PENINGKATAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS IV SD NEGERI 2 WONODADI KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2011/2012

ABSTRAK
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN
MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA MATA
PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI
KELAS IV SD NEGERI 2 WONODADI KECAMATAN
GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU
TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Oleh
HERMAWATI

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 2
Wonodadi pada mata pelajaran PKn dengan menggunakan model pembelajaran Role Playing.
Methode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan model siklus yang
mengandung empat tahapan yaitu : rencana (planning), tindakan (action), pengamatan
(observation), dan refleksi (reflektion). Metode pengumpulan data yang digunakan dengan
cara mengumpulkan nilai hasil belajar siswa dari test yang diberikan pada akhir
pembelajaran. Analisis data dengan merekap hasil test yang diberikan pada setiap akhir
siklus yaitu menganalisis hasil test dengan membuat tabulasi dan presentasi yang disajikan
dalam bentuk tabel dan membandingkan indikator keberhasilan antara hasil test siklus I dan
siklus II.
Peningkatan hasil belajar siswa kelas IV yang berjumlah 24 siswa pada mata pelajaran PKn
yang awalnya rata-rata 60,80 / 37,5% yang tuntas, pada siklus I meningkat menjadi nilai ratarata yang diperoleh siswa 65,41 / 58,3% dan pada siklus II lebih meningkat lagi nilai ratarata menjadi 77,70 atau 87,5% yang tuntas KKM. Hasil penelitian ini menunjukkan bukti
adanya keberhasilan dalam tindakan, hasil belajar meningkat.
Kata Kunci : Peningkatan Hasil Belajar, Model Pembelajaran Role Playing, Mata
Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Definisi pendidikan menurut KBBI adalah proses pengubahan sikap dan tata laku
seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya
pengajaran dan pelatihan. Pendidikan juga merupakan salah satu sarana untuk
mengembangkan minat serta kepribadian siswa sehingga siswa diharapkan dapat menjadi
manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman, bertaqwa, berbudi pekerti luhur,
memiliki pengetahuan, ketrampilan, sehat jasmani rohani, berkepribadian, mandiri dan
tanggung jawab didalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Pendidikan merupakan salah satu sektor pembangunan di negara Indonesia, untuk bisa
mencerdaskan

bangsa,

meningkatkan

taraf

hidupnya

dalam

rangka

mencapai

kesejahteraan bangsa. Berhasil tidaknya tujuan pendidikan dan pembangunan di negara
Indonesia serta perubahan sikap dan prilaku bangsa ini ditentukan oleh banyak faktor.
Setidaknya ada dua faktor yang perlu diperhatikan, pertama faktor internal dan kedua
faktor eksternal.

Faktor internal berkaitan dengan siswa, sekolah, guru, dan sarana sedangkan faktor
eksternal berkaitan dengan lingkungan dan suasana belajar mengajar.
“Pengajaran merupakan suatu proses yang dinamis untuk mencapai tujuan yang telah
dirumuskan. Kriteria untuk menetapkan apakah pengajaran itu berhasil atau tidak secara
umum dapat dilihat dari dua segi, yakni kriteria ditinjau dari sudut proses pengajaran itu

sendiri dan kriteria yang ditinjau dari sudut hasil atau produk belajar yang dicapai siswa”
(Sudjana, 2002; 69).

Dalam proses belajar mengajar akan terjadi interaksi antara peserta didik dengan
pendidik. Peserta didik adalah seseorang atau sekelompok orang sebagai pencari,
penerima pelajaran yang dibutuhkannya, sedangkan pendidik adalah seseorang atau
sekelompok orang yang berprofesi sebagai pengolah kegiatan belajar mengajar dan
seperangkat peranan lainnya yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar
mengajar yang efektif.
Pengajaran dikatakan berhasil “tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran”
apabila materi pelajaran yang disajikan benar-benar dapat dipahami dan dikuasai siswa.
Sebaliknya “tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran disajikan tidak
dipahami” berarti ada sesuatu hal yang salah dalam pembelajaran.
Tujuan pembelajaran yang diinginkan tentu hasil yang optimal, untuk itu ada beberapa
hal yang perlu diperhatikan oleh pendidik, yaitu dalam proses belajar dan pembelajaran
siswa harus aktif dan menjadi pusat kegiatan belajar dan pembelajaran dikelas. Salah satu
diantaranya menurut penulis adalah guru harus menggunakan metode pembelajaran yang
tepat.

PKn Sekolah Dasar merupakan mata pelajaran yang mengkaji seperangkat peristiwa,
fakta konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial dan kewarganegaraan.
PKn bertujuan untuk (a) mengajarkan konsep dasar kewarganegaraan melalui pendekatan
pedagogis, dan psikologis; (b) mengembangkan kemampuan berfikir kritis, kreatif,
inkuiri, problem solving, dan ketrampilan sosial; (c) membangun komitmen dan
kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan; (d) meningkatkan kerja sama dan

kompetisi dalam masyarakat yang heterogen, baik secara nasional maupun global.
(Sapriya dkk, 2007; 133).

PKn SD dalam Peraturan Mendiknas Nomor 23 Tahun 2006 ada dua aspek
pengembangan kompetensi yaitu aspek intelektual dan ketrampilan sosial. Aspek
pengembangan intelektual dalam kurikulum 2006 meliputi pengembangan kemampuan
untuk mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan
lingkungannya serta memiliki kemampuan dasar untuk berfikir logis dan kritis, rasa ingin
tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan ketrampilan dalam kehidupan sosial.

Sementara itu pengembangan kompetensi dalam hal ketrampilan sosial meliputi
kemampaun untuk memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan
kemanusiaan

serta

memiliki

kemampuan

berkomunikasi,

bekerja

sama,

dan

berkompetensi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat lokal, nasional dan global.
Untuk menunjang tercapainya tujuan PKn maka harus didukung oleh iklim pembelajaran
yang kondusif. Iklim pembelajaran yang oleh guru mempunyai pengaruh yang sangat
besar terhadap keberhasilan pembelajaran dan kegairahan belajar siswa. Kualitas dan
keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan ketepatan guru
dalam memilih dan menggunakan metode pembelajaran.

Hal ini didasari oleh asumsi bahwa ketepatan guru dalam memilih model dan metode
pembelajaran akan berpengaruh terhadap keberhasilan guru dalam mengajar (Darsono,
2007 :11).

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman guru dalam melaksanakan pembelajaran PKn
di kelas IV SDN 2 Wonodadi Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu, siswa
mengalami kesulitan dalam memahami dan menguasai materi pelajaran sehingga

berakibat nilai atau hasil belajarnya pun rendah. Hal ini disebabkan strategi pembelajaran
yang digunakan belum tepat. Pembelajaran terkesan hanya mentransfer materi dari buku
kepada siswa, metode yang digunakan masih bersifat konvensional yaitu guru sentries
(teacher centered), pembelajarannya berpusat pada guru, sehingga menyebabkan kegiatan
pembelajarannya kurang menarik dan membosankan.
Pada penelitian awal perolehan nilai siswa kelas IV, pada test formatif mata pelajaran
PKn materi “Pemerintahan Pusat”, dapat dilihat pada table dibawah ini :
Table 1. Analisis hasil test formatif mata pelajaran PKn Materi Pemerintah
Pusat Kelas IV SDN 2 Wonodadi
No.
Nilai
Jumlah Siswa
Prosentase
Keterangan
1
45 - 54
9
37,5%
Tidak Tuntas
2
55 - 64
6
25%
Tidak Tuntas
3
65 - 74
6
25%
Tidak
4
75 - 84
3
12,5%
Tuntas
Sumber : Daftar nilai kelas IV SDN 2 Wonodadi Kecamatan Gadingrejo
Kabupaten Pringsewu
Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa dari siswa yang berjumlah 24 anak dan
KKM 65 yang tuntas hanya 9 siswa berarti 37,5% sedangkan yang belum tuntas masih
15 siswa yaitu 62,5%. Dilihat dari kondisi nilai yang diperoleh dan hasil pembelajaran
yang penulis laksanakan, teridentifikasi bahwa belum ada kolaborasi antara guru dan
siswa, pembelajaran masih berpusat pada guru. Kemandirian siswa dalam belajar kurang
terlatih sehingga kurang mendukung pengembangan pengetahuan, sikap, moral dan
ketrampilan siswa.

Sehubungan dengan masalah di atas perlu diadakan perbaikan model pembelajaran yang
dapat memotivasi siswa agar lebih aktif, kreatif dan motivatif sehingga dapat
mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki, serta dapat menemukan makna
yang dalam dari apa yang dipelajari.

Salah satu model pembelajaran yang penulis pandang dan percayai dapat memfasilitasi
potensi dan kemampuan siswa agar memiliki pengetahuan, pemahaman dan kemampuan
analisis terhadap materi pelajaran adalah model pembelajaran Role Playing (bermain
peran).

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka identifikasi masalahnya sebagai berikut :
1. Siswa kurang memahami materi pelajaran
2. Hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn masih sangat rendah
3. Methode pembelajaran yang digunakan kurang tepat dan bervariasi

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, penulis mencoba mengadakan penelitian
tindakan kelas dengan rumusan masalah sebagai berikut :
“Apakah dengan menggunakan model pembelajaran Role Playing (bermain peran) pada
mata pelajaran PKn dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 2
Wonodadi Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Tahun Pelajaran 2011/2012?”

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka tujuan penelitian
adalah, untuk :
Meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Wonodadi Kecamatan
Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Tahun Pelajaran 2011/2012 pada mata pelajaran PKn
dengan menggunakan model pembelajaran Role Playing (bermain peran)

E. Manfaat Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan model pembelajaran Role Playing pada
mata pelajaran PKn di kelas IV SDN 2 Wonodadi Kecamatan Gadingrejo Kabupaten
Pringsewu Tahun Pelajaran 2011/2012, diharapkan bermanfaat bagi siswa, guru dan
sekolah.
a. Manfaat bagi siswa
1. Siswa mudah memusatkan perhatian serta mudah mengingat dalam belajar
2. Memahami terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan, sehingga
hasil belajar dapat bertahan lebih lama
3. Dengan cara praktek langsung siswa merasakan manfaat dan makna dalam belajar
4. Siswa lebih bergairan dan bersemangat belajar karena siswa terjun langsung atau
praktek pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran role playing
5. Siswa dapat meraih nilai yang baik setelah berakhirnya pembelajaran

b. Manfaat bagi guru
1. Guru dapat menempatkan siswa sebagai objek belajar dengan pola pembelajaran
dengan berpusat pada siswa dan guru sebagai fasilisator
2. Meringakan kerja guru karena disini guru sebagai fasilisator dan siswa sebagai
subjek yang bekerja menggali konsep-konsep materi yang bersumber dari
lingkungan
3. Memberikan ketrampilan bagi guru dalam menemukan ide-ide dan tehnik-tehnik
mengajar yang mudah untuk pemahaman siswa
4. Memberikan ketrampilan bagi guru dalam merefleksi dan memecahkan masalah
yang timbul dalam kegiatan pembelajaran di kelas

c. Manfaat bagi institusi (sekolah)

1. Memberikan kesempatan kepada sekolah sebagai penyelenggara pendidikan
dalam mengatur dan melaksanakan pendidikan secara utuh dan mandiri
2. Memberikan kebebasan yang luas kepada pelaksanaan pendidikan dilapangan
untuk mengembangkan dan melaksanakan program-program pembelajaran sesuai
dengan kebutuhan
3. Meningkatkan mutu hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran PKn kelas
IV
4. Menciptakan sekolah yang kondusif, aman dan penuh dengan rasa kekeluargaan
sebagai tempat belajar dan bermain bagi siswa

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Belajar

Belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan siswa, bukan sesuatu yang dilakukan
terhadap siswa. Menurut pandangan yang konstruktivistik, belajar merupakan proses aktif
dalam diri pembelajaran untuk mengkonstruksi arti (teks, dialog, pengalaman, fisik, dan
lain-lain). Belajar merupakan proses mengasimilasikan dan menghubungkan pengalaman
baru atau bahan baru dari pelajaran yang sedang dibahas dengan pengetahuan yang sudah
dimiliki oleh pembelajar sehingga pengetahuannya dikembangkan (Harsanto, 2007:22).

Menurut Vygotsky belajar adalah sebuah proses yang melibatkan dua elemen penting.
Pertama belajar merupakan proses secara biologi sebagai proses dasar. Kedua, proses
secara psikososial sebagai proses yang lebih tinggi dan esensinya berkaitan dengan
lingkungan sosial. Oleh karena itu, Vygotsky sangat menekankan pentingnya peran
interaksi sosial bagi perkembangan belajar seseorang. Teori belajar Vygotsky memiliki
empat prinsip umum: 1) anak mengkonstruksi pengetahuan, 2) belajar terjadi pada
konteks sosial, 3) belajar mempengaruhi perkembangan mental, 4) bahasa memegang
peranan penting dalam perkembangan mental anak (Baharuddin dan Nur, 2008: 124).

