BAB VII - DOCRPIJM 7b96ebb5d5 BAB VIIBAB 7 RPIJM Kelembagaan KLU2 ok

BAB VII KELEMBAGAAN DAERAH DAN RENCANA PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN

7.1. PENDAHULUAN

7.1.1. Latar Belakang

  Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah membawa perubahan yang mendasar dalam pengaturan Pemerintah Daerah di Indonesia, sebagai konsekwensi logis dari adanya Undang-Undang ini adalah perlu dilakukan kajian terhadap lingkup kewenangan Pemerintah Daerah serta kebutuhan penataan kelembagaan sebagai manifestasi bagi Kabupaten Lombok Utara yang dibentuk dengan Undang-Undang Nomor

  26 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 99, Tambahan lembaran Negara RI Nomor 4872).

  Lingkup penataan yang perlu mendapatkan kajian mencakup sebagai berikut :

  1. Adanya urusan otonomi daerah yang merupakan dasar dari kewenangan daerah, untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan;

  2. Adanya kelembagaan yang mengelola kewenangan pemerintah daerah dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah.

  Penataan tersebut di atas merupakan prioritas yang perlu mendapatkan kajian untuk mendapatkan acuan komprehensif bagi landasan pijak pengambilan keputusan dalam kebijakan public di Kabupaten yang baru dimekarkan.

  Sehubungan dengan hal tersebut, maka setelah dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008 maka Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mempunyai kewenangan yang luas untuk menata dan merencanakan sumberdaya yang dimilikinya baik sumbedaya alam maupun sumberdaya buatan yang diperuntukkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat di wilayah tersebut.

  Organisasi atau Kelembagaan pada hakekatnya merupakan Sumberdaya Buatan (man made resources) yang menangani berbagai urusan yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Hal ini berarti bahwa dalam menata organisasi atau kelembagaan Pemerintah Daerah perlu memperhatikan manfaat economi dan fungsi pelayanan terhadap masyarakat yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.

  Oleh karena itu, setelah diresmikannya Kabupaten Lombok Utara maka salah satu tugas dari Pejabat Bupati adalah mempersiapkan struktur dan mekanisme Pemerintahan. Pembentukan Perangkat Daerah haruslah ramping, efektif dan efisien disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

7.1.2. Maksud dan Tujuan

  Penyusunan Kajian organisasi kelembagaan Pemerintah kabupaten Lombok Utara ini adalah dimaksudkan untuk memberikan dasar bagi penyusunan kebijakan penataan organisasi lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Sedangkan tujuan dari penyusunan Kajian ini adalah :

  1. Memberikan penjelasan secara detail tentang pembentukan Organisasi Perangkat Daerah yang dibentuk sesuai kebutuhan daerah.

  2. Merumuskan dan mengkaji tugas pokok dan fungsi Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD sebagai Satuan Kerja Perangkat daerah yang pertama diprioritaskan pembentukannya.

7.2. KONDISI DAERAH

  7.2.1. Gambaran Umum Kabupaten Lombok Utara

  Kabupaten Lombok Utara adalah merupakan Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Lombok Barat yang pembentukannya diatur oleh Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

  Sebagai kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara memiliki luas wilayah 809,5 km persegi atau 80.953 hektar yang terdiri dari 33 desa, 319 dusun dan tersebar di 5 kecamatan yakni : a. Kecamatan Pemenang

  b. Kecamatan Tanjung

  c. Kecamatan Gangga

  d. Kecamatan Kayangan

  e. Kecamatan Bayan Sedangkan batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut :

  a. Sebelah Utara berbatasan dengan

  b. sebelah Timur berbatasan dengan

  c. sebelah Selatan berbatasan dengan

  d. sebelah Barat berbatasan dengan

  7.2.2. Penduduk

  Jumlah penduduk Kabupaten Lombok Utara berjumlah 202.092 jiwa yang terdiri dari 99.653 laki-laki dan 102.439 perempuan. Adapun rincian per kecamatannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

  No. Kecamatan Jumlah Laki- Jumlah Jumlah laki Perempuan

  1. Tanjung 22.253 22.816 45.069

  2 Pemenang 16.711 16.238 32.949

  3 Gangga 20.056 21.135 41.191

  4 Kayangan 18.482 19.281 37.763

  5 Bayan 22.152 22.968 45.120

  Jumlah 99.653 102.439 202.092

  7.2.3. Pemerintahan

  Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berkedudukan di Ibu Kota Kabupaten yaitu Tanjung , dalam pasal 14 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah diatur adanya sejumlah urusan wajib dan urusan pilihan bagi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dan juga sebagai dasar utama dalam penyusunan kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah. Urusan wajib Kabupaten Lombok Utara berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 pasal 14 ayat (1) adalah sebagai berikut :

  (1) Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan (2) Perencanaan, Pemanfaatan dan Pengawasan Tata Ruang (3) Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat (4) Penyediaan sarana dan prasaranan umum (5) Penanganan bidang Kesehatan

