Perancangan Lanskap Waterway Jakarta: Kajian Segmen Manggarai (Jakarta Selatan) – Karet (Jakarta Pusat).

PERANCANGAN LANSKAP WATERWAY JAKARTA :
KAJIAN SEGMEN MANGGARAI
(JAKARTA SELATAN) - KARET (JAKARTA PUSAT)

ITA NURMALA HIKASASI

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR LANSKAP
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2009

i

RINGKASAN

ITA NURMALA HIKASASI. Perancangan Lanskap Waterway Jakarta:
Kajian Segmen Manggarai (Jakarta Selatan) – Karet (Jakarta Pusat).
Dibimbing oleh BAMBANG SULISTYANTARA.
Manusia membutuhkan fasilitas bertransportasi untuk kelancaran mobilitas
barang dan jasa. Dalam bertransportasi, ketidaknyamanan terjadi akibat
meluapnya kendala dalam meningkatkan kualitas jangkauan pelayanan dan
keselamatan pengguna jasa transportasi (Setijowarno&Frazila 2003). Manusia
menginginkan sistem transportasi yang efektif, nyaman, ramah lingkungan, dan
mengantarkannya pada kebutuhan hidup lebih tinggi, seperti kebutuhan rekreasi.
Waterway menjadi langkah penataan permasalahan sistem transportasi
Jakarta dan dikenal sebagai bagian dari Pola Transportasi Makro (PTM). PTM
menggalakkan penggunaan angkutan massal. Pemerintah mengambil segmen
Manggarai-Karet, Banjir Kanal Barat (BKB), pada proyek awal. Sebagai
prasarana transportasi, BKB dapat sekaligus dirancang sebagai ruang rekreasi.
Tujuan penelitian ini adalah merancang lanskap waterway Jakarta pendukung
kegiatan transportasi, kelancaran aktivitas ekonomi, dan sebagai sarana kebutuhan
rekreasi, dengan mengidentifikasi dan menganalisis potensi/kendala tapak dan
menciptakan tata ruang lanskap waterway untuk mendukung kebijakan PTM.
Beberapa kendala dalam mewujudkan lanskap waterway tersebut, antara
lain, ketersediaan air yang fluktuatif dan beberapa pemandangan yang tidak
menyenangkan akibat kerusakan, vandalisme, maupun faktor pemeliharaan.
Sementara itu, secara umum potensi yang dijumpai adalah pemandangan cukup
menarik di beberapa tempat, aksesibilitas memungkinkan menuju kanal, fungsi
kanal dalam membantu jangkauan transportasi, adanya rencana pengembangan
wilayah sekitar BKB, serta peran ekologis kanal itu sendiri sebagai penampung air
dan pendukung iklim perkotaan yang baik.
Suhu rata-rata tapak per bulan 28,5 ºC, kelembaban udara 73,9 %, jumlah
rata-rata bulanan hujannya 132,8 mm, dan didukung iklim perkotaan hasil
interaksi tata guna lahan, jumlah penduduk, dan polusi udara. Fluktuasi arus
pelayaran, perubahan suhu, peningkatan polutan, dan intensitas matahari diatasi
dengan merangsang pergerakan udara, menciptakan naungan, mempertahankan
pohon besar, serta mengadakan saluran drainase dan resapan yang baik. Jenis
tanah tapak tergolong subur, yakni asosiasi latosol merah, coklat kemerahan, dan
laterit, tetapi kurang bahan organik dan fosfor, diatasi dengan pemupukan.
Topografi selain pada tebing kanal terlihat datar, sehingga diperlukan desain yang
tidak monoton. Ketinggian air yang berlebih/kurang terjadi akibat penyempitan
alur, curah hujan, dan sampah yang mengganggu pelayaran. Solusi diberikan
dengan vegetasi, desain lanskap dan fasilitas yang fleksibel terhadap fluktuasi
ketinggian air, serta penguatan tebing yang juga menciptakan kecukupan lebar
alur pelayaran. Tingkat kekeruhan dan kadar detergen BKB tidak terlalu tinggi,
tetapi secara keseluruhan kualitas air kanal tersebut menurunkan nilai estetika.
Kanal diberi saluran penyaring limbah cair dan sampah padatnya disaring sebelum
masuk ke kanal. Pemandangan sekitar ada pada skala cukup baik hingga kondisi
yang membutuhkan penataan. Bunyi, aroma, taktilitas, dan view menyenangkan

ii

menjadi potensi, sedangkan kendala yang ada dibenahi dengan perancangan.
Analisis pun dilakukan terhadap vegetasi dan satwa, aksesibilitas, tata guna lahan,
pengguna, sosial demografi, fasilitas utilitas, serta konsep/kebijakan pemerintah.
Berdasar analisis, terwujud program ruang yang dikaitkan dengan konsep
dasarnya, yakni lanskap pendukung kegiatan angkutan feeder waterway yang
ekologis, nyaman, menyenangkan, dan tercipta fungsi rekreasi. Fungsi yang
dikembangkan pada tapak adalah fungsi transportasi (aktivitas transportasi yang
efektif efisien dan fasilitas serta pelayanan yang menunjang), fungsi rekreasi
(memberikan nilai lebih perjalanan melalui pemberdayaan potensi estetika
lanskapnya), fungsi kenyamanan (kenyamanan iklim mikro, lingkungan sosial,
dan visual tapak), fungsi pelestarian air (melestarikan sumberdaya air), dan fungsi
identitas. Konsep dikembangkan dengan membaginya ke dalam 3 segmen, yaitu
konsep pengembangan segmen Manggarai-Mampang, Mampang-Sudirman, dan
Sudirman-Karet. Pembagian mengacu pada kebijakan PTM mengenai rencana
titik intermoda (Manggarai, Sudirman, dan Karet), serta berdasarkan tata guna
lahan dominan dan atau wilayah administratif yang dibatasi oleh banjir kanal.
Fungsi yang terbentuk melahirkan konsep ruang, konsep tata hijau, konsep
aktivitas, konsep pencahayaan, serta konsep sirkulasi dan fasilitas sebagai
penghubung ruang dan pendukung aktivitas yang dihadirkan. Ruang terdiri dari
ruang rekreasi (aktif dan pasif), ruang transportasi, dan ruang pelayanan. Ruang
transportasi adalah badan air itu sendiri. Ruang pelayanan terdapat di setiap titik
dermaga untuk pelayanan transportasi dan rekreasi. Ruang rekreasi adalah area
selain ruang transportasi dan pelayanan. Memanjang dari Manggarai-Karet, ruang
rekreasi tersusun atas beberapa subruang rekreasi yang dikelompokkan berdasar
kelompok aktivitas yang diwujudkan, yakni area (lawn) rumput, area keluarga,
area kesehatan fisik dan psikologi, area groundcover promenade, area
pepohonan, dan area lively (lincah dan bersemangat). Sebagai penghubung ruang
dibuat sirkulasi utama (keluar masuk tapak melalui ruang pelayanan), sirkulasi
rekreasi, serta sirkulasi transportasi waterway yang berupa sirkulasi pada kanal
dan sirkulasi di dermaga. Sirkulasi utama menggunakan sebagian besar turfgrass
dengan dimensi yang lebar terbuka untuk pergerakan manusia dan sepeda.
Sirkulasi di dermaga digabungkan oleh ramp dengan ponton dari plat baja.
Sementara itu, sirkulasi rekreasi linier untuk pejalan kaki dan menghubungkan
ruang pelayanan satu dengan ruang pelayanan berikutnya, dengan lebar 0,9-2,4
meter, menggunakan paving blok dan paving stone.
Adapun tata hijaunya menggunakan konsep tata hijau pembentuk ruang, tata
hijau identitas, dan tata hijau ekologis. Tata hijau identitas mewakili tiga segmen
yang disinggung sebelumnya, terdapat pada ruang rekreasi, dan menggunakan
vegetasi yang mengingatkan asal usul penamaan Pasar Rumput, Menteng, Karet,
dan Kebon Melati, yaitu rumput, pohon Menteng, pohon Karet, melati, getahgetahan. Tata hijau pembentuk ruang berfungsi sebagai pembatas (Duranta
repens, Ophiopogon sp., dll.), pengarah dan pengontrol pandangan (Polyalthia
longifolia, dan Paraserianthes falcataria), peneduh (Swietenia sp., Ficus
benjamina, dll.), pembentuk lantai, pembentuk estetika dan aroma wangi
(Bauhinia purpurea, Gardenia sp., dll.). Tata hijau ekologis memfungsikan
vegetasi sebagai penjaga keberlanjutan lanskap banjir kanal (fisik dan ekologi).
Artocarpus integra, Swietenia sp., Nephelium lappaceum, dll. menambah kadar
bahan organik, mengatur, dan menjaga ketersediaan air tanah. Swietenia sp.,

iii

Artocarpus integra, Stephanotis floribunda, Ixora sp., dll. menyerap polusi sekitar
tapak. Arundinaria pumila, Mimusops elengi, dll. mengurangi kebisingan dari
sumber bunyi kereta api. Beberapa jenis lain juga menyediakan kebutuhan nektar
bagi burung dan serangga. Tema pencahayaan yang terkandung dalam konsep ini
adalah penerangan pada waktu gelap dan penerangan untuk dekorasi.
Aktivitas diwujudkan dengan aktivitas transportasi, aktivitas rekreasi
(bermain, bersantai, jogging, sosialisasi, jalan-jalan, belajar, duduk-duduk,
menikmati pemandangan, photohunting, mencari ketenangan, dan sekedar lewat),
serta aktivitas pengelolaan (pengawasan dan pelayanan pengunjung). Fasilitas
ditempatkan berdasarkan pertimbangan fungsi, kondisi tapak, dan keharmonisan
letak. Konsep fasilitas membagi penataan fasilitas menjadi fasilitas transportasi
dan pariwisata, fasilitas rekreasi, fasilitas pelayanan, dan fasilitas pengelolaan.
Sebagaimana pengguna transportasi waterway, pengguna lanskap tepian waterway
adalah semua golongan usia (anak-anak, remaja, tua) dan penyandang cacat. Daya
tampung tiap kunjungan terhadap ruang dan fasilitas di bantaran yang diberikan
berdasar kebutuhan tiap unit adalah sebesar 1.231 unit. Sementara itu, rencana
pengguna kapal setiap harinya diperkirakan berdasarkan perhitungan beberapa
variabel, yang berupa (1) 10 dermaga, (2) 5 buah kapal, (3) panjang lintasan
memutar 6,1 km, (4) rencana waktu tempuh 11,37 menit, (5) kecepatan kapal 20
knots, dan (6) jumlah total waktu tambahan untuk merapatkan kapal, mengangkut
penumpang, dan kembali berjalan dalam satu putaran sebesar 20 menit. Total
perjalanan memutar dari Manggarai ke Manggarai 31,37 menit. Operasi kapal
direncanakan selama 14 jam, dengan melihat jam sibuk dan jam tidak sibuk.
Melalui perhitungan, total penumpang yang dapat diangkut selama sehari
beroperasi berjumlah 4.368 penumpang.

iv

PERANCANGAN LANSKAP WATERWAY JAKARTA :
KAJIAN SEGMEN MANGGARAI
(JAKARTA SELATAN) – KARET (JAKARTA PUSAT)

Skripsi
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Pertanian pada Departemen Arsitektur Lanskap

ITA NURMALA HIKASASI
A34204007

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR LANSKAP
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2009

v

HALAMAN PENGESAHAN
Judul Penelitian

: Perancangan Lanskap Waterway Jakarta: Kajian Segmen
Manggarai (Jakarta Selatan) – Karet (Jakarta Pusat)

Nama

: Ita Nurmala Hikasasi

NRP

: A34204007

Program Studi

: Arsitektur Lanskap

Disetujui
Dosen Pembimbing,

Dr. Ir. Bambang Sulistyantara, MAgr.
NIP 131 578 797

Diketahui
Dekan Fakultas Pertanian,

Prof. Dr. Ir. Didy Soepandi, MAgr.
NIP 131 124 091

Tanggal Lulus :

vi

KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan hidayah dan
rahmat kepada seluruh umat-Nya serta dengan izin-Nya penulis dapat
menyelesaikan penelitian dengan judul “Perancangan Lanskap Waterway Jakarta:
Kajian Segmen Manggarai (Jakarta Selatan)-Karet (Jakarta Pusat)”. Sebagaimana
kita ketahui, permasalahan transportasi Kota Jakarta seperti kemacetan,
pencemaran udara, dan ketidakefisienan waktu, mengakibatkan dikeluarkannya
kebijakan Pola Transportasi Makro, salah satunya yaitu waterway. Judul ini
dipilih atas pertimbangan permasalahan lanskap waterway yang ada sekarang.
Permasalahan ini memunculkan upaya untuk mengefektifkan moda transportasi
tersebut menjadi transportasi yang nyaman, lestari, dan mendukung rekreasi
melalui penataan lanskapnya.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada:
1. Dr. Ir. Bambang Sulistyantara, MAgr. sebagai dosen pembimbing skripsi
(sekaligus dosen pembimbing akademik) atas waktu dan bimbingan yang
diberikan kepada penulis hingga terselsaikannya laporan penelitian ini.
2. Ir. Indung Sitti Fatimah, Msi. dan Vera Dian Damayanti, SP.MLA., sebagai
dosen penguji atas koreksi dan masukan selama proses sidang.
3. Staf UPT Penyeberangan sebagai informan pertama tentang waterway Jakarta.
4. Dinas Perhubungan, (Pak Roland dkk.), Dinas Pertamanan, Dinas Tata Kota
(Pak Edi dan Pak Darmika), BBWSCC (Pak Bambang Triyono dkk.), Dinas
Pekerjaan Umum, dan beberapa instansi terkait dengan topik penelitian, atas
informasi dan sumber data yang diberikan.
5. kedua orang tua, Bayu, Zasitamya, dan keluarga di rumah yang setiap saat
membantu dengan materi, doa, dan semangat yang tiada henti.
6. teman-teman Arsitektur Lanskap 41 dan teman-teman ACC, atas bantuan
tenaga, informasi, saran, doa, dan motivasi kerja yang tiada terkira banyaknya.
Terima kasih banyak.
7. keluarga Bekasi, atas bantuan transportasi, doa, teman survai data.
8. segenap staf Departemen Arsitektur Lanskap IPB.
9. kakak dan adik angkatan.

vii

10. berbagai pihak yang tidak dapat tersebutkan satu per satu.

Semoga penelitian ini bermanfaat dan menjadi bahan pertimbangan yang
diperlukan dalam pelaksanaan pengembangan waterway dan tata ruang Kota
Jakarta.
Penulis menyadari bahwa karya ini belum sempurna, baik isi maupun
penyajiannya. Oleh karenanya, penulis menerima kritik dan saran untuk perbaikan
dalam penulisan yang akan datang.

Bogor, Januari 2009
Ita Nurmala Hikasasi

viii

RIWAYAT HIDUP

Ita Nurmala Hikasasi, dilahirkan di Purworejo pada tanggal 25 Maret 1986
dan merupakan anak pasangan Harjono, SPd. (ayah) dan Supriwi (ibu). Penulis
merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang bernama Bayu Sukaca.
Pendidikan penulis diawali dari TK Dian Lestari, dilanjutkan dengan SD Negeri
Semawung Kembaran II dan SD Negeri Bugel. Pada tahun 1998 penulis masuk ke
SLTP Negeri 1 Bagelen dan pada tahun 2001 penulis melanjutkan pendidikan ke
tingkat SMA. Penulis lulus dari SMA Negeri 1 Purworejo pada tahun 2004. Pada
tahun yang sama penulis diterima sebagai mahasiswa Program Studi Arsitektur
Lanskap Fakultas Pertanian IPB melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB
(USMI).
Selama menjadi mahasiswa Arsitektur Lanskap IPB penulis ikut serta dalam
Klub Dekorasi Taman yang berada di bawah pengelolaan asrama TPB-IPB pada
tahun pertama di IPB. Pada akhir tahun 2006 penulis mengikuti Himpunan
Mahasiswa Arsitektur Lanskap (Himaskap) sebagai anggota Divisi Pemberdayaan
Sumberdaya Manusia (PSDM). Pada tahun yang sama penulis bekesempatan
mengikuti

Lomba

lanskap/lingkungan

Karya
sebagai

Tulis
peserta

Ilmiah

berkaitan

perwakilan

dari

dengan

bidang

departemen

dan

berkesempatan menjadi kandidat calon mahasiswa berprestasi Arsitektur Lanskap.
Pada tahun keempat perkuliahan (2007) penulis menjadi asisten mata kuliah
mayor Desain Lanskap. Terkait bidang lanskap, penulis pun sempat mengikuti
beberapa kegiatan di luar kampus.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

ix

DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR TABEL ............................................................................................... xi
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xii
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xiv
PENDAHULUAN
Latar Belakang ..............................................................................................
Tujuan ...........................................................................................................
Manfaat .........................................................................................................
Kerangka Pikir ...............................................................................................

1
3
4
4

TINJAUAN PUSTAKA
Kota ..............................................................................................................
Lanskap Sungai/Kanal ..................................................................................
Ruang Terbuka Kota .....................................................................................
Transportasi Sungai/Kanal ........................................................................…
Ketersediaan Air ............................................................................................
Rekreasi Alam ...............................................................................................
Perancangan Lanskap Waterway Jakarta ......................................................

6
7
9
10
12
14
15

METODOLOGI
Lokasi dan Waktu Studi ................................................................................
Metode Studi .................................................................................................
Pengambilan Data .........................................................................................
Proses/Tahapan Perancangan ........................................................................

19
19
19
20

KONDISI UMUM
Letak dan Luas Tapak ...................................................................................
Hidrologi ........................................................................................................
Transportasi dan Aksesibilitas .......................................................................
Sosial dan Demografi ....................................................................................
Ekonomi dan Pariwisata ................................................................................
Sejarah Kanal dan Transportasi Air Jakarta ..................................................

24
24
26
26
27
27

DATA DAN ANALISIS
Iklim ..............................................................................................................
Tanah dan Topografi .....................................................................................
Hidrologi .......................................................................................................
1. Kuantitas Air .......................................................................................
2. Kualitas Air .........................................................................................
3. Drainase ...............................................................................................