Menurut Pieget manusia belajar melalui proses kontruksi satu struktur logika setelah
struktur logika lain tercapai. Maksudnya, manusia dapat mempelajari sesuatu yang baru
setelah sesuatu yang lain dipelajari. Pengetahuan tidak dipelajari secara pasif oleh
seseorang melainkan melalui tindakan (Herpratiwi, 2009: 79).

Dalam kamus lengkap Bahasa Indonesia (1997: 19), secara etimologi belajar memiliki
arti “berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu”. Definisi ini memiliki pengertian
bahwa belajar adalah sebuah kegiatan untuk mencapai kepandaian atau ilmu. Disini,

usaha untuk mencapai kepandaian atau ilmu merupakan usaha manusia untuk memenuhi
kebutuhannya mendapatkan ilmu atau kepandaian yang belum dipunyai sebelumnya.
Sehingga dengan belajar itu manusia menjadi tahu, memahami, mengerti, dapat
melaksanakan dan memiliki tentang sesuatu.

Sedangkan menurut Hilgrad dan Bower, belajar (to learn) memiliki arti 1) to gain
knowledge comprehension or mastery of trough experience or studuy, 2) to fix in the mind
or memory; memorize; 3) to acquire trough experience; 4) to become in forme of to find
out. Menurut definisi tersebut belajar memiliki pengertian memperoleh pengetahuan atau
menguasi pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman, dan
mendapatkan informasi atau menemukan. Dengan demikian, belajar memiliki arti dasar
adanya aktivitas atau kegiatan dan penguasaan tentang sesuatu (Baharuddin dan Nur,
2008: 13).

Dari beberapa definisi para ahli diatas, ada beberapa ciri belajar, yaitu :
a. Belajar ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku
b. Perubahan tingkah laku tidak harus segera dapat diamati pada saat proses belajar
sedang berlangsung, perubahan prilaku tersebut bersifat potensial
c. Perubahan tingkah laku merupakan hasil latihan atau pengalaman
d. Pengalaman atau latihan itu dapat memberi penguatan

Di dalam tugas melaksanakan proses belajar mengajar, seorang guru perlu
memperhatikan beberapa prinsip belajar berikut :
a. Apapun yang dipelajari siswa, dialah yang harus belajar, bukan orang lain. Untuk itu
siswalah yang harus bertindak aktif
b. Setiap siswa belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya
c. Siswa akan dapat belajar dengan baik bila mendapat penguatan langsung pada setiap
langkah yang dilakukan selama proses belajar lebih berarti
d. Penguasaan yang sempurna dari setiap langkah yang dilakukan siswa akan membuat
proses belajar lebih berarti
e. Motivasi belajar siswa akan lebih meningkat apabila diberi tanggung jawab dan
kepercayaan penuh atas belajarnya (Baharuddin dan Nur, 2008: 16)

Dari beberapa teori belajar di atas, penulis menyimpulkan bahwa belajar adalah suatu
kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan
perubahan tingkah laku.

B. Pembelajaran

Kata pembelajaran merupakan istilah baru yang digunakan untuk menunjukkan kegiatan
guru dan siswa. Dahulu kita menggunakan istilah “proses belajar mengajar”. Istilah
pembelajaran merupakan padanan dari kata dalam bahasa Inggris instruction yang berarti
proses membuat orang belajar. Tujuannya ialah membantu orang belajar, atau
memanipulasi (merekayasa) lingkungan sehingga memberi kemudahan bagi orang yang
belajar.

Menurut Gagne, Briggs dan Wager (1992) pembelajaran adalah serangkaian kegiatan
(kejadian, peristiwa, kondisi) yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses
belajar pada siswa.

Konsep dasar pembelajaran juga sudah dirumuskan dalam pasal 1 butir 20 UU No. 20
tahun 2003 tentang Sisdiknas, “pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan
pendidik dan nara sumber belajar dan lingkungan belajar. Pembelajaran bukan hanya
terbatas pada kejadian yang dilakukan oleh guru saja, melainkan mencakup semua
kejadian maupun kegiatan yang mungkin mempunyai pengaruh langsung pada proses
pembelajaran. Pembelajaran mencakup pula kejadian-kejadian yang dimuat dalam bahanbahan cetak, gambar, program radio, televisi, film, slide bahkan saat ini sudah
memanfaatkan perangkat yang berbasis ICT untuk pembelajaran seperti internet, website
dan lain-lain. Pada penelitian PTK ini penulis berikan contoh model-model pembelajaran
sebagai bekal guru untuk berupaya memperbaiki dan menciptakan proses belajar dengan
mudah.

Pembelajaran menurut peneliti suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya
memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dengan menggunakan berbagai sumber dan
media untuk belajar.

C. Hasil Belajar
Sebagaimana yang dikemukakan Dimyati dan Moedjiono (1994: 4) bahwa “hasil belajar
merupakan hasil dari sutau interaksi tindak mengajar atau tindak belajar”.
Sedangkan Drs. Rusdi Susilana (2007:1) menyatakan bahwa “sesuatu dikatakan hasil
belajar kalau memenuhi beberapa ciri berikut :
1) Belajar sifatnya disadari, dalam hal ini siswa merasa bahwa dirinya sedang belajar,
timbul dalam dirinya motivasi-motivasi untuk memiliki pengetahuan yang diharapkan
sehingga tahapan-tahapan dalam belajar sampai pengetahuan itu dimiliki secara
permanen, betul-betul disadari sepenuhnya,
2) Hasil belajar diperoleh dengan adanya proses, dalam hal ini pengetahuan diperoleh
tidak secara spontanitas, instant, namun bertahap,
3) Belajar membutuhkan interaksi, khususnya interaksi yang sifatnya manusiawi,
seorang siswa akan lebih cepat memiliki pengetahuan karena bantuan dari guru,
pelatih ataupun instruktur, dalam hal ini terjadi komunikasi dua arah antara siswa dan
guru.
Pendapat lain mengatakan bahwa “belajar aktif merupakan pembelajaran yang melibatkan
siswa, baik secara fisik maupun mental, pikiran dan perasaan, sosial serta sesuai dengan
perkembangan anak sekolah dasar” (Depdikbud, 1994: 67).
Hasil belajar bukan suatu penguasaan latihan, melainkan perubahan tingkah laku
(Suwarjo, 2008: 33).

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dalam kontek penelitian ini dapat penulis
simpulkan bahwa hasil belajar adalah hasil yang diperoleh siswa setelah mengalami
interaksi proses pembelajaran, yang berupa pengetahuan, kemampuan, ketrampilan dan
perubahan prilaku siswa.

D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima
pengalaman belajarnya. Dalam pembelajaran, hasil belajar ini sangat dibutuhkan sebagai
petunjuk untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan siswa dalam kegiatan belajar yang
sudah dilaksanakan.

Menurut Oemar Hamalik (Sularni,1991: 11) faktor-faktor yang mempengaruhi hasil
belajar dibedakan atas dua kategori, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal
adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat mempengaruhi hasil
belajar individu. Faktor-faktor internal itu meliputi faktor fisiologis dan psikologis. Selain
karakteristik siswa atau faktor-faktor endogen, faktor-faktor eksternal juga dapat
mempengaruhi proses belajar siswa. Dalam hal ini, Syah menjelaskan bahwa faktorfaktor eksternal yang mempengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi dua golongan,
yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan nonsosial.

Menurut peneliti faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah siswa itu sendiri, guru,
cara dan alat yang digunakan untuk belajar.

E. Model Pembelajaran Role Playing

Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur
sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar

(A Rends; 2001). Depdiknas telah mengembangkan beberapa model pembelajaran yang
efektif antara lain : Examples non examples, Picture and picture, Numbered Heads
Together, Cooperative Script, Kepala Bernomor Struktur, Student teams Achievement
Division, Jigsaw, Problem Based Introduction, Artikulasi, Mind Mapping, Make A
Match, Think Pair and Share, Debate, Role Playing, Group Investigation, Talking Stick,
Bertukar Pasangan, Snowball Throwing, Student Facilitator and Explaining, Course
Review Horay, Explisit Intruction, dan lain-lain.Model pembelajaran yang digunakan
dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Role Playing.

Model pembelajaran Role Playing adalah suatu aktivitas pembelajaran terencana yang
dirancang untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang spesifik. Role playing
cenderung dibagi menjadi tiga fase yang berbeda. (Hisyam Zaini, Bermawy Munthe, dan
Sekar Ayu Aryani, 2008) :
1. Perencanaan dan persiapan
2. Interaksi
3. Refleksi dan evaluasi

1) Perencanaan dan persiapan
Perencanaan yang hati-hati adalah kunci untuk sukses dalam role-play. Berikut ini
adalah daftar beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh guru/ dosen sebelum
masuk kelas dan memulai Role Playing (CDIC-1985).
1. Mengenal peserta didik : jumlah peserta didik, apa yang diketahui peserta didik
tentang materi, pengalaman terdahulu tentang Role Playing, latar belakang
peserta, minat, serta kemampuan peserta didik untuk berkolaborasi
2. Menentukan tujuan pembelajaran
3. Kapan menggunakan Role Palying

4. Mengidentifikasi skenario
5. Menempatkan peran
6. Merencanakan waktu yang baik

2) Interaksi
1. Membangun aturan dasar
2. Mengeksplisitkan tujuan pembelajaran
3. Membuat langkah-langkah yang jelas
4. Mengurangi ketakutan tampil didepan publik
5. Menggambarkan skenario dan situasi
6. Mengalokasikan peran
7. Memberi informasi yang cukup

3) Refleksi dan Evaluasi
Dalam Pelaksanaan Tindakan Kelas yang dilakukan oleh penulis untuk menerapkan
model pembelajaran role playing ini adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Guru menyusun / menyiapkan naskah skenario yang akan ditampilkan
b. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari naskah skenario dalam waktu
beberapa hari sebelum KBM
c. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang
d. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang akan dicapai
e. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang
sudah dipersiapkan
f. Masing-masing siswa berada dikelompoknya sambil mengamati skenario yang
sedang diperagakan

g. Setelah selesai ditampilkan, masing-masing siswa diberikan lembar kerja untuk
menjawab soal-soal
h. Masing-masing anak mengumpulkan hasil kerjanya
i. Guru memberikan kesimpulan secara umum
j. Refleksi / evaluasi
k. Penutup
(Menurut M. Toha B. Sampurna Jaya (2011))

Kelebihan dan Keterbatasan Model Pembelajaran Role Playing
Setiap teknik pembelajaran mempunyai kelebihan dan keterbatasan, begitu juga dengan
teknik bermain peran.

a. Kelebihan Model Pembelajaran Role Playing
1) Siswa lebih tertarik perhatiannya pada materi pembelajaran
2) Siswa mudah memahami materi pembelajaran
3) Siswa pandai menempatkan diri seperti watak orang lain
4) Menumbuhkan sikap saling perhatian
5) Semua siswa mempunyai kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dalam
bekerjasama
6) Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh
7) Siswa melatih dirinya untuk memahami dan mengingat materi pembelajaran
8) Siswa terlatih berinisiatif dan kreatif
9) Bakat siswa dapat dipupuk dan dikembangkan
10) Memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab dengan
temannya

11) Bahasa lisan siswa dapat dibina menjadi bahasa yang baik dan mudah dipahami
orang lain

b. Keterbatasan Model Pembelajaran Role Playing
1) Bila guru tidak menguasai tujuan pembelajaran, hasilnya sulit tercapai
2) Siswa yang tidak memerankan peran tertentu menjadi kurang kreatif
3) Bila kurang memperhatikan norma-norma sosial, kebiasaan dan keyakinan, maka
akan menyinggung perasaan orang lain
4) Banyak memakan waktu, baik waktu pemahaman isi maupun pelaksanaannya
5) Memerlukan tempat yang cukup luas
6) Kelas lain sering terganggu oleh suara para siswa yang memerankan peran-peran
tertentu

F. Pendidikan Kewarganegaan (PKn)

Pendidikan kewarganegaraan, merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada
pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan
kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil dan
berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945. (BSNP: 2006).

Pendidikan Kewarganegaraan adalah sebagai landasan kajiannya untuk meningkatkan
mutu pembelajaran siswa agar mencapai tujuan pembelajaran. PKn sebagai salah satu
bidang study yang memiliki tujuan “How to Develop Better Civics Behaviours”
membekali siswa untuk mengembangkan penalarannya disamping aspek nilai dan moral,
banyak memuat materi sosial. PKn merupakan salah satu dari lima tradisi pendidikan IPS
yakni Citizenship Transmission, saat ini sudah berkembang menjadi tiga aspek akademis,
aspek kurikuler dan aspek sosial budaya. PKn merupakan salah satu pelajaran yang

berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Sikap seseorang khususnya anak-anak
banyak dipengaruhi oleh lingkungan, baik itu lingkungan keluarga maupun lingkungan
teman bermainnya belajar secara kelompok dalam model pembelajaran ini, merupakan
miniatur masyarakat yang diterapkan dalam kehidupan dikelas yang akan melatih siswa
untuk mengembangkan dan melatih mereka menjadi anggota masyarakat yang baik.

