Budidaya Selada Keriting, Selada Lollo Rossa, Dan Selada Romaine Secara Aeroponik Di Amazing Farm, Lembang, Bandung

BUDIDAYA SELADA KERITING, SELADA LOLLO ROSSA,
DAN SELADA ROMAINE SECARA AEROPONIK
DI AMAZING FARM, LEMBANG, BANDUNG

KOSMAS SUGARA
A24070184

DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2012

RINGKASAN
KOSMAS SUGARA. Budidaya Selada Keriting, Selada Lollo Rossa, dan
Selada Romaine secara Aeroponik di Amazing Farm, Lembang, Bandung.
(Dibimbing oleh SINTHO WAHYUNING ARDIE).
Pengusahaan budidaya selada secara aeroponik banyak dikembangkan
oleh berbagai pihak karena komoditas selada memiliki nilai komersial yang cukup
tinggi. Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk melakukan kegiatan magang di
Amazing Farm yang merupakan salah satu produsen selada aeroponik di
Indonesia. Magang ini dilakukan untuk mendapatkan pengalaman manajerial dan
teknis, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan penulis, serta membantu
memecahkan masalah atau mencari solusi dari permasalahan mengenai budidaya
selada keriting, selada lollo rossa, dan selada romaine aeroponik. Magang
dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2011.
Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara mengikuti seluruh
rangkaian kegiatan budidaya selada dan pengamatan aspek khusus mengenai
penyinaran dengan lampu LED (light emitting diode) pada selada keriting, selada
lollo rossa, dan selada romaine. Magang dilaksanakan secara berjenjang mulai
dari bekerja sebagai karyawan harian sampai asisten manajer kebun. Pengamatan
aspek khusus dilakukan pada 5 tanaman contoh dan 4 ulangan untuk setiap
komoditas tersebut dengan membandingkan terhadap kontrol. Penyinaran
dilakukan pada pukul 05.00-07.00 dan 17.00-19.00 dengan menggunakan lampu
LED merah-biru yang memiliki daya 90 W.
Kebun Cikahuripan 1 Amazing Farm memiliki luas lahan 2.5 ha yang
berlokasi di Kampung Pojok, Desa Cikahuripan RT 5 RW 1, Kecamatan
Lembang, Kabupaten Bandung Barat - Jawa Barat dengan ketinggian tempat
antara 1 312-2 084 m dpl dan curah hujan 3 000 mm per tahun. Kebun
Cikahuripan 1 Amazing Farm memiliki 19 green house tanam dengan total bak
tanam 1 338 bak yang ditanami selada dan sayuran daun lainnya secara aeroponik
dan DFT (deep flow technique) dan 1 green house nursery yang terdiri dari 15 bak
tanam DFT. Satu bak berukuran 4 m2. Kebun Cikahuripan 1 Amazing Farm
memiliki 4 staf manajerial dan 22 karyawan.

3

Kegiatan aspek teknis budidaya sayuran aeroponik yang dilakukan di
kebun Cikahuripan 1 Amazing Farm meliputi kegiatan penyemaian, persiapan
tanam, penanaman, pemeliharaan, panen dan pascapanen, serta pemasaran.
Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan setiap hari, kecuali hari Minggu. Penulis
melaksanakan aspek teknis ini selama satu bulan pada bulan pertama, setiap hari
Senin sampai Jumat. Kegiatan aspek manajerial dilaksanakan dengan cara
menjadi karyawan harian lepas, asisten supervisor produksi, asisten supervisor
panen, dan asisten manajer kebun.
Penyemaian benih selada dilakukan pada media rockwool. Benih selada
keriting yang digunakan yaitu kultivar Grand Rapid, selada lollo rossa yaitu
kultivar Estafet, dan selada romaine yaitu kultivar Maximus dengan DB (daya
berkecambah) di lapang ketiga-tiganya lebih dari 80%. Bibit afkir selada keriting,
selada lollo rossa, dan selada romaine sekitar 10% tiap tray semai. Setiap hari
rata-rata benih disemai sebanyak 15 336 benih dan hampir 60% dari jumlah
tersebut adalah selada keriting.
Penanaman rata-rata sebanyak 46 bak/hari yang ditanam di sistem
aeroponik dan DFT. Pada musim hujan biasanya terjadi penurunan produktivitas.
Oleh sebab itu dilakukan percobaan penyinaran dengan lampu LED pada selada
keriting, selada lollo rossa, dan selada romaine. Pertumbuhan tanaman dan hasil
tanaman selada keriting dan selada lollo rossa yang disinari lebih tinggi daripada
yang tidak disinari. Penyinaran dengan lampu LED tidak dapat meningkatkan
pertumbuhan dan hasil tanaman selada romaine. Secara ekonomi, penyinaran
dengan lampu LED ini dapat meningkatkan keuntungan dari budidaya aeroponik
selada keriting dan selada lollo rossa.
Pengendalian OPT di Kebun Cikahuripan 1 Amazing Farm dilakukan
secara manual. Sulaman selada keriting, selada lollo rossa, dan selada romaine
lebih dari 5% tiap bak. Tanaman selada keriting, selada lollo rossa, dan selada
romaine yang tidak dapat dipanen sekitar 7% tiap bak dan tingkat kehilangan
hasilnya pada proses pascapanen lebih dari 30% tiap bak. Jumlah tanaman/pak
berbeda-beda tergantung pada ukuran tanamannya. Investasi pada budidaya selada
secara aeroponik terbilang besar namun layak untuk dilaksanakan sebab telah
memenuhi kriteria kelayakan bisnis.

BUDIDAYA SELADA KERITING, SELADA LOLLO ROSSA,
DAN SELADA ROMAINE SECARA AEROPONIK
DI AMAZING FARM, LEMBANG, BANDUNG

Skripsi sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian
pada Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

KOSMAS SUGARA
A24070184

DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2012

ii

Judul

: BUDIDAYA
LOLLO

SELADA

ROSSA,

DAN

KERITING,

SELADA

SELADA

ROMAINE

SECARA AEROPONIK DI AMAZING FARM,
LEMBANG, BANDUNG
Nama

: KOSMAS SUGARA

NIM

: A24070184

Menyetujui,
Pembimbing

Dr. Sintho Wahyuning Ardie, SP., M.Si
NIP 19820706 200501 2 001

Mengetahui,
Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura

Dr. Ir. Agus Purwito, M.Sc. Agr.
NIP 19611101 198703 1 003

Tanggal Lulus:

iii

RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Sumedang, Provinsi Jawa Barat pada tanggal 6 Maret
1988. Penulis merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara dari pasangan Bapak
Jeje dan Ibu Ade J. Sumarsih.
Penulis menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Trijaya selama enam
tahun dan menyelesaikannya pada tahun 2000. Pendidikan lanjutan menengah
pertama diselesaikan pada tahun 2003 di SMP Negeri 1 Ujungjaya. Pendidikan
lanjutan menengah atas diselesaikan pada tahun 2006 di SMA Negeri 1
Sumedang. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan tinggi ke Institut Pertanian
Bogor (IPB). Penulis diterima di IPB sebagai mahasiswa Departemen Agronomi
dan Hortikultura, Fakultas Pertanian pada tahun 2007 melalui jalur Seleksi
Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).
Selama menempuh pendidikan di IPB, penulis aktif berorganisasi di
organisasi mahasiswa daerah Sumedang “Wapemala”, unit kegiatan mahasiswa
Lingkung Seni Sunda Gentra Kaheman, dan berbagai kepanitiaan di IPB. Pada
tahun 2009 penulis mengikuti acara pementasan seni tari tradisional Indonesia
“Sparkling Indonesia” di Penang, Malaysia.

iv

KATA PENGATAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberi
kekuatan dan hidayah kepada penulis sehingga penulisan skripsi ini dapat
diselesaikan dengan baik. Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada:
1.

Ibu Dr. Sintho Wahyuning Ardie, SP., M.Si. selaku pembimbing skripsi yang
telah membimbing dan memberi motivasi kepada penulis selama kegiatan
magang dan penulisan skripsi ini.

2.

Bapak Dr. Ir. Agus Purwito, M.Sc. Agr. dan Bapak Dr. Ir. Anas Dinurrohman
Susila, M.Si. selaku dosen penguji skripsi.

3.

Ibu Dr. Ir. Ketty Suketi, M.Si. selaku pembimbing akademik yang telah
membimbing penulis dalam menempuh pendidikan di Departemen Agronomi
dan Hortikultura, Faperta, IPB.

4.

Para pengajar dan staf Departemen Agronomi dan Hortikultura yang telah
membantu penulis selama kegiatan perkuliahan.

5.

Bapak Dede, Ibu Aria, Bapak Supri, seluruh karyawan dan staf PT. Momenta
Agrikultura (Amazing Farm) di Lembang, Bandung dan juga keluarga Bapak
Asep yang telah memberikan bantuannya kepada penulis selama kegiatan
magang.

6.

Ayah, Ibu, dan kedua Kakak penulis yang selalu mendukung, membimbing,
dan memberi motivasi kepada penulis untuk menempuh dan menyelesaikan
jenjang S1 di AGH IPB ini.

7.

Fadhil, Syahrul, Benny, Amin, Edo, Okti, Febry, Vicky, Namira, dan temanteman AGH 44 yang telah membantu dan mendukung penulis dalam
penulisan skripsi ini. Nenden, Punjung, Putri, Erna, teman-teman Gentra
Kaheman, teman-teman TPB, teman-teman omda Wapemala yang telah
bersama-sama penulis menempuh pendidikan tinggi di IPB.

8.

Seluruh pihak yang telah berpartisipasi kepada penulis dalam penulisan
skripsi ini.

vv
Skripsi magang ini berjudul Budidaya Selada Keriting, Selada Lollo
Rossa, dan Selada Romaine secara Aeroponik di Amazing Farm, Lembang,
Bandung. Kegiatan magang di Amazing Farm dilaksanakan terdorong oleh
keinginan penulis memperoleh pengalaman teknis dan manajerial pada agribisnis
selada aeroponik. Penulis berharap semoga skripsi ini berguna bagi yang
memerlukan.

Bogor, Januari 2012
Penulis

vi

DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR TABEL ............................................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... viii
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................

ix

PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
Latar Belakang ................................................................................................
1
Tujuan ................................................................................................
2
TINJAUAN PUSTAKA .................................................................................... 3
Hidroponik dan Aeroponik.................................................................................
3
Botani Umum dan Syarat Tumbuh Selada .........................................................
4
Selada Keriting, Selada Lollo Rossa, dan Selada Romaine................................
6
Fotosintesis dan Cahaya ........................................................................... 8
METODE MAGANG ......................................................................................... 9
Tempat dan Waktu ............................................................................................
9
Metode Pelaksanaan ...........................................................................................
9
Pengamatan dan Pengumpulan Data ................................................................
10
Analisa Data ................................................................................................11
KEADAAN UMUM ........................................................................................... 12
Sejarah Perusahaan, Letak Geografis, dan Keadaan Iklim ................................
12
Luas Areal, Tata Guna Lahan, dan Fasilitas Produksi ................................13
Struktur Organisasi dan Ketenagakerjaan ..........................................................
16
PELAKSANAAN MAGANG ............................................................................ 20
Aspek Teknis ................................................................................................20
Aspek Manajerial ...............................................................................................
23
HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................................... 25
Budidaya Selada Aeroponik ................................................................
25
Prospek Agribisnis Selada Aeroponik ................................................................
40
Penyinaran dengan Lampu LED ................................................................ 40
KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................................... 49
Kesimpulan ................................................................................................ 49
Saran ...................................................................................................................
49
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 50
LAMPIRAN ....................................................................................................... 53

vii

DAFTAR TABEL
Nomor

Halaman

Konsentrasi Unsur Hara dalam Larutan Hara yang Digunakan
Beberapa Petani Selada Hidroponik ...................................................

5

Pemanfaatan Green House di Kebun Cikahuripan 1 pada Bulan
Maret-Juli 2011 ...................................................................................

14

Rata-rata Daya Berkecambah Benih Selada di Kebun
Cikahuripan 1 pada Bulan Maret-April 2011 .....................................

29

4.

Rata-rata Bibit Afkir Selada di Kebun Cikahuripan 1 ........................

30

5.

Rata-rata Sulaman Selada di Kebun Cikahuripan 1............................

34

6.

Rata-rata Tanaman Underspec Selada di Kebun Cikahuripan 1 ........

36

7.

Produktivitas Selada di Kebun Cikahuripan 1 pada Bulan Mei
2011 ....................................................................................................

38

8.

Rata-rata Jumlah Tanaman/Pak di Kebun Cikahuripan 1 ...................

38

9.

Rata-rata Kehilangan Hasil pada Budidaya Selada Aeroponik di
Kebun Cikahuripan 1 ..........................................................................

39

Perbandingan Tinggi Tanaman (cm) Selada yang Disinari Lampu
LED dengan Kontrol ...........................................................................

42

Perbandingan Jumlah Daun (helai) Selada yang Disinari Lampu
LED dengan Kontrol ...........................................................................

43

Perbandingan Lebar Daun (cm) Selada yang Disinari Lampu
LED dengan Kontrol ...........................................................................

43

Perbandingan Hasil Tanaman Selada yang Disinari Lampu LED
dengan Kontrol ...................................................................................

46

Perhitungan Ekonomi dari Penggunaan Lampu LED pada
Budidaya Selada Keriting Aeroponik .................................................

48

Perhitungan Ekonomi dari Penggunaan Lampu LED pada
Budidaya Selada Lollo Rossa Aeroponik ...........................................

48

1.
2.
3.

10.
11.
12.
13.
14.
15.

viii

DAFTAR GAMBAR
Nomor

Halaman

1.

Selada Keriting dan Selada Lollo Rossa .........................................

7

2.

Selada Romaine................................................................................

7

3.

Layout Bak Tanam ...........................................................................

11

4.

Green House Besi dan Green House Bambu ...................................

13

5.

Fasilitas Packing House ...................................................................

15

6.

Struktur Organisasi Amazing Farm .................................................

16

7.

Struktur Organisasi Kebun Cikahuripan 1 .......................................

17

8.

Persiapan Media Persemaian ...........................................................

26

9.

Penyemaian Benih Selada ................................................................

27

10.

Ruang Gelap dan Green House Nursery..........................................

28

11.

Bibit Afkir ........................................................................................

30

12.

Persentase Komposisi Benih Selada yang Disemai Setiap Hari
pada Bulan April 2011 .....................................................................

30

13.

Penanaman Selada Keriting .............................................................

32

14.

Bibit Sisa yang Diletakkan di Atas Bak Tanam ..............................

33

15.

Pembersihan Bak Tanam dan Styrofoam .........................................

34

16.

Serangan OPT pada Selada ..............................................................

35

17.

Pengabutan pada Sistem Aeroponik di Kebun Cikahuripan 1 dan
Tanaman Kerdil yang Berada Tepat di Atas Nozzle ........................

36

18.

Kemasan Plastik Bucket dan Kemasan Plastik Seal ........................

39

19.

Penyinaran dengan Lampu LED ......................................................

41

20.

Selisih Tinggi Tanaman Selada yang Disinari Lampu LED
dengan Kontrol ................................................................................

44

Laju Pertambahan Tinggi Tanaman Selada Keriting, Selada Lollo
Rossa, dan Selada Romaine .............................................................

45

Selisih Bobot Tanaman Selada yang Disinari Lampu LED
dengan Kontrol ................................................................................

47

21.
22.

ix

DAFTAR LAMPIRAN
Nomor

Halaman

1.

Data Iklim selama Kegiatan Magang...............................................

54

2.

Denah Kebun ...................................................................................

56

3.

SOP Tata Cara Panen Kebun Cikahuripan 1 Amazing Farm ..........

57

4.

Standar Kualitas Produk Amazing Farm .........................................

58

5.

Perolehan Semaian Benih pada Bulan April 2011 ...........................

60

6.

Laporan Purchasing Order-Kirim Kebun Cikahuripan 1 Periode
Maret-Juni 2011 ...............................................................................

61

7.

Jumlah Benih Selada yang Harus Disemai untuk Setiap Bak .........

61

8.

Perolehan Penanaman pada Bulan April 2011.................................

62

9.

Cashflow Budidaya Selada Aeroponik ............................................

63

10.

Nilai Sisa Budidaya Selada Aeroponik ............................................

65

11.

Jurnal Kegiatan Magang ..................................................................

66

1

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tanaman hortikultura, diantaranya sayuran, memiliki peran dalam
meningkatkan gizi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan di dalam sayuran
terdapat zat-zat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, seperti misalnya
sayuran daun hijau kaya akan vitamin A dan vitamin C; sayuran berwarna kuning,
oranye, dan merah kaya akan karoten, vitamin A, dan vitamin C; sayuran sukulen
kaya akan kandungan air; sayuran umbi kaya akan karbohidrat; dan sayuran biji
kaya akan protein (Onate dan Eusebio, 1986). Selada (Lactuca sativa L.)
merupakan komoditas sayuran yang banyak mengandung zat-zat bermanfaat bagi
kesehatan manusia (Grubben dan Sukprakarn, 1994).
Kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat semakin meningkat,
sehingga permintaan sayuran pun semakin meningkat. Berdasarkan data yang
diperoleh dari Kementrian Perdagangan RI (2011) nilai ekspor sayuran pada tahun
2005 sebesar US$ 42 juta telah mengalami peningkatan pada tahun 2009 menjadi
US$ 74.2 juta. Peningkatan permintaan ini menuntut adanya peningkatan
produksi. Namun, kondisi alam dan luasan lahan produksi kadang menjadi
kendala dalam kegiatan budidaya sayuran. Panjang hari di Indonesia yang cukup
panjang dapat memaksimalkan penyinaran matahari untuk proses fotosintesis
tanaman. Namun, di wilayah yang curah hujannya tinggi, kadang cuaca yang
mendung sepanjang hari menjadi kendala dalam memaksimalkan proses
fotosintesis. Permasalahan tersebut dapat disiasati dengan penerapan teknologi
dalam budidaya sayuran seperti teknik aeroponik dan penggunaan sinar tambahan
dengan lampu LED. Penggunaan lampu LED diharapkan dapat membantu proses
fotosintesis tanaman meskipun dalam kondisi kurang cahaya matahari.
Peningkatan produksi tanaman dapat dilakaukan dengan teknik budidaya
yang memiliki efisiensi dan efektivitas yang tinggi. Teknik budidaya secara
hidroponik merupakan salah satu upaya intensifikasi yang pada akhirnya akan
meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan lahan dan penggunaan
pupuk (Ardian, 2007). Hidroponik sebagai suatu teknik budidaya tanaman tanpa
tanah yang menggunakan prinsip penyediaan larutan hara sesuai dengan

2
kebutuhan tanaman secara teratur (Susila dan Koerniawati, 2004). Beberapa
keuntungan hidroponik diantaranya penggunaan pupuk dan air sangat efisien,
hemat lahan tetapi produktivitas tanaman tinggi, serta pengelolaan tidak
direpotkan dengan pengolahan tanah dan masalah gulma (Lingga, 1999), sehingga
permintaan dalam jumlah besar dapat terpenuhi dan kontinuitas produk terjamin.
Terdapat beberapa teknik dalam menerapkan budidaya sayuran secara
hidroponik, diantaranya yaitu teknik hidroponik sistem terapung (Susila dan
Koerniawati, 2004), Nutrient Film Technique (NFT),

dan aeroponik (Jones,

2005). Penerapan teknik hidroponik ini tergantung dari jenis tanamannya yaitu
sayuran buah, sayuran daun, atau sayuran umbi. Penerapan teknik aeroponik
sangat cocok untuk sayuran-sayuran daun seperti selada, sebab sayuran jenis ini
tidak terlalu besar sehingga memungkinkan untuk ditanam menggantung. Teknik
aeroponik ini tidak bergantung pada kesuburan tanah sehingga dapat mensiasati
kondisi semakin berkurangnya lahan-lahan subur untuk pertanian.
Amazing Farm adalah salah satu produsen sayur yang menerapkan
budidaya secara aeroponik (Agung, 2008). Beberapa sayuran yang dibudidayakan
Amazing Farm diantaranya adalah selada keriting, selada lollo rossa, dan selada
romaine (Amazing Farm, 2011). Amazing Farm juga telah melakukan percobaan
penerapan teknologi penyinaran lampu LED, sehingga produksi sayuran di musim
hujan pun dapat maksimal.

Tujuan
Tujuan dari kegiatan magang yang dilaksanakan di Amazing Farm ini
yaitu untuk:
1.

Mendapatkan pengalaman manajerial dan teknis dalam budidaya selada
keriting, selada lollo rossa, dan selada romaine aeroponik.

2.

Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan penulis dalam budidaya selada
keriting, selada lollo rossa, dan selada romaine aeroponik.

3.

Membantu memecahkan masalah atau mencari solusi dari permasalahan
mengenai budidaya selada keriting, selada lollo rossa, dan selada romaine
aeroponik di Amazing Farm.

3

TINJAUAN PUSTAKA
Hidroponik dan Aeroponik
Hidroponik

adalah

teknik

budidaya

tanaman tanpa

tanah

yang

menggunakan prinsip penyediaan larutan hara sesuai dengan kebutuhan tanaman
secara teratur (Susila dan Koerniawati, 2004; Susanto dan Pribadi, 2004). Prinsip
dasar dalam budidaya hidroponik yaitu upaya merekayasa alam dengan
menciptakan dan mengatur suatu kondisi lingkungan yang ideal bagi
perkembangan dan pertumbuhan sehingga tidak terjadi ketergantungan tanaman
terhadap alam. Kebutuhan tanaman terhadap hara dipasok dari luar dengan
membuat formulasi nutrisi (Noor, 2006). Larutan hara hidroponik harus
mengandung unsur hara makro seperti N, P, K, Ca, Mg, dan S serta hara mikro
Fe, B, Mn, Zn, Cu, dan Mo. Larutan hara dapat menggunakan pupuk hidroponik
yang tersedia atau mencampur berbagai macam pupuk (Ardian, 2007).
Terdapat beberapa teknik dalam menerapkan budidaya sayuran secara
hidroponik, diantaranya yaitu teknik hidroponik sistem terapung (Susila dan
Koerniawati, 2004), standing aerated nutrient solution, nutrient film technique,
aeroponics, ebb-and-flow nutrient solution system, dan drip/pass-through
inorganic medium system (Jones, 2005).
Teknik aeroponik merupakan teknik hidroponik yang penyuplaian air dan
hara esensialnya berupa kabut yang disemprotkan pada akar-akar tanaman
(Nickols, 2002 dalam Jones, 2005). Salah satu kelebihan yang paling signifikan
dari sistem ini dibandingkan dengan teknik hidroponik lainnya yaitu aerasi yang
penting bagi pertumbuhan akar. Teknik aeroponik dirancang untuk efisiensi dalam
penggunaan air dan hara esensial. Hal paling penting yang harus diperhatikan
dalam teknik aeroponik yaitu karakter aerosol (kabut), frekuensi pengabutan, dan
komposisi larutan hara (Jones, 2005). Sistem aeroponik dikontrol secara
komputerisasi dan membutuhkan peralatan pengabutan khusus, bak tanam khusus,
dan rangkaian peralatan sensor. Meskipun telah dilaporkan bahwa hasil panen
yang didapatkan dari penggunaan teknik aeroponik lebih tinggi daripada teknik
hidroponik konvensional, biaya instalasi dan biaya operasionalnya pun sangat
tinggi (Adi, 1982 dalam Jones, 2005).

4
Botani Umum dan Syarat Tumbuh Selada
Tanaman selada diyakini berasal dari Timur Tengah. Tanaman ini dikenal
sebagai tanaman sayuran dan bahan baku obat-obatan pada abad ke 4 500 sebelum
masehi. Tanaman ini sangat terkenal di Yunani dan Roma. Di Eropa Barat, selada
jenis head telah dikenal sejak abad ke-14. Tanaman ini secara ilmiah memiliki
nama Lactuca sativa L. (Grubben dan Sukprakarn, 1994). Adapun klasifikasi
tanaman selada sebagai berikut:
Divisi

: Spermatophyta

Subdivisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledoneae

Ordo

: Campanulales

Famili

: Compositae

Spesies

: Lactuca sativa L. (Nonnecke, 1989).
Benih selada akan berkecambah dalam kurun waktu empat hari, bahkan

untuk benih yang viabel dapat berkecambah dalam waktu satu hari pada suhu1525 0C. Tanaman selada tumbuh dengan baik pada suhu harian 15-20 0C dan suhu
malam 10 0C. Pembudidayaan selada di daerah tropis tumbuh dengan baik di
dataran tinggi. Pada budidaya selada konvensional, tanah yang cocok untuk
pertumbuhan selada yaitu jenis tanah dengan struktur yang bagus dan kesuburan
tinggi dan kurang bagus pada tanah alkali berpasir-lempung. Tanaman selada ini
tidak toleran tanah masam (pH < 6). Kebutuhan hara tanaman selada yaitu
N 100 kg/ha, P2O5 100 kg/ha, K2O 80 kg/ha, dan pupuk organik 30 ton/ha.
Produktivitas selada jenis head di daerah tropis sebesar 5-10 ton/ha, sedangkan
jenis leaf sebesar 3-8 ton/ha (Grubben dan Sukprakarn, 1994).
Budidaya selada secara hidroponik di dalam green house termasuk mudah
dikerjakan. Hal penting yang harus diperhatikan yaitu suhu di dalam green house.
Bolting, tipburn, warna daun pucat, dan rendahnya perkecambahan terjadi jika
suhu udara di atas 25 0C. Selain itu juga komposisi larutan hara harus tepat,
misalnya kekurangan Ca dapat mengakibatkan tipburn (Jones, 2005). Konsentrasi
unsur hara dalam larutan hara yang biasa digunakan oleh beberapa petani selada
hidroponik tertera dalam Tabel 1.

5
Tabel 1. Konsentrasi Unsur Hara dalam Larutan Hara yang Digunakan
Beberapa Petani Selada Hidroponik
Unsur Hara
Hara Makro
Nitrogen (N)
Fosfor (P)
Kalium (K)
Kalsium (Ca)
Magnesium (Mg)
Hara Mikro
Boron (B)
Tembaga (Cu)
Besi (Fe)
Mangan (Mn)
Molibdenum (Mo)
Seng (Zn)
(Morgan, 2000 in Jones, 2005)

Konsentrasi (mg/L)
100-200
15-90
80-350
122-220
26-96
0.14-1.5
0.07-0.1
4-10
0.5-1.0
0.05-0.06
0.5-2.5

Selada sangat beragam jenisnya, merupakan tanaman herba tahunan atau
dua musim, dan memiliki tinggi tanaman antara 30-70 cm. Susunan daun selada
beragam tergantung kultivarnya, ada yang membentuk krop dan tidak membentuk
krop. Tepi, ukuran, dan warna daun pun berbeda-beda tergantung kultivarnya.
Terdapat ratusan kultivar dari tanaman selada, tetapi dapat dikelompokkan ke
dalam enam kelompok kultivar, yaitu:
1.

Kelompok kultivar selada butterhead (L. sativa var capitata) memiliki krop
yang kompak dan lembut serta daun bagian dalam yang tipis, berminyak, dan
memiliki tekstur seperti mentega. Beberapa kultivar yang termasuk kelompok
ini yaitu: May Queen, Green Boston, Deer Tongue, Summer Bibb,
Summerlong, dan White Boston.

2.

