Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif Berbasis Web Offline Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa

PENGARUH PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF
BERBASIS WEB OFFLINE TERHADAP
HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA
(Kuasi Eksperimen di SMA Negeri 1 Tarumajaya Bekasi)

SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta untuk memenuhi salah satu syarat mencapai Gelar
Sarjana Pendidikan

Oleh
ROSANA
NIM : 108016100052

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1434 H/2013 M

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI

Skripsi yang berjudul Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif Berbasis Web

oflline terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa disusun oleh Rosana, NIM.
108016100052, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri

Syarif Hidayatullah Jakarta. Telah melalui bimbingan dan dinyatakan sah sebagai
karya ilmiah yang berhak untuk diujikan pada sidang munaqasah sesuai ketentuan
yang ditetapkan oleh fakultas.

Jakarta, 26Maret 2013

Yang mengesahkan:

Pembimbing I,

NIP: 19681228 299393

1 004

LEMBAR PENGESAHAN

Skripsi berjudul Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif Bcrbasis Web Offiine

terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa disusun oleh ROSANA, Nomor tnduk
Mahasiswa 108016100052, diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kquruan UIN
Syarif Hidayatullah Jakarta dan telah dinyatakan lulus dalam Ujian Munaqasah pada tanggal 9

April 2013 di hadapan dewan penguji. Karena itu, p;ulis berhak memperoleh gelar Sarjana Sl
(S Pd) dalam bidang Pendidikan Biologi.

Jakarta, 9 April 2013
Panitia Ujian Munaqasah
Tanggal
Ketua Panitia (Ketua Jurusan Pendidikan IPA)

Baiq Hana Susanti. M.Sc

2t -ol-

t3

NrP. 19700209 200003 2 001
Selaetaris (Sekretaris Jurusan Pendidikan IPA)
Nengsih Juanengsih. M.Pd

NIP.

2\-oq - \9

19790510 200604 2 001

Penguji

I

l)r 7.rrlfiani M Pd

2.3 -04 -13

NIP. 19760309 2005012 002
Penguji

II

Dr. Ahmad Sofuan. M.Pd

23-oY - t3

NrP. 19650115 198703 I 020

. 19s2}s20198103 1 001

Tanda Tangan

SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI

Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama

ROSANA

NIM

108016100052

Program Studi

Pendidikan Biologi

Jurusan

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam

Angkatan Tahun

2008

Alamat

Jl. Tarumajaya Rt. 001/04 No. 54 Desa Setia Mulya
Kabupaten Bekasi 17213

Dengan

l.

ini menyatakan bahwa:

Skripsi yang berjudul Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif
Berbasis Web Ollline terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa adalah benar
hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan

untuk memperoleh gelar sarjana (Sl)

di

Universitas Islam Negeri Syarif

Hidayatullah Jakarta.

2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan skripsi ini telah

saya

cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri

(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan karya asli saya atau
merupakan jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi

berdasarkan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif

Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 10 April2013

ABSTRAK
Rosana, “Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif Berbasis Web Offline
terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa (Quasi Eksperiment)”. Skripsi, Program
Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas
Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh multimedia interaktif
berbasis web offline terhadap hasil belajar biologi siswa pada konsep sistem
pencernaan manusia dan hewan ruminansia. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kuasi-eksperimen dan dengan desain two groups, pretestposttest design. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Tarumajaya Bekasi
tahun pelajaran 2012-2013. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1
sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas XI IPA 2 sebagai kelompok
kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes hasil belajar
tipe pilihan ganda dengan lima pilihan yang digunakan untuk mengukur hasil
belajar biologi siswa pada konsep sistem pencernaan manusia dan hewan
ruminansia. Berdasarkan analisis data dengan uji-t yang dilakukan pada taraf
kepercayaan 95% menunjukkan bahwa hasil belajar biologi siswa yang diajarkan
dengan multimedia interaktif berbasis web offline diperoleh t-hitung 3,964 dan ttabel sebesar 1,667. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia interaktif
berbasis web offline yang digunakan dapat memberikan pengaruh terhadap hasil
belajar biologi siswa pada konsep sistem pencernaan manusia dan hewan
ruminansia.
Kata kunci: multimedia interaktif berbasis web offline, hasil belajar siswa.

i

ABSTRACT
Rosana, “The Influenced of instruction web offline-based interactive multimedia
against The result of student learning in biology subject.. Thesis, Program Study
of Bioloy Education, Majors of Natural Sciences Education, Faculty of Tarbiyah
and Teaching Sciences, State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta.
The research aims to know the influence of web offline-based interactive
multimedia against the result of the biology study of students on human and
ruminants animal digestive systems concept. The research method is quasi
experimental and used two groups, pretest-posttest design. This research is
conducted Tarumajaya Senior High School, Bekasi of school years periode 20122013. The Sampel in this research is student of XI IPA 1 class as a Experiment
group and student of XI IPA 2 as a control group. The research instrument
Multiple choice type Five options used to measure the mastery level of student
biology on the concept of human and ruminants animal digestive systems. Based
on data analysis using the “t-test” with performed on a 95% confidence level
indicates that the learning outcomes of students who were taught biology
approach to web offline-based interactive multimedia t-values of 3.964 and
count t-table of 1.667. It can be concluded that, instruction of web offline-based
interactive multimedia is usefull can give influence against The result of student
learning in biology subject on human and ruminants animal digestive systems
concept.
Keywords: web offline-based interactive multimedia, Student’s learning result.

