Skripsi Student Facilitator and Explaining\BAB V

(1)

BAB V

ANALISIS DATA

Dari hasil data penelitian yang telah dikumpulkan, akan dianalisis menggunakan rumus uji t. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan jawaban terhadap hipotesis yang diajukan yaitu:

(H1) : Ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran Student Facilitator and Explaining dibandingkan dengan yang diajar menggunakan metode ceramah pada materi pokok bahasan statistika kelas XI SMA Negeri 3 Sampang Tahun Pelajaran 2013/2014.

(H0) : Tidak ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran Student Facilitator and Explaining dibandingkan dengan yang diajar menggunakan metode ceramah pada materi pokok bahasan statistika kelas XI SMA Negeri 3 Sampang Tahun Pelajaran 2013/2014.

Data data yang terkumpul penelitian ini adalah hasil tes yang diberikan kepada siswa kelas XI-IPS1 dan kelas XI-IPS2 setelah diberlakukan perlakuan model pembelajaran yang berbeda pada siswa.

Sebelum dilakukan analisis data, terlebih dahulu dilakukan uji syarat yaitu syarat uji normalitas dan homogenitas varians terhadap sampel yang diambil dari nilai test siswa kelas XI-IPS.


(2)

A. UJI NORMALITAS

Banyak cara yang dapat digunakan untuk melakukan pengujian normalitas sampel, namun dalam hal ini akan disajikan cara pengujian normalitas dengan kertas probabilitas normal.

Menurut Arikunto (2006: 314) langkah-langkah pengujian normalitas sebagai berikut:

a. Membuat tabel distribusi frekuensi.

b. Menentukan batas nyata tiap-tiap kelas interval.

c. Mencari frekuensi kumulatif dan frekuensi kumulatif relative (dalam persen).

d. Dengan skala sumbu mendatar dan sumbu menegak, menggambarkan grafik dengan data yang ada pada kertas probabilitas normal.

Berikut akan disajikan tabel distribusi frekuensi dari nilai test siswa sebagaimana terlampir untuk kelas XI-IPS2 dan kelas XI-IPS1.

1. Uji normalitas hasil nilai test kelas XI-IPS1

Langkah-langkah pembuatan tabel distribusi frekuensi kelas sebagai berikut:

a) Rentang kelas = Skor tertinggi – Skor terendah = 100 - 50


(3)

= 50

b) Banyaknya kelas interval k = 1 + 3,3 log n = 1 + 3,3 log 29 = 1 + 3,3 (1,4624) = 1 + 4,825

= 5,825 (diambil K= 6) c) Panjang kelas interval P=R

K= 50

6 =8,333 (diambil P = 9) Tabel 5.1

Distribusi Frekuensi Nilai Test Matematika Kelas XI-IPS1

Kelas Interval

Batas Atas

Nyata Frekuensi

Frekuensi Kumulatif

Frekuensi Kumulatif Relatif

50-58 58,5 1 1 1

29×100=3,4

59-67 67,5 10 11 11

29×100=37,9

68-76 76,5 10 21 21

29×100=72,4

77-85 85,5 3 24 24

29×100=82,7

86-94 94,5 4 28 2829×100=96,5

95-103 103,5 1 29 29

29×100=100


(4)

Berdasarkan grafik di atas, garis hubung titik potong antara frekuensi kumulatif dengan batas atas nyata berbentuk garis lurus. Menurut aturan, jika garis hubung merupakan garis lurus atau hampir lurus, maka dapat disimpulkan bahwa data yang diolah, tersebar dalam kurva normal (Arikunto, 2006: 317).

2. Uji normalitas hasil nilai test kelas XI-IPS2

Langkah-langkah pembuatan tabel distribusi frekuensi kelas sebagai berikut:

a) Rentang kelas = Skor tertinggi – Skor terendah = 100 - 23

= 77

b) Banyaknya kelas interval k = 1 + 3,3 log n = 1 + 3,3 log 29


(5)

