Perkembangan ilmu teknologi di bidang

perkembangan ilmu teknologi di bidang kedokteran
Ikhtisar
Praktek kedokteran dilakukan oleh para profesional kedokteran–
lazimnya dokter dan kelompok profesi kedokteran lainnya yang
meliputi perawat atau ahli farmasi. Berdasarkan sejarah, hanya dokterlah yang
dianggap mempraktikkan ilmu kedokteran secara harfah, dibandingkan dengan
profesi-profesi perawatan kesehatan terkait. Profesi kedokteran adalah struktur
sosial dan pekerjaan dari sekelompok orang yang dididik secara formal dan
diberikan wewenang untuk menerapkan ilmu kedokteran. Di berbagai negara dan
wilayah hukum, terdapat batasan hukum atas siapa yang berhak mempraktikkan
ilmu kedokteran atau bidang kesehatan terkait.
Ilmu kedokteran umumnya dianggap memiliki berbagai cabang spesialis,
dari pediatri (ilmu kesehatan anak), ginekologi(ilmu penyakit pada
wanita), neurologi (ilmu penyakit saraf), hingga melingkupi bidang lainnya
seperti kedokteran olahraga, dan kesehatan masyarakat.
Sistem kedokteran dan praktik perawatan kesehatan telah berkembang dalam
berbagai masyarakat manusia sedikitnya sejak awal sejarah tercatatnya manusia.
Sistem-sistem ini telah berkembang dalam berbagai cara dan berbagai budaya
serta daerah yang berbeda. Yang dimaksud dengan ilmu kedokteran modern pada
umumnya adalah tradisi kedokteran yang berkembang di dunia Barat sejak awal
zaman modern. Berbagai tindakan pengobatan dan kesehatan tradisional masih
dipraktikkan di seluruh dunia, di mana sebagian besar dianggap terpisah dan
berbeda dari kedokteran Barat, yang juga disebut biomedis atau
tradisi Hippokrates.
Sistem ilmu kedokteran yang paling berkembang selain sistem Barat adalah
tradisi Ayurveda dari India dan pengobatan tradisional Tionghoa. Berbagai tradisi
perawatan kesehatan non konvensional juga dikembangkan di dunia Barat yang
berbeda dari ilmu kedokteran pada umumnya. Di berbagai tempat, sistem
kedokteran Barat seringkali dipraktikkan bersama-sama dengan sistem kedokteran
tradisional setempat atau sistem kedokteran lainnya, meskipun juga dianggap
saling bersaing atau bahkan bertentangan.
Kedokteran veteriner atau yang lazim disebut kedokteran hewan adalah praktik
kesehatan yang dikhususkan untuk spesies hewan dan merupakan ilmu kedokteran
lainnya selain untuk manusia.
[sunting] Sejarah

Seorang dokter sedang merawat pasiennya. Museum Louvre, Paris, Perancis.

Ampul obat
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah kedokteran
Pada awalnya, sebagian besar kebudayaan dalam masyarakat awal menggunakan
tumbuh-tumbuhan herbal dan hewanuntuk tindakan pengobatan. Ini sesuai dengan
kepercayaan magis mereka yakni animisme, sihir, dan dewa-dewi. Masyarakat
animisme percaya bahwa benda mati pun memiliki roh atau mempunyai hubungan
dengan roh leluhur.
Ilmu kedokteran berangsur-angsur berkembang di berbagai tempat terpisah

yakni Mesir kuno, Tiongkok kuno, India kuno, Yunani kuno, Persia, dan lainnya.
Sekitar tahun 1400-an terjadi sebuah perubahan besar yakni pendekatan ilmu
kedokteran terhadap sains. Hal ini mulai timbul dengan penolakan–karena tidak
sesuai dengan fakta yang ada–terhadap berbagai hal yang dikemukakan oleh
tokoh-tokoh pada masa lalu (bandingkan dengan penolakan Copernicus pada teori
astronomi Ptolomeus. Beberapa tokoh baru seperti Vesalius (seorang ahli anatomi)
membuka jalan penolakan terhadap teori-teori besar kedokteran kuno seperti
teori Galen, Hippokrates, dan Avicenna. Diperkirakan hal ini terjadi akibat semakin
lemahnya kekuatan gereja dalam masyarakat pada masa itu.
Ilmu kedokteran yang seperti dipraktikkan pada masa kini berkembang pada akhir
abad ke-18 dan awal abad ke-19 di Inggris (oleh William Harvey, abad ke17), Jerman (Rudolf Virchow) dan Perancis (Jean-Martin Charcot, Claude Bernard).
Ilmu kedokteran modern, kedokteran "ilmiah" (di mana semua hasil-hasilnya telah
diujicobakan) menggantikan tradisi awal kedokteran Barat,
herbalisme, humorlasime Yunani dan semua teori pra-modern. Pusat perkembangan
ilmu kedokteran berganti ke Britania Raya dan Amerika Serikat pada awal tahun
1900-an (oleh William Osler, Harvey Cushing).
Kedokteran berdasarkan bukti (evidence-based medicine) adalah tindakan yang kini
dilakukan untuk memberikan cara kerja yang efektif dan menggunakan metode
ilmiah serta informasi sains global yang modern.
Kini, ilmu genetika telah memengaruhi ilmu kedokteran. Hal ini dimulai dengan
ditemukannya gen penyebab berbagai penyakit akibat kelainan genetik, dan
perkembangan teknik biologi molekuler.
Ilmu herbalisme berkembang menjadi farmakologi. Masa modern benar-benar
dimulai dengan penemuan Heinrich Hermann Robert Koch bahwa penyakit
disebarkan melalui bakteria (sekitar tahun 1880), yang kemudian disusul
penemuan antibiotik (sekitar tahun 1900-an). Antibiotik yang pertama kali
ditemukan adalah obat Sulfa, yang diturunkan dari anilina. Penanganan terhadap
penyakit infeksi berhasil menurunkan tingkat infeksi pada masyarakat Barat. Oleh
karena itu dimulailah industri obat.
[sunting] Praktek kedokteran
Praktek kedokteran mengombinasikan sains dan seni. Sains dan teknologi adalah
bukti dasar atas berbagai masalah klinis dalam masyarakat. Seni kedokteran adalah
penerapan gabungan antara ilmu kedokteran, intuisi, dan keputusan medis untuk
menentukan diagnosis yang tepat dan perencanaan perawatan untuk masingmasing pasien serta merawat pasien sesuai dengan apa yang diperlukan olehnya.
Pusat dari praktik kedokteran adalah hubungan relasi
antara pasien dan dokter yang dibangun ketika seseorang mencari dokter untuk
mengatasi masalah kesehatan yang dideritanya.
Dalam praktik, seorang dokter harus:
 membangun relasi dengan pasien

 mengumpulkan data (riwayat kesehatan dan pemeriksaan fsik dengan hasil

laboratorium atau citra medis)
 menganalisis data
 membuat rencana perawatan (tes yang harus dijalani berikutnya, terapi,

rujukan)
 merawat pasien
 memantau dan menilai jalannya perawatan dan dapat mengubah perawatan

bila diperlukan.
Semua yang dilakukan dokter tercatat dalam sebuah rekam medis, yang
merupakan dokumen yang berkedudukan dalam hukum. [1]
[sunting] Relasi pasien-dokter

Hubungan relasi antara dokter dan pasien yang timbul pada ruangan praktik
Relasi pasien dan dokter adalah proses utama dari praktik kedokteran. Terdapat
banyak pandangan mengenai hubungan relasi ini.
Pandangan yang ideal, seperti yang diajarkan di fakultas kedokteran, mengambil
sisi dari proses seorang dokter mempelajari tanda-tanda, masalah, dan nilai-nilai
dari pasien; maka dari itu dokter memeriksa pasien, menginterpretasi tanda-tanda
klinis, dan membuat sebuah diagnosis yang kemudian digunakan sebagai
penjelasan kepada pasien dan merencanakan perawatan atau pengobatan. Pada
dasarnya, tugas seorang dokter adalah berperan sebagai ahli biologimanusia. Oleh
karena itu, seorang dokter harus paham benar bagaimana keadaan normal dari
manusia sehingga ia dapat menentukan sejauh mana kondisi kesehatan pasien.
Proses inilah yang dikenal sebagai diagnosis.
Empat kata kunci dari diagnosis dalam dunia kedokteran adalah anatomi (struktur:
apa yang ada di sana), fsiologi atau faal (bagaimana struktur tersebut
bekerja), patologi (apa kelainan dari sisi anatomi dan faalnya),
dan psikologi (pikiran dan perilaku). Seorang dokter juga harus menyadari arti

'sehat' dari pandangan pasien. Artinya, konteks sosial politikdari pasien (keluarga,
pekerjaan, tingkat stres, kepercayaan) harus turut dipertimbangkan dan kadangkadang dapat menjadi petunjuk dalam kepentingan membangun diagnosis dan
perawatan berikutnya.
Ketika bertemu dengan dokter, pasien akan memaparkan komplainnya (tandatanda) kepada dokter, yang nantinya akan memberikan berbagai informasi tentang
tanda-tanda klinis tersebut. Kemudian dokter akan memeriksa, mencatat segala
yang ditemukannya pada diri pasien dan memperkirakan berbagai kemungkinan
diagnosis. Bersama pasien, dokter akan menyusun perawatan berikutnya atau
tes laboratorium berikutnya bila diagnosis belum dapat dipastikan. Bila diagnosis
telah disusun, maka dokter akan memberikan ("mengajarkan") nasihat medis.
Relasi pengajaran ini menempatkan dokter sebagai guru (Physician dalam Bahasa
Inggris; berasal dari bahasa Latin yang berarti guru).
Relasi dokter dan pasien dapat dianalisis dari pandangan masalah etika. Banyak
nilai dan masalah etika yang dapat ditambahkan ke relasi ini. Tentunya, masalah
etika amat dipengaruhi oleh tingkat masyarakat, masa, budaya, dan pemahan
terhadap nilai moral. Sebagai contoh, dalam 30 tahun terakhir, penegasan dan
tuntutan terhadap hak otonomipasien kian meningkat di dalam dunia kedokteran
Barat.
Relasi dan proses praktik juga dapat dilihat dari sisi relasi kekuatan sosial (seperti
yang dikemukakan Michel Foucaultatau transaksi ekonomi. Profesi dokter memiliki
status yang lebih tinggi pada abad lalu, dan mereka dipercaya untuk melakukan
tindakan dalam kesehatan masyarakat. Hal ini membawa suatu kekuatan tersendiri
dan membawa keuntungan serta kerugian bagi pasien.
Pada 25 tahun terakhir ini, kebebasan dokter dipersempit. Terutama dengan
kehadiran perusahaan asuransi seiring naiknya biaya perawatan kesehatan. Di
berbagai negara (seperti Jepang) pihak asuransi juga mempunyai pengaruh dalam
penentuan keputusan medis.
Kualitas relasi pasien dan dokter sangat penting bagi kedua pihak. Saling
menghormati, kepercayaan, pertukaran pendapat mengenai penyakit dan
kehidupan, ketersediaan waktu yang cukup, mempertajam ketepatan diagnosis,
dan memperkaya wawasan pasien tentang penyakit yang dideritanya; semua ini
dilakukan agar relasi kian baik.
Relasi kian kompleks di luar ruang praktik pribadi dokter, seperti pada
bangsal rumah sakit. Dalam rumah sakit, relasi tak hanya antara dokter dan pasien,
namun juga dengan pasien lainnya, perawat, pekerja dari lembaga sosial, dan
lainnya.
[sunting] Kecakapan klinis
Sebuah evaluasi medis yang lengkap terdiri dari sebuah riwayat
kesehatan, pemeriksaan fsik, hasil laboratorium atau citra medis, analisis data, dan
penentuan diagnosis, dan perencanaan perawatan atau pengobatan. [2]

Hal-hal yang termasuk dalam riwayat kesehatan:
 Keluhan utama (KU): alasan pasien datang kepada dokter. Hal ini disebut

tanda atau gejala. Dituliskan sesuai dengan yang diungkapkan oleh pasien
dan sejak kapan hal tersebut di keluhkan pasien.
 Riwayat Penyakit Sekarang (RPS)(HPI: History of present illness): urutan

kronologis dari tanda-tanda dan klasifkasi dari setiap tanda.
 Aktivitas kini: hal-hal yang berkaitan aktivitas pasien sekarang seperti

pekerjaan, hobi, dan lainnya.
 Riwayat Pengobatan: obat apa yang digunakan pasien sebelum menemui

dokter, termasuk alergi.
 Riwayat Penyakit Dahulu/RPD(PMH: Past medical history): perawatan yang

pernah dijalani pasien sebelumnya, cedera, penyakit infeksi yang pernah
diderita, vaksinasi, alergi yang pernah diderita.
 Riwayat Sistemik (ROS: Review of systems): menanyakan pasien mengenai

kondisi sistem organ utamanya seperti jantung, paru-paru, sistem
pencernaan (traktus digestivus), dan lainnya.
 Riwayat sosial Ekonomi(SH: Social history): tempat lahir, tempat tinggal,

status perkawinan, status sosial ekonomi, kebiasaan (termasuk diet),
penggunaan obat, tembakau, dan alkohol.
 Riwayat keluarga (FH: Family history): membuat daftar penyakit apa saja

yang pernah diderita oleh keluarga pasien yang dapat diturunkan (penyakit
genetik). Biasanya dibuat dalam silsilah keluarga atau pohon keluarga.
Dalam pemeriksaan fsik, dokter berusaha mencari tanda yang dapat mendukung
proses pembuatan diagnosisnya. Dokter menggunakan indera penglihatan,
pendengaran, sentuhan, dan kadang-kadang juga dengan penciuman. Empat
metode utama untuk pemeriksaan fsik: melihat (inspeksi), merasakan/menyentuh
(palpasi), mengetuk untuk membedakan karakteristik resonansi (perkusi),
mendengar (auskultasi); mencium kadang-kadang diperlukan seperti untuk
membaui urea pada penyakit uremia.
Pemeriksaan fsik mencakup:
 Tanda vital termasuk tinggi, berat badan, suhu tubuh, tekanan darah, denyut,

kecepatan bernapas, tingkat hemoglobin darah,
 Tampakan umum pasien dan penunjuk spesifk dari penyakit.

 Kulit, kepala, mata, telinga, hidung, tenggorok, dan kerongkongan.
 Kardiovaskular jantung dan pembuluh darah
 Saluran pernapasan (termasuk paru-paru)
 Tubuh (abdomen) dan rektum
 Organ genitalia (kelamin)
 Otot rangka (anggota gerak tubuh)
 Kondisi persarafan (kesadaran, orak, saraf kranial, saraf perifer)
 Psikiatrik atau kejiwaan (orientasi, mental)

Hasil laboratorium dan pencitraan medis dapat digunakan bila diperlukan.
Pemeriksaan ini dapat berlangsung hanya dalam beberapa menit bila masalahnya
sederhana maupun hingga berminggu-minggu bila pasien mengalami masalah pada
beberapa sistem tubuhnya sehingga diperlukan rujukan ke beberapa dokter
spesialis.
[sunting] Cabang ilmu kedokteran
Profesi kedokteran dituntut untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang
terbaik, apalagi kini cakupan ilmu telah berkembang luas. Ilmu kedokteran
gigi dan psikologi, walaupun sering dipisahkan dari kedokteran umum, tetap
menjadi bagian satu kesatuan ilmu kedokteran.
Seorang dokter dapat memiliki kemampuan spesialisasi(sudah menjalani
pendidikan lanjut pasca sarjana) dan subspesialisasi yang disebut sebagai dokter
spesialis. Penentuan spesialiasi dan gelarnya beragam di tiap negara.
[sunting] Spesialiasi diagnostik
 Laboratorium klinik adalah layanan diagnostik klinis yang mengaplikasikan

teknik laboratorium untuk membuat diagnosis dan manajemen pasien. Di
Amerika Serikat, layanan ini berada di bawah pengawasan seorang patologis
(ahli patologi). Orang yang dapat bekerja di bidang ini adalah staf yang
paham akan teknologi kedokteran, di Indonesia Laboratorium patologi ini ada
2:
1. Patologi klinik
2. Patologi anatomi
 Radiologi berkonsentrasi pada pemcitraan atau penggambaran tubuh

manusia, misalnya dengan sinar-X, CT-scan, USG (ultrasonograf),
tomograf resonansi magnetik nuklir.

[sunting] Disiplin ilmu pre-klinis
 Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan organisasi tubuh

manusia
 Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi berbagai organ dan sistem

organ serta interaksinya dalam tubuh manusia
 Biokimia adalah ilmu yang mempelajari proses-proses kimia yang terjadi

dalam tubuh manusia
 Histologi adalah ilmu yang mempelajari struktur mikroskopik dan fungsi

jaringan pembentuk dan penyusun organ dan sistem organ dalam tubuh
manusia
 Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari obat-obatan, interaksi dan

efeknya terhadap tubuh manusia
 Patologi anatomi adalah ilmu yang mempelajari kelainan struktur mikroskopik

dan makroskopik berbagai organ dan jaringan yang disebabkan penyakit
atau proses lainnya
 Patologi klinik adalah ilmu yang mempelajari kelainan yang terjadi pada

berbagai fungsi organ atau sistem organ
 Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit-penyakit yang

disebabkan parasit
 Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit-penyakit yang

disebabkan mikroba
[sunting] Disiplin ilmu klinis
 Anestesiologi adalah disiplin ilmu yang mempelajari penggunaan anestesi.
 Dermatologi adalah ilmu yang mempelajari kulit dan penyakitnya. Di Inggris,

dermatologi adalah subspesialis dari kedokteran umum. Di Indonesia,
spesialisasi ini digabungkan dengan ilmu penyakit kelamin. Dokter dengan
spesialisasi ini diberi gelar SpKK (Spesialisasi Kulit dan Kelamin).
 Kedaruratan medis adalah ilmu yang memusatkan pada diagnosis dan

perawatan dari penyakit akut seperti trauma. Ilmu ini juga berhubungan
dengan ilmu bedah, pediatri, dan lainnya.
 Kedokteran umum atau kedokteran keluarga menangani pertolongan