  (6) Penanganan bidang Pendidikan (7) Penanggulangan masalah social (8) Pelayanan bidang Ketenagakerjaan (9) Fasilitasi pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah (10) Pengendalian Lingkungan Hidup (11) Pelayanan pertanahan (12) Pelayanan Kependudukan dan catatan sipil (13) Penyelenggaraan Pelayanan dasar lainnya (14) Penyelenggaraan pelayan dasar lainnya (15) Urusan wajib lainnya diamanatkan oleh Peraturan Perundang-undangan

7.3. KERANGKA KAJIAN

7.3.1. Urgensi

  Urgensi pembentukan kelembagaan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara adalah :

  a. Merupakan amanat pasal 12 ayat (1) Undang-Undang No.26 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara di Provinsi NTB menyatakan bahwa untuk menyelenggarakan Pemerintah di Kabupaten Lombok Utara dibentuk perangkat Daerah yang meliputi Dinas daerah, Sekretariat DPRD, Sekertariat daerah, Lembaga Teknis Daerah serta perangkat daerah yang lain dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan daerah dan Peraturan Perundang- undangan.

  b. Dengan kondisi wilayah yang baru terbentuk perlu mengantisipasi perkembangan melalui : (1) Peningkatan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan (2) Penyelenggaraan pemerintahan yang baik (Good Governance) (3) Peningkatan layanan public yang efektif dan efisien (4) Mendorong partisipasi masyarakat luas (5) Pengawasan melekat

7.3.2. Dasar Hukum

  Dasar dari pembentukan organisasi kelembagaan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara ini adalah :

  1. Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1655);

  2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor

  43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890);

  3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

  4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

  5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia

  6. Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

  7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

  8. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Kabupaten Lombok Utara di Provinsi Nusa tenggara Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 99, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4872);

  9. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pedoman Satuan Polisi Pamong Praja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4428);

  10. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

  11. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 40, Tambahan Lembrana Negara Republik Indonesia Nomor 4826);

  12. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Orgainisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);

  13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah;

  14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Organisasi dan Tatakerja Inspektorat Provinsi dan Kabupaten/Kota;

  15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tatakerja Unit Pelayanan Perijinan Terpadu Di Daerah;

7.4. HASIL KAJIAN

7.4.1. Struktur Organisasi

  Didasarkan atas uraian pada bab-bab sebelumnya, maka diperoleh suatu struktur kelembagaan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara yang terdiri dari : a. Sekretariat Daerah;

  b. Sekretariat DPRD;

  c. Staf Ahli;

  d. Dinas Daerah, terdiri dari :

  1. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga

  2. Dinas Kesehatan 3. Dinas Sosial, Kependudukan, Catatn Sipil, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi.

  4. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi

  5. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

  6. Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi

  7. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan

  8. Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan

  9. Dinas Keuangan, Pengelolaan Keuangan dan Aset;

  e. Inspektorat

  f. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ;

  g. Lembaga Teknis Daerah, terdiri dari :

  1. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa

  2. Badan Kepegawaian Daerah

  3. Kantor Kesatuan Bangsa, Politik Dalam Negeri

  4. Kantor Lingkungan Hidup, Penelitian dan Pengembangan

  5. Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi 6. Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana.

  7. Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu

  8. Satuan Polisi Pamong Praja

  9. Rumah Sakit Umum; f. Kecamatan.

7.4.2. Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi

  (1) Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah, merupakan unsur staf dipimpin oleh seorang Sekretaris Daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati.

  Sekretariat Daerah mempunyai tugas pokok dan kewajiban membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengoordinasikan Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah. dimaksud pada Pasal 4 menyelenggarakan fungsi:

  a. Penyusunan Kebijakan Pemerintah Daerah;

  b. Pengoordinasian pelaksanaan tugas dinas daerah dan lembaga teknis daerah;

  c. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaa kebijakan pemerintah daerah;

  d. Pembinaan administrasi dan aparatur pemerintah daerah; dan

  e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

  (2) Sekretariat Daerah Perwakilan Rakyat Daerah Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah merupakan unsur pelayanan terhadap DPRD, dipimpin oleh seorang Sekretaris yang secara struktural bertanggung jawab kepada Pimpinan DPRD dan secara administratif bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

  Sekretariat DPRD mempunyai tugas pokok menyelenggarakan administrasi kesekretariatan, administrasi keuangan, mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD, dan menyediakan serta mengoordinasikan tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Dalam melaksanakan tugas pokok, Sekretariat DPRD menyelenggarakan fungsi :

  a. penyelenggaraan administrasi kesekretariatan DPRD;

  b. penyelenggaraan administrasi keuangan DPRD;

  c. penyelenggaraan rapat-rapat DPRD; dan d. penyediaan dan pengoordinasian tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD.

  (3) Staf Ahli (1) Bupati dalam melaksanakan tugas dapat dibantu paling banyak 5 (lima) staf ahli.

  (2) Tugas dan fungsi Staf Ahli adalah diluar tugas dan fungsi perangkat daerah. (4) Pengangkatan dan pemberhentikan staf ahli dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan keputusan bupati.

  Struktur Perangkat Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 tercantum dalam Lampiran I dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.

  (4) Dinas Daerah Dinas Daerah merupakan unsur pelaksana Otonomi Daerah Pemerintah

  Kabupaten yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas, berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

  Dinas Daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan kabupaten berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan. Dalam melaksanakan tugas pokok, Dinas Daerah menyelenggarakan fungsi:

  a. perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;

  b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya; c. pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan

  d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

  (5) Inspektorat Inspektorat adalah aparat pengawas fungsional sebagai unsur pendukung tugas Bupati dipimpin oleh seorang Inspektur yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

  Inspektorat mempunyai tugas pokok melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah kabupaten/kota, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelaksanaan urusan pemerintahan desa Dalam melaksanakan tugas pokok, Inspektorat menyelenggarakan fungsi : a. perencanaan program pengawasan;

  b. perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan; dan c. pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian.

  (6) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah adalah unsur perencana penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagai unsur pendukung tugas Bupati dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan daerah..

  Dalam melaksanakan tugas pokok, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menyelenggarakan fungsi :

  a. perumusan kebijakan teknis perencanaan;

  b. pengoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah; c. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

  (7) Lembaga Teknis Daerah Lembaga Teknis Daerah adalah unsur pendukung tugas Bupati dipimpin oleh seorang Kepala Badan/Inspektur/Kepala Kantor/Direktur yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

  Lembaga Teknis Daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik. Dalam melaksanakan tugas pokok, Lembaga Teknis Daerah menyelenggarakan fungsi : a. perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;

  b. pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan lingkup tugasnya; c. pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

  (8) Satuan Polisi Pamong Praja Satuan Polisi Pamong Praja merupakan Perangkat Pemerintah Daerah dalam memelihara dan menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum serta penegakan Peraturan Bupati yang dipimpin oleh Kepala yang berada berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

  Satuan Polisi Pamong Praja mempunyai tugas pokok memelihara dan menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum, menegakan Peraturan Bupati dan Peraturan Kepala Daerah.

  Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, Satuan Polisi Pamong Praja menyelenggarakan fungsi :

  a. penyusunan program dan pelaksanaan ketentraman dan ketertiban umum, penegakan Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah; b. pelaksanaan kebijakan pemeliharaan dan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum di Daerah; c. pelaksanaan kebijakan penegakan Peraturan Daerah;

  d. pelaksanaan koordinasi pemeliharaan dan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum serta penegakan Peraturan Daerah, Keputusan Kepala Daerah dengan aparat Kepolisian Negara, penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan atau aparatur lainnya; e. pengawasan terhadap masyarakat agar mematuhi dan mentaati Peraturan Daerah dan Keputusan Kepala Daerah.

  (9) Kecamatan (1) Kecamatan merupakan perangkat daerah kabupaten yang mempunyai wilayah kerja tertentu dan dipimpin oleh Camat, berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara.

  (2) Camat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyelenggarakan tugas pokok pemerintahan meliputi: a. mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat;

  b. mengoordinasikan upaya penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum; c. mengoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundang- undangan; d. mengoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum;

  e. mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan; f. membina penyelenggaraan pemerintahan desa dan/atau kelurahan.

7.4.3. Susunan Organisasi dan Eselonering

  a. Sekretariat Daerah (1) Susunan Organisasi Sekretariat Daerah terdiri dari :

  a. Sekretaris Daerah;

  b. Asisten;

  c. Bagian;

  d. Sub Bagian; e. Jabatan Fungsional. (2) Eselon susunan organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah :

  a. Sekretaris Daerah adalah Jabatan Eselon II.a;

  b. Asisten adalah Jabatan Eselon II.b;

  c. Kepala Bagian adalah Jabatan Eselon III.a; d. Kepala Sub Bagian adalah Jabatan Eselon IV.a. (3) Asisten sebagaimana tersebut pada ayat (1) terdiri dari :

  a. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat;

  b. Asisten Perekonomian dan Pembangunan; c. Asisten Administrasi Umum;. (4) Asisten sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a, b dan c, berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Sekretaris Daerah.; (5) Struktur Organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum pada lampiran II Peraturan Penjabat Bupati ini, yang merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan.

  (6) Penjabaran tugas pokok masing-masing susunan organisasi dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Penjabat Bupati.

  1. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat .

  A Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat membawahi :

  a. Bagian Administrasi Pemerintahan;

  b. Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat;

  c. Bagian Administrasi Kemasyarakatan; Bagian Administrasi Pemerintahan sebagaimana tersebut dalam Pasal 29 ayat (1) huruf a membawahi: a. Sub Bagian Pemerintahan Umum;

  b. Sub Bagian Otonomi Daerah; c. Sub Bagian Hubungan Kerjasama. Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat membawahi :

  a. Sub Bagian Keagamaan;

  b. Sub Bagian Kesejahteraan Sosial; c. Sub Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana. (2) Masing-masing Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub

  Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat. (1) Bagian Administrasi Kemasyarakatan sebagaimana tersebut dalam

  Pasal 29 ayat (1) huruf c membawahi :

  a. Sub Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik;

  b. Sub Bagian Pemuda dan Olah Raga; c. Sub Bagian Pemberdayaan Masyarakat. (2) Masing-masing Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub

  Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Bagian Administrasi Kemasyarakatan.

  B. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Asisten Perekonomian dan Pembangunan membawahi : a. Bagian Administrasi Perekonomian;

  b. Bagian Administrasi Pembangunan;

  c. Bagian Administrasi Sumberdaya Alam; (1) Bagian Administrasi Perekonomian membawahi :

  a. Sub Bagian Koperasi dan Usaha Kecil/Mikro;

  b. Sub Bagian Penanaman Modal dan Badan Usaha Daerah; c. Sub Bagian Perindustrian dan Perdagangan.

  (2) Bagian Administrasi Pembangunan membawahi:

  a. Sub Bagian Pengendalian Pembangunan;

  b. Sub Bagian Penelitian, Pengembangan dan Statistik;

  c. Sub Bagian Perhubungan, Pekerjaan Umum, Budaya dan Pariwisata. (3) Bagian Administrasi Sumber Daya Alam

  a. Sub Bagian Pertanian;

  b. Sub Bagian Pertambangan dan Energi; c. Sub Bagian Lingkungan Hidup.

  C. Asisten Administrasi Umum Asisten Administrasi Umum membawahi :

  a. Bagian Umum;

  b. Bagian Hukum dan Organisasi;

  c. Bagian Hubungan Masyarakat; (1) Bagian Umum sebagaimana tersebut dalam Pasal 37 ayat (1) huruf a membawahi : a. Sub Bagian Koperasi dan Usaha Kecil/Mikro;

  b. Sub Bagian Penanaman Modal dan Badan Usaha Daerah; c. Sub Bagian Perindustrian dan Perdagangan. (2) Bagian Hubungan Masyarakat membawahi :

  a. Sub Bagian Dokumentasi;

  b. Sub Bagian Pemberitaan; c. Sub Bagian Protokol. b. Sekretariat Dewan (1) Susunan Organisasi Sekretriat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah terdiri dari: a. Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;

  b. Bagian-bagian;

  c. Sub Bagian-sub bagian; d. Jabatan Fungsional. (2) Eselon susunan organisasi Sekretariat Dewan adalah :

  a. Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah Jabatan Eselon

  b. Kepala Bagian adalah Jabatan Eselon III.a; c. Kepala Sub Bagian adalah Jabatan Eselon IV.a. Bagian-bagian terdiri dari :

  a. Bagian Umum dan Keuangan; b. Bagian Persidangan dan Hubungan Masyarakat. Bagian Umum dan Keuangan terdiri dari :

  a. Sub Bagian Umum dan Rumah Tangga;

  b. Sub Bagian Keuangan; c. Sub Bagian Program Kerja dan Pelaporan. Bagian Persidangan dan Hubungan Masyarakat terdiri dari :

  a. Sub Bagian Persidangan dan Risalah;

  b. Sub Bagian Hukum; c. Sub Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol.

  c. Staf Ahli Staf Ahli Kabupaten Lombok Utara sebanyak-banyaknya terdiri dari:

  a. Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan;

  b. Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan;

  c. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia; d. Dinas Daerah

  1. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Susunan Organisasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga terdiri dari:

  a. Kepala Dinas;

  b. Sekretariat;

  d. Bidang-bidang;

  e. Sub Bagian-sub bagian;

  f. Seksi-seksi;

  g. Jabatan Fungsional;

  h. UPTD Eselon susunan organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah :

  a. Kepala adalah Jabatan Eselon II.b;

  b. Sekretaris adalah Jabatan Eselon III.a;

  c. Kepala Bidang adalah Jabatan Eselon III.b; d. Kepala Sub Bidang dan Kepala Seksi adalah Jabatan Eselon IV.a. (1) Sekretariat terdiri dari:

  a. Sub Bagian Program dan Pelaporan;

  b. Sub Bagian Keuangan; c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian. (2) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas. (3) Masing-masing Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada

  Sekretaris. Bidang-bidang terdiri dari :

  a. Bidang Pendidikan Dasar;

  b. Bidang Pendidikan Menengah;

  c. Bidang Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olahraga; (1) Bidang Pendidikan Dasar terdiri dari :

  a. Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar;

  b. Seksi Tenaga Pendidikan; c. Seksi Sarana dan Prasarana.

  (2) Bidang Pendidikan Menengah terdiri dari :

  a. Seksi Kurikulum Pendidikan Menengah;

  b. Seksi Tenaga Pendidikan; c. Seksi Sarana dan Prasarana. (3) `Bidang PLS, Pemuda dan Olahraga terdiri dari :

  a. Seksi Pendidikan Luar Sekolah;

  b. Seksi Kepemudaan; c. Seksi Olahraga.

