Penerapan Pembelajaran Kooperatif Metode Group Investigation Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Konsep Redoks

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOO PERA TIF ME TO DE
GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKA TKAN

PEMAHAMAN SISWA TERHADAP KONSEP REDOKS

.......
'8111 I
Universitas Islam Negeri

SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

11-itrrin.
HAセエイゥ@

OLEH

.

1
'·"· ln;ink :


NURMAW ATI '·"···irikl :i

. ...... "



..,.,..,."""""''"'---·

' ........ ,,,, ...................... ,, ........ .

103016227137

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
JNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDA YATULLAH
JAKARTA

2008




O.?,l:.R.').;;,,Q NL L@セ
,,0,...0.::-o,,D...セL@ .•.l:{.,, .,,,

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI

Skripsi Berjudul, Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation
Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Konsep Redoks Kelas X MA
As-Syafi'iyah Jakarta Selatan, yang disusun oleh Nama: Nurmawati, Nomor
Induk Mahasiswa: 103016227137, Jurusan: Pendidikan K.imia, telah melalui
bimbingan dan dinyatakan sah sebagai karya ilmiah yang berhak untuk diajukan
pada sidang munaqasah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan fakultas.

Jakarta, 19 Agustus 2008
Yang Menyatakan,

Pembimbing I

r.H. Azis Fahrurrozi MA

NIP. 150 202 343

Tonih Feronika, M.Pd
NIP. 150368738

LEMBAR PENGESAHAN

Skripsi berjudul: "Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation
Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Konsep Redoks", diajukan kepada
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
dan telah dinyatakan lulus dalam Ujian Munaqasyah pada, 24 November 2008
dihadapan dewan penguji. Karena itu, penulis berhak memperoleh gelar Smjana
SI (S.Pd) dalam bidang Pendidikan Kimia.

Jakarta, I 0 Desember 2008
Panitia Ujian Munaqasyal1
Tanggal

Tanda Tangan


Ketua Panitia (Ketua Jurusan Pendidikan IP A)
Ir. H. Mal1mud M. Siregar, M.Si
NIP. 150 222 933
Sekretaris (sekretaris Jurusan Pendidikan IPA)
Baig Hana Susanti, M.Sc
Nip. 150 299 475
Penguji I

...... :,;,.,.,.
· ·-+-----

Ir. H. Mahmud M. Siregar, M.Si
NIP. 150 222 933
Penguji II
Munasprianto Ramli, S.Si, M.A
NIP. 150 377 453

Mengetahui:
Dekan\


\J
os ada MA

LEMBARANPERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa:

I. Skripsi ini merupakan basil karya asli saya yang diajukan untuk
memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Strata 1 di UIN
SyarifHidayatullah Jakarta
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya
cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli
saya atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain. maka saya
bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta.

Ciputat, 12 Desember 2008


ABSTRAK

Nurmawati. Penerapan Pembelajaran kooperatif Tipe Group Investigation
Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Konsep Redoks. Skripsi Jurusan
Pendididkan IPA, Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Tarbiyah dan
Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Penelitian ini
bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa, aktivitas siswa dan untuk
mengetahui tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif tipe
Group Investigation (GI). Penelitian ini dilaksanakan di MA As Syafi'iyah Tebet
Jakarta Selatan pada semester ke dua tahun ajaran 2007/2008. Metode penelitian
yang digunakan adalah menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK), yang
terdiri dari dua siklus penelitian dengan tahapan dalam tiap siklus meliputi
perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen penelitian yang
digunakan adalah tes hasil belajar, lembar observasi, angket dan hasil wawancara
siswa. Dari Hasil penelitian dapat diperoleh gambaran bahwa penelitian ini telah
mencapai kriteria yang menjadi bahasan indikator keberhasilan yang ditunjukkan
melalui peningkatan nilai rata-rata siswa pada siklus I sebesar 70,47 naik menjadi
80,0 pada siklus II. Dan pada siklus II tidak ada siswa yang mendapat nilai kurang
dari 65. Kegiatan aktivitas siswa dalam penelitian ini meningkat dari sampai , dan
penerapan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) mendapat

respon positif. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan pembelajaran
kooperatif tipe Group Investigation (GI) memberikan dampak yang positif bagi
siswa dalam proses belajar mengajar. Dan hasil penelitian ini dapat dijadikan
bahan masukan bagi para pendidik dalam memilih strategi mengajar yang tepat
untuk meningkatkan kualitas belajar-mengajar yang diharapkan.

