Antro Ruang Lingkup Antropologi. ppt

Ruang Lingkup
Antropologi
Nurlaely Fitriana, S.Gz, M.Si
STIKes HAKLI Semarang/2015

1

REFERENCE
o Haviland WA. Antropologi Jilid I. Alih bahasa: RG

Soekadijo. Jakarta: Erlangga. 1999.
o Pool R, Geissler W. Medical
Anthropology. UK: Bell & Bain Ltd,
Glasglow. 2005.
o Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu
Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta. 2009.
o Ratna Wahyu. Sosiologi dan Antropologi
Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Rihama.
2010.
2

Definisi
 Antropologi (bahasa Yunani, Anthropos =

manusia, dan logos = ilmu)
 Oxford English Dictionary  1. Studi
manusia, khususnya masyarakat dan adat
istiadat; 2. Studi tentang struktur dan evolusi
manusia (Robert dan Geissler 2005).
 Ilmu yang mempelajari manusia dari sudut
cara berfikir dan pola perilaku (I Gede
Wiranata, 2002).
3

Definisi
 Suatu ilmu yang mempelajari manusia baik

dari segi budaya, perilaku,
keanekaragamaan, dan lainnya.
 Jadi, antropologi adalah ilmu yang berusaha
mencapai pengertian atau pemahaman
tentang manusia dengan mempelajari aneka
warna bentuk fisik, masyarakat, dan
kebudayaannya.
 Objek dari antropologi  manusia di dalam
masyarakat suku bangsa, kebudayaan dan
perilakunya.

4

Klasifikasi Ilmu Antropologi
 Secara makro, ilmu antropologi dapat dibagi

dalam dua bagian, yaitu:
1. Antropologi Fisik
2. Antropologi Budaya

5

Perbedaan Antropologi Fisik dan Budaya
 Antropologi fisik banyak berhubungan

dengan ilmu-ilmu biologi, sedangkan pada
antropologi budaya berhubungan erat
dengan ilmu-ilmu sosial lainnya, seperti
sosiologi.
 Antropologi fisik disebut juga somatologi.
 Hal ini dapat dipahami karena antropologi
dan sosiologi berusaha menggambarkan
perilaku manusia dalam konteks sosialnya.
6

Perbedaan Antropologi dan Sosiologi
 Sosiologi lebih memusatkan diri pada kelompok

masyarakat yang cenderung terikat pada
kebudayaan tertentu (culture bond) atas asumsiasumsi tentang dunia dan realitas yang umumnya
pada kebudayaan “kelas menengah” seperi pada
kajian untuk orang-orang profesi.
 Sedangkan dalam antropologi berusaha
mengurangi masalah keterikatan kepada teori
kebudayaan tertentu dengan cara mempelajari
seluruh umat manusia dan tidak membatasi diri
pada Bangsa Barat maupun masyarakat maupun
kelompok masyakat kota maupun kelas mengengah
7

Perbedaan Antropologi dan Sosiologi (Cont’d..)
 Antropologi menghimpun keterangan tentang

masyarakat dan kebudayaan pribumi untuk
mendapatkan keterangan tentang sejarah
perkembangan masyarakat dan
kebudayaannya.
 Sosiologi merupakan bagian dari ilmu filsafat,
memerlukan suatu pengetahuan yang
mendalam mengenai asas-asas masyarakat
dan kebudayaan akibat krisis yang melanda.
8

Antropologi Fisik
 Antropologi Fisik dalam arti khusus bagian dari

ilmu antropologi yang mencoba mencapai suatu
pengertian tentang sejarah terjadinya beragam
manusia dipandang dari sudut ciri-ciri
tubuhnya, baik ciri lahir (seperti warna kulit dan
rambut) maupun ciri yang dalam (seperti
golongan darah) dan lain lain.
 Penggolongan manusia berdasarkan ciri-ciri
tubuh yang berbeda disebut “ras”.
 Bagian dari antropologi fisik adalah
Paleoantropologi.
9

Paleoantropologi
 Paleoantropologi Ilmu bagian yang meneliti

asal-usul atau terjadinya dan evolusi manusia
dengan mempergunakan sisa-sisa tubuh yang
telah membatu (fosil-fosil manusia) tersimpan
dalam lapisan-lapisan bumi yang harus didapat
oleh si peneliti dengan berbagai metode
penggalian.

