PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK BERDASARKAN KURIKULUM 2013 SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 METRO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

ABSTRAK
PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK BERDASARKAN
KURIKULUM 2013 SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 METRO
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Oleh
FENI SETIANINGSIH

Masalah dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis cerita pendek
berdasarkan Kurikulum 2013 siswa kelas VII SMP Negeri 4 Metro. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran, (2)
pelaksanaan pembelajaran, dan (3) penilaian pembelajaran menulis cerita pendek
berdasarkan Kurikulum 2013.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber
data dalam penelitian ini adalah pembelajaran menulis cerita pendek berdasarkan
Kurikulum 2013 siswa kelas VII SMP Negeri 4 Metro yang difokuskan pada
perencanaan pembelajaran (RPP), pelaksanaan pembelajaran (aktivitas guru dan
aktivitas siswa), dan penilaian pembelajaran. Teknik pengumpulan data pada
penelitian ini adalah dokumentasi, observasi, rekaman, dan wawancara. Teknik
analisis data pada penelitain ini adalah (1) mengamati dan menganalisis rencana
pelaksanaan pembelajaran, (2) mendokumentasikan dan mengamati pelaksanaan
dan penilaian pembelajaran, dan (3) menyimpulkan perencanaan pembelajaran,
pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan tiga tahapan dalam
pembelajaran yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan
pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Pada perencanaan pembelajaran, guru
membuat rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan komponen-komponen
RPP pada Kurikulum 2013. Pada pelaksanaan pembelajaran terdapat dua
aktivitas, yaitu aktivitas guru dan aktivitas siswa. Aktivitas yang dilakukan guru
meliputi tiga tahap kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan
kegiatan penutup. Pada kegiatan inti terjadi aktivitas siswa yang meliputi (1)
aktivitas mengamati, (2) aktivitas menanya, (3) aktivitas mencoba, (4) aktivitas
menalar, dan (5) aktivitas mengomunikasikan. Penilaian yang dilakukan oleh guru
mencakup penilaian kompetensi sikap dengan teknik observasi langsung,
penilaian kompetensi pengetahuan dengan teknik tes tulis dan tes lisan, dan
penilaian kompetensi keterampilan dengan teknik tes praktik.

PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK BERDASARKAN
KURIKULUM 2013 SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 METRO
TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Oleh
FENI SETIANINGSIH

Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar
SARJANA PENDIDIKAN
Pada
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDARLAMPUNG
2015

PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK BERDASARKAN
KURIKULUM 2013 SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 METRO
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
(Skripsi)

Oleh
FENI SETIANINGSIH

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2015

DAFTAR BAGAN

Bagan

Halaman

Struktur Teks Cerita Pendek ............................................................................ 49

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar

4.1
4.2
4.3
4.4
4.5
4.6
4.7
4.8
4.9
4.10
4.11
4.12
4.13
4.14
4.15
4.16
4.17
4.18
4.19
4.20
4.21
4.22
4.23
4.24
4.25
4.26
4.27
4.28
4.29
4.30

Halaman

Siswa Memberi Salam dan Guru Memulai Kegiatan Apersepsi dan
Motivasi................................................................................................ 87
Guru Mengaitkan Materi Pelajaran dengan
Pembelajaran Sebelumnya ................................................................... 89
Guru Menyampaikan Manfaat dari Materi Pembelajaran.................... 90
Guru Mendemonstrasikan Penggunaan Teks Cerpen .......................... 92
Guru Menyampaikan Kemampuan yang Ingin Dicapai Siswa ............ 93
Guru Menyampaikan Rencana Kegiatan.............................................. 95
Siswa Aktif dalam Pembelajaran ......................................................... 105
Siswa Maju dan Membacakan Hasil Karyanya di Depan Kelas .......... 112
Guru Membantu Kelompok dalam Menganalisis Struktur
Cerita Pendek ....................................................................................... 114
Guru Menghampiri Setiap Kelompok .................................................. 116
Aktivitas Guru dalam Penguasaan Kelas ............................................. 116
Guru Menanamkan Kebiasaan Positif Siswa ....................................... 119
Aktivitas Tanya Jawab di dalam Kelas ................................................ 121
Siswa Mencoba Membacakan Hasil Karyanya di Depan Kelas .......... 123
Siswa Mengamati Teks Cerpen............................................................ 124
Siswa Menganalisis Teks Cerpen......................................................... 125
Siswa Bertanya pada Guru Mengenai Materi yang
Kurang Dipahami ................................................................................. 127
Siswa Bertanya pada Guru Mengenai Materi yang
Kurang Dipahami ................................................................................. 127
Guru Menyajikan Pembelajaran Sesuai Tema ..................................... 128
Guru Mengaitkan Pembelajaran dengan Pembelajaran Lain ............... 129
Guru Menumbuhkan Karakter Bekerja Sama pada Siswa ................... 131
Guru Menyajikan Pembelajaran yang Menyenangkan ........................ 133
Guru Menyajikan Pembelajaran yang Aktif......................................... 133
Guru Terampil Menggunakan Sumber Belajar .................................... 135
Guru Terampil Menggunakan Media Belajar ...................................... 137
Menghasilkan Pesan yang Menarik...................................................... 138
Siswa Terlibat Aktif dalam Pembelajaran............................................ 142
Guru Bersikap Terbuka pada Siswa ..................................................... 144
Guru Menunjukkan Hubungan yang Kondusif kepada Siswa ............. 145
Guru Menunjukkan Hubungan yang Kondusif kepada Siswa ............. 145

xv

4.31
4.32
4.33
4.34
4.35
4.36
4.37
4.38
4.39
4.40
4.41
4.42

Guru Menciptakan Antusias Siswa dalam Pembelajaran..................... 146
Guru Berbahasa Lisan dengan Jelas dan Lancar .................................. 148
Guru Melakukan Aktivitas Refleksi..................................................... 150
Siswa Melakukan Tes Menulis Cerita Pendek ..................................... 151
Guru Mengumpulkan Tugas Siswa ...................................................... 152
Aktivitas Mengamati Siswa dalam Pembelajaran ................................ 155
Aktivitas Menanya Siswa dalam Pembelajaran ................................... 156
Aktivitas Mencoba Siswa (Menulis Cerita Pendek)
dalam Pembelajaran ............................................................................. 157
Aktivitas Mencoba Siswa (Menulis Cerita Pendek)
dalam Pembelajaran ............................................................................. 157
Aktivitas Menalar Siswa dalam Pembelajaran..................................... 158
Aktivitas Mengomunikasikan Siswa dalam Pembelajaran .................. 158
Aktivitas Mengomunikasikan Siswa dalam Pembelajaran .................. 158

x

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i
ABSTRAK ...................................................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................ iii
RIWAYAT HIDUP ........................................................................................ iv
MOTO ............................................................................................................. v
PERSEMBAHAN........................................................................................... vi
SANWACANA ............................................................................................... vii
DAFTAR ISI................................................................................................... x
DAFTAR TABEL .......................................................................................... xii
DAFTAR BAGAN.......................................................................................... xiii
DAFTAR GAMBAR...................................................................................... xiv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah............................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 7
1.3 Tujuan Penelitian ....................................................................................... 7
1.4 Manfaat Penelitian ..................................................................................... 8
1.5 Ruang Lingkup Penelitian.......................................................................... 8
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pembelajaran .............................................................................................. 10
2.1.1 Kurikulum 2013 ................................................................................ 11
2.1.1.1 Pendekatan Ilmiah (Scientific Approach) ............................. 12
2.1.1.2 Model Pembelajaran Kurikulum 2013 ................................. 13
2.1.2 Komponen Pembelajaran................................................................... 15
2.1.2.1 Tujuan Pembelajaran............................................................. 15
2.1.2.2 Strategi Pembelajaran ........................................................... 19
2.1.2.3 Teknik Pembelajaran............................................................. 20
2.1.2.4 Metode Pembelajaran............................................................ 21
2.1.2.5 Media Pembelajaran.............................................................. 21
2.2 Tahapan Pembelajaran ............................................................................... 24
2.2.1 Perencanaan Pembelajaran ............................................................... 24
2.2.2 Pelaksanaan Pembelajaran................................................................ 27
2.2.2.1 Aktivitas Peserta Didik ......................................................... 28
2.2.2.2 Peranan Guru dalam Pembelajaran ....................................... 30
2.2.3 Penilaian Pembelajaran .................................................................... 32

xi

2.3 Pembelajaran Menulis................................................................................ 38
2.3.1 Pengertian Menulis ........................................................................... 39
2.3.2 Keterpaduan Pembelajaran Menulis
dengan Pendidikan Karakter ............................................................. 40
2.4 Cerita Pendek ............................................................................................. 41
2.4.1 Ciri-Ciri Cerita Pendek..................................................................... 41
2.4.2 Struktur Cerita Pendek ..................................................................... 42
2.4.3 Menulis Cerita Pendek Berdasarkan Kurikulum 2013 .................... 48
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian ................................................................................. 51
3.2 Sumber Data............................................................................................... 51
3.3 Teknik Pengumpulan Data......................................................................... 52
3.4 Teknik Analisis Data.................................................................................. 58
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil dan Pembahasan Perencanaan Pembelajaran.................................... 59
4.2 Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan Pembelajaran .................................... 80
4.2.1 Hasil dan Pembahasan Aktivitas Siswa............................................ 154
4.2.2 Hasil dan Pembahasan Indikator Menulis Cerita Pendek................. 159
4.3 Hasil dan Pembahasan Penilaian Pembelajaran ......................................... 164
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan .................................................................................................... 169
5.2 Saran........................................................................................................... 171
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

Tabel 3.1 Instrumen Pengamatan Perencanaan Pembelajaran ......................... 53
Tabel 3.2 Instrumen Pengamatan Pelaksanaan Pembelajaran oleh Guru ........ 54
Tabel 3.3 Instrumen Observasi Aktivitas Peserta Didik .................................. 56
Tabel 3.4 Indikator Menulis Cerita Pendek Berdasarkan Kurikulum 2013..... 57

MOTO

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”
(Q.S. Al Insyirah: 5)

“Sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar.”
(Q.S. Al Baqarah: 153)

PERSEMBAHAN

Alhamdulillahirabbilalamin, dengan penuh rasa syukur dan kasih sayang
kupersembahkan karyaku ini untuk Ibu dan Ayah yang senantiasa memberiku
kasih sayang yang tulus, nasihat, dukungan, doa yang tiada henti, dan
pengorbanan demi keberhasilanku.

Untuk pendamping hidupku, Hendri Patmono,
dan buah hatiku, Evandri Rizky Gumilang,
yang selalu menjadi penyemangatku, selalu mendukungku dalam suka dan duka,
dan selalu menjadi motivasiku dalam meraih cita-citaku. Terima kasih sayang…

Untuk sahabat dan teman yang telah memberikan beraneka warna dan pelajaran
dalam kehidupanku, yang selalu berbagi dalam setiap kebahagiaan dan canda
tawa, dan selalu memberi saat aku membutuhkan. Terima kasih atas kebersamaan
yang kalian berikan selama ini…

Untuk almamater tercinta Universitas Lampung.

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Sukaraja Nuban, Lampung Timur pada 26
Februari 1991. Penulis merupakan anak pertama dari dua
bersaudara, puteri pasangan (alm) Suharto dan Bibit Atin.

Penulis memulai pendidikan formal pada tahun 1997 di SD Negeri 3 Negara Ratu
Lampung Timur yang diselesaikan pada tahun 2003. Kemudian, melanjutkan
pendidikan di SMP Negeri 1 Batanghari Nuban Lampung Timur pada tahun 2003
dan selesai pada tahun 2006. Dan melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Bandar
Lampung yang diselesaikan pada tahun 2009.

Pada tahun 2009 penulis memulai pendidikan di Universitas Lampung. Penulis
terdaftar sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia dan Daerah, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung, melalui jalur Seleksi Nasional Masuk
Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Pada tahun 2013 penulis mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang
diadakan oleh Universitas Lampung. Pengalaman mengajar didapatkan penulis
ketika melaksanakan PPL di SMA Negeri 2 Way Tenong, Lampung Barat pada
Tahun Pelajaran 2013/2014.

vii

SANWACANA

Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah Swt. karena atas rahmat dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini merupakan salah
satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di Universitas Lampung.
Dalam proses penulisan skripsi ini penulis banyak menerima bantuan, bimbingan,
dan dukungan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini, penulis menghaturkan
terima kasih setulus-tulusnya kepada:
1.

Dr. Mulyanto Widodo, M. Pd., selaku pembimbing I dan Ketua Jurusan
Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Lampung yang telah begitu sabar membimbing dan mengarahkan
penulis selama proses penyusunan skripsi ini;

2.

Eka Sofia Agustina, S. Pd., M. Pd., selaku pembimbing II atas kesediaannya
memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran, dan memberikan motivasimotivasi yang sangat membangun dalam proses penyelesaian skripsi ini;

3.

Drs. Iqbal Hilal, M.Pd., penguji yang telah memberikan nasihat, arahan, dan
saran kepada penulis;

4.

Dr. Muhammad Fuad, M. Hum., selaku pembimbing akademik yang
senantiasa memberikan pengarahan dan nasihat bagi penulis;

viii

5.

Drs. Kahfie Nazaruddin, M. Hum., selaku Ketua Program Studi Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Lampung;

6.

Bapak dan Ibu dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
yang telah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat;

7.

Dr. Bujang Rahman, M. Si., selaku Dekan FKIP Universitas Lampung
beserta stafnya;

8.

Drs. Pairin, selaku guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 4 Metro yang telah
banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi;

9.

Suamiku tercinta, Hendri Patmono yang selalu sabar dan memberi penulis
motivasi untuk menyelesaikan skripsi ini;

10. Buah hatiku tersayang, Evandri Rizky Gumilang yang selalu menjadi
penyemangat dan kekuatan dalam hidup penulis;
11. Orang tuaku tercinta, Ibu Bibit Atin dan (Alm) Bapak Suharto yang selalu
memberi kasih sayang dan memberi ketenangan saat kesulitan, serta untaian
doa yang diberikan untuk keberhasilan penulis;
12. Adik dan sepupuku tersayang, Deni Saputra, Indra Kurniawan, dan Nanda
Kurniawan yang selalu bisa menghibur penulis selama ini;
13. Keluarga

besarku

yang senantiasa

menantikan

kelulusanku

dengan

memberikan dorongan, semangat, dan doa;
14. Sahabat-sahabatku Nani, Nindi, Emi, Ayu, dan Ika yang selama ini selalu
memberi motivasi, dukungan, saling mendoakan, saling menghibur ketika
sedih, selalu memberi solusi saat sedang sulit, dan saling melengkapi.
Semoga persahabatan kita terus terjalin selamanya;

ix

15. Teman-teman Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah
angkatan 2009, terima kasih untuk kebersamaan, persahabatan, dan doa yang
teman-teman berikan;
16. Teman-teman sepejuangan KKN/PPL di Padang Tambak dan SMA Negeri 2
Way Tenong (Pak kordes (Airlangga), Lilis, Kiki, Eko, Sulis, Sisca, Agita,
Wayan, Diah, dan Feri.
17. Adik tingkat angkatan 2010, Eka, Devita, Dona, Ria, Lusy, Juwiza, dan
Novala terima kasih atas masukan-masukan yang telah diberikan dalam
penyelesaian skripsi ini;

Semoga Allah Swt. selalu memberikan balasan yang lebih besar untuk Bapak, Ibu
dan rekan-rekan semua. Semoga skripsi ini bermanfaat untuk kemajuan
pendidikan, khususnya pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah,
amin.
Wassalamu alaikum Wr. Wb.

Bandar Lampung, Januari 2015
Penulis,

Feni Setianingsih

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Pembelajaran merupakan salah satu upaya membentuk kehidupan bangsa yang
lebih baik. Pembelajaran terus berkembang mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan

dan

teknologi.

Pada

tahun

2006,

pemerintah

Indonesia

mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai
kurikulum yang digunakan dalam pendidikan Indonesia. Namun, seiring tuntutan
zaman, pada tahun 2013 pemerintah Indonesia mengubah KTSP menjadi
Kurikulum 2013. Melalui pengembangan Kurikulum 2013 diharapkan dapat
menghasilkan generasi bangsa yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif,
melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.
Pengembangan kurikulum ini difokuskan pada pembentukan kompetensi dan
karakter peserta didik berupa panduan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang
dapat didemonstrasikan peserta didik sebagai wujud pemahaman terhadap konsep
yang dipelajarinya secara kontekstual (Mulyasa, 2013: 65).

Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach) pada
proses pembelajaran di kelas. Pendekatan ilmiah memfokuskan pembelajaran
pada ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Hal tersebut telah disesuaikan
dengan tujuan Kurikulum 2013 yaitu menghasilkan peserta didik yang beriman

2

dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kreatif, inovatif, mandiri, dan
bertanggung jawab. Berdasarkan tujuan tersebut, maka peserta didik dituntut
untuk melakukan aktivitas mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan
membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran (Kemendikbud, 2013).

Kurikulum 2013 menyadari peran penting bahasa sebagai wahana untuk
menyebarkan pengetahuan dari seseorang ke orang lain. Seperti yang disampaikan
Sunaryo (dalam Suyanto, 2011: 19), tanpa adanya bahasa (termasuk bahasa
Indonesia) iptek tidak dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu, bahasa Indonesia
di dalam struktur budaya, ternyata memiliki kedudukan, fungsi, dan peran ganda,
yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana
berpikir dan

sarana

pendukung pertumbuhan dan perkembangan

ilmu

pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa serupa itu, ilmu pengetahuan dan
teknologi tidak dapat berkembang. Implikasinya di dalam daya nalar, menjadikan
bahasa sebagai prasarana berpikir modern. Olah karena itu, jika cermat dalam
menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berpikir karena bahasa
merupakan cerminan dari daya nalar (pikiran).

Pada Kurikulum 2013, pembelajaran Bahasa Indonesia ditempatkan sebagai mata
pelajaran pusat dari semua pelajaran lain. Hal ini tertera dalam buku siswa yang
merupakan buku pedoman wajib pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum
2013. Dalam pembelajaran bahasa berbasis teks, Bahasa Indonesia diajarkan
bukan sekadar sebagai pengetahuan bahasa, melainkan sebagai teks yang
mengemban fungsi untuk menjadi sumber aktualisasi dari penggunanya pada

3

konteks sosial-budaya akademis. Teks dimaknai sebagai satuan bahasa yang
mengungkapkan makna secara kontekstual (Kemendikbud, 2013).

Mata pelajaran Bahasa Indonesia memiliki dua materi untuk dipelajari, yaitu
kebahasaan dan kesastraan. Dengan mempelajari Bahasa Indonesia maka siswa
diharapkan memiliki kemampuan berbahasa yang baik dan juga memiliki
kemampuan memaknai kehidupan yang diajarkan melalui sebuah karya sastra.
Namun, pembelajaran sastra di sekolah-sekolah belum sampai pada tahap
apresiatif karena hanya diajarkan sebatas materi dan definisi tentang sastra dan
macam-macam sastra, sehingga belum banyak siswa yang mencintai sastra dan
memiliki keinginan untuk menciptakan sebuah karya sastra.

Pembelajaran sastra yang apresiatif akan membina siswa dalam berbagai sisi, baik
sisi intelektual, emosional, maupun spritualnya. Mengingat pengertian sastra yang
merupakan karangan faktual imajinatif yang bersifat menyenangkan dan
bermanfaat dengan menggunakan bahasa sebagai media utamanya (Abidin, 2012:
208). Sastra merupakan karya yang berasal dari hidup dan kehidupan manusia
sehingga sastra tetap merupakan sesuatu yang bermanfaat karena memberikan
sejumlah pengalaman bagi pembaca dalam memaknai hidup dan kehidupannya.
Dengan bersastra, seseorang dapat memberikan sesuatu yang berguna untuk orang
lain melalui karya sastra yang diciptakannya.

Keinginan siswa untuk belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor dari
dalam diri siswa itu sendiri dan faktor dari luar berupa dukungan dan bantuan
orang lain yang dalam hal ini adalah guru di sekolah. Guru memiliki peran yang
sangat penting dalam keberhasilan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa.

4

Karena guru memiliki peran penting dalam pembelajaran yaitu sebagai fasilitator
dan juga motivator yang membantu siswa menguasai materi yang diajarkan.

Mengingat

pentingnya

peran

seorang

guru

dalam

keberhasilan

proses

pembelajaran di sekolah maka guru sebagai tenaga pendidik bertugas
merencanakan

dan

melaksanakan

proses

pembelajaran,

menilai

hasil

pembelajaran, serta melakukan pembimbingan dan pelatihan. Hal ini sejalan
dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, yaitu manusia terdidik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi
warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab (Kemendikbud, 2013).
Dengan adanya interaksi yang baik antara guru dan siswa, maka tujuan itu akan
terlaksana dengan baik pula.

Keberhasilan interaksi yang dilakukan antara guru dan siswa dipengaruhi oleh
kemampuan berbahasa yang dimiliki satu sama lain. Terdapat empat keterampilan
berbahasa, yaitu berbicara, membaca, menulis, dan mendengarkan. Salah satu
keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa adalah keterampilan menulis.
Mengingat Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan ilmiah yang memfokuskan
pembelajaran pada ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan, dan pembelajaran
Bahasa Indonesia yang berbasis teks maka keterampilan menulis perlu
ditingkatkan untuk mencapai ranah pengetahuan dan keterampilan.

Tujuan pembelajaran menulis adalah menumbuhkan kecintaan menulis pada diri
siswa. Tujuan ini menjadi sangat penting sebab mencintai menulis adalah modal
awal bagi siswa agar mau menulis sehingga ia akan menjadi seorang yang terbiasa

5

menulis (Abidin, 2012: 187). Kegiatan menulis dilakukan untuk menyalurkan ide,
informasi, dan komunikasi secara tidak langsung melalui tulisan. Kegiatan
menulis juga dapat membentuk karakter siswa yang produktif, kreatif, dan
ekspresif. Oleh karena itu, guru harus dapat menjadikan siswa gemar menulis agar
kemampuan berkomunikasi siswa semakin baik.

Cerita pendek merupakan salah satu karya sastra berbentuk prosa yang sangat
populer di kalangan masyarakat. Suyanto (2012: 46) mengartikan cerita pendek
adalah cerita berbentuk prosa yang pendek. Pendek memiliki arti yang sangat
relatif, dalam hal ini bisa diartikan habis dibaca sekali duduk. Menulis cerita
pendek memiliki tujuan untuk mengekspresikan perasaan penulis dan juga
menyalurkan pikiran penulis mengenai berbagai peristiwa dalam hidupnya. Cerita
pendek merupakan salah satu materi ajar yang dapat meningkatkan keterampilan
menulis pada siswa. dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, pembelajaran menulis
cerita pendek menjadi sangat penting karena dapat merangsang siswa gemar
menulis dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar. Selain itu juga, siswa dapat mengekspresikan
hidupnya dalam berbagai peristiwa dalam bentuk tulisan.

Pembelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang SMP kelas VII terdapat materi
menulis cerita pendek. Kurikulum 2013 memuatnya dalam materi cerita pendek
Indonesia, subtema cerita pendek, yang tertuang pada empat kompetensi dasar
(KD), yaitu 1.2 Menghargai dan mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai
anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagai sarana memahami informasi lisan dan
tulis, 2.2 Memiliki perilaku percaya diri dan tanggung jawab dalam membuat

6

tanggaan pribadi atas karya budaya masyarakat Indonesia yang penuh makna, 3.1
Memahami teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan
cerita pendek baik lisan maupun tulisan, dan 4.2 Menyusun teks hasil observasi,
tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek.

Penelitian tentang pembelajaran menulis cerita pendek pernah dilakukan
sebelumnya oleh Yanti Jelita dengan judul penelitian “pembelajaran menulis
cerita pendek pada siswa kelas X di Madrasah Al-Fatah Natar Lampung Selatan
2012/2013”. Namun, terdapat perbedaan antara penelitian yang pernah dilakukan
dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis. Pertama, perbedaan kurikulum
yang digunakan, penelitian yang sebelumnya menggunakan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) sedangkan penelitian yang dilakukan penulis
menggunakan Kurikulum 2013. Kedua, jenjang pendidikan yang akan diteliti,
penelitian sebelumnya dilakukan pada jenjang kelas X SMA/sederajat sedangkan
penelitian yang dilakukan penulis pada jenjang kelas VII SMP/sederajat.

Peneliti memilih SMP Negeri 4 Metro sebagai lokasi penelitian karena sekolah
tersebut merupakan sekolah favorit di Kota Metro. Pada tahun 2013, SMP Negeri
4 Metro mendapat juara 1 cipta cerpen tingkat provinsi dan berkesempatan untuk
mengikuti Festival Lomba Seni Siswa Nasional di Medan, Sumatera Utara. Hal
itu menjadi pertimbangan penulis untuk melakukan penelitian di sekolah tersebut.
Berdasarkan hal-hal yang telah dipaparkan, maka merasa penting melalukan
penelitian dengan judul pembelajaran menulis cerita pendek siswa kelas VII SMP
Negeri 4 Metro Tahun Pelajaran 2013/2014.

7

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan masalah sebagai
berikut “Bagaimanakah Pembelajaran Menulis Cerita Pendek Siswa Berdasarkan
Kurikulum 2013 Kelas VII SMP Negeri 4 Metro Tahun Pelajaran 2013/2014?”
yang mencakup hal-hal sebagai berikut.
1. Bagaimanakah perencanaan pembelajaran menulis cerita pendek berdasarkan
Kurikulum 2013 siswa kelas VII SMP Negeri 4 Metro tahun pelajaran
2013/2014?
2. Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran menulis cerita pendek berdasarkan
Kurikulum 2013 siswa kelas VII SMP Negeri 4 Metro tahun pelajaran
2013/2014?
3. Bagaimanakah penilaian pembelajaran menulis cerita pendek berdasarkan
Kurikulum 2013 siswa kelas VII SMP Negeri 4 Metro tahun pelajaran
2013/2014?
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran menulis
cerita pendek berdasarkan Kurikulum 2013 siswa kelas VII SMP Negeri 4 Metro
Tahun Pelajaran 2013/2014 yang mencakup hal-hal- sebagai berikut.
1. Perencanaan pembelajaran menulis cerita pendek berdasarkan Kurikulum 2013
siswa kelas VII SMP Negeri 4 Metro tahun pelajaran 2013/2014.
2. Pelaksanaan pembelajaran menulis cerita pendek berdasarkan Kurikulum 2013
siswa kelas VII SMP Negeri 4 Metro tahun pelajaran 2013/2014.
3. Penilaian pembelajaran menulis cerita pendek berdasarkan Kurikulum 2013
siswa kelas VII SMP Negeri 4 Metro tahun pelajaran 2013/2014.

8

1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak, baik penulis,
guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, dan pembaca lainnya. Adapun manfaat
penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Peneliti, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan penulis sebagai calon guru
Bahasa Indonesia dalam membelajarkan pelajaran Bahasa Indonesia khususnya
pembelajaran menulis cerita pendek.
2. Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, hasil penelitian ini diharapkan dapat
menjadi

salah

satu

informasi

bagi

guru

Bahasa

Indonesia

ketika

membelajarkan pelajaran Bahasa Indonesia di kelas, terutama pada
pembelajaran menulis cerita pendek sehingga guru dapat menyiapkan
perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan peserta didik.
3. Peneliti lain, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan
wawasan pembaca tentang pembelajaran, khususnya pembelajaran menulis
cerita pendek berdasarkan Kurikulum 2013.

1.5 Ruang Lingkup dan Objek Penelitian
Sesuai dengan judul penelitian dan rumusan masalah di atas, penelitian ini
dilakukan dalam ruang lingkup sebagai berikut.
1. Subjek penelitian ini adalah semua pihak yang ada di dalam pembelajaran
menulis teks cerpen, yaitu guru Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas VII
SMP Negeri 4 Metro dan peserta didik kelas VII SMP Negeri 4 Metro yang
mengikuti pembelajaran tersebut.

9

2. Objek penelitian ini adalah semua aktivitas dan kegiatan dalam pembelajaran
menulis teks cerita pendek yang dilakukan oleh peserta didik dan pendidik
SMP Negeri 4 Metro, serta komponen-komponen pendukung lainnya, seperti
media yang digunakan dalam pembelajaran tersebut.
3. Lokasi penelitian di SMP Negeri 4 Metro, Kecamatan Metro Timur, Kota
Madya Metro.
4. Waktu penelitian pada Tahun Pelajaran 2013/2014 semester dua.

10

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pembelajaran
Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi yang dilakukan antara pendidik
(guru) dengan peserta didik. Proses tersebut bertujuan untuk melatih peserta didik
agar memiliki pengetahuan sesuai perkembangan zaman, memiliki sikap yang
positif, keterampilan, dan pandangan yang mantap akan masa depan, agar peserta
didik dapat berinteraksi dengan baik di kehidupan nyata.

Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur
manusiawi, meterial, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling
mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran (Hamalik, 2007: 57). Manusia
terlibat dalam sistem pengajaran terdiri atas siswa, guru, dan tenaga lainnya,
misalnya tenaga laboratorium. Material, meliputi buku-buku, papan tulis, kapur,
fotografi, slide dan film, audio dan video tape. Fasilitas dan perlengkapan terdiri
atas ruangan kelas, perlengkapan audio visual, juga komputer. Prosedur, meliputi
jadwal dan metode penyampaian informasi, praktik, belajar, ujian, dan
sebagainya.

Menurut Suparman (dalam Wardoyo, 2013: 5), menyatakan bahwa pembelajaran
adalah proses yang sistematis dalam mencapai tujuan instruksional secara efektif
melalui

pengidentifikasian

masalah

pengembangan

strategi,

dan

bahan

11

instruksional, serta pengevaluasian terhadap strategi dan bahan instruksional
tersebut untuk menentukan apa yang harus direvisi. Menyusun desain
pembelajaran perlu memperhatikan tujuan dari pembuatan desain pembelajaran
tersebut adalah untuk membuat langkah kerja seorang guru lebih sistematis agar
tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien.

2.1.1 Kurikulum 2013
Kurikulum dalam dunia pendidikan selalu berkembang sesuai tuntutan zaman. Hal
ini dikarenakan tujuan dari pendidikan itu sendiri selalu ingin mengahasilkan
insan manusia yang lebih baik, yang mampu bersaing dikancah pendidikan dunia,
baik dari segi afektif, kognitif, maupun psikomotorik. Hal tersebut selaras dengan
tujuan pendidikan nasional yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20
Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab (Kemendikbud, 2013).

Kurikulum 2013 merupakan tindak lanjut pengembangan dari Kurikulum Berbasis
Kompetensi (KBK) pada tahun 2004 dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) pada tahun 2006. Melalui pengembangan Kurikulum 2013 diharapkan
dapat menghasilkan generasi bangsa yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif,
melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi.

12

Pengembangan kurikulum ini difokuskan pada pembentukan kompetensi dan
karakter peserta didik, berupa panduan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang
dapat didemonstrasikan peserta didik sebagai wujud pemahaman terhadap konsep
yang dipelajarainya secara kontekstual.

2.1.1.1 Pendekatan Ilmiah Kurikulum 2013
Pembelajaran

dalam

Kurikulum

2013

menggunakan

pendekatan

ilmiah

(scientific). Penerapan pendekatan saintifik/ilmiah dalam proses pembelajaran
bukan hal yang aneh dan mengada-ada tetapi memang itulah yang seharusnya
terjadi dalam proses pembelajaran, karena sesungguhnya pembelajaran itu sendiri
adalah sebuah proses ilmiah (keilmuan) (Kemendikbud, 2013).

Melalui pendekatan saintifik/ilmiah, selain dapat menjadikan siswa lebih aktif
dalam mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, juga dapat mendorong
siswa untuk melakukan penyelidikan guna menemukan fakta-fakta dari suatu
fenomena atau kejadian. Artinya, dalam proses pembelajaran, siswa dibelajarkan
dan dibiasakan untuk menemukan kebenaran ilmiah, bukan hanya untuk beropini
dalam melihat suatu fenomena. Mereka dilatih untuk mampu berpikir logis, runtut
dan sistematis, dengan menggunakan kapasistas berpikir tingkat tinggi. Pada suatu
pendekatan ilmiah, lebih mementingkan penggunaan penalaran induktif daripada
penalaran deduktif. Penalaran deduktif adalah bentuk pengunaan penalaran yang
mencoba melihat fenomena-fenomena umum untuk kemudian membuat
kesimpulan yang khusus, sedangkan penalaran induktif, memandang fenomenafenomena atau situasi-situasi yang khusus lalu membuat kesimpulan secara

13

keseluruhan (umum). Metode ilmiah umumnya menempatkan fenomena dengan
kajian spesifik dan detail untuk kemudian merumuskan simpulan umum.

Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 untuk semua jenjang dilaksanakan
dengan menggunakan pendekatan saintifik. Proses pembelajaran harus menyentuh
tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pada proses pembelajaran
berbasis pendekatan ilmiah, ranah sikap menggamit transformasi substansi atau
materi ajar agar peserta didik tahu tentang ‘mengapa’. Ranah keterampilan
menggamit transformasi substansi atau materi ajar agar peserta didik tahu tentang
‘bagaimana’. Ranah pengetahuan menggamit transformasi substansi atau materi
ajar agar peserta didik tahu tentang ‘apa’. Hasil akhirnya adalah peningkatan dan
keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills)
dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak
(hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap,
keterampilan, dan pengetahuan.

Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam
pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah
(saintifik approach) dalam pembelajaran meliputi kegiatan mengamati, menanya,
menalar, mencoba, dan membentuk jejaring pada semua pelajaran.

2.1.1.2 Model Pembelajaran Kurikulum 2013
Model pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu konsep yang membantu
menjelaskan proses pembelajaran, baik menjelaskan pola pikir maupun pola
tindakan pembelajaran tersebut (Abidin, 2012:30).

14

Pada Kurikulum 2013, dikembangkan tiga model pembelajaran, yaitu model
penemuan, model berbasis masalah, dan model proyek. Berikut adalah penjelasan
model-model pembelajaran tersebut.
1.

Model penemuan adalah salah satu model pembelajaran yang dikembangkan
dan diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran Kurikulum 2013. Model
penemuan menggapit beberapa langkah pembelajaran yaitu, persiapan,
pelaksanaan, dan penilaian. Model pembelajaran ini, kegiatan inti
menekankan pada pemberian rangsangan, pernyataan/identifikasi masalah,
pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, dan menarik kesimpulan.

2.

Model berbasis masalah adalah model mengajar menggunakan masalah yang
nyata, agar peserta didik dapat belajar mengingat maupun berpikir kritis,
kerja kelompok, umpan balik, diskusi, laporan akhir. Langkah pembelajaran
model berbasis masalah menggapit konsep dasar, pendefinisian masalah,
pembelajaran mandiri, pertukaran pengetahuan, dan penilaian.

3.

Model

proyek

merupakan model

pembelajaran

yang

menggunakan

proyek/kegiatan sebagai media. Model pembelajaran ini menggunakan
masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan
pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara
nyata. Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk digunakan pada
permasalahan kompleks yang diperlukan peserta didik dalam melakukan
investigasi dan memahaminya. Langkah-langkah dalam pembelajaran ini
menggapit enam kegiatan pembelajaran yaitu penentuan pertanyaan,
menyusun rencana proyek, menyusun jadwal, monitoring, menguji hasil, dan
evaluasi pengalaman.

15

2.1.2 Komponen Pembelajaran
Proses pembelajaran tidak dapat berlangsung tanpa adanya komponen-komponen
yang mendukung pembelajaran itu sendiri. Komponen-komponen tersebut sangat
mempengaruhi berhasil atau tidaknya sebuah pembelajaran. Komponenkomponen itu meliputi, strategi, media, metode, teknik, dan sebagainya.

2.1.2.1 Tujuan Pembelajaran
Tujuan (goals) adalah rumusan yang luas mengenai hasil-hasil pendidikan yang
diinginkan, didalamnya terkandung tujuan yang menjadi target pembelajaran dan
menyediakan pilar untuk menyediakan pengalaman-pengalaman belajar. Mager
dalam (Hamalik, 2007:77), merumuskan konsep tujuan pembelajaran yang
menitikberatkan pada tingkah laku siswa atau perbuatan (performance) sebagai
output (keluaran) pada diri siswa, yang dapat diamati. Output tersebut menjadi
petunjuk, bahwa siswa telah melakukan kegiatan belajar. Pada mulanya siswa
tidak dapat menunjukkan tingkah laku tertentu, setelah belajar dia dapat
melakukan tingkah laku tersebut. Ini berarti, siswa telah belajar. Dengan kata lain,
proses pembelajaran memberikan dampak tertentu pada tingkah laku siswa.

Tujuan pembelajaran biasanya ditulis dengan menggunakan kata kerja yang bisa
diukur (operasional) dan objek (materi) yang menjadi pokok bahasan dari proses
pembelajaran. Perumusan tujuan pembelajaran harus mengandung (memiliki)
unsur-unsur yang memberikan gambaran atau petunjuk kepada guru untuk
melakukan proses penilaian secara tepat. Unsur-unsur dalam penyusunan tujuan
pembelajaran meliputi audience (pembelajar), behavior (perilaku khuusus yang

16

akan dimunculkan), condition (kondisi batasan yang ditentukan), dan degree
(tingkat keberhasilan) (Wardoyo, 2013:7).

Audience (pembelajar) menunjukkan bahwa tujuan dari pembelajaran akan
ditujukan kepada siapa, peserta didik, siswa, mahasiswa dan lainnya. Artinya
tujuan pembelajaran harus dirumuskan secara jelas siapa yang akan menjadi
sasaran dari proses pembelajaran.

Perumusan tujuan pembelajaran

behavior

(perilaku khusus

yang akan

dimunculkan) ini terkait dengan kompetensi dan materi yang akan diberikan. Pada
unsur ini menggunakan kata kerja dan objek. Kata kerja digunakan untuk
menunjukkan

bagaimana

pembelajar

dalam

melakukan

sesuatu

seperti

menjelaskan, menganalisis, mangkaji, dan mengidentifikasi. Objek menunjukkan
materi apa yang akan didemonsstrasikan atau dipresentasikan.

Condition (kondisi batasan yang ditentukan) merupakan batasan yang diberikan
kepada pembelajar pada saat mereka akan dites terkait komponen (tujuan
pembelajaran) yang diharapkan. Unsur condition ini sangat penting bagi
pengembangan desain pembelajaran dalam penyusunan evaluasi. Hal ini erat
kaitannya dengan penyusunan butir tes yang harus relevan dengan tujuan
pembelajaran.

Degree (tingkat keberhasilan) merupakan tingkat keberhasilan (indikator
ketercapaian) dalam mencapai perilaku tersebut. Artinya, tingkat keberhasilan
pembelajar ditujukan dengan batas minimal dari penampilan kompetensi yang
dapat diterima.

17

Taksonomi tujuan pendidikan merupakan suatu ketegori tujuan pendidikan, yang
umumnya digunakan sebagai dasar untuk merumuskan tujuan kurikulum dan
tujuan pembelajaran. Taksonomi tujuan terdiri atas domain-domain kognitif,
afektif, dan psikomotorik (Hamalik, 2007:79).
1. Domain Kognitif
Domain kognitif menitikberatkan pada proses intelektual. Bloom dalam (Hamalik,
2007:80) mengemukakan jenjang-jenjang tujuan kognitif, sebagai berikut.
1) Pengetahuan. Pengetahuan merupakan pengingatan bahan-bahan yang telah
dipelajari, mulai dari fakta sampai ke teori, yang menyangkut informasi yang
bermanfaat, seperti: istilah umum, fakta-fakta khusus, metode dan prosedur,
konsep dan prinsip.
2) Pemahaman. Pamahaman adalah abilitet untuk menguasai pengertian.
Pemahaman tampak pada alih bahan dari satu bentuk ke bentuk lainnya,
penafsiran, dan memperkirakan. Contoh memahami fakta dan prinsip,
menafsirkan bahan lisan, menafsirkan bagan, menerjemahkan bahan verbal ke
rumus matematika.
3) Penerapan (aplikasi). Penerapan adalah abilitet untuk menggunakan bahan
yang telah dipelajari ke dalam situasi baru yang nyata, meliputi aturan,
metode, konsep, prinsip, hukum, dan teori.
4) Analisis (pengkajian). Analisis adalah abilitet untuk merinci bahan menjadi
bagian-bagian supaya struktur organisasinya mudah dipahami.
5) Sintesis. Sintesis adalah mengkombinasikan bagian-bagian menjadi suatu
keseluruhan baru yang menitikberatkan pada tingkah laku kreatif dengan cara
memformulasikan pola dan struktur baru.

18

6) Evaluasi. Evaluasi adalah abilitet untuk mempertimbangkan nilai bahan untuk
maksud tertentu berdasarkan kriteria internal dan eksternal.
2. Domain Afektif
Domain afektif adalah sikap, perasaan, emosi, dan karakteristik moral yang
merupakan aspek-aspek penting perkembangan siswa (Hamalik, 2007:81).
Krathwohl, Bloom, dan Masia dalam (Hamalik, 2007:81) mengembangkan
hierarki matra ini terdiri atas
1) penerimaan (receiving), yaitu suatu keadaan sadar, kemauan untuk menerima,
perhatian terpilih;
2) sambutan (responding), yaitu suatu sikap terbuka ke arah sambutan, kemauan
untuk merespons, kepuasan yang timbul karena sambutan;
3) menilai (valuing), yaitu penerimaan nilai-nilai, preferensi terhadap suatu nilai,
membuat kesepakatan sehubungan dengan nilai;
4) organisasi (organization), yaitu suatu konseptualisasi tentang suatu nilai,
suatu organisasi dari suatu sistem nilai; dan
5) karakteristik dengan suatu kompleks nilai, suatu formasi mengenai perangkat
umum, suatu menifestasi daripada kompleks nilai.

Tingkat-tingkat pada hierarki ini tampak kurang jelas perbedaannya antara yang
satu dengan yang lainnya dan kurang tampak pada siswa.
3. Domain Psikomotorik
Domain psikomotorik adalah kategori ketiga tujuan pendidikan yang menunjuk
pada gerakan-gerakan jasmaniah dan kontrol jasmaniah. Kecakapan-kecakapan

19

fisik dapat berupa pola-pola gerakan atau keterampilan fisik yang khusus atau
urutan keterampilan.

Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan scientific yang memfokuskan
pembelajaran pada ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Kurikulum 2013
disusun dengan tujuan menghasilkan peserta didik yang beriman, kreatif, inovatif
produktif, mandiri, dan afektif selain mampu berkontribusi pada kehidupan
bermasyarakat, bebangsa, bernegara, dan peradaban dunia (Kemendikbud, 2013).

2.1.2.2 Strategi Pembelajaran
Kozna (dalam Uno, 2010: 1), menjelaskan bahwa strategi pembelajaran dapat
diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan
fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan
pembelajaran. Menurut Dick dan Carey (dalam Uno, 2010: 1), menjelaskan
bahwa strategi pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran
dan prosedur atau tahapan kegiatan yang digunakan oleh guru dalam rangka
membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

Berdasarkan pengertian tersebut, penulis merujuk pada pendapat Dick dan Carey
bahwa strategi pembelajaran merupakan pola rencana interaksi antara pendidik
dan peserta didik yang di dalamnya terdapat komponen-komponen pembelajaran
seperti metode dan pemanfaatan media guna membantu peserta didik mencapai
tujuan pembelajaran.

Secara umum strategi pembelajaran terdiri atas 5 (lima) komponen yang saling
berinteraksi dengan karakter fungsi dalam mencapai tujuan pembelajaran, yaitu

20

1.

kegiatan pembelajaran pendahuluan,

2.

penyampaian informasi,

3.

partisipasi peserta didik,

4.

tes, dan

5.

kegiatan lanjutan.

Pemilihan strategi pembelajaran hendaknya ditentukan berdasarkan kriteria
berikut:
1.

orientasi strategi pada tugas pembelajaran,

2.

relevan dengan isi/materi pembelajaran,

3.

metode dan teknik yang digunakan difokuskan pada tujuan yang ingin
dicapai, dan

4.

media pembelajaran yang digunakan dapat merangsang indera peserta didik
secara simultan.

2.1.2.3 Teknik Pembelajaran
Teknik pembelajaran seringkali disamaartikan dengan metode pembelajaran.
Menurut Gerlach dan Ely (dalam Uno, 2010: 2), teknik adalah jalan, alat, atau
media yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik ke
arah tujuan yang ingin dicapai. Teknik adalah berbagai cara yang secara langsung
diterapkan guru dalam pembelajaran di dalam kelas. Cara ini mencakup aktivitas
kelas, tugas, dan pengujian dalam kelas yang dilakukan guru ketika
melangsungkan proses pembelajaran (Abidin, 2012:28).

Beberapa teknik pembelajaran yang biasanya digunakan dalam pembelajaran
Bahasa Indonesia adalah ceramah, tanya jawab, diskusi, curah pendapat,

21

penugasan, latihan, kerja mandiri, demonstrasi, simulasi, dan sebagainya.
Penggunaan teknik tersebut sangat bergantung pada kebutuhan guru sesuai
dengan tujuan pembelajaran khusus yang hendak dicapai. Tidak ada satu pun
teknik yang paling baik, oleh karenanya guru harus cermat memilih dan
menggunakan teknik pembelajaran tersebut.

2.1.2.4 Metode Pembelajaran
Menurut Pringgawidagda (dalam Abidin, 2012: 26), mengemukakan bahwa
metode (method) adalah tingkat yang menerapkan teori-teori pada tingkat
pendekatan. Dalam tingkat ini dilakukan keterampilan-keterampilan khusus yang
akan dibelajarkan, materi yang harus disajikan dan sistematika urutannya. Metode
mengacu pada pengertian langkah-langkah secara prosedural dalam mengolah
kegiatan belajar – mengajar bahasa yang dimulai dari merencanakan,
melaksanakan, sampai dengan mengevaluasi pembelajaran.

Berdasarkan pengertian tersebut, metode adalah rencana keseluruhan proses
pembelajaran dari tahap penentuan tujuan pembelajaran, peran guru, peran siswa,
materi, sampai tahap evaluasi pembelajaran.

2.1.2.5 Media Pembelajaran
Menurut Anitah (dalam Wardoyo, 2013: 53) menyatakan bahwa media
pembelajaran adalah setiap orang, bahan, alat, atau peristiwa yang dapat
menciptakan kondisi yang memungkinkan pembelajar menerima pengetahuan,
keterampilan, dan sikap. Menurut Sanaky (dalam Wardoyo, 2013: 54),
menyatakan bahwa media pembelajaran adalah sarana pendidikan yang dapat
digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran untuk mempertinggi

22

efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pengajaran. Dan menurut Asyhar
(dalam Wardoyo, 2013: 53), media merupakan sarana atau perangkat yang
berfungsi sebagai perantara atau saluran dalam suatu proses komunikasi antara
komunikator dan komunikan. Adanya media komunikator kaan lebih mudah
menyampaikan pesan kepada komunikan meskipun informasi yang disampaikan
adalah sesuatu yang abstrak sekalipun.

Berdasarkan pendapat di atas, penulis merujuk pada pendapat Asyhar bahwa
media pembelajaran adalah seperangkat alat yang digunakan pendidik untuk
menyampaikan pesan/materi kepada peserta didik. Hal tersebut bertujuan
mempermudah pendidik menyampaikan bahan ajar ketika pembelajaran
berlangsung.

1. Jenis-Jenis Media Pembelajaran
Dilihat dari alat indera penerima, media pembelajaran dibedakan menjadi tiga
jenis yaitu media pembelajaran visual, media pembelajaran audio, dan
pembelajaran audiovisual.
1. Media Visual
Menurut Sanjaya (dalam Wardoyo, 2013: 54), media visual adalah media yang
hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur suara. Media visual dapat
berupa film slide, foto, transparansi, lukisan, gambar, dan sebagainya.

2. Media Audio
Menurut Sanjaya (dalam Wardoyo, 2013: 61) media audio adalah media yang
hanya dapat didengar saja, atau dengan kata lain media yang hanya

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

84 2141 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 552 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 481 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

12 309 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 425 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 676 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 582 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 380 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 560 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 680 23