STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)

SKRIPSI
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN
KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU
(Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)
Disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat
memperoleh gelar Sarjana Strata-1
Jurusan Ilmu Komunikasi

Oleh:
BINTANG BANGUN BUNGAS SAPUTRA
NIM : 06220345

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
2013

SKRIPSI
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK
PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU
(Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)
Disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat
memperoleh gelar Sarjana Strata-1
Jurusan Ilmu Komunikasi

Oleh:
BINTANG BANGUN BUNGAS SAPUTRA
NIM : 06220345

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
2013

i

LEMBARAN PENGESAHAN
Nama
NIM
Jurusan
Fakultas
Judul Skripsi

:
:
:
:
:

Bintang Bangun Bungas Saputra
06220345
Ilmu Komunikasi
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK
PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI
KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy
Rumpoko-Punjul Santoso)

Telah dipertahankan di hadapan Dewan Penguji Ujian Skripsi
Fakultas Ilmu Sosial dan ILmu politik
Jurusan Ilmu Komunikasi
Dan dinyatakan LULUS
Pada hari : Senin
Tanggal : 4 Februari 2013
Tempat : 609
Mengesahkan,
Dekan FISIP – UMM

Dr. Wahyudi M. Si
Dewan Penguji :
1. M. Himawan Sutanto, M.Si
(

)

2. Novin Faried Setyo, M.Si

(

)

3. Drs. Abdullah Masmuh, M.Si

(

)

4. Dr. Wahyudi, M.Si

(

)

ii

LEMBARAN PERSETUJUAN SKRIPSI
Nama

: Bintang Bangun Bungas Saputra

NIM

: 06220345

Jurusan

: Ilmu Komunikasi

Fakultas

: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Judul Skripsi : STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA
PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA
BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy RumpokoPunjul Santoso)
Disetujui,
DOSEN PEMBIMBING

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Abdullah Masmuh, M.Si

Dr. Wahyudi, M.Si

Mengetahui,
Dekan

Ketua Jurusan

FISIP UMM

Ilmu Komunikasi

Dr. Wahyudi, M.Si

Nurudin, M.Si

iii

PERNYATAAN ORISINALITAS
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama

: Bintang Bangun Bungas Saputra

Tempat, tanggal lahir : 11 Agustus 1987
NIM

: 06220345

Fakultas

: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Jurusan

: Ilmu Komunikasi

Menyatakan bahwa karya ilmiah (skripsi) dengan judul:
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN
KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU
(Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)

Adalah bukan karya tulis ilmiah (skripsi) orang lain, baik sebagian ataupun
seluruhnya, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah saya sebutkan sumbernya
dengan benar.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila ada
pernyataan ini tidak benar, saya bersedia mendapatkan sanksi sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Malang, 25 Januari 2013
Yang Menyatakan

Bintang Bangun Bungas Saputra

iv

Berita Acara Bimbingan Skripsi
Nama

: Bintang Bangun Bungas Saputra

NIM

: 06220345

Fakultas

: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Jurusan

: Ilmu Komunikasi

Pembimbing I

: Drs. Abdullah Masmuh, M.Si

Pembimbing II

: Dr. Wahyudi, M.Si

Kronologi Bimbingan
Tanggal

Paraf Pemb I

Tanggal

Paraf Pemb II

Keterangan

2-10-2012

2-10-2012

Proposal Acc

11-10-2012

11-10-2012

Ujian Proposal

3-9-2012

3-9-2012

Bab I Acc

19-9-2012

20-9-2012

Bab II Acc

1-10-2012

1-10-2012

Bab III Acc

14-1-2013

14-1-2013

Bab IV Acc

18-1-2013

18-1-2013

Bab V Acc

26-1-2013

26-1-2013

Bab VI Acc

4-2-2013

4-2-2013

Ujian Skripsi

v

LEMBAR PERSEMBAHAN
Seuntai karya ini, aku persembahkan
Kepada:
Bapakku Sudirman Fauzi dan Ibuku Fully Kasih Firmana, atas setiap keringat dan
tetesan darah yang engkau korbankan serta jutaan do’a dan harapan dalam
mengiringi kesuksesan.