pertama untuk pasien dengan masalah darurat, memantau dan membina
pasien dengan masalah kronis. Dokter keluarga biasanya dapat menangani
90% dari masalah kesehatan keluarga (anak, dewasa, manula baik pria

maupun wanita) tanpa harus merujuk ke dokter spesialis, baik masalah acute
dan kronis( penyakit luar(kulit , THT, mata dll),dan penyakit dalam(jantung,
paru dll)). Di U.S.A dokter yang tergolong generalist meliputi, pediatri:
masalah anak, internis(ahli Penyakit dalam): dewasa, Family
physician(Dokter keluarga): untuk segala golongan umur.
 Ilmu penyakit dalam berpusat pada masalah penyakit sistemik terutama

pada pasien dewasa seperti masalah penyakit yang dapat merusak seluruh
tubuh. Ilmu ini banyak menurunkan subspesialis: (Tidak semua spesialisasi ini
ada di Indonesia, lihat artikel dokter spesialis)
 Endokrinologi
 Gastroenterologi
 Hematologi
 Kardiologi
 Kedokteran perawatan intensif
 Nefrologi
 Onkologi
 Penyakit infeksi
 Pulmonologi
 Rheumatologi
 Neurologi adalah ilmu yang memepelajari tentang penyakit saraf. Di Inggris,

spesialisasi ini berada di bawah kedokteran umum.
 Obstetrik dan ginekologi (di kalangan dokter sering disingkat obgin).

Dalam bahasa Indonesia disebut ilmu kebidanan dan penyakit kandungan.
Masalah obat reproduksi dan obat kesuburan secara umum ditangani oleh
spesialis ginekologi.
 Perawatan penenangan pasien adalah cabang baru dari ilmu kedokteran

yang menangani perawatan dan pemberian dukungan emosional pasien
dengan penyakit yang parah seperti kanker dan gagal jantung.
 Pediatri adalah ilmu yang mempelajari masalah penyakit pada bayi dan anak.

Seperti pada ilmu penyakit dalam, disiplin ini memiliki banyak subspesialis
seperti untuk bidang kardiologi, endokrinologi, gastroenterologi, hematologi,
onkologi, oftalmologi, dan neonatologi.

 Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher (THT-KL) : ilmu kedokteran

yang mempelajari kesehatan telinga, pendengaran, keseimbangan, hidung,
pernapasan, tenggorok, kelaianan suara, gangguan menelan, dan adanya
tumor di daerah leher dan wajah.
 Kedokteran rehabilitasi medis atau disebut juga fisiatri mempelajari

perbaikan fungsional tubuh dari cedera atau kelainan kongenital.
 Kedokteran preventif adalah cabang dari ilmu kedokteran yang memusatkan

pada pencegahan penyakit.
 Psikiatri atau ilmu kedokteran jiwa.
 Terapi radiasi memusatkan pada penggunaan radiasi untuk terapi.
 Radiologi mempelajari interpretasi dari pencitraan medis dari berbagai media

seperti sinar X. Di Indonesia, dokter dengan spesialiasi radiologi diberi gelar
SpRad.
 Spesialisasi bedah mempelejarai ilmu bedah. Ilmu ini memiliki cabang

spesialisasi seperti bedah ortopedik, bedah urologi, bedah saraf dan lainnya.
 Ilmu kedokteran berdasarkan gender, mempelajari sisi perbedaan biologi dan

fsiologi dari jenis kelamin dan bagaimana pengaruhnya pada penyakit.
[sunting] Cakupan antardisipliner
Ilmu kedokteran pun meluas ke bidang lainnya. Beberapa bidang belum dikenal di
Indonesia.
 Bioetika adalah sebuah ilmu yang mempelajari hubungan biologi, sains,

kesehatan, etika, flsafat, dan teologi.
 Farmakologi klinis mempelajari hubungan interaksi antara obat dan tubuh

pasien.
 Informatika kedokteran mengubungkan dunia kedokteran dengan

dunia teknologi informasi.
 Kedokteran dirgantara mempelajari perihal kesehatan yang berhubunga

dengan penerbangan dan perjalanan udara.
 Kedokteran evolusioner adalah ilmu kedokteran yang dikaitkan dengan teori

evolusioner.

 Kedokteran forensik mempelajari ilmu kedokteran yang berkaitan dengan

masalah hukum seperti penentuan waktu dan penyebab kematian seseorang
pada sebuah kasus kriminal.
 Kedokteran konservasi adalah ilmu yang berkaitan dengan kesehatan

manusia dan hewan serta kondisi lingkungan. Disebut juga sebagai
kedokteran ekologis atau kedokteran lingkungan.
 Kedokteran olahraga menangani kesehatan para olahragawan.
 Kedokteran selam membahas hal yang berhubungan masalah kesehatan

pada penyelaman.
 Nosologi adalah bagian pengelompokan penyakit untuk tujuan tertentu.
 Teknik biomedis mempelajari aplikasi prinsip teknis untuk praktik kedokteran.

[sunting] Pendidikan dan profesi kedokteran di Indonesia

Pendidikan kedokteran pada tahun 1901.
Pendidikan kedokteran adalah proses pendidikan dokter untuk diterapkan di
masyarakat.
Pendidikan dan pelatihan ilmu kedokteran bervariasi di setiap negara, namun di
hampir semuanya pendidikan ini dibuka mulai dari sekolah kedokteran atau fakultas
kedokteran di tingkat universitas selama waktu yang ditentukan.
Di Indonesia, pendidikan kedokteran dibuka di tingkat fakultas kedokteran
universitas. Mahasiswa harus menempuh pendidikan strata-1 selama sekitar 3,5
tahun untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran (SKed). Setelah itu untuk
menjadi seorang dokter, mahasiswa harus mengikuti pendidikan profesi dokter
selama 1,5 tahun. Ketika telah diambil sumpah, seorang dokter dianjurkan menjadi
pegawai tidak tetap (PTT) pemerintah untuk disebar ke daerah selama waktu yang
telah ditentukan. Seorang dokter umum dapat mengambil pendidikan spesialisasi
sesuai pilihannya.Saat ini kurikulum pendidikan kedokteran di Indonesia menganut
sistem pembelajaran berdasarkan masalah atau Problem based Learning (PBL).

[sunting] Konsil Kedokteran Indonesia
Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) berdasarkan UU no. 29 Tahun 2004 tentang
praktik Kedokteran, telah dibentuk untuk melindungi masyarakat penerima jasa
pelayanan kesehatan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
dari dokterdan dokter gigi, yang terdiri atas Konsil Kedokteran dan Konsil
Kedokteran Gigi. KKI bertanggung jawab kepada Presiden dan berkedudukan di
Ibukota Negara Republik Indonesia.
KKI mempunyai fungsi pengaturan, pengesahan, penetapan, serta pembinaan
dokter dan dokter gigi yang menjalankan prakterk kedokteran dalam rangka
meningkatkan mutu pelayanan medis. KKI mempunyai tugas meregistrasi dokter
dan dokter gigi, mengesahkan standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi
dan melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran yang
dilaksanakan bersama lembaga terkait sesuai dengan fungsi masing-masing.
Standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi yang disahkan Konsil ditetapkan
bersama oleh Konsil Kedokteran Indonesia dengan kolegium kedokteran, kolegium
kedokteran gigi, asosiasi institusi pendidikan kedokteran, asosiasi institusi
pendidikan kedokteran gigi, dan asosiasi rumah sakit pendidikan.
KKI mempunyai wewenang:
 menyetujui dan menolak permohonan registrasi dokter dan dokter gigi,
 menerbitkan dan mencabut surat tanda registrasi dokter dan dokter gigi,
 mengesahkan standar kompetensi dokter dan dokter gigi,
 melakukan pengujian terhadap persyaratan registrasi dokter dan dokter gigi,
 mengesahkan penerapan cabang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi,
 melakukan pembinaan bersama terhadap dokter dan dokter gigi mengenai

pelaksanaan etika profesi yang ditetapkan oleh Organisasi Profesi,
 melakukan pencatatan terhadap dokter dan dokter gigi yang dikenakan

sanksi oleh organisasi profesi, atau perangkatnya karena melanggar
ketentuan etika profesi.
Susunan organisasi Konsil Kedokteran Indonesia terdiri atas:
 Konsil Kedokteran
 Konsil Kedokteran Gigi.

Konsil Kedokteran dan Konsil Kedokteran Gigi masing-masing terdiri atas 3 divisi
yaitu:
 divisi registrasi,
 divisi standar pendidikan profesi,
 divisi pembinaan.

Jumlah anggota Konsil Kedokteran Indonesia berjumlah 17 orang yang terdiri dari
unsur-unsur yang berasal dari :
 Organisasi Profesi Kedokteran 2 orang,
 Organisasi Profesi Kedokteran Gigi 2 orang,
 Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran 1 orang,
 Asosiasi Institusi Pendidikan Kedoktan Gigi 1 orang,
 Kolegium Kedokteran 1 orang,
 Kolegium Kedokteran Gigi 1 orang,
 Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan 2 orang,
 Tokoh Masyarakat 3 orang,
 Departemen Kesehatan 2 orang,
 Departemen Pendidikan Nasional 2 orang.

Keanggotaan KKI untuk pertama kali ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri
Kesehatan (pasal 84 Undang Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik
Kedokteran).
[sunting] Sertifkat Kompetensi bagi Dokter
Sertifkat Kompetensi perlu dibuat bagi Dokter lulusan sebelum 29 April 2007 dan
belum mengajukan pembuatan Surat Tanda Registrasi (STR) ke Konsil Kedokteran
Indonesia (KKI). Proses pembuatan Sertifkat Kompetensi ini hanya berlaku sampai
dengan tanggal 29 Oktober 2007 (batas terakhir pengajuan STR ke KKI berdasarkan
surat KKI No. KK. 01.03/KKI/Reg/IV/301). Sertifkat Kompetensi akan dikirim ke
alamat korespondensi yang tercantum dalam formulir pendaftaran dengan Pos
Tercatat.
[sunting] Surat Tanda Registrasi (STR)

Surat Tanda Registrasi adalah pencatatan resmi dokter dan dokter gigi yang telah
memiliki sertifkat kompetensi dan telah mempunyai kualifkasi tertentu, serta
diakui secara hukum untuk melakukan tindakan sesuai kompetensinya. Registrasi
yang memenuhi persyaratan dan melewati proses verifkasi, konfrmasi, validasi
dan penandatanganan oleh Registar maka terbitlah Surat Tanda Registrasi (STR).
Surat Tanda Registrasi tersebut menjadi bukti tertulis yang diberikan oleh KKI bagi
dokter dan dokter gig
TEKNOLOGI DALAM BIDANG KESEHATAN
Latar Belakang
Kita ketahui bahwa sebenarnya sejak dulu teknologi sudah ada atau manusia sudah
menggunakan teknologi. Seseorang menggunakan teknologi karena manusia
berakal. Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih
aman dan sebagainya. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang
menggunakan akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang
dihadapinya.
Era Globalisasi sekarang ini kemajuan teknologi sangat berkembang dengan
begitu pesat. Salah satu kemajuan teknologi tersebut ialah teknologi informasi (TI)
yang telah merambah keberbagai bidang kehidupan manusia. Defenisi Teknologi
Informasi itu sendiri adalah Studi atau penggunaan peralatan elektronika, untuk
menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja melalui
berbagai media (seperti internet), termasuk kata-kata, bilangan dan gambar.
Salah satu kemajuan teknologi informasi merambah pada bidang kesehatan seperti
kedokteran. Kemajuan dalam bidang kesehatan ini sangat berkembang dengan
begitu pesat, sehingga banyak temuan-temuan yang didapatkan dengan bantuan
Teknologi Informasi baik dalam bidang pengorganisasian rumah sakit, pengobatan,
maupun penelitian pengembangan dari ilmu kesehatan itu sendiri. Pelayanan
kesehatan berbasis teknologi informasi tengah mendapat banyak perhatian dunia.
Terutama disebabkan oleh janji dan peluang bahwa teknologi mampu
meningkatkan kualitas kehidupan manusia
Dalam bidang kedokteran sendiri kemajuan Teknologi Informasi sangat menunjang
ilmu kedokteran baik klinis, dasar maupun komunitas. Sebagai hasilnya, tidak
kurang dari 750.000 jurnal dengan berbagai bahasa terbit setiap tahunnya yang
bisa di searcing melalui jaringan internet. Akan tetapi tidak semua penelitian dapat
diterapkan kepada pasien, sehingga dokter hendaknya memiliki pemahaman
mengenai metodologi penelitian.
Di dunia medis, dengan perkembangan pengetahuan yang begitu cepat (kurang
lebih 750.000 artikel terbaru di jurnal kedokteran dipublikasikan tiap tahun), dokter
akan cepat tertinggal jika tidak memanfaatkan berbagai tool untuk mengudapte

perkembangan terbaru, Selain teknologi informasi juga memiliki kemampuan
dalam memflter data dan mengolah menjadi informasi,

