Skala dan Pengisian pada Peta

  Pertemuan 5 Pertemuan 5 Pembuatan Peta Pembuatan Peta Can be accessed on: http://haryono_putro.staff.gunadarma.ac.id/ I U T - Universitas Gunadarma 1 Pendahuluan Pendahuluan

  Pada umumnya Pada umumnya peta peta adalah adalah sarana sarana guna guna memperoleh memperoleh gambaran data gambaran data ilmiah ilmiah yang yang terdapat terdapat di di atas atas permukaan permukaan bumi dengan bumi dengan cara cara menggambarkan menggambarkan berbagai berbagai tanda tanda-- tanda dan tanda dan keterangan keterangan--keterangan, keterangan, sehingga sehingga mudah mudah dibaca dan dibaca dan dimengerti dimengerti..

  Peta topografi Peta topografi adalah adalah gambaran gambaran mengenai mengenai permukaan permukaan bumi yang bumi yang dinyatakan dinyatakan dengan dengan simbol simbol--simbol, simbol, tanda tanda-- tanda dan tanda dan keterangan keterangan--keterangan keterangan dalam dalam skala skala tertentu tertentu.. I U T - Universitas Gunadarma 2

  Landasan Pembuatan Peta Landasan Pembuatan Peta

  Pada hakekatnya Pada hakekatnya bumi bumi bukanlah bukanlah permukaan permukaan bidang bidang yang yang datar, datar, melainkan melainkan bidang bidang yang yang elips elips yang yang mendekati mendekati speris, speris, yaitu yaitu bidang bidang yang yang terbentuk terbentuk akibat akibat perputaran perputaran bumi mengelilingi bumi mengelilingi sumbunya sumbunya..

  Meridian Meridian atau atau garis garis bujur bujur:: perpotongan perpotongan antara antara permukaan permukaan bumi dengan bumi dengan bidang bidang datar datar yang yang melalui melalui sumbu sumbu bumi bumi..

  Sehingga semakin Sehingga semakin mendekati mendekati salah salah satu satu kutub kutub bumi, bumi, panjang panjang garis garis busur busur pada pada meridian meridian untuk untuk setiap setiap 11°° semakin semakin besar besar.. I U T - Universitas Gunadarma 3 Sebagai Sebagai landasan landasan dasar dasar pembuatan pembuatan peta peta di di Indonesia, Indonesia, dimensi--dimensi dimensi dimensi permukaan permukaan bumi bumi ditentukan ditentukan oleh oleh kaidah--kaidah kaidah kaidah yang yang dikembangkan dikembangkan oleh oleh Bessel Bessel

  I U T - Universitas Gunadarma 4

  Skala dan Pengisian pada Peta Skala dan Pengisian pada Peta

  Skala adalah Skala adalah besarnya besarnya reduksi reduksi yang yang diambil diambil untuk untuk peta peta yang yang dibuat dibuat terhadap terhadap areal areal permukaan permukaan bumi bumi yang yang sesungguhnya, yaitu sesungguhnya, yaitu perbandingan perbandingan jarak jarak antara antara dua dua buah titik buah titik pada pada peta peta terhadap terhadap jarak jarak yang yang sesungguhnya sesungguhnya..

  Penentuan skala Penentuan skala peta peta didasarkan didasarkan pada pada tingkat tingkat ketelitian ketelitian dan banyaknya dan banyaknya informasi informasi yang yang dibutuhkan dibutuhkan.. Besar kecilnya Besar kecilnya skala skala akan akan menentukan menentukan ketelitian ketelitian gambar gambar-- gambar yang gambar yang terdapat terdapat dalam dalam peta, peta, peta peta dengan dengan skala skala lebih besar lebih besar ((11::10 10..000 000)) memungkinkan memungkinkan penjelasan penjelasan-- penjelasan yang penjelasan yang lebih lebih detail, detail, sebaliknya sebaliknya peta peta dengan dengan skala yang skala yang lebih lebih kecil kecil ((11::100 100..000 000)) peta peta akan akan memberikan memberikan penjelasan penjelasan yang yang lebih lebih umum umum I U T - Universitas Gunadarma 5 Proyeksi Peta Proyeksi Peta

  Metode Metode proyeksi proyeksi digunakan digunakan untuk untuk memperkecil memperkecil kesalahan kesalahan--kesalahan kesalahan hingga hingga pada pada tingkat tingkat yang yang diijinkan diijinkan dalam rangka dalam rangka memindahkan memindahkan permukaan permukaan bumi bumi ke ke bidang bidang datar datar..

  Misal, R Misal, R bumi= bumi=± ±66..370 370 km, km, merupakan merupakan bola bola yang yang sangat sangat besar.. Kesalahan besar Kesalahan yang yang diperkenankan diperkenankan yaitu yaitu 11/ /11..000 000..000 000 antara kulit antara kulit bumi bumi yang yang dianggap dianggap bidang bidang datar datar atau atau suatu suatu cakupan cakupan pada pada permukaan permukaan bumi bumi yang yang panjang panjang lengkungnya lengkungnya ± ±20 20km km.. I U T - Universitas Gunadarma 6

  Beberapa persyaratan proyeksi utk Beberapa persyaratan proyeksi utk proyeksi peta skala besar proyeksi peta skala besar 1.

  1. Distorsi yang Distorsi yang terdapat terdapat pada pada peta peta haruslah haruslah berada berada

  dalam batas dalam batas--batas batas kesalahan kesalahan grafis grafis 2.

  2. Diusahakan agar Diusahakan agar sebanyak sebanyak setiap setiap lembaran lembaran peta peta dapat dapat

  saling saling berhubungan berhubungan satu satu dengan dengan yang yang lain lain 3.

  3. Perhitungan plotting Perhitungan plotting utk utk setiap setiap lembar lembar peta peta haruslah haruslah

  sesederhana sesederhana mungkin mungkin 4.

  4. Untuk plotting Untuk plotting yang yang dilakukan dilakukan dengan dengan tangan, tangan, agar agar

  dibuat dengan dibuat dengan metode metode yang yang semudah semudah--mudahnya mudahnya 5.

  5. Berdasarkan koordinat Berdasarkan koordinat titik titik--titik titik kontrol, kontrol, yang yang telah telah diukur agar diukur agar posisinya posisinya segera segera diplot diplot.. I U T - Universitas Gunadarma 7 Proyeksi UTM Proyeksi UTM

  UTM :: Universal UTM Universal Transvers Transvers Mercartor Mercartor Banyak digunakan Banyak digunakan diseluruh diseluruh dunia, dunia, prinsip prinsip dasar dasar metode metode

  UTM ini UTM ini adalah adalah seluruh seluruh permukaan permukaan bumi bumi dibagi dibagi menjadi 66 garis menjadi garis bujur, bujur, sehingga sehingga permukaan permukaan bumi bumi terbagi terbagi menjadi 60 menjadi 60 zone, zone, dimana dimana garis garis bujur bujur yang yang melalui melalui tengah--tengah tengah tengah masing masing--masing masing zone zone disebut disebut meridian meridian sentral sentral dan dan proyeksinya proyeksinya didasarkan didasarkan pada pada metode metode Gauss Gauss-- Kruger (proyeksi Kruger (proyeksi kerucut kerucut yang yang disesuaikan) disesuaikan)

  I U T - Universitas Gunadarma 8 Beberapa hal Beberapa hal yang yang penting penting dari dari sistem sistem koordinat koordinat UTM UTM:: 1.

  1. Cara Cara proyeksi proyeksi dengan dengan metode metode Gauss Gauss--Kruger Kruger (proyeksi (proyeksi kerucut kerucut yang yang disesuaikan) pada disesuaikan) pada zone zone antara antara dus dus garis garis bujur bujur = = 66°° 2.

