Hubungan Beban Kerja Dengan Produktivitas Kerja Pada Pekerja Montir Auto 2000 Amplas Tahun 2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Pembangunan

ketenagakerjaan

ditujukan

untuk

peningkatan,

pembentukan, dan pengembangan tenaga kerja yang berkualitas dan produktif.
Kebijakan yang mendorong tercapainya pembangunan ketenagakerjaan adalah
perlindungan tenaga kerja (Budiono, 2003).
Menurut UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 86 Tentang Ketenagakerjaan yaitu
untuk melindungi keselamatan pekerja/buruh guna mewujudkan produktivitas
kerja yang optimal diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja.
Perlindungan tenaga kerja meliputi aspek yang cukup luas yaitu perlindungan

keselamatan, kesehatan, pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai
dengan martabat manusia dan moral bangsa. Perlindungan tersebut bertujuan
untuk memberikan jaminan keselamatan dan meningkatkan derajat kesehatan
para pekerja.
Tujuan dari kesehatan kerja yaitu untuk menciptakan tenaga kerja yang
sehat dan produktif. Tujuan kesehatan kerja dapat tercapai apabila didukung oleh
lingkungan kerja yang memenuhi syarat-syarat kesehatan. Salah satu tujuan dari
pelaksanaan kesehatan kerja dalam bentuk operasional adalah pencegahan
kelelahan dan meningkatakan kegairahan serta nikmat kerja (Suma’mur, 2009).
Pekerja dalam perusahaan merupakan sumber daya yang harus selalu dievaluasi,
karena merupakan faktor kunci keberhasilan dan penentu masa depan perusahaan.
Pekerja memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan dalam waktu
tertentu yang merupakan beban kerja bagi pekerja tersebut. Pekerjaan dibagi-bagi

Universitas Sumatera Utara

dalam beberapa bagian agar pekerja dapat melakukan pekerjaannya dengan baik.
Pembagian kerja dapat memberikan penjelasan bagi para pekerja untuk melaksanakan
tugasnya sesuai dengan beban kerja yang menjadi tanggung jawabnya.
Pekerja bagian produksi memiliki beban kerja untuk menghasilkan produk

dalam jumlah dan waktu tertentu yang menjadi target perusahaan (Sinugan,2009).
Perusahaan merupakan organisasi yang berorientasi pada keuntungan sehingga
sangat memperhatikan produktivitas. Dalam dunia kerja perusahaan memiliki
masalah-masalah tersendiri, salah satunya adalah masalah produktivitas pekerja dalam kerja.
Semakin ketat persaingan antara perusahaan saat ini menuntut perusahaan mampu bertahan
dan berkompetisi dengan perusahaan lain. Salah satu yang dapat ditempuh
perusahaan agar mampu bertahan adalah dengan meningkatkan produktivitas kerja
(Sastrohadiwiryo, 2005).
Pekerja diharapkan dapat bekerja dengan hasil yang maksimal demi
memperoleh produktivitas kerja yang tinggi, namun pekerja memiliki keterbatasan
kemampuan dalam bekerja sehingga pekerja sering tidak mampu menyelesaikan beban kerja
yang diberikan perusahaan dengan batasan waktu, jumlah dan tingkat kesulitan
tertentu. Beban kerja yang ditanggung pekerja satu dengan yang lainnya tidak sama
karena jenis pekerjaan yang beragam. Tinggi rendahnya beban kerja tergantung dari tingkat
kompleksitas prosedur kerja, tuntutan kerja, tempo kerja, dan tanggung
jawab pekerjaan yang tidak sama (Irawati,2012).
Menjalankan tuntutan tugas merupakan salah satu bagian dari aspek beban
kerja. Manuaba (2000) menyatakan beban kerja dapat berupa tuntutan tugas atau
pekerjaan, organisasi dan lingkungan kerja. Jika kemampuan pekerja lebih tinggi
daripada tuntutan pekerjaan makan akan muncul perasaan bosan. Sebaliknya jika


