Perancangan Interior Gedung Fashion Show Dengan Konsep Urban Life Style.

(1)

iii Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK

Gedung fashion show merupakan gedung yang dibuat khusus untuk khusus memperagakan busana yang sedang trend, tergantung pada trend yang sedang berkembang, terdapat panggung dan model. Pokok permasalahannya adalah di Indonesia tidak terdapat tempat khusus untuk memperagakan busana dan biasanya mereka menyewa gedung serba guna/ pub. Oleh karena itu tujuan dibuatnya gedung fashion show adalah mempermudah para desainer untuk memperkenalkan hasil rancangan mereka kepada publik.

Selain itu, dibangunnya gedung fashion show di Indonesia adalah agar para penyelenggara tidak usah bingung untuk memilih tempat yang cocok. Dalam hal pemilihan lokasi sebaiknya gedung fashion show ini dibangun ditempat yang strategis agar lebih menarik minat pengunjung dan disekitarnya juga merupakan pusat hiburan.

Oleh karena itu, pemilihan tempat yang strategis juga menjadi pertimbangan yang penting agar menarik minat pengunjung dan gedungnya dibangun sesuai dengan kondisi di lingkungan sekitarnya. Perkembangan fashion di Indonesia sangat cepat sesuai dengan perkembangan zaman dan selalu mengikuti trend. Penciptaan gedung juga harus sesuai dengan konsep agar citra urban lifestylenya lebih terlihat nyata.


(2)

iv Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

ABSTRAK...iii

DAFTAR ISI………...………..….iv DAFTAR GAMBAR...vii

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Masalah………...……..…….1

1.2Identifikasi Masalah………...3

1.3Tujuan Perancangan………...3

1.4Sistematika Penyajian………..……...4

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi dan Teori...5

2.1.1 Definisi...5

2.1.2 Teori...6

2.2 Jenis Perencanaan sistem pada gedung...7

2.2.1 Penghawaan pada gedung...7

2.2.2 Rancangan akustik ruangan musik...8

2.2.3 Perencanaan fasilitas dalam gedung...10

2.2.4 Jenis dan Tingkat penerangan...11

2.2.5 Ergonomis...13


(3)

v Universitas Kristen Maranatha BAB III ANALISA BANGUNAN

3.1Data Tapak...18

3.1.1 Kondisi /Potensi Tapak dan Lingkungan...21

3.1.2 Kondisi Lingkungan tapak...21

3.1.3 Kondisi Lingkungan tapak disekitar jalan samping...22

3.1.4 Potensi dan permasalahan tapak...22

3.2 Analisa Survey...25

3.3Analisa bangunan sejenis...26

3.3.1 Balai Sarbini...26

3.3.2 Paris Van Java...27

3.3.3 La Piazza...28

3.4Kebutuhan Ruang...30

3.5 Zoning...31

3.6 Blocking...32

BAB IV PERANCANGAN DESAIN INTERIOR 4.1Ide/konsep...34

4.1.1 Konsep Bentuk...35

4.1.2 Konsep Warna...37

4.1.3 Konsep Material...38

4.1.4 Konsep Furniture...39

4.1.5 Konsep Layout...39


(4)

vi Universitas Kristen Maranatha

4.1.7 Konsep Akustik...41

4.1.8 Konsep Penghawaan...41

4.1.9 Konsep Keamanan dan keselamatan...42

4.2 Keputusan Desain...43

4.2.1 Gedung Fashion Show dan pola lantai...43

4.2.2 Potongan Denah Khusus...45

4.2.3 Bentuk...48

4.2.4 Detail...49

4.2.5 Ceiling Denah Khusus...50

4.2.6 Skema Material...52

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan...53

5.2 Saran...54

DAFTAR PUSTAKA...x LAMPIRAN


(5)