30
35
37
37
40
42

PERANCANGAN LANSKAP WATERWAY JAKARTA :
KAJIAN SEGMEN MANGGARAI
(JAKARTA SELATAN) - KARET (JAKARTA PUSAT)

ITA NURMALA HIKASASI

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR LANSKAP
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2009

i

RINGKASAN

ITA NURMALA HIKASASI. Perancangan Lanskap Waterway Jakarta:
Kajian Segmen Manggarai (Jakarta Selatan) – Karet (Jakarta Pusat).
Dibimbing oleh BAMBANG SULISTYANTARA.
Manusia membutuhkan fasilitas bertransportasi untuk kelancaran mobilitas
barang dan jasa. Dalam bertransportasi, ketidaknyamanan terjadi akibat
meluapnya kendala dalam meningkatkan kualitas jangkauan pelayanan dan
keselamatan pengguna jasa transportasi (Setijowarno&Frazila 2003). Manusia
menginginkan sistem transportasi yang efektif, nyaman, ramah lingkungan, dan
mengantarkannya pada kebutuhan hidup lebih tinggi, seperti kebutuhan rekreasi.
Waterway menjadi langkah penataan permasalahan sistem transportasi
Jakarta dan dikenal sebagai bagian dari Pola Transportasi Makro (PTM). PTM
menggalakkan penggunaan angkutan massal. Pemerintah mengambil segmen
Manggarai-Karet, Banjir Kanal Barat (BKB), pada proyek awal. Sebagai
prasarana transportasi, BKB dapat sekaligus dirancang sebagai ruang rekreasi.
Tujuan penelitian ini adalah merancang lanskap waterway Jakarta pendukung
kegiatan transportasi, kelancaran aktivitas ekonomi, dan sebagai sarana kebutuhan
rekreasi, dengan mengidentifikasi dan menganalisis potensi/kendala tapak dan
menciptakan tata ruang lanskap waterway untuk mendukung kebijakan PTM.
Beberapa kendala dalam mewujudkan lanskap waterway tersebut, antara
lain, ketersediaan air yang fluktuatif dan beberapa pemandangan yang tidak
menyenangkan akibat kerusakan, vandalisme, maupun faktor pemeliharaan.
Sementara itu, secara umum potensi yang dijumpai adalah pemandangan cukup
menarik di beberapa tempat, aksesibilitas memungkinkan menuju kanal, fungsi
kanal dalam membantu jangkauan transportasi, adanya rencana pengembangan
wilayah sekitar BKB, serta peran ekologis kanal itu sendiri sebagai penampung air
dan pendukung iklim perkotaan yang baik.
Suhu rata-rata tapak per bulan 28,5 ºC, kelembaban udara 73,9 %, jumlah
rata-rata bulanan hujannya 132,8 mm, dan didukung iklim perkotaan hasil
interaksi tata guna lahan, jumlah penduduk, dan polusi udara. Fluktuasi arus
pelayaran, perubahan suhu, peningkatan polutan, dan intensitas matahari diatasi
dengan merangsang pergerakan udara, menciptakan naungan, mempertahankan
pohon besar, serta mengadakan saluran drainase dan resapan yang baik. Jenis
tanah tapak tergolong subur, yakni asosiasi latosol merah, coklat kemerahan, dan
laterit, tetapi kurang bahan organik dan fosfor, diatasi dengan pemupukan.
Topografi selain pada tebing kanal terlihat datar, sehingga diperlukan desain yang
tidak monoton. Ketinggian air yang berlebih/kurang terjadi akibat penyempitan
alur, curah hujan, dan sampah yang mengganggu pelayaran. Solusi diberikan
dengan vegetasi, desain lanskap dan fasilitas yang fleksibel terhadap fluktuasi
ketinggian air, serta penguatan tebing yang juga menciptakan kecukupan lebar
alur pelayaran. Tingkat kekeruhan dan kadar detergen BKB tidak terlalu tinggi,
tetapi secara keseluruhan kualitas air kanal tersebut menurunkan nilai estetika.
Kanal diberi saluran penyaring limbah cair dan sampah padatnya disaring sebelum
masuk ke kanal. Pemandangan sekitar ada pada skala cukup baik hingga kondisi
yang membutuhkan penataan. Bunyi, aroma, taktilitas, dan view menyenangkan

ii

menjadi potensi, sedangkan kendala yang ada dibenahi dengan perancangan.
Analisis pun dilakukan terhadap vegetasi dan satwa, aksesibilitas, tata guna lahan,
pengguna, sosial demografi, fasilitas utilitas, serta konsep/kebijakan pemerintah.
Berdasar analisis, terwujud program ruang yang dikaitkan dengan konsep
dasarnya, yakni lanskap pendukung kegiatan angkutan feeder waterway yang
ekologis, nyaman, menyenangkan, dan tercipta fungsi rekreasi. Fungsi yang
dikembangkan pada tapak adalah fungsi transportasi (aktivitas transportasi yang
efektif efisien dan fasilitas serta pelayanan yang menunjang), fungsi rekreasi
(memberikan nilai lebih perjalanan melalui pemberdayaan potensi estetika
lanskapnya), fungsi kenyamanan (kenyamanan iklim mikro, lingkungan sosial,
dan visual tapak), fungsi pelestarian air (melestarikan sumberdaya air), dan fungsi
identitas. Konsep dikembangkan dengan membaginya ke dalam 3 segmen, yaitu
konsep pengembangan segmen Manggarai-Mampang, Mampang-Sudirman, dan
Sudirman-Karet. Pembagian mengacu pada kebijakan PTM mengenai rencana
titik intermoda (Manggarai, Sudirman, dan Karet), serta berdasarkan tata guna
lahan dominan dan atau wilayah administratif yang dibatasi oleh banjir kanal.
Fungsi yang terbentuk melahirkan konsep ruang, konsep tata hijau, konsep
aktivitas, konsep pencahayaan, serta konsep sirkulasi dan fasilitas sebagai
penghubung ruang dan pendukung aktivitas yang dihadirkan. Ruang terdiri dari
ruang rekreasi (aktif dan pasif), ruang transportasi, dan ruang pelayanan. Ruang
transportasi adalah badan air itu sendiri. Ruang pelayanan terdapat di setiap titik
dermaga untuk pelayanan transportasi dan rekreasi. Ruang rekreasi adalah area
selain ruang transportasi dan pelayanan. Memanjang dari Manggarai-Karet, ruang
rekreasi tersusun atas beberapa subruang rekreasi yang dikelompokkan berdasar
kelompok aktivitas yang diwujudkan, yakni area (lawn) rumput, area keluarga,
area kesehatan fisik dan psikologi, area groundcover promenade, area
pepohonan, dan area lively (lincah dan bersemangat). Sebagai penghubung ruang
dibuat sirkulasi utama (keluar masuk tapak melalui ruang pelayanan), sirkulasi
rekreasi, serta sirkulasi transportasi waterway yang berupa sirkulasi pada kanal
dan sirkulasi di dermaga. Sirkulasi utama menggunakan sebagian besar turfgrass
dengan dimensi yang lebar terbuka untuk pergerakan manusia dan sepeda.
Sirkulasi di dermaga digabungkan oleh ramp dengan ponton dari plat baja.
Sementara itu, sirkulasi rekreasi linier untuk pejalan kaki dan menghubungkan
ruang pelayanan satu dengan ruang pelayanan berikutnya, dengan lebar 0,9-2,4
meter, menggunakan paving blok dan paving stone.
Adapun tata hijaunya menggunakan konsep tata hijau pembentuk ruang, tata
hijau identitas, dan tata hijau ekologis. Tata hijau identitas mewakili tiga segmen
yang disinggung sebelumnya, terdapat pada ruang rekreasi, dan menggunakan
vegetasi yang mengingatkan asal usul penamaan Pasar Rumput, Menteng, Karet,
dan Kebon Melati, yaitu rumput, pohon Menteng, pohon Karet, melati, getahgetahan. Tata hijau pembentuk ruang berfungsi sebagai pembatas (Duranta
repens, Ophiopogon sp., dll.), pengarah dan pengontrol pandangan (Polyalthia
longifolia, dan Paraserianthes falcataria), peneduh (Swietenia sp., Ficus
benjamina, dll.), pembentuk lantai, pembentuk estetika dan aroma wangi
(Bauhinia purpurea, Gardenia sp., dll.). Tata hijau ekologis memfungsikan
vegetasi sebagai penjaga keberlanjutan lanskap banjir kanal (fisik dan ekologi).
Artocarpus integra, Swietenia sp., Nephelium lappaceum, dll. menambah kadar
bahan organik, mengatur, dan menjaga ketersediaan air tanah. Swietenia sp.,

