Perancangan Media Informasi Tentang Motif Dan Makna Batik Jambi

(1)

(2)

(3)

(4)

74 RIWAYAT HIDUP

Data Pribadi :

Nama : M. Haikal Rabbani

Alamat : Jalan Makalam No 46 RT 20 RW 03 Kampung Manggis, Jambi.

Nomor Telepon / HP : 081222433252

E-mail : haikal.rabbani31@gmail.com

Jenis Kelamin : Laki – Laki

Tempat / Tanggal Lahir : Jambi / 31 Mei 1994

Agama : Islam

Kewarganegaraan : Indonesia Riwayat Pendidikan :

Periode Sekolah / Universitas Jurusan Jenjang

1999 - 2000 TK PERTIWI 1 JAMBI TK

2000 - 2006 SD N 2 JAMBI SD

2006 - 2009 SMP ADHYAKSA 1 JAMBI SMP

2009 - 2012 SMA ADHYAKSA 1 JAMBI IPS SMA


(5)

Laporan Pengantar Tugas Akhir

PERANCANGAN MEDIA INFORMASI TENTANG MOTIF DAN MAKNA BATIK JAMBI

DK 38315 / Tugas Akhir Semester II 2015-2016

oleh:

M. Haikal Rabbani NIM. 51912151

Program Studi Desain Komunikasi Visual

FAKULTAS DESAIN

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG


(6)

iii KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena hanya atas rahmat-Nya, sehingga laporan tugas akhir yang berjudul “Perancangan Media Informasi Tentang Motif dan Makna Batik Jambi” dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu. Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah tugas akhir program strata satu, jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia.

Dalam penyusunan laporan mata kuliah tugas akhir ini, banyak pihak yang telah memberi dukungan dan baik berupa saran, kritik, dukungan, maupun bantuan materi dan keluarga, oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu-persatu yang terlibat dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini sehingga dapat selesai dengan baik.

Akhir kata, kami menyadari bahwa pelaksanaan tugas akhir dan laporan ini masih belum sempurna. Kekurangan baik materi maupun penyusunan-nya dikarenakan keterbatasan kemampuan dan waktu. Oleh karena itu, segala kritik dan saran ditujukan untuk perbaikan agar menjadikan laporan ini menjadi lebih sempurna kami harapakan. Semoga penyusunan laporan ini bermanfaat untuk semua pihak.

Bandung, / / Penulis,


(7)

vi DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ... i

LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

ABSTRAK ... iv

ABSRACT ... v

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

BAB I. PENDAHULIAN... 1

I.1 Latar Belakang Masalah ... 1

I.2 Identifikasi Masalah ... 3

I.3 Rumusan Masalah ... 3

I.4 Batasan Masalah ... 3

I.5 Tujuan Perancangan ... 3

I.6 Manfaat Perancangan ... 3

BAB II. MOTIF DAN MAKNA BATIK JAMBI ... 4

II.1 Pengertian Motif Batik ... 4

II.2 Pengertian Batik ... 4

II.3 Proses Pembuatan Batik ... 4

II.2 Batik Jambi ... 6

II.2.1 Sejarah Batik Jambi ... 6

II.2.2 Kategorisasi ... 7

II.2.3 Ciri Khas Batik Jambi ... 9

II.2.4 Motif-Motif Batik Jambi ... 10

a. Motif Angso Duo ... 10

b. Motif Batanghari ... 11

c. Motif Bungo Kaco Piring ... 12


(8)

vii

e. Motif Bungo Tanjung ... 14

f. Motif Bungo Teratai ... 15

g. Motif Daun Keladi ... 17

h. Motif Durian Pecah ... 18

i. Motif Kapal Sanggat ... 19

j. Motif Kepak Lepas ... 21

k. Motif Kuawo Berhias ... 22

l. Motif Merak Ngeram ... 23

m. Motif Relung Kangkung ... 24

n. Motif Riang-Riang ... 25

o. Motif Tampuk Manggis ... 26

II.2.5 Pengetahuan Masyarakat Terhadap Batik Jambi ... 27

II.2.6 Solusi ... 33

BAB III. STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL ... 34

III.1 Strategi Perancangan ... 34

III.1.1 Tujuan Komunikasi ... 34

III.1.2 Pendekatan Komunikasi ... 34

III.1.3 Mandatory ... 35

III.1.4 Materi Pesan ... 36

III.1.5 Gaya Bahasa ... 36

III.1.6 Khalayak Sasaran Perancangan... 36

III.1.7 Strategi Kreatif ... 37

III.1.8 Strategi Media ... 38

III.1.9 Strategi Disribusi ... 40

III.2 Konsep Visual ... 41

III.2.1 Format Desain ... 41

III.2.2 Tata Letak (layout) ... 42

III.2.3 Huruf ... 43

III.2.4 Ilustrasi ... 44


(9)

viii

BAB IV. TEKNIS PRODUKSI MEDIA ... 47

IV.1 Teknis Media ... 47

IV.2 Teknis Produksi Media ... 49

IV.2.1 Buku (Media Utama) ... 49

IV.2.2 Media Pendukung ... 52

DAFTAR PUSTAKA ... 61

LAMPIRAN ... 62

SURAT KETERANGAN PUBLIKASI ... 73


(10)

67 DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku

Disperindag Prov Jambi. (2013), Filosofi Motif Batik Jambi. Jambi

Kusumawardhani, Reni. (2012). Batik How to Wear. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Musman, Asti & Airini, Ambar B. (2012). Batik : Warisan Adiluhung Nusantara. Yogyakarta: G-Media

Rustan, Surianto. (2009). LAYOUT. Jakarta: Gramedia.

Syarif, Akmal. (1994). JAMBI, INDONESEIA. Dokumen Prbadi. Jakarta.

Wulandari, Ari. (2011). Batik Nusantara: Makna Filosofi, Cara Pembuatan dan Industri Batik. Yogyakarta: Andi Publisher

Artikel Internet

Albert H. Munsell. 2011 (10 Januari). Pengertian warna menurut para ahli. Tersedia di: http://bukuilmu-anda.blogspot.co.id/2011/01/pengertian-warna-menurut-para-ahli.html [10 April 2016]

Dedi Sudiana. 2016 (24 Januari). Pengertian Tipografi. Tersedia di: http://www.gurupendidikan.com/pengertian-tipografi-menurut-para-ahli-beserta-contohnya-lengkap/ [10 April 2016]

Kusmiyanti. 2010 (30 Oktober). Pengertian Ilustrasi Gambar. Tersedia di:

http://5martconsultingbandung.blogspot.co.id/2010/10/pengertian-ilustrasi-gambar.html [10 April 2016]

Zanu. 2014 (14 April). Poster. Tersedia di:

http://shaoran1401.blogspot.co.id/2014/04/poster.html [10 April 2016]

Skripsi/Tesis/Penelitian

Lukman, Muhammad. (2014) “Perancangan Buku Essai Foto Realita Kehidupan Pengamen Waria di Daerah Binong-Bandung”. Tugas Akhir-Fakultas Desain Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Komputer Indonesia. Bandung.


(11)

1 BAB I. PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah

Hampir di setiap suku di daerah Indonesia memiliki ciri khas pakaian tradisional masing – masing, mulai dari bentuk, cara pemakaiannya dan motif. Hal ini yang dapat memberikan identitas tersendiri dari setiap daerah agar mudah di kenali oleh masyarakat luas. Salah satunya yaitu batik.

Di Indonesia, batik sudah ada sejak zaman Majapahit dan sangat populer pada abad XVIII atau pada awal abad XIX. Sampai abad ke XX, semua batik yang dihasilkan adalah batik tulis. Kemudian setelah perang dunia I, batik cap baru muncul.(Musman, Asti & Airini, Ambar B, 2012, h. 3)

Pada tanggal 2 Oktober 2009 Pemerintah Indonesia menetapkan sebagai hari batik nasional. Dikarenakan batik merupakan budaya bangsa yang unik, dan memiliki simbol. Batik juga memiliki banyak filosofi yang sangat mendalam. Kriteria itulah yang membuat batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia yang diakui oleh United Nations Education, Scientific, and Cultural Organization ( UNESCO ). Setiap perkembangan zaman mulai bermunculan motif–motif batik baru yang mewakili setiap provinsi atau daerahnya itu salah satunya adalah Jambi. (Musman, Asti & Airini, Ambar B, 2012, h. 1)

Di Indonesia, batik dibuat di berbagai daerah, terutama di Jawa Tengah yang merupakan pusat kegiatan pembatikan. Setiap daerah mempunyai keunikan dan ciri khas batik masing-masing, baik dalam ragam hias maupun tata warnanya. Di daerah Jambi yang merupakan salah satu daerah yang di luar pulau Jawa yang memiliki motif batik dengan ciri khas tersendiri, Batik Jambi dikembangkan pertama kali oleh keluarga Raja-Raja Melayu Jambi, Keluarga-keluarga kerajaan Melayu Jambi membatik dengan motif khas fauna dan flora. Ragam hias batik Jambi ditentukan oleh faktor estetika dan filosofis yang digali dan diperkaya dari muatan lokal yang berupa keadaan geografis, kebudayaan, kepercayaan dan hasil seni juga kerajinan. Secara umum ragam hias batik Jambi merupakan satu


(12)

2 kesatuan dari elemen - elemen yang terdiri atas titik, garis, bentuk warna dan tekstur. Kesatuan elemen tersebut, mewujudkan keindahan melalaui pengulanagan, pusat perhatian, keseimbangan dan kekontrasan yang memiliki bobot kultur setempat, opini dan nilai-nilai filosofi.

Nian S.Djoemana (1986) mengemukakan bahwa Batik Jambi dikembangkan pertama kali oleh keluarga Raja-Raja Melayu Jambi dan berangsur-angsur surut setelah kerajaan runtuh. Masyarakat Jambi masih banyak yang tidak mengetahui bentuk dan makna motif batik Jambi, dan ditambah lagi sulitnya mendapatkan informasi-informasi tentang bentuk dan makna pada motif Batik Jambi yang hanya bisa di dapatkan di dinas perdagangan dan perindustrian Provinsi Jambi dan beberapa budayawan Jambi saja. Jika hal ini dibiarkan terus tidak menutup kemungkinan apabila suatu saat batik Jambi dilupakan oleh sebagian masyarakat saat ini. Namun pada tahun 1980 an hingga sekarang Pemerintah Provinsi Jambi mulai menghidupkan kembali budaya batik Jambi dengan cara memberikan sosialisasi-sosialisai tentang seperti pelatihan membatik, melakukan pameran dan seminar mengenai batik Jambi kepada masyarakat Jambi.

