Perancangan Media Video Klip Band Forbia (Studi Kasus : Forbia Band)

Laporan Pengantar Tugas Akhir

PERANCANGAN MEDIA VIDEO KLIP BAND
FORBIA

DK 26313/Tugas Akhir
Semester II 2011-2012

Oleh:
Andika Syarif Permana
52108062
Program Studi Desain Grafis

FAKULTAS DESAIN
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
2012

Abstrak
PERANCANGAN MEDIA VIDEO KLIP BAND FORBIA
(Studi Kasus : Forbia Band)

Oleh :
Andika Syarif P.
52108062
Program Studi Desain Grafis

Musik adalah rangkaian nada atau suara yang menjadi satu kesatuan sehingga
menghasilkan lagu, melodi, dan irama. Di dunia terdapat berbagai macam aliran
musik yang dimiliki oleh band atau pemusik baik dari jalur indie maupun
mainstream, salah satunya yaitu band Forbia yang beraliran Progressive Metal
Hardcore dan masih berada di jalur Indie.

Dalam pergerakannya, band Forbia belum banyak dikenal oleh masyarakat karena
band ini terbilang baru di dunia musik khususnya Bandung dan kurangnya
kegiatan promosi untuk mengenalkan band ini kepada masyarakat luas walaupun
sebelumnya mereka sudah mempunyai media sosial seperti Facebook, Twitter,
dan Myspace sebagai media promosi.

Oleh karena itu pembuatan media video klip dari band Forbia sangat efektif untuk
mengenalkan band ini kepada masyarakat luas dan khususnya kota Bandung,
karena media video klip banyak digunakan oleh kalangan pemusik sebagai media
pengenalan terhadap karya atau objek dari musisi tersebut.

Kata kunci : Musik, Band Forbia, Video Klip.

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Sehingga tugas akhir ini
dapat terselesaikan. Tugas akhir ini berjudul “Perancangan media video klip band
Forbia”, disusun untuk memenuhi studi di perguruan tinggi Universitas Komputer
Indonesia, Fakultas Desain, dan jurusan Desain Komunikasi Visual. Dalam
penyusunan tugas akhir ini saya mengucapkan terima kasih kepada para dosen
pembimbing dan teman-teman yang mendukung saya dalam menyusun tugas
akhir ini.

Bandung, Mei 2012

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................i
ABSTRAK .................................................................................................................ii
DAFTAR ISI ..............................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR DAN ILUSTRASI ..................................................................v
BAB I Pendahuluan....................................................................................................1
1.1 Latar Belakang Masalah ..................................................................................1
1.2 Identifikasi Masalah ........................................................................................2
1.3 Fokus Permasalahan ........................................................................................3
1.4 Tujuan Perancangan ........................................................................................3
BAB II Perancangan Video Klip Band Forbia...........................................................4
2.1 Musik Metal Progressive Hardcore .................................................................4
2.2 Musik Indie Dan Underground........................................................................6
2.3 Band Forbia .....................................................................................................9
2.4 Kompetitor.......................................................................................................12
2.5 Target Audience...............................................................................................14
2.6 Video Klip .......................................................................................................15
2.7 Teknik Pengambilan Gambar ..........................................................................17
BAB III Strategi Perancangan Media Video Klip
Band Forbia. .................................................................................................19
3.1 Strategi Perancangan .......................................................................................19
3.1.1 Tujuan Komunikasi ...............................................................................19
3.1.2 Pendekatan Komunikasi ........................................................................19
3.1.3 Materi Pesan ..........................................................................................20
3.1.4 Strategi Kreatif ......................................................................................20
3.1.5 Strategi Media .......................................................................................32
3.2 Konsep Visual .................................................................................................33
3.2.1 Tipografi ................................................................................................34
3.2.2 Letak Posisi Pemain ..............................................................................36

BAB IV Teknis Perancangan Video Klip Band Forbia .............................................37
4.1 Video Klip .......................................................................................................37
4.2 Media Pendukung ............................................................................................38
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................42
LAMPIRAN ...............................................................................................................43

B AB I
PEN D A HU LU AN

1.1

Latar Belakang Masalah
Musik adalah rangkaian nada atau suara yang disusun menjadi satu
kesatuan sehingga menghasilkan irama, lagu, dan keharmonisan. Di dunia,
musik barat sangat berpengaruh sekali. Aliran atau jenis musik sangat
banyak dan bervariasi tergantung dari warna musik yang dimainkan oleh
para musisi. Aliran musik yang umumnya banyak terdapat di dalam musik
dunia, antara lain Rock, Pop, Jazz, Blues, Metal, Hardcore, Suggest, RnB,
Melodic, dan masih banyak lagi. Musik di Indonesia cenderung hanya
melihat peluang daripada melihat dari segi kreatifitas para musisi atau
band, musik Indonesia pada tahun 2005-2012 diwarnai dengan band atau
musisi yang bergenre pop, melayu, rock, dangdut, mellow dan k-pop
(Korean Pop).

Banyak musisi atau band yang terpengaruh dengan band-band atau musisimusisi dari negara-negara barat. Contohnya di Indonesia, banyak band
atau musisi yang terpengaruh dengan musik barat walaupun musik melayu,
music dangdut dan musik pop mellow menjadi arus pasar musik Indonesia
untuk masa kini.

Pada tahun 2012 musik Indonesia banyak di pengaruhi oleh musik korea
yang banyak mengusung boyband atau girlband, banyak sekali boyband
atau girlband yang bermunculan ini menandakan bahwa musik Korea
sangat besar pengaruhnya pada musik dunia dan musik Indonesia.

Berbeda dengan musik indie, aliran atau jenis musik dalam jalur musik ini
tidak terbatas semua tergantung dari kreatifitas para musisi yang
mengambil jalur musik indie sehingga mungkin untuk melahirkan genre
atau aliran musik yang belum ada.

Musik indie atau musik independent adalah salah satu jalur musik yang
tidak terikat oleh apapun sehingga memicu kreatifitas dari para
musisi/band. Di dalam musik indie semua dilakukan sendiri oleh para
musisi/band dari modal, jenis musik, gaya bermusik, dan lain- lain.

Musik metal adalah aliran musik yang menampilkan musik keras, tempo
yang cepat, penuh dengan distorsi, dan dapat mempengaruhi emosi dari
para pendengarnya. Musik metal di dunia lebih banyak di dominasi oleh
band-band barat, mereka sangat berpengaruh pada musik metal di.

Band Forbia adalah band indie dari Bandung yang bergenre progressive
metal hardcore, band ini berdiri pada tahun 2008. Band ini terdiri dari 5
personil yaitu Andri M. (Vokal), Eka Setia (Gitaris), Eka Permana
(Gitaris), Hari M. (Bassis), dan Puja L (Drummer). Band ini terinspirasi
dengan band barat yaitu August Burn Red.

Dalam

tindakan

promosi

band

Forbia

masih

kurang

dalam

mempromosikan bandnya, band ini masih mengandalkan media- media
sosial, seperti Facebook, Myspace, dan Twitter untuk mempromosikan
mereka kepada masyarakat secara luas. Oleh karena itu kegiatan promosi
band Forbia harus ditingkatkan lebih banyak lagi agar band ini lebih
dikenal lagi oleh masyarakat luas pada umumnya dan para penikmat musik
metal pada khususnya. Solusi untuk permasalahan tersebut dengan cara
membuat video klip dari band Forbia.

1.2

Identifikasi Masalah
Band Forbia adalah band metal yang berasal dari Bandung. Band ini
terbentuk pada tahun 2008, dengan jumlah personil 5 orang. Secara
khususnya band ini berasal dari daerah Bandung Utara, karena semua
personil Forbia band berasal dari daerah ini. Dilihat dari permasalahannya,
dapat disimpulkan beberapa masalah pokok, yaitu:
Band Forbia belum mempunyai album

Tindakan promosinya masih kurang
Band Forbia belum dikenal banyak oleh masyarakat
Kurangnya peluang untuk pentas di berbagai macam acara musik
Terbatasnya dana dalam membuat sebuah musik atau album
Sedikitnya sarana informasi tentang band Forbia

1.3

Batasan Masalah
Bagaimana perancangan video klip band Forbia dan bagaimana cara untuk
menyebarkan media video klip band Forbia kepada masyarakat khususnya
kota Bandung?

1.4

Tujuan Perancangan
Tujuan dari perancangan video klip ini adalah untuk memperkenalkan
band Forbia kepada masyarakat sehingga masyarakat tahu tentang band
Forbia dan sekaligus meningkatkan kegiatan promosi band Forbia dalam
dunia musik Bandung.

BAB II
PERANCANGAN MEDIA VIDEO KLIP BAND FORBIA
2.1

Musik Metal Progressive Hardcore
Musik metal adalah aliran musik yang menampilkan musik keras, tempo
yang cepat, penuh dengan distorsi, dan dapat mempengaruhi emosi dari
para pendengarnya. Musik metal ditemukan pada tahun 60an, dipelopori
oleh band veteran yaitu Steppenwolf, tetapi musik metal lebih dikenal
pada tahun 70an yang dipelopori oleh band Blacksabbath. Pada tahun 70an
Blacksabbath sukses dengan genre yang dibawanya yaitu metal. Dari bukti
kesuksesan Blacksabbath yang mengusung genre metal, lahirlah bandband baru yang sama mengusung genre tersebut, seperti Iron Maiden,
Metallica, Judas Priest, dan Motorhead. Di dalam musik metal terpecah
menjadi beberapa subgenre seperti Heavy Metal, Black Metal, Death
Metal, Trash Metal, Doom Metal, Folk Metal, Gothic Metal, Gram Metal,
dan Grindcore. Perkembangan dalam musik metal sangat pesat, dari tahun
70an yang dimana musik metal lahir, sampai sekarang sudah banyak
subgenre yang berkembang dari genre metal. Teknologi pun ikut andil
dalam berkembangnya genre musik metal pada khususnya, dan musik
dunia pada umumnya. Pada musik metal biasanya lirik lagunya berisi
tentang kematian, neraka, kehidupan, kegelapan, atau liriknya penuh
dengan kata-kata makian yang tertuju pada objek tertentu.

Pada jaman sekarang band metal yang terkena l dan selalu menjadi
influence bagi band-band metal yaitu August Burn Red, Lamb Of God,
Bring Me The Horizon, dan The Devil Wears Prada. Musik metal tidak
hanya berpengaruh pada bidang-bidang yang berhubungan dengan musik
saja tetapi berpengaruh juga dalam dunia fashion, banyak anak metal
jaman sekarang yang mengidentitaskan dirinya sebagai anak metal dengan
cara berpakaian serba hitam atau memanjangkan rambutnya seperti
personil band-band metal yang terkenal.

Musik hardcore merupakan subgenre dari musik punk rock. Musik
hardcore muncul pada tahun 70an. Ciri-ciri musik hardcore dilihat dari
segi musiknya yaitu suara gitar yang lebih tebal, berat dan cepat dari
musik punk rock awal. Lirik lagunya biasanya berisi tentang sosial, politik,
kekerasan, kebebasan berpendapat, dan perang. Di dalam komunitas
hardcore, terdapat istilah Straight Age yang merupakan sebutan kepada
individu yang menjauhi rokok, minuman keras, seks bebas, dan narkoba,
biasanya istilah Straight Age sering dihimbau melalui lagu- lagu yang
dibawakan oleh band-band hardcore, kemungkinan ini ada salah satu
tindakan untuk menghindari para remaja atau para penikmat musik dari
narkoba, minuman , atau hal-hal yang dapat merusak dan merugikan diri
sendiri. Pada tahun 70an band yang mengusung genre hardcore ada 3 yaitu
Bad Brain, Bad Flag, dan Minor Threat.

Pada tahun 90an musik progressive atau sering dianggap sebagai
progressive rock merebak ke permukaan. Pergerakannya semakin melebar
bersamaan dengan kesuksesan band yang mengusung progressive rock
yaitu Dream Theater. Banyak orang yang selalu salah saat menilai bahwa
musik yang didengarkan adalah musik progressive, karena masyarakat
akan beranggapan musik progressive sama dengan musik rock, yang
membedakannya adalah perubahan aransemen, tempo, dan nada lagu pada
bagian tertentu dan itulah merupakan ciri-ciri genre progressive. Pada
genre progressive, lagu- lagu yang dibawakannya lebih ekspresif, variatif,
dan memiliki ruang lingkup yang luas. Dalam kamus bahasa, progresif
merupakan bentuk sifat dari kata "proges" yang mengandung arti gerak
maju atau ihwal berkembang ke depan. Pengardian yang cukup mendasar
ini monumental di waktu yang akan datang.

Musik Metal Progressive Hardcore dipelopori oleh August Burn Red yang
terbentuk pada tahun 2003, walaupun sebelumnya ada beberapa band yang
bergenre sama seperti Psyopus, Car Bomb, Mastodon, Car Bomb, dan
Dlingger Escape Plan.

Musik metal di Indonesia masih belum dapat diterima ole h arus musik
Indonesia saat ini, karena musik metal lebih susah untuk didengar dan
masih terbatasnya orang yang menkonsumsi musik seperti musik metal.

Pada umumnya band-band yang tergolong musik yang keras membentuk
sebuah komunitas yang bernama musik underground, di sanalah banyak
sekali band-band indie yang kreatif dan tidak terikat untuk menghasilkan
karya yang dapat mengalahkan karya musik dari musik- musik mainstream.

Musik metal baru muncul di Indonesia pada tahun 80an, saat itu musik
metal banyak digandrungi oleh anak-anak muda yang dipengaruhi oleh
band-band metal dari barat yaitu Metallica, Slayer, dan Megadeth.
Disebabkan kuatnya pengaruh musik barat maka lahirlah band-band metal
baru di Indonesia contohnya seperti Roxx, Sucker Head, Commotion Of
Resources, Painfull Death, Rotor, Razzle, Parau, dan lain- lain.
Pada jaman sekarang perkembangan musik metal di Indonesia semakin
ada kemajuan seperti band Burger Kill yang pernah ditawari major label
oleh perusahaan rekaman di Indonesia, ini membuktikan bahwa musik
metal pun bisa bersaing di dalam arus musik Indonesia walaupun butuh
waktu lama untuk dapat diterima oleh masyarakat secara luas.

2.2

Musik Indie Dan Underground
Sejarah musik selalu diwarnai oleh terobosan-terobosan baru pada setiap
jamannya. Terobosan-terobosan ini senantiasa berporos pada prinsip
menghadirkan tawaran alternatif terhadap budaya mainstream di setiap
masanya.
Industri musik indie muncul di Amerika sejak tahun 1920an. Di masa itu
ada beberapa label- label rekaman kecil mencoba menandingi label- label
besar. Awal tahun 60an, Elvis Presley berhasil menggemparkan dunia
musik. Elvis sukses merubah paradigma bermusik di Amerika dengan
musik rock „n roll- nya (adaptasi musik blues dan jazz kulit hitam).

Pada jaman itu juga, lorong- lorong bawah tanah stasiun kereta (subway)
disulap menjadi panggung-panggung pertunjukan oleh para senimanseniman di Paris, Perancis.

Para seniman itu mencoba mendekatkan diri langsung dengan massa,
menentang pola berkesenian elitis ala seniman mainstream. Bahkan puisi,
teater, musik, dan produk kesenian lainnya pada massa itu sarat dengan
nuansa kritis. Karena tempat pertunjukannya yang berada di bawah tanah,
lahirlah istilah underground.

Perubahan di atas harus dilihat selaras dengan fenomena sosial yang
sedang terjadi. Tahun 50 sampai 60an adalah masa pemulihan pasca
perang dunia II dan masa awal perang dingin. Krisis ekonomi
menghinggapi hampir semua negara di dunia. Pengiritan sektor industri
menjadikan kelas-kelas pekerja makin jauh dari taraf kesejahteraan.

Mendapatkan hiburan seperti opera dan pertunjukan musik klasik adalah
sebuah hal yang mustahil bagi kelas pekerja. Mau tak mau mereka harus
menciptakan

alternatif-alternatif

hiburannya

sendiri.

Fenomena

underground di Paris, musik alternatif di Amerika (blues, jazz, dan rock „n
roll), serta skin head di Inggris harus dilihat sebagai bentuk-bentuk
alternatif dalam bermusik di jaman itu.
Musik indie atau musik indenpendent dapat diartikan sebagai salah satu
jalur musik yang tidak terikat oleh apapun sehingga memicu kreatifitas
dari para musisi/band. Musik indie merupakan terobosan yang sudah lama
ada dan jalur ini sangat dibutuhkan bagi para musisi yang terbatas dalam
hal- hal yang dapat menghalangi para musisi untuk berkarya sekaligus
mempublikasikan karyanya kepada masyarakat luas.

Dalam bermusik tidak harus punya banyak materi agar musik didengar
oleh masyarakat banyak, hal yang terpenting adalah memberikan suatu
karya musik yang berkualitas walaupun awalnya tidak diketahui oleh

masyarakat luas, maka dari itu musik indie banyak melahirkan band-band
atau para musisi dengan variasi genre dan musik yang unik atau berbeda
dari musik mainstream, walaupun terdapat pula band-band yang
mengusung genre yang sudah ada.

Musik underground pertama kali muncul pada tahun 60an, pada saat itu
musik underground dipelopori oleh band-band rock seperti God Bless,
Gang pegangsaan, Super Kid, dan lain- lain. Memang musik mereka
bergenre rock, tetapi pada masa itu musik rock merupakan tergolong
musik yang keras maka dari itu band-band rock pada tahun 60an
sembunyi-sembunyi dalam melakukan kegiatan bermusiknya. Definisi
musik underground tidak berbeda jauh dengan musik indie, antara musik
indie dan musik underground saling berkesinambungan.

Musik underground adalah sebuah komunitas band-band indie yang
berkarya di bawah permukaan arus musik yang ada. Musik underground di
Indonesia lebih banyak di dominasi oleh band-band yang bergenre metal
atau bergenre keras, masyarakat awam yang belum tahu apa arti musik
underground sering menyalah artikan arti dari musik underground,
kebanyakan masyarakat menganggap bahwa musik underground penuh
dengan kekerasan, narkoba, dan hal- hal yang berbau negatif.
Maka dari itu himbauan terhadap musik metal atau musik underground
harus ditingkatkan, isinya berisi himbauan bahwa musik metal atau musik
underground bukan merupakan komunitas yang penuh kekerasan atau halhal yang berbau negatif belaka
2.3

B a nd Fo r b ia

Gambar II.1 Band Forbia

Sekitar akhir tahun 2008, Eka permana merencanakan pembuatan proyek
band yang berpower progressive hardcore metal dan seketika itu pula Puja
Lesmana menyetujuinya. Awalnya hanya berniat dari ketidakseriusan atau
hanya sekedar iseng membuat band, untuk memantapkan materi yang
terkumpul.

Setelah melewati beberapa waktu, hampir dihabiskan dengan kesibukan
masing- masing. Hingga pada akhirnya Puja semakin ingin meneguhkan
keseriusan tawaran Eka membuat proyekan ini. Hingga ditetapkan Eka
Setia sebagai pengisi gitar 2.

Dan untuk posisi bassis ditetapkan Hari Mardhika. Untuk sementara
formasi “Forbia” ditetapkan. Awal nama “Forbia” didapat ketika
terinfluence dari film misteri “4bia” yang berasal dari Thailand
Pembentukan karakter pun dipaparkan oleh drumer dan kedua gitaris
untuk memperoleh karakter Forbia. Segala macam ide-ide dan usulan dari
ketiga personil Eka Permana, Puja Lesmana dan Eka Setia membuahkan
hasil inti yaitu, Progressive Hardcore Metal. Dan ketika Hari Mardika
menyetujui hasil konsep mereka bertiga, semakin bersemangatlah Forbia
melangkah.

Jamming season dalam beberapa pekan, selalu dilakukan dengan
mengikuti band-band hardcore/metal kawasan barat dan timur Amerika.
Masa demi masa di lewati di studio dengan memantapkan karakter musik
Forbia, hingga melahirkan hit single pertama berjudul “1996” yang
mengedepankan tentang kepedulian eka setia terhadap lingkungan
terutama di kota tercinta nya yaitu Bandung, Indonesia.

Di dalam pemantapan liriknya, eka setia lebih memilih dan menjurus ke
dalam lingkungan sekitar kehidupan ataupun persahabatan antar personil.
Tetapi ada kalanya eka setia memaparkan kekesalan dalam diri pribadinya.

Dan selang berlalu malam demi malam begitu juga hari demi hari ide
untuk “our night chair” muncul saat ke empat personil sering melewatkan
waktu malamnya di kursi tua halaman depan rumah eka permana.
Kembalilah mereka menggarap karakter forbia yang telah didapat yaitu
“1996,

“Our night chair” dan “Splatter hope” dengan berbagai

pertimbangan dari tiap personil.

Dalam beberapa sesi latihan, ketika di studio di kawasan Buah Batu,
Forbia semakin mantap melangkah, hanya saja tanpa iringan vokalis pada
waktu itu. Lalu tanpa pikir panjang mereka mencari kekosongan pada
vocal.

Dan setelah lelah menentukan karakter vocal Forbia yang lebih menjurus
ke arah Hardcore, awal tahun 2009 munculah ide dari Hari mardika yang
merekomendasikan kawan lamanya yaitu Andri setelah beberapa kandidat
sebelumnya yang menurut para personil memang tidak ada kecocokan
dalam karakter musik Forbia, namun kekuatan vokal hardcore yang
dimiliki Andri memang sangat melengkapi karakter music Forbia.

Andri maulana yang lebih mendalami genre death metal awalnya
cenderung mengalami kesulitan untuk menguasai karakter vocal hardcore.

Andri mulai melatih karakter vocal nya, setelah mendalami materi Forbia.
Dia mulai menerima usulan dari Hari mardika dan Eka setia untuk
mempelajari teknik vocal hardcore. Materi- materi baru pun muncul, yang
tentu saja dengan memasukan lirik- lirik baru yang Andri ciptakan. Hanya
saja karakter vokal masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

Proses Andri dalam medalami teknik vocal hardcore,

semakin

menemukan titik terang berkat dukungan dan dorongan dari para anggota
personil. Dan akhirnya terbentuklah Forbia dengan mengusung genre
progressive hardcore metal.

Forbia pun fix dengan formasi Andri Maulana [vocal], Eka Permana [ lead
guitar], Eka Setia [guitar], Hari Mardika [bass], Puja Lesmana [drum]
yang telah siap dan matang dalam mengusung belantika musik
Underground.

Band Forbia beraliran metal progressive hardcore. Band ini terpengaruh
oleh band metal dari barat yaitu August Burn Red. Band Forbia sudah
mempunyai beberapa lagu ciptaan mereka sendiri, lagu-lagu ciptaan
mereka berisi tentang lingkungan hidup, kemanusiaan, perjuangan, dan
hinaan kepada suatu objek tertentu.
Dalam warna musiknya band Forbia masih banyak dipengaruhi oleh bandband barat dan cenderung ada beberapa lagu yang berbeda dengan aliran
yang sudah mereka tetapkan , tetapi ada pula lagu mereka yang cocok
sekali dengan aliran progressive metal hardcore.

Dalam penampilannya band Forbia ingin berbeda dengan band-band metal
yang cenderung berpenampilan serba hitam dan sangar, penggunaan huruf
untuk membuat logonya pun tidak seperti band-band metal yang
cenderung bersifat penuh dengan distorsi dan menyeramkan, seperti
gambar di bawah ini.

Gambar II.2 Logo band Condemned
Sumber:http://undergroundbestbandpunkinindonesia.blogspot.com/

Dalam mengarungi belantika musik underground band Forbia belum
mempunyai sebuah album walaupun mereka sudah mempunyai beberapa
lagu yang dapat didengarkan oleh masyarakat banyak.

Dalam tindakan promosi, band Forbia masih kurang dan harus
ditingkatkan karena band ini masih sangat baru dalam dunia musik metal
di Bandung sehingga banyak masyarakat yang belum tahu band Forbia.
Band Forbia saat ini memperkenalkan bandnya kebanyakan melalui media
web seperti Facebook, Twitter, dan Myspace tetapi media tersebut belum
cukup untuk dapat memperkenalkan band ini ke masyarakat secara luas
Kata Forbia berasal dari plesetan dari judul film horor Thailand yaitu
“Phobia”, dalam kamus bahasa Inggris kata Forbia tidak ada tetapi dalam
bahasa Skotlandia kata Forbia berarti keras kepala atau dalam bahasa
Inggris yaitu headstrong. Dalam budaya Skotlandia kata Forbia biasa
digunakan sebagai nama anak perempuan di Skotland.

2.4

Kompetitor
Pada tahun 2012, sudah banyak band indie yang bermunculan dengan
berbagai genre dan warna musik yang mereka bawakan. Mereka pun saling
bersaing menjadi yang terbaik, tak terkecuali dengan band Forbia. Band
Forbia mempunyai pesaing yang bergenre progressive metal hardcore
seperti band Inwise.

Gambar II.3 Band Inwise

Band Inwise berdiri pada tahun 2008 yang bergenre progressive metal
hardcore. Fahmi (Vocal), Zulfi (Gitar), Icki (Gitar), Izal (Bassis), Gema
(Drumer). Band ini sudah banyak memenangi kompetisi-kompetisi band
seperti M150 Subtereo Revolt OZ radio Bandung 2010, menjadi finalis LA
Light indie fest. band pada tahun 2010, Gema yang posisinya mengisi
Drumer pernah menjadi pemenang kontes Flexy Drum sekitar Jawa Barat.
Band Inwise sudah mempunyai media-media promosi yang membantu
untuk mempromosikan band Inwise kepada masyarakat luas, seperti media
web yaitu Facebook, Myspace, Twitter, dan Purevolume dan media video
klip yang menggarap single pertamanya yaitu “Sense Fail”.
Dalam perkembangan musiknya band Inwise sedang menggarap sebuah
album yang berisi 9 materi lagu dan mencari label- label record

untuk

peluncuran album pertamanya.

2.5

Target Audience
Target

audience

ditentukan

dengan

Psikografis, Demografis, dan Geografis.

Demografis

beberapa

segmentasi

seperti

1. Laki- laki dan perempuan.
2. Umur antara 14-35 tahun.
3. Status ekonomi sosial dari bawah sampai menengah ke atas.
4. Status pendidikan dari sekolah menengah pertama sampai
Universitas.

Psikografis
Masyarakat yang menyukai lagu- lagu yang beraliran keras atau
cadas dan masyarakat yang dekat dengan dunia musikDalam
penyebarannya, anak-anak muda yang lebih diutamakan karena
anak-anak muda lebih peka terhadap musik-musik keras atau cadas
terutama di kota Bandung yang kehidupannya tidak jauh dari dunia
musik.

Geografis
Masyarakat khususnya masyarakat Bandung yang merupakan tujuan
pertama dalam memperkenalkan media video klip band Forbia dan
masyarakat di luar kota Bandung sebagai target kedua dalam
memperkenalkan media video klip band Forbia.

2.6

Video Klip
Video klip (seperti dikutip Adi, 2008) adalah kumpulan potongan-potongan
visual yang dirangkai dengan atau tanpa efek-efek tertentu dan disesuaikan
berdasarkan ketukan-ketukan pada irama lagu, nada, lirik, instrumennya dan
penampilan band, kelompok musik untuk mengenalkan dan memasarkan
produk (lagu) agar masayarakan dapat mengenal yang selanjutnya membeli
kaset, CD, DVD.

Video klip sudah menjadi media yang paling sering dipaka i untuk
memperkenalkan sebuah band kepada masyarakat. Dalam pembuatannya,
video klip harus direncanakan secara sistematis mulai dari penentuan lokasi

syuting, pembuatan story board, pembentukan crew, perlengkapan syuting,
dan editting.

Konsep atau ide yang dibuat biasanya tergantung dari lagu yang akan
dijadikan video klip musik dan tempo yang dimiliki lagu yang akan
dijadikan video klip sangat berpengaruh dalam menentukan cepat atau
lambatnya video klip yang akan dibuat.

Penentuan lokasi dalam video klip dikelompokkan menjadi 2, yaitu indoor
(ruang tertutup) dan outdoor (ruang terbuka). Lokasi syuting ditentukan
menurut konsep atau ide video klip yang digarap. Di indoor (ruang
tertutup), kebutuhan property lebih sedikit dibandingkan dengan lokasi
syuting di outdoor (ruang terbuka) dan di indoor lebih menguntungkan dan
aman dari cuaca yang tidak mendukung dalam pembuatan video klip
Pembentukan crew, dibentuk untuk memudahkan pekerjaan sutradara dalam
membuat video klip. Crew video klip atau film ditempatkan di posisi yang
sesuai dengan keahliannya, seperti cameramen, lighting, editor, dan
penyusun script. Jumlah crew video klip biasanya disesuaikan dengan
kebutuhan dan besarnya pembuatan video klip yang dibuat.

Perlengkapan syuting seperti kamera, lighting, dan mic sangat dibutuhkan
dalam membuat video klip, bila tidak ada unsur tersebut maka pembuatan
video klip mungkin tidak dapat dilakukan.

Editting merupakan teknologi yang penting dalam proses ta hap akhir
pembuatan video klip, dari editting potongan-potongan gambar yang telah
direkam akan disusun sesuai dengan jalan cerita atau storyboard sehingga
menjadi sebuah video klip yang siap untuk disebarkan kepada masyarakat
luas. Orang yang melakukan editting disebut juga editor.

Dalam dunia musik video klip merupakan media yang selalu menjadi
langganan para band-band atau para musisi untuk memperkenalkan

musiknya kepada masyarakat luas. Biasanya video klip digunakan oleh
band-band besar atau para musisi yang mampu membuat video klip.

Dalam media penayangannya band-band atau para musisi major label lebih
menggunakan stasiun televisi nasional, dan band-band atau para musisi
indie label biasanya menggunakan stasiun televisi lokal, tetapi pada jaman
sekarang perkembangan indie di belantika musik Indonesia semakin
berkembang pesat dengan adanya acara di televisi Nasional yang
menampilkan musik- musik anti mainstream atau indie label yaitu Radio
Show.
7

Teknik Pengambilan Gambar
Dalam melakukan teknik pengambilan gambar harus disesuaikan dengan
adegan-adegan yang akan diambil sehingga timbul sisi-sisi dramatis yang
mendukung cerita/adegan pada film atau video klip dan sekaligus
mempertegas pesan yang akan diterima oleh konsumen atau para penonton.

Terdapat 5 macam jenis teknik pengambilan gambar, yaitu:
Bird Eye View
Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian
kamera berada di atas ketinggian objek.

High Angle
Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi
terlihat kecil.

Low Angle
Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan
objek jadi terlihat besar.

Eye Level
Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya
memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang.

Frog Eye
Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar
dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah.

Sedangkan teknik pengambilan gambar yang disesuaikan dengan emosi,
jarak pandang, dan kondisi suatu objek terdapat bermacam- macam jenis,
yaitu:
Extreme Close Up
Pengambilan gambar yang memperlihatkan suatu objek secara detail
sehingga gambar objek menjadi lebih besar.

Big Close Up
Pengambilan gambar dari atas kepala sampai dagu

Close Up
Gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang
terlihat seperti hanya mukanya saja.

Medium Close Up
Pengambilan gambar dari pinggang sampai atas kepala.

Medium Shot
Pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang
terlihat hanya separuh badannya saja (dari perut/pinggang keatas).

Full Shot
Pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.

Long Shot
Pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh,
seluruh objek terekam hingga latar belakang objek.

BAB III
STRATEGI PERANCANGAN VIDEO KLIP BAND FORBIA

3.1

Strategi Perancangan
3.1.1

Tujuan Komunikasi
Tujuan Komunikasi dari media video klip band Forbia, antara
lain:
Memperkenalkan band Forbia kepada masyarakat atau para
penikmat musik, khususnya penikmat musik metal.
Memperkenalkan genre musik band Forbia.
Memperkenalkan lagu yang diciptakan oleh band Forbia.
Menyampaikan pesan dari lagu yang digarap sebagai video
klip.
Menambah peminat musik dari band Forbia.

3.1.2

Pendekatan Komunikasi
Pendekatan komunikasi media video klip band Forbia,antara
lain:
Memberitahukan

video

klip

band

Forbia

dengan

menggunakan media-media sosial internet seperti Facebook,
Myspace, dan Twitter.
Menggunakan

situs

Youtube

sebagai

sarana

untuk

mempertunjukkan video klip dari band Forbia .
Memperkenalkan video klip band Forbia melalui stasiunstasiun televise lokal.

3.1.3

Materi Pesan
Materi pesan yang terdapat dalam lagu band Forbia yang
berjudul “Courage” yaitu mengingatkan agar kita dapat
memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dalam melakukan

hal- hal yang ada di dunia ini dan berusaha untuk kembali ke
jalan yang lurus walaupun pernah berada di jalan yang salah.

3.1.4

Strategi Kreatif
Menampilkan

video

klip

yang konsepnya

tidak

terlalu

mengutamakan ciri khas aliran metal yang identik dengan warna
gelap seperti video klip dari August Burn Red berjudul “White
Washed”.

Dalam merancang video klip band Forbia diperlukan strategi
kreatif meliputi beberapa hal berikut ini:

Ide Cerita
Ide cerita dari video klip band Forbia diambil dari isi lagu
band Forbia yaitu “Courage” yang sekaligus menjadi lagu
yang akan digarap menjadi video klip band Forbia. Lagu
“Courage” berisi tentang perjuangan seseorang dalam
menempuh hidup yang lebih baik lagi dan berusaha agar
tidak kembali lagi ke jalan yang sesat.

Sinopsis
Lagu Courage

menceritakan

tentang seseorang

yang

berusaha keluar dari tekanan hidup yang disebabkan oleh
kesalahan dirinya di masa lampau. Hal ini terjadi berulangulang pada dirinya apabila dia tidak merubah jalannya ke
jalan yang benar.

Dalam perjalananya untuk keluar dari tekanan ini, orang
tersebut telah banyak dibantu oleh orang lain yang dia kenal
dalam perjalanannya untuk mencari tujuan hidup yang dia
inginkan. Perjalanan ini pasti akan berakhir di jalan yang

benar atau tujuan yang diraih dan berusaha untuk tidak
kembali lagi ke jalan yang sesat.

Skenario/Sceneplot
1.

Full Band (Forbia):
1.1

Total shot- objektif kamera-depan

1.2

Over Shoulder Shot-objektif kamera (Puja L.)

1.3

Two shot-objektif kamera-kiri (Eka S. dan Hari M.)

1.4

Two shot-objektif kamera-kanan (Eka P. dan Puja
L.)

1.5

Two shot-objektif kamera-depan (Hari M. dan Puja
L.)

2.

3.

4.

5.

Drummer (Puja):
2.1

Medium shot-objektif kamera- kiri ke kanan

2.2

Medium shot-objektif kamera-kiri

2.3

Total shot-objektif kamera-kiri

2.4

Medium close up-objektif kamera-kanan

Gitaris 1 (Eka Permana):
3.1

Medium shot-objektif kamera-kiri ke kanan

3.2

Medium close up-objektif kamera-kanan

3.3

Medium shot-objektif kamera-kanan

Gitaris 2 (Eka Setia):
4.1

Medium shot-objektif kamera-kiri ke kanan

4.2

Medium close up-objektif kamera-kiri

4.3

Medium shot-objektif kamera-kiri

Bassis (Hari M):
5.1

Medium shot-objektif kamera-kiri ke kanan

5.2

Medium shot-objektif kamera-kiri

5.3

6.

7.

Vocalis (Andri M):
6.1

Medium Shot-objektif kamera-depan

6.2

Close up-objektif kamera-kiri

6.3

Medium Close Up-objektif kamera-depan

Gitar 1 (Eka Permana):
7.1

8.

Close up-objektif kamera-kiri

Gitar 2 (Eka Setia):
8.1

9.

Medium close up-objektif kamera-depan

Close up-objektif kamera-depan

Bass (Hari M.):
9.1

Close up-objektif kamera-depan

10. Simbal drum (Puja L):
10.1 Two shot-normal angle-kiri

11. Senar Drum (Puja L.):
11.1 Big close up-high angle-kanan

12. Double pedal drum (Puja L.):
12.1 Close up-Normal Angle-kanan

13. Talent 1 (Andri M)
13.1 Big Close Up-Normal Angle-tangan yang sedang
terikat.
13.2 Medium Shot-Normal Angle-Talent 1 duduk dan
terikat di kursi.
13.3 Close Up-Normal Angle-kiri-Wajah talent 1 yang
tertutup oleh kain sedang meronta-ronta

13.4 Medium

Close

Up-Normal

Angle-Membuka

penutup kepala.
13.5 Medium

Shot-Normal

Angle-Berjalan

menuju

pintu.
13.6 Close Up-Normal Angle-Bersiap untuk membuka
pintu.
13.7 Full Shot-Normal Angle-Membuka pintu dengan
lebar yang dipenuhi oleh cahaya.

14. Talent 2
14.1 Medium Shot-Normal Angle-Muncul di kegelapan
ingin membantu melepaskan tali.
14.2 Medium Close Up-Normal Angle-Melepaskan tali.
14.3 Close Up-Normal Angle-Memberikan Pertolongan
kepada Talent 1.

Storyboard

III.1 Gambar Storyboard Video Klip Band Forbia

Script Breakdown Shoot
1.

Full Band

Gambar III.2 Script Breakdown Shoot Fullband

2.

Drummer (Puja L)

Gambar III.3 Script Breakdown Shoot Drummer

3.

Gitaris I (Eka Permana)

Ga mba r I I I . 4 Script Breakdown Shoot Gitaris I

4.

Gitaris II (Eka Setia)

Gambar III.5 Script Breakdown Shoot Gitaris II

5.

Bassis (Hari Mardika)

Gambar III.6 Script Breakdown Shoot Bassis

6.

Vokalis (Andri Maulana)

Gambar III.7 Script Breakdown Shoot Vokalis

7.

Gitar I

Gambar III.8 Script Breakdown Shoot Gitar I

8.

Gitar II

Gambar III.9 Script Breakdown Shoot Gitar II

9.

Bass

Gambar III.10 Script Breakdown Shoot Bass

10.

Simbal Drum

Gambar III.11 Script Breakdown Shoot Simbal Drum

11.

Senar Drum

Gambar III.12 Script Breakdown Shoot Senar Drum
12. Double Pedal Drum

Gambar III.13 Script Breakdown Shoot Double Pedal Drum

12.

Talent I

Gambar III.14 Script Breakdown Shoot Talent II

13.

Talent II

Gambar III.15 Script Breakdown Shoot Talent II

Director Treatment
1.

Gaya editing
Gaya editing yang diterapkan pada video klip band
Forbia yang berjudul “Courage”, lebih mengacu kepada
tempo lagu dari lagu yang akan digarap menjadi video
klip, karena lagu
yang bertempo cepat maka perpindahan antara frame ke
frame lebih cepat dan lebih dekat jaraknya sehingga
video klip yang dibuat terlihat variatif dan dinamis.

2.

Tempo Film
Dalam video klip ini tempo film disesuaikan dengan
tempo dari lagu yang akan digarap menjadi video klip.
Tempo

lagu yang akan digarap yaitu “Courage”

menggunakan tempo yang cepat.
3.

Color Tone

Warna yang dipakai dalam video klip menggunakan
Software Plugin Magic Bullet Mojo yang dipakai untuk
menggunakan warna atau color tone yang tidak terlalu
gelap dan tidak terlalu terang.

4.

Gerakan kamera
Gerakan kamera banyak menggunakan gaya shaking
kepada objek untuk mendapatkan gambar yang dinamis
dan banyak melakukan improvisasi dalam mengambil
gambar objek sehingga terlihat bervariatif.

3.1.5

Strategi Media
Menurut permasalahan dari objek penelitian.
Media Utama
1.

Video Klip
Video klip menjadi media utama karena merupakan
media yang cocok sebagai media promosi di dalam dunia
musik indie dan khususnya di dalam dunia musik
Bandung.

Media Pendukung
1.

Poster
Merupakan media yang sangat diminati bagi para
penggemar musik, mereka membeli atau mendapatkan
poster membuktikan besar pengaruhnya band atau musisi
terhadap para penggemar atau penikmat musik.

2.

Stiker
Stiker merupakan media yang sering diminati oleh
penggemar band, biasanya band-band atau para musisi

membagikan stiker pada saat mereka mementaskan
karyanya dalam sebuah acara.

3.

Kaos
Media kaos sering digunakan oleh para penggemar atau
para penikmat musik sebagai pertanda bahwa mereka
senang dengan musik band tertentu atau sebagai fashion
di kalangan penggemar musik.

4.

Teaser
Teaser digunakan untuk membuat penasaran para fans
atau penikmat musik metal khususnya di Bandung
terhadap video klip band Forbia yang akan dibuat dan
sebagai media informasi dari video klip itu sendiri.

3.2

Konsep Visual
Konsep visual yang digunakan pada media utama dan media pendukung
menggunakan warna yang tidak terlalu gelap, dalam penggarapan media
utama yang berupa video klip menggunakan efek-efek khusus dalam
perpindahan dari frame ke frame atau pada frame di bagian tertentu. Lagu
yang akan digarap menjadi video klip dari band Forbia berjudul
“Courage”. Pada media pendukung seperti kaos, poster, dan stiker konsep
visual yang dibuat menggunakan teknik fotografi dan digital imaging.
3.2.1

Tipografi
Tipografi yang dipakai sebagai perancangan media adalah font
Birth Of Hero.
Alasan menggunakan huruf ini karena huruf ini masih dapat
dibaca secara jelas walaupun dalam visualisasinya ada unsur
yang mencirikan distorsi yang merupakan ciri khas dari musik
metal.

Gambar III.16 Font Birth Of Hero

Gambar III.17 Font Birth Of Hero dengan kata Forbia

Dan untuk font yang digunakan sebagai keperluan informasi dari
media video klip band Forbia menggunakan font Arial.

Gambar III.18 Font Arial

Gambar III.19 Font Arial dengan kata Forbia

3.2.2

Letak Posisi Pemain
Letak posisi pemain disesuaikan dengan konsep video klip yang
akan digarap sehingga memudahkan dalam pengambilan
gambar. Berikut ini adalah gambaran dari posisi pemain.

Gambar III.20 Letak Posisi pemain Band

Perpindahan posisi pemain mungkin saja dilakukan untuk
memberi kesan dinamis

terhadap

video

yang digarap.

Perpindahan posisi pemain band hanya sebatas 1 atau 2 langkah
ke samping kiri dan kanan untuk vokalis, dan 1 atau 2 langkah
ke depan atau ke belakang untuk gitaris dan bassis. Perpindahan
posisi pemain tidak dilakukan terhadap pemain drum.

BAB IV
TEKNIS PERANCANGAN MEDIA VIDEO KLIP BAND FORBIA

4.1

Video Klip
Media video klip dibuat dengan menggunakan kamera SLR sehingga
video klip yang dibuat mempunyai kualitas gambar yang bagus. Software
yang dipakai untuk bagian pengeditan memakai Adobe Premiere CS3,
untuk teknik dalam pengeditan dari beberapa materi video klip yang sudah
direkam diambil frame-frame tertentu sesuai konsep dan tempo lagu.

Gambar IV.1 Frame- frame dari video klip band Forbia
Ukuran resolusi video klip band Forbia yang berjudul “Courage” yaitu
1280 × 720 widescreen dan 1024 x 768 normal screen.

Untuk jenis video yang sudah dibuat berbentuk AVI atau Audio Video
Interleave dan FLV atau Flash Video yang khusus digunakan untuk
memudahkan dalam meng-upload situs Youtube.

Media video klip ini akan ditayangkan pada situs Youtube secara
khususnya dan secara umum di stasiun-stasiun televisi lokal.
4.2

Media Pendukung

Teaser
Teaser adalah bagian pembuka dari sebuah film atau video klip yang
tujuannya membuat penasaran dan menarik banyak para konsumen
yang akan melihat video klip atau film.

Gambar IV.2 Frame-frame dari Teaser band Forbia

Teaser yang dibuat menggunakan software Adobe Premiere CS3
dengan resolusi gambar widescreen 1280 x 720. Isi dari teaser yang
dibuat menggambarkan isi dari video klip dari band Forbia yang
berjudul “Courage”, yang rencananya akan tayang pada tanggal 30 Juni
2012.

Poster
Poster yang dibuat menggunakan teknik Digital Painting. Dalam teknis
pembuatannya, objek yang digunakan diambil dari internet atau web
sebagai acuan dalam membuat objek pada poster.
Font yang dipakai dalam poster adalah Arial dan Birth Of Hero. Dalam
pembuatannya menggunakan software Adobe Photoshop CS3. Ukuran
yang akan dibuat yaitu ukuran kertas A3 29.7 x 42 cm dengan ukuran
resolusi gambar 300 pixel / inchi dengan jenis kertas yaitu Glossy.

Gambar IV.3 Poster band Forbia

Kaos
Gambar yang akan dibuat sebagai gambar dari kaos band Forbia dibuat
menggunakan teknik Digital Painting yang menggunakan software
Adobe Photoshop CS3.

Dalam teknik pembuatannya sketsa manual tidak dipakai hanya gambar
yang didapatkan dari internet untuk digunakan sebagai panduan dalam
mewarnai objek yang ada didalam gambar kaos band Forbia dan
menggambar secara langsung dari aplikasi komputer Adobe Photoshop
CS3.

Disini tidak ada penyalahgunaan hak cipta karena gambar yang dipakai
dari internet atau web tidak digunakan secara utuh melainkan dipakai
sebagai panduan atau contoh untuk membuat gambar dengan teknik
yang lain.

Gambar IV.4 Gambar Kaos Band Forbia

Gambar IV.5 Kaos Band Forbia

Stiker
Stiker Band Forbia dibuat menggunakan menggunakan aplikasi Adobe
Photoshop CS3 dengan menggunakan teknik Digital Imaging. Dalam
pembuatannya hanya memfokuskan dalam tipografi huruf band Forbia,
jenis huruf yang dipakai bernama BIRTH OF HERO.

Ukuran stiker yang dibuat yaitu 7 x 10 cm dan untuk kebutuhan dalam
pembuatan video klip dibuat dengan ukuran 27 x 8 cm. Kertas yang
dipakai yaitu kertas khusus untuk stiker.

Gambar IV.6 Stiker band Forbia

IV.7 Stiker Band Forbia

DAFTAR PUSTAKA

Website :
Jumpingdew. (2011). Sejarah Musik Indie. Dikutip dari
http://jumpingdew.blogspot.com (10/05/2012)

Vired. (2009). Sejarah Musik Punk. Dikutip dari
http://undergroundbestbandpunkinindonesia.blogspot.com (9/05/2012)
Vboltz. ( 2009). Sejarah Musik Metal. Dikutip dari
http://komunitasku.forumotion.com/t41-sejarah- musik-metal (11/052012).

Pratiwi. (2009). Newsupdate. Dikutip dari http://hotnewsnewsupdate.blogspot.com/2009/01/sejarah- musik- hardcore.html (21/05/2012).

Dede, uda. ( 2007). Definisi Video Klip. Dikutip dari http://udadede.multiply.com
(24/05/2012).

Corpse, Bleed. 2010. Perkembangan Musik Metal Di Indonesia.
http://bleedcorpse.wordpress.com/2010/11/04/perkembangan- musik-metal-diindonesia/ (28/05/2012).

Inwise. (2010). Profil Band Inwise. Dikutip dari
http://www.myspace.com/inwiserock (29/05/2012)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Bahwa yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama
: Andika Syarif Permana
Umur
: 22 Tahun
Tempat dan Tanggal Lahir
: Bandung, 28 Oktober 1989
Agama
: Islam
Tempat Tinggal Sekarang
: Bandung
Hobi
: Main Game, Futsal, Mendesain.
No. Telepon
: 085721890564
Alamat
: Jl. Sarimanis Blok 12 No. 109, Sarijadi. Bandung

PENDIDIKAN
Menerangkan Dengan Sesungguhnya
1. Tamatan SDN Sukarasa V (1995-2001)
2. Tamatan SLTP Angkasa (2001-2004)
3. Tamatan SMA N 15 (2004-2007)
4. Kuliah di UNIKOM Fakultas Desain, jurusan Desain Komunikasi Visual
(2008-sekarang sedang berlangsung)

SKILL
Mahir dalam menggunakan :
1. Adobe Photoshop
2. Adobe illustrator
3. Microsoft Word
4. Adobe Indesign

PENGALAMAN BEKERJA
1. Freelancer di Perusahaan Desain Interior “Tikalika” (2011)
2. Editor di “Sadewa Photowork” (2010-2011)
3. Staff Official “Forbia” Band (2010)

ORGANISASI
Organisasi Yang Pernah Diikuti :
1. Karang Taruna RW 08, Sarijadi.Bandung. (2007-2008)
2. Team Basket SMA N 15 Bandung. (2004-2007)

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3872 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1029 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 925 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 622 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 774 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1322 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1215 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 805 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1086 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1319 23