IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN DECAPODA DI PANTAI TAMAN PULAU POTERAN, KEPULAUAN MADURA, SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN DECAPODA DI PANTAI TAMAN
PULAU POTERAN, KEPULAUAN MADURA, SEBAGAI SUMBER
BELAJAR BIOLOGI

SKRIPSI

DISUSUN OLEH :
MUSTAFA AINUL YAQIN
201110070311069

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2015

IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN DECAPODA DI PANTAI TAMAN
PULAU POTERAN, KEPULAUAN MADURA, SEBAGAI SUMBER
BELAJAR BIOLOGI

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas
Muhammadiyah Malang Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Biologi

Disusun oleh :
MUSTAFA AINUL YAQIN
201110070311069

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2015
ii

LEMBAR PERSETUJUAN

Nama

: Mustafa Ainul Yaqin

Nim

: 201110070311069

Jurusan

: Pendidikan Biologi

Fakultas

: Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Judul Skripsi : Identifikasi Keanekaragaman Decapoda di Pantai Taman Pulau
Poteran, Kepulauan Madura Sebagai Sumber Belajar Biologi

Diajukan untuk dipertanggung Jawabkan dihadapan dewan Penguji Guna
Memeperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Strata Satu (S1)
Pada Jurusan Pendidikan Biologi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammdiyah Malang

Menyetujui

Pembimbing I

Pembimbing II

iii

SURAT PERNYATAAN

Nama

: Mustafa Ainul Yaqin

Tempat Tanggal Lahir

: Sumenep, 25 Maret 1992

Nim

: 201110070311069

Jurusan

: Pendidikan Biologi

Fakultas

: Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Menyataka bahwa skripsi saya berjudul “Identifikasi Keanekaragaman
Decapoda di Pantai Taman Pulau Poteran, Kepulauan Madura Sebagai
Sumber Belajar Biologi” adalah bukan skripsi orang lain baik sebagian maupun
keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah disebutkan sumbernya.
Demikia surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan apabila
pernyataan ini tidak benar saya bersedia mendapat sangsi akademis.

Malang, 01 September 2015
Yang Menyatakan,

iv

LEMBAR PENGESAHAN

Dipertahankan di Depan dewan Penguji Skrispsi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang
Dan diterima untuk memenuhi
Sebagaian dari Persyaratan
Memperoleh Gelar Sarjana (S1) Pendidikan Biologi

Mengesahkan :
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang

v

KATA PENGATAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. yang
telah melimpahkan berkah, rahmat, taufik serta hidayahnya dan inayah-Nya.
Shalawat serta salam tercurah limpahkan keharibaan baginda Rosul Muhammad
SAW. keluaraga, serta sahabat-sahabatnya. Penulis mampu menyelsaikan tugas
akhir skripsi sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Biologi
di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang
dengan judul “Identifikasi Keanekaragaman Decapoda di Pantai Taman
Pulau Poteran, Kepulauan Madura Sebagi Sumber Belajar Biologi”
Penulisan skripsi ini tidak dapat terselesaikan dengan bail tanpa adanya
bantuan, informasi, bimbingan dan juga do’a dari berbagai pihak. Oleh karena itu
penulis ucapkan banyak terimakasih atas segala bantuan yang telah diberikan.
Terutama pada ;
1. Kepada kedua orang tua; Ibuda Patma dan ayahanda M.Ilyas, terimakasih
atas do’a yang senantiasa engaku berikan dan yang selalu memeberikan
dukungan dalam bentuk apapun dalam perjalanan dalam keberhasilanku,
serta segala kesabaran dalam mendidik dan membesarkanku selama ini,
taka da yang pantas untuk membalas semua jasamu.
2. Bapak Dekan Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes selaku Dekan Fakultas
keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang
3. Ibu Dr. Yuni Pantiwati, M.Pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan
Biologi Universitas Muhammadiyah Malang
4. Bapak Drs. Wahyu Prihanta, M.Kes selaku pembimbing I, yang telah
meluangkan waktu dan kesabaran memberikan bimbingan, petunjuk serta
saran yang sangat berharga dalam menyusun skripsi ini.
vi

5. Bapak Drs. Samsun Hadi, M.S selaku pembimbing II yang telah
meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan kepada penulis hingga
dapat menyelsaikan skripsi ini dengan baik.
6. Bapak

dan

Ibu

Program

Studi

Pendidikan

Biologi

Universitas

Muhammadiyah Malang yang telah memberikan bekal ilmu dan
pengetahuan.
Semoga Allah Swt memberikan balasan yang berlipat ganda. Akhirnya
penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna dan banyak
kekurangan. Oleh karena itu, keritik dan saran sangat kami harapkan. Semoga
skripsi ini bermanfaat bagi kita semua
Wassalamualikum Wr.Wb