Kelompok kultivar selada crisphead (L. sativa var capitata) memiliki daun
yang tipis dan renyah serta biasanya memiliki tepi daun yang bergerigi dan
menggulung. Ada yang membentuk krop dan tidak membentuk krop.
Beberapa kultivar yang termasuk kelompok ini yaitu: Great Lakes, Calmar,
Fairton, Iceberg, Ithaca, Mesa, dan Pennlake.

3.

Kelompok kultivar selada cos atau selada romaine (L. sativa var longifolia; L.
sativa var romana) memiliki krop yang lonjong dan daunya tegak. Beberapa

6
kultivar yang termasuk kelompok ini yaitu: White Paris Cos, Paris Island, dan
Valmaine.
4.

Kelompok kultivar bunching atau disebut juga selada daun (L. sativa var
crispa) memiliki daun yang tipis, berwarna hijau atau merah, dan tidak
membentuk krop. Beberapa kultivar yang termasuk kelompok ini yaitu: Salad
Bowl, Simpson, Oakleaf, Grand Rapids, Grenn Ice, Prizehead, Slobolt,
Walsmann’s Green, dan Ruby.

5.

Kelompok kultivar selada batang (L. sativa var asparagina) memiliki tinggi
tanaman 30-50 cm, tebal batang 3-6 cm dengan tekstur yang renyah. Contoh
kultivar yang termasuk kelompok ini yaitu Celtus.

6.

Kelompok kultivar selada Latin memiliki daun yang kecil, tebal, berwarna
hijau gelap, dan helaian daunnya lepas. Selada jenis ini toleran terhadap suhu
tinggi. Kultivar yang termasuk kelompok ini yaitu: Sucrine dan Creole
(Splittstoesser, 1990; Grubben dan Sukprakarn, 1994).
Kandungan gizi masing-masing jenis selada berbeda-beda. Selada jenis

head yang daunnya berwarna hijau cerah memiliki lebih sedikit unsur mikro
dibandingkan dengan jenis leaf; daun yang berwarna hijau gelap memiliki lebih
banyak karoten, besi, dan vitamin C. Jenis crisphead kandungan nutrisinya lebih
rendah daripada butterhead. Secara umum daun selada tiap 100 g mengandung air
94 g, protein 1.2 g, lemak 0.2, serat 0.7 g, abu 0.7 g. Tanaman selada sangat
rendah karbohidrat, protein, dan lemak (Grubben dan Sukprakarn, 1994).

Selada Keriting, Selada Lollo Rossa, dan Selada Romaine
Selada keriting dan selada lollo rossa (Lactuca sativa var. crispa)
termasuk kelompok kultivar selada daun. Selada jenis ini helaian daunnya lepas
dan tepiannya berombak atau bergerigi serta berwarna hijau atau merah. Ciri khas
lainnya adalah tidak membentuk krop. Selada daun berumur genjah dan toleran
terhadap kondisi dingin. Apabila daunnya dipanen dengan cara lepasan satu per
satu dan tidak dicabut sekaligus maka tanaman dapat dipanen beberapa kali.
Meskipun demikian, umumnya selada daun dipanen sekaligus seluruh tanaman
seperti jenis selada lainnya (Haryanto et al., 2003). Perbedaan antara selada
keriting dan selada lollo rossa yang paling mencolok adalah warna batang dan

7
daunnya. Selada keriting berwarna hijau sedangkan selada lollo rossa berwarna
merah (Gambar 1).

(a)

(b)

Gambar 1. Selada Keriting (a) dan Selada Lollo Rossa (b)
Selada romaine (Lactuca sativa var. romana; L. sativa var longifolia)
termasuk kelompok kultivar cos lettuce. Selada jenis ini mempunyai krop yang
lonjong dengan pertumbuhan yang meninggi cenderung mirip petsai (Gambar 2).
Tinggi selada ini bisa mencapai 25.40 cm. Daunnya lebih tegak dibandingkan
daun selada yang umumnya menjuntai ke bawah. Daun terluarnya berwarna hijau
gelap dan lembut, daun bagian dalam atau krop berwarna hijau keputihan. Jenis
selada ini tergolong lambat pertumbuhannya (Splittstoesser, 1990; Haryanto et al.,
2003).

Gambar 2. Selada Romaine

8
Selada keriting, selada lollo rossa, dan selada romaine memiliki
kandungan gizi yang sama. Kandungan gizi per 100 g selada keriting, selada lollo
rossa, dan selada romaine yaitu: kalsium 68 mg, fosfor 25 mg, besi 1.4 mg,
natrium 9 mg, kalium 264 mg, vitamin A 1900 IU, vitamin C 18 mg, tiamin 0.05
mg, riboflavin 0.08 mg, niasin 0.4 mg, asam askorbik 18 mg, air 94%, dan serat
0.7 g (Nonnecke, 1989; Ryder, 1997).

Fotosintesis dan Cahaya
Fotosintesis terdiri dari reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang
memiliki sifat-sifat diantaranya yaitu berlangsungnya reaksi ini perlu adanya
energi cahaya matahari, tidak peka terhadap suhu, serta kecepatan reaksi terang
relatif lebih besar dari reaksi gelap. Reaksi gelap memiliki sifat-sifat yaitu
berlangsungnya reaksi ini tidak perlu ada cahaya, peka terhadap suhu, kecepatan
reaksinya relatif lebih lambat daripada reaksi terang, serta reaksinya merupakan
reaksi enzimatis. Dalam reaksi terang cahaya memecah molekul air sehingga
dibebaskan oksigen dan hidrogen, sedangkan dalam reaksi gelap terjadi proses
pembentukan karbohidrat dari karbon dioksida dengan menggunakan hasil-hasil
dari reaksi terang (Herdiana et al., 1990). Fotosintesis paling efisien terjadi pada
kisaran cahaya jingga-merah (650 nm) hingga biru (440) (Zulkarnain, 2009).
Cahaya mempengaruhi fotosintesis berdasarkan

intensitas cahaya,

lamanya penyinaran, dan kualitas cahaya. Lamanya waktu penyinaran akan
meningkatkan intensitas cahaya. Umumnya semakin tinggi intensitas cahaya akan
semakin bertambah besar kecepatan fotosintesisnya sampai suatu faktor (dalam
hal ini kadar CO2) menjadi faktor pembatas. Pada tumbuhan tingkat tinggi
umumnya kecepatan fotosintesis yang maksimum terdapat pada daerah sinar biru
dan sinar merah (Herdiana et al., 1990). Cahaya merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi proses fotosintesis. Cahaya sebagai sumber energi untuk reaksi
anabolik fotosintesis jelas akan berpengaruh terhadap laju fotosintesis tersebut.
Secara umum, fiksasi CO2 maksimum terjadi sekitar tengah hari, yakni pada saat
intensitas cahaya mencapai puncaknya. Penutupan cahaya matahari oleh awan
juga akan mengurangi laju fotosintesis (Lakitan, 2008).

9

METODE MAGANG
Tempat dan Waktu
Kegiatan magang ini dilaksanakan di Kebun Cikahuripan I Amazing Farm,
yang berada di wilayah Kampung Pojok, Desa Cikahuripan RT 5 RW 1,
Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat - Jawa Barat. Kebun ini berada
di bawah manajemen perusahaan PT Momenta Agrikultura. Pelaksanaan kegiatan
magang ini dimulai pada bulan Maret sampai dengan bulan Juli 2011.

Metode Pelaksanaan
Kegiatan magang dilakukan dengan mengikuti prosedur yang ada di kebun
Amazing Farm yang mencakup aspek budidaya dan manajerial di Kebun
Cikahuripan I. Pelaksanaan magang ini dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu
kegiatan umum dan kegiatan khusus. Kegiatan umum mencakup pekerjaan
sebagai karyawan harian selama satu bulan, asisten supervisor (produksi dan
panen) selama dua bulan, dan asisten manajer kebun selama satu bulan. Kegiatan
khusus yang dikerjakan adalah kegiatan pengamatan dan pengumpulan data dari
aspek yang dijadikan topik khusus yaitu aspek budidaya dan penyinaran lampu
LED pada budidaya aeroponik selada varietas selada keriting, selada lollo rossa,
dan selada romaine.
Bentuk kegiatan yang dilaksanakan pada saat magang adalah sebagai
berikut:
1.

Orientasi lapang
Kegiatan awal yang dilakukan adalah orientasi lapang. Kegiatan ini bertujuan
untuk memperdalam pengetahuan mahasiswa tentang perusahaan seperti
lokasi, kondisi kebun, pengenalan manajerial di kebun, serta untuk
mengetahui permasalahan mengenai budidaya aeroponik selada keriting,
selada lollo rossa, dan selada romaine. Orientasi lapang dilaksanakan selama
dua hari.

10
2.

Karyawan harian
Kegiatan bekerja sebagai karyawan harian dilaksanakan dengan mengikuti
semua kegiatan budidaya aeroponik dan DFT mulai dari persiapan tanam
sampai pemanenan dan pasca panen pada semua komoditas sayuran yang ada
di kebun Cikahuripan 1.

3.

Asisten supervisor
Kegiatan sebagai asisten supervisor dilakukan dengan membantu supervisor
dalam pengawasan produksi serta pengawasan panen dan pasca panen, serta
kegiatan-kegiatan administratif lainnya.

4.

Asisten manajer kebun
Kegiatan sebagai asisten manajer kebun dilakukan dengan membantu
pengelolaan dan pengawasan tenaga kerja, melaksanakan analisa terhadap
setiap kegiatan di lapang, dan mempelajari manajerial tingkat lapang.

5.

Pelaksanaan dan pengamatan aspek khusus
Kegiatan pengamatan aspek khusus dilakukan dengan mengamati teknik
budidaya dan perlakuan penyinaran lampu LED terhadap pertumbuhan dan
hasil dari budidaya aeroponik selada varietas selada keriting, selada lollo
rossa, dan selada romaine.

Pengamatan dan Pengumpulan Data
Data dalam kegiatan magang ini dibagi menjadi dua, yaitu data primer dan
sekunder. Pengumpulan data primer diperoleh dengan cara pengamatan dan
praktek langsung di lapangan mengenai teknik budidaya dan perlakuan
penyinaran lampu LED pada budidaya aeroponik selada varietas selada keriting,
selada lollo rossa, dan selada romaine. Pengamatan budidaya selada aeroponik
dilakukan pada daya berkecambah/tray semai, bibit afkir/tray semai, sulaman/bak,
tanaman underspec/bak, kehilangan hasil, dan jumlah tanaman/pak. Sedangkan
pengamatan pada perlakuan penyinaran lampu LED dilakukan pada:
1.

Pertumbuhan tanaman
Peubah pada pengamatan pertumbuhan ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun,
dan lebar daun. Pengamatan ini dilakukan sebanyak empat ulangan
(styrofoam). Satu styrofoam terdiri dari 49 tanaman. Masing-masing ulangan

11
(styrofoam) diamati sebanyak lima tanaman contoh pada masing-masing
varietas yang diamati. Layout bak tanam percobaan penyinaran lampu LED
tersebut ditunjukkan dalam Gambar 3:
RM1
L
LL1

LL2

RM2

L
LL3

LL4

RM3

RM4

SK3

SK4

L
SK1

SK2

Keterangan:
SK1 = selada keriting ulangan 1
LL1 = selada lollo rossa ulangan 1
RM1 = selada romaine ulangan 1
L = lampu LED

Gambar 3. Layout Bak Tanam
2.

Hasil
Peubah pada pengamatan hasil yaitu bobot per tanaman, bobot kotor, bobot
bersih, dan persentase kehilangan hasil. Data bobot per tanaman diperoleh
dengan membagi bobot kotor dengan jumlah tanaman yang dipanen.
Data sekunder diperoleh dari arsip perusahaan dan instansi pemerintah

yang terkait. Pengumpulan data sekunder ini meliputi data letak geografis, kondisi
iklim, luas areal, jumlah green house, jenis tanaman, data hasil produksi,
ketenagakerjaan, organisasi perusahaan dan data-data lainnya yang menunjang
kegiatan magang.

Analisa Data
Data yang diperoleh dari kegiatan magang ini diolah dan dianalisa secara
deskriptif dan kuantitatif. Analisa deskriptif dilakukan pada data sekunder dan
primer. Sedangkan analisa kuantitatif dilakukan pada data primer mengenai
pertumbuhan tanaman dari perlakuan penyinaran lampu LED dengan uji t-student.

12

KEADAAN UMUM
Sejarah Perusahaan, Letak Geografis, dan Keadaan Iklim
PT Momenta Agrikultura (Amazing Farm) merupakan perusahaan yang
bergerak di bidang agribisnis khususnya budidaya sayuran hidroponik dan
aeroponik. Pada awalnya perusahaan ini merupakan sebuah perusahaan yang
bergerak dalam bidang finance atau pembiayaan, namun dengan adanya krisis
moneter yang terjadi pada tahun 1998 perusahaan ini mulai melakukan kegiatan
budidaya sayuran aeroponik agar perusahaan tersebut tetap bertahan.
Amazing Farm berdiri pada tahun 1998 dengan Dani Rusli sebagai
pemilik. Bentuk perusahaan ini adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan modal
awal berkisar Rp 500 juta, semua modal disediakan oleh pemilik. Setelah berdiri
perusahaan tidak langsung melakukan budidaya sayuran melainkan melakukan
riset terlebih dahulu. Riset ini bertujuan untuk menemukan jenis sayuran yang
akan dibudidayakan dan formulasi nutrisi yang tepat agar pertumbuhan sayuran
baik dan berkualitas. Kemudian baru pada tahun 2000 perusahaan memfokuskan
diri untuk membudidayakan sayuran dengan sistem aeroponik.
Aset awal yang dimiliki perusahaan adalah berupa tanah seluas 2.5 ha,
greenhouse, peralatan hidroponik dan aeroponik dan dua buah mobil truk. Untuk
memenuhi kebutuhan permintaan yang terus meningkat, perusahaan terus
mengembangkan perkebunannya. Pada saat ini, selain kebun Cikahuripan 1,
Amazing Farm telah memiliki kebun di Cisaroni (Cikahuripan 2) dan Kayu
Ambon, ketiga-tiganya terletak di Lembang. Selain di Lembang, Amazing Farm
juga memiliki kebun di Bogor yaitu di Sentul. Amazing Farm juga membangun
kemitraan dengan beberapa kebun di Bogor dan Jakarta.
Kebun Cikahuripan 1 Amazing Farm, tempat penulis melaksanakan
magang, terletak di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung
Barat, Provinsi Jawa Barat dengan ketinggian tempat antara 1 312-2 084 mdpl,
titik tertingginya ada di puncak Gunung Tangkuban Parahu. Suhu rata-rata harian
selama kegiatan magang di Lembang yaitu sekitar 19.89-22.83 0C dengan curah
hujan 3 000 mm per tahun. Curah hujan selama kegiatan magang sebesar 47.5273.0 mm per bulan (Lampiran 1).

13
Luas Areal, Tata Guna Lahan, dan Fasilitas Produksi
Amazing Farm memiliki kebun produksi yang tersebar di Lembang,
Bogor, dan Jakarta. Salah satunya yaitu kebun Cikahuripan 1 yang merupakan
tempat pelaksanaan kegiatan magang penulis. Kebun Cikahuripan 1 merupakan
kebun produksi untuk produk hidroponik dan aeroponik. Kebun ini memiliki luas
areal sekitar 2.5 ha dengan status sewa yang terdiri dari green house, packing
house, gudang nutrisi dan kemasan, ruang semai dan media rockwool, ruang
gelap, gudang barang, tempat pencucian styrofoam, kantor, mess karyawan, dan
bangunan pendukung lainnya (Lampiran 2).
Green house di kebun Cikahuripan 1 terdiri dari 6 blok green house tanam
dan 1 blok green house nursery. Masing-masing blok berbeda-beda luas dan
jumlah sektornya. Blok A dan B masing-masing terdiri dari 3 sektor. Blok C, D,
dan E masing-masing terdiri dari 4 sektor. Blok F terdiri dari 1 sektor. Green
house yang dibangun di Amazing Farm ada dua macam yaitu green house yang
terbuat dari besi (green house A, B, dan C) (Gambar 4a) dan green house yang
terbuat dari bambu (green house D, E, F, dan nursery) (Gambar 4b).

(a)
(b)
Gambar 4. Green House Besi (a) dan Green House Bambu (b)
Jumlah bak tanam di tiap green house berbeda-beda (Tabel 2). Bak tanam
yang digunakan Amazing Farm berukuran 4 x 1 m2. Total bak tanam di green
house tanam sebanyak 1 338 bak dan di green house nursery sebanyak 15 bak.
Satu bak tanam dapat ditanami sebanyak 196 tanaman. Berdasarkan taksasi
produksi yang berlaku di Amazing Farm, satu bak tanam menghasilkan 8 kg
bobot bersih (marketable yield) untuk tiap komoditas.

14
Sistem hidroponik yang diterapkan di Kebun Cikahuripan 1 ada dua sistem
yaitu aeroponik dan DFT. Sistem aeroponik diinstalasi di green house B2, B3, C,
D, E3, dan E4. Sedangkan sistem DFT diinstalasi di green house A, B1, E1, E2,
dan F. Tanaman yang ditanam pun berbeda-beda di tiap green house (Tabel 2).
Tabel 2. Pemanfaatan Green House di Kebun Cikahuripan 1 pada Bulan
Maret-Juli 2011
Green House

A

Struktur
Jumlah
Green House Sektor
besi

3

Jumlah Bak
Tanam

Komoditas

280






selada keriting
selada lollo rossa
selada romaine
kangkung
selada keriting
selada lollo rossa
selada romaine
selada batavia
selada butterhead
horenzo
kangkung

B

besi

3

249









C

besi

4

277



selada keriting

281












selada keriting
selada lollo rossa
selada romaine
selada batavia
selada butterhead
horenzo
petsai
kailan
caisin
pakchoy
selada keriting
selada lollo rossa
selada romaine
selada batavia
selada butterhead
selada romaine

D

bambu

4

E

bambu

4

216







F

besi

1

35



Packing house Kebun Cikahuripan 1 memiliki 3 ruangan yaitu ruang
untuk mengumpulkan hasil panen, ruang proses pascapanen (Gambar 5a), dan

15
ruang untuk mengumpulkan produk yang telah siap didistribusikan. Selain itu
juga terdapat lemari pendingin (chiller) (Gambar 5c) untuk menyimpan produk
yang belum dapat didistribusikan pada hari tersebut. Di belakang packing house
terdapat gudang kemasan dan gudang nutrisi.

(a)
(a)

(b)

(c)
Gambar 5. Fasilitas Packing House. Ruang proses pascapanen (a),
ruang loading (b), dan chiller (c)
Ruang semai dan ruang media rockwool terletak di dekat green house
nursery (Lampiran 2). Ruang semai dan ruang media rockwool berada dalam satu
bangunan. Di depan ruang semai terdapat ruang gelap dan gudang barang. Ruang
gelap digunakan untuk mengecambahkan benih. Di dalam ruang gelap terdapat
rak pengecambahan dan termometer.
Bangunan kantor terletak di tengah-tengah areal (Lampiran 2). Kantor ini
difungsikan untuk kegiatan administratif, ruang rapat dan pertemuan, serta
kegiatan perkantoran lainnya. Di dalam kantor terdapat satu unit komputer, rak
buku, 3 perangkat meja kerja, arsip, dan whiteboard. Di samping bangunan kantor
terdapat tempat pencucian styrofoam yang terdiri dari dua bak bundar yang terbuat
dari beton.

16
Kebun Cikahuripan 1 mempunyai bangunan pendukung lainnya seperti
mess karyawan, pos satpam, dan tempat parkir motor. Mess karyawan terletak di
depan packing house (Lampiran 2) yang berfungsi sebagai tempat tinggal
karyawan. Mess karyawan ini dapat ditempati oleh empat karyawan. Pos
keamanan dan tempat parkir motor terletak paling depan.

Struktur Organisasi dan Ketenagakerjaan
Hierarki dan spesialisasi pekerjaan sudah tentu ada di dalam suatu
perusahaan, tidak terkecuali di Amazing Farm yang merupakan suatu badan usaha
berbentuk perseroan terbatas. Semakin besar suatu perusahaan, semakin besar
juga kegiatannya. Spesialisasi pekerjaan sangat diperlukan untuk dapat membagi
unit-unit kegiatan. Namun dalam kegiatannya, terkadang suatu lingkungan kerja
berusaha menghilangkan batasan-batasan kaku dalam suatu hierarki tersebut
untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih dinamis, tetapi dengan tidak
mengesampingkan tugas, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing.
Struktur organisasi di Amazing Farm ditunjukkan dalam Gambar 6:
Direktur Utama

Manajer
Operasional

Manajer Keuangan

Manajer Akuntansi

Manajer Resource dan Produksi

Manajer
Kebun

Supervisor
Produksi

Manajer Resource
Jawa Barat

Supervisor
Panen
Gambar 6. Struktur Organisasi Amazing Farm
(Sumber: Purwanti, 2011)

17
Masing-masing kebun yang dimiliki Amazing Farm dipimpin dan dikelola
oleh manajer kebun. Struktur organisasi Kebun Cikahuripan 1 ditunjukkan dalam
Gambar 7:
Manajer Kebun

Supervisor
Produksi

Supervisor Panen &
Administrasi Kebun

PIC Green
House

PIC Packing
House

PIC Cuci
Styrofoam

PIC Panen

PIC Semai

PIC Distribusi

Gambar 7. Struktur Organisasi Kebun Cikahuripan 1
(Sumber: Kebun Cikahuripan 1)
Tugas, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing jabatan:
1.

Direktur Utama memiliki tanggung jawab penuh terhadap pengambilan
keputusan tertinggi dalam menentukan kebijakan dan rencana perusahaan.
Selain itu, direktur utama juga memiliki fungsi sebagai penasehat perusahaan.

2.

Manajer Operasional memiliki tanggung jawab dalam mengawasi dan
mengontrol seluruh kegiatan perusahaan.

3.

Manajer Keuangan memiliki tanggung jawab untuk mengelola keuangan
yang masuk dan keluar dari perusahaan.

4.

Manajer Akuntansi memiliki tanggung jawab dalam mengatur kegiatan
administrasi perusahaan.

5.

Manajer Resource dan Produksi membawahi Manajer Kebun dan Manajer
Resource, memiliki tanggung jawab mengawasi dan mengontrol produksi
kebun dan mitra.

18
6.

Manajer Resource memiliki tanggung jawab dalam pengembangan bisnis dan
pencari peluang bisnis di luar aeroponik dengan menjalin kemitraan.

7.

Manajer Kebun memiliki tanggung jawab untuk mengontrol kegiatan
produksi sehari-hari.

8.

Supervisor Produksi memiliki tanggung jawab untuk mengelola dan
mengawasi kegiatan produksi kebun agar dapat memenuhi target produksi,
serta dapat memberikan masukan dan pertimbangan kepada manajer
produksi.

9.

Supervisor Panen dan Administrasi Kebun memiliki tanggung jawab dalam
mengamankan proses panen sampai dengan pascapanen, mempersiapkan
barang yang akan dikirim sesuai dengan permintaan, mengatur pemasaran
dan pendistribusian produk ke pasar atau konsumen, serta mengelola
administrasi kebun.

10. PIC (person in charge) Green House memiliki tanggung jawab terhadap
tanaman. PIC Green House bertugas melakukan kegiatan penanaman dan
pemeliharaan tanaman.
11. PIC Cuci Styrofoam bertugas mebersihkan styrofoam.
12. PIC Semai memiliki tanggung jawab terhadap benih dan bibit tanaman. PIC
Semai

bertugas

melakukan

kegiatan

penyemaian,

pembibitan,

dan

pemeliharaan bibit.
13. PIC Packing House bertanggung jawab terhadap kegiatan pascapanen.
14. PIC Panen bertanggung jawab terhadap kegiatan pemanenan di lapangan.
15. PIC Distribusi bertanggung jawab terhadap kegiatan distribusi produk.
Jumlah tenaga kerja di Kebun Cikahuripan 1 yaitu 26 orang yang terdiri 1
orang manajer kebun, 2 orang supervisor, 1 orang salesman, 5 orang PIC green
house, 3 orang karyawan semai, 2 orang karyawan bagian panen, 3 orang bagian
pencucian styrofoam, 6 orang bagian packing dan 3 orang bagian keamanan.
Tenaga kerja tersebut ada yang berstatus karyawan tetap, karyawan harian lepas,
dan karyawan borongan.
Hierarki menentukan komunikasi dasar dan struktur wewenang, yaitu apa
yang disebut dengan rantai komando. Struktur organisasi adalah pola tentang
hubungan antara berbagai komponen dan bagian organisasi. Pada organisasi

19
formal, struktur tersebut dibentuk dengan perencanaan sedangkan pada organisasi
informal strukturnya terbentuk secara spontan akibat adanya interaksi para peserta
(Cahyani, 2003).
Dalam organisasi modern terdapat tiga bentuk struktur organisasi yang
secara formal disusun menurut fungsi, produk atau pasar, dan dalam bentuk
matriks. Tipe pertama, struktur organisasi fungsional menghimpun seluruh
individu yang terlibat dalam suatu aktivitas atau beberapa aktivitas yang berkaitan
dalam satu departemen. Sebagai contoh, organisasi yang dibagi menurut fungsi
dapat memiliki bagian produksi, pemasaran, finansial, dan tenaga kerja. Biasanya
struktur organisasi ini digunakan oleh perusahaan kecil yang memiliki variasi
produk terbatas. Tipe kedua, struktur organisasi produk atau pasar merupakan
struktur organisasi yang pembagian organisasinya berdasarkan divisi yang
menghimpun suatu unit kerja dalam produksi dan pemasaran atau sekelompok
produk yang berkaitan baik menurut produk, geografis, maupun pelanggan.
Struktur organisasi ini biasanya digunakan oleh perusahaan besar dan
multiproduk. Tipe ketiga, struktur organisasi matriks merupakan penggabungan
dua bentuk struktur sekaligus. Struktur organisasi ini dicirikan dengan adanya
suatu sistem otoritas ganda (Siswanto, 2005). Selain itu, struktur ini juga
menunjukkan masing-masing divisi memiliki otonomi sendiri di divisinya, seperti
misalnya fakultas di lingkungan universitas (Siagian, 2005). Struktur organisasi
Amazing Farm termasuk tipe struktur organisasi matriks, sebab masing-masing
kebun memiliki otonomi atas kebunnya masing-masing.

20

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG
Aspek Teknis
Kegiatan teknis yang dilakukan pada saat magang meliputi kegiatan
budidaya sayuran aeroponik dan DFT serta kegiatan pemasaran. Kegiatan
budidaya tanaman sayuran aeroponik dan DFT yang dilakukan di kebun
Cikahuripan 1 Amazing Farm, meliputi kegiatan penyemaian, persiapan tanam,
penanaman, pemeliharaan, panen, dan pascapanen. Kegiatan-kegiatan tersebut
dilakukan setiap hari, kecuali hari Minggu. Penulis melaksanakan aspek teknis ini
selama satu bulan pada bulan pertama setiap hari Senin sampai Jumat. Kegiatan
budidaya yang diikuti mencakup seluruh komoditas sayuran yang ada di kebun
Cikahuripan 1, baik secara aeroponik maupun DFT. Namun penulis memfokuskan
pada budidaya selada keriting, selada lollo rossa, dan selada romaine aeroponik.

Kegiatan Budidaya
Kegiatan budidaya yang pertama kali diikuti oleh penulis yaitu
penyemaian. Alur

Dokumen yang terkait

Dokumen baru