Pengaruh Stress Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PT. ISS yang Bertugas di Universitas Kristen Maranatha Studi Kasus pada Bagian Cleaner PT. ISS yang Bertugas di Universitas Kristen Maranatha Bandung.

(1)

v Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT

Employees are a resource company's most valuable and have a role in the management of other resources within the company. Human resources within the company are required to produce a high performance to company goals can be achieved. The resulting performance of each individual is different. Performance is the result obtained the work or the work of employees in achieving a goal or fulfilling a specific task based on the size of the force within the time set by the organization.

In these high performance productivity allows employees to experience stress both work stress that comes from within oraganisasi or stress that comes from outside the organization. According to Robbins in Molan (2006), work stress may affect positively or negatively on employee performance. Despite the positive nature of work stress on employee performance, employees feel that stress is not fun.

The research was conducted on the cleaner PT.ISS who served in Maranatha Christian University. Aim is to determine the effect of work stress on employee performance. Samples from this study were 40 respondents using Pearson regression analysis. As an independent variable is the stress of work and as the dependent variable is the performance of employees. Data were collected with the literature, distributed questionnaires, interviews and observation. Analysis used in this study is test validity, test reliability, hypothesis testing, regression testing and test simultaneous simple.

The results of this study using SPSS 17 shows that work stress has a positive effect on employee performance of 0.276. Furthermore, by using a test of the hypothesis of this study have the result that the 7.6% performance variation caused by the stress of work of employees and the balance of 92,4% determined by other variables not studied.


(2)

vi Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK

Karyawan adalah sumber daya perusahaan yang paling berharga dan mempunyai peran dalam pengelolaan sumber daya yang lainnya di dalam suatau perusahaan. Sumber daya manusia di dalam perusahaan dituntut untuk menghasilkan kinerja yang tinggi agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Kinerja yang dihasilkan dari setiap individu berbeda-beda. Kinerja adalah hasil karya atau kerja yang diperoleh karyawan dalam usaha pencapaian tujuan atau pemenuhan tugas tertentu berdasarkan ukuran yang berlaku dalam waktu yang telah ditetapkan oleh organisasi.

Dalam produktifitas kinerja yang tinggi tersebut memungkinkan karyawan dapat mengalami stress kerja baik stress yang berasal dari dalam oraganisasi atau stress yang berasal dari luar organisasi. Menurut Robbins dalam Molan (2006), stress kerja dapat berpengaruh secara positif atau negatif pada kinerja karyawan. Meskipun stress kerja bersifat positif pada kinerja karyawan, para karyawan merasakan bahwa stress itu tidak menyenangkan.

Penelitian ini diadakan pada bagian cleaner PT.ISS yang bertugas di Universitas Kristen Maranatha. Tujuannnya adalah untuk mengetahui pengaruh stress kerja terhadap kinerja karyawan. Sampel dari penelitian ini adalah 40 responden menggunakan metode analisis regresi pearson. Sebagai variabel bebas adalah stress kerja dan sebagai variabel terikat adalah kinerja karyawan. Data dikumpulkan dengan literatur, mendistribusikan kuisioner, wawancara dan observasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji hipotesis, uji simultan dan uji regresi sedehana.

Hasil penelitian ini dengan menggunakan program SPSS 17 menunjukkan bahwa stress kerja berpengaruh positif sebesar 0,276 pada kinerja karyawan. Selanjutnya dengan menggunakan uji hipotesispenelitian ini memilki hasil bahwa 7,6% variasi kinerja karyawan disebabkan oleh stress kerja dan sisanya sebesar 92,4% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti.


(3)

vii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

ABSTRACT ... v

ABSTRAK ... vi

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 5

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ... 6

1.4 Kegunaan Penelitian... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8

2.1 Stress Kerja ... 8

2.1.1 Pengertian Stress Kerja ... 8

2.1.2 Penyebab-penyebab Stress Kerja ... 9

2.1.3 Gejala Stress ... 12

2.1.4 Konsekuensi Stress ... 13

2.1.5 Sumber-sumber Stress……….15

2.1.6 Pendekatan StressKerja………...18


(4)

viii Universitas Kristen Maranatha

2.1.8 Reaksi Terhadap Stress………...19

2.1.9 Cara Mengatasi Stress……….22

2.2 Kinerja ... 25

2.2.1 Pengertian Kinerja ... 25

2.2.2 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kinerja ... 26

2.2.3 Aspek-aspek Kinerja ... 30

2.2.4 Penilaian Kinerja ... 33

2.2.5 Langkah-langkah Peningkatan Kinerja ... 35

2.3 Pengaruh Stress Kerja Terhadap Kinerja………..41

2.3.1 Hubungan Stress Kerja dan Kinerja Karyawan……….41

2.3.2 Kerangka Pemikiran ... 46

2.3.3 Model Hipotesis Penelitian ... 47

BAB III METODE PENELITIAN ... 48

3.1 Sejarah Singkat Perusahaan ... 48

3.1.1 Strategi Perusahaan ... 49

3.1.2 Visi Perusahaan………..49

3.1.3 Komitmen Perusahaan………....49

3.1.4 Nilai-nilai Perusahaan………...51

3.2.Struktur Organisasi ... 53

3.3 Jenis Penelitian ... 54

3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 54

3.5 Populasi dan Sampel ... 55

3.6 Objek Penelitian ... 55

3.7 Operasionalisasi Variabel...56


(5)