Malang, 01 September 2015

Penulis

vii

ABSTRAK
IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN DECAPODA DI PANTAI TAMAN
PULAU POTERAN, KEPULAUAN MADURA, SEBAGAI SUMBER
BELAJAR BIOLOGI
Oleh : Mustafa Ainul Yaqin (201110070311069)
Decapoda dapat hidup secara alamiah pada tempat-tempat tertentu. Salah
satunya pantai Taman Pulau Poteran, kepulauan Madura, keadaan perairan yang
jernih dan substrat pantai yang materialnya terdiri dari batuan, pasir, lumpur, dan
peacahan karang . Penelitian keragaman Decapoda sangat jarang dilakukan di
Indonesia terutama pantai-pantai kepulauan Madura. Selain itu, pemanfaatan
sumber daya alam sekitar sangat jarang dilakukan dalam pembelajaran.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman spesies Decapoda
yang terdapat didaerah pasang surut Pantai Taman Pulau Poteran, Kepulauan
Madura dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi. Jenis penelitian yang
digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada bula JuniJuli pada saat surut terendah siang hari dengan metode transek kuadrat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Decapoda yang ditemukan terdiri dari
Jenis Portunus pelagicus, Charybdis Natator, Charybdis feriatus, Charybdis
japonica , Thalamita crenata , Carcinus maenas, Rhithropanopeus harrisii,
Etisus laevimanus, Atergatis floridus, Xanthias lamarcki, Leptodius sanguineus,
Uca dussumier, dan Ocypode cordimanus, Episesarma versicolor, Pilumnus
vespertilio, Chionoecetes angulatus , Palaemonetes hiltoni, famuli Alpheidae,
Betaeus longidactylus, Lysmata bahia, Penaeus merguiensi, Penaeus monodon,
dan Petrolisthes cabrilloi. Nilai Indeks Keanekaragam jenis Shannon-Wiener (H’)
2,7 atau keanekaragaman jenis Decapoda di pantai Taman pulau Poteran
tergolong tinggi. Nilai Indeks Keseragaman jenis (E) 0,45 menunjukkan
keseragaman antara spesies rendah, artinya kekayaan individu yang dimiliki
masing-masing spesies berbeda. Nilai Indeks dominansi (D) 0,076, menunjukkan
tidak terdapat spesies yang mendominansi spesies lainnya atau struktur komunitas
Decapoda di pantai Taman pulau Poteran dalam keadaan stabil. Hasil penelitian
dapat digunakan sebagai sumber belajar biologi berupa Buku dan Poster.
Kata Kunci : Identifikasi, Keanekaragaman, Decapoda

Pembimbing I

Malang, 01 September 2015
Penyusun

Drs. Wahyu Prihanta, M.Kes

Mustafa Ainul Yaqin

viii

ABSTRACT
IDETIFICATION OF DECAPODA DIVERSITY ON TAMAN BEACH
POTERAN ISLAND, IN MADURA ISLANDS A BIOLOGICAL
LEARNING SOURCE
By : Mustafa Ainul Yaqin (201110070311069)
Decapoda can live naturally in certain places such as one of the beaches in
Madura, Taman Pulau Poteran. This beach has crystal clear waters and its
substrate materials consist of rock, sand, mud, and rubble. In Indonesia, Decapoda
diversity is still rare to be researched, especially in the beaches of Madura.
Besides, the utilization of natural resources around the beach are rarely used for
learning.
This research aims to determine kinds of Decapoda in tidal area of Taman
Pulau Poteran beach, Madura. This research is also used as source of biology
learning. The design of this research is a descriptive research design. It was
conducted on June-July at the lowest tide during the day with quadratic transect
method.
The results of this research showed that Decapoda found consist of many
kinds, they are, Portunus pelagicus, Charybdis Natator, Charybdis feriatus,
Charybdis japonica, Thalamita crenata, Carcinus maenas, Rhithropanopeus
harrisii, Etisus laevimanus, Atergatis floridus, Xanthias lamarcki, Leptodius
sanguineus, Uca dussumier, Ocypode cordimanus, Episesarma versicolor,
Pilumnus vespertilio, Chionoecetes angulatus, Palaemonetes hiltoni, famuli
Alpheidae, Betaeus longidactylus, Lysmata bahia, merguiensi Penaeus, Penaeus
monodon, and Petrolisthes cabrilloi. Diversity Index value type Shannon-Wiener
(H ') of 2.7 or Decapoda species diversity in Taman Pulau Poteran beach is high.
Uniformity index value type (E) of 0.45 indicates poor uniformity between
species, it means that the individual resource of each species are different. Index
value of dominance (D) 0.076, indicates that there is no species which dominated
other species. It means species of Decapoda in Poteran island is in a stable
condition. The Results of the study can be used as a source of learning biology in
the form of Book and posters.
Keywords: Identification, Diversity, Decapoda

Advisor 1

Malang, 01 September 2015
Writer,

Drs. Wahyu Prihanta, M.Kes

Mustafa Ainul Yaqin

ix

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ......................................................................................

ii

LEMBAR PERSETUJUAN ..........................................................................

iii

SURAT PERNYATAAN ...............................................................................

iv

LEMBAR PENGESAHAN ...........................................................................

v

KATA PENGANTAR ....................................................................................

vi

ABSTRAK ......................................................................................................

viii

DAFTAR ISI ...................................................................................................

x

DAFTAR TABEL...........................................................................................

xv

DAFTAR GRAFIK ........................................................................................

xvi

DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xvii
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................

xx

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ...................................................................................

1

1.2 Rumusan Masalah ..............................................................................

5

1.3 Tujuan Penelitian ...............................................................................

6

1.4 Manfaat Penelitian .............................................................................

6

1.5 Definisi Istilah....................................................................................

7

1.6 Batasan Penelitian. .............................................................................

8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Tentang Pantai Secara Umum ................................................

10

2.1.1 Pantai Berbatu ..........................................................................

11

x

2.1.2 Pantai Berpasir..........................................................................

12

2.1.3 Pantai Berlumpur ......................................................................

13

2.2 Keadaan Umum Gugusan Pulau Poteran, Kepulauan Madura ........

15

2.2.1

Ekosistem dan Sumberdaya Hayati ....................................

16

2.3 Tinjauan Umum Decapoda ..............................................................

17

2.3.1

Ciri Umum Decapoda ..........................................................

17

2.3.2

Klasifikasi Decapoda ...........................................................

19

2.3.2.1 Subordo Dendrobranchiata ......................................

23

2.3.2.2 Subordo Pleocyemata...............................................

25

2.3.3

Makan dan Cara Makan.......................................................

37

2.3.4

Reproduksi dan Perkembangan ...........................................

37

2.3.5

Nilai Ekonomis ....................................................................