ABSTRACT

Nurmawati. A "Skripsi" in Science education, for chemistry education, presented
to the Faculty of Tarbiyah and Teachers training. Syarif Hidayatullah Islamic
State University Jakarta. The aimed of the research is to increase , student
activities, and to know student response using cooperative learning group
investigation (GI) type for study the redoxs. The research conducted in AsSyafi'iyah Senior Islamic School Jakarta, in second semester, 200712008
academic year. The type of research methode is Classroom Action Research with
two cycle phase (planning, acting, observing, and reflecting), and using learning
test, observation sheet, questionnaire sheet and interview with student to get
iriformation about the learning process. From this research result can be obtained
the image of that this research have reached criterion becoming efficacy indicator
discussion posed at through the make-up of student average value the cycle of I
equal to 70,47 going up to become 80,0 the cycle of II. And the cycle ofII there no

student getting value less than 65, 0. In the other hand, student activity show the
escalation from in first cycle increase to in second cycle, with student

KATA PENGANTAR

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah swt karena berkat rahmat,
nikmat, karunia, kekuatan dan kesempatan yang telah diberikan-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan skripsi sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar
sarjana dengan judul:

"Penerapan

pembelajaran

kooperatif tipe

group

investigation (GI) untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep


redoks". Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda
rasul Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan kita sekalian. Amin.
Penulis dapat menyelesaikan skripsi ini karena bantuan dan dorongan
dari bebagai pihak. Oleh karena itu penulis menyampaikan terima kasih kepada :
I. Bapak Prof. Dr. Dede Rosyada, M.A Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bapak Ir. Mahmud M.

Siregar Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu

Pengetahuan Alam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas
Islam Negeri SyarifHidayatullah Jakarta.
3. Bapak Dedi Irwandi M. Si. Ketua Program Studi Pendidikan Kimia
Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri SyarifHidayatullah Jakarta.
4. Bapak Prof. Dr. H. Aziz Fahrurrozi, MA pembimbing pertama yang telah
memberikan kontribusi dan bimbingannya kepada penulis baik dalam ha!
teknis maupun materi.
5. Bapak Tonih Feronika M. Pd pembimbing kedua sekaligus pembimbing

akademik yang telah memberikan bimbingan baik secara teknis maupun
materi dan nasehat yang tulus serta bermakna bagi penulis.
6. Keluarga besar MA As. Syafi'iyah 01 Tebet yang telah memberikan
kesempatan kepada penulis dalam melaksanakan penelitian skripsi.
7. Bapak Anwar Rusli, MM yang telah memberikan izin kepada penulis
untuk mengadakan penelitian di MA as Asyafi'iyah o I Tebet Jakarta ..

8. Kedua orang tuaku yang senantiasa berjuang, memberi nasehat dan doa
yang tiada henti di setiap deru nafasnya demi mewujudkan cita-cita dan
impian penulis baik secara materi maupun secara moril.
9. Iqlima, Iqbal dan Nizar yang senantiasa mengukir senyum di tengah
kegulauan dan memberikan inspirasi dan semangat kepada penulis selama
menyususn skripsi ini.
10. Titin, Widi, Muhibuddin, Pipit, Nina dan Amran yang telah memberikan
masukan kepada penulis saat dalam kebingungan.
11. Rahman Yuniarko yang senantiasa memberikan semangat dan keyakinan
kepada penulis bahwa segala sesuatu pasti dapat diselesaikan dengan baik
dengan cara bekerja keras dan berdoa.
12. Seluruh kawan-kawan seperjuangan Program Studi Pendidikan Kimia
angkatan 2003 yang senantiasa memberikan dukungan dan suasana

terindah selama penulis berada di kampus tercinta, kalian senantiasa
terukir dalam benak dan hatiku.
Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat baik bagi guru, pecinta
pendidikan, mahasiswa maupun masyarakat luas sebagai inspirasi dalam
mewujudkan pendidikan yang efektif, efisien dan bermakna maupun dalam
melaksanakan penelitian yang serupa.
Wassalamu'alaikum. wr. wb

Jakarta, September 2008

Penulis

DAFTARISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................... .
DAFTAR 181..................................................................................................... iii
DAFTAR TABEL.............................................................................................

v

DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ vi
DAFT AR LAMPIRAN .................................................................................... vii
BAB I

BABII

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.........................................................

1

B. Identifikasi Masalah ...............................................................

6

C. Pembatasan Masai ah ......... ....... ..................... ....... ....... ... ..... .. .

6

D. Masalah dan Rumusan Masalah.............................................

6

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian .... ........ ..................................

7

DESKRIPSI TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR, HIPO
TES IS

A. Hakikat Pembelajaran Konstruktivisme.................................

8

1. Pengertian Konstruktivisme .............................................

9

2. Lingkungan Pembelajaran Konstruktivisme .................... 11
B. Hakikat Pembelajaran Kooperatif.. ........................................ 12
1. Pembelajaran Kooperatif.................................................. 12
2. Tipe Pembelajaran Kooperatif Group lnvesJigation ........ 20
C. Hakikat Pemahaman .Konsep Redoks ................................... 27
1. Pengertian Pemahaman ...................................................... 27
RNkッョセ・ー@

Redcks.................................................................... 32

D. Hakikat Penelitian Tindakan Kelas ........................................ 36
E. Penelitian yang Relevan ......................................................... 39
F. Pengajuan Konsep Perencanaan Tindakan............................. 41
G. Hipotesis Penelitian ................................................................ 44
HARTH

B. Setting/Subjek Penelitian ....................................................... 45
C. Peran dan Posisi Peneliti Dalam Penelitian............................ 45
D. Instrumen Penelitian............................................................... 46
E. Metode dan Rancangan Siklus Penelitian .... ............ .............. 48
F. Tekuik Pengumpulan Data ..................................................... 53
G. Tekuik Analisis Data .............................................................. 53
H. Tahapan Perencanaan Kegiatan ............................................. 55
I.

Hasil Intervensi yang Diharapkan ............................... ........... 58

J.

Analisis Data dan lnterpretasi Hasil Data.............................. 58

K. Tindak Lanjut/Pengembangan Perencanaan Tindakan .......... 59

BABIV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Tindakan yang Dilakukan .... ............ ......................... ............. 62
I. Siklus I ............................................................................. 62
2. Siklus II............................................................................ 70
B. Pemeriksaan Keabsahan Data ................................................ 75
C. Analisis Data ................................ ............... ........................ ... 75
I. Hasil Observasi ............. .............................. ......... ............ 75
2. Tes Hasil Belajar .............................................................. 77
3. Respon Siswa ........... ............................ .... ... ..................... 82
D. Pembahasan Temuan Penelitian............................................. 83
BABV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan. ..... .. .. ..... ..... ............ ..... .. ... .. .. ... .. .. .. .. ............ ........ 86
B. Saran ....................................................................................... 86
DAFTAR PUSTAK.\ ....................................................................................... 87
LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................... 93

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Perbedaan Pembelajaran Kooperatif dan Tradisional ...............

14

Tabel 2.2. Sintaks Pembelajaran Kooperatif..............................................

16

Tabel 2.3. Perbandingan Empat Pendekatan dalam Pembelajaran
Kooperatif.......... .. ... .............................................................. .....

19

Tabel 2.4. Langkah Konseptual Perencanaan Tindakan ............................

41

Tabel 3.1. Diagram Desain Penelitian........................................................

52

Tabel 3.2

Tahapan Penelitian Kegiatan Pendahuluan...............................

55

Tabel 3.3

Tahap Penelitian Siklus I..........................................................

56

Tabel 3.4

Tahap Penelitian Siklus II.........................................................

57

Tabel 4.1

Keterlaksanaan Pembelajaran Kooperatif Siklus !....................

75

Tabel 4.2. Keterlaksanaan Pembelajaran KooperatifSiklus II..................

76

Tabel 4.3 . Hasil Belajar Siklus I ................................................................

77

Tabel 4.4 . Hasil Belajar Siklus I Berdasarkan Jenjang Soal ......................

78

Tabel 4.5. Hasil Belajar Siklus II...............................................................

80

Tabel 4.6

Hasil Belajar Siklus II Berdasarkan Jenjang Soal.....................

81

Tabel 4.7

Respon Siswa Terhadap Penerapan Pembelajaran kooperatif

Tabel 4.8

Group lnvetigation ............... ........ .................................... .. ......

82

Hasil Analisis Data...................................................................

83

DAFTAR GAMBAR
I. Kajian Berdaur 4 Tahap PTK........................................................................... 37
2. Spiral Penelitian Tindakan Kelas ..................................................................... 38
3. Grafik Aktivitas Guru dan Siswa Siklus I dan Siklus II .................................. 84
4. Grafik Hasil Belajar Siklus I dan Siklus !!....................................................... 85

DAFTAR LAMPIRAN

I. Silabus Pembelajaran ....................................................................................... 91
2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Konsep Redoks Siklus I.........................

93

3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Konsep Redoks Siklus !!.. ...................... 104
4. Skenario Pembelajaran Metode Group Investigation Si kl us I........................ 115
5. Skenario Pembelajaran Metode Group Investigation Siklus !!.. ..................... 122
6. Kisi-kisi Instrumen Penelitian Hasil Belajar Siklus !....................................... 13 I
7. Kisi-kisi Instrumen Penelitian Hasil Belajar Siklus II..................................... 133
8. Kisi-kisi Soal dan JawabanSoal Tes Hasil Belajar Siklus I ···········:················· 135
9. Kisi-kisi Soal dan JawabanSoal Tes Hasil Belajar Siklus II ............................ 139
I 0. Soal Tes Hasil Belajar Siklus !......................................................................... 142
11. Soal Tes Hasil Belajar Siklus II ....................................................................... 143
12. Uji Validitas Tes Hasil Belajar Siklus I ........................................................... 144
13. Uji Reliabilitas Tes Hasil Belajar Siklus I ....................................................... 145
14. Uji Validitas Tes Hasil Belajar Siklus II .......................................................... 146
15. Uji Reliabilitas Tes Hasil Belajar Siklus II ...................................................... 147
16. Uji Taraf Kesukaran Tes Hasil Belajar Siklus I............................................... 148
17. Uji TarafKesukaran Tes Hasil Belajar Siklus !!.............................................. 149
18. Perhitungan Uji TarafKesukaran ..................................................................... 150
19. Daftar Validitas dan Tingkat Kesukaran Soal konsep Redoks Siklus I........... 151
20. Daftar Validitas dan Tingkat Kesukaran Soal konsep Redoks Siklus !!.......... 152
21. Dafter Nilai Hasil Belajar Sikl'.!s I ............................................. セN@

153

22. Daftar Nilai Hasil Belajar Si kl us II.................................................................. 154
23. Perhitungan Tabel Distribusi Frekuensi Tes Hasil Belajar Siklus !.. ............... 155
24. Perhitungan Tabel Distribusi Frekuensi Tes Hasil Belajar Siklus II ............... 156
25. Kisi-kisi Lembar Observasi Siswa ................................................................... 157
26. Kisi-kisi Lembar Observasi Guru .....................................................

1'iQ

27. Kisi-kisi Angket Respon Siswa ...... :................................................................. \b\
28. Kisi-kisi Wawancara Siswa.............................................................................. 162
29. Lembar Observasi Siswa .................................................................................. 164
30. Lembar Observasi Guru ................................................................................... 167
31. Kuesioner Respon Siswal................................................................................. 168
32. Hasil Observasi Siklus I................................................................................... 170
33. Hasil Observasi Siklus II.................................................................................. 171
34. Hasil Wawancara Siswa ................................................................................... 172

BABI
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna diantara ciptaan
Allah SWT. Dimana yang membedakan adalah manusia dengan makhluk
hidup lain adalah aka! pikiran. Akal pikiran merupakan salah satu kemampuan
dasar (potensi) manusia yang dapat dijadikan modal dasar dalam proses
pendidikan sehingga manusia dapat menjadi baik. Oleh karena itu, pendidikan
diperlukan oleh manusia sebab mengarahkan perkembangan fisik, mental,
emosional, sosial, etika manusia menuju arah yang lebih baik dan menuju arah
kematangan atau kedewasaan.
Makna pendidikan secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha
manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai didalam
masyarakat dan kebudayaan. Dengan demikian, bagaimanapun sederhananya
peradaban suatu masyarakat di dalamnya terjadi atau berlangsung suatu proses
pendidikan.

1

Menurut John Dewey, pendidikan adalah proses pembentukan
kecakapan-kecakapan fondamental secara intelektual dan emosional ke arah
alam dan sesama manusia. 2 Sedangkan menurut Ki Hadjar Dewantara
mengemukakan pendidikan yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada
anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat
dapatlah mencapai keselamatan yang setinggi-tingginya. 3
Pendidikan di Indonesia dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari
taman 1.;anak-bnak hingga perguruari tinggi. Setiap je>J.iang moempunyai
tujuau pendidikan masing-masing. Namun kesemuanya didasarkan kepada
tujuan Pendidikan Nasional. Seperti yang tercantum dalam Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, yang berbunyi:
I

YT



••



-

2

"Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan clan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembang potensi peserta
didik agar menjadi warga negara yang demokratis serta tanggungjawab."4
Tujuan pendidikan yang dimaksud diatas adalah tujuan akhir yang
ingin dicapai oleh semua lembaga pendidikan baik formal, non formal
maupun informal yang berada dalam masyarakat clan negara Indonesia, mulai
dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah umum bahkan
sampai perguruan tinggi. Tujuan pendidikan di sekolah diuraikan dalam
tujuan-tujuan yang lebih konkrit berupa tujuan-tujuan instruksional yang harus
dicapai oleh tingkatan clan jenis sekolah. Tujuan-tujuan inipun masih
terlampau umum. Karenanya masih diperlukan lagi dalam tujuan tiap-tiap
bidang studi yang memiliki tujuan yang spesifik, seperti bidang studi Bahasa
Indonesia, Matematika, Fisika, Biologi clan sebagainya. Tujuan-tujuan bidang
studi tersebut berbeda satu dengan yang lain, semuanya tergantung pada
tujuan bidang studi masing-masing. Untuk bidang studi kimia, bertujuan
untuk membentuk sikap ilmiah dalam individu atau siswa.
Metode pembelajaran, sebagai bagian dari strategi, mempunyai andil
yang cukup besar dalam kegiatan belajar mengajar. Kemampuan yang
diharapkan dapat dimiliki anak didik, akan ditentukan oleh kerelevansian
penggunaan suatu metode yang sesuai dengan tujuan. Itu berarti, tujuan
pembelajaran akan dapat dicapai dengan penggunaan metode yang tepat,
sesuai dengan standar keberhasilan yang terdapat dalam suatu tujuan. Metode
yang dipergunakan dalam kegiatan belajar mengajar sebaiknya tidak hanya
me'Tipertimbartgkan k'lterlibat?n fisik siswa secara aktif セ。ェL@

