Tinjauan Kondisi Sosial Ekonomi Penarik Becak di Lingkungan Universitas Sumatera Utara

84

LAMPIRAN – LAMPIRAN
HASIL WAWANCARA
Informan 1
1.

Sejak kapan anda berprofesi sebagai penarik becak?
“Bapak jadi tukang becak dari tahun ’67-an nak”

2.

Mengapa anda memilih penarik becak sebagai pekerjaan anda?
“dulu kan bapak dari perbaungan, disana bapak gak ada kerja jadi
merantaulah ke medan, udah merantau adalah kenalan bapak, diajak buat
narik becak, ya udah sampai sekarang jadi penarik becak.”

3.

Mengapa anda memilih kawasan USU sebagai daerah operasional anda?
”kenapa disini ya karena banyak mahasiswanya, walau ada bus USU yang

sering lewat juga, tapi ada juga kan mahasiswa yang mau cepat, jadi narik
becak”.

4.

Dalam pekerjaan anda, adakah wilayah operasional lain yang sering anda
kunjungi selain dikawasan USU?
“gak ada nak, bapak nariknya cuman di USU ini aja”

5.

Selain menjadi penarik becak, adakah jenis pekerjaan lain yang anda
kerjakan?
“Cuman narik becak dek, gak pernah kerjain yang lain. Orang Cuma tamat
SD bisanya apa kan? lagian bapak taunya cuman bawa becak. Kalaupun

Universitas Sumatera Utara

85


ada kerjaan lain ya maunya dagang, itupunkalau ada modal. Kalau seperti
saya ini mau dapat modal darimana lagi, sudah tua bapak”.
6.

Berapa pendapatan anda dalam satu hari?
“sehari biasanya dapat 70 ribu.”

7.

Bagaimana status kepemilikan becak yang anda pakai?
“Sudah punya saya sendiri ini bapak gak bayar sewa (becak) lagi. Dulu pas
baru-baru narik becak aja bapak bayar sewa. Sekarang udah punya
sendirilah.”

8.

Dalam keluarga anda, berapa jumlah tanggungan yang anda harus
tanggung?
“jumlah tanggungan cuman satu nak, cuman satu anak bapak. Kalau anak
saya saya sekolahkan sampe SMK, biar gak kayak saya nasibnya”.


9.

Berapa kali anda dan keluarga makan dalam satu hari?
“Makan ya kayak biasalah, tiga kali sehari”

10.

Apa menu harian yang biasa anda konsumsi?
“lauknya paling ikan aja gak pake sayur, yang tujuhpuluh tadi dicukupcukupin nak. Kalaupun ada uang lebih itu beli sayur yang murah-murah aja
kayak kangkung, biasanya sayurnya itu kalau dirumah.”

11.

Berapa pasang pakaian yang anda punya?
“adalah nak, gak banyak, paling-paling sepuluh pasanglah.”

Universitas Sumatera Utara

86


12.

Apakah anda memiliki pakaian khusus untuk pergi ke acara formal?
“ke undangan pun jarang nak, ke pesta palingan kalau memang harus
kalilah, bajunya yg biasa-biasa aja yang penting rapih. Gak ada itu bajubaju khusus, gak ada uang belinya, hahaha”.

13.

Berapa kali dalam setahun anda membeli pakaian baru?
“Kalau beli baju baru bapak gak pernah beli baru, monzalah, itu yang
murah, itupun sekali setahun kalau ada uang, yang penting ada ganti
pakaian yang udah gak terpake lagi”.

14.

Jika dalam jangka waktu satu hari bapak tidak mendapatkan penumpang,
apa yang anda lakukan untuk menafkahi keluarga?
“kalau gak dapat penumpang ya terpaksa ngutanglah di kede, kalau besok
ada dapat ya bayar, gitu terus-terus nak istilahnya gali lobang tutup

lobang. Kalau ada (uang) bayar, kalau gak dapat juga ya ngutang lagilah”.

15.

Apa hambatan yang sering anda alami ketika melaksanakan profesi anda?
“hambatannya ya inilah, selama ada ojek-ojek ini, online ini,itulah yang
bikin sekarang berkurang sewa, sewa-sewa yang jauh udah diambil orang
itu. Udah pernah didemon, gak jalan demonnya, masih jalan aja orang itu
karena orang itu memang sudah kuat dari atasnya”.

16.

Bagaimana anda memecahkan masalah tersebut?
Udah pernah didemon, gak jalan demonnya, masih jalan aja orang
itukarena orang itu memang sudah kuat dari atasnya”.

Universitas Sumatera Utara

87


17.

Selama menjalani profesi sebagai penarik becak, apakan anda bisa
menyisihkan sebagian pendapatan anda untuk menabung?
“gak bisa nabung bapak nak, dapatnya juga sikit pas-pas-an, kalau ada
uang sedikitpun ya nyicil utang dikede.”

18.

Apakah anda memiliki investasi lain selain uang?
Kalau investasi lain gak ada nak, bapak cuman punya rumah sama becak
ini aja nak. Rumah bapak kecilnya nak itupun ya setengah tembok setengah
papan, yang pentingkan punya sendiri kan nak?”

19.

Apakah anda pernah mendapatkan bantuan dari instansi atau dinas-dinas
terkait dalam memajukan usaha dan profesi yang anda jalani?
“gak pernah nak, gak pernah dapat bantuan, kalau cita-cita ya ada nak,
kalau ada modal ya berdaganglah nak, capek jadi tukang becak”.


Informan 2
1.

Sejak kapan anda berprofesi sebagai penarik becak?
“Saya udah hampir tujuh tahun dek narik becak”

2.

Mengapa anda memilih penarik becak sebagai pekerjaan anda?
“cuman ini yang bisa dikerjakan, gak ada kerjaan lain, lagianpun kami
inikan gak tamat sekolahkan, siapa yang nerima kan gitu?”

3.

Mengapa anda memilih kawasan USU sebagai daerah operasional anda?
“kenapa di USU ya karena disini banyak sewa dan juga banyak temanteman yang jadi tukang becak juga disini, dulu pas lagi gak punya kerja,

Universitas Sumatera Utara


88

saya diajakin sama teman-teman buat narik becak di USU ya makin lama
makin keterusankan daripada gak ada kerjaan lagi”.
4.

Dalam pekerjaan anda, adakah wilayah operasional lain yang sering anda
kunjungi selain dikawasan USU?
“Saya kan tinggalnya di Simalingkar B, disitu sedikit sewanya, karena udah
ada angkutan umum juga masuk kesanakan, mungkin ongkosnya lebih
murah, jadi sedikit yang mau naik becak ini. Gak pernah nyari ditempat
lain disini-sini aja, paling kalau keluarlah ngantar penumpang dari USU
baru balik kesini lagi.”.

5.

Selain menjadi penarik becak, adakah jenis pekerjaan

lain yang anda


kerjakan?
“Gak ada dek, cuman jadi tukang becak aja.”
6.

Bagaimana status kepemilikan becak anda?
“kalau becak ini udah punya sendiri dek, dulu belinya pas lagi ada uang
sedikitkan, daripada gak ada kerjaan diajak kawan pulak narik becak ya
dibelilah becaknya. Makanya sampe sekarang dirawat bagus-bagus biar
gak cepat rusak, kalau rusakkan uang darimana bagusinya. Lagian pun
kalau gak dibagusin nanti, saya gak bisa narik becak. Gimana kami mau
makan nanti kan gitu?”

Universitas Sumatera Utara

89

7.

Berapa pendapatan anda dalam satu hari?
“ya semenjak ada gojek sama grab ini paling-paling bawa 30 ribu

kerumah, sebelumnya bisa dibawa 70 ribu kerumah dek, semua sewa udah
habis diborong orang itu dek, macam sekarang inilah pigi-pigi kan udah
orang itu (gojek dan Grab) aja yang dipanggil pake handphone”.

8.

Dalam keluarga anda, berapa jumlah tanggungan yang anda harus
tanggung?
“jumlah tanggungan 4 lah, orangtua ikut satu diluar saya ya.

9.

Berapa kali anda dan keluarga makan dalam satu hari?
“Kalau makan pasti 3 kalilah ya kan. Cemanalah dek cuman 30 ribu, ya
harus dicukup-cukupin lah. Apalagi sekarang ini baham pokok naik semua,
makan seadanya ajalah dek, asal kenyanglah gitu”..”

10.

Apa menu harian yang biasa anda konsumsi?

“lauknya paling tahu, tempe, paling tinggi itu udah telurlah. Kadang pake
sayur, kadang enggak. Seberapa yang cukuplah yang dapat dari becak ini
daripada mencuri kan dek”.

11.

Berapa pasang pakaian yang anda punya?
“sampe pakaian juga ditanya ya? delapan pasang kira-kira, gak tau juga
pastinya dek.”

Universitas Sumatera Utara

90

12.

Apakah anda memiliki pakaian khusus untuk pergi ke acara formal?
“gak ada dek, kalau dibilang pesta, saya dibilang jarang kepesta dek
makanya gak ada baju khususnya, karena kan keluarga saya di Nias semua,
ada pun undangan kan datang kerumah, saya gak pigi, karena kalau kita
kepesta kan harus isi amplop juga kan dek, keluar lagi uang, padahal kita
lagi butuh sama uang”.

13.

Berapa kali dalam setahun anda membeli pakaian baru?
“Boro-boro beli pakaian dek, untuk makan sehari-hari aja kurang. Beli baju
pun paling bajunya anak-anak, baju sekolahnya kan, kalau baju sehariharinya misalnya kalau gak muat lagi ya punya abangnya dipake”.

14.

Jika dalam jangka waktu satu hari bapak tidak mendapatkan penumpang,
apa yang anda lakukan untuk menafkahi keluarga?
“ya mestilah, haruslah sampe malam, kalau gak dapat ya gak makan dek,
kalau hambatannya paling kalau sakitlah dek, kadang becak juga yang
rusak, kadang mati, kadang laharnya yang pecah, bannya yang pecah,
apalagi sekarang udah ada gojek sama grab ini. Semenjak ada gojek sama
grab ini ya harus lebih sering keliling USU dek cari sewa. Kalau nunggununggu kayak gini terus, sedikit dapat dek. Kemarin juga udah didemon ke
pemerintah, sama aja, kalau kita main hakim sendiri kan gak bisa,
tergantung pemerintahnya kalau orang itu peduli sama tukang becak ya
terserah orang itu kalau enggak ya sudahlahapalagi ya kan?. Kita buat
masalah kan kita juga yang kenak ”.

Universitas Sumatera Utara

91

15.

Apa hambatan yang sering anda alami ketika melaksanakan profesi anda?
“paling-palingan kalau sakitlah ya, gak bisa narik, baru kendaraan rusak,
sama grab-grab inilah. Kalau Bus USU kan itu dari kampus, tapi tetap
berpengaruh juga”

16.

Bagaimana anda memecahkan masalah tersebut?
“Kalau Bus USU dibilang berpengaruh ya pastilah, tapi itukan dari
kampus, gak mungkin digubris. Tapi itupun pengaruhnya gak separah
gojek-gojek ini dek. Sejak muncul Gojek sama Grab ini langsung terasa,
berkuranglah untuk yang dibawa kerumah”.

17.

Selama menjalani profesi sebagai penarik becak, apakan anda bisa
menyisihkan sebagian pendapatan anda untuk menabung?
“gak bisa menabunglah dek, menabung 30 ribu sehari dikasih, mana bisa
ditabung itu, hahaha. Mustahil lah itu dek, dirumah aja kurang apalagi
ditabung.

18.

Bagaimana dengan status tempat tinggal anda sekarang?
”gak ada investasi dek, rumah pun masih sewa juga. Kalau gak punya uang
untuk bayar sewa ya pinjam sama orang atau sama keluarga.”

Universitas Sumatera Utara

92

19.

Apabila mengontrak, bagaimana anda memenuhi kewajiban anda sebagai
pengontrak?
“ya gitulah dek, kalau misalnya lagi dapat banyak (uang), sisakan sedikit
untuk bayar kontrakan baru pas tanggal bayarnya gak kewalahan nyari
uang.”

20.

Berapa biaya yang harus anda keluarkan untuk biaya kontrak tempat tinggal
anda?
“kalau sekarang itu bayar kontarakan udah 350 ribu per bulan, saya
ngontraknya perbulan.

21.

Jika anda kekurangan biaya, apa yang anda lakukan?
Kalau gak ada juga ya terpaksa pinjam ke koperasilah. Ada koperasikan?
sekarang ini makin lama makin berutang awak ini ya kan, sekarang udah
makin susahlah”.Tapi saya gak pernah minjam ke bank. Nanti kita
pinjamnya berapa bunganya udah kenak berapa. Paling ya sesama tukang
becak ini, kalau gak ya kenalan lain yang udah dekat kalilah istilahnya.
Kadang mereka suka bantu gak kasih bunga pinjaman gitu, jadi gak terotak
(pusing) mikirin pelunasannya. Kalau memang gak ada yang bisa
dipinjamin lagi ya ke koperasi lah dek”.

22.

Apakah anda pernah berorientasi untuk memiliki tempat tinggal sendiri?
“pastilah semua pasti pengen punya rumah sendiri”

Universitas Sumatera Utara

93

23.

Jika iya, maka apa upaya dan perencanaan anda untuk memenuhi orientasi
tersebut?
“Kalau untuk sekarang bisa dibilang gak mungkin lah ya, soalnya makan
saja udah kurang, dipendam lah dulu itu”

24.

Apakah anda pernah mendapatkan bantuan dari instansi atau dinas-dinas
terkait dalam memajukan usaha dan profesi yang anda jalani?
“Belum pernah dek belum, kartu apapun yang disebarkan Jokowi pun gak
pernah dapat. Kami mintapun sama keplingnya gak bisa, gak ada. Kayak
kartu KIS kan ada itu, Kartu Miskin gak ada. Pokoknya kalau diminta sama
kepling gak ada katanya udah habis padahal masih banyak, kita gak tau ya
kan? ya udahlah kalau gak ada ya gak adalah, apa oleh buat”.

Informan 3
1.

Sejak kapan anda berprofesi sebagai penarik becak?
“sudah lama dek, lupa bapak.”

2.

Mengapa anda memilih penarik becak sebagai pekerjaan anda?
“jadi tukang becak udah jalan terakhir dek, kadang juga menjahit, iya
menjahit juga bapak kalau ada jahitan kalau gak ada baru narik becak
dek.”

3.

Mengapa anda memilih kawasan USU sebagai daerah operasional anda?
“Karena banyak sewa dek, mahasiswa-mahasiswa itu kan, karena
menghindari macet, kalau narik diluar kan dek sering kena macet. Lagian

Universitas Sumatera Utara

94

kan dek kalau di USU kan itu-itu aja tujuannya kayak dari FIB ke Pintu 1
terus balik kepangkalan kalau dapat penumpangpun paling ke fakultas lagi
bisa dibilang jaraknya pendek tapi ongkosnya lumayan”.
4.

Dalam pekerjaan anda, adakah wilayah operasional lain yang sering anda
kunjungi selain dikawasan USU?
“Gak ada, cuman USU aja. Paling kalau mau pulang kerumah lah, ambil
sewa yang searah aja.”

5.

Berapa pendapatan anda dalam satu hari?
”Pendapatannya gak bisa dibilang menentu ya dek, cuman kalau ada
mahasiswa ya seratus-seratus kurang lebih gitulah, kalau ada mahasiswa,
tapi libur ini kami juga ikut libur. Kayak libur semester ini kan, dapat 30
ribu pun sudah lumayan itu. Kendalanya ya libur ini dek, sepi sewa kan,
apalagi ada bus USU sama gojek-gojek ini, tapi cemanalah udah peraturan
dari kampuskan gak mungkin kita lawan.”

6.

Dalam keluarga anda, berapa jumlah tanggungan yang anda harus
tanggung?
“3 lah, istri sama anak”

7.

Berapa kali anda dan keluarga makan dalam satu hari?
“Kalau amkan masih bisa lah dek tiga kali sehari”

8.

Apa menu harian yang biasa anda konsumsi?
“Kalau menunya paling ikan asin gitu, ikan teri, telur, kadang tahu-tempe,”

Universitas Sumatera Utara

95

9.

Berapa pasang pakaian yang anda punya?
“hahahahaha, gak sempat ngitung dek, yang penting masih bisa dipakai

sama bersih udahlah gak usah dihitung-hitung itu. Kalau kira-kiranya ya sekitar
sepuluh pasanglah, ntah kurang ntah lebih gak tau pastilah dek”.
10.

Apakah anda memiliki pakaian khusus untuk pergi ke acara formal?
“Ya adalah, sepasang dua pasang gitu, ya kemeja biasapun yang penting
rapi dan masih bagus”.

11.

Berapa kali dalam setahun anda membeli pakaian baru?
“sekali setahun mungkin, itupun gak baru beli yang monza aja, kan masih
banyak yang bagus. Kayak jacket untuk narik becak kan banyak yang
murah, kemeja atau celana-celana”.

12.

Jika dalam jangka waktu satu hari bapak tidak mendapatkan penumpang,
apa yang anda lakukan untuk menafkahi keluarga?
“ya, dari hasil menjahit dulu dipake sedikit nunggu besoknya narik becak
lagi”

13.

Apa hambatan yang sering anda alami ketika melaksanakan profesi anda
sebagai penarik becak?
“Libur kayak ginilah dek, dapatnya sedikit, baru gojek sama grab ini, itulah
paling”

Universitas Sumatera Utara

96

14.

Bagaimana anda memecahkan masalah tersebut?
“ya gimanalah, kalau kita lawan, yang dilawan orang-orang besar mana
bisa, dijalani ajalah”

15.

Selama menjalani profesi sebagai penarik becak, apakan anda bisa
menyisihkan sebagian pendapatan anda untuk menabung?
“Kalau cuman dari sini (narik becak) habis untuk makan sehari-hari lah

dek, gak bisa nabung kalau dari sini aja, cuman kan karena ada kerjaan dirumah
menjahit itu, ternak juga bisalah. Kalau dari becak aja gak bisa dek karena
nariknya di USU-kan, dapatpun seratuskan hari Sabtu sedikit yang kekampus,
Minggu juga libur belum lagi tanggal merah, berarti cuman 500 ribu
seminggukan, buat makan sama keperluan sehari-hari aja. Anak udah masuk
SMK dua-duanya, belum lagi uang sekolahnya kan. Memang ada tabungan dari
menjahit dulu sebelum anak masuk SMK bisa sampai 300-400 ribu sebulan,
sekarang udah payah.”
“Narik becaklah setiap hari, kalau menjahit paling kalau ada jahitan,
kadang seminggu sekali atau seminggu dua kalilah menjahit. Kadang seminggu
itu gak ada, pernah juga sampai dua minggu gak ada, jadi gak netap dia
kerjaannya. Kalau narik becak kan setiap hari kita dapat uangnya walaupun gak
sebanyak dari menjahit”.
16.

Apakah anda memiliki investasi lain selain uang?
”Rumah lah cuman, itu satu-satunya, becak ini. Baru ternak-ternak itu.”

17.

Jika anda kekurangan biaya, apa yang anda lakukan?

