PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN SISWA MEMAHAMI TEKS PROSEDUR KOMPLEKS SISWA KELAS X SMA SWASTA KRAKATAU MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016.

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY

LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN SISWA

MEMAHAMI TEKS PROSEDUR KOMPLEKS

SISWA KELAS X SMA SWASTA KRAKATAU

MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN

2015/2016

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:

NOVITA SARI

NIM 2123311056

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

2016


(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

i

ABSTRAK

Novita Sari, NIM 2123311056, Pengaruh Model Discovery Learning terhadap Kemampuan Memahami Teks Prosedur Kompleks Siswa Kelas X SMA Swasta Krakatau Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia/S1. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Medan.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model discovery

learning terhadap kemampuan memahami teks prosedur kompleks siswa kelas x.

Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Swasta Krakatau Medan yang terdiri dari 4 kelas. Dengan menggunakan teknik rendom sampling ( teknik acak), ditetapkanlah kelas X-1 yang berjumlah 42 siswa sebagai sampel penelitian.penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre-test podt-test design. Intrumen yang digunakan adalah tes pilihan berganda.

Berdasarkan uji normalitas data variabel x, diperoleh Lhitung <Ltabel yaitu

0,0842<0,136 yang menunjukkan bahwa uji normalitas berdistribusi

normal.Sedangkan uji variabel Y, Lhitung<Ltabel, yaitu o,1347<0,1367 yang menunjukkan bahwa data distribusi normalitas dan uji homogenitas diketahui maka diperoleh Fhitung<Ftabel atau 1,247 <1,731 sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel berasal dari kelompok yang homogen. Setelah uji normalitas dan uji homogenitas diketahui maka diperoleh t0 3,17. Selanjutnya t0 dikonsultasikan dengan tabel t pada taraf signifikansi α= 0,05 dengan df= n-1 = 42-1 = 41 dari daftar distribusi t adalah sebesar 2,020, maka hal ini menunjjukan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima.

Berdasarkan hasil analisis data diatas dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajran Discovery Learning. Memiliki Pengaruh Untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Teks prosedur Kompleks Siswa Kelas X SMA Swasta Krakatau Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016.

Kata Kunci : Model Pembelajaran, discovery learning, Memahami Teks


(7)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat- Nya yang dianugrahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan baik. Adapun Judul Skripsi ini adalah “Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Kemampuan Siswa Memahami Teks Prosedur Kompleks Siswa Kelas X SMA Swasta Krakatau Medan Tahun

Pembelajaran 2015/2016”.

Dalam menyelesaikan Skripsi ini, banyak bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih secara khusus kepada :

1. Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., Rektor Universitas Negeri Medan,

2. Dr. Isda Pramuniati, M.Hum., Dekan Fakultas Bahasa dan Seni

Universitas Negeri Medan,

3. Drs. Syamsul Arif, M.Pd., Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4. Trisnawati Hutagalung, S.Pd, M.Pd., Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra

Indonesia,

5. Fitriani Lubis, S.Pd, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,

6. Drs. H. Sigalingging, M.Pd., Dosen Pembimbing Skripsi,

7. Drs. Basyaruddin, M.Pd., Dosen Pembimbing Akademik,

8. Dr. Abdurrahman A, M.Hum., Dosen Penguji,

9. Prof. Dr. Rosmawaty, M.Pd,. Dosen Penguji,

10.Bapak dan Ibu Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia serta Staf,

11.Kepala Sekolah SMA Swasta Krakatau Medan serta Staf dan Tata Usaha,

David S,E., Guru dan Siswa-Siswi SMA Swasta Krakatau Medan yang telah membantu selama proses Penelitian,

12.Ayah Tercinta Usman Arif MS dan Mamak tersayang dan tercinta Maria (Inen Zikran) yang selalu memberikan doa, kasih sayang, motivasi dan nasehat kepada penulis,