tet1pi juga harus

mempertimbangkan karakteristik potensi clan tingkat pekembangan siswa.
Metode yang baik adalah metode yang dapat membangkitkan motivasi
belajar siswa, dapat menciptakan kondisi belajar yang sesuai dengan
perkembangan mental siswa, yang pada akhimya akan dapat meningkatkan

3

pemahaman belajar siswa. Tidak jarang dijumpai siswa lebih mudah mengerti
jika mendapat penjelasan dari temannya. Hal ini dapat dipahami, karena
belajar atau bertanya kepada teman tidak ada rasa malu atau rasa enggan, dan
suasananya Iebih akrab dan demokratis. 5
Dalam pembelajaran yang berorientasi klasikal, peran guru lebih
dominan dalam pembelajaran kimia, sedangkan siswa hanya berfungsi sebagai
pendengar saja. Seharusnya siswa perlu belajar aktif sebab dengan belajar
aktif, ingatan tentang materi yang dipelajari lebih bertahan lama dan
pengetahuan menjadi luas dibandingkan dengan belajar secara pasif. Belajar
akan dapat menumbuhkan sifat kreatif dan siswa yang kreatif di kemudian
hari akan berhasil. Oleh karena itu, perlu diciptakan suasana proses belajar
mengajar yang menjadikan siswa beraktivitas didalamnya sedemikian
sehingga mereka dapat membangun pengetahuannya sendiri. Salah satu model
pembelajaran yang perlu dipertimbangkan dalam ha! ini adalah pembelajaran
kooperatif (cooperative learning). 6
Metode kooperatif merupakan salah satu pendekatan dalam proses
belajar mengajar yang berbasis kelompok untuk bekerjasama antara siswa
dalam kelompok-kelompok pada pembelajaran akan membawa pengaruh yang
positif bagi siswa karena dapat mengembangkan kemampuan kerjasama
diantara para

siswa

dalam menyelesaikan masalah yang ditemui dalam

belajar mereka. Dengan pendekatan ini siswa akan belajar bagaimana
mengambil keputusan dan keputusan yang benar demi keberhasilan
kelompoknya, bukan semata-mata untuk dirinya sendiri sehingga ada interaksi
antara siswa pandai dengan siswa yang kurang pandai. 7

5

I Nyoman P. Suwindra, "Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Berbantuan LKS Sebagai
Uapaya Meningkatkan Prestasi Belajar Fisika Siswa Kelas III SLTPN 3 Singaraja",
dalarn Jumal Pendidikan dan Pengajaran !KIP Negeri Singaraja, No. 4 TH. XXVI,
Oktober2003,h. 87
6
Sunismi, "Implikasi Belajar Kooperatif Dalam Pembelajaran Matematika" dalam Jurnal
Pendidikan dan Pembelajaran, TH. 15, No. I, Februari 2002, h. 28
7
I Wayan
Distrik, "Model Pembelajaran Kooperatif Dengan Meningkatkan Pendekatan
,,,_ .. _____ !J ___ .....

4

Salah satu penerapan metode pembelajaran kooperatif adalah
menggunakan metode Group Investigation.

Group Investigation adalah

strategi belajar kooperatif yang menempatkan siswa ke dalam kelompok
secara heterogen dilihat dari perbedaan kemampuan, latar belakang yang
berbeda untuk melakukan investigasi suatu topik (Eggen and Kauchak, 1996:
305). 8

Kimia adalah ilmu yang mempelajari bahan penyusun suatu benda,
reaksi-reaksi yang terjadi pada benda tersebut serta perubahan-perubahan
yang terjadi pada benda tersebut baik secara fisik maupun secara kimiawi.
Sedang pembelajaran kimia merupakan proses yang sengaja dirancang dengan
tujuan

untuk

menciptakan

suasana

lingkungan

(kelas/sekolah)

yang

memungkinkan kegiatan siswa belajar kimia sekolah.
Pelajaran kimia yang merupakan bagian integral dalam bidang Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) oleh sebagian besar siswa dianggap cukup sukar
untuk dipahami. Konsep ilmu kimia mempunyai tingkat generalisasi dan
keabstarakan yang tinggi, yang menyebabkan siswa mengalami kesukaran
dalam pemahamannya. Ketidakmampuan siswa untuk memahami suatu pokok
bahasan diantaranya, karena siswa tidak dapat menghubungkan konsepkonsep yang telah dipelajari.
Pemahaman konsep dalam belajar kimia sangat penting, karena
pemahaman terhadap suatu konsep akan menambah daya abstraksi, yang
diperlukan

dalam

komunikasi

dan juga dapat

untuk

menjelaskan

karakteristik konsep yang lain. Oleh sebab itu, semakin banyak konsep yang
dimiliki siswa maka akan memberikan kesempatan untuk memahamai
konsep yang lebih luas sebagai modal Galam

イNQ・ュセ。ィォョ@

masalah yang

lebih kompleks.
Salah satu pokok bahasan ilmu kimia di SMU/MA adalah reaksi
reduksi oksidasi (redoks). Reaksi reduksi oksidasi (redoks) merupakan salah
8

Nurhanurawati, " Belajar Koopeatif Model Investigasi Untuk Meningkatan Aktivitas dan

5

satu pokok bahasan yang terdapat dalam materi pelajaran kimia yang
dianggap sulit. Redoks sangat penting dalam pembelajaran kimia, karena
materi redoks merupakan pengentahuan dasar untuk materi pembelajaran
kimia yang lain.
Dengan demikian, konsep redoks ini sangat penting untuk dipahami
dengan baik agar konsep-konsep yang terkait dapat dipahami dengan baik
pula. Pemahaman konsep redoks dapat dilakukan dengan melibatkan siswa
secara aktif untuk menemukan sendiri konsep tersebut, bukan hanya sekedar
diberikan oleh guru untuk kemudian dihafalkan oleh siswa.
Untuk itu, pembelajaran kooperatif dengan Group Investigation
diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa akan konsep redoks.
Model pemblejaran ini membagi siswa dalam beberapa kelompok dan
berupaya melibatkan siswa secara optimal dalam pembelajara, baik melalui
diskusi dalam kelompoknya yang berupa melakukan investigasi untuk
pemecahan masalah. Selain itu,

pembelajaran koperatif diharapkan dapat

menumbuhkan rasa sosial pada siswa, yang ditunjukkan dengan kepedulian
antar anggota kelompok. Kepedulian ini paling tidak terjadi dalam berbagai
ha! pengetahuan, yang kurang muncul dalam pembelajaran tradisional. Untuk
itu penulis tertarik untuk mengambil penelitian ini dengan judul : "Penerapan
Pembelajaran Kooperatif Metode Group Investigation Untuk Meningkatkan
Pemahaman Siswa Pada Konsep Redoks".

B. Identifikasi Area dan Fokns Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan di atas, maka
identifikasi pt'rmasalahan sebagai berikut;
1. Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation diharapkan

dapat berjalan efektif dalam pembelajaran kimia pada konsep redoks
2. Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dapat
meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep redoks
3. Peneranan nembelaiaran kooneratif tlnP- nrnun

lnVP(:fianfinn

r!-::lr\":"t

6

4. Pemahaman

konsep

siswa

dapat

meningkat

dengan

penerapan

pembelajaran kooperatiftipe Crop Investigation.
Adapun fokus penelitian ini adalah penerapan pembelajaran kooperatif
tipe group investigation (GI) dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang
konsep redoks.

C. Pembatasan Masalah
Agar masalah yang diteliti tidak ter!alu melebar, maka penulis
mencoba untuk membatasi masalah yang akan diteliti pada hal-hal sebagai
berikut:
I. Para siswa yang dimaksud dalam tulisan ini adalah siswa kelas X MA
As-Syafi'iyah 01 Tebet Jakarta Selatan, yang belajar pada semester
genap tahun pelajaran 2007/2008.
2. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran
kooperatif tipe group investigation.
3. Pemahaman yang dimaksud adalah pemahaman konsep siswa setelah
diterapkan pembelajaran kooperatiftipe group investigation.
4. Pokok bahasan yang dibahas adalah tentang konsep redoks.

D. Masalah dan Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah dalam penelitian ini
adalah: Apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe group investigation
dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep redoks kelas X MA
As-Syafiiyah Jakarta Selatan?
Dari masalah tersebut, maki; dapat diru111uska1< ma:;alah sebagai
berikut:
1. Apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation
dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep redoks?
2. Apakah penerapan pembelajaran kooperatif Group Investigation dapat

7

3. Bagaimana respon siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif

Group Investigation ?

