna aktif
instagram yang
mengunggah
foto melakukan
following dan
unfollow dan
memberikan
like atau
komentar pada
foto.

Yang peneliti
teliti lebih
fokus meneliti
mahasiswa
unikom yang
aktif
menggunakan
media sosial
Tinder.

18

2.

Perilaku
Penggunaan
Blackberry di
Kalangan Siswa
Sekolah Dasar di
Jakarta.

2013

Lidya Pratiwi Kuantitatif
Anggreini
Metode
(Skripsi)
Deskriptif
Fakultas Ilmu
Komunikasi
Bidang
Kajian
Manajemen
Komunikasi
Universitas
Padjadjaran

3.

Motif Pengguna
Jejaring Sosial
Google+ di
Inonesia

2013 Dea Anggraeni
Utomo
(e-journal)
Program
Studi Ilmu
Komunikasi
Universitas
Kristen Petra
Surabaya

Bahwa
intensitas
penggunaan
blackberry
cukup tinggi
dengan aspek
yang
menonjolnya
yaitu frekuensi
penggunaan.
Perilaku
menunjukan
bahwa siswa
dan guru sd
berinteraksi
menggunakan
blackberry untuk
pembagian
tugas.

Perbedaannya,
penelitian yang
di lakukan
Lidya
menggunakan
metode
kuantitatif dan
membahas
Blcakberry
sebagai alat
komunikasi,
sementara
penelitian yang
di lakukan
peneliti lebih
meneliti
perilaku dan
media sosial
yang ada
dalam alat
komunikasi itu
sendiri.

Bahwa pengguna
Google+ lebih
dapat melihat
perkembangan
terbaru atau
informasi terbaru
apa yang bisa di
dapat. Sementara
motif
terendahnya
yaitu bahwa
google+ di
gunakan untuk
membuat status,
membuat
pencitraan.
Seseorang bisa
menunujukan

Penelitian ini
melihat pada
motif sosialnya
seseorang
menggunakan
google+,
sementara
penelitian yang
di lakukan
peneliti lebih
menunujukan
bagaimana
perilaku
komunikasinya
dan berfokus
kepada
mahasiswa
unikom.

19

eksistensinya dari
status yang di
buatnya.

(Sumber :Peneliti 2015)

2.1.2 Tinjauan Tentang Komunikasi
2.1.2.1 Pengertian Komunikasi
Manusia sebagai makhluk yang bermasyarakat artinya makhluk yang
tidak hidup tanpa ada bantuan orang lain di sekelilingnya. Oleh karena itu ia
akan selalu membutuhkan orang lain di dalam kehidupannya, sampai akhir
hayatnya, dan untuk memenuhi semua kebutuhannya itu manusia harus selalu
berinteraksi dengan yang lainnya dan dalam interaksinya itu akan terjadi saling
mempengaruhi. Semakin lama manusia itu hidup dan tumbuhan, maka semakin
banyak ia akan berinteraksi dan semakin luas ruang lingkup interaksinya, baik
itu interaksi dalam kehidupan kelompok ataupun dengan masyarakat di
lingkungannya. Untuk memperlancar jalannya interaksi tersebut, maka ini tidak

20

luput dari alat yang digunakan untuk berinteraksi yaitu “komunikasi” karena
tanpa komunikasi interaksi tidak akan bisa terjadi.
“Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris Communication
menurut asal katanya berasal dari bahasa latin Communicate, dalam
perkataan ini bersumber dari kata Communis yang berarti sama, sama
disini maksudnya adalah sama makna. Jadi, jika dua orang terlibat
dalam komunikasi maka komunikasi akan terjadi atau berlangsung
selama ada kesamaan makna mengenai apa yang dikomunikasikan,
yakni baik si penerima maupun si pengirim sepaham dari suatu pesan
tertentu”. (Effendy, 2002:9)
Sedangkan menurut Gerald Amiler yang dikutip oleh Onong Uchjana
Effendy menjelaskan bahwa:
“In the main communication has as its central interest those behavioral
situations in which source transmit in message to a receiver (s) with
conscious inten to a fact the latte’s behavior”. (Pada pokoknya,
komunikasi mengandung situasi keperilakuan sebagai minat sentral,
dimana sesseorang sebagai sumber menyampaikan sesuatu kesan
kepada seseorang atau sejumlah penerima yang secara sadar bertujuan
mempengaruhi perilakunya). (Effendy, 2009:31-3).

Dari definisi di atas kita dapat memperoleh gambaran yang dimaksud
komunikasi, walaupun masing-masing definisi memiliki pengertian yang luas
dan beragam satu sama lainnya. Dari definisi di atas ditekankan bahwa kegiatan
komunikasi yang mempunyai tujuan yakni mengubah dan juga membentuk
perilaku orang lainnya yang menjadi sasaran komunikasi.
2.1.2.2 Fungsi Komunikasi
Menurut Effendy (2003 : 55) terdapat empat fungsi komunikasi, yaitu:
1. Menyampaikan ( to inform )

21

Dengan komunikasi, komunikator dapat menyampaikan informasi kepada
komunikan. Serta terjadi pertukaran informasi antara komunikator dan
komunikan.
2. Mendidik ( to educate )
Komunikasi sebagai sarana untuk mendidik, dalam arti bagaimana komunikasi
secara formal maupun informal bekerja untuk memberikan atau bertukar
pengetahuan. Dan kebutuhan akan pengetahuan dapat terpenuhi. Fungsi
mendidik ini dapat juga ditunjukan dalam bentuk berita dengan gambar maupun
artikel.
3. Menghibur ( to entertain )
Komunikasi menciptakan interaksi antara komunikator dan komunikan.
Interaksi tersebut menimbulkan reaksi interaktif yang dapat menghibur baik
terjadi pada komunikator maupun komunikan.
4. Mempengaruhi ( to influence )
Komunikasi sebagai sarana untuk mempengaruhi, terdapat upaya untuk
mempengaruhi komunikan melalui isi pesan yang dikirim oleh komunikator.
Upaya tersebut dapat berupa pesan persuasif (mengajak) yang dapat
mempengaruhi komunikan. Komunikator dapat membawa pengaruh positif
atau negatif, dan komunikan dapat menerima ataupun menolak pesan tersebut
tanpa ada paksaan.
Keempat tujuan komunikasi di atas, turut mengambil peranan dalam
setiap proses yang terjadi. Mulai dari mengubah sikap seseorang, merubah

22

pendapat dan pandangan seseorang, merubah perilaku, serta merubah
kehidupan sosial penggunanya.

2.1.3 Tinjauan Tentang Komunikasi Antar Pribadi
2.1.3.1 Definisi Komunikasi Antar Pribadi
Komunikasi antar pribadi menuntut seseorang berkomunikasi dengan
orang lain. Komunikasi antar pribadi dibagi menjadi komunikasi diadik,
komunikasi publik, dan komunikasi kelompok kecil. Komunikasi Antar Pribadi
juga berlaku secara kontekstual bergantung kepada keadaan, budaya, dan juga
konteks psikologikal.
Komunikasi antarpribadi yang dikutip oleh Onong Uchjana Effendy
berdasarkan definisi Joseph A Devito adalah :
“Proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau
diantara sekelompok kecil orang-orang, dengan beberapa efek dan
beberapa umpan balik seketika “. ( the process of sending and receiving
messages between two persons, or among a small group of persons, with
some effect and some immediate feedback ). ( Effendy, 2002 : 158)

Berdasarkan definisi Devito diatas, dapat di ketahui bahwa
komunikasi antar pribadi di lakukan oleh dua orang yang memang sedang
berdua dan mendapatkan efek yang langsung seperti saat guru privat dan
muridnya saat mendiskusikan pelajaran, sepasang kekasih yang sedang
bercengkrama dan teman yang sedang mengobrol dengan teman lainnya.

23

Komunikasi antarpribadi yang dimaksud adalah proses komunikasi
yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka, seperti yang
dinyatakan R. Wayne Pace. Fungsi komunikasi antarpribadi ialah berusaha
meningkatkan hubungan insani (human relations), menghindari dan mengatasi
konflik-konflik pribadi, mengurangi ketidakpastian sesuatu serta berbagai
pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain. Komunikasi antarpribadi
dapat meningkatkan hubungan kemanusiaan diantara pihak-pihak yang
berkomunikasi. Melalui komunikasi antar pribadi juga kita dapat berusaha
membina hubungan yang baik, sehingga menghindari dan mengatasi terjadinya
konflik-konflik yang ada dan bermunculan.

2.1.3.2 Tujuan Komunikasi Antar Pribadi
Tujuan komunikasi antarpribadi menurut Joseph A Devito terdiri atas 4
makna yakni :
1. Menyangkut

penemuan

diri

(personal

discovery).

Dimana

dengan

berkomunikasi kita mampu lebih baik dalam memahami diri sendiri dan orang
lain yang kita ajak berbicara.
2. Tujuan kita berkomunikasi adalah berhubungan dengan orang lain, membina
dan memelihara hubungan dengan orang lain.
3. Dalam perjumpaan antar pribadi sehari-hari kita berusaha mengubah sikap dan
perilaku orang lain.

24

4. Kita menggunakan banyak komunikasi untuk bermain dan menghibur diri.
(Devito, 1997 : 29-32 )

2.1.4 Tinjauan Tentang Perilaku Komunikasi
Dari segi biologis, perilaku adalah sebuah kegiatan atau aktivitas
organisme (makhluk hidup) yang bersangkutan. Skiner dalam Notoadmodjo
(2007), merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang
terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Definisi perilaku yang cukup tua
dikemukakan oleh Mc Donald (1960:167) yakni sebagai respon atau aksi yang
di lakukan oleh seseorang atau segala sesuatu yang dilakukannya.
Dalam sudut pandang ritual komunikasi ditandai oleh konsep-konsep seperti
berbagi, partisipasi dan pertemanan. Sudut pandang ritual memanfaatkan akar
timbal balik dari istilah keawaman, persekutuan, komunitas, dan komunikasi.
Hal ini dekat dengan komunikasi phatic (komunikasi yang digunakan untuk
mengekspresikan atau menciptakan suasana perasaan bersama, keinginan baik,
atau sosialisasi ketimbang menyampaikan informasi) yang memiliki asal usul
dalam karya Roman Jacobson dan Bronislaw Malinowski. Phatic berfungsi
dalam mempertahankan kontrak antara komunikator tanpa selalu bertukar
informasi yang berarti.
Hal ini sejalan dengan Rogers menyatakan bahwa perilaku komunikasi
merupakan suatu kebiasaan dari individu atau kelompok di dalam menerima
atau menyampaikan pesan yang di indikasikan dengan adanya partisipasi,

25

hubungan dengan sistem sosial, kekosmopolitan, hubungan dengan agen
pembaharu, keterdedahan dengan media massa, keaktifan mencari informasi,
pengetahuan mengenai hal-hal baru.

2.1.5 Tinjauan Tentang New Media
Media sosial seperti Facebook, Twitter dan Tinder merupakan jenis-jenis
media baru yang termasuk dalam kategori online media. Jenis-jenis media baru ini
memungkinkan orang bisa berbicara, berpartisipasi, berbagi dan menciptakan
jejaring secara online.Tindak komunikasi melalui media secara intensif dapat
dilakukan diantara penggunanya, di samping tindak komunikasi yang berlangsung
secara intensif pengguna juga cenderung berkomunikasi secara ekspresif.
Orang-orang bisa merasa lebih nyaman dan terbuka dalam menyampaikan
pesan-pesan yang ingin disampaikan dengan orang lain. Melalui media sosial,
aktivitas-aktivitas pengungkapan diri dapat dilakukan hampir tanpa hambatan
psikologis, bahkan mungkin proses penetrasi sosial seperti layaknya dalam
jalinanan komunikasi antarpribadi, dari tahapan orientation menuju stabel
exchange bisa berjalan dengan intensif. Meskipun dampak negatif dari pemakaian
media sosial juga tidak bisa dihindari.
Dalam catatan McQuail (2010:141), ada perubahan-perubahan penting
yang berhubungan dengan munculnya media baru, yaitu :
1. Digitalisasi dan konvergengsi semua aspek dari media.
2. Interaktivitas dan konektivitas jejaring yang meningkat.

26

3. Mobilitas dan delokasi pengiriman dan penerimaan (pesan).
4. Adaptasi publikasi dan peran-peran khalayak
5. Munculnya beragam bentuk baru dari media “gateway”, yaitu pintu masuk
untuk mengakses informasi pada Web atau untuk mengakses Wen itu sendiri.