13.Abangda Tersayang Zikran Syah Putra, Kakak Ipar Kak Eci dan

dua adik Rizki Purnama dan Abrar Mulyadi dua Adik tersayang kebanggaan,


(8)

iii

14.Keluarga Besar Saleh G.A, Alm. M.Daud Mansyursyah selaku Kakek kesayangan, Nenek lampahan tersayang, Bibik, Pon, Ine Pon, Cicik, Kakak Sepupu, Adik Sepupu, Bg Indra Belang, Keluarga Besar Ayah dan Mamak di Arul Kumer,

15.Martin Edward Fernando Sihite, seseorang yang tidak pernah bosan memberi semangat dalam keadaan apapun, tidak pernah lelah membantu penulis dalam mengerjakan Skripsi,

16.Sahabat dan Saudara Kak Bintang Sigalingging, Feby Syara Munthe, Yuni

Syara Munthe, Bg Tengku Amin Putra, Irma Damayanti, Bg Jhon Siregar , Sutar Tampubolon, Mhd Irfan, Vitri, Anggi, Tuty, Tika, Yumi, Dani, Riski Khairani, Yudha, Desi Dasopang, Desi Purba, Destri, Echa dan Kakak Angkat Tersayang Sisca Destriani, Sahabat D’Game B-L, Sahabat PPLT 2015 terimakasih atas canda tawa, kebersamaan dan semangat yang diberikan,

17.Semua Pihak yang turut membantu penulis dalam menyelesaikan Skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.

Kiranya Skripsi ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan mutu Pendidikan khususnya pada bidang Bahasa dan Sastra Indonesia. Akhir kata Penulis ucapkan terimakasih.

Medan, Agustus 2016 Penulis,

Novita Sari NIM 2123311056


(9)

iv

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... vii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A.Latar Belakang Masalah ... 1

B.Identifikasi Masalah ... 4

C.Batasan Masalah ... 4

D.Rumusan Masalah ... 4

E.Tujuan Penelitian ... 5

F. Manfaat Penelitian ... 6

BAB II KERANGKA TEORETIS, KERANGKA KONSEPTUAL , DAN PERTANYAAN PENELITIAN ... 7

A. Landasan Teoretis ... 7

1. Pengertian Model Pembelajaran ... 7

2. pengertian Model Discovery Learning ... 8

3. Langkah-langkah Pelaksanaan Model Discovery Learning . ... 10

4. Kelebihan Dan Kekurangan Model Discovery Learning... 12

a. Kelebihan Model Discovery Learning ... 12

b. Kekurangan Model Discovery Learning ... 13

5. Pengertian Memahami. ... 13

6. Pengertian Teks Prosedur Kompleks. ... 14


(10)

v

8. Kaidah Teks Prosedur Kompleks... 17

B. Kerangka Konseptual ... 18

C. Hipotesis Penelitian ... 19

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 20

A.Lokasi dan Waktu Penelitia ... 20

B.Populasi dan Sampel ... 20

1. Populasi Penelitian ... 20

2. Sampel Penelitian ... 21

C.Defenisi Operasional Variabel ... 22

D.Metode Penelitian... 23

E.Desain Penelitian ... 24

F. Instrumen Penelitian ... 25

G.Jalannya Eksperimen ... 28

H.Organisasi Pengelolaan Data ... 30

I. Teknik Analisis Data... 31

1. Uji Normalitas Variabel Penelitian ... 32

2. Uji Homogenitas ... 32

3. Pengujian Hipotesis ... 33

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 35

A.Hasil Penelitian... 35

1. Analisis data kemampuan siswa memahami teks prosedur kompleks sebelum penerapan model discovery learning ... 36

2. Analisis data kemampuan siswa memahami teks prosedur kompleks setelah penerapan model discovery learning ... 39


(11)

vi

3. Perbedaan standar Error veriabel X dan variabel Y ... 43

4. Uji Persyaratan Analisis Data Pengaruh Penerapan Model Discovery Learning Terhadap Kemampuan Siswa Memahami Teks Prosedur Kompleks ... 43

B.Pembahasan Hasil Penelitian ... 49

1. Kemampuan Memahami Teks Prosedur Kompleks Sebelum Penerapan Model Discovery Learning ... 49

2. Kemampuan Memahami Teks Prosedur Kompleks Setelah Penerapan Model Discovery Learning... 50

3. Pengaruh Penerapan Model Discovery Learning Terhadap Kemampuan Memahami Teks Prosedur Kompleks ... 51

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 53

A. Simpulan ... 53

B. Saran ... 55

DAFTAR PUSTAKA ... 56


(12)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Data Populasi Siswa Kelas X SMA Swasta Krakatau Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016 ... 21 Tabel 3.2 Desain Eksperimen One Group Pretes Posttest ... 24 Tabel 3.3 Rubrik Penilaian Kemampuan Memahami Teks Prosedur Kompleks .... 26 Tabel 3.4 Kategori Penilaian ... 26 Tabel 3.5 Jalanya Eksperimen One Group Pretes Posttets Design Pengaruh

Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Kemampuan Siswa Memahami Teks Prosedur Kompleks ... . 28 Tabel 4.1 Data Hasil Kemampuan Siswa Memahami Teks Prosedur Kompleks

Sebelum Penerapan Model Discovery Learning (Variabel X)... 36 Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Skor Kemampuan Siswa Memahami Teks

Prosedur Kompleks Sebelum Penerapan Model Discovery Learning .... 38 Tabel 4.3 Identifikasi Kecenderungan Kemampuan Siswa Memahami Teks

Prosedur Kompleks Sebelum Penerapan Model Discovery Learning .... 39 Tabel 4.4 Data Hasil Kemampuan Siswa Memahami Teks Prosedur Kompleks

Setelah Penerapan Model Discovery Learning ( Variabel Y) ... 39 Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Analisis Data Kemampuan Siswa Memahami

Teks Prosedur Kompleks Setelah Penerapan Model Discovery

Learning ... 41

Tabel 4.6 Identifikasi Kecenderungan Analisis Data Kemampuan Siswa Memahami Teks Prosedur Kompleks Setelah Penerapan Model

Discovery Learning ... 42

Tabel 4.7 Uji Normalitas Kemampuan Siswa Memahami Teks Prosedur Kompleks Sebelum Penerapan Model Discovery Learning ... 43 Tabel 4.8 Uji Normalitas Kemampuan Siswa Memahami Teks Prosedur


(13)

1

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah

Kompetensi yang ingin dicapai dalam pembelajaran bahasa Indonesia agar siswa mampu menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual (berfikir kreatif,menggunakan akal sehat, menerapkan pengetahuan yang berguna, dan memecahkan masalah/kematangan emosional dan emosional) baik di dalam aspek kebahasaan maupun kesusastraan. Jika kompetensi tersebut telah terpenuhi maka kegiatan belajar mengajar pada pembelajaran bahasa Indonesia akan berhasil baik di dalam proses maupun hasil.

Titik sentral yang harus di capai oleh kegiatan belajar mengajar adalah tercapainya tujuan pembelajaran. Apa pun yang termasuk perangkat program pengajaran dituntut secara mutlak untuk menunjang tercapainya tujuan. Sebelum melaksanakan proses kegiataan belajar mengajar seharusnya guru telah mempersiapkan model pembelajaran yang akan mendukung dalam proses pembelajaran. Anak didik juga diharuskan untuk aktif dan mempunyai satu tujuan yang sama yaitu mencapai proses belajar mengajar maksimal.

Menurut Tarigan (2005:9), Dengan membaca siswa dapat mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, dan memahami bacaan. Pembelajaran memahami terdapat dalam silabus kurikulum 2013 yaitu pada kompetensi dasar 3.1 Memahami strukur dan kaidah teks prosedur kompleks baik lisan maupun tulisan. Siswa diharapkan dapat termotivasi untuk mengamati fenomena yang ada disekitarnya, mencatat atau mengidentifikasi fakta, merumuskan masalah yang


(14)

2

ingin diketahui agar dapat diamati dengan baik. Siswa dapat menggambarkan atau memberikan sesuatu dengan sejelas-jelasnya, seolah-olah melihat,mendengar dan merasakan.

Memahami teks prosedur kompleks dapat dilihat dengan kegiatan awal membaca petunjuk mengenai prosedur pembuatan sesuatu dan biasanya telah dipraktekkan dalam kehidupan. Saat ini membaca teks prosedur kompleks kurang diminati karena cenderung mempraktekkan secara langsung tanpa membaca teks prosedur. Lebih lanjut Mahsun (2014:212) mengemukakan tujuan dari pembelajaran teks ialah menjadikan pembelajar membacaserta mampu menggunakan teks sesuai dengan tujuan sosial teks-teks yang dipelajarinya.

Memahami sebagai proses pengenalan, pemahaman, dan kegiatan yang dilakukan dengan tujuan mengerti benar mengenai sesuatu yang dimaksud. Dalam pembelajaran kurikulum 2013,memahami sebagai kompetensi dasar yang paling awal harus dimiliki siswa dalam cakupan rendah dalam pengetahuan. Hal ini sebagai dasar untuk siswa melanjutkan kompetensi yang harus dicapai

selanjutnya, yakni membandingkan,menganalisis,mengidentifikasi,seterusnya

hingga tahap akhir mengonvensi. Memahami teks prosedur kompleks berarti mengenal dengan benar struktur teks yang terdiri atas tujuan dan langkah-langkah. yang dimaksud tujuan adalah hasil akhitr yang harus dicapai.untuk itu penulis berupaya memberikan solusi dalam hal model pembelajaran guru. Salah satu alternatif solusi tersebut adalah dengan menawarkan model Discovery Learning sebagai salah satu model yang di anggap cukup menarik dan cocok untuk pembelajaran memahami teks prosedur kompleks.


(15)

3

Sejalan dengan hal tersebut, Dina Khairunisa Darayani menyampaikan dalam penelitiannya nilai rata-rata yang diperoleh siswa setiap siswa untuk setiap materi pelajaran yang mengharuskan siswa untuk membaca teks hanya mencapai sekitar 65-75 saja. Nilai ini hanya mencakupi bahkan kurang dari nilai standar KKm yang telah ditentukan yaitu 75. Untuk itu, penulis berupaya memberikan solusi dalam hal memanfaatkan model pembelajaran guru. Salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan yaitu Pengaruh Model Pembelajaran Diskovery

Learning.

Diskovery Learning adalah teori belajar yang didefenisikan sebagai proses

pembelajaran yang terjadi dimana peserta didik tidak disajikan dengan pembelajaran dalam bentuk finalnya tetapi peserta didik mengorganisasi sendiri pelajaran tersebut. Model pebelajaran ini menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui. Guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara aktif. Bahan ajar tidak di sajikan dalam bentuk akhir tetapi peserta didik dituntut untuk melakukan informasi sampai dengan membuat kesimpulan dari materi yang disajikan.

Beranjak dari pemikiran tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : Pengaruh Model Pembelajaran Discovery learning Terhadap Kemampuan Siswa Memahami Teks Prosedur Kompleks Siswa Kelas X SMA Swasta Krakatau Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016.


(16)

4

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka teridentifikasi masalah-masalah menjadi 4 hal :

1. Rendahnya kemampuan siswa dalam memahami teks prosedur kompleks.

2. Kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur kompleks masih rendah.

3. Kemapuan siswa dalam memahami suatu bacaan masih rendah.

4. Rendahnya minat siswa dalan menpelajari strukur dan unsur-unsur

kebahasaan.

C. Pembatasan Masalah

Agar penelitian ini mencapai sasaran yang tepat dan terarah maka perlu di batasi permasalahan yang akan diteliti. Pada penelitian ini permasalahan dibatasi dan difokuskan harus satu berdasarkan identifikasi yaitu berkaitan dengan kemampuan memahami teks prosedur kompleks masih rendah dan proses pembelajaran masih menggunakan model pembelajaran yang kurang bervariasi.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang,identifikasi masalah, dan pembatasan masalah di atas, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Bagaimana kemampuan siswa memahami teks prosedur kompleks siswa kelas X SMA Swasta Medan tahun pembelajaran 2015/2016 sebelum menggunakan model pembelajaran discovery learning?


(17)

5

2. Bagaimana kemampuan siswa memahami teks prosedur kompleks siswa kelas X SMA Swasta medan tahun pembelajaran2015/2016 sesudah menggunakan model pembelajaran discovery learning?

