Pengaruh Texapon® N70 sebagai Surfaktan dan PEG 4000 sebagai basis terhadap sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak etil asetat buah tomat dengan metode desain faktorial - USD Repository

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PENGARUH TEXAPON® N70 SEBAGAI SURFAKTAN DAN PEG 4000
SEBAGAI BASIS TERHADAP SIFAT FISIS DAN STABILITAS KRIM
EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH TOMAT DENGAN METODE
DESAIN FAKTORIAL

SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu S yarat
Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)
Program Studi Farmasi

Diajukan oleh:
Henny
NIM : 108114121

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2014

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PENGARUH TEXAPON® N70 SEBAGAI SURFAKTAN DAN PEG 4000
SEBAGAI BASIS TERHADAP SIFAT FISIS DAN STABILITAS KRIM
EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH TOMAT DENGAN METODE
DESAIN FAKTORIAL

SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu S yarat
Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)
Program Studi Farmasi

Diajukan oleh:
Henny
NIM : 108114121

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2014

i

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

HALAMAN PERSEMBAHAN

Satisfaction lies in the effort, not the outcome.
Trying hard is the ultimate victory.
Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil.
Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki.
( Mahatma Gandhi )

Make Today Better Than Yesterday
and Always Thanks to God
for All His Grace
I dedicate this work to :
My Mother and My Father
My Brother
And all who I love

iv

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
dan rahmat yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi
berjudul “Pengaruh Texapon® N70 Sebagai Surfaktan dan PEG 4000 Sebagai
Basis Terhadap Sifat Fisis dan Stabilitas Krim Ekstrak Etil Asetat Buah Tomat
dengan Metode Desain Faktorial“ sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar
Sarjana Farmasi (S. Farm) pada Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta.
Keberhasilan penulis dalam penyusunan skripsi ini tentunya tidak
terlepas dari dukungan dan bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah diberikan kesehatan perlindungan
yang baik dalam menyelesaikan skripsi ini.
2. Papa, Mama dan Ahia yang telah bekerja keras, memberikan semangat,
doa dan kasih sayang yang tiada hentinya.
3. Bapak Ipang Djunarko, M.Sc., Apt. selaku Dekan Fakultas Farmasi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sekaligus dosen pembimbing
akademik.
4. Bapak Septimawanto Dwi Praset yo, M.Si., Apt. selaku dosen
pembimbing yang selalu memberikan waktu, semangat, pengarahan,
masukan, kritik dan saran baik selama penelitian maupun penyusunan
skripsi ini.

vii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

5. Ibu Melania Perwitasari, M.Sc., Apt. selaku dosen penguji yang telah
berkenan memberikan kritik serta saran yang membangun.
6. Bapak Yohanes Dwiatmaka, M.Si. selaku dosen penguji yang telah
berkenan memberikan kritik serta saran yang membangun.
7. Semua dosen-dosen farmasi yang tidak dapat disebutkan satu per satu
yang telah sabar mendidik serta memberikan ilmu kepada penulis selama
menempuh pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma,
Yogyakarta.
8. Staf – staf laboratorium Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma:
khususnya Pak Musrifin, Pak Parlan, Mas Kunto, Mas Bimo, Mas
Wagiran, Mas Heru, Mas Agung, Pak Iswandi yang telah banyak
membantu selama penelitian di laboratorium.
9. Staf kebersihan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma yang telah
membantu kelancaran penulis dalam melakukan penelitian.
10. Fanny Adriyani Halim, Ega Mantyas, Priskila Agnes Salviana yang
menjadi

teman seperjuangan dan tempat berbagi keluh kesah selama

penelitian dan penyusunan skripsi. Terima kasih atas segala masukan,
semangat, dan kebersamaan yang telah diberikan.
11. Verica Septi Permatasari dan Sherly Damima atas persahabatan yang
terjalin selama ini.
12. Stephanie Alvia yang telah menjadi sahabat dan selalu memberikan
dukungan dengan meminjamkan motor selama penelitian.

viii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

13. Go Yoanita Gunawan yang telah menjadi sahabat dan memberikan
dukungan selama penelitian.
14. Christian Gunawan yang telah menjadi teman belajar selama penelitian.
15. Teman-teman yang melakukan penelitian di lantai I dan III, telah berbagi
cerita, pengalaman dan bantuan selama penelitian ini.
16. Teman-teman FST kelas B 2010, atas persahabatan yang terjalin selama
perkuliahan. We are the best..
17. Teman-teman kelas C atas kerbersamaannya selama semester I hingga III.
Thanks a lot.
18. Asrama Putri Kinasih berserta isinya, terima kasih atas kebersamaan
selama ini.
19. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah
membantu penulis dalam mewujudkan skripsi ini. Terima Kasih semua.
Akhir kata, “tiada gading yang tak retak” maka penulis menyadari bahwa
penyusunan skripsi ini masih banyak kekurangannya mengingat keterbatasan
kemampuan dan pengalaman yang dimiliki. Oleh sebab itu kritik dan saran yang
membangun sangat diperlukan oleh penulis demi kesempurnaan skripsi ini.
Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Yogyakarta, 7 Maret 2014

Penulis

ix

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. .i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................... iv
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................................ v
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH
UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ............................................................. vi
PRAKATA ........................................................................................................... vii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... x
DAFTAR TABEL ............................................................................................... xiv
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xvi
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xviii
INTISARI ............................................................................................................ xix
ABSTRACT ........................................................................................................... xx
BAB I. PENGANTAR ........................................................................................... 1
A. Latar Belakang .......................................................................................... 1
B. Permasalahan ............................................................................................ 3
C. Keaslian Penelitian ................................................................................... 4
D. Manfaat Penelitian .................................................................................... 5
E. Tujuan ....................................................................................................... 5
BAB II. PENELAAHAN PUSTAKA .................................................................... 6

x

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

A. Kulit .......................................................................................................... 6
B. Tomat ........................................................................................................ 7
C. Krim .......................................................................................................... 8
D. Formulasi ................................................................................................... 9
1. Basis....................................................................................................... 9
2. Surfaktan ................................................................................................ 9
3. Asam Stearat ........................................................................................ 10
4. Trietanolamin....................................................................................... 11
5. Preservative ......................................................................................... 11
E. Stabilitas ................................................................................................. 12
F. Ekstraksi ................................................................................................. 14
G. HET CAM ............................................................................................... 15
H. Desain Faktorial ...................................................................................... 16
I. Landasan Teori ....................................................................................... 18
J. Hipotesis ................................................................................................. 20
BAB III. METODE PENELITIAN ...................................................................... 21
A. Jenis dan Rancangan Penelitian .............................................................. 21
B. Variabel Penelitian dan definisi operasional .......................................... 21
C. Bahan penelitian ...................................................................................... 23
D. Alat penelitian ......................................................................................... 23
E. Tata Cara Penelitian ................................................................................ 23
1. Pembuatan ekstrak etil asetat tomat ................................................... 23
2. Uji kualitatif antioksidan ..................................................................... 24

xi

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

3. Formula krim ....................................................................................... 25
4. Pembuatan krim .................................................................................. 26
5. Uji stabilitas dan sifat fisis krim ......................................................... 26
6. HET CAM sebagai uji iritasi .............................................................. 28
7. Validasi .............................................................................................. 29
F. Analisis Hasil .......................................................................................... 29
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................ 31
A. Identifikasi dan pembuatan ekstrak kering tomat .................................... 31
B. Pembuatan Krim ekstrak tomat ............................................................... 34
C. Pengujian Tipe Krim .............................................................................. 39
D. Uji sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak tomat ...................................... 40
1. Uji organoleptis dan pH ..................................................................... 41
2. Uji daya sebar .................................................................................... 42
3. Uji viskositas ..................................................................................... 42
4. Uji ukuran droplet ............................................................................. 45
E. Pengaruh penambahan Texapon® N70 dan PEG 4000 serta interaksinya
dalam menentukan sifat fisis krim ekstrak tomat...................................... 48
1. Uji normalitas data ............................................................................ 48
2. Uji kesamaan varian ......................................................................... 49
3. Respon viskositas .............................................................................. 50
4. Respon ukuran droplet ....................................................................... 52
F. Stabilitas Krim ekstrak tomat ................................................................... 55
G. Optimasi komposisi Texapon® N70 dan PEG 4000 ................................ 57

xii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

1. Viskositas........................................................................................... 57
2. Ukuran droplet .................................................................................. 58
3. Superimposed Contour plot ............................................................... 59
H. Validasi ................................................................................................... 60
I. Uji iritasi dengan metode HET CAM ..................................................... 62
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 64
A. Kesimpulan ........................................................................................... 64
B. Saran ...................................................................................................... 64
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 65
LAMPIRAN ......................................................................................................... 69
BIOGRAFI PENULIS ………………………………………………………….. 94

xiii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR TABEL

Tabel I.

Rancangan desain faktorial dengan dua faktor dan dua level ....... 17

Tabel II.

Formula dasar krim tipe M/A ........................................................ 25

Tabel III.

Formula sediaan krim ekstrak etil asetat buah tomat dengan
metode desain faktorial...................................................................26

Tabel IV.

Indeks iritasi primer uji HET CAM ............................................. 29

Tabel V.

Data uji organoleptis dan pH krim ekstrak tomat ......................... 41

Tabel VI.

Daya sebar krim ekstrak tomat seteah penyimpanan 48 jam ....... 42

Tabel VII.

Viskositas krim ekstrak tomat seteah penyimpanan 48 jam .......... 43

Tabel VIII.

Viskositas krim ekstrak tomat seteah penyimpanan 28 hari ......... 43

Tabel IX.

Persentase pergeseran viskositas (x ̅ ± SD) krim ekstrak tomat .... 44

Tabel X.

Ukuran droplet krim ekstrak tomat seteah penyimpanan 48 jam .. 46

Tabel XI.

Ukuran droplet krim ekstrak tomat seteah penyimpanan 28 hari .. 46

Tabel XII.

Persentase perubahan ukuran droplet (x ̅ ± SD) krim ekstrak
tomat .............................................................................................. 48

Tabel XIII.

Uji normalitas data viskositas dan ukuran droplet ........................ 49

Tabel XIV.

Uji kesamaan varian (levene’s test) viskositas dan ukuran
droplet ............................................................................................ 49

Tabel XV.

Efek Texapon® N70 dan PEG 4000 serta interaksinya dalam
menentukan respon viskositas ....................................................... 50

Tabel XVI.

Efek Texapon® N70 dan PEG 4000 serta interaksinya dalam
menentukan respon ukuran droplet ............................................... 53

xiv

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Tabel XVII.

Uji normalitas data pergeseran viskositas dan perubahan ukuran
droplet ............................................................................................ 56

Tabel XVIII. Uji kesamaan varian data pergeseran viskositas dan perubahan
ukuran droplet ................................................................................ 56
Tabel XIX.

Data validasi respon viskositas ..................................................... 61

Tabel XX.

Data validasi respon ukuran droplet .............................................. 61

Tabel XXI.

Indeks iritasi primer krim ekstrak tomat dengan metode HET
CAM .............................................................................................. 63

xv

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.

Buah tomat ........................................................................................ 7

Gambar 2.

Polietilen glikol .................................................................................. 9

Gambar 3.

Sodium Lauril Ether Sulfate ............................................................. 10

Gambar 4. Asam stearat ..................................................................................... 10
Gambar 5.

Trietanolamin ................................................................................... 11

Gambar 6.

Metil paraben ................................................................................... 12

Gambar 7.

Hasil uji kualitatif antioksidan ......................................................... 33

Gambar 8.

Reaksi penangkapan radikal oleh DPPH ......................................... 33

Gambar 9.

