BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI A. Sejarah Singkat Kantor Badan Pengelola Perizinan Dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan - Prosedur dan Peranan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan Terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah

     

  BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI

A. Sejarah Singkat Kantor Badan Pengelola Perizinan Dan

Penanaman Modal Kabupaten Asahan Semangat reformasi telah mewarnai pendayagunaan aparatur

  negara dengan tuntutan untuk mewujudkan administrasi negara yang mampu mendukung kelancaran dan keterpaduan pelaksanaan tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan negara dan pembangunan, dengan mempraktekkan prinsip-prinsip good governance. Selain itu, masyarakat menuntut agar pemerintah memberikan perhatian yang sungguh–sungguh dalam menanggulangi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), sehingga tercipta pemerintahan yang bersih dan mampu menyediakan public goods and services sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat.

     

  Untuk menjawab tuntutan masyarakat dan kebutuhan akan

  public goods

  dan public services, Pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen Dalam Negeri meminta pemerintah daerah untuk mengembangkan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2006 tentang Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelayanan Perizinan Terpadu di Daerah sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 503/125/PUOD tanggal 16 Januari 1997 tentang Pembentukan Unit Pelayanan Terpadu Perizinan Satu Atap di Daerah.

  Pemerintah Kabupaten Asahan telah mengeluarkan kebijaksanaan untuk membentuk Kantor Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Satu Atap (SIMTAP) sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Asahan Nomor 6 Tahun 2002 tanggal 01 April 2002, dimana dengan model tersebut masyarakat dalam mengurus perizinan hanya perlu mendatangi kantor SIMTAP untuk mengurus semua pelayanan perizinan yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Asahan.

     

  Berdasarkan pertimbangan untuk lebih mengefisienkan pelaksanaan tugas dan dengan semakin meningkatnya volume kerja maka Pemerintah Kabupaten Asahan memandang perlu melakukan perubahan atas Surat Keputusan Bupati Asahan Nomor 6 Tahun 2002 yaitu dengan mengubah bentuk kantor SIMTAP menjadi Badan Pengelola Perizinan sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Kabupaten Asahan Nomor 03 Tahun 2001 tentang Pembentukan dan Susunan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Asahan dan Surat Keputusan Bupati Asahan Nomor 11 Tahun 2003 tanggal 23 Juli 2003 tentang Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Badan Pengelola Perizinan Kabupaten Asahan, Peraturan Daerah Kabupaten Asahan Nomor 6 Tahun 2007 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Asahan dan Peraturan Bupati Asahan Nomor 29 Tahun 2007 tentang Uraian Tugas Jabatan Struktural Pada Badan Pengelola Perizinan Daerah Kabupaten Asahan.

  Sehubungan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, maka ditetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Asahan Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Asahan dengan merubah susunan

     

  organisasi dan nomenklatur Badan Pengelola Perizinan Daerah Kabupaten Asahan menjadi Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan serta Peraturan Bupati Asahan Nomor 35 Tahun 2008 tentang Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan.

  

B. Struktur Organisasi Badan Pengelola Perizinan Dan Penanaman

Modal Kabupaten Asahan Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten

  Asahan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Asahan Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Asahan dengan merubah susunan organisasi dan nomenklatur menjadi Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal serta Peraturan Bupati Asahan Nomor 35 Tahun 2008 tentang Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan.

  Adapun Struktur Organisasi Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan terdiri dari: a.

  Kepala Badan b.

  Sekretaris membawahi 1.

  Sub Bagian Umum/Kepegawaian; 2. Sub Bagian Keuangan;

     

3. Sub Bagian Program;

  c. Bidang Administrasi Perizinan membawahi 1.

  Sub Bidang Pelayanan Perizinan; 2. Sub Bidang Penagihan d. Bidang Pendataan dan Penetapan membawahi 1.

  Sub Bidang Pendataan; Sub Bidang Penetapan;

  e. Bidang Penelitian dan Pengembangan membawahi 1.

  Sub Bidang Penelitian Lapangan 2. Sub Bidang Pengembangan Kinerja f. Bidang Penanaman Modal membawahi 1.

  Sub Bidang Pengkajian dan Pengembangan Investasi 2. Sub Bidang Promosi Investasi

  

C. Gambaran Umum Tugas Dan Fungsi Kantor Badan Pengelola

Perizinan Dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan

  Adapun uraian tugas dan jabatan Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan berdasarkan Peraturan Bupati Asahan Nomor 35 Tahun 2008 tentang Uraian Tugas Jabatan Struktural pada Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan dapat dilihat di bawah ini:

     

1. Kepala Badan a.

  Kepala Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan mempunyai tugas pokok merumuskan kebijakan dalam bidang Kabupaten Asahan.

  b.

  Untuk melaksanakan tugas pokok, Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan mempunyai fungsi: 1)

  Mengkoordinasikan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pengelola perizinan dan penanaman modal.

  2) Mengkoordinasikan penyusunan rencana kerja anggaran (RKA) Badan.

  3) Mengkoordinasikan pelaksanaan pemungutan pendapatan daerah yang telah ditetapkan dengan peraturan daerah.

  4) Mengkoordinasikan pelaksanaan fungsi bendaharawan umum. 5) Mengkoordinasikan penyusunan laporan keuangan. 6) Mengkoordinasikan pelaksanaan urusan perlengkapan. 7) Mengkoordinasikan pengelolaan administrasi keuangan daerah. 8) Mengkoordinasikan pengelolaan gaji pegawai negeri sipil.

     

  9) Mengkoordinasikan pengelolaan administrasi umum meliputi ketatalaksanaan, keuangan, kepegawaian, perencanaan dan urusan rumah tangga.

  10) Mengkoordinasikan pelaksanaan penagihan dan perhitungan semua penerimaan retribusi perizinan tertentu.

  11) Mengkoordinasikan pelaksanaan penetapan objek retribusi 12) Mengkoordinasikan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

  Untuk penyelenggaraan tugas dan fungsi tersebut diatas, kepala badan Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan dibantu oleh: 1) Sekretaris. 2) Kepala bidang administrasi perizinan. 3) Kepala bidang pendataan dan penetapan. 4) Kepala bidang penelitian dan pengembangan. 5) Kepala bidang penanaman modal. 6) Unit pelaksanaan teknis. 7) Kelompok jabatan fungsional.

  2. Sekretaris a.

  Sekretaris mempunyai tugas sebagai unsur pembantu sebahagian tugas Kepala Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal

     

  Kabupaten Asahan yang berkaitan dengan urusan ketatausahaan, ketatalaksanaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, hubungan masyarakat, perlengkapan, pengumpulan dan stastistik bahan perumusan rencana dan program, keuangan serta pemberian pelayanan teknis administrasi Kepala Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan.

  Untuk menyelenggarakan tugas, sekretaris mempunyai fungsi : 1) Mengkoordinisikan pelaksanaan tugas dalam bidang umum meliputi pembinaan ketatausahaan, ketatalaksanaan dan hukum, kerumahtanggaan, hubungan masyarakat perlengkapan dan kepegawaian di lingkungan Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan

  2) Mengkoordinasikan pelaksanakan tugas dalam bidang keuangan yang meliputi pelaksanaan penyusunan anggaran, pembukuan keuangan baik masukan maupun pengeluaran dan mempersiapkan laporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban keuangan.

  3) Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dalam bidang perencanaan yang meliputi pengumpulan data statistik bahan perumusan rencana dan program.

  4) Mengkoordinasikan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka

  Menengah (RPJM), Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi

     

  Pemerintah (LAKIP) dan laporan tahunan dari pelaksanaan tugas dari Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan.

5) Mengkoordinasikan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

  c.

  Untuk penyelenggaraan tugas dan fungsi, Sekretaris dibantu oleh: a.

  Kepala Sub Bagian Umum/Kepegawaian; Kepala Sub Bagian Keuangan;

  c. Kepala Sub Bagian Program;

3. Kepala Sub Bagian Umum/Kepegawaian a.

  Kepala Sub Bagian Umum/Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan sebahagian tugas Sekretaris yang berkaitan dengan ketatausahaan dan hukum kerumahtanggaan, hubungan masyarakat, perlengkapan dan kepegawaian.

  b.

  Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana Kepala Sub Bagian Umum/Kepegawaian mempunyai fungsi:

1) Melaksanakan urusan rumah tangga Badan.

  2) Melaksanakan urusan surat menyurat yang meliputi menerima membaca, meneliti, mengagenda dan mendistribusikan surat masuk sesuai dengan tujuan surat.

  3) Mempersiapkan administrasi perjalanan dinas badan dan melaksanakan urusan rumah tangga dinas.

     

  4) Mempersiapkan pelayanan angkutan dan perawatan kendaraan dinas serta pemeliharaan kebersihan kantor dan pekarangan.

  5) Mempersiapkan dan menyusun pelaksanaan kegiatan acara-acara Badan.

  6) Mempersiapkan berkas pengusulan kenaikan pangkat, kenaikan gaji, cuti dan usul perpindahan pegawai.

  Melaksanakan urusan administrasi ketatausahaan. 8) Menyusun dan mempersiapkan rencana kebutuhan barang dan perbekalan serta alat tulis kantor, pengadaan perlengkapan dan perbekalan dinas. 9) Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan atasan .

  4. Kepala Sub Bagian Keuangan a.

  Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan sebahagian tugas sekretaris yang berkaitan dengan penyusunan anggaran belanja, pembukuan dan verifikasi.

  b.

  Untuk menyelenggarakan tugas, Kepala Bagian Keuangan mempunyai fungsi: 1)

  Melaksanakan penyusunan rencana anggaran Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan.

  2) Melaksanakan penyampaian dan melakukan pengelolaan administrasi keuangan.

     

  3) Menyusun rencana kerja dan anggaran (RKA) Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan.

  4) Melaksanakan penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran

  (DPA) Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan sesuai dengan Anggaran Pembelanjaan Daerah (APBD) yang telah ditetapkan.

  Melaksanakan penyusunan laporan bulanan keuangan sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

  6) Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan atasan.

  5. Kepala Sub Bagian Program a.

  Kepala Sub Bagian Program mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas sekretaris yang berkaitan dengan penyusunan program evaluasi dan pelaporan.

  b.

  Untuk menyelenggarakan tugas, Kepala Sub Bagian Program mempunyai fungsi: 1)

  Melaksanaklan penyusunan rencana program kerja tahunan Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan.

  2) Melaksanakan pembuatan laporan dan mengevaluasi kegiatan kerja tahunan Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal

  Kabupaten Asahan. 3)

  Melaksanakan penyiapan bahan penyusunan data statistik dan analisa perencanaan dalam rangka penyusunan program kerja

     

  Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan.

  4) Mempersiapkan bahan penyusunan rencana anggaran pembangunan.

  5) Menyusun Rencana Strategis (Renstra) Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan.

  Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

6. Kepala Bidang Administrasi Perizinan a.

  Kepala bidang administrasi perizinan mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana sebahagian tugas Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan dibidang administrasi perizinan yang berkaitan dengan pelayanan perizinan dan penagihan.

  b.

  Untuk melaksanakan tugas, Kepala Bidang Administrasi Perizinan mempunyai fungsi: 1)

  Mengkoordinasikan kegiatan yang berkaitan dengan penerbitan perizinan dan penagihan.

  2) Mengkoordinasikan perumusan potensi-potensi terhadap pelayanan.

  3) Mengkoordinasikan pelayanan atas permohonan yang memerlukan persyaratan teknis.

     

  4) Mengawasi pelaksanaan pelayanan perizinan yang dilaksanakan dilingkup Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal

  Kabupaten Asahan. 5)

  Menyiapkan bahan penyusunan program dan rencana kegiatan pelayanan perizinan dan penagihan.

  6) Menciptakan aturan terhadap data-data pelayanan perizinan yang Modal Kabupaten Asahan.

  7) Menyiapkan jenis-jenis layanan perizinan termasuk prosedur mekanisme dan persyaratannya.

  8) Melaksanakan upaya penggalian potensi perizinan. 9)

  Bertanggung jawab terhadap upaya pencapaian dan realisasi target.

  10) Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

  c.

