JAWABAN SOAL SOAL UJIAN PPAT

JAWABAN SOAL-SOAL UJIAN PPAT
Mata Ujian : Peraturan Jabatan PPAT
1. Sesuai dengan pasal 1 Peraturan Kepala BPN RI nomor 1 Tahun
2006, ada tiga pengertian yang berkenaan dengan Pejabat
Pembuat Akta Tanah yaitu :
a. Pajabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)
b. Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPAT sementara)
c. Pejabat Pembuat Akta Tanah Khusus (PPAT khusus)
Uraikan secara singkat ketiga pengertian PPAT di atas?.
Jawab :
a. PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) adalah Pejabat umum yang
diberi kewenangan untuk membuat akta-akta otentik mengenai
perbuatan hukum yang tertentu mengenai hak atas Tanah dan
hak milik satuan rumah susun.
b. PPAT Sementara adalah Camat atau Kepala Desa yang ditunjuk
untuk melaksanakan tugas PPAT dengan membuat akta PPAT di
daerah jabatannya.
c. PPAT Khusus adalah Pejabat Badan Pertanahan Nasional yang
ditunjuk karena jabatannya untuk melaksanakan tugas PPAT
dengan membuat akta PPAT tertentu, khusus dalam rangka
pelaksanaan program atau tugas pemerintah tertentu.
2. Berdasarkan Pasal 2 Peraturan Kepala BPN RI nomor 1 tahun
2006, dinyatakan bahwa tugas pokok PPAT adalah melaksanakan
sebagian kegiatan pendaftaran tanah dengan membuat akta
sebagai bukti telah dilakukannya perbuatan hukum tertentu
sebagai dasar bagi pendaftaran perubahan data pendaftaran
tanah yang diakibatkan oleh perbuatan hukum tersebut. Ada 8
jenis perbuatan hukum yang dimaksudkan pasal diatas.
Sebutkan 6 saja dari 8 perbuatan hukum tersebut :
Jawab :

Yaitu perbuatan hukum :
a. Jual beli;
b. Tukar menukar;
c. Hibah;
d. Pemasukan ke dalam perusahaan (inbreng);
e. Pembagian Hak bersama;
f. Pemberian Hak Tanggungan;
3. PPAT dapat diberhentikan baik dengan hormat maupun dengan
tidak hormat.
Dikarenakan apa PPAT diberhentikan dengan hormat dan
diberhentikan dengan tidak hormat?
Jawab :
A. PPAT diberhentikan dengan hormat karena :
a. Permintaan sendiri ;
b. Tidak lagi mampu menjalankan tugas karena keadaan
kesehatan badan atau kesehatan jiwanya, setelah dinyatakan
oleh tim pemeriksaan kesehatan yang berwenang, atas
permintaan Kepala Badan Pertanahan atau Pejabat yang
ditunjuk;
c. Melakukan pelanggaran ringan terhadap larangan atau
kewajiban sebagai PPAT;
d. Diangkat sebagai PNS atau anggota TNI/POLRI;
a. PPAT diberhentikan dengan tidak hormat karena :
a. Melakukan pelanggaran berat terhadap larangan atau
kewajiban sebagai PPAT;
b. Dijatuhi hukuman penjara (kurungan) karena melakukan
kejahatan perbuatan pidana yang diancam hukuman penjara
paling lama 5 (lima) tahun atau lebih berat berdasarkan
keputusan Pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.
c. Melanggar kode etik profesi;

4. Sebagai pejabat yang diberi kewenangan dan tanggung jawab
tertentu sudah tentu PPAT mempunyai hak dan kewajiban.
Sebutkan Hak dan Kewajiban yang dipunyai oleh PPAT ?
Jawab :
Hak PPAT :
a. Hak Cuti ;
b. Hak untuk memperoleh honorarium dari pembuatan akta
sesuai pasal 32 ayat (1) PP nomor 37 th 1998 ;
c. Memperoleh informasi serta perkembangan peraturan
perundang-undangan pertanahan;
d. Memperoleh kesempatan untuk mengajukan pembelaan diri
sebelum ditetapkannya keputusan pemberhentian sebagai PPAT;
Kewajiban PPAT :
a. Menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, dan NKRI;
c. Menyampaikan laporan bulanan mengenai akta yang
dibuatnya kepada Kepala Kantor Pertanahan, Kepala Kantor
Wilayah dan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan
setempat paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya;
d. Menyerahkan Protokol PPAT dalam hal : PPAT berhenti
menjabat;
e. Membebaskan uang jasa bagi yang tidak mampu;
f. Membuka kantornya setiap hari kerja kecuali melaksanakan
cuti atau libur resmi;
g. Berkantor pada 1 Kantor dalam daerah kerjanya sebagaimana
Keputusan Pengangkatannya;
h. Menyampaikan alamat kantor, contoh tanda tangan, contoh
paraf, dan teraan cap/ stempel jabatan kepada Kepala Kantor
Wilayah Badan Pertanahan, Bupati/ Walikota, Ketua Pengadilan
Negeri dan Kepala Kantor Pertanahan diwilayah kerja PPAT yang
bersangkutan dalam waktu 1 (satu) bulan setelah pengambilan

sumpah jabatannya;
i. Melaksanakan jabatannya secara nyata setelah pengambilan
sumpah;
j. Memasang papan nama dan menggunakan stempel yang
bentuk dan ukurannya ditetapkan oleh Kepala Badan Pertanahan;
5. Protokol PPAT adalah kumpulan dokumen yang harus disimpan
dan dipelihara oleh PPAT. Sebutkan dokumen apa saja yang ada
pada protokol PPAT tersebut?
Jawab :
Protokol PPAT meliputi : Daftar akta, Akta Asli, Warkah pendukung
akta, Arsip laporan, Agenda dan surat-surat lainnya.
6. Pada dasarnya PPAT dapat memperoleh uang jasa
(honorarium) dari pembuatan akta yang dilaksanakannya,
namum disamping itu ada kewajiban PPAT memberikan jasa
tanpa memungut biaya.
a. Berapa besar uang jasa PPAT termasuk uang jasa saksi yang
boleh dipungut ?
b. Dalam hal apa PPAT wajib memberikan jasa tanpa memungut
biaya.
Jawab :
a. Besarnya uang jasa PPAT yaitu max 1 % dari dari harga
transaksi yang tercantum diakta.
b. Kepada orang yang tidak mampu.
7. Pada dasarnya daerah kerja PPAT adalah satu wilayah kerja
Kantor Pertanahan Kabupaten/ Kotamadya, hal ini berarti bahwa
PPAT hanya dapat melaksanakan pembuatan Akta untuk obyek
hak atas tanah yang terletak di daerah kerjanya, namum
demikian dala hal pembuatan akta untuk perbuatan hukum
tertentu PPAT dapat membuat akta atas obyek hak atas

tanahnya yang berada di luar daerah kerjannya.
a. Jelaskan dalam hal proses pembuatan akta untuk permbuatan
hukum apa saja, PPAT
dapat membuat Akta yang obyek hak atas tanahnya berada
diluar daerah kerjanya.
b. Jelaskan bagaimana mekanismenya pendaftarannya.
Jawab:
a. Berdasarkan ketentuan Pasal 4 PP 37 Tahun 1998 tentang
Peraturan Jabatan PPAT, “ Bahwa PPAT dapat membuat Akta
Tukar menukar, Akta Pemasukan ke dalam Perusahaan (Imbreng),
Akta Pembagian Hak Bersama, mengenai beberapa hak atas
tanah dan atau Hak Milik atas satuan rumah susun yang tidak
semuanya terletak dalam satu daerah kerjanya, apabila salah
satu bidang tanah atau satuan rumah susun yang menjadi obyek
perbuatan hukum tersebut terletak di dalam daerah kerjanya;
b. Akta yang dibuat oleh PPAT tersebut untuk masing2 akta PPAT
tersebut didaftarkan pada Kantor Pertanahan masing2.
8. PPAT berkantor hanya di 1 (satu) kantor dalam daerah kerja
PPAT ybs sebagaimana ditetapkan dalam keputusan
pengangkatannya. Dalam kondisi tertentu PPAT dapat membuat
akta di luar kantornya.
a. Jelaskan dalam kondisi yang bagaimana PPAT dapat membuat
akta diluar kantornya?.
b. Uraikan secara ringkas bunyi komparisi aktanya.
c.
Jawab :
a. Apabila wilayah kerja PPAT yang bersangkutan mengalamai
pemecahan atau mengalami
pemekaran Wilayah Kabupaten/ Kota dimana PPAT ybs harus
memilih salah satu
wilayah yang akan dijadikan wilayah kerja kantornya yaitu dalam

waktu 1 (satu) tahun
sejak di undangkan, sehingga pada masa transisi tersebut PPAT
ybs dapat membuat akta
di kedua wilayah tersebut.
KOREKSI:
PENGECUALIANNYA:
PPAT dapat membuat akta di luar kantornya, dengan ketentuan:
a. Salah satu pihak/kuasanya yang sesuai ketentuan yang
berlaku harus hadir tidak dapat datang berdasarkan alasan yang
sah.
b. Para pihak harus hadir di hadapan PPAT ditempat pembuatan
akta yang bersangkutan.
(ps 52 ayat 2 Per.Ka.BPN 1/2006)
b. Belum bisa mohon diajari Pak ..............................
KOMPARISINYA:
Komparisinya sebenarnya sama saja dengan komparisi pada
umumnya, namun karena ini untuk menjawab soal ujian maka
kita tambahkan tempat keberadaan kita dan alsannya.

Misalnya:
1. tuan Ali ………….dstnya
- selaku Penjual untuk selanjutnya disebut “Pihak Pertama”;

2. tuan HASAN ………. Dstnya
- selaku Pembeli untuk selanjutnya disebut “Pihak Kedua”;
-dan untuk pembuatan akta ini saya, PPAT, atas permintaan para
pihak berada di rumah Pihak Pertama sebagaimana disebutkan
dalam komparisi akta ini, karena Pihak Pertama tidak dapat hadir
di Kantor saya, PPAT dengan alas an sedang sakit;
.
9. Pembuatan akta PPAT dapat dalam bentuk asli dan salinan.
Jelaskan berapa lembar akta PPAT dibuat dalam bentuk asli dan
dipergunakan untuk apa masing-masing lembar akta asli
tersebut.
Jawab.
Ada 2 Asli 2 salinan, yang satu eksemplar untuk disimpan dalam
protkol PPAT dan satu eksemplar untuk diserahkan ke Kantor
Badan Pertanahan untuk keperluan pendaftaran.
10. Dalam hal PPAT menjalani cuti, kewenangan PPAT yang
bersangkutan dapat dilaksanakan
oleh PPAT pengganti.
a. Siapa yang berhak mengusulkan PPAT pengganti tersebut dan
kepada siapa permohonan tersebut diusulkan.
b. Apa persyaratan bagi PPAT pengganti tersebut.
Jawab :
a. PPAT yang bersangkutan yang mengusulkan nama PPAT
pengganti ke pejabat yang berwenang.
b. Syarat PPAT Pengganti yaitu telah lulus program pendidukan
S1 hukum dan telah menjadi pegawai kantor PPAT ybs selama 2
(dua tahun) dan selama menjabat selaku PPAT Pengganti usianya
tidak melebihi 65 tahun..

Dokumen yang terkait

Dokumen baru