iii

Artocarpus integra, Stephanotis floribunda, Ixora sp., dll. menyerap polusi sekitar
tapak. Arundinaria pumila, Mimusops elengi, dll. mengurangi kebisingan dari
sumber bunyi kereta api. Beberapa jenis lain juga menyediakan kebutuhan nektar
bagi burung dan serangga. Tema pencahayaan yang terkandung dalam konsep ini
adalah penerangan pada waktu gelap dan penerangan untuk dekorasi.
Aktivitas diwujudkan dengan aktivitas transportasi, aktivitas rekreasi
(bermain, bersantai, jogging, sosialisasi, jalan-jalan, belajar, duduk-duduk,
menikmati pemandangan, photohunting, mencari ketenangan, dan sekedar lewat),
serta aktivitas pengelolaan (pengawasan dan pelayanan pengunjung). Fasilitas
ditempatkan berdasarkan pertimbangan fungsi, kondisi tapak, dan keharmonisan
letak. Konsep fasilitas membagi penataan fasilitas menjadi fasilitas transportasi
dan pariwisata, fasilitas rekreasi, fasilitas pelayanan, dan fasilitas pengelolaan.
Sebagaimana pengguna transportasi waterway, pengguna lanskap tepian waterway
adalah semua golongan usia (anak-anak, remaja, tua) dan penyandang cacat. Daya
tampung tiap kunjungan terhadap ruang dan fasilitas di bantaran yang diberikan
berdasar kebutuhan tiap unit adalah sebesar 1.231 unit. Sementara itu, rencana
pengguna kapal setiap harinya diperkirakan berdasarkan perhitungan beberapa
variabel, yang berupa (1) 10 dermaga, (2) 5 buah kapal, (3) panjang lintasan
memutar 6,1 km, (4) rencana waktu tempuh 11,37 menit, (5) kecepatan kapal 20
knots, dan (6) jumlah total waktu tambahan untuk merapatkan kapal, mengangkut
penumpang, dan kembali berjalan dalam satu putaran sebesar 20 menit. Total
perjalanan memutar dari Manggarai ke Manggarai 31,37 menit. Operasi kapal
direncanakan selama 14 jam, dengan melihat jam sibuk dan jam tidak sibuk.
Melalui perhitungan, total penumpang yang dapat diangkut selama sehari
beroperasi berjumlah 4.368 penumpang.

iv

PERANCANGAN LANSKAP WATERWAY JAKARTA :
KAJIAN SEGMEN MANGGARAI
(JAKARTA SELATAN) – KARET (JAKARTA PUSAT)

Skripsi
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Pertanian pada Departemen Arsitektur Lanskap

ITA NURMALA HIKASASI
A34204007

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR LANSKAP
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2009

v

HALAMAN PENGESAHAN
Judul Penelitian

: Perancangan Lanskap Waterway Jakarta: Kajian Segmen
Manggarai (Jakarta Selatan) – Karet (Jakarta Pusat)

Nama

: Ita Nurmala Hikasasi

NRP

: A34204007

Program Studi

: Arsitektur Lanskap

Disetujui
Dosen Pembimbing,

Dr. Ir. Bambang Sulistyantara, MAgr.
NIP 131 578 797

Diketahui
Dekan Fakultas Pertanian,

Prof. Dr. Ir. Didy Soepandi, MAgr.
NIP 131 124 091

Tanggal Lulus :

vi

KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan hidayah dan
rahmat kepada seluruh umat-Nya serta dengan izin-Nya penulis dapat
menyelesaikan penelitian dengan judul “Perancangan Lanskap Waterway Jakarta:
Kajian Segmen Manggarai (Jakarta Selatan)-Karet (Jakarta Pusat)”. Sebagaimana
kita ketahui, permasalahan transportasi Kota Jakarta seperti kemacetan,
pencemaran udara, dan ketidakefisienan waktu, mengakibatkan dikeluarkannya
kebijakan Pola Transportasi Makro, salah satunya yaitu waterway. Judul ini
dipilih atas pertimbangan permasalahan lanskap waterway yang ada sekarang.
Permasalahan ini memunculkan upaya untuk mengefektifkan moda transportasi
tersebut menjadi transportasi yang nyaman, lestari, dan mendukung rekreasi
melalui penataan lanskapnya.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada:
1. Dr. Ir. Bambang Sulistyantara, MAgr. sebagai dosen pembimbing skripsi
(sekaligus dosen pembimbing akademik) atas waktu dan bimbingan yang
diberikan kepada penulis hingga terselsaikannya laporan penelitian ini.
2. Ir. Indung Sitti Fatimah, Msi. dan Vera Dian Damayanti, SP.MLA., sebagai
dosen penguji atas koreksi dan masukan selama proses sidang.
3. Staf UPT Penyeberangan sebagai informan pertama tentang waterway Jakarta.
4. Dinas Perhubungan, (Pak Roland dkk.), Dinas Pertamanan, Dinas Tata Kota
(Pak Edi dan Pak Darmika), BBWSCC (Pak Bambang Triyono dkk.), Dinas
Pekerjaan Umum, dan beberapa instansi terkait dengan topik penelitian, atas
informasi dan sumber data yang diberikan.
5. kedua orang tua, Bayu, Zasitamya, dan keluarga di rumah yang setiap saat
membantu dengan materi, doa, dan semangat yang tiada henti.
6. teman-teman Arsitektur Lanskap 41 dan teman-teman ACC, atas bantuan
tenaga, informasi, saran, doa, dan motivasi kerja yang tiada terkira banyaknya.
Terima kasih banyak.
7. keluarga Bekasi, atas bantuan transportasi, doa, teman survai data.
8. segenap staf Departemen Arsitektur Lanskap IPB.
9. kakak dan adik angkatan.

