Pengaruh Air Zamzam Terhadap Pertumbuhan

PENGARUH AIR ZAMZAM TERHADAP PERTUMBUHAN ANGKA
KUMAN PADA AIR SUNGAI

KARYA TULIS ILMIAH
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh
predikat Ahli Madya Analis Kesehatan

Oleh :
Donny Sagita
NIM : AK412012

YAYASAN BORNEO LESTARI
AKADEMI ANALIS KESEHATAN BORNEO LESTARI
BANJARBARU
2015

ii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur kepada ALLAH SWT atas segala
kemudahan dan petunjuk-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya
Tulis Ilmiah ini tepat pada waktunya.
Karya Tulis Ilmiah berjudul “Pengaruh Air Zamzam Terhadap
Pertumbuhan Angka Kuman Pada Air Sungai” ini diajukan sebagai salah satu
syarat untuk memperoleh predikat Ahli Madya Analis Kesehatan di Akademi
Analis Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru.
Pada kesempatan kali ini dengan tulus penulis mengucapkan terimakasih
kepada semua pihak yang telah membantu memberikan semangat dan dukungan
sehingga Karya Tulis Ilmiah ini dapat diselesaikan, terutama kepada orang tua,
serta tidak lupa ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1.

Ibu Lisa Andina, S.Farm, M.Sc. Apt selaku direktur Akademi Analis
Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru atas segala kebijakannya.

2.

Bapak H.A Muhlisin,S.Pd,M.Kes selaku dosen pembimbing utama Karya
Tulis Ilmiah yang telah berkenan meluangkan waktu untuk membimbing serta
memberikan kritik dan saran.

3.

Ibu Dewi Ramadhani,S.Si selaku dosen pembimbing pendamping Karya
Tulis Ilmiah yang telah berkenan meluangkan waktu untuk membimbing serta
memberikan kritik dan saran.

4.

Ibu Rifqoh,S.Pd.M.Sc selaku penguji pada Karya Tulis Ilmiah ini.

iii

5.

Teman-teman Analis Kesehatan Borneo Lestari angkatan 2012 dan seluruh
sahabat dekat yang telah memberikan dukungan dan semangat.

6.

Seluruh Staf Tata Usaha Akademi Analis Kesehatan Borneo Lestari
Banjarbaru yang membantu dalam bidang administrasi.

7.

Seluruh pihak yang membantu kelancaran penulisan proposal Karya Tulis
Ilmiah yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Karya Tulis Ilmiah ini tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan, karenanya

penulis mengharapkan saran yang kiranya dapat membangun kesempurnaan
Karya Tulis Ilmiah ini.
Atas segala perhatian dan kerjasamanya penulis mengucapkan terimakasih.

Banjarbaru,

Agustus 2015

Peneliti

iv

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL …………………………………………………….
HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………...
KATA PENGANTAR …………………………………………………...
DAFTAR ISI ……………………………………………………………..
DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………
DAFTAR TABEL ……………………………………………………….
DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………….
ABSTRAK ……………………………………………………………….

Halaman
i
ii
iii
v
Vii
viii
ix
x

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang …………………………………………………….
B. Rumusan Masalah ………………………………………………...
C. Batasan Masalah …………………………………………………..
D. Tujuan Penelitian ………………………………………………….
E. Manfaat Penelitian ………………………………………………...

1
4
4
4
4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Air Zamzam ………………………………………………………
1. Sumber air Zamzam …………………………………………..
2. Kandungan air Zamzam ………………………………………
3. Ion flourida sebagai antimikroba dalam air Zamzam ………...
B. Mikroorganisme Patogen dalam Air ……………………………...
1. Jenis Mikroorganisme Pencemar Air …………………………
2. Penyebab Mikroorganisme Pemcemar Air …………………...
a. Sumber Air ………………………………………………..
b. Komponen Nutrient dalam Air ……………………………
c. Komponen Beracun ……………………………………….
d. Organisme Lain …………………………………………...
e. Faktor Fisik ………………………………………………..
C. Landasan Teori ……………………………………………………
D. Kerangka Konsep …………………………………………………
E. Hipotesis …………………………………………………………..

6
6
7
8
10
10
10
11
11
11
12
12
14
16
16

BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Rancangan Penelitian …………………………………..
B. Bahan dan Prosedur ………………………………………………

17
17

v

C. Instrument ………………………………………………………...
D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional …………………….
E. Cara Pengumpulan Data…………………………………………...
1. Persiapan ……………………………………………………...
2. Pelaksanaan …………………………………………………...
F. Pengolahan dan Analisis Data ………………………………….....
1. Tekhnik pengolahan data ……………………………………..
2. Analisis data …………………………………………………..
G. Kelemahan dan Kesulitan ………………………………………..

18
19
19
19
20
21
21
21
22

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ……………………………………………………
B. Analisis Data ………………………………………………………
C. Pembahasan ……………………………………………………….

25
27
29

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ………………………………………………………..
B. Saran ………………………………………………………………

31
31

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

vi

DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1. Kerangka Konsep …………………………………...

16

Gambar 4.1. Diagram Pie …………………………………………

26

vii

DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Analisa Perbandingan Antara Air Zamzam dengan Air
Mineral …………………………………………………….
Tabel 3.2 Variabel, definisi operasional, alat ukur, skala dan hasil
ukur ………………………………………………………..
Tabel 4.1 Hasil Pengamatan …………………………………………..
Tabel 4.2 Nilai Rata-rata Hasil Dari Semua Varian Konsentrasi
Perlakuan ……………………………………………………

8

19
25
26

Tabel 4.3 Uji Normalitas ………………………………………………

27

Tabel 4.4 Uji Homogenitas ……………………………………………

27

Tabel 4.5 Uji Anova …………………………………………………...

28

viii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1Surat Ijin Penelitian
Lampiran 2 Hasil Penelitian
Lampiran 3 Kartu Konsultasi Karya Tulis Ilmiah
Lampiran 4 Dokumentasi Penelitian
Lampiran 5 Data Hasil Uji Statistik

ix

ABSTRAK
Pengaruh Air Zamzam Terhadap Pertumbuhan Angka Kuman Pada Air Sungai
Donny Sagita
Ahmad Muhklisin, Dewi Ramadhani
Salah satu air yang baik dimuka bumi ini adalah air Zamzam. Sumber mata air
yang berada dikawasan Masjidil Haram ini tidak hanya bersih, tetapi juga mempunyai
keutamaan yang lebih unggul dibanding dengan air pada umumnya, salah satunya dalam
aspek kandungan mineralnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air
Zamzam terhadap pertumbuhan angka kuman pada air sungai. Metode dalam penelitian
ini adalah metode true eksperimen dengan rancangan posttest only control group design.
Sampel yang digunakan adalah Air Zamzam yaitu berasal dari mata air asli yang diambil
langsung dari kota mekkah dan Air sungai yang digunakan pada penelitian ini diambil
dari air sungai di kawasan Martapura. Varian konsentrasi perlakuan yang digunakan
adalah 1/2, 1/3, 1/4, 1/5, 1/6 dan dilanjutkan uji ANOVA untuk mengetahui adanya
perbedaan pengurangan jumlah mikroba pada kelompok uji. Berdasarkan hasil penelitian
di nyatakan bahwa jumlah koloni yang memenuhi syarat perhitungan yaitu kontrol positif
pada pengenceran 10-1 (105 koloni), 10-2 (89 koloni) dan 10-3 (65 koloni). Perlakuan 1/2
pada pengenceran 10-1 (40 koloni), 10-2 (38 koloni) dan 10-3 (32 koloni). Perlakuan 1/3
pada pengenceran 10-1 (36 koloni) dan 10-2 (31 koloni). Hasil statistik dengan
menggunakan uji ANOVA pada taraf kepercayaan (α) 0.05, didapatkan nilai F hitung > F
table (37.217 > 2.85), maka Ho diterima dan Ha ditolak. Yang menyatakan bahwa ada
perbedaan yang jauh antara rata-rata kontrol dan rata-rata nilai perlakuan dari 1/2, 1/3,
1/4, 1/5 dan 1/6. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa air Zamzam
memiliki kandungan yaitu ion florida yang mampu menghambat pertumbuhan angka
kuman yang terdapat pada air sungai. Semakin tinggi jumlah varian konsetrasi perlakuan
semakin besar kadungan fluorida yang dapat menghambat pertumbuhan angka kuman.
Kata Kunci : Air, Angka Kuman, Sungai, Zamzam.

x

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu air yang baik dimuka bumi ini adalah air Zamzam.
Sumber mata air yang berada dikawasan Masjidil Haram ini tidak hanya
bersih, tetapi juga mempunyai manfaat yang cukup banyak bagi kesehatan.
Keunikan sumber mata air ini juga tak pernah habis atau kering. Meski
tiap tahun ribuan jamaah haji mengambil air dari sumur Zamzam, airnya
terus mengalir deras dan tanda-tanda akan kering. Berdasarkan berbagai
penelitian, menunjukkan bahwa betapa besarnya manfaat air Zamzam bagi
kesehatan tubuh kita. Selain mengandung beberapa mineral penting bagi
tubuh, Zamzam juga bersifat steril dengan adanya kandungan fluorida
yang memiliki sifat antimikroba dalam jumlah yang proporsional serta
tidak memberikan dampak meracuni bagi tubuh (Muhammad, 2012).
Beberapa ilmuan telah membuktikan bahwa manfaat air Zamzam
secara ilmiah. Hasil dari berbagai penelitian, ditemukan bahwa air
Zamzam tidak berbau sebagaimana mestinya. Hal tersebut menjadi
indikator air Zamzam dikatakan sebagai air sehat. Disamping itu, air dari
tanah suci ini juga terbukti memiliki kandungan mineral kalsium,
magnesium, dan flourida yang tinggi. Air Zamzam juga memiliki muatanmuatan ion-ion yang seimbang. dan kualitas air Zamzam tidak berubah
selama penyimpanan dalam jangka waktu lama dan ditempatkan

1

2

dimanapun, dilihat dari segi tekstur, warna dan baunya. Suatu penelitian
dari Direktur Kepala Pusat Peneliti Haji, Ir. Sami Anqali, yaitu untuk
mengetahui apakah didalam air Zamzam terdapat bakteri atau tidak dan
menunjukkan hasil bahwa air tersebut adalah air yang bersih (Muhammad,
2012).
Dewasa ini, sudah banyak penelitian ilmiah yang membuktikan
bahwa air Zamzam benar-benar air yang terbaik yaitu air yang bersih
bebas dari bakteri. Berdasarkan penelitian Dr. Hamdi Saif terhadap air
Zamzam, bahwa terdapat kandungan elektrolit dan mineral dengan
keseimbangan yang sempurna dalam air Zamzam. Kedua hal tersebut
sangat penting untuk kesehatan tubuh manusia. Selain itu, ditemukan
bahwa air Zamzam juga bebas dari semua mikroorganisme patogenik
(Muhammad, 2012).
Mikroorganisme patogenik yang hidup di dalam air sangat banyak,
pencemaran domestik yang memasuki badan air sebagian besar
diakibatkan oleh kehadiran mikroorganisme. Bakteri patogen yang
terdapat di dalam air, seperti E.coli, Salmonella, Shigella, Vibrio,
Entamoeba (Suriawiria, 2008). Bakteri patogen dapat dijadikan indikator
suatu kualitas air. Pengamatan jumlah mikroorganisme yang hidup di
dalam air merupakan hal penting untuk menentukan suatu kualitas air.
Kualitas air dapat ditentukan dengan melihat aktivitas pertumbuhan dan
mengobervasi ukuran serta bentuk sel mikroorganisme tersebut (Subandi,
2010).

3

Menurut

Permenkes

No.492/Menkes/Per/IV/2010

Pasal

3

menyebutkan bahwa kualitas air dapat ditentukan berdasarkan parameter
fisika, kimia, mikrobiologi, dan radiologi. Perkiraan jumlah bakteri atau
mikroorganisme pada prinsipnya dapat dapat ditentukan. Perhitungan
mikroorganisme sangat penting untuk menentukan populasi bakteri dalam
suatu sampel. Menghitung jumlah mikroorganisme dapat dilakukan
dengan metode Total Plate Count (TPC). Total Plate Count (TPC)
merupakan metode perhitungan menyeluruh yaitu dapat menghitung
jumlah mikroorgasime yang hidup maupun mati. Metode perhitungan
menyeluruh ini disebut juga perhitungan langsung/direct count karena
menghitung mikroorganisme secara langsung dibawah mikroskop (Dr.
H.M. Subandi, 2010).
Berdasarkan data penelitian tersebut, calon peneliti ingin meneliti
tentang pengaruh air Zamzam terhadap pertumbuhan angka kuman pada
air sungai. Hai ini dikarenakan air sungai merupakan sumber terbanyak
ditemukannya mikroorganisme. Dengan demikian, dalam penelitian ini
akan dibandingkan pertumbuhan angka kuman pada air sungai terhadap air
yang telah terbukti tidak terdapat mikroorganisme yaitu air Zamzam.

B. Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh air Zamzam terhadap pertumbuhan angka
kuman pada air sungai.

4

C. Batasan Masalah
Penelitian ini hanya membatasi pada pemeriksaan pengaruh air
Zamzam terhadap pertumbuhan angka kuman pada air sungai.

D. Tujuan Penelitian
1. Umum
Mengetahui pengaruh air Zamzam terhadap pertumbuhan angka
kuman pada air sungai.
2. Khusus
a. Mengetahui pengaruh air Zamzam terhadap pertumbuhan angka
kuman pada air sungai dengan varian konsentrasi perlakuan 1/2,
1/3, 1/4, 1/5, 1/6.
b. Menilai dan membuktikan apakah pengaruh air Zamzam pada air
sungai mampu mengurangi pertumbuhan angka kuman.

E. Manfaat Penelitian
1. Bagi Akademi Analis Kesehatan Borneo Lestari
Sebagai sumber literatur tambahan di bidang Bakteri serta dapat
digunakan sebagai tambahan sumber pustaka untuk membantu proses
penelitian selanjutnya.
2. Bagi Peneliti
Sebagai bahan tambahan pengetahuan dan penerapan ilmu
pengetahuan selama berada di bangku kuliah.

5

3. Bagi Masyarakat
Sebagai tambahan informasi tentang manfaat air Zamzam terhadap
pertumbuhan angka kuman pada air sungai.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Air Zamzam
1. Sumber Air Zamzam
Sumber air Zamzam adalah pancaran yang tak akan pernah habis.
Meski tiap tahun ribuan orang yang datang dari seluruh penjuru dunia
mengambil dan membawa pulang air Zamzam, sumber itu akan terus
mengalir dengan deras. Air Zamzam adalah air kehidupan yang akan
selalu menyertai perjalanan hidup umat manusia. Hal ini terbukti benar
dengan adanya fakta, yaitu mulai dari Zaman Nabi Ismail hingga kini,
dengan ribuan orang yang mengambilnya setiap saat, air Zamzam
jumlahnya tetap stabil, tidak pernah menyusut dan mengalami
kekeringan (Muhammad, 2012).
Siapapun yang pergi menunaikan ibadah haji, tentu tidak akan
melupakan untuk membawa oleh-oleh air Zamzam. Tidak ada satu
sumur pun di dunia ini yang airnya diminum oleh beribu-ribu orang
dari berbagai belahan dunia selain air Zamzam. Air yang penuh
mukjizat ini merupakan satu-satunya air yang diminum oleh semua
suku di dunia (Misrawi, 2009).
Anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Rovicky Dwi
Putrohari dalam sebuah uji pemompaan (pump tets), sebelum tahun
1950 menyebutkan bahwa sumur Zamzam ini mampu mengalirkan air

6

7

sebebsar 11-18,5 liter per detik atau mencapai 660 liter per menit atau
sekitar 40 ribu liter per jam. Pada tahun 1953, pompa air dibangun
untuk menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air dan kerankeran yang ada di sekitar sumur Zamzam. Hasil menunjukkan
pengujian pada pemompaan 8000 liter per detik selama 24 jam, air
yang berada dalam sumur Zamzam mengalami penyusutan sedalam
3,23 meter dan ketika pemompaan dihentikan, terlihat permukaan
sumur kembali ke asalnya hanya dalam waktu 11 menit. Hal tersebut
menunjukkan bahwa banyak air yang tersimpan dalam sumur Zamzam
tidak pernah habis. Padahal, jarak kota Makkah ke laut (pantai) sejauh
75 kilometer. Namun terdapat hasil rekahan bebatuan yang ada pada
perbukitan di sekitar Makkah sehingga sumber air Zamzam tak pernah
kering (Asti, 2009)
2. Kandungan Air Zamzam
Air Zamzam memang mempunyai keutamaan yang lebih unggul
dibanding dengan air pada umumnya, salah satunya dalam aspek
kandungan mineralnya. Air Zamzam mempunyai kandungan mineral
air yang sangat unik. Jika pada umumnya air mengandung kurang
lebih 260 mg per liter elemen-elemen alamiah, maka air Zamzam
mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg per liter
(Muhammad, 2012).
Air Zamzam juga mengandung elemen-elemen kimiawi yang bisa
digolongkan menjadi beberapa kelompok. Pertama, positif ion,

8

misalnya sodium (250 mg per liter), kalsium (200 mg per liter),
potassium (20 mg per liter), dan magnesium (50 mg per liter). Kedua,
negatif ion, misalnya sulfur (372 mg per liter), bikarbonat (366 mg per
liter), nitrat (273 mg per liter), fosfat (0,25 mg per liter) dan ammonia
(6 mg per liter) (Muhammad, 2012).
3. Ion Flourida Sebagai Antimikroba dalam Air Zamzam
Ion flour merupakan salah satu ion penting yang mempunyai
peranan sebagai antimikroba. Oleh karena itu sebagian besar produk
pasta gigi mengedepankan adanya kandungan flourida di dalam
kemasannya yang difungsikan untuk menghambat bakteri penyebab
plak gigi. Flourida adalah senyawa kimia yang secara alami ada dalam
air pada berbagai konsentrasi. Pada konsentrasi yang proporsional
sangat bermanfaat bagi kesehatan khususnya kesehatan gigi, karena
dapat mencegah kerusakan gigi (Pratama, 2014).
Beberapa kandungan Air Zamzam jelas tak bisa dibandingkan
dengan

air

mineral

pada

umumnya,

elemen-elemen

kimiawi

membedakan antara air Zamzam dengan air pada umumnya. Hal
tersebut dapat ditunjukkan ketika seseorang minum air Zamzam, ia tak
hanya

akan

merasakan

penyembuhan (Asti, 2009).

sebuah

kesegaran,

tetapi

juga

efek

9

Tabel 2.1. Analisa Perbandingan Antara Air Zamzam dengan Air
Mineral pada Umumnya (Muhammad, 2012).
Air Zamzam
Air Mineral
Parameter
(mg/I)
(mg/I)
Klorida (Cl)
159,75
30
Sulfat (SO2)
140
27
Nitrat (NO3)
Tak terdeteksi
15
Nitrit (NO2)
0,040
Tak terdeteksi
Bikarbonat (HCO3)
398,22
32
Flour (F)
0,07
Tak terdeteksi
Besi (Fe)
Tak terdeteksi
Tak terdeteksi
Mangan (Mn)
0,014
Tak terdeteksi
Natrium (Na)
318
20
Kalsium (Ca)
182,2
3
Zat padat terlarut (TDS)
857
170
Magnesium (Mg)
6,86
5
Zat organik
2,79
Tak terdeteksi
Jumlah Mikroorganisme
Tak terdeteksi
Tak terdeteksi
pH
7,3
7,2

B. Mikroorganisme Patogen Dalam Air
1. Jenis Mikroorganisme Pencemar Air
Mikroorganisme yang terdapat di dalam air berasal dari berbagai
sumber seperti udara, tanah, sampah, lumpur, tanaman hidup atau mati,
hewan hidup atau mati kotoran manusia atau hewan dan bahan organik
lainnya. Air dapat merupakan medium pembawa mikroorganisme
patogenik yang berbahaya bagi kesehatan. Beberapa penyakit telah
lama diketahui penyebarannya melewati air, terutama pada air dalam
keadaan tercemar jenis-jenis air tersebut misalnya air danau, air sungai,
air rawa-rawa, air sawah, air laut, air hujan, dan sumber-sumber air
lainnya. Perubahan vektor penyakit berbagai macam penyakit yang

10

disebabkan lewat air adalah virus, bakteri, fungi, protozoa, cacing dang
sebagainya (Fardiaz, 2006).
Jenis mikroorganisme patogenik yang sering ditemukan di dalam
air

terutama

adalah

bakteri-bakteri

penyebab

infeksi

saluran

pencernaan seperti Vibrio cholera, penyebab penyakit kolera, Shigella
dysenteriae penyebab desentri basiler, Salmonella typhosa penyebab
tifus, dan S. paratyphi penyebab paratifus, virus polio dan hepatitis,
dan Entamoeba histolytica penyebab disentri amuba (Fardiaz, 2006).
2. Penyebaran Mikroorganisme Pencemaran Air
Tempat penyebaran penyakit pada umumnya berbentuk air
buangan yang banyak mengandung berbagai senyawa organik.
Penyebaran tersebut dapat melalui air danau, air sungai, air rawa, air
sawah, air sumur, air pompa, air pipa, air laut, air buangan dan lain
sebagainya. Jumlah dan jenis mikroorganisme yang terdapat dalam air
bervariasi tergantung dari berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut
adalah sebagai berikut :
a) Sumber air
Jumlah dan jenis miroorganisme dalam air dipengaruhi oleh
sumber air tersebut, misalnya air atmosfer (air hujan dan salju), air
permukaan (air danau dan sungai), air tanah (air sumur dan mata
air), air tergenang, air laut, dan sebagainya (Fardiaz, 2006).

11

b) Komponen nutrient dalam air
Air buangan sering mengandung komponen-komponen yang
dibutuhkan oleh spesies mikroorganisme tertentu. Sebagai contoh,
air yang mengandung besi dalam jumlah tinggi sering ditumbuhi
bakteri besi yaitu Ferrobacillus (F. ferro oxidans), air yang
mengandung H2S sering ditumbuhi oleh bakteri belerang yaitu
Thiobacillus (T. thioxidans), dan air yang mengandung metana
(CH4) sering ditumbuhi oleh bakteri yang mengoksidasi metana
(Fardiaz, 2006).
c) Komponen beracun
Komponen beracun yang terdapat di dalam air memepengaruhi
jumlah dan jenis mikroorganisme di dalam air tersebut. Sebagai
contoh, air laut mengandung garam dengan konsentrasi yang terlalu
tinggi untuk kehidupan kebanyakan spesies mikroorganisme.
Hanya beberapa mikroorganisme yang tahan garam dapat hidup di
dalam

air

laut.

Hidrogen

sulfida

yang

diproduksi

oleh

mikroorgansime pembusuk dari sampah-sampah organik bersifat
racun terhadap ganggang dan mikroorganisme lainnya, tetapi
sebaliknya H2S dapat digunakan oleh bakteri fotosintetik sebagai
donor elektron atau hidrogen untuk mereduksi karbon dioksida.
Selain itu komponen-komponen metalik, asam-asam organik
maupun anorganik, alkohol, antobiotik, khlorin, dan sebagainya

12

dapat membunuh mikroorganisme dan kehidupan lainnya di dalam
air (Fardiaz, 2006).
d) Organisme lain
Adanya organisme lain di dalam air dapat mempengaruhi
jumlah dan jenis mikroorganisme air. Sebagai contoh, plankton
merupakan organisme yang makan bakteri, sehingga adanya
plankton dapat mengurangi jumlah organisme-organisme tersebut.
Adanya protozoa dan bakteriopage mengurangi jumlah bakteri
didalam air karena kedua mikroorganisme tersebut dapat
membunuh bakteri. Selain itu beberapa bakteri air memproduksi
antibiotik yang dapat membunuh bakteri lainnya (Fardiaz, 2006).
e) Faktor fisik
Jumlah dan jenis mikroorganisme juga dipengaruhi oleh
faktor-faktor fisik air seperi suhu, pH, tekanan osmotik, tekanan
hidrostatik, aerasi, dan penetrasi sinar matahari. Sebagai contoh,
mikroorganisme yang dapat di dalam air laut adalah yang tahan
terhadap tekanan osmotik yang tinggi (Fardiaz, 2006).

13

Berbagai metode telah dikembangkan untuk menghitung jumlah
mikroorganisme. Metode ini menghitung jumlah sel, masaa sel, atau isi
sel yang sesuai dengan jumlah sel. Ada empat maam cara yang umum
digunakan untuk memperkirakan besar populasi organisme, yaitu :
1. Perhitungan langsung (direct count) jumlah sel atau biomassa
mikroorganisme, sel dihitung langsung dibawah mikroskop atau
dengan perhitungan partikel elektron (elektronik partickel counter).
2. Pengukuran

langsung

(direct

biomassa

measurement)

mikroorganisme, massa sel ditentukan dengan menimbang atau
mengukur berat seluruh sel, biomassa dapat dikorelasikan dengan
jumlah sel dengan membandingkannya pada kurva standar.
3. Perhitungan

tidak

lansung

(indirect

count)

jumlah

sel,

mikroorganisme dalam sampel dikonsentrasikan dan ditanam pada
media yang sesuai, pertumbuhan mikroorganisme, contohnya
pembentukan

koloni

dalam

plat

agar,

digunakan

untuk

memperkirakan jumlah mikroorganisme yang terdapat didalam
sampel.
4. Perkiraan

tidak

langsung

(indirect

estimate)

biomassa

mikroorganisme, biomassa mikroorganisme diperkirakan dengan
mengukur komponen biokimia sel mikroorganisme yang relatif
konstan, seperti protein, adenosine trifosfat (ATP), lipopolisakarida
(LPS), murine dan klrofil. Biomassa juga dapat diperkirakan secara
tidak langsung dengan mengukur kekeruhan; perkiraan tidak

14

langsung biomassa mikroorganisme dapat dikolerasikan dngan
jumlah sel dengan membandingkannya dengan kurva standar
(Harmita, 2008).

C. Landasan Teori
Air Zamzam memiliki kelebihan dari air-air biasa, di mana air
Zamzam tidak akan berubah atau rusak sekalipun disimpan lama atau
disimpan dimanapun tempatnya (Asti, 2009). Berdasarkan penelitian Dr.
Hamdi Saif terhadap air Zamzam, bahwa terdapat kandungan elektrolit
dan mineral dengan keseimbangan yang sempurna dalam air Zamzam.
Kedua hal tersebut sangat penting untuk kesehatan tubuh manusia. Selain
itu, ditemukan bahwa air Zamzam juga bebas dari semua mikroorganisme
patogenik (Muhammad, 2012).
Zamzam juga bersifat steril dengan adanya kandungan fluorida yang
memiliki sifat antimikroba dalam jumlah yang proporsional serta tidak
memberikan dampak meracuni bagi tubuh. Air Zamzam yang terbukti
mempunyai kandungan flourida yang cukup tinggi sudah pula diteliti
kemampuannya menekan pertumbuhan koloni bakteri yang sengaja
dibiakkan pada media penumbuh bakteri, kerja flourida sebagai
antimikroba ini didasari oleh kemampuan senyawa ini dalam menghambat
kerja enolase yaitu suatu enzim glikolitik yang mengubah 2-fosfogliserat
menjadi fosfoenolpiruvat. Enzim ini merupakan enzim yang berperan di

15

dalam metabolisme pertumbuhan mikroba secara umum (Muhammad,
2012).
Mikroorganisme patogenik yang hidup di dalam air sangat banyak,
pencemaran domestik yang memasuki badan air sebagian besar
diakibatkan oleh kehadiran mikroorganisme. Bakteri patogen yang
terdapat di dalam air, seperti E.coli, Salmonella, Shigella, Vibrio,
Entamoeba (Suriawiria, 2008). Tempat penyebaran penyakit pada
umumnya berbentuk air buangan yang banyak mengandung berbagai
senyawa organik. Penyebaran tersebut dapat melalui air danau, air sungai,
air rawa, air sawah, air sumur, air pompa, air pipa, air laut, air buangan
dan lain sebagainya.
Jumlah dan jenis mikroorganisme yang terdapat dalam air bervariasi
tergantung dari berbagai faktor yaitu sumber air, komponen nutrient dalam
air, komponen beracun, organisme lain serta faktor fisik (Fardiaz, 2006).
Perhitungan mikroorganisme sangat penting untuk menentukan populasi
bakteri dalam suatu sampel. Menghitung jumlah mikroorganisme dapat
dilakukan dengan metode Total Plate Count (TPC). Total Plate Count
(TPC)

merupakan

metode

perhitungan

menyeluruh

yaitu

dapat

menghitung jumlah mikroorgasime yang hidup maupun mati. Metode
perhitungan menyeluruh ini disebut juga perhitungan langsung/direct
count karena menghitung mikroorganisme secara langsung dibawah
mikroskop (Subandi, 2010).