Batik Jambi merupakan salah satu budaya bangsa yang harus di lestarikan supaya tidak hilang karena di dalam motif-motif batik Jambi banyak terdapat nilai-nilai religi, nasehat, dan kebiasaan masyarakat Jambi dan bahkan sampai sejarah daerah Jambi itu sendiri. Karena itulah informasi tentang bentuk motif dan makna batik Jambi sangatlah dibutuhkan supaya masyarakat Jambi lebih mudah untuk mendapatkan atau mengetahui informasi-informasi tentang bentuk motif dan makna pada batik Jambi, dan supaya masyarakat Jambi lebih menghargai warisan budaya daerahnya sendiri dan bisa di lestarikan untuk generasi-generasi penerusnya kelak.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Subiyanto (5 Januari 2016) belum adanya buku mengenai bentuk dan makna motif batik Jambi yang bisa di dapat secara luas. Karena itu buku mengenai bentuk dan makna motif batik Jambi sangat diperlukan sebagai salah satu bentuk dukumentasi warisan budaya Indonesia.


(13)

3 I.2 Identifikasi Masalah

 Pengetahuan masyarakat Jambi mengenai makna pada motif batik Jambi masih sangat minim.

 Masyarakat Jambi hanya mengetahui beberapa macam motif batik Jambi saja.

 Sedikitnya sosialisasi-sosialisasi tentang batik Jambi kepada masyarakat.

 Batik Jambi sempat meredup/surut setelah Kerajaan Melayu Jambi runtuh. I.3 Rumusan Masalah

Bagaimana agar masyarakat mengetahui bentuk motif dan makna yang terkandung pada motif batik Jambi ?

I.4 Batasan Masalah

 Informasi yang akan disampaikan mencakup bentuk dan makna pada motif batik Jambi

 Motif dan makna batik Jambi yang akan di informasikan hanya 15 macam motif saja antara lain : Angso Duo, Batanghari, Bungo Kaco Piring, Bungo Melati, Bungo Tanjung, Bungo Teratai, Daun Keladi, Durian Pecah, Kapal Sanggat, Kepak Lepas, Kuawo Berhias, Merak Ngeram, Relung Kangkung, Riang-Riang, Tampuk Manggis. Alasan mengambil 15 motif diatas karena motif-motif tersebut merupakan motif-motif lama yang sangat wajib dilestarikan karena banyak mengandung nilai-nilai religi, nasehat, pantangan/larangan.

1.5 Tujuan Perancangan

Tujuan perancangan dari penelitian ini agar masyarakat kota Jambi mengenal kembali motif batik Jambi.

1.6 Manfaat Perancangan

Adapun manfaat dari penelitian ini antara lain :

 Informasi mengenai bentuk dan makna motif Batik Jambi.

 Batik Jambi agar dapat lebih dikenal sehingga dapat terus dilestarikan oleh masyarakat Jambi.


(14)

4 BAB II. MOTIF DAN MAKNA BATIK JAMBI

II.1 Pengertian Motif Batik

Motif batik adalah kerangka gambar pada batik yang berupa perpaduan garis, bentuk dan isian yang menjadi satu kesatuan batik secara keseluruhan.

II.2 Pengertian Batik

Batik adalah teknik perintang warna dengan menggunakan lilin (malam), yang telah ada sejak pertama kali diperkenalkan nama batex oleh Chastelein, seorang anggota Raad van Indie (dewan Hindia) pada tahun 1705. Pada masa itu penanaman dan penenunan kapas sebagian besar berpusat di pulau Jawa. Penduduk biasa mengenakan kain yang dilukis dengan cara mereka sendiri. Tetapi kaum bangsawan Jawa pada masa itu selalu mengenakan kain dari Gujarat. "Seharusnya mereka selalu mengenakan kain batik," gerutu Chastelein. Akhirnya teknik itu berkembang dan dikenakan oleh hampir semua kalangan, sampai dengan sekarang. Istilah batik sendiri berasal dari bahasa jawa "amba", yang artinya menulis dan "ntik", yang artinya titik. Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak menggunakan canting atau cap dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak "malam" (wax) yang diaplikasikan di atas kain.

Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Pertama adalah teknik pembuatan corak dan kedua adalah pewarnaan kain dengan menggunakan malam(lilin). Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing, yaitu bagian kain yang ditutupi malam atau lilin sehingga zat pewarna tidak akan terserap pada bagian kain saat melakukan pewarnaan.(Musman, Asti & Airini, Ambar B, 2012, h. 3)

II.3 Proses Pembuatan Batik

Berdasarkan teknik pembuatannya, batik terbagi beberapa jenis sebagai berikut : a. Batik Tulis

Batik tulis dikerjakan dengan menggunakan canting. Canting merupakan alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk bias menampung malam (lilin


(15)

5 batik). Bentuk gambar/desain pada batik tulis tidak ada pengulangan yang jelas, sehingga gambar lebih luwes dengan ukuran garis motif yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan batik cap. Dan pada gambar batik tulis tampak rata pada kedua sisi kain ( tembus bolak balik ).

Gambar II.1 Batik Tulis Sumber:

http://4.bp.blogspot.com/- ZlhkLML6FvQ/UbZPDEW5LjI/AAAAAAAAABc/Gp_R03ZqQgw/s1600/prose-batik-tulis.jpg

(Diakses pada 05/04/2016)

b. Batik Cap

Batik cap adalah kain yang dihias dengan motif atau cotak batik dengan menggunakan media canting cap. Canting cap adalah suatu alat dari tembaga dimana terdapat desain suatu motif. Permintaan akan batik cap didorong oleh banyaknya permintaan akan batik. Permintaan ini direspon oleh pengusaha batik dengan membuat cap mengingat pembuatan batik tulis memerlukan waktu yang relatif lama.

Gambar II.2 Batik cap

Sumber: https://arafahbatik.files.wordpress.com/2013/10/cara-membuat-batik-cap.jpg


(16)

6 c. Batik Sablon atau Printing

Batik printing di buat dengan menggunakan motif pabrikan atau motif sablon, yaitu motif batik yang telah dicetak secara otomatis. Batik sablon atau printing ini dibuat tenpa menggunakan proses pencegahan serap warna pada malam.

Gambar II.3 Batik Sablon atau Printing

Sumber: http://www.ultimoparadiso.com/wp-content/uploads/2012/10/batik-cap.jpg

(Diakses pada 05/04/2016)

II.2 Batik Jambi

II.2.1 Sejarah Batik Jambi

Tulisan mengenai asal usul Batik Jambi mula-mula terdapat pada artikel yang di tulis E.M Gosling dalam mingguan colonial “TIMUR dan BARAT” Nomor 52 tahun 1929 dan Nomor 2 tahun 1930. Artikel itu menyebutkan bahwa penemu batik di Kota Jambi adalah Tasilo Adam dan Tasilo jugalah yang menyebarkan berita di bulan Januari 1928 untuk selanjutnya disebar luaskan kepada rakyat dengan perantaraan Tuan Ezarman. Menurut tulisan itu hasil kerajinan tangan Batik Jambi telah berkembang sejak zaman dahulu yang berasal dari nenek moyang turun menurun di penduduk kampung tengah atau kampung yang berdekatan yang terletak di Sebrak sungai Kota Jambi.

Nian S.Djoemana (1986) mengemukakan bahwa Batik Jambi dikembangkan oleh keluarga Raja-Raja Melayu Jambi dan berangsur-angsur surut setelah kerajaan runtuh. Yang jelas menurut P.W.Philipsen pada tahun 1875 Haji Mahibat beserta keluarga dari Jawa Tengah menetap di Jambi dan mengerjakan pembatikan di


(17)

7 Jambi. Cerita dan katalog Batik Jambi ini juga telah ditulis oleh Fiona Kerloque secara khusus sebagai hasil studinya di Jambi. Judul bukunya itu “Scattered Flowers Textile From Jambi Sumatera”.

Andai pemberlakuan busana Jawa ini terbukti benar, maka tidak mustahil pekerjaan pembatikan pun yang semula di Jawa ditarik ke lingkungan istana. Ini berarti mendukung pendapat Nian S.Djoemana dan penulis lainnya yang menyatakan bahwa pakaian batik dikembangkan oleh keluarga Raja-Raha Melayu jambi. Terlepas dari unsur politis, maka catatan Hendrik Van Gent ini memberi indikasi adanya pengaruh atau pemakaian busana (batik) Jawa di Jambi disaat pertengahan abad 17.

Akhirnya pada era tahun 1980 an atas prakarsa ibu IR. Sri Soedewi Maschun Sofwan (Ibu Gubernur Jambi saat itu) bersama ibu Lyli Abdurrahman Sayoeti memprakarsi dan menghidupkan kembali budaya Batik Jambi dengan mendatangkan ahli batik dari Yogjakarta dan seorang pembantu untuk memulai kembali melatih remaja-remaja putrid dari Kota Sebrang. Dalam pelatihan yang dimaksud bukan hanya meneruskan teknis membatik alami namu mengembangkan teknis membatik ala modern dengan menggunakan zat kimia (Napol dan pewarna batik). Hingga kini batik tulis kimia inilah yang lebih berkembang pesat dibandingkan Batik Tulis Alami dan bermunculan juga motif-motif baru seperti motif-motif Batanghari, dan Motif Kombinasi serta motif-motif-motif-motif lainnya. (Disperindag Prov Jambi. 2013, h. 1)

II.2.2 kategorisasi a. Motif Batik Lama

Ciri-ciri motif lama adalah terdapat dari pembuatan, pewarnaan dan bentuk motifnya, teknik pembuatan motif batik lama selalu dengan cara yang lebih tradisional yaitu teknik batik cap dan tidak menggunakan teknik-teknik yang lainnya, dari segi pewarnaan motif batik lama menggunakan warna-warna alami seperti dari getah pohon, daun-daunan maupun sampai ke buah-buahan,dan bentuk motifnya berdiri sendiri dan berulang, tidak ada penggabungan atau


(18)

8 kombinasi motif dan kebanyakan dari motif batik lama memiliki makna atau filosofi tentang religi, nasehat, dan pantangan atau larangan.

b. Motif Batik Baru

Ciri-ciri motif batik baru adalah dari segi pembuatannya motif batik baru menggunakan teknik batik cap dan printing disebabkan karena pembuatan motif batik cap ataupun printing memakan waktu yang lebih cepat dan biaya lebih murah dari pada dengan menggunakan teknik batik tulis, dari segi warna motif batik baru tidak menggunakan warna-warna alami lagi tetapi menggunakan warna-warna kimia, dan motif-motif kombinasi. (Subianto, 5 Januari 2015)

Gambar II.4 Sanggar Batik Jambi di Olak Kemang Sebrang Sumber: Pribadi 2015

Gambar II.5 Sangar Batik Jambi PKK Provinsi Jambi Sumber: Pribadi 2015


(19)

9

Gambar II.6 Kegiatan pada sanggar batik Jambi Sumber: Pribadi 2015

II.2.3 Ciri Khas Batik Jambi

Batik Jambi memiliki ciri khas yang unik dan eksotis, baik dari segi warna dan motifnya sendiri, antara lain :

a. Warna

Sebagian besar pewarnaan batik Jambi diambil dari bahan-bahan alami yang ada di alam sekitar Jambi, yaitu campuran dari aneka ragam kayu, getah pohon, tumbuh-tumbuhan, dan buah-buahan :

 Kayu Sepang menghasilkan warna coklat

 Kayu Ramelan menghasilakan warna merah

 Kayu Lambato menghasilkan warna kuning

 Kayu Nilo menghasilkan warna biru

Gambar II.7 Warna motif batik Jambi Sumber: Pribadi 2015

b. Motif

Motif batik Jambi terinspirasi dari lingkungan sekitar Jambi, seperti bentuk flora dan fauna, sebagai mana motif yang terdapat di Indonesia pada umumnya. Namun


(20)

10 dilihat dari bentuk motif corak dan pewarnaannya, batik Jambi memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan batik yang ada di daerah lain. Keunikan seni batik Jambi terletak pada kesederhanaan bentuk motif dan pewarnaan yang khas, yaitu motif yang tidak berangkai (ceplok-ceplok) dan berdiri sendiri.