vii

10. berbagai pihak yang tidak dapat tersebutkan satu per satu.

Semoga penelitian ini bermanfaat dan menjadi bahan pertimbangan yang
diperlukan dalam pelaksanaan pengembangan waterway dan tata ruang Kota
Jakarta.
Penulis menyadari bahwa karya ini belum sempurna, baik isi maupun
penyajiannya. Oleh karenanya, penulis menerima kritik dan saran untuk perbaikan
dalam penulisan yang akan datang.

Bogor, Januari 2009
Ita Nurmala Hikasasi

viii

RIWAYAT HIDUP

Ita Nurmala Hikasasi, dilahirkan di Purworejo pada tanggal 25 Maret 1986
dan merupakan anak pasangan Harjono, SPd. (ayah) dan Supriwi (ibu). Penulis
merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang bernama Bayu Sukaca.
Pendidikan penulis diawali dari TK Dian Lestari, dilanjutkan dengan SD Negeri
Semawung Kembaran II dan SD Negeri Bugel. Pada tahun 1998 penulis masuk ke
SLTP Negeri 1 Bagelen dan pada tahun 2001 penulis melanjutkan pendidikan ke
tingkat SMA. Penulis lulus dari SMA Negeri 1 Purworejo pada tahun 2004. Pada
tahun yang sama penulis diterima sebagai mahasiswa Program Studi Arsitektur
Lanskap Fakultas Pertanian IPB melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB
(USMI).
Selama menjadi mahasiswa Arsitektur Lanskap IPB penulis ikut serta dalam
Klub Dekorasi Taman yang berada di bawah pengelolaan asrama TPB-IPB pada
tahun pertama di IPB. Pada akhir tahun 2006 penulis mengikuti Himpunan
Mahasiswa Arsitektur Lanskap (Himaskap) sebagai anggota Divisi Pemberdayaan
Sumberdaya Manusia (PSDM). Pada tahun yang sama penulis bekesempatan
mengikuti

Lomba

lanskap/lingkungan

Karya
sebagai

Tulis
peserta

Ilmiah

berkaitan

perwakilan

dari

dengan

bidang

departemen

dan

berkesempatan menjadi kandidat calon mahasiswa berprestasi Arsitektur Lanskap.
Pada tahun keempat perkuliahan (2007) penulis menjadi asisten mata kuliah
mayor Desain Lanskap. Terkait bidang lanskap, penulis pun sempat mengikuti
beberapa kegiatan di luar kampus.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

ix

DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR TABEL ............................................................................................... xi
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xii
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xiv
PENDAHULUAN
Latar Belakang ..............................................................................................
Tujuan ...........................................................................................................
Manfaat .........................................................................................................
Kerangka Pikir ...............................................................................................

1
3
4
4

TINJAUAN PUSTAKA
Kota ..............................................................................................................
Lanskap Sungai/Kanal ..................................................................................
Ruang Terbuka Kota .....................................................................................
Transportasi Sungai/Kanal ........................................................................…
Ketersediaan Air ............................................................................................
Rekreasi Alam ...............................................................................................
Perancangan Lanskap Waterway Jakarta ......................................................

6
7
9
10
12
14
15

METODOLOGI
Lokasi dan Waktu Studi ................................................................................
Metode Studi .................................................................................................
Pengambilan Data .........................................................................................
Proses/Tahapan Perancangan ........................................................................

19
19
19
20

KONDISI UMUM
Letak dan Luas Tapak ...................................................................................
Hidrologi ........................................................................................................
Transportasi dan Aksesibilitas .......................................................................
Sosial dan Demografi ....................................................................................
Ekonomi dan Pariwisata ................................................................................
Sejarah Kanal dan Transportasi Air Jakarta ..................................................

24
24
26
26
27
27

DATA DAN ANALISIS
Iklim ..............................................................................................................
Tanah dan Topografi .....................................................................................
Hidrologi .......................................................................................................
1. Kuantitas Air .......................................................................................
2. Kualitas Air .........................................................................................
3. Drainase ...............................................................................................

30
35
37
37
40
42

x

Hidrografi Badan Air .....................................................................................
Nilai Estetika .................................................................................................
Aksesibilitas, Transportasi, dan Sirkulasi ......................................................
Vegetasi dan Satwa ........................................................................................
Tata Guna Lahan ...........................................................................................
Pengguna Tapak ............................................................................................
Sosial Demografi ...........................................................................................
Fasilitas ..........................................................................................................
Utilitas ...........................................................................................................
Konsep, Kebijakan, dan Rencana Teknis ......................................................

43
44
49
52
65
68
71
71
76
77

SINTESIS
Program Ruang .............................................................................................. 79
Program User ................................................................................................. 80
KONSEP PERANCANGAN
Konsep Dasar ................................................................................................
Konsep Pengembangan .................................................................................
1. Konsep Ruang .....................................................................................
2. Konsep Tata Hijau ..............................................................................
3. Konsep Aktivitas .................................................................................
4. Konsep Sirkulasi .................................................................................
5. Konsep Pencahayaan ...........................................................................
6. Konsep Fasilitas dan Kelengkapan Angkutan Waterway ...................

