Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Karyawan Pada Departemen Tertentu Di PT. PINDAD (Persero)

(1)

ii

by

WIWIK WIDIYASANI 10106190

PT. Pindad (Persero), is one of the company's state-owned enterprises which conduct their own recruitment in a corporate environment. barriers that are often found in the recruitment process in PT.PINDAD (Persero), namely the difficulty of determining which applicants who meet the criteria to become employees PT.Pindad (Persero) of the many applicants, while applicants who will

accepted as staff is limited.Moreover determining the placement of employees in

certain departments require a long time, so it is less efficient. It is difficult for PT. Pindad in making decisions for the recruitment of employees.

This research will be appointed a case that is holding recruitment and placement of employees in departments that are available based on the value of the selection and criteria that have been determined using Fuzzy Logic. This method was chosen because it can give an idea of decision support in employee recruitment and placement of the department.

Based on test results, a system built to help the field of administration and

finance to describe recruitment selection and placement of the department with more accurate and efficient.

Keyword : Decision Support System, Fuzzy Logic.


(2)

i

Oleh

WIWIK WIDIYASANI 10106190

PT. Pindad (Persero), merupakan salah satu perusahaan badan usaha milik negara yang mengadakan penerimaan karyawan secara mandiri di lingkungan perusahaan. Kendala yang sering ditemukan dalam proses penerimaan karyawan di PT.Pindad (Persero) yaitu sulitnya menentukan pelamar mana yang memenuhi kriteria untuk menjadi karyawan PT.Pindad (Persero) dari sekian banyak pelamar sedangkan pelamar yang akan diterima menjadi karyawan terbatas. Selain itu penentuan dalam penempatan karyawan pada departemen tertentu membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga dinilai kurang efisien. Hal ini menyulitkan PT. Pindad dalam mengambil keputusan untuk penerimaan karyawan.

Pada penelitian ini akan diangkat suatu kasus yaitu mengadakan penerimaan karyawan dan penempatan karyawan pada departemen yang tersedia berdasarkan nilai hasil seleksi dan kriteria – kriteria yang telah ditentukan dengan menggunakan metode Fuzzy Logic. Metode ini dipilih karena mampu memberikan

gambaran pendukung keputusan dalam penerimaan karyawan dan penempatan departemennya.

Berdasarkan hasil pengujian, sistem yang dibangun dapat membantu bagian bidang administrasi dan keuangan untuk memberikan gambaran dalam melakukan penyeleksian penerimaan karyawan dan penempatan departemennya dengan lebih tepat dan efisien.

Kata kunci : Sistem Pendukung Keputusan, Fuzzy Logic.


(3)

1

1.1 Latar Belakang Masalah

PT.Pindad (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang industri logam yang memproduksi peralatan pertahanan keamanan (produk militer) dan peralatan industri non – pertahanan (produk komersial). Dalam penerimaan karyawannya, PT.Pindad (Persero) mengadakan penerimaan secara mandiri di lingkungan PT.Pindad (Persero).

Seleksi penerimaan karyawan untuk menentukan kelulusan, dilaksanakan dalam beberapa tahapan yaitu seleksi akademis, clearance test, dan test kesehatan, sedangkan untuk penempatan departemen dipertimbangkan berdasarkan jenis keahlian, hasil wawancara, dan hasil psikotest. Kendala yang sering ditemukan dalam proses penerimaan karyawan di PT.Pindad (Persero) yaitu sulitnya menentukan pelamar mana yang memenuhi kriteria untuk menjadi karyawan PT.Pindad (Persero) dari sekian banyak pelamar sedangkan pelamar yang akan diterima menjadi karyawan terbatas. Selain itu penentuan dalam penempatan karyawan pada departemen tertentu membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga dinilai kurang efisien.

Dalam keadaan tersebut pihak PT.Pindad (Persero) membutuhkan sistem yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan untuk menentukan pelamar mana yang benar – benar berkompeten dan layak menjadi karyawan serta untuk memberikan rekomendasi penempatan pada departemen yang tersedia.


(4)

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka dibangunlah suatu sistem pendukung keputusan untuk penerimaan karyawan pada departemen tertentu.

1.2 Identifikasi Masalah

Dilihat dari fenomena yang terjadi di PT. Pindad (Persero) saat ini terdapat masalah – masalah dalam proses penerimaan karyawan, diantaranya :

1. Sulitnya menentukan pelamar mana yang benar – benar berkompeten dan layak menjadi karyawan PT. Pindad (Persero).

2. Penempatan karyawan pada departemen yang tersedia kurang efisien. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, maka dibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan untuk membantu penentuan siapa yang layak menjadi karyawan PT. Pindad (Persero).

Berdasarkan kebutuhan tersebut, maka diperoleh rumusan masalah bagaimana membangun Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Karyawan pada Departemen Tertentu di PT. Pindad (Persero).

1.3 Maksud dan tujuan

Maksud dari pembangunan aplikasi ini adalah untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Karyawan pada Departemen Tertentu di PT. Pindad (Persero).

Adapun tujuan dari pembangunan aplikasi ini adalah :

1. Memudahkan menentukan pelamar mana yang benