Uji Normalitas Data Uji Asumsi Klasik

3.4 Pengujian Hipotesis 3.4.1 Uji Koefisen Determinasi R 2 Koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan varian variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah nol atau satu. Nilai R 2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi varian variabel dependen Ghozali, 2009. Nilai yang mendekati satu berarti variabel- variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksikan varian variabel dependen. Bila terdapat nilai adjusted R 2 bernilai negatif, maka adjusted R 2 dianggap nol.

3.4.2 Uji Statistik t

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Dasar pengambilan keputusan:  H : β1, β2, β3 , β4, β5, β6 = 0 = artinya tidak ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependent.  Ha : β1, β2, β3, β4, β5, β6 ≠ 0 = artinya ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependent. Keputusan menolak atau menerima H sebagai berikut: a. Jika t hitung t kritis, maka H ditolak b. Jika t hitung t kritis, maka H diterima.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Berdasarkan uraian pada pembahasan, maka penulis menarik beberapa kesimpulan bahwa: 1. Berdasarkan hasil pengujian kepemilikan institusional ini dapat diperoleh dengan cara membagi total saham yang dimiliki perusahaan dengan total saham beredar terhadap manajemen laba, dapat diketahui bahwa variabel kepemilikan institusional tidak mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba. 2. Berdasarkan hasil pengujian proporsi komisaris independen yang diukur dengan menjumlahkan komisaris independen kemudian dibagi dengan jumlah komisaris terhadap manajemen laba, dapat diketahui bahwa variabel proporsi komisaris independen mempunyai pengaruh yang negatif terhadap manajemen laba. 3. Berdasarkan hasil pengujian ukuran dewan direksi yang diukur dengan total anggota dari dewan direksi terhadap manajemen laba, dapat diketahui bahwa variabel ukuran dewan direksi mempunyai pengaruh yang negatif terhadap manajemen laba.

Dokumen yang terkait

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA DI INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA

0 5 27

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA DI INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA DI INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA ( STUDI EMPIRIS PADA PERBANKAN YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA ).

0 1 17

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA DI INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA DI INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA.

0 1 16

BAB 1 PENDAHULUAN PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA DI INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA.

0 1 7

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA INDUSTRI PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA Pengaruh Corporate Governance terhadap Manajemen Laba pada Industri Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

0 0 15

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA DI INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA Pengaruh Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba Di Industri Perbankan Indonesia.

0 1 15

PENDAHULUAN Pengaruh Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba Di Industri Perbankan Indonesia.

0 1 8

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA DI INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA Pengaruh Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba Di Industri Perbankan Indonesia.

0 2 15

AKPM05. PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA DI INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA

0 0 26

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP MANAJEMEN LABA DI INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA - Perbanas Institutional Repository

0 1 18