Universitas Sumatera Utara

kemampuan pekerja lebih rendah daripada tuntutan pekerjaan, maka akan muncul
kelelahan yang berlebih.
Beban kerja yang terlalu tinggi merupakan salah satu sumber stress,
dimana stress dapat menimbulkan penyakit fisik dan psikologis yang pada
akhirnya dapat mengganggu produktivitas karyawan. Pada dasarnya, aktivitas
manusia dapat digolongkan menjadi kerja fisik (otot) dan kerja mental (otak).
Meskipun tidak dapat dipisahkan, namun masih dapat dibedakan pekerjaan
dengan dominasi fisik dan pekerjaan dengan dominasi aktivitas mental
(Cain,2007).
Irawati (2012) menyimpulkan secara simultan beban kerja fisik dan beban kerja
mental berpengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan Sentra Kredit
Konsumen (SKK). Beban kerja fisik secara parsial berpengaruh signifikan terhadap
produktivitas dan beban kerja mental memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
produktivitas. Studi-studi terdahulu yang telah dilakukan masih memperdebatkan
bahwa pekerja yang produktif akan lebih puas, bukan pekerja yang puas akan
lebih produktif.
Minarsih (2011) juga memperoleh hasil pengukuran terdapat lebih dari

separuh beban kerja perawat tinggi menyebabkan rendahnya produktivitas
perawat tersebut. Hal yang menyebabkan tingginya beban kerja yang ditemukan
adalah jam kerja yang berlebih, tekanan kerja yang tinggi terhadap perawat dan
rendahnya kepuasan perawat terhadap pekerjaannya.
Budianto (2013) menarik kesimpulan adanya pengaruh signifikan antara
beban kerja dengan produktifitas kerja pada karyawan CV. Manggis Rotan Jepara.

Universitas Sumatera Utara

Peneliti menemukan bahwa beban kerja pada kategori sedang dapat membuat
produktivitas kerja tinggi.
Berdasarkan Profil Umum Bengkel Auto 2000 Amplas, PT. Astra
International Tbk. Toyota Sales Operation cabang Pasteur (AUTO 2000) adalah
jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota
yang manajemennya ditangani penuh oleh PT. Astra International Tbk salah
satunya adalah AUTO 2000 Amplas Medan. Sebagai perusahaan yang bergerak
dalam bidang penjualan, perawatan, berbaikan dan penyediaan suku cadang
kendaraan AUTO 2000 Amplas Medan mempekerjakan cukup banyak karyawan
khususnya pekerja yang menangani perbaikan yang disebut montir. Dalam
melakukan pekerjaannya para montir memiliki tugas dan tanggung jawab yang

menjadi beban kerja yang harus dipatuhi.
Montir dalam perusahaan juga terbagi kedalam beberapa unit bagian dan
regu sehingga hubungan dengan teman sekerja mutlak diperlukan untuk berkomunikasi
dan berkoordinasi guna mencapai kelancaran dalam mencapai produktivitas kerja.
Produktivitas kerja pekerja di perusahaan saat ini hanya sebatas mencapai target yang
ditentukan perusahaan. Pekerja kadang tidak dapat mencapai target yang ditetapkan
sehingga produktivitas di perusahaan tidak cukup baik. Keadaan seperti terjadi
karena pada waktu tertentu ada pekerja disatu regu atau beberapa regu yang
menunggu pekerjaan dari unit lain yang belum selesai. Waktu yang digunakan
pekerja untuk menunggu pekerjaan satu selesai terbuang sia-sia, sehingga pekerja
cenderung tidak dapat menyelesaikan perbaikan dalam jumlah maksimal yang
ditargetkan perusahaan. Apabila tidak ada waktu yang terbuang sia-sia, maka
produktivitas kerja pekerja di perusahaan akan semakin baik. Beban kerja, disiplin

Universitas Sumatera Utara

kerja yang tidak diterapkan di perusahaan sesuai dengan ketentuan dapat menghambat
kegiatan produksi yang dilakukan perusahaan. Setiap perusahaan perlu menetapkan
beban kerja


yang sesuai serta mendukung sehingga akan mengarah pada

meningkatnya produktivitas pekerja.
Beban kerja merupakan salah satu masalah yang timbul pada montir di Auto
2000 Amplas Medan. Ringan atau berat beban kerja yang dihadapi montir
tergantung seberapa besar kemampuan montir dalam menangani perintah kerja
bengkel. Apabila setiap beban pekerjaan yang ada di tempat kerja dapat
terselesaikan dengan baik, maka akan meningkatkan produktivitas kerja montir
yang pada gilirannya akan dapat menimbulkan dampak positif bagi Auto 2000
Amplas Medan dalam mengembangkan produksinya. Sebaliknya apabila masalahmasalah tersebut tidak dapat terselesaikan dengan baik, maka akan dapat
menurunkan produktivitas montir, karena masalah yang terjadi secara terus
menerus dan dihadapi oleh montir dapat menimbulkan beban dalam bekerja yang
berkepanjangan sehingga akan dapat menimbulkan dampak yang negatif bagi
pegawai di Auto 2000 Amplas Medan khususnya montir, yang bekerja melayani
perbaikan dan perawatan kendaraan pelanggan yang dituntut bekerja dengan
prosedur yang sesuai dengan peraturan perusahaan, mematuhi keluhan dan
permintaan pelanggan harus mampu memberbaiki dan melakukan perawatan
kendaraan sesuai dengan keinginan pelanggan serta harus menyelesaikan
pekerjaan tepat waktu menjadi beban kerja yang merupakan variabel yang
berkaitan dengan produktivitas para montir.

Bengkel Auto 2000 Amplas mempunyai 3 divisi yang diisi oleh montirmontir dalam memenuhi perintah kerja bengkel yaitu 1. General Repairment (GR)

Universitas Sumatera Utara

2. Express Maintanance (EM) 3. Toyota Home Service (THS). Divisi General
Repairment dikerjakan oleh 1 montir dan diawasi oleh technical leader. Perintah
kerja pada divisi General Repairment adalah perbaikan kendaraan pada kategori
kerusakan ringan atau merupakan pengerjaan servis berkala. Divisi Express
Maintenance merupakan divisi yang dikhususkan pada pengerjaan kerusakan
kendaraan pada kategori sedang atau berat dan dikerjakan oleh 2-3 montir.
Sedangkan divisi Toyota home service adalah divisi dimana montir yang
mengerjakan perbaikan dengan mendatangi tempat sesuai dengan keinginan
pelanggan tersebut. Kerusakan yang dikerjakan dapat berbeda-beda sesuai dengan
masalah yang didapati di lapangan.
Stasiun kerja pada Bengkel Auto 2000 berbentuk ruangan terbuka dengan
atap diatasnya. Stasiun kerja tergolong bersih dan aman bagi pekerja. Tidak
terdapat ceceran-ceceran oli yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Setiap
selesai menyelesaikan satu mobil, para pekerja membersihkan stasiun mereke
terlebih dahulu. Resiko terpapar asap kendaraan dapat dihindari dengan
penggunaan tabung pembuangan asap kerndaraan yang terpasang pada mobil yang

sedang dikerjakan.
Berdasarkan uraian permasalahan di atas dan setelah melakukan survei
pendahuluan di AUTO 2000 Amplas Medan maka peneliti tertarik untuk
penelitian dengan judul “Hubungan Beban Kerja dengan Produktivitas Kerja Pada
Pekerja Montir AUTO 2000 Amplas Tahun 2015”.
1.2. Perumusan Masalah
Montir di AUTO 2000 Amplas Medan memiliki tugas pokok dan
tanggungjawab terhadap perusahaan maupun pelanggan dalam menyelesaikan

Universitas Sumatera Utara

pekerjaan atau produktivitas kerja yang harus sesuai dengan prosedur dan tepat
waktu menjadi beban dalam bekerja. Beban kerja yang berlebih sering
mengakibatkan kelelahan kerja

yang dapat menyebabkan berkurangnya

produktifitas kerja. Berdasarkan uraian pada latar belakang maka permasalahan
dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan beban kerja dengan
produktivitas pada pekerja montir AUTO 2000 Amplas Tahun 2015.

1.3.Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan Umum
Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
beban kerja dengan produktivitas kerja pada pekerja montir Auto 2000 Amplas
Tahun 2015.
1.3.2. Tujuan Khusus
1) Untuk mengetahui beban kerja pada pekerja montir Auto 2000 Amplas.
2) Untuk mengetahui produktivitas kerja pada pekerja montir Auto 2000
Amplas.
1.4. Hipotesis Penelitian
Beban Kerja berhubungan dengan produktivitas kerja pada pekerja montir
AUTO 2000 Amplas Tahun 2015.
1.5. Manfaat Penelitian
Menjadi masukan bagi AUTO 2000 Amplas Medan sebagai bahan evaluasi
dalam hal beban kerja dengan produktivitas kerja pekerja montir tersebut.

Universitas Sumatera Utara