Dalam pendidikan kewarganegaraan materi disajikan secara objektif dan ilmiah dan tanpa
unsur doktriner. Oleh karena itu materi pendidikan kewarganegaraan pada hakekatnya
tidak bersifat militeristik, objektif dan ilmiah. Dalam UU No. 2 tahun 1998 tentang
system pendidikan nasional, pasal 39 (2) dinyatakan bahwa disetiap jenis, jalur dan
jenjang pendidikan wajib memuat pendidikan pancasila, pendidikan agama dan
pendidikan kewarganegaraan.

Mata pelajaran PKn SD dengan memperhatikan tiga domain dari taksonomi bloom. Tiga
domain dari taksonomi bloom itu adalah (1) pengetahuan (kognitif), (2) sikap (efektif),
dan (3) keterampilan (psikomotor). Disamping tiga taksonomi bloom, penilaian PKn
untuk anak-anak usia sekolah dasar perlu memperhatikan aspek psikologis, sosiokultural,
spiritual. Bahkan, menurut Lickona, 1996 evaluasi pembelajaran nilai moral, hendaknya
mencakup dimensi-dimensi moral knowing moral feeling, dan moral action. (Akbar, dkk,
2002:58)

Menurut Henry (2006:7) Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) merupakan wahana untuk
mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya
bangsa Indoensia, yang diwujudkan dalam bentuk prilaku sehari-hari, baik sebagai
individu, anggota masyarakat maupun makhluk Tuhan Yang Mahaesa, yang membekali
siswa dengan budi pekerti, pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan
hubungan warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan kewarganegaraan (Civic
Education) adalah usaha sadar untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan
menumbuhkan sikap serta wawasan kebangsaan, cinta tanah air yang berdasarkan nilainilai pancasila dan konstitusi negara.

G. Kerangka Pikir

Role Playing adalah suatu media pembelajaran aktif yang ampuh digunakan untuk
mencapai tujuan pembelajaran. Role Playing bertujuan menggambarkan suatu peristiwa
masa lampau atau dapat pula cerita dimulai dengan berbagai kemungkinan yang terjadi
baik kini maupun mendatang. Kemudian ditunjuk beberapa orang siswa untuk melakukan
peran sesuai dengan tujuan cerita. Pemeran melakukan sendiri perannya sesuai dengan
daya khayal (imajinasi) tentang pokok yang diperankannya. (Metode Pembelajaran, Dra.
Sumiati, Asra, M.Ed. CV. Wacana Prima, hal 100).

Dengan pelaksanaan pembelajaran menggunakan Model Pembelajaran Role Playing
maka siswa akan benar-benar memahami materi pelajaran yang dibahas / diberikan.
Dengan pemahaman yang mendalam tentang materi pembelajaran oleh siswa maka hasil
belajar siswa akan meningkat.

SKEMA KERANGKA PIKIR

GURU / PENELITI
KONDISI AWAL

Belum menggunakan model
pembelajaran Role Playing /
bermain peran

SISWA / YANG DITELITI
Pemahaman materi pelajaran dan hasil
belajar pada mata pelajaran PKn siswa
kelas IV SDN 2 Wonodadi Kecamatan
Gadingrejo Kabupaten Pringsewu
rendah

TINDAKAN

Dalam KBM guru menggunakan
model pembelajaran Role Playing
/ bermain peran

KONDISI AKHIR

Belajar menggunakan model
pembelajaran Role Playing /
bermain peran dapat meningkatkan
hasil belajar siswa pada mata
pelajaran PKn siswa kelas IV SDN
2 Wonodadi Kecamatan Gadingrejo
Kabupaten Pringsewu Tahun
Pelajaran 2011/2012

Siklus I
Belajar dengan menggunakan model
pembelajaran Role Playing, hasil
sudah meningkat

Siklus II
Belajar kembali menggunakan model
pembelajaran Role Playing, hasilnya
lebih meningkat lagi

Gambar 1. Skema Kerangka Pikir

H. Hipotesis

Berdasarkan kajian pustaka di atas dirumuskan hipotesis Penelitian Tindakan Kelas
sebagai berikut : Apabila dalam pembelajaran PKn menggunakan model pembelajaran
Role Playing dengan memperhatikan langkah-langkah secara tepat, maka dapat
meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PKn siswa kelas IV SD N 2 Wonodadi
Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Tahun Pelajaran 2011/2012.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Desain Penelitian Tindakan Kelas

Peneliti akan menggunakkan model penelitian tindakan model siklus. Model ini
dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggert tahun 1988 dari Deakin University
Australia, dalam penelitian tindakan kelas oleh Prof. Dr. H. Muhammad Askari, M.Pd
(2008:68) Model penelitian tindakan kelas ini mengandung empat tahapan, yaitu :
a. Rencana (Planning)
b. Tindakan (Action)
c. Pengamatan (Observation)
d. Refleksi (Reflection)

Diawal penelitian proses pembelajaran di kelas menggunakan methode pembelajaran
yang kurang variatif, yaitu methode ceramah sehingga pemahaman siswa terhadap materi
pelajaran kurang dan hasil belajar siswa rendah, untuk itu akan diadakan perbaikan
pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Role Playing.

Penelitian Tindakan Kelas akan dilaksanakan sebanyak 2 siklus, tiap-tiap siklus 1 x
pertemuan (3 x 35 menit).
B. Subjek dan Objek Penelitian

Penelitian dilakukan kepada 24 siswa kelas IV SD Negeri 2 Wonodadi Kecamatan
Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Tahun Pelajaran 2011/2012.