38

2.4 Habitat Decapoda dan Pola Penyebaran Individu............................

38

2.5 Faktor yang Mempengaruhi Adapatasi ............................................

39

2.5.1

Pasang Surut ........................................................................

39

2.5.2

Sirkulasi Air (Arus) .............................................................

40

2.5.3

Derajat Keasaman (pH) .......................................................

41

2.5.4

Suhu .....................................................................................

41

2.5.5

Salinitas ...............................................................................

42

2.5.6

Jenis Substrat .......................................................................

43

2.6 Sumber Belajar ................................................................................

44

2.6.1

Pemilihan Sumber Belajar ...................................................

46

2.6.2

Kriteria Memilih Sumber Belajar ........................................

47

xi

2.6.3

Sumber Belajar Berupa Buku ..............................................

47

2.6.4

Sumber Belajar Berupa Poster.............................................

49

2.6.4.1 Aturan Penyampaian Visual ....................................

50

2.6.4.2 Keterbacaan Visual ..................................................

51

2.7 Kerangka Konsep .............................................................................

53

BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian ................................................................................

54

3.2 Waktu dan Tempat Penelitian..........................................................

54

3.3 Populasi dan Sampel........................................................................

54

3.3.1

Populasi ...............................................................................

54

3.3.2

Sampel .................................................................................

55

3.4 Variabel Peneltian ............................................................................

55

3.4.1

Variabel Bebas.....................................................................

55

3.4.2

Variabel Terikat ...................................................................

55

3.5 Metode Pengambilan Data ...............................................................

56

3.6 Prosedur Penelitia ............................................................................

56

3.6.1

Alat dan Bahan ....................................................................

56

3.6.1.1 Alat ..........................................................................

56

3.6.1.2 Bahan .......................................................................

57

3.6.2

Penentuan Lokasi .................................................................

57

3.6.3

Tahap Pengambil Sampel ....................................................

57

3.6.4

Tahap Identifikasi Hasil.......................................................

60

3.6.5

Pembuatan Awetan Decapoda .............................................

60

xii

3.6.6

Tahap Pengolahan Data .......................................................

61

3.7 Pemanfaatab Ordo decapoda Sebagai Sumber Belajar Biologi .......

61

3.8 Teknik Analisi Data .........................................................................

63

3.8.1

Indeks Keanekaragaman ......................................................

63

3.8.2

Indeks Keseragaman ............................................................

64

3.8.3

Indeks Dominansi ................................................................

65

3.9 Bagan Alur Penelitian ......................................................................

66

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
1.1 Dekripsi Lokasi Penelitian .................................................................

67

1.2 Hasil Penelitian ..................................................................................

68

1.2.1 Keanekaragaman Decapoda ...................................................

68

1.2.2 Identifikasi Jenis Decapoda di Pantai Taman Pulau Poteran .

74

1.2.3 Kondisi Lingkungan Abiotik Decapoda di Pantai Taman Pulau

1.2.4

Poteran....................................................................................

97

1.2.3.1 Suhu ............................................................................

98

1.2.3.2 Derajat Keasaman (pH) ..............................................

99

1.2.3.3 Salinitas ......................................................................

100

1.2.3.4 Substrat .......................................................................

102

Indeks Keanekaragam (H’), Keseraman (E), dan Indeks
Dominansi (D)........................................................................

102

1.2.4.1 Indeks Keanekaragaman (H’) .....................................

103

1.2.4.2 Indeks Keseragaman (E) ............................................

103

1.2.4.3 Indeks Dominansi (D) ................................................

104

xiii

1.3 Pengembangan Hasil Penelitian Sebagai Sumber Belajar .................

104

1.4 Pembahasan........................................................................................

107

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ........................................................................................

109

5.2 Saran ..................................................................................................

111

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................

112

LAMPIRAN ....................................................................................................

118

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

Tabel 4.1 Hasil Identifikasi Decapoda yang Ditemukan di Daerah Pasang Surut
Pantai Taman Pulau Poteran ............................................................................

69

Tabel 4.2 Data Hasil Penelitian Decapoda Di Pantai Taman Pulau Poteran ...

70

Tabel 4.3 Data Parameter Lingkungan Pantai Taman Pulau Poteran ..............

98

Tabel 4.4 Jenis dan Jumlah yang Ditemukan dalam Setiap Stasiun di Daerah
Pasang Surut Pantai Taman Pulau Poteran ......................................................

xv

102

DAFTAR DIAGRAM

Diagram

Halaman

Diagram 4.1 Parameter Hasil Pengukuran Suhu ..............................................

99

Diagram 4.2 Parameter Hasil Pengukuran Derajat Keasaman (pH) ................

100

Diagram 4.3 Parameter Hasil Pengukuran Salinitas ........................................

101

xvi

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

Gambar 2.1 Wilayah Pulau Poteran, lokasi pengamatan (Pantai Taman) .......

15

Gambar 2.2 Peta Kepulauan Kabupaten Sumenep ..........................................

16

Gambar 2.3 Morfologi Ordo Decapoda ...........................................................

18

Gambar 2.4 Bentuk Insang Pada Decapoda .....................................................

22

Gambar 2.5 Litopenaeus setiferus (Dendrobranchiata: Penaeoidea) ...............

23

Gambar 2.6 Superfamili Sergestoidea..............................................................

24

Gambar 2.7 Superfamili Penaeodea .................................................................

25

Gambar 2.8 Panulirus interruptus (Pleocyemata : Palinuridae) ......................

26

Gambar 2.9 Famili Stenopodidae.....................................................................

27

Gambar 2.10 Infraordo Caridea .......................................................................

28

Gambar 2.11 Infraodo Astacidea .....................................................................

29

Gambar 2.12 Famili Thaumastochelidae .........................................................

30

Gambar 2.13 Famili Glypheidae ......................................................................

31

Gambar 2.14 Famili Palinuridae ......................................................................

32

Gambar 2.15 Famili Scyllaridae ......................................................................

33

Gambar 2.16 Famili Polychelidae ....................................................................

34

Gambar 2.17 Infraordo Brachyura ...................................................................

35

Gambar 2.18 Infraordo Anomura .....................................................................

36

Gambar 2.19 Kerangka Konsep Penelitian ......................................................

53

xvii

Gambar 3.1 Denah Transek Pengambilan Sample Penelitian..........................

58

Gambar 3.2 Denah Pengambilan sample pada lokasi penelitian (Pantai Taman
Pulau Poteran). .................................................................................................

59

Gambar 3.3 Lokasi Penelitian Pantai Taman, Desa Palasa Pulau Poteran –
Madura, saat surut ............................................................................................

59

Gambar 3.4 Skema konsep pembuatan sumber belajar ...................................

62

Gambar 4.1 Lokasi Penelitian, Pantai Taman Pulau Poteran...........................

67

Gambar 4.2 Penampakan Terumbu Karang Pantai Taman Pulau Poteran.......

67

Gambar 4.3 Portunus pelagicus Jantan............................................................

74

Gambar 4.4 Portunus pelagicus Betina ...........................................................

74

Gambar 4.5 Charybdis natator ........................................................................

75

Gambar 4.6 Charybdis feriatus ........................................................................

76

Gambar 4.7 Charybdis japonica ......................................................................

77

Gambar 4.8 Carcinus maenas ..........................................................................

78

Gambar 4.9 Thalamita crenata .......................................................................

79

Gambar 4.10 Xanthias lamarcki ......................................................................

80

Gambar 4.11 Leptodius sanguineus .................................................................

81

Gambar 4.12 Atergatis floridus........................................................................

82

Gambar 4.13 Etisus laevimanus .......................................................................

83

Gambar 4.14 Rhithropanopeus harrisii ...........................................................

84

Gambar 4.15 Uca dussumier ............................................................................

85

Gambar 4.16 Ocypode cordimanus ..................................................................

86

Gambar 4.17 Pilumnus vespertilio ...................................................................

87

xviii

Gambar 4.18 Episesarma versicolor ................................................................

88

Gambar 4.19 Chionoecetes angulatus.............................................................

89

Gambar 4.20 Palaemonetes hiltoni .................................................................

90

Gambar 4.21 Betaeus longidactylus.................................................................

91

Gambar 4.22 Lysmata bahia ............................................................................

92

Gambar 4.23 Petrolisthes cabrilloi .................................................................

93

Gambar 4.24 Penaeus merguiensis .................................................................

94

Gambar 4.25 Penaeus monodon .....................................................................

96

xix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman

Lampiran 1 Tabel Hasil identifikasi Decapodan Jumlah yang ditemukan ......

118

Lampiran 2 Perhitungan ...................................................................................

123

Lampiran 3 Dokumentasi Penelitian ................................................................

126

Lampiran 4 Produk Buku Keanekaragaman Ordo Decapoda ..........................

129

Lampiran 5 Produk Poster Keanekaragaman Ordo Decapoda.........................

130

xx

DAFTAR PUSTAKA

Anitah,S. 2008. Media Pembelajaran. Surakarta : LPP UNS dan UNS Pers.
Association for Educational Comunication Technology (AECT). 1986. Definisi
Teknologi Pendidikan (Penerjemah Yusufhadi Miarso). Jakarta: CV.
Rajawali.
Aswandy, I. 1985. Beberapa Catatan Dalam Pengenalan Isopoda. Oceana X,
Nomor 3: 106- 112
Aswandy, I. 1998.Pengamatan Komunitas Krustasea Dan Ekhinodermata Bentik
Di Teluk Jakarta LON-LIPI. Jakarta.
Aswandy, I. 2008. Biota Laut: Krustasea Sebagai Konsumen Di Padang Lamun.
Oceana XXXIII, nomor 19
Asyhar, Rayandra. 2012. Kreatif Mengebangkan Media Pendidikan. Jakarta:
Gaung Persada Press.
Barbour, M.G .; Burk, J.H; Pitts, W.D. 1999. Terrestrial Plant Ecology. 3nd
Edition. The Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc.
California. xii + 642pp.
Basmi, J. 1999. Laut untuk kehidupan, salinitas dan suhu. (online.
http;//Oseanografi.blogspot.com/2005_Oseanografi _archive.html).
diakses tanggal 4 desember 2014
Bayar d, H.M. dan Robert, Z. 1983. Pengantar Biologi Laut I. Terjemahan oleh
H.Z.B. Tafat St. Louis. Toronto Londo : The Masby Company.
Bengen D.G. 2001. Sinopsis Ekosistem Sumber Daya Alam Pesisir dan Laut.
Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan. IPB. Bogor.
Bengen D.G. 2002. Sumber Daya Alam Pesisir dan Laut. Pusat Kajian Sumber
Daya Pesisir dan Lautan Edisi ke 2. IPB. Bogor.
Bengen,D.G. 2001. Sinopsis Ekosistem SDA Pesisir
Sumberdaya Pesisir dan Laut. IPB Bogor

xxi

dan Laut. Pusat Kajian

Brill, E. J. L. 1972. CRUTACEANA (International Journal of Crustaceana
Research): Studies On Peracarida (Isopoda, Tanaidacea, Amphipoda,
Mysidacea, Cumacea). Tuta Sub Aegide Pallas. EJB.
Brotowidjoyo, M.D. 1994. Zoologi Dasar. Jakarta. Erlangga.
Budiharsono, S. 2001. Teknik Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir dan Laut.
Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Laut. IPB Bogor. Bogor
Calman, W.T. 1911. The Life Crustacea. Methuen & Co. Ltd. 36 Essex Street
W.C. London.
Carpenter, K.E.; Niem, V.H. 1998. FAOspecies identification guide for fishery
purposes. The living marine resources of the Western Central
Pacific. Volume 2. Cephalopods, crustaceans, holothurians and
sharks. FAO :Rome.
Cecie Starr, Ralph Taggart, Christine Evers, Lisa Starr 2012. Kesatuan dan
Keragaman Makhluk Hidup. Jakarta: Salemba Teknika.
Coull, B. C. and S. S. Bell. 1983. Biotic assemblages: Populations and
communities. p. 283-319. In: F. J. Vernberg and W. B. Vernberg
(eds.). The biology of Crustacea. Vol. 7: Behavior and ecology.
Academic Press, New York, NY.
Cressey, R.F. 1983.Crustaceans as Parasites of Other Organism (In The Biology
of Crustacea. (Online:Http://www.google.com/Crustacean/Parasites
of Crustacea _Article/Html ) diakses tanggal 6 juni 2015
Dahuri, Rokhmin. 1996. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan
Secara Terpadu. Gramedia Pustaka: Jakarta.
Dahuri, Rokhmin. 2003. Keanekaragaman Hayati Laut. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Dai, A.-y., and S.-l. Yang. 1991. Crabs of the China Seas Berlin: SpringerVerlag.
De Grave, S. & Fransen, C.H.J.M. 2011 Carideorum Catalogus: The recent
species of the dendrobranchiate, stenopodidean, procarididean and
caridean
shrimps
(Crustacea:
Decapoda).
Zoologische
Mededelingen, 85, 195– 589.
Demardjati, Boen, S dan W. 1990.Taksonomi Avertebrata : pengantar praktek
laboratorium. Jakarta : UI Press
xxii

Depdiknas, 2008. Kurikulum tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Dikmenum.
Depdiknas
Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Direktorat Jendral
Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen
Pendidikan Nasional.Jakarta.
Dirdjosoemarto, S. 1986. Ekologi Lanjutan, Jakarta: Universitas Karunika.
Direktorat Pendayagunaan Pulau-pulau kecil (2012). Identifikasi PPK.(online)
http://www.ppk-kp3k.kkp.go.id/direktori pulau/index.php/public_c/
pulau_info/369.
Fachrul, 2012 . Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara. Jakarta
Field, J. G. 1983. Flow patterns of energy and matter. p. 758-785. In: O. Kinne
(ed.). Marine Ecology. Vol. V: Ocean Management, Part 2:
Ecosystems and Organic Resources. John Wiley and Sons, New
York, NY.
G. Scholtz & S. Richter 1995. “Phylogenetic systematics of the reptantian
Decapoda (Crustacea, Malacostraca)". Zoological Journal of the
Linnean Society 113 (3): 289–328. doi:10.1006/zjls.1995.0011.
Hart, Josephine F. L. 1964. Shrimps of the genus Betaeus on the Pacific coast of
North America with descriptions of three new species. Proceedings
of the United States National Museum 115: 431-466.
Jones, J.B. 1984. Laboratory Guide of Exercises In Conducting Soil Tests And
Plant Analysis. Benton Laboratories, INC, Athens : Georgia.
Kansil . 2012 .Pengaruh Pasang Surut Air Laut Terhadap Ekosistem Intertidal.
(Online
:
http://mustarcansel.blogspot.com/2012/05/pengaruhpasang-surut-air-laut-terhadap.html). diakses 22 juni 2015
Kasry, A. 1996. Budidaya Kepiting Bakau dan Biologi Ringkas. Bharata. Jakarta.
Krebs, C.J. 1989. Ecological Methodology. University of British Columbia,
Harper Collins Publishers. p.654
Martin, J., Davis, G. 2001. An Updated Classification of the Recent Crustacea.
Los Angeles, CA: Natural History Museum of Los Angeles County.
Science Series 39.

xxiii

Mente (2008). Reproductive Biology of Crustaceans: Case Studies of Decapod
Crustaceans. Science Publishers. p. 16. ISBN 978-1-57808-529-3.
Mulyanto. 1992. Lingkungan Hidup Untuk Ikan. Depa rteme n Pendid ikan da n
Kebud ay aan Jakarta.
Mulyasa. 2006. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif
dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset
Mulyasa. 2007. KurikulumTingkat Satuan Pendidikan. Bandung : PT Rosdakarya
Ng, D. Guinot & P. J. F. Davie. 2008. Systema Brachyurorum: Part I. An
annotated checklist of extant Brachyuran crabs of the world. Raffles
Bulletin of Zoology 17: 1–286.
Nontji. 1987. Laut Nusantara. Djambatan. Jakarta
Nyabakken, J, W. 1992. Biologi Laut, Suatu Pendekatan Ekologis. Jakarta.
Gramedia
Odum, E. P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Alih Bahasa Oleh Cahyono, S. FMIPA
Institut Pertanian Bogor. Gadjah Mada University Press.
Odum, E.P. 1998. Dasar-Dasar Ekologi. 4rd ed. Gadjah Mada University Press.
Yogyakarta.
Of fice r, C.B. 1976 . Physical o cea nograph y o f estuaries and associated
coastal waters. Jhon Willey and Sons. New York, 465 pp.
Penn, J. W. 1984. The behaviour and catchability of some commercially exploited
penaeids and their relationship to stock and recruitment. In Gulland,
J. A. & B. J. Rothschild (eds), Penaeid Shrimps – Their Biology and
Management. Fishing News Books. Farnham: 173–186.
Poerwanti, 1993. Jenis-jenis. Penelitian. Gramedia. Jakarta.
Poupin J. & M. Juncker, 2010. A guide to the decapod crustaceans of the South
Pacific.Published by CRISP and SPC. Noumea, New Caledonia.
Praseno, Prawoto, dan Sugestiningsih. 2000. Red tide di Perairan Indonesia.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi –LIPI. Jakarta.
Prescod, M.B. 1978. Environmental Indices Theory and Practice. Ann Arbour
Science Inc. Michigan 59 pp

xxiv

Rani.