ix Universitas Kristen Maranatha

3.8.1 Uji Validitas ... 57

3.8.2 Uji Reabilitas ... 58

3.8.3 Uji Analisis Regresi ... 59

3.8.4 Uji Hipotesis ... 59

BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ... 61

4.1 Gambaran Umum Responden dan Tanggapan Responden Mengenai Stress Kerja dan Kinerja Karyawan ... 61

4.1.1 Gambaran Umum Responden...61

4.1.2 Tanggapan Responden Mengenai Stress Kerja...63

4.1.3 Tanggapan Responden Mengenai Kinerja Karyawan...74

4.2 Uji Instrumen Penelitian ... 85

4.2.1 Uji Validitas ... 85

4.2.2 Uji Reabilitas ... 88

4.3 Uji Hipotesis ... 88

BAB V PENUTUP ... 91

5.1 Simpulan ... 91

5.2 Saran ... 93

DAFTAR PUSTAKA ... 103 LAMPIRAN


(6)

x Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Hubungan Beban Layak atau Kurang dengan Prestasi ... 12

Gambar 2.2 Sindrom Adaptasi Umum ... 22

Gambar 2.3 Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan ... 32

Gambar 2.4 Model Pengaruh Stress-Kinerja... ... 43

Gambar 2.5 Stress dan Pekerjaan... ... 45

Gambar 2.6 Kerangka Pemikiran... ... 46

Gambar 2.7 Hipotesis Penelitian... ... 47


(7)

xi Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel ... 56 Tabel 4.1 Hasil Analisis Demografi Responden ... 62 Tabel 4.2 Pertanyaan : “Apakah Anda sering merasakan bahwa Anda

mempunyai hak yang kecil dalam mengerjakan pekerjaan Anda?...63 Tabel 4.3 Pertanyaan : “Apakah Anda sering merasakan ketidakjelasan tentang

bidang dan tanggung jawab anda?...64 Tabel 4.4 Pertanyaan : “Apakah Anda sering merasa memiliki beban kerja yang

banyak yang mungkin tidak dapat selesai dengan waktu kerja

biasanya?”………...65

Tabel 4.5 Pertanyaan : “Apakah Anda sering merasa tidak mampu mengerjakan pekerjaan Anda?”...65 Tabel 4.6 Pertanyaan : “Seberapa sering pekerjaan Anda mengganggu pikiran

Anda tentang bagaimana cara mengerjakannya dengan baik?”...66 Tabel 4.7 Pertanyaan : “Apakah Anda sering harus berhati-hati mengerjakan

seluruh tugas Anda?”...67 Tabel 4.8 Pertanyaan : “Apakah Anda berpikir bahwa pekerjaan Anda

mengganggu kehidupan keluarga Anda?”...67 Tabel 4.9 Pertanyaan : Apakah Anda sering berpikir bahwa Anda tidak mampu

menyelesaikan konflik dengan orang-orang di sekitar anda?”...68 Tabel 4.10 Pertanyaan : “Apakah Anda sering tidak tahu tentang apa yang atasan

Anda pikirkan tentang Anda, bagaimana dia menilai penampilan


(8)

xii Universitas Kristen Maranatha Tabel 4.11 Pertanyaan : “ Apakah Anda sering merasa khawatir tentang keputusan

-keputusan yang mempengaruhi kehidupan orang-orang yang Anda kenal?”...69 Tabel 4.12 Pertanyaan : “Apakah Anda sering merasa tidak disukai atau diterima

oleh orang-orang di tempat kerja Anda?”...70 Tabel 4.13 Pertanyaan : “Apakah Anda sering merasa tidak mampu mempengaruhi

keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan atasan Anda yang dapat mempengaruhi Anda?”...71 Tabel 4.14 Pertanyaan : “Apakah Anda sering tidak mengetahui harapan dari

teman-teman sekerja Anda?”...71 Tabel 4.15 Pertanyaan : “Apakah Anda sering tidak tahu bahwa ada kesempatan

untuk pengembangan diri atau promosi untuk Anda?”...72 Tabel 4.16 Pertanyaan : “Apakah Anda sering tidak mampu mendapatkan

informasi yang Anda butuhkan untuk melaksanakan pekerjaan

Anda?”………...73

Tabel 4.17 Pernyataan : “Saya jarang sekali melakukan kesalahan dalam

bekerja”...74 Tabel 4.18 Pernyataan : “Saya selalu mengutamakan kejujuran dalam bekerja”....74 Tabel 4.19 Pernyataan : “Saya tidak harus selalu menunggu intruksi dari atasan

dalam menyelesaikan pekerjaan saya”...75 Tabel 4.20 Pernyataan : : “Saya cepat tanggap dalam menyelesaikan masalah

dalam pekerjaan.”...75 Tabel 4.21 Pernyataan : “Kehadiran kerja saya sesuai dengan target yang telah


(9)

xiii Universitas Kristen Maranatha Tabel 4.22 Pernyataan : “Saya tidak pernah mangkir dari pekerjaan saya.”...77 Tabel 4.23 Pernyataan : “ Saya selalu merasa percaya diri dalam menyelesaikan

pekerjaan saya.”...77 Tabel 4.24 Pernyataan : “Saya selalu mampu menjalin hubungan kerja dengan

siapa saja.”...78 Tabel 4.25 Pernyataan : “Saya selalu dapat bekerja dalam satu tim untuk

menyelesaikan pekerjaan.”...79 Tabel 4.26 Pernyataan : “Saya selalu bersikap ramah kepada seluruh rekan kerja

saya.”...79 Tabel 4.27 Pernyataan : “Saya selalu dapat diandalkan dalam menyelesaikan

pekerjaan yang diberikan kepada saya.”...80 Tabel 4.28 Pernyataan : “Pengetahuan yang saya miliki sudah sesuai dengan

pekerjaan saya.”...80 Tabel 4.29 Pernyataan : “Keterampilan yang saya miliki sudah sesuai dengan

pekerjaan saya.”...81 Tabel 4.30 Pernyataan : “Saya selalu bertanggung jawab dalam menyelesaikan

semua pekerjaan saya.”...81 Tabel 4.31 Pernyataan : “Saya selalu menyelesaikan pekerjaan dengan tepat

waktu.”...82 Tabel 4.32 Pernyataan : “Saya selalu bersikap sopan terhadap semua orang.”...82 Tabel 4.33 Pernyataan : “Saya selalu melaporkan hasil kerja pada atasan dengan

keadaan yang sebenarnya.”...83 Tabel 4.34 Tabel Hasil Uji Validitas 1 Variabel Bebas (Stress Kerja)...84 Tabel 4.35 Tabel Hasil Uji Validitas 2 Variabel Bebas (Stress Kerja)...85


(10)

xiv Universitas Kristen Maranatha

Tabel 4.36 Tabel Hasil Uji Validitas 1 Variabel Terikat (Kinerja Karyawan)...85

Tabel 4.37 Tabel Hasil Uji Validitas 2 Variabel Terikat (Kinerja Karyawan)...86

Tabel 4.38 Tabel Uji Reliabilitas Variabel Bebas (Stress Kerja)...87

Tabel 4.39 Tabel Uji Reliabilitas Variabel Terikat (Kinerja Karyawan)...87

Tabel 4.40 Tabel persamaan regresi...88

Tabel 4.41 Tabel Uji Simultan...88


(11)

xv Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A Kuesioner Penelitian LAMPIRAN B Hasil Input Data SPSS

LAMPIRAN C Hasil Analisis Output Data SPSS LAMPIRAN D Surat Bukti Penelitian


(12)

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Suatu perusahaan yang sukses, selalu memperhatikan faktor-faktor penentu kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Salah satunya adalah faktor sumber daya manusia. Faktor sumber daya manusia merupakan salah satu faktor terpenting dalam setiap kegiatan perusahaan, karena suatu organisasi baik perusahaan maupun instansi dalam melakukan aktivitasnya sudah tentu memerlukan sumber daya manusia yang mendukung usaha pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Karyawan yang ada menjadi penggerak seluruh aktivitas yang dilakukan. Pada era globalisasi ini, yang merupakan era kompetisi global, setiap perusahaan menghadapi tingkat persaingan yang semakin tajam dan menuntut setiap perusahaan untuk terus meningkatkan kinerjanya dan memiliki keunggulan kompetitif tertentu dibandingkan dengan para pesaingnya. Hal ini memaksa setiap perusahaan harus dapat bekerja lebih efisien, efektif dan produktif. Sumber daya manusia harus dapat dikelola, dan hal ini tergantung dari manajemen organisasi dalam mengelola sumber daya manusia guna mencapai tujuan yang diharapkan oleh perusahaan.

Seiring dengan meningkatnya persaingan yang terjadi, perkembangan ekonomi yang cepat, perampingan perusahaan sebagai akibat dari krisis yang berkepanjangan telah menimbulkan dampak yang merugikan bagi ribuan bahkan jutaan tenaga kerja. Perusahaan juga harus selalu mengikuti perkembangan teknologi untuk tetap di dalam dunia persaingan yang ketat ini. Kecanggihan teknologi ini pun tidak akan pernah lepas dari dukungan manusia sebagai pelaksana kegiatan


(13)

2 Universitas Kristen Maranatha operasionalnya agar mampu menghasilkan output yang sesuai dengan tingkat efisiensi yang diharapkan. Secara langsung maupun tidak, kecanggihan teknologi ini membawa perubahan dalam kehidupan manusia. Perubahan–perubahan ini membawa dampak bagi setiap individu, yaitu tuntutan yang lebih tinggi lagi untuk dapat bekerja lebih efisien dan lebih efektif lagi. Perubahan ini juga memaksa setiap individu untuk beradaptasi. Mereka yang tidak mampu beradaptasi akan terjebak pada situasi yang penuh pertentangan. Individu yang tidak mampu beradaptasi akan menemukan kendala atau suatu hambatan dalam produktifitasnya sebagai karyawan dalam menghasilkan kinerja. Para pekerja di setiap level juga mengalami tekanan dan ketidakpastian.

Robbins dan Judge (2007), berpendapat bahwa beberapa karyawan kerap kali menggunakan stress kerja sebagai sesuatu yang positif untuk meningkatkan kinerja mereka agar lebih maksimal”. Pendapat Robbins dan Judge tersebut dapat disimpulkan bahwa. Ada juga sikap karyawan yang dimana sikap seseorang yang dihadapkan pada tuntutan pekerjaan dan beban kerja yang melampaui kemampuan individu tersebut, maka hal ini dapat mengakibatkan stress bagi karyawan tersebut. Stress yang dialami melibatkan juga pihak organisasi atau perusahaan tempat individu bekerja. Penyebabnya tidak hanya di dalam perusahaan, karena masalah rumah tangga yang terbawa ke pekerjaan dan masalah pekerjaan yang terbawa ke rumah dapat juga menjadi penyebab stress kerja. Hal ini mengakibatkan dampak negatif bagi perusahaan dan juga individu.

Berangkat dari situasi inilah yang sering memicu terjadinya stress kerja pada diri seorang karyawan atau individu di dalam suatu organisasi. Stress adalah


(14)

3 Universitas Kristen Maranatha respon alami dari tubuh manusia ketika mengalami tekanan dari lingkungan. Manusia akan cenderung mengalami stress apabila manusia tidak dapat menyesuaikan antara keinginan dan kenyataan yang ada. Stress pada karyawan sebagai salah satu akibat dari bekerja perlu dikondisikan pada posisi yang tepat agar kinerja mereka juga pada posisi yang diharapkan. Menurut Luthans (Yulianti, 2000), stress didefinisikan sebagai suatu tanggapan dalam menyesuaikan diri yang dipengaruhi oleh perbedaan individu dan proses psikologis, sebagai konsekuensi dari tindakan lingkungan, situasi atau peristiwa yang terlalu banyak mengadakan tuntutan psikologis dan fisik seseorang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa stress kerja timbul karena tuntutan lingkungan dan tanggapan setiap individu dalam menghadapinya dapat berbeda.

PT. ISS adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang fasilitas pelayanan (perusahaan bidang usaha bagian kebersihan dan perawatan gedung).PT. ISS Indonesia adalah bagian dari salah satu kelompok terbesar di dunia fasilitas pelayanan. Didirikan di Jakarta, PT. ISS Indonesia kini telah menjadi pembersihan terkemuka dan fasilitas perusahaan jasa, yang berjumlah lebih dari 2000 pelanggan dan lebih dari 50.000 karyawan saat ini. PT. ISS berusaha untuk mengembangkan dan memelihara lingkungan yang berkelanjutan dan terlihat untuk memimpin industri dengan menetapkan standar uji praktek terbaik dan mempertahankan kinerja unggul. PT. ISS juga berinvestasi dalam inovasi produk dan layanan yang berfokus pada teknologi dan sistem yang menggunakan sumber daya keuangan, alam, dan sosial secara efisien, efektif, dan ekonomis dalam jangka panjang.


(15)

4 Universitas Kristen Maranatha PT. ISS Indonesia adalah perusahaan terbesar dan terbaik fasilitas jasa yang menawarkan layanan kelas dunia untuk rumah sakit, komersial, kantor, sekolah dan kampus, pameran, mall dan eceran, pusat hiburan. Saat ini PT. ISS memperkerjakan 53.000 orang dengan 3.500 posisi pengawas dan 350 manajer professional yang terlatih, terampil dan berdedikasi untuk melayani pelanggan kami.

Salah satu bagian dari PT. ISS adalah cleaning service. Cleaning Service adalah suatu pekerjaan yang bergerak di bidang jasa bagian kebersihan, dan perawatan gedung. Sebagai seorang karyawan cleaning service diharapkan mampu berpakaian seragam yang rapih dan sopan, mengerjakan semua pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawabnya yang sesuai dengan job description. Para petugas

cleaning service mengerjakan tugas seharian, tanpa kenal lelah, terus bekerja dengan

ikhlas dengan senyum yang terus tersungging di bibir, keramahan mereka ketika dalam bekerja sangat diutamakan. Pekerjaan yang dilakukan sesuai SOP (Standart

Operation Prosedur) dengan aturan pembersihan terjadwal. Membersihkan

tempat-tempat yang mengandung resiko kecelakaan harus menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan (keamanan kerja, keselamatan kerja, kesehatan kerja). Pekerjaan cleaning service dilakukan selama 24 jam termasuk hari libur nasional. Petugas kebersihan dalam menjalankan tugasnya biasanya terbagi ke dalam dua shift (1 shift = 8 jam), yang tentunya beban kerja yang ditanggung oleh seorang petugas kebersihan sangat berat dan melelahkan.

Orang-orang yang berada di sekitar petugas cleaning service sering kali menganggap remeh pekerjaan ini. Contohnya adalah ketika mereka sedang mengepel lantai lalu kita lewat dengan sepatu yang berlumur kotoran, para petugas kebersihan sering kali mendapati kamar mandi berbau tidak sedap atau ada kotoran-kotoran


(16)

5 Universitas Kristen Maranatha yang tidak disiram. Hal tersebut tentunya dapat membuat berat hati para petugas kebersihan dalam melakukan pekerjaannya dan dapat meningkatkan stress kerja yang dialami oleh para petugas kebersihan, belum lagi konflik yang terjadi di dalam tim kerjanya. Akibat adanya stress kerja dan konflik yang terjadi di dalam tim kerjanya yang dialami oleh para petugas kebersihan ini, mereka kerap kali merasa berat hati dan malas untuk melakukan pekerjaannya sebagai petugas kebersihan. Contohnya adalah mereka jadi kurang ramah terhadap orang-orang, pekerjaan yang sudah menjadi uraian tugasnya sering kali dikerjakan tidak dengan sepenuh hati, mereka sering kali tidak termotivasi untuk melaksanakan pekerjaannya, sering kali lalai dalam melakukan pekerjaannya yang sudah menjadi uraian tugasnya, dan daftar ketidakhadiran meningkat.

Stress kerja yang dialami pada karyawan tentunya sangat mengganggu kinerja yang dihasilkan oleh karyawan tersebut. Dari kinerja karyawan yang menurun tersebut, maka akan mengganggu juga produktivitas perusahaan dan perjalanannya dalam mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan suatu penelitian yang berjudul “Pengaruh Stress Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di

PT.ISS yang bertugas di Universitas Kristen Maranatha”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan pada uraian dari latar belakang penelitian diatas, maka penulis mengidentifikasikan masalah sebagai berikut ini.

1. Bagaimana stress kerja yang terjadi pada karyawan PT. ISS bagian cleaning


(17)

6 Universitas Kristen Maranatha 2. Bagaimana kinerja karyawan PT. ISS bagian cleaning service yang bertugas di

Universitas Kristen Maranatha ?

3. Bagaimana pengaruh stress kerja terhadap kinerja karyawan PT. ISS bagian

cleaning service yang bertugas di Universitas Kristen Maranatha ?

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah mengumpulkan data, mengolah, menganalisa dan menginterpretasikannya untuk penyusunan skripsi yang merupakan salah satu syarat dalam memenuhi ujian sidang sarjana lengkap Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Kristen Maranatha.

Selain itu, penelitian ini juga mempunyai sejumlah tujuan sebagai berikut ini.

1. Mengetahui stress kerja yang terjadi pada karyawan di PT. ISS bagian cleaning

service yang bertugas di Universitas Kristen Maranatha.

2. Mengetahui kinerja karyawan PT. ISS bagian cleaning service yang bertugas di Universitas Kristen Maranatha.

3. Mengetahui pengaruh stress kerja terhadap kinerja karyawan PT. ISS bagian

cleaning service yang bertugas di Universitas Kristen Maranatha.

1.4 Kegunaan Penelitian

Penulis berharap bahwa hasil dari penelitian ini selain dapat berguna bagi penulis sendiri, juga dapat berguna bagi pihak-pihak lain. Kegunaan yang penulis harapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut ini.


(18)

7 Universitas Kristen Maranatha 1. Bagi perusahaan yang menjadi objek penelitian, agar dapat memperhatikan

beberapa hal yang dapat menyebabkan stress kerja pada karyawan, serta untuk menambah sumber wawasan sebagai pertimbangan bagi kegiatan karyawan di masa yang akan datang.

2. Bagi peneliti, untuk memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam mengenai ilmu manajemen sumber daya manusia, khususnya tentang pengaruh stress kerja terhadap kinerja karyawan.

3. Bagi pembaca, agar dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang pentingnya memperhatikan stress kerja yang terjadi pada karyawan.


(19)

90 Universitas Kristen Maranatha

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Simpulan penelitian setelah melakukan kegiatan wawancara, observasi dan penyebaran kuisioner untuk menganalisis pengaruh stress kerja terhadap kinerja karyawan di PT. ISS yang bertugas di Universitas Kristen Maranatha adalah sebagai berikut ini.

1. Stress kerja yang dialami pada karyawan PT.ISS yang bertugas di Universitas Kristen Maranatha dapat terlihat dari adanya beberapa karyawan yang sering melawan pada atasannya. Dari hasil wawancara juga, beberapa karyawan sering merasa bosan terhadap pekerjaannya, hal ni dapat terlihat pada beberapa karyawan yang kurang semangat dalam menjalankan pekerjaannya sebagai cleaner. Konflik juga sering terjadi antar karyawan. Konflik yang terjadi dapat menghambat kinerja yang dihasilkan sehingga kinerjanya menjadi tidak maksimal. Adanya tekanan dari atasan yang tinggi menjadi penyebab stress kerja pada beberapa cleaner membuat kinerja mereka menjadi menurun.

2. Kinerja karyawan PT. ISS yang bertugas di Universitas Kristen Maranatha secara umum dirasa cukup baik, tetapi masih ada beberapa karyawan yang kinerjanya belum maksimal. Pada saat penelitian dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dan observasi, penulis melihat dan mengamati kinerja karyawan secara umum sudah cukup baik, tetapi masih ada karyawan yang kinerjanya belum maksimal yang diakibatkan dari adanya stress kerja yang cukup tinggi yang dialami oleh pekerja


(20)

