Bantuan Seminar Luar Negeri dan Penyelenggaraan Konferensi.

4.5 Bantuan Seminar Luar Negeri dan Penyelenggaraan Konferensi.

Kemenristekdikti memberi kesempatan melalui program Bantuan Seminar Luar Negeri (BSLN) kepada dosen di perguruan tinggi dan peneliti LPNK untuk menyampaikan makalah hasil penelitiannya pada forum ilmiah internasional di luar negeri. Hasil yang diharapkan melalui BSLN adalah

 Terdiseminasikannya hasil penelitian dan diperolehnya masukan untuk penyempurnaan artikel ilmiah/materi seminar agar dapat diterbitkan di jurnal ilmiah bereputasi internasional;

 Meningkatnya reputasi dosen/peneliti Indonesia di forum temu ilmiah tingkat internasional;

 Diterbitkannya hasil penelitian dosen/peneliti Indonesia di jurnal ilmiah bereputasi internasional;  Tumbuh kembangnya budaya meneliti di kampus dan terdiseminasikannya hasil penelitian di tingkat yang lebih luas dan bergengsi; dan  Terbangunnya kerja sama/jejaring peneliti antarbangsa.

Dari makalah yang dipaparkan, selanjutnya penerima bantuan wajib memublikasikan artikelnya pada jurnal ilmiah bereputasi internasional. Mekanisme pengajuan untuk BSLN:

1. Usulan dari dosen ditujukan kepada Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Ditjen Riset dan Pengembangan. (Kemenristekdikti 2017b)

2. Usulan dari peneliti atau karyawan LPNK diajukan ke Program Beasiswa Non gelar, SDM Iptek yang ditujukan kepada Direktur Kualifikasi Sumber Daya Manusia, Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti. (Kemenristekdikti 2017d)

Selain bantuan BSLN untuk perorangan, Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual menawarkan kesempatan kepada institusi pendidikan tinggi untuk mengikuti kompetisi bantuan penyelenggaraan konferensi internasional. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi pengembangan kapasitas keilmuan akademisi Indonesia. Pengusul Bantuan Konferensi Internasional ini adalah program studi atau jurusan, fakultas, atau lembaga dengan persetujuan pimpinan perguruan tinggi. Penerima bantuan akan ditentukan melalui seleksi atau kompetisi atas proposal yang diajukan (Kemenristekdikti 2017c).

Tujuan pemberian bantuan konferensi internasional adalah  Memberikan bantuan dana kepada perguruan tinggi untuk menyelenggarakan pertemuan ilmiah berskala internasional;  Meningkatkan jumlah publikasi internasional akademisi Indonesia;  Meningkatkan kerja sama antarpeneliti dari berbagai negara dan sekaligus

menjadi media publikasi bagi akademisi Indonesia; dan  mendorong dilaksanakannya temu ilmiah tingkat internasional secara berkala.

Luaran kegiatan ini adalah terpublikasinya sejumlah karya ilmiah hasil penelitian akademisi Indonesia pada jurnal-jurnal yang bereputasi internasional terindeks di pengindeks bereputasi internasional. Prosiding tidak termasuk target luaran kegiatan ini. Kriteria dan pengusulan bantuan konferensi internasional mencakup segi berikut:

 Pengusul Bantuan Konferensi Internasional adalah program studi (jurusan), fakultas, pusat studi atau lembaga di bawah perguruan tinggi. Usulan disahkan oleh pimpinan perguruan tinggi. Pengusul dari perguruan tinggi yang sudah memutakhirkan data publikasi pada aplikasi kinerja penelitian perguruan tinggi http://simlitabmas.dikti.go.id/ kinerja akan mendapat prioritas.

 Sekurang-kurangnya melibatkan 2 invited speaker dari luar negeri yang diundang dan hadir dalam konferensi yang diusulkan.  Sekurang-kurangnya melibatkan peserta dari 5 negara dengan ketentuan peserta asing tidak boleh kurang dari 10 orang.

 Pengusul yang mengajukan mitra kerja dengan pihak himpunan profesi internasional akan diprioritasikan.

 Semua makalah yang disajikan harus merupakan hasil penelitian. Jumlah makalah yang dapat dipublikasikan di jurnal bereputasi internasional sekurang- kurangnya5 judul dan 5 di jurnal nasional terakreditasi.

 Pengusul harus secara jelas mencantumkan bahwa kegiatan konferensi dibiayai oleh Ditjen Risbang Kemenristekdikti. Kontribusi pendanaan/dana pendamping dari pengusul merupakan nilai tambah dan menjadi salah satu pertimbangan persetujuan proposal. Apabila pengusul berkesempatan mendapatkan sumber pendanaan lain, maka pengusul harus secara jelas menyatakan di dalam usulan kegiatan dari mana sumber pendanaan tersebut.

 Pengusul harus dapat secara jelas menyebutkan nama jurnal yang menjadi target untuk publikasi.  Luaran konferensi bukan berupa prosiding. Pengusul yang sudah pernah memperoleh bantuan ini harus menyertakan bukti luaran berupa publikasi internasional dari pelaksanaan konferensi internasional sebelumnya.

 Bagi pengusul yang hasil konferensinya (prosiding) diindeks di lembaga pengindeks bereputasi internasional (ditunjukkan dengan MoU atau sejenisnya) akan mendapatkan prioritas.

Jenis komponen kegiatan yang dapat didanai adalah  biaya honorarium, akomodasi dan konsumsi serta perjalanan dalam negeri

untuk editor jurnal nasional dan internasional;  perjalanan internasional tidak didanai;  biaya penyelenggaraan konferensi, dapat berupa sewa gedung, konsumsi selama

konferensi, conference kits, dan dokumentasi;  biaya kesekretariatan, termasuk honorarium pelaksana;  penghargaan bagi makalah terbaik;  biaya penyusunan laporan; dan  biaya akomodasi dan konsumsi pemonitor dan pendamping.