3. Adakah pengaruh signifikan penerapan model pembelajaran discovery

learning terhadap kemampuan siswa dalam memahami teks prosedur

kompleks siswa kelas X SMA Swasta Krakatau Medan Tahun Pembelajaran2015/2016?

E. Tujuan penelitian

Adapun Tujuan ini adalah:

1. Untuk mendeskripsikan kemampuan memahami ateks prosedur kompleks

siswa kelas X SMA Swasta sebelum menggunakan model pembelajaran

discovery learning Tahun Pembelajaran2015/2016.

2. Untuk mendeskripsikan kemampuan memahami teks prosedur kompleks

siswa kelas X SMA Swasta Medan setelah menggunakan model pembelajaran discovery learning Tahun Pembelajaran2015/2016.

3. Untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran discovery learning

terhadap kemampuan memahami teks prosedur kompleks kelas X SMA Swasta Medan Tahun Pembelajaran2015/2016.


(18)

6

F. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi siswa, guru, penelitian dan sekolah yang akan diteliti baik secara teoretis maupun secara praktis, yaitu sebagai berikut.

1. Manfaat teoretis

Secara teoretis peneliti diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan teori bahasa. Khususnya pada struktur teks prosedur kompleks sehingga pemakaian struktur kalimatnya bisa sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.

2. Manfaat praktis

1. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan yang diterapkan langsung dalam praktis pembelajaran dan juga dijadikan penelitian lanjut.

2. Bagi guru dapat bermanfaat hasil eksperimen ini dalam pembelajaran

memahami teks prosedur kompleks. Dengan penelitian ini guru bisa menentukan model pembelajaran yang lebih cocok.

3. Bagi siswa menambah wawasan,pengalaman,dan kreativitas mau pun

ide terhadap pembelajaranmembacateks prosedur kompleks pada saat proses pembelajaran berlangsung.

4. Sebagai calon pendidik penelitian ini bermanfaat bagi peneliti sebagai pengantar dalam meningkatkan pembelajaran bahasa Indonesia.


(19)

53

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN A.SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis diatas maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

1. Kemampuan siswi memahami teks proseduk kompleks sebelum penerapan

model discovery learning berkategori “cukup” dengan nilai rata-rata 69,96 dimana nilai tertinggi adalah 83,3 dan nilai terendah 50, Dengan jumlah 42 siswa. Dengan rincian sebanyak satu siswa atau 2,39% kategori baik, kategori baik 28 siswa atau 66,66% kategori, kategiri cukup 10 siswa atau 23,81% dan kategori kurang 3 siswa atau 7,14%. Dari skor hasil kemampuan siswa diatas menunjukkan bahwa kemampuan memahami teks prosedur kompleks masih rendah dan siswa yang mendapat skor rendah masih banyak.

2. Kemampuan siswa memahami teks prosedur kompleks berkategori “baik”

dengan nilai rata-rata nilai 75,83 nilai tertinggi kemampuan memahami teks prosedur kompleks sesudah menggunakan model discovery learning adalah 96,6 dan nilai terendah 60. Adapun pembagian kategori penyampaian siswa ialah kategori sangat baik 8 siswa atau 19,05%, kategori baik 25 siswa atau 59,52%, kategori cukup 9 siswa atau 21,43%. Dari skor hasil kemampuan memahami teks prosedur kompleks mengalami peningkatan skor. Hasil pembagian pencapaian siswa menunjukkan peningkatan siswa dalam setiap kategori.


(20)

54

3. Kemampuan siswa memahami teks prosedur kompleks mengalami peningkatan

sesudah penerapan model discovery learning dimana nilai rata-rata sebelum

penerapan model 69,96 dengan kategori “cukup” meningkat menjadi 75,83 dengan kategori “baik” setelah penerapan model. Kategori pencapaian siswa dalam model sebanyak 1 siswa yang berkategori sangat baik lalu setelah penerapan model meningkat menjadi 8 siswa, kategori baik sebelum penetapan model sebanyak 28 siswa namun setelah penerapan model 25 siswa, kategori cukup sebelum penerapan model 10 siswa setelah penerapan model 9 siswa, kategori kurang sebelum penerapan model sebanyak 3 siswa sedangkan setelah penerapan model siswa berkategori kurang tidak ada.