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Meningkatkan pemahaman siswa kelas X MA. As Syafi'iyah 01 Jakarta
pada pembelajaran konsep redoks.
2. Meningkatkan aktivitas siswa kelas X MA. As Syafi'iyah 01 Jakarta pada
pembelajaran konsep redoks.
3. Mengetahui tanggapan siswa kelas X MA. As Syafi'iyah 01 Jakarta
terhadap

penerapan

model

pembelajaran

kooperatif

tipe

group

investigation (GI) dalam pembelajaran konsep redoks.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan
bagi guru terhadap efektivitas penggunaan model pembelajaran kooperatif

group investigation (GI) untuk meningkatkan pemahaman siswa pada konsep
redoks. Pembelajaran model group investigation (GI) ini merupakan
pengembangan dan altematif dari model konvensional seperti metode
ceramah.
Adapun manfaat penelitian ini adalah :
a. Dapat memperbaiki proses belajar mengajar mata pelajaran kimia
sehingga siswa benar-benar mampu memahami konsep redoks.
b. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru kimia dalam memilih suatu model
pembelajaran untuk meningkatkan aktifitas siswa.
c. Dapat memberi petunjuk bagi guru dalam upaya mengembangkan
ーセイ。ョァォエ@

pembelajaran.

d. Dapat memberikan sumbangan yang baik bagi sekolah dalam rangka
perbaikan pembelajaran dan peningkatan mutu proses pembelajaran,
khususnya mata pelajaran kimia.
e. Dapat memberikan informasi untuk penelitian selanjutnya.

BAB II
DESKRIPSI TEORITIS DAN HIPOTESIS

A. Hakikat Pembelajaran Konstruktivisme
1. Pengertian Konstruktivisme

Dalam pembelajaran konstruktivisme, guru berusaha sebisa
mungkin untuk memberikan sistem pembelajaran yang tidak monoton.
Pembelajaran ini banyak sekali digunakan dalam pembelajaran sains,
dengan tuntunan berikut ini: belajar sesuatu yang baru dan berusaha
mengetahui pemahaman yang telah ada lebih mendalam. Hal ini
merupakan

tahap

awal

dari

eksplorasi,

dimana

siswa

dapat

menggabungkan antara pengalaman sebelumnya dengan pengetahuan
yang

baru.

1

Metode

pembelajaran seperti

itu disebut metode

konstruktivisme.
Piaget yang dikenal sebagai konstruktivis pertama (Dahar, 1989:
159) menegaskan bahwa "pengetalman tersebut dibangun dalam pikiran
anak melalui asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah penyerapan
informasi baru dalam pikiran. Sedangkan, akomodasi adalah menyusun
kembali struktur pikiran karena adanya informasi baru, sehingga informasi
tersebut mempunyai tempat" (Russeffendi 1988: 133).2
Filsafat tentang pembelajaran, yang menunjukkan pembelajar
butuh

untuk dibangun pemahaman mereka,

yang biasa disebut

kontruktivisme. Sudah banyak diteliti dan ditulis oleh para ahli teori
perr.helajarnya, Je::iih madah

menemukan dan memahami pemecahan konsep-konsep yang sulit jika
mereka saling mendiskusikan masalah yang dihadapi dengan temannya.
Siswa yakin tujuan belajar mereka akan tercapai jika dan hanya jika

12 ... '

I

14

temannya telah mencapai tujuan tersebut. Untuk itu dalam pembelajaran
kooperatif, setiap siswa sebagai anggota kelompok bertanggung jawab
atas keberbasilan kelompoknya.
Pendekatan

13

pembelajaran

kooperatif

tidak

pendekatan pembelajaran kelompok tradisional.

sama

dengan

Kelompok belajar

tradisional disini dimaksudkan adalah kelompok belajar yang sering
diterapkan di sekolah, seperti kelompok

diskusi, kelompok tugas dan

kelompok belajar lainnya. Perbedaan kelompok belajar

pembelajaran

kooperatif dengan pembelajaran tradisional dapat dilibat pada tabel
berikut.
Tabel 2.1. Perbedaan pembelajaran Kooperatif dan Pembelajaran
Tradisional i 4

No.

Pembelajaran Kooperatf

Pembelajaran Tradisional

1.

Kepemimpinan bersama

Satu pemimpin

2.

Saling ketergantungan positif

Tidak ada saling ketergantungan

3.

Keanggotaan beterogen

Keanggotaan yang bomogen

4..

Mempelajari

keterampilan Asumsi adanya keterampilan sosial

kooperatif

5.

Tanggungjawab terbadap basil

Tanggung jawab terbadap hasil
belajar sendiri

6.

Menekankan pada tugas dan Hanya menekankan pada tugas
bubungan kooperatif

7.

Ditunjang oleb guru

Di arahkan oleb guru

8.

Satu basil kelompok

Beberapa basil individu

9.