81
81
83
85
86
86
87
87

PERANCANGAN
Gambaran Perancangan Lanskap Waterway Jakarta .................................... 89
Rancangan Ruang .......................................................................................... 91
Rencana Vegetasi .......................................................................................... 96
Rancangan Sirkulasi ...................................................................................... 104
Rancangan Fasilitas dan Kelengkapan Angkutan Waterway ........................ 105
Daya Dukung ................................................................................................ 111
KESIMPULAN
Simpulan ........................................................................................................ 145
Saran .............................................................................................................. 146
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 147
LAMPIRAN ........................................................................................................ 150
 
 
 
 
 
 
 

xi

DAFTAR TABEL

Halaman
1.

Sifat Fisik dan Kimia Utama Penentu Kualitas Air .................................... 13

2.

Jenis, Bentuk, Sumber, dan Cara Pengambilan Data ................................. 22

3.

Rata-Rata Iklim menurut Stasiun Kemayoran selama Lima Tahun
Terakhir (2003-2007) ................................................................................. 30

4.

Kondisi Iklim dari Tahun ke Tahun menurut Stasiun 745 (Kemayoran) ... 33

5.

Hidrografi Kanal pada Segmen Perancangan Lanskap Waterway.............. 43

6.

Kondisi Lanskap Waterway Segmen Manggarai-Karet menurut
Responden .................................................................................................. 46

7.

Daftar Spesies Tanaman yang Ada di Tapak ............................................. 53

8.

Fasilitas Eksisting yang Ada pada Tapak ................................................... 71

9.

Matriks Hubungan Ruang dan Fungsi Lanskap Waterway ........................ 80

10.

Peruntukan Ruang Lanskap Waterway Jakarta .......................................... 93

11.

Tanaman yang dapat Ditanam di Kawasan Waterfront ............................. 96

12.

Jumlah Unit tiap Kunjungan di dalam Fasilitas yang Tersedia ..................112

xii

DAFTAR GAMBAR
Halaman
1.

Kerangka Pikir Perancangan ......................................................................

5

2.

Lokasi Studi Lanskap Waterway Manggarai-Karet
(K.H. Mas Mansyur) .................................................................................. 19

3.

Proses Perancangan Lanskap Waterway Manggarai-K.H. Mas Mansyur .. 21

4.

Lokasi Penelitian ........................................................................................ 25

5.

Bagan Analisis Iklim pada Tapak .............................................................. 31

6.

Analisis Kenyamanan ................................................................................ 32

7.

Pengurangan Transmisi Cahaya oleh Pohon............................................... 34

8.

Bagan Analisis Tanah dan Topografi pada Tapak ..................................... 36

9.

Kondisi Hidrologis Banjir Kanal Segmen Perancangan ............................ 37

10.

Teknik Eko-Hidraulik Kanal Waterway ..................................................... 39

11.

Bagan Analisis Kuantitas Air ..................................................................... 40

12.

Sistem Pembuangan Limbah Cair dari Rumah Tangga ............................. 41

13.

Bagan Analisis Kualitas Air ....................................................................... 42

14.

Contoh Saluran Drainase dan Genangan pada Tapak ................................ 43

15.

Analisis Nilai Estetika Lanskap Waterway Segmen Manggarai-Karet ..... 48

16.

Tipikal Sirkulasi pada Tapak ...................................................................... 51

17.

Bagan Analisis Aksesibilitas, Transportasi, dan Sirkulasi ........................ 52

18.

Kondisi Eksisting Tapak ............................................................................. 55

19.

Tata Guna Lahan di Sekitar Tapak ........................................................... 67

20.

Bagan Analisis Fasilitas pada Tapak …………………………………….. 76

21.

Penampakan Jaringan Utilitas .................................................................... 76

22.

Konsep Ruang Perancangan Lanskap Waterway ....................................... 83

23.

Konsep Aktivitas yang Diterapkan pada Tapak ......................................... 86

24.

Konsep Sirkulasi yang Diterapkan pada Tapak .......................................... 87

25.

Rencana Ruang Lanskap Waterway Jakarta ............................................... 92

26.

Tanaman Identitas ...................................................................................... 98

27.

Rencana Vegetasi dan Sirkulasi Lanskap Waterway Jakarta .....................100

28.

Model Pergerakan Linier (kanan) dan Contoh Pemberian Sirkulasi bagi
Orang Cacat (Kiri).......................................................................................105

xiii

29.

Rancangan Tapak (Design Plan) ................................................................113

30.

Rancangan Spot Tertentu Area Subrekreasi …….……………………….122

31.

Perspektif ....................................................................................................124

32.

Potongan .....................................................................................................128

33.

Rancangan Dermaga dan Loket ................................................................130

34.

Rancangan Kantong Parkir dan Pautan Sepeda .........................................132

35.

Rancangan Rambu Petunjuk dan Telepon Umum ......................................134

36.

Rancangan Papan Informasi dan Kotak Sampah .......................................135

37.

Rancangan Penerangan (Lampu) ...............................................................136

38.

Rancangan Shelter ......................................................................................138

39.

Rancangan Pergola ....................................................................................140

40.

Rancangan Bangku dan Menara Pandang ..................................................141

41.

Rancangan Kios, Toilet, dan Saluran Drainase ........................................142

42.

Rancangan Signage dan Sculpture ............................................................143

43.

Rancangan Jalur Sirkulasi ..........................................................................144

xiv

DAFTAR LAMPIRAN
Gambar
Halaman
1.

Peta Kontur Tapak ......................................................................................151

2.

Sistem Aliran Air Banjir Kanal Wilayah Tengah .....................................152

3.

Rencana Dermaga Manggarai-Karet dan Kolam Penambat ......................153

4.

Rencana Tata Ruang DKI Jakarta ..............................................................154

5.

Rencana Perubahan Jembatan ....................................................................155

6.

Rencana Perubahan Utilitas .......................................................................156

Tabel
Halaman
1.

Rute-Rute Terpadu Moda Angkutan Lain dengan Dermaga .....................157

Teks
Halaman
1.