2012.
Parameter
Fisika
Perairan.
http://ranifiskimper.blogspot.com. Diakses 22 juni 2015

(Online).

Romimohtarto, K dan Juwana, S. 1987. A Comparative Study of Some Larval
Stages of Penaeus monodon and Penaeus merguiensis (Crustacea:
Decapoda) from Indonesi.. Center for Oceanological Research and
Development, Indonesian Institute of Science. Jakarta.
Romimohtarto, K dan Juwana, S. 2007. Biologi Laut. Djambatan. Jakarta. Hal. 14, 195-206
Rosmaniar. 2008. Kepadatan dan Distribusi Kepiting Bakau (Scylla spp.) serta
Hubungannya dengan Faktor Fisik Kimia di Perairan Pantai Labu
Kabupaten Deli Serdang. Tesis. Program Pascasarjana USU. Medan
Sammy De Grave, N. Dean Pentcheff, Shane T. Ahyong et al. (2009).“A
classification of living and fossil genera of decapod crustaceans”
(PDF). Raffles Bulletin of Zoology. Suppl. 21: 1–109

Scholt, G., & Richter, S. 1995. Phylogenetic Systematic of the Reptantian
Decapoda (Crustacea, Malacostraca). Zoological Journal of the
Linnean Society 113 : 289-328
Senosov. S.E. 2012. Illustrated Guide Of Decapoda For Atlantic Sector Of
Antarctic And Surrounding Waters. Moscow : Vniro Publishing.
Sudjana, 1996. Metode Statistik. PT. Tarsito. Bandung.
Sudjana, N, Rivai A. 2010. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Suhardi. 2007. Pengembangan Sumber Belajar Biologi. Yogyakarta: FMIPA
UNY.
Susetiono, 2004. fauna padang lamun tanjung merah selatan lembeh. Pusat
Penelitian Oseanografi – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indosesia.
Jakarta.
Susilana, R dan Riyana, C. 2009. Media Pembelajaran Hakikat, Pengembangan,
Pemanfaatan dan Penilaian. Bandung: CV Wacana Prima.
Türkay M. & Sakai K. 1995. Two upogebiid species from the Persian-Arabian
Gulf, with the description of a related new species from Taiwan
(Crustacea: Decapoda: Upogebiidae). Senckenbergiana maritima
25: 197–208.

xxv

Wibisono, M.S. 2004. Pengantar Ilmu Kelautan. Jakarta: PT. Grasindo.
Wikcsten, Mary K. 2011. Decapod Crustacea of the Californian and Oregonian
Zoogeographic Provinces. University of California. San diego.
Williams, A. B. 1984. Shrimps, lobsters, and crabs of the Atlantic coast of the
Eastern United States, Maine to Florida. Smithsonian Institution
Press. Washington D. C.

xxvi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan Negara maritim yang luasan perairan lebih besar
dari pada daratan. Dalam hal ini laut sebagai substansi perairan terbesar di
Indonesia. Dengan segenap komponennya, laut menyimpan banyak potensi yang
belum·terungkap secara maksimal. Potensi sumber daya ikan laut di seluruh
perairan Indonesia (tidak termasuk ikan hias) diduga sebesar 6,26 juta ton per
tahun. Selain itu, wilayah perairannya seluas 5,8 juta km2 memiliki potensi
keanekaragaman hayati, serta potensi pariwisata bahari (Budiharsono, 2001). Dari
luas tersebut, 3,1 juta km2 masuk sebagai peraiaran Nusantara dan 2,7 km2
peraiaran Nusantara dan 2,7 km2 perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia
(ZEEI) atau 70 persen dari luas total Indonesia (Bengen, 2001).
Perairan litoral (intertidal) memiliki ekosistem yang spesifik dan khas.
Didalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat di dalamnya selalu
melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidup maupun makhluk
hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya. Hubungan timbal balik ini
menimbulkan keserasian hidup di dalam suatu ekosistem. Keanekaragaman
tingkat ekosistem terjadi karena adanya perbedaan letak geografis yang
merupakan salah satu faktor timbulnya berbagai bentuk ekosistem. Perbedaan
letak geografis menyebabkan perbedaan iklim. Perbedaan iklim menyebabkan
terjadinya perbedaan temperature, curah hujan, intensitas cahaya matahari, dan

1

2

lamanya penyinaran. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap jenis-jenis flora
(tumbuhan) dan fauna (hewan) yang menempati suatu daerah. Secara alami,
komponen keanekaragaman makhluk hidup mempunyai keterbatasan persebaran,
sehingga tiap daerah pun memiliki ciri khas tersendiri dalam menampilkan
keanekaragaman hayatinya (Cecie at al, 2012).
Sebagai suatu ekosistem, wilayah pesisir dan laut menyediakan sumber
daya alam salah satunya keanekaragaman Decapoda yang memiliki kaki jalan 10
buah (deca), tubuhnya dilindungan oleh rangka luaran tebal melekat pada
dagingnya, antara lain Kepiting, Rajungan, Udang, lobster dan sebagainya.
Decapoda mempunyai banyak ciri bersama. Satu sifat, yang tersirat dalam nama
mereka adalah memiliki sepuluh kaki. Ini terdiri dari lima pasang terakhir dari
delapan pasang toraks pelengkap. Decapoda dikenal sebagai hewan keras yang
memiliki exoskeleton, segmentasi, dan disambung pelengkap, yang digunakan
untuk penerimaan indera, makan, gerak, dan pertahanan (Martin dan Davis dalam
Cheung, 2007).
Ordo Decapoda memiliki peran penting dalam metabolisme dan
mengendalikan aliran energy dalam muara ekosistem. Dekapoda dimangsa oleh
berbagai predator dari buaya hingga ikan. Tergantung pada intensitas, predasi
merupakan faktor dalam mengendalikan kepadatan spesies, serta penataan spesies
kumpulan dalam habitat. Decapoda merupakan predator penting, mengkonsumsi
fitoplankton , bentik alga , dan makrobentos (Coull dan Bell 1983).Decapoda
pengumpan partikulat yang mengkonsumsi detritus berasal dari Spartina dan
kotoran, sehingga membuat detritus tersedia untuk beberapa yang level trofik

