PENERAPAN MODEL METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI KABUPATEN BLITAR

(1)

PENERAPAN MODEL METODE ASUHAN KEPERAWATAN

PROFESIONAL DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

KABUPATEN BLITAR

SKRIPSI

Oleh:

ALFAN MADITA

NIM. 201010420311157

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2016


(2)

i

PENERAPAN MODEL METODE ASUHAN KEPERAWATAN

PROFESIONAL DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

KABUPATEN BLITAR

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Keperawatan (S.Kep) Pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Muhammadiyah Malang

Oleh:

ALFAN MADITA

NIM. 201010420311157

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2016


(3)

(4)

(5)

iv

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertandatangan dibawah ini:

Nama : Alfan Madita

Nim : 201010420311157

Program Studi : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UMM

Judul skripsi : Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa tugas akhir yang saya tulis ini benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai tulisan atau pikiran saya sendiri.

Apabila kemudian hari dapat dibuktikan bahwa tugas akhir ini adalah jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.

Malang, 11 April 2016 Yang membuat pernyataan,

Alfan Madita NIM : 201010420311157


(6)

v

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan bimbingan-Nya saya dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar”. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Keperawatan (S. Kep) pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

Bersamaan dengan ini perkenankanlah saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dengan hati yang tulus kepada :

1. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep, Sp.Kom. selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

2. Nurul Aini, S.Kep., Ns., M.Kep. selaku Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.

3. Dr. Ainur Rofieq, M.Kes. selaku Dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dengan penuh kesabaran dalam penyusunan skripsi ini.

4. Edi Purwanto, M.Ng. selaku Dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dengan penuh kesabaran dalam penyusunan skripsi ini.

5. Dosen dan Staf Laboratorium Keperawatan Program Studi Ilmu Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang


(7)

vi

yang tidak dapat saya sebutkan satu – persatu, atas ilmu dan bantuan yang telah diberikan kepada penulis.

6. Kedua orang tua yang selalu memberikan yang terbaik, mendoakan, serta memberikan dukungan moril maupun materil bagi terselesaikanya skripsi ini. 7. Sahabat – sahabat di PSIK angkatan 2010 khususnya PSIK-D yang turut

serta membantu dan memberikan dukungannya.

8. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian proposal ini. Penulis menyadari bahwa penyusunan proposal skripsi ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis membuka diri untuk segala saran dan kritik yang bersifat membangun demi menyempurnakan skripsi ini. Akhirnya, penulis berharap semoga tugas akhir skripsi ini bermanfaat bagi masyarakat dan dunia kesehatan khususnya bidang keperawatan. Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan setiap langkah-langkah kita menuju kebaikan dan selalu mengingatkan kasih sayang-Nya untuk kita semua.

Wassalamualaikum. Wr. Wb.

Malang, April 2016


(8)

vii

ABSTRACT

Application Professional Nursing Model in Ngudi Waluyo Wlingi Hospital Blitar

Alfan Madita1, Ainur Rofieq2, Edi Purwanto3

Background: The information systems and technology development into era of globalization give positive impact for the mindset of community, especially in the health sector. Nursing services is the main in the health sector. The high community demands in service system nursing need a change. One of the implementation of the change are give nursing who care of good quality and managerial nursing reliable namely by implementing professional nursing model.

Methods: The method in this study used a qualitative case study design with the study documents, interviews, and discussion. This research was conducted at the Ngudi Waluyo Wlingi Hospital Blitar. Participants in this study are 1 participant chief nurse, 2 participants nurse manager, 1 participants associate nurse. Sampling techniques using purposive sampling and snowball sampling and analysis by Miles and Huberman techniques.

Results: Most of the components in the application of professional nursing model has already implemented, but there are constraints in the implementation of the component of which the component on professional nursing model is planning, organizing and monitoring. Constraints in the implementation of professional nursing model i.e. is present in a component of organizing and administering nursing care, lack of power caused nursing occurs, there are also organizing on the component constraints lack of wound care set and ECG. Strategies to overcome the obstacle that is doing a double position of the nurse manager of the team and became deputy head of the room, then the nurse manager of the team also handle the patients, strategies to overcome the obstacle that is doing a double post of the nurse manager of the team and became Deputy Head of the room, then the nurse manager of the team also deal with patients, to the constraints of lack of tools is regulate to using wound care set and borrowed ECG in another room.

Conclusion: Although in the implementation of the professional nursing model have a problems, the implementation can still implemented with in set a task of nurses and set of tools are less.

Keywords: Professional Nursing Model

1. Student Nursing Science Program, Faculty of Health Sciences, University of Muhammadiyah Malang 2. Lecturer in Biology Education Studies Program, Faculty of Health Sciences, University of Muhammadiyah

Malang


(9)

viii

ABSTRAK

PENERAPAN MODEL METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI KABUPATEN

BLITAR

Alfan Madita1, Ainur Rofieq2, Edi Purwanto3

Latar belakang: Berkembangnya sistem informasi dan teknologi dalam menghadapi era globalisasi memberikan dampak positif bagi pola pikir masyarakat, terutama pada bidang kesehatan. Pelayanan keperawatan merupakan ujung tombak dalam bidang kesehatan. Tingginya tuntutan masyarakat dalam sistem pelayanan keperawatan perlu adanya perubahan. Salah satu pelaksanaan perubahan adalah memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas dengan manajerial keperawatan yang andal yaitu dengan menerapkan model metode asuhan keperawatan profesional

Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus kualitatif design dengan studi dokumen, wawancara, dan diskusi. Penelitian ini dilakukan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Partisipan dalam penelitian ini adalah 1 partisipan kepala ruang, 2 partisipan ketua tim, dan 1 partisipan perawat pelaksana. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik analisa data menggunakan teknik analisa data Miles dan Huberman.

Hasil: Sebagian besar komponen dalam penerapan MAKP sudah dilaksanakan, akan tetapi terdapat kendala dalam komponen penerapan MAKP diantaranya pada komponen perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan. Kendala dalam penerapan MAKP yaitu terdapat pada komponen pengorganisasian dan pemberian asuhan keperawatan, kendala terjadi disebabkan kurangnya tenaga keperawatan, pada komponen pengorganisasian juga terdapat kendala kurangnya set rawat luka dan EKG. Strategi untuk mengatasi kendala yaitu perawat merangkap jabatan selain menjadi ketua tim juga menjadi wakil kepala ruang, kemudian katim juga ikut menangani pasien, untuk kendala kurangnya alat yaitu mengatur penggunaan set rawat luka dan meminjam alat EKG di ruang lain.

Kesimpulan: Meskipun dalam penerapan MAKP terdapat kendala, pelaksanaanya masih bisa berjalan dengan cara mengatur tugas tenaga keperawatan dan mengatur beberapa alat yang kurang.

Kata kunci:MAKP (Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional)

1. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang 2. Dosen Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang 3. Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang


(10)

ix

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PERSETUJUAN ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

SURAT PERNYATAANKEASLIAN PENELITIAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

ABSTRAK ... vii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 7

1.3 Tujuan Penelitian ... 7

1.3.1 Tujuan Umum ... 7

1..3.2 Tujuan Khusus ... 8

1.4 Manfaat Penelitian ... 8

1.5 Definisi Istilah ... 9

1.6 Keaslian penelitian ... 10

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 13

2.1 Konsep Keperawatan ... 13

2.1.1 Definisi Keperawatan ... 13

2.1.2 Peran Perawat ... 13

2.1.3 Proses Keperawatan ... 14

2.1.4 Manajemen Keperawatan ... 16

2.2 Asuhan Keperawatan ... 16

2.2.1 Definisi Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional ... 17

2.2.2 Dasar Pertimbangan Pemilihan MAKP ... 19

2.2.3 Jenis Model MAKP ... 19

2.2.4 Metode Penghitungan Kebutuhan Tenaga Keperawatan ... 31

2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemberian Asuhan Keperawatan . 38 2.3.1 Pengetahuan ... 38

2.3.2 Motivasi ... 41

2.3.3 Beban Kerja ... 46

2.3 Diagram Sebab Akibat ... 48

BAB III KERANGKA KONSEP ... 53

3.1 Kerangka Konsep ... 53

BAB IV METODE PENELITIAN ... 56

4.1 Pendekatan Penelitian ... 56

4.2 Lokasi Penelitian ... 57

4.3 Teknik Pengumpulan Data dan Instrumentasi ... 57

4.3.1 Wawancara ... 57

4.3.2 Studi Dokumen ... 61


(11)

x

4.4 Penetapan Kriteria dan Jumlah Informan ... 66

4.5 Analisis Data ... 67

4.5.1 Pengumpulan Data ... 68

4.5.2 Reduksi Data... 69

4.5.3 Penyajian Data ... 70

4.5.4 Conclution Drawing/ Verification ... 71

4.6 Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data ... 72

4.6.1 Kredibilitas ... 72

4.6.2 Tranferabilitas ... 77

4.6.3 Dependabilitas ... 77

4.6.4 Konfirmabilitas ... 78

4.7 Etika Penelitian ... 78

4.7.1 Informed Consent ... 78

4.7.2 Tanpa Nama ... 79

4.7.3 Kerahasiaan ... 79

BAB V HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN ... 80

5.1 Pembahasan Hasil Penelitian ... 80

5.1.1 Deskripsi tentang Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar ... 80

5.1.2 Deskripsi tentang Kendala Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar ... 95

5.1.3 Deskripsi Strategi pada Kendala Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar ... 93

5.2 Keterbatasan Penelitian ... 97

BAB VI PENUTUP ... 99

6.1 Kesimpulan ... 99

6.2 Saran... 101


(12)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Rasio Jumlah Tempat Tidur dan Kebutuhan Perawat ... 32

Tabel 2.2 Standar Waktu Pelayanan Rawat Jalan ... 33

Tabel 2.3 Nilai Standar Jumlah Perawat Per Sif Berdasarkan Klasifikasi Pasien ... 35

Tabel 4.1 Teknik Pengumpulan Data dan Instrumentasi ... 66 Tabel 5.1 Karakteristik perawat berdasarkan jenis kelamin, pendidikan dan lama kerja 81


(13)

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1Hubungan antara keempat unsur dalam penerapan sistem MAKP . 18

Gambar 2.2 Sistem Pemberian Asuhan Keperawatan Fungsional ... 20

Gambar 2.3 Sistem Pemberian Asuhan Keperawatan Tim ... 21

Gambar 2.4 Sistem Pemberian Asuhan Keperawatan Primer ... 26

Gambar 2.5 Sistem Pemberian Asuhan Keperawatan Kasus ... 28

Gambar 2.6 Sistem Pemberian Asuhan Keperawatan Modifikasi ... 30

Gambar 2.7 Diagram Sebab Akibat ... 51

Gambar 3.1 Kerangka Konsep ... 55


(14)

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Permohonan Menjadi Partisipan ... 105

Lampiran 2 Lembar Persetujuan Menjadi Partisipan ... 106

Lampiran 3 Lembar Wawancara ... 107

Lampiran 4 Surat Pernyataan Membercheck ... 113

Lampiran 5 Surat Pernyataan Perpanjangan Pengamatan ... 114

Lampiran 6 Surat Ijin Studi Pendahuluan dan Penelitian ... 115

Lampiran 7 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ... 116

Lampiran 8 Lembar konsultasi Bimbingan Skripsi ... 117

Lampiran 9 Data BOR ... 120

Lampiran 10 Asuhan Keperawatan ... 121

Lampiran 11 Lembar Partisipan ... 122

Lampiran 12 LembarHasil Wawancara ... 123


(15)

102

DAFTAR PUSTAKA

Al-Assaf, A.F. (2009). Mutu Pelayanan Kesehatan. Jakarta: EGC.

Andriani, L., Armanu, & Kuswantoro. (2012). Kepuasan Kerja Perawat pada Aplikasi Metode Tim Primer dalam Pelaksanaan Tindakan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang. Jurnal Aplikasi Manajemen, 10 (2), 419-424.

Apriyanti. (2008). Hubungan Motivasi Kerja DanSupervisi Dengan Penerapan Koferensi, Ronde Keperawatan Dan Presentasi Kasus Pada Perawat Pelaksana Di RSUD A. Yani Metro. Jakarta: Universitas Indonesia.

Asmadi. (2008). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC.

Chaki, A. (2013). Hubungan Beban Kerja Perawat Dengan Model Asuhan Keperawatan Profesional (Dokumentasi Keperawatan) Di Ruang Dahlia Dan Teratai RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Lamongan : Akademi Keperawatan

Deswani. (2009). Proses Keperawatan Dan Berpikir Kritis. Jakarta: Salemba Medika. Ezzedin. (2011). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Perawat Terhadap Pelaksanaan Model

Praktik Keperawatan Profesional Di Ruang Rawat Inap Rs. Jiwa Prof. Hb. Saanin Padang. Padang: PSIK Universitas Andalas.

Farida, I. (2010). Studi Dokumen Dalam Penelitian Kualitatif. Lampung: Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai.

Huber, D.L. (2006). Leadership and Nursing Care Managemen (3rd Ed). USA: Elsevier. Ibad, M. N. (2007). Suluk Jalan Terabas Gus Miek. Yogyakarta: Pustaka Pesantren. Iskandar. (2008). Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif).

Jakarta: Gaung Persada Press.

Keliat. (2006). Modul model praktek keperawatan profesional jiwa. Jakarta: Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia dan World Health Organization Indonesia.

Liyana, F. M. (2011). Studi Komparatif Penggunaan Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Tim dan Fungsional Terhadap Kepuasan Klien Di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Malang: UMM.

Maria, K. (2012). Penerapan Metode Primavista Bagi Mahasiswa Praktek Instrumen Mayor VI Piano di Jurusan seni Musik. Yogyakarta: UNY.


(16)

103

Munandar. (2008). Stres dan Keselamatan Kerja. Jakarta: UI.

Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta. Nursalam. (2014). Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional

(Edisi 4). Jakarta: Salemba Medika.

________. (2013). Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional (Edisi 3). Jakarta: Salemba Medika.

________. (2011). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan (Edisi 2). Jakarta: Salemba Medika.

________. (2008). Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional (Edisi 3). Jakarta: Salemba Medika.

________. (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

________. (2007). Konsep dan Penerapan Metodologi Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Pascasrjana UMM. (2014). Pedoman Penulisan Artikel Ilmiah, Tesis dan Desertasi. Malang: PPS UMM.

Pearce, J. A. & Robinson, R. B. (2008). Manajemen Strategis Formulasi, implementasi dan Pengendalian. Jakarta: Salemba Medika.

Pohan, I. S. (2006). Jaminan Mutu Layanan Kesehatan. Jakarta: EGC.

Prihatini, L. D. (2007). Analisis Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Stres Kerja Perawat Di Tiap Ruang Rawat Inap RSUD Sidikalang. USU: Skripsi tidak dipublikasikan.

Rangkuti, F. (2003). Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Rangkuti, F. (2013). SWOT Balanced Scorecard. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Robbin & De Cenzo. (2006). Organization Behavior. New Jersey: Prientice Hall.

Rohmiyati, A. (2010). Studi Fenomenologi: Pengalaman Perawat Dalam Menerapkan MPKP Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Amino Gondhoutomo Semarang. Semarang: Universitas Diponegoro.


(17)

104

Sitorus, R. (2006). Model Praktik Keperawatan Profesional Di Rumah Sakit: Penataan Struktur & Proses (Sistem) Pemberian Asuhan Keperawatan Di Ruang Rawat: Panduan Implementasi. Jakarta: EGC.

Shocker, Medical. (2008). Hubungan Otonom dan Beban Kerja Perawat dengan Kepuasan Kerja di Ruang Dahlia 1 dan Paviliun Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi. Malang: Universitas Brawijaya.

Suarli, S., & Bahtiar, Y. (2011). Manajemen Keperawatan dengan Pendekatan Praktis. Jakarta: Erlangga.

Sugiharto, Keliat, & Sri. (2012). Manajemen Keperawatan Aplikasi MPKP di Rumah Sakit. Jakarta: EGC.

Sugian, S. (2006). Kamus Manajemen (Mutu). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R &

D. Bandung: Alfabeta.

Sumijatun. (2010). Konsep Dasar Menuju Keperawatan Profesional. Jakarta: Trans Info Media

Suyanto. (2009). Mengenal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan di Rumah Sakit. Jogjakarta: Mitra Cendikia.