= 1 + 4,825

= 5,825 (diambil K= 6) c) Panjang kelas interval P=R

K= 77

6 =12,8 (diambil P = 13) Tabel 5.2

Distribusi Frekuensi Nilai TestMatematika Kelas XI-IPS2

Kelas Interval

Batas Atas

Nyata Frekuensi

Frekuensi Kumulatif

Frekuensi Kumulatif Relatif

23-35 35,5 5 5 5

29×100=17,2

36-48 48,5 5 10 10

29×100=34,5

49-61 61,5 4 14 14

29×100=48,3

62-74 74,5 5 19 19

29×100=65,5

75-87 87,5 8 27 2729×100=93,1

88-100 100,5 2 29 29

29×100=100


(6)

Berdasarkan grafik di atas, garis hubung titik potong antara frekuensi kumulatif dengan batas atas nyata berbentuk garis lurus. Menurut aturan, jika garis hubung merupakan garis lurus atau hampir lurus, maka dapat disimpulkan bahwa data yang diolah, tersebar dalam kurva normal (Arikunto, 2006: 317).

B. UJI HOMOGENITAS

Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui varians atau ragam dari populasi. Hal ini berdasarkan nilai test siswa semester ganjil. Tujuan dilakukan uji homogenitas dalam penelitian ini adalah untuk mengeneralisasikan hasil penelitian ke dalam populasi. Maka terlebih dahulu populasi harus homogen, yakni kelompok-kelompok yang membentuk sampel berasal dari populasi yang sama. Arikunto (2006:215) menyatakan bahwa


(7)

apabila sampel tidak homogen, maka kesimpulannya tidak boleh diberlakukan lagi bagi seluruh populasi atau tidak boleh digeneralisasikan.

Rumus yang dipakai untuk pengujian homogenitas ini adalah: F=Varians Terbesar

Varians Terkecil (Sudjana, 2005: 250)

Harga F hitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan harga F tabel dengan dk pembilang

n

a

1

dan dk penyebut

n

c

1

. Data yang akan

dianalisis homogen untuk tingkat kesalahan 5%, jika F hitung lebih kecil dari

F tabel untuk kesalahan 5% ( Fh<Ft(5) ) maka sampel tersebut homogen. Berikut akan disajikan tabel distribusi frekuensi dari nilai test siswa sebagaimana terlampir untuk kelas XI-IPS1 dan XI-IPS2.

Tabel 5.3

Distribusi Frekuensi Nilai Tes Matematika Kelas XI-IPS1

Nilai

f

i

x

i

f

i

.

x

i

(

x

i

x

)

(xix)2

f

i (xix)2

50-58 1 54 54 -17,2 295,8 295,8

59-67 10 63 630 -8,2 67,2 672

68-76 10 72 720 0,6 0,36 3,6

77-85 3 81 243 9,8 96,0 288

86-94 4 90 360 18,8 353,4 1413,6

95-103 1 99 99 27,8 772,8 772,8


(8)

´

x=

fi∙ xi

fi = 2066

29 =71,2

s12=

fi

(

xi−´x

)

2

n−1 =

3445,8

29−1 =123,1

Tabel 5.4

Distribusi Frekuensi Nilai Tes Matematika Kelas XI-IPS2

Nilai

f

i

x

i

f

i

.

x

i

(

x

i

x

)

(xix)2

f

i (xix)2

23-35 5 29 145 -30,9 954,8 4774

36-48 5 42 210 -17,9 320,4 1602

49-61 4 55 220 -4,9 24,0 96

62-74 5 68 340 8,1 65,6 328

75-87 8 81 648 21,1 445,2 3561,6

88-100 2 94 188 34,1 1162,8 2325,6

Jumlah 29 1715 12687,2

´

x=

fi∙ xi

fi = 1736

29 =59,9

s12=

fi

(

xi−´x

)

2

n−1 =

12687,2

29−1 =453,1

Dari perhitungan diatas, besar koefisien F hitung :

F = varianterbesarvarianterkecil =453,1 123,1=3,68

Harga F tabel untuk tingkat kesalahan 5% adalah 1,87 dengan dk pembilang na-1 = 29 – 1 = 28 dan dk penyebut nc-1 = 29 – 1 = 28. Sehingga 3,68 > 1,87 (


(9)

Fh<Ft(5) ), maka varians kelas XI-IPS

1 (kelas eksperimen) dengan XI-IPS2 (kelas kontrol) homogen.

C. ANALISIS DATA HASIL BELAJAR SISWA ANTARA KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL

Hal ini dilakukan untuk menganalisa apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak. Adapun hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut: a. Hipotesis Kerja (H1)

“Ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran Student Facilitator and Explaining dibandingkan dengan yang diajar menggunakan metode ceramah pada materi pokok bahasan statistika kelas XI SMA Negeri 3 Sampang Tahun Pelajaran 2013/2014”.

b. Hipotesis nihil (H0)

“Tidak ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran Student Facilitator and Explaining dibandingkan dengan yang diajar menggunakan metode ceramah pada materi pokok bahasan statistika kelas XI SMA Negeri 3 Sampang Tahun Pelajaran 2013/2014”.

Dengan uji taraf signifikan 5%, jika:

- tkritik < thitung < tkritik Hipotesis nol diterima

thitung < -tkritik atau thitung > tkritik Hipotesis nol ditolak

Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data hasil tes siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data tersebut peneliti sajikan pada tabel berikut ini:


(10)

Tabel 5.5

Analisis Uji-t Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

No

Subjek Skor xi−´x

(

xi−´x

)

2

No Subjek

Skor

xi−´x

(

xi−´x

)

2

1 62 -9,24 85,38 1 25 -34,86 1215,22

2 68 -3,24 10,49 2 79 19,14 366,34

3 60 -11,24 126,34 3 70 10,14 102,82

4 62 -9,24 85,38 4 79 19,14 366,34

5 64 -7,24 52,42 5 49 -10,86 117,94

6 75 3,76 14,14 6 85 25,14 632,02

7 86 14,76 217,86 7 70 10,14 102,82

8 59 -12,24 149,82 8 75 15,14 229,22

9 60 -11,24 126,34 9 39 -20,86 435,14

10 76 4,76 22,66 10 55 -4,86 23,62

11 63 -8,24 67,89 11 60 0,14 0,02

12 59 -12,24 149,82 12 90 30,14 908,42

13 86 14,76 217,86 13 23 -36,86 1358,66

14 60 -11,24 126,34 14 76 16,14 260,49

15 72 0,76 0,58 15 85 25,14 632,02

16 68 -3,24 10,49 16 25 -34,86 1215,22

17 84 12,76 162,82 17 80 20,14 405,62

18 50 -21,24 451,14 18 56 -3,86 14,89

19 72 0,76 0,58 19 46 -13,86 192,09

20 70 -1,24 1,54 20 81 21,14 446,89

21 79 7,76 60,22 21 72 12,14 147,38

22 90 18,76 351,94 22 100 40,14 1611,22

23 70 -1,24 1,54 23 70 10,14 102,82

24 100 28,76 827,14 24 44 -15,86 251,54

25 70 -1,24 1,54 25 37 -22,86 522,58

26 60 -11,24 126,34 26 70 10,14 102,82

27 86 14,76 217,86 27 25 -34,86 1215,22

28 75 3,76 14,14 28 25 -34,86 1215,22

29 80 8,76 76,74 29 45 -14,86 220,82


(11)

dari tabel diatas, didapat hasil sebagai berikut :

N1 = 29 N2 = 29

¯

X

1 = 2066 29 =71,2

¯

X

2 = 1736 29 =59,9 s12=

(

xi−´x

)

2

n−1 s12=

(

xi−´x

)

2 n−1

¿3757,35

29−1 =

14415,45 29−1 = 134,19 = 514,84

Dari rata-rata masing-masing kelas akan dicari ada tidaknya perbedaan antara dua kelas dengan menggunakan teknik uji-t sebagai berikut :

t= x´1− ´x2

(

n1−1

)

s12

n1+n2−2

(

1

n1+

1

n2

)

t =

71,2−59,9

(28)134,19+(28)514,84 29+29−2

(

1 29+ 1 29

)

= 11,3

3757,32+14415,52

56

(

2 29

)

=

11,3

18172,48 56

(

2 29

)

=

11,3

324,52(0,06896)

=

11,3

22,378= 11,3


(12)

Dengan thitung = 2,388 selanjutnya penulis konsultasikan dengan ttabel. Dengan dk = (29 + 29 – 2) = 56 diperoleh ttabel pada taraf signifikan 5% adalah 2,000. Dari nilai tersebut tampak bahwa thitung > ttabel yaitu 2,388 > 2,000. Hal ini berarti bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa: “Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Menggunakan Metode Pembelajaran Student Facilitator and Explaining lebih baik Dibandingkan dengan hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode Ceramah Pada Pokok Bahasan Statistika Kelas XI SMA Negeri 3 Sampang Tahun Pelajaran 2013-2014”

“Ada Perbedaan Hasil Belajar Siswa yang Diajar Menggunakan Metode Pembelajaran Student Facilitator and Explaining dengan Metode Ceramah Pada Pokok Bahasan Statistika Kelas XI SMA Negeri 3 Sampang Tahun Pelajaran 2013/ 2014”.


(1)

apabila sampel tidak homogen, maka kesimpulannya tidak boleh diberlakukan lagi bagi seluruh populasi atau tidak boleh digeneralisasikan.

Rumus yang dipakai untuk pengujian homogenitas ini adalah: F=Varians Terbesar

Varians Terkecil (Sudjana, 2005: 250)

Harga F hitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan harga F tabel

dengan dk pembilang

n

a

1

dan dk penyebut

n

c

1

. Data yang akan

dianalisis homogen untuk tingkat kesalahan 5%, jika F hitung lebih kecil dari

F tabel untuk kesalahan 5% ( Fh<Ft(5) ) maka sampel tersebut homogen. Berikut akan disajikan tabel distribusi frekuensi dari nilai test siswa sebagaimana terlampir untuk kelas XI-IPS1 dan XI-IPS2.

Tabel 5.3

Distribusi Frekuensi Nilai Tes Matematika

Kelas XI-IPS1

Nilai

f

i

x

i

f

i

.

x

i

(

x

i

x

)

(xix)2

f

i (xix)2

50-58 1 54 54 -17,2 295,8 295,8

59-67 10 63 630 -8,2 67,2 672

68-76 10 72 720 0,6 0,36 3,6

77-85 3 81 243 9,8 96,0 288

86-94 4 90 360 18,8 353,4 1413,6

95-103 1 99 99 27,8 772,8 772,8


(2)

´

x=

fi∙ xi

fi = 2066

29 =71,2

s12=

fi

(

xi−´x

)

2 n−1 =

3445,8

29−1 =123,1

Tabel 5.4

Distribusi Frekuensi Nilai Tes Matematika

Kelas XI-IPS2

Nilai

f

i

x

i

f

i

.

x

i

(

x

i

x

)

(xix)2

f

i (xix)2

23-35 5 29 145 -30,9 954,8 4774

36-48 5 42 210 -17,9 320,4 1602

49-61 4 55 220 -4,9 24,0 96

62-74 5 68 340 8,1 65,6 328

75-87 8 81 648 21,1 445,2 3561,6

88-100 2 94 188 34,1 1162,8 2325,6

Jumlah 29 1715 12687,2

´

x=

fi∙ xi

fi = 1736

29 =59,9

s12=

fi

(

xi−´x

)

2 n−1 =

12687,2

29−1 =453,1

Dari perhitungan diatas, besar koefisien F hitung :

F = varianterbesarvarianterkecil =453,1 123,1=3,68

Harga F tabel untuk tingkat kesalahan 5% adalah 1,87 dengan dk pembilang na-1 = 29 – 1 = 28 dan dk penyebut nc-1 = 29 – 1 = 28. Sehingga 3,68 > 1,87 (


(3)

Fh<Ft(5) ), maka varians kelas XI-IPS

1 (kelas eksperimen) dengan XI-IPS2 (kelas kontrol) homogen.

C. ANALISIS DATA HASIL BELAJAR SISWA ANTARA KELAS EKSPERIMEN DAN KELAS KONTROL

Hal ini dilakukan untuk menganalisa apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak. Adapun hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut: a. Hipotesis Kerja (H1)

“Ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran Student Facilitator and Explaining dibandingkan dengan yang diajar menggunakan metode ceramah pada materi pokok bahasan statistika kelas XI SMA Negeri 3 Sampang Tahun Pelajaran 2013/2014”.

b. Hipotesis nihil (H0)

“Tidak ada perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran Student Facilitator and Explaining dibandingkan dengan yang diajar menggunakan metode ceramah pada materi pokok bahasan statistika kelas XI SMA Negeri 3 Sampang Tahun Pelajaran 2013/2014”.

Dengan uji taraf signifikan 5%, jika:

- tkritik < thitung < tkritik Hipotesis nol diterima

thitung < -tkritik atau thitung > tkritik Hipotesis nol ditolak

Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data hasil tes siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data tersebut peneliti sajikan pada tabel berikut ini:


(4)

Tabel 5.5

Analisis Uji-t Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

No

Subjek Skor xi−´x

(

xi−´x

)

2

No Subjek

Skor

xi−´x

(

xi−´x

)

2

1 62 -9,24 85,38 1 25 -34,86 1215,22

2 68 -3,24 10,49 2 79 19,14 366,34

3 60 -11,24 126,34 3 70 10,14 102,82

4 62 -9,24 85,38 4 79 19,14 366,34

5 64 -7,24 52,42 5 49 -10,86 117,94

6 75 3,76 14,14 6 85 25,14 632,02

7 86 14,76 217,86 7 70 10,14 102,82

8 59 -12,24 149,82 8 75 15,14 229,22

9 60 -11,24 126,34 9 39 -20,86 435,14

10 76 4,76 22,66 10 55 -4,86 23,62

11 63 -8,24 67,89 11 60 0,14 0,02

12 59 -12,24 149,82 12 90 30,14 908,42

13 86 14,76 217,86 13 23 -36,86 1358,66

14 60 -11,24 126,34 14 76 16,14 260,49

15 72 0,76 0,58 15 85 25,14 632,02

16 68 -3,24 10,49 16 25 -34,86 1215,22

17 84 12,76 162,82 17 80 20,14 405,62

18 50 -21,24 451,14 18 56 -3,86 14,89

19 72 0,76 0,58 19 46 -13,86 192,09

20 70 -1,24 1,54 20 81 21,14 446,89

21 79 7,76 60,22 21 72 12,14 147,38

22 90 18,76 351,94 22 100 40,14 1611,22

23 70 -1,24 1,54 23 70 10,14 102,82

24 100 28,76 827,14 24 44 -15,86 251,54

25 70 -1,24 1,54 25 37 -22,86 522,58

26 60 -11,24 126,34 26 70 10,14 102,82

27 86 14,76 217,86 27 25 -34,86 1215,22

28 75 3,76 14,14 28 25 -34,86 1215,22

29 80 8,76 76,74 29 45 -14,86 220,82


(5)

dari tabel diatas, didapat hasil sebagai berikut :

N1 = 29 N2 = 29

¯

X

1 = 2066 29 =71,2

¯

X

2 = 1736 29 =59,9

s12=

(

xi−´x

)

2

n−1 s12=

(

xi−´x

)

2 n−1

¿3757,35

29−1 =

14415,45 29−1 = 134,19 = 514,84

Dari rata-rata masing-masing kelas akan dicari ada tidaknya perbedaan antara dua kelas dengan menggunakan teknik uji-t sebagai berikut :

t= x´1− ´x2

(

n1−1

)

s12

n1+n2−2

(

1

n1+

1

n2

)

t =

71,2−59,9

(28)134,19+(28)514,84

29+29−2

(

1 29+ 1 29

)

= 11,3

3757,32+14415,52

56

(

2 29

)

=

11,3

18172,48 56

(

2 29

)

=

11,3

324,52(0,06896)

=

11,3

22,378= 11,3


(6)

Dengan thitung = 2,388 selanjutnya penulis konsultasikan dengan ttabel. Dengan dk = (29 + 29 – 2) = 56 diperoleh ttabel pada taraf signifikan 5% adalah 2,000. Dari nilai tersebut tampak bahwa thitung > ttabel yaitu 2,388 > 2,000. Hal ini berarti bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa: “Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Menggunakan Metode Pembelajaran Student Facilitator and Explaining lebih baik Dibandingkan dengan hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode Ceramah Pada Pokok Bahasan Statistika Kelas XI SMA Negeri 3 Sampang Tahun Pelajaran 2013-2014”

“Ada Perbedaan Hasil Belajar Siswa yang Diajar Menggunakan Metode Pembelajaran Student Facilitator and Explaining dengan Metode Ceramah Pada Pokok Bahasan Statistika Kelas XI SMA Negeri 3 Sampang Tahun Pelajaran 2013/ 2014”.