91 Universitas Kristen Maranatha tersebut. Predikat cukup baik yang dikemukakan oleh peneliti ini dapat dilihat dari cara berpakaian karyawan yang sopan dan selalu rapi walau pekerjaan cleaner ini menuntut gerak tubuh yang tinggi dan dengan beban kerja yang cukup tinggi para

cleaner tetap semangat menjalankan seluruh tanggung jawabnya, dengan

keramahannya dan kesopanannya pada setiap orang yang mewarnai pekerjaannya. Adanya proses pendidikan dan pelatihan yang didapat oleh setiap karyawan sebelum karyawan tersebut terjun ke lapangan menjadi bekal yang sangat berguna demi mendukung produktivitas yang tinggi. Para karyawan juga selalu bertanggung jawab terhadap semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Mengerjakan seluruh pekerjaannya dengan hati-hati dan jenis pekerjaan yang mengandung resiko kecelakaan para karyawan selalu menggunakan alat-alat dengan standar keamanan yang tinggi untuk mencegah bila suatu waktu terjadi kecelakaan. Para karyawan jarang mengobrol dan menggunakan alat komunikasi pada saat melakukan pekerjaannya. Adanya tim supervisor juga dapat meningkatkan kinerja karyawan karena supervisor bertugas untuk mengamati dan mengawasi kinerja karyawannya. Tanggapan karyawan mengenai setiap pernyataan pada variabel kinerja sebagian besar diungkapkan dengan sikap setuju atas pernyataan tersebut. Hal ini terlihat dari pengolahan data kuisioner pada variabel terikat (kinerja karyawan). Berkaitan dengan kinerja semuanya bertolak ukur dari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja seperti yang dikemukakan oleh Wirawan (2009) diantaranya adalah faktor eksternal, faktor internal organisasi, dan faktor internal karyawannya.


(21)

92 Universitas Kristen Maranatha 3. Setelah membahas hasil perolehan data, dapat diketahui bahwa stress kerja memberikan pengaruh positif terhadap kinerja karyawan PT.ISS bagian cleaner yang bertugas di Universitas Kristen Maranatha. Semakin kuat stress kerja yang terjadi, maka semakin kuat juga kinerja karyawan (tergantung pada seberapa rendah, sedang atau tinggi tingkat stress kerja tersebut). Sesuai juga dengan penelitian sebelumnya yang dikemukakan oleh Robbins (dalam Molan, 2006), stress kerja dapat berpengaruh positif atau negatif pada kinerja karyawan. Bagi banyak orang, tingkat stress yang rendah sampai sedang memungkinkan mereka melakukan pekerjaanya dengan lebih baik, dengan meningkatkan kewaspadaan, kemampuan bereaksi, akan tetapi bila tingkat stressnya tinggi atau bahkan pada tingkat sedang yang berkepanjangan akhirnya akan meminta korban dan kinerja karyawan akan merosot. Meskipun pada tingkat rendah sampai sedang dapat meningkatkan kinerja, tetap saja para karyawan merasakan bahwa stress kerja tersebut itu tidak menyenangkan.

5.2Saran

1. Pihak manajemen PT. ISS sebaiknya terus mendekatkan diri pada seluruh karyawannya agar pihak manajemen mengetahui apa yang menjadi keluhan dan hambatan bagi para karyawannya, sehingga pihak manajemen dapat memberikan solusi yang terbaik bagi para karyawannya. Dengan lebih mendekatkan diri pada seluruh karyawannya, pihak manajemen dapat mengetahui sejauh mana stress kerja yang terjadi pada karyawannya serta dampaknya bagi kinerja karyawannya yang berujung pada pencapaian tujuan perusahaan di masa mendatang. Stress pada


(22)

93 Universitas Kristen Maranatha karyawan sebagai salah satu akibat dari bekerja perlu dikondisikan pada posisi yang tepat agar kinerja mereka juga pada posisi yang diharapkan. Dan sebaiknya pihak manajemen pun sebaiknya senantiasa melakukan inovasi-inovasi dalam rencana manajemen. Pihak manajemen pun perlu memberikan hukuman yang tegas kepada karyawannya apabila karyawannya tersebut ada yang melanggar peraturan. Untuk meningkatkan kinerja juga, pemberian penghargaan kepada karyawan berprestasi dapat menjadi salah satu alat yang berguna dalam peningkatan kinerja.

2. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan terutama dalam masalah waktu. Diharapkan dari keterbatasan penelitian ini dapat membuka peluang bagi penelitian lanjutan di masa yang akan datang. Dan penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan referensi bagi penelitian selanjutnya di bidang yang sama yang akan datang untuk dikembangkan dan diperbaiki, misalnya dengan memperpanjang periode pengamatan sehingga dapat lebih mencerminkan hasil penelitian.

3. Selain itu penulis juga mengakui masih banyak keterbatasan yang dimiliki. Keterbatasan itu antara lain referensi yang dimiliki penulis belum begitu lengkap untuk menunjang proses penulisan penelitian ini, sehingga terjadi banyak kekurangan dalam mendukung teori ataupun justifikasi masalah yang diajukan.


(23)

94 Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

A.A. Anwar Prabu Mangkunegara. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan.

Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

E. B. Fillipo. (1992). Manajemen Personalia. Jakarta : Erlangga

Gary Dessler. (1997).Manajemen sumber Daya Manusia. (terjemahan edisi asli) Jilid 1 dan 2, Jakarta, PT. Prehallindo

Ghozali, Imam. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Ketiga.

Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Gomes, Faustino Cardoso, (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Pertama, Cetakan

Kedua, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta.

Griffin, Ricky, W., 2004. Manajemen, Edisi Ketujuh, Jilid 2, Penerjemah: Gina Gania, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Husein Umar. (1997). Riset Sumber Daya Manusia : Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Imatama. (2006). Pengaruh Stress Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Lembaga Pendidikan

Perkebunan (LPP) Kampus Medan. Proposal dari

(http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17371/4/Chapter%20II.pdf

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (1993). Edisi ke-2. Balai Pustaka.

Keith Davis and John W. Newstorm. (1989). Human Behavior At Work: Organization Behavior.


(24)

95 Universitas Kristen Maranatha

Kreitner, Robert, Kinicki, Angelo. (2007). 7th edition. Organizational Behavior. New York: Mcgraw-Hill/Irwin

Malayu Hasibuan. SP. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: PT. Bumi Aksara

Marihot Tua Efendi Hariandja. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT.

Gramedia Widiasarana Indonesia.

Mondy and Noe. (1991). Human Resource Management, Massachusetts: Allyn & Bacon

PT. ISS Indonesia. Diambil dari http://www.id.issworld.com/about_iss_indonesia/Pages/values.aspx

Rao, TV. (1986). Penilaian Prestasi Kerja. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo

Robbins, Stephen P. (2001). Edisi 10. Perilaku Organisasi. Kelompok GRAMEDIA Indeks, PT.

INDEKS.

Robbins, Stephen P., dan Timothy A. Judge, (2008). Perilaku Organisasi (Organizational

Behavior), Edisi Keduabelas, Penerjemah Diana Angelica, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Siahaan. (2004). Pengaruh Stress Dalam Pekerjaan Terhadap Kinerja Karyawan (Suatu Kajian

Terhadap Karyawan Departemen Plant PT. Nippon Indosari Corpindo, Cikarang Bekasi).

Proposal dari ((http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17371/4/Chapter%20II.pdf)

Simamora, Henry, (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Ketiga, Cetakan Pertama,

Bagian Penerbitan STIE YKPN, Yogyakarta.


(25)

96 Universitas Kristen Maranatha

T. Hani Handoko. (2001). Manajemen Personalia dan Sumber daya Manusia, cetakan

keduabelas, Yogyakarta: BPFE

Umar, Husein. (2002). Riset Sumber Daya Manusia. cetakan Keempat. Jakarta: Gramedia

Pustaka Utama

Wirawan. (2009). Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia Teori Aplikasi dan Penelitian.

Jakarta. Penerbit: Salemba Empat.

17 tips menangani stress di tempat kerja. Diambil dari http://www.akuinginsukses.com/17-tips-mengatasi-stress-dalam-hidup-dan-di-tempat-kerja/


(1)

91 Universitas Kristen Maranatha tersebut. Predikat cukup baik yang dikemukakan oleh peneliti ini dapat dilihat dari cara berpakaian karyawan yang sopan dan selalu rapi walau pekerjaan cleaner ini

menuntut gerak tubuh yang tinggi dan dengan beban kerja yang cukup tinggi para

cleaner tetap semangat menjalankan seluruh tanggung jawabnya, dengan

keramahannya dan kesopanannya pada setiap orang yang mewarnai pekerjaannya. Adanya proses pendidikan dan pelatihan yang didapat oleh setiap karyawan sebelum karyawan tersebut terjun ke lapangan menjadi bekal yang sangat berguna demi mendukung produktivitas yang tinggi. Para karyawan juga selalu bertanggung jawab terhadap semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Mengerjakan seluruh pekerjaannya dengan hati-hati dan jenis pekerjaan yang mengandung resiko kecelakaan para karyawan selalu menggunakan alat-alat dengan standar keamanan yang tinggi untuk mencegah bila suatu waktu terjadi kecelakaan. Para karyawan jarang mengobrol dan menggunakan alat komunikasi pada saat melakukan pekerjaannya. Adanya tim supervisor juga dapat meningkatkan kinerja karyawan karena supervisor bertugas untuk mengamati dan mengawasi kinerja karyawannya. Tanggapan karyawan mengenai setiap pernyataan pada variabel kinerja sebagian besar diungkapkan dengan sikap setuju atas pernyataan tersebut. Hal ini terlihat dari pengolahan data kuisioner pada variabel terikat (kinerja karyawan). Berkaitan dengan kinerja semuanya bertolak ukur dari faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja seperti yang dikemukakan oleh Wirawan (2009) diantaranya adalah faktor eksternal, faktor internal organisasi, dan faktor internal karyawannya.


(2)

92 Universitas Kristen Maranatha 3. Setelah membahas hasil perolehan data, dapat diketahui bahwa stress kerja memberikan pengaruh positif terhadap kinerja karyawan PT.ISS bagian cleaner yang

bertugas di Universitas Kristen Maranatha. Semakin kuat stress kerja yang terjadi, maka semakin kuat juga kinerja karyawan (tergantung pada seberapa rendah, sedang atau tinggi tingkat stress kerja tersebut). Sesuai juga dengan penelitian sebelumnya yang dikemukakan oleh Robbins (dalam Molan, 2006), stress kerja dapat berpengaruh positif atau negatif pada kinerja karyawan. Bagi banyak orang, tingkat stress yang rendah sampai sedang memungkinkan mereka melakukan pekerjaanya dengan lebih baik, dengan meningkatkan kewaspadaan, kemampuan bereaksi, akan tetapi bila tingkat stressnya tinggi atau bahkan pada tingkat sedang yang berkepanjangan akhirnya akan meminta korban dan kinerja karyawan akan merosot. Meskipun pada tingkat rendah sampai sedang dapat meningkatkan kinerja, tetap saja para karyawan merasakan bahwa stress kerja tersebut itu tidak menyenangkan.

5.2Saran

1. Pihak manajemen PT. ISS sebaiknya terus mendekatkan diri pada seluruh karyawannya agar pihak manajemen mengetahui apa yang menjadi keluhan dan hambatan bagi para karyawannya, sehingga pihak manajemen dapat memberikan solusi yang terbaik bagi para karyawannya. Dengan lebih mendekatkan diri pada seluruh karyawannya, pihak manajemen dapat mengetahui sejauh mana stress kerja yang terjadi pada karyawannya serta dampaknya bagi kinerja karyawannya yang berujung pada pencapaian tujuan perusahaan di masa mendatang. Stress pada


(3)

93 Universitas Kristen Maranatha karyawan sebagai salah satu akibat dari bekerja perlu dikondisikan pada posisi yang tepat agar kinerja mereka juga pada posisi yang diharapkan. Dan sebaiknya pihak manajemen pun sebaiknya senantiasa melakukan inovasi-inovasi dalam rencana manajemen. Pihak manajemen pun perlu memberikan hukuman yang tegas kepada karyawannya apabila karyawannya tersebut ada yang melanggar peraturan. Untuk meningkatkan kinerja juga, pemberian penghargaan kepada karyawan berprestasi dapat menjadi salah satu alat yang berguna dalam peningkatan kinerja.

2. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan terutama dalam masalah waktu. Diharapkan dari keterbatasan penelitian ini dapat membuka peluang bagi penelitian lanjutan di masa yang akan datang. Dan penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan referensi bagi penelitian selanjutnya di bidang yang sama yang akan datang untuk dikembangkan dan diperbaiki, misalnya dengan memperpanjang periode pengamatan sehingga dapat lebih mencerminkan hasil penelitian.

3. Selain itu penulis juga mengakui masih banyak keterbatasan yang dimiliki. Keterbatasan itu antara lain referensi yang dimiliki penulis belum begitu lengkap untuk menunjang proses penulisan penelitian ini, sehingga terjadi banyak kekurangan dalam mendukung teori ataupun justifikasi masalah yang diajukan.


(4)

94 Universitas Kristen Maranatha DAFTAR PUSTAKA

A.A. Anwar Prabu Mangkunegara. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

E. B. Fillipo. (1992). Manajemen Personalia. Jakarta : Erlangga

Gary Dessler. (1997).Manajemen sumber Daya Manusia. (terjemahan edisi asli) Jilid 1 dan 2, Jakarta, PT. Prehallindo

Ghozali, Imam. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Ketiga. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Gomes, Faustino Cardoso, (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Pertama, Cetakan Kedua, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta.

Griffin, Ricky, W., 2004. Manajemen, Edisi Ketujuh, Jilid 2, Penerjemah: Gina Gania, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Husein Umar. (1997). Riset Sumber Daya Manusia : Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Imatama. (2006). Pengaruh Stress Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Kampus Medan. Proposal dari

(http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17371/4/Chapter%20II.pdf

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (1993). Edisi ke-2. Balai Pustaka.

Keith Davis and John W. Newstorm. (1989). Human Behavior At Work: Organization Behavior. New York. MC: Grow Hill Internasional


(5)

95 Universitas Kristen Maranatha Kreitner, Robert, Kinicki, Angelo. (2007). 7th edition. Organizational Behavior. New York:

Mcgraw-Hill/Irwin

Malayu Hasibuan. SP. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: PT. Bumi Aksara

Marihot Tua Efendi Hariandja. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Mondy and Noe. (1991). Human Resource Management, Massachusetts: Allyn & Bacon

PT. ISS Indonesia. Diambil dari http://www.id.issworld.com/about_iss_indonesia/Pages/values.aspx

Rao, TV. (1986). Penilaian Prestasi Kerja. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo

Robbins, Stephen P. (2001). Edisi 10. Perilaku Organisasi. Kelompok GRAMEDIA Indeks, PT. INDEKS.

Robbins, Stephen P., dan Timothy A. Judge, (2008). Perilaku Organisasi (Organizational Behavior), Edisi Keduabelas, Penerjemah Diana Angelica, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Siahaan. (2004). Pengaruh Stress Dalam Pekerjaan Terhadap Kinerja Karyawan (Suatu Kajian Terhadap Karyawan Departemen Plant PT. Nippon Indosari Corpindo, Cikarang Bekasi). Proposal dari ((http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17371/4/Chapter%20II.pdf)

Simamora, Henry, (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Ketiga, Cetakan Pertama, Bagian Penerbitan STIE YKPN, Yogyakarta.


(6)

96 Universitas Kristen Maranatha T. Hani Handoko. (2001). Manajemen Personalia dan Sumber daya Manusia, cetakan

keduabelas, Yogyakarta: BPFE

Umar, Husein. (2002). Riset Sumber Daya Manusia. cetakan Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Wirawan. (2009). Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia Teori Aplikasi dan Penelitian. Jakarta. Penerbit: Salemba Empat.

17 tips menangani stress di tempat kerja. Diambil dari http://www.akuinginsukses.com/17-tips-mengatasi-stress-dalam-hidup-dan-di-tempat-kerja/