10

Antropologi Budaya
 Antropologi Budaya memfokuskan perhatiannya

pada kebudayaan manusia ataupun cara
hidupnya dalam masyarakat.
 Menurut Haviland (1999), cabang antropologi
budaya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1) Etnolinguistik
2) Arkeologi/Prehistori
3) Etnologi

11

Etnolinguistik/Antropologi Linguistik
 Suatu ilmu bagian yang asal mulanya berkaitan

erat dengan ilmu antropologi.
 Penelitiannya berupa daftar kata-kata, pelukisan
tentang ciri dan tata bahasa dan beratus-ratus
bahasa suku bangsa yang tersebar di berbagai
tempat di muka bumi ini, terkumpul bersamasama dengan kebudayaan bangsa.
 Peran etnolinguistik manusia mahir dalam
menggunakan simbol, dapat berbahasa,
berbicara, dan melakukan gerakan-gerakan
lainnya.
12

Arkeologi/Prehistori
 Arkeologi  cabang antropologi budaya yang

mempelajari benda-benda peninggalan lama
dengan maksud untuk menggambarkan dan
menerangkan perilaku manusia, karena dalam
peninggalan-peningalan lama itulah terpantul
ekspresi kebudayaannya.
 Prehistori mempelajari sejarah perkembangan
dan penyebaran semua kebudayaan manusia di
bumi sebelum manusia mengenal huruf.
13

Etnologi
 Pendekatannya adalah etnografi.
 Lebih memusatkan perhatiannya pada kebudayaan-

kebudayaan zaman sekarang dan telaahannya pun
terpusat pada perilaku manusianya, sebagaimana
yang dapat disaksikan langsung, dialami, serta
didiskusikan dengan pendukung kebudayaannya.
 Etnologi mirip dengan arkheologi.
 Bedanya etnologi tentang kekinian yang dialami
dalam kehidupan sekarang, sedangkan arkeologi
tentang kelampauan yang sangat klasik.
14

Lima Lapangan Penyelidikan (sub-ilmu)
Antropologi
 Masalah asal dan perkembangan manusia atau

evolusinya secara biologis.
 Masalah terjadinya aneka ragam ciri fisik manusia.
 Masalah asal perkembangan dan persebaran
aneka ragam bahasa yang diucapkan di seluruh
dunia.
 Masalah terjadinya perkembangan dan
persebaran aneka ragam kebudayaan manusia.
 Masalah mengenai asas-asas dari masyarakat dan
kebudayaan manusia dari aneka ragam suku
bangsa yang tersebar di seluruh dunia masa kini.
15

Bagan Pembagian Ilmu Antropologi
(Koentjaraningrat 2009)
Fisik

Paleoantropologi
Antropologi Biologi

Antropologi
Etnolinguistik
Budaya

Arkeologi/Prehistori
Etnologi
16

Metode Ilmiah Antropologi dan Sosiologi
 Pada umumnya metode pengumpulan fakta dalam

ilmu pengetahuan dibagi menjadi: Penelitian di
lapangan, laboratorium, dan perpustakaan.
 Para ahli antropologi mengembangkan
berbagai metode penelitian intensif dan mendalam
dengan metode wawancara.
 Para ahli sosiologi meneliti masyarakat
kompleks lebih banyak mempergunakan berbagai
metode penelitian yang bersifat penelitian meluas,
seperti dengan metode angket.
17

Metode Ilmiah Antropologi dan Sosiologi
(Cont’d..)
 Pada dunia antropologi mempunyai pengalaman

yang lama dalam hal menghadapi keragaman yang
besar antara kebudayaan dalam masyarakat kecil di
seluruh muka bumi.
 Metode pengumpulan bahan: mendalam, khusus,
kualitatif, serta pengolahan dan analisis bersifat
membandingkan dan komparatif.
 Pada dunia sosiologi berpengalaman dalam meneliti
gejala masyarakat perkotaan yang kompleks dan kurang
memperhatikan sifat beragam hidup masyarakat dan
kebudayaannya.
 Metode pengumpulan bahan: dalam jumlah besar,
18
kuantitatif seperti metode statistik.

Hubungan antara Antropologi dan Ilmu Lain
 Ilmu lain yang berkaitan timbal balik dengan antropologi

antara lain:
 Ilmu paleontologi, linguistik, arkeologi, anatomi, sejarah,
geografi, ekonomi, hukum adat, administrasi, politik,
psikiatri, dan kesehatan masyarakat.
 Hubuangan antropologi dengan kesehatan masyarakat:
 Data mengenai konsepsi dan sikap penduduk desa
tentang kesehatan, tentang sakit, terhadap dukun,
terhadap obat-obatan tradisional, terhadap kebiasaan
dan pantangan makan, dan sebagainya.
 Memberikan informasi kepada tenaga kesehatan di
daerah tentang keragaman kebudayaan, metode, dan
19
cara-cara menyesuaikan diri dengan adat istiadat lain.

Kesehatan
 Undang-undang Kesehatan no.23 Tahun

1992 ( mengacu batasan WHO):
Kesehatan adalah keadaan sehat sejahtera
badan,jiwa dan sosial yang memungkinkan
setiap orang hidup produktif secara sosial
dan ekonomi.

20

Antropologi Kesehatan
 Foster dan Aderson (1978), Antropologi Kesehatan

adalah:
 Menggambarkan hubungan biobudaya antara
perilaku manusia, serta tingkat kesehatan dan
penyakit masa lalu dan sekarang tanpa
memperhatikan praktik pemanfaatan pengetahuan.
 Berpartisipasi secara profesional dalam program yang
tujuannya untuk perbaikan tingkat kesehatan melalui
pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara
fenomena bio-sosial budaya dan kesehatan, serta
melalui perubahan perilaku kesehatan untuk
mempromosikan kesehatan yang lebih baik.
21

Antropologi Kesehatan (Cont’d..)
 Pool dan Geissler (2005):
o Dengan kata lain, antropologi kesehatan:

menggambarkan, menafsirkan, dan kritis menilai
hubungan antara budaya, perilaku, kesehatan dan
penyakit, serta menempatkan kesehatan dan
penyakit dalam konteks yang lebih luas.
 Koentjaraningrat (1990):
o Antropologi kesehatan membicarakan masalah
konsep sakit, sehat, pengobatan tradisional, serta
kebiasaan atau perilaku dan pantangan suatu
kelompok masyarakat terhadap makanan tertentu.
22

Antropologi Kesehatan (Cont’d..)
 Pada kehidupan sehari-hari kita dapat

melihat suatu perilaku budaya masyarakat,
merupakan cerminan dari setiap kelompok
masyarakat dan ciri dari kelompok tersebut.
 Contoh: Sebagian besar penduduk di Asia
masih menggunakan jamu/obat-obatan
tradisional untuk mengobati keluhan sakit
mereka dan ini merupakan hasil temuan
nenek moyang sejak ratusan tahun lalu.
23

Antropologi Kesehatan (Cont’d..)
 Antropologi kesehatan mempelajari gejala:

Biobudaya aspek biologis
sosiobudaya tingkah laku manusia
 Interaksi kesehatan dan penyakit dari
berbagai segi terutama terkait dengan
budaya.

24

Antropologi Kesehatan (Cont’d..)
 Sumber akar (Pool dan Geissler 2005):
 Studi antropologi dari ethnomedicine.
 Gerakan kebudayaan dan kepribadian.
 Gerakan kesehatan masyrakat internasional.
 Ethnomedicine didefinisikan sebagai

keyakinan dan praktik yang berhubungan
dengan penyakit yang mana merupakan
produk dari perkembangan budaya adat
dan tidak secara eksplisit berasal dari konsep
kedokteran modern.
25

Antropologi Kesehatan (Cont’d..)
 Ruang Lingkup:
 Segi biologi (biomedis)
 Segi nonbiologi (sosiobudaya &

psikobudaya)

26

Anthropology can be applied
by 5 aspects in Public Health
First, can help to know the community
perception about health and
sickness.
Second, suggest “how to get closer to
the community”.
Third, help the providers to understand
that their attitude and behaviour
affect the community.
27

Anthropology can be applied
by 5 aspects in Public Health
Fourth, help the community to increase
their knowledge about health
program.
Fifth, bring information for health provider
about disease and how to treat it.

28

29

Dokumen yang terkait

Dokumen baru