Kuesioner Penelitian ...................................................................................158

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Dewasa ini, kebutuhan akan fasilitas penunjang aktivitas sehari-hari
semakin meningkat, salah satunya adalah fasilitas transportasi. Jasa transportasi
dibutuhkan untuk kelancaran mobilitas barang dan jasa. Transportasi menurut
Bowersox (1981) dalam Setijowarno & Frazila (2003) adalah perpindahan barang
atau penumpang dari suatu lokasi ke lokasi lain dengan produk yang digerakkan
atau dipindahkan ke lokasi yang dibutuhkan atau yang diinginkan. Transportasi
selain memberikan banyak kemudahan, juga memberikan banyak masalah, yaitu
timbulnya berbagai kendala dalam upaya meningkatkan kualitas jangkauan
pelayanan serta dalam mempertahankan dan meningkatkan keselamatan pengguna
jasa transportasi, antara lain polusi udara, air dan tanah, kebisingan, kemacetan
lalu lintas, kecelakaan, dan lain-lain (Setijowarno & Frazila 2003). Kondisi ini
menyebabkan ketidaknyamanan dalam menggunakan jasa transportasi dan
menghambat kelancaran aktivitas perekonomian.
Beragam

permasalahan

transportasi

memunculkan

celah

untuk

mengembangkan moda transportasi kota dari yang telah ada. Hal ini diperlukan
karena kebutuhan manusia menuntut efisiensi sistem transportasi yang efektif,
nyaman, sekaligus ramah lingkungan. Selain itu, semakin meningkatnya
kesejahteraan, kebutuhan di atas kebutuhan fisiologis hingga pada kebutuhan
kognitif juga meningkat. Kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan akan
rekreasi. Gold (1980) mengungkapkan bahwa manusia membutuhkan keadaan
yang berbeda dari kehidupannya sehari-hari untuk melupakan masalahnya sesaat
agar kembali menghadapinya dengan semangat. Salah satu pengembangan moda
transportasi ini adalah transportasi air. Tansportasi air dapat berupa transportasi
perairan daratan maupun laut. Perairan daratan yang dapat dimanfaatkan sebagai
prasarana transportasi antara lain danau, waduk, sungai, dan rawa.
Jakarta merupakan salah satu kota yang memiliki permasalahan transportasi.
Permasalahan timbul akibat pertumbuhan pemakai jasa transportasi baik berupa
peningkatan jumlah perjalanan maupun peningkatan jumlah kendaraan akibat
pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan jumlah penduduk (Dinas Perhubungan

2

2004). Jakarta juga merupakan kota tercemar oleh asap kendaraan bermotor
dengan kontribusi 67% dari total polusi udara dan mengalami kurang lebih Rp 12
trilliun kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh kemacetan, pemborosan bahan
bakar, dan kerugian waktu (Yayasan Pelangi 2003).
Pembangunan waterway menjadi bagian dari skenario besar penataan sistem
transportasi di Jakarta yang dikenal dengan Pola Transportasi Makro (PTM).
Berdasarkan SK. Gubernur DKI Jakarta No. 84 tahun 2004, penataan transportasi
ini meliputi pembangunan Bus Rapid Transit (busway), Light Rapid Transit
(monorail), Mass Rapid Transit (subway), serta waterway (angkutan sungai).
PTM dibentuk untuk mengatasi kemacetan yang semakin bertambah di DKI
Jakarta, dengan menggalakkan penggunaan angkutan massal yang menampung
sejumlah besar penumpang.
Waterway Jakarta diarahkan untuk menyediakan alternatif perjalanan.
Waterway akan berfungsi sebagai moda alternatif jika menghubungkan pusatpusat pertumbuhan ekonomi atau pemukiman penduduk. Waterway juga menjadi
alternatif kegiatan rekreasi, mendukung jalur pariwisata Kota Jakarta, dan
merangsang munculnya riverwalk/waterfront city. Simond (2006) menyatakan
bahwa sebagai sebuah sumberdaya, badan air berpotensi untuk kegiatan rekreasi
di wilayah perairannya sendiri maupun sepanjang tepinya. Badan air juga
memiliki nilai keindahan, yaitu pemandangan dan air itu sendiri yang
membangkitkan perasaan menyenangkan.
Sebagai prasarana transportasi sekaligus ruang terbuka kota, waterway
memerlukan penataan lanskap pada badan air itu sendiri maupun pada
bantarannya untuk mewujudkan moda transportasi yang menyenangkan dan
terjaga keberlanjutannya. Terdapat beberapa badan air yang direncanakan menjadi
moda transportasi pada perencanaan transportasi DKI Jakarta, salah satunya
adalah Banjir Kanal Barat. Waterway pernah dioperasikan di segmen HalimunKaret. Terdapat beberapa kendala dalam mewujudkan sistem angkutan massal di
lokasi tersebut, diantaranya, ketergantungannya terhadap beda ketinggian muka
air sungai yang cukup besar antara musim kemarau dengan musim penghujan.
Pengelolaannya dilakukan dengan mekanisme buka tutup pintu air. Kendala lain
yang dijumpai adalah belum mantapnya integrasi dermaga penumpang dengan

3

moda transportasi lainnya serta kemacetan motor kapal akibat terbelit sampah,
sehingga kapasitas kecepatan kapal 25-30 knot hanya dapat dioperasikan pada
kecepatan 3-4 knot. Kenyamanan pengguna pun terganggu akibat pencemaran
limbah cair ke sungai, penyempitan dan pendangkalan akibat erosi, pemandangan
tepian air, serta rintangan oleh jaringan utilitas di kanal.
Laurie (1986) mengemukakan bahwa perancangan lanskap adalah
pengembangan lebih lanjut dari perencanaan tapak. Perancangan lanskap lebih
berkaitan dengan seleksi komponen rancangan, bahan-bahan, dan tumbuhan serta
kombinasinya. Wujud dan bentuk perancangan lanskap timbul dari hasil rumusan
yang jelas terhadap potensi, kendala tapak, serta masalah perancangan yang ada.
Yang terpenting dalam perancangan adalah raut tapak itu sendiri. Oleh karena itu,
untuk menciptakan lanskap waterway sebagai pendukung transportasi alternatif
dan sebagai sarana rekreasi pengguna diperlukan perancangan lanskap waterway
dengan mengakomodasi permasalahan yang ada. Akhirnya, melalui penataan
lanskap pendukungnya, waterway Jakarta diharapkan menjadi sistem transportasi
alternatif terpilih serta mendatangkan keuntungan fisik maupun rohani dengan
tetap memperhatikan kelestarian sungai dan lanskap sekitarnya.

Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah membuat perancangan lanskap waterway DKI
Jakarta dalam mendukung kegiatan transportasi sekaligus membantu kelancaran
aktivitas ekonomi serta menjadi sarana kebutuhan rekreasi masyarakat, dengan
kualitas dan kuantitas sungai yang terjaga.
Tujuan khusus

Dokumen yang terkait

Perancangan Lanskap Waterway Jakarta: Kajian Segmen Manggarai (Jakarta Selatan) – Karet (Jakarta Pusat).