STUDI MORFOLOGI PERMUKAAN POLLEN GENUS HIBISCUS SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

STUDI MORFOLOGI PERMUKAAN POLLEN
GENUS HIBISCUS SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

SKRIPSI

DISUSUN OLEH :
ULFAH HANUM
201010070311128

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2014
i

STUDI MORFOLOGI PERMUKAAN POLLEN
GENUS HIBISCUS SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI
SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang
Sebagai Persyaratan Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Biologi

Disusun Oleh :
ULFAH HANUM
201010070311128

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2014
ii

LEMBAR PERSETUJUAN

Nama
NIM
Jurusan
Fakultas
Judul Skripsi

:
:
:
:
:

Ulfah Hanum
201010070311128
Pendidikan Biologi
Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Studi Morfologi Permukaan Pollen Genus Hibiscus Sebagai
Sumber Belajar Biologi

Diajukan untuk dipertanggungjawabkan di hadapan Dewan Penguji
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Strata Satu
Pada Program Studi Pendidikan Biologi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang

Menyetujui
Pembimbing I

Pembimbing II

(Dra. Sri Wahyuni, M.Kes)

(Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si)

iii

SURAT PERNYATAAN

Nama
Tempat, Tgl. Lahir
NIM
Fakultas/Jurusan

: Ulfah Hanum
: Banyuwangi, 02 November 1991
: 201010070311128
: KIP/Pendidikan Biologi

Menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “Studi Morfologi
Permukaan Pollen Genus Hibiscus Sebagai Sumber Belajar Biologi” adalah
bukan skripsi orang lain baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam bentuk
kutipan yang telah disebutkan sumbernya.
Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan
apabila pernyataan ini tidak benar, saya bersedia mendapatkan sanksi akademis.

Malang, 28 April 2014
Yang menyatakan

(Ulfah Hanum)

Mengetahui,
Pembimbing I

Pembimbing II

(Dra. Sri Wahyuni, M.Kes)

(Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si)

iv

LEMBAR PENGESAHAN

Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Skripsi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang
Dan diterima untuk memenuhi
Sebagian dari Persyaratan
Memperoleh Gelar Sarjana (S1) Pendidikan Biologi
Mengesahkan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang

Malang, 28 April 2014
Dekan

(Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes)
Dewan Penguji

Tanda Tangan

1.

Dra. Sri Wahyuni, M.Kes

1. ..………………………

2.

Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si

2. ………………………..

3.

Dr. Yuni Pantiwati, MM, M.Pd

3. ………………………..

4.

Husamah, S.Pd

4. ………………………..

v

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

“Pikiran merupakan sumber dari ilmu, sedangkan ilmu itu sendiri merupakan
sumber amal” (WAHB)
“Allah sebenarnya bukan memberi kesempatan pada kita, tapi Allah menguji kita
bagaimana memanfaatkan waktu yang ada saat ini”
“Kamu adalah apa yang kamu pikir dan bayangkan, kamu tak akan pernah
menjadi apa yang tak pernah kamu pikir dan bayangkan”
(ULFAH HANUM)

K u persembahakan hasil kerj a kerasku
Untuk kalian yang ku sayang dan ku cinta
Dengan iklhas dan bangga
Untuk kedua penopang hidupku
A yahanda S lamet R iadi dan I bunda S ukinah
T erima kasih untuk cinta, air mata, dan pengorbanannya
Untuk kakak- kakak ku
T erima kasih untuk semuanya, semuanya, dan semuanya
Dan untuk kamu dimanapun kamu berada
I ch liebt euch

vi

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.
Syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan
rahmat, taufik, dan hidayahnya-Nya kepada penulis, sehingga atas ridho-Nya
penulis dapat menyelesaikan tugas akhir skripsi sebagai syarat untuk memperoleh
gelar Sarjana Pendidikan Biologi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang dengan judul “Studi Morfologi Permukaan
Pollen Genus Hibiscus Sebagai Sumber Belajar Biologi .
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini banyak pihak
yang telah memberikan bantuan, informasi, bimbingan, dan juga doa yang sangat
berharga bagi penulis. Oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih
atas bantuan yang diberikan terutama kepada:
1. Bapak Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes, selaku Dekan Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang.
2. Ibu, Dr. Yuni Pantiwati, MM. M.Pd, selaku Ketua Program Studi
Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang.
3. Ibu Dra. Sri Wahyuni, M.Kes, selaku dosen pembimbing I yang telah
memberikan dorongan, semangat, motivasi, dan pengarahan hingga
terselesainya skripsi ini dan Ibu Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si selaku
dosen pembimbing II yang telah memberikan pengarahan, dukungan
serta nilai-nilai obyektif yang mandiri terhadap penyusunan skripsi ini.
4. Ibunda Sukinah, Ayahanda Slamet Riadi, dan kakak-kakakku tercinta
yang senantiasa memberikan kasih sayangnya dengan tulus, memberikan
dorongan religious, dorongan psikologis, dan dorongan materiil lainnya
guna keberhasilan masa depan penulis.
5. Ibu Dra. Roimil Latifah, M.M, M.Si, selaku kepala Laboratorium
Biologi yang telah memberikan izin penelitian serta dukungan moril.

