Proposal Budidaya Tanaman Jagung

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Jagung merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan dijadikan sebagai makanan pokok oleh beberapa masyarakat Indonesia dan belahan lain di dunia, selain beras atau padi. Jagung lebih mudah pembudidayaannya jika dibandingkan padi, karena jagung tidak terlalu membutuhkan air yang banyak seperti padi, serta jagung dapat tumbuh di daerah kering sekalipun, asalkan masih terdapat kandungan air walaupun dalam kapasitas yang tidak terlalu melimpah.

Dalam rangka mengatasi masalah kemiskinan dan meningkatkan swasembada pangan, maka perlu ada suatu usaha nyata yang berkaitan dengan masalah tersebut, di antaranya dengan ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian. Ekstensifikasi pertanian yaitu peningkatan hasil produksi pertanian dengan pembukaan lahan baru atau menambah lahan pertanian yang sudah ada. Sedangkan intensifikasi pertanian yaitu peningkatan hasil produksi pertanian dengan cara tanpa melakukan penambahan atau perluasan lahan pertanian.

B. Alasan Pemilihan Judul

Dalam penyusunan proposal ini penulis sengaja memilih judul BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG dengan alasan dan pertimbangan sebagai berikut :

1. Karena penulis tertarik dengan budidaya tanaman jagung.

2. Penulis ingin mengetahui lebih lanjut tentang cara cara penanaman, pembudidayaan dan pemasaran jagung.

3. Karena jagung merupakan salah satu makanan pokok dan sumber karbohidrat utama pengganti beras.

4. Karena objek yang akan diteliti letaknya dekat dengan tempat tinggal penulis sehingga lebih memudahkan penulis dalam melakukan pengumpulan data karya tulis ini.

5. Agar karya tulis ini dapat dimanfaatkan oleh penulis sendiri dan para pembaca yang budiman, khususnya yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang budidaya tanaman jagung.

C. Tujuan Pembuatan proposal

Adapun tujuan pembuauan ini di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Untuk memenuhi tugas Pelajaran Kewirausahaan pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Barabai ( SMKN 2 ) tahun pelajaran 2012 / 2013


(2)

BAB II

TANAMAN JAGUNG

Jagung ( Zea mays ) merupakan salah satu tanaman pangan utama di dunia, selain gandum dan padi (beras). Sebagai sumber karbohidrat utama bagi penduduk di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk di beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai sumber pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya).

Jagung juga merupakan satu satunya spesies tumbuhan yang tidak dapat hidup secara liar di alam. Hingga kini telah dikenal 50.000 kultivar jagung, baik yang terbentuk secara alami maupun dirakit melalui pemuliaan tanaman. (Wikipedia:2011).

A. Deskripsi Tumbuhan Jagung

Jagung merupakan tanaman semusim (Annual Plants). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif, dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.

Tinggi tanaman jagung angat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya memiliki ketinggian antara 1 meter sampai 3 meter, namun ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6 meter. Tinggi tanaman bisa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan.

Jagung adalah termasuk tanaman monokotil (tumbuhan berbiji tunggal) sehingga perakarannya pun tergolong akar serabut yang kedalamannya dapat mencapai 8 meter, meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 meter.

Batang tanaman jagung tegak dan mudah terlihat, seperti sorgum dan tebu. Bentuk daunnya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Suprapto (1995:10-11).

B. Jenis Jenis Jagung

Jagung ( Zea mays ) termasuk famili graminae. Jagung yang banyak dibudidayakan sekarang ini adalah jagung hibrida, yaitu jagung yang hasil rekayasa genetika yang sifatnya silang, artinya sebagian besar penyerbukannya berasal dari tanaman jagung lainnya.

Macam-macam varietas jagung hibrida antara lain yaitu :

1. Single Cross. Merupakan hibrida yang berasal dari persilangan dua galur murni. 2. Double Cross. Merupakan hibrida yang berasal daripersilangan antara dua cross.


(3)

3. Three Way Cross. Merupakan hibrida yag berasal dari persilangan antara single cross dengan suatu varietas atau populasi.

4. Top Cross. Merupakan hibrida yang berasal daripersilangan antara dua galur murni dengan satu varietas.

5. Modified Single Cross. Yaitu hibrida yang berasal dari persilangan single cross dengan galur lain.

C. Tujuan Pembudidayaan

Setiap usaha yang dilakukan pasti memiliki tujuan tertentu. Begitupula dengan budidaya tanaman jagung juga memiliki beberapa tujuan. Adapun tujuan pembudidayaan tanaman jagung adalah sebagai berikut :

1. Memanfaatkan lahan

Lahan atau tanah yang ada di desa-desa umumnya hanya sebagian kecil saja yang digunakan untuk keperluan pemukiman. Sebagian besar masih berupa lahan terbuka dan belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk itulah lahan digunakan untuk sarana pembudidayaan tanaman agar lahan tersebut terawat dan memberikan manfaat.

2. Menambah penghasilan

Kegiatan budidaya tanaman jagung yaitu menanam, merawat dan memanen serta memasarkan hasil panen tersebut. Hasil dari pemasaran tersebut merupakan sumber penghasilan, khususnya bagi para petani yang pekerjaannya membudidayakan jagung. 3.. Mengurangi tingkat pengangguran

Budidaya tanaman jagung dapat mengurangi tingkat pengangguran karena orang yang tadinya tidak memiliki pekerjaan, dengan adanya kegiatan pembudidayaan tanaman jagung mereka akhirnya bisa bekerja yaitu usaha budidaya jagung.

D. Manfaat Jagung

Jagung merupakan tanaman sumber bahan pangan pokok bagi sebagian masyarakat, selain gandum dan padi atau beras. Jagung kaya akan karbohidrat. Kandungan karbohidrat yang terkandung dalam jagung dapat mencapai 80% dari seluruh bahan kering biji jagung. Karbohidrat itulahyang dapat menambah atau memberikan asupan kalori pada tubuh manusia, yang merupakan sumber tenaga sehingga jagung dijadikan sebagai bahan makanan pokok. Jagung tidak hanya bermanfaat bagi manusia, tapi juga bagi hewan ternak seperti sapi.

Berikut merupakan beberapa manfaat jagung :

1. Buahnya merupakan sumber karbohidrat bagi manusia. 2. Sebagai salah satu sumber pangan pokok.

3. Daunnya dapat digunakan untuk pakan ternak kambing, sapi, maupun kerbau. 4. Batangnya yang sudah kering dapat digunakan untuk kayu bakar.


(4)

6. Tulang jagung (jenggel) dapat digunakan sebagai kayu bakar.

7. Kulit dari buah jagung dapat digunakan sebagai pengganti kertas sigaret pada rokok, serta dapat digunakan sebagai bungkus makanan kecil seperti dodol dan wingko. 8. Buahnya dapat diolah menjadi berbagai macam makanan, seperti nasi jagung, jagung

bakar, berondong ( popccorn ), dan juga sebagai pakan ternak. E. Keunggulan Jagung Hibrida

Jagung yang banyak dibudidayakan saat ini adalah jagung jenis hibrida karena jagung jenis ini mempunyai beberapa keunggulan, antara lain sebagai berikut :

1. Sangata cocok untuk penanaman rapat dengan jarak tanam 75 x 20 cm, dan dengan populasi 66.667 tanaman/hektar.

2. Sangat peka terhadap pemupukan, sehingga dapat memberikan hasil yang dapat memberikan hasil yang tinggi pada keadaan pemupukan yang optimal.

3. Memiliki ketahanan yang tinggi terhadap serangan penyakit bulai.

4. Berbatang kokoh dengan tingkat keseragaman mulai dari seragam sampai sangat seragam.

5. Umur panen tergolong cepat.

6. Hasil produksi sangat tinggi antara 6,8 - 8,89 ton pipilan kering/hektar.

7. Jagung hibrida juga berpotensi baik untuk dipanen hijauan pakan ternak ( silase ) maupun dipanen muda sebagai jagung rebus dan jagung sayur ( baby corn ).


(5)

BAB III PELAKSANAAN

A. Persiapan

Langkah awal untuk memulai melakukan usaha, harus ada persiapan terlebih dahulu. Supaya usaha yang akan dijalankan tersebut bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diinginkan, maka harus ada persiapan yang matang, artinya persiapan tersebut dilakukan dengansungguh-sungguh dan telah mempertimbagkan segala resiko yang mungkin terjadi jika suatu usaha tersebut telah dijalankan, baik positif maupun negatif.

Budidaya jagung merupakan usaha agraris, bergerak di bidang pertanian, jadi persiapan yang dilakukan haruslah benar-benar matang, mulai dari pemilihan lokasi, pengolahan lahan, pemilihan bibit unggul, dan sebagainya.

1. Pemilihan Lokasi

Dalam hal ini lokasi budidaya tanaman jagung bertempat di desa Murung. A Kec. Batu Benawa Kab. Hulu Sungai Tengah.

2. Persiapan Sarana dan Prasarana

Sebelum melakukan pembudidayaan jagung, terlebih dahulu menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan seperti :

a. Parang/ golok panjang, digunakan untuk penyiangan lahan dari rerumputan liar. b. Cangkul, digunakan untuk mencangkul lahan sebelum ditanami jagung.

c. Traktor, digunakan untuk membajak lahan sebelum ditanami jagung. d. Pisau, digunakan untuk memudahkan dalam pemetikan jagung saat panen.

3. Modal

Modal yang digunakan dalam usahanya melakukan budidaya jagung terdiri dari modal fisik dan non fisik. Modal fisik yang digunakan yaitu berupa lahan tempat pembudidayaan jagung seluas ± 1.700 M2 serta uang untuk membeli bibit dan pupuk. 4. Tenaga Kerja

Lahan yang luas memerlukan tenaga kerja lepas sebanyak 3 orang. 5. Pengadaan Bibit

Dalam pengadaan bibit yang digunakan dalam budidaya tanaman jagung, bibit jagung yang unggul dan berkwalitas yang ada di pasaran.

B. Penanaman

1. Pengolahan Tanah

Tanaman jagung menghendaki struktur tanah yang gembur, berdrainase baik, serta mengandung cukup oksigen guna pertumbuhan yang optimal. Oleh karena itu,


(6)

sebelum melakukan penanaman terlebih dahulu dilakukan pengolahan tanah yang tepat dan benar. Tanah harus dibajak atau dicangkul kemudian digemburkan.

Tanah yang digemburkan harus mencapai kedalaman 20-25 cm agar bibit yang sudah tumbuh dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Saat pengolahan tanah juga diberi pupuk kandang sebangak ± 25 kg.

Manfaat pengolahan tanah adalah sebagai berikut :

a. Struktur tanah menjadi gembur, sehingga glomo hara mudah masuk kedalam tanah sehingga akar mudah berkembang.

b. Memperbaiki drainase dan sirkulasi udara dalam tanah, karena merupakan persyaratan mutlak untuk pertumbuhan tanaman jagung.

c. Memberantas gulma dan rerumputan liar.

d. Membenamkan sisa bahan organik ke dalam tanah sehingga mengurangi infeksi penyakit tanaman jagung.

2. Cara Menanam

Sebelum bibit jagung diletakkan ditanah, terlebih dulu tanah diberi lubanglubang menggunakan kayu yang runcing. Kedalaman lubanglubanglubanglubang tersebut antara 2 -3 cm, jarak tanam 70x40 cm dengan benih 2 biji per lubang untuk jagung 2 tongkol dan 1 biji per lubang untuk jagung bertongkol satu.

Setelah lubang-lubang tanam dibuat, barulah benih-benih jagung dimasukkan ke dalam lubang-lubang tersebut kemudian ditutup dengan tanah setipis mungkin agar benih dapat mengeluarkan tunasnya. Jika terlalu padat, maka yang terjadi adalah tunas tertekan didalam tanah dan tidak dapat muncul ke permukaan sehingga bibit jagung tidak bisa tumbuh. Benih yang bermutu akan tumbuh serentak 4 hari setelah tanam di lahan yang normal, artinya lahan dengan pengolahan yang tepat.

Dalam budidaya jagung tidak dianjurkan melakukan penyulaman tanaman yang tidak tumbuh. Pertumbuhan tanaman sulaman biasanya tidak optimal, karena adanya persaingan tumbuh antar tanaman, dan tongkol tidak dipenuhi oleh biji akibat penyerbukan yang kurang sempurna.

C. Pemeliharaan

Pada masa pertumbuhan, agar tanaman jagung dapat tumbuh optimal serta lahan terhadap segala jenis hama dan penyakit, maka perlu dilakukan pemeliharaan dan perawatan tanaman, pengairan, pemupukan serta penyiangan yang dilakukan dengan rutin. 1. Pengairan

Air merupakan kebutuhan vital seluruh makhluk hidup, terutama bagi tanaman. Pengairan yang baik dan teratur dapat membuat tanaman jagung bisa tumbuh dengan subur. Pengairan tanah pertanian jagung dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :


(7)

a. Pembuatan parit-parit irigasi di sekitar lahan tanaman jagung dengan tujuan agar air mudah masuk atau keluar dari lahan pertanian.

b. Pembuatan bendungan untuk menampung air jika musim kemarau tiba, sehingga tanaman jagung terhindar dari kekeringan.

Pengairan yang baik sangat diperlukan tanaman, terutama pada saat-saat penting, yaitu pada saat penanaman, saat pembungaan yaitu 40 - 55 HST (hari setelah tanam), dan pengisian biji yaitu 60 - 80 HST. Lama pengairan cukup 1-2 jam dengan catatan air mengalir deras. Pengairan dilakukan cukup sekali dalam seminggu, karena jika terlalu sering terkena air, tanaman jagung akan mudah roboh maupun membusuk. 2. Pemupukan

Untuk pemupukan tanaman jagungnya, dilakukan dengan upahan lepas/ mempekerjakan orang lain, melakukan pemupukan pada tanaman jagungnya sebanyak 3 kali dalam sekali musim tanam.Pupuk yang digunakan adalah pupuk kimia.

Pemupukan dilakukan sebanyak tiga kali dalam satu kali musim tanam, yaitu : a. Pada saat menanam benih, dengan dosis :

- 2,25 gram Urea/ lubang - 1,5 gram SP36/ lubang - 1,5 gram KCL/ lubang

Pupuk tersebut ditaruh pada lubag, tetapi terpisah dengan lubang untuk menaruh benih jagung, dengan jarak 7 cm dari lubang tanam dan sedalam 5 cm.

b. Tanaman berumur 21 HST (hari setelah tanam), dengan dosis : - Urea 2,25 gram / lubang

- KCL 1 gram / lubang

Pupuk ditaruh pada lubang sedalam 5 cm dengan jarak 10 cm dari tanaman jagung c. Tanaman berumur 42 HST (hari setelah tanam), dengan dosis :

- Urea 2,25 gram / lubang. Pupuk diletakkan pada lubang sedalam 5 cm dengan jarak 15 cm dari tanaman jagung.

3. Penyiangan

Penyiangan adalah pembuangan atau pembasmian tanaman/ gulma atau tanaman liar yang mengganggu tanaman utama. Gulma sangat merugikan bagi usaha pertanian karena merupakan tumbuhan liar yang tidak diinginkan keberadaannya. Kerugian utama yang ditimbulkan oleh gulma adalah:

a.Menurunkan kualitas hasil panen b. Mempersulit pengolahan tanah

c.Mengganggu kelancaran air pada saat pangairan d. Bisa menjadi hewan liar, misalnya ular sawah.


(8)

Tanaman gulma pada jagung dapat menurunkan hasil 20%hingg 60% dari hasil panen normal. Gulma dapat digolongkan menjadi 3 macam, yaitu :

a. Golongan rumput : b. Golongan teki :

c. Golongan gulma berdaun lebar D. Pemberantasan Hama dan Penyakit

Agar tanaman dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang melimpah, maka tanaman jagung harus terbebas dari segala jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman jagung.

1. Penyakit

Penyakit-penyakit yang sering menghinggapi tanaman jagung biasanya disebabkan karena alasan tertentu.

a. Busuk buah biasanya disebabkan karena cuaca yang tidak mendukung, misalnya pada musim hujan. Pada saat musim hujan tiba, biasanya tanaman jagung banyak yang busuk karena udara terlalu lembab.

b. Lalat buah disebabkan karena lalat-lalat yang menyerang buah jagung, yang biasanya menyerang secara berkala atau musiman dan tidak sepanjang tahun ada.

c. Gejala daun kuning bisa disebabkan karena kurangnya nutrisi yang terserap oleh tanaman jagung, misalnya unsur hara nitrogen, fosfor, kalium maupun sulfur.

2. Cara pemberantasan

Jagung yang terserang hama maupun penyakit, harus segera ditanggulangi dan hama atau penyakit yang menyerang tersebut diberantas sampai tidak menjangkiti lagi. Namun, sebelum memberantasnya, terlebih dahulu harus mengetahui dulu penyakit atau hama yang menyerang serta penyebabnya. Setelah diketahui, barulah diberantas.

a.Ulat daun bisa diatasi dengan cara menyemprotkan insektisida. b. Ulat tanah juga dapat dimusnahkan dengan cairan insektisida. c.Wereng dibasmi menggunakan pestisida (racun pembasmi serangga).

d. Untuk mengatasi busuk buah, bisa dengan memberikan unsur harasulfur pada tanaman agar bisa lebih kebal terhadap kondisi dan cuaca serta penyakit apa saja. e.Lalat buah bisa diatasi dengan caramembasmi penyebab penyakit ini, yaitu lalatnya

dengan cara disemprotkan pestisida.

f. Gejala daun kering bisa diatasi dengan memberi tambahan pupuk NPK (nitrogen, phosphor dan kalium)

E. Pemanenan

Masa panen adalah masa-masa yang paling dinantikan oleh petani begitu juga halnya dengan terhadap tanaman jagung miliknya, karena setelah menjalani proses-proses yang


(9)

panjang mulai dari persiapan, perawatan, dan lain-lain hingga inilah saat memperoleh hasilnya. Dalam sekali panen biasanya menghasilkan 12,25 kwintal.

1. Masa Panen

Tanaman jagung dapat dipanen jika sudah mencapai umur 95 aE" 105 hari setelah tanam di dataran rendah, dan umur 115 - 130 hari setelah tanam di dataran tinggi, tergantung jenis varietas yang ditanam.

2. Ciri-Ciri Jagung Siap Panen

Tanda-tanda bahwa jagung siap dipanen adalah klobotnya berwarna coklat muda dan kering serta bijinya mengkilat. Ada tanda hitam (black layer) pada pangkal bijinya. 3. Cara Pemanenan

a.Pangkas bagian atas atau pucuk batang, biarkan menjadi lebih keringselama 2-3 hari. b. Memetik buah jagung dalam bentuk jagung berklobot.

c.Memisahkan jagung yang sehat dan jagung yang terinfeksi agar lebih muda untuk kemudian menjualnya.

d. Mengumpulkan dan memasukkanjagung yang sudah dipetik dan dipisah kedalam wadah (misalnya karung atau bakul) yang berbeda.

G. Kendala dan Solusi

Dalam menjalankan usaha budidaya jagung, menghadapi beberapa kendala yang mengganggu lancarnya budi daya tersebut. Secara umum kendala berarti suatu keadaan dimana seseorang, kelompok, maupun usaha mengalami masalah yang dapat menghambat tercapainya maksud atau tujuan yang diinginkannya. Sedangkan solusi adalah hal-hal yang dilakukan untuk mengatasi kendala atau hambatan tersebut.

1. Kendala

Kendala yang dialami dalam budidaya tanaman jagung antara lain sebagai berikut : a.Permodalan yang kurang mencukupi

b. Saluran irigasi (pengairan) yang tidak lancar, terutama saat musim kemarau, bahkan sering terjadi rebutan air antar sesama petani.

2. Solusi

Solusi atau upaya-upaya yang dilakukan dalam menangani kendala-kendala diatas adalah sebagai berikut :

a.Meminjam bantuan keuangan di Koperasi Unit Desa (KUD) maupun dengan meminjam uang kas dari Kelompok Tani (Poktan).

b. Membuat jadwal giliran pengairan antar petani sesuai hari yang telah ditentukan bersama dalam musyawarah sesama petani yang sawahnya dilewati oleh saluran irigasi yang sejalur.


(10)

BAB IV

PEMASARAN DAN PERHITUNGAN RUGI LABA A. Pemasaran

Dalam pemasaran hasil panen tanaman jagung tidak mengalami kesulitan yang berarti, karena jagung merupakan salah satu bahan pangan tambahan pokok, baik untuk manusia maupun hewan, sehingga selalu ada yang membutuhkannya. Untuk menjualnya biasanya cukup menyewa mobil bak terbuka ( pick up ) dan membawanya ke Pasar Barabai pada malam hari karena para pembeli dari jauh berkumpul dari jam 23.00 – 03.00 Wita. Jagung tersebut dijual dengan harga yang telah ditentukan oleh pembeli jagung. Untuk saat ini harganya berkisar Rp 3.500,- /kg s/d Rp 4.000,- /kg atau Rp 1.000 /biji ditingkat eceran (dengan ukuran tongkol besar)

B. Perhitungan

Untuk mengetahui besar keuntungan yang diperoleh dalam membudidayakan tanaman jagung hibrida, maka perlu dilakukan suatu perhitungan dari awal sampai pemasaran.

a. Modal awal Modal awal - Pembelian benih/ bibit

- 2 kg Merk Bonanza @ Rp.55.000,- = Rp. 55.000 x 2 = Rp. 110.000,-- Pembelian pupuk

- Urea 30 kg x Rp. 1.800,- = Rp. 54.000,-- Ponska 15 kg x Rp. 2.500,- = Rp.

37.500,-- TSP 15 kg x Rp. 2.600,- = Rp.

39.000,-- Biaya obat-obatan, insektisida dll = Rp. 150.000,-- Upah pengolahan tanah (3 orang) = Rp. 300.000

- Biaya transportasi ke Pasar Barabai = Rp. 75.000,- + Total Biaya = Rp. 765.500 b. Hasil panen

Dari luas lahan 1.750 M2 , menghasilkan jagung ±12,25 kwintal dan harga jual jagung Rp 3.500,- /kg s/d Rp 4.000. Jadi jumlah hasil panen yang didapat adalah :

- Rp.3.500,- x 1225 kg =Rp. 4.287.500,-. c. Perhitungan Laba - Rugi

Cara menghitung laba yang diperoleh dari budidaya yaitu dengan cara jumlah hasil panen (input) dikurangi biaya-biaya (Penjualan)

- Hasil panen =Rp. 4.287.500,-.

- Biaya-biaya = Rp.

765.500,-- Jumlah laba = Rp.


(11)

3.522.000,-BAB IV PENUTUP

Jagung merupakan salah satu tanaman budidaya yang buahnya dijadikan sebagai sumber bahan tambahan makanan pokok selain gandum dan beras. Jagung terdiri dari banyak jenis / varietas. Dari sekian bnyak varietas yang paling banyak dibudidayakan petani adalah varietas hibrida, karena keunggulan-keunggulan yang dimilikinya. Budidaya tanaman jagung memerlukan proses yang tidak instan atau cepat, namun memerlukan proses yang cukup panjang.

Setelah menguraikan beberapa masalah yang berkaitan dengan budidaya tanaman jagung dari awal sampai akhir maka dapat penulis simpulkan sebagai berikut :

1. Varietas jagung hibrida merupakan varietas yang paling banyak dibudidayakan petani saat inikarena mampu beradaptasi terhadap berbagai jenis kondisi dan lingkungan. 2. Cara pengolahan tanah sangat berpengaruh terhadap perkembangan tanaman jagung

dankualitas panen yang dihasilkan.

3. Bercocok tanam atau budidaya tanaman jagung tidaklah mudah, namun perlu keuletan, kedisiplinan, keteraturan dan kerja keras.

4. Tanaman mempunyai musuh yaituhama dan penyakit yang bisa menyerangnya.

5. Penggunaan insektisida yang tepat dapat menjaga atau melindungitanaman jagung dari bahaya serangan hama dan penyakit.

6. Pemupukan dan pengairan merupakan hal pokok yang wajib dilakukan dalam budidaya tanaman jagung.

7. Hasil panen jagung hibrida cukup memuaskan bila dibandingkan varietas jagung bukan hibrida.

A. Saran

Di bawah ini akan sampaikan beberapa saran yang sifatnya membangun dan penulis berharap semoga saran tersebut bermanfaat dalam budidaya tanaman jagung. Maka penulis memberikan saran sebagai berikut :

1. Untuk memperoleh bibit yang berkualitas tinggi sebaiknya memilih / membeli benih yang bermutu tinggi di toko-toko yang menjual benih-benih jagung bermerek yang berkualitas dan sudah teruji, atau juga bisa dengan menanyakan ke pakar pertanian. 2. Dalam pengolahan tanah sebelum menanam benih jagung, sebaiknya tidak melakukan

pengolahan tanah sempurna (PTS) namun cukup dengan membuang gulma pada tanah kemudian tanah dilubangi sajauntuk menaruh benih-benih jagung, karena selain menghemat tenaga, biaya dan waktu, juga tidak merusak struktur alami tanah.


(1)

sebelum melakukan penanaman terlebih dahulu dilakukan pengolahan tanah yang tepat dan benar. Tanah harus dibajak atau dicangkul kemudian digemburkan.

Tanah yang digemburkan harus mencapai kedalaman 20-25 cm agar bibit yang sudah tumbuh dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Saat pengolahan tanah juga diberi pupuk kandang sebangak ± 25 kg.

Manfaat pengolahan tanah adalah sebagai berikut :

a. Struktur tanah menjadi gembur, sehingga glomo hara mudah masuk kedalam tanah sehingga akar mudah berkembang.

b. Memperbaiki drainase dan sirkulasi udara dalam tanah, karena merupakan persyaratan mutlak untuk pertumbuhan tanaman jagung.

c. Memberantas gulma dan rerumputan liar.

d. Membenamkan sisa bahan organik ke dalam tanah sehingga mengurangi infeksi penyakit tanaman jagung.

2. Cara Menanam

Sebelum bibit jagung diletakkan ditanah, terlebih dulu tanah diberi lubanglubang menggunakan kayu yang runcing. Kedalaman lubanglubanglubanglubang tersebut antara 2 -3 cm, jarak tanam 70x40 cm dengan benih 2 biji per lubang untuk jagung 2 tongkol dan 1 biji per lubang untuk jagung bertongkol satu.

Setelah lubang-lubang tanam dibuat, barulah benih-benih jagung dimasukkan ke dalam lubang-lubang tersebut kemudian ditutup dengan tanah setipis mungkin agar benih dapat mengeluarkan tunasnya. Jika terlalu padat, maka yang terjadi adalah tunas tertekan didalam tanah dan tidak dapat muncul ke permukaan sehingga bibit jagung tidak bisa tumbuh. Benih yang bermutu akan tumbuh serentak 4 hari setelah tanam di lahan yang normal, artinya lahan dengan pengolahan yang tepat.

Dalam budidaya jagung tidak dianjurkan melakukan penyulaman tanaman yang tidak tumbuh. Pertumbuhan tanaman sulaman biasanya tidak optimal, karena adanya persaingan tumbuh antar tanaman, dan tongkol tidak dipenuhi oleh biji akibat penyerbukan yang kurang sempurna.

C. Pemeliharaan

Pada masa pertumbuhan, agar tanaman jagung dapat tumbuh optimal serta lahan terhadap segala jenis hama dan penyakit, maka perlu dilakukan pemeliharaan dan perawatan tanaman, pengairan, pemupukan serta penyiangan yang dilakukan dengan rutin. 1. Pengairan

Air merupakan kebutuhan vital seluruh makhluk hidup, terutama bagi tanaman. Pengairan yang baik dan teratur dapat membuat tanaman jagung bisa tumbuh dengan subur. Pengairan tanah pertanian jagung dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :


(2)

a. Pembuatan parit-parit irigasi di sekitar lahan tanaman jagung dengan tujuan agar air mudah masuk atau keluar dari lahan pertanian.

b. Pembuatan bendungan untuk menampung air jika musim kemarau tiba, sehingga tanaman jagung terhindar dari kekeringan.

Pengairan yang baik sangat diperlukan tanaman, terutama pada saat-saat penting, yaitu pada saat penanaman, saat pembungaan yaitu 40 - 55 HST (hari setelah tanam), dan pengisian biji yaitu 60 - 80 HST. Lama pengairan cukup 1-2 jam dengan catatan air mengalir deras. Pengairan dilakukan cukup sekali dalam seminggu, karena jika terlalu sering terkena air, tanaman jagung akan mudah roboh maupun membusuk. 2. Pemupukan

Untuk pemupukan tanaman jagungnya, dilakukan dengan upahan lepas/ mempekerjakan orang lain, melakukan pemupukan pada tanaman jagungnya sebanyak 3 kali dalam sekali musim tanam.Pupuk yang digunakan adalah pupuk kimia.

Pemupukan dilakukan sebanyak tiga kali dalam satu kali musim tanam, yaitu : a. Pada saat menanam benih, dengan dosis :

- 2,25 gram Urea/ lubang - 1,5 gram SP36/ lubang - 1,5 gram KCL/ lubang

Pupuk tersebut ditaruh pada lubag, tetapi terpisah dengan lubang untuk menaruh benih jagung, dengan jarak 7 cm dari lubang tanam dan sedalam 5 cm.

b. Tanaman berumur 21 HST (hari setelah tanam), dengan dosis : - Urea 2,25 gram / lubang

- KCL 1 gram / lubang

Pupuk ditaruh pada lubang sedalam 5 cm dengan jarak 10 cm dari tanaman jagung c. Tanaman berumur 42 HST (hari setelah tanam), dengan dosis :

- Urea 2,25 gram / lubang. Pupuk diletakkan pada lubang sedalam 5 cm dengan jarak 15 cm dari tanaman jagung.

3. Penyiangan

Penyiangan adalah pembuangan atau pembasmian tanaman/ gulma atau tanaman liar yang mengganggu tanaman utama. Gulma sangat merugikan bagi usaha pertanian karena merupakan tumbuhan liar yang tidak diinginkan keberadaannya. Kerugian utama yang ditimbulkan oleh gulma adalah:

a.Menurunkan kualitas hasil panen b. Mempersulit pengolahan tanah

c.Mengganggu kelancaran air pada saat pangairan d. Bisa menjadi hewan liar, misalnya ular sawah.


(3)

Tanaman gulma pada jagung dapat menurunkan hasil 20%hingg 60% dari hasil panen normal. Gulma dapat digolongkan menjadi 3 macam, yaitu :

a. Golongan rumput : b. Golongan teki :

c. Golongan gulma berdaun lebar D. Pemberantasan Hama dan Penyakit

Agar tanaman dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang melimpah, maka tanaman jagung harus terbebas dari segala jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman jagung.

1. Penyakit

Penyakit-penyakit yang sering menghinggapi tanaman jagung biasanya disebabkan karena alasan tertentu.

a. Busuk buah biasanya disebabkan karena cuaca yang tidak mendukung, misalnya pada musim hujan. Pada saat musim hujan tiba, biasanya tanaman jagung banyak yang busuk karena udara terlalu lembab.

b. Lalat buah disebabkan karena lalat-lalat yang menyerang buah jagung, yang biasanya menyerang secara berkala atau musiman dan tidak sepanjang tahun ada.

c. Gejala daun kuning bisa disebabkan karena kurangnya nutrisi yang terserap oleh tanaman jagung, misalnya unsur hara nitrogen, fosfor, kalium maupun sulfur.

2. Cara pemberantasan

Jagung yang terserang hama maupun penyakit, harus segera ditanggulangi dan hama atau penyakit yang menyerang tersebut diberantas sampai tidak menjangkiti lagi. Namun, sebelum memberantasnya, terlebih dahulu harus mengetahui dulu penyakit atau hama yang menyerang serta penyebabnya. Setelah diketahui, barulah diberantas.

a.Ulat daun bisa diatasi dengan cara menyemprotkan insektisida. b. Ulat tanah juga dapat dimusnahkan dengan cairan insektisida. c.Wereng dibasmi menggunakan pestisida (racun pembasmi serangga).

d. Untuk mengatasi busuk buah, bisa dengan memberikan unsur harasulfur pada tanaman agar bisa lebih kebal terhadap kondisi dan cuaca serta penyakit apa saja. e.Lalat buah bisa diatasi dengan caramembasmi penyebab penyakit ini, yaitu lalatnya

dengan cara disemprotkan pestisida.

f. Gejala daun kering bisa diatasi dengan memberi tambahan pupuk NPK (nitrogen, phosphor dan kalium)

E. Pemanenan

Masa panen adalah masa-masa yang paling dinantikan oleh petani begitu juga halnya dengan terhadap tanaman jagung miliknya, karena setelah menjalani proses-proses yang


(4)

panjang mulai dari persiapan, perawatan, dan lain-lain hingga inilah saat memperoleh hasilnya. Dalam sekali panen biasanya menghasilkan 12,25 kwintal.

1. Masa Panen

Tanaman jagung dapat dipanen jika sudah mencapai umur 95 aE" 105 hari setelah tanam di dataran rendah, dan umur 115 - 130 hari setelah tanam di dataran tinggi, tergantung jenis varietas yang ditanam.

2. Ciri-Ciri Jagung Siap Panen

Tanda-tanda bahwa jagung siap dipanen adalah klobotnya berwarna coklat muda dan kering serta bijinya mengkilat. Ada tanda hitam (black layer) pada pangkal bijinya. 3. Cara Pemanenan

a.Pangkas bagian atas atau pucuk batang, biarkan menjadi lebih keringselama 2-3 hari. b. Memetik buah jagung dalam bentuk jagung berklobot.

c.Memisahkan jagung yang sehat dan jagung yang terinfeksi agar lebih muda untuk kemudian menjualnya.

d. Mengumpulkan dan memasukkanjagung yang sudah dipetik dan dipisah kedalam wadah (misalnya karung atau bakul) yang berbeda.

G. Kendala dan Solusi

Dalam menjalankan usaha budidaya jagung, menghadapi beberapa kendala yang mengganggu lancarnya budi daya tersebut. Secara umum kendala berarti suatu keadaan dimana seseorang, kelompok, maupun usaha mengalami masalah yang dapat menghambat tercapainya maksud atau tujuan yang diinginkannya. Sedangkan solusi adalah hal-hal yang dilakukan untuk mengatasi kendala atau hambatan tersebut.

1. Kendala

Kendala yang dialami dalam budidaya tanaman jagung antara lain sebagai berikut : a.Permodalan yang kurang mencukupi

b. Saluran irigasi (pengairan) yang tidak lancar, terutama saat musim kemarau, bahkan sering terjadi rebutan air antar sesama petani.

2. Solusi

Solusi atau upaya-upaya yang dilakukan dalam menangani kendala-kendala diatas adalah sebagai berikut :

a.Meminjam bantuan keuangan di Koperasi Unit Desa (KUD) maupun dengan meminjam uang kas dari Kelompok Tani (Poktan).

b. Membuat jadwal giliran pengairan antar petani sesuai hari yang telah ditentukan bersama dalam musyawarah sesama petani yang sawahnya dilewati oleh saluran irigasi yang sejalur.


(5)

BAB IV

PEMASARAN DAN PERHITUNGAN RUGI LABA A. Pemasaran

Dalam pemasaran hasil panen tanaman jagung tidak mengalami kesulitan yang berarti, karena jagung merupakan salah satu bahan pangan tambahan pokok, baik untuk manusia maupun hewan, sehingga selalu ada yang membutuhkannya. Untuk menjualnya biasanya cukup menyewa mobil bak terbuka ( pick up ) dan membawanya ke Pasar Barabai pada malam hari karena para pembeli dari jauh berkumpul dari jam 23.00 – 03.00 Wita. Jagung tersebut dijual dengan harga yang telah ditentukan oleh pembeli jagung. Untuk saat ini harganya berkisar Rp 3.500,- /kg s/d Rp 4.000,- /kg atau Rp 1.000 /biji ditingkat eceran (dengan ukuran tongkol besar)

B. Perhitungan

Untuk mengetahui besar keuntungan yang diperoleh dalam membudidayakan tanaman jagung hibrida, maka perlu dilakukan suatu perhitungan dari awal sampai pemasaran.

a. Modal awal Modal awal - Pembelian benih/ bibit

- 2 kg Merk Bonanza @ Rp.55.000,- = Rp. 55.000 x 2 = Rp. 110.000,-- Pembelian pupuk

- Urea 30 kg x Rp. 1.800,- = Rp.

54.000,-- Ponska 15 kg x Rp. 2.500,- = Rp.

37.500,-- TSP 15 kg x Rp. 2.600,- = Rp.

39.000,-- Biaya obat-obatan, insektisida dll = Rp.

150.000,-- Upah pengolahan tanah (3 orang) = Rp. 300.000

- Biaya transportasi ke Pasar Barabai = Rp. 75.000,- + Total Biaya = Rp. 765.500 b. Hasil panen

Dari luas lahan 1.750 M2 , menghasilkan jagung ±12,25 kwintal dan harga jual jagung Rp 3.500,- /kg s/d Rp 4.000. Jadi jumlah hasil panen yang didapat adalah :

- Rp.3.500,- x 1225 kg =Rp. 4.287.500,-.

c. Perhitungan Laba - Rugi

Cara menghitung laba yang diperoleh dari budidaya yaitu dengan cara jumlah hasil panen (input) dikurangi biaya-biaya (Penjualan)

- Hasil panen =Rp. 4.287.500,-.

- Biaya-biaya = Rp.

765.500,-- Jumlah laba = Rp.


(6)

3.522.000,-BAB IV PENUTUP

Jagung merupakan salah satu tanaman budidaya yang buahnya dijadikan sebagai sumber bahan tambahan makanan pokok selain gandum dan beras. Jagung terdiri dari banyak jenis / varietas. Dari sekian bnyak varietas yang paling banyak dibudidayakan petani adalah varietas hibrida, karena keunggulan-keunggulan yang dimilikinya. Budidaya tanaman jagung memerlukan proses yang tidak instan atau cepat, namun memerlukan proses yang cukup panjang.

Setelah menguraikan beberapa masalah yang berkaitan dengan budidaya tanaman jagung dari awal sampai akhir maka dapat penulis simpulkan sebagai berikut :

1. Varietas jagung hibrida merupakan varietas yang paling banyak dibudidayakan petani saat inikarena mampu beradaptasi terhadap berbagai jenis kondisi dan lingkungan. 2. Cara pengolahan tanah sangat berpengaruh terhadap perkembangan tanaman jagung

dankualitas panen yang dihasilkan.

3. Bercocok tanam atau budidaya tanaman jagung tidaklah mudah, namun perlu keuletan, kedisiplinan, keteraturan dan kerja keras.

4. Tanaman mempunyai musuh yaituhama dan penyakit yang bisa menyerangnya.

5. Penggunaan insektisida yang tepat dapat menjaga atau melindungitanaman jagung dari bahaya serangan hama dan penyakit.

6. Pemupukan dan pengairan merupakan hal pokok yang wajib dilakukan dalam budidaya tanaman jagung.

7. Hasil panen jagung hibrida cukup memuaskan bila dibandingkan varietas jagung bukan hibrida.

A. Saran

Di bawah ini akan sampaikan beberapa saran yang sifatnya membangun dan penulis berharap semoga saran tersebut bermanfaat dalam budidaya tanaman jagung. Maka penulis memberikan saran sebagai berikut :

1. Untuk memperoleh bibit yang berkualitas tinggi sebaiknya memilih / membeli benih yang bermutu tinggi di toko-toko yang menjual benih-benih jagung bermerek yang berkualitas dan sudah teruji, atau juga bisa dengan menanyakan ke pakar pertanian. 2. Dalam pengolahan tanah sebelum menanam benih jagung, sebaiknya tidak melakukan

pengolahan tanah sempurna (PTS) namun cukup dengan membuang gulma pada tanah kemudian tanah dilubangi sajauntuk menaruh benih-benih jagung, karena selain menghemat tenaga, biaya dan waktu, juga tidak merusak struktur alami tanah.