Evaluasi kelompok

Evaluasi individu

Dari perbedan-perbedaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa
dengan pembelajaran kooperatif, siswa dapat belajar secara aktif dengan

15

siswa Iain. Dalam mempelajari suatu materi dan dalam mengerjakan
tugas-tugas, siswa dapat bekerja secara kelompok dengan siswa yang Iain
dengan kemampuan yang berbeda-beda dan hasilnya dapat dievaluasi
secara kelompok tanpa banyak bergantung pada guru. Hal ini berbeda
dengan pembelajaran tradisional, dalam pembelajaran ini siswa menjadi
belajar pasif, karena dalam proses belajar mengajar guru lebih banyak
berbicara daripada siswa. Dalam mempelajari suatu materi, siswa lebih
banyak bergantung pada penjelasan guru dan dalam mengerjakan tugastugas, siswa Iebih banyak mengerjakan sendiri, sehingga hasilnya harus
dipertanggungjawabkan sendiri tanpa ada bantuan dari orang lain.
Terdapat enam fase utama dalam pembelajaran kooperatif (Arends,
1997).

Pembelajaran

dalam

kooperatif

dimulai

dengan

guru

menginformasikan tujuan-tujuan dari pembelajaran dan memotivasi siswa
untuk belajar. Fase ini diikuti dengan penyajian informasi, sering dalam
bentuk teks bukan verbal. Kemudian dilanjutkan langkah-langkah di mana
siswa

di

bawah

bimbingan

guru

bekerja

bersama-sama

untuk

menyelesaikan tugas-tugas yang sating bergantung. Fase terakhir dari
pembelajaran kooperatif meliputi penyajian produk akhir kelompok atau
mengetes apa yang telah dipelajari oleh siswa dan pengenalan kelompok
dan usaha-usaha individu. Urutan langkah-langkah piilaku guru menurut
model pembelajaran kooperatif yang diuraikan oleh Arends (1997) adalah
sebagaimana terlihat pada tabel 2.2 berikut. 15

16

Tabel 2. Sintaks Pembelajaran Kooperatif
Fase

Tingkah Laku Guru

Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran
Fase 1:
Menyampaikan tujuan dan yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan
memotivasi siswa belaiar
memotivasi siswa
Guru menyajikan informasi kepada siswa
Fase 2:
denganjalan demonstrasi atau lewat bahan
Menyajikan informasi
bacaan.
Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana
Fase 3:
Mengorganisasikan siswa
caranya membentuk kelompok belajar dan
membantu setiap kelompok agar melakukan
ke dalam kelompokkelompok belaiar
transisi secara efisien
Guru membimbing kelompok-kelompok belajar
Fase 4:
Membimbing kelompok
pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.
bekeria dan belaiar
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi
Fase 5:
Evaluasi
yang telah dipelajari atau masing-masing
kelomPOk mempresentasikan hasil kerjanya.
Guru
mencari cara-cara untuk menghargai baik
Fase 6:
Memberikan penghargaan
upaya maupun hasil belajar individu dan
kelompok.
Walaupun pnns1p dasar pembelajaran kooperatif tidak berubah,
terdapat beberapa variasi dari model tersebut. Ada empat pendekatan
pembelajaran kooperatif (Arends, 2001). Di sini akan diuraikan secara ringkas
masing-masing pendekatan tersebut.

a. Student Teams Achievement Division (STAD)
STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya
di Universitas John Hopkin dan merupakan pendekatan pembelajaran
kooperatif yang paling sederhana. Guru yang menggunakan STAD,
juga mengacu kepada belajar kelompok siswa, menyajikan informasi
akademik baru kepada siswa setiap minggu menggunakan presentasi
verbal atau teks. Siswa dalam suatu kelas tertentu dipecah menjadi
kelompok dengan anggota 4-5 orang, setiap kelompok haruslah
heterogen, terdiri dari laki-laki dan

ョ・イュオ。セ@

hm

Dokumen yang terkait

Penerapan pembelajaran kooperatif model group investigation untuk meningkatkan hasil belajar sosiologi SMA SIT Fajar Hidayah Kotawisata-Cibubur: penelitian tindakan di SMA Fajar Hidayah pada kelas X

0 6 75

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (Gi) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas V Sdit Bina Insani ( Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Sdit Bina Insani Kelas V Semester Ii Serang-Banten )

0 3 184

IMPLEMENTASI METODE KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

0 6 183

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION DAN PEMAHAMAN KONSEP AWAL TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA.

1 5 33

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbasis lingkungan untuk meningkatkan aktivitas belajar ipa pada siswa kelas iv sd ne

0 1 14

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI) DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA Penerapan Pembelajaran Kooperatif Group Investigation (GI) Dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Persegi Panjang dan perseg

0 1 17

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN SETRATEGI GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Dengan Setrategi Group Investigation Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA Kelas IV SD N 01 Ngunut

0 1 13

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA.

0 0 42

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GLOBALISASI.

0 0 5

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PERJUANGAN MELAWAN PENJAJAHAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION.

0 0 5