Laporan Individu Pendampingan Keluarga KKN PPM UNUD Periode XIII Tahun 2016 Desa Padangkerta - Kecamatan Karangasem - Kabupaten Kadangkerta.

(1)

i LAPORAN PENDAMPINGAN KELUARGA KKN-PPM UNUD

PERIODE XIII TAHUN 2016

DESA : PADANGKERTA KECAMATAN : KARANGASEM KABUPATEN : KARANGASEM

OLEH :

I MADE KRISNARYANA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

1306105130

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN

KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

UNIVERSITAS UDAYANA


(2)

ii KATA PENGANTAR

Puja dan Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas berkat rahmat Ida Sang Hyang Widhi Wasa penulis dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Kegiatan KK Dampingan yang menjadi program wajib dari kegiatan KKN-PPM Tematik Universiras Udayana.Penulis melaksanakan program KK Dampingan di Desa Padangkerta lingkungan Padangkerta Tengah. Yangmana penulis mendampingi keluarga dari Gusti Nyoman Kebun selama berlangsungnya program KKN ini yaitu dari tanggal 23 Juli – 29 Agustus 2016.

Pelaksanaan program serta kegiatan ini mendapat banyak petunjuk, bimbingan, saran, dan motivasi dari berbagai pihak. Sehubung dengan hal tersebut pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

 Made Swanendri, ST, MT selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yang telah memberikan bimbingan serta petunjuk dalam pelaksanaan program ini.

 Ida Bagus Eka Ananta Wijaya, S.STP..MAP sebagai Lurah Desa Padangkerta atas informasi dan data yang telah diberikan kepada penulis.

 Kepala Lingkungan Telutug I Wayan Sudiarsa yang telah membantu mahasiswa untuk mencari KK Dampingan

 Keluarga I Wayan Merta, selaku KK Dampingan yang telah bekerjasama dengan baik

 Teman-teman kelompok KKN-PPM Tematik XIII Universitas Udayana Desa Padangkerta Karangasem atas dukungan dan kerjasamanya

 Serta pihak-pihakyang telah memberikan bantuan dalam penulisan laporan ini

Tentu penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari yang diharapkan oleh para pembaca karena keterbatasan kemampuan serta referensi yang penulis miliki. Penulis mohon maaf dan sekaligus mohon saran yang membangun dari para pembaca dalam memperbaiki tugas ini. Harapan penulis semoga laporan pelaksanaan program pokok


(3)

iii nontemaKK dampingan ini dapat berguna bagi kita semua untuk menambah wawasan kita. Atas perhatiannya,penulis ucapkan terima kasih.

Padangkerta, 25 Agustus 2016


(4)

iv DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv

BAB I GAMBARAN UMUM KELUARGA DAMPINGAN ... 1

1.1 Deskripsi Keluarga Dampingan ... 1

1.2 Ekonomi KeluargaDampingan ... 2

BAB II IDENTIFIKASI DAN PRIORITAS MASALAH ... 4

2.1 Permasalahan Keluarga ... 4

2.2 Masalah Prioritas ... 4

BAB III USULAN PENSOLUSIAN MASALAH ... 6

3.1 Program KK Dampingan... 6

3.1 Jadwal Kegiatan ... 7

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL, DAN KENDALA PENDAMPINGAN KELUARGA………. ... 9

4.1 Waktu ... 9

4.2 Lokasi ... 9

4.3 Pelaksanaan ... 9

4.4 Hasil ... 9

4.4.1 Pendampingan Program Penataan Lingkungan ... 9

4.4.2 Pendampingan Program Pendidikan ... 10

4.4.3 Realisasi Biaya ... 10

4.5 Kendala ... 10

BAB V PENUTUP ... 12

5.1 Simpulan ... 14

5.2 Rekomendasi ... 14 LAMPIRAN


(5)

(6)

1 BAB I

GAMBARAN UMUM KELUARGA DAMPINGAN

1. 1 Deskripsi Keluarga Dampingan

Kuliah Kerja Nyata dan Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKN PPM) merupakan salah satu kegiatan khusus dar iUniversitas Udayana yang diselenggarakan berdasarkan UUD 1945 dan Undang-UndangNomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional juncto Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 tahun 1999 tentangPendidikan Tinggi dan merupakan salah satu bentuk kegiatan wajib yang dilakukan oleh mahasiswa di setiap desa desa yang telah ditentukan. Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat ( KKN PPM ) merupakan bentuk penegasan loyalitas dan soliditas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat ( LPPM ) untuk mewujudkan visi dan misi UNUD. Dimana tujuan dari program ini secara khusus adalah untuk mensinergikan pemberdayaan masyarakat dalam mengangkat potensi yang dimiliki daerah yang menjadisasaran KKN PPM.

Salah satu kegiatan khusus dari KKN PPM adalah program KKdampingan. Program inimerupakan salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa peserta KKN PPM untuk mendampingi salah satu keluarga yang termasuk dalam Rumah Tangga Miskin (RTM) yang berada pada lokasi atau tempat dimana mahasiswa KKN. Pada kegiatan KKN PPM XIII ini penulis mendapat kesempatan untuk mendampingi salah satu keluarga yang ada di lingkungan Telutug, yang berada di Kelurahan Padangkerta yang bernama bapak I Wayan Merta. Beliau merupakan kepala keluarga dari keluarga sangat sederhana yang mempunyai seorang istri bernama Ni Ketut Niri dan dua orang anak bernama Wayan Sintyawati dan Kadek Diah Adnyani. Beliau bersama keluarga tinggal di sebuah rumah yang terbilang tidak cukup luas namun terasa nyaman bagi beliau dan keluarga. Pak WayanMerta yang hanyalah seorang buruh tani yang mengontrak lahan orang lainuntuk di garap, sementara sang istri hanyalah buruh harian yang hanya bekerja jika ada kerjaan saja.


(7)

2

Bapak I Wayan Merta merupakan sosok ayang yang bertanggung jawab dan pekerja keras. Beliau yang bekerja di sawah tidak pernah menyerah untuk mengais rejeki demi menghidupi kedua anaknya yang pertama duduk di bangku SMP dan anaknya yang kedua duduk di bangku SD dan bersekolah di SD Negeri 3 Padangkerta itu. Sosok pak wayan Merta tidak pernah mengenal lelah, dari matahari terbit hingga terbenam beliau mencari rejeki. Tidak hanya bekerja disawah saja tetapi beliau juga terkada pergi ke pasar Karangasem untuk menjadi buruh angkut. Walau pendapatannya tidak seberapa tetapi cukup untuk membeli kebutuhan beliau esok harinya.

1. 2 Ekonomi Keluarga Dampingan

Seperti yang sudah dijelaskan tadi Pak Merta adalah seorang buruh tani dan buruh angkut yang penghasilannya tidaklah seberapa, dan juga sang istri yang hanya bekerja sebagai buruh lepas jadi ketika ada yang mengajak bekerja baru beliau bekerja jika tidak ada maka beliau hanya diam di rumah saja. Pendidikan menjadi factor utama pak Merta sulit mendapatkan pekerjaan, beliau hanyalah tamatan SD saja sementara istri beliau juga tamatan SD. Dari hasil berkebun di sawah Pak wayan Merta hanya mendapatkan hasil paling banyak Rp. 1.000.000,- itupun jika hasil panen baik ditambah lagi beliau harus membayar kontrakan lahan sebesar Rp. 1.500.000,- per enam bulan kepada pemilik lahan, jikan panen sawah garapan beliau hasilnya baik maka biaya kontrakan akan tertutupi, tetapi jika sawah dari Pak Merta menghasilkannya kurang baik maka akan kurang dan beliau akan mencari rejeki tambahan sebagai buruh angkut di pasar.

Tidak berbeda jauh dengan sang istri yang hanya tamtatan SD saja, beliau hanya mendapatkan upah sebesar Rp.50.000,- dalam sekali kerja. Terkadang upah yang beliau dapatkan tidak full beliau bawa pulang, beliau harus membayar untuk kebutuhannya tempat beliau bekerja. Dengan kondisi seperti ini Pak Merta juga harus membayar uang sekolah anaknya, tetapi beliau tidak pantang menyerah dan mengeluh, beliau berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup dari keluarga beliau, mulai dari kebutuhan pokok hingga kebutuhan pendidikan kedua anaknya. Beliau menginginkan agar kelak anaknya tidak berhenti sekolah sampai ssekolah dasar eperti mereka.


(8)

3

Beliau berharap dapat menyekolahkan anaknya sampai jenjang yang lebih tinggi.


(9)

4 BAB II

IDENTIFIKASI DAN PRIORITAS PERMASALAHAN

2. 1Permasalahan Keluarga

Dari hasil survey dan kunjungan ke rumah KK dampingan, identifikasi masalah yang terdapat pada keluarga I Wayan Merta adalah identifikasi masalah sebagai berikut :

Tabel 2.1 Identifikasi Permasalahan Keluarga Dampingan

2. 2Masalah Prioritas

Dari identifikasi permasalah yang telah disebutkan diatas, akan dipilih masalah yang akan lebih diprioritaskan dalam program keluarga dampingan ini, berdasarkan kemampuan mahasiswa dalam analisis kesempatan, uang, waktu, alat, dan tenaga (KUWAT). Adapun permasalahan yang diprioritaskan yaitu :

Tabel 2.2 Masalah Prioritas yang Terdapat Pada Keluarga Dampingan

No. Masalah Prioritas Alasan

No. Permasalahan Bidang Permasalahan

1 Tidak mempunyai tolilet, numpang di toliet saudara yang berda dalam satu pekarangan rumah

Prasarana Fisik

2 Dapur yang kurang layak untuk aktivitas masak-memasak

Prasarana Fisik

3 Tidak ada sarana transpostasi pribadi sehingga harus berjalan kemanapun beliau mau pergi, seperti ke pasar dan sawah misalnya

Prasarana Fisik

4 Kondisi sekitar lingkungan sawah yang digarap KK dampingan kurang tertata dengan baik dan banyak di tumbuhi rumput liat sehingga mengganggu tanaman yang ditanam oleh KK dampingan.

Prasarana Fisik

5 Kondisi pendidikan anak dari KK dampingan masih kurang mengerti tentang pelajaran yang didapat di sekolahnya.

Peningkatan Pendidikan


(10)

5

1. Kondisi sekitar lingkungan sawah yang digarap KK dampingan kurang tertata dengan baik dan banyak di tumbuhi rumput liat sehingga mengganggu tanaman yang ditanam oleh KK dampingan.

Melihat kebun atau sawah garapan dari pak Merta yang cukup luas dan dirasa pak merta kurang sanggup untuk mengerjakan sendiri.

Dengan demikian

banyak rumput liar yang tumbuh di sekitar

tanaman dan juga

pondokan yang ada di kebun dan sawah pak

Merta sehingga

mengganggu dan

kurang enak di pandang mata.

2. Kondisi pendidikan anak dari KK dampingan masih kurang mengerti tentang pelajaran yang didapat di sekolahnya.

Setelah melakukan

survey dan beberapa kali pertemuan didapat permasalahan

pendidikan dari anak kk dampingan. Dimana

anak dari kk

dampingan tersebut masih kurang paham mengenai apa yang

telah diajarkan


(11)

6 BAB III

USULAN SOLUSI PERMASALAHAN

3.1Program

Tabel 3.1 Program KK Dampingan

No. Program Usulan Deskripsi

1. Program Penataan lingkungan.

 Penataan atau pembersihan lingkungan sekitar sawah garapan KK dampingan.

Melakukan kegiatan bersih bersih dengan cara memotong rumput yang mengganggu areal sawah dan juga pondok yang terdapat di sawah garapan kk dampingan. 2. Peningkatan Kualitas Pendidikan anak dari KK

dampingan.

 Memberikan bantuan berupa pengajaran atau seperti les untuk membantu pendidikan anak kk dampingan

Kegiatan ini akan dilakukan

untuk membantu proses

belajar dari anak KK

dampingan agar lebih

mengerti dan paham

mengenai apa yang telah diajakran oleh gurunya di sekolah agar nantinya anak dari kk dampingan tidak tertinggal pelajaran sehingga berimbas kepada nilainya. Dengan adanya program ini diharapkan dapat membantu

mendongkrak semangat

belajar dan berujung pada nilai anak KK dampingan tersebut.

3.2Jadwal Kegiatan

Tabel 3.2 Jadwal Kegiatan KK Dampingan


(12)

7

1. Sabtu, 30 Juli 2016 11.00 – 16.00

(5 jam)

Berkunjung dan

berbincang-bincang dengan KK dampingan.

2. Minggu, 31 Juli 2016 19.00 - 21.00 (3 jam)

Melaksanakan kegiatan pengajaran atau les terhadap anak KK dampingan. 3. Jumat, 5 Agustus 2016 18.00 – 21.00

(3 jam)

Melaksanakan kegiatan pengajaran atau les terhadap anak KK dampingan. 4. Sabtu, 6 Agustus 2016 18.00 -21.00

(3 jam)

Melaksanakan kegiatan pengajaran atau les terhadap anak KK dampingan. 5. Minggu, 7 Agustus 2016 12.00 – 19.00

(7 jam)

Melakukan kegiatan bersih bersih di sawah garapan KK dampingan.

6. Kamis, 11 Agustus 2016 16.00 – 21.00 (5 jam)

Bersih-bersih di rumah KK dampingan dan

Melaksanakan kegiatan pengajaran atau les terhadap anak KK dampingan. 7. Sabtu, 13Agustus 2016 13.00 – 19.00

(6 jam)

Melakukan kegiatan bersih bersih di sawah garapan KK dampingan.

8. Selasa, 16Agustus 2016 13.00 – 19.00 (6 jam)

Membantu menanam pohon untuk di pondok dan mengajar anak kk

dampingan. 9. Rabu, 17 Agustus 2016 13.00 – 20.00

(7 jam)

Membantu membersihkan rumah KK dampingan, kemudian membantu


(13)

8

membersihkan rumput liar dan memanen singkong. 10. Kamis, 18 Agustus 2016 18.00 – 21.00

(3 jam)

Melaksanakan kegiatan pengajaran atau les terhadap anak KK dampingan. 11. Sabtu, 20 Agustus 2016 15.00 – 20.00

(5 jam)

Mengajarkan anak KK dampingan dan bersih-bersih di rumah kk dampingan. 12. Minggu, 21Agustus 2016 11.00 – 16.00

(5 jam)

Membantu KK dampingan di sawah garapannya. 13. Senin, 22 Agustus 2016 14.00 – 21.00

(7 jam)

Bersih bersih di rumah KK dampingan dan

Mengajarkan anak KK dampingan

14. Selasa, 23 Agustus 2016 14.00 – 21.00 (7 jam)

Membantu bersih bersih di sawah dan bersih bersih di rumah KK dampingan 15. Rabu, 24 Agustus 2016 14.00 – 21.00

(7 jam)

Mengajar les pada anak kk dampingan

16. Kamis, 25 Agustus 2016 14.00 – 21.00 (7 jam)

Bersih – bersih di rumah kk dampingan dan

mengajar les pada anak kk dampingan

17. Jumat, 26 Agustus 2016 14.00 – 21.00 (7 jam)

Bersih – bersih di rumah kk dampingan dan

mengajar les pada anak kk dampingan

18. Sabtu, 27 Agustus 2016 14.00 – 21.00 (7 jam)

Bersih – bersih di rumah kk dampingan dan

mengajar les pada anak kk dampingan

19. Minggu, 28 Agustus

2016

14.00 – 21.00 (7 jam)

Perpisahan Dengan KK dampingan.


(14)

(15)

9 BAB IV

PELAKSANAAN, HASIL DAN KENDALA PENDAMPINGAN KELUARGA

4.1 Waktu

Pelaksanaan kegiatan KK Dampingan dilakukan penulis selama masa kegiatan KKN-PPM Unud dari tanggal 23 Juli sampai 29 Agustus 2016. Waktu kunjungan penulis sebanyak 23 kali yang disesuaikan dengan program-program lain dalam kegiatan KKN PPM UNUD.

4.2 Lokasi

Lokasi pelaksanaan kegiatan KK Dampingan tersebar di 13 lingkungan di Desa Padangkerta. Namun penulis mendapat lokasi KK Dampingan di Lingkungan Telutug dengan mendampingi keluarga I Wayan Kaler.

4.3 Pelaksanaan

Pelaksanaan KK Dampingan dikakukan selama lima minggu yaitu selama berlangsungnya program KKN-PPM UNUD 2016 dari tanggal 23 Juli sampai 29 Agustus 2016. Sebagai mahasiswa peserta KKN-PPM UNUD, penulis diwajibkan untuk mendapatkan dan melaksanakan program KK Dampingan. Program KK Dampingan ini sendiri merupakan program individu dari setiap mahasiswa yang menajdi peserta KKN. Mahasiswa peserta KKN juga wajib untuk melakukan pendampingan terhadap KK dampingan minimal sebanyak 15 kali kunjungan dengan tujuan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi KK Dampingan dan mencoba untuk membantu memberikan solusi atas permasalahn yang dihadapi oleh KK Dampingan. Penulis dalam melaksanakan program KK Dampingan ini melakukan pendampingan sebanyak 19 kali selama berlangsungnya program KKN-PPM UNUD ini.

4.4 Hasil

4.4.1 Pendampingan Program Penataan Lingkungan

Permasalahan yang pak Merta hadapi salah satunya yaitu dalam bidang lingkungan. Yangmana lingkungan sawah garapan pak Merta masih tergolong kurang baik penataannya, banyak rumput liar yang tumbuh sehingga menggangu tanaman yang di tanam oleh pak Merta. Tentunya dengan kondisi seperti itu dapat membuat lahan garapan pak Merta gagal panen. Tidak hanya itu, jika saja terdapat


(16)

10

banyak rumput yang tinggi dan menjadi sebuah semak – semak akan berpotensi mendatangkan ular yang nantinya dapat membahayakan pak Merta. Dengan demikian penulis melaksanakan program penataan lingkungan untuk menanggulangi hal tersebut. Pelaksananan program ini penulis lakukan dengan membantu melakukan pembersihan terhadap seluruharea lahan garapan sawah pak Merta. Penulis melakukan kegiatan dengan memtong rumput yang berpotensi menjadi rumah ular dan membersihkan tanaman-tanaman pengganggu di area lahan garapan pak Merta.

4.4.2 Peningkatan Pendidikan Anak KK Dampingan

Program kedua yaitu program pendidikan dimana terdapat permasalahan yaitu anak dari KK dampingan tersebut tidak paham mengenai materi yang diajarkan oleh guru di sekolahnya. Hal ini memang menjadi prioritas karena jika anak dari KK dampingan tersebut tidak mengerti materi yang di ajarkan oleh gurunya maka ia akan ketinggalan pelajaran, sehingga nantinya jika ada materi baru akan menambah pikiran anak tersebut. Dengan demikian anak tersebut akan berpengaruh pada nilainya saat ulangan di sekolah dan juga nantinya dapat menyembabkan anak dari KK dampinggan tidak naik kelas dan mengalami depresi sehingga memutuskan untuk berhenti bersekolah. Untuk menanggulangi hal tersebut, penulis mengajarkan kembali apa yang telah di ajarkan oleh gurunya disekolah. Metode pengajaran yang digunakan penulis membuat semenyenangkan mungkin, dengan memberikan sebuah reward berupa permen atau jajanan yang di sukai oleh anak – anak. Sehingga nantinya akan menimbulkan niat belajar anak tersebut. Dengan pendidikan ini diharapkan anak dari KK dampingan mampu menyerap materi yang disampaikan oleh guru di sekolahnya, dan memperoleh nilai yang cukup baik sehingga dapt meneruskan pendidikan setinggi – tingginya. Dan semoga kelak anak ini akan mampu membantu kedua orang tuanya dalam hal ekonomi dan merubah nasib keluarganya.

4.4.3 Realisasi Biaya

Dalam melaksanakan program-program yang telah direncanakan sebelumnya, penulis mengeluarkan biaya sebagai berikut:

Tabel 4.1 Realisasi Biaya


(17)

11

1. Makanan 40.000

2. cangkul 55.000

3. buku 30.000

4. sembako 100.000

Total 225.000

4.5 Kendala

Selama proses pendampingan KK Dampingan, penulis tidak terlalu mendapat kendala. Selama pelaksanaan program kk dampingan penulis merasa telah menjadi bagian anggota keluarganya. Sama sekali tidak terdapat jarak antara penulis dengan keluarga dampingan.


(18)

12 BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan

Dari hasil pembahasan di atas, dapat disimpulkan jika keluarga Pak Merta adalah keluarga yang tergolong ekonomi menengah ke bawah dengan pendapatan yang pas – pasan namun harus mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Permasalahan yang dihadapi Pak Merta adalah masalah pendidikan bagi anaknya dan juga masalah penataan lingkungan. permasalahan penataan lingkungan yang dihadapi oleh pak Merta yaitu begitu luasnya lahan namun pak merta tidak bisa rutin merawat lahannya agar tidak tumbuh rumput yang berpotensi menjadi srang ular. Kemudian di pendidikan, anak pak merta tidak dapat memahami pelajaran yang di dapat dari sekolahnya. Dengan demikian, program yang penulis laksanakan adalah program penataan lingkungan dan pendidikan. Dan pada tanggal 28 Agustus 2016 penulis memberikan sedikit kenang-kenangan yaitu memberikan sembako untuk keluarga Pak Merta

5.2 Rekomendasi

Program KK Dampingan yang dilaksanakan oleh mahasiswa dimaksudkan untuk membantu pemberdayaan keluarga dengan meningkatkan kepedulian dan kemampuan mahasiswa dalam mempelajari dan mengatasi permasalahan keluarga melalui bantuan penyusunan rencana dan pendampingan dengan sasaran keluarga yang tergolong ke dalam kategori keluarga pra sejahtera.

Rekomendasi yang dapat diberikan penulis adalah agar dalam pelaksanaan program KK Dampingan KKN-PPMUNUD selanjutnya, panitia lebih rinci menjelaskan mengenai kegiatan ini dan memberikan format yang jelas sehingga mahasiswa peserta KKN-PPM UNUD memahami proses dalam mencari data dan melaksanakan program pendampingan keluarga tersebut. Dan rekomendasi bagi mahasiswa peserta KKN PPM UNUD berikutnya agar memahami dengan baik mengenai program KK Dampingan tersebut dari mulai pembekalan sehingga pada saat pelaksanaan KKN, mahasiswa peserta KKN PPM UNUD telah memiliki pengetahuan


(19)

13

yang memadai dan dapat mempersiapkan diri serta waktu dalam melakukan kunjungan ke rumah KK Dampingan.


(20)

14 LAMPIRAN

1. DOKUMENTASI KEGIATAN

Gambar 1 program peningkatan pendidikan


(1)

BAB IV

PELAKSANAAN, HASIL DAN KENDALA PENDAMPINGAN KELUARGA

4.1 Waktu

Pelaksanaan kegiatan KK Dampingan dilakukan penulis selama masa kegiatan KKN-PPM Unud dari tanggal 23 Juli sampai 29 Agustus 2016. Waktu kunjungan penulis sebanyak 23 kali yang disesuaikan dengan program-program lain dalam kegiatan KKN PPM UNUD.

4.2 Lokasi

Lokasi pelaksanaan kegiatan KK Dampingan tersebar di 13 lingkungan di Desa Padangkerta. Namun penulis mendapat lokasi KK Dampingan di Lingkungan Telutug dengan mendampingi keluarga I Wayan Kaler.

4.3 Pelaksanaan

Pelaksanaan KK Dampingan dikakukan selama lima minggu yaitu selama berlangsungnya program KKN-PPM UNUD 2016 dari tanggal 23 Juli sampai 29 Agustus 2016. Sebagai mahasiswa peserta KKN-PPM UNUD, penulis diwajibkan untuk mendapatkan dan melaksanakan program KK Dampingan. Program KK Dampingan ini sendiri merupakan program individu dari setiap mahasiswa yang menajdi peserta KKN. Mahasiswa peserta KKN juga wajib untuk melakukan pendampingan terhadap KK dampingan minimal sebanyak 15 kali kunjungan dengan tujuan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi KK Dampingan dan mencoba untuk membantu memberikan solusi atas permasalahn yang dihadapi oleh KK Dampingan. Penulis dalam melaksanakan program KK Dampingan ini melakukan pendampingan sebanyak 19 kali selama berlangsungnya program KKN-PPM UNUD ini.

4.4 Hasil

4.4.1 Pendampingan Program Penataan Lingkungan

Permasalahan yang pak Merta hadapi salah satunya yaitu dalam bidang lingkungan. Yangmana lingkungan sawah garapan pak Merta masih tergolong kurang baik penataannya, banyak rumput liar yang tumbuh sehingga menggangu tanaman yang di tanam oleh pak Merta. Tentunya dengan kondisi seperti itu dapat membuat lahan garapan pak Merta gagal panen. Tidak hanya itu, jika saja terdapat


(2)

banyak rumput yang tinggi dan menjadi sebuah semak – semak akan berpotensi mendatangkan ular yang nantinya dapat membahayakan pak Merta. Dengan demikian penulis melaksanakan program penataan lingkungan untuk menanggulangi hal tersebut. Pelaksananan program ini penulis lakukan dengan membantu melakukan pembersihan terhadap seluruharea lahan garapan sawah pak Merta. Penulis melakukan kegiatan dengan memtong rumput yang berpotensi menjadi rumah ular dan membersihkan tanaman-tanaman pengganggu di area lahan garapan pak Merta.

4.4.2 Peningkatan Pendidikan Anak KK Dampingan

Program kedua yaitu program pendidikan dimana terdapat permasalahan yaitu anak dari KK dampingan tersebut tidak paham mengenai materi yang diajarkan oleh guru di sekolahnya. Hal ini memang menjadi prioritas karena jika anak dari KK dampingan tersebut tidak mengerti materi yang di ajarkan oleh gurunya maka ia akan ketinggalan pelajaran, sehingga nantinya jika ada materi baru akan menambah pikiran anak tersebut. Dengan demikian anak tersebut akan berpengaruh pada nilainya saat ulangan di sekolah dan juga nantinya dapat menyembabkan anak dari KK dampinggan tidak naik kelas dan mengalami depresi sehingga memutuskan untuk berhenti bersekolah. Untuk menanggulangi hal tersebut, penulis mengajarkan kembali apa yang telah di ajarkan oleh gurunya disekolah. Metode pengajaran yang digunakan penulis membuat semenyenangkan mungkin, dengan memberikan sebuah reward berupa permen atau jajanan yang di sukai oleh anak – anak. Sehingga nantinya akan menimbulkan niat belajar anak tersebut. Dengan pendidikan ini diharapkan anak dari KK dampingan mampu menyerap materi yang disampaikan oleh guru di sekolahnya, dan memperoleh nilai yang cukup baik sehingga dapt meneruskan pendidikan setinggi – tingginya. Dan semoga kelak anak ini akan mampu membantu kedua orang tuanya dalam hal ekonomi dan merubah nasib keluarganya.

4.4.3 Realisasi Biaya

Dalam melaksanakan program-program yang telah direncanakan sebelumnya, penulis mengeluarkan biaya sebagai berikut:

Tabel 4.1 Realisasi Biaya


(3)

1. Makanan 40.000

2. cangkul 55.000

3. buku 30.000

4. sembako 100.000

Total 225.000

4.5 Kendala

Selama proses pendampingan KK Dampingan, penulis tidak terlalu mendapat kendala. Selama pelaksanaan program kk dampingan penulis merasa telah menjadi bagian anggota keluarganya. Sama sekali tidak terdapat jarak antara penulis dengan keluarga dampingan.


(4)

BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan

Dari hasil pembahasan di atas, dapat disimpulkan jika keluarga Pak Merta adalah keluarga yang tergolong ekonomi menengah ke bawah dengan pendapatan yang pas – pasan namun harus mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Permasalahan yang dihadapi Pak Merta adalah masalah pendidikan bagi anaknya dan juga masalah penataan lingkungan. permasalahan penataan lingkungan yang dihadapi oleh pak Merta yaitu begitu luasnya lahan namun pak merta tidak bisa rutin merawat lahannya agar tidak tumbuh rumput yang berpotensi menjadi srang ular. Kemudian di pendidikan, anak pak merta tidak dapat memahami pelajaran yang di dapat dari sekolahnya. Dengan demikian, program yang penulis laksanakan adalah program penataan lingkungan dan pendidikan. Dan pada tanggal 28 Agustus 2016 penulis memberikan sedikit kenang-kenangan yaitu memberikan sembako untuk keluarga Pak Merta

5.2 Rekomendasi

Program KK Dampingan yang dilaksanakan oleh mahasiswa dimaksudkan untuk membantu pemberdayaan keluarga dengan meningkatkan kepedulian dan kemampuan mahasiswa dalam mempelajari dan mengatasi permasalahan keluarga melalui bantuan penyusunan rencana dan pendampingan dengan sasaran keluarga yang tergolong ke dalam kategori keluarga pra sejahtera.

Rekomendasi yang dapat diberikan penulis adalah agar dalam pelaksanaan program KK Dampingan KKN-PPMUNUD selanjutnya, panitia lebih rinci menjelaskan mengenai kegiatan ini dan memberikan format yang jelas sehingga mahasiswa peserta KKN-PPM UNUD memahami proses dalam mencari data dan melaksanakan program pendampingan keluarga tersebut. Dan rekomendasi bagi mahasiswa peserta KKN PPM UNUD berikutnya agar memahami dengan baik mengenai program KK Dampingan tersebut dari mulai pembekalan sehingga pada saat pelaksanaan KKN, mahasiswa peserta KKN PPM UNUD telah memiliki pengetahuan


(5)

yang memadai dan dapat mempersiapkan diri serta waktu dalam melakukan kunjungan ke rumah KK Dampingan.


(6)

LAMPIRAN 1. DOKUMENTASI KEGIATAN

Gambar 1 program peningkatan pendidikan