  Susunan Organisasi Dinas Kesehatan terdiri dari:

  a. Kepala Dinas;

  b. Sekretariat;

  c. Bidang-bidang;

  d. Sub Bagian-sub bagian;

  e. Seksi-seksi;

  f. Jabatan Fungsional; g. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). Eselon susunan organisasi adalah :

  a. Kepala adalah Jabatan Eselon II.b;

  b. Sekretaris adalah Jabatan Eselon III.a;

  c. Kepala Bidang adalah Jabatan Eselon III.b;

  d. Kepala Sub Bidang dan Kepala Seksi adalah Jabatan Eselon IV.a. (1) Sekretariat terdiri dari:

  a. Sub Bagian Program dan Pelaporan;

  b. Sub Bagian Keuangan; c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian. (2) Bidang Pembinaan Kesehatan , terdiri dari :

  a. Seksi Pembinaan Kesehatan Keluarga; b. Seksi Promosi Kesehatan.

  (3) Bidang Pencegahan, Penanggulangan Penyakit dan Peningkatan Kesehatan Lingkungan (P3PKL), terdiri dari :

  a. Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit; b. Seksi Peningkatan Kesehatan Lingkungan. (4) Bidang Pelayanan Kesehatan, terdiri dari :

  a. Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar; b. Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan. (5) Bidang Keluarga Berencana, terdiri dari :

  a. Seksi Pelayanan KB dan Reproduksi

  3. Dinas Sosial, Kependudukan, Catatan Sipil, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Susunan Organisasi Dinas Sosial, Kependudukan, Catatan Sipil, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi terdiri dari:

  a. Kepala Dinas;

  b. Sekretaris;

  c. Bidang-bidang;

  d. Sub Bagian-sub bagian;

  e. Seksi-seksi;

  f. Jabatan Fungsional; g. UPTD. Eselon susunan organisasi adalah :

  a. Kepala adalah Jabatan Eselon II.b;

  b. Sekretaris adalah Jabatan Eselon III.a;

  c. Kepala Bidang adalah Jabatan Eselon III.b;

  d. Kepala Sub Bidang dan Kepala Seksi adalah Jabatan Eselon IV.a. (1) Sekretariat terdiri dari:

  a. Sub Bagian Program dan Pelaporan;

  b. Sub Bagian Keuangan; c. Sub Bagian umum dan Kepegawaian.

  (2) Bidang-bidang terdiri dari :

  a. Bidang Sosial

  b. Bidang Kependudukan

  c. Bidang Catatan Sipil;

  d. Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi; (1) Bidang Sosial, terdiri dari :

  a. Seksi Bantuan dan Jaminan Sosial;

  b. Seksi Pemberdayaan Sosial; c. Seksi Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial.

  a. Seksi Pendaftaran Penduduk; b. Seksi Mobilitas Penduduk. (2) Bidang Catatan Sipil, terdiri dari :

  a. Seksi Pencatatan;

  b. Seksi Penyuluhan; (3) Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, terdiri dari:

  a. Seksi Pembinaan, Pengawasan dan Hubungan Industrial; b. Seksi Pembinaan dan Penempatan Transmigrasi.

  4. Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Susunan Organisasi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi terdiri dari: a. Kepala Dinas;

  b. Sekretaris;

  c. Bidang-bidang;

  d. Sub Bagian-sub bagian;

  e. Seksi-seksi;

  f. Jabatan Fungsional; g. UPTD. Eselon susunan organisasi adalah :

  a. Kepala adalah Jabatan Eselon II.b;

  b. Sekretaris adalah Jabatan Eselon III.a;

  c. Kepala Bidang adalah Jabatan Eselon III.b; d. Kepala Sub Bidang dan Kepala Seksi adalah Jabatan Eselon IV.a. (1) Sekretariat terdiri dari:

  a. Sub Bagian Program dan Pelaporan;

  b. Sub Bagian Keuangan; c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian. (2) Bidang-bidang terdiri dari :

  a. Bidang Perhubungan;

  b. Bidang Komunikasi c. Bidang Informasi. (1) Bidang Perhubungan , terdiri dari :

  a. Seksi Lalulintas dan Angkutan; b. Seksi Teknik Sarana dan Prasarana. (2) Bidang Komunikasi , terdiri dari :

  a. Seksi Komunikasi ;

  c. Seksi Sandi, (3) Bidang Informasi, terdiri dari :

  a. Seksi Pengolahan Data dan Informasi

  b. Seksi Penyebarluasan Informasi

  5. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Susunan Organisasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terdiri dari:

  a. Kepala Dinas;

  b. Sekretariat;

  c. Bidang-bidang;

  d. Sub Bagian-sub bagian;

  e. Seksi-seksi;

  f. Jabatan Fungsional;

  g. UPTD Eselon susunan organisasi adalah :

  a. Kepala adalah Jabatan Eselon II.b;

  b. Sekretaris adalah Jabatan Eselon III.a;

  c. Kepala Bidang adalah Jabatan Eselon III.b; d. Kepala Sub Bidang dan Kepala Seksi adalah Jabatan Eselon IV.a. Sekretariat terdiri dari:

  a. Sub Bagian Program dan Pelaporan

  b. Sub Bagian Keuangan; c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian. Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas.

  (1) Bidang-bidang terdiri dari :

  b. Bidang Pengembangan Sumberdaya Pariwisata;

  c. Bidang Pemasaran Produk Pariwisata; (1) Bidang Kebudayaan tersebut terdiri dari :

  a. Seksi Pelestarian Kebudayaan;

  b. Seksi Pengembangan Kebudayaan; (2) Bidang Pengembangan Sumberdaya Pariwisata, terdiri dari :

  a. Seksi Pengembangan Sumberdaya Pariwisata;

  b. Seksi Pembinaan Usaha Pariwisata; (3) Bidang Pemasaran Produk Pariwisata terdiri dari :

  a. Seksi Pemasaran dan Kerjasama; b. Seksi Pelayanan Informasi.

  6. Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi Susunan Organisasi Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi terdiri dari: a. Kepala Dinas;

  b. Sekretariat;

  c. Bidang-bidang;

  d. Sub Bagian-sub bagian;

  e. Seksi-seksi; f. Jabatan Fungsional.

  g. UPTD. Eselon susunan organisasi adalah :

  a. Kepala adalah Jabatan Eselon II.b;

  b. Sekretaris adalah Jabatan Eselon III.a;

  c. Kepala Bidang adalah Jabatan Eselon III.b;

  d. Kepala Sub Bidang dan Kepala Seksi adalah Jabatan Eselon IV.a. (1) Sekretariat terdiri dari:

  a. Sub Bagian Program dan Pelaporan;

  b. Sub Bagian Keuangan c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian. (2) Bidang-bidang sebagaimana tersebut terdiri dari :

  a. Bidang Bina Marga;

  b. Bidang Sumberdaya Air;

  c. Bidang Cipta Karya dan Perumahan;

  d. Bidang Tata Ruang; e. Bidang Pertambangan dan Energi. (1) Bidang Bina Marga terdiri dari :

  a. Seksi Perencanaan Bina Marga;

  b. Seksi Pembangunan dan Pengelolaan Bina Marga; (2) Bidang Pengairan, terdiri dari:

  a. Seksi Pembinaan dan Pengawasan Sumber Daya Air; b. Seksi Pembangunan dan Pengelolaan Sumber Daya Air. (3) Bidang Cipta Karya , terdiri dari :

  a. Seksi Tata Bangunan dan Perumahan; b. Seksi Perencanaan dan Pembangunan Cipta Karya. (4) Bidang Tata Ruang, terdiri dari :

  c. Seksi Perencanaan Tata Ruang ; d. Seksi Pengawasan Tata Ruang. (5) Bidang Pertambangan dan Energi terdiri dari :

  e. Seksi Pertambangan; f. Seksi Energi.

  6. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan dan Penanaman Modal Susunan Organisasi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan terdiri dari : a. Kepala Dinas;

  b. Sekretariat;

  c. Bidang-bidang;

  d. Sub Bagian-sub bagian;

  e. Seksi-seksi; f. Jabatan Fungsional.

  g. UPTD Eselon susunan organisasi adalah :

  a. Kepala adalah Jabatan Eselon II.b;

  b. Sekretaris adalah Jabatan Eselon III.a;

  c. Kepala Bidang adalah Jabatan Eselon III.b;

  d. Kepala Sub Bidang dan Kepala Seksi adalah Jabatan Eselon IV.a. Sekretariat terdiri dari:

  a. Sub Bagian Program Kerja dan Pelaporan;

  b. Sub Bagian Keuangan; c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian. Bidang-bidang terdiri dari :

  a. Bidang Koperasi;

  b. Bidang Perindustrian;

  c. Bidang Perdagangan; (1) Bidang Koperasi, terdiri dari :

  a. Seksi Bina Kelembagaan dan Usaha Koperasi; b. Seksi Bina Pemberdayaan dan Pengawasan Koperasi. (2) Bidang Perindustrian, terdiri dari :

  a. Seksi Industri Kecil dan Rumah Tangga; b. Seksi Industri Menengah dan Besar. (3) Bidang Perdagangan, terdiri dari : a. Seksi Penyaluran dan Perlindungan Konsumen; b. Seksi Usaha Perdagangan. (4) Bidang Penanaman Modal terdiri dari :

  a. Seksi Promosi dan Kerjasama Penanaman Modal

  b. Seksi Pengendalian Penanaman Modal Masing-masing Seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Bidang.

  8. Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Susunan Organisasi Dinas Pertanian terdiri dari:

  a. Kepala Dinas;

  b. Sekretariat;

  c. Bidang-bidang;

  d. Sub Bagian-sub bagian;

  e. Seksi-seksi;

  f. Jabatan Fungsional g. UPTD. Eselon susunan organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah :

  a. Kepala adalah Jabatan Eselon II.b;

  b. Sekretaris adalah Jabatan Eselon III.a;

  c. Kepala Bidang adalah Jabatan Eselon III.b;

  d. Kepala Sub Bidang dan Kepala Seksi adalah Jabatan Eselon IV.a. Sekretariat terdiri dari:

  a. Sub Bagian Program dan Pelaporan;

  b. Sub Bagian Keuangan c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian. Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas. Bidang-bidang terdiri dari :

  a. Bidang Pertanian;

  b. Bidang Peternakan; c. Bidang Kehutanan dan Perkebunan.

  d. Bidang Perikanan dan Kelautan (1) Bidang Pertanian, terdiri dari :

  a. Seksi Budidaya Pertanian;

  b. Seksi Agribisnis

  c. Seksi Perlindungan Tanaman (2) Bidang Peternakan, terdiri dari:

  a. Seksi Seksi Pengembangan Produksi dan Usaha Peternakan; b. Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner.

  (3) Bidang Kehutanan dan Perkebunan

  a. Seksi Kehutanan

  b. Seksi Perkebunan

  c. Seksi Agribisnis Kehutanan dan Perkebunan (4) Bidang Kelautan dan Perikanan, terdiri dari :

  a. Seksi Pengelolaan Sumber Daya Kelautan; b. Seksi Pengembangan Budidaya dan Usaha Perikanan.

  c. Seksi Agribisnis Kelautan dan Perikanan

  10. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Susunan Organisasi Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset terdiri dari: a. Kepala Dinas;

  a. Sekretaris;

  b. Bidang-bidang;

  c. Sub Bagian-sub bagian;

  d. Seksi-seksi;

  e. Jabatan Fungsional;

  f. UPTD Eselon susunan organisasi adalah :

  a. Kepala adalah Jabatan Eselon II.b;

  b. Sekretaris adalah Jabatan Eselon III.a; c. Kepala Bidang adalah Jabatan Eselon III.b;

  d. Kepala Sub Bidang dan Kepala Seksi adalah Jabatan Eselon IV.a. Sekretariat terdiri dari:

  a. Sub Bagian Program dan Pelaporan;

  b. Sub Bagian Keuangan; c. Sub bagian Umum dan Kepegawaian. Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas. Masing-masing Sub dan bertanggung jawab langsung kepada Sekretaris. Bidang-bidang terdiri dari :

  Bidang Pendapatan; Bidang Pengelolaan Keuangan; Bidang Pengelolaan Aset;

  Masing-masing Bidang dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas. (1) Bidang Pendapatan terdiri dari :

  a. Seksi Pendataan dan Pengembangan;

  b. Seksi Penetapan dan Penagihan; c. Seksi Pembukuan. (2) Bidang Pengelolaan Keuangan, terdiri dari :

  a. Seksi Anggaran;

  b. Seksi Perbendaharaan dan Kas Daerah; c. Seksi Akuntansi. (3) Bidang Pengelolaan Aset, terdiri dari :

  a. Seksi Analisa Kebutuhan dan Pengadaan;

  b. Seksi Pendataan dan Penertiban Aset; c. Seksi Pemeliharaan dan Penghapusan.

  11. Inspektorat Susunan Organisasi Inspektorat terdiri dari:

  a. Inspektur;

  b. Sekretariat;

  c. Inspektur Pembantu;

  d. Seksi-seksi; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Eselon susunan organisasi adalah :

  a. Kepala adalah Jabatan Eselon II.b;

  c. Kepala Inspektur Pembantu adalah Jabatan Eselon III.b; d. Kepala Seksi adalah Jabatan Eselon IV.a. (1) Sekretariat sebagaimana tersebut dalam Pasal 95 ayat (1) huruf b terdiri dari: a. Sub Bagian Program dan Pelaporan;

  b. Sub Bagian Keuangan; c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian. Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Inspektur. Masing-masing Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Sekretaris. (1) Inspektur Pembantu terdiri dari :

  a. Inspektur Pembantu Wilayah I;

  b. Inspektur Pembantu Wilayah II;

  c. Inspektur Pembantu Wilayah III; (2) Inspektur pembantu wilayah membawahi wilayah kerja pembinaan dan pengawasan yang ditetapkan dengan Peraturan Bupati. Masing- masing Inspektur Pembantu dipimpin oleh seorang Kepala Inspektur Pembantu yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Inspektur.

  (1) Inspektur Pembantu Wilayah I sebagaimana di atas, terdiri dari :

  a. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pembangunan; b. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pemerintahan; c. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Kemasyarakatan. (2) Inspektur Pembantu Wilayah II sebagaimana diatas, terdiri dari :

  a. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pembangunan;

  b. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pemerintahan; c. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Kemasyarakatan. (3) Inspektur Pembantu Wilayah III sebagaimana diatas terdiri dari:

  a. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pembangunan;

  b. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Pemerintahan; c. Seksi Pengawas Pemerintah Bidang Kemasyarakatan.

  12. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Susunan Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah terdiri dari:

  a. Kepala Badan;

  b. Sekretariat;

  c. Bidang-bidang;

  d. Subbagian-Subbagian;

  e. Subbidang-Subbidang; f. Kelompok Jabatan Fungsional.

  g. UPT LTD Eselon susunan organisasi adalah :

  a. Kepala adalah Jabatan Eselon II.b;

  b. Sekretaris adalah Jabatan Eselon III.a;

  c. Kepala Bidang adalah Jabatan Eselon III.b; d. Kepala Sub Bag dan Kepala Sub Bid adalah Jabatan Eselon IV.a.