vii

6. Bapak Drs. Wahyu Prihanta, M.Kes, selaku dosen wali yang selalu
memberi bimbingan dan doanya.
7. Bapak dan Ibu Dosen bersama staf Program Studi Pendidikan Biologi
Universitas Muhammadiyah Malang, yang telah memberikan bekal ilmu
dan pengetahuan.
8. Sahabat-sahabat terbaikku tercinta Hasan, Resta, Mbak Fatih, Qorry,
Mbak Intan, Indah, Azida, Mbak Lely, Fauzi, Yusron, Danang, Bahrul,
terima kasih untuk dukungan, semangat, dan doanya selama ini.
9. Seluruh teman-teman Biologi angakatan 2010, khususnya Biologi C
terima kasih untuk semangat dan persahabatannya selama ini serta
asisten dan instruktur Laboratorium Biologi terima kasih untuk bantuan
dan dukungannya.

Semoga amal baik dari semua pihak yang telah membantu penulis
menyelesaikan skripsi ini mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah
SWT. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini jauh dari sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran konstruktif senantiasa penulis harapkan demi
kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat khususnya bagi penulis
dan pembaca pada umumnya. Amien.

Wassalamu alaikum Wr. Wb.

Malang, 28 April 2014
Penulis,

Ulfah Hanum

viii

DAFTAR ISI

Halaman
Lembar Sampul Luar ................................................................................... i
Lembar Sampul Dalam................................................................................. ii
Lembar Persetujuan ..................................................................................... iii
Surat Pernyataan .......................................................................................... iv
Lembar Pengesahan ...................................................................................... v
Kata Pengantar ............................................................................................. vi
Abstrak .......................................................................................................... viii
Abstract ......................................................................................................... ix
Daftar Isi ....................................................................................................... x
Daftar Tabel .................................................................................................. xiii
Daftar Gambar ............................................................................................. xiv
Daftar Lampiran ........................................................................................... xvi
BAB I PENDAHULUAN
1.1
1.2
1.3
1.4
1.5
1.6

Latar Belakang ................................................................................
Rumusan Masalah ...........................................................................
Tujuan Penelitian ............................................................................
Manfaat Penelitian ..........................................................................
Batasan Penelitian ...........................................................................
Definisi Istilah ................................................................................

1
6
6
6
7
8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1

2.2

2.3

Genus Hibiscus ...............................................................................
2.1.1 Tanaman Hibiscus rosa-sinensis L .......................................
2.1.2 Tanaman Hibiscus tiliaceus L ..............................................
2.1.3 Tanaman Hibiscus schizopetalus Hook. f. ............................
Tinjauan Tentang Pollen .................................................................
2.2.1 Pengertian Pollen .................................................................
2.2.2 Klasifikasi Pollen.................................................................
Mikroteknik ....................................................................................
2.3.1 Metode Asetolisis ................................................................

ix

9
9
11
13
14
14
16
27
28

Halaman

2.4

2.5
2.6

Sumber Belajar ...............................................................................
2.4.1 Pengertian Sumber Belajar...................................................
2.4.2 Sumber Belajar Biologi Video .............................................
Kerangka Konseptual ......................................................................
Hipotesis .........................................................................................

30
30
37
44
45

BAB III METODE PENELITIAN
3.1
3.2
3.3

3.4
3.5
3.6

3.7
3.8

Jenis Penelitian ...............................................................................
Tempat dan Waktu Penelitian .........................................................
Populasi dan Sampel .......................................................................
3.3.1 Populasi ...............................................................................
3.3.2 Sampel ................................................................................
Variabel Penelitian ..........................................................................
Definisi Operasional Variabel .........................................................
Prosedur Penelitian .........................................................................
3.6.1 Persiapan Penelitian .............................................................
3.6.2 Pelaksanaan Penelitian .........................................................
3.6.3 Proses Pengamatan Preparat ................................................
3.6.4 Prosedur Pembuatan Video Sebagai Sumber Belajar ............
Metode Pengumpulan Data .............................................................
Teknik Analisis Data .......................................................................