Grafik orientasi pengaruh jumlah Texapon® N70 terhadap
viskositas krim ................................................................................ 36

Gambar 10. Grafik orientasi pengaruh jumlah Texapon® N70 terhadap ukuran
droplet krim ..................................................................................... 36
Gambar 11. Grafik orientasi pengaruh jumlah PEG 4000 terhadap viskositas
krim ................................................................................................. 37
Gambar 12. Grafik orientasi pengaruh jumlah PEG 4000 terhadap ukuran
droplet krim ...................................................................................... 37
Gambar 13. Hasil pengamatan tipe emulsi dengan metode warna, perbesaran
40 x 10 kali ...................................................................................... 40
Gambar 14. Grafik pergeseran viskositas krim tiap minggu ............................... 45
Gambar 15. Grafik perubahan ukuran droplet krim tiap minggu ....................... 47

xvi

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Gambar 16. Grafik hubungan antara Texapon® N70 terhadap respon viskositas
setelah 48 jam pembuatan ............................................................... 51
Gambar 17. Grafik hubungan antara PEG 4000 terhadap respon viskositas
setelah 48 jam pembuatan ............................................................... 52
Gambar 18. Grafik hubungan antara Texapon® N70 terhadap respon ukuran
droplet setelah 48 jam pembuatan . .................................................. 54
Gambar 19. Grafik hubungan antara PEG 4000 terhadap respon ukuran droplet
setelah 48 jam pembuatan ............................................................... 55
Gambar 20. Contour plot ukuran viskositas krim ekstrask tomat ....................... 58
Gambar 21. Contour plot ukuran droplet krim ekstrask tomat ........................... 59
Gambar 22. Superimposed Contour plot krim ekstrask tomat ............................ 60
Gambar 23. Titik validasi pada area optimum .................................................... 61

xvii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat pengesahan determinasi ........................................................ 70
Lampiran 2. Data hasil orientasi Texapon® N70 dan PEG 4000 ........................ 71
Lampiran 3. Uji pH krim ekstrak etil asetat tomat .............................................. 73
Lampiran 4. Data uji sifat fisis dan stabilitas krim ektrak etil asetat tomat ........ 73
Lampiran 5. Hasil analisis dengan software R-2.14.1 ........................................ 76
Lampiran 6. Nilai efek masing-masing terhadap respon .................................... 81
Lampiran 7. Validasi ......................................................................................... 82
Lampiran 8. Hasil uji iritasi pimer dengan metode HET-CAM ........................ 83
Lampiran 9. Dokumentasi ................................................................................. 88

xviii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

INTISARI

Texapon® N70 merupakan surfaktan yang bersifat non polar, memiliki
sifat seperti detegen, memiliki kompatibilitas yang baik serta tingkat iritasi pada
mata dan kulit rendah. PEG 4000 merupakan suatu basis yang memiliki sifat yang
larut air sehingga dapat meningkatkan efek kenyamanan pada pasien karena tidak
lengket dan mudah dicuci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
dari PEG 4000 sebagai basis dan Texapon® N70 sebagai surfaktan terhadap sifat
fisis dan stabilitas krim dari ekstrak buah tomat serta mengetahui formula
optimum dari PEG 4000 dan Texapon® N70. Formula yang digunakan dalam
penelitian ini merupakan formula krim yang telah dimodifikasi.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bersifat
deskriptif dikarenakan ada perlakuan terhadap subjek uji dan dipaparkan
fenomena yang terjadi dan tidak terdapat hubungan sebab akibat. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Desain Faktorial dengan 2 faktor (PEG
4000 dan Texapon® N70) dan 2 level (tinggi dan rendah). Analisis statistik
menggunakan ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% untuk mengetahui
pengaruh Texapon® N70, PEG 4000 dan interaksinya terhadap respon sifat fisis
dan stabilitas dari krim ekstrak tomat. Hasil dianalisis secara statistik dengan
software R 2.14.1.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Texapon® N70 sebagai surfaktan
dan interaksinya memberikan efek yang signifikan sedangkan PEG 4000 sebagai
basis tidak memberikan efek yang signifikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa
Texapon® N70 merupakan faktor yang dominan mempengaruhi respon viskositas
dan interaksi keduanya merupakan faktor yang dominan mempengaruhi respon
ukuran droplet. Pada penelitian krim ekstrak buah tomat ini tidak didapatkan area
optimum.
Kata kunci : krim, PEG 4000, Texapon® N70, ekstrak tomat, desain faktorial.

xix

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

ABSTRACT

Texapon®N70 is a surfactant that is non-polar, has properties such as
detegen, has good compatibility and degree of eye and skin irritation low pad.
PEG 4000 is a base that has the properties of water soluble so it can increase the
effect on patient comfort because it is not sticky and washed easily. This study
aims to determine the effect of PEG 4000 as a base and Texapon®N70 as a
surfactant to the physical properties and stability of cream of tomato fruit extract
and determine the optimum formula of PEG 4000 and Texapon®N70. The formula
used in this study is a creamy formula that has been modified.
This study is a descriptive experimental research because there are
treatment of test subjects and explained the phenomenon that occurs and there is
no causal relationship . The method used in this study is a factorial design with
two factors (PEG 4000 and Texapon® N70) and 2 levels (high and low). Statistical
analysis using ANOVA with a level of 95 % to determine the effect of
Texapon®N70, PEG 4000 and its interaction with the physical nature of the
response and the stability of cream of tomato extract. The results were statistically
analyzed with the software R 2.14.1.
The results showed that Texapon®N70 as a surfactant and it’s interaction
deals significant effect neither PEG 4000 as a cream based. It can be concluded
that Texapon®N70 is a dominant effect to affect cream’s viscosity and it’s
interaction within PEG 4000 is a dominant effect to affect droplet size of the
cream. From this experiment no optimum area founded.