Universitas Sumatera Utara

97

“kalau biaya yang lagi dibutuhkan gak terlalu banyak ya jual ternak lah ke
tetangga atau ke pasar, dua atau tiga ekor dijual. Kalau biayanya besar ya
minjam ke keluarga lah, pernah saya lagi butuh buat bayar uang sekolah
anak, saya minjamnya ke keluarga yang ada di Tanjung Anom juga”.
18.

Apakah anda pernah mendapatkan bantuan dari instansi atau dinas-dinas
terkait dalam memajukan usaha dan profesi yang anda jalani?
“Gak ada dek, paling rumah ajalah sama ternak, untunglah gak ngontrak,
udah punya sendiri, biarpun cuman batu diplester. Kalau kurang kan biaya
ternak itu bisa dijual, apalagi untuk bayar uang sekolah anak, makin lama
makin naik, kalau dapat bantuan bisa terbantu sikit, cuman dapat BLT aja
dulu yang dapat, kalau adapun katanya kartu KIS itu kami gak dapat, kalau
dapatkan bisa terbantu ekonominya”.

Informan 4
1.

Sejak kapan anda berprofesi sebagai penarik becak?
“Saya disini mulai menarik becak tahun 80-an, saya dulu sebenarnya bukan
narik becak awalnya. Dulu saya kerja tukang bangunan, bikin mebel-mebel
gitu gimanalah yakan cuman tamatan SMP, tapi karena mata sudah mulai
rusak ya gak bisa kerja lagi, anak sudah punya, jadi beranilah narik becak.
Dulu juga masih bisa liat malam, ya pergi ke pajak pagi jual kangkung
yang ditanam sendiri dipelihara disawah-sawah. Sekarang beralih narik
becaklah itu lebih gampang, modal gak ada keluar, enak lagi kerjanya gak
capek kayak bikin mebel sama jadi kuli ngangkat-ngangkat barang dipajakpajak”.

Universitas Sumatera Utara

98

2.

Mengapa anada memilih kawasan USU sebagai daerah operasional anda?
“Sebab beginikan, singkat saja, kalau saya, pengalaman saya di USU ini
menarik becak kenapa saya pilih disini karena disini singkat, bersih,
lingkungannya memang ramah, mahasiswanya juga kalau kita tidak
membuat keributan, tidak menokoh( menipu) atau merusak mereka, mereka
juga baik-baik. Saya juga senang disini bekerja, karena kalau saya
membawa mahasiswa, kadang mereka mengobrol, saya bisa mendapat
aspirasi untuk bergerak lebih tinggi lagi, pemikiran saya jadi lebih leluasa,
terinspirasi gitu. Saya tidak pernah putus asa menarik becak, walau anakanak sudah SMA sudah mau tamat bahkan juga udah mau nikah saya tidak
pernah malu berputus asa menarik becak disini. Saya tidak malu jadi
penarik becak di USU ini”.

3.

Dalam pekerjaan anda, adakah wilayah operasional lain yang sering anda
kunjungi selain dikawasan USU?
“Gak, saya gak mau bekerja ditempat lain, disini (USU) paling enak,
kepajak saya gak mau disuruh angkat-angkat, disini paling dibilang angkat
Aqua, angkat-angkat buku, kebersihan lagi lebih enak. Walau saya juga
bersawah dikampung susuk, tapi kan gak terus-terusan disawah, lagian
sawah buka punya saya, saya hanya menyewa bagi hasil”.

4.

Berapa penadapatan anda dalam satu hari?
“Pendapatan? kalau menurut tahun 80-an dibanding sekarang ya, bolehboleh kita bilang saat anak belum SMA masih mencukupi masih bisa bawa

Universitas Sumatera Utara

99

pulang 80 ribu atau 100 ribu, tapi sekarang semenjak masuk gojek sama
grab ini nyari 50 ribu pun udah susah, gitu dia.”
5.

Dalam keluarga anda, berapa jumlah tanggungan yang anda harus
tanggung?
“Tanggungan ada 4, anak saya ada 3 satu laki-laki dua perempuan”

6.

Berapa kali anda dan keluarga makan dalam satu hari?
“Kalau makan kita syukuri masih bisa tida kali sehari-hari walau cuman
tahu-tempe kan? Tapi itu juga harus kita syukuri karena kita jarang sakit,
banyak oarng kaya itu yang kolesterol lah, sakit gulalah, ya kan? Lebih
bagus tahu tempe aja”

7.

Berapa pasang pakaian yang anda punya?
“Berapa ya? Tidak tau saya, saya cuman tau make yang dilemari aja”

8.

Apakah anda memiliki pakaian khusus untuk pergi ke acara formal?
“Gak ada, lagian saya kan bisa dibilang jarang ke undangan-undangan
orang. Tapi kalau keluarga yang pesta baru saya datang. Pake kemejakemeja aja”.

9.

Berapa kali dalam setahun anda membeli pakaian baru?
“kalau masih bagus semuanya pakaian ngapain beli ya kan? Bagus
uangnya ditabung untuk bayar kontrakan misalnya. Kembali lagi ke yang
saya bilang tadi, semua yang dicari ini kan utuk anak-anak, paling ya baju

Universitas Sumatera Utara

100

anak-anak aja dibeli. Pakaian bekas juganya dibeli istri saya biar hemat.
Kita gak usah malu, kan memang itu mampunya”.
10.

