Chapter I Pengaruh Yoga Terhadap Konsep Diri (Studi Korelasional Pengaruh Yoga Terhadap Konsep Diri Praktisi Yoga Di Kamalini Yoga Studio Medan)

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi atau pesan dalam

ruang lingkup individu, antar individu, maupun kelompok. Pada dasarnya
komunikasi adalah sarana yang digunakan manusia untuk melakukan interaksi
sosial, yang merupakan kebutuhan manusia itu sendiri sebagai makhluk sosial.
Manusia memiliki kemampuan untuk menyampaikan keinginan dan hasrat diri
kepada orang lain. Hal tersebut merupakan awal dari keterampilan berkomunikasi
yang dimiliki oleh manusia secara otomatis dan alamiah melalui lambanglambang, isyarat (non-verbal), kemudian disusun dengan kemampuan untuk
memberi arti dari lambang tersebut kedalam bentuk verbal. Komunikasi yang
terjadi sebagai bentuk interaksi sosial inilah kemudian akan mempengaruhi
individu. Informasi yang diterima dari lingkungan mengenai dirinya dan
gambaran dari individu lainnya yang menurutnya ideal akan mempengaruhi
perilaku manusia.
Manusia yang baik adalah manusia yang mengenali dirinya sendiri,
kemudian manusia yang lebih baik adalah mereka yang mampu mengembangkan
dirinya. Mengenali diri sendiri disini kita artikan sebagai pengetahuan yang
dimiliki individu tentang dirinya, yang kemudian oleh para ahli Psikologi
Kepribadian menyebutnya sebagai konsep diri. Dalam setiap pembicaraan
mengenai kepribadian, konsep diri merupakan sebuah frase bergaris bawah dan
dituliskan dengan tinta tebal. Konsep diri merupakan sifat unik yang dimiliki
setiap individu, sehingga dapat digunakan untuk membedakan manusia dengan
makhluk hidup lainnya. Konsep diri seseorang dinyatakan melalui sikap dirinya
yang merupakan aktualisasi orang tersebut. Manusia sebagai organisme yang
memiliki dorongan untuk berkembang yang pada akhirnya menyebabkan ia sadar
akan keberadaan dirinya. Perkembangan yang berlangsung tersebut kemudian
membantu pembentukan konsep diri individu yang bersangkutan. Individu yang
memiliki konsep diri yang positif, cenderung memiliki penerimaan diri dan harga
diri yang positif juga, hal ini merupakan kunci dari aktualisasi diri. Individu yang

U nive rsit a s Sum a t e ra U t a ra

2

memiliki konsep diri seperti itu akan memiliki rasa kesadaran diri yang tinggi dan
menganggap dirinya berharga.
Beberapa ahli merumuskan definisi konsep diri, menurut Burns (1993:vi)
konsep diri adalah suatu gambaran campuran dari apa yang kita pikirkan orangorang lain berpendapat, mengenai diri kita, dan seperti apa diri kita yang kita
inginkan. Konsep diri adalah pandangan individu mengenai siapa diri individu,
dan itu bisa diperoleh lewat informasi yang diberikan lewat informasi yang
diberikan orang lain pada diri individu (Mulyana, 2008:7). Pendapat tersebut
dapat diartikan bahwa konsep diri yang dimiliki individu dapat diketahui lewat
informasi, pendapat, penilaian atau evaliasi dari orang lain mengenai dirinya.
Individu akan mengetahui dirinya cantik, pandai, atau ramah jika ada informasi
dari orang lain mengenai dirinya. Sebaliknya individu tidak tahu bagaimana ia
dihadapkan orang lain tanpa ada informasi atau masukan dari lingkungan maupun
orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari secara tidak langsung individu telah
menilai dirinya sendiri. Penilaian terhadap diri sendiri itu meliputi watak dirinya,
orang lain dapat menghargai dirinya atau tidak, dirinya termasuk orang yang
berpenampilan menarik, cantik atau tidak.
Secara umum konsep diri dibagi atas beberapa bagian, gambaran diri
(body/self image), ideal diri dan harga diri (self esteem). Sikap seseorang terhadap
dirinya secara sadar ataupun tidak sadar merupakan gambaran atas diri orang
tersebut. Sikap ini mencakup persepsi dan perasaan tentang ukuran, bentuk, fungsi
penampilan dan potensi tubuh saat ini dan masa lalu yang secara
berkesinambungan dimodifikasi dengan pengalaman baru setiap individu. Sejak
lahir individu mengeksplorasi bagian tubuhnya, menerima informasi yang
diberikan orang lain, kemudian mulai memanipulasi lingkungan dan mulai sadar
dirinya merupakan bagian yang terpisah dari lingkungan. Gambaran diri sangat
erat kaitannya dengan kepribadian. Cara individu memandang dirinya akan sangat
berpengaruh terhadap psikologisnya. Setiap individu tentu ingin merasa aman.
Ternyata, langkah utama untuk merasa aman secara utuh ialah memandang diri
secara utuh yaitu menerima dan mengukur bagian tubuhnya. Sikap ini mampu
menghindarkan individu dari rasa cemas dan dapat meningkatkan harga diri.
Tentu ada banyak faktor yang mempengaruhi gambaran diri seorang individu atau

U nive rsit a s Sum a t e ra U t a ra

3

yang disebut stressor (tekanan), salah satunya ialah feed back (umpan balik) antar
pribadi (interpersonal) yang negatif seperti tanggapan balik berupa celaan,
makian, labeling. Hal-hal ini mampu membuat seseorang mengkonstruksi
gambaran diri yang desktruktif.
Setelah

mendapatkan

gambaran

dirinya,

seorang

individu

akan

berkembang pada konsep ideal diri yakni persepsi individu tentang bagaimana
individu tersebut harus berprilaku berdasarkan standar, aspirasi, tujuan atau
penilaian personal tertentu. Standar dapat berhubungan dengan seseorang tipe
orang yang menjadi aspirasi dan panutan oleh individu, namun ideal diri terus
berkembang dipengaruhi oleh interaksi sosial yang dialami individu tersebut.
Komponen terakhir yang terdapat dalam konsep diri adalah harga diri, yakni
penilain pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa sejauhmana
perilakunya memenuhi ideal diri. Pada akhirnya individu akan memiliki identitas
diri yang kuat yakni kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi
dan penilaian yang merupakan sintesa dari semua aspek konsep diri sendiri
sebagai satu kesatuan yang utuh. Identitas memungkinkan terbentuknya
kemandirian yaitu suatu karakteristik yang timbul dari perasaan berharga,
kemampuan dan penyesuaian diri.
Akhirnya, konsep diri adalah sesuatu yang dibentuk, bukan ada secara
otomatis seiring dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan individu. Oleh
karenanya, pembentukan konsep diri berkaitan erat dengan lingkungan dimana
individu hidup dan beraktivitas. Dengan kata lain, lingkungan dan aktivitas rutin
yang kita lakukan berpengaruh besar terhadap pembentukan konsep diri. Pada era
terkini, individu sering berusaha memilih lingkungan dan aktivitas yang dianggap
mampu mengembangkan dirinya kearah positif dan sebagai usaha untuk mencapai
ideal diri yang telah dibuat oleh individu tersebut.
Usaha-usaha pencapaian ideal diri adalah tindakan alami dari seorang
individu, yang dilakukan atas dorongan rasa ingin dihargai oleh lingkungannya.
Sudah menjadi sifat alami manusia untuk ingin dihargai oleh lingkungan, untuk
itu setiap individu pada dasarnya akan terus melakukan perbaikan pada gambaran
dirinya. Tindakan yang dilakukan tentu berbeda pada setiap individu, hal ini
dipengaruhi oleh lingkungan dan ideal diri yang ingin dicapai pada individu

U nive rsit a s Sum a t e ra U t a ra

4

tersebut. Gambaran diri, seperti yang kita ketahui adalah hal yang berkaitan
dengan bentuk fisik maupun mengenai kemampuan, serta sikap seorang individu.
Individu yang merasa memiliki masalah terhadap penampilannya akan berusaha
memperbaiki penampilan diri, begitu juga mengenai kemampuan ataupun sikap
yang menurutnya perlu diperbaiki maka akan ada usaha untuk memperbaiki diri
oleh individu tersebut agar tercapainya ideal diri yang dibuat oleh individu
tersebut. Usaha-usaha yang dilakukan demi tercapainya ideal diri ini berbeda-beda
pada setiap individunya, tergantung pada ideal diri seperti apa yang telah
dibuatnya.
Pada penelitian ini, peneliti mencoba untuk mencari hubungan antara
aktivitas yoga terhadap konsep diri. Seperti yang kita ketahui, yoga belakangan ini
menjadi sebuah kegiatan yang banyak diminati, baik oleh kalangan wanita
maupun pria. Yoga bukanlah sebuah praktik keagamaan Hindu, melainkan tradisi
yang sebenarnya sudah ada sebelum agama tersebut. Yoga merupakan tradisi tua
yang berasal dari India, yang sesuai dengan perubahan jaman, yoga juga
mengalami perubahan cara dan makna praktiknya.
Yoga adalah ilmu filosofi praktis dan bukan sebuah agama. Dari sisi
filosofi sebenarnya yoga bisa dikaitkan dengan semua kepercayaan terhadap
Tuhan karena kata yoga berasal dari bahasa Sansekerta “yug” (Lebang, 2010:1)
yang artinya ‘menggabungkan’ atau ‘mengharmonikan’. Secara garis besar, yoga
berarti usaha mengharmonisasikan elemen spiritual dan fisikal seorang manusia
untuk mencapai kondisi ideal sehingga memudahkan terjadinya komunikasi
dengan Sang Maha Pencipta.
Melalui yoga, tubuh manusia terhubung erat dengan pola gerak, napas,
serta pikiran yang memungkinkan terjadinya keseimbangan, relaksasi, serta
harmoni hidup lewat serangkaian latihan fisik yang cermat dan penuh konsentrasi,
seorang pelaku yoga diajarkan untuk ‘membangunkan’ seluruh bagian tubuh
maupun jiwa. Oleh karena itu berbagai gerakan yoga berefek positif bagi
peredaran darah, memudahkan penyerapan gizi, serta mmembersihkan racun dari
berbagai bagian tubuh. Sementara dari sisi psikologis yoga meningkatkan
konsentrasi, fokus, dan meningkatkan ketenangan dalam diri.

U nive rsit a s Sum a t e ra U t a ra

5

Yoga adalah aktifitas yang secara nyata mampu menggabungkan unsur
psikologis-fisiologis, sementara aktifitas lainnya mayoritas lebih memiliki efek
pada unsur fisik luar semata, sehingga yoga dapat dipandang sebagai salah satu
filsafat hidup yang dilatar belakangi ilmu pengetahuan yang universal yakni
pengetahuan tentang seni pernafasan, anatomi tubuh manusia, pengetahuan
tentang cara mengatur pernafasan yang disertai senam atau gerak anggota badan,
bagaimana cara melatih konsentrasi, menyatukan pikiran, dan lain sebagainya
(Pendit, 2007:109). Jadi yoga merupakan sebuah sistem yang menyadarkan dan
mengantarkan kita ke pengembangan diri, kesehatan lahir batin untuk mencapai
kebahagiaan.
Yoga dapat meningkatkan daya ingat, konsentrasi, menajamkan tingkat
intelektual, menyeimbangkan emosi sehingga membuat hidup lebih kaya dan
bahagia. Yoga juga membawa kesadaran, kebebasan dan pencerahan. Maka dalam
kehidupan modern, tubuh yang menahan beban fisik dan stres keseharian yang
akan bertumpuk di bagian tubuh tertentu, dan mengakibatkan berbagai ketidak
nyamanan fisik, mental, maupun psikis, sehingga melalui yoga, hal itu diperbaiki.
Latihan yoga juga menyentuh fisik sehingga menimbulkan keselarasan antara
fisik dan mental manusia. Bahkan yoga dapat juga menurunkan stress dan
menambah percaya diri, yang dapat dilihat pada para anggota yang telah
mengikuti yoga, tampak tenang dalam menyelesaikan masalahnya.
Selain bermanfaat bagi kesehatan secara menyeluruh, yoga memiliki
kegunaan lain bagi manusia, yaitu membantu mereka berhubungan dengan
sumber-sumber batin mereka sendiri. Sebagaimana yang ditegaskan oleh guruguru terkemuka, manusia masa kini sering mendapatkan tekanan kerja dan harus
menyesuaikan diri dengan harapan masyarakat. Kondisi seperti ini akan
mendorong mereka untuk menutup diri dan kehilangan sentuhan batinnya. Latihan
yoga dapat membuka kesempatan untuk berhubungan kembali dengan batin
mereka dan menerima diri mereka secara apa adanya – bukan seperti “yang
seharusnya”. Melalui latihan yoga yang berkelanjutan akan mempermudah
praktisi yoga mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan yang tak ternilai, yang
dapat memperkuat kesadaran diri dan penerimaan dirinya (Claire, 2006:8).