Pemberian nama pada motif batik Jambi, diberikan pada setiap satu bentuk motif, seperti motif Bungo Melati, motif Bungo Tanjung, motif Riang-Riang dan sebagainya. Jadi bukan diberikan pada suatu rangkaian bentuk dari berbagai unsur atau elemen yang telah di desain sedemikian rupa yang telah menjadi satu kesatuan yang utuh baru di beri nama.

II.2.4 Motif-Motif Batik Jambi

Dari sekian banyak bentuk motif batik Jambi yang ada, penulis hanya mengambil 11(sebelah) macam bentuk motif lama batik Jambi yang akan diinformasikan lebih lengkap dibawah ini :

a. Motif Angso Duo

Gambar II.8 Bentuk dan detail Motif Angso Duo Sumber: Pribadi 2015

1. Bentuk motif

Motif Angso Duo dilukiskan dengan objek dua angsa yang saling beriringan, saling berhadapan satu sama lain. Motif ini memiliki beberapa variasi, seperti Angso Duo beriringan, Angso Duo berhadapan dan dikombinasikan dengan motif lainnya seperti motif Kapal Sanggat, Durian Pecah, dan lain-lain. Pewarnaan


(21)

11 motif Angso Duo tidak memiliki warna baku. Namun seperti motif batik Jambi lainnya, warna yang biasa digunakan ialah warna-warna cerah dan tegas.

2. Pesan yang terkandung

Adapun pesan yang terkandung di dalam motif Angso Duo ialah “himbauan dan nasihat agar kita senangtiasa berusaha mencari termpat yang lebih baik” atau dalam bahasa agama Islam ialah ajakan untuk Hijrah. Selain itu juga terkandung “nilai keselarasan antara manusia dan binatang menanamkan nilai saling menghormati sesama makhluk ciptaan Tuhan. Binatang memang tidak dikaruniai akal tetapi memiliki insting yang tinggi, berkat insting yang dimiliki binatang bisa membaca tanda-tanda alam. Motif ini memiliki kandungan pesan yang cukup mendalam yaitu nilai kegigihan dan kesabaran dalam berusaha, serta nilai keselarasan antara sesama makhluk hidup. (Disperindag Prov Jambi. 2013, h. 18- 19)

b. Motif Batanghari

Gambar II.9 Bentuk dan detail Motif Batanghari Sumber: Pribadi 2015

1. Bentuk Motif

Ragam hias dalam khasanah penggambaran visual, biasa diambil atau berasal dari suatu gambaran yang terbentang dari alam dan isiannya. Seperti gunung, sungai yang mengalir, matahari, rembulan, flora dan fauna yang ada di alam. Ragam hias batik motif Batanghari adalah nama sebuah sungai yang berada di daerah Jambi dan juga sebagai salah satu sungai terpanjang di pulau Sumatra. Motif batik


(22)

12 Batanghari dilukiskan dengan sebuah pola berbentuk sulur-sulur tanaman yang menjulur dari poros batang bawah menjulur ke atas. Secara keindahan visual motif Batanghari dapat kita telusuri bahwa motif tersebut terinspirasi oleh keindahan alami lekuk liku jeram sungai Batanghari yang pengembaran visualnya mengambil bentuk sulur-sulur tanaman.

2. Pesan yang Terkandung

Sulur-sulur ini bisa diartikan sebagai lambang perjalanan hidup atau umur seseorang. Bentuk atau gambaran sulur tumbuhan ini tumbuh berporos dari bawah ke atas dan dari poros batang utama diimbangi dengan tumbuhnya sulur baru dan membentuk sulur ke kiri dan ke kanan, dan bunganya tergambar menunduk kebawah. Dari gambar ini jelas bahwa pesan yang ingin disiratkan menunjukan tentang liku-liku hidup ini hendaknya ikutilah sebagailaman keseimbanganalam, bagai air dari mata air di tepian jurang mengalir kelaut yang begitu luas, ada kalahnya perjalanan kita panjang untuk menuju keberhasilan. Namum apabila kita terbentur oleh sesuatu jalan berliku hendaknya tetaplah berupaya segenap usaha. Lebih dalam, kita dapat bercermin lebih jauh dari ungkapan tradisional berikut ini sebagai kearifan lokal yang layak kita sandang sebagai tunjuk ajar dalam kehidupan ini : “Gopuk jangan memboan lomak, cerodik jangan memboan kawan” (Gemuk jangan membuang lemak, cerdik jangan membuang kawan) Artinya : “Dalam hidup seseorang tidak boleh angkuh dan sombong“. (Disperindag Prov Jambi. 2013, h. 23-24)

c. Motif Bungo Kaco Piring

Gambar II.10 Bentuk dan detail Motif Bungo Kaco Piring Sumber: Pribadi 2015


(23)

13 1. Bentuk Motif

Munculnya motif kaco piring pada selembar kain batik ada beberapa versi atau pendapat yang pada umumnya makna dan artinya sama. Motif batik kaco piring dilukiskan dengan sebuah pola garis yang membentuk gambar menyerupai piring yang di terapkan pada batik.

Menurut Bapak Husein dari Kampung Tengah pada tahun 1989 bahwa nama kaca piring diambil dari motid bunga jeruk bercabang (Goesling), dimana saat melukiskan ke kain batik pada tahun 1970 terjadi kesalahan dalam menarik cantingnya , sehingga pengrajin mengatakan bahwa motif ini mirip dengan Bungo Kaco Piring dan versi satu lagi motif kaco piring ini berasal dari piring kaca yang banyak beredar di Jambi pada masa pemerintahan Belanda di Jambi. Sejak tahun itu motif kaco piring mulai banyak diminati oleh masyarakat Jambi seberang kota yang dijadikan sebagai motif pada kain mori (kain batik) di Jambi.

2. Pesan yang Terkandung

Pesan atau makna yang terkandung pada motif kaco piring adalah menggambarkan hati yang lapang dan bersih. (Disperindag Prov Jambi. 2013, h. 26)

d. Motif Bungo Melati

Gambar II.11 Bentuk dan detail Motif Bungo Melati Sumber: Pribadi 2015

1. Bentuk motif

Dilihat dari sisi bentuk, motif Bungo Melati tidak banyak perubahan pada stilisasinya, karena Bungo Melati aslinya memang sudah memiliki bentuk yang


(24)

14 indah. Pada motif batik Jambi, motif Bungo Melati ada dua macam yaitu Bungo Melati kecil dan Bungo Melati besar. Bungo Melati kecil biasanya berfungsi sebagai motif isian sedangkan Bungo Melati besar berfungsi sebagai motif utama. Bungo Melati pada umumnya berwarna putih dan berbau harum, mengandung senyawa-senyawa unsur kimia yang besar manfaatnya untuk pengobatan. Kandungan kimia bungo melati antara lain indol, benzyl, livalylacetaat, dapat digunakan untuk menyembuhakan berbagai macam penyakit seperti : sakit mata merah, demam, sakit kepala, sesak nafas, radang usus, radang ginjal dan penyakit lainnya. Karena berbagai macam kelebihandan keistimewaan Bungo Melati, maka sangatlah wajar bila nenek moyang kita terinspirasi mengangkat bentuk Bungo Melati menjadi motif batik Jambi.

2. Pesan yang terkandung

Motif Bungo Melati memiliki makna filosofi selain lambang kesucian cinta adalah :

1. Sifat konaah dan syukur atas apa yang ada, tidak ada iri dengan yang lainnya, sesungguhnay Allah menciptakan semua bentuk dan keadaan mahluknya seusai peran masing-masing.

2. Aku adalah aku yang tidak akan seperti dan menjadi kamu. Akupun tidak ingin kamu menjadi aku namun aku dan kamu adalah kita. Artinya seseorang tidak bisa memaksakan kehendaknya kepada orang lain begitu juga sebaliknya, sebaiknya saling berbagi dan bekerjasama tapi tidak perlu menonjoklan diri. (Disperindag Prov Jambi. 2013, h. 34-35)

e. Motif Bungo Tanjung

Gambar II.12 Bentuk dan detail Bungo Tanjung Sumber: Pribadi 2015


(25)

15 1. Bentuk Makna

Tanjung (Mimusops Elengi) adalah sejenis pohon yang berasal dari India, Sri Lanka dan Burma. Telah masuk ke Nusantara semenjak berabad-abad silam. Pohon tanjung berbunga harus semerbak dana berpohon rindang, biasa ditanam di taman-taman dan sisi jalan berfungsi sebagai pohon pelindung. Keharuman Bungo Tanjung dilukiskan dalam sair lagu melayu, harumnya sampai melintas gunung. Dalam perumpamaan lain dilukiskan harumnya semerbak mewangi bagaikan putri bidadari turun dari langit. Bunga tanjung juga memiliki khasiat untuk obat, rebusan bungo tanjung digunakan untuk mengatasi demam, daun segar Bungo Tanjung yang ditumbuk halus digunakan sebagai obat sakit kepala, dan buahnya dapat dimakan. Karena berbagai keistimewaan bungo tanjung inilah dapat menginspirasi para pengrajin untuk menjadikan motif batik di Jambi.

2. Pesan yang Terkandung

Dilihat dari bentuk, motif ini dapat diterapkan pada bahan dasar kain panjang, bahan dasar atau bahan dasar pakaian lainnya. Pohon tanjung daunnya rindang, bungonya harum semerbak, dan buahnya enak dimakan. pelambang seorang pemimpin yang memiliki kewibawaan, seperti pepatah adat “ daunnya rindang tempat berteduh, batangnya besar tempat bersandar, akarnya kuat tempat tertahan, pergi tempat bertanya balik tempat bercerito. Motif batik Bungo Tanjung memiliki makna “seorang pemimpin yang arif dan bijaksana, dapat dipercaya keindahan tuturkatanya”. (Disperindag Prov Jambi. 2013, h. 30-31)

f. Motif Bungo Teratai

Gambar II.13 Bentuk dan detail Motif Bungo Teratai Sumber: Pribadi 2015


(26)

16 1. Bentuk motif

Teratai ( Nulumbium Nulumbo Druce ) merupakan jenis tumbuhan air yang sanggup bertahan hidup dalam jangka waktu yang cukup lama. Keistimewaan tumbuhan teratai ini batang, daun dan bunganya memiliki lapisan lilin sehingga bisa tetap dalam keadaan bersih mesikpun hidupdi air yang kotor dan keruh. Bunga teratai selain memiliki berbagai warna dan bentuknya yang indah, baunya juga harum.

Di dalam bunganya terdapat biji-bijian yang bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit, antara lain : dapat menghentikan diare, batuk darah, menguatkan jantung dan ginjal, serta mengembalikan stamina tubuh. Karena sifat dan berbagai keunggulan bunga teratai inilah yang dapat memberikan inspirasi para pencipta ragam hias untuk diangkat menjadi motif batik Jambi.

2. Pesan yang terkandung

Pesan yang terkandung dalam motif Bungo Teratai sesungguhnya manusia harus mampu tetap tegar dan tidak boleh selalu mengeluh walau berada dalam kondisi dan situasi yang sulit sekalipun. Kita tidak boleh terpengaruh oleh keadaan lingkungan yang kurang menguntungkan, justru kita harus mampu menunjukan kebaikan-kebaikan kita, bagaimana bunga teratai yang tetap menjulang ke permukaan air, mekar sepanjang hari dengan keindahan dan keharumannya. Kitapun bisa menunjukan sikap ramah-tamah, lemah-lembut dalam bertutur kata, sopan dalam bertindak apalagi jika dihiasi dengan muka yang cerah disertai dengan senyuman yang tulus. Motif Bungo Teratai memliki makna filosofi :

 Seorang gadis umpamakan bunga, harus tetap mampu menjaga kesuciannya walau hidup dalam lingkungan yang kurang baik, harus pandai menyaring dan menjaga diri.

 Alam berkembang menjadi guru bagi siapapun orang yang mampu mengambil makna setiap peristiwa yang terjadi disekitar lingkungannya. (Disperindag Prov Jambi. 2013, h. 31-32)


(27)

17 g. Motif Daun Keladi

Gambar II.14 Bentuk dan detail Motif Daun Keladi Sumber: Pribadi 2015

1. Bentuk motif

Berbagai motif khas Jambi ikut mempengaruhi kehidupan masyarakat dengan motif khas yang di inspirasi dari alam sekitarnya, Antara lain motif Daun Keladi. Filosofi yang terkandung didalam motif Daun Keladi adalah : “Teguh dengan janji dalam tiga sepilin/tigo tunggu sejanjang kok bulat dapat digulingkan,kok pipih dapat dilayangkan”. Daun Keladi adalah salah satu motif batik khas Jambi, daunnya yang indah, tekstur daunnya yang berjulang dengan warna mengarah ke putih membentuk kesan bahwa Daun Keladi merupakan daun yang kokoh dan setia kawan karena daun keladi tetap akan menampung air yang dianalogikan sebagai setia kawan. Motif daun keladi dibuat oleh para pengrajin dalam bentuk batik tulis dan batik cap yang dikerjakan pada kain katun, mory/primisima atau sutra.

2. Pesan yang terkandung

Makna simbolik motif Daun Keladi kira-kira dapat disimpulkan sebagai “dapat melakukan kerjasama, kuat dan setia kawan”. Makna lain mengadung nasehat “jadilah orang yang teguh menepati janji” ( dapat dipercaya ). Motif Daun Keladi yang dijadikan motif batik khas Jambi mempunyai keunikan tersendiri yaitu :

1. Motif daunnya yang ramping akan memberikan gambaran yang indah bagi pemakainya.

2. Goresan daun yang tegas menggambarkan ketegasan atau fokus pada hal-hal yang dihadapi.


(28)

18 3. Sifatnya yang dapat menampung air meskipun jumlahnya terbatas menggambarkan kesetiakawanan. (Disperindag Prov Jambi. 2013, h. 27-28)

h. Motif Durian Pecah

Gambar II.15 Bentuk dan detail Motif Durian Pecah Sumber: Pribadi 2015

1. Bentuk motif

Motif Durian Pecah digambarkan dengan buah durian yang terbelah menjadi dua bagian bentuk simetris. Motif Durian Pecah merupakan salah satu motif batik paling kuno di Jambi. Tata letak motif Durian Pecah menggunakan konfigurasi sederhana, tetapi karena kesederhanaan pola dan tata letak motif yang bercorak ceplok-ceplok itulah memiliki keunikan tersendiri, motif Durian Pecah biasanya menggunakan kombinasi warna yang selalu cerah dan menarik.

Penerapan motif Durian Pecah sering dikombinasikan dengan hiasan tambahan dalam bentuk guratan atau lajur yang lebih kecil seperti hiasan resam, bunga kangkung, daun pakis, flora lain yang banyak tumbuh di hutan-hutan belantara Jambi. Penerapan motif Durian Pecah pada batik Jambi bisa dibuat dengan cara dicap (batik cap) atau dengan cara di tulis menggunakan alat cantikangan (batik tulis) dan sekarang ini ada juga yang di produksi dengan cara dicetak (batik printing). Tata letak motifnya biasanya simetris horizontal, vertical dan diagonal. (Disperindag Prov Jambi. 2013, h. 13)


(29)

19 2. Pesan yang terkandung

Pesan yang terkandung adalah keisimewaan buah durian menjadi sumber inspirasi dan filosofi bagi kehidupan masyarakat dan budaya Jambi karena pepatah adat mengatakan “alam terkembang jadi guru”.

Motif ini mengandung sebuah peringatan atau nasihat : “Seindah apapun bentuk dan selezat apapun rasa jika sudah pecah/rusak apalah artinya”. Pesan lain yang terkandung dalam motif Durian Pecah adalah: “Kita hendaknya menjaga sesuatu yang dahulunya sudah baik agar jangan sampai menjadi rusak”.

Motif Durian Pecah bisa diumpamakan dengan seorang manusia yang dianugrahkan oleh yang Maha Kuasa dengan keistimewaan yang tiada tara, memiliki kedudukan yang tinggi dan sempurna sebagai makhluk ciptaan yang Maha Kuasa. Filosofi dari Durian Pecah ini bisa juga diartikan sebagai pemimpin yang mempunyain sifat amanah, tegas dalam ucapan, kuat dalam pendirian dan membawa berkah, dan menfaat bagi orang lain dan alam sekitar. (Disperindag Prov Jambi. 2013, h. 13-15)

i. Motif Kapal Sanggat

Gambar II.16 Bentuk dan detail Motif Kapal Sanggat Sumber: Pribadi 2015

1. Bentuk motif

Motif batik Kapal Sanggat dilukiskan dengan objek kapal laut dan berbagai jenis binatang laut diantaranya Udang, Kepiting Ubur-Ubur, Ikan, Kerang, Kepah, dan Ikan Pari.


(30)

20 2. Pesan yang terkandung

Motif Kapal Sanggat, dipahami sebagai motif kapal yang sanggat/kandas, dari judul motif memiliki penafsiran kapal yang tidak dapat melanjutkan perjalanan kerena tersangkut pada sesuatu (benda). Namun demikian bila dikaitkan dengan pepatah adat “berlayar sampai ke pulau, berjalan sampai ke tujuan” adalah peringatan kepada kelompok sosial masyarakat bahwa melakukan sesuatu haruslah sampai selesai, jangan sampai putuh ditengah jalan atau tidak selesai.

Kemudian bila telaah lebih jauh lagi, sebagai motif pengisi (isian/isen dalam istilah pembatikan)terdapat hewan-hewan yang mengandung kadar protein/gizi yang tinggi. Motif isian ini mengandung pemaknaan bahwa disekitar kita banyak hal-hal yang memberikan manfaat kepada kehidupan, namun demikian jika dikaitkan dengan tema/judul sanggat tadi memiliki pengertian walaupun disekitar kita terdapat banyak hal yang dapat memberikan manfaat tersebut, kita hanya dapat melihat, akan tetapi tidak dapat meraihnya. Motif ini lebih kepada sebuah peringatan kepada kelompok-kelompok sosial masyarakat, jangan sampai terjadi hal-hal seperti yang dijelaskan diatas. “berlayarlah sampai kepulau, berjalanlah sampai ketujuan”.

Namun demikian yang tidak kalah pentingnya ternyata seniman desainer memberikan tanda-tanda lain yang nyaris tidak kelihatan dan luput dari pengamatan kita adalah bendera yang terdapat pada posisi paling atas tiang layar justru berlawanan arah dengan haluan kapal. Pesan yang ingin disampaikan kepada kita memberikan pemaknaan “nasihat” keharusan untuk berhati-hati dalam menjalankan sesuatu pekerjaan. Tidak boleh lalai dalam melaksanakan tugas, selalu waspada dan paham aturan. Karena kelalaian dalam pekerjaan akan menyebabkan musibah dan malapetaka bagi orang yang bersangkutan. (Disperindag Prov Jambi. 2013, h. 11-12)


(31)

21 j. Motif Kepak Lepas

Gambar II.17 Bentuk dan detail Motif Kepak Lepas Sumber: Pribadi 2015

1. Bentuk motif

Bila diamati motif batik kepak lepas bentuknya hampir mirip dengan motif gurda, yaitu salah satu bentuk motif batik di daerah lain. Motif gurda sebenarnya diambil dari nama Garuda, tetapi motif gurda hanyalah menggambarkan bagian bentuk sayapnya saja. Sama halnya dengan motif batik Jambi kepak lepas, motif ini juga hanya menggambarkan kepaknya saja, bedanya pada motif kepak lepas bentuknya simetris dan ditengah-tengah motif ditambah dengan ornament lain berbentuk daun-daunan.

2. Pesan yang terkandung

Kepak atau sayap adalah bagian tubuh burung atau binatang unggas yang paling fital. Dengan kepak itulah burung-burung bisa terbang jauh kemanapun yang dia mau pergi untuk mendapatkan yang dia cari dengan kepaknya burung-burung melindungi diri dari suhu dingin dan panas. Tapi bila kepak itu telah lepas apa yang bisa diperbuat lagi olehnya.

Pesan yang terkandung antara lain hendaknya kita sesama manusia haruslah selalu waspada dalam menjaga diri, menjaga sesuatu yang sudah kita punya, anak, istri/suami, harta, karena itu adalah amanah Allah dan keesokannya harus mempertanggung jawabkan di hadapannya. Jangan sombong, membanggakan diri, di depan orang-orang yang lemah, sungguh itu sangat menyaki perasaan orang tersebut. Sekecil dan selemah apapun orang, tetap ingin di hargai. Tidak ada


(32)

22 satupun manusia di dunia ini yang menyediakan dirinya sebagai bahan tertawaan ataupun hinaan. Ingatlah bila seseorang dalam keadaan sakit seakan semua yang dipunya tiada berguna. Bagaikan burung lepas kepaknya, apa yang bisa kita banggakan lagi. (Disperindag Prov Jambi. 2013, h. 36-37)

k. Motif Kuawo Berhias

Gambar II.18 Bentuk dan detail Motif Kuawo Berhias Sumber: Pribadi 2015

1. Bentuk motif

Motif ini terinspirasi oleh pengrajin batik dari binatang unggas yang bernama Kuao. Kuao adalah unggas yang tergabung dalam marga Argusianus. Terdapat dua jenis kuao, yaitu Kuawo Raja ( Argusianus Argus ) dan Kuawo bergaris ganda ( Argusianus Bipunctatus ). Keduanya berasal dari kepulauan Nusantara.

Motif Koau digambarkan dengan burung Kuawu yang sedang bercermin sambil mengepakan sayapnya, menurut Asianto pada dasarnya burung Kuwau ini satu, namun kembangan kepak dan bagian lain dari burung ini merupakan pantulan cerimin, yang menggambarkan burung yang tengah berhias.

2. Pesan yang terkandung

Pada motif Kuawo Berhias digambarkan seekor burung kuwau yang tengah bercermin sambil mengepakan sayap-sayapnya, ini mempunyai filosofi sebagai “pengenalan diri dan instropeksi diri”, motif ini mempunyai makna agar kita bercermin terhadap kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri sendiri (intropeksi) dengan mengetehui kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kita


(33)

23 maka kita bisa memperbaiki kelemahan dan kekurangan yang ada. Karena manusia tidak ada yang sempurna. (Disperindag Prov Jambi. 2013, h. 20)

l. Motif Merak Ngeram

Gambar II.19 Bentuk dan detail Motif Merak Ngeram Sumber: Pribadi 2015

1. Bentuk motif

Motif batik Merak Ngeram dilukiskan dengan seekor burung merak/koau yang sedang mengerami telornya. Masyarakat Jambi menganggap burung Merak adalah burung yang mempunyai bulu yang indah dan termasuk binatang langkah yang dilindungi. Di samping indah, bulunya juga menampilkan kesan anggun yang menonjol, untuk menyambung garis keturunannya burung merak bertelor yang kemudian dierami hingga menetas.

2. Pesan yang terkandung

Motif ini mengandung arti tanggung jawab dan rasa kasih sayang serta ketelatenan seorang ibu terhadap anaknya atau generasi penerusnya. Usaha tersebut tidak hanya memerlukan kasih sayang, tetapi juga memerlukan ketekunan dan kesabaran serta ketelatenan. Demikian besar tanggung jawab dan pengorbanan ibu, sehingga seorang ibu pada umumnya mempunyai hubungan batin yang dekat serta mempunyai pengaruh besar terhadap anaknya. Semua itu ibu lakukan tanpa ada mengharapkan bekas kasih dan imbalan jasa, semuanya dilaksanakan dengan hati yang tulus. Oleh karena itu selalu hormat dan patuhlah kepada orang tua, terutama ibu. (Disperindag Prov Jambi. 2013, h. 17)


(34)

24 m. Motif Relung Kangkung

Gambar II.20 Bentuk dan detail Relung Kangkung Sumber: Pribadi 2015

1. Bentuk Motif

Motif Relung kangkung berbentuk seperti tumbuhan yang menjalar seperti akar. Motif Relung Kangkung ini bisa diterapkan pada batik maupun ukiran, jika motif ini diterapkan pada batik maka diartikan sebuah pola garis yang membentuk gambar menyerupai tumbuhan kangkung.

2. Pesan yang Terkandung

Relung Kangkung memiliki filosofi suatu kehidupan yang pantang menyerah. Kehidupan manusia pasti penuh dengan warna dan liku-liku kehidupan, miskin-kaya, susah-senang, itu udah menjadi hal yang biasa namum apabila semua itu dijalani dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, semua persoalan kehidupan manusia dapat diselesaikan dengan mudah. Allah tidak akan memberi beban dan ujian kepada makhluknya kecuali sebatas dengan kemampuannya. Motif ini sering juga disebut dengan nama motif Relung Kangkung patah tumbuh hilang berganti. yang memiliki pesan atau makna apabila datang masalah dalam kehidupan hendaknya segeralah diselesaikan agar tetap berjalan lancar sebagaimana mestinya. Kehidupan harus dijalani secara sungguh-sungguh, ulet dan pantang menyerah sehingga mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diinginkan. (Disperindag Prov Jambi. 2013, h. 29)


(35)

25 n. Motif Riang-Riang

Gambar II.21 Bentuk dan detail Motif Riang-Riang Sumber: Pribadi 2015

1. Bentuk motif

Nama motif Riang-Riang berasal dari nama hewan serangga Reriang tahunan (Tibicem Linnei). Motif batik Riang-Riang dilukiskan dengan objek sejenis serangga yang indah mempunyai sayap yang digunakan untuk terbang. Penerapannya pada batik Jambi motif ini dikombinasikan dengan ragam hias lain sehingga membentuk suatu rangkaian motif yang indah.

2. Pesan yang terkandung

Pesan yang terkandung dalam motif Riang-Riang yaitu “ sebagai manusia kita harus dapat memberikan manfaat bagi orang lain “. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain dan lingkungannya, seperti yang dilakukan riang-riang dengan badan yang kecil, tetapi masih mampu memberikan sinar dalam kegelapan dan dapat menimbulkan keindahan dalam kegelapan.

Pesan lain yang disampaikan yaitu “jangan terburu-buru menyangka keburukan orang” seperti yang dilakukan riang-riang ketika berbunyi, orang yang mendengar merasa bising, tetapi bila tidak berbunyi terasa sunyi. Ternyata bunyi riang-riang juga dibutuhkan. Seperti kata seloko adat “ dekat diringam jauh di rindu ”. (Disperindag Prov Jambi. 2013, h. 21-22)


(36)

26 o. Motif Tampuk Manggis

Gambar II.22 Bentuk dan detail Motif Tampuk Manggis Sumber: Pribadi 2015

1. Bentuk motif

Timbulnya bentuk motif tampuk manggis sangat menungkinkan dipengaruhi oleh inspirasi bentuk buah manggis yang memang banyak terdapat di lingkungan masyarakat Jambi. Dilihat dari sisi bentuk, tampuk buah manggis memang indah menyerupai bunga dan jumlah tampuk yang menempel di buah tersebut dapat menunjukan jumlah isi buah di dalamnya.

2. Pesan yang terkandung

kandungan simbol-simbol atau pesan yang ada pada motif tampuk manggis antara lain sebagai berikut:

 Jumlah tampuk diluar dan jumlah liningan biji di dalam buah selalu sama, ini adalah symbol bahwa watak dan sifat masyarakat Jambi yang terbuka dan jujur, apa yang telah keluar dengan ucapannya sama dengan maksud dan tujuan dengan apa yang ada di hatinya.

 Kulit berwarna merah kehitaman dan pahit rasanya tetapi isi didalamnya berwarna putih, rasanya manis dan lezat, mengandung pesan bahwa melihat orang jangan hanya dari sisi luar dan penampilannya saha tapi kenalilah hingga watak dan kepribadiannya.

Makna pada motif tampuk manggis kira-kira dapat disimpulkan sebagai “putih hati“ atau “ketulusan hati masyarakat Jambi“ sebagaimana kata seloko adat “putih kapas dapat dilihat, putih hati keberadaannya”. (Disperindag Prov Jambi. 2013, h. 9-10)


(37)

27 II.2.5 Pengetahuan Masyarakat Terhadap Batik Jambi

Untuk mengetahui pengentahuan generasi muda terhadap bentuk dan makna pada motif batik Jambi, pengumpulan data yang dilakukan dengan menyebar kuesioner ke 95 responden yang berdomisili dikota jambi dan melakukan wawancara ke beberapa orang, antara lain :

1. Kuesioner dan Analisa Data

a. Ketertarikan masyarakat terhadap batik

Dari hasil survey sebanyak 95 responden yang berdomisili di Kota Jambi yang menganggap batik itu menarik, ada sebanyak 94 orang yang menjawab “YA” dan 1 orang yang menjawab “TIDAK”.

Gambar II.23 Grafik ketertarikan masyarakat terhadap batik Sumber: Pribadi 2015

b. Daya tarik batik karena motifnya

Dari hasil survey sebanyak 95 responden yang berdomisili di Kota Jambi yang menganggap batik itu menarik karena motifnya, ada sebanyak 90 orang yang menjawab “YA” dan 5 orang yang menjawab “TIDAK”.

Gambar II.24 Grafik daya tarik batik karena motifnya Sumber: Pribadi 2015


(38)

28 c. Tingkat pemakaian batik di kalangan generasi muda

Dari hasil survey sebanyak 95 responden yang berdomisili di Kota Jambi yang pernah memakai batik, ada sebanyak 94 orang yang menjawab “YA” dan 1 orang yang menjawab “TIDAK”.

Gambar II.25 Grafik tingkat pemakaian batik di kalangan masyarakat Sumber: Pribadi 2015

d. Penggunaan batik pada saat acara-acara formal

Dari hasil survey sebanyak 95 responden yang berdomisili di Kota Jambi yang memakai baju batik pada saat berpergian ke acara-acara ataupun berpergian sama teman, ada sebanyak 38 orang yang menjawab “YA” dan 57 orang menjawab “TIDAK”.

Gambar II.26 Grafik Penggunaan batik pada saat ke acara formal dan berpergian Sumber: Pribadi 2015

e. Pengetahuan generasi muda terhadap motif batik Jambi

Dari hasil survey sebanyak 95 responden yang berdomisili di Kota Jambi yang mengetahui motif-motif batik Jambi, ada sebanyak 60 orang yang menjawab “YA” dan 35 orang yang menjawab “TIDAK”.