Jika dalam jangka waktu satu hari bapak tidak mendapatkan penumpang,
apa yang anda lakukan untuk menafkahi keluarga?
“Kita usahakan sedikit-sedikit gak langsung habis, kalau memang gak ada
ya ke kede langganan depan rumahkan, kita utang dulu sekilo beras, kalau
besok ada uang dibayar atau gas, kan harus pake gas sekarang, utang dulu
ke kede besoknya ada uang langsung dibayar, gak monoton kali kita punya
utang”.

11.

Apa hambatan yang sering anda alami ketika melaksanakan profesi anda?
“Kalau dibilang hambatan itu bukan hambatan, paling nanti sewaktu saya
ngantar anak sekolah pas ujian, atau pas saya dipanggil guru kesekolah,
maksudnya kebutuhan anak sekolah gitu aja. Pagi mau keluar jam berapa
aja bisa. Kalau masalah kendaraan biasa itu rusak, kalau rusak itu karena
kepribadian kita kurang merawat, kalau karena tabrakan atau nyenggol
mahasiswa saya rasa itu bukan hambatan, justru malah kita harus sadar
berarti kurang berhati-hati bawa kenadaraan kan”.

12.

Selama menjalani profesi sebagai penarik becak, apakan anda bisa
menyisihkan sebagian pendapatan anda untuk menabung?
“ya kalau masa dulu bisalah (menabung), sekarang gak bisa lagi, terus
terang aja gak usah bohong-bohongan.

13.

Apa saja kendala yang sering anda alami jika anda ingin menabung?

Universitas Sumatera Utara

101

“Apa yang mau ditabung jaman sekarang? untuk makan sehari-haripun
kadang pas-pasan. Penghasilan sama yang mau dibeli untuk kebutuhan
sehari-hari udah tidak menyesuaikan lagi, naik semua.”
14.

Apakah anda memiliki investasi lain selain uang?
“Gak ada lagi investasi.”

15.

Bagaimana dengan status tempat tinggal anda sekarang?
“punya orang itu tempat tinggal saya. Saya ngontrak disitu”

16.

Berapa biaya yang harus anda keluarkan untuk biaya kontrak tempat tinggal
anda?
“Sekarang itu biaya kontrak makin mahal, apalagi kontrakan saya dekat
USU-kan tiap tahun naik, sekarang udah bayar 350 ribu saya satu bulan.”

17.

Jika anda kekurangan biaya, apa yang anda lakukan?
“Pernah sekali kejadian seperti itu, saya lagi tidak punya uang untuk bayar
kontrakan, saya meminta kelonggaran waktu kepada yang punya rumah,
karena udah lama juga disitu kan, paling-paling kalau minjam ke temanteman dekatlah atau keluarga juga bisa”.

18.

Apakah anda pernah berorientasi untuk memiliki tempat tinggal sendiri?
“Pasti ada, tapi untuk apa? Saya sudah tua, lebih penting itu sekarang
anak-anak aja, bair mereka aja nanri yang punya rumah saya gak usah
lagi.”

Universitas Sumatera Utara

102

19.

Apakah anda pernah mendapatkan bantuan dari instansi atau dinas-dinas
terkait dalam memajukan usaha dan profesi yang anda jalani?
“kalau bantuan dari pemerintah lengkap, saya bilang nanti KIS ( Kartu
Indonesia Sejahtera) dapat, KKS juga dapat, dulu raskin juga dapat, tapi
kan sekarang udah gak ada lagi. KKS lumayanlah untuk bantu anak
sekolah, gantinya KIP (Kartu Indonesia Pintar)”.

Informan 5
1.

Sejak kapan anda berprofesi sebagai penarik becak?
“saya mulai jadi tukang becak itu mulai tahun 2006, Farmasi itu belum
dibangun saya udah narik becak, dulu becak dayung disini gabung sama
becak mesin, lama-kelamaan becak dayung diganti sama becak mesin. Saya
dulu kan dek tamatan SPG tahun ’91 trus saya nganggur, saya nikah tahun
’95. Sebenarnya saya narik becak mau bantu suami dek, gimanalah anak
ada tujuh, semuanya sekolah, suami saya juga tukang becak. Becak yang
saya pakai ini punya suami saya ini, dia lagi gak narik becak sekarang,
kalau becak saya lagi dibengkel. Kalau untuk makan sehari-hari cukup dari
suami kalau makan ajacukup, tapi ya karena semuanya sekolah, jadi saya
bantu-bantu, ya jadi tukang becak. Taulah kan dek, uang sekolah makin
lama makin naik, daripada dirumah aja mending narik becak”.

2.

Mengapa anda memilih penarik becak sebagai pekerjaan anda?