Dengan berkembangnya teknologi ,banyak manfaat yang dapat diperoleh
oleh teknologi .banyak peralatan canggih yang diciptakan oleh tangan lincah
manusia yang sangat berguna dan dibutuhkan oleh masyarakat di dunia.

2.

Pengertian Teknologi

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang
diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia. Penggunaan
teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi
alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan
mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan,
sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan, dan
mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di
antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fsik
terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas
dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai;
pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung
sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di
banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu
memperbaiki ekonomi (termasukekonomi global masa kini) dan telah
memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi
menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar,
dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan
merusak Bumi danlingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah
memengaruhi nilai suatu masyarakat, dan teknologi baru seringkali mencuatkan
pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan
tentang efsiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada
awalnynya hanya menyangku permesinan, contoh lainnya adalah tantangan normanorma tradisional. bahwa keadaan ini membahayakan lingkungan, dan mengucilkan
manusia; penyokong paham-paham seperti transhumanisme dan teknoprogresivisme memandang proses teknologi yang berkelanjutan sebagai hal yang
menguntungkan bagi masyarakat, dan kondisi manusia. Tentu saja, paling sedikit
hingga saat ini, diyakini bahwa pengembangan teknologi hanya terbatas bagi umat
manusia, tetapi kajian-kajian ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwa primata lainnya,
dan komunitas lumba-lumba tertentu telah mengembangkan alat-alat sederhana,
dan belajar untuk mewariskan pengetahuan mereka kepada keturunan mereka.

3.
PPengaruh Kemajuan Teknologi Di Bidang Kesehatan
Dewasa ini, teknologi infomasi telah berkembang dengan sangat pesat dan telah
berdampak ke berbagai bidang kehidupan manusia termasuk juga bidang
kesehatan. Kemajuan dalam bidang kesehatan ini diakibatkan oleh kemajuan dalam
ilmu teknologi tersebut. Begitu banyak penemuan yang didapatkan dari teknologi
informasi baik itu dalam hal pengorganisasian suatu pengobatan maupun
pengembangan penelitiaan-penelitian kesehatan.
Kemajuan teknologi di bidang kesehatan berkembang begitu pesat. Perkembangan
teknologi tersebut dapat dilihat dari banyaknya perubahan sistem yang digunakan
di rumah sakit dari zaman dahulu hingga saat ini. Zaman dahulu sistem yang
digunakan dalam bidang kesehatan lebih bersifat manual sedangkan pada saat ini
perubahan di dalam bidang kesehatan lewat perpaduannya dengan teknologi telah
menciptakan berbagai macam teknik pengobatan terbaru yang dulu tidak pernah
terpikirkan sebelumnya. Kemajuan teknologi tersebut sangat besar dalam bidang
kesehatan, dengan perkembangan teknologi menimbulkan dampak perkembangan
pengetahuan yang begitu cepat. Seperti, penggunaan teknologi informasi untuk
mendukung manajemen informasi kesehatan yang memiliki kemampuan
pengolahan lebih cepat dengan berbagai aplikasi inovatif terbaru. Secara umum
teknologi di bidang kesehatan yang mengalami perubahan begitu pesat yaitu dalam
hal penggunaan rekam medis. Rekam medis dengan berbasis komputer akan
menghimpun berbagai data klinis pasien secara lengkap.
Kemajuan teknologi lainnya yaitu adanya resep elektronik. Jika pada zaman
dahulu, penulisan resep secara manual yang lebih memungkinkan adanya
keselahan. Pada saat ini, resep elektronik ini diharapkan dapat mengurangi
kesalahan pembacaan oleh pihak lain yang mengolah resep tersebut menjadi obat
yang diberikan kepada pasien. Selain itu, resep elektronik merupakan bagian dari
sistem catatan kesehatan pasien yang akan membantu tenaga kesehatan untuk
menghindari kesalahan-kesalahan yang biasanya terjadi dalam peresepan obat
misalnya interaksi obat, cara pemakaian yang salah, atau pencegahan reaksi alergi
akibat obat. Selain itu, adanya alat-alat canggih dalam bidang kesehatan yang
berfungsi untuk menunjang dalam penanganan pasien seperti mesin USG yang
dapat mendeteksi penyakit sejak dini, cangkok jantung, cangkok ginjal dan
perkembangan tekonologi lainnya. Teknologi yang semakin berkembang tersebut
menuntut realisasi yang berdampak positif terhadap kehidupan manusia khususnya
di bidang kesehatan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi memberikan banyak pengaruh
pada bidang kesehatan. Pengaruh tersebut dapat berupa pengaruh positif maupun
negatif. Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat membawa perubahan
yang besar di masyarakat. Dalam bidang kesehatan, kemajuan teknologi dapat

mempermudah manusia mengubah dalam mengubah sistem transformasi dan
komunikasi. Penggunaan rekam medik berpotensi memberikan manfaat yang
begitu besar bagi pelayanan kesehatan seperti fasilitas pelayanan dasar maupun
rujukan rumah sakit. Selain itu, manfaat penggunaan rekam medik juga bermanfaat
bagi pasien karena dapat meningkatkan keefektifan dan efesiensi dalam proses
pelayanan kesehatan. Selain itu, mempermudah tenaga kesehatan memberikan
pelayanan kesehatan dan membantu dalam pengambilan keputusan klinis seperti
penegakan diagnosa, pemberian terapi, menghindari terjadinya reaksi alergi dan
duplikasi obat.
Selain memiliki dampak positif, kemajuan teknologi dalam bidang kesehatan juga
memiliki dampak negatif. Pengunaan rekam medik secara elektronik berdampak
negatif juga berdampak pada pemberian pelayanan kesehatan yang diberikan.
Kemudahan yang ada dapat menyebabkan kurangnya dan menurunnya efektiftas
kerja dari tenaga kesehatan. Pada awalnya tenaga kesehatan melakukan semuanya
dengan cara manual dan saat ini telah digantikan oleh kecanggihan teknologi.
Sedangkan dampak negatif dari penggunaan resep obat secara elektronik yaitu jika
Dokter memberikan lebih dari satu jenis obat. Pada saat pasien mengkonsumsi
sejumlah obat secara besamaan, maka akan terjadi interaksi antara obat yang satu
dengan lainnya dan pastinya bertujuan untuk menyembuhkan. Akan tetapi, ada
kemungkinan justru merugikan dan menimbulkan efek samping. Pemberian resep
obat lebih dari satu dapat menyebabkan ketiadaan manfaat atau kelebihan dosis
yang berdampak buruk. Contohnya pengunaan captopril dan alopurinol secara
bersamaan dapat menyebabkan terjadinya Steven Johnson Syndom (pengelupasan
lapisan kulit).
Perkembangan teknologi yang pesat dalam bidang kesehatan tentu juga akan
berpengaruh pada pelayanan kesehatan yang diberikan. Dengan menggunakan
rekam medik dan resep obat secara elektronik maka pelayanan yang diberikan oleh
tenaga kesehatan lebih optimal. Selain itu, dapat menghindari terjadinya
kesalahan-kesalahan yang akan ditimbulkan seperti pada saat memberikan
pelayanan kesehatan secara manual. Dari adanya kemajuan teknologi yang telah
diterapkan tersebut juga dibutuhkan tanggungjawab dari tenaga kesehatan sendiri.
Tenaga kesehatan harus memaksimalkan kinerja yang diberikan karena hal
tersebut merupakan hal yang sangat penting. Tenaga kesehatan harus dapat
menggunakan teknologi dengan benar dan beretika sehingga tidak melanggar hak,
privasi dan keberadaan orang lain.
Dalam dunia kesehatan sendiri informasi adalah hal yang sangat penting, karena
semua hal terkait pasien adalah informasi yang dikelola dengan baik dan aman,
sehingga dibutuhkan suatu sistem yang aman dan lancar agar seluruh informasi
yang didapatkan dapat digunakan untuk kepentingan pengobatan pasien. Namun,
tidak semua tenaga kesehatan dan praktisi pelayanan kesehatan terhadap pasien
tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Hal ini dapat dihindari jika pihak pengelola
dan praktisi sarana pelayanan kesehatan menggunakan teknologi informasi dengan

baik, contohnya resep elektronik yang dapat mengurangi kesalahan pembacaan
oleh pihak lain yang mengolah informasi resep tersebut menjadi obat yang
diberikan pada para pasien. Oleh karena itu, harus ada keseimbangan antara
kemajuan teknologi dan tenaga kesehatan.
Semakin berkembangnya teknologi di bidang kesehatan juga terdapat pengaruh
terhadap derajat kesehatan masyarakat. Derajat kesehatan masyarakat semakin
terkontrol, dicegah bahkan dapat diatasi. Seperti kita ketahui bahwa di indonesia
sendiri terdapat banyak penyakit dan seringkali masyarakat tidak mengetahui
penyakit apa yang sedang mereka alami. Dengan berkembangnya teknologi yang
canggih, penyakit yang awalnya tidak diketahui obat serta cara penyembuhannya
kini telah mudah untuk terdeteksi dan telah ditemukan berbagai pengobatan untuk
tercapainya kesembuhan. Seperti penyakit kanker yang kita ketahui bersama
bahwa hingga saat ini penyakit tersebut belum memiliki obat yang bisa mendeteksi
hingga tercapainya suatu kesembuhan yang sempurna bagi para penderitanya,
telah banyak ditemukan berbagai pengobatan untuk menyembuhkannya. Walaupun
tidak memperoleh kesembuhan secara sempurna, akan tetapi hal tersebut sangat
membantu untuk meningkatkan usia harapan hidup bagi masyarakat sehingga
derajat kesehatan masyarakat pun mengalami peningkatan.
Selain kecanggihan penggunaan rekam medik dan resep obat elektronik, serta cara
untuk mendeteksi kanker yang memberikan pengaruh baik dalam derajat
kesehatan masyarakat, perkembangan teknologi lainnya yang saat ini yaitu
penggunaan smartphone. Dengan menggunakan berbagai aplikasi yang ada di
smartphone tersebut kita dapat mengetahui berat badan kita itu sudah ideal
ataupun tidak, mengatur pola diet serta makanan yang baik untuk dikonsumsi, dan
dari berbagai macam data tersebut aplikasi ini akan memberikan pengawasan dan
pengingatan kepada kita untuk senantiasa menerapkan gaya hidup sehat. Selain
itu, beberapa perusahaan teknologi telah mengembangkan aplikasi yang dapat
melakukan diagnosa sederhana dari keluhan atau ciri-ciri fsik yang dimasukkan
pengguna smartphone atau dideteksi oleh smartphone. Hal tersebut merupakan
dampak dari perkembangan teknologi yang memberikan pengaruh baik dalam hal
peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Dengan berkembangnya teknologi juga dapat memberikan pengaruh dalam
menurunkan derajat kesehatan masyarakat. Misalnya, penyakit kanker yang telah
dijelaskan tadi maupun penggunaan smarthphone itu sendiri. Pada penyakit kanker
penggunaan unsur radioaktif yang digunakan untuk mengobati penyakit kanker
juga dapat menimbulkan efek radiasi yang berbahaya dan hal tersebut merupakan
pioner timbulnya suatu penyakit baru. Pada penderita kanker yang telah parah
pengobatan yaang dilakukan untuk membunuh sel kanker yaitu dengan
kemoterapi. Kemoterapi tersebut meracuni sel kanker yang bertumbuh cepat, tapi
pada saat yang bersamaan juga menghancurkan pertumbuhan sel sehat dalam
tulang sumsum dan dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ lain seperti
penyakit hati, ginjal, jantung, paru-paru dan lain sebagainya. Sedangkan radiasi,