vii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Lampu sorot...12

Gambar 2.2 Lampu dinding...12

Gambar 2.3 Daerah visual bidang vertikal...14

Gambar 2.4 Daerah visual bidang horizontal ...14

Gambar 2.5 Rentang Pergerakan Kepala dan Mata Bidang Vertikal...15

Gambar 3.1 Peta Area Dalem...18

Gambar 3.2 Site Plan...19

Gambar 3.3 Tampak Atas Area Dalem Kaum...20

Gambar 3.4 Foto 1...20

Gambar 3.5 Foto 2...20

Gambar 3.6 Foto 3...20

Gambar 3.7 Foto 4...20

Gambar 3.8 Area disekitar dalem kaum...22

Gambar 3.9 Area disekitar dalem kaum...23

Gambar 3.10 R &K tex...24

Gambar 3.11 Koren 114...24

Gambar 3.12 Salon Joyce...24

Gambar 3.13 Restoran dan rumah makan...24

Gambar 3.14 Gedung bertingkat...25

Gambar 3.15 Interior Balai Sarbini...26


(6)

viii Universitas Kristen Maranatha

Gambar 3.17 Denah Balai Sarbini...26

Gambar 3.18 Layout Balai Sarbini...27

Gambar 3.19 Area kontrol lighting...27

Gambar 3.20 Panggung fashion show...28

Gambar 3.21 Kursi fashion show...28

Gambar 3.22 Panggung Catwalk...29

Gambar 3.23 Bagian kiri panggung...29

Gambar 3.24 Area duduk penonton...29

Gambar 3.25 AC Central di ceiling...29

Gambar 3.26 Backstage La Piazza...29

Gambar 3.27 Rangka besi panggung...29

Gambar 4.1 Gedung di perkotaan...34

Gambar 4.2 Gambar gedung bertingkat tinggi...35

Gambar 4.3 Penerapan bentuk geometris...36

Gambar 4.4 Gambar bentuk geometris...36

Gambar 4.5 Penerapan bentuk geometris...36

Gambar 4.6 Gambar Penataan Kolom yang teratur...36

Gambar 4.7 Gambar seekor landak dengan bentuk yang dinamis...37

Gambar 4.8 Contoh warna metalic...38

Gambar 4.9 Contoh warna hangat...38

Gambar 4.8 gambar karpet ...39

Gambar 4.9 Gambar marmer...39

Gambar 4.10 Site Plan...40


(7)

ix Universitas Kristen Maranatha

Gambar 4.12 Denah dan pola lantai (Lantai 2)...44

Gambar 4.13 Denah dan pola lantai (Lantai 3)...45

Gambar 4.14 Potongan denah khusus...46

Gambar 4.15 Potongan denah khusus View lain...47

Gambar 4.16 Tampak Potongan denah khusus...48

Gambar 4.17 Contoh pola geometris...49

Gambar 4.18 Detail Dinding Akustik...49

Gambar 4.19 Detail Kursi Auditorium...50

Gambar 4.20 Denah Ceiling...51


(8)

Uni versitas Kristen Maranatha 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Bisnis fashion adalah bisnis yang terdapat di seluruh dunia, begitu pula di Indonesia, yaitu masyarakatnya khususnya di kota – kota besar menjadikannya sebagai kebutuhan yang cukup penting dalam berpenamp ilan. Masuknya berbagai merek produksi luar negeri merupakan saingan yang cukup berat bagi industri fashion Indonesia, karena merek – merek tersebut lebih menjanjikan dan mudah diperoleh masyarakat di toko – toko besar. Meskipun sangat lambat, sebenarnya industri fashion di Indonesia tumbuh, jumlah mereka yang memasuki bisnis fashion terus bertambah, dan produk perancang Indonesia bisa didapatkan di sejumlah mal di berbagai kota besar terutama di Pulau Jawa.


(9)

Uni versitas Kristen Maranatha 2 Industri fashion di Indonesia dapat dibilang sangat potensial untuk maju ke dunia internasional. Oleh karena itu industri fashion di Indonesia bisa semakin berkembang dan setidaknya maju di negerinya sendiri. Indonesia memiliki nilai – nilai budaya yang dapat digali dan dijadikan sumber inspirasi untuk perancangan busana, oleh karena sumber ide yang unik tersebut tidak dimiliki Negara lain. Kekuatan kita adalah para maestro kita di bidangnya masing – masing. Tugas perancang adalah mengolah kekayaan itu dan meletakkan pada konteks masa kini masyarakat urban kota – kota besar dunia.

Selain itu, para perancang pun memiliki masalah dalam hal memperkenalkan rancangannya kepada masyarakat yang disebabkan oleh sumber dana dan penyediaan sarana yang terbatas. Pada umumnya perancang mengadakan fashion show di hotel atau di pub/ diskotik. Karena tidak tersedianya fasilitas gedung yang khusus untuk acara fashion show itu sendiri. Maka dengan dibangunnya gedung fashion ini, para perancang akan lebih mudah menampilkan hasil rancangan mereka di dalam gedung yang lebih besar.

Di Indonesia saat ini, jika para perancang ingin menampilkan hasil rancangan mereka, mereka harus menyewa gedung di dalam hotel, pub atau diskotik. Tentu fasilitas yang tersedia di dalam gedung hotel itu tidak akan sama dengan fasilitas gedung yang khusus memperagakan busana. Karena gedung hotel dibangun dan dirancang untuk keperluan publik (gedung serba guna), dapat digunakan untuk acara resepsi pernikahan, ulang tahun, atau yang lainnya. Sedangkan gedung fashion show itu dibangun dan dirancang khusus untuk keperluan fashion show. Maka fasilitas yang tersedia sangatlah berbeda antara gedung hotel dan gedung fashion show.


(10)

Uni versitas Kristen Maranatha 3 1.2 Identifikasi Masalah

Orang – orang yang akan menghadiri datang ke gedung fashion show biasanya adalah para perancang baju, fans dari perancang baju, peragawati, selebritis, ibu rumah tangga yang sedang mencari hiburan, pengamat mode, editor, dan fotografer majalah. Permasalahan – permasalahan yang akan dihadapi dalam perancangan Gedung fashion show adalah:

1. Bagaimanakah cara menyikapi akustik pada gedung fashion show agar tidak menimbulkan cacat akustik yaitu gema,vibrasi dan bising?

2. Bagaimana cara menyikapi keergonomisan visualisasi penonton?

2. Bagaimanakah cara menerapkan konsep urban lifestyle pada gedung fashion show ini?

3. Bagaimanakah cara merancang sirkulasi ruangan pada gedung fashion show?

1.3 Tujuan Perancangan

Tujuan dari perancangan Gedung Fashion show ini adalah:

1. Membuat sistem akustik yang bisa menyerap suara agar tidak menimbulkan cacat akustik.

2. Menempatkan layar pada posisi yang tepat dengan memperhatikan standar ergonomisnya.

2. Merancang Gedung Fashion Show dengan menampilkan bentuk – bentuk yang sesuai dengan konsep urban lifestyle.

3. Mengelompokkan ruangan berdasarkan fungsi dan kebutuhan akan pe ngunjung agar lebih mudah menentukan kedekatan ruang.


(11)

Uni versitas Kristen Maranatha 4 1.4 Sistematika Penulisan

Penulisan ini dibagi menjadi beberapa bab diantaranya Bab I yaitu pendahuluan berisi latar belakang permasalahan, identifikasi masalah, tujuan perancangan dan sistematika penulisan.

Sedangkan Bab II berisikan landasan teori berisi tentang landasan teori penghawaan yang menjelaskan tentang penerapan alat dingin pada gedung, landasan teori akustik yang menjelaskan tentang perencanaan akustik di dalam gedung, landasan teori pe rencanaan faslitas yang ada di dalam gedung, dan landasan teori pencahayaan yang menjelaskan tentang jenis dan tingkat penerangan, keergonomisan dan makna yang terkandung di dalam warna .

Dan Bab III berisikan deskripsi obyek studi berisi tentang lokasi tempat dibangunnya gedung fashion show ini. Analisa fisik yang menjelaskan tentang sirkulasi dan view lahan, analisa survey, analisa bangunan sejenis dan a nalisa fungsional yang menjelaskan tentang kebutuhan ruangnya.

Pada Bab IV berisikan tentang konsep perancangan dan visualisasi karya desain interior yang menjelaskan tentang gagasan konsep, dan penjabaran hasil keputusan desain .

Pada Bab V berisikan tentang simpulan dari hasil analisis dan interpretasi yang dirumuskan dalam bentuk penyataan yang menjawab masalah perancangan yang telah dikemukakan di bagian pendahuluan dan terdapat saran.


(12)

Universitas Kristen Maranatha 53

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Perancangan interior gedung fashion show merupakan suatu rangkaian proses yang kompleks di mana melibatkan banyak aspek di dalamnya. Di antaranya adalah mempertimbangkan bagaimana cara merancang gedung fashion show yang tidak mengakibatkan cacat akustik khususnya gema dan bising.

Pandangan yang mendasari perancangan interior gedung fashion show ini adalah bagaimana cara menerapkan sistem akustik yang baik agar tidak terjadi cacat akustik. Oleh karena itu akan diterapkan sisitem akustik yang baik dan menggunakan bahan peredam suara yang baik.

Kemudian, sesuai dengan konsep urban lifestyle ini makan akan diterapkan pola – pola khas dari urban lifestyle itu sendiri. Dan tentunya menggunakan warna – warna metropolitan, begitu juga dalam pemilihan bahan, bahan yang digunakan pada umumnya yaitu stainless stell, aluminium, dan besi. Mengenai mayoritas bahan yang


(13)

Universitas Kristen Maranatha 54 digunakan dalam auditorium adalah karpet. Sangat bagus dalam hal meredam suara.

Mengenai alur sirkulasi ruang dalam auditorium, tentunya lebih mengutamakan area public di bagian yang paling dasar. Kemudian area semiprivate di bagian tengah – tengah gedung dan area private akan ditempatkan pada bagian yang jarang dijangkau oleh public.

Pemilihan konsep urban lifestyle itu sendiri adalah dikarenakan fashion yang selalu berkembang dari masa ke masa. Dan orang – orang diperkotaan pasti akan selalu mengikuti trend yang terbaru dari fashion itu sendiri. Jadi orang perkotaan akan selalu up to date. Gaya hidup diperkotaan juga selalu mengalami perubahan bergantung pada masanya seperti halnya fashion juga selalu berubah dari masa ke masa.

Perancangan interior gedung fashion show harus sesuai dengan kebutuhan pengguna, yaitu para perancang baju, fans dari perancang ba ju, peragawati, selebritis, ibu rumah tangga yang sedang mencari hiburan, pengamat mode, editor, dan fotografer majalah. Perancangan interior gedung fashion show ini diharapkan dapat menghasilkan fasilitas yang dapat menyesuaikan diri dengan penggunanya dan memberikan identitas sesuai dengan lingkungan dimana gedung ini berdiri. Jalan untuk mengungkapkan identitas tersebut adalah dengan menerapkan konsepnya ke dalam gedung ini.

5.2 Saran

Saran saya mengenai proyek saya ini adalah lebih ditingkatkan lagi gedung – gedung khusus unuk fashion show itu sendiri. Indonesia sendiri terkenal dengan budayanya yang beraneka ragam maka dengan ditingkatkannya acara fashion show


(14)

Universitas Kristen Maranatha 55 ini maka budaya Indonesia akan semakin terkenal. Dan dengan diperbanyaknya gedung – gedung khusus untuk fashion show maka para penyelenggara akan semakin mudah menampilkan acara fashion show dan tidak perlu repot untuk menyewa hotel / pub yang sistem akustiknya belum tentu bagus.


(15)

Uni versitas Kristen Maranatha x

Indrani C, Hedi. Erlangga. 2004. Pengaruh Elemen Interior terhadap karakter Akustik Auditorium. Jakarta

Doelle, Leslie L. 1985. Akustik Lingkungan. Jakarta

Barnett, Jonathan. 1982. An Introduction to Urban Design. Harper & Row: New York Larice, Michael, and MacDonald, Elizabeth, 2007. The Urban Design Reader. Routledge:

New York London

 www.lamptech.co.uk

Wallschlaeger, Charles, dkk, 1992. Basic Visual Concepts and Principles for Artists, Architects, and Designers. Wm.C.Brown Publisher

Darmaprawira W.A, Sulasmi, 2002. Warna teori dan kreativitas penggunaanya edisi ke-2. Bandung: Penerbit ITB

Neufert, Ernest, 2002. Data Arsitek/ Ernest Neufert. Jakarta : Erlangga Panero, Julius, 2003. Dimensi manusia dan ruang interior. Jakarta : Erlangga


(1)

Uni versitas Kristen Maranatha 3

1.2 Identifikasi Masalah

Orang – orang yang akan menghadiri datang ke gedung fashion show biasanya adalah para perancang baju, fans dari perancang baju, peragawati, selebritis, ibu rumah tangga yang sedang mencari hiburan, pengamat mode, editor, dan fotografer majalah. Permasalahan – permasalahan yang akan dihadapi dalam perancangan Gedung fashion show adalah:

1. Bagaimanakah cara menyikapi akustik pada gedung fashion show agar tidak menimbulkan cacat akustik yaitu gema,vibrasi dan bising?

2. Bagaimana cara menyikapi keergonomisan visualisasi penonton?

2. Bagaimanakah cara menerapkan konsep urban lifestyle pada gedung fashion show ini?

3. Bagaimanakah cara merancang sirkulasi ruangan pada gedung fashion show?

1.3 Tujuan Perancangan

Tujuan dari perancangan Gedung Fashion show ini adalah:

1. Membuat sistem akustik yang bisa menyerap suara agar tidak menimbulkan cacat akustik.

2. Menempatkan layar pada posisi yang tepat dengan memperhatikan standar ergonomisnya.

2. Merancang Gedung Fashion Show dengan menampilkan bentuk – bentuk yang sesuai dengan konsep urban lifestyle.

3. Mengelompokkan ruangan berdasarkan fungsi dan kebutuhan akan pe ngunjung agar lebih mudah menentukan kedekatan ruang.


(2)

1.4 Sistematika Penulisan

Penulisan ini dibagi menjadi beberapa bab diantaranya Bab I yaitu pendahuluan berisi latar belakang permasalahan, identifikasi masalah, tujuan perancangan dan sistematika penulisan.

Sedangkan Bab II berisikan landasan teori berisi tentang landasan teori penghawaan yang menjelaskan tentang penerapan alat dingin pada gedung, landasan teori akustik yang menjelaskan tentang perencanaan akustik di dalam gedung, landasan teori pe rencanaan faslitas yang ada di dalam gedung, dan landasan teori pencahayaan yang menjelaskan tentang jenis dan tingkat penerangan, keergonomisan dan makna yang terkandung di dalam warna .

Dan Bab III berisikan deskripsi obyek studi berisi tentang lokasi tempat dibangunnya gedung fashion show ini. Analisa fisik yang menjelaskan tentang sirkulasi dan view lahan, analisa survey, analisa bangunan sejenis dan a nalisa fungsional yang menjelaskan tentang kebutuhan ruangnya.

Pada Bab IV berisikan tentang konsep perancangan dan visualisasi karya desain interior yang menjelaskan tentang gagasan konsep, dan penjabaran hasil keputusan desain .

Pada Bab V berisikan tentang simpulan dari hasil analisis dan interpretasi yang dirumuskan dalam bentuk penyataan yang menjawab masalah perancangan yang telah dikemukakan di bagian pendahuluan dan terdapat saran.