  Untuk melaksanakan tugas dan fungsi, Kepala Bidang Administrasi Perizinan dibantu oleh: 1) Kepala sub bidang pelayanan perizinan. 2) Kepala sub bidang penagihan.

  7. Kepala Sub Bidang Pelayanan Perizinan a.

  Kepala Sub Bidang Pelayanan Perizinan mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana sebahagian tugas bidang administrasi perizinan yang

     

  berkaitan dengan penerbitan pelayanan perizinan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

  b.

  Uraian melaksanakan tugas, Kepala Sub Bidang Pelayanan Perizinan mempunyai fungsi: 1)

  Merumuskan dan menggali potensi pelayanan sesuai dengan kewenagan yang ada.

  Mengkoordinasikan penerimaan dan penelitian permohonan sesuai pelayanan yang diberikan .

  3) Mengawasi penerbitan perizinan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

  4) Mengawasi pelayanan perizinan yang memerlukan persyaratan teknis dari tim peneliti untuk penerbitan perizinan.

  5) Menginformasikan kepada pemohon apabila permohonan tidak dikabulkan sesuai dengan analisa.

  6) Penyiapan bahan dan kegiatan pelayanan umum. 7) Melaksanakan pengolahan pelayanan umum. 8)

  Mengkoordinasikan dan melaksanakan pengawasan petugas pelayanan umum.

  9) Penyusunan bahan laporan. 10) Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

  8. Kepala Sub Bidang Penagihan

     

  a.

  Kepala Sub Bidang Penagihan mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana sebahagian tugas Kepala Bidang Administtrasi Perizinan yang berkaitan dengan penagihan retribusi perizinan tertentu dan pencapaian target Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan.

  b.

  Untuk menyelenggarakan tugas, Kepala Sub Bidang Penagihan 1) Mengumpulkan bahan penyusunan rencana strategis dibidang penagihan.

  2) Melaksaanakan kegiatan penyelenggaraan administrasi dibidang penagihan retribusi perizinan tertentu.

  3) Melaksanakan peningkatan sumber-sumber potensi retribusi.

  4) Menyusun rencana penagihan retribusi perizinan tertentu. 5) Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan atasan.

9. Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan a.

  Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan mempunyai tugas sebagai unsur pelaksanaan sebahagian tugas Kepala Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan yang berkaitan dengan pendataan dan penetapan.

  b.

  Untuk melaksanakan tugas, Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan mempunyai fungsi:

     

  1) Mengkoordinasikan pengumpulan bahan penyusunan rencana strategis di Bidang Pendataan dan Penetapan

  2) Mengkoordinasikan pelaksanaan survey dan penelitian dalam rangka pengembangan pendapatan.

  3) Mengkoordinasikan pelaksanaan pendataan, pendaftaran retribusi perizinan tertentu.

  Mengkoordinasikan pelaksanaan pengolahan data dan informasi di bidang pendapatan daerah.

  5) Melaksanakan penerbitan Surat Ketetapan Retribusi Daerah

  (SKRD) serta surat ketetapan lainnya di lingkungan Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan.

  c.

  Untuk melaksanakan tugas dan fungsi, Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan dibantu oleh: 1) Kepala Sub Bidang Pendataan 2)

  Kepala Sub Bidang Penetapan

10. Kepala Sub Bidang Pendataan a.

  Kepala Sub Bidang Pendataan mempunyai tugas sebagai unsur pelaksanaan sebahagian tugas bidang pendataan dan penetapan yang berkaitan dengan pendataan.

  b.

  Untuk melaksanakan tugas, Kepala Sub Bidang Pendataan mempunyai fungsi:

     

  1) Melaksanakan pendataan dan pendaftaran wajib retribusi perizinan tertentu dengan menggunakan formulir pendaftaran

  2) Melakukan pemeriksaan ulang terhadap Objek Retribusi perizinan tertentu di lapangan dalam rangka penetapan secara jabatan.

  3) Mendata potensi perizinan. 4)

  Mengolah data dan menyusun kebutuhan yang berkaitan dengan 5) Menyiapkan data-data pelayanan perizinan yang telah dilaksanakan di Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal

  Kabupaten Asahan. 6)

  Menyiapkan data-data pendukung pelayanan perizinan, seperti data pemohon, berkas-berkas persyaratan; 7)

  Menyiapkan data-data perkembangan pelayanan perizinan sebagai bahan untuk pelaksanaan evaluasi.

  8) Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

  11. Kepala Sub Bidang Penetapan a.

  Kepala Sub Bidang Penetapan mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana sebahagian tugas Bidang Pendataan dan Penetapan yang berkaitan dengan penetapan.

  b.

  Untuk melaksanakan tugas, Kepala Sub Bidang Penetapan mempunyai fungsi:

     

  1) Memproses penerbitan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) serta Surat Ketetapan lainnya di lingkungan Badan Pengelola

  Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan. 2)

  Melaksanakan perhitungan dan menetapkan jumlah Retribusi Daerah di lingkungan Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan.

  Melaksanakan penetapan terhadap Wajib Retribusi Daerah di lingkungan Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan. 4)

  Menetapkan dan memberikan Nomor Pokok Wajib Retribusi Daerah (NPWRD) yang berkaitan dengan perizinan.

  5) Memeriksa kembali data objek retribusi perizinan tertentu dan` menyesuaikannya dengan data yang diterima dari wajib retribusi perizinan tertentu.

  6) Melakukan pemeriksaan ulang terhadap retribusi perizinan tertentu dilapangan dalam rangka penetapan secara jabatan.

  7) Melaksanakan pendistribusian Surat Ketetapan Retribusi Daerah

  (SKRD) serta surat ketetapan lainnya kepada wajib retribusi daerah.

  8) Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

  12. Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan

     

  a.

  Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana sebahagian tugas Kepala Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan dibidang penelitian dan pengembangan yang berkaitan dengan penelitian kelapangan dan pengembangan kinerja.

  b.

  Untuk menyelenggarakan tugas, Kepala Bidang Penelitian dan 1) Mengkoordinasikan pelaksanaan penyusunan rencana kebijakan umum teknis dan operasional penelitian dan pengembangan kinerja. 2)

  Mengkoordinasikan penelitian dan pembinaan teknis administrasi pemungutan dan penyetoran retribusi perizinan tertentu.

  3) Mengkoordinasikan pelaksanaan penelitian dan pengkajian potensi-potensi pengembangan penanaman modal.

  4) Mengkoordinasikan pelaksanaan survey dalam rangka pengembangan pendapatan.

  5) Mengkoordinasikan pelaksanaan perumusan rancangan naskah peraturan daerah, keputusan bupati sebagai dasar hukum pungutan.

  6) Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan penyuluhan, pemberian informasi kepada masyarakat serta menangani pengaduan- pengaduan yang muncul sebagai akibat pelaksanaan pelayanan

     

  perizinan yang dilakuakan di Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan.

  7) Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

13. Kepala Sub Bidang Penelitian Lapangan.

  a.

  Kepala Sub Bidang Penelitian Lapangan mempunyai tugas sebagai Pengembangan yang berkaitan dengan teknis operasional pelaksanaan penelitian lapangan.

  b.

  Untuk melaksanakan tugas, Kepala Sub Bidang Penelitian Lapangan mempunyai fungsi: 1)

  Melaksanakan penyusunan rencana teknis dan operasional penelitian lapangan.

  2) Melaksanakan koordinasi perlaksanaan kegiatan penelitian lapangan.

3) Melaksanakan perencanaan program penelitian lapangan.

  4) Melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan penyajian pelaksanaan penelitian lapangan.

  5) Melaksanakan pengendalian dan pemeriksaan atas pelanggaran perizinan.

  6) Melaksanakan survey kelapangan terhadap pelaksanaan pelayanan yang mempunyai persyaratan teknis.

     

  7) Merumuskan dan menganalisis hasil survey. 8) Membuat berita acara penolakan atau mengabulkan permohonan pelayanan yang bersifat teknis.

  9) Melakukan penelitian kelapangan bersama tim teknis guna penyiapan bahan-bahan informasi dan penyuluhan.

  10) Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

  14. Kepala Sub Bidang Pengembangan Kinerja

  a. Kepala Sub Bidang Pengembangan Kinerja mempunyai tugas sebagai unsur pelaksanaan sebahagian tugas Kepala Bidang Penelitian dan Pengengembangan yang berkaitan dengan pengembangan kinerja.

  b.

  Untuk menyelenggarakan tugas, Kepala Sub Bidang Pengambangan Kinerja mempunyai fungsi: 1)

  Melaksanakan penyusunan rencana kerja anggaran serta program kerja tahunan Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan. 2)

  Memberikan informasi (publikasi secara luas) pelayanan dan perizinan bagi masyarakat dan instansi baik pemerintah maupun swasta, baik melalui media massa maupun melalui radio pemerintah kabupaten.

  3) Menerima pengaduan yang datang dari masyarakat dan instansi baik pemerintah maupun swasta.

     

  4) Pelaksanaan tindak lanjut pengaduan dari masyarakat dan instansi baik pemerintah maupun swasta.

  5) Melaksanakan sosialisasi dasar hukum pungutan melalui penerangan dan penyuluhan.

  6) Menyiapkan rancangan peraturan daerah beserta petunjuk teknis sebagai dasar pelaksanaan pemberian perizinan.

  Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

15. Kepala Bidang Penanaman Modal a.

  Kepala Bidang Penanaman Modal daerah mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana sebagian tugas Kepala Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan dibidang penanaman modal yang berkaitan dengan pengkajian, pengembangan investasi dan promosi investasi.

  b.

  Untuk menyelenggarakan tugas, Kepala Bidang Penanaman Modal Daerah mempunyai fungsi; 1)

  Mengkoordinasikan pengkajian, penilaian, pengawasan dan evaluasi kebijakan unsur pengembangan modal.

  2) Mengkoordinasikan penyusunan rumusan bahan hubungan kerja sama dan investasi antara pemerintah daerah, swasta maupun dengan pihak yang lainnya.

     

  3) Mengkoordinasikan pengelolaan dan pemberdayaan penanaman modal.

  4) Mengkoordinasikan pengembangan penanaman modal di dalam negeri/ penanaman modal asing di daerah.

  5) Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan promosi penanaman modal dalam negeri dan luar negeri.

  Mengkoordinasikan pelaksanaan monitoring dan pengawasan terhadap penanaman modal daerah.

  7) Mengkoordinasikan pelaksanaan koordinasi dengan dinas terkait dalam rangka perencanaan promosi dan pengawasan penanaman modal.

  8) Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

  c. Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi, Kepala Bidang Penanaman Modal dibantu oleh

  1) Kepala sub bidang pengkajian dan pengembangan investasi. 2) Kepala sub bidang promosi investasi.

  16. Kepala Sub Bidang Pengkajian dan Pengembangan Investasi a.

  Kepala sub bidang pengkajian dan pengembangan investasi mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana sebahagian tugas Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan yang

     

  berkaitan dengan teknis dan operasinal pengkajian dan pengembangan investasi.

  b.

  Untuk melaksanakan Kepala Sub Bidang Pengkajian dan Pengembangan Investasi mempunyai fungsi: 1)

  Pelaksanaan kegiatan analisa dan telaah serta menyiapkan rumusan kebijakan bagi pengembangan penanaman modal; 2)

  Penyiapan bahan kegiatan kerja sama antar instansi didaerah, antar kabupaten/ kota, provinsi, pusat, luar negeri dan dunia usaha; 3)

  Pemrosesan surat pengajuan Penanam Modal Asing (PMA)/Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN).

  4) Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

  17. Kepala Sub Bidang Promosi Investasi a.

  Kepala Sub Bidang Promosi Investasi mempunyai tugas sebagai unsur pelaksana sebahagian tugas bidang penanaman modal yang berkaitan promosi investasi.

  b.

  Untuk melaksanakan tugas Kepala Sub Bidang Promosi Investasi mempunyai fungsi: 1)

  Penyiapan bahan kegiatan promosi penanaman modal di dalam dan luar negeri.

  2) Pelaksanaan koordinasi dengan investasi terkait dalam kegiatan promosi penanaman modal di dalam dan luar negeri.

     

  3) Melaksanakan kegiatan kerja sama dalam kegiatan promosi investasi.