Istriku tercinta Vidiatul Maria Ulfa dan Anakku tersayang Elysia Oriana Nanda
Saputri yang selalu memberiku semangat dan motivasi, tanpa kaliah hidup ini
tidak berwarna.

Untuk saudara dan saudariku Arga Van Setya Surya Saputra dan Fitria Kasih
Saputri, dan Semua saudaraku dari keluarga besar di Sapeken dan di Malang
karena kalian aku bisa merasakan indahnya persaudaraan.

Semua guru-guruku yang telah membimbingku dan dengan ikhlas memberikan
ilmu berharga serta manfaat bagiku
Teman-teman seperjuangan semasa kuliah anak ikom 2006, anak-anak bajoe dan
IMIKI yang tidak bisa di sebutkan satu-persatu yang telah memberikan banyak
hal pada diriku.

vi

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT, atas Rahmat, Taufiq,
Hidayah dan Inayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan baik.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurah dan terlimpah kepada junjungan kita
Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya dan seluruh umat
dan pengikutnya semoga tetap dalam iman dan Islam.
Dalam menyelesaikan Skripsi ini, banyak pihak yang terlibat dan berjasa
untuk turut memperlancar proses penyelesaian skripsi ini, baik berupa bantuan
moril maupun materil, oleh akrena itu kami sampaikan banyak-banyak terima
aksih kepada:
1. Nurudin, M.Si. selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi
2. Drs. Abdullah Masmuh, M.Si dan Dr. Wahyudi, M.Si. selaku dosen
pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dengan
penuh kesabaran, sehingga skripsi ini dapat tersusun dengan baik.
3. Sugeng Winarno, MA Selaku dosen pembimbing akademik
4. Para dosen jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang,
yang telah memberikan ilmu dan semangat untuk meraih impian masa
depan.
5. Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDIP) Kota Batu, beserta para kader yang telah banyak

ix

meluangkan waktunya untuk membantu penulisan dan pengambilan data
lapangan.
6. Kedua orang tua tercinta Sudirman Fauzi dan Fully kasih Firmana serta
segenap saudaraku (Arga, Putri) dan untuk istri dan anakku tercinta (Ulfa
dan Elysia) yang selau menjadi spirit untuk menyelesaikan skripsi ini.
7. Keluarga besar di Sapeken dan di Malang yang membantu memberikan
konstribusi baik pikiran dan semangat.
8. Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2006 UMM, teman-teman IMIKI dan
sahabat seperjuangan yang tidak bisa di sebutkan satu-persatu yang telah
memberikan banyak masukan yang konstruktif.

Atas jasa mereka semua, semoga Allah berkenan menjadikannya sebagai amal
sholeh dan memberikan imbalan yang berlipat ganda, dan kepada Allah SWT
jualah penulis panjatkan do’a dan harapan semoga Taufiq dan Hidayah-Nya
sendantiasa dilimpahkan kepada kita semua. Amien ya rabbal ‘alamien.
Alhamdulillahirabbil ‘alamin
Malang, 25 Januari 2013
Penulis,

Bintang Bangun Bungas Saputra
NIM 06220345

x

DAFTAR ISI

Lembar Cover/ Sampul Dalam ............................................................................ i
Lembar Pengesahan ............................................................................................. ii
Lembar Persetujuan Skripsi ................................................................................iii
Pernyataan Orisinalitas ....................................................................................... iv
Berita Acara Bimbingan Skripsi ........................................................................... v
Lembar Persembahan ......................................................................................... vi
Abstrak ............................................................................................................. vii
Kata Pengantar .................................................................................................... ix
Daftar Isi............................................................................................................. xi
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................... 7
C. Tujuan Penelitian ................................................................................ 7
D. Manfaat Penelitian ............................................................................. 8
E. Definisi Konsep ................................................................................ 8
F. Sistematika Penulisan ...................................................................... 11
BAB II : KAJIAN PUSTAKA
A. KOMUNIKASI POLITIK
1. Konsep Dasar Komunikasi Politik ................................................ 13
2. Ruang Lingkup Komunikasi Politik ............................................. 17
3. Unsur Komunikasi Politik ............................................................ 18
4. Tujuan Komunikasi Politik .......................................................... 20
a. Citra Politik .......................................................................... 20
b. Pendapat Umum .................................................................... 23
c. Partisipasi Politik .................................................................. 24
d. Pemilihan Umum .................................................................. 25
B. STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK
1. Ketokohan dan Lembaga .............................................................. 25
2. Menciptakan Kebersamaan ........................................................... 27
3. Membangun Konsensus ............................................................... 29
4. Media Komunikasi Politik ............................................................ 30
BAB III : METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ...................................................... 35
B. Sampling, Unit Analisis dan Sumber Data Penelitian ...................... 36
C. Lokasi Penelitian ............................................................................ 38
D. Teknik Pengumpulan Data .............................................................. 39
E. Teknik Analisis Data ....................................................................... 40
F. Teknik Keabsahan Data ................................................................... 43
BAB IV : PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

xi

A. PAPARAN DATA ......................................................................... 45
1. Strategi Tim Pemenangan Eddy Rumpoko dan Punjul Santoso . 46
a. Konsep Strategi Komunikasi Politik ................................... 45
b. Penetapan Strategi Pemenangan ......................................... 51
1. Aksi (action) Secara Langsung .................................... 52
2. Pemetaan Strategi Komunikasi Politik ......................... 54
3. Konsolidasi Internal Partai .......................................... 57
4. Penetapan Media Komunikasi Politik .......................... 60
2. Bentuk Komunikasi Politik ....................................................... 64
a. Komunikasi face to face (menyapa rakyat) ........................... 64
b. Building Image (membangun citra) Berbasis Kinerja ............ 69
c. Penggunaan Media Komunikasi Politik ................................ 72
B. TEMUAN PENELITIAN ............................................................... 77
1. Strategi Komunikasi Politik Tim Pemenangan
Eddy Rumpoko dan Punjul Santoso .............................................. 77
2. Bentuk Strategi Komunikasi politik Tim Pemenangan Eddu
Rumpoko dan Punjul Santoso ........................................................ 86

BAB V : PEMBAHASAN
A. Strategi Komuniasi Politik Tim Pemenangan Eddy Rumpoko
Dan Punjul Santoso Pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2012
Di Kota Batu ................................................................................. 90
B. Bentuk Strategi Komunikasi Politik Tim Pemenangan Eddy
Rumpoko Dan Punjul Santoso Pada Pemilihan Kepala Daerah
Tahun 2012 Di Kota Batu .............................................................. 97
BAB VI: PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................. 102
B. Saran-Saran ................................................................................. 104
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

xii

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Anwar. 2003. Komunikasi Politik: Paradigma-Teori-Aplikasi-Strategi &
Komunikasi Politik Indonesia. Jakarta. PT Balai Pustaka.
Nimmo, Dan. 2005. Komunikasi Politik: Komunikator, Pesan, Dan Media. Bandung.
PT Remaja Rosda Karya.
----------------. 2006. Komunikasi Politik: Khalayak dan Efek. Bandung . PT Remaja
Rosdakarya.
Cangara, Hafied. 2009. Komunikasi Politik: Konsep, Teori, Dan Strategi. Jakarta.
Rajawali Pers.
Muhtadi, Asep Saeful. 2008. Komunikasi Politik Indonesia : Dinamika Islam Politik
Pasca-Orde Baru. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.
Budiardjo, Miriam. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Edisi Revisi. Jakarta. PT
Gramedia Pustaka Utama.
-----------------------. 2002. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Cetakan keduapuluh dua.
Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.
-----------------------. 1981. Partisipasi Dan Partai Politik: Sebuah Bunga Rumbai. PT
Gramedia Pustaka Utama.