(39)

29 Gambar II.27 Grafik pengetahuan masyarakat terhadap motif batik Jambi

Sumber: Pribadi 2015

f. Pengetahuan generasi muda tentang makna pada motif batik Jambi

Dari hasil survey sebanyak 95 responden yang berdomisili di Kota Jambi yang yang mengetahui makna atau filosifi pada motif batik Jambi, ada sebanyak 22 orang yang menjawab “YA” dan 63 orang yang menjawab “TIDAK”.

Gambar II.28 Grafik pengetahuan generasi muda tentang makna pada motif batik Jambi

Sumber: Pribadi 2015

g. Mengikuti sosialisasi tentang batik Jambi

Dari hasil survey sebanyak 95 responden yang berdomisili di Kota Jambi yang yang pernah mengikuti sosialisai-sosialisasi tentang batik Jambi, ada sebanyak 16 orang yang menjawab “YA” dan 79 orang yang menjawab “TIDAK”.


(40)

30 Gambar II.29 Grafik mengikuti sosialisasi tentang batik Jambi

Sumber: Pribadi 2015

h. Mempunyai baju batik Jambi

Dari hasil survey sebanyak 95 responden yang berdomisili di Kota Jambi yang yang mempunyai baju motif batik Jambi, ada sebanyak 4 orang yang menjawab “Tidak Mempunyai Batik”, 33 orang yang menjawab “Mempunyai 1 Batik”, 17 orang yang menjawab “Mempunyai 2 Batik”, dan 41 orang yang menjawab “Mempunyai lebih dari 3 Batik”

Gambar II.30 Grafik mempunyai baju batik Jambi Sumber: Pribadi 2015

i. Informasi tentang motif batik Jambi

Dari hasil survey sebanyak 95 responden yang berdomisili di Kota Jambi yang menganggap informasi tentang motif batik Jambi mudah di dapatkan, ada sebanyak 16 orang yang menjawab “MUDAH” dan 79 orang yang menjawab “SANGAT SULIT”.


(41)

31 Gambar II.31 Grafik informasi tentang motif batik Jambi

Sumber: Pribadi 2015

Analisa Permasalahan :

Dari hasil kuesioner di atas di bikinlah analisa permasalahan dari beberapa poin-poin penting pertanyaan yang menyengkut dengan penelitian akan pengetahuan generasi muda terhadap motif dan makna batik Jambi.

Dilihat dari upaya Pemerintah Provinsi Jambi untuk meningkatkan pengentahuan generasi muda tentang motif dan makna batik Jambi dengan cara melakukan sosialisasi-sosialisasi tentang batik Jambi, akan tetapi hasil dari sosialisasi tersebut kurang mendapatkan hasil yang positif. Bisa dilihat dari beberapa pertanyaan diatas masih banyaknya generasi muda yang belum mengetahui makna dari motif batik Jambi dan sangat sulitnya mendapatkan informasi secara luas tentang motif dan makna batik Jambi.

Resume Kuesioner :

Berdasarkan kuesioner yang pernah penulis sebarkan, dari 95 orang responden yang berumur mulai dari 17 – 25 tahun yang berdomisili di Kota Jambi, khususnya para generasi muda kebanyakan mengetahui batik jambi akan tetapi jika ditanya bentuk dan makna pada motif batik Jambi hanya sedikit yang mengetahuinya dan kebanyakan generasi muda tidak mengetahuinya dikarenakan sumber-sumber referensi atau informasi tentang batik Jambi masihlah sangatlah susah di temukan atau didapatkan.


(42)

32 2. Wawancara

Menurut pendapat Subiyanto, SE., M.Sc Kasi Promosi dan Informasi Bidang Industri dan Pengrajin Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi pada wawancara pertama yang berlangsung pada tanggal 3 Januari 2016 di Dinas Perindustrian dan Perdangan Provinsi Jambi menyatakan bahwa bila hanya nama “Batik Jambi” sangat mudah didapatkan dimana saja, hampir seluruh masyarakat Jambi mengetahui di Jambi ada batik khas batik Jambi. Tetapi bila di tanya tentang motif batik Jambi dan jenis apa lagi filosofinya hanya sebagai orang saja yang mengetahuinya. Hal tersebut disebabkan karena susahnya untuk mendapatkan referensi-referensi tentang motif batik Jambi dan menurut bapak Subiyanto juga ada beberapa remaja tertentu yang tidak mau menggunakan batik Jambi pada acara resmi, bahkan banyak diantara para remaja tersebut yang tidak memiliki batik Jambi.

Gambar II.32 Wawancara dengan Subiyanto, SE., M.Sc Sumber: Pribadi 2015

Dan harapan Agus salah satu pengrajin batik pada wawancara kedua yang berlangsung pada tanggal 5 Januari 2016 di sanggar batik PKK Provinsi Jambi mengatakan Agar masyarakat Jambi khususnya kepada para pemuda dan pemudi lebih mencintai “Batik Jambi”. Kepada pemerintah Jambi agar lebih intensif lagi


(43)

33 mengenalkan “Batik Jambi”, dengan menggelar berbagai event seperti pameran khusus “Batik Jambi”, membuat brosur-brosur atau stiker yang ditempel di tempat-tempat umum, seperti sekolah, hotel, dan lain-lain. Dan sekolah-sekolah mulai dari SMP lokal-lokal diberi nama dengan nama “Motif-motif Batik Jambi” disertai gambar dan filosofinya sehinggga anak-anak lebih mengenal tentang batik Jambi.

Gambar II.33 Wawancara dengan pengrajin batik Jambi Sumber: Pribadi 2015

II.2.6 Solusi

Dari analisa di atas, dapat disimpulkan bahwa yang menjadi permasalahan adalah masyarakat Jambi kebanyakan hanya mengetahui sebatas batik Jambi saja akan tetapi kalau ditanya dari bentuk motif bahkan sampai ke makna pada motif batik Jambi hanya sedikit yang mengetahuinya di karenakan kurangnya informasi tentang batik Jambi yang ngebahas tentang bentuk dan makna terutama dalam berbentuk buku. Jadi solusi yang peling tepat dari fenomena di atas adalah dengan membuat media informasi tentang bentuk dan makna motif batik Jambi.


(44)

34 BAB III. STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

III.1 Strategi Perancangan

Sebelum membuat suatu perancangan dibutuhkan konsep desain atau strategi perancangan, sehingga tujuan perancangan tepat mengenai sasaran. Perancangan yang akan dilakukan dari media informasi mengenai batik Jambi yaitu dengan membuat atau merancang suatu media informasi yang berupa buku.

III.1.1 Tujuan Komunikasi

Tujuan dari perancangan media informasi tentang bentuk dan makna motif batik Jambi adalah :

 Mengajak masyarakat agar lebih mengenali bentuk dan makna motif batik Jambi.

 Melestarikan batik Jambi. III.1.2 Pendekatan Komunikasi

 Pendekatan Verbal

Pendekatan verbal yang dilakukan agar pesan ataupun tujuan yang ingin disampaikan tepat pada sasasran, maka akan melakukan perancangan media informasi menggunakan bahasa Indonesia sehari-hari. Karena khalayak sasaran adalah orang Indonesia khususnya masyarakat Jambi akan tetapi didalam perancangan ini tetap masih akan mengandung unsur bahasa Jambinya seperti nama batik dan isitlah-isilah atau pantunan nasehat adat Jambi supaya identitas Jambi tetap masih ada.

 Pendekatan Visual

Pada perancangan ini pendekatan visual yang akan mengangkat tema batik itu sendiri. Strategi pendekatan visual yang digunakan adalah dengan menyajikan ilustrasi foto dengan gaya realis fotografi. Penggunaan realis fotografi agar pembaca lebih mengetahui dengan jelas bentuk motif batik Jambi ini. Akan tetapi pada perancangan ini akan menggunakan penataan layout modern.


(45)

35 Gambar III.1 Referensi pendekatan visual dengan gaya fotografi

Sumber: https://www.pinterest.com/ (Diakses pada 20 Mey 2016)

III.1.3 Mandatory

Mandatory yang dipilih pada perancangan ini adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi. Dikarenakan prindag telah membantu dalam pengembangan data penelitian pada perancangan ini.


(46)

36 Gambar III.2 Logo Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi

Sumber : disperindag.jambiprov.go.id (Diakses pada 20 Mei 2016)

III.1.4 Materi Pesan

Dalam perancangan media informasi ini, materi pesan yang akan di sampaikan yaitu beberapa hal tentang motif batik Jambi. antara lain :

 Penjelasan mengenai sejarah batik Jambi

 Penjelasan mengenai motif dan makna batik Jambi

 Gambar-gambar motif batik Jambi III.1.5 Gaya Bahasa

Gaya bahasa yang dipakai adalah gaya bahasa yang biasanya di gunakan sehari-hari. Menggunakan bahasa Indonesia yang singkat, padat, dan jelas langsung kepada inti pesan atau hal yang ingin disampaikan. Sehingga pesan yang ingin disampaikan mudah diterima oleh target audience.

III.1.6 Khalayak Sasaran Perancangan

Khalayak sasaran dari perancangan media komunikasi mengenai bentuk dan makna batik Jambi adalah masyarakat yang berada di Provinsi Jambi khususnya di Kota Jambi. Khalayak dari semua kalangan mulai dari kalangan muda hingga kalangan tua yang memiliki ketertarikan untuk mengetahui bentuk dan makna motif batik Jambi.


(47)

37 a. Geografis

Mencakup seluruh daerah Kota Jambi bertujuan untuk mengenalkan motif dan makna batik Jambi keseluruh masyarakat, mulai dari kalangan muda sampai kalangan tua.

b. Demografis

Jenis Kelamin : Laki-laki dan Perempuan Umur : 17 Tahun – 25 Tahun Pendidikan : Mahasiswa / Mahasiswi Status Sosial : Menengah Keatas

Wilayah : Kota Jambi

c. Psikografis

 Mempunyai ketertarikan terhadap budaya bangsa khususnya batik Jambi.

 Kalangan muda dan tua yang ingin mengetahui secara detail tentang bentuk dan makna motif batik Jambi.

 Mencintai produk bangsa, salah satunya batik Jambi. III.1.7 Strategi Kreatif

Penerapan strategi kreatif pada perancangan media informasi ini yaitu dengan memberikan informasi mengenai berbagai hal yang ngebahas tentang batik Jambi, seperti pengertian batik secara umum, sejarah batik Jambi, berbagai motif batik Jambi dan makna-maknanya, informasi tersebut akan di munculkan dengan tampilan fotografi. Tetapi pada perancangan ini nuansa-nuansa tradisional kota Jambi masih akan tetap ditimbulkan seperti nilai-nilai etika ungkapan budaya masyarakat Jambi. Dari segi layout akan di buat layout yang modern supaya tampilan buku tidak ketinggalan zaman. Sebelum memasukin sub bab motif batik Jambi akan ada nilai-nilai etika ungkapan budaya masyarakat Jambi dan warna backgroundnya akan disesuaikan dengan motif batik setiap bab. dari segi tipografi akan menggunakan beberapa font yang masih berhubungan dengan bentuk motif batik.