ii

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan
karunia-Nya

yang

telah

dilimpahkan

kepada

penulis,

sehingga

dapat

menyelesaikan tugas penyusunan skripsi ini. Shalawat dan salam selalu tercurah
kepada Nabi Muhammad SAW yang dijadikan sebagai teladan terbaik bagi
segenap manusia, juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya yang selalu
menjaga kemurnian sunnah-Nya.
Menyelesaikan skripsi ini adalah kebahagiaan bagi penulis, dan
merupakan karya istimewa yang penulis capai. Sepenuhnya penulis menyadari
bahwa selesainya penulisan skripsi ini bukan semata-mata atas usaha sendiri,
namun juga karena bantuan dan motivasi dari berbagai pihak. Apresiasi dan
terima kasih yang setinggi-tingginya, disampaikan kepada semua pihak yang telah
berpartisipasi dalam penelitian ini. Semoga menjadi amal baik dan dibalas oleh
Allah dengan balasan yang lebih baik. Secara khusus, apresiasi dan terima kasih
tersebut disampaikain kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Rif’at Syauqi Nawawi, MA., Dekan Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Ibu Baiq Hana Susanti, M. Sc., Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan
Alam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
dan selaku pembimbing I, serta Bapak Dr. Sujiyo Miranto, M.Pd, selaku
pembimbing II, yang senantiasa meluangkan waktu, memberikan arahan,
motivasi dan bimbingan kepada penulis dengan penuh kesabaran sehingga
mampu menyelesaikan skripsi ini.
3. Ibu Nengsih Juanengsih, M.Pd., sekretaris Jurusan Pendidikan IPA dan selaku
dosen Penasehat Akademik kelas Biologi B 08, serta seluruh dosen Fakultas
Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang talah memberikan ilmu, pengalaman dan
bimbingannya, juga tak ketinggalan staf dan karyawan fakultas, terimakasih

iii

atas pelayanan akademik selama menyelesaikan studi di UIN Syaraif
Hidayatullah Jakarta.
4. Bapak Drs. Abu Darda, selaku Kepala SMA Negeri 1 Tarumajaya Bekasi
beserta dewan guru, dan Bapak Zaenudin, S. Si, selaku guru pengajar Biologi
kelas XI serta staf yang telah memberi kesempatan dan bersedia bekerja sama
serta memberikan arahan dalam pelaksanaan penelitian ini.
5. Keluargaku tercinta, Ayahanda M. Yusuf, Ibunda Endiyah, Kakak-kakak dan
Adik-adik tersayang (Mba’ Aida, Mas Redy, Hanifa dan Erina) serta keluarga
besar yang telah memberikan do’a dan dorongan baik moril maupun materil
serta motivasi kepada penulis, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
6. Penyemangat hati, Nana Supriatna, yang selalu dan tak pernah lelah
mendukung, memberi motivasi, semangat, serta kasih dan sayangnya kepada
penulis. Luasnya jarak dan perbedaan waktu antara Kota Merauke dan Jakarta
‘tak menjadi penghalang untukmu menemani hari-hari penulis.
7. Sahabat-sahabat terkasih, Annis, Eva, Lya, Tifa, Nafisa dan Uwwi, yang
memberikan semangat yang tak pernah padam dalam persahabatan yang penuh
warna, serta sahabat-sahabat Kost Dewi Sartika, Kakak Chaerani Azizah &
Abang Wahidin, Kakak Novi A. Putri, Ani Mulyani, Rosalia, Risti, Yefiana,
Lira, Kak Fajrina dan Nurmala, yang selalu memberikan semangat, doa dan
senyuman yang membuat penulis selalu nyaman ketika bersama.
8. Fitriyah, yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi
ini dan teman-teman Pendidikan Biologi angkatan 2008 yang juga selalu
memberikan semangat, bantuan dan doanya. Semangat dari kalian tak akan
pernah terlupakan.
9. Semua pihak terkait yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, namun
tidak mengurangi rasa hormat dan terima kasih penulis.

iv

Semoga Allah membalas semua kebaikan dan budi baik mereka dengan
balasan yang setimpal. Harapan penulis semoga skripsi ini memberikan manfaat
bagi pembaca, khususnya mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 10 April 2013
Penulis

Rosana

v

DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN
ABSTRAK .........................................................................................................

i

ABSTRACT .......................................................................................................

ii

KATA PENGANTAR ....................................................................................... iii
DAFTAR ISI ..................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ............................................................................................ ix
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................

x

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xi
BAB I

BAB II

PENDAHULUAN ......................................................................

1

A. Latar Belakang Masalah ........................................................

1

B. IdentifikasiMasalah ..............................................................

6

C. Pembatasan Masalah ............................................................

6

D. Perumusan Masalah ..............................................................

7

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian .............................................

7

LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN
PERUMUSAN HIPOTESIS ....................................................

8

A. Landasan Teori ......................................................................

8

1. Media Pembelajaran ........................................................

8

2. Multimedia ...................................................................... 11
3. Penggunaan Media Interaktif .......................................... 16
4. Pembelajaran Berbasis Web Offline ................................ 19
5. Hasil Belajar ................................................................... 22
B. Penelitian yang Relevan ........................................................ 29
C. Kerangka Berpikir ................................................................. 31
D. Hipotesis Penelitian ............................................................... 32

vi

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN .............................................. 33
A. Waktu dan Tempat Penelitian ............................................... 33
B. Metode dan Desain Peneltian ................................................ 33
C. Populasi dan Sampel.............................................................. 34
D. Teknik Pengumpulan Data .................................................... 35
E. Instrumen Penelitian .............................................................. 35
F. Kalibrasi Instrumen ............................................................... 36
1. Uji Validitas Instrumen ................................................... 37
2. Reliabilitas Instrumen ..................................................... 37
3. Tingkat Kesukaran........................................................... 38
4. Daya Pembeda ................................................................. 39
G. Teknik Analisis Data ............................................................. 40
1. Uji Prasyarat Analisis Data ............................................... 40
a. Uji Normalitas ............................................................ 40
b. Uji Homogenitas ......................................................... 43
2. Pengujian Hipotesis .......................................................... 44
H. Hipotesis Statistik .................................................................. 45

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................ 46
A. Hasil Penelitian ...................................................................... 46
1. Hasil Pretest Kelompok Eksperimen Dan Kontrol ........ 46
2. Hasil Posttest Kelompok Eksperimen Dan Kontrol ....... 47
B. Hasil Analisis Data Tes ......................................................... 48
1. Pengujian Prasyarat Analisis Data................................... 48
a. Uji Normalitas Pretest dan Posttest ........................... 49
b. Uji Homogenitas Pretest dan Posttest ....................... 49
2. Pengujian hipotesis .......................................................... 50
a. Uji Kesamaan Dua Rata-Rata Pretest ....................... 51
b. Uji Kesamaan Dua Rata-Rata Posttest ...................... 52
C. Pembahasan ........................................................................... 53

vii

BAB V

PENUTUP .................................................................................. 61
A. Kesimpulan ............................................................................ 61
B. Saran ...................................................................................... 61

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 62
LAMPIRAN-LAMPIRAN .............................................................................. 64

viii

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 : Karakteristik Media di dalam Multimedia ....................................... 14
Tabel 3.1 : Desain Penelitian .............................................................................. 34
Tabel 3.2 : Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Tes Hasil Belajar yang Valid ......... 36
Tabel 3.3 : Interprestasi Reliabilitas.................................................................... 38
Tabel 3.4 : Klasifikasi Indeks Kesukaran Soal.................................................... 39
Tabel 3.5 : Klasifikasi Daya Pembeda................................................................. 39
Tabel 3.6 : Tabel Bantu Perhitungan Distribusi Frekuensi.................................. 41
Tabel 3.7 : Tabel Bantu Perhitungan Chi-kuadrat (X2).............................................. 42
Tabel 4.1 : Data Hasil Pretest Kelompok Eksperimen dan Kontrol.................... 47
Tabel 4.2 : Data Hasil Posttest Kelompok Eksperimen dan Kontrol................. 48
Tabel 4.3 : Hasil Uji Normalitas Pretest-Posttest .............................................. 49
Tabel 4.4 : Hasil Uji Homogenitas Pretest-Posttest ........................................... 50
Tabel 4.5: Hasil Uji Kesamaan Dua Rata-Rata Hasil Pretest Kelompok Kontrol
dan Eksperimen ................................................................................ 51
Tabel 4.6 : Hasil Uji Kesamaan Dua Rata-Rata Hasil Posttest Kelompok Kontrol
dan Eksperimen ................................................................................ 52

ix

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 : Kerucut Pengalaman Edgar Dale................................................. 10
Gambar 2.2 : Tampilan Adobe Dreamweaver ................................................... 21

x

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Analisis Jenjang Kognitif Kisi-kisi Instrumen ............................ 64
Lampiran 2 : Kisi-kisi Instrumen ...................................................................... 65
Lampiran 3 : Soal Uji Coba Instrumen Penelitian Tes Hasil Belajar ............... 80
Lampiran 4 : Kunci Jawaban Soal Uji Coba Instrumen Penelitian ................... 90
Lampiran 5 : Hasil Perhitungan Uji Validitas Tes ............................................ 91
Lampiran 6 : Hasil Perhitungan Uji Reliabilitas Tes ........................................ 93
Lampiran 7 : Hasil Uji Tingkat Kesukaran Tes...... .......................................... 94
Lampiran 8 : Hasil Uji Daya Pembeda Instrumen Tes...... ............................... 96
Lampiran 9 : Rekapitulasi Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian Tes Hasil
Belajar Pilihan Ganda .................................................................. 98
Lampiran 10 : Kisi-kisi Pretest dan Posttest....................................................... 100
Lampiran 11 : Soal Pretest dan Posttest ............................................................. 102
Lampiran 12 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Eksperimen ... 106
Lampiran 13 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Kontrol ......... 121
Lampiran 14 : Uji Normalitas Pretest Kelas Eksperimen................................... 135
Lampiran 15 : Uji Normalitas Posttest Kelas Eksperimen ................................. 139
Lampiran 16 : Uji Normalitas Pretest Kelas Kontrol ......................................... 143
Lampiran 17 : Uji Normalitas Posttest Kelas Kontrol…………….................... 147
Lampiran 18 : Uji Homogenitas Pretest............................................................ 151
Lampiran 19 : Uji Homogenitas Posttest........................................................... 154
Lampiran 20 : Uji Kesamaan Dua Rata-rata Pretest........................................... 157
Lampiran 21 : Uji Kesamaan Dua Rata-rata Posttest ........................................ 159
Lampiran 22 : Cara Penggunaan Media Interaktif Berbasis Web Offline……… 161
Lampiran 23 : Gambar Kegiatan Pembelajaran di Kelas .................................. 165
Lampiran 24 : Nilai Pretest dan Posttest............................................................ 166

xi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Balakang Masalah
Kegiatan belajar mengajar adalah suatu kondisi yang dengan sengaja
diciptakan. Dalam proses belajar mengajar, guru memegang peranan penting
dalam menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan dan menarik bagi
peserta didik. Dengan kondisi belajar yang menyenangkan, maka akan
terbentuk interaksi yang baik dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
Untuk itu dalam proses pembelajaran yang baik diperlukan pola rancangan
yang bisa melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran.
Proses pembelajaran yang ada di sekolah saat ini sebagian besar
didominasi oleh guru, siswa hanya mendengarkan apa yang guru sampaikan
atau siswa tidak banyak terlibat dalam proses pembelajaran. Dengan kata
lain, siswa kurang aktif dalam belajar. Hal ini akan mengakibatkan
kebosanan pada diri siswa karena tidak adanya variasi dalam belajar.
Biologi merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan
teknologi modern serta mempunyai peranan penting dalam berbagai disiplin
ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Sampai saat ini pelajaran biologi di
sekolah masih menjadi momok bagi peserta didik. Biologi dianggap sebagai
pelajaran yang kurang menarik, sukar dan membosankan sehingga pelajaran
biologi menjadi kurang disenangi dan berakibat pada rendahnya hasil belajar
peserta didik. Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar
peserta didik, antara lain terdapat faktor internal dan faktor eksternal peserta
didik. Faktor internal meliputi: intelegensi, sikap, bakat, minat dan motivasi
peserta didik. Sedangkan salah satu faktor eksternalnya adalah peran guru.
Faktor lain yang menyebabkan rendahnya hasil belajar biologi peserta didik
adalah sebagian besar guru belum mampu menciptakan suasana pemberian
tugas yang menarik dan menyenangkan, sehingga peserta didik kurang
termotivasi dan merasa terbebani dalam belajar biologi. Selain itu, peserta
didik juga memiliki andil dalam menyebabkan rendahnya hasil belajar

1

2

biologi, misalnya ketidakmampuan peserta didik dalam memahami dan
menarik kesimpulan dari konsep yang disampaikan oleh guru, sehingga
peserta didik kurang mampu dalam menyelesaikan evaluasi.
Dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003
tentang sistem pendidikan nasional dijelaskan sebagai berikut:
Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945, berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggungjawab.1
Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah telah menyelenggarakan
suatu sistem pendidikan nasional sampai akhirnya terbentuk kurikulum
tingkat satuan pendidikan yang memberikan keleluasaan kepada peserta didik
untuk mengembangkan potensinya secara mandiri. Tujuan pendidikan
menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian,
akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut.2 Sehingga kualitas pendidikan dapat ditingkatkan.
Menurut Munadi, untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas,
salah satu yang harus ada adalah guru yang berkualitas.3 Guru yang
berkualitas ini adalah guru yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan
tujuan pendidikan nasional, yakni yang memiliki kompetensi pedagogik,
kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
Misalnya, dalam melaksanakan kompetensi pedagogik, guru dituntut
memiliki kemampuan secara metodologis dalam hal perancangan dan

Undang-undang RI. No. 20 Tahun 2003, “ Tentang Sistem Pendidikan nasional”, (Jakarta:
Depdiknas RI, 2003) h.3.
2
E. Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Jakarta: PT. Remaja Rosda Karya
2007), h. 13.
3
Yudhi Munadi, Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru, (Jakarta: GP Press, 2008),
h. 1.
1

3

pelaksanaan pembelajaran. Termasuk di dalamnya penguasaan dalam
penggunaan media pembelajaran.4
Profesionalisme guru sebagai titik awal terwujudnya pendidikan yang
berkualitas

mendorong

peneliti

untuk

berusaha

mengembangkan

pembelajaran ke arah yang lebih baik lagi, khususnya dalam pembelajaran
biologi, yakni dengan mengimplementasikan suatu media dalam proses
pembelajaran. Hal ini dilakukan sebagai alternatif dalam dunia pendidikan
khususnya di sekolah menengah atas (SMA/Madrasah Aliyah) guna
meningkatkan hasil belajar siswa.
Keterbatasan media pembelajaran di satu pihak, dan lemahnya
kemampuan guru menciptakan media tersebut di pihak lain membuat
penerapan metode ceramah semakin banyak diterapkan.5 Metode tersebut
dirasa kurang bermakna, dapat pula menimbulkan rasa jenuh bagi siswa dan
motivasi belajar siswa menjadi berkurang. Kelemahan dari metode ceramah,
antara lain:6 (1) siswa cenderung pasif, (2) guru sulit untuk mengetahui
tingkat pemahaman siswa sejauh mana, (3) jika guru tidak memiliki
kemampuan berkomunikasi yang baik, siswa akan merasa bosan (4)
seringkali siswa di jejali materi, yang seharusnya diberikan dalam waktu
yang banyak tetapi disekaliguskan dalam satu waktu dan hal ini yang
membuat siswa jenuh. Metode ceramah hanya efektif dalam waktu 15 menit,
selebihnya siswa cenderung merasa bosan apalagi jika guru tidak memiliki
kemampuan berbicara yang baik. Oleh karena itu, penggunaa media dalam
pembelajaran membuat suasana belajar menjadi lebih hidup.

Selain itu,

pembelajaran biologi ditingkat SMA/Madrasah Aliyah cenderung text book
oriented dan kurang terkait dengan kehidupan sehari-sehari sehingga
membuat pelajaran menjadi abstrak dan cenderung menuju terjadinya
kesulitan dalam memahami yang diajarkan.

4

Ibid.
Ibid., h. 2
6
Zulfiani, Tonih Feronika, dan Kinkin Suartini, Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta:
Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009), Cet. I, h. 98.
5

4

Dalam penggunaannya, media harus disesuaikan dengan tujuan
pembelajaran serta aspek materi dalam pembelajaran. Sesuai atau tidaknya
antara materi dengan media yang digunakan akan berdampak pada hasil
pembelajaran siswa tersebut. Atas dasar permasalahan-permasalahan dalam
pembelajaran biologi yang telah dijelaskan, khususnya kesulitan siswa dalam
memahami konsep/materi biologi, minat dan motivasi belajar siswa yang
rendah, di sinilah peniliti mencoba menerapkan media komputer sebagai
instrumen multimedia yang dirasa sangat lengkap, fleksibel dan mampu
menyampaikan informasi dengan baik kepada siswa. Penggunaan media
komputer dalam pembelajaran manfaatnya sangat besar karena materi
pembelajaran dapat disajikan kepada siswa dengan lebih hidup, lebih realistis
dan lebih impresif sehingga siswa lebih yakin dan menyerap sejumlah besar
pola perilaku serta materi pembelajaran yang kompleks secara efisien dan
terhindar dari kesalahan-kesalahan teknis yang dilakukan oleh guru. Hal
tersebut memungkinkan siswa mengembangkan faedah keterampilan baru
yang diperoleh dalam pembelajaran secara kontekstual dalam kehidupan
sehari-hari.
Perkembangan pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upayaupaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam
pembelajaran. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat
komputerisasi yang disediakan oleh sekolah dalam pembelajaran.

7

Oleh

karena itu, pemanfaatan media komputer perlu diperkenalkan kepada siswa
dan guru, agar meraka mempunyai bekal pengetahuan dan pengalaman yang
memadai untuk bisa menerapkannya dalam kegiatan belajar (khususnya
biologi) dengan selalu berpegang pada tujuan awal yakni tercapainya hasil
belajar yang baik. Guru setidaknya dapat menggunakan alat yang murah dan
efisien yang meskipun sederhana dan bersahaja tetapi merupakan keharusan
dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan. Salah satu
strategi pembelajaran yang sudah dilakukan adalah dengan menggunakan
model pembelajaran berbasis web.
7

Azhar Arsyad, Media Peembelajaran, (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2010) h. 2.

5

Dengan keterlibatan sistem komputerisasi seperti sekarang ini,
perkembangan dan transformasi ilmu berjalan begitu cepat. Akibatnya,
sistem pendidikan konvensional tidak akan mampu lagi mengikuti
perkembangan ilmu dan teknologi. Pendekatan-pendekatan modern dalam
proses

pengajaran

tidak

akan

banyak

membantu

untuk

mengejar

perkembangan ilmu dan teknologi, jika sistem pendidikan masih dilakukan
secara konvensional.
Terdapat beberapa hasil penelitian yang menggambarkan pengaruh
penggunaan media interaktif terhadap hasil belajar dan motivasi siswa,
diantaranya: 8 (1) Endra Prasetyana dengan judul Pengembangan Multimedia
Berbasis Komputer untuk Pelatihan Debat Bahasa Inggris bagi Siswa SMA
tahun 2006 menimpulkan bahwaa multimedia berbasis komputer untuk
pelatihan debat bahasa inggris bagi siswa SMA, dinilai baik dengan skor ratarata 4,05

dalam tabel berskala 5. (2) Sri Mariyani dengan judul

pengembangan multimedia berbantuan komputer untuk SMP tahun 2008
menunjukkan bahwa hasil prosentase siswa yang mencapai ketuntasan belajar
siswa (minimal 70) yang menggunakan multimedia hasil pengembangan
sebesar 86,6% dengan kategori baik. Hasil penelitian tersebut membuktikan
bahwa pembelajaran dengan menggunakan atau memanfaatkan multimedia
dapat

meningkatkan

prestasi

belajar

siswa,

hadirnya

multimedia

pembelajaran tersebut membawa dampak dan manfaat yang positif sehingga
pembelajaran menjadi lebih interaktif, efektif, efisien, menarik dan
menyenangkan.
Melalui media pembelajaran berbasis web online materi pembelajaran
dapat diakses kapan saja dan dari mana saja, namun untuk proses
pembelajaran di kelas yang langsung bertatap muka dengan para siswa maka
web online dapat dibangun ke dalam bentuk offline sehingga materi dapat
disampaikan langsung di dalam kelas walaupun tanpa perlu terhubung
dengan jaringan internet, yang bisa diperkaya dengan berbagai sumber
8

Winarno, dkk., Teknik Evaluasi Multimedia Pembelajaran, (Jakarta: Genius Prima Medika
2009), Cetakan pertama, h. 6.

6

belajar termasuk multimedia. Selain itu penggunaan media pembelajaran
dengan bantuan multimedia interaktif berbasis web offline ini masih jarang
diterapkan pada sekolah-sekolah, sehingga diharapkan siswa juga akan lebih
berminat dan termotivasi, yang kemudian akan membuat siswa lebih mudah
untuk memahami materi pelajaran yang akan berdampak positif terhadap
hasil belajar siswa.
Dengan melihat latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk
mengangkat judul “Pengaruh Penggunaan Multimedia Interaktif Berbasis
Web Offline Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka masalah
dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Materi biologi yang umumnya bersifat hafalan dan membosankan
menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam mempelajarinya,
2. Penggunaan multimedia interaktif berbasis web offline jarang diterapkan
dalam pembelajaran di sekolah, biasanya pembelajaran berupa text book
oriented.
3. Guru kurang memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran yang
menunjang hasil belajar siswa.
4. Pembelajaran biologi umumnya berpusat pada guru, sehingga kreativitas
dan kemampuan belajar mandiri siswa kurang terlatih.

C. Pembatasan Masalah
Agar penelitian lebih terarah dan tidak menyimpang, maka peneliti
membatasi penelitian ini sebagai berikut:
1. Penggunaan multimedia interaktif berbasis web offline yang dibuat
sendiri oleh penulis dengan mengadaptasi dari penelitian Agung Tri
Prasetya dengan judul Pengaruh Media Pembelajaran berbasis komputer
dengan pendekatan CET.

7

2. Interaktif dalam multimedia ini dibatasi pada isi materi pelajaran yang
digunakan oleh siswa, tidak pada kuis atau evaluasinya.
3. Hasil belajar siswa pada ranah kognitif berdasarkan taksonomi Bloom
pada jenjang C1 (mengingat), C2 (memahami), C3 (menerapkan), C4
(menganalisis).
4. Materi yang diteliti dibatasi pada konsep biologi yaitu sistem pencernaan
manusia dan hewan ruminansia.

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan pada pembatasan masalah yang telah dikemukakan, maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : “Bagaimanakah pengaruh
penggunaan multimedia interaktif berbasis web offline terhadap hasil belajar
biologi siswa?”
E. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan masalah yang telah dikemukakan, maka pelaksanaan
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan multimedia
interaktif berbasis web offline terhadap hasil belajar biologi siswa.
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Bagi siswa, hasil penelitian ini diharapkan menjadi motivasi dalam
kegiatan belajar mengajar di sekolah serta meningkatkan pemahaman
konsep dalam belajar.
2. Bagi guru yang terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran, hasil
penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber informasi dan
bahan pertimbangan dalam merencanakan pengajaran, khususnya
dalam menentukan media pembelajaran yang tepat dalam pengajaran
materi biologi.
3. Bagi peneliti lain, diharapkan dapat dijadikan sebagai studi
pendahuluan melakukan penelitian tentang media pembelajaran
dengan menggunakan multimedia interaktif berbasis web offline.

BAB II
LANDASAN TEORI DAN KERANGKA KONSEPTUAL

A. Landasan Teori
1. Media Pembelajaran
Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting
adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling
berkaitan, pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan memengaruhi
jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek
lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan
pembelajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa kuasai setelah
pembelajaran berlangsung dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik
siswa. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama
media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut
mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang diciptakan oleh
guru.
Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak
dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar.
Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima
pesan. Media mengantarkan atau menghubungkan atau menyalurkan sesuatu
hal dari satu sisi ke sisi lainnya.1
Para pakar juga memberikan batasan terhadap pengertian media
pembelajaran.

Media

pembelajaran

adalah

alat-alat

fisik

untuk

menyampaikan materi pelajaran dalam bentuk buku, film, rekaman video,
dan lain sebagainya. Briggs juga berpendapat bahwa media merupakan alat
untuk memberikan perangsang bagi peserta didik supaya terjadi proses
belajar.2

1

Yudhi Munadi, Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru, (Jakarta: GP Press,
2008), h. 6.
2
Dina Indriana, Ragam Alat bantu Media Pengajaran, (Yogyakarta: DIVA Press, 2011),
h. 14.

8

9

Sedangkan Gagne menyatakan bahwa media merupakan wujud dari
adanya berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat
merangsang siswa untuk belajar. Miarso menyatakan bahwa media
merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan
yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa
untuk belajar.

Schram menyatakan bahwa media merupakan teknologi

pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran,
sehingga media menjadi perluasan dari guru.3
Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk
menyalurkan pesan atau informasi. Apabila dikaitkan dengan kegiatan
pembelajaran, maka media dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang
digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi dari
pengajar ke peserta didik. 4
Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat
membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi
dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh
psikologis terhadap peserta didik. Penggunaan media pembelajaran pada
tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses
pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain
membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat
membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan
menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data dan memadatkan
informasi.
Berbagai manfaat media pembelajaran telah dibahas oleh banyak ahli.
Meskipun telah lama disadari bahwa banyak keuntungan penggunaan media
pembelajaran, penerimanya serta pengintegrasiannya ke dalam programprogram pengajaran berjalan amat lambat. Mereka mengemukakan beberapa

3

Ibid.
Hamzah B Uno, dan Nina Lamatenggo, Teknologi Komunikasi & Informasi
Pembelajaran, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2010), h.121.
4

10

hasil penelitian yang menunjukkan dampak positif dari penggunaan media
sebagai bagian integral pembelajaran di kelas.5
Dalam usaha memanfaatkan media sebagai alat bantu, Edgar Dale
(seperti yang dituliskan dalam Munadi) mengadakan klasifikasi pengalaman
menurut tingkat dari yang paling konkrit ke yang paling abstrak. Klasifikasi
tersebut kemudian dikenal dengan nama kerucut pengalaman (Cone of
experience) dari Edgar Dale dan pada saat itu dianut secara luas dalam
menentukan alat bantu apa yang paling sesuai untuk pengalaman belajar
tertentu. 6

Gambar 2.1. Kerucut Pengalaman Edgar Dale
Manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, yaitu:7
a. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat
menumbuhkan motivasi belajar.

5
6
7

Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT. Grafindo Persada, 2010), h. 22
Munadi, op. cit ., h. 18-19.
Arsyad, op. cit., h. 25.

11

b. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih
dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan
mencapai tujuan pembelajaran.
c. Metode

mengajar

akan

lebih

bervariasi,

tidak

semata-mata

komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga
siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi jika guru
mengajar pada setiap jam pelajaran.
d. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak
hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti
mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lainlain.
Dari batasan yang telah disampaikan oleh para ahli mengenai media,
maka dapat disimpulkan bahwa pengertian media dalam pembelajaran adalah
segala bentuk alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan
informasi dari sumber ke peserta didik. Tujuannya adalah merangsang
mereka untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain digunakan untuk
mengantarkan pembelajaran secara utuh, dapat juga dimanfaatkan untuk
menyampaikan bagian tertentu dari kegiatan pembelajaran, memberikan
penguatan maupun komunikasi.

2. Multimedia
a. Definisi Multimedia
Multimedia diartikan sebagai suatu penggunaan gabungan
beberapa media dalam menyampaikan informasi yang berupa teks,
grafis atau animasi grafis, movie, video dan audio.8 Menurut
Phillip (seperti yang dituliskan dalam Winarno) the multimedia
component is characterized by the presence of text, pictures,
sound, animation and video;some or all of which are organized
8

Winarno, dkk., Teknik Evaluasi Multimedia Pembelajaran, (Jakarta: Genius Prima
Medika 2009), Cetakan pertama, h. 6.

12

into some coherent program. Multimedia adalah gabungan dari
teks, gambar, suara, animasi dan video; beberapa komponen
tersebut atau seluruh komponen tersebut dimasukkan ke dalam
program yang koheren. Tay (seperti yang ditulis dalam Pramono)
memberikan definisi multimedia sebagai kombinasi teks, grafik,
suara, animasi dan video. Bila pengguna mendapatkan keleluasaan
dalam mengontrol maka hal ini disebut multimedia interaktif.9
Dari berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa
multimedia adalah suatu sistem hubungan komunikasi interaktif
melalui komputer yang mampu menyajikan dan menggabungkan
data dalam bentuk gambar, video, fotografi, grafik dan animasi
dengan suara dan teks. Dapat diartikan pula bahwa multimedia
pembelajaran adalah seperangkat media berupa komputer yang
digunakan untuk menyajikan materi pembelajaran dalam bentuk
gambar, video, fotografi, grafik dan animasi dengan suara dan teks.
Sehingga tercipta komunikasi interaktif

dalam hubungannya

dengan penghasilan aplikasi materi pembelajaran.

b. Multimedia sebagai Media Pembelajaran Biologi
Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi
dalam meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran. Kehadiran
media tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi
ajarnya, tetapi

memberikan nilai tambah kepada kegiatan

pembelajaran.10 Keberhasilan penggunaan multimedia berbasis
komputer dalam pengajaran sangat tergantung pada berbagai faktor
internal siswa, seperti proses kognitif dan motivasi dalam belajar.
Oleh karena itu, para ahli telah mencoba untuk mengajukan berbagai
prinsip perancangan CAI (Computer Assisted Instruction) yang
diharapkan siswa bisa melahirkan program CAI yang efektif dalam
9

Gatot Pramono, Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran, (Pusat Teknologi Informasi Dan
Komunikasi Depdiknas 2008), h. 2.
10
Uno, op. cit., h.124.

13

pembelajaran. Berikut ini adalah prinsip-prinsip yang dimaksud,
yakni:11
1) Belajar harus menyenangkan
Terdapat tiga unsur yang harus diperhatikan dalam
mencapai tujuan instruksional pembelajaran yaitu proses belajar
yang menantang, penuh fantasi dan timbul rasa keingintahuan.
2) Komunikasi Interaktif
Unsur yang harus diperhatikan dalam media komputer
adalah sistem yang bersifat interaktif, disertai kedinamisan dan
keaktifan.
3) Kesempatan berlatih harus memotivasi, tepat dan tersedia feedback
Latihan (drill and practice) berbasis multimedia dapat
membantu

perkembangan

penguasaan

keterampilan

dasar,

sehingga tercipta peningkatan motivasi diri dari siswa.
4) Menuntun dan melatih siswa dengan lingkungan informal
Dalam proses belajar, siswa akan terlatih untuk saling
berkompetisi dengan yang lainnya. Baik dalam lingkungan formal
maupun nonformal.
Keistimewaan multimedia yang tidak dimiliki oleh media
lain, yaitu:12
a. Multimedia mampu menampilkan objek-objek yang sebenarnya
tidak ada secara fisik (imagery).
b. Multimedia memiliki kemampuan dalam menggabungkan semua
unsur media seperti teks, video, animasi, gambar, grafik dan suara
menjadi satu kesatuan.
c. Multimedia menyediakan proses interaktif dan memberikan
kemudahan umpan balik.
d. Multimedia memberikan motivasi kepada siswa untuk terus
belajar
11
12

Arsyad, op. cit., h. 164-167.
Munadi, op. cit., h. 150-153.

14

e. Multimedia memberikan kemudahan kontrol yang sistematis
dalam proses pembelajaran.

Adapun syarat yang harus dipenuhi dalam multimedia pendidikan,
antara lain: 13
a. Pengoperasian yang mudah dan familiar (user frienly).
b. Mudah untuk diinstall ke komputer yang akan digunakan oleh
pengguna.
c. Media pembelajaran yang interaktif dan komunikatif.
d. Sistem pembelajaran yang mandiri.
e. Sedapat mungkin dengan biaya yang ringan dan terjangkau.

Pada tabel berikut, akan dipaparkan mengenai karakteristik media di
dalam multimedia, yaitu:

Tabel 2.1
Karakteristik Media di dalam Multimedia14
Media

Manfaat

Kelemahan

Teks




Teks dapat digunakan untuk  Kurang kuat sebagai
menyampaikan informasi yang

media

untuk

padat, rumit dan kompleks

memberikan motivasi.

Sangat cocok sebagai media  Membuat mata cepat
input

maupun

umpan

balik

lelah.

(feedback).

13

Siswo Saroso, Upaya Pengembangan Pendidikan Melalui Pembelajaran Berbasis
Multimedia, http://etraining.tkplb.org/file.php/1/moddata/data/3/9/10/5650.pdf, diakses pada 15
september 2012 pukul 11.15
14
Widyo Nugroho, Pemanfaatan Piranti Lunak Berbasis Multimedia Interaktif Dalam
Menunjang
Profesionalisme
Guru
dan
Mutu
Pendidikan,Universitas
Nasional,
(http://repository.gunadarma.ac.id), h. 10.

15

Media
Audio

Manfaat


Kelemahan

Sangat cocok bila digunakan
sebagai

media

untuk

memberikan motivasi.


Mendekati keadaan asli dari
materi

membantu

fokus

pada

pembelajar

materi

yang

dipelajari.
Grafik



Lebih

mudah

dalam

mengklasifikasikan
konsep

objek,




penyimpanan

yang

di

dalam

komputer.

abstrak  Memerlukan software
dan

menjadi kongkrit.
Animasi

tempat

besar

mengidentifikasi,

menjelaskan

 Memerlukan

hardware

yang

spesifik

agar

ideal.

dapat

disampaikan

Menjelaskan konsep yang sulit,

melalui komputer.

Menunjukkan

objek

dengan

suara

mengubah yang abstrak menjadi
konkrit.


Menunjukkan dengan jelas suatu
langkah prosedural.

Simulasi



Menunjukkan

suatu

proses  Mahal dan berbahaya

abstrak.
Video



Memaparkan keadaan real dari  Video mungkin saja
suatu proses, fenomena atau

kehilangan detil dalam

kejadian.

pemaparan materi.



Dapat melakukan replay.



Lebih efektif dan lebih cepat

terdorong untuk lebih

dalam menyampaikan pesan.

aktif

Menunjukkan dengan jelas suatu

berinteraksi



langkah prosedural.

 Pengguna

kurang

di

dalam

16

Dalam bidang pendidikan biologi, sebuah perangkat komputer dapat
dimanfaatkan dalam kegiatan menginvestigasi pada setiap fenomena alam
sekitar dan lingkungan. Dengan keberadaan komputer diharapkan siswa
mendapatkan kemudahan dalam mengkonsentrasikan pemikiran siswa
dalam pengambilan keputusan, refleksi, penalaran, dan problem solving.

3. Penggunaan Media Interaktif
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), media interaktif
adalah alat perantara atau penghubung berkaitan dengan komputer yang
bersifat saling melakukan aksi antar-hubungan dan saling aktif. Media
interaktif merupakan sistem media penyampaian yang menyajikan materi
video rekaman dengan pengendalian komputer kepada penonton (siswa)
yang tidak hanya mendengar dan melihat video dan suara, tetapi juga
memberikan respon yang aktif dan respon itu yang menentukan
kecepatan dan konsekuensi penyajian. Media interaktif memiliki unsur
audio-visual (termasuk animasi) dan disebut interaktif karena media ini
dirancang dengan melibatkan respon pemakai secara aktif.
Dalam proses pembelajaran, media memiliki kontribusi dalam
meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran. Kehadiran media tidak
saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi
memberikan nilai tambah kepada kegiatan pembelajaran. Hal ini berlaku
bagi segala jenis media, baik yang canggih dan mahal, ataupun media
yang sederhana dan murah. Kemp, dan kawan-kawan menjabarkan
sejumlah kontribusi media dalam kegiatan pembelajaran antara lain
sebagai berikut:15
a. Penyajian materi ajar menjadi lebih standar.
b. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik.
c. Kegiatan pembelajaran dapat menjadi lebih interaktif.
15

Uno, loc. cit.

17

d. Waktu yang dibutuhkan untuk pembelajaran dapat dikurangi.
e. Kualitas belajar dapat ditingkatkan.
f. Pembelajaran dapat disajikan di mana dan kapan saja sesuai
dengan yang diinginkan.
g. Meningkatkan sifat positif peserta didik dan proses belajar menjadi
lebih kuat/baik.
h. Memberikan nilai positif bagi pelajar.
Pada dasarnya, media pengajaran itu selalu terdiri atas dua unsur,
yaitu unsur peralatan atau perangkat keras (hardware) dan unsur pesan
yang

dibawanya

(message/software).

Dengan

demikian,

media

pengajaran memerlukan peralatan untuk menyajikan pesan.16 Namun
yang terpenting bukanlah media, tetapi pesan atau informasi belajar yang
dibawakan oleh media tersebut.
Menurut

bentuk

informasi

yang

digunakan

dalam

media

pengajaran, maka media pengajaran bisa diklasifikasikan dalam lima
kelompok besar, yaitu media visual diam, media visual gerak, media
audio visual diam dan media audio visual gerak. Lima kelompok besar
ini bisa disajikan dalam bentuk penglihatan langsung, proyeksi optik,
proyeksi elektronik atau telekomunikasi. Sedangkan, jenisnya ada dua.
Pertama, aspek bentuk fisik, yang terdiri atas media elektronik dan
media nonelektronik. Kedua, aspek panca indera, yang mencakup media
audio, media visual, media audio visual dan media grafis.17
Menurut Rudi Brets dalam buku Media Pembelajaran membagi
media berdasarkan indera yang terlibat yaitu :18
a.

Media audio
Media audio yaitu media yang hanya melibatkan indera
pendengaran dan hanya mampu memanipulasi kemampuan suara
semata. Dilihat dari sifat pesan yang diterimanya media audio ini
menerima pesan verbal dan non-verbal. Pesan verbal audio yakni

16

Indriana, op. cit., h. 21.
Ibid., hal. 55.
18
Munadi, op. cit., h. 52.

17

18

bahasa lisan atau kata-kata, dan pesan nonverbal audio adalah
seperti bunyi-bunyian dan vokalisasi, seperti gerutuan, gumam,
musik, dan lain-lain.
b.

Media visual
Media visual yaitu media yang hanya melibatkan indera
penglihatan. Termasuk dalam jenis media ini adalah media cetakverbal, media cetak-grafis, dan media visual non cetak. Pertama,
media visual-verbal adalah media visual yang memuat pesan verbal
(pesan linguistik berbentuk tulisan). Kedua, media visual nonverbal-grafis adalah media visual yang memuat pesan non-verbal
yakni berupa simbol-simbol visual atau unsur-unsur grafis , seperti
gambar (sketsa, lukisan dan foto), grafik, diagram, bagan, dan peta.
Ketiga, media visual non-verbal tiga dimensi adalah media visual
yang memiliki tiga dimensi, berupa model, seperti miniatur, mock
up, spesimen, dan diorama.

c.

Media audio visual
Media

audio visual yaitu

media yang melibatkan indera

pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam suatu proses. Sifat
pesan yang dapat disalurkan melalui media dapat berupa pesan
verbal dan non-verbal yang terdengar layaknya media visual juga
pesan verbal yang terdengar layaknya media audio di atas. Pesan
visual yang terdengar dan terlihat itu dapat disajikan melalui
program audio visual seperti film dokumenter, film drama, dan
lain-lain.

Alasan penggunaan multimedia dalam pembelajaran dapat
memberikan dampak positif dan dan manfaat yang sangat luar biasa
dalam memudahkan proses belajar siswa. Hasil penelitian dari Computer
Technologi Research (CTR) menunjukkan bahwa seseorang hanya dapat
mengingat apa yang dilihatnya sebesar 20%, 30% dari yang
didengarnya, 50% dari yang didengar dan dilihatnya, dan sebesar 80%

19

dari apa yang dia lihat, dengar, dan kerjakan secara simultan.19 Hal ini
berarti bahwa penggunaan media seperti

multimedia interaktif

memungkinkan siswa untuk meraih hasil belajar yang lebih tinggi.

4. Pembelajaran Berbasis Web Offline
Komputer dewasa ini tidak lagi merupakan konsumsi mereka yang
bergerak dalam bidang bisnis atau dunia kerja, tetapi juga dimanfaatkan
secara luas oleh dunia pendidikan. Potensi media komput

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

103 3183 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 799 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 709 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 462 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 615 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

53 1061 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

53 967 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 584 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 850 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 1051 23