Moleong Lexy J., 2002. Metododologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja
Rosda Karya
Arikunto, Suharsini. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Edisi
Revisi VI. Jakarta. PT Rineka Cipta.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung.
Alfabeta.
Hidayat, Imam. 2002. Teori- Teori Politik. Malang. Panti Asuhan Nurul Abyadh.
Cangara, Hafiedh. 2011. Komunikasi Politik: Konsep, Teori, dan Strategi. Edisi
Revisi 2011. Jakarta. Rajawali Pers.
Nurhasim, Moch (Editor), 2005. Konflik Antar Elit Politik Lokal Dalam Pemilihan
Kepala Daerah. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Hamid Farid & Heri Budianto. 2011. Ilmu Komunikasi: Sekarang dan Tantangan
Masa Depan. Jakarta. Kecana.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Komunikasi adalah kebutuhan manusia dengan berkomunikasi manusia
dapat saling bertukar informasi dengan antar sesama, baik di dalam keluarga
maupun bermasyarakat komunikasi dibutuhkan dan tidak memilih tempat khusus.
Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat komunikasi, maka karena pentingnya
komunikasi di dalam kehidupan manusia, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa di
dalam bernegarapun komunikasi di butuhkan. Dimana didalamnya menurut
Goetano Mosca terdapat sekelompok orang yang memerintah dan orang yang
diperintah. Orang yang memerintah yang biasanya disebut elite politik sedangkan
orang yang diperintah adalah masyarakat atau rakyat (kelompok massa).
Sejak berakhirnya kekuaaan orde baru pada 21 mei 1998, hampir semua
komponen Bangsa memberikan perhatian yang serius pada perbaikan demokrasi
di Indonesia yang telah lama terpendam. Wacana-wacana tentang politik Nasional
sering diperbincangkan di media massa ataupun lembaga-lembaga publik untuk
menyusun ulang konsep demokrasi yang lebih baik. Pemerintah beserta
birokrasinya menyusun Undang-undang tentang bagaimana konsep demokrasi
yang cocok untuk diterapkan di Indonesia sampai pada tahun sekarang undangundang tentang pemilu telah dibahas sebagai bentuk demokratis untuk di terapkan
saat pemilihan nanti.
Di antara pembahasan dan pendidikan politik yang perlu disosialisasikan

1

2

kepada masyarakat untuk membangun kesadaran politik masyarakat penting juga
untuk memberikan pemahaman mengenai komunikasi politik, karena komunikasi
politik merupakan roda untuk pembangunan demokrasi yang baik. Komunikasi
politik merupakan penggerak awal dari perpolitikan yang demokratis walaupun
komponen-komponen sosial lainnya tidak di kesampingkan.
Pesta demokrasi yang pernah terlaksana sejak habisnya kekuasaan orde
baru seperti pelaksanaan Pemilu eksekutif dan Legislatif yang pernah
dilaksanakan sebagai contoh dari politik yang demokratis di Indonesia. Melalui
pemilu masyarakat di ajarkan bagaimana proses politik dan persaingan politik itu
terjadi. Pemilu mempunyai daya tarik bagi siapa saja yang ingin menjadi
penguasa dan mempertahankan kekuasaannya. Dan melalui dukungan suara dari
pemilih (masyarakat), berhasil atau tidaknya meminta dukungan bisa langsung
dilihat dari hasil pemilu tersebut.
Partai Politik merupakan kendaraan bagi seseorang untuk ikut berpolitik,
walaupun masih banyak cara untuk ikut berpartisipasi dalam politik seperti ikut di
jalur independen, dalam arti ikut serta dalam pemilihan umum. Partai politik
sudah seharusnya menjalankan fungsinya sebagai kendaraan politik dan salah satu
fungsi dari partai politik adalah menjalangkan komunikasi politik yang baik agar
apa yang di inginkan para elit politik yang akan di sampaikan pada khalayak
(masyarakat) tersampaikan dengan baik sesuai dengan tujuan. Tetapi tidak semua
komunikasi politik berjalan dengan baik, adakalanya apa yang dikomunikasikan
tidak sesuai dengan tujuannya, hambatan inilah yang dikurangi atau di antisipasi
agar tidak terlalu berpengaruh terhadap partai politik ataupun elit politiknya.

3

Kurangnya komunikasi politik antar elit politik dengan masyarakat akan
menghambat tujuan politik itu sendiri dan apa yang di harapkan tidak bisa
tercapai.

Pesan

akan

sampai

dengan

baik

jika

komunikator

bisa

menyampaikannya dengan baik terhadap komunikan mereka. Komunikasi yang
efektif adalah penting bagi semua kalangan. Oleh karena itu, para pemimpin dan
para komunikator perlu memahami dan meyempurnakan kemampuan komunikasi
mereka. Elit politik juga termasuk ke dalam komunikator bagi suatu negara. Maka
apapun yang mereka sampaikan menjadi pesan yang sangat penting bagi bagi
masyarakat dan Negara.
Dalam proses politik, komunikasi politik merupakan hal yang penting,
terutama sebagai jembatan untuk menyampaikan pesan-pesan. Komunikasi politik
dimaknai sebagai prilaku atau kegiatan komunikasi melalui media massa yang
bersifat politik, punya akibat politik dan berpengaruh terhadap prilaku politik
(Dahlan, 1990). Proses ini berlangsung di semua tingkat masyarakat di tempattempat yang memungkinkan terjadinya proses politik dan saling bertukar
informasi antara masyarkat atau induvidu –induvidu dan kelompoknya masingmasing. Sebab dalam kehidupan bernegara, setiap individu memerlukan informasi
terutama mengenai kegiatan masing-masing pihak menurut fungsinya. Jadi dalam
hal ini, komunikasi politik sangatlah penting dan menunjang untuk sebuah proses
politik dan hal tersebut menjadi penunjang bagaimana nantinya para calon
legislatif mendapatkan dukungan dan citra yang baik dari masyarakat dan yang
terpenting dalam sebuah komunikasi politik adalah strategi komunikasi politik
yang telah direncanakan sebagai jalan tersampaikannya pesan politik dari aktor

4

politik terhadap masyarakat umum.
Komunikasi politik yang dilakukan oleh partai politik di kota Batu tidak
akan jauh berbeda dengan cara komunikasi partai politik di daerah/ kota lain yang
sedang melakukan praktik politik, dan perkembangan komunikasi politik di kota
Batu juga tidak akan bisa terlepas dari sejarah panjang perkembangan komunikasi
politik di Indonesia, dan perkembangan komunikasi politik tidak bisa lepas begitu
saja setidaknya dari kerangka dasar ilmu komunikasi yang menurut laswell adalah
siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa, dengan akibat apa.
Tetapi nimmo memodifikasi sedikit ungkapan laswell agar dapat tercapainya
tujuan kita dalam menganalisis komunikasi politik dengan merubah ungkapan
“kepada siapa” diganti “dengan siapa” yang menurut Nimmo bahwa proses
komunikasi itu tidak linear tetapi sirkular. Dan sebagai pengingat, nimmo
membuat perubahan kecil dalam rangakaian pertanyaan itu: siapa mengatakan apa
dengan saluran apa dengan (bukan kepada) siapa dengan akibat apa. (Nimmo,
2005, 13-14)
Politik merupakan sebuah proses panjang yang mempunyai tujuan yang
ingin dicapai, begitupula sebuah komunikasi adalah sebuah proses pertukaran
informasi yang mempunyai efek balik, dan komunikasi politik menjadi sangat
penting untuk dikaji karena merupakan sebuah komunikasi yang mempunyai
tujuan politik dengan kata lain komunikasi politik merupakan proses komunikasi
yang dapat atau berpotensi mengontrol manusia untuk melakukan sesuatu di
bawah kondisi yang di inginkan oleh komunikator dan sebuah strategi komunikasi
politik dibutuhkan sebagai cara penyampaian pesan agar efektif dan efisien. Dan

5

sejak saat politik itu berlangsung, strategi komunikasi politik yang dibangun oleh
tim sukses kandidat akan menjadi penting untuk kesuksesan pilkada, dan para
calon kepala daerah

yang akan memperebutkan puncak tertinggi sebagai

pimpinan kota Batu akan bersaing ketat untuk pencapaian tujuan mereka, bentukbentuk dan media komunikasi politik menjadi cara dalam mendapatkan partisipan
atau dukungan dari daerah pemilihan para calon walikota di kota Batu. Karena
dengan cara demikian pesan mereka bisa tersampaikan kepada masyarakat dan
masyarakat bisa mengetahui siapa para calon walikota mereka yang akan menjadi
pemimpin mereka dan sebagai pemimpin yang menjadi panutan, harapan dan
untuk menjadi penyambung aspirasi rakyat di pemerintahan setidaknya 5 tahun
mendatang.
Beberapa partai besar mengusung calon mereka masing-masing agar bisa
ikut dalam pemilihan kepala daerah, ada juga pasangan dari jalur independent
yang siap ikut bersaing memperebutkan jabatan tertinggi di kota Batu, Partai PDIP
adalah salah satu partai politik yang mempunyai suara cukup besar dalam pilkada
tahun 2007 lalu, dan saat ini Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
mengusung kembali Eddy Rumpoko dalam pilkada kota Batu tahun 2012. Eddy
Rumpoko merupakan calon incumbent yang di pasangkan dengan Punjul Santosa
yang merupakan pasangan dari internal PDIP kota Batu dan ada beberapa partai
besar yang menjadi partai pendukung pasangan ini.
Berdasarkan hasil pemilu 2007 lalu ada banyak partai-partai besar yang
ikut memanaskan jalannya pilkada, persaingan partai-partai politik dalam
mensukseskan calon Wali Kota mereka sangat beragam strategi komunikasi

6

politik yang digunakan, hal inilah yang menarik untuk dikaji ulang yaitu strategi
komunikasi politik yang dari setiap tim sukses pasangan. Dari 4 pasangan cawali
dan cawawali yang ikut dalam pilkada di Kota Batu pada tahun 2012 ada 3
pasangan yang memang di usung dari partai-partai besar yang berkoalisi, tetapi
ada juga yang dari jalur independent. Tim sukses dari pasangan kandidat yang
diusung akan merumuskan strategi dan bentuk-bentuk komunikasi politik yang
berbeda dalam hal meminta dukungan dari masyarakat, tergantung dari partai
yang mengusungnya (ideologi partai) dan sistem politik daerahnya masingmasing. Dan dalam hal ini, fokus penelitian adalah bagaimana strategi komunikasi
politik yang dilakukan oleh partai politik dalam hal ini adalah Tim Pemenangan
Pasangan Eddy Rumpoko-Punjul Santoso untuk memenangkan pasangan tersebut
dalam pilkada kota Batu tahun 2012.
Dan dalam penelitian ini setidaknya akan membahas bagaimana Strategi
komunikasi politik yang telah direncanakan dan dilakukan oleh Tim Pemenangan
Eddy Rumpoko-Punjul Santoso untuk membentuk citra positif kandidat yang di
usung agar mendapatkan dukungan dari masyarakat dan mensukseskan sebagai
walikota di Batu. Penelitian ini juga akan membahas bagaimana bentuk-bentuk
komunikasi politik kepada masyarakat serta pemanfaatan atau penggunaan media
Massa sebagai alat penyampaian pesan politik kepada masyarakat. Maka dari itu
peneliti mengangkat topik dalam penelitian ini dengan judul: “Strategi komunikasi
politik partai politik Pada Pemilahan kepala daerah tahun 2012 di Kota Batu
(studi kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)” dengan

7

lokasi penelitian yang terfokus di kantor Tim Pemenangan Eddy Rumpoko-Punjul
Santoso.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas masalah yang menjadi pokok
pembahasan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.

Bagaimana Strategi Komunikasi Politik Tim Pemenangan Pasangan Eddy
Rumpoko-Punjul Santoso pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2012 di Kota
Batu?

2.

Bagaimana Penerapan Komunikasi Politik Tim Pemenangan Pasangan Eddy
Rumpoko-Punjul Santoso pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2012 di Kota
Batu?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi strategi komunikasi
politik pada pelaksanaan pemilu kepala daerah 2012 di kota Batu. Maka dalam
pembahasan penelitian ini, tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :
1.

Untuk Mengetahui Strategi Komunikasi Politik Tim Pemenangan Pasangan
Eddy Rumpoko-Punjul Santoso Pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2012
Di Kota Batu.

2.

Untuk Mengetahui Penerapan Komunikasi Politik Tim Pemenangan Pasangan
Eddy Rumpoko-Punjul Santoso pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2012
di Kota Batu.

8

D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih dalam
tentang bagaimana fungsi komunikasi politik secara umum dan Strategi
komunikasi politik oleh Tim Pemenangan Pasangan Eddy Rumpoko-Punjul
Santoso pada pemilu Kepala Daerah tahun 2012 dan sekaligus memberikan
konstribusi yang baik kepada tim Pemenangan partai politik atau calon eksekutif,
legeslatif maupun yang lainnya terkait dalam strategi komunikasi politik. Karya
ilmiah ini juga diharapkan akan memberikan manfaat bagi pengembang studi
tentang komunikasi politik di Indonesia. Selain hal itu tulisan ini diharapkan juga
akan bermanfaat bagi upaya penulis memperkaya khasanah studi tentang ilmu
komunikasi dan politik khususnya studi yang menfokuskan diri pada komunikasi
politik yang baik dan demokratis sesuai sistem komunikasi politik di Indonesia.

E. Definisi Konsep
1.

Strategi Komunikasi Politik
Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan

pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun
waktu tertentu.
Komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang
berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan
orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain
tersebut menjadi miliknya. Secara lebih spesifik, pengertian atau definisi

9

komunikasi dapat disimpulkan dari berbagai istilah komunikasi berdasarkan
pencetusnya.
Onong Cahyana Effendi mengemukakan bahwa Komunikasi adalah proses
penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu,
mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun
tidak langsung (melalui media) dan Harold Laswell mengemukakan Komunikasi
adalah gambaran mengenai siapa, mengatakan apa, melalui media apa, kepada
siapa, dan apa efeknya.
Sedangkan Politik berasal dari bahasa Yunani kuno dan diambil alih oleh
banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Pada jaman klasik Yunani, Negara
atau lebih tepatnegara-kota disebut “polis”. Plato menamakan bukunya tentang
soal-soal kenegaraan Politikon. Maka, politik” memperoleh arti seni mengatur dan
mengurus Negara dan ilmu kenegaraan. Politik mencakup kebijakan/ tindakan
yang

bermaksud

mengambil

bagian

dalam

urusan

kenegaraan/

pemerintahantermasuk yang menyangkut penetapan betuk, tugas dan lingkup
urusan Negara.
Pada umumnya Politik mencakup beraneka ragam kegiatan dalam suatu
sistem masyarakat yang terorganisasikan (terutama Negara), yang menyangkut
pengambilan keputusan baik mengenai tujuan-tujuan sistem itu sendiri maupun
mengenai pelaksanaanya.
Politik juga diartikan kebijakan; cara bertindak; kebijaksanaan. Dan
dalam arti yang lebih luas politik di artikan sebagai cara atau kebijaksanaan
(policy) untuk mencapai tujuan tertetu, misalnya politik pendidikan.

10

Jadi Komunikasi Politik adalah komunikasi yang melibatkan pesan-pesan
politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan dengan kekuasaan, pemerintahan,
dan kebijakan pemerintah. Dengan pengertian ini, sebagai sebuah ilmu terapan,
komunikasi politik bukanlah hal yang baru. Komunikasi politik juga bisa
dipahami sebagai komunikasi antara "yang memerintah" dan "yang diperintah".
Dalam beberapa literatur menjelaskan konsep komunikasi politik pada
intinya adalah komunikasi yang diarahkan pada pencapaian suatu pengaruh
sedemikian rupa dengan tujuan tertentu sehingga masalah yang dibahas oleh jenis
kegiatan komunikasi tersebut dapat mengikat semua kelompok atau warganya.
Dengan demikian, komunikasi politik adalah rencana yang meliput metode, teknik
dan tata hubungan fungsional antara unsur-unsur dan faktor-faktor dari proses
komunikasi guna kegiatan operasional untuk mencapai tujuan dan sasaran.
Tidak mudah mendifinisikan pengertian strategi komunikasi politik, tetapi
pada intinya strategi komunikasi politik adalah suatu cara untuk mengatur
pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah proses komunikasi
politik sejak dari perencanaan sampai dengan evaluasi, untuk mencapai suatu
tujuan dan sasaran yang diinginkan.

2. Partai Politik
Partai adalah perkumpulan (segolongan orang) yang seazas, sehaluan, dan
setujuan terutama di bidang politik.
Sedangkan Partai politik adalah organisasi politik yang menjalani ideologi
tertentu atau dibentuk dengan tujuan khusus. Definisi lainnya adalah kelompok

11

yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan
cita-cita yang sama. Tujuan kelompok ini ialah untuk memperoleh kekuasaan
politik dan merebut kedudukan politik - (biasanya) dengan cara konstitusionil untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka.
Partai politik adalah sarana politik yang menjembatani elit-elit politik
dalam upaya mencapai kekuasaan politik dalam suatu negara yang bercirikan
mandiri dalam hal finansial, memiliki platform atau haluan politik tersendiri,
mengusung kepentingan-kepentingan kelompok dalam urusan politik, dan turut
menyumbang political development sebagai suprastruktur politik.

F. Sistematika Penulisan
Bab I pendahuluan yang memuat latar belakang masalah, rumusan
masalah, tujuan penelian, manfaat penelitian, definisi konsep, dan sistemaatikan
pembahasan. Kemudian bab II membahas kajian pustaka yang meliputi
komunikasi politik (konsep dasar komunikasi politik, ruang lingkup komunikasi
politik, unsur-unsur komunikasi politik, tujuan komunikasi politik),

strategi

komunikasi politik (ketokohan dan kelembagaan, menciptakan bersamaan,
membangun konsensus, media komunikasi politik), kemudian Bab III membahas
metode penelitian yang meliputi pendekatan dan jenis penelitian, sampling dan
unit analisi dan sumber data penelitian, lokasi penelitian dan waktu
penelitian,teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan teknik keabsahan
data.
Bab IV membahas mengenai paparan data dan temuan penelitian yang

12

meliputi paparan data, strategi tim pemenangan Eddy Rumpoko dan Punjul
Santosa (konsep strategi komunikasi politik, penetapan strategi pemenangan),
bentuk komunikasi politik (komunikasi face to face (menyapa rakyat), building
image (membangun citra) berbasis kinerja, penggunaan media komunikasi
politik). Kemudian pada bab V merupakan pembahasan yang meliputi strategi
komunikasi politik tim pemenangan pasangan Eddy Rumpoko-Punjul Santoso
pada pemilihan kepala daerah tahun 2012 di kota batu dan bentuk komunikasi
politik tim pemenangan pasangan Eddy Rumpoko-Punjul Santoso pada pemilihan
kepala daerah tahun 2012 di kota Batu. Sedangkan pada bab VI adalah penutup
yang meliputi kesimpulan dan saran (secara akademis dan praktis).

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)