Unsur Kekerasan pada Tayangan Talk Show di Televisi (Analisis Isi Pada Program Acara Talk show “ Rumpi No Secret ” di Trans Tv)

Unsur Kekerasan pada Tayangan Talk Show di Televisi
(Analisis Isi Pada Program Acara Talk show “ Rumpi No Secret ” di Trans Tv)

SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Muhammadiyah Malang
Sebagai Persyaratan untuk Mendapatkan Gelar Sarjana (S-1) Komunikasi

Disusun oleh:
Iga Savira
201110040311386

Dosen Pembimbing :
1. Nurudin , M.Si
2. Zen Amirudin, M.Med.Kom

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2015

ii

iii

iv

v

MOTTO
“ Jangan pernah puas dengan apa yang di dapatkan, terus
belajar dan belajar sampai ilmu yang kau dapatkan akan
menuntunmu kelak di hari tuamu…

vi

PERSEMBAHAN
Alhamdulillah…segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah

Tuhan

Semesta Alam yang telah memberikan kemudahan sehingga tugas akhir ini dapat
selesai. Sebuah karya kecil ini penulis persembahkan buat orang – orang
tersayang:
1. Bapak dan Mamak yang tiada henti - hentinya memberikan dukungan serta
do’a yang tak pernah putus buat anakmu.
2. Kedua adikku tersayang, Qays dan Hurrul Izzah sosok penyemangat dalam
hidupku.
3. Seluruh

keluarga

besarku

di

Pulau

Lombok

yang

selalu

mengkhawatirkanku, selalu menyemangatiku tiada henti-hentinya.
4. Keluarga besar Kansas SMAN 1 SELONG, yang selalu memberikan
semangat buatku.
5.

Keluarga besar PWJ, Dinar, Vina, Nuril, Ayu, Devi, Faiza, Rani yang
sudah mendukung dan menyemangatiku.

6. Ikhtiar Taufikurrahman yang selalu menemaniku, sosok yang selalu sabar
menghadapiku dan tidak pernah berhenti memberikan semangat yang
begitu luar biasa.

vii

ABSTRAK
Iga Savira, 201110040311386
“ Unsur Kekerasan Pada Tayangan Talk Show Di Televisi (Analisis Isi Pada
Program Acara Talk Show “Rumpi di Trans Tv)”
Pembimbing : Nurudin, M.Si dan Zen Amirudin M.Med.Kom
(98 halaman+25 tabel)
Referensi
: 21 buku, 9 internet, 3 jurnal, 1 skripsi
Kata Kunci : Analisis Isi, Unsur Kekerasan, Talk Show
Banyak program-program terbaru yang semakin menghiasi pertelevisian
Indonesia. Mayoritas acara televisi adalah sinetron, secara serempak seluruh
industry televisi berlomba-lomba menyuguhkan tayangan sinetron untuk menarik
perhatian masyarakatnya. Tayangan sinetron Indonesia jika diperhatikan, banyak
mengandung unsur kekerasan seperti kebohongan, menyesatkan penonton dengan
alur ceritanya yang dikemas sedemikian cantik sehingga dapat menyihir perhatian
pemirsanya. Tidak mau ketinggalan, talk show juga ambil peran dalam
meramaikan industry pertelevisian Indonesia. Namun sangat disayangkan ketika
stasiun televisi menayangkan acara talk show yang berbau kekerasan.Hal ini
bukan hanya karena tayangan yang bersifat mistis, tetapi juga untuk tayangantayangan yang bersifat non-mistis. Hal ini menyebabkan pola pikir masyarakat
menjadi sulit untuk berkembang. Melihat fenomena kekerasan massa yang
melanda Indonesia saat ini memiliki kaitan erat dengan proses sosialisasi tindakan
kekerasan yang telah lama tumbuh dalam ruang keluarga
Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar frekuensi
kemunculan unsur kekerasan pada tayangan talk show Rumpi No Secret di Trans
Tv selama satu minggu terhitung sejak episode 27 Januari sampai dengan 5
Februari 2015. Sehingga dapat terlihat hasil perolehan data bahwa apakah
program acara talk show Rumpi No Secret mengandung unsur kekerasan baik
kategori verbal maupun non verbal. Dimana masing – masing kategori terbagi
menjadi empat sub kategori. Sub kategori kekerasan verbal yakni, asosiasi pada
seksual/porno, eufimisme, disfemisme, bohong/menyesatkan. Sedangkan sub
kategori non verbal berupa pakaian, ekspresi wajah, bahasa tubuh/gerakan tubuh,
dan intonasi.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kuantitatif. Pendekatan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengukur
aspek atau dimensi dari isi (dokumen yang dilakukan secara kuantitatif) (Eriyanto,
2011:45). Peneliti menggunakan analisis isi kuantitatif, karena ingin mengukur
seberapa besar ferekuensi kemunculan unsur kekerasan yang ada pada tayangan
rumpi no secret yang dilakukan dengan mencatat bilangan-bilangan atau muatan
isi dan kecendrungan dalam tayangan serta untuk melukiskan jenis isi yang telah
didefinisikan/dikategorikan sebelumnya.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi kemunculan unsur
kekerasan bahwa ada Nilai CR (coefisient reliability) unsur kekerasan verbal yang
diperoleh dari peneliti dan koder 1 sebesar 0,95 sedangkan peneliti dengan koder
2 sebesar 0,81. Dari kategori unsur kekerasan non verbal diperoleh tingkat
reliabilitas antara peneliti dengan koder 1 sebesar 0,90 dan peneliti dengan koder
2 adalah 0,85. Dimana unsur kekerasan non verbal kategori ekspresi wajah dan

viii

gerakan tubuh dalam tayangan talk show Rumpi No Secret yang paling banyak
mendominasi pada tiap episodenya.
Hampir semua kategori unsur kekerasan ditemukan dalam tayangan talk
show rumpi no secret episode tanggal 27 januari hingga 5 februari 2015.
Berdasarkan hasil perhitungan dari peneliti diperoleh frekuensi kemunculan
kategori unsur kekerasan dari total 35 segmen yang diteliti bahwa ada 16 segmen
yang mengandung unsur kekerasan verbal yang diikuti oleh kekerasan non verbal.
Sementara ada 17 segmen yang mengandung kekerasan non verbal yang tidak
diikuti oleh kekerasan verbal. Hanya 2 segmen saja yang ditemukan tidak
mengandung unsur kekerasan. Dengan perolehan prosentase kategori kekerasan
verbal sebesar 45,71% dan kategori kekerasan non verbal sebesar 48,57%.

Malang, 29 Agustus 2015

Peneliti

Iga Savira

Menyetujui,

Pembimbing I

Nurudin, M.Si

Pembimbing II

Zen Amirudin, M.Med.Kom

ix

ABSTRACT
IgaSavira, 201110040311386
The Element of Stringency on Television Program Talk Show (An Analysis of
Substance in Talk Show Program “RumpiNo Secret on Trans TV)
Advisor

: Nuruddin, M.Si and Zen Amirudin M. Med.Kom

(98 pages + 25 tables)
References

: 21 books. 9 internets, 3 journals, 1 thesis

Keyword

: analysis of substance, element of stringency, talk show

The appearance of new television programs were dominated by drama
performance, simultaneously many of industrial television presented drama
performance to interest the society. Accurately, Indonesian drama performance
contains the element of stringency such as untruth, and mislead the audients by
the beautiful plot that interest the audients’’ attention. Not only Indonesian drama
performance, but also talk show program was joining to enlivening the Indonesian
industrial television. However, it was regrettable if the talk show program also
had a stringency element. Both mystical and no mystical contains were bringing
the societies’ way of thinking become difficult to develop. The stringency
phenomena above happened in Indonesia, and it related to the process of
stringency socialization that happened in family environment.
This observation was aimed to know how far the appearance of stringency
element in talk show program “RumpiNo Secret” on Trans TV during a week,
which wasstarted on 27 January up to 5 February 2015.It was necessary in order
to obtain the result that whether the talk showprogram“Rumpi No Secret”
contained the stringency element both in verbal or non-verbal category. In which
each category were divided into 4 sub-category. Sub-category of verbal stringency
were the association of sexual/porn, euphemism, untruth, /misleading. Whereas,
the sub-category of non-verbal stringency were the mimic, body language, and
intonation.
This present observation were using the quantitative approach.
Quantitative research approach purposed to measure the aspect or dimension of
the contains (quantitative document)(Eriyanto, 2011:45). The researcher were
using the analysis quantitative contains because she would like to measure how
far the appearance of stringency element in talk show program “Rumpi No
Secret.” The researcher noted some contents and the tendency of the program,
besides she also classified the contents based on the category that had explained
before.
Based on the result of the observation showed that CR (Coefficient
Reliability) the verbal stringency element with coder 1 was 0.95, whereas the
coder 2 was 0.81. From the non-verbal stringency element, it was known that the
reliability between the researchers with coder 1 was 0.90 and the coder 2 was
0.85. The mimic and body language in each episode dominated these non-verbal
stringency elements.

x

Almost of all categories of stringency element were found in talk show
program “Rumpi No Secret” from 27 January up to 5 February 2015. Based on the
researcher’s calculation, there were 16 segments of 35 segments contained of
verbal category that is followed by non-verbal stringency element. Whereas, there
were 17 segments contained non-verbalcategories that is not followed by verbal
stringency element. Another two segments were not containing the stringency
element. The percentage of verbal stringency category were 45.71% and non
verbal stringency category were 48.57%
Malang, 10 November 2015

Researcher

Iga Savira

Approved by,

Advisor I

Nurudin, M.Si

Advisor II

Zen Amirudin, M.Med.Kom

xi

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena berkat
Rahmat dan Karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan
skripsi ini yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar
Sarjana pada Program Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik,
Universitas Muhammadiyah Malang dengan judul yang penulis ajukan adalah “
Unsur Kekerasan pada Tayangan Talk Show di Televisi (Analisis Isi pada
Program Acara Talk Show “ Rumpi No Secret “di Trans TV).
Dalam proses penyusunan dan penulisan skripsi ini, tidak terlepas dari
berbagai bantuan, bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu,
penulis dalam kesempatan ini menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesarbesarnya kepada mereka orang-orang yang terhormat yang berperan penting
dalam proses penyusunan skripsi penulis:
1. Bapak Nurudin, S.Sos, M.Si, selaku dosen pembimbing 1 penulis, yang
selalu

meluangkan waktunya

selama proses

bimbingan.

Dengan

kebijaksananya dan selalu sabar dalam mengarahkan penulis.
2. Bapak Zen Amirudin, M.Med.Kom, selaku dosen pembimbing 2 penulis,
yang

selalu

meluangkan

waktunya

untuk

membimbing

penulis,

memberikan masukan serta arahan buat penulis.
3. Bapak Jamroji, M.Comm, selaku dosen penguji 1 penulis yang telah
membimbing penulis dalam proses penyusunan skripsi.
4. Ibu Widiya Yutanti, MA selaku dosen penguji 2 penulis sekaligus dosen
wali. Terimakasih banyak sudah membimbing penulis selama ini,

xii

membimbing kami mahasiswa mahasiswi khususnya keluarga besar Ikom
G.
5. Bapak Supardi dan Ibu Sopwati yang begitu luar biasa memberikan
dukungan serta kasih sayang tak terhingga selama ini. Terimakasih banyak
untuk do’a yang selalu kalian berdua panjatkan. Beribu-ribu ucapan
terimkasih buat Bapak dan Mamak karena telah menjadi sosok
penyemangat dalam hidup anakmu ini. Tanpa Bapak dan Mamak saya
bukan apa-apa. You are my spirit…..
6. Qays dan Hurrul Izzah , adik yang paling terbaik, penyemangat hidup
saya, motivasi saya. Terimakasih yang sebesar-besarnya buat kalian
berdua adikku tersayang.
7. Pakde Faturrahman sosok penyemangat, sumber inspirasi, guru terbaik
yang dengan sukarela meluangkan waktunya untuk memberikan masukan
serta arahan terhadap proses penyelesaian skripsi penulis.
8. Untuk seluruh keluarga besar saya yang bermukim di Lombok yang tidak
bisa disebutkan satu persatu, beribu-ribu ucapan terimakasih buat keluarga
besarku, terimakasih buat do’a dan dukungannya.
9. PWJ Dinar, Faizza, Rani, Ayu, Iga, Vina, Nuril, Devi, dan anggota KDM
Gita, Febri, Rateh, orang-orang hebat yang selalu berada disamping saya,
kalian keluargaku, sahabat terbaikku. Semoga kita semua nantinya sukses
baik dalam pekerjaan maupun rumah tangga…Aamiin
10. Terimakasih buat kalian Ratih, Tami, Atika, Asri, Irma, Sofie, Rauhun,
Yulia beserta seluruh keluarga besar Kansas SMAN 1 SELONG.

xiii

11. Terimakasih buat Ikhtiar Taufikurrahman yang selalu mendampingi,
menjadi pendengar terbaik, sahabat terbaik dalam hidupku.
Semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat ganda kepada
semuanya. Demi perbaikan selanjutnya, saran serta kritik yang membangun akan
penulis terima dengan senang hati. Akhirnya, hanya kepada Allah SWT penulis
serahkan segalanya dan semoga memberikan manfaat khususnya bagi saya dan
kita semua.
Malang, 26 Oktober 2015

Penulis

xiv

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................

i

LEMBAR PERSETUJUAN ......................................................................

ii

LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................

iii

PERNYATAAN ORISINALITAS ............................................................

iv

BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI ..............................................

v

MOTTO ......................................................................................................

vi

PERSEMBAHAN .......................................................................................

vii

ABSTRAK ..................................................................................................

viii

ABSTRACK ................................................................................................

x

KATA PENGANTAR ................................................................................

xii

DAFTAR ISI ..............................................................................................

xv

DAFTAR TABEL .......................................................................................

xi

DAFTAR GAMBAR ...................................................................................

xii

DAFTAR LAMPIRAN ...............................................................................

xiii

BAB 1 PENDAHULUAN: ..........................................................................

1

1.1 Latar Belakang ..............................................................................

1

1.2 Rumusan Masalah .........................................................................

9

1.3 Tujuan penelitian ..........................................................................

9

1.4 Manfaat Penelitian ........................................................................

9

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................

11

2.1 Komunikasi Massa ...........................................................................

12

2.2 Fungsi Komunikasi Massa................................................................

13

2.3 Televisi dalam Lingkup Media Massa ..............................................

13

2.3.1 Televisi sebagai Media Komunikasi Massa .............................

14

2.3.2 Karakteristik Media Televisi ...................................................

17

xv

2.3.3 Fungsi Televisi .......................................................................

18

2.3.4 Kelebihan dan Kekurangan Televisi........................................

18

2.4 Kekerasan dalam Tayangan di Televisi.............................................

20

2.5 Talk Show ........................................................................................

22

2.6 Pembagian Waktu Siaran..................................................................

24

2.7 Definisi Operasional .........................................................................

26

2.7.1 Kekerasan ...............................................................................

26

2.7.2 Kekerasan Verbal (Verbal Violence) ......................................

28

2.7.3 Kekerasan Non Verbal ............................................................

28

BAB 3 METODE PENELITIAN ...............................................................

28

3.1 Pendekatan Penelitian.......................................................................

28

3.2 Tipe dan Dasar Penelitian .................................................................

28

3.3 Ruang Lingkup Penelitian ................................................................

30

3.4 Struktur Kategori..............................................................................

30

3.5 Unit Analisis ....................................................................................

35

3.6 Satuan Ukur .....................................................................................

35

3.7 Teknik Pengumpulan Data ...............................................................

36

3.8 Teknis Analisa Data .........................................................................

37

3.9 Uji Reliabilitas .................................................................................

37

3.9.1 Koder .....................................................................................

38

BAB 4 DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN ..............................................

39

4.1 Profil Trans Tv .................................................................................

39

4.2 Slogan Trans Tv ...............................................................................

39

4.3 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social responsibility)

39

4.4 Sekilas Tentang Rumpi No Secret ....................................................

41

4.4 Profil Presenter.................................................................................

42

4.5 Jenis Program...................................................................................

43

4.6 Target Audien ..................................................................................

44
xvi

4.7 Materi Acara ....................................................................................

44

4.8 Dekorasi/Setting Tempat ..................................................................

45

4.9 Susunan Krew ..................................................................................

50

BAB 5 PENYAJIAN DAN ANALISA DATA ............................................

54

5.1 Kategori Unsur Kekerasan Verbal dan Non Verbal...........................

56

5.1.1 Sub Kategori Unsur Kekerasan Verbal....................................

56

5.1.2 Sub Kategori Unsur Kekerasan Non Verbal ............................

57

5.2 Hasil Uji Reliabilitas Data ................................................................

59

5.3 Uji Reliabilitas Data .........................................................................

61

5.4 Analisa Data.....................................................................................

67

5.4.1 Proses Pengumpulan Data........................................................

67

5.5 Rumpi No Secret ..............................................................................

96

BAB 6 PENUTUP .......................................................................................

97

6.1 Kesimpulan ......................................................................................

97

6.2 Saran ................................................................................................

98

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

xvii

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1

Lembar koding (cooding sheet) kategori kekerasan ..................

33

Tabel 3.1.1 Lembar koding (cooding sheet) kategori kekerasan non
verbal .......................................................................................
Tabel 5.1

Tema tayangan Rumpi No Secret episode 27 Januari
hingga 5 Februari 2015 ............................................................

Tabel 5.2

54

Expected agreement kategori kekerasan verbal dan non
verbal peneliti dengan koder 1 .................................................

Tabel 5.3

34

59

Expected agreement kategori kekerasan verbal dan non
verbal peneliti dengan koder 2 .................................................

60

Tabel 5.4

Frekuensi kategori kekerasan verbal peneliti ............................

69

Tabel 5.5

Frekuensi kategori kekerasan non verbal peneliti .....................

69

Tabel 5.6

Frekuensi unsur kekerasan tayangan talk show Rumpi No
Secret .......................................................................................

Tabel 5.7

Frekuensi unsur kekerasan kategori kekerasan verbal
tayangan talk show Rumpi No Secret ......................................

Tabel 5.8

70

72

Pengungkap asosiasi pada seksual dan porno kategori
kekerasan verbal .......................................................................

73

Tabel 5.9

Pengungkap eufimisme sub kategori kekerasan verbal .............

78

Tabel 6.0

Pengungkap kalimat disfemisme kategori unsur kekerasan
verbal .......................................................................................

Tabel 6.1

Tabel 6.2

81

Frekuensi kemunculan sub kategori bohong/menyesatkan
kategori kekerasan Verbal ........................................................

85

Frekuensi unsur kekerasan kategori kekerasan non verbal.........

86

xviii

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1

Potongan shot ketika Feni Rose mengucapkan kalimat yang
mengarah pada kategori kekerasan verbal ...........................

4

Gambar 3.1

Potongan shot sub kategori pakaian .....................................

32

Gambar 3.2

Potongan shot sub kategori bahasa tubuh/gerakan tubuh .....

32

Gambar 3.3

Potongan shot sub kategori ekspresi wajah ...........................

33

Gambar 5.5

Potongan shot sub kategori pakaian .....................................

87

Gambar 5.6

Potongan shot sub kategori pakaian .....................................

87

Gambar 5.7

Potongan shot sub kategori ekspresi wajah ..........................

89

Gambar 5.8

Potongan shot sub kategori ekspresi wajah .........................

90

Gambar 5.8.1

Potongan shot sub kategori ekspresi wajah ..........................

90

Gambar 5.9

Potongan shot sub kategori bahasa tubuh/gerakan tubuh .....

92

Gambar 5.9.1

Potongan shot sub kategori bahasa tubuh/gerakan tubuh ......

93

Gambar 5.9.2

Potongan shot sub kategori bahasa tubuh/gerakan tubuh .....

93

Gambar 6.0

Potongan shot sub kategori intonasi ....................................

94

Gambar 6.2

Potongan shot sub kategori intonasi ....................................

95

xix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Lembar koding Peneliti, Koder 1 dan Koder 2 .........................

99

Lampiran 2. Tabel hasil kesepakatan peneliti dengan koder ......................... 107
Lampiran 3. Sub kategori kekerasan verbal ................................................. 112
Lampiran 4. Tabel pengungkap unsur kekerasan pada tayangan .................. 126
Lampiran 5. Surat teguran tertulis KPI ........................................................ 137
Lampiran 6. Identitas pengkoding ............................................................... 141
Lampiran 7. Surat pernyataan koder ............................................................ 143

xx

Daftar Pustaka
Buku
Ardianto, Elvinaro, Lukiati Komala & Siti Karlinah. 2007. Komunikasi Massa,
Edisi Revisi. Bandung : Simbiosa Rekatama Media.
Ardianto, Elvinaro, Lukiati Komala Erdinaya. 2007. Komunikasi Massa Suatu
Pengantar. Bandung : Simbiosa Rekatama Media.
Badjuri, Adi. 2010. Jurnalistik Televisi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Biagi, Shirley. 2010. Media/Impact, pengantar Media Massa. Edisi 9. Jakarta :
Salemba Humanika.
Effendy, Onong Uchjana. 1994. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya
___________________ . 2002. Hubungan
Komunikologis. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Masyarakat

Suatu

Studi

___________________ . 2009. Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Eriyanto, 2011. Analisis Isi : Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu
Komunikasi dan Ilmu-ilmu Sosial lainnya. Jakarta : Kencana Prenada Media
Group.
Fachruddin, Andi. 2012. Dasar-Dasar Produksi Televisi, Produksi Televisi,
laporan Investigasi, Dokumenter dan teknik editing. Jakarta : Kencana.
Hamidi, 2010. Metodologi Penelitian dan Teori Komunikasi. Malang: UMM Pers.
Krippendorff, Klaus. 1991. Analisis Isi: Pengantar teori dan Metodenya, Rajawali
Press.
Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknis Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Fajar
Inerpratama Offset.
_________ , Rachmat. 2009. Teknis Praktis: Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana
Lexy J. Moleong, M.A. 2013. Metodologi penelitian Kualitatif. Bandung : PT
Remaja Rosdakarya.
Morissan, M.A. 2005. Jurnalistik Televisi Mutakhir, Jakarta : Ramdina Prakarsa.
________ , M.A. 2008. Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengelola Media
Radio dan Televisi. Edisi Revisi. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
_________ , M.A. 2010. Jurnalistik Televisi Mutakhir. Jakarta : Kencana Prenada
Media Group.
Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada..

Setyowati, Anis. 2010. Televisi Antar Media Pembodohan dan Dunia Pendidikan,
Membedah tubuh Komunikasi Kontemporer. Surakarta : Lingkar Media.
Setyobudi, Ciptono. 2006. Teknologi Broadcasting TV. Yogyakarta : Graha Ilmucetakan pertama.
Sunarto, 2009. Televisi, Kekerasan, dan Perempuan. Jakarta : Kompas.

Non buku
Komisi Penyiaran Indonesia
KPI.go.id/diakses pada tanggal 07/03/2015, pukul 18:50
http://www.kpi.go.id/index.php/lihat-sanksi/32509-teguran-tertulisprogram-siaran-rumpi-no-secret-trans-tv/diakses pada tanggal 04/03/2015,
pukul 20:14
http://www.kpi.go.id/index.php/2012-05-03-15-54-45/pengawasanpenyiaran diakses pada tanggal 07/03/2015, pukul 18:52
http://kpi.go.id/index.php/2012-05-03-16-16-23/peraturan-kpi/, diakses pada
tanggal 04/03/2015, pukul 19:00
http://www.kpi.go.id/index.php/lihat-sanksi?limitstart=0/diakses pada
tanggal 04/03/2015, pukul 14:25
Trans TV – Milik Kita Bersama
www.transtv.co.id/diakses pada tanggal 07/03/2015, pukul 13:45
http://www.jadwaltelevisi.com/info/jadwal-tv-rumpi-no-secret-di-transtv/diakses pada tanggal 07/03/2015, pukul 14:00
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_acara_gelar_wicara_Indonesia/diakses
tanggal
04/03/2015, pukul 18:53
http://www.transtv.co.id/index.php/about#.VSG0AuEzqr8/diakses pada
tanggal 06/04/2015, pukul 05:31
Bayu. 2012. Bicara tentang talk show
(http://ceritabayu.blogspot.co.id/2012/01/bicara-tentang-talkshowindonesia.html)

Jurnal
Kriyantono, Rachmat. 2007. Pemberdayaan Konsumen televisi Melalui
Keterampilan Media Literacy Dan Penegakan Regulasi Penyiaran. Vol 10 No 21,
2007 ISSN 1978-5518.
(http://rachmatkriyantono.lecture.ub.ac.id/files/2013/01/Rachmat-Jurnal-ttgMedia-Literacy.pdf/diakses pada tanggal 08/04/2015, pukul 12:23)
Winarno, Sugeng. 2006. Kekerasan Verbal di Televisi, Analisis Kekerasan Verbal
dalam Acara Komedi. Edisi No 221.
Skripsi
Tetik Lestari Rachminingsih. 01220092. Kekerasan Verbal dan Non Verbal dalam
Tayangan Curhat dengan Anjas di TPI (Analisis Isi Tayangan Curhat dengan
Anjas di TPI Tanggal 13 Agustus dan 14 Agustus Pukul 22.00)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Media sebagai industri yang menyuguhkan produk informasi tidak hanya
bersaing dengan sesama produsen, tetapi juga harus berkompetisi dalam pasar
dengan khalayak, yaitu dengan konsumennya sendiri. Karena persaingan yang
begitu ketat dalam industri media televisi membuat para pelaku media menyajikan
beragam jenis program untuk menarik perhatian pemirsa. Namun bukan hanya
respon dan perhatian dari masyarakat saja yang menjadi tujuan melainkan ratting
dari acara tersebut. Sehingga dibutuhkan strategi-strategi yang diterapkan oleh
stasiun televisi dalam menjalankan misinya (Fachruddin, 2012:16-18).
Berangkat dari pemikiran Fachruddin yang dituangkan dalam bukunya
Dasar-dasar Produksi Televisi (2012:16), ketika melihat realita yang ada bahwa
sebuah program acara televisi sekarang lebih mengutamakan ratting daripada isi
atau konten acaranya. Hal ini dikarenakan persaingan yang begitu kerasnya dalam
industry media, menyebabkan semakin beragamnya jenis tayangan yang
bermunculan di layar kaca membuat pertelevisian kita berlomba – lomba untuk
memberikan dan menyuguhkan tayangan – tayangan yang terbaik serta dapat
menarik hati para pemirsa. Dimulai dari sinetron, ftv, acara talk show, musik dan
masih banyak lagi. Namun sangat disayangkan ketika

stasiun televisi

menayangkan program – program acara yang kurang memberikan edukasi serta
pembelajaran bagi para pemirsa.