4) Melaksanakan tugas lain yang diperintahkan oleh atasan.

  Bagan Struktur Organisasi Badan Pengelola Perizinan Dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan KEPALA SEKRETARIS SUB BAGIAN SUB BAGIAN SUB BAGIAN UMUM/ PROGRAM KEUANGAN KEPEGAWAIAN BIDANG

BIDANG BIDANG BIDANG

PENELITIAN DAN

ADMINISTRASI PENDATAAN DAN PENANAMAN

SUB BIDANG SUB BIDANG SUB BIDANG SUB BIDANG PELAYANAN PENDATAAN PENGKAJIAN DAN PENELITIAN PERIZINAN

PENGEMBANGAN LAPANGAN

      D. GAMBARAN PEGAWAI

  Jumlah pegawai yang bekerja pada Badan Pengelola Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan sebanyak 55 orang terdiri dari 33 orang pria dan 22 orang wanita, selengkapnya dapat dilihat dari rincian berikut:

  

Tabel 1: Kualifikasi Pendidikan Pegawai Badan Pengelola Perizinan Dan

  Penanaman Modal Kabupaten Asahan

  Golongan Tingkat Pendidikan

  SD SMP SMA D

  III S1 S2 JLH

  • Gol.IV - - - 3 1 4 Gol

  III - - 11 - 10 1 22

  7 1 - - - - Gol II

  8 Gol I - 1 - - - - 1 Honorer - - 16 - 1 - 17

  JUMLAH - 1 34 14 2 52

  1 Sumber : Kantor Badan Pengelola Perizinan Dan Penanaman Modal

  Kabupaten Asahan

     

  Sedangkan untuk informasi tentang kepangkatan pegawai Badan Pengelola Perizinan Dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

  

Tabel 2 : Kualifikasi Kepangkatan Pegawai Badan Pengelola Perizinan Dan

  Penanaman Modal Kabupaten Asahan

  

Pangkat Golongan

  a b c d JLH

  1 - - Gol.IV 3

  4 Gol III

  5

  4

  7

  6

  22 Gol II 5 -

  2

  1

  8 1 -

  • Gol I

  1 JUMLAH 14 6 9 6 35

  Sumber : Kantor Badan Pengelola Perizinan Dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan

  Dan untuk informasi tentang Jabatan Struktural pegawai Badan Pengelola Perizinan Dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

  

Tabel 3 : Kualifikasi Jabatan Struktural Pegawai Badan Pengelola Perizinan

  Dan Penanaman Modal Kabupaten Asahan

  Jabatan Struktural JUMLAH

Dokumen yang terkait

Mekanisme Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Samosir

4 74 130

Prosedur dan Peranan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan Terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Asahan

3 136 79

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI A. Sejarah Singkat Berdirinya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur - Tinjauan Atas Peranan Pelaksanaan Pemeriksaan Pajak Pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Timur

0 0 12

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM) A. Sejarah Singkat Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara - Tata Cara Penghapusan Denda Piutang Pajak Kendaraan Bermotor Yang Kadaluarsa Pada Kantor Sistem Administrasi Manun

0 0 16

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM) A. Gambaran Umum Daerah Kabupaten Karo 1. Letak Geografis - Upaya Meningkatkan Penerimaan Pajak Hotel pada Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Karo

0 0 38

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI A. Sejarah Singkat Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia - Proses Pemberian Keputusan Angsuran Atas Utang Pajak Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Polonia

0 1 11

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM) A. Gambaran Umum Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur 1. Sejarah Singkat Berdirinya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan - Mekanisme Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai (Ppn) Pada

0 0 16

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI A. Sejarah Singkat Dinas Pengelola Kekayaan dan Asset Daerah Kota Sibolga - Metode Penetapan Pajak Hotel pada Dinas Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah Kota Sibolga

0 0 11

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM) A. Sejarah Singkat Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara - Tata Cara Pemberian Keringanan Denda Pajak Kendaraan Bermotor Di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (S

0 0 18

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI (PKLM) A. Sejarah Singkat Berdirinya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur - Modernisasi Pelayanan Perpajakan Pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Timur

0 0 14