2.1.6

Tinjauan Tentang Internet
Istilah internet pada mulanya diciptakan oleh para pengembangnya

karena mereka memerlukan kata yang dapat menggambarkan jaringan dari
jaringan-jaringan yang saling terkoneksi yang tengah mereka buat waktu itu.
Internet merupakan kumpulan orang dan komputer di dunia yang seluruhnya
terhubung oleh bermil-mil kabel dan saluran telepon.
“Internet (International Networking) atau Net adalah kumpulan luas dari
jaringan komputer yang saling terhubung di seluruh dunia, mulai dari
komputer kecil (personal computer atau PC) di rumah-rumah sampai
komputer besar diperusahaan-perusahaan”. (Deni Darmawan, 2012:97)
Fasilitas internet yang paling terkenal, yaitu World Wide Web (WWW),
adalah bagian internet yang relati baru, sedangkan fungsi seperti mengirim dan
menerima Elektronik Mail (E-Mail) sudah dimanfaatkan orang selama lebih
dari 30 tahun.
2.1.7

Tinjauan Tentang Media Sosial
Media sosial merupakan sebuah media online, dengan para penggunanya

bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog,
jejaring sosial, wiki, dan forum merupakan bentuk media sosial yang paling umum

27

digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Sementara jejaring sosial merupakan
situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung
dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial
terbesar antara lain Facebook, Myspace, dan Twitter. Jika media tradisional
menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan
internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi
dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta
membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.
Situs media sosial mempunyai banyak bentuk seperti blog, microblog
(Twitter), jejaring sosial (Facebook dan Linkedln), situs media-sharing (Youtube,
Flikr, Slideshare), situs social bookmark dan voting (digg, reddit), situs review
(Yelp), forum dan dunia virtual (Second Life). Tentunya setiap bentuk situs media
sosial memiliki karakteristik dan kelebihan masing-masing, misalnya Twitter
menonjolkan percakapan interaktif dalam pesan text yang disebut tweet, Facebook
menonjolkan jaringan relasi pertemanan, youtube menonjolkan database dan
sharing video serta Second Life menonjolkan dunia virtual 3D dimana setiap orang
dapat melakukan aktivitas harian layaknya di kehidupan nyata.
Dalam jurnalnya yang berjudul Journal of systems and technology,
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai
berikut :
“Sosial media adalah sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang
membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang
memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content”

28

Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial
pun ikut tumbuh dengan pesat. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media
sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak
hanya di negara-negara maju, tetapi juga di Indonesia dikarenakan kecepatannya
media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional
dalam menyebarkan berita-berita.
Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang
seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti
televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang
banyak, maka lain halnya dengan media sosial. Seorang pengguna media sosial
bisa mengakses menggunakan media sosial dengan jaringan internet bahkan yang
aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan
sendiri tanpa karyawan.

2.1.8

Tinjauan Tentang Tinder
Tinder pertama kali diluncurkan pada Agustus 2012 oleh Sean Rad, Justen

Mateen, dan Jonathan Badeen. Saat di luncurkan ketiga pendiri Tinder ini
menyebutkan bahwa media Sosial Tinder merupakan inovasi terbaru dalam
mencari relasi terutama teman kencan. Ketiga pendiri Tinder ini juga menjelaskan
bahwa berdasarkan pengamatan yang mereka amati selama berkecimpung dalam
pembuatan software, sebagian besar media sosial dan situs Online dating memiliki

29

tingkat penolakan yang cukup besar. Hal ini dikarenakan media sosial dan situs
online dating hanya berfokus pada foto profil dan informasi yang dapat di buat
sendiri, tidak tersinkronisasi dengan media sosial lainnya sehingga memungkinkan
banyaknya aksi pemalsuan identitas dan penolakan dari sesama teman online
dating. Siapa saja dapat langsung berkomunikasi hanya dengan melihat foto
profilnya saja. Berbeda dengan Tinder yang dimana penggunanya hanya dapat
berkomunikasi jika satu sama lain memiliki “matches” atau menekan tombol
“love” bersamaan. Jadi probabilitas penolakan oleh teman online dating lebih
kecil. Itulah yang membuat Tinder berbeda dibandingkan dengan media sosial
online dating lainnya. Tinder dibuat dalam naungan IAC (Inter Active Corp),
sebuah perusahaan media digital terbesar di Amerika dari berbagai situs dan
aplikasi kencan seperti Match, OKcupid dan How About We. Tinder menawarkan
sebuah aplikasi yang bisa mempertemukan seseorang dengan teman yang memiliki
hobi yang sama atau bahkan dapat menemukan pasangan idaman. Tidak hanya itu,
Tinder juga memberikan suatu ruang untuk mengabadikan momen kemudian di
simpan di album yang tersedia dalam Tinder. Tinder juga sering di sebut sebagai
aplikasi pencari teman kencan. Pada awalnya Tinder terlebih dahulu diperkenalkan
kepada para mahasiswa di University Of Southern California. Salah satu pendiri
Tinder Sean Rad, melakukan suatu riset dan pengamatan yaitu mengukur seberapa
besar respon masyarakat terutama mahasiswa terhadap adanya media sosial Tinder
ini, dan hasilnya memuaskan, menurut technosia.com Sean Rad mengungkapkan
bahwa dalam satu minggu, ada 1500 pasangan yang matches di kampus tersebut.

30

Setelah itu Sean Rad pun mendatangi Universitas yang kedua untuk melakukan
percobaan yang sama, dan hasilnya juga mendapat respon yang postif. Kemudian
Sean Rad berpikir bahwa Tinder cocok dengan kondisi dan kehidupan mahasiswa
pada saat ini. Karena media sosial ini telah memberikan pendekatan yang lebih
halus dan lebih “intim” dalam mencari relasi ataupun mencari pasangan. Sehingga
media sosial ini terus di kembangkan secara intensif di IAC selama beberapa bulan
hingga akhirnya resmi di luncurkan pada Oktober 2012.
Media Sosial Tinder dapat diunduh gratis. Aplikasi ini bekerja dengan
mengandalkan system satelit navigasi yang dapat mengatur jarak dan lokasi
tertentu. Tinder termasuk aplikasi yang cukup populer di Apple Store dan Google
Store. Di kedua platform diastribusi aplikasi, Tinder termasuk dalam 10 besar
daftar aplikasi favorit untuk kategori gaya hidup. Sean Rad mengungkapkan
aplikasi ini dibuat berdasarkan pengamatannya terhadap gaya hidup masyarakat
modern yang super sibuk sehingga tidak sempat untuk bertemu dengan teman
kencan. Maka dari itu Sean Rad memutuskan untuk membuat aplikasi Tinder
untuk memudahkan seseorang yang super sibuk dalam mencari jodoh. Dalam
konferensi pers nya Sean Rad juga mengatakan bahwa dalam dunia nyata biasanya
seseorang mengirimkan sinyal secara tidak sadar kepada orang-orang apakah
menunjukan ketertarikan atau tidak, dan dirinya menginginkan hal tersebut
menjadi suatu norma.
Tinder menggunakan profil facebook untuk mengumpulkan informasi
mendasar calon pengguna. Hal ini di lakukan untuk menetapkan profile asli si

31

pengguna Tinder itu sendiri, karena informasi mengenai profil seseorang di
Facebook dapat di percaya. CEO Tinder mengatakan bahwa Tinder
mengutamakan keamanan dari para konsumennya, dan seiring dengan berjalannya
waktu Tinder akan terus mengoptimalkan sistem keamanan dan perlindungan
informasi para penggunanya. Tinder juga tidak akan memposting apapun di
facebook atau pun di wall penggunanya. Cara mengunakan media sosial Tinder
tidaklah rumit. Media sosial ini di buat tanpa ada formulir atau persyaratan lainnya
yang cukup rumit, secara otomatis data diri atau identtas pengguna dari facebook
sudah terdata secara otomatis di Tinder, jadi para pengguna bisa langsung
menggunakan Tinder. Pada Juni 2014 Tinder menambahkan fitur baru yaitu
“Moments”.sebuah fitur penyimpanan foto. Tinder juga menambahkan fitur
lainnya seperti kemampuan mengedit foto, menambahkan gambar, atau
menyediakan filter yang dapat dipilih oleh pengguna untuk memberikan efek pada
foto.
Namun selama 2 tahun kemunculannya di dunia maya, Tinder juga sempat
memuncukan kontroversi. Karena Tinder membutuhkan informasi dari akun
facebook, maka terdapat beberapa akun tinder palsu. Hal ini memunculkan
kekhawatiran karena ada kemungkinan Tinder dapat di salah gunakan. Selain itu
badan pengawas keamanan online Amerika Serikat Symantec menginformasikan
kepada Tinder bahwa ada spam dari profil-profil palsu Tinder tadi, sehingga
Tinder diminta untuk lebih memperketat sistem keamanan. Kasus lainnya pada
Februari 2014 beberapa peneliti menemukan kekurangan pada system

32

Tinder,location pada Tinder tidak berfungsi. Sehingga para penggunanya tidak
dapat mengetahui berapa jarak para matches nya. Kemudian juru bicara Tinder
mengatakan bahwa kerusakan system tersebut dapat di atasi dalam kurun waktu
kurang dari 48 jam. Juru bicara Tinder juga mengungkapkan privasi dan sekuritas
pelanggan tetap menjadi prioritas utama.

2.1.9

Tinjauan Tentang Relasi
Relasi merupakan hubungan antar manusia yang dimana relasi tersebut

menentukan struktur masyarakat. Relasi juga bisa dikatakan sebagai jalinan
interaksi yang terjadi antar perorangan atas dasar status atau peranan sosial.
(Carrie, 2009 : 48) Relasi merupakan hal yang sangat penting untuk dibangun.
Banyak h

Dokumen yang terkait

IDENTITAS DAN PENGUNGKAPAN DIRI PENGGUNA FACEBOOK DI KALANGAN MAHASISWA (Studi Pada Mahasiswa dalam Pertemanan Facebook Peneliti)

0 25 53

Perilaku komunikasi para pengguna media sosial path di kalangan mahasiswa UNIKOM Kota Bandung : (studi deksriptif mengenai perilaku komunikasi para pengguna media sosial path di kalangan mahasiswa UNIKOM Kota Bandung)

9 116 145

Perilaku komunikasi para pengguna media sosial path di kalangan mahasiswa UNIKOM Kota Bandung : (studi deksriptif mengenai perilaku komunikasi para pengguna media sosial path di kalangan mahasiswa UNIKOM Kota Bandung)

1 10 145

POLA KOMUNIKASI PENGGUNA SOSIAL MEDIA PATH (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Pengguna Sosial Media Path di Kalangan Mahasiswa).

0 2 27

POLA KOMUNIKASI PENGGUNA SOSIAL MEDIA PATH(Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Pengguna Sosial Media Path di Kalangan POLA KOMUNIKASI PENGGUNA SOSIAL MEDIA PATH (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Pengguna Sosial Media Path di Kalangan Ma

0 2 15

BAB 1PENDAHULUAN POLA KOMUNIKASI PENGGUNA SOSIAL MEDIA PATH (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Pengguna Sosial Media Path di Kalangan Mahasiswa).

0 4 48

DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN POLA KOMUNIKASI PENGGUNA SOSIAL MEDIA PATH (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Pengguna Sosial Media Path di Kalangan Mahasiswa).

0 2 12

PENUTUP POLA KOMUNIKASI PENGGUNA SOSIAL MEDIA PATH (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Pengguna Sosial Media Path di Kalangan Mahasiswa).

0 5 65

Tingkat Ketergantungan Pengguna Media Sosial Dan Perilaku Komunikasi (Studi Korelasional Mengenai Pengaruh Tingkat Ketergantungan Pengguna Media Sosial Instagram dan Path Terhadap Perilaku Komunikasi Mahasiswa FISIP USU Angkatan 2016)

6 18 150

MEDIA SOSIAL PATH DAN PENCITRAAN DIRI (Studi Deskriptif Kualitatif Mengenai Pencitraan Diri Para Pengguna Media Sosial Path di Kalangan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Reguler FISIP UNS Angkatan 2014).

0 0 1

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3884 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1034 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 927 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 622 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 777 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1323 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1221 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 808 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1093 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1322 23