(3)

Universitas Kristen Maranatha 53

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Perancangan interior gedung fashion show merupakan suatu rangkaian proses yang kompleks di mana melibatkan banyak aspek di dalamnya. Di antaranya adalah mempertimbangkan bagaimana cara merancang gedung fashion show yang tidak mengakibatkan cacat akustik khususnya gema dan bising.

Pandangan yang mendasari perancangan interior gedung fashion show ini adalah bagaimana cara menerapkan sistem akustik yang baik agar tidak terjadi cacat akustik. Oleh karena itu akan diterapkan sisitem akustik yang baik dan menggunakan bahan peredam suara yang baik.

Kemudian, sesuai dengan konsep urban lifestyle ini makan akan diterapkan pola – pola khas dari urban lifestyle itu sendiri. Dan tentunya menggunakan warna – warna metropolitan, begitu juga dalam pemilihan bahan, bahan yang digunakan pada umumnya yaitu stainless stell, aluminium, dan besi. Mengenai mayoritas bahan yang


(4)

digunakan dalam auditorium adalah karpet. Sangat bagus dalam hal meredam suara. Mengenai alur sirkulasi ruang dalam auditorium, tentunya lebih mengutamakan area public di bagian yang paling dasar. Kemudian area semiprivate di bagian tengah – tengah gedung dan area private akan ditempatkan pada bagian yang jarang dijangkau oleh public.

Pemilihan konsep urban lifestyle itu sendiri adalah dikarenakan fashion yang selalu berkembang dari masa ke masa. Dan orang – orang diperkotaan pasti akan selalu mengikuti trend yang terbaru dari fashion itu sendiri. Jadi orang perkotaan akan selalu up to date. Gaya hidup diperkotaan juga selalu mengalami perubahan bergantung pada masanya seperti halnya fashion juga selalu berubah dari masa ke masa.

Perancangan interior gedung fashion show harus sesuai dengan kebutuhan pengguna, yaitu para perancang baju, fans dari perancang ba ju, peragawati, selebritis, ibu rumah tangga yang sedang mencari hiburan, pengamat mode, editor, dan fotografer majalah. Perancangan interior gedung fashion show ini diharapkan dapat menghasilkan fasilitas yang dapat menyesuaikan diri dengan penggunanya dan memberikan identitas sesuai dengan lingkungan dimana gedung ini berdiri. Jalan untuk mengungkapkan identitas tersebut adalah dengan menerapkan konsepnya ke dalam gedung ini.

5.2 Saran

Saran saya mengenai proyek saya ini adalah lebih ditingkatkan lagi gedung – gedung khusus unuk fashion show itu sendiri. Indonesia sendiri terkenal dengan


(5)

Universitas Kristen Maranatha 55 ini maka budaya Indonesia akan semakin terkenal. Dan dengan diperbanyaknya gedung – gedung khusus untuk fashion show maka para penyelenggara akan semakin mudah menampilkan acara fashion show dan tidak perlu repot untuk menyewa hotel / pub yang sistem akustiknya belum tentu bagus.


(6)

Indrani C, Hedi. Erlangga. 2004. Pengaruh Elemen Interior terhadap karakter Akustik

Auditorium. Jakarta

Doelle, Leslie L. 1985. Akustik Lingkungan. Jakarta

Barnett, Jonathan. 1982. An Introduction to Urban Design. Harper & Row: New York Larice, Michael, and MacDonald, Elizabeth, 2007. The Urban Design Reader. Routledge:

New York London

 www.lamptech.co.uk

Wallschlaeger, Charles, dkk, 1992. Basic Visual Concepts and Principles for Artists,

Architects, and Designers. Wm.C.Brown Publisher

Darmaprawira W.A, Sulasmi, 2002. Warna teori dan kreativitas penggunaanya edisi ke-2. Bandung: Penerbit ITB

Neufert, Ernest, 2002. Data Arsitek/ Ernest Neufert. Jakarta : Erlangga Panero, Julius, 2003. Dimensi manusia dan ruang interior. Jakarta : Erlangga