C. Prosedur Penelitian

a. Membuat jadwal rencana untuk menentukan sub materi dan materi pokok yang akan
disajikan
b. Mempersiapkan kelengkapan yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar
seperti silabus pembelajaran, rencana pembelajaran, rencana perbaikan pembelajaran,
mempersiapkan lembar latihan soal, alat peraga dan sarana pendukung
c. Menetapkan model pembelajaran, yaitu menggunakan model pembelajaran role
playing dalam pembelajaran
d. Menyusun naskah skenario pembelajaran yang ada kaitannya dengan materi
pembelajaran yaitu pemerintah pusat
e. Menentukan sekelompok siswa yang akan memerankan pelaksanaan kegiatan
pembelajaran Role Playing (bermain peran)
f. Menetapkan cara pelaksanaan refleksi, yaitu dilakukan oleh peneliti dan dilakukan
setiap selesai pemberian tindakan dalam setiap siklusnya

Adapun alur siklus PTK dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Permasalahan

Perencanaan
Tindakan 1

Pelaksanaan
Tindakan 1

Refleksi

Observasi 1
Pengumpulan data 1

Perencanaan
Tindakan II

Pelaksanaan
Tindakan II

SIKLUS I

Permasalahan baru,
hasil refleksi

SIKLUS II
Observasi II
Pengumpulan data II

Refleksi II
penyimpulan dan
Pemaknaan hasil

Gambar 2. Diagram Siklus Pelaksanaan PTK

D. Tindakan Penelitian
Siklus I
Secara rinci pelaksanaan pembelajaran penelitian tindakan kelas ini meliputi langkahlangkah :
a. Tahap perencanaan
1. Merancang kegiatan belajar mengajar menggunakan model pembelajaran Role
Playing
2. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
3. Menyiapkan soal pre test dan post test terkait mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan

khususnya

tentang

materi

pemerintahan

pusat

untuk

mengetahui data hasil belajar siswa
4. Menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan dipelajari siswa, lembar
jawaban, dan lembar tes formatif terkait materi pemerintahan pusat
5. Menyiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan selama proses
pembelajaran
6. Menyusun naskah skenario yang akan ditampilkan
7. Menunjuk kelompok siswa yang akan bermain peran

b. Tahap pelaksanaan

1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, apersepsi dan memotivasi siswa
melalui pelemparan isu dan permasalahan yang berhubungan dengan materi yang
akan disajikan. Masalah tersebut harus diidentifikasi dan dijelaskan sehingga
menimbulkan minat untuk memecahkan dan mempelajarinya dikalangan siswa
2. Melaksanakan kegiatan inti, siswa yang sudah ditunjuk melaksanakan tugasnya
memainkan peran sesuai dengan materi pembelajaran
3. Melaksanakan kegiatan sesuai Lembar Kerja Siswa (LKS) yang telah
dipersiapkan dan dibagikan
4. Mengadakan tanya jawab berkaitan dengan materi pelajaran yang baru
ditampilkan
5. Guru menyimpulkan hasil kegiatan belajar
6. Melakukan tes formatif sebagai post test secara individu
7. Memeriksa hasil tes dan penghargaan kelompok yang dilakukan oleh guru

c. Tahap observasi
1. Melakukan observasi terhadap pelaksanaan model pembelajaran Role Playing
(bermain peran)
2. Mencatat setiap kegiatan dan perubahan yang terjadi pada peserta didik saat
pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran Role Playing (bermain
peran)

d. Tahap refleksi
1. Menganalisis temuan lainnya saat pelaksanaan proses pembelajaran
2. Melakukan diskusi dengan observer untuk membahas tentang kelemahankelemahan atau kekurangan yang masih terjadi pada saat pembelajaran serta
memberikan saran dan masukan yang ada diperbaiki pada siklus berikutnya

3. Melakukan refleksi terhadap hasil belajar siswa

Siklus II
Berdasarkan hasil temuan kesulitan dan kelemahan yang terjadi pada proses pembelajaran
siklus I, maka dilakukan perbaikan dan pengembangan tindakan pada siklus II. Materi
pembelajaran pada siklus II masih sama pada siklus I. Secara rinci pelaksanaan
pembelajaran penelitian tindakan kelas ini meliputi langkah-langkah :
a. Tahap perencanaan
1. Merancang kegiatan belajar mengajar menggunakan model pembelajaran Role
Playing
2. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
3. Menyiapkan soal pre test dan post test terkait mata pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan

khususnya

tentang

materi

pemerintahan

pusat

untuk

mengetahui data hasil belajar siswa
4. Menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS) yang akan dipelajari siswa, lembar
jawaban, dan lembar tes formatif terkait materi pemerintahan pusat
5. Menyiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan selama proses
pembelajaran
6. Menyusun naskah skenario yang akan ditampilkan
7. Menunjuk kelompok siswa yang akan bermain peran

b. Tahap pelaksanaan
1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, apersepsi dan memotivasi siswa
melalui pelemparan isu dan permasalahan yang berhubungan dengan materi yang
akan disajikan. Masalah tersebut harus diidentifikasi dan dijelaskan sehingga
menimbulkan minat untuk memecahkan dan mendiskusikannya dikalangan siswa

2. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang telah
dipersiapkan (kelompok yang sudah ditunjuk melaksanakan tugas memerankan
peranannya sesuai materi)
3. Mengadakan tanya jawab berkaitan dengan materi pelajaran yang baru
ditampilkan
4. Guru menyimpulkan hasil kegiatan belajar
5. Melakukan tes formatif sebagai post test secara individu
6. Memeriksa hasil tes dan penghargaan kelompok
c. Tahap observasi
1. Melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan model pembelajaran role playing
yang diterapkan dalam materi pembelajaran PKn
2. Mencatat setiap kegiatan dan perubahan yang terjadi pada siswa saat pembelajaran
dengan menerapkan model pembelajaran Role Playing (bermain peran)

d. Tahap refleksi
1. Menganalisis temuan lainnya saat pelaksanaan proses pembelajaran
2. Melakukan diskusi dengan observer untuk membahas tentang kelemahankelemahan atau kekurangan yang masih terjadi pada saat pembelajaran serta
memberikan saran dan masukan yang ada diperbaiki pada siklus berikutnya
3. Menganalisis kelemahan dan keberhasilan saat menerapkan model pembelajaran
Role Playing
4. Melakukan refleksi terhadap hasil belajar siswa

E. Data dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Data kuantitatif berupa hasil belajar siswa

Table 2. Jenis Data dan Metode Dalam Penelitian
No.
1

Jenis-jenis data-data
Hasil belajar siswa

Metode
Tes awal pembelajaran
Tes akhir pembelajaran

Sedangkan sumber data yang digunakan adalah :
1. Kuisioner yang digunakan untuk menjaring data mengenai pendapat siswa dan guru
mengenai penerapan model pembelajaran Role Playing yang dilakukan setelah
berakhirnya keseluruhan pelaksanaan program tindakan
2. Tes hasil belajar, instrument ini digunakan untuk menjaring data mengenai
peningkatan hasil belajar siswa khususnya mengenai penguasaan terhadap materi
yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Role Playing

F. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah suatu kegiatan untuk mencermati tiap langkah yang dibuat, mulai
dari tahap persiapan, proses sampai hasil pekerjaan atau pembelajaran, dalam arti apakah
kegiatan beserta langkah-langkahnya sudah sesuai dengan tujuan atau belum.

