Hubungan Antara Inflasi dengan Penyaluran KUR Hubungan Antara Suku Bunga Kredit dengan Penyaluran KUR

penyehatan oleh BPPN Badan Penyehatan Perbankan Nasional dengan klasifikasi B, jika bank tersebut memiliki CAR antara –25 sampai dengan dari 8, 3 Bank Beku Operasi BBO dengan klasifikasi C, jika memiliki CAR kurang dari –25. Bank dengan klasifikasi C inilah yang di likuidasi. Rumus NPL menurut Suad Husnan dan Enny Pudjiastuty 2004 :

2.2 Hubungan antara variable dependen dengan variable independen

Hubungan antara variable independen dengan variable dependen menjelaskan tentang adanya keterkaitan antara variable dependen dengan variable independen.

2.2.1 Hubungan Antara Inflasi dengan Penyaluran KUR

Menurut Boediono 2001:156 dengan menggunakan asumsi suku bunga riil jika terjadi inflasi naik maka expected profit akan mengalami kenaikan dan permintaan kredit turut juga mengalami kenaikan, tetapi jika inflasi naik yang diakibatkan dengan kenaikan nominal interest rate, sehingga permintaan kredit juga akan naik. Dimana inflasi yang timbul karena kenaikan biaya produksi Cost Push Inflation adalah inflasi yang timbul karena berkurangnya penawaran akibat kenaikan produksi. Inflasi sangat berpengaruh dengan permintaan kredit perbankan, dikarenakan inflasi berarti juga kenaikan harga. Semakin naiknya harga, maka seseorang akan berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan, dan dalam pemenuhan kebutuhan tersebut bisa dengan cara mengajukan permintaan kredit CAR = Total Modal x 100 ATMR dengan menggunakan asumsi suku bunga rill. Oleh karena itu maka dengan adanya kenaikan inflasi maka permintaan akan kredit juga semakin meningkat, sebagaimana dikutip dari penelitian yang dilakukan oleh Mochamad Faza Rifai 2005.

2.2.2 Hubungan Antara Suku Bunga Kredit dengan Penyaluran KUR

Tingkat suku bunga mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkreditan di pasar kredit dimana tingkat suku bunga yang berlaku menunjukkan harga yang telah disepakati oleh kedua belah pihak dalam transaksi kredit. Bagi peminta kredit maka bunga yang rendah akan sangat diminati dan sebaliknya jika bunga tinggi maka mereka akan berfikir dan tidak berminat untuk mengambil kredit. Suku bunga berpengaruh langsung terhadap tingkat suku bunga kredit perbankan. Suku bunga kredit mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan kredit. Semakin tinggi suku bunga kredit maka akan menyebabkan beban masyarakat dalam melunasi pinjaman kreditnya semakin berat, dan akan mengurangi minat masyarakat untuk melakukan pinjaman kredit yang berakibat menurunya kredit yang disalurkan. Sebaliknya semakin rendah tingkat suku bunga kredit yang ditawarkan maka beban masyarakat akan lebih ringan yang berdampak meningkatnya jumlah kredit yang disalurkan ke masyarakat Wardoyo, 2003.

2.2.3 Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi dengan Penyaluran KUR