Tingginya tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan, 2014,

http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2014/12/30/using-electronic-health-records-to-improve-quality-and-efficiency-713520.html, diperoleh tanggal 13 Maret, 2015.

Tukimin. (2005). Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Dalam Implementasi Model Praktek Keperawatan Profesional (MPKP) Di Ruang Penyakit Dalam RSUD Gunung Jati Cirebon. Semarang: Universitas Diponegoro.

Undang-Undang Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit (2009). Jakarta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan (2014). Jakarta.

Yusuf, R. (2013). Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penerapan Asuhan Keperawatan Di Ruang Interna Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Gorontalo: PSIK Universitas Negeri Gorontalo. Waridah, E. (2014). Kamus Bahasa Indonesia. Bandung: PT Kawah Media.

WHO. Definisi Rumah Sakit. http://www.who.int/topics/hospitals/en/, diperoleh 10 Maret 2015.


(18)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rumah sakit memegang peranan penting dalam pelayanan kesehatan. Peran sentral rumah sakit yaitu: menyediakan pelayanan paripurna, penyembuhan penyakit dan pencegahan penyakit kepada masyarakat (World Health Organization, 2015). Sedangkan menurut Undang-Undang Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit menyebutkan bahwa, dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna rumah sakit menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Sebagai penyedia pelayanan kesehatan, rumah sakit bersaing dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, rumah sakit yang mampu bertahan dalam persaingan adalah rumah sakit yang berorientasi pada kepuasan pasien.

Kepuasan pasien dapat dicapai dengan pelayanan keperawatan yang berkualitas. Pelayanan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik sehat maupun sakit (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan). Memberikan pelayanan pada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, mempunyai peranan besar terhadap pencapaian efisiensi, mutu dan citra rumah sakit (Nursalam, 2014).

Keperawatan sebagai salah satu pemberi pelayanan kesehatan di rumah sakit, wajib memberikan pelayanan keperawatan yang prima, efisien, efektif, dan


(19)

2

produktif kepada masyarakat. Huber (2006, dalam Sugiharto, et al. 2012) mengemukakan di rumah sakit perawat memiliki peran fundamental yang luas selama 24 jam sehari, 365 hari dalam setahun, dan berdampak pada kualitas, efisiensi, dan efektivitas layanan kesehatan. Thomson, et al. (2007, dalam Sugiharto, et al. 2012) mengatakan bahwa perawat merupakan kelompok pemberi jasa layanan kesehatan terbesar di rumah sakit yang jumlahnya mencapai 40% - 60%, mengerjakan hampir 90% layanan kesehatan rumah sakit melalui asuhan keperawatan dan sangat berpengaruh pada hasil akhir (outcomes) pasien.

Profesionalisme keperawatan menekankan pada peningkatan mutu pelayanan sebagai suatu kewajiban moral profesi untuk melindungi masyarakat terhadap praktik yang tidak profesional. Pelayanan keperawatan profesional dapat diwujudkan dengan cara pengembangan model praktik keperawatan profesional (Keliat, 2006). Menurut hasil penelitian Hoffart & Woods (1996, dalam Sitorus, 2006) mengemukakan bahwa dengan pengembangan model praktik keperawatan profesional dapat meningkatkan mutu asuhan keperawatan.

Berkembangnya sistem informasi dan teknologi dalam menghadapi era globalisasi memberikan dampak positif bagi pola pikir masyarakat, terutama pada bidang kesehatan. Fenomena ini dapat dilihat dari semakin tinginya tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas (Kompasiana, 2014). Tingginya tuntutan masyarakat tersebut dalam sistem pelayanan keperawatan perlu adanya perubahan. Salah satu pelaksanaan perubahan adalah memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas dengan manajerial keperawatan yang andal (Nursalam, 2014).

Model metode asuhan keperawatan profesional adalah suatu model yang digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan kepada pasien (Sitorus, 2006).


(20)

3

Nursalam (2014) menyatakan sistem model metode asuhan keperawatan profesional (MAKP) merupakan suatu sistem yang didalamnya terdapat standar, proses keperawatan, pendidikan keperawatan dan sistem MAKP. Empat unsur tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menetukan model metode asuhan keperawatan profesional (Nursalam, 2014).

Asuhan keperawatan merupakan titik sentral dalam pelayanan keperawatan, oleh karena itu manajemen asuhan keperawatan yang benar akan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan. Memenuhi tuntutan masyarakat akan pelayanan keperawatan yang berkualitas, rumah sakit perlu mengembangkan suatu model metode asuhan keperawatan profesional yang bertujuan untuk memenuhi kepuasan pasien (Suarli, 2011). Hasil penelitian Megaliyana (2011) dalam penelitiannya mengemukakan bahwa dengan penggunanaan model metode asuhan keperawatan tim memiliki kepuasan pasien yang lebih tinggi daripada penggunaan fungsional.

Terdapat empat jenis model metode asuhan keperawatan yang sudah ada dan akan terus dikembangkan di masa depan dalam menghadapi tren pelayanan keperawatan. Empat diantaranya adalah metode asuhan keperawatan fungsional (bukan model MAKP), metode asuhan keperawatan profesional kasus, metode asuhan keperawatan profesional tim dan model asuhan keperawatan profesional primer Houston, et al. (1998 dalam Nursalam, 2014). Penerapan model metode asuhan keperawatan profesional di rumah sakit, perawat dapat memahami tugas serta tanggung jawab dan tanggung gugat terhadap pasien dan keluarga sejak masuk hingga keluar rumah sakit sehingga memfasilitasi pemberian asuhan keperawatan yang didasarkan pada nilai-nilai profesional (Sitorus, 2006).