Key words: cream, PEG 4000, Texapon® N70, tomato extract, factorial design.

xx

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

BAB I
PENGANTAR

A. Latar Belakang
Pada era modern ini, kulit merupakan salah satu bagian terpenting,
baik pria maupun wanita. Kulit memiliki peranan penting sebagai pelindung. Oleh
karena itu, perlu adanya produk-produk yang dapat mendukung perkembangan
jaman tersebut, salah satunya adalah krim yang sekaligus berfungsi sebagai
pelembab yang nantinya akan melindungi kulit dari udara kering, sinar matahari
serta usia.
Krim merupakan bentuk sediaan setengah padat mengandung satu
atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai
(USP, 1995). Krim merupakan suatu emulsi yang terdiri dari dua fase yang tidak
saling bercampur. Krim terbentuk dari hasil emulsifikasi antara fase minyak dan
fase air dengan bantuan emulsifying agent (Allen, 2002).
Praktek yang umum dalam memformulasi emulsi adalah melarutkan
atau mendispersikan komponen lipofilik pada fase yang sesuai sebelum
emulsifikasi dilakukan. Maka dari itu, komposisi yang larut minyak atau yang
dapat didispersikan dalam minyak dicampurkan pada fase minyak dan komposisi
yang larut air atau yang dapat didispersikan dalam air dicampurkan dalam fase air
(Lachman et al., 1989).
Krim yang baik biasanya tidak lengket, mudah digunakan dan dapat
menimbulkan efek yang diharapkan. Fase krim yang paling sering digunakan
1

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2

adalah fase minyak dalam air ( M/A ) di mana fase pendispersinya air dan fase
terdispersinya minyak. Krim harus memiliki sifat fisis dan stabilitas yang baik.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan krim yang baik adalah
proses pencampuran serta bahan-bahan yang digunakan. Bahan – bahan yang
digunakan harus compatible satu dengan yang lainnya.
Penggunaan tumbuhan sebagai obat telah lama dikenal secara luas
oleh masyarakat Indonesia yang disebut sebagai obat tradisional. Pengobatan
dengan menggunakan obat tradisional dewasa ini sangat popular dan semakin
disukai oleh masyarakat. Hal ini disebab karena disamping harganya murah,
mudah didapat juga mempunyai efek samping yang relatif sedikit.
Beberapa tumbuhan yang banyak digunakan salah satunya adalah
tomat. Tomat merupakan tumbuhan yang berasal dari Amerika Tengah dan
Selatan. Sekarang tomat tidak hanya digunakan sebagai bahan dalam memasak
tetapi dapat mengatasi berbagai masalah kulit terutama kulit pada wajah.
Beberapa kandungan tomat seperti karbohidrat, mineral, protein, lemak, serat, air,
vitamin A, B1, B2, C, E, asam folat, dan lycopene yang dapat melindungi kulit
dari penuaan dini serta mencerahkan kulit (WH foods, 2007).
Tomat memiliki kandungan lycopene lebih besar dibandingkan
dengan buah lain seperti semangka. Hal ini yang menyebabkan tomat tidak hanya
berfungsi meningkatkan kesehatan tubuh, tetapi sebagai pemelihara kecantikan
khususnya kulit wajah karena adanya kandungan lycopene yang berfungsi sebagai
antioksidan.

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
3

Dalam penelitian ini dibuat salah satu sediaan semisolid yaitu krim
yang memiliki tipe M/A. Dipilih sediaan dalam bentuk krim karena mudah dalam
pengaplikasiannya terhadap kulit dan memiliki daya penetrasi yang tinggi. Dalam
formulasi sediaan krim, terdapat bahan-bahan yang penting yang dapat
berpengaruh pada sifat fisis dan stabilitas dari krim yaitu surfaktan dan basis.
Pemilihan basis dan surfaktan perlu dipertimbangkan untuk menghasilkan sistem
emulsi yang stabil dan sediaan krim yang dihasilkan baik sesuai persyaratan krim
yang diharapkan.
Surfaktan berfungsi untuk meningkatan kelarutan dari bahan-bahan
yang digunakan dalam formulasi. Surfaktan dalam konsentrasi yang kecil dapat
meningkatkan kelarutan dan menurunkan tegangan permukaan (Martin et al.,
1993). Surfaktan yang digunakan adalah Texapon® N70 yang memiliki sifat non
polar, memiliki kompatibilitas dan daya iritasi yang rendah. Sedangkan basis yang
digunakan yaitu PEG 4000. PEG biasa digunakan sebagai bahan dasar dari
formulasi sediaan semisolid seperti salep dan krim (Rowe et al., 2009). PEG 4000
disebut juga poliglikol 4000 dan makrogol 4000 yang memiliki bobot molekul
tidak kurang dari 3000 dan tidak lebih dari 3700. Mudah larut dalam air, etanol
95% dan kloroform. Praktis tidak larut dalam eter. Memiliki kekentalan 76-110 cs
pada suhu 210oF, dinyatakan sebagai kekentalan kinematik (Depkes RI, 1979).

1. Permasalahan
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang
diteliti yaitu:

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
4

a. Faktor apakah yang paling dominan antara Texapon® N70, PEG 4000 dan
interaksinya dalam menentukan sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak
tomat?
b. Apakah ditemukan area optimum Texapon® N70 dan PEG 4000 pada
superimposed contour plot krim ekstrak tomat?

2. Keaslian Penelitian
Sejauh penelusuran pustaka yang telah dilakukan penulis,
penelitian tentang Pengaruh Texapon® N70 sebagai Surfaktan dan PEG 4000
sebagai Basis Terhadap Sifat Fisis dan Stabilitas Krim Tomat dengan Metode
Desain Faktorial belum pernah dilakukan. Penelitian serupa yang pernah
dilakukan antara lain :
a. Uji Stabilitas Fisis dan Antioksidan Sediaan Krim yang Mengandung
Ekstrak Kering Tomat (Solanum lycopersicum L.) yang dilakukan oleh
Budiman, 2008.
b. Optimasi Proses Pembuatan Krim Sunscreen Ekstrak Kering Polifenol Teh
Hijau (Camellia sinensis L.) dengan Metode Desain Faktorial yang
dilakukan oleh Dwiastuti, 2009.

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
5

3. Manfaat
a. Manfaat teoritis
Secara teoritis, penelitian ini menambah informasi bagi dunia
ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang kefarmasian mengenai
formulasi sediaan krim ekstrak etil asetat tomat.
b. Manfaat metodologis
Menambah ilmu pengetahuan dalam bidang kefarmasian dalam
aplikasi penggunaan metode desain faktorial.
c. Manfaat praktis
Penelitian ini akan menghasilkan sebuah sediaan krim ekstrak
etil asetat tomat yang memiliki sifat fisis dan stabilitas yang baik.

B. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Membuat sediaan krim dari ekstrak etil asetat tomat dengan
surfaktan Texapon® N70 dan basis PEG 4000.
2. Tujuan Khusus
Mengetahui faktor yang paling dominan antara Texapon® N70
dan PEG 4000 serta interaksinya yang menentukan sifat fisis dan stabilitas
krim ekstrak tomat.
Mengetahui area optimum Texapon® N70 dan PEG 4000 pada
superimposed contour plot krim ekstrak tomat.

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

BAB II
PENELAAHAN PUSTAKA

A. Kulit
Kulit merupakan bagian terluas yang menutupi seluruh permukaan
tubuh. Kulit memiliki tingkat ketebalan yang bervariasi pada setiap bagian.Daerah
yang paling tebal adalah telapak kaki dan tangan serta sela-sela jari. Sedangkan
pada kulit wajah terdapat sel-sel yang sangat tipis, sehingga hal ini
memungkinkan berpenetrasinya sediaan kosmetika. Dalam menjaga kulit agar
tetap berada dalam kondisi yang baik perlu adanya sediaan kosmetika seperti
cleansing, toning, dan moisturizing (Young, 1972).
Struktur dari kulit adalah :
a. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan kulit terluar dan mempunyai 5
lapisan yaitu lapisan tanduk (stratum corneum), stratum lucidum, stratum
spinosum, stratum spinosum, stratum germinativum atau stratum basale
(Brannon, 2007)
Lapisan ini sangat tebal, keras dan seperti tanduk misalnya pada
area telapak tangan dan telapak kaki dan sangat tipis pada bagian lain seperti
pada badan dan bagian dalam ekstremitas (Watson, 2002).
b. Dermis
Dermis adalah lapisan jaringan menyambung dengan ketebalan 1-2
mm yang terletak di bawah epidermis. Dermis terdiri dari substansi dasar
6

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
7

mukopolisakarida, protein fibrilar ( retikulin, kolagen dan elastin ), dan selsel (fibroblas, makrofag, sel mast dan sejumlah limfosit). Dermis berisi
pembuluh darah, limfatik, dan saraf (Taylor dan Clive, 2005).
c. Adneksa Epidermis
Merupakan alat tambahan epidermis yang terdiri atas struktur
keratinosa yang bermodifikasi ( misal, kuku, rambut dan kelenjar adneksa
pada epidermis dan folikel rambut ) meliputi kelenjar sebasea, kelenjar
keringat ( ekrin ), dan kelenjar apokrin. Kelenjar apokrin terutama ditemukan
pada aksila dan daerah anogenital.

B. Tomat

Gambar 1. Buah tomat (Lycopersicon lycopersicum L.)
Klasifikasi tanaman tomat :
Divisi

: Spermatophyta

Anak divisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledonae

Ordo

: Solanales

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
8

Famili

: Solanaceae

Genus

: Lycopersicon

Spesies

: Lycopersicon lycopersicum L.
Tomat merupakan salah satu bahan alam yang memiliki banyak

khasiat untuk mengatasi berbagai penyakit seperti radang kulit, infeksi jamur,
jerawat, luka sukar sembuh dan rasa nyeri pada kulit akibat terbakar sinar
matahari (Dalimartha dan Soedibyo, 1999). Tomat juga merupakan tanaman
sayuran dari keluarga Solanaceae. Termasuk golongan tanaman semusim dan
bersifat menjalar. Akar pokoknya tergolong akar tunggang dan akar serabut.
Batangnya berbentuk persegi empat hingga berbentuk bulat, dengan bulu-bulu
halus. Tomat mengandung lycopene yang memiliki efek farmakologis lebih kuat
dari vitamin C, E maupun betakaroten. Lycopene juga mampu dalam menangkap
singlet oksigen yang merupakan radikal bebas kuat dalam tubuh (Anonim, 2005).

C. Krim
Krim merupakan suatu sediaan berbentuk setengah padat mengandung
satu atau lebih bahan kosmetik terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang
sesuai, berupa emulsi kental mengandung tidak kurang 60% air ditujukan untuk
pemakaian luar (Anief, 1997). Terdapat dua tipe krim sederhana, yaitu tipe air
dalam minyak (A/M) dan tipe minyak dalam air (M/A). Tipe air dalam minyak
(A/M) tidak larut dalam air dan tidak dapat dicuci dengan air, sedangkan tipe
minyak dalam air (M/A) dapat bercampur dan dapat dicuci dengan air, serta tidak

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
9

berminyak (Allen, 1999). Evaluasi krim dapat meliputi uji organoleptis, uji daya
lekat, dan uji daya sebar (Banker dan Rhodes, 1990).

D. Formulasi
1. Basis
Basis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Polietilen Glikol
4000. Polietilen Glikol ini banyak digunakan dalam formulasi kefarmasian. Di
mana Polietilen Glikol dianggap tidak beracun dan non irritant. Polietilen
glikol secara kimiawi stabil di udara dan dalam larutan, meskipun berat
molekul kurang dari 2000 adalah higroskopis. Polietilen glikol tidak
mendukung mikroba pertumbuhan, dan tidak menjadi tengik.