46
46
46
46
47
47
48
49
49
50
54
55
56
57

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1

4.2

Hasil Penelitian ...............................................................................
4.1.1 Pollen pada Hibiscus rosa-sinensis Mary Forbes..................
4.1.2 Pollen pada Hibiscus rosa-sinensis L. Warna
Merah Muda ........................................................................
4.1.3 Pollen pada Hibiscus rosa-sinensis L. Warna
Kuning ................................................................................
4.1.4 Pollen pada Hibiscus tiliaceus L. .........................................
4.1.5 Pollen pada Hibiscus schizopetalus L...................................
Pembahasan ....................................................................................
4.2.1 Perbandingan Morfologi Permukaan Pollen pada
Genus Hibiscus ....................................................................
4.2.2 Penerapan Hasil Pengamatan Pollen Genus Hibiscus
Sebagai Sumber Belajar Biologi ..........................................

x

58
58
60
62
64
66
72
72
90

Halaman
BAB V PENUTUP
5.1
5.2

Kesimpulan ..................................................................................... 94
Saran............................................................................................... 96

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 97
LAMPIRAN .................................................................................................. 100

xi

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

Tabel 2.1

Komposisi Butir Pollen Masak yang Dianalisis Secara Kimia ..... 15

Tabel 2.2

Pengelompokan Media Pembelajaran ......................................... 36

Tabel 3.1

Diameter Pollen, Panjang Ekinat, Bentuk Pollen, dan Tipe
Ornamentasi Eksin Pollen pada Genus Hibiscus ......................... 56

Tabel 3.2

Panjang Polar, Panjang Ekuatorial, Indeks P/E, Bentuk Butir
Pollen, dan Jarak Antarekinat pada Genus Hibiscus .................... 57

Tabel 4.1

Diameter Pollen, Panjang Ekinat, Bentuk Pollen, dan
Tipe Ornamentasi pada Genus Hibiscus ...................................... 68

Tabel 4.2

Panjang Polar, Panjang Ekuatorial, Indeks P/E, Bentuk
Butir Pollen, dan Jarak Antarekinat pada Genus Hibiscus ........... 69

Tabel 4.3

Tabel Persamaan Butir Pollen Genus Hibiscus............................ 70

Tabel 4.4

Tabel Perbedaan Butir Pollen Genus Hibiscus ............................ 71

Tabel 4.5

Penerapan Media Pembelajaran Video Biologi dalam
Standar Isi Sistem Pendidikan Nasional ...................................... 93

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

Gambar 2.1 Hibiscus rosa-sinensis L. Warna Merah Muda ............................ 9
Gambar 2.2 Hibiscus tiliaceus L. ................................................................... 11
Gambar 2.3 Hibiscus schizopetalus Hook. f.. ................................................. 13
Gambar 2.4 Unit Pollen ................................................................................. 18
Gambar 2.5 Polaritas Pollen........................................................................... 19
Gambar 2.6 Struktur Dinding Pollan .............................................................. 20
Gambar 2.7 Contoh Apertur Pollen ................................................................ 22
Gambar 2.8 Apertur Pollen ............................................................................ 23
Gambar 2.9 Bentuk Butir Pollen .................................................................... 24
Gambar 2.10 Ukiran Pollen ............................................................................. 27
Gambar 2.11 Gambar Skema Kerangka Konsep .............................................. 44
Gambar 3.1 Tipe Ornamentasi Ekinat pada Eksin Althaea ludwigii................ 48
Gambar 3.2 Bentuk Pollen Globose pada Hibiscus rosa-sinensis ................... 49
Gambar 3.3 Apertur Pollen Pantocolporat pada Hibiscus sp. .......................... 49
Gambar 3.4 Skema Pembuatan Preparat Pollen Dengan Metode Asetolisis .... 52
Gambar 4.1 Hasil Preparat Pollen Hibiscus rosa-sinensis Mary Forbes (1) .... 58
Gambar 4.2 Hasil Preparat Pollen Hibiscus rosa-sinensis Mary Forbes (2) .... 59
Gambar 4.3 Hasil Preparat Pollen Hibiscus rosa-sinensis L. Warna Merah
Muda (1)/ ................................................................................... 60
Gambar 4.4 Hasil Preparat Pollen Hibiscus rosa-sinensis L. Warna Merah
Muda (2) .................................................................................... 61
Gambar 4.5 Hasil Preparat Pollen Hibiscus rosa-sinensis L. Warna
Kuning (1) .................................................................................. 62
Gambar 4.6 Hasil Preparat Pollen Hibiscus rosa-sinensis L. Warna
Kuning (2) .................................................................................. 63
Gambar 4.7 Hasil Preparat Pollen Hibiscus tiliaceus L. (1) ............................ 64
Gambar 4.8 Hasil Preparat Pollen Hibiscus tiliaceus L. (2) ............................ 65
xiii

Gambar

Halaman

Gambar 4.9 Hasil Preparat Pollen Hibiscus schizopetalus Hook. f. (1) ........... 66
Gambar 4.10 Hasil Preparat Pollen Hibiscus schizopetalus Hook. f. (2) ........... 67
Gambar 4.11 Ekinat Hibiscus tiliaceus L. yang Lebih Panjang Daripada
Ekinat pada Spesies dan Kultivar Lain dari Genus Hibiscus
yang Diamati .............................................................................. 80
Gambar 4.12 Apertur yang Terlihat pada Hibiscus rosa-sinensis Mary Forbes. 83
Gambar 4.13 Grafik Kejelasan Preparat Pollen Genus Hibiscus ....................... 88
Gambar 4.14 Grafik Kualitas Gambar Preparat Pollen Genus Hibiscus ............ 90

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman

Lampiran 1 Foto-Foto Prosedur Kerja Pembuatan Preparat Pollen................. 100
Lampiran 2 Seprangkat Peralatan SEM (Scanning Electron Microscope) ...... 101
Lampiran 3 Tabel Data Diameter Pollen, Panjang Ekinat, Bentuk Pollen,
dan Tipe Ornamentasi pada Genus Hibiscus ............................... 102
Lampiran 4 Tabel Data Panjang Polar, Panjang Ekuatorial, Indeks P/E,
Bentuk Butir Pollen, dan Jarak Antarekinat pada
Genus Hibiscus........................................................................... 103
Lampiran 5 Data Hasil Persentase Distribusi dan Angket Kejelasan
Preparat dan Kualitas Gambar Preparat Pollen Genus
Hibiscus Sebagai Sumber Belajar Biologi................................... 104
Lampiran 6 Identifikasi Program ................................................................... 105
Lampiran 7 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ............................................ 107
Lampiran 8 Sinopsis Video Pembelajaran Biologi Cara Pembuatan
Preparat Pollen dan Morfologi Pollen Genus Hibiscus ................ 118
Lampiran 9 Treatment Video Pembelajaran Biologi Cara Pembuatan
Preparat Pollen dan Morfologi Pollen Genus Hibiscus ................ 119
Lampiran 10 Storyboard Video Pembelajaran Biologi Cara Pembuatan
Preparat Pollen dan Morfologi Pollen Genus Hibiscus ................ 123

xv

97

DAFTAR PUSTAKA

Aprianty, N.M.D, & Kriswiyanti E. 2008. Studi Variasi Ukuran Serbuk Sari
Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) dengan Warna Bunga
Berbeda. Jurnal Biologi. No.1 Vol.XII Juni 2008 Hal. 14-18.
Bibi, Noreen, Hussain, Manzoor, & Naveed, Akhtar. 2008. Palynological Study of
some Cultivated Species of Genus Hibiscus from North West Frontier
Provice (N.W.F.P.) Pakistan. Journal Biology. No.4 Vol.40 2008 Hal.
1561-1569.
Christensen, P. B. 1986. Pollen Morphological Studies in the Malvaceae. Grana.
25:2 Hal. 95-117
Darjanto & Satifah, Siti. 1990. Pengetahuan Dasar Biologi Bunga dan Teknik
Penyerbukan Silang Buatan. Jakarta: PT Gramedia.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar.
Jakarta: Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.
Direktorat Pembinaan SMA. 2010. Juknis Pengembangan Bahan Ajar SMA.
Djamarah, S. B., & Zain, Aswan. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
Rineka Cipta.
El Naggar, S. M. 2004. Pollen Morphology of Egyptian Malvaceae: An
Assessment of Taxonomic Value. Journal of Biology. No. 28 2004 Hal.
227-240.
Erdtman, G. 1934. Uber die Verwandung von Essigsaureanhydrid bei
Pollenuntersuchungen Svensk Botan Tidski. 28 345-358.
Esau, K. 1977. Anatomy of Seed Plants, 2nd ed. New York: John Wiley & Sons.
Fahn, A. 1992. Anatomi Tumbuhan (Edisi Ketiga). Penerjemah Soediarto dkk.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Gilman, E. F. 1999. Hibiscus rosa-sinensis. University of Florida: Cooperative
Extension Service. Fact Sheet FPS-254 1999.
Kimball, J. W. 1983. Biologi. Terjemahan oleh Siti Soetarmi Tjitrosomo &
Nawangsari Sugiri. 1994. Jakarta: Erlangga.
Kurniawati, Feby. 2013. Analisis Perbandingan Bentuk Jaringan Pembuluh
Trakea pada Preparat Maserasi Berbagai Genus Piper Sebagai Sumber
Belajar Biologi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan
MIPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Muhammadiyah Malang, Malang.
Majid, Abdul. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Munadi, Yudhi. 2013. Media Pembelajaran (Sebuah Pendekatan Baru). Jakarta:
Referensi.
Putra, K.S. 2013. Analisis Kandungan Pewarna Sintesis pada Makanan Jajanan di
Lingkungan SD Kota Malang Sebagai Sumber Belajar IPA. Skripsi.
Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan MIPA, Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.

xvi

98

Redaksi AgroMedia. 2008. Buku Pintar Tanaman Obat. Jakarta: PT Agromedia
Pustaka.
Reitsma. 1969. Size Modification of Recent Pollen Grains Under Different
Treatmants. Review of Palaeobotany and Palynology. No.9 1969 Hal. 175202.
Rohani, Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sanjaya, Wina. 2010. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta:
Kencana.
Saridan, Amiril. 2010. Jenis dan Preferensi Pollen Sebagai Pakan Kelelawar
Pemakan Buah dan Nektar. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam.
No.3 Vol. VII 2010 Hal. 241-256.
Shaneen, Nighat, Khan, M. A., Yasmin, G., Hayat, M. Q., Munsif S., & Ahmad,
K. 2010. Foliar Epidermal Anatomy and Pollen Morphology of the Genera
Alcea and Althaea (Malvaceae) from Pakistan. International Journal of
Agriculture and Biology. No.3 Vol.12 2010 Hal. 329-334.
Simpson, M. G. 2006. Plant Systematics. UK: Elsevier Academic Press.
Smaldino, S. E., Lowther, D. L., & Russell, J. D. 2008. Teknologi Pembelajaran
dan Media untuk Belajar. Terjemahan oleh Arif Rahman. 2011. Jakarta:
Prenada Media Group.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, N. S. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Steenis, van C.G.G.J. 1981. Flora (Catatan Ketiga). Jakarta: Pradnya Pramita.
Wahyuni, Sri. 2005. Buku Petunjuk Praktikum Mikroteknik. Malang:
Laboratorium Biologi Universitas Muhammadiyah Malang.
Winantris, I. S., & AT., Rahardjo. 2012. Oncosperma tigillarium Merupakan
Bagian Palino Karakter Delta Plain di Delta Mahakam Kalimantan. Jurnal
Ilmu-Ilmu Hayati dan Fisik. No. 3. Vol. 14 November 2012 Hal. 232-240.
Cancer
Chemoprevention
Research
Center.
2014.
(online)
(http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=217) diakses Mei 2014.
Cancer
Chemoprevention
Research
Center.
2014.
(online)
(http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=227) diakses Mei 2014.
Mother
Herbs.
2014.
Hibiscus
rosa-sinensis.
(online)
(http://www.motherherbs.com/hibiscus-rosa-sinensis.html) diakses Mei
2014.

xvii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Genus Hibiscus merupakan salah satu genus dari Famili Malvaceae. Famili

Malvaceae sendiri merupakan famili besar yang kurang lebih terdiri dari 88 genus
dan juga 3000 spesies. Anggota dari Famili Malvaceae ini tersebar mulai dari
daerah yang beriklim tropik, subtropik, hingga daerah yang beriklim dingin (Bibi
et al., 2008). Genus Hibiscus merupakan salah satu genus yang cukup terkenal di
Indonesia. Banyak spesies dari genus ini yang mudah ditemukan di Indonesia.
Anggota dari Genus Hibiscus yang paling sering ditemui di Indonesia
adalah Hibiscus rosa-sinensis L. (bunga sepatu), Hibiscus tiliaceus L. (waru laut),
dan Hibiscus schizopetalus Hook. f. (waru gantung), Hibiscus macrophyllus L.
(waru gombong), dan Hibiscus sabdariffa L. (rosella). Tanaman-tanaman tersebut
mudah ditemukan karena biasanya menjadi tanaman hias, tanaman pagar, bunga
potong, sebagai tanaman obat dan teh untuk diminum, bahkan beberapa menjadi
komoditi ekspor karena kayunya yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan
(Aprianty & Kriswiyanti, 2008).
Genus
Spermatophyta.

Hibiscus

merupakan

Spermathophyta

salah

merupakan

satu

genus

kelompok

dari

Subdivisi

tumbuhan

yang

berkembang dengan menggunakan biji. Biji terbentuk di dalam ruang bakal biji.
Tumbuhan biji tentu memiliki bunga sebagai alat perkembangan generatifnya.
Perkembangan generatif pada bunga artinya pertemuan antara sel gamet jantan
dan sel gamet betina. Sel gamet betina pada tumbuhan dihasilkan oleh putik,

1

2

sedangkan sel gamet jantan disebut serbuk sari atau pollen. Serbuk sari terbentuk
di dalam ruang sari yang merupakan bagian dari benang sari. Pollen atau serbuk
sari memiliki ukuran yang sangat kecil dan berjumlah sangat banyak (Darjanto &
Satifah, 1990).
Bentuk serbuk sari dari berbagai jenis tanaman bermacam-macam,
misalnya bulat bundar, bulat telur, bersudut, permukaan berduri, kasar, halus, dan
lain-lain. Kadang-kadang serbuk sari terlihat seperti butiran tepung yang sangat
halus, kering, dan ringan sehingga bila tertiup oleh angin dapat melayang-layang
di udara. Jenis tanaman lain ada juga yang membentuk benang sari yang sangat
berlemak dan lengket, sehingga terlihat seperti gumpalan-gumpalan pollen yang
besar, berat, dan tidak mudah terbawa oleh angin. Serbuk sari sangat digemari
serangga, terutama lebah, karena mengandung banyak zat organik (protein, lemak,
dan karbohidrat) yang merupakan zat makanan bagi serangga atau lebah (Darjanto
& Satifah, 1990).
Metode yang sering kali digunakan untuk dapat mengidentifikasi pollen
tumbuhan adalah dengan menggunakan metode asetolisis. Menurut Erdtman
(1934) dalam review mengenai Palaeobotani serta Palinologi yang ditulis oleh
Reitsma (1969), metode asetolisis merupakan metode yang didasarkan atas usaha
untuk merusak bahan selulosa dan sitoplasma dengan menggunakan bahan kimia.
Bahan kimia yang digunakan adalah campuran dari acetic anhydride dan juga
asam sulfat. Pada proses ini juga terdapat proses pewarnaan pada lapisan dinding
luar pollen (eksin). Metode asetolisis ini biasanya digunakan untuk menganalisis

3

pollen dari tumbuhan Spermatophyta dan juga spora dari tumbuhan Thallophyta,
khususnya untuk mengidentifikasi morfologi yang nampak.
Studi mengenai morfologi pollen di Indonesia, khususnya pollen dari
Genus Hibiscus masih jarang ditemukan. Penelitian yang dilakukan oleh Aprianty
dan Kriswiyanti (2008) dari Universitas Udayana, hanya sebatas pada studi variasi
ukuran serbuk sari Hibiscus rosa-sinensis L. yang berbeda warna saja. Penelitian
lain mengenai pollen pada Genus Hibiscus adalah dengan menggunakan Hibiscus
schizopetalus Hook. f., sedangkan penelitian anggota dari Genus Hibiscus yang
lain masih jarang ditemukan.
Berdasarkan penemuan El Naggar (2004), pollen dari Famili Malvaceae
berbentuk sferoidal dan globular dengan tipe apertur colporate atau porate serta
tipe ornamentasi eksin adalah ekinat yang tersebar pada seluruh permukaan butir
pollen. Menurut Erdtman (1952), ukuran pollen pada Famili Malvaceae biasanya
antara 30-190 µ m (Bibi et al., 2008), berupa bentukan bulat yang pada permukaan
berupa duri-duri, sedangkan untuk tingkatan genus, anggota dari Genus Hibiscus
juga memiliki bentukan serta morfologi permukaan pollen yang hampir sama
seperti pada tingkatan famili.
Berdasarkan hasil penelitian El Naggar (2004), variasi ukuran pollen,
apertur dan karakteristik duri, dan juga stratifikasi pada eksin merupakan nilai
taksonomi. Genus Hibiscus juga memiliki perbedaan morfologi pollen dengan
pollen pada genus lain pada Famili Malvaceae. Ukuran butir pollen pada Genus
Hibiscus lebih besar dibanding genus yang lain, yaitu antara 128-130 µ m,
sedangkan untuk nomer apertur adalah 24-45 dengan tipe porate dan colporate.

4

Ketebalan eksin pollen pada Genus Hibiscus tergantung pada spesiesnya,
sedangkan untuk duri atau ekinat berbentuk kerucut dengan ujung tumpul atau
membulat. Data-data di atas merupakan data yang membedakan antara Genus
Hibiscus dengan genus lain pada Famili Malvaceae.
Berdasarkan hasil penelitian studi palinologi Genus Hibiscus oleh Bibi et
al. (2008), menunjukkan bahwa secara garis besar, yang membedakan antara
Hibiscus schizopetalus Hook. f. dan Hibiscus rosa-sinensis L. adalah susunan dari
duri-duri atau ekinat. Hibiscus schizopetalus Hook. f. memiliki susunan duri yang
tidak teratur, sedangkan Hibiscus rosa-sinensis L. memiliki duri yang tersusun
teratur dan dengan duri sentral yang spesifik. Penelitian lain yang dilakukan oleh
Aprianty dan Kriswiyanti (2008), menunjukkan bahwa pollen pada Hibiscus rosasinensis L. yang memiliki variasi warna hampir semua memiliki morfologi
permukaan yang sama, yang membedakan hanya kelas ukuran butir pollen,
Hibiscus rosa-sinensis L. berwarna putih dan merah tipe kuncup memiliki kelas
oblat sferoidal, sedangkan Hibiscus rosa-sinensis L. lainnya dengan delapan jenis
warna yang berbeda memiliki kelas prolat sferoidal.
Pollen yang telah dilakukan perlakuan dengan menggunakan metode
asetolisis, kemudian akan diamati di bawah mikroskop agar dapat terlihat dengan
jelas dan mudah untuk diidentifikasi. Hasil dari identifikasi dan pengamatan
pollen akan dijadikan suatu media belajar. Sejak awal proses penelitian untuk
dapat mengamati morfologi permukaan pollen ini telah dilakukan proses
pendokumentasian kegiatan baik melalui video maupun foto. Hasil dari proses
pengambilan video dan foto dapat dijadikan sumber belajar bagi siswa, sehingga

5

diharapkan

siswa

lebih

memahami

dan

mengetahui

organ-organ

perkembangbiakan pada tumbuhan dan juga proses pembuatan preparat,
khususnya pollen pada Genus Hibiscus. Pollen pada Genus Hibiscus yang
digunakan diambil dari 3 spesies dan 1 kultivar yang berbeda antara lain Hibiscus
rosa-sinensis Mary Forbes, Hibiscus rosa-sinensis L. warna merah muda,
Hibiscus rosa-sinensis L. warna kuning, Hibiscus tiliaceus L., dan Hibiscus
schizopetalus Hook. f. Data hasil pengamatan inilah yang kemudian akan
digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa.
Berdasarkan dari pernyataan dan latar belakang di atas peneliti tertarik
untuk melakukan pengamatan pollen pada Genus Hibiscus menggunakan 3
spesies dan 1 kultivar tanaman yang mudah ditemukan di Indonesia. Hasil
pengamatan yang telah dilakukan kemudian akan dibandingkan berdasarkan atas
morfologi permukaan pollen tersebut. Setelah itu hasil perbandingan akan dibuat
sumber belajar Biologi dalam bentuk video. Pemilihan sumber belajar video
karena keefektifitasan pemakaian, video dapat diulang hingga paham dengan
isinya selain itu juga dapat menguatkan keterangan yang didapat dari
mendengarkan dan juga melihat penjelasan dari isi video.
Sumber belajar yang akan dibuat diharapkan mampu memberikan
penguatan dan pemantaban materi mengenai Dunia Tumbuhan (mengamati alat
reproduksi tumbuhan biji melalui obyek nyata atau gambar), pada kompetensi
dasar (KD) 3.7 kelas X SMA. Kompetensi dasar yang digunakan adalah
menerapkan prinsip klasifikasi untuk menggolongkan tumbuhan ke dalam divisio
berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan

6

peranannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi. Oleh karena itu peneliti
mengambil judul penelitian “Studi Morfologi Permukaan Pollen Genus
Hibiscus Sebagai Sumber Belajar Biologi”.

1.2

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah penelitian ini

adalah sebagai berikut:
1.

Bagaimanakah perbedaan dan persamaan morfologi permukaan pollen
pada Genus Hibiscus?

2.

Bagaimanakah pemanfaatan hasil pengamatan morfologi permukaan
pollen pada Genus Hibiscus sebagai sumber belajar Biologi?

1.3

Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini dilaksanakan

dengan tujuan sebagai berikut:
1.

Untuk mengetahui perbedaan dan persamaan morfologi permukaan pollen
pada Genus Hibiscus.

2.

Untuk mengetahui pemanfaatan hasil pengamatan morfologi permukaan
pollen pada Genus Hibiscus sebagai sumber belajar Biologi.

1.4

Manfaat Penelitian
Hasil pelaksanaan penelitian ini diharapkan dapat member manfaat, antara

lain sebagai berikut:

7

1.

Manfaat Bagi Ilmu Pengetahuan
Menyumbangkan

pengetahuan

tentang

perbandingan

morfologi

permukaan pollen pada Genus Hibiscus, dan juga menyumbangkan
pengetahuan tentang cara kerja dalam mengidentifikasi pollen pada Genus
Hibiscus.
2.

Manfaat Teoritis
Menambah ilmu pengetahuan dan keilmuan bagi penulis tentang morfologi
permukaan pollen pada Genus Hibiscus serta cara pengidentifikasian
pollen dengan menggunakan metode asetolisis.

3.

Manfaat Bagi Pendidikan
Menambah referensi sumber belajar Biologi dari hasil pengamatan
morfologi permukaan pollen Genus Hibiscus yang dapat diaplikasikan
pada materi pengklasifikasian dalam Dunia Tumbuhan untuk mata
pelajaran Biologi SMA, dengan menggunakan sumber belajar berupa
video.

1.5

Batasan Penelitian
Tujuan batasan penelitian ini adalah untuk memudahkan peneliti dalam

melaksanakan penelitiannya supaya efektif dan efisien serta mengingat
keterbatasan kemampuan peneliti, maka peneliti akan membatasi masalahmasalah yang akan diselesaikan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut:
1.

Bagian tumbuhan yang diamati adalah bagian pollen (serbuk sari) dari 3
spesies dan 1 kultivar pada Genus Hibiscus, antara lain Hibiscus rosasinensis Mary Forbes, Hibiscus rosa-sinensis L. merah muda, Hibiscus

8

rosa-sinensis L. kuning, Hibiscus tiliaceus L., dan Hibiscus schizopetalus
Hook. f.
2.

Morfologi permukaan pollen yang akan diamati antara lain tipe
ornamentasi eksin, apertur, ukuran pollen, tipe ukuran pollen, panjang
ekinat, serta bentuk pollen.

3.

Metode yang digunakan adalah dengan metode asetolisis dan SEM
(Scanning Electron Microscope).

4.

1.6

Sumber belajar yang akan dibuat adalah video.

Definisi Istilah
Agar tidak terjadi kesalahan pengertian, maka istilah-istilah penting dalam

skripsi ini didefinisikan sebagai berikut:
1.

Serbuk sari atau pollen adalah sel yang hidup dan mempunyai inti
(nucleus) dan protoplasma yang dibungkus oleh dinding sel, terbentuk di
dalam ruang sari (theca) dengan jumlah yang banyak dan kecil-kecil
(Darjanto & Satifah, 1990).

2.

Metode asetolisis merupakan metode yang didasarkan atas usaha untuk
merusak bahan selulosa dan sitoplasma dengan menggunakan bahan kimia
(Reitsma, 1969).

3.

Sumber belajar adalah segala daya yang dapat dipergunakan untuk
kepentingan proses/aktivitas pengajaran baik secara langsung maupun
tidak langsung, di luar diri peserta didik (lingkungan) yang melengkapi
diri mereka pada saat pengajaran berlangsung (Rohani, 2004).

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

110 3480 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 884 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 801 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 524 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 673 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

57 1169 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1065 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 664 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 944 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 1157 23