Bank Sebagai Lembaga Intermediasi

Bank memberikan penawaran jasa-jasa lainnya kepada masyarakat, seperti jasa pengiriman uang, jasa penitipan barang berharga, jasa pemberian jaminan bank, dan jasa penyelesaian tagihan.

2.1.3.4 Bank Sebagai Lembaga Intermediasi

Peranan lembaga keuangan semakin meningkat karena dunia usaha yang semakin tumbuh dengan pesat sehingga peran bank sebagai lembaga intermediasi sangat dibutuhkan di masyarakat. Menurut Siamat 2004:12 intermediasi dalam konteks lawan dari istilah disintermediasi adalah pelaksanaan fungsi lembaga keuangan sebagai lembaga intermediasi melalui cara penarikan dana dari penabung ultimate lenders kemudian menerus pinjamkannya kepada peminjam ultimate borrowers. Inti intermediasi adalah penyaluran dana dari pihak yang kelebihan dana ke pihak yang kekurangan atau membutuhkan dana. Ada 5 jenis intermediasi menurut Siamat 2004:13, yaitu: 1. Intermediasi denominasi Intermediasi ini terjadi apabila lembaga intermediasi menerima tabungan dalam jumlah kecil kemudian memberikan kredit dalam jumlah yang jauh lebih besar. 2. Intermediasi risiko Risiko tidak dibayarnya kembali kredit oleh debitur atau default risk merupakan risiko lembaga keuangan sendiri bukan risiko pemilik dana penabung. 3. Intermediasi jatuh tempo Intermediasi ini dilakukan lembaga keuangan dengan menerima simpanan dari penabung yang umumnya berjangka pendek kemudian memberikan pinjaman dalam waktu yang lebih panjang. 4. Intermediasi informasi Intermediasi ini berkaitan dengan proses penyediaan informasi kepada nasabah, baik yang tidak memiliki kesempatan mengikuti perkembangan pasar maupun yang memang tidak memiliki akses terhadap informasi yang relevan dengan kondisi pasar dan peluangpeluang. 5. Intermediasi mata uang Mata uang penabung sering tidak sesuai dengan kebutuhan mata uang yang diinginkan peminjam. Oleh karena itu, lembaga keuangan yang menerima tabungan dalam berbagai mata uang dapat memenuhi kebutuhan mata uang yang diinginkan peminjam. Fungsi utama bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat untuk berbagai tujuan atau sebagai financial intermediary perantara di bidang keuangan Santoso, 2006:9. 2.1.4 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah 2.1.4.1 Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah