Pengaruh Arus Kas terhadap Likuiditas PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan.

SKRIP
PSI
AS TERHA
ADAP LIKU
UIDITAS P
PADA PT
PENGARUH ARUS KA
UNAN NU
USANTARA
A IV (PERS
SERO) ME
EDAN
PERKEBU

OLEH
H:
FIITRI ANDIIKA SARI
0905220
046

PROGRAM
M STUDI S1
S AKUNT
TANSI
FAK
KULTS EK
KONOMI
UNIVERSI
U
ITAS SUM
MATERA UTARA
U
MEDA
AN
2011
1

0
Universitas Sumatera Utara

1

PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul :
“ Pengaruh Arus Kas terhadap Likuiditas pada PT Perkebunan

Nusantara IV (Persero) Medan”
adalah benar hasil karya saya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah
dimuat, dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan
skripsi untuk Program Studi S-1 Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara. Semua sumber data dan informasi yang diperoleh telah
dinyatakan dengan jelas, benar apa adanya. Apabila di kemudian hari pernyataan
ini tidak benar saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas
Sumatera Utara.

Medan, Agustus 2011
Yang Membuat Pernyataan,

Nama : Fitri Andika Sari
NIM : 090522046

Universitas Sumatera Utara

2

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT

yang senantiasa

melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
skripsi ini dengan baik yang berjudul “Pengaruh Arus Kas terhadap Likuiditas PT
Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan”.
Penulisan skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat
untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada Fakultas Ekonomi Program Studi Strata
1 Akuntansi Universitas Sumatera Utara.
Selama poses penyusunan skripsi ini, peneliti banyak memperoleh
bimbingan, dorongan, semangat, nasehat, dan bantuan lain baik secara moril
maupun materil dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1.

Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.

2.

Bapak Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak. selaku Ketua Program Studi S1
Akuntansi dan Ibu Dra. Mutia Ismail, MM, Ak. selaku Sekretaris
Program Studi S1 Akuntansi Universitas Sumatera Utara.

3.

Bapak Drs. H. Syahrul Rambe, M.M, Ak. selaku Dosen Pembimbing atas
bimbingan dan arahan Bapak dalam proses penyelesaian skripsi ini.

4.

Bapak Drs. M. Utama Nasution, MM, Ak. selaku Dosen Penguji I dan
Bapak Zainal A.T Silangit, SE, Ak. selaku Dosen Penguji II atas segala
masukan dan saran yang telah diberikan.

Universitas Sumatera Utara

3

5.

Kedua Orang Tua saya, Ayahanda saya M. Azwar, AM, dan Ibunda
saya Sri Utami. Terima kasih banyak untuk kasih sayang, pendidikan,
dan dukungan berupa nasehat, doa, dan materi yang diberikan kepada
saya.

6.

Semua teman-teman seperjuangan Program Studi Akuntansi Ekstensi
2009 yang telah banyak memberikan sumbangan pikiran, motivasi,
semangat, dan bantuan dalam proses penyusunan skripsi.

I.
Akhir kata, saya menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna.
Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi
kesempurnaan skripsi ini. Saya berharap skripsi ini bisa bermanfaat bagi semua
pihak. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan berkat, nikmat, dan karuniaNya dan memberikan balasan atas segala kebaikan yang telah diberikan oleh
semua pihak yang banyak membantu selama proses penyusunan skripsi ini.

Medan, September 2011
Penulis

Fitri Andika Sari
NIM 090522046

Universitas Sumatera Utara

4

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh arus kas terhadap likuiditas
yang terdapat di PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (Persero) Medan.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan hubungan kausal (sebab
akibat). Penelitian ini terdiri dari empat variabel yaitu Aktivitas operasi, Aktivitas
Investasi dan Aktivitas Pendanaan sebagai variabel bebas dengan Likuiditas
sebagai Variabel terikat.
Penelitian ini menggunakan 20 sampel yaitu laporan triwulannya selama
periode 2006-2010 pada PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan.
Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Data yang
digunakan adalah data skunder, yang diperoleh dari perusahaan. data yang telah
dikumpulkan akan dianalisis dengan metode analisis data yang terlebih dahulu
dilakukan pengujian asumsi klasik sebelum melakukan pengujian hipotesis.
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda
dengan uji t dan uji F.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Arus Kas yang dibagi
menjadi tiga aktivitas seperti aktivitas operasi, aktivitas investasi, aktivitas
pendanaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap likuiditas. Secara
simultan Arus Kas yang dibagi menjadi tiga aktivitas seperti aktivitas operasi,
aktivitas investasi, aktivitas pendanaan tidak berpengaruh secara signifikan
terhadap likuiditas pada PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan. Angka R
sebesar 0,465 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara Likuiditas
dengan variabel independent sangat erat yaitu sebesar 46,5%. Angka R square
atau koefisien determinasi sebesar 0,216. Angka ini mengindikasikan bahwa
21.6% variasi atau perubahan dalam Likuiditas dapat dijelaskan oleh variasi
variable Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi, Aktivitas Pendanaan. Sedangkan
sisanya 53.5% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan
dalam model penelitian.

Kata Kunci : Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi, Aktivitas Pendanaan dan
Likuiditas (Rasio Lancar)

Universitas Sumatera Utara

5

ABSTRACT

This research has purposed to proof the influence of cash flow toward
liquidity in PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan. This research use
quantitative approach with causal type. This research use contains of four
variable, such as cash flow is measured by Operating Activities, Investing
Activities and Financing Activities as independent variable, liquidity is measured
by current ratio as dependent variable.
This research used 20 samples of quarterly reports for 2006-2010 on PT
Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan. The sample selection using purposive
sampling method. This research utilize secondary data, those are taken from the
company. The data which have already collected are processed with classic
assumption test before hypotesis test. Hypotesis test in this research use multiple
linear regression, with t-test and F-test.
Results showed that partially, Cash Flow is divided into three activities such
as operating activities, investing activities, financing activities do not significantly
influence liquidity. Simultaneously Cash Flows is divided into three activities
such as operating activities, investing activities, financing activities do not
significantly affect the liquidity of the PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)
Medan. Figures R of 0.465 indicates that the correlation or relationship between
liquidity very closely with the independent variable that is equal to 46.5%.
Numbers or the coefficient of determination R square of 0.216. This figure
indicates that 21.6% variation or changes in liquidity can be explained by the
variation of variable Operating Activities, Investing Activities, Financing
Activities. While the remaining 53.5% can be explained by other variables that are
not included in the research model.
Keywords: Operating Activities, Investing Activities, Financing Activities
and Liquidity (Current Ratio).

Universitas Sumatera Utara

6

DAFTAR ISI SKRIPSI
PERNYATAAN .................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
ABSTRAK .......................................................................................................... iv
ABSTRACT ........................................................................................................ v
DAFTAR ISI ....................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL .............................................................................................. ix
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... x
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xi
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................. 1
1.2 Perumusan Masalah ................................................................... 8
1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................ 9
1.4 Manfaat Penelitian ...................................................................... 9

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teoritis .......................................................................... 11
2.1 Arus Kas ................................................................................. 11
2.1.1 Pengertian Kas .................................................................. 11
2.1.2 laporan Arus Kas .............................................................. 12
2.1.3 Kegunaan Arus Kas .......................................................... 13
2.1.4 Klasifikasi Laporan Arus Kas .......................................... 14
2.1.5 Metode Penyusunan Laporan Arus Kas ........................... 17

Universitas Sumatera Utara

7

2.2 Likuiditas ............................................................................... 18
2.2.1 Pengertian Likuiditas ........................................................ 18
2.2.2 Rasio Likuiditas ................................................................ 19
2.3 Teori Sinyal ............................................................................ 20
B. Tinjauan Penelitian Terdahulu ..................................................... 22
C. Kerangka Konseptual ................................................................... 25
D. Hipotesis Penelitian ...................................................................... 28
BAB III

METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian ......................................................................... 30
B. Populasi dan Sampel Penelitian ................................................... 30
C. Jenis Data ..................................................................................... 31
D. Teknik Pengumpulan Data .......................................................... 31
E. Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel .......................... 32
F. Metode Analisis Data ................................................................... 34
3.1 Pengujian Asumsi Klasik..................................................... 34
3.1.1 Uji Normalitas ........................................................... 34
3.1.2 Uji Multikolinearitas ................................................. 37
3.1.3 Uji Heterokedastisitas ............................................... 37
3.1.4 Uji Auto Korelasi ...................................................... 38
3.2 Model dan Teknik Analisis Data ......................................... 39
3.2.1 Metode Analisis Regresi Berganda ........................... 39
3.2.2 Uji Parsial .................................................................. 39

Universitas Sumatera Utara

8

3.2.3 Uji Simultan .............................................................. 40
3.3 Koefisien Determinasi ......................................................... 41
G. Jadwal Penelitian ........................................................................... 41
BAB IV

ANALISIS HASIL PENELITIAN
A. Sejarah dan Struktur Perusahaan ................................................... 42
4.1 Sejarah PTPN IV Medan ..................................................... 42
4.2 Struktur Organisasi PTPN IV Medan .................................. 44
4.3 Bidang Usaha PTPN IV Medan........................................... 47
B. Data Penelitian............................................................................... 48
C. Analisis Hasil Penelitian ............................................................... 50
4.1 Analisis Statistik Deskriptif..................................................... 50
4.2 Pengujian Asumsi Klasik ........................................................ 51
4.2.1 Uji Normalitas ................................................................. 51
4.2.2 Uji Multikolinearitas ........................................................ 54
4.2.3 Uji Heteroskedastisitas .................................................... 56
4.2.4 Uji Autokorelasi............................................................... 58
4.3 Model dan Teknik Analisis Data ............................................ 59
4.3.1 Model Regresi Berganda ................................................ 59
4.3.2 Uji t ................................................................................. 61
4.3.3 Uji F ................................................................................ 62
4.3.4 Koefisien Determinasi .................................................... 63
C. Pembahasan Hasil Analisis Penelitian ......................................... 64

Universitas Sumatera Utara

9

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ................................................................................... 66
B. Keterbatasan Penelitian ................................................................ 67
C. Saran ............................................................................................. 68

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

10

DAFTAR TABEL

Tabel

Judul

Halaman

Tabel 1.1

Laporan Arus Kas............................................................................6

Tabel 2.1

Tinjauan Penelitian Terdahulu ................................................... 24

Tabel 3.1

Operasional Variabel Penelitian ................................................. 32

Tabel 3.2

Daftar Keputusan Auto Korelasi ................................................. 38

Tabel 3.3

Jadwal Penelitian ........................................................................ 41

Tabel 4.1

Daftar Sampel Penelitian ............................................................. 49

Tabel 4.2

Statistik Deskriftif ...................................................................... 50

Tabel 4.3

One Sample Kolmogrov-smirnov Test ........................................ 52

Tabel 4.4

Uji Multikolinearitas ................................................................... 55

Tabel 4.5

Uji Autokorelasi .......................................................................... 58

Tabel 4.6

Regresi Linear Berganda ............................................................. 59

Tabel 4.7

Uji t Statistik ................................................................................ 61

Tabel 4.8

Uji F Statistik ............................................................................... 63

Tabel 4.9

Koefisien Determinasi (R2) ........................................................ 63

Universitas Sumatera Utara

11

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Judul

Halaman

Gambar 2.1

Kerangka Konseptual ................................................................. 26

Gambar 4.1

Grafik Histogram ........................................................................ 53

Gambar 4.2

Normal Probability Plot .............................................................. 54

Gambar 4.3

Grafik Scatterplot ....................................................................... 57

Universitas Sumatera Utara

12

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Judul

Halaman

Lampiran 1

Data Variabel Penelitian ............................................................. 71

Lampiran 2

Statistik Deskriptif ...................................................................... 72

Lampiran 3

Hasil Uji Normalitas ................................................................... 72

Lampiran 4

Histogram .................................................................................... 73

Lampiran 5

P-P Plot ........................................................................................ 73

Lampiran 6

Hasil Uji Multikolinearitas ......................................................... 74

Lampiran 7

Hasil Uji Heteroskedastisitas ...................................................... 74

Lampiran 8

Hasil Uji Autokorelasi ................................................................ 75

Lampiran 9

Regresi Berganda......................................................................... 75

Lampiran 10 Uji t .............................................................................................. 76
Lampiran 11 Uji F ............................................................................................. 76
Lampiran 12 Koefisien Determinasi ................................................................ 76

Universitas Sumatera Utara

4

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh arus kas terhadap likuiditas
yang terdapat di PT PERKEBUNAN NUSANTARA IV (Persero) Medan.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan hubungan kausal (sebab
akibat). Penelitian ini terdiri dari empat variabel yaitu Aktivitas operasi, Aktivitas
Investasi dan Aktivitas Pendanaan sebagai variabel bebas dengan Likuiditas
sebagai Variabel terikat.
Penelitian ini menggunakan 20 sampel yaitu laporan triwulannya selama
periode 2006-2010 pada PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan.
Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Data yang
digunakan adalah data skunder, yang diperoleh dari perusahaan. data yang telah
dikumpulkan akan dianalisis dengan metode analisis data yang terlebih dahulu
dilakukan pengujian asumsi klasik sebelum melakukan pengujian hipotesis.
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda
dengan uji t dan uji F.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Arus Kas yang dibagi
menjadi tiga aktivitas seperti aktivitas operasi, aktivitas investasi, aktivitas
pendanaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap likuiditas. Secara
simultan Arus Kas yang dibagi menjadi tiga aktivitas seperti aktivitas operasi,
aktivitas investasi, aktivitas pendanaan tidak berpengaruh secara signifikan
terhadap likuiditas pada PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan. Angka R
sebesar 0,465 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara Likuiditas
dengan variabel independent sangat erat yaitu sebesar 46,5%. Angka R square
atau koefisien determinasi sebesar 0,216. Angka ini mengindikasikan bahwa
21.6% variasi atau perubahan dalam Likuiditas dapat dijelaskan oleh variasi
variable Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi, Aktivitas Pendanaan. Sedangkan
sisanya 53.5% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan
dalam model penelitian.

Kata Kunci : Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi, Aktivitas Pendanaan dan
Likuiditas (Rasio Lancar)

Universitas Sumatera Utara

5

ABSTRACT

This research has purposed to proof the influence of cash flow toward
liquidity in PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan. This research use
quantitative approach with causal type. This research use contains of four
variable, such as cash flow is measured by Operating Activities, Investing
Activities and Financing Activities as independent variable, liquidity is measured
by current ratio as dependent variable.
This research used 20 samples of quarterly reports for 2006-2010 on PT
Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan. The sample selection using purposive
sampling method. This research utilize secondary data, those are taken from the
company. The data which have already collected are processed with classic
assumption test before hypotesis test. Hypotesis test in this research use multiple
linear regression, with t-test and F-test.
Results showed that partially, Cash Flow is divided into three activities such
as operating activities, investing activities, financing activities do not significantly
influence liquidity. Simultaneously Cash Flows is divided into three activities
such as operating activities, investing activities, financing activities do not
significantly affect the liquidity of the PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)
Medan. Figures R of 0.465 indicates that the correlation or relationship between
liquidity very closely with the independent variable that is equal to 46.5%.
Numbers or the coefficient of determination R square of 0.216. This figure
indicates that 21.6% variation or changes in liquidity can be explained by the
variation of variable Operating Activities, Investing Activities, Financing
Activities. While the remaining 53.5% can be explained by other variables that are
not included in the research model.
Keywords: Operating Activities, Investing Activities, Financing Activities
and Liquidity (Current Ratio).

Universitas Sumatera Utara

13

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam perkembangan dunia usaha yang semakin maju, bidang keuangan
menjadi bidang yang sangat penting bagi perusahaan. Perekonomian yang
semakin kompleks dan tidak menentu dengan persaingan antar perusaaan yang
semakin ketat membuat bidang keuangan harus mendapat perhatian yang lebih.
Untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan dalam menghadapi persaingan
yang ketat tersebut, maka diperlukan suatu penanganan dan pengelolaan yang
dilakukan oleh pihak manajemen dengan baik. Pihak manajemen, selain dituntut
untuk dapat mengkoordinasikan penggunaan seluruh sumber daya yang dimiliki
oleh perusahaan secara efisien dan efektif, juga dituntut untuk dapat menghasilkan
keputusan-keputusan yang menunjang terhadap pencapaian tujuan perusahaan
dimasa yang akan datang.
Dalam rangka pengambilan keputusan, pengelola perusahaan memerlukan
informasi khususnya informasi mengenai apa yang akan terjadi dimasa yang akan
datang. Informasi yang cepat dan berkesinambungan berupa informasi akuntansi
dalam bentuk laporan keuangan dapat membantu perusahaan untuk mengetahui
keadaan dan kinerja ekonomi suatu perusahaan. Dalam pengertian yang
sederhana, laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan
perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu (Kasmir, 2008:7).
Laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan biasanya terdiri atas neraca,

Universitas Sumatera Utara

14

laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas dan catatan atas
laporan keuangan, dan laporan keuangan ada untuk membantu investor dan
kreditur dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan perusahaan. Laporan
laba rugi contohnya, suatu perusahaan dapat saja memberikan gambaran bahwa
perusahaan tersebut mendapatkan laba yang tinggi. Namun laporan arus kas bisa
saja memperlihatkan bahwa perusahaan sebenarnya kekurangan uang kas.
Menurut Skousen dkk (2009 : 284), laporan arus kas menjelaskan perubahan pada
kas atau setara kas (cash equivalent) dalam periode tertentu. Setara kas adalah
investasi jangka pendek yang amat likuid yang bisa segera ditukar dengan kas.
Dalam laporan arus kas, penerimaan dan pengeluaran kas diklasifikasikan
menurut tiga kategori utama yaitu : aktivitas operasi, aktivitas investasi, aktivitas
pendanaan.
Aktivitas operasi menimbulkan pendapatan dan beban dari operasi utama
suatu perusahaan. Arus masuk kas terbesar dari operasi berasal dari pengumpulan
kas pelanggan. Arus keluar kas operasi meliputi pembayaran terhadap pemasok
dan karyawan, serta pembayaran bunga dan pajak. Arus kas operasi dicatat pada
bagian awal laporan arus kas, karena arus kas operasi merupakan sumber kas
terbesar dan sangat penting untuk sebagian besar perusahaan. kegagalan operasi
perusahaan untuk menghasilkan arus kas masuk yang besar untuk suatu periode
yang panjang dapat merupakan tanda adanya kesulitan pada perusahaan.
Aktivitas investasi meningkatkan dan menurunkan aktiva jangka panjang
yang digunakan perusahaan untuk melakukan kegiatannya. Pada laporan arus kas

Universitas Sumatera Utara

15

kegiatan investasi mencakup lebih dari sekedar pembelian dan penjualan aktiva
yang digolongkan sebagai investasi di neraca. Pemberian pinjaman juga
merupakan suatu kegiatan investasi karena pinjaman menciptakan piutang kepada
peminjam. Pelunasan pinjaman tersebut juga dilaporkan sebagai kegiatan investasi
pada laporan arus kas. Kegiatan investasi juga merupakan perolehan dan
penjualan aktiva yang digunakan dalam operasi. Karena itu, penjualan aktiva tetap
dan penjualan investasi merupakan arus kas masuk dari kegiatan investasi.
Aktivitas pendanaan meliputi kegiatan untuk memperoleh kas dari investor
dan kreditor yang diperlukan untuk menjalankan dan melanjutkan kegiatan
perusahaan. kegiatan pendanaan mencakup pengeluaran saham, peminjaman uang
dengan mengeluarkan wessel bayar dan pinjaman obligasi, penjualan saham
perbendaharaan, dan pembayaran terhadap pemegang saham seperti deviden dan
pembelian saham perbendaharaan. Asumsi bahwa ketersediaan kas yang tinggi
dari aktivitas pendanaan akan mempengaruhi jumlah aktiva lancer berupa kas
sehingga memungkinkan perusahaan untuk memiliki tingkat likuiditas yang tinggi
untuk membayar kewajiban jangka pendeknya.
Secara sederhana likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya , yaitu kas atau yang muda dicairkan ke
kas dalam jangka pendek, untuk memenuhi kewajiban yang harus segera dipenuhi
oleh

perusahaan.

Likuiditas

merupakan

kunci

utama

dalam

upaya

mempertahankan suatu usaha agar dapat bertahan. Likuiditas juga berarti
perusahaan mempunyai cukup dana ditangan untuk membayar tagihan pada saat

Universitas Sumatera Utara

16

jatuh tempo dan berjaga-jaga terhadap kebutuhan kas yang tidak terduga. Masalah
likuiditas penting dalam menjaga kelancaran operasional perusahaan serta dalam
kebutuhan jangka pendek dan darurat serta fungsi pertumbuhan (investasi) untuk
mengembangkan asset yang dimiliki sesuai dengan harapan yang diinginkan
perusahaan. Perusahaan harus merencanakan likuiditas yang memadai karena
jumlah dana yang terkait mungkin akan membutuhkan waktu lama untuk
memenuhinya. Adapun rasio likuiditas yang digunakan dalam penelitian ini
adalah current ratio. Menurut Walsh (2004 : 106) Current ratio merupakan rasio
favorit dari institusi-institusi pemberi pinjaman, dan penghitungan current ratio
(rasio lancar) didasarkan pada perbandingan sederhana antara total “aktiva lancar”
dan “kewajiban lancar”. Dimana jika suatu perusahaan current ratio nya lebih dari
satu, berarti hal ini menunjukkan bahwa perusahaan itu likuid.
Teori

sinyal (Signaling

theory) menjelaskan

mengapa

perusahaan

mempunyai dorongan untuk memberikan informasi laporan keuangan pada pihak
eksternal. Teori sinyal juga mengemukakan tentang bagaimana seharusnya sebuah
perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Sinyal ini
berupa informasi mengenai kondisi perusahaan kepada pemilik ataupun pihak
yang berkepentingan lainnya (contoh : investor). Sinyal yang diberikan dapat
dilakukan melalui pengungkapan informasi akuntansi, sinyal yang dimaksud
seperti laporan keuangan. Laporan apa yang sudah dilakukan oleh manajemen
untuk merealisasikan keinginan pemilik, atau bahkan dapat berupa promosi serta
informasi lain menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik dari pada

Universitas Sumatera Utara

17

perusahaan lain. Laporan keuangan seharusnya memberikan informasi yang
berguna bagi investor dan kreditor terutama sekali karena kelompok ini berada
dalam kondisi yang paling besar ketidakpastiannya, yang akan digunakan untuk
membuat keputusan investasi, kredit dan keputusan sejenis. Termasuk laporan
arus kas karena laporan arus kas merupakan bagian dari laporan keuangan
sehingga laporan arus kas seharusnya juga berguna untuk pengambilan keputusan.
Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan
keuangan

sebagai

dasar

untuk

menilai

kemampuan

perusahaan

dalam

menghasilkan kas dan setara kas, dan menilai kebutuhan perusahaan untuk
menggunakan arus kas tersebut. Dengan menyajikan laporan arus yang
menunjukkan nilai arus kas yang selalu positif, maka perusahaan itu dikatakan
likuid yaitu mampu melunasi kewajiban finansial jangka pendek maupun
kewajiban jangka panjangnya yang jatuh tempo pada tahun bersangkutan.
PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan merupakan salah satu
BUMN Perkebunan di Indonesia. Perusahaan ini berkedudukan di Sumatra Utara
dan telah memiliki pengalaman yang panjang dalam mengelola bisnis dibidang
perkebunan, mencakup pengusahaan tanaman, pengolahan, pemasaran hasil dan
industri serta jasa-jasa penunjangnya. Investasi yang terdapat di PTPN IV terdiri
dari investasi tanaman dan non tanaman. PT Perkebunan Nusantara IV mendapat
kategori sangat sehat AAA (Triple Sehat) pada tahun 2009. Berdasarkan
Keputusan Menteri BUMN Nomor : KEP-100 / MBU / 2002.

Universitas Sumatera Utara

18

PT Perkebunan Nusantara IV merupakan salah satu Perusahaan Persero di
Indonesia yang memiliki total arus kas yang positif dan terus meningkat dari satu
periode ke periode berikutnya. Hal ini dapat kita lihat pada perbandingan laporan
arus kas pada masing-masing aktivitas dan likuiditas (rasio lancar) pada tahun
2006 - 2010 :
Table 1.1
Ket

2006

2007

2008

2009

2010

86.181.655.968

595.170.176.151

719.357.942.432.

728.167.799.465

1.240.624.301.835

(382.340.680.268)

(339.490.790.378)

(742.100.729.928)

(940.288.140.251)

(1.020.614.193.105)

344.540.971.520

351.997.962.283

(269.232.536.026)

579.646.178.600

(136.406.233.485)

48.381.947.220

607.677.398.047

(291.975.323.522)

367.525.837.814

78.432.612.579

71,9%

129,4%

116,8%

138,35%

120,8%

Aktivitas
Operasi
Aktivitas
Investasi
Aktivitas
Pendanaan
Kenaikan –
Penurunan
Arus Kas
Rasio Lancar

Sumber : diolah oleh penulis
Dari laporan

diatas dapat kita ketahui bahwa kas bersih dari aktivitas

operasi cendrung mengalami kenaikan dari tahun 2006-2010. Sebagai bahan
pengamatan kenaikan dapat dilihat dari arus kas aktivitas tahun 2008 ke 2009.
Dimana

pada

Rp719.357.942.432

tahun

tersebut,

2008

membukukan

kas

bersih

sebesar

dan pada tahun 2009 membukukan kas bersih sebesar

Rp728.167.799.465. Hal ini tampak jelas terjadi kenaikan kas bersih sebesar 1,22%

Universitas Sumatera Utara

19

yang disebabkan oleh adanya kenaikan arus kas masuk yaitu berupa kas yang
diterima dari pelanggan, bunga, dan pendapatan lain-lain. Semua ini sejalan
dengan kenaikan likuiditas (rasio lancar) perusahaan. dimana pada tahun 2008
rasio lancarnya sebesar 116,8% pada tahun 2009 naik menjadi 138,3%. Ini
artinya, semakin besar nilai arus kas dari aktivitas operasi yang dimiliki oleh
perusahaan maka semakin besar pula kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajibannya.
Untuk arus kas aktivitas investasi, kas bersihnya juga cendrung mengalami
kenaikan. Kenaikan aktivitas investasi tersebut terjadi karna PTPN IV
menggunakan kasnya untuk memperluas dan menambah aktiva jangka
panjangnya. Sebagai bahan pengamatan, kenaikan dapat dilihat dari arus kas
aktivitas tahun 2008 ke 2009. Dimana kenaikan yang terjadi untuk tahun 2008 ke
2009 sebesar 26,70%. Kenaikan arus kas investasi ini diharapkan dalam jangka
waktu tertentu akan menghasilkan pendapatan dan arus kas dimasa mendatang.
Dari arus kas aktivitas pendanaan, angka negatif dan positif terlihat pada kas
bersih dari aktivitas pendanaan. Perusahaan yang sehat angka dari aktivitas
pendanaan bisa saja negatif atau positif. Sebagai bahan pengamatan kita dapat
melihat arus kas aktivitas pendanaan pada tahun 2008 dan 2009. Dapat kita lihat
bahwa kas bersih dari aktivitas pendanaan ditahun 2008 sebesar Rp.269.232.536.026 dan mengalami kenaikan di tahun 2009 sebesar 115,2% dengan
nilai Rp. 579.646.178.600. dan sejalan dengan itu likuiditas juga mengalami
kenaikan, ditahun 2008 sebesar 116,8% naik menjadi 138,3% ditahun 2009. Nilai

Universitas Sumatera Utara

20

yang defisit pada tahun 2008, tidak menurunkan tingkat likuiditas (rasio lancar)
perusahaan dikarenakan kas nya masih tinggi dan dana dari aktivitas lain yaitu
aktivitas operasi dan aktivitas investasi surflus. Sehingga likuiditas (rasio lancar)
pada perusahaan PTPN IV masih dikatakan likuid. Walaupun demikian penulis
akan melanjutkan penelitian ini, dan dari penelitian ini penulis akan mengetahui
apakah setiap aktivitas mempunyai pengaruh atau tidaknya terhadap likuiditas.
Penelitian ini merupakan penelitian baru yang mengadopsi penelitian
terdahulu yang dilakukan oleh Gusmiati (2011) yang berjudul Pengaruh Arus Kas
Operasi Terhadap Tingkat Likuiditas Pada Perusahaan Real Estate Dan Property
Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia , hasil penelitian menunjukkan bahwa
variabel independen yaitu arus kas operasi tidak mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap variabel dependen yaitu likuiditas pada perusahaan real estate
dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.. Perbedaan penelitian
terdahulu dengan penelitian sekarang adalah (1) periode penelitian terdahulu
mengamati hanya laporan arus kas dari aktivitas operasi tahun 2007-2009,
sedangkan penelitian sekarang mengamati laporan arus kas tahun 2006-2010, (2)
objek penelitian terdahulu adalah perusahaan yang terdaftar di BEI, sedangkan
penelitian sekarang pada PT Perkebunan Nusantara IV Medan. Berdasarkan latar
belakang di atas mendorong penulis untuk melakukan penelitian dengan judul
“Pengaruh Arus Kas terhadap Likuiditas pada PT Perkebunan Nusantara
IV (Persero) Medan”.
1.2 Perumusan Masalah

Universitas Sumatera Utara

21

Berdasarkan uraian dan penjelasan diatas, permasalahan yang penulis perlu
diteliti adalah “Apakah arus kas mempunyai pengaruh sinifikan secara parsial dan
simultan terhadap likuiditas pada PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan“.
Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Keterbatasan-keterbatasan dalam
penelitian ini antara lain :
1. Penelitian ini hanya meneliti tiga variabel independen yaitu arus kas
aktivitas operasi, arus kas aktivitas investasi, arus kas aktivitas pendanaan.
Dan satu variabel dependen yaitu likuiditas, adapun rasio likuiditas yang
digunakan dalam penelitian ini adalah rasio lancar (current ratio).
2. Penelitian ini mengambil sampel dari laporan arus kas triwulan induk
perusahaan PT Perkebunan Nusantara IV pada periode 2006 sampai dengan
2010.
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah yang ada, maka tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh arus kas terhadap Likuiditas pada PT
Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan.
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat untuk:
1. Pihak penulis, sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan serta
pengalaman penulis mengenai pengaruh arus kas terhadap likuiditas.

Universitas Sumatera Utara

22

2. Pihak perusahaan, sebagai masukan kepada pihak manajemen perusahaan
yang dapat digunankan dalam meningkatkan kinerja perusahaan dalam
hal ini laporan arus kas.
3. Pihak peneliti selanjutnya, sebagai bahan referensi dan gambaran dalam
melakukan penelitian khususnya yang berhubungan dengan laporan arus
kas dan likuiditas.

Universitas Sumatera Utara

23

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teoritis
2.1 Arus Kas
2.1.1 Pengertian Kas
Setiap perusahaan dalam menjalankan usahanya selalu membutuhkan kas.
Kas diperlukan untuk membiayai operasi perusahaan sehari-hari maupun
mengadakan investasi baru dalam aktiva tetap karena itu kas sangat penting dalam
kelangsungan aktivitas perusahaan, sehingga memerlukan perhatian khusus,
karena pengelolaan kas yang kurang efektif dapat menyebabkan kelebihan dalam
kas. Manajemen harus mendayagunakan kas, khususnya kas atau uang yang
sementara menganggur dan tidak digunakan untuk melaksanakan kegiatan
normalnya, hal ini diperlukan untuk menghindari resiko rugi.
Menurut Harahap (2010 : 258) pengertian kas adalah sebagai berikut:
Kas adalah uang dan surat berharga lainnya yang dapat diuangkan setiap saat
serta surat berharga lainnya yang sangat lancar yang memenuhi syarat sebagai
berikut :
1) setiap saat dapat ditukar menjadi kas
2) tanggal jatuh temponya sangat dekat
3) kecil resiko perubahan nilai yang disebabkan perubahan tingkat harga.
Kas sangat berperan dalam menentukan kelancaran kegiatan perusahaan.
Dapat disimpulkan bahwa suatu perusahaan harus memiliki anggaran kas untuk
menjaga posisi likuiditas dan untuk mengetahui defisit dan surplus kas.
Perusahaan yang memiliki kelebihan kas dapat dibelikan surat-surat berharga
(efek atau marketable securities atau temporary investment) yaitu obligasi, saham

11
Universitas Sumatera Utara

24

biasa, dan saham preferen. Pembelian efek dilakukan untuk menjaga likuiditas
karena hakikatnya efek tersebut ialah uang tunai, artinya mudah dijual di pasar
bursa dan untuk tujuan investasi sementara untuk memperoleh keuntungan atas
dasar pembedaan harga jual dan harga beli.
2.1.2 Laporan Arus Kas
Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan
keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dan menilai
kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses
pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan evaluasi
terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas serta keputusan
perolehannya. Perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan
laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dilaporan keuangan untuk
periode penyajian laporan keuangan. Agar menghasilkan keuntungan tambahan,
perusahaan harus mempunyai kas untuk ditanamkan kembali. Keuntungan yang
dilaporkan dalam buku belum pasti dalam bentuk kas. Sehingga dengan demikian
perusahaan dapat mempunyai jumlah kas yang lebih besar atau lebih kecil
daripada jumlah keuntungan yang dilaporkan dalam buku.

Universitas Sumatera Utara

25

Menurut Skousen dkk (2009 :

284) Laporan arus kas itu sendiri

didefinisikan sebagai berikut :
“Laporan arus kas (statement of cash flow) adalah laporan keuangan yang
melaporkan jumlah kas yang diterima dan dibayar oleh suatu perusahaan selama
periode tertentu”.
Menurut Harahap (2010 : 257), mengemukakan bahwa :
”Laporan arus kas memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan
pengeluaran kas suatu perusahaan pada suatu periode tertentu, dengan
mengklasifikasikan transaksi pada kegiatan : operasi, pembiayaan dan investasi”.
Berdasarkan kedua pengertian di atas, dapat dikemukakan bahwa laporan
arus kas merupakan laporan yang menginformasikan arus kas masuk dan arus kas
keluar yang dihasilkan dari aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas
pendanaan atau pembiayaan.
2.1.3 Kegunaan Arus Kas
Menurut PSAK No.2 paragraf 04 (IAI:2009), Laporan arus kas disusun
dengan tujuan untuk memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna
untuk mengevaluasi perubahan dalam asset bersih perusahaan, struktur keuangan
(termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan mempengaruhi jumlah serta
waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang.
Informasi arus kas berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan kas dan setara kas dan memungkinkan para pengguna
mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang dari

Universitas Sumatera Utara

26

laporan arus kas masa depan dari berbagai perusahaan. informasi tersebut
meningkatkan daya banding pelaporan kinerja operasi berbagai perusahaan karena
dapat meniadakan pengaruh penggunaan perlakuan akuntansi yang berbeda
terhadap transaksi dan peristiwa yang sama.
Adapun kegunaan arus kas menurut Harahap (2010 : 257), yaitu dapat
mengetahui :
1. kemampuan perusahaan meng”generate” kas, merencanakan, mengontrol
arus kas masuk dan arus kas keluar perusahaan pada masa lau;
2. kemungkinan keadaan arus kas masuk dan keluar, arus kas bersih
perusahaan, termasuk kemampuan membayar dividen di masa yang akan
datang;
3. informasi bagi investor dan kreditor untuk memproyeksikan return dari
sumber kekayaan perusahaan;
4. kemampuan perusahaan untuk memasukan kas ke perusahaan dimasa yang
akan datang;
5. alas an perbedaan antara laba bersih dibandingkan dengan penerimaan dan
pengeluaran kas;
6. pengaruh investasi baik kas maupun bukan kas dan transaksi lainnya
terhadap posisi keuangan perusahaan selama satu periode tertentu.
2.1.4 KLasifikasi Laporan Arus Kas
a. Aktivitas operasi
Dalam PSAK No. 2 paragraf 13 (IAI : 2009) dinyatakan bahwa jumlah arus
kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan
apakah dari operasinya perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup
untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar
deviden dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan pada sumber
pendanaan dari luar. Informasi mengenai unsur tertentu arus kas historis bersama
dengan informasi lain, berguna dalam memprediksi arus kas operasi masa depan.

Universitas Sumatera Utara

27

Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan
(principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan
aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan (Syakur, 2009 : 40). Arus kas dari
aktivitas operasi terutama diperoleh dari aktivitas penghasil utama pendapatan entitas.
Pada umumnya arus kas tersebut berasal dari transaksi dan peristiwa lain yang

mempengaruhi penentapan laba atau rugi bersih. Beberapa contoh arus kas dari
aktivitas operasi menurut PSAK No. 2 paragraf 14 (IAI: 2009) adalah:
penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa.
penerimaan kas dari royalty, fees, komisi, dan pendapatan lain.
pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa.
pembayaran kas kepada karyawan.
penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan asuransi sehubungan
dengan klaim, anuitas, dan manfaat asuransi lainnya.
f. pembayaran kas atau penerimaan kembali (restitusi) pajak penghasilan
kecuali jika dapat diidentifikasi secara khusus sebagai bagian dari aktivitas
pendanaan dan investasi.
g. Penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang diadakan untuk tujuan
transaksi usaha dan perdagangan.
a.
b.
c.
d.
e.

b. Aktivitas investasi
Aktivitas investasi yang utama adalah pembelian dan penjualan tanah,
bangunan peralatan, dan aktiva lainnya yang tidak dibeli untuk dijual kembali.
Aktivitas investasi juga termasuk pembelian dan penjualan instrument keuangan
yang tidak ditujukan untuk diperdagangkan, seperti halnya memberi dan menagih
pinjaman. Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka
panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas (Syakur, 2009 : 40).
Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas investasi perlu
dilakukan sebab arus kas tersebut mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas

Universitas Sumatera Utara

28

sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan
dan arus kas masa depan.
Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas investasi menurut
PSAK No. 2 paragraf 16 (IAI: 2009) adalah:
a. pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap, aktiva tak berwujud, dan
aktiva jangka panjang lain, termasuk biaya pengembangan yang
dikapitalisasi dan aktiva tetap yang dibangun sendiri;
b. Penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan dan peralatan, aktiva tak
berwujud, dan aktiva jangka panjang lain;
c. perolehan saham atau instrument keuangan perusahaan lain;
d. pang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta
pelunasannya (kecuali yang dilakukan oleh lembaga keungan);
e. pembayaran kas sehubungan dengan future contracts, forward contras,
option contracts, dan swap contracts kecuali apabila pembayaran tersebut
diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.
c.

Aktivitas pendanaan
Termasuk dalam aktivitas pendanaan adalah transaksi dan kejadian dimana

kas diperoleh dari dan dibayarkan kembeli kepada para pemilik dan kreditor.
Contohnya kas yang dihasilkan dari penerbitan saham dan obligasi akan
diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan. Menurut (Syakur, 2009: 4) Aktivitas
pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta
komposisi modal dan pinjaman perusahaan. Pengungkapan arus kas yang timbul
dari transaksi ini berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan
oleh para pemasok modal perusahaan. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari
aktivitas pendanaan menurut PSAK No. 2 paragraf 17 (IAI: 2009) adalah:
a. Penerimaan kas dari emisi saham atau instrument modal lainnya.
b. Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau
menebus saham perusahaan.
c. Penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman lainnya.

Universitas Sumatera Utara

29

d. Pelunasan pinjaman.
e. Pembayaran kas oleh penyewa guna usaha (lessee) untuk mengurangi
saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa guna usaha pembiayaan
(finance lease)
2.1.5 Metode Penyusunan Laporan Arus Kas
Menurut Skousen dkk (2009:289) dua metode yang dapat digunakan untuk
menghitung dan melaporkan jumlah arus kas bersih dari aktivitas operasi,
aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan yaitu :
1) Metode langsung
Pada dasarnya adalah pemeriksaan kembali setiap pos (atau akun) laporan
laba rugi dengan tujuan melaporkan seberapa banyak kas yang diterima atau
dikeluarkan sehubungan dengan pos tersebut, dan cara terbaik untuk melakukan
metode langsung adalah mengurutkan secara sistematis daftar pos-pos dilaporan
laba rugi dan menghitung berapa banyak kas yang terkait dengan setiap pos.
2) Metode tidak langsung
Dengan metode tidak langsung, laporan arus kas dimulai dengan laba
bersih, yang memasukkan pengaruh bersih dari seluruh laporan laba rugi, dan
kemudian melaporkan penyesuaian yang diperlukan untuk mengubah seluruh
akun laporan laba rugi menjadi angka-angka arus Kas. Hanya penyesuaian saja
yang dilaporkan. Seperti halnya dengan metode langsung, cara terbaik untuk
menampilkan metode tidak langsung adalah dengan melihat laporan laba rugi
akun demi akunnya.
Perbedaan antara kedua metode terletak pada penyajian arus kas berasal dari
kegiatan operasi. Dengan metode langsung, arus kas dari kegiatan operasional
dirinci menjadi arus kas masuk dan arus kas keluar. Arus kas masuk dan keluar
dirinci lebih lanjut dalam beberapa jenis penerimaan atau pengeluaran kas.
Sementara itu dengan metode tidak langsung, arus kas dari opersional ditentukan
dengan cara mengoreksi laba bersih yang dilaporkan di laporan laba rugi dengan
beberapa hal seperti biaya penyusutan, kenaikan harta lancar dan hutang lancar
serta laba/rugi karena pelepasan investasi. Arus kas yang berasal dari kegiatan

Universitas Sumatera Utara

30

operasional dirinci menjadi penerimaan dari berbagai sumber yang merupakan
kegiatan operasional dan pengeluaran kas untuk berbagai kegiatan operasional.
Arus kas dari kegiatan investasi dan keuangan juga dirinci menurut jenis-jenis
kegiatan yang mengakibatkan timbulnya penerimaan dan pengeluara kas.
Perbedaan antara metode langsung dengan metode tidak langsung terletak pada
penyajian arus kas berasal dari kegiatan operasi, sementara itu baik aliran kas dari
kegiatan investasi dan keuangan adalah sama penyajiannya.
2.2

Likuiditas

2.2.1

Pengertian Likuiditas
Likuiditas merupakan salah satu aspek keuangan yang penting untuk

dianalisis. Hal tersebut dikarenakan likuiditas merupakan salah satu alat yang
dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu perusahaan yang dilihat dari
seberapa besar kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya.
Pengertian likuiditas menurut Mardiyanto (2009;54) ialah : “Likuiditas
mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban (utang) jangka
pendek tepat pada waktunya, termasuk melunasi bagian utang jangka panjang
yang jatuh tempo pada tahun bersangkutan”.
Menurut Munawir (2007:31) mengemukakan definisi likuiditas sebagai
berikut : “ likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan
untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih”.

Universitas Sumatera Utara

31

Suatu perusahaan dapat dikatakan likuid apabila perusahaan tersebut mampu
melunasi kewajiban finansial jangka pendek maupun kewajiban jangka
panjangnya yang jatuh tempo pada tahun bersangkutan. Sebaliknya, jika suatu
perusahaan tidak mampu melunasi kewajiban finansialnya tersebut digolongkan
kedalam perusahaan yang likuid. Berdasarkan beberapa pendapat mengenai
likuiditas maka penulis menyimpulkan bahwa likuiditas merupakan suatu
kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban finansial jangka pendek
maupun jangka panjang yang jatuh tempo pada tahun bersangkutan yang harus
segera dipenuhi.
2.2.2

Rasio likuiditas
Menurut Menurut Harahap (2010 : 301) ” Rasio likuiditas menggambarkan

kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya, rasiorasio ini dapat dihitung melalui sumber tentang modal kerja yaitu pos-pos aktiva
lancar dan hutang lancar.” Rasio-rasio yang dapat digunakan untuk mengukur
likuiditas perusahaan yaitu rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas.
a.

Rasio lancar (current ratio)
Current Ratio merupakan rasio yang digunakan dengan tujuan untuk

mengetahui seberapa jauh aktiva lancar perusahaan digunakan untuk melunasi
utang (kewajiban) lancar yang akan jatuh tempo atau yang akan segera dibayar.
Menurut Sugiono (2009 ; 68) current ratio dapat dihitung dengan rumus sebagai
berikut :

Universitas Sumatera Utara

32

Current Ratio =

Total Aktiva Lancar
Total kewajiban lancar

Rasio ini menunjukkan sejauh mana aktiva lancar menutupi kewajibankewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar
semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya.
Apabila rasio lancar 2:1 atau 200% berarti 2 aktiva lancar mampu menutupi 1
hutang lancar. Artinya, dengan hasil rasio seperti itu, perusahaan sudah merasa
berada dititik aman dalam jangka pendek.

b. Rasio Cepat
Rasio cepat =

Kas  Surat Berharga  Piutang
x100%
Hu tan g Lancar

Rasio ini menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu
menutupi utang lancar. Semakin besar rasio ini semakin baik. Rasio ini disebut
juga Acid Test Ratio. Angka rasio ini tidak harus 100% atau 1:1.
c.

Rasio Kas atas Aktiva Lancar

Rasio Kas atas aktiva lancar =

Kas
x100%
Aktiva Lancar

Rasio ini menunjukk