Gambar 2. Polietilen glikol (Rowe et al., 2009)
2. Surfaktan
Surfaktan merupakan suatu molekul yang sekaligus memiliki gugus
hidrofilik dan gugus lipofilik sehingga dapat mempersatukan campuran yang
terdiri dari air dan minyak. Aktivitas surfaktan diperoleh dari sifat ganda
molekulnya. Bagian polar dari surfaktan dapat bermuatan positif, negatif
maupun netral. Sifat rangkap ini yang menyebabkan surfaktan dapat diabsorbsi
pada antar muka udara-air, minyak-air dan zat padat-air, membentuk lapisan

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
10

tunggal di mana gugus hidrofilik berada pada fase air dan rantai hidrokarbon
ke udara (Jatmika, 1998 ).
Surfaktan yang digunakan adalah Texapon® N70. Texapon® N70
atau Sodium Lauryl Ether Sulphate (SLES) merupakan suatu surfaktan yang
memiliki sifat seperti detergen. Karakteristik dari Texapon® N70 adalah:
sebagai emulsifiying agent, pembasah, pembusa yang baik; merupakan solvensi
dan bahan pengental yang baik; dispersi, kompatibilitas baik; serta tingkat
iritasi pada kulit yang relatif rendah (Anonim, 2000).

Gambar 3. Sodium lauril ether sulfate (Anonim, 2000)
3. Asam Stearat
Asam sterat biasa digunakan dalam dunia kefarmasian untuk
formulasi sediaan oral dan topikal. Pada sediaan oral biasa digunakan pada
tablet dan capsule lubricant. Dalam bentuk sediaan topikal asam stearat biasa
digunakan sebagai emusifying dan solubilizing agent. Ketika sebagian
dinetralkan dengan alkali atau trietanolamin, maka asam sterat digunakan
sebagai salah satu bahan penyusun krim. Penampilan dan plastisitas krim
ditentukan oleh proporsi alkali yang digunakan (Rowe et al., 2009).

Gambar 4. Asam stearat (Rowe et al., 2009)

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
11

4. Trietanolamin
Trietanolamin biasa digunakan untuk formulasi sediaan yang
diaplikasikan secara topikal. Biasanya digunakan untuk sediaan dalam bentuk
emulsi (Rowe et al., 2006). Trietanolamin yang bersifat basa digunakan untuk
netralisasi carbopol. Penambahan trietanolamin pada carbopol akan
membentuk garam 14 yang larut. Sebelum netralisasi, carbopol di dalam air
akan ada dalam bentuk tak terion pada pH sekitar 3. Pada pH ini, polimer
sangat fleksibel dan strukturnya random coil. Penambahan trietanolamin akan
menggeser kesetimbangan ionik membentuk garam yang larut. Hasilnya
adalah ion yang tolak menolak dari gugus karboksilat dan polimer menjadi
kaku dan rigid, sehingga meningkatkan viskositas (Osborne dan Amann,
1990).

Gambar 5. Trietanolamin (Rowe et al., 2009)
5. Preservative
Metil paraben secara luas digunakan sebagai antimikroba pada
kosmetik, produk makanan, dan sediaan farmasi. Paraben efektif pada range
pH yang luas dan memiliki aktivitas antimikroba spektrum luas, meskipun
paraben paling efektif menghambat yeast dan fungi. Aktivitas antimikroba
meningkat seiring dengan peningkatan rantai gugus alkil, tetapi kelarutannya

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
12

dalam air menjadi menurun. Oleh karena itu, penggunaan campuran paraben
sering digunakan untuk menghasilkan efek antimikroba yang lebih efektif.
Konsentrasi penggunaan metil paraben sebagai antimikroba pada sediaan
topikal adalah 0,02-0,3%. Metil paraben 16 bersifat nonmutagenik,
nonteratogenik, dan nonkarsinogenik (Rowe et al., 2009).

Gambar 6. Metil paraben (Rowe et al., 2009)

E. Stabilitas
Stabilitas suatu emulsi merupakan sifat emulsi untuk mempertahankan
distribusi halus dan teratur dari fase terdispersi yang terjadi dalam jangka waktu
yang panjang (Voigt, 1994). Ada beberapa fenomena tentang stabilitas krim:
a. Creaming
Creaming merupakan pemisahan emulsi menjadi 2 bagian, dimana bagian
yang satu memiliki fase dispersi lebih banyak dari bagian yang lain.
Peningkatan creaming sangat memungkinkan terjadinya koalesen dari droplet,
karena kedua hal tersebut sangat erat hubungannya.

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
13

b. Koalesen
Koalesen dari gelembung minyak pada emulsi M/A tertahan dengan adanya
lapisan emulsifier yang teradsorbsi kuat secara mekanis disekitar setiap
gelembung. Dua gelembung yang saling berdekatan satu sama lain akan
menyebabkan permukaan yang berdekatan tersebut menjadi rata. Perubahan
dari bentuk bulat menjadi bentuk lain menghasilkan peningkatan luas
permukaan dan karenanya meningkatkan energi bebas permukaan total,
penyimpanan bentuk gelembung ini akan tertahan dan pengeringan film fase
kontinyu dari antara dua gelembung akan tertunda (Aulton, 2002).
c. Inversi
Inversi adalah peristiwa berubahnya tipe emulsi M/A ke tipe A/M atau
sebaliknya karena kondisi lingkungan yang tidak stabil (Anief, 2000).
Uji-uji yang dapat dilakukan untuk mengetahui sifat fisis dari krim
adalah:
1. Viskositas
Viskositas merupakan suatu ketahanan suatu cairan untuk mengalir, di mana
semakin tinggi viskositas, maka semakin besar pula ketahanannya (Martin et
al., 1993). Evaluasi mengenai viskositas merupakan karakteristik formulasi
yang penting pada sediaan semisolid, karena viskositas suatu sediaan
semisolid menentukan lama tinggal sediaan di kulit, sehingga obat dapat
terpenetrasi dengan baik. Peningkatan viskositas akan meningkatkan waktu
retensi pada tempat aplikasi, tetapi menurunkan daya sebar (Garg et al., 2002).

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
14

2. Daya sebar
Daya sebar adalah kemampuan dari suatu sediaan untuk menyebar di tempat
aplikasi, dan merupakan salah satu karakteristik yang bertanggungjawab
dalam keefektifan dan penerimaan konsumen dalam menggunakan sediaan
semisolid. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya sebar yaitu: rigiditas
sediaan, lama tekanan, temperatur tempat aksi. Metode plat sejajar adalah
metode yang paling banyak digunakan untuk menentukan dan mengukur daya
sebar sediaan semi padat. Keuntungan dari metode ini adalah sederhana dan
relatif murah. Di sisi lain, metode ini kurang akurat dan sensitif, serta data
yang dihasilkan harus diinterpretasikan dan disajikan secara manual (Garg et
al., 2002).
3. Mikromeritik
Mikromeritik adalah ilmu dan teknologi yang mempelajari tentang partikel
kecil. Satuan ukurang partikel yang sering digunakan dalam mikromeritik
adalah mikrometer (µm) yang sering disebut mikron. Bagian penting yang
perlu diperoleh dari partikel yaitu (a) ukuran partikel dan distribusi ukuran
diameter (ukuran) partikel dan (b) bentuk dan luas permukaan partikel,
sedangkan bentuk partikel memberikan gambaran tetang luas permukaan
spesifik partikel dan teksturnya (kasar atau halus) (Martin et al., 1993).

F. Ektraksi
Ekstraksi merupakan kegiatan penarikan bahan yang terkandung
dengan pelarut cair yang sesuai. Secara umum ekstraksi dapat dilakukan secara

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
15

infudasi, maserasi, perkolasi dan destilasi uap. Maserasi merupakan cara
penyarian yang sederhana. Maserasi dilakukan dengan cara merendam serbuk
simplisia dalam cairan penyari dengan bantuan penggojogan. Cairan penyari akan
menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat
aktif, zat aktif akan terlarut dan karena adanya perbedaan konsentrasi antara
larutan zat aktif di dalam sel dengan yang di luar sel, maka larutan yang terpekat
didesak keluar. Peristiwa tersebut terjadi berulang sehingga terjadi keseimbangan
konsentrasi antara larutan di luar sel dan di dalam sel. Cairan penyari yang
digunakan dapat berupa air, etanol, air-etanol, atau pelarut lain (Depkes RI,
1986). Maserasi berakhir berarti keseimbangan antara bahan yang diekstraksi
pada bagian dalam sel dengan yang masuk ke dalam cairan telah tercapai maka
proses difusi segera berakhir (Voigt, 1994).

G. HET CAM
Hen’s Egg Test-Chorioallantoic Membran (HET CAM) merupakan
metode in vitro menggunakan telur fertil untuk mengetahui daya antiinflamasi
dan iritasi subtansi atau bahan-bahan tertentu. Telur fertil yang diinkubasi selama
kurang lebih 9 hari akan terbentuk CAM. CAM ini terdapat pada lapisan
mesodermis telur yang terdiri dari pembuluh darah. Proses inflamasi
menunjukkan adanya permeabilitas dan perubahan vaskuler pembuluh darah pada
pemberian stimulus. Profil perubahan pembuluh darah yang terjadi seperti
timbunya warna kemerahan pada membran (hemoragi), pecahnya pembuluh darah
(lisis). Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam satuan detik dan dikonversikan

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
16

menjadi Irritation Score (IR) yang menggambarkan tingkat iritasi suatu bahan uji
(Rudianto, 2010).
Metode ini menggunakan telur fertil yang diinkubasikan pada
inkubator dengan suhu 36-37oC. Pengaturan lembab pada inkubator dapat
dilakukan dengan memberikan air pada rak inkubator. Periode inkubasi telur fertil
yang akan digunakan untuk HET CAM adalah 8-12 hari (D’arcy dan Howard,
1966).
Hemorage time adalah dimulai dalam detik reaksi hemoragi atau
terjadi pendarahan pada CAM. Lysis time adalah dimulai dari detik lisis pembuluh
darah hingga pembuluh darah hilang pada CAM. Coagulation time adalah dimulai
dalam detik pembentukan koagulan pada CAM (Rudianto, 2010).

H. Desain Faktorial
Desain faktorial merupakan suatu desain eksperimental yang
bertujuan untuk mengetahui efek-efek yang ditimbulkan oleh sejumlah faktor
yang simultan, memperkirakan hubungan relatifnya, dan untuk menentukan
hubungan apa yang terjadi interaksi antara faktor - faktor tersebut (Amstrong dan
James, 1996).
Penelitian

desain

faktorial

yang

paling

sederhana

adalah

menggunakan dua faktor dan dua level. Jumlah percobaan untuk penelitian
dengan metode desain faktorial yaitu jumlah level yang digunakan dalam
penelitian dipangkatkan jumlah faktor dalam penelitian. Apabila dalam percobaan

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
17

menggunakan 2 faktor dan 2 level maka jumlah percobaan adalah 22 (4
percobaan) (Bolton, 1997).
Tabel I. Rancangan desain faktorial dengan dua faktor dan dua level

-

Formula
1
a
b
ab
= level rendah

Faktor A
Faktor B
+
+
+
+
+ = level tinggi

Interaksi
+
+

Keterangan :


Formula 1 : Faktor A pada level rendah, faktor B pada level rendah



Formula a : Faktor A pada level tinggi, faktor B pada level rendah



Formula b : Faktor A pada level rendah, faktor B pada level tinggi



Formula ab : Faktor A pada level tinggi, faktor B pada level tinggi

Maka berlaku rumus :
y = b0 + b1(XA) + b2(XB) + b12(XA)(XB)
Keterangan : y
(XA)(XB)

: respon hasil atau sifat yang diamati
: level faktor A dan faktor B

b0, b1, b2, b12 : koefisien, dapat dihitung dari hasil percobaan
Rumus dan data yang diperoleh dapat dibuat contour plot suatu
respon yang digunakan untuk memilih komposisi campuran yang optimum.
Dengan mencari selisih rata-rata antara respon pada level tinggi dan rata-rata
respon pada level rendah dapat diperoleh besarnya efek yang dicari (Bolton,
1997).

