Pedoman Proposal tesis disertasi 2010

1

PEDOMAN PENULISAN
PROPOSAL PENELITIAN
TESIS DAN DISERTASI

PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG, 2010

2

BAB I
PENDAHULUAN
Unsur esensial pendidikan pascasarjana adalah tiga karakteristik
utamanya, yaitu: merupakan pendidikan lanjut (advanced), terfokus, dan
kesujanaan (scholarly). Attribut “lanjut” mengandung makna bahwa
pendidikan pascasarjana dibangun pada landasan pendidikan sarjana. Bagi
mahasiswa, mempunyai makna “lanjut” dalam pendidikan yang dicapainya,
dan penguasaan subyek (subject matter) yang ditekuninya lebih mendalam.
Selain itu, unsur-unsur kontekstual pendidikan Doktor, adalah bahwa
mahasiswa dapat memperdalam pengetahuan, memperluas wawasan dan
keterampilan serta mengembangkan kematangan intelektualnya.
Ciri penting dari Program Pascasarjana terletak pada : (1).
Komposisi Tesis dan Disertasi, (2) Penelitian Tesis dan Disertasi, dan (3).
Pengujian Tesis dan Disertasi.
“THESIS AND DISSERTATION ARE PRODUCED FROM
COMPREHENSIVE RESEARCH”
Penelitian adalah kegiatan “taat-kaidah” dalam upaya untuk
menemukan kebenaran dan/atau menyelesaikan masalah dalam ilmu
pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian (KEPMENDIKBUD
No.
212/U/1999). Disertasi adalah karya tulis akademik hasil studi dan/atau
penelitian mendalam yang dilakukan secara mandiri dan berisi sumbangan
baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan, atau menemukan jawaban baru
bagi masalah-masalah (yang sementara) telah diketahui jawabannya, atau
mengajukan pertanyaan-pertanyaan baru terhadap hal-hal yang dipandang
telah mapan; di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian; yang
dilakukan calon doktor di bawah pengawasan para pembimbingnya
(KEPMENDIKBUD No. 212/U/1999).
Proposal penelitian tesis dan disertasi merupakan sebagian dari
persyaratan bagi mahasiswa untuk memperoleh gelar Magister dan Doktor.
Karya ilmiah berupa proposal penelitian ini dapat dimulai setelah mahasiswa
menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan dan Indeks Prestasinya memenuhi
syarat yang diberlakukan. Para mahasiswa sebelum melakukan penelitian,
proposal penelitiannya harus mendapatkan persetujuan dari komisi
pembimbing. Untuk mendapat persetujuan ini mahasiswa harus melalui
proses ujian proposal dan dinyatakan lulus.
Buku pedoman format penulisan proposal penelitian ini disusun
dengan tujuan (1) menyeragamkan pokok-pokok format penulisan proposal
penelitian tesis dan disertasi, (2) sebagai pedoman bagi mahasiswa dalam
menulis proposal penelitian tesis dan disertasi, (3) pedoman bagi komisi

3

pembimbing dalam mengarahkan penulisan proposal penelitian tesis dan
disertasi mahasiswa.
Penelitian tesis dan disertasi harus memberikan kepada mahasiswa
pengalaman langsung mengenai metoda penelitian dalam disiplin ilmu
bersangkutan, dan harus menyiapkan mahasiswa untuk memasuki macam
atau jenis profesi atau karir setelah menyelesaikan studinya. Apa yang
dianggap layak (appropriate) bagi penelitian tesis dan disertasi sangat
berbeda di antara berbagai disiplin ilmu. Namun demikian, terdapat
kesepakatan umum bahwa penelitian untuk disertasi harus orisinil, memadai,
bermakna, dan dilakukan secara mandiri (independently carried out).
Pengertian dari berbagai persyaratan tersebut ditentukan oleh disiplin ilmu
masing-masing. Pada ilmu-ilmu keras (hard sciences), misalnya, penelitian
“bermakna” (significant research) adalah penelitian laboratorium yang
ekstensif mengenai suatu masalah yang dinilai tinggi dalam prioritas
pendanaan nasional, dan oleh karenanya menarik minat masyarakat peneliti.
Di pihak lain, pada bidang humaniora dan ilmu-ilmu sosial, “bermakna”
menunjukkan keluasan atau kedalaman penelitian tanpa mengkaitkannya
dengan prioritas pendanaan.
Selain itu, ada pula perbedaan sifat penelitian yang dapat diterima
untuk disertasi. Fungsi pendidikan Ph.D., yang ditetapkan oleh sebuah
universitas adalah (1) menyiapkan peneliti dasar dan dosen, (2) menyiapkan
peneliti untuk bekerja pada institusi non-akademik dimana pemimpin atau
donor menetukan agenda penelitian, dan (3) menyiapkan pelaksana
profesional dan (4) perencana. Penelitian tesis dan disertasi untuk
menyiapkan tenaga profesi bukan-peneliti tentu saja berbeda dengan
penelitian untuk menyiapkan tenaga peneliti. Untuk menyiapkan tenaga
peneliti, teori-teori baru sangat dihargai; sedangkan untuk tenaga pelaksanan
profesional masih dapat diizinkan untuk menggunakan teori yang telah
diterima secara umum dalam menelaah masalah aktual dunia-nyata untuk
mendapatkan jawaban penyelesainnya. Namun demikian, penelitian
berorientasi pelaksanaan profesionalpun seringkali memer lukan teori yang
canggih dan oleh karenanya menggunakan metode dan pemahaman yang
lanjut.
Komisi pembimbing mempunyai tanggung jawab akademik terhadap
proposal penelitian tesis dan disertasi mahasiswa bimbingannya, dalam hal
kebenaran ilmiah dan format penulisannya. Tanggung-jawab akademik ini
ditandai oleh tanda-tangan komisi pembimbing yang dibubuhkan dalam
lembar persetujuan proposal penelitian. Oleh karena itu, mahasiswa harus
memperoleh persetujuan dari semua komisi pembimbing untuk menempuh
seluruh rangkaian proses untuk ujian proposal penelitian.

4

BAB II
PENELITIAN
2.1. Penelitian
1.
2.

3.
4.
5.