3

berbeda dan partikel pengolahan sedemikian rupa sehingga substrat ditingkatkan
untuk pertumbuhan dipercepat oleh diatom dan bakteri (Field 1983).
Habitat Decapoda terbanyak adalah laut, tetapi juga terdapat pada muara
dan permukaan air segar di gunung dan gurun habitat serta air bawah tanah.
Permukaan habitat perairan mencakup perairan lentic dan lotic, badan air
permanen dan sementara dan bidang studi aliran deras musiman (Pendek et al
2013). Decapoda merupakan sumberdaya alam hayati Indonesia memiliki nilai
ekonomi dan ilmiah tinggi. Berbagai jenis decapoda seperti kepiting, udang,
rajungan dan sebagainya merupakan modal yang sangat penting dalam
pembangunan nasional untuk meningkatkan taraf hidup, kemakmuran, serta
kesejahteraan masyarakat (Kementrian kelautan dan perikanan 2014).
Wilayah Kabupaten Sumenep merupakan daerah yang terdiri atas wilayah
daratan dan kepulauan. Kota Sumenep berada di wilayah daratan Pulau Madura
Bagian Timur. Wilayah kepulauannya sangat banyak yaitu sekitar 126 pulau kecil
menyebar di laut yang berbatasan dengan Pulau Kalimantan dan Bali. Kedudukan
wilayah daratan sangat strategis dengan tingkat aksesibilitas yang tinggi dalam
konteks Pulau Madura karena berada di jalur pantai selatan (Romadhon 2008).
Sumenep memiliki sejumlah pulau kecil, yang salah satunya adalah Pulau
Poteran atau disebut juga pulau Talango, yang memiliki keanekaragaman hayati
biota laut yang cukup beragam. Kawasan pulau Poteran merupakan kawasan
pulau yang dihuni oleh masyrakat dengan penduduk yang cukup banyak. Di sisi
lain, masih kurang upaya yang diberikan untuk menyelamatkan ekosistem laut
yang salah satunya adalah ekosistem lamun sebagai salah satu tempat hidup bioata

4

laut, meskipun data mengenai kerusakan ekosistem lamun tidak tersedia, tapi
faktanya sudah banyak mengalami degradasi yang diakibat aktivitas di darat
(Rani, 2008).
Menurut Rani (2008), degradasi padang lamun memberi dampak yang
nyata yaitu mengarah pada penurunan keragaman biota laut sebagai akibat hilang
atau menurunnya fungsi ekologi dari ekosistem lamun. Akibatnya dari berbagai
kegiatan manusia tersebut jelas ekosistem lamun akan mengalami kerusakan dan
kehilangan fungsinya serta membawa dampak terhadap penurunan produksi biota.
Khususnya bagi kehidupan biota decapoda yang bergantung pada habitat lamun
akan mengalami penurunan dan berangsur – angsur akan hilang.
Sebagai tindak lanjut dalam menanggulangi penurunan produksi biota
lamun perlu dilakukan upaya antara lain perlu adanya penelitian untuk melakukan
pendataan tentang berbagi jenis decapodayang terdapat dipulau Poteran sehingga
dapat dijadikan sebagai sumber data untuk melakukan pemanfaatan jenis-jenis
decapoda yaitu diantaranya dalam pemanfaatan nilai ekonomi decapoda,
pengambilan bibit decapoda untuk dikembangkan dalam budidaya, serta dalam
penyadaran tentang keberadaan decapoda yang perlu adanya perlindungan
maupun dalam tindakan budidaya.
Berbagai masalah yang dihadapi dalam pemerataan dan perluasan akses
memperoleh pendidikan serta peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing
pendidikan dapat diatasi dengan menerapkan teknolgi pendidikan khususnya
dengan mengembangkan dan memberdayakan aneka sumber belajar baik yang by
design maupun yang by utilization. Sekali lagi perlu segera dicatat, sumber belajar

5

dalam teknologi pendidikan termasuk pendidik dan tenaga pendidikan, kurikulum,
dan lingkungan belajar. (Sitepu dalam Andriyanto, 2013).
Sumber belajar adalah semua jenis sumber yang ada di sekitar kita yang
memungkinkan kemudahan terjadinya proses belajar (Asyhar,2012). Penggunaan
lingkungan sebagai sumber belajar tidak banyak mengalami kesulitan, mengingat
biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup yang obyek dan
persoalannya banyak terjadi di lingkungan alam sekitar (Afriyani,2005).
Adanya penelitian mengenai decapoda yang terdapat di Pulau Poteran
dapat dijadikan solusi pemanfaatan lebih lanjut, dan kurangnya sumber belajar
biologi mengenai decapoda yang merupakan bagian dari Phylum Arthopoda dapat
dijadikan solusi pemanfaatan dalam bidang pendidikan maupun dalam berbagi
pihak. Oleh karena itu berdasarkan uraian diatas mengingat bahwa ordo Decapoda
sangat berperan penting dalam ekosistem perairan, serta pentingnya penelitian
mengenai ordo Decpoda di Pulau Poteran yang belum pernah dilakukan penelitian
maka perlu dilkukan penelitian sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran
kekayaan ordo Decapoda yang ada di Pulau Poteran serta pemanfaatannya, maka
dilakukan peneltian dengan judul : “Identifikasi Keanekaragaman Decapoda di
Pantai Taman Pulau Poteran, Kepulauan Madura, Sebagai Sumber Belajar
Biologi”

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah sebagai beriku :
1. Jenis-jenis Decapoda apa yang ditemukan di Pantai Taman Pulau Poteran?

6

2. Bagiamana keanekaragaman Decapoda di Pantai Taman Pulau Poteran?
3. Apa bentuk pemanfaatan dari hasil penelitian identifikasi Decapoda yang
ditemukan di Pantai Taman Pulau Poteran ?

1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang diatas, maka tujuan penelitian sebagai beriku :
1. Mengetahui Jenis Decapoda yang ditemukan di Pantai Taman Pulau
Poteran
2. Mengetahui keanekaragaman Decapoda yang ditemukan di Pantai
Taman Pulau Poteran.
3. Memanfaatkan hasil penelitian identifikasi Jenis-jenis Decapoda yang
ditemukan di Pantai Taman Pulau Poteran sebagi sumber belajar
biologi.

1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu:
1.

Bagi Masyarakat
Manfaat bagi masyarakat adalah sebagai salah satu data serta informasi
tentang keanekaragaman jenis Decapoda di Pantau Taman Pulau Poteran.

2.

Bagi Pendidikan
Manfaaat bagi pendidikan adalah sebagai alternatif sumber belajar
biologi , dimana dari hasil identifikasi ini akan dimafaatkan sebagai sumber
belajar berupa media poster dan buku.

7

3.

Bagi peneliti
Manfaat bagi peneliti dapat mengetahui jenis-jenis decapoda yang
ditemukan di Pantai Taman Pulau Poteran, juga dapat menambah pengalaman
dan pengaetahuan terkait penelitian tersebut.

1.5 Definisi Istilah
Untuk menghindari timbulnya pengertian ganda maka penulis perlu
memberikan definisi istilah sebagai berikut :
1.

Identifikasi
Merupakan pengumpulan data dan pencatatan segala keterangan
tentang bukti-bukti dari seseorang atau benda sehingga dapat menetapkan dan
mempersamakan keterangan tersebut dengan acuan yang telah ditetapkan,
dengan kata lain bahwa dengan identifikasi dapat mengetahui identitas
seseorang atau suatu benda dan dengan identitas tersebut dapat mengenal
seseorang dengan membedakan dari lain (Simpson, 2006). Pada penelitian ini
identifikasi dimaksudkan menentukan nama jenis dan klasifikasi Ordo
Decapoda yang ditemukan berdasarkan ciri yang dimiliki.

2.

Keanekaragaman
Merupakan kelimpahan berbagai jenis yang meliputi jumlah maupun
frekuensi dari ekosistem, spesies, maupun gen disuatu daerah. Suatu
komunitas dikatakan mempunyai keanekaragaman yang tinggi jika komunitas
tersebut disusun oleh banyak spesies dengan kelimpahan spesies sama dan
hampir sama. Sebaliknya jka suatu komunitas disusun oleh sedikit spesies

8

dan jika hanya sedikit spesies yang dominan maka keanekaragaman jenisnya
rendah (Umar, 2011). Pada penelitian ini keanekaragaman yang dimaksud
adalah banyaknya jenis spesies Decapoda yang ditemukan di Pantai Taman
Pulai Poteran.
3.

Decapoda
Decapoda merupakan salah satu ordo dari kelas Crustacea merupakan
phylum Arthropoda yang paling banyak ditemukan spesiesnya (Jasin 1984).
Decapoda mempunyai morfologi yang tampak jelas. Mereka mempunyai 3
pasang apendik thorax yang termodifikasi menjadi maksiliped dan 5 pasang
apendik thorax berikutnya sebagai kaki jalan atau periopod, sehingga
Decapoda disebut juga dengan kaki sepuluh.

4.

Sumber Belajar
semua jenis sumber yang ada di sekitar kita yang memungkinkan
kemudahan terjadinya proses belajar (Asyhar,2012).

5.

Biologi
Ilmu yang mempelajari tentang keadaan dan sifat makhluk hidup
(manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan).

1.6 Batasan Penelitian
1. Penelitian ini hanya mengidentifikasi spesies atau jenis Decapoda yang
ditemukan di daerah pasang surut Pantai Taman Pulau Poteran Kabupaten
Sumenep Kepulauan Madura, dan akan

di identifikasi dengan teknik

indentifikasi Oemardjati, S. (1990) yaitu bisa dilakukan dengan 5 kegiatan

9

yaitu menggunakan kunci identifikasi, deskripsi berdasarkan literatur,
specimen pembanding, foto atau gambar serta institusi yang berkompenten.
2. Daerah studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daerah pasang surut
maksimal yang berada di pantai Taman Pulau Poteran yaitu ± 100 m. Pada
derah pengamatan dibuat 4 stasiun dalam 1 stasiun terdiri dari 4 transek atau
plot. Setiap transek atau plot berkuran 10x10 m2.
3. Pengukuran lingkungan abiotik dalam penelitian ini meliputi suhu air laut, pH
air laut, salinitas, dan jenis substrat.
4. Pemanfaatan sebagi sumber belajar berupa buku dan poster :
a. Buku dengan judul “Keanekaragaman Ordo Decapoda di Pulau PoteranKepulauan Madura” , yang berisikan foto decapoda hasil penelitian,
deskripsi ciri, nama family dan nama spesies, ukuran buku A5 (lebar 14,5
cm x panjang 20 cm).
b. Poster dengan judul : “Keanekaragamn Ordo Decapoda Pulau PoteranMadura, yang berukuran A3 (lebar 29,7 cm x panjang 42,0 cm ), yang
berisi gambar-gambar dengan nama family dan nama spesies.

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

109 3448 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 879 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 788 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 513 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 663 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

57 1155 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

58 1053 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 656 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 934 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 1143 23