(48)

38 III.1.8 Strategi Media

Untuk menginformasikan motif batik Jambi kepada masyarakat, dibutuhkan media komunikasi yang tepat dan sesuai dengan solusi permasalahan. Media-media tersebut terdiri dari Media-media utama yang telah ditentukan yaitu Media-media berupa buku, dan media pendukung yang berperan sebagai media pembantu.

a. Media Utama

Buku teks adalah buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan buku standar, yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu untuk maksud-maksud dan tujuan instruksional, yang diperlengkapi dengan saranasarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainya di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang sesuatu program pengajaran (Tarigan dan Tarigan, 1986: 13). Media utama yang digunakan untuk perancangan media informasi mengenai motif batik Jambi adalah sebuah buku yang berisi tentang gambar-gambar motif batik Jambi serta penjelasan mengenai motif batik Jambi. Pemilihan media buku tersebut dilatar belakangi oleh penyelesaian masalah yang telah diuraikan sebelumnya. Selain itu buku merupakan media komunikasi yang memiliki banyak kelebihan, antara lain :

 Buku kaya akan imajinasi dan merangsang pemikiran untuk mengembangkan ide-ide kreatif.

 Buku memiliki bahasan yang lengkap, dalam sebuah buku biasanya membahas suatu topik yang menyeluruh.

 Buku merupakan sarana informasi yang mudah didapat, karena banyaknya toko-toko yang menjual buku (toko buku).

 Buku merupakan sumber pengetahuan.

 Buku merupakan sarana informasi yang dapat dibaca kapan saja, dimana saja, dan dapat dibaca berulang-ulang.

 semakin tua buku maka informasi di dalamnya akan dibutuhkan untuk mengetahui perkembangan yang ada pada saat itu.


(49)

39 Sebagai bentuk dukungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi terhadap buku ini, pada bagian sampul belakang buku juga akan disertakan logo dinas Provinsi Jambi.

Gambar III.3 Logo dinas Provinsi Jambi pada bagian belakang buku Sumber : Pribadi 2016

b. Media Pendukung

Media pendukung yang akan digunakan berfungsi untuk mendampingi dan memperkuat media utama. Media pendukung yang digunakan antara lain :

 Poster

Menurut Zanu (2009), poster merupakan gambar-gambar yang dirancang sedemikian rupa sehingga menarik perhatian, sedikit menggunakan kata-kata, dicetak pada sehelai kertas atau bahan lain yang ditempelkan pada tempat tertentu.

 X-Banner

X-Banner merupakan sebuah media cetak berdiri yang dapat ditempatkan di sekitaran rak toko buku.

 Media Sosial (Instagram, Facebook, Twitter)

Promosi melalui media social sangatlah beguna dizaman kini dimana semua hal bisa di dapat melalui media internet.

 Pameran

Pameran akan dilakukan setelah 2 minggu launching buku. Isi dari pameran tersebut display motif-motif dan memberikan informasi tentang batik Jambi


(50)

40

 T-Shirt

Media ini akan diberikan kepada 100 orang pembeli pertama buku ini.

 Pembatas Buku

Fungsi media ini supaya pembaca lebih cepat mengetahui halaman terakhir yang dia baca dan supaya halaman buku tetap mulus karena tidak ada bekas lipatan.

 Paper Bag

Paper bag adalah media komunikasi yang terbuat dari kertas dan berbentuk tas atau wadah. Paper bag diberikan kepada khalayak sasaran yang membeli buku mengenai motif batik Jambi yang berfungsi sebagai tempat/wadah untuk membawa barang belanjaan (buku) agar lebih praktis. Paper bag akan di berikan kepada 100 orang pembeli pertama secara gratis.

 Gantungan Kunci dan Pin

Gantungan Kunci dan Pin sebagai bonus (merchandise) dari setiap pembelian buku pesona batik Jambi selama 15 Agustus – 6 Oktober 2016 yang terdapat di Gramedia Jl.Prof. DR. Soemantri Brojonegoro No. 52 Kebun Jeruk, Jambi

 Stiker

Media ini akan dibagikan kepada semua konsumen yang membeli buku ini dan setiap orang yang mengunjungi stand buku pesona batik Jambi yang terdapat di Gramedia Jl.Prof. DR. Soemantri Brojonegoro No. 52 Kebun Jeruk, Jambi

III.1.9 Strategi Distribusi

Strategi distribusi merupakan rencana atau langkah yang ditempuh dalam menyebarkan atau menyalurkan produk kepada target audience. Dalam perancangan ini, produk tersebut adalah buku mengenai aneka ragam motif batik Jambi dengan target sasaran utamanya yaitu masyarakat kota jambi yang terdiri dari remaja dan juga dewasa.


(51)

41 Lokasi penyebaran diarahkan ke lingkungan dimana masyarakat biasanya berkumpul dan menghabiskan waktu, misalnya di daerah sekolah, perkantoran, dan toko buku yang terdapat di wilayah Kota Jambi.

Tabel III.1 Strategi Disribusi Sumber: Pribadi 2016

III.2 Konsep Visual

Untuk menghasilkan visual yang baik maka dibutuhkan konsep visual yang matang untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam perancangan.

III.2.1 Format Desain

Format desain buku ini adalah sebagai berikut :

 Buku berbentuk persegi (21cm x 21cm) ukuran ini dipilih supaya pada saat pendisplayan akan lebih mudah di temukan dikarenakan format buku berbeda dari yang lain.

 Jenis Kertas pada cover buku adalah kertas linen 210 gram.

 Jenis kertas pada isi buku adalah art paper 150 gram.


(52)

42 Gambar III.4 Format Desain Buku

Sumber : Pribadi 2016

III.2.2 Tata Letak (layout)

Konsep layout pada perancangan buku ini dengan menggunakan desain yang modern. Desain modern adalah desain yang sangat memperhatikan kemanfaatan fungsi atau form follow function, dan mengacu pada teori prinsip layout dari buku “LAYOUT”, menurut Surianto Ruslan, S.Sn. Prinsip dasar layout adalah juga prinsip dasar desain grafis (Rustan, Surianto, h.74) dan mengemukanan beberapa patokan dasar pada saat merancang sebuah layout, antara lain:

 Sequence (Urutan)

 Emphasis (Penekanan)

 Balance (Keseimbangan)


(53)

43 Gambar III.5 Tata Letak/Format Layout

Sumber : Pribadi 2016

III.2.3 Huruf

Menurut Dendi Sudiana (Sudiana,2001, h.1) tipografi adalah elemen grafis yang paling mudah dibaca. Tetapi melalui kata-kata yang terdiri dari huruf oleh huruflah memandu pemahaman pembaca pesan atau ide. Pada perancangan media informasi ini menggunakan beberapa jenis huruf atau font, antara lain :

Font LittleLordFontleroy digunakan pada judul, sub judul, dan nilai-nilai etika ungkapan budaya masyarakat Jambi.

ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz

1234567890

Font Zapfino Extra LT One digunakan pada judul buku dan judul Sejarah Batik Jambi :

ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz 1234567890


(54)

44 Font Avant Garde Medium BT digunakan pada body teks dan arti dari nilai-nilai etika ungkapan budaya masyarakat Jambi :

ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz 1234567890

Font Lobster 1.4 digunakan pada perancangan media pendukung poster dan x-banner, yang terdapat pada tulisan now.

ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz 1234567890

Font Arvo digunakan pada perancangan media pendukung poster dan x-banner, yang terdapat pada tulisan GRATIS.

ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz 1234567890

Font Lobster 1.4 digunakan pada perancangan media pendukung poster dan x-banner, yang terdapat pada tulisan, T-SHIRT, untuk 100 pembeli pertama dan 15 Agustus – 15 Oktober.

ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ abcdefghijklmnopqrstuvwxyz

1234567890

III.2.4 Ilustrasi

Pengertian ilustrasi menurut Kusmiyanti adalah Ilustrasi gambar adalah gambaran singkat alur cerita suatu cerita guna lebih menjelaskan salah satu adegan. Ilustrasi yang digunakan pada media informasi adalah teknik fotografi, pengguna teknik fotografi ini agar pembaca bisa melihat langsung detail motif batik dan membayangkan bentuk Batik Jambi dan gambar yang ditampilkan lebih nyata.


(55)

45 Istilah fotografi menurut kamus fotografi oleh Nugroho (dalam Lukman, 2014), “berasal dari bahasa latin, yaitu photos dan graphos. Photos artinya cahaya atau sinar, sedangkan graphos artinya menulis atau melukis. Jadi, arti sebenarnya dari fotogarfi adalah proses dari seni pembuatan gambar (melukis dengan sinar atau cahaya) pada sebuah bidang atau pembukaan yang dipetakan” (hal.17).

Gambar III.6 contoh penggunaan gaya fotografi pada buku Sumber : https://www.pinterest.com/

(Diakses pada 20 Mey 2016)

III.2.5 Warna

Menurut Albert H. Munsell, Warna merupakan elemen penting dalam semua lingkup disiplin seni rupa, bahkan secara umum warna merupakan bagian penting dari segala aspek kehidupan manusia. Warna merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam perancangan media informasi ini, karena warna memberikan kesan tersendiri. Warna-warna yang akan digunakan pada buku ini adalah warna-warna dari batik Jambi. Hal ini dilakukan agar memberikan kesan yang sesuai dan menghasilkan satu kesatuan antara media dengan topik yang dibahas yaitu mengenai batik Jambi. Berikut adalah warna-warna yang akan digunakan untuk media informasi ini :


(56)

46 Gambar III.7 Skema Warna


(57)

47 BAB IV. TEKNIS PRODUKSI MEDIA

IV.1 Teknis Media

Beberapa tahapan pembuatan media adalaha sebagai berikut : a. Tahap Ide Visual

Tahap ini merupakan visualisasi perancangan media dikumpulkan berdasarkan konsep dasar, untuk menentukan gaya visual dan elemen tambahan lainnya.

b. Tahap Sketsa Awal

Tahap sketsa merupakan sebuah proses dimana perancangan masuk pada tahap penggambaran cover dan layout buku dengan menggunakan pensil. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran visual yang nantinya akan diproses ke tahap digital.

Gambar IV.1 Proses Sketsa Cover dan Layout Sumber; Pribadi 2016

c. Tahap Pengolahan Digital atau Tahap Layout

Pada tahap pembuatan cover dan layout buku akan menggunakan beberapa Adobe Indesign CC dengan penambahan tulisan sebagai keterangan foto.


(58)

48

Gambar IV.2 Proses Pembuatan Kerangka Cover Sumber; Pribadi 2016

Gambar IV.3 Final Cover

Sumber; Pribadi 2016

Gambar IV.4 Proses Layout


(59)

49 d. Tahap Penyelesaian Final Media

Pada tahap ini adalah tahap terakhir dimana media utama dan media pendukung udah siap untuk dicetak, dan disebarkan.

Gambar IV.5 Buku Pesona Batik Jambi Final Sumber; Pribadi 2016

IV.2 Teknis Produksi Media IV.2.1 Buku (Media Utama)

Buku adalah media utama yang dipilih dalam perancangan media informasi mengenai batik Jambi. Buku ini menjelaskan tentang 15 antara lain: Angso Duo, Batanghari, Bungo Kaco Piring, Bungo Melati, Bungo Tanjung, Bungo Teratai, Daun Keladi, Durian Pecah, Kapal Sanggat, Kepak Lepas, Kuawo Berhias, Merak Ngeram, Relung Kangkung, Riang-Riang, Tampuk Manggis yang merupakan jenis batik kuno daerah Jambi, sejarah batik Jambi, bentuk dan makna batik Jambi. Media buku ini diharapkan mampu menarik perhatian dan memberikan informasi kepada target audience.


(60)

50

Gambar IV.6 Cover Buku Pesona Batik Jambi Sumber; Pribadi 2016

Ukuran : 21cm x 21cm


(61)

(62)

52 Gambar IV.7 Isi Buku Pesona Batik Jambi

Sumber: Pribadi 2016

Bentuk : Buku

Ukuran : Square (21 cm x 21 cm) Teknik : Cetak Offset

Harga : Rp. 90.000

Tampilan layout pada buku pesona batik Jambi dibikin dengan tampilan yang lebih modern akan tetapi tetap masih ada unsur daerah Jambinya seperti seloko adat atau pantunan Jambi yang terdapat pada lembar halaman sebelum memasuki sub-sub bab motif batik Jambi, warna-warna background pada seloko adat atau pantunan disesuaikan dengan warna motif batik yang terdapat pada sub bab tersebut supaya tampilannya lebih menarik. Tampilan foto dan tulisan pada buku juga dibuat dengan berbagai macam bentuk mulai dari simetris dan ansimetris yang bertujuan supaya pada saat membaca buku ini target audience tidak cepat bosan.

IV.2.2 Media Pendukung

Media pendukung adalah media yang digunakan sebagai pelengkap komunikasi dan promosi. Beberapa media pendukung yang akan digunakan dalam perancangan ini, antara lain:


(63)

53 a. Poster

Gambar IV.8 Poster Sumber: Pribadi 2016

Bahan : Albatros

Ukuran : A2 (42cm x 59.4cm) Teknik : Cetak Digital

Penempatan : Toko Buku, Sekolah, dan Mading Perpustakaan

Pada perancangan media poster ini dibikin dengan lebih sedikit menggunakan kata-kata dan gambar. Pada poster ini memiliki arah baca atau sequence I dimana target audience akan membaca lebih dahulu tulisan telah terbit, lalu ketulisan pesona batik Jambi dan akhirnya target audience melihat kebawah tulisan yang terdapat sebuak kotak infomasi yang berisikan gratis t-shirt yang berguna sebagai menarik minat target audience untuk membeli buku, bentuk kotak trapesium pada tulisan gratis di ambil dari pola batik jambi dimana polanya bisa dibikin horizontal, vertikal, dan diagonal, dan dibawah kotak trapesium terdapat seperti arah panah yang menujuk ke foto kuku pesona batik Jambi, bertujuan untuk memberitahu kepada target audience untuk mendapatkan t-shirt gratis target audience harus membeli buku pesona batik Jambi dan pada bagian bawah terdapat kotak segitiga berwarna merah yang lebih kontras dari pada warna background


(64)

54 bertujuan untuk memberi tahu kepada target audience atau calon pembeli dimana bisa mendapatkan buku pesona batik Jambi.

b. X-Banner

Gambar IV.9 X-Banner Sumber: Pribadi 2016

Bahan : Flexy Korea

Ukuran : 60cm x 160cm

Teknik : Cetak Digital

Penempatan : distand buku pesona batik Jambi di gramedia

Pada perancangan x-banner konsep yang diterapkan ampir sama seperti perancangan poster, akan tetapi pada x-banner ada unsur tambahan seperti pada bagian paling bawah x-banner terdapat beberapa jenis motif batik Jambi yang bertujuan untuk memberi tahu ke target audience batik-batik apa saja yang ada pada buku pesona batik Jambi.


(65)

55 c. Media Sosial

Penggunaan media sosial betujuan untuk melakukan promosi sencara online. Memberi tahu kepada target audience tentang motif dan makna batik Jambi secara singkat dan dimana lokasi target audience bisa membeli buku pesona batik Jambi secara langsung.

Gambar IV.10 Sosial Media Sumber: Pribadi 2016

Ukuran : 10 cm x 10 cm


(66)

56 d. Pameran

Pameran akan dilakukan setelah 2 minggu launching buku. Isi dari pameran tersebut display motif-motif dan memberikan informasi tentang batik Jambi yang bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada target audience mengenai motif dan makna batik Jambi, sejarah, dan lain sebagainya.

Gambar IV.11 Pembatas Buku Sumber: Pribadi 2016

Bahan : Art Paper

Ukuran : A3 (29.7cm x 42cm) Teknik : Cetak Digital


(67)

57 e. Pembatas Buku

buah tangan yang didapatkan pembeli setelah membeli buku ini. Buah tangan di sini berbentuk pembatas buku.

Gambar IV.12 Pembatas Buku

Sumber: Pribadi 2016

Bahan : Art paper 260 gram (laminasi doff)

Ukuran : 5 cm x 16 cm

Teknik : Cetak Offset

f. Baju

Media baju bertujuan sebagai media pemikat konsumen, Baju akan diberikan kepada 100 orang pertama pembeli buku ini di Gramedia Kota Jambi Jl. Prof. DR. Soemantri Brojonegoro No.52 Kebun Jeruk, Jambi.


(68)

58

Gambar IV.13 Baju Sumber: Pribadi 2016

Bahan : Combat

Ukuran : Custom

Teknik : Sablon dan Cetak Stiker Siser

g. Paper Bag

Paper bag diberikan kepada khalayak sasaran yang membeli buku pesona batik Jambi di Gramedia Kota Jambi Jl. Prof. DR. Soemantri Brojonegoro No.52 Kebun Jeruk, Jambi. Yang berfungsi sebagai tempat/wadah untuk membawa barang belanjaan (buku) agar lebih praktis.


(69)

59

Gambar IV.14 Paper Bag Sumber: Pribadi 2016

Bahan : Art paper 260gram

Ukuran : Panjang 26 cm x Tinggi 29 cm x Lebar 8 cm Teknik : Cetak Offset

h. Stiker

Stiker merupakan bagian dari bonus (merchandise) atau hadiah dari setiap pembelian buku ini.


(70)

60 Gambar IV.15 Stiker

Sumber: Pribadi 2016

Bahan : Stiker Vynil (laminasi doff)

Ukuran : 6 cm x 3 cm

Teknik : Cetak Offset

i. Gantungan Kunci dan Pin

Gantungan kunci dan Pin merupakan bagian dari bonus (merchandise) atau hadiah dari setiap pembelian buku ini.selama promo gratis baju.

Gambar IV.16 Gantungan Kunci Sumber: Pribadi 2016

Bahan : Laminasi doff

Ukuran : 5 cm x 5 cm


(1)

55 c. Media Sosial

Penggunaan media sosial betujuan untuk melakukan promosi sencara online. Memberi tahu kepada target audience tentang motif dan makna batik Jambi secara singkat dan dimana lokasi target audience bisa membeli buku pesona batik Jambi secara langsung.

Gambar IV.10 Sosial Media Sumber: Pribadi 2016

Ukuran : 10 cm x 10 cm


(2)

56 d. Pameran

Pameran akan dilakukan setelah 2 minggu launching buku. Isi dari pameran tersebut display motif-motif dan memberikan informasi tentang batik Jambi yang bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada target audience mengenai motif dan makna batik Jambi, sejarah, dan lain sebagainya.

Gambar IV.11 Pembatas Buku Sumber: Pribadi 2016

Bahan : Art Paper

Ukuran : A3 (29.7cm x 42cm) Teknik : Cetak Digital


(3)

57 e. Pembatas Buku

buah tangan yang didapatkan pembeli setelah membeli buku ini. Buah tangan di sini berbentuk pembatas buku.

Gambar IV.12 Pembatas Buku

Sumber: Pribadi 2016

Bahan : Art paper 260 gram (laminasi doff)

Ukuran : 5 cm x 16 cm

Teknik : Cetak Offset

f. Baju

Media baju bertujuan sebagai media pemikat konsumen, Baju akan diberikan kepada 100 orang pertama pembeli buku ini di Gramedia Kota Jambi Jl. Prof. DR. Soemantri Brojonegoro No.52 Kebun Jeruk, Jambi.


(4)

58

Gambar IV.13 Baju Sumber: Pribadi 2016

Bahan : Combat

Ukuran : Custom

Teknik : Sablon dan Cetak Stiker Siser

g. Paper Bag

Paper bag diberikan kepada khalayak sasaran yang membeli buku pesona batik Jambi di Gramedia Kota Jambi Jl. Prof. DR. Soemantri Brojonegoro No.52 Kebun Jeruk, Jambi. Yang berfungsi sebagai tempat/wadah untuk membawa barang belanjaan (buku) agar lebih praktis.


(5)

59

Gambar IV.14 Paper Bag Sumber: Pribadi 2016

Bahan : Art paper 260gram

Ukuran : Panjang 26 cm x Tinggi 29 cm x Lebar 8 cm Teknik : Cetak Offset

h. Stiker

Stiker merupakan bagian dari bonus (merchandise) atau hadiah dari setiap pembelian buku ini.


(6)

60 Gambar IV.15 Stiker

Sumber: Pribadi 2016

Bahan : Stiker Vynil (laminasi doff)

Ukuran : 6 cm x 3 cm

Teknik : Cetak Offset

i. Gantungan Kunci dan Pin

Gantungan kunci dan Pin merupakan bagian dari bonus (merchandise) atau hadiah dari setiap pembelian buku ini.selama promo gratis baju.

Gambar IV.16 Gantungan Kunci Sumber: Pribadi 2016

Bahan : Laminasi doff

Ukuran : 5 cm x 5 cm