”Penelitian” dapat mempunyai beragam makna, seperti:
Suatu usaha untuk mengumpulkan, mencatat dan menganalisa sesuatu
masalah.
Suatu penyelidikan secara sistematis, atau dengan giat dan berdasarkan
ilmu pengetahuan mengenai sifat-sifat daripada kejadian atau keadaankeadaan dengan maksud untuk akan menetapkan faktor-faktor pokok
atau akan menemukan paham-paham baru dalam mengembangkan
metode-metode baru.
Penyedilidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan
utnuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hatihati serta sistematis.
Usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran
suatu pengetahuan usaha mana dilakukan dengan menggunakan
metode-metode ilmiah.
Pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang
pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
Dari kelima makna di atas dapat disimpulkan:
1. Penelitian merupakan usaha untuk memperoleh fakta-fakta atau
mengembangkan prinsip-prinsip (menemukan/mengembangkan/
menguji kebenaran ilmiah).
2. Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, mencatat dan
menganalisa data (informasi/keterangan)
3. Penelitian dikerjakan dengan sabar, hati-hati, sistematis dan
berdasarkan metode ilmiah.

Penelitian dapat bersifat (1) pasif, hanya ingin memperoleh gambaran
tentang suatu keadaan, fenomena, masalah; atau bersifat (2) aktif, ingin
memecahkan suatu masalah penelitian atau menguji hipotesis. Penelitian
biasanya menghubungkan (1) keinginan manusia-peneliti, (2) permasalahan
penelitian yang timbul, (3) teori-teori dalam ilmu pengetahuan, dan (4)
metode ilmiah.
Penelitian dapat digolongkan menjadi beberapa jenis berdasarkan
kriteria-kriteria tertentu, misalnya berdasarkan: (1) Tujuan; (2) Pendekatan;
(3) Tempat; (4) Pemakaian hasil penelitian; (5) Bidang ilmu yang diteliti; (6)
Taraf Penelitian; (7) Teknik yang digunakan; (8) Keilmiahan; (9) Spesialisasi
bidang ilmu. Berikut ini masing-masing pembagiannya.

5

Berdasarkan kemanfaatan hasil penelitian yang diperoleh:
1. Basic Research (Penelitian Dasar), Mempunyai alasan intelektual,
dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan;
2. Applied Reseach (Penelitian Terapan), Mempunyai alasan praktis,
keinginan untuk mengetahui; bertujuan agar dapat melakukan
sesuatu yang lebih baik, efektif, efisien.
Berdasarkan bidang ilmu yang diteliti:
1. Penelitian Sosial, secara khusus meneliti bidang sosial: ekonomi,
pendidikan, hukum, dsb.
2. Penelitian Eksakta, secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia,
Fisika, Teknik, dsb.
Berdasarkan Tempat Penelitian :
1. Field Research (Penelitian Lapangan), langsung di lapangan;
2. Library Research (Penelitian Kepustakaan), dilaksanakan dengan
menggunakan literatur (kepustakaan) dari penelitian sebelumnya;
3. Laboratory Research (Penelitian Laboratorium), dilaksanakan pada
tempat tertentu / lab, biasanya bersifat eksperimen atau percobaan;
Berdasarkan Metode pengumpulan data yang digunakan :
1. Survey Research (Penelitian Survei), tidak melakukan perubahan
(tidak ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.
2. Experimen Research (Penelitian Percobaan), dilakukan perubahan
(ada perlakuan khusus) terhadap variabel yang diteliti.
Berdasarkan Keilmiahan
1. Penelitian Ilmiah
Menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (Mengemukakan pokok-pokok
pikiran, menyimpulkan dengan melalui prosedur yang sistematis dengan
menggunakan pembuktian ilmiah/meyakinkan. Ada dua kriteria dalam
menentukan kadar/tinggi-rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian yaitu:
1. Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah
yang diteliti:
2. Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang
sama dapat dicapai apabila data yang sama ditemukan di
tempat/waktu lain;
Ciri-ciri penelitian ilmiah adalah:
1. Purposiveness, fokus tujuan yang jelas;
2. Rigor, teliti, memiliki dasar teori dan disain metodologi yang baik;
3. Testibility, prosedur pengujian hipotesis jelas
4. Replicability, Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau
yang sejenis;

6

5. Objectivity, Berdasarkan fakta dari data aktual : tidak subjektif dan
emosional;
6. Generalizability, Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya
semakin berguna;
7. Precision, Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari
estimasi dapat dilihat;
8. Parsimony, Kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode
penelitiannya.
2. Penelitian non-ilmiah (Tidak menggunakan metode atau kaidah-kaidah
ilmiah).
Berdasarkan Bidang ilmunya
Penelitian Bisnis (Akunting, Keuangan, Manajemen, Pemasaran),
Komunikasi (Massa, Bisnis, Kehumasan/PR, Periklanan), Hukum (Perdata,
Pidana, Tatanegara, Internasional), Pertanian (agribisnis, Agronomi, Budi
Daya Tanaman, Hama Tanaman), Teknik, Ekonomi (Mikro, Makro,
Pembangunan), dll.
Berdasarkan dari variabel penelitiannya
Variabel adalah hal yang menjadi objek penelitian, yang diobservasi,
yang menunjukkan variasi baik kuantitatif maupun kualitatif. Variabel
dinamik meliputi masa lalu, sekarang, akan datang. Penelitian yang
dilakukan dengan menjelaskan / menggambarkan variabel masa lalu dan
sekarang (sedang terjadi) adalah penelitian deskriptif ( to describe =
membeberkan/menggambarkan). Penelitian dilakukan terhadap variabel
masa yang akan datang dapat dilakukan dengan metode simulasi atau
metode eksperimen.
Penelitian Survei
 Untuk memperoleh fakta dari gejala yang ada;
 Mencari keterangan secara faktual dari suatu kelompok, daerah dsb.
 Melakukan evaluasi serta perbandingan terhadap hal yang telah dilakukan

orang lain dalam menangani hal yang serupa;
 Dilakukan terhadap sejumlah individu / unit baik secara sensus maupun

secara sampel;
 Hasilnya untuk pembuatan rencana dan pengambilan keputusan;

Penelitian dengan metode survei ini dapat berupa :
1. Penelitian Exploratif (Penjajagan). Terbuka, mencari-cari,
pengetahuan peneliti tentang masalah yang diteliti masih terbatas.
Pertanyaan dalam studi penjajagan ini misalnya : Apakah yang
paling mencemaskan anda dalam hal infrastruktur di daerah Kalbar
dalam lima tahun terakhir ini? Menurut anda, bagaimana cara
perawatan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik.