(21)

55

B. Saran

Berdasarkan hasil pembahasan yang diperoleh dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut :

1. Salah satu model yang dapat diterapkan sebagai alternatif model

pembelajaran terhadap memahami teks prosedur kompleks adalah dengan menerapkan model discovery learning.

2. Guru bidang studi bahasa indonesia yang mengajar di lokasi penelitian agar menerapkan model pembelajaran yang sesuai terhadap pembelajaran memahami teks.

3. Selain menerapkan model discovery learning, guru sebaiknya juga

memperhatikan aspek pengajaran yang lain seperti menggunakan sumber-sumber belajar yang bervariasi dan menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran.


(22)

56

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan. 2003. Tata Bahasa Buku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai pustaka.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktis. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 2011. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Istarani. 2012. Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media persada.

Kurinarsih, dkk.2014. Suskses Mengimplemasikan Kurikulum 2013.jakarta: kata pena.

Kurinarsih, dkk. 2014. Sukses Mengemplementasikan Kurikulum 2013.jakarta: kemdikmud.

Kosasih, E.2013 Jenis-jenis Teks.Bandung : CV.Yrama Widya.

Kemendikbud. 2014. Buku Siswa Bahasa Indonesia Ekspresi Diri Dan Akademik. Jakarta: Kemendikbud.

Kemendikbud. 2014. Buku Guru Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik. Jakarta: Kemendikbud.

Mahsun. 2014. Teks Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Jakarta: kata Pena.

Nurgiantoro, Burhan. 2007. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: UGM Press

Priyanti, Endah Tri. 2014. Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam

Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara

Sukardi, 2008. Meteodologi Penelitian Pendidikan Jakart : PT. Bumi Aksara

Sudjana. 2007. Metode Statistika. Bandung: Tarsito

Sujiono. Anas. 2009. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.


(23)

57

Sugiono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta

Sorraya, Artifa. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Teks Prosedur Kompleks

Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Untuk Kelas X Smk. Dalam Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Vol.2, Nomor 2, Agustus 2014

Setyosari, suryani. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangannya.

Sukardi. 2008. Metedeologi Penelitian pendidikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara. Malang : Kencana Prenada Media Group

Tarigan. 2005. Menulis Suatu Keterampilan Berbahasa.Bandung: Angkasa.

Trianto. 2010. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi kontrukivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka


(1)

F. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi siswa, guru, penelitian dan sekolah yang akan diteliti baik secara teoretis maupun secara praktis, yaitu sebagai berikut.

1. Manfaat teoretis

Secara teoretis peneliti diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan teori bahasa. Khususnya pada struktur teks prosedur kompleks sehingga pemakaian struktur kalimatnya bisa sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia.

2. Manfaat praktis

1. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan yang diterapkan langsung dalam praktis pembelajaran dan juga dijadikan penelitian lanjut.

2. Bagi guru dapat bermanfaat hasil eksperimen ini dalam pembelajaran memahami teks prosedur kompleks. Dengan penelitian ini guru bisa menentukan model pembelajaran yang lebih cocok.

3. Bagi siswa menambah wawasan,pengalaman,dan kreativitas mau pun ide terhadap pembelajaranmembacateks prosedur kompleks pada saat proses pembelajaran berlangsung.

4. Sebagai calon pendidik penelitian ini bermanfaat bagi peneliti sebagai pengantar dalam meningkatkan pembelajaran bahasa Indonesia.


(2)

53 BAB V

SIMPULAN DAN SARAN A.SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis diatas maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

1. Kemampuan siswi memahami teks proseduk kompleks sebelum penerapan model discovery learning berkategori “cukup” dengan nilai rata-rata 69,96 dimana nilai tertinggi adalah 83,3 dan nilai terendah 50, Dengan jumlah 42 siswa. Dengan rincian sebanyak satu siswa atau 2,39% kategori baik, kategori baik 28 siswa atau 66,66% kategori, kategiri cukup 10 siswa atau 23,81% dan kategori kurang 3 siswa atau 7,14%. Dari skor hasil kemampuan siswa diatas menunjukkan bahwa kemampuan memahami teks prosedur kompleks masih rendah dan siswa yang mendapat skor rendah masih banyak.