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
18

Beberapa istilah yang digunakan dalam desain faktorial yang harus
dipahami:
1.

Faktor adalah variabel yang telah ditetapkan pada suatu penelitian yang dapat
bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Faktor ini harus bisa dinyatakan dalam
suatu harga atau nilai.

2. Level adalah harga yang ditetapkan untuk faktor.
3. Respon adalah hasil yang terukur yang didapat dari suatu penelitian dan harus
dapat dikuantifikasi. Bervariasinya level pada suatu penelitian dapat
menyebabkan perubahan respon.
4. Interaksi adalah akibat dari penambahan efek-efek faktor yang dapat bersifat
sinergis ataupun antagonis. Bersifat sinergis berarti interaksi memiliki efek
yang menambah besar efek faktor, sedangkan antagonis berarti interaksi
memiliki efek yang mengurangi efek faktor (Kurniawan dan Sulaiman, 2009).

I. Landasan Teori
Dalam pembuatan sediaan semisolid seperti krim perlu diperhatikan
beberapa hal seperti komposisi surfaktan, basis serta metode yang digunakan.
Tujuan peggunaan surfaktan dalam sediaan krim adalah menurunkan tegangan
anatarmuka antara fase minyak dan fase air (Genaro, 1990). Apabila komposisi
surfaktan, basis serta metode yang digunakan tidak sesuai, dapat menyebabkan
terjadinya fenomena-fenomena seperti creaming, coalesen serta inversi. Krim
yang dibuat dalam penelitian ini adalah krim dengan tipe M/A yang memiliki sifat

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
19

fisis yang mudah larut dalam air, sehingga pada pemakaiannya tidak lengket dan
mudah dicuci dengan air.
Uji – uji yang dapat dilakukan untuk mengetahui stabilitas sifat fisis
sediaan semisolid dalam penelitian ini adalah :
1. Viskositas
Viskositas, elastisitas dan rheologi merupakan hal penting dalam
formulasi sediaan semisolid. Viskositas adalah kemampuan suatu cairan
untuk mengalir. Semakin tinggi viskositas, akan semakin sulit untuk
mengalir. Peningkatan viskositas dapat menurunkan daya sebar karena
meningkatnya waktu retensi pada tempat aksi.
2. Daya Sebar
Daya sebar merupakan salah satu hal yang penting dalam
formulsi yaitu pada penghantaran dan pelepasan obat serta pengaplikasian.
Daya sebar menggambarkan hubungan antara sudut kontak sediaan dengan
tempat aplikasinya.
3. Mikromeritik
Uji mikromeritik dalam percobaan ini adalah dengan melihat
ukuran droplet. Ukuran droplet merupakan hal yang penting karena
berhubungan dengan luas permukaan yang berkaitan dengan sifat fisis, kimia
dan farmakologis suatu sediaan.
Metode desain faktorial digunakan untuk melihat pengaruh Texapon®
N70 sebagai surfaktan dan PEG 4000 sebagai basis dalam menentukan sifat fisis
dari krim ekstrak etil asetat tomat. Metode desain faktorial dapat mengetahui efek

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
20

yang paling dominan serta dapat menentukan area komposisi yang optimum dari
masing-masing faktor.
J. Hipotesis
Terdapat faktor yang paling dominan di antara Texapon® N70, PEG
4000 atau interaksi keduanya dalam menentukan respon sifat fisis (viskositas dan
ukuran droplet) dan stabilitas krim ekstrak etil asetat tomat, serta dapat ditentukan
area komposisi optimum Texapon® N70 dengan PEG 4000 pada superimposed
contour plot yang diprediksikan sebagai formula optimum krim ektrak etil asetat
tomat.

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian
Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental menggunakan
metode desain faktorial, bertujuan untuk mengetahui berapakah jumlah optimum
dari Texapon® N70 dan PEG 4000 pada formula untuk menghasilkan sediaan
krim ekstrak etil asetat tomat dengan sifat fisis dan stabilitas y

Dokumen yang terkait

Pengaruh SPAN 80 dan TWEEN 80 sebagai surfaktan terhadap sifat fisis dan stabilitas fisis emulsi ekstrak etanol biji kluwak dengan aplikasi desain faktorial.

2 56 145

Pengaruh texapon® n70 sebagai surfaktan dan PEG 6000 sebagai basis terhadap sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak etil asetat tomat dengan desain faktorial.

2 37 139

Pengaruh tween 80 sebagai surfaktan dan peg 4000 sebagai basis terhadap sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak etil asetat tomat dengan metode desain faktorial.

0 3 120

Pengaruh tween 80 sebagai surfaktan dan PEG 6000 sebagai basis terhadap sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak etil asetat tomat dengan desain faktorial.

0 4 112

Pengaruh texapon® n70 sebagai surfaktan dan PEG 6000 sebagai basis terhadap sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak etil asetat tomat dengan desain faktorial

1 23 137

Pengaruh tween 80 sebagai surfaktan dan peg 4000 sebagai basis terhadap sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak etil asetat tomat dengan metode desain faktorial

1 3 118

Pengaruh tween 80 sebagai surfaktan dan PEG 6000 sebagai basis terhadap sifat fisis dan stabilitas krim ekstrak etil asetat tomat dengan desain faktorial

8 63 110

Efek lama dan suhu pencampuran terhadap sifat fisis dan stabilitas emulsi oral A/M ekstrak etanol buah pare (Momordica charantia L.) : aplikasi desain faktorial - USD Repository

0 1 144

Efek span 80 dan tween 80 sebagai emulgator terhadap sifat fisis dan stabilitas emulsi oral A/M ekstrak etanol buah pare (Momordica charantia L.) : apikasi desain faktorial - USD Repository

0 0 150

Efek carbopol 940 sebagai thickening agent dan propilenglikol sebagai humectant terhadap sifat fisis dan stabilitas sediaan shampoo ekstrak kering teh hijau (Camellia sinensi L.) : aplikasi desain faktorial - USD Repository

0 0 140

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23