bersamaan dengan fungsinya yang menghancurkaan sel kanker juga dapat
menyebabkan luka bakar, meninggalkan bekas luka, dan merusak sel.
Dapat kita pahami bahwa kepuasaan masyarakat atas pelayanan kesehatan bukan
hanya bergantung pada tenaga kesehatan yang ada, akan tetapi juga bergantung
pada perkembangan teknologi. Dengan adanya perkembangan teknologi dalam
bidang kesehatan juga menuntut para tenaga kesehatan untuk berperan aktif
dalam hal kemajuan teknologi. Tenaga kesehatan harus mengikuti perkembangan
ilmu pengetahuan dan penemuan-penemuan terbaru di bidang kesehatan sehingga
pelayanan yang diberikan kepada masyarakat juga sesuai dengan kemajuan
teknologi. seperti telah kita ketahui bahwa penunjang agar tenaga kesehatan juga
dapat berperan aktif dalam perkembangan teknologi maka para tenaga kesehatan
juga harus memiliki pendidikan yang tinggi. Pendidikan tersebut juga akan
berpengaruh pada terciptanya sikap serta etika yang baik.
Sikap beretika yang baik dan penuh tanggungjawab memang sudah seharusnya
diberikan oleh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang kepada
pasien. Selain itu, seiring berkembangnya teknologi dalam bidang kesehatan
sebagai tenaga kesehatan memaksimalkan kinerjanya sehingga harus mengetahui
cara menggunakan terknologi secara beretika. Menggunakan teknologi dengan
benar dan baik sehingga tidak melanggar hak serta privasi pasien, tenaga
kesehatan juga harus melindungi data dan infromasi yang ada dalam sistem.
Dalam menyikapi begitu pesatnya perkembangan teknologi di bidang keseahatan
seorang perawat juga dituntut untuk ikut serta berperan aktif dalam penggunaan
serta kemajuan teknologi di bidang kesehatan. Dengan adanya penemuan serta
alat-alat pengobatan dengan tingkat kecanggihan yang tinggi, seorang perawat
harus mengetahui dan menguasai bagaimana cara menggunakan alat-alat tersebut.
Selain itu, dalam kinerja yang baik dari seorang perawat juga merupakan hal
penting karena hal tersebut akan berpengaruh pada pelayanan kesehatan yang
akan diberikan pada pasien. peran yang dapat dilakukan oleh perawat terkait
kemajuan dalam bidang kesehatan yaitu sebagai care giver,change agent, dan
kolaborator. Sebagai care giver seorang perawat harus menggunakan metode
pemecahan masalah dalam memfasilitasi pasien dalam mengatasi masalah
kesehatannya. Perawat disini berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan
kepada pasien hingga mencapai kesembuhan. Dalam hal ini juga terkait dengan
penggunaan teknologi, seorang perawat harus mampu mengaplikasikan serta
berperan aktif dalam kecanggihan teknologi yang digunakan. Sebagai change
agent seorang perawat berperan dalam pembaharu yang dapat dilakukan dengan
mengadakan perencanaan, kerjasama, serta perubahan yang sistematis dan
terarah sesuai dengan metode pelayanan kesehatan. terkait dengan begitu
pesatnya teknologi, seorang perawat harus mampu mengaplikasikan dan
menguasai penggunaan teknologi sesuai dengan perkembangan saat ini. perawat
harus mengadakan inovasi dalam cara berfkir, bersikap dan bertingkah laku. Selain
itu, perawat juga berperan sebagai kolaborator yaitu bekerjasama dengan tim

kesehatan lain dan keluarga pasien dalam pelaksanaan asuhan keperawatan guna
memenuhi kebutuhan pasien seperti bekerja melalui tim kesehatan lain yang terdiri
dari dokter, ahli gizi, farmasi, dan lain-lain.

RoboDoc: Robot Check Up Kesehatan Canggih
Lupakan robocop! Mulailah berkenalan dengan salah satu karya teknologi robotik
yang dikembangkan dua perusahaan iRobot Corp yang bergelut didunia robotik
dan InTouch Health, yang memiliki reputasi baik dalam pengembangan teknologi
kesehatan. Robodoc yang diberi nama RP-VITA Remote Presence Robot ini memiliki
kemampuan untuk memonitor indikator vitalitas pasien dari kamar-kekamar lain
tanpa gangguan (intervensi) yang umumnya tinggi saat kondisi rumah sakit ramai.
Pada tahun 2013 lalu, robot ini dinyatakan masih dalam tahap trial oleh pihak
terkait
Menarik apabila kita membicarkan mengenai robot, dan teknologi kedokteran
terbaru telah menggunakan robot untuk pembedahan (Robotic Surgery). Peran
manusia tetap tak tergantikan sebagai operator robot, dengan menggunakan aspek
yang berpadu antara manusia dengan robot diharapkan ada keseimbangan antara
keduanya meskipun masih kontroversi sampai sekarang. Operasi bedah sudah
beralih dari operasi besar menjadi operasi dengan luka operasi yang kecil (sayatan
kecil) dengan teknik laparoscopy. Robotic surgery sudah banyak digunakan sebagai
operasi prostat (prostatektomi) di Amerika, tetapi masih kontroversial karena
membutuhkan biaya tidak sedikit, perlu keahlian tinggi meskipun dengan
keuntungan perdarahan minimal. Kedepan operasi bedah bisa dilakukan robot
dengan batuan internet yang dihubungkan dengan operator /ahli diluar negeri,
seperti menggunakan remote TV. Saat ini operasi besar dengan kasus-kasus sulit
yang masih membutuhkan bimbingan dari ahli luar negeri masih dilakukan
semacam teleconference sehingga tahap-tahap operasi bedah yang susah ditangani
dapat dilakukan, dokter operator dari dalam negeri sedang bimbingan dari para ahli
di luar negeri yang dihubungkan dengan internet

https://koranindonesiasehat.wordpress.com/2009/11/29/tekhnologi-kedokteranmasa-depan-theranostic-nanoagents/

Lanjutkan membaca

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 1031 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

17 292 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 233 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

2 165 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 226 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 305 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 288 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

5 164 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

7 298 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 329 23