7

2. Penelitian Deskriptif. Mempelajari masalah dalam masyarakat, tata
cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, sikap,
pandangan, proses yang sedang berlangsung, pengaruh dari suatu
fenomena; pengukuran yang cermat tentang fenomena dalam
masyarakat. Peneliti mengembangkan konsep, menghimpun fakta,
tapi tidak menguji hipotesis.
3. Penelitian Evaluasi. Mencari jawaban tentang pencapaian tujuan
yang digariskan sebelumnya. Evaluasi di sini mencakup formatif
(melihat dan meneliti pelaksanaan program), Sumatif
(dilaksanakan pada akhir program untuk mengukur pencapaian
tujuan).
4. Penelitian Eksplanasi (Penjelasan). Menggunakan data yang sama,
menjelaskan hubungan kausal antara variabel melalui pengujian
hipotesis.
5. Penelitian Prediksi. Meramalkan fenomena atau keadaan tertentu;
6. Penelitian Pengembangan Sosial. Dikembangkan berdasarkan
survei yang dilakukan secara berkala: Misal: Jumlah dan
Persentase Penduduk Miskin di Kalbar, 1998-2003;
Grounded Research
Penelitian ini bertumpu pada fakta dan menggunakan analisis
perbandingan; bertujuan mengadakan generalisasi empiris, menetapkan
konsep, membuktikan teori, mengembangkan teori; pengumpulan dan
analisis data dalam waktu yang bersamaan. Dalam penelitian ini data
merupakan sumber teori, teori berdasarkan data.
Tujuan Penelitian
Secara umum ada empat tujuan utama :
1. Tujuan Exploratif (Penemuan) : menemukan sesuatu yang baru
dalam bidang tertentu
2. Tujuan Verifikatif (Pengujian): menguji kebenaran sesuatu dalam
bidang yang telah ada
3. Tujuan Developmental (Pengembangan) : mengembangkan sesuatu
dalam bidang yang telah ada
4. Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi)
Kontribusi Penelitian
1. Pemecahan
Masalah,
meningkatkan
kemampuan
untuk
menginterpretasikan fenomena-fenomena dari suatu masalah yang
kompleks dan kait-mengkait;

8

2. Memberikan jawaban atas pertanyaan dalam bidang yang diajukan,
meningkatkan
kemampuan
untuk
menjelaskan
atau
menggambarkan fenomena-fenomena dari masalah tersebut;
3. Mendapatkan pengetahuan / ilmu baru :
Persyaratan Penelitian
1. Mengikuti kaidah-kaidah ilmiah
2. Sistematis/Pola tertentu
3. Terencana.
Penelitian dikatakan baik bila :
1. Purposiveness, tujuan penelitian yang jelas;
2. Exactitude, penelitian dilakukan dengan hati-hati, cermat, teliti;
3. Testability, hasil-hasil penelitian dapat diuji atau dikaji;
4. Replicability, dapat diulang oleh peneliti lain;
5. Precision and Confidence, memiliki ketepatan dan keyakinan jika
dihubungkan dengan populasi atau sampel;
6. Objectivity, bersifat objektif;
7. Generalization, berlaku umum;
8. Parismony, hemat, tidak berlebihan;
9. Consistency, data/ungkapan yang digunakan harus selalu sama bagi
kata/ungkapan yang memiliki arti sama;
10.Coherency, terdapat hubungan yang saling menjalin antara satu
bagian dengan bagian lainnya.
Tahapan pelaksanaan penelitian:
Secara garis besar ada tiga tahapan pelaksanaan penelitian:
1. Pembuatan rancangan;
2. Pelaksanaan penelitian;
3. Pembuatan laporan penelitian
Kerangka operasional penelitian:
1. Memilih Masalah; memerlukan kepekaan
2. Studi Pendahuluan; studi eksploratoris, mencari informasi;
3. Merumuskan Masalah; jelas, dari mana harus mulai, ke mana
harus pergi dan dengan apa
4. Merumuskan anggapan dasar; sebagai tempat berpijak, (hipotesis);
5. Memilih pendekatan; metode atau cara penelitian, jenis / tipe
penelitian : sangat menentukan variabel apa, objeknya apa,
subjeknya apa, sumber datanya di mana;
6. Menentukan variabel dan Sumber data; Apa yang akan diteliti?
Data diperoleh dari mana?

9

7. Menentukan dan menyusun instrumen; apa jenis data, dari mana
diperoleh? Observasi, interview, kuesioner?
8. Mengumpulkan data; dari mana, dengan cara apa?
9. Analisis data; memerlukan ketekunan dan pengertian terhadap
data. Apa jenis data akan menentukan teknis analisisnya
10.Menarik kesimpulan; memerlukan kejujuran, apakah hipotesis
terbukti?
11.Menyusun laporan; memerlukan penguasaan bahasa yang baik dan
benar.
12.Menyusun publikasi ilmiah hasil penelitian.

2.2. Skripsi, Tesis dan Disertasi
Skripsi, Tesis, dan Disertasi merupakah karya ilmiah yang menjadi
salah satu persyaratan untuk lulus pendidikan jenjang S-1, S-2 dan S-3. Pada
dasarnya cara penulisan Skripsi, Tesis, dan Disertasi adalah sama, bedanya
semakin tinggi tingkatannya, maka semakin banyak fakta-fakta dan teoriteori yang harus dirujuk sebagai landasan-dasar penelitian, dan juga cara
penyajiannya mulai dari hanya mendeskripsikan suatu obyek penelitian
sampai dengan menghasilkan suatu teori berdasarkan fakta-fakta empiris.
Banyak mahasiswa yang sedang menyusun Tesis, dan Disertasi
memilih untuk menunda-nunda proses penyusunan proposal penelitiannya
atau bahkan tidak menyelesaikan Tesis, dan Disertasinya karena tidak tahu
harus mulainya darimana atau sudah jenuh dengan revisi yang tak kunjung
selesai atau tidak mempunyai waktu; misalnya karena sambil bekerja.
Sebenarnya yang menjadi kendala dalam penyusunan suatu proposal
penelitian adalah :
(1) Komitmen yang kurang kuat pada diri mahasiswa untuk mau
memulai menyusun proposal penelitian. Jangan takut salah!
"Orang yang SUKSES adalah orang yang pernah membuat
KESALAHAN; Tidak ada orang yang SUKSES tanpa mengalami
suatu KESALAHAN"
(2) Kesulitan dalam menentukan masalah penelitian yang ingin
diketahui lebih lanjut, sebagai titik awal untuk menyusun suatu
proposal penelitian
(3) Tidak mempunyai referensi yang cukup terkait dengan topik
penelitiannya, dan
(4) Kurang pengalaman dalam menulis karya ilmiah sehingga sulit
untuk menguraikan pendapatnya dalam bentuk tulisan.
Definition of Thesis:
A lot of definitions of a thesis can be given. And it is only up to you to decide
what definition of a thesis you choose and what definition will be a basis of
your work.

10

The thesis is the main idea of one's research. The thesis or dissertation is
normally the culmination of a candidate's research; submission of the thesis
represents the completion of the final requirement for the degree being
sought. In certain faculties (such as fine or performance arts), the thesis may
be a form of an artistic performance, a written work (of music, or of fiction,
for example), or a painting or other artistic production.
The length of the thesis will vary depending on the specific degree. Thesis
submitted as part of the requirements for an undergraduate degree are usually
much shorter than those submitted as part of a Ph.D. (or other researchoriented doctorate). Length may be calculated in number of words, number of
pages, or, when the thesis is written in a character-based language, number of
characters.
Definition of a thesis, variant 1:
According to this definition, a thesis is an academic writing prepared by a
student and based on his\her own research in order to get a degree. When
talking about this variant of thesis definition, we assume that the purpose of
a thesis is to check student’s abilities and skills. This variant of thesis
definition is considered to be more academic.
Definition of a thesis, variant 2:
This thesis definition is based on students’ points of view. Some of them find
thesis writing to be an interesting and thrilling assignment, which helps
demonstrate their knowledge and skills. But some students consider such task
as thesis writing to be a real challenge for them. They should do a lot. They
spend their time and become nervous when they start writing a thesis. So, this
definition of a thesis seems rather pessimistic, don’t you think so?
Definition of a thesis, variant 3:
Thesis writing requires a lot of practice and researches. In order to prove your
ideas, you are to make an investigation to gather needed information for your
thesis. You should use different sources and analyze information you have
found. This definition of a thesis is more practical.
Definition of thesis, variant 4:
One of the most optimistic definitions of a thesis is the next one. Imagine that
you have a right to create your own research, give birth to your ideas and
develop them. Everything is in your hands. And you can be a creator of your
ideas and dreams.
Definition of thesis, variant 5:
Thesis :
A position or proposition which a person advances and offers to maintain, or
which is actually maintained by argument.
Hence, an essay or dissertation written upon specific or definite theme;
especially, an essay presented by a candidate for a diploma or degree.
An affirmation, or distinction from a supposition or hypothesis.
The accented part of the measure, expressed by the downward beat; -- the
opposite of arsis.
The depression of the voice in pronouncing the syllables of a word.

11

The part of the foot upon which such a depression falls.
Definition of thesis, variant 6:
What is a thesis:
1.A thesis is a proposition that is maintained by argument.
2.A good thesis statement declares what you believe and what you intend to
prove.
3.A thesis is a statement or theory that is put forward as a premise to be
maintained or proved.
4.A thesis is a proposition stated or put forward for consideration, esp. one to
be discussed and proved or to be maintained.
Definition of thesis, variant 7:
A thesis (from Greek θέσις position) is an intellectual proposition. A thesis
statement is the statement that begins a formal essay or argument, or that
describes the central argument of an academic paper or proposition.
In academia, a thesis or dissertation is a document that presents the author's
research and findings and is submitted in support of candidature for a degree
or professional qualification.[

Definition of dissertation
A dissertation (also called thesis or disquisition) is a document that presents
the author's research and findings and is submitted in support of candidature
for a degree or professional qualification. The word "thesis" comes from the
Greek θέσις, meaning "position", and refers to an intellectual proposition.
"Dissertation" comes from the Latin dissertātiō, meaning "discourse." In
some countries/universities, the word thesis is used as part of a Bachelors or
Masters course, while dissertation is normally applied to a Doctorate.
Electronic versions of theses or dissertations are often called ETDs
Dissertation definition as explained in a dictionary stands for “an extended
treatise, especially one written for a doctoral degree” (Pg. 254; Random
House Dictionary). But it requires a far more detailed and varied approach
because of the numerous technicalities involved in the presentation of the
thesis. A dissertation is where the scholar collates all the information and
rationale of his research work, his acknowledgements to those who have
contributed toward his effort and citations of work he used in his paper
among others.
Definition of a dissertation, variant 1:
A lengthy, formal treatise, especially one written by a candidate for the
doctoral degree at a university; a thesis.
A formal and lengthy discourse or treatise on some subject, esp. one based on
original research and written in partial fulfillment of requirements for a
doctorate.

12

Definition of a dissertation, variant 2:
Dissertation - a treatise advancing a new point of view resulting from
research; usually a requirement for an advanced academic degree
thesis
treatise - a formal exposition.
Definition of a dissertation, variant 3:
1.A formal, lengthy exposition of a topic: discourse, disquisition, treatise.
2.A thorough, written presentation of an original point of view: thesis.
3. A long piece of writing on a particular subject, especially one written for
a university degree.
Definition of a dissertation, variant 4:
A dissertation is a document that is presented by scholars pursuing their
doctoral degrees but it can also mean a research project at the post-graduate
or under-graduate level. The differences lie in scale insofar as a doctoral
dissertation could be as long as 500 pages while those of the post-graduate or
under-graduate levels could be around 250 pages and 60 pages respectively.
It really has been a question of culture about what a university or universities
in particular regions call a research paper. The terms theses and document
appear to have been used in a flexible manner almost everywhere and both
convey the same meaning.
Definition of a dissertation, variant 5:
What is dissertation?
What is dissertation and what are their impacts in creating an era for good
writing techniques which one would follow for long is always a question for
all beings. The very meaning contemplates the organization of deep thoughts
and its classification of the dynamic ideas and finally its presentation into
meaningful form. The topic, subject involved and other secondary thoughts
are quite a degree less for the paper. The primary purpose is the meaningful
representation of thoughts.
The primary factors make the dissertation defined and professional in nature.
An outstanding piece of writing accounts for greater integration of thoughts
and supporting factors which includes the references and thus makes the
paper strong and provocative. The beginning of the paper must include the
various components which make it stand and allow it to speak by itself. The
article must include a title page which would include the topics statement and
the purpose for which they have been taken up.

13

2.2. Proposal Penelitian
Sebelum memulai penulisan karya ilmiah, hal-hal yang perlu
disiapkan adalah topik tulisan yang sudah jelas, perumusan masalah
(research question) yang pasti, dan sumber-sumber informasi yang
menunjang. Dengan berbekal tiga hal tersebut, proposal penelitian dapat
disusun untuk memberikan gambaran awal dari penelitian yang akan
dilakukan.
Proposal atau usulan penelitian diperlukan untuk mengawali suatu
kegiatan penelitian. Proposal penelitian tesis dan disertasi harus dikaji dan
dievaluasi oleh pembimbing dan penguji. Untuk memperlancar evaluasi atau
kajian, proposal perlu mengikuti format tertentu dalam hal susunan isi,
pengetikan, dan pengesahan (yang diminta oleh pembimbing atau evaluator).
2.2.1. Penelitian Kualitatif
Penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan gejala secara holistikkontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan
memanfaatkan diri-peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif
bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan
induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam
penelitian kualitatif. Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk
laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam
bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan cirriciri naturalistic yang penuh keotentikan.
Proposal Penelitian Kualitatif
1. Konteks Penelitian atau Latar Belakang
Bagian ini memuat uraian tentang latar belakang penelitian, untuk
maksud apa peelitian ini dilakukan, dan apa/siapa yang mengarahkan
penelitian.
2. Fokus Penelitian atau Rumusan Masalah
Fokus penelitian memuat rincian pernyataan tentang cakupan atau
topik-topik pokok yang akan diungkap/digali dalam penelitian ini. Apabila
digunakan istilah rumusan masalah, fokus penelitian berisi pertanyaanpertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian dan alasan diajukannya
pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui gambaran
apa yang akan diungkapkan di lapangan. Pertanyaan-pertanyaan yang
diajukan harus didukung oleh alasan-alasan mengapa hal tersebut
ditampilkan.
Alasan-alasan ini harus dikemukakan secara jelas, sesuai dengan sifat
penelitian kualitatif yang holistik, induktif, dan naturalistik yang berarti

14

dekat sekali dengan gejala yang diteliti. Pertanyaan-pertanyaan tersebut
diajukan setelah diadakan studi pendahuluan di lapangan.
3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan sasaran hasil yang ingin dicapai dalam
penelitian ini, sesuai dengan fokus yang telah dirumuskan.
4. Landasan Teori
Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian
sesuai dengan kenyataan di lapangan. Selain itu landasan teori juga
bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan
sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar
antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian
kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori
menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori
yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari
data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir
dengan suatu “teori”.
5. Kegunaan Penelitian
Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian
terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam
arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi
alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraian dalam bagian ini
diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang
dipilih memang layak untuk dilakukan.
6. Metode Penelitian
Bab ini memuat uraian tentang metode dan langkah-langkah penelitian
secara operasional yang menyangkut pendekatan penelitian, kehadiran
peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis
data, pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.
a. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Peneliti perlu menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah
pendekatan kualitatif, dan menyertakan alasan-alasan singkat mengapa
pendekatan ini digunakan. Selain itu juga dikemukakan orientasi teoretik,
yaitu landasan berfikir untuk memahami makna suatu gejala, misalnya
fenomenologis, interaksi simbolik, kebudayaan, etnometodologis, atau kritik
seni (hermeneutik). Peneliti juga perlu mengemukakan jenis penelitian yang
digunakan apakah etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif,
ekologis, partisipatoris, penelitian tindakan, atau penelitian kelas.
b. Kehadiran Peneliti
Peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data.
Instrumen selain manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas

15

sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen. Oleh karena itu,
kehadiran peneliti di lapangan untuk penelitian kualitatif mutlak diperlukan.
Kehadiran peneliti ini harus dilukiskan secara eksplisit dalam laopran
penelitian. Perlu dijelaskan apakah peran peneliti sebagai partisipan penuh,
pengamat partisipan, atau pengamat penuh. Di samping itu perlu disebutkan
apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subjek
atau informan.
c. Lokasi Penelitian
Uraian lokasi penelitian diisi dengan identifikasi karakteristik lokasi
dan alasan memilih lokasi serta bagaimana peneliti memasuki lokasi
tersebut. Lokasi hendaknya diuraikan secara jelas, misalnya letak geografis,
bangunan fisik (jika perlu disertakan peta lokasi), struktur organisasi,
program, dan suasana sehari-hari. Pemilihan lokasi harus didasarkan pada
pertimbangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian dengan
topik yang dipilih. Dengan pemilihan lokasi ini, peneliti diharapkan
menemukan hal-hal yang bermakna dan baru. Peneliti kurang tepat jika
megutarakan alasan-alasan seperti dekat dengan rumah peneliti, peneliti
pernah bekerja di situ, atau peneliti telah mengenal orang-orang kunci.
d. Sumber Data
Jenis data, sumber data, dan teknik penjaringan data harus dapat
dijelaskan secara terinci dan memadai. Uraian tersebut meliputi data apa saja
yang dikumpulkan, bagaimana karakteristiknya, siapa yang dijadikan subjek
dan informan penelitian, bagaimana ciri-ciri subjek dan informan itu, dan
dengan cara bagaimana data dijaring, sehingga kredibilitasnya dapat dijamin.
Misalnya data dijaring dari informan yang dipilih dengan teknik bola salju
(snowball sampling).
Istilah pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif harus
digunakan dengan penuh kehati-hatian. Dalam penelitian kualitatif tujuan
pengambilan sampel adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak
mungkin, bukan untuk melakukan rampatan (generalisasi). Pengambilan
sampel dikenakan pada situasi, subjek, informan, dan waktu.
e. Prosedur Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan harus dapat diuraikan
secara jelas, misalnya observasi partisipan, wawancara mendalam, dan
dokumentasi. Ada dua dimensi makna perekaman data, yaitu fidelitas dan
struktur. Fidelitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata dari lapangan
dapat disajikan (rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi,
sedangkan catatan lapangan memiliki fidelitas kurang). Dimensi struktur
menjelaskan sejauh mana wawancara dan observasi dilakukan secara
sistematis dan terstruktur. Hal-hal yang menyangkut jenis rekaman, format
ringkasan rekaman data, dan prosedur perekaman diuraikan pada bagian ini.
Selain itu dikemukakan cara-cara untuk memastikan keabsahan data dengan
triangulasi dan waktu yang diperlukan dalam pengumpulan data.

16

f. Analisis Data
Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan dan pengaturan
secara sistematis transkrip-transkrip wawancara, catatan lapangan dan
bahan-bahan lain agar peneliti dapat menyajikan temuannya. Analisis ini
melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintesis data serta
pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan penentuan apa yang
dilaporkan. Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan selama dan
setelah pengumpulan data, dengan teknik-teknik misalnya analisis domain,
analisis taksonomis, analisis komponensial, dan analisis tema. Dalam hal ini
peneliti dapat menggunakan statistik nonparametrik, logika, etika, atau
estetika. Dalam uraian tentang analisis data ini supaya diberikan contoh yang
operasional, misalnya matriks dan logika.
g. Pengecekan Keabsahan Temuan
Bagian ini memuat uraian tentang usaha-usaha peneliti untuk
memperoleh keabsahan temuannya. Agar diperoleh temuan dan interpretasi
yang absah, maka perlu diteliti kredibilitasnya dengan menggunakan teknikteknik perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi yang
diperdalam, triangulasi (menggunakan beberapa sumber, metode, peneliti,
teori), pembahasan sejawat, analisis kasus negatif, pelacakan kesesuaian
hasil, dan pengecekan anggota. Selanjutnya perlu dilakukan pengecekan
dapat-tidaknya ditransfer ke latar lain (transferr-ability), ketergantungan
pada konteksnya (depend-ability), dan dapat-tidaknya dikonfirmasikan
kepada sumbernya (confirm-ability) .
h. Tahap-tahap Penelitian
Bagian ini menguraikann proses pelaksanaan penelitian mulai dari
penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya,
sampai pada penulisan laporan.
2.2.2. Penelitian Kuantitatif
Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif-induktif, berangkat
dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, atau pemahaman peneliti
berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan - permasalahan penelitian beserta pemecahan-pemecahannya yang
diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan
data empiris di lapangan.
Proposal Penelitian Kuantitatif
1. Latar Belakang Masalah
Kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoretik
ataupun kesenjangan praktis yang melatar-belakangi masalah yang diteliti.

17

Masalah penelitian dapat diuraikan secara ringkas meliputi dasar-dasar teori,
hasil-hasil penelitian sebelumnya, kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah
atau pengalaman / pengamatan pribadi peneliti yang terkait erat dengan
masalah yang diteliti.
2. Rumusan Masalah
Perumusan masalah penelitian merupakan upaya untuk menyatakan
secara tersurat pertanyaan-pertanyaan penelitian yang akan dicarikan
jawabannya. Rumusan masalah penelitian merupakan pernyataan yang
lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang diteliti berdasarkan
identifikasi dan pembatasan masalah. Rumusan masalah penelitian dapat
disusun secara singkat, padat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimat
tanya. Rumusan masalah penelitian harus dapat menampakkan variabelvariabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel
tersebut, dan subjek penelitian. Selain itu, rumusan masalah hendaknya
dapat diuji secara empiris, dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data
untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.
3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian mengungkapkan sesuatu yang ingin dicapai dalam
penelitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan
masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya.
Masalah penelitian dapat dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya,
sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat
pernyataan. Contoh: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keeratan
hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajarnya
dalam matapelajaran Matematika.
4. Hipotesis Penelitian
Tidak semua penelitian kuantitatif menyajikan hipotesis penelitian.
Penelitian kluantitatif yang bersifat eksploratoris dan deskriptif biasanya
tidak menyajikan hipotesis. Oleh karena itu sub-bab hipotesis penelitian
tidak harus ada dalam proposal tesis atau disertasi. Secara prosedural
hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka,
karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan
teoretis yang diperoleh dari kajian pustaka. Hipotesis merupakan jawaban
sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling
mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Namun secara teknis,
hipotesis penelitian dicantumkan dalam Bab I (Bab Pendahuluan) agar
hubungan antara masalah yang diteliti dan kemungkinan jawabannya
menjadi lebih jelas. Atas dasar inilah, maka di dalam latar belakang masalah
sudah harus ada paparan tentang kajian pustaka yang relevan dalam
bentuknya yang ringkas.
Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional.
Artinya, dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan
atau perbedaan antarvariabel, melainkan telah ditunjukan sifat hubungan

18

atau keadaan perbedaan itu. Contoh: Ada hubungan positif antara tingkat
kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran
Matematika.
Jika dirumuskan dalam bentuk perbedaan menjadi: Siswa SMP yang
tingkat kecerdasannya tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi
dalam matapelajaran Matematika dibandingkan dengan siswa yang tingkat
kecerdasannya sedang. Rumusan hipotesis yang baik hendaknya: (a)
menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih, (b) dituangkan dalam
bentuk kalimat pertanyaan, (c) dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas,
(d) dapat diuji secara empiris.
5. Kontribusi Penelitian
Kontribusi penelitian dapat dipandang dari sudut pengembangan ilmu
atau dari sudut pandang pelaksanaan pembangunan. Dengan kata lain, uraian
nya meliputi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraian ini
diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian memang layak untuk
dilakukan.
6. Asumsi Penelitian (jika diperlukan)
Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal
yang dijadikan pijakan berfikir dan bertindak dalam melaksanakan
penelitian. Misalnya, diasumsikan bahwa sikap seseorang dapat diukur
dengan menggunakan skala sikap. Dalam hal ini tidak perlu pembuktian
kebenaran hal yang diasumsikannya itu, tetapi dapat langsung memanfaatkan
hasil pengukuran sikap yang diperolehnya. Asumsi dapat bersifat substantif
atau metodologis. Asumsi substantif berhubungan dengan permasalahan
penelitian, sedangkan asumsi metodologis berkenaan dengan metodologi
penelitian.
7. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
Ruang lingkup penelitian dapat meliputi variabel-variabel yang
diteliti, populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. Uraian juga
meliputi penjabaran variabel menjadi subvariabel beserta indikatorindikatornya. Keterbatasan penelitian tidak harus ada dalam tesis, dan
disertasi. Namun, keterbatasan seringkali diperlukan agar pembaca dapat
menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada. Keterbatasan
penelitian menunjuk kepada suatu keadaan yang tidak dapat dihindari dalam
penelitian. Keterbatasan yang sering dihadapi menyangkut dua hal. Pertama,
keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksa dilakukan karena alasanalasan prosedural, teknik penelitian, ataupun karena faktor logistik. Ke dua,
keterbatasan penelitian berupa kendala yang bersumber dari adat, tradisi,
etika dan kepercayaan yang tidak memungkinkan bagi peneliti untuk
mencari data.

19

8. Definisi Istilah atau Definisi Operasional
Definisi istilah atau definisi operasional variabel diperlukan apabila
dikhawatirkan akan timbul tafsir-beda atau kekurang-jelasan makna. Istilah
yang perlu diberi diuraikan adalah istilah-istilah yang berhubungan dengan
konsep-konsep atau variabel penting. Kriteria konsep-penting adalah jika
konsep tersebut terkait erat dengan masalah yang diteliti atau variabel
penelitian. Definisi istilah disampaikan secara langsung, dalam arti tidak
perlu diuraikan asal-usulnya. Definisi istilah lebih dititik-beratkan pada
pengertian operasional yang diberikan oleh peneliti.
Definisi istilah dapat berbentuk definisi operasional variabel yang
akan diteliti. Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifatsifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati. Secara tidak langsung
definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok
digunakan atau mengacu pada bagaimana mengukur suatu variabel. Contoh
definisi operasional dari variabel “prestasi aritmatika” adalah kompetensi
dalam bidang aritmatika yang meliputi menambah, mengurangi, mengalikan,
membagi, dan menggunakan desimal. Penyusunan definisi operasional perlu
dilakukan karena teramatinya konsep atau konstruk akan memudahkan
pengukurannya. Penyusunan definisi operasional juga memungkinkan
peneliti lain melakukan hal yang serupa sehingga apa yang dilakukan oleh
peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh peneliti lain.
9. Metode Penelitian
Uraian dalam bab metode penelitian biasanya mencakup aspek (1)
rancangan penelitian, (2) populasi dan sampel, (3) instrumen penelitian, (4)
pengumpulan data, dan (5) analisis data.
a. Rancangan Penelitian
Rancangan atau desain penelitian yang digunakan perlu dijelaskan
serinci mungkin, terutama dalam penelitian eksperimental. Rancangan
penelitian diartikan sebagai strategi mengatur latar penelitian agar peneliti
memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan
penelitian. Dalam penelitian eksperimental, rancangan penelitian yang
dipilih adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan
variabel-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabelvariabel terikat. Pemilihan rancangan penelitian dalam penelitian
eksperimental selalu mengacu pada hipotesis yang akan diuji. Pada
penelitian non-eksperimental, bahasan dalam sub-bab rancangan penelitian
berisi penjelasan tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dari tujuan
dan sifatnya; apakah penelitian eksploratoris, deskriptif, eksplanatoris,
survai, atau penelitian historis, korelasional, dan komparasi kausal. Di
samping itu, dalam bagian ini dijelaskan pula variabel-variabel yang
dilibatkan dalam penelitian serta sifat hubungan antara variabel-variabel
tersebut.

20

b. Populasi dan Sampel
Istilah populasi dan sampel lazim digunakan jika penelitian
mengambil sampel sebagai subjek penelitian. Akan tetapi jika penelitian
dilakukan pada seluruh populasi, lebih cocok digunakan istilah subjek
penelitian, terutama dalam penelitian eksperimental. Dalam survai, sumber
data lazimnya disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut
informan atau subjek, tergantung pada cara pengambilan datanya. Penjelasan
yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian sangat diperlukan agar
besarnya sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat.
Tujuannya adalah agar sampel yang dipilih benar-benar representatif, dalam
arti dapat mencerminkan keadaan populasinya secara tepat dan akurat. Kerepresentatif-an sampel merupakan kriteria terpenting dalam pemilihan
sampel dalam hubungannya dengan generalisasi hasil-hasil penelitian. Jika
keadaan sampel berbeda dengan kakarteristik populasinya, maka semakin
besar kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya. Hal-hal yang perlu
diuraikan tentang Populasi dan Sampel adalah (a) identifikasi dan batasanbatasan tentang populasi atau subjek penelitian, (b) prosedur dan teknik
pengambilan sampel, dan (c) besarnya sampel.
c. Instrumen penelitian
Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti.
Uraian juda diperlukan tentang prosedur pengembangan instrumen
pengumpulan data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam
penelitian. Dengan cara ini akan terlihat apakah instrumen yang digunakan
sesuai dengan variabel yang diukur, paling tidak ditinjau dari segi isinya.
Instrumen yang baik juga harus memenuhi persyaratan reliabilitas. Dalam
tesis dan disertasi, harus ada bagian yang menjelaskan proses validasi
instrumen. Apabila instrumen yang digunakan tidak dibuat sendiri oleh
peneliti, tetap ada kewajiban untuk melaporkan tingkat validitas dan
reliabilitas instrumen yang digunakan. Hal lain yang perlu diungkapkan
dalam instrumen penelitian adalah cara pemberian skor atau kode terhadap
masing-masing butir pertanyaan / pernyataan. Untuk alat dan bahan harus
disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan
karakteristik bahan yang dipakai.
Dalam ilmu eksakta istilah instrumen penelitian kadangkala
dipandang kurang tepat karena belum mencakup keseluruhan hal yang
digunakan dalam penelitian. Oleh karena itu, sub-bab instrumen penelitian
lazimnya diganti dengan Alat dan Bahan.
d. Pengumpulan Data dan Informasi
Bagian ini menguraikan (a) langkah-langkah yang ditempuh dan
teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, (b) kualifikasi dan jumlah
petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data, serta (c) jadwal waktu
pelaksanaan pengumpulan data. Jika peneliti menggunakan orang lain
sebagai pelaksana pengumpulan data, perlu dijelaskan cara pemilihan serta
upaya mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas.

21

e. Analisis Data
Jenis dan model analisis statistik yang digunakan dapat beragam.
Dilihat dari metodenya, ada dua jenis statistik yang dapat dipilih, yaitu
statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dalam hal statistik inferensial
terdapat statistik parametrik dan statistik nonparametrik. Pemilihan jenis
analisis data sangat ditentukan oleh jenis datanya dengan tetap berorientasi
pada tujuan pnelitian atau hipotesis penelitian. Oleh karena itu, hal pokok
yang harus diperhatikan dalam analisis data adalah ketepatan teknik
analisisnya, bukan kecanggihannya. Beberapa teknik analisis statistik
parametrik memang lebih canggih dan karenanya mampu memberikan
informasi yang lebih akurat jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis
dalam statistik nonparametrik. Penerapan statistik parametrik secara tepat
harus memenuhi beberapa persyaratan (asumsi), sedangkan penerapan
statistik nonparametrik tidak menuntut persyaratan tertentu.
Di samping penjelasan tentang jenis atau teknik analisis data yang
digunakan, perlu juga dijelaskan alasan pemilihannya. Apabila teknik
analisis data yang dipilih sudah cukup dikenal, maka pembahasannya tidak
perlu dilakukan secara mendalam. Sebaliknya, jika teknik analisis data yang
digunakan tidak sering digunakan (kurang populer), maka uraian tentang
analisis ini perlu diberikan secara lebih rinci. Apabila dalam analisis ini
digunakan komputer perlu disebutkan software-nya, misalnya SPSS for
Windows.
10. Landasan Teori
Dalam penelitian, pendugaan atau jawaban sementara terhadap suatu
masalah haruslah menggunakan teori-teori sebagai dasar argumentasi dalam
mengkaji persoalan. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh jawaban yang dapat
diandalkan. Sebelum mengajukan hipotesis, peneliti wajib mengkaji teoriteori dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang diteliti
yang dipaparkan dalam Landasan Teori atau Kajian Pustaka. Untuk tesis dan
disertasi, teori yang dikaji tidak hanya teori yang mendukung, tetapi juga
teori yang bertentangan dengan kerangka berpikir peneliti. Kajian pustaka
memuat dua hal pokok, yaitu deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang
diteliti dan kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi
atas hipotesis.
Untuk dapat memberikan deskripsi teoritis terhadap variabel yang
diteliti, diperlukan adanya kajian teori yang mendalam. Selanjutnya,
argumentasi atas hipotesis yang diajukan menuntut peneliti untuk
mengintegrasikan teori yang dipilih sebagai landasan penelitian dengan hasil
kajian mengenai temuan penelitian yang relevan. Pembahasan terhadap hasil
penelitian tidak dilakukan secara terpisah dalam satu sub-bab tersendiri.
Bahan-bahan kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti
jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks,
makalah, laporan seminar dan diskusi ilmiah, terbitan-terbitan resmi
pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Akan lebih baik jika kajian teoritis
dan telaah terhadap temuan-temuan penelitian didasarkan pada sumber

22

kepustakaan primer, yaitu bahan pustaka yang isinya bersumber pada
temuan penelitian. Sumber kepustakaan sekunder dapat dipergunakan
sebagai penunjang. Berdasarkan kajian pustaka dapatlah diidentifikasi posisi
dan kontribusi penelitian yang sedang dilakukan dalam konteks
permasalahan yang lebih luas serta sumbangan yang mungkin dapat
diberikan kepada perkembangan ilmu pengetahuan terkait. Pada bagian akhir
kajian pustaka dalam tesis dan disertasi perlu ada bagian tersendiri yang
berisi penjelasan tentang pandangan atau kerangka berpikir yang digunakan
peneliti berdasarkan teori-teori yang dikaji.
Pemilihan bahan pustaka yang dikaji didasarkan pada dua kriteria,
yakni (1) prinsip kemutakhiran (kecuali untuk penelitian historis) dan (2)
prinsip relevansi. Prinsip kemutakhiran penting karena ilmu berkembang
dengan cepat. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode mungkin sudah
ditinggalkan pada periode berikutnya. Dengan prinsip kemutakhiran, peneliti
dapat berargumentasi berdasar teori-teori yang pada waktu itu dipandang
paling representatif. Hal serupa berlaku juga terhadap telaah laporan-laporan
penelitian. Prinsip relevansi diperlukan untuk menghasilkan kajian pustaka
yang erat kaitannya dengan masalah yang diteliti.

23

BAB III
BAGIAN-BAGIAN PROPOSAL PENELITIAN
Karya ilmiah yang berupa proposal penelitian tesis dan disertasi
lazimnya dibagi menjadi tiga bagian yaitu: bagian awal, bagian utama dan
bagian akhir.
3.1. Bagian Awal
Bagian awal terdiri atas:
 Sampul
 Halaman judul
 Halaman pengesahan
 Halaman kata pengantar
 Halaman daftar isi
 Halaman daftar tabel
 Halaman daftar gambar
 Halaman daftar lampiran
 Halaman daftar simbol, singkatan, dan definisi.
3.2. Bagian Utama Proposal
Bagian utama suatu proposal penelitian tesis d