Pengembangan model praktik keperawatan profesional telah dikembangkan di berbagai Negara termasuk rumah sakit di Indonesia. Di Indonesia rumah sakit


(21)

4

yang mengembangkan model praktik asuhan keperawatan profesional salah satunya adalah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Model praktik asuhan keperawatan profesional di RSCM mengembangkan model yang didasarkan dari berbagai model di luar negeri (Sitorus, 2006). Model yang dikembangkan oleh Sitorus di RSCM merupakan penataan struktur dan proses pemberian asuhan keperawatan pada tingkat ruang rawat sehingga memungkinkan pemberian asuhan keperawatan yang profesional.

Analisis tentang struktur dan proses pemberian asuhan keperawatan yang ada di rumah sakit Indonesia saat ini sulit untuk menerapkan proses seperti yang dilakukan di luar negeri. Dilihat dari struktur, mayoritas tenaga yang bekerja di rumah sakit mayoritas lulusan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) dan DIII keperawatan sedangkan S1 Keperawatan jumlahnya sangat sedikit (Sitorus, 2006). Jumlah yang sangat sedikit dapat dilihat dari alokasi CPNS Pemerintah kabupaten Blitar tahun 2014 untuk lulusan DIII keperawatan sebanyak 8 orang, dan 2 orang untuk lulusan S1 keperawatan+NERS (Seleksi CPNS Kabupaten Blitar, 2014, ¶ 1, www.blitarkab.go.id, diperoleh tanggal 10 Oktober 2015). Jumlah tenaga keperawatan di ruang Dahlia 1 RSUD Ngudi Waluyo untuk lulusan DIII keperawatan sebanyak 11 orang, dan 3 orang untuk lulusan S1 Keperawatan+NERS.

Penelitian tentang penerapan Model Metode Asuhan keperawatan Profesional telah dilakukan sebelumnya oleh Andriani, Armanu, dan Kuswantoro pada tahun 2012 tentang kepuasan kerja perawat pada aplikasi metode tim primer dalam pelaksanaan tindakan asuhan keperawatan di rumah sakit Dr. Saiful Anwar Malang. Tujuan penelitian Andriani, Armanu, dan Kuswantoro adalah untuk mengetahui perbedaan kepuasan perawat sebelum dan sesudah pemberian intervensi metode tim primer. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh aplikasi metode tim


(22)

5

primer terhadap kepuasan kerja perawat digunakan indikator yang terdiri dari kepuasan, pekerjaan itu sendiri, promosi, supervisi, kelompok kerja dan kondisi kerja. Hasil penelitian setelah intervensi penerapan metode tim primer diperoleh hasil bahwa kondisi kerja sangat mempengaruhi kepuasan kerja.

Penelitian tentang analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Asuhan Keperawatan di ruang interna telah dilakukan oleh Yusuf pada tahun 2013, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pengetahuan, motivasi, dan beban kerja terhadap penerapan asuhan keperawatan. Pengetahuan sangat berpengaruh dalam menerapkan asuhan keperawatan, untuk itu perawat dituntut agar selalu mengembangkan ilmunya sehingga pelayanan keperawatan dapat terlaksana dengan baik.

Faktor lain yang mempengaruhi penerapan Asuhan Keperawatan Profesional yaitu motivasi kerja. Faktor yang mempengaruhi motivasi kerja adalah komponen upah gaji, pekerjaan, pengawasan, promosi karir, kelompok kerja dan kondisi (Yusuf, 2013). Selain faktor tersebut untuk meningkatkan motivasi kerja, rumah sakit perlu memberikan insentif kepada tenaga perawat yang berprestasi sehingga dalam penerapan Metode Asuhan Keperawatan Profesional dapat berjalan dengan baik (Apriyanti, 2008).

Faktor beban kerja yang tinggi pada perawat dapat menyebabkan penerapan asuhan keperawatan yang tidak optimal. Mengatasi beban kerja perawat yang tinggi jumlah perawat harus sebanding dengan jumlah pasien yang ada disetiap ruang rawat inap, agar pelaksanaan kerja dapat terstruktur dengan baik (Yusuf, 2013). Akan tetapi, dalam penelitian ini faktor pengetahuan, motivasi dan beban kerja mungkin menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penerapan Metode Asuhan Keperawatan Profesional atau ditemukan faktor lain. Oleh karena itu, dalam penelitian ini ingin


(23)

6

meneliti lebih dalam tentang Penerapan Metode Asuhan Keperawatan Profesional dengan melakukan penelitian kualitatif (Sugiyono, 2013).

Hasil wawancara dengan ketua tim perawat di Ruang Dahlia 1 Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi, sebagai berikut.

Di ruang dahlia 1 ini digunakan untuk pasien apa dan menggunakan model metode apa pak dalam memberikan asuhan keperawatan? Ruang Dahlia 1 untuk penyakit dalam kelas 1 dan 2 mas, ruang ini menggunakan model metode asuhan keperawatan profesional tim modifikasi. Bagaimana penerapan model metode keperawatan profesional di ruang Dahlia 1 ini pak? faktor apa yang memperlambat dan memperlancar penerapan model metode asuhan keperawatan profesional? Selama ini ya lancar saja mas tapi dalam penerapan metode tim modifikasi yang memperlambat itu karena kurang jumlah perawat. Yang memperlancar penerapannya menurut saya mungkin penambahan jumlah perawat tapi tergantung pemerintah juga mas untuk penetapan jumlah perawat di ruang ini mas, bisa juga dengan pengoptimalan perawat yang sudah bekerja disini dengan dikuliahkan lagi (Santoso, wawancara, 15 Juli 2014).

Hasil wawancara ditemukan kurang terpenuhinya jumlah perawat di Ruang Dahlia 1 RSUD Ngudi Waluyo Wlingi yang diyakini menyebabkan mutu penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional kurang optimal. Hasil studi dokumen menunjukkan bahwa BOR di ruang dahlia 1 pada bulan November tahun 2015 berjumlah 92,12%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator BOR yang ada bisa dikatakan tidak efisien dikarenakan standar nilai BOR menurut Depkes adalah BOR = 60 – 85%. Perawat yang bertugas di ruang dahlia 1 berjumlah 12 orang, rata-rata jumlah perawat pelaksana yang bertugas per sif 3 orang dan jumlah pasien 22, rata-rata 1 perawat memegang 4 pasien. Sebagian besar perawat mengatakan bahwa di ruang dahlia 1 jumlah tenaga perawatnya kurang.

Permasalahan kurangnya jumlah perawat atau beban kerja perawat maka perlu mencari penyebab kendala penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional, kemudian setelah itu dibutuhkan kelompok perawat untuk mengadakan curah pendapat untuk menemukan akar penyebab masalah sehingga memudahkan


(24)

7

pencarian solusi pemecahan masalahnya. Perangkat yang digunakan untuk mencari penyebab masalah mutu adalah diagram sebab akibat atau diagram tulang ikan atau disebut juga diagram ishikawa (Pohan, 2006).

Berdasarkan latar belakang terdapat tingginya tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Perawat yang merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan perlu melakukan perubahan dengan memberikan pelayanan keperawatan dalam bentuk model metode asuhan keperawatan profesional. Akan tetapi dari hasil wawancara dengan ketua tim kendala dalam penerapan model metode asuhan keperawatan yaitu kurangnya jumlah perawat, maka dalam penelitian ini perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui lebih dalam tentang kendala dalam penerapan model metode asuhan keperawatan dengan judul “Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut. “Bagaimana mutu Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar?”

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan umum dan tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Tujuan Umum

Mendiskripsikan mutu Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.


(25)

8

2. Tujuan Khusus

a. Mendeskripsikan Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.

b. Mendiskripsikan kendala Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.

c. Merumuskan strategi untuk mengatasi kendala Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.

1.4 Manfaat Penelitian

Sesuai dengan latar belakang, rumusan masalah dan tujuan penulisan yang hendak dicapai, maka manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

1. Bagi Profesi Keperawatan

Memberikan informasi tentang bagaimana Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional dan kendala penerapannya, serta penyusunan strategi untuk mencari solusi masalah yang terjadi, sehingga bisa menambah ilmu pengetahuan keperawatan, khususnya pada bidang manajemen keperawatan.

2. Bagi Peneliti

Sarana pembelajaran yang nyata tentang bagaimana Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional pada rumah sakit sehingga diharapkan mampu mengetahui kendala penerapan model metode asuhan keperawatan profesional serta dapat merumuskan strategi untuk mengatasinya.


(26)

9

3. Bagi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar

Memberikan masukan tentang rencana strategi untuk mengatasi kendala Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional sehingga dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit.

1.5 Definisi Istilah

Untuk menghindari persepsi yang salah dalam memahami judul skripsi

“Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi

Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar” yang berimplikasi pada pemahaman isi skripsi,

perlu memberikan penegasan istilah sebagai berikut. 1. Penerapan

Penerapan adalah menerapkan, mempraktekkan, memasangkan (http://kamusbesar.com, diperoleh tanggal 19 Agustus 2015). Sedangkan menurut Badudu dan Zain (1996, dalam Maria 2012) Penerapan adalah hal, cara atau hasil. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan merupakan sebuah tindakan yang dilakukan baik secara individu maupun kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan.

2. Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional

Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) merupakan suatu sistem yang didalamnya terdapat standar, proses keperawatan, pendidikan keperawatan dan sistem MAKP, dalam menentukan suatu model keempat hal tersebut harus menjadi pertimbangan (Nursalam 2014). Keuntungan dalam menggunakan MAKP, perawat memiliki hak dan


(27)

10

tanggung jawab untuk mengambil keputusan secara independen dalam pemberian asuhan keperawatan agar tujuan pelayanan keperawatan dalam memenuhi kepuasan pasien dapat terwujud. Jika perawat tidak memiliki nilai-nilai tersebut sebagai suatu pengambilan keputusan, maka tujuan pelayanan keperawatan dalam memenuhi kepuasan pasien tidak akan dapat terwujud.

1.6 Keaslian Penelitian

Penelitian dengan judul “Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan

Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar” belum pernah

dilakukan. Penelitian yang memiliki kesamaan variabel adalah sebagai berikut.

Pada penelitian Megaliyana (2011), dalam penelitiannya tentang “Studi

Komparatif Penggunaan Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Tim dan Fungsional Terhadap Kepuasan Klien di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten

Blitar”. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian tersebut yaitu Model

Asuhan Keperawatan Profesional tim dan fungsional sedangkan kepuasan klien di RSUD Ngudiwaluyo Wlingi Kabupaten Blitar sebagai variabel dependen. Subjek penelitian pada penelitian ini pasien rawat inap di Ruang Penyakit Dalam Dahlia 1 dan 2. Jenis penelitian analitik komparatif, dengan menggunakan sampel 40 dari populasi. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa penggunaan MAKP Tim memiliki tingkat kepuasan klien yang lebih tinggi daripada penggunaan Fungsional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.

Persamaan pada penelitian Megaliyana dengan penelitian yang akan saya lakukan adalah sama-sama mengangkat masalah MAKP, dan tempat penelitian yang sama yaitu RSUD Ngudi Waluyo Kabupaten Blitar. Perbedaan pada penelitian Megaliyana dengan penelitian yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah subjek


(28)

11

penelitian dan jenis penelitian. Subjek penelitian yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah perawat di Ruang Penyakit Dalam Dahlia 1. Jenis penelitian yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.

Penelitian kedua Andriani, Armanu, dan Kuswantoro (2012), dalam

penelitiannya tentang “Kepuasan Kerja Perawat pada Aplikasi Metode Tim Primer

dalam Pelaksanaan Tindakan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar

Malang”. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di ruang 21

sebanyak 14 orang. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Experimental Design, dengan Static Group Comparison. Tujuan penelitian Andriani, Armanu, dan Kuswantoro adalah untuk mengetahui perbedaan kepuasan perawat sebelum dan sesudah pemberian intervensi metode tim primer. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh aplikasi metode tim primer terhadap kepuasan kerja perawat digunakan indikator yang terdiri dari kepuasan, pekerjaan itu sendiri, promosi, supervisi, kelompok kerja dan kondisi kerja. Hasil penelitian setelah intervensi penerapan metode tim primer diperoleh hasil bahwa kondisi kerja sangat mempengaruhi kepuasan kerja.

Persamaan pada penelitian Andriani, Armanu, dan Kuswantoro dengan penelitian yang akan saya lakukan dalam penelitian ini adalah sama-sama mengangkat permasalahan Metode Asuhan Keperawatan Profesional dan subjek penelitian yang sama yaitu perawat. Sedangkan Perbedaan pada penelitian Andriani, Armanu, dan Kuswantoro dengan penelitian yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian, dan tempat penelitian. Jenis penelitian yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Tempat penelitian yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah Ruang Penyakit Dalam Dahlia 1 RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.


(29)

12

Penelitian selanjutnya oleh Yusuf (2013), dalam penelitiannya yang berjudul

“Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penerapan Asuhan Keperawatan di

Ruang Interna Rumah Sakit Umum Daerah Prof. H. Alori Saboe Kota Gorontalo”.

Subjek penelitian pada penelitian ini yaitu perawat yang bekerja di ruang interna. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis observasi dengan pendekatan Cross Sectional. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pengetahuan, motivasi, dan beban kerja terhadap penerapan asuhan keperawatan.

Persamaan pada penelitian Yusuf dengan penelitian yang akan saya lakukan dalam penelitian ini adalah subjek penelitian yaitu perawat kemudian sama-sama mengangkat permasalahan tentang asuhan keperawatan. Sedangkan perbedaan penelitian Yusuf dengan penelitian yang akan saya lakukan terdapat pada jenis penelitian dan tempat penelitian. Jenis penelitian yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Tempat penelitian yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah Ruang Dahlia 1 RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.


(1)

pencarian solusi pemecahan masalahnya. Perangkat yang digunakan untuk mencari penyebab masalah mutu adalah diagram sebab akibat atau diagram tulang ikan atau disebut juga diagram ishikawa (Pohan, 2006).

Berdasarkan latar belakang terdapat tingginya tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Perawat yang merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan perlu melakukan perubahan dengan memberikan pelayanan keperawatan dalam bentuk model metode asuhan keperawatan profesional. Akan tetapi dari hasil wawancara dengan ketua tim kendala dalam penerapan model metode asuhan keperawatan yaitu kurangnya jumlah perawat, maka dalam penelitian ini perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui lebih dalam tentang kendala dalam

penerapan model metode asuhan keperawatan dengan judul “Penerapan Model

Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

Kabupaten Blitar”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang, maka dapat dirumuskan masalah penelitian

sebagai berikut. “Bagaimana mutu Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan

Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar?”

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan umum dan tujuan khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Tujuan Umum

Mendiskripsikan mutu Penerapan Model Metode Asuhan


(2)

2. Tujuan Khusus

a. Mendeskripsikan Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.

b. Mendiskripsikan kendala Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.

c. Merumuskan strategi untuk mengatasi kendala Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.

1.4 Manfaat Penelitian

Sesuai dengan latar belakang, rumusan masalah dan tujuan penulisan yang hendak dicapai, maka manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

1. Bagi Profesi Keperawatan

Memberikan informasi tentang bagaimana Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional dan kendala penerapannya, serta penyusunan strategi untuk mencari solusi masalah yang terjadi, sehingga bisa menambah ilmu pengetahuan keperawatan, khususnya pada bidang manajemen keperawatan.

2. Bagi Peneliti

Sarana pembelajaran yang nyata tentang bagaimana Penerapan Model

Metode Asuhan Keperawatan Profesional pada rumah sakit sehingga diharapkan mampu mengetahui kendala penerapan model metode asuhan keperawatan profesional serta dapat merumuskan strategi untuk mengatasinya.


(3)

3. Bagi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar

Memberikan masukan tentang rencana strategi untuk mengatasi

kendala Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional sehingga dapat dijadikan referensi untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit.

1.5 Definisi Istilah

Untuk menghindari persepsi yang salah dalam memahami judul skripsi “Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar” yang berimplikasi pada pemahaman isi skripsi, perlu memberikan penegasan istilah sebagai berikut.

1. Penerapan

Penerapan adalah menerapkan, mempraktekkan, memasangkan (http://kamusbesar.com, diperoleh tanggal 19 Agustus 2015). Sedangkan menurut Badudu dan Zain (1996, dalam Maria 2012) Penerapan adalah hal, cara atau hasil. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan merupakan sebuah tindakan yang dilakukan baik secara individu maupun kelompok dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan.

2. Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional

Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) merupakan suatu sistem yang didalamnya terdapat standar, proses keperawatan, pendidikan keperawatan dan sistem MAKP, dalam menentukan suatu model keempat hal tersebut harus menjadi pertimbangan (Nursalam 2014). Keuntungan dalam menggunakan MAKP, perawat memiliki hak dan


(4)

tanggung jawab untuk mengambil keputusan secara independen dalam pemberian asuhan keperawatan agar tujuan pelayanan keperawatan dalam memenuhi kepuasan pasien dapat terwujud. Jika perawat tidak memiliki nilai-nilai tersebut sebagai suatu pengambilan keputusan, maka tujuan pelayanan keperawatan dalam memenuhi kepuasan pasien tidak akan dapat terwujud.

1.6 Keaslian Penelitian

Penelitian dengan judul “Penerapan Model Metode Asuhan Keperawatan Profesional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar” belum pernah dilakukan. Penelitian yang memiliki kesamaan variabel adalah sebagai berikut.

Pada penelitian Megaliyana (2011), dalam penelitiannya tentang “Studi Komparatif Penggunaan Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Tim dan Fungsional Terhadap Kepuasan Klien di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar”. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian tersebut yaitu Model Asuhan Keperawatan Profesional tim dan fungsional sedangkan kepuasan klien di RSUD Ngudiwaluyo Wlingi Kabupaten Blitar sebagai variabel dependen. Subjek penelitian pada penelitian ini pasien rawat inap di Ruang Penyakit Dalam Dahlia 1 dan 2. Jenis penelitian analitik komparatif, dengan menggunakan sampel 40 dari populasi. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa penggunaan MAKP Tim memiliki tingkat kepuasan klien yang lebih tinggi daripada penggunaan Fungsional di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.

Persamaan pada penelitian Megaliyana dengan penelitian yang akan saya lakukan adalah sama-sama mengangkat masalah MAKP, dan tempat penelitian yang sama yaitu RSUD Ngudi Waluyo Kabupaten Blitar. Perbedaan pada penelitian Megaliyana dengan penelitian yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah subjek


(5)

penelitian dan jenis penelitian. Subjek penelitian yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah perawat di Ruang Penyakit Dalam Dahlia 1. Jenis penelitian yang saya

gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.

Penelitian kedua Andriani, Armanu, dan Kuswantoro (2012), dalam penelitiannya tentang “Kepuasan Kerja Perawat pada Aplikasi Metode Tim Primer dalam Pelaksanaan Tindakan Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Malang”. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di ruang 21 sebanyak 14 orang. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Experimental Design, dengan Static Group Comparison. Tujuan penelitian Andriani, Armanu, dan Kuswantoro adalah untuk mengetahui perbedaan kepuasan perawat sebelum dan sesudah pemberian intervensi metode tim primer. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh aplikasi metode tim primer terhadap kepuasan kerja perawat digunakan indikator yang terdiri dari kepuasan, pekerjaan itu sendiri, promosi, supervisi, kelompok kerja dan kondisi kerja. Hasil penelitian setelah intervensi penerapan metode tim primer diperoleh hasil bahwa kondisi kerja sangat

mempengaruhi kepuasan kerja.

Persamaan pada penelitian Andriani, Armanu, dan Kuswantoro dengan penelitian yang akan saya lakukan dalam penelitian ini adalah sama-sama mengangkat permasalahan Metode Asuhan Keperawatan Profesional dan subjek penelitian yang sama yaitu perawat. Sedangkan Perbedaan pada penelitian Andriani, Armanu, dan Kuswantoro dengan penelitian yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian, dan tempat penelitian. Jenis penelitian yang saya gunakan dalam penelitian

ini adalah deskriptif kualitatif. Tempat penelitian yang saya gunakan dalam penelitian

ini adalah Ruang Penyakit Dalam Dahlia 1 RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.


(6)

Penelitian selanjutnya oleh Yusuf (2013), dalam penelitiannya yang berjudul “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penerapan Asuhan Keperawatan di Ruang Interna Rumah Sakit Umum Daerah Prof. H. Alori Saboe Kota Gorontalo”. Subjek penelitian pada penelitian ini yaitu perawat yang bekerja di ruang interna.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis observasi dengan

pendekatan Cross Sectional. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat

pengaruh yang signifikan dari pengetahuan, motivasi, dan beban kerja terhadap penerapan asuhan keperawatan.

Persamaan pada penelitian Yusuf dengan penelitian yang akan saya lakukan dalam penelitian ini adalah subjek penelitian yaitu perawat kemudian sama-sama mengangkat permasalahan tentang asuhan keperawatan. Sedangkan perbedaan penelitian Yusuf dengan penelitian yang akan saya lakukan terdapat pada jenis penelitian dan tempat penelitian. Jenis penelitian yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Tempat penelitian yang saya gunakan dalam penelitian ini adalah Ruang Dahlia 1 RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.