U nive rsit a s Sum a t e ra U t a ra

6

Pada penelitian ini, peneliti melibatkan praktisi yoga yang melakukan
kegiatan yoga di Kamalini Yoga Studio. Kamalini Yoga studio merupakan salah
satu pusat pelatihan yoga yang ada di Kota Medan. Dari sekian banyak studio
yoga yang ada di Medan, peneliti memilih studio yoga Kamalini berdasarkan
beberapa alasan. Bukti perkembangan yoga saat ini bisa kita lihat dari
perkembangan studio atau tempat-tempat pelatihan yoga. Namun tidak semua
tempat pelatihan yoga mengkhususkan pada pelatihan yoga saja, banyak
diantaranya yang menjadikan yoga sebagai bentuk promosi saja, mengingat begitu
banyaknya kalangan yang saat ini mencoba melakukan yoga. Kamalini Yoga
Studio adalah tempat yang secara khusus menyediakan menu pelatihan yoga saja,
berbeda dengan tempat lainnya seperti fitness centre, yang menjadikan yoga
sebagai menu pilihan lain dari olah raga. Spesialisasi Kamalini Yoga Studio yang
fokus hanya pada kegiatan yoga sebagai produk yang ditawarkan dan juga bisa
kita simpulkan bahwa praktisi yoga yang berlatih distudio ini juga serius untuk
mendalami yoga menjadi alasan peneliti memilihnya sebagai tempat penelitian
ini.
Ada atau tidaknya hubungan antara berlatih yoga dengan konsep diri
praktisi yoga di Kamalini Yoga Studio ini yang menjadi pertanyaan dan
menimbulkan rasa ingin tahu peneliti. Dari penejelasan diatas, maka peneliti
merasa tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Pengaruh Yoga Terhadap
Konsep Diri Praktisi Yoga di Kamalini Yoga Studio Medan.”

1.2

RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka diuraikan pertanyaan yang

merupakan rumusan masalah yang akan dicarikan jawabannya, yakni sebagai
berikut:
“Sejauh manakah pengaruh kegiatan yoga terhadap konsep diri praktisi yoga di
Kamalini Yoga Studio Medan?”

U nive rsit a s Sum a t e ra U t a ra

7

1.3

BATASAN MASALAH
Untuk menghindari ruang lingkup yang terlalu luas sehingga dapat

mengaburkan penelitian, maka peneliti membatasi masalah yang akan diteliti.
Untuk itu diberikan pembatasan masalah sebagai berikut:
1. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi hanya praktisi yoga yang aktif di
studio Kamalini Yoga, Multatuli Medan.
2. Penelitian ini bersifat korelasional yaitu menguji hubungan antara kegiatan
yoga terhadap konsep diri dari praktisi yoga di Kamalini Yoga Studio.
3. Penelitian ini terbatas hanya pada konsep diri yang terkait dengan ideal
diri, citra diri, dan harga diri praktisi yoga di Kamalini Yoga Studio.

1.4

TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui bagaimana praktisi yoga di Kamalini Yoga Studio
melakukan kegiatan yoga.
2. Untuk mengetahui konsep diri para praktisi yoga di Kamalini Yoga Studio
Multatuli Medan.
3. Untuk mengetahui pengaruh kegiatan yoga terhadap konsep diri para
praktisi yoga di Kamalini Yoga Studio.

1.5

MANFAAT PENELITIAN
1. Manfaat Akademis
Penelitian ini diharapkan mampu berkontribusi dalam menambah dan
memperluas khasanah penelitian komunikasi dan menjadi referensi
tambahan bagi mahasiswa khususnya mahasiswa ilmu komunikasi.
2. Manfaat Teoritis
Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu bentuk penerapanteoritis dan
keilmuan yang telah didapat peneliti selama menjadi mahasiswa Ilmu
Komunikasi di Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU serta menambah
pengetahuan dan memperluas wawasan peneliti mengenai Komunikasi
Intrapribadi, Psikologi dan kajian ilmu lainnya yang saling berkaitan.

U nive rsit a s Sum a t e ra U t a ra

8

3. Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan mampu menjadi sumber kajian dan masukan
kepada

pihak-pihak

yang

membutuhkan

pengetahuan

berkaitan

Komunikasi Intrapribadi dan konsep diri, dan masyarakat secara umum
untuk memahami kegunaan dari praktik yoga.

U nive rsit a s Sum a t e ra U t a ra

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Chapter I Pengaruh Yoga Terhadap Konsep Diri (Studi Korelasional Pengaruh Yoga Terhadap Konsep Diri Praktisi Yoga Di Kamalini Yoga Studio Medan)