  (1) Sekretariat sebagaimana tersebut diatas terdiri dari:

  a. Sub Bagian Program Kerja dan Pelaporan;

  b. Sub Bagian Keuangan c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian. (2) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Badan. Masing- masing Subbagian dipimpin oleh seorang Kepala Subbagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Sekretaris. (1) Bidang-bidang sebagaimana tersebut diatas terdiri dari :

  a. Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi;

  b. Bidang Perencanaan Pembangunan Tata Ruang dan Prasarana;

  c. Bidang Perencanaan Pembangunan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat;

  d. Bidang Evaluasi dan Statistik; (2) Masing-masing Bidang dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang Badan.

  (a) Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi terdiri dari :

  a. Sub Bidang Pertanian dan Kelautan; b. Sub Bidang Industri dan Keuangan. (b) Bidang Perencanaan Pembangunan Tata Ruang dan Prasarana sebagaimana tersebut di atas , terdiri dari : a. Sub Bidang Tata Ruang dan Sumber Daya Alam; b. Sub Bidang Prasarana Wilayah. (c) Bidang Perencanaan Pembangunan Pemerintahan dan Kesejahteraan

  Sosial sebagaimana tersebut di atas, terdiri dari :

  a. Sub Bidang Pemerintahan; b. Sub Bidang Kesejahteraan Rakyat. (d) Bidang Evaluasi dan Statistik sebagaimana tersebut di atas, terdiri dari : a. Sub Bidang Evaluasi dan Pelaporan Pembangunan; b. Sub Bidang Data dan Statistik.

7.5.4. Lembaga Teknis Daerah

  a. Badan Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemerintahan Desa Susunan Organisasi Badan Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemerintahan Desa terdiri dari :

  Kepala Badan; Sekretariat; Bidang-bidang; Seksi-seksi; Kelompok Jabatan Fungsional.

  d. Kepala Badan adalah Jabatan Eselon II.b;

  e. Sekretaris adalah Jabatan Eselon III.a;

  f. Kepala Bidang adalah Jabatan Eselon III.b; g. Kepala Seksi adalah Jabatan Eselon IV.a. (1) Sekretariat sebagaimana tersebut di atas terdiri dari:

  Sub Bagian Program dan Pelaporan; Sub Bagian Keuangan; Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

  (2) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Badan. Masing-masing Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Sekretaris. (1) Bidang-bidang sebagaimana tersebut di atas terdiri dari :

  Bidang Ketahanan Pangan; Bidang PemberdayaanMasyarakat; Bidang Pemerintahan Desa.

  (1) Bidang Ketahanan Pangan, terdiri dari :

  c. Sub Bidang Sarana dan Prasarana Ketahanan Pangan; d. Sub Bidang Pengembangan Pangan. (2) Bidang Pemberdayaan Masyarakat, terdiri dari :

  a. Sub Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat; b. Sub Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi dan Pengembangan Teknologi Tepat Guna. (3) Bidang Pemerintahan Desa, terdiri dari :

  c. Sub Bidang Pembinaan Administrasi Pemerintahan Desa/Kelurahan; d. Sub Bidang Kelembagaan.

  b. Badan Kepegawaian Daerah Susunan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah terdiri dari :

  a. Kepala Badan;

  c. Bidang-bidang;

  d. Seksi-seksi; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Eselon susunan organisasi adalah :

  a. Kepala Badan adalah Jabatan Eselon II.b;

  b. Sekretaris adalah Jabatan Eselon III.a;

  c. Kepala Bidang adalah Jabatan Eselon III.b; d. Kepala Seksi adalah Jabatan Eselon IV.a. (1) Sekretariat sebagaimana di atas terdiri dari:

  a. Sub Bagian Program dan Pelaporan;

  b. Sub Bagian Keuangan; c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian. (2) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Badan. Masing-masing

  Sub Bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Sekretaris. Bidang-bidang sebagaimana di atas terdiri dari :

  a. Bidang Pendataan dan Pengadaan;

  b. Bidang Mutasi;

  c. Bidang Pengembangan dan Pengendalian; d. Bidang Pendidikan dan Latihan. Masing-masing Bidang dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Badan. (a) Bidang Pendataan dan Pengadaan, terdiri dari :

  a. Sub Bidang Pendataan dan Formasi Pegawai; b. Sub Bidang Pengadaan Pegawai. (b) Bidang Mutasi, terdiri dari :

  a. Sub Bidang Kepangkatan dan Penggajian; b. Sub Bidang Pemindahan dan Pemberhentian. (c) Bidang Pengembangan dan Pengendalian, terdiri dari :

  a. Sub Bidang Jabatan Struktural dan Fungsional; b. Sub Bidang Pengendalian, Evaluasi Kinerja dan Kesejahteraan. (d) Bidang Pendidikan dan Latihan, terdiri dari :

  a. Sub Bidang Pendidikan dan Latihan Jabatan; b. Sub Bidang Pendidikan dan Latihan Teknis dan Fungsional.