16

D. Kerangka Konsep

Perhitungan Angka Kuman

Air Zamzam

Air Zamzam
dan air sungai

Air sungai

Analisa TPC

(+)
pertumbuhan
angka kuman
berkurang

(-)
pertumbuhan
angka kuman
tetap

Gambar 2.1 Kerangka konsep
Keterangan :

Diteliti

Tidak diteliti

E. Hipotesis
Adanya pengaruh air Zamzam terhadap pertumbuhan angka kuman
pada air sungai.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian
Jenis penelitian ini bersifat true experiment dengan rancangan
posttest only control group design, yaitu mengukur pengaruh air Zamzam
terhadap pertumbuhan angka kuman pada air sungai dengan cara
membandingkan

kelompok

tersebut

dengan

kelompok

kontrol

(Notoatmodjo, 2012).

B. Bahan dan Prosedur
Bahan :
1. Air Zamzam :
Air Zamzam yang digunakan yaitu berasal dari mata air asli yang
diambil langsung dari kota mekkah.
2. Air Sungai
Air sungai yang digunakan pada penelitian ini diambil dari air
sungai di kawasan Martapura.
Kedua sampel penelitian ini ditentukan menurut rumus :
(t-1) (n-1) ≥ 15
Dimana (t) adalah kelompok perlakuan, dan (n) adalah jumlah
sampel perkelompok perlakuan. Sampel dibagi dalam dua kelompok,
kontrol perlakuan dan dengan masing-masing tujuh kelompok.

17

18

3. Rancangan Perlakuan
Varian konsentrasi jumlah perlakuan yang digunakan adalah 1/2,
1/3, 1/4, 1/5 dan 1/6. Air Zamzam dan air sungai dengan masingmasing konsentrasi pengencer tersebut diambil dengan pipet volume
lalu dimasukan kedalam tabung reaksi.
Berikut ini adalah masing-masing konsentrasi perlakuan untuk
volume air sungai dan volume air Zamzam yang harus dicampur :
a) 1/2 = Dipipet 1 ml air sungai dan 2 ml air Zamzam
b) 1/3 = Dipipet 1 ml air sungai dan 3 ml air Zamzam
c) 1/4 = Dipipet 1 ml air sungai dan 4 ml air Zamzam
d) 1/5 = Dipipet 1 ml air sungai dan 5 ml air Zamzam
e) 1/6 = Dipipet 1 ml air sungai dan 6 ml air Zamzam

C. Instrument
Pada penelitian pemeriksaan Total Plate Count dengan metode direct
dimana instrument yang digunakan yaitu dengan menghitung langsung
koloni yang tumbuh pada media biakan. Alat dan bahan dapat digunakan
sebagai berikut :
1. Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu tabung reaksi,
pipet volumetrik, cawan petri, lampu spiritus, laminar air flow.

19

2. Bahan
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu air Zamzam, air
sungai dan media Nutrient Agar (NA).

D. Variabel dan definisi Operasional
Tabel 3.2. Variabel, definisi operasional, alat ukur, skala, dan hasil
ukur
Definisi
Alat Ukur
Skala
Hasil
Variabel
Operasional
Ukur
Ukur
Konsentrasi dari
air Zamzam
Air
yang dapat
Uji
Rasio
Koloni/ml
mengurangi
Zamzam
Laboratorium
angka kuman
pada air sungai
Perhitungan
jumlah koloni
Uji
TPC
Rasio
Koloni/ml
Mikroba yang
Laboratorium
tumbuh pada air
sungai

E. Cara Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan berupa data primer yang diperoleh dari
percobaan yang dilakukan dilaboratorium dan data sekunder yang
diperoleh dari studi literatur dan perpustakaan maupun dari internet sesuai
dengan tujuan penelitian.
1. Persiapan
Sebelum penelitian ini dilakukan, peneliti melalui tahap-tahap
sebagai berikut, yaitu melakukan studi pendahuluan, pencarian literatur,
penyusunan proposal, menyiapkan air Zamzam dan air sungai dan
penentuan konsentrasi.

20

2. Pelaksanaan
Setelah

mendapakan

persetuan

institusi

tempat

penelitian.

Kemudian peneliti melakukan pemeriksaan pengaruh air Zamzam
terhadap pertumbuhan angka kuman pada air sungai. Data dikumpulkan
dengan melihat pada masing-masing konsentrasi dan pengulangan
mengenai pengurangan pertumbuhan jumlah mikroba. Berikut cara
kerja
a. Pengambilan sampel :
1) Air sungai
 Lepaskan tali pengikat kertas
 Buka penyumbat dan penutup botol
 Masukkan

botol

sampel

pada

air

sungai

dengan

menenggelamkan pada jarak 20 cm dari permukaan
 Botol sampel diisi hanya 3/4 bagian botol dengan menyisakan
udara di atasnya yang bertujuan agar air sampel dapat dikocok
sebelum diperiksa
 Botol disumbat dan ditutup kembali kemudian diikat
(Waluyo, 2009).
2) Air Zamzam
Pengambilan air Zamzam dilakukan secara aseptis dengan
sampel air dan tempat penyimpanan yang steril.

21

b. Pemeriksaan angka kuman :
1) Sediakan 7 tabung dan cawan peteri (sesuai dengan pengenceran
beserta kontrol) yaitu varian konsentrasi perlakuan 1/2, 1/3, 1/4,
1/5, 1/6, Kontrol Positif dan Kontrol Negatif.
2) Pembuatan blanko kontrol media, air Zamzam dan instrument
yang digunakan.
3) Pipet masing-masing sebanyak 1 ml sampel air sungai (kontrol
positif) dan air Zamzam (kontrol negatif) pada tabung reaksi
kemudian masukan kedalam petri.
4) Pipet sampel air sungai dan air Zamzam kedalam tabung reaksi
dengan perbandingan 1/2, 1/3, 1/4, 1/5 dan 1/6,
5) Lakukan pengenceran bertahap sesuai dengan metode TPC.
Kemudian masukan kedalam cawan petri sebanyak 0,1 ml.
6) Sampel yang telah dimasukkan kedalam cawan petri kemudian
tambahkan media NA dan homogenkan dengan menggoyangkan
mempentuk seperti angka 8.
7) Masukan semua cawan petri kedalam inkubator dengan posisi
terbalik selama 1x24 jam.
8) Hitung koloni-koloni kuman yang tumbuh pada cawan petri.
(Hastrini, 2013).
c. Cara menghitung koloni :
1) Dua koloni yang berhimpitan dan masih dapat dibedakan dihitung
dua koloni/ml.

22

2) Koloni yang terlalu besar (lebih besar dari setengah luas cawan)
tidak dihitung.
3) Koloni yang besarnya kurang dari setengah luas cawan dihitung
satu koloni/ml.
d. Syarat standar perhitungan jumlah koloni :
1) Cawan yang dipilih adalah yang mengandung jumlah koloni 30 300 koloni, beberapa koloni yang bergabung menjadi satu
dihitung sebagai satu koloni yang seperti sederetan garis tebal.
Hasil yang dilaporkan terdiri dari dua angka, yaitu angka pertama
didepan koma dan angka kedua dibelakang koma. Jika angka
ketiga lebih besar dari lima maka harus dibulatkan satu angka
lebih tinggi pada angka kedua.
2) Jika semua pengenceran menghasilkan angka kurang dari 30
koloni pada cawan petri maka hanya koloni pada pengenceran
terendah yang dihitung. Hasilnya dilaporkan sebagai kurang dari
30 koloni dikalikan dengan faktor pengenceran tetapi jumlah
sebenarnya harus dicantumkan dalam tanda kurung.
3) Jika semua pengenceran menghasilkan anga lebih dari 300 koloni
pada cawan petri maka hanya koloni pada pengenceran tertinggi
yang dihitung. Hasilnya dilaporkan sebagai lebih dari 300 koloni
dikalikan dengan faktor pengenceran tetapi jumlah sebenarnya
harus dicantumkan di dalam kurung. Cara perhitungan hanya 1/4
bagian saja kemudian hasilnya dikalikan.

23

4) Jika semua pengenceran menghasilkan angka antara 30 - 300
koloni pada cawan petri. Perbandingan dari pengenceran tertinggi
dan terendah dari kedua pengenceran lebih kecil atau sama
dengan dua, tentukan rata-rata dari kedua pengenceran tersebut
dengan memperhitungkan pengencerannya. Jika perbandingan
antara hasil pengenceran tertinggi dan terendah hasilnya lebih dari
dua maka yang dilaporkan hanya hasil yang terkecil.
5) Jika digunakan dua cawan petri (duplo) perpengenceran, data
yang diambil harus dari kedua cawan tersebut, tidak boleh
diambil salah satu, meskipun salah satu dari cawan duplo tidak
memenuhi syarat 30 - 300 koloni.
6) Perbandingan

pengenceran

tertinggi

atau

perbandingan

pengenceran terendah ≤ dua maka yang diambil adalah nilai rataratanya.
7) Perbandingan

pengenceran

tertinggi

atau

perbandingan

pengenceran terendah > dua maka yang diambil adalah hasil
terendah (Yulisma, 2012).

24

F. Pengolahan dan Analisis Data
1. Tekhnik Pengolahan Data
Pengolahan data pada penelitian ini dengan uji sebagai berikut :
a) Uji analisis varians (Analysis of Variance/ANOVA)
Untuk mengetahui adanya perbedaan pengurangan jumlah
mikroba pada kelompok uji dengan bantuan SPSS software 18.
2. Analisis Data
Data yang diperoleh dari 7 tahapan perlakuan konsetrasi
ditabulasikan untuk mengetahui perbandingan terhadap masing-masing
konsentrasi.
G. Kelemahan dan Kesulitan
1. Kelemahan
Pemeriksaan dilakukan hanya satu kali saja tanpa adanya
pengulangan.
2. Kesulitan
Sampel air Zamzam yang tidak langsung diperiksa.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
Berdasarkan Penelitian yang dilakukan untuk melihat pengaruh air
Zamzam terhadap pertumbuhan angka kuman pada air sungai dengan
variasi pengenceran didapatkan hasil sebagai berikut :

Tabel

4.1

Hasil Pengamatan Pengaruh Air Zamzam Terhadap
Pertumbuhan Angka Kuman pada Air Sungai dengan
Variasi Perlakuan
Perlakuan (Koloni/ml)

Jumlah
Pengenceran

1/2

1/3

1/4

1/5

1/6

Kontrol
Negatif

10-1

Kontrol
Positif
105

40

36

17

12

2

0

10-2

89

38

31

10

7

0

0

10-3

65

32

23

8

5

0

0

Syarat jumlah koloni yang dapat diperhitungakan adalah 30-300 koloni
Berdasarkan data hasil di atas dinyatakan bahwa jumlah koloni yang
memenuhi syarat perhitungan yaitu :
a. Kontrol positif : 10-1 (105 koloni/ml), 10-2 (89 koloni/ml) dan 10-3 (65
koloni/ml).
b. Perlakuan 1/2 : 10-1 (40 koloni/ml), 10-2 (38 koloni/ml) dan 10-3 (32
koloni/ml).
c. Perlakuan 1/3 : 10-1 (36 koloni/ml) dan 10-2 (31 koloni/ml).
25

26

Perlakuan yang tidak memenuhi syarat perhitungan koloni yaitu untuk
perlakuan 1/3 pada jumlah pengenceran 10-3, perlakuan 1/4 pada semua
jumlah pengenceran, perlakuan 1/5 pada semua jumlah pengenceran dan
perlakuan 1/6 pada semua jumlah pengenceran serta kontrol negatif.
Dimana dapat dilihat nilai rata-rata dari semua varian konsentrasi
perlakuan beserta kontrol pada tabel dan diagram sebagai berikut :
Tabel 4.2 Nilai rata-rata hasil dari semua varian konsentrasi perlakuan
Perlakuan

Nilai Rata-rata

Kontrol Positif
Kontrol Negatif
Perlakuan 1/2
Perlakuan 1/3
Perlakuan 1/4
Perlakuan 1/5
Perlakuan 1/6

86.3
0
36.7
30
11.7
8
0.7

0%
7%

5%

Kontrol Positif

17%

50%

kontrol Negatif
Perlakuan 1/2
Perlakuan 1/3

21%

Perlakuan 1/4
Perlakuan1/5
Perlakuan1/6
0%

Gambar 4.1 Diagram Pie Nilai rata-rata hasil dari semua varian
konsentrasi perlakuan

27

B. Analisis Data
Tabel 4.3 Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardiz
ed Residual
N
15
a,b
Normal Parameters
Mean
.0000000
Std. Deviation
4.90480814
Most Extreme
Absolute
.146
Differences
Positive
.129
Negative
-.146
Kolmogorov-Smirnov Z
.564
Asymp. Sig. (2-tailed)
.908
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar
0.908 lebih besar dari 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang
di uji berdistribusi normal. Dasar pengambilan keputusan dalam uji
normalitas jika nilai signifikansi lebih besar dari 0.05 maka data tersebut
berdistribusi normal. Sebaliknya, jika nilai signifikansi lebih kecil dari
0.05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal.

Tabel 4.4 Uji Homogenitas
Test of Homogeneity of Variances
TPC
Levene
Statistic
1.513

df1

df2
4

Sig.
10

.271

Sebelum melakukan uji ANOVA, harus dilakukan dulu uji
homogenitasnya. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel tersebut. Dari
tabel homogenitas terlihat bahwa hasil uji menunjukkan bahwa varian

28

ketujuh kelompok tersebut sama (p-value = 0.271) dimana > 0.05 yang
berarti terdapat kesamaan varians antar kelompok atau yang berarti
homogen, sehingga uji anova valid untuk menguji hubungan ini.

Tabel 4.5 Uji Anova
ANOVA
TPC
Sum of
Squares
Between
Groups
Within Groups
Total

Mean
Square

df

16790.286

6

2798.381

1052.667

14

75.190

17842.952

20

F
37.217

Sig.
.000

Dari tabel tersebut pada kolom Sig. diperoleh nilai P (p-value =
0.000). dengan demikian pada taraf nyata yaitu 0.05 yang berarti (0.000 <
0.05) dimana Ho diterima, Hasil statistik dengan menggunakan uji
ANOVA pada taraf kepercayaan (α) 0.05, didapatkan nilai F hitung =
37.217. sedangkan pada F tabel yang mana df1 = 6 dan df2 = 14 dan hasil
yang diperoleh untuk F tabel adalah 2.85 yang berarti F hitung > F tabel,
maka Ho diterima dan Ha ditolak. Sehingga kesimpulan yang didapatkan
adalah adanya pengaruh air Zamzam terhadap pertumbuhan angka kuman
pada air sungai pada varian perlakuan 1/2, 1/3, 1/4, 1/5, dan 1/6.

29

C. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat
varian konsentrasi perlakuan air Zamzam dan air sungai mampu
menghambat pertumbuhan angka kuman. Hal tersebut dapat dibuktikan
dengan adanya pengurangan jumlah kuman pada tiap perlakuan yaitu 1/2,
1/3, 1/4, 1/5 dan 1/6. Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa
jumlah koloni yang memenuhi syarat perhitungan yaitu kontrol positif
pada pengenceran 10-1 (105 koloni/ml), 10-2 (89 koloni/ml) dan 10-3 (65
koloni/ml). Perlakuan 1/2 pada pengenceran 10-1 (40 koloni/ml), 10-2 (38
koloni/ml) dan 10-3 (32 koloni/ml). Perlakuan 1/3 pada pengenceran 10-1
(36 koloni/ml) dan 10-2 (31 koloni/ml). Kemudian yang tidak memenuhi
syarat perhitungan koloni yaitu untuk perlakuan 1/3 pada jumlah
pengenceran 10-3, perlakuan 1/4 pada semua jumlah pengenceran,
perlakuan 1/5 pada semua jumlah pengenceran dan perlakuan 1/6 pada
semua jumlah pengenceran serta kontrol negatif.
Berdasarkan hasil statistik dengan menggunakan uji ANOVA
untuk menentukan adanya pengaruh air Zamzam terhadap pertumbuhan
angka kuman pada air sungai pada taraf kepercayaan (α) 0.05, didapatkan
nilai F hitung = 37.217. sedangkan pada F tabel yang mana df1 = 6 dan
df2 = 14 dan hasil yang diperoleh untuk F tabel adalah 2.85 yang berarti F
hitung > F tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak, sehingga dapat
disimpulkan bahwa ada perbedaan yang jauh antara rata-rata kontrol dan
rata-rata nilai varian konsentrasi perlakuan 1/2, 1/3, 1/4, 1/5 dan 1/6.

30

Hasil penelitian mendukung pernyataan penelitian sebelumnya
yang mengatakan bahwa air Zamzam merupakan air yang bersih dan bebas
dari bakteri. Dalam penelitian ini air Zamzam yang digunakan dapat
menghambat pertumbuhan angka kuman pada air sungai. Hal tersebut
ditunjukkan dari hasil penelitian yaitu semakin tinggi tingkat varian
konsentrasi perlakuan, maka semakin banyak kandungan florida yang
terdapat pada tiap perlakuan yang dapat menghambat pertumbuhan angka
kuman, menurut (Muhammad, 2012) menyatakan bahwa salah satu
kandungan dari air Zamzam yang mampu membunuh bakteri yaitu ion
flourida, ion flour merupakan salah satu ion penting yang mempunyai
peranan sebagai antibiotik. Air Zamzam yang terbukti mempunyai
kandungan flourida yang cukup tinggi sudah pula diteliti kemampuannya
menekan pertumbuhan koloni bakteri yang sengaja dibiakkan pada media
penumbuh bakteri, mekanisme flourida sebagai antimikroba didasari oleh
kemampuan senyawa dalam menghambat kerja enolase yaitu suatu enzim
glikolitik yang mengubah 2-fosfogliserat menjadi fosfoenolpiruvat. Enzim
ini merupakan enzim yang berperan di dalam metabolisme pertumbuhan
mikroba secara umum. Salah satunya penggunaan florida yang
ditambahkan ke dalam air minum untuk pencegahan karies gigi. Flourida
tersebut digunakan sebagai pencegahan penyakit karies gigi yang paling
efektif di ditimbulkan akibat adanya kuman (Waluyo, 2009).

31

Fungsi lain dari flourida yaitu dalam menghambat inisiasi dan
perkembangan karies gigi serta menstimulasi pembentukan tulang baru
dengan mengganti ion hidroksil dalam fluoroapatit yang membentuk
kristal hidroksiapatit (kristal kalsium dan fosfat) sebagai peningkatan
resistensi kimiawi terhadap asam yang dihasilkan oleh bakteri juga
penghambatan enzim pemetabolisme-glukosa pada bakteri kariogenik dan
penghambatan metabolisme bakteri (Grober, 2012).

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut :
1.

Adanya pengaruh air Zamzam terhadap pertumbuhan angka kuman
pada air sungai.

2.

Hasil penelitian menunjukan syarat jumlah koloni yang dapat dihitung
yaitu pada kontrol positif untuk semua pengenceran, perlakuan 1/2
pada pengenceran 10-1, 10-2 dan 10-3, perlakuan 1/3 pada pengenceran
10-1 dan 10-2.

3.

Adanya pengaruh air Zamzam pada air sungai dimana mampu
mengurangi pertumbuhan angka kuman.

B. Saran
1. Untuk Peneliti Selanjutnya
Mengingat keterbatasan dalam penelitian ini maka peneliti
sarankan sebagai berikut :
a.

Mengganti angka varian tingkat perlakuan pengenceran menjadi
varian dalam persen dan menambah lebih banyak jumlah
pengenceran.

32

33

b.

Perlu dilakukan penelitian lanjutan seperti menghitung MPN coli
terhadap air Zamzam atau melakukan perlakuan terhadap air
Zamzam pada bakteri gram positif.

DAFTAR PUSTAKA

Asti, B.M. 2009. Mukjizat Penyembuhan Air Zamzam. Jogjakarta: Mutiara
Medika.
Fardiaz, S. 2006. Polusi Air dan Udara. Jogjakarta: KANSIUS (Anggota IKAPI).
Grober, U. 2012. Mikronutrien "Penyelarasan Metabolik, Pencegahan dan
Terapi". Jakarta: EGC.
Harmita, Radji. dan Biomed,M. 2008. Buku Ajar Analisis Hayati. Jakarta: EGC.
Muhammad, N. 2012. Mukijizat Makanan dan Minuman Kesukaan Rasulullah.
Jogjakarta: DIVA Press (Anggota IKAPI).
Misrawati, Z. 2009. MEKKAH Kota Suci, Kekuasaan dan Teladan Ibrahim.
Jakarta: Kompas.
Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Peraturan

Menteri
Kesehatan
Republik
Indonesia
Nomor.492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air
Minum.

Pratama, R. N., 2014. Efek Antibakteri Pasta Gigi yang Mengandung Baking
Soda dan Pasta Gigi yang Mengandung Flour Terhadap Pertumbuhan
Bakteri Plak. Skripsi, 61(Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin Makasar), p. 15.
Hastrini, R., 2013. Analisis Penanganan (handling) Hasil Tangkapan Kapal Purse
Seine yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP)
Bajomulyo Kabupaten Pati. Artikel, Volume 2, p. 4.
Subandi, H.M. 2010. Mikrobiologi Perkembangan, Kajian dan Pengamatan
Dalam Persfektif Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Suriawiria, U. 2011. Mikrobologi Dasar. Jakarta: Papas Sinar Sinanti.
Waluyo, L. 2009. Mikrobiologi Lingkungan. Malang: UMM Press

Proses Strerilisasi Alat dan Pembuatan Media Nutrien Agar (NA)

Pengambilan Sampel Air Sungai

Media Nutrien Agar (NA)Sampel air Zamzam, dan Sampel Air Sungai

Hasil Penelitian

Perlakuan 1/2

Perlakuan 1/3

Perlakuan 1/4

Perlakuan 1/5

Perlakuan 1/6

EXAMINE VARIABLES=TPC BY Air_Zamzam
/PLOT BOXPLOT STEMLEAF NPPLOT
/COMPARE GROUPS
/STATISTICS DESCRIPTIVES
/CINTERVAL 95
/MISSING LISTWISE
/NOTOTAL.

Explore
Notes
Output Created

12-May-2015 05:40:18

Comments
Input

Active Dataset

DataSet0

Filter



Weight



Split File



N of Rows in Working Data

15

File
Missing Value Handling

Definition of Missing

User-defined missing values for
dependent variables are treated as
missing.

Cases Used

Statistics are based on cases with no
missing values for any dependent
variable or factor used.

Syntax

EXAMINE VARIABLES=TPC BY
Air_Zamzam
/PLOT BOXPLOT STEMLEAF
NPPLOT
/COMPARE GROUPS
/STATISTICS DESCRIPTIVES
/CINTERVAL 95
/MISSING LISTWISE
/NOTOTAL.

Resources

Processor Time

00:00:06.828

Elapsed Time

00:00:14.741

[DataSet0]

Air_Zamzam
Case Processing Summary
Air_Zamzam

Cases
Valid
N

TPC

dimension1

Missing

Percent

N

Total

Percent

N

Percent

1/2

3

100.0%

0

.0%

3

100.0%

1/3

3

100.0%

0

.0%

3

100.0%

1/4

3

100.0%

0

.0%

3

100.0%

1/5

3

100.0%

0

.0%

3

100.0%

1/6

3

100.0%

0

.0%

3

100.0%

Descriptives
Air_Zamzam
TPC

1/2

Statistic

Mean
95% Confidence Interval for

Std. Error

36.67
Lower Bound

26.32

Upper Bound

47.01

2.404

Mean

5% Trimmed Mean

.

Median

38.00

Variance

17.333

Std. Deviation

4.163

Minimum

32

Maximum

40

Range

8

Interquartile Range

.

Skewness
Kurtosis
1/3

Mean
95% Confidence Interval for

-1.293

1.225

.

.

30.00

3.786

Lower Bound

13.71

Upper Bound

46.29

Mean

5% Trimmed Mean
Median
Variance
Std. Deviation

.
31.00
43.000
6.557

Minimum

23

Maximum

36

Range

13

Interquartile Range

.

Skewness
Kurtosis
1/4

Mean
95% Confidence Interval for

-.670

1.225

.

.

11.67

2.728

Lower Bound

-.07

Upper Bound

23.41

Mean

5% Trimmed Mean

.

Median

10.00

Variance

22.333

Std. Deviation

4.726

Minimum

8

Maximum

17

Range

9

Interquartile Range

.

Skewness
Kurtosis
1/5

Mean
95% Confidence Interval for

1.390

1.225

.

.

8.00

2.082

Lower Bound

-.96

Upper Bound

16.96

Mean

5% Trimmed Mean

.

Median

7.00

Variance

13.000

Std. Deviation

3.606

Minimum

5

Maximum

12

Range

7

Interquartile Range

.

Skewness
Kurtosis
1/6

Mean
95% Confidence Interval for

1.152

1.225

.

.

.67

.667

Lower Bound

-2.20

Upper Bound

3.54

Mean

5% Trimmed Mean
Median

.
.00

Variance

1.333

Std. Deviation

1.155

Minimum

0

Maximum

2

Range

2

Interquartile Range

.

Skewness

1.732

1.225

Kurtosis

.

.

Tests of Normality
a

Air_Zamzam

Kolmogorov-Smirnov
Statistic

TPC

dimension1

Sig.

.

.923

3

.463

1/3

.227

3

.

.983

3

.747

1/4

.304

3

.

.907

3

.407

1/5

.276

3

.

.942

3

.537

1/6

.385

3

.

.750

3

.000

TPC Stem-and-Leaf Plot for
Air_Zamzam= 1/2

Frequency Stem & Leaf
2.00

3 . 28

1.00

4. 0

Stem width:

10
1 case(s)

TPC Stem-and-Leaf Plot for
Air_Zamzam= 1/3

Frequency Stem & Leaf
1.00

2. 3

2.00

3 . 16

Stem width:

df

3

Stem-and-Leaf Plots



Statistic

.292

TPC

Each leaf:

Sig.

1/2

a. Lilliefors Significance Correction



df

Shapiro-Wilk

10

Each leaf:


1 case(s)

TPC Stem-and-Leaf Plot for
Air_Zamzam= 1/4

Frequency Stem & Leaf
1.00

0. 8

2.00

1 . 07

Stem width:
Each leaf:


10
1 case(s)

TPC Stem-and-Leaf Plot for
Air_Zamzam= 1/5

Frequency Stem & Leaf
2.00

0 . 57

1.00

1. 2

Stem width:
Each leaf:

10
1 case(s)

 TPC Stem-and-Leaf Plot for
 Air_Zamzam= 1/6
Frequency Stem & Leaf
3.00

0 . 002

Stem width:
Each leaf:

10
1 case(s)

Normal Q-Q Plots

Detrended Normal Q-Q Plots

ONEWAY TPC BY Air_Zamzam
/STATISTICS DESCRIPTIVES
/MISSING ANALYSIS
/POSTHOC=TUKEY ALPHA(0.05).

Oneway
Notes
Output Created

12-May-2015 05:55:39

Comments
Input

Active Dataset

DataSet0

Filter



Weight



Split File



N of Rows in Working Data

15

File
Missing Value Handling

Definition of Missing

User-defined missing values are
treated as missing.

Cases Used

Statistics for each analysis are based
on cases with no missing data for any
variable in the analysis.

Syntax

ONEWAY TPC BY Air_Zamzam
/STATISTICS DESCRIPTIVES
/MISSING ANALYSIS
/POSTHOC=TUKEY ALPHA(0.05).

Resources

Processor Time

00:00:00.031

Notes
Output Created

12-May-2015 05:55:39

Comments
Input

Active Dataset

DataSet0

Filter



Weight



Split File



N of Rows in Working Data

15

File
Missing Value Handling

Definition of Missing

User-defined missing values are
treated as missing.

Cases Used

Statistics for each analysis are based
on cases with no missing data for any
variable in the analysis.

Syntax

ONEWAY TPC BY Air_Zamzam
/STATISTICS DESCRIPTIVES
/MISSING ANALYSIS
/POSTHOC=TUKEY ALPHA(0.05).

Resources

[DataSet0]

Processor Time

00:00:00.031

Elapsed Time

00:00:00.078

Descriptives
TPC
95% Confidence Interval for Mean
N

Mean

Std. Deviation

Std. Error

Lower Bound

Upper Bound

1/2

3

36.67

4.163

2.404

26.32

47.01

1/3

3

30.00

6.557

3.786

13.71

46.29

1/4

3

11.67

4.726

2.728

-.07

23.41

1/5

3

8.00

3.606

2.082

-.96

16.96

1/6

3

.67

1.155

.667

-2.20

3.54

15

17.40

14.608

3.772

9.31

25.49

Total

Descriptives
TPC
Minimum

Maximum

1/2

32

40

1/3

23

36

1/4

8

17

1/5

5

12

1/6

0

2

Total

0

40

ANOVA
TPC
Sum of Squares
Between Groups

Mean Square

2793.600

4

698.400

194.000

10

19.400

2987.600

14

Within Groups
Total

df

F

Sig.

36.000

Post Hoc Tests
Multiple Comparisons
TPC
Tukey HSD
(I) Air_Zamzam

(J) Air_Zamzam

Mean
Difference (I-J)

1/2

Std. Error

Sig.

1/3

6.667

3.596

.398

1/4

25.000

*

3.596

.000

1/5

28.667

*

3.596

.000

1/6

36.000

*

3.596

.000

1/2

-6.667

3.596

.398

1/4

18.333

*

3.596

.003

1/5

22.000

*

3.596

.001

1/6

29.333

*

3.596

.000

1/2

-25.000

*

3.596

.000

1/3

-18.333

*

3.596

.003

dimen

Dokumen yang terkait

Dokumen baru