Universitas Sumatera Utara

103

“oh, karena dekat dek dari tempat tinggal, dulu juga kan karena banyak
sewa, lumayan juga hasilnya, sekarang aja yang berkurang karena gojek
sama grab ini”.
Keterbatasan ekonomi tidak menjadikan Ibu Linda patah semangat, bahkan
beliau mengaku saat memiliki rejeki, beliau menyisikan sebagian uangnya
untuk memberikan sepersepuluhan ke Gereja.
“Kalau ada rejeki sayakan Kristen, saya kasih sepersepuluhan ke Gereja.
Saya gak pernah narik dek kalau hari Minggu, itu khusus untuk ibadah saya
saja. Saya kerja Senin sampai Sabtu saja, paling kalau tidak kerja itu karna
sakit aja.
3.

Dalam pekerjaan anda, adakah wilayah operasional lain yang sering anda
kunjungi selain dikawasan USU?
”Sebenarnya saya juga kalau USU lagi libur saya narik di pajak, di
Carefour Padang Bulan ini tapi harus pake pangkalan, gak boleh motong,
kayak gitu juga dipajak harus nunggu giliran ngambil penumpang gitu”.

4.

Selain menjadi penarik becak, adakah jenis pekerjaan lain yang anda
kerjakan?
“Gak ada dek, dulunya saya jadi tukang butut, jadi pekerja disawah
oranglain, tapi karena capek, jadi jadi tukang becak aja.”

5.

Ibu tadi bilang kelulusan SPG, mengapa ibu tidak lanjut jadi pengajar atau
honorer saja?

Universitas Sumatera Utara

104

“ya gimanalah, saya tamatkan tahun ’91, trus saya nganggur 2 tahun, saya
gak tau mau ngapain dimedan ini, saya pulang ke siborong-borong, nah,
saya disitu bantuin orangtua saya saja bertani sampe saya nikah tahun ’95”
6.

Berapa penadapatan anda dalam satu hari?
“paling dapat 80 ribu lah dek sehari, kemarin saya bisa sampai 120 ribu,
tapi karena ada gojek sama grab inikan berkuranglah sewa”

7.

Dalam keluarga anda, berapa jumlah tanggungan yang anda harus
tanggung?
“Anak saya ada tujuh, empat laki-laki tiga perempuan. Anakku yang
pertama baru tamat SMA sekarang udah di Bandung, nomor dua sekolah di
SMK 8 Perhotelan, nomor tiga sekolah di STM, nomor 4 baru tamat SMP
mau masuk ke otomotif katanya. Semua butuh biaya kan dek, makanya saya
jadi narik becak bantu-bantu suami, bukannya suami gak mampu kasih
makan, kalau makan bisa tapikan uang sekolah ini yang masin mahal
daripada dirumahkan saya bantu suami untuk bayar sekolah. Kayak
manapunkan orangtua ini harus tanggungjawab sama anak-anak, untuk
biaya sekolah anak-anak. Bisa aja anak-anak ini saya gak kasih sekolah,
tapi inikan untuk masa depan dia, kalau dia buta huruf ya pastipun anaknya
nanti buta huruf juga kan”.

8.

Berapa kali anda dan keluarga makan dalam satu hari?

Universitas Sumatera Utara

105

“Makan ya tiga kali sehari dek, kayakmanapun kan, perut yang sejengkal
ini harus diisi biar ada tenaga buat kerja. Kalau anak-anak pulang sekolah
juga kan udah lapar, ya harus makan tiga kali sehari”.
9.

Apa menu harian yang biasa anda konsumsi?
“Lauknya paling ya telur dadar, tahu, tempe, ikan asin, gitu-gitu aja, kalau
lagi ada uang beli ikan basah. Kalau pake sayur ya yang murah-murah itu
dek, kayak kangkung kan murah, banyak lagi. Tapi kadang gak pake sayur
juga telur dadar aja, gak cukup uang buat belinya”.

10.

Berapa pasang pakaian yang anda punya?
“Berapa pasang ya? Kurang tau juga dek, kalau baju untuk narik becak
lumayan lah ada 20-an, kaos kayak gini (yang dikenakan informan) tapi
kalau celana paling cuman 8, baru jacketkan”.

11.

Apakah anda memiliki pakaian khusus untuk pergi ke acara formal?
“Gak ada dek, kalau ke gereja aja pun buat ibadah yang penting rapi aja
kan, rambut diikat, jangan pake yang koyak-koyak”

12.

Berapa kali dalam setahun anda membeli pakaian baru?
“Gak bisa dibilang juga dek berapa waktu, beli baju baru paling baju
sekolahan anak aja, itupun karena anak saya ada yang masuk SMK
otomotif kan, kan beda itu seragamnya, jadi beli baru. Kalau baju putih itu
bisanya dibeli monza dek, lagian kan anak saya ada tujuh, kalau baju putih
abangnya gak muat lagi ya pindah tangan ke adeknya, gitulah biar hemat.

Universitas Sumatera Utara

106

Barulah baju abangannya yang dibei dari monza, tinggal ganti osisnya
kan?
13.

Jika dalam jangka waktu satu hari anda tidak mendapatkan penumpang, apa
yang anda lakukan untuk menafkahi keluarga?

14.

Apa hambatan yang sering anda alami ketika melaksanakan profesi
anda?“Oh banyak dek kalau kendala, saya malasnya itu sama dinas
Perhubungan, kalau bawa sewa keluar kota, kamikan

sering ditegur,

kadangpun kami berantam sama DISHUB katanya kalau bawa becak disini
harus yang plat kuning ini kebetulan aja becak suami saya yang saya bawa
kalau punya saya itu plat hitam dek, buktinya sekarang gojek sama grab
plat hitam gak kenapa-napa, karna apa karna udah punya ijin mereka.
Kami ini apalah becak bebek-bebek ini, kami inikan bebas, namanya pun
cari makan dek, gimanalah curi-curi jalanlah, minggir-minggir sikit tapi
kayak manapun kita bawa sewa yang bagus-bagus gak mungkin kita bawa
yang gak sewajarnya ya kan”.
15.

Bagaimana anda memecahkan masalah tersebut?
“dari pada kena masalah ya cari sewa yang disini-sini ajalah dek, di USU
ini kalau gak di Carefour sama pajak sore.”

16.

Selama menjalani profesi sebagai penarik becak, apakan anda bisa
menyisihkan sebagian pendapatan anda untuk menabung?
“Nabung? bisa, kalau gak ada nabung gak bisa sekolah anak saya, sikitsikitlah dek sisa-sisa dapat becak itu saya tabung, lima ribu, sepuluh ribu.

Universitas Sumatera Utara

107

Anak-anak saya sekolah semua dek, meskipun tukang becak saya ini dek
anak saya sekolah semua paling gak tamat SMA aja.
17.

Apa saja kendala yang sering anda alami jika ingin menabung pendapatan
anda?
“gak bisa nabung ya paling karena rusak becak, nabung sikit untuk oli,
untuk ban, ngeri kalau kerusakan becak ini dek, kadang tiba-tiba gak ada
duit itu yang susahnya dek, gak ada sewa, duit gak ada, becak rusak pulak.
Saya sampai pernah nangis dibengkel sampai saya tinggalkan KTP saya di
bengkel dek, saya bilang kalau ada uang saya bayar setengah. Kalau lagi
butuh biaya ya dek, kami minjam ke BRI, kadang diliat kerjaannya, kami
sungguh-sungguh bayarnya, kadang disurvey rumah, keadaaan sama orang
BRI, apa kerjaannya gitu. Kayak gitulah terus dek, gali lobang tutup lobang
terus”.

18.

Apakah anda memiliki investasi lain selain uang?
“Gak ada dek, utang saya aja masih ada di BRI, tiap bulan saya bayar itu
750 ribu, gak ada lah dek gak punya perhiasan, rumah sayapun masih
ngontrak itu aja udah kenak 4,5 juta satu tahun, kalau gak ada jula-jula
kami gak bisa bayar kontrakanlah dek. Oh, kalau tanah ada dek, punya
suami warisan keluarga karena diakan anak terakhir, tapi itu dikampung
dikerjakan sama saudara disana, gak dek gak disewakan, kalau disewakan
kan itu bagi hasil, nah ini gak dek.gak adalah dek kepikiran buat beli emas,
yang penting anak-anak saya sekolah untuk masa depannya nanti”.

19.

Bagaimana dengan status tempat tinggal anda sekarang?

Universitas Sumatera Utara

108

”Saya ngontrak dek, dekat Gereja Pamen, tau kan? Disitu saya bayar 4,5
juta per tahun”
20.

Jika anda kekurangan biaya, apa yang anda lakukan?
”Kayak yang saya biang tadi, saya minjam ke BRI dek”

21.

Apakah anda pernah berorientasi untuk memiliki tempat tinggal sendiri?
“pasti adalah, tapi uang dari mana mau beli rumah sendiri kan, secara di
Medan ini pasti mahal beli rumah”

22.

Apakah anda pernah mendapatkan bantuan dari instansi atau dinas-dinas
terkait dalam memajukan usaha dan profesi yang anda jalani?
“nah itu dia dek yang mau saya pingin tau, saya udah ngurus ke sana-sini
saya gak dapat juga. Saya udah ke Kepling nanya gak ada juga dapat,
sembako-sembako itupun kami gak pernah dapat, kami kepengen KIS
dengan KIP buat bantu anak sekolah, sampe ke Dinas Sosial pun saya
sudah tanya tetap juga gak dapat kami. Kartu Keluarga saya punya, KTP
saya punya, BPJS juga saya punya, tapi KIP ini kami gak pernah dapat”.

Universitas Sumatera Utara

109

DOKUMENTASI/FOTO
Informan 1

Infoman 2

Universitas Sumatera Utara

110

Informan 3

Informan

4

Informan 5

Universitas Sumatera Utara