  2. Titik pangkal Titik pangkal dari dari masing masing--masing masing zone zone adalah adalah meridian meridian sentral sentral dan dan khatulistiwa khatulistiwa

  3. Perhitungan garis Perhitungan garis lintang lintang dimulai dimulai dari dari khatulistiwa khatulistiwa pada pada meridian meridian 3. sentral dan sentral dan koordinatnya koordinatnya dinyatakan dinyatakan dalam dalam meter meter (m) (m) 4.

  4. Nomor masing Nomor masing--masing masing zone zone bertambah bertambah ke ke arah arah timur, timur, jadi jadi garis garis bujur 180 bujur 180°° s/d s/d 174 174°° zone zone barat barat sebagai sebagai no no.. 11 dan dan garis garis garis garis bujur bujur 174°° s/d 174 s/d 180 180°° zone zone timur timur sebagai sebagai no no.. 60 60 (sama (sama dengan dengan klasifikasi klasifikasi garis bujur garis bujur internasional internasional 11/ /11..000 000..000 000))

  5. Lingkup proyeksi Lingkup proyeksi yang yang dapat dapat digunakan digunakan hanya hanya dengan dengan garis garis lintang lintang 5.

  80 80°° 6.

  6. Koefisien skala Koefisien skala pada pada meridian meridian sentral sentral ditentukan ditentukan 00..9996 9996 utk utk mencapai angka mencapai angka 11 pada pada kira kira--kira kira panjang panjang garis garis 180 180 km km pada pada meridian meridian 7.

  7. Angka Angka titik titik pangkal pangkal arah arah bujur bujur adalam adalam 00m m utk utk belahan belahan bumi bumi utara utara dan 10 dan 10..000 000..000 000m m utk utk belahan belahan buni buni selatan selatan 8.

  8. Angka titik Angka titik pangkal pangkal utk utk horizontal horizontal (angka (angka sumbu sumbu memanjang) memanjang) adalah adalah 50..000 50 000m, m, bertambah bertambah ke ke arah arah timur timur dari dari meridian meridian sentral sentral dan dan berkurang berkurang ke ke arah arah barat barat I U T - Universitas Gunadarma 9 I U T - Universitas Gunadarma 10

  Simbol--simbol utk Peta Topografi Simbol simbol utk Peta Topografi 1.

  1. masing--masing masing masing titik titik di di atas atas permukaan permukaan bumi bumi dinyatakan dinyatakan dengan dengan angka angka--angka angka (m) (m) yang yang menunjukkan menunjukkan garis garis lintang lintang dan dan garis garis bujur bujur dan dan menunjukkan elevasi menunjukkan elevasi muka muka air air laut laut rata rata--rata rata

  2. Bentuk Bentuk--bentuk bentuk planimetris planimetris serti serti jalan jalan raya, raya, jalan jalan kereta kereta api, api, rumah rumah-- rumah dll, rumah dll, dinyatakan dinyatakan dengan dengan gambar gambar--gambar gambar ortografis, ortografis, dimana dimana muka muka air air laut laut rata rata--rata rata sebagai sebagai bidang bidang proyeksinya proyeksinya

  2.

  3. Obyek Obyek penting penting dinyatakan dinyatakan dengan dengan simbol simbol 4.

  3.

  4. Simbol Simbol--simbul simbul sedapat sedapat mungkin mungkin mendekati mendekati bentuk bentuk sesungguhnya sesungguhnya 5.

  5. Susuatu yang Susuatu yang tidak tidak dapat dapat dinyatakan dinyatakan dalam dalam bentuk, bentuk, dinyatakan dinyatakan dengan huruf/ dengan huruf/ angka angka dengan dengan ukuran ukuran disesuaikan disesuaikan 6.

  6. Khusus peta Khusus peta yang yang tidak tidak berwarna, berwarna, pemakaian pemakaian garis garis putus putus--putus putus dan dan tidak tidak putus putus penting penting utk utk informasi informasi 7.

  7. Adanya nota Adanya nota penjelasan penjelasan pada pada tepi tepi masing masing--masing masing lembar lembar 8.

  8. Garis--garis Garis garis dengan dengan interval interval ttt ttt dan dan teratur teratur pada pada lembar lembar peta peta akan akan sangat membantu sangat membantu mempermudah mempermudah pembacaan pembacaan dan dan pemakaiannya pemakaiannya.. I U T - Universitas Gunadarma 11 Komposisi simbol Peta Komposisi simbol Peta

  Simbol Simbol--simbol •• simbol dalam dalam peta peta harus harus standar, standar, universal, universal, sehingg memudahkan sehingg memudahkan pembacaanya pembacaanya atau atau pengertiannya pengertiannya..

  I U T - Universitas Gunadarma 12

  I U T - Universitas Gunadarma 13 Pengukuran Azimut Pengukuran Azimut

  Azimuth adl •• Azimuth adl sudut sudut arah arah sebuah sebuah garis garis yang yang menghubungkan dua menghubungkan dua buah buah titik titik di di permukaan permukaan bumi bumi (mis (mis.. P P11 dan dan P P22)).. Azimuth dari Azimuth dari P P11 ke ke P •• P22 :: sudut sudut yang yang terbentuk terbentuk oleh oleh meridian melalui meridian melalui P P11 dan dan garis yang garis yang menghubungkan menghubungkan P11 P dan dan P22 P (terbentuk (terbentuk sebuah sebuah lingkaran lingkaran besar besar jika jika bumi dianggap bumi dianggap sebagai sebagai bola bola atau geodetic atau geodetic bila bila dianggap dianggap sebagai sebagai ellipsoida ellipsoida putar) putar) Pengukuran searah Pengukuran searah jarum jarum •• jam dimulai jam dimulai arah arah Utara Utara meridian meridian I U T - Universitas Gunadarma Azimut berkisar berkisar 00°° -- 360 •• Azimut 360°° 14 I U T - Universitas Gunadarma 15 Mengukur Jarak Optis Mengukur Jarak Optis

  1. Lapangan mendatar, garis bidik mendatar // lapangan lapangan D=(a+fobj.)+d

  1. Lapangan mendatar, garis bidik mendatar //

  Tetap/ konstan =B = B+d d : i = f obj : p d = f obj . i p

  A = 100 (Utk dpt digunakan dgn mudah)

  D = B + Ai Cek: buat 100m dari titik f obj ke mistar, mana pada mistar kelihatan 100cm (Konstan) Utk cek juga letakkan mistar pada 50m, 150m, 200m,

  D = 100 (ba-bb)+B maka i mistar = 50cm, 150cm, dan 200cm I U T - Universitas Gunadarma 16 I U T - Universitas Gunadarma 17

  2. Lapangan miring, dengan sudut miring

  2. Lapangan miring, dengan sudut miring αα, sudut , sudut garis bidik garis bidik αα dan mistar tgk lrs grs bidik dan mistar tgk lrs grs bidik CK = Ai + B D = PK4 + K4Q2

  D = PK4 + K3Q D = CK cos α + h2 sin α

  K4 q2 Beda Tinggi P dan Q = h h = K4K1 + K1K – KK3

  = h1 + CK sin α – h2 cosα (Ai + B) h = h1 + (Ai+B)sin α – h2 cosα

  α <<< shg, cos α=1, h1 hampir sama h2, selisih=0 h = (Ai + B) sin α

  I U T - Universitas Gunadarma 18

  3. Lapangan miring, garis bidik

  3. Lapangan miring, garis bidik miring, mistar vertikal lurus miring, mistar vertikal lurus CK = Ai + B CK1 = (Ai + B) cos α Menjadi:

  α <<< ≈ f obj. bi f obj. ai ab Maka a1b1= i cos α

  CK1 = (Ai. cos α + B) cos α CK1 = Ai. cos 2 α + B cos α D=CK, α <<< maka cosα= cos 2 α =1

  D = (Ai + B) cos 2 α

Karena B= p+f obj. kecil, maka B cos

2 α dpt diabaikan

  D = Ai cos 2 α D = 100 (ba-bb) cos 2 α

  Beda tinggi P dan Q: h = Q1K1 + K1K - KQ = h1 + CK sin α – h2 = h1 + (A i cos α + B) sin α – h2

  Dengan asumsi h1=h2, maka: h =(A i +B) cos α . sin α h =(A i +B) .½. Sin 2 α h =D tg α h =Tinggi alat + D tg α - Bt

  Bt= Benang Tengah

  Poligon Terikat Sempurna Poligon Terikat Sempurna

  a) Poligon Terikat Terikat Sempurna Sempurna titik titik awal awal

  a) Poligon

  Diketahui Diketahui (ditentukan) (ditentukan) titik A titik A (Xa, (Xa, Ya) Ya) titik B titik B (Xb, (Xb, Yb) Yb)

  αA1 β2 azimut azimut b) Diukur

  b) Diukur (dianggap benar/ (dianggap benar/ β4 α4B A pasti) pasti)

  β1

  2

  4 β3 (Xa, Ya)

  Azimut Azimut awal awal ααA A11

1 B

  3 Azimut akhir Azimut akhir αα44BB (Xb, Yb) c) Diukur

  c) Diukur

Sudut Sudut

  (dianggap (dianggap ada ada ββ

kesalahan) kesalahan)

jarak d jarak d

  (dianggap (dianggap ada ada kesalahan) kesalahan) I U T - Universitas Gunadarma

Catt Catt:: ketelitian ketelitian αα > > ββii

19 Maka, Maka,

  X1= Xa + Sa1 sin Koreksi: αA1

  

XB-

  XA= ∑d sin α ±hx….. Betul

  Y1= Ya + Sa1 sin αA1

  YB- YA= ∑d sin α ±hy….. Betul

  X2= X1 + S12 sin α12

  Y2= Y1 + S12 sin α12

  2

  2 . fl hx hy

    . fl

  1 .di 5 . 000

  

  Xn= X(n-1) + S(n-1)n sin α(n-1)n

  fl

  1 

  Yn= Y(n-1) + S(n-1)n cos α(n-1)n di

  10 . 000  fl= koreksi kesalahan I U T - Universitas Gunadarma thd jarak 20

  n . 180            

   

4 B A

  1

  1

  2

  3

  4

  4    n . 180  fb

    

  4 B A 1 ii

1 Pasti Ada kesalahan Pasti

  Fb = kesalahan penutup sudut ∆fb=fb/n   (   )  (   )  (   )  (   )  4 . 180    fbfbfbfb 4 B A 1 1 I U T - Universitas Gunadarma 2 3 4 21 X1=XA+dA1sin X1=XA+dA1sin ααA1 A1

  Y1=YA+dA1cos Y1=YA+dA1cos ααA1 A1 Shg, Shg,

  1.

  1. Xb=Xa+∑dsin Xb=Xa+∑dsinαα

1 Xb Xb-- Xa= ∑dsinαα± Xa= ∑dsin ±fx fx

  Y1 Ada kesalahan

  

Pasti

αA1 dA1 di sin di sin ααii± ±kxi kxi

  Ya kxi= (di/∑di).fx kxi= (di/∑di).fx

  A

  X1 Xa

  2. Yb=Ya+ ∑dcosαα Yb Yb-- ±fy fy Ya= ∑dcos Ya= ∑dcosαα ±

  2. Yb=Ya+ ∑dcos

  Ada kesalahan

Pasti di cos di cos ±kyi kyi ααii ± I U T - Universitas Gunadarma kyi= (di/∑di).fy kyi= (di/∑di).fy 22 I U T - Universitas Gunadarma 23 Poligon terikat sempurna Poligon terikat sempurna

  fx d d kx i . 1

  5

  1

  1   di fl

  10

  10  000 .

  "

  1   di fl n fB

  30  000 .

   

  n fB "

  I U T - Universitas Gunadarma 24 Toleransi Kesalahan Toleransi Kesalahan

   

  3. fy d d ky i . 1

  2. y akhir – y awal = ∑d sin α ± fy i=1 n

  1. x akhir – x awal = ∑d sin α ± fx i=1 n

  α akhir – α awal = ∑βi – n.180 ± fB i=1 n

  2 Tergantung mana yang dipakai fB= koreksi kesalahan penutup sudut fl= koreksi kesalahan thd jarak

  Poligon Tertutup Poligon Tertutup Titik akhir=titik awal; x,y akhir=x,y awal αA1 α12 - αA1+ β1 =180° , β1 = αA1 - α12 +180°

  α12

  1 α23 - α12+ β2 =180° , β2 = α12 – α23 +180° 2 αA1

  α23 β1 β2 α34 – α23+ β3 =180° , β3 = α23 – α34 +180°

  αA4 α4A – α34+ β4 =180° , β4 = α34 – α4A +180° βA

  • A β3 β1+ β2 +β3 +β4=αA1- α4A+4.180° α43

  3 ( αA1+βA+180°) α34

  β4 β1+ β2 +β3 +β4=αA1- αA1-βA-180°+4.180°

  4 αA4

  α4A β1+ β2 +β3 +β4+ βA=3.180°

  180° = ( αA4 α43) + (β4 - α43) + α43 - pasti Ada kesalahan

  α43 = αA4 β4 - 180° + I U T - Universitas Gunadarma 25 Syarat Poligon Tertutup Syarat Poligon Tertutup n o

  2 180 n    fb

   1.

  1.  

  i

  1 i  2.

2. X1=XA+dA1 sin αA1

  Y1=YA+dA1 cos αA1

  XB=XA+d sin α 0 = ∑d sin α ± fx

  XB –

  XA = ∑d sin α ± fx 0 = ∑d sin α ± fy pasti Ada kesalahan

  Poligon tertutup I U T - Universitas Gunadarma 26

  ββ αα αα No No Sudut Sudut Koreksi Koreksi Azimut Azimut Jarak Jarak D sin D sin D cos D cos Kx Kx Ky Ky koordinat koordinat No No sudut sudut ttk ttk αα D D ttk ttk A A 172°°53’34” 172 53’34” +2” +2” 241°°08’55” 241 08’55” 281.830 281.830 --246.849 246.849 --135.992 135.992 --11 +8231. +8231. A A P P 248 248°°15’21” 15’21” +8478. +8478. +2483. +2483. P P 241°°08’57” 241 08’57” --246.850 246.850 139 139 826 826 289 289

  X X Y Y 33 178°°31’52” 178 31’52” +3” +3” 273°°29’20” 273 29’20” 293.350 293.350 --11 22 208°°26’19” 208 26’19” +3” +3” 274°°57’28” 274 57’28” 274.100 274.100 --11 11 185°°22’14” 185 22’14” +2” +2” 246°°31’09” 246 31’09” 271.300 271.300 --248.836 248.836 --11 274°°57’31” 274 57’31” 246 246°°31’11” 31’11” 11 33 22 B B 180°°15’20” 180 15’20” 269°°32’07” 269 32’07” +7202. +7202. +2278. +2278. B B 44 175 175°°47’14” 47’14” +3” +3” 269 269°°16’34” 16’34” 213.610 213.610 --22 269°°16’37” 269 16’37” 273°°29’23” 273 29’23” 917 917 517 517 44 Q Q 921°°01’13” 921 01’13” 00°°0’13” 0’13” --1275. 1275. --1275. 1275. --205. 205. I U T - Universitas Gunadarma 158 158 169 169 309 309 27 I U T - Universitas Gunadarma 28 I U T - Universitas Gunadarma 29 I U T - Universitas Gunadarma 30

  I U T - Universitas Gunadarma 31

Lanjutkan membaca

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

48 1180 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 336 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

17 272 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

3 191 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 254 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

17 348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 318 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

5 180 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 327 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 368 23