1

Kebanyakan tayangan – tayangan di televisi saat ini tidak memperhatikan
konten acaranya. Sebagian besar program tayangan di televisi itu tidak mendidik
dan jauh dari realitas sosial masyarakat. Sebagai contoh, sinetron yang
mengedepankan kemewahan dan kekerasan secara vulgar serta isi cerita atau
konten yang “melenceng” dari judul, seperti sinetron Emak Ijah Pengen ke
Mekkah, Ganteng-ganteng serigala di SCTV, 7 Manusia Harimau di RCTI, ftv
siang di Indosiar yang mengungkap tentang perselingkuhan dalam sebuah
keluarga dan kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga. Jika kita lihat salah satu
fungsi dari media televisi adalah sebagai media pendidikan. Fungsi pendidikan
sepertinya sudah tidak ada lagi dalam media televisi. Tayangan lebih cendrung
menyelipkan hiburan/komedi dalam programnya. Namun kenyataannya sebuah
program yang mengedepankan unsur hiburan/komedi justru lebih banyak
menayangkan kekerasan baik itu dalam bentuk verbal maupun non verbal. Bahkan
sekarang hampir semua stasiun televisi diisi dengan program-program yang
mengandung kekerasan.
Kata kekerasan sudah tidak asing lagi didengar bahkan tidak jarang kita
menyaksikannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut (Morissan, 2005:288)
dalam dunia televisi, sebuah gambar terkadang mempunyai arti dan pengaruh
lebih besar dari kata-kata. Karena sebuah gambar tidak memerlukan kata-kata
karena ia telah dapat bercerita sendiri. Dengan demikian kode etik televisi juga
mencakup aturan-aturan mengenai gambar. Jadi kode etik televisi memuat aturan
mengenai gambar-gambar apa yang patut ditayangkan dan gambar-gambar apa
yang tidak patut untuk ditayangkan. Kekuatan gambar dan suara pada televisi
memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan manusia.
2

(Morisan,

2008:244)

mengatakan

stasiun

televisi

untuk

menaikkan

peringkatnya (rating) dalam merebut jumlah penonton dapat membuat stasiun
televisi cendrung mengabaikan kode etik. Sebagai salah contoh, jika suatu stasiun
berita kriminalitas yang banyak mempertontonkan tindakan kriminal, maka akan
mendorong televisi lain untuk menampilkan gambar yang lebih sadis lagi agar
dapat meningkatkan rattingnya. Dengan demikian, persaingan antara stasiun
televisi akan membuat televisi kehilangan tanggung jawab moralnya kepada
masyarakat.
Salah satu tayangan yang akan diteliti oleh peneliti yakni tayangan talk
show rumpi no secret yang merupakan program acara baru di Trans Tv yang mulai
tayang pada pertengahan bulan November tepatnya pada tanggal 10 November
2014 lalu. Program talk show yang dipandu oleh seorang presenter kondang yaitu
Feni Rose dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan kepada para bintang tamu
dengan ciri khas seorang Feni Rose. Acara rumpi merupakan acara talk show yang
ditayangkan pada hari Senin – Jumat pukul 15:30-16:45 WIB. Yang sebelumnya
menggantikan program show imah yang tayang pada pukul 16:00-17:00 WIB.
Mengusung konsep tidak berbeda jauh dari program show imah, yakni
mengangkat tentang tema lifestyle serta gosip yang berbeda tiap harinya. Sebuah
talk show yang mengulik tentang kehidupan pribadi dari bintang tamu serta
narasumber secara santai dan mendalam (diakses tanggal 07 Maret 2015, pukul
14:00/www.transtv.co.id/index.php/programs/review/).
Yang melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian terhadap
tayangan “rumpi no secret” di Trans Tv yaitu dikarenakan konsep acaranya yang
membahas gossip-gossip seputar artis Indonesia serta percakapannya yang lebih
3

ke arah dewasa dan jam tayang yang pukul 15:30 WIB, Dimana seharusnya acara
yang mengarah ke konten dewasa disiarkan pada saat prime time di atas pukul
22:00 WIB (pengklasifikasi usia yang telah ditetapkan oleh KPI dicantumkan
peneliti pada tinjauan pustaka). Pada saat pukul 15:30 WIB biasanya seluruh
anggota keluarga terutama para ibu-ibu sedang menyaksikan acara televisi dan
faktanya peneliti mengalami sendiri bahwa ketika orang tua menonton sebuah
tayangan ditelevisi, si anak ikut memperhatikan acara tersebut tanpa
sepengetahuan si ibu karena orang tua yang terlalu asik dengan isi tayangan di
televisi.
Di bawah ini ada beberapa alasan yang melatarbelakangi peneliti untuk
melakukan penelitian terhadap acara “ rumpi no secret ” di Trans Tv. Berikut ini
capture tayangan program acara talk show rumpi no secret, diantaranya:
Gambar 1.1
Potongan shot ketika Feni Rose mengucapkan kalimat yang mengarah
pada kategori kekerasan verbal

Sumber: youtube
(https://www.youtube.com/results?search_query=rumpi+no+secret+trans+tv)
Edisi tanggal 10 November 2014, awal program acara rumpi mulai tayang.
4

a. Feni Rose ( host)
b. Nikita Mirzani (bintang tamu)
c. Ivan Fadhillah (bintang tamu)
d. Lilis Karlina (bintang tamu)
Pada episode ini, yang menjadi topik bahasan adalah seputar perceraian
dan terkait operasi plastik yang dilakukan oleh Nikita Mirzani, salah satunya yaitu
operasi pembesaran payudara. Selain itu, pernyataan-pernyataan si pembawa
acara Feni Rose yang menjurus ke konten dewasa, seperti pada saat Feni Rose
mengomentari mengenai pernikahan Nuri Maulida yang pada waktu itu beritanya
ditayangkan di layar (bisa dilihat pada gambar di atas) . Feni Rose mengatakan
“ini menikah kok malah burungnya yang dilepas” kalimat yang diulang-ulang
sehingga mengundang banyak sorak dan bahan ketawaan oleh penonton yang
hadir di studio. Selain itu juga, peneliti memperhatikan beberapa cuplikan bahwa
ketika bintang tamu yang dihadirkan bukan mereka yang kontroversi seperti
bintang tamu pada salah satu episode pada waktu itu, percakapan yang terjadi
antara pembawa acara dengan bintang tamunya biasa saja. Tetapi ketika tim rumpi
menghadirkan bintang tamu yang kontroversi seperti Nikita Mirzani, Julia Perez,
dan yang lain-lain. Kontennya lebih menjurus ke arah dewasa seperti percakapan
yang terjadi antara Feni Rose dengan Nikita Mirzani yang berbicara seputar
kehidupan rumah tangganya. Yang mengulas habis tentang kehidupan pribadi
bintang tamunya.

5

Bukan hanya pada saat awal kemunculannya saja, namun pada episode
tanggal 3 Februari 2015 pada saat program rumpi no secret menghadirkan bintang
tamu, diantaranya ada Melinda, Sinta Bachir dan Cinta Penelope, Feni Rose
mengatakan “ gila dorongannya dahsyat juga ya ” kemudian salah satu bintang
tamu menimpali pernyataan Feni Rose yaitu Sinta Bachir mengatakan “ pantesan
menghasilkan anak dorongannya kenceng banget ya ”. Kalimat - kalimat seperti
ini tidak seharusnya diucapkan pada saat tayangan sedang live pada jam 15:30
WIB, dimana saat anak-anak masih asiknya menonton televisi. Seharusnya acaraacara yang kontennya lebih kearah dewasa ditayangkan di atas pukul 22:00 WIB.
Selain itu juga, dalam (kpi/2015/www.kpi.go.id/diakses tanggal 04 Maret 2015,
pukul 20:14) KPI telah mengeluarkan teguran tertulis kepada acara rumpi Trans
Tv pada tanggal 6 Februari 2015 terkait dengan isi dari program acaranya pada
episode tanggal 27 januari 2015 yang menghadirkan Titin (yang mengaku sebagai
selingkuhan Adam Suseno). Baru-baru ini program rumpi no secret mendapat
teguran tertulis dari pihak KPI tanggal 4 Agustus 2015 pada pukul 17:12 WIB
terkait wawancara yang dilakukannya dengan bintang tamu yakni Rara Kalsum
mengenai tes dna. Berikut ini daftar program acara trans tv yang mendapat
teguran tertulis dari KPI, diantaranya:
a. Program acara rumpi no secret tanggal 6 Februari 2015.
b. Program jurnalistik reportase investigasi tanggal 27 Februari 2015.
c. Program sinema spesial keluarga azab istri muda yang culas tanggal 27
Februari 2015.
d. Program the blusukan tanggal 10 Maret 2015.
6

e. Program insert pagi tanggal 10 Maret dan 26 Maret 2015.
f. Program jurnalistik reportase malam tanggal 26 Maret 2015.
g. Program iklan andalan tanggal 27 Maret 2015.
h. Program best YKS tanggal 27 Maret 2015.
i. Teguran tertulis kedua program insert siang 27 Maret 2015.
j. Teguran tertulis kedua program rumpi no secret tanggal 4 agustus 2015.
Dilihat dari beberapa paparan di atas, bahwa beberapa program Trans Tv
yang perlu adanya pengawasan dari pihak KPI. Acara rumpi no secret mendapat
teguran tertulis dari KPI pada tanggal 6 Februari lalu dan lagi-lagi mendapat
teguran pada tanngal 4 Agustus 2015 terkait konten acaranya. Seharusnya
mengubah format siaran acaranya, namun pada kenyataannya setelah adanya
teguran tertulis, pihak rumpi no secret tetap tidak melakukan perubahan terkait
format acaranya dan tetap tayang hingga saat ini.
Selain itu dalam bukunya (Morissan, 2005:288) menyatakan KPI (komisi
penyiaran Indonesia) selaku badan yang diberi kewenangan di bidang kepenyiaran
di Indonesia juga mengeluarkan Keputusan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor
009/SK/KPI/8/2004 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program
Siaran (P3-SPS), yang mana pada bagian keempat pasal 52 mengungkapkan:
1. Lembaga Penyiaran tidak boleh menyajikan penggunaan bahasa atau katakata makian yang mempunyai kecendrungan menghina atau merendahkan

7

martabat manusia, memiliki makna jorok, mesum, cabul, vulgar, serta
menhina agam dan Tuhan.
2. Kata-kata kasar dan makian yang dilarang disiarkan mencakup kata-kata
dalam bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa daerah, baik
diungkapkan secara verbal maupun non-verbal.
Dari

paparan

pasal

di

atas

dapat

dijelaskan

bahwa

dalam

menyelenggarakan program siarannya, stasiun televisi diharapkan dapat
menjalankan fungsinya sebagai media komunikasi massa yang mampu mendidik,
menghibur, dan memberikan informasi, dengan tetap menjaga nilai-niai moral,
sopan santun, agama dan kebudayaan bangsa. Masyarakat berhak untuk
mendapatkan siaran mendidik yang mengarahkan pada pembentukan cara berfikir
yang rasional, kreatif, inovatif sehingga akan mendorong masyarakat untuk lebih
cerdas dalam memilih program acara televisi.
Berangkat dari melihat realitas yang ada bahwa hingga saat ini program
rumpi yang seharusnya tayang pada jam prime time yaitu di atas pukul 22:00
WIB, namun jam tayangnya sekitar pukul 15:30 WIB. Atas dasar hal-hal yang
telah dipaparkan peneliti di atas membuat peneliti menjadi tertarik untuk
menganalisis ”Unsur kekerasan pada Tayangan Talk Show di Televisi (Analisis
isi Pada Program Acara “ Rumpi No Secre t” di Trans Tv)”. Penelitian ini ingin
difokuskan pada analisis terhadap isi tayangan yang ada dalam program talk show
rumpi no secret di Trans Tv mulai dari visual (gambar) dapat berupa shot yang
diperjelas melalui sebuah adegan, kemudian audio (suara) yang berupa kalimat
yang diucapkan saat berdialog antara presenter dengan bintang tamu.
8

1.2 Rumusan Masalah
Setelah memahami beberapa poin latar belakang permasalahan, masalah
yang ditemukan peneliti dan ingin dibahas adalah “ seberapa besar frekuensi
kemunculan unsur kekerasan pada tayangan talk show “ rumpi no secret “ di
Trans Tv?
1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai rumusan masalah yang peneliti paparkan, adapun tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui seberapa besar frekuensi kemunculan unsur
kekerasan pada tayangan talk show “ rumpi no secret “ di Trans Tv.
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah:
1. Manfaat akademis
Diharapkan hasil penelitian ini akan menambah bahan refrensi bagi
penelitian yang akan datang mengenai program acara talk show di televisi.
Dengan demikian akan dapat menambah pengetahuan serta informasi bagi
pengemban ilmu komunikasi, terutama yang berkaitan dengan konsentrasi
audio visual.
2. Manfaat Praktis
a. Dapat dijadikan sebagai masukan bagi perusahaan pertelevisian,
terutama Trans Tv, mengenai bagaimana pengemasan sebuah program
acara yang disiarkan secara langsung (live) melalui televisi dalam
9

tinjauan hukum yang berlaku, khususnya acara talk show. Dengan
penelitian ini, diharapkan memberikan kontribusi bagi pertelevisian di
Indonesia dalam meningkatkan kualitas isi siarannya sesuai dengan
kode etik penyiaran.
b. Memberikan pandangan kepada masyarakat luas agar lebih selektif dan
berhati-hati dalam memilih program yang baik untuk dikonsumsi.

10

Dokumen yang terkait

KEKERASAN VERBAL DALAM ACARA TALK SHOW KEAGAMAAN (Analisis Isi Tayangan “Wak Kaji Show” di JTV Bulan Maret 2007)

1 24 1

DEKONSTRUKSI HOST DALAM TALK SHOW DI TELEVISI (Analisis Semiotik Talk Show Empat Mata di Trans 7)

21 290 1

Kekerasan Verbal Dalam Program Acara Talk Show Di TV Swasta(Analisis isi pada acara "Empat Mata" Di TRANS7)

1 10 2

PORNOGRAFI DALAM ACARA TELEVISI Pornografi Dalam Acara Televisi (Analisis Isi Unsur-Unsur Seksualitas dalam Tayangan Talk Show KKN “Kakek-Kakek Narsis” Trans TV Episode 115-118),.

0 1 18

PENDAHULUAN Pornografi Dalam Acara Televisi (Analisis Isi Unsur-Unsur Seksualitas dalam Tayangan Talk Show KKN “Kakek-Kakek Narsis” Trans TV Episode 115-118),.

0 1 34

PORNOGRAFI DALAM ACARA TELEVISI Pornografi Dalam Acara Televisi (Analisis Isi Unsur-Unsur Seksualitas dalam Tayangan Talk Show KKN “Kakek-Kakek Narsis” Trans TV Episode 115-118),.

1 2 15

MOTIF MASYARAKAT SURABAYA TERHADAP TAYANGAN TALK SHOW DR.OZ INDONESIA DI MEDIA TV ( Studi Analisis Kuantitatif Deskriptif Tentang Motif Masyarakat Surabaya Terhadap Tayangan Talk show DR.OZ Indonesia di TRANS TV ).

0 0 86

TUGAS PRODUCTION ASSISTANT DALAM PROSES PRODUKSI ACARA TALK SHOW “KATA-KITA” DI KOMPAS TV.

0 4 56

REGISTER SEKSUALITAS DALAM ACARA TALK SHOW SEXOPHONE DI TRANS TV.

0 7 186

KEPUASAN REMAJA SURABAYA MENONTON PROGRAM ACARA TALK SHOW “TONIGHT SHOW” (Studi Deskriptif Kuantitatif Kepuasan Remaja Surabaya Menonton Program Acara Talk Show “TONIGHT SHOW” Di NET TV) SKRIPSI

0 4 11

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23