2. Kemampuan siswa memahami teks prosedur kompleks berkategori “baik” dengan nilai rata-rata nilai 75,83 nilai tertinggi kemampuan memahami teks prosedur kompleks sesudah menggunakan model discovery learning adalah 96,6 dan nilai terendah 60. Adapun pembagian kategori penyampaian siswa ialah kategori sangat baik 8 siswa atau 19,05%, kategori baik 25 siswa atau 59,52%, kategori cukup 9 siswa atau 21,43%. Dari skor hasil kemampuan memahami teks prosedur kompleks mengalami peningkatan skor. Hasil pembagian pencapaian siswa menunjukkan peningkatan siswa dalam setiap kategori.


(3)

3. Kemampuan siswa memahami teks prosedur kompleks mengalami peningkatan sesudah penerapan model discovery learning dimana nilai rata-rata sebelum penerapan model 69,96 dengan kategori “cukup” meningkat menjadi 75,83 dengan kategori “baik” setelah penerapan model. Kategori pencapaian siswa dalam model sebanyak 1 siswa yang berkategori sangat baik lalu setelah penerapan model meningkat menjadi 8 siswa, kategori baik sebelum penetapan model sebanyak 28 siswa namun setelah penerapan model 25 siswa, kategori cukup sebelum penerapan model 10 siswa setelah penerapan model 9 siswa, kategori kurang sebelum penerapan model sebanyak 3 siswa sedangkan setelah penerapan model siswa berkategori kurang tidak ada.


(4)

55

B. Saran

Berdasarkan hasil pembahasan yang diperoleh dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut :

1. Salah satu model yang dapat diterapkan sebagai alternatif model pembelajaran terhadap memahami teks prosedur kompleks adalah dengan menerapkan model discovery learning.

2. Guru bidang studi bahasa indonesia yang mengajar di lokasi penelitian agar menerapkan model pembelajaran yang sesuai terhadap pembelajaran memahami teks.

3. Selain menerapkan model discovery learning, guru sebaiknya juga memperhatikan aspek pengajaran yang lain seperti menggunakan sumber-sumber belajar yang bervariasi dan menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran.


(5)

56

Alwi, Hasan. 2003. Tata Bahasa Buku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai pustaka.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktis. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 2011. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Istarani. 2012. Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media persada.

Kurinarsih, dkk.2014. Suskses Mengimplemasikan Kurikulum 2013.jakarta: kata pena.

Kurinarsih, dkk. 2014. Sukses Mengemplementasikan Kurikulum 2013.jakarta: kemdikmud.

Kosasih, E.2013 Jenis-jenis Teks.Bandung : CV.Yrama Widya.

Kemendikbud. 2014. Buku Siswa Bahasa Indonesia Ekspresi Diri Dan Akademik. Jakarta: Kemendikbud.

Kemendikbud. 2014. Buku Guru Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik. Jakarta: Kemendikbud.

Mahsun. 2014. Teks Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Jakarta: kata Pena.

Nurgiantoro, Burhan. 2007. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: UGM Press

Priyanti, Endah Tri. 2014. Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia Dalam Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara

Sukardi, 2008. Meteodologi Penelitian Pendidikan Jakart : PT. Bumi Aksara

Sudjana. 2007. Metode Statistika. Bandung: Tarsito

Sujiono. Anas. 2009. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.


(6)

57

Sugiono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta

Sorraya, Artifa. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Teks Prosedur Kompleks Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Untuk Kelas X Smk. Dalam Jurnal Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Vol.2, Nomor 2, Agustus 2014 Setyosari, suryani. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangannya.

Sukardi. 2008. Metedeologi Penelitian pendidikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara. Malang : Kencana Prenada Media Group

Tarigan. 2005. Menulis Suatu Keterampilan Berbahasa.Bandung: Angkasa.

Trianto. 2010. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi kontrukivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka