Pendekatan dan Kerangka Teoritik

digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id dan menganalisis peristiwa-peristiwa masa lampau. Metode historis ini bertumpu pada empat langkah yaitu: 1. Heuristik Heuristik merupakan langkah awal dalam penelitian untuk mencari sumber-sumber dan mendapatkan data-data atau materi sejarah. 11 Dalam hal ini penulis melakukan wawancara dengan Bapak Agus, sebagai juru kunci makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi, dan mencari data melalui sumber pustakasumber tertulis serta melakukan observasi situs-situs pada komplek makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi. 2. Interpretasi Interpretasi atau penafsiran sejarah seringkali disebut juga dengan analisis sejarah. Analisis sendiri berarti menguraikan dan secara terminologis berbeda dengan sintesis yang berarti menyatukan. Dalam proses interpretasi sejarah, seorang peneliti harus berusaha mencapai pengertian faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya peristiwa. Data sejarah kadang mengandung beberapa sebab yang membantu mencapai hasil dalam berbagai bentuknya. Walaupun suatu sebab kadangkala dapat mengantarkan kepada hasil tertentu, tetapi mungkin juga sebab yang sama dapat mengantarkan pada 11 Helius Sjamsuddin, Metodologi sejarah Yogyakarta: Ombak, 2007, 86. digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id hasil yang berlawanan pada dalam lingkungan lain. 12 Dalam hal ini penulis mengkaitkan interpretasi ke dalam skripsi ini, di mana penulis akan menggunakan metode sejarah sebagai analisis dan hasil informasi dari sumber yang berhubungan dengan kepurbakalaan komplek makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi di Tuban. 3. Analisis Data Menurut Moleong mengutip dari pendapat Patton bahwa yang dimaksud dari analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan uraian suatu dasar. 13 Jadi, Setelah penelitian terkumpul, selanjutnya penelitian melakukan analisis terhadap data yang didapatkan. Analisis itu sendiri berarti menguraikan data sehingga data itu pada gilirannya dapat ditarik pengertian dan kesimpulan. 14 Metode analisis yaitu berarti mengadakan interpretasi terhadap data-data yang telah tersusun dan terseleksi. Untuk dapat menganalisis data kualitatif Penulis menggunakan metode sejarah yakni melalui data artefak tidak bertulis nisan dan data tertulis, dari melihat data tersebut penulis membagi menjadi dua yakni data Arkeologi dan Sejarah. kemudian berdasarkan atas fenomena-fenomena dan fakta untuk 12 Dudung Abdurrahman, Metode Penelitian Sejarah Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999, 65. 13 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002, Cet ke-17, 107. 14 Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah Yogyakarta: Yayasan Benteng Budaya, 1995, 100. digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id memahami unsur-unsur suatu pengetahuan yang menyeluruh, penulis mendeskripsikan dalam suatu kesimpulan. 4. Historiografi Pada fase terakhir historiografi merupakan cara penulisan, pemaparan atau pelaporan hasil penelitian sejarah yang telah dilakukan. Seperti laporan ilmiah, penulisan hasil penelitian sejarah itu hendaknya dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai proses penelitian, sejak awal sampai dengan akhir. 15

H. Sistematika Pembahasan

Bahasan-bahasan dalam penelitian ini akan dituangkan dalam lima bab terkait antara satu dengan yang lainnya, seeara logis dan sistematis. Pada bagian utama di bagi dalam lima bab yaitu: BAB I. Pendahuluan Bab ini merupakan pengantar dari bab-bab selanjutnya yang memuat latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, pendekatan dan kerangka teoritik, penelitian terdahulu, metode penelitian, sistematika pembahasan.

BAB II. Kondisi Tuban Pra Islam

Pada bab ini menjelaskan tentang kondisi masyarakat Tuban sebelum datangnya Islam yang meliputi tiga sub bab yaitu letak geografis Tuban, kondisi kepercayaan masyarakat Tuban sebelum Islam, dan kondisi sosial budaya masyarkat Tuban. 15 Ibid., 67.