Dalam penelitian ini, untuk mengelola data sehingga dapat menghasilkan kesimpulan
yang dapat dipertanggung jawabkan, maka digunakan teknik analisis data kuantitatif.
Analisis data kuantitatif digunakan untuk mengidentifikasi berbagai dinamika kemajuan
kualitas hasil belajar siswa dengan penguasaan materi yang digunakan guru.

Teknik analisis yang digunakan, adalah :
a. Merekap hasil test yang diberikan pada tiap akhir siklus

b. Menganalisis hasil tes dengan membuat tabulasi dan prosentase serta disajikan dalam
bentuk tabel
c. Menguji keberhasilan penelitian dengan cara membandingkan hasil pengolahan data
dengan indikator keberhasilan antara hasil test siklus I dan siklus II.. Selanjutnya
mengambil kesimpulan akhir apakah penelitian tindakan kelas berhasil atau tidak.

G. Indikator Keberhasilan

Sebagai indikator keberhasilan pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat dilihat dari
adanya peningkatan rata-rata nilai siswa setiap siklusnya dan kriteria ketuntasan minimal
untuk mata pelajaran PKn kelas IV di SD Negeri 2 Wonodadi Kecamatan Gadingrejo
Kabupaten Pringsewu Tahun Pelajaran 2011/2012.

Seorang siswa dianggap tuntas belajar jika siswa tersebut telah mendapatkan nilai sekurangkurangnya 65 dan suatu kelas dianggap tuntas belajar apabila 75% dari jumlah siswa telah
mencapai ketuntasan belajar / mencapai KKM

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan dari tujuan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan mutu
pembelajaran yang terjadi di kelas, serta berdasarkan hasil seluruh pembahasan yang
telah dilakukan dapat disimpulkan, bahwa :

Model pembelajaran Role Playing (bermain peran) dapat meningkatkan hasil belajar
siswa pada mata pelajaran PKn di

kelas IV SD Negeri 2 Wonodadi Kecamatan

Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Tahun Pelajaran 2011/2012.
Hal ini ditandai dengan adanya peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus.
Pada siklus 1 58,3% atau 14 siswa dari 24 siswa yang tuntas dan sebanyak 41,7% atau 10
siswa belum tuntas, siklus II 87,5% atau 21 siswa dari 24 siswa yang tuntas dan
sebanyak 12,5% atau hanya 3 siswa belum tuntas.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dan dari uraian sebelumnya agar proses
belajar mengajar Kewarganegaraan lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang
optimal bagi siswa, maka penulis menyarankan kepada :
1. Guru

a. Sebaiknya seorang guru dalam setiap pembelajaran senantiasa menggunakan
methode yang tepat agar proses pembelajaran menarik minat siswa dan dapat
menghasilkan prestasi yang baik

b. Sebaiknya seorang guru harus meningkatkan kualitas ketrampilan mengajar dengan
menggunakan alat peraga dan pembelajaran
c. Sebaiknya seorang guru bertindak sebagai fasilisator dalam pembelajaran

2. Siswa
a. Siswa harus lebih efektif dalam pembelajaran PKn sehingga mendapatkan prestasi
belajar yang baik
b. Siswa harus memiliki motivasi dalam belajar PKn
c. Siswa harus terampil dalam menggunakan alat peraga yang telah disediakan

3. Sekolah
 Sebaiknya sekolah harus selalu meningkatkan mutu pendidikan bagi pembelajaran
dan sebagai informasi baru untuk ditindak lanjuti

PENINGKATAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN
MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA MATA
PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI
KELAS IV SD NEGERI 2 WONODADI KECAMATAN
GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU
TAHUN PELAJARAN 2011/2012

(Skripsi)

Oleh
HERMAWATI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2012

RIWAYAT HIDUP

Nama Hermawati. Putri pertama dari pasangan Bapak M. Tohir dan Ibu
Sapnah, mempunyai 9 (sembilan) saudara. Lahir di Palembang pada
tanggal 26 September 1960.

Riwayat Pendidikan :
1. SDN 3 Bagelen Kecamatan Gedong Tataan, lulus tahun 1972
2. SMPN 1 Gedong Tataan, lulus tahun 1975
3. SPGN Pringsewu, lulus tahun 1979
4. Sar.Mud STKIP Pringsewu, lulus tahun 1984
5. S1 PGSD dalam jabatan 2010 s/d sekarang

Riwayat Pekerjaan :
1. Guru di SDN 2 Pujorahayu Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Lampung Selatan dari
tahun 1979 s/d 1994
2. Guru di SDN 4 Wonodadi Kecamatan Gadingrejo dari tahun 1994 s/d 2004
3. Kepala Sekolah di SDN 3 Tambahrejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Tanggamus
dari bulan Januari 2005 s/d Maret 2009
4. Kepala Sekolah di SDN 2 Wonodadi Kecamatan Gadingrejo, dari bulan April 2009 s/d
sekarang

DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 1. Skema Kerangka Pikir

.......................................................

18

Gambar 2. Diagram Siklus Pelaksanaan PTK ........................................

21

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...........................................................................

Halaman
i

ABSTRAK............................................................................................

vii

HALAMAN PERSETUJUAN .............................................................

ii

HALAMAN PENGESAHAN ..............................................................

iii

HALAMAN PERNYATAAN ............................................................
RIWAYAT HIDUP ..............................................................................

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN ...........................................................

v

MOTTO ...............................................................................................

vi

KATA PENGANTAR .........................................................................

viii

DAFTAR ISI ........................................................................................

ix

DAFTAR GAMBAR............................................................................

x

DAFTAR TABEL ................................................................................

xi

DAFTAR LAMPIRAN .....................................................................

xii

BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ....................................................................

1

B. Identifikasi Masalah ............................................................

5

C. Rumusan Masalah ..............................................................

5

D. Tujuan Penelitian..................................................................

5

E. Manfaat Penelitian

............................................................

5

A. Pengertian Belajar ............................................................

8

BAB II. KAJIAN PUSTAKA
B. Pembelajaran

...................................................................

10

C. Hasil Belajar .....................................................................

10

D. Faktor-Faktor Yang mempengaruhi hasil belajar ................

12

E. Model Pembelaljaran Role Playing ...................................

12

F. Pendidikan Kewarganegaraan ...........................................

16

G. Kerangka Pikir ..................................................................

17

H. Hipotesis ...........................................................................

19

i

BAB III. METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian Tindakan

.............................................

20

B. Subjek dan Objek Penelitian .............................................

20

C. Lokasi dan Waktu Penelitian .............................................

20

D. Prosedur Penelitian ...........................................................

20

E. Tindakan Penelitian ..........................................................

22

F. Data dan Sumber Data ......................................................

25

G. Teknik Analisis Data ........................................................

26

H. Indikator Keberhasilan ......................................................

27

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ..................................................................

28

B. Pembahasan .......................................................................

35

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ..........................................................................

36

B. Saran ....................................................................................

36

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran
1. Silabus

Halaman
............................................................................................

42

2. Pemetaan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) .....

43

3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I .......................................

44

4. LKS Siklus I .....................................................................................

47

5. Kisi-kisi Soal PKn Siklus I ...............................................................

49

6. Soal-soal ..........................................................................................

50

7. Kunci Jawaban .................................................................................

51

8. Nilai Hasil Test Pelajaran PKn Kelas IV SDN 2 Wonodadi Siklus I ..

52

9. Analisis Hasil Ulangan Siklus I .........................................................

53

10. APKG Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I .........................................

55

11. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II .....................................

58

12. LKS Siklus II ...................................................................................

61

13. Kisi-kisi Soal PKn Siklus II ..............................................................

63

14. Soal-soal ..........................................................................................

64

15. Kunci Jawaban .................................................................................

66

16. Foto-Foto Kegiatan Pembelajaran .....................................................

72

17. Nilai Hasil Test Pelajaran PKn Kelas IV SDN 2 Wonodadi Siklus II .

76

18. Analisis Hasil Ulangan Siklus II ........................................................

77

19. APKG Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II .......................................

79

20. Bagan Sistem Pemerintahan Pusat Sesudah Amandemen UUD 1945 .

82

21. Naskah Skenario Siklus I ..................................................................

83

22. Naskah Skenario Siklus II ................................................................

85

v

DAFTAR PUSTAKA

-

Akbar dkk. 2002. Pembelajaran PKn. Ar-Ruz Media : Jakarta

-

Asra, M.Ed, Sumiati. 2007. Metode Pembelajaran. Bandung : CV. Wacana
Prima

-

Baharuddin dan Nur. 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. Ar-Ruz Media :
Jakarta

-

BSNP. 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran
PKn SD/MI. Jakarta : Depdiknas

-

Conny R Semiawan. 2002. Belajar dan Pembelajaran Pra Sekolah dan
Sekolah Dasar. Indonesia. PT. Wacana Jaya Cemerlang

-

Depdikbud. 1994. Kurikulum Pendidikan Dasar. Jakarta : Balai Pustaka

-

Dimyati dan Mujiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta, Rieneka Cipta

-

Gagne, Briggs dan Wager. 1992. Pengembangan dan Desain pembelajaran.
Jakarta: Gramedia

-

Gagne, Briggs dan Wager. 1992. The Conditions of Learning. New York :
Holt, Rine Hart & Winston

-

Harsanto. 2007. Pengelolaan Kelas Yang Dinamis. Kanisius (Anggota
IKAPI) : Yogyakarta

-

Henry. 2006. Teori Belajar dan Pembelajaran PKn. Ar-Ruz Media : Jakarta

-

Herpratiwi. 2009. Teori Belajar dan Pembelajaran. Universitas Lampung
Bandar Lampung

-

Hisyam Zaini, Bernawy Menthe, Sekar Ayu, Aryani. 2008. Strategi
Pembelajaran Aktif. Yogyakarta : Pustaka Insan Madani

-

Jaya, B.S Thoha. Model-Model Pembelajaran Yang Efektif dan
Menyenangkan. Hand Out : PLPG Unila. 2011

-

Muhammad Asrori. 2007. Penelitian Tindakan Kelas, Seri Pembelajaran
Efektif. CV. Wacana Prima : Bandung

-

Nana Sujana. 1998. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar

Baru Algesindo
-

Oemar Hamalik (Sukarni, 1991 : 11). Studi Perbedaan Hasil Belajar Bidang
Studi Sejarah Yang Diajar Menggunakan Methode Tanya Jawab dan Methode
Diskusi Pada Kelas 1 Semester Genap di SMPN 2 Metro Tahun Ajaran
1990/1991. Universitas Muhammadiyah Metro : Metro

-

Rudi Susilana dan Cepi Riyana. 2007. Media Pembelajaran. Bandung : CV.
Wacana Prima

-

Sudjana. 2002. Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar. PT Remaja
Rosdakarya, Bandung

-

Suwarjo. 2008. Pembelajaran Kooperatif Dalam Apresiasi Prosa Fiksi. Surya
Penang Gemilang : Malang

-

Tim Penyusun. 1997. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai
Pustaka

-

Undang-Undang. 1998. Undang-Undang No. 2 Tahun 1998, Tentang Sistem
Pendidikan Nasional. Jakarta : Depsikbud

-

UU No. 20. 2003. Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Depdiknas

-

UU No. 23. 2006. Standar Kompetensi Lulusan. Jakarta : Depdiknas

-

Winata Putra dan Ruminiati. 2007. Pengembangan Pendidikan
Kewarganegaraan SD. Dir-Jen Pendidikan Tinggi Dep.Dik.Nas

DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 1. Analisis Hasil Test Formatif Mata Pelajaran PKn
Kelas IV SDN 2 Wonodadi ......................................................
Tabel 2. Jenis Data dan Methode Dalam Penelitian .............................

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS IV SD NEGERI 2 WONODADI KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2011/2012

1 16 46

PAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA DI KELAS IV SD NEGERI 3 MATARAM KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 3 42

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA DI KELAS IV SD NEGERI 3 MATARAM KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 31 213

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS IV SD N 2 TAMBAHREJO KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 4 39

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS IV SD N 2 TAMBAHREJO KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 23 109

MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS VII SMP NEGERI 1 PENENGAHAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 9 67

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD NEGERI 2 MARGODADI KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 12 47

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW SISWA KELAS IV SD NEGERI 6 WONODADI KECAMATAN GADING REJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2013/2014

0 5 51

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS IV SD NEGERI 2 PAJARAGUNG KECAMATAN PRINGSEWU KABUPATEN PRINGSEWU DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TAHUN PELAJARAN 2014/2015

0 5 46

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW SISWA KELAS IV SD NEGERI 6 WONODADI KECAMATAN GADING REJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2013/2014

0 11 49

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

84 2141 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 552 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 481 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

12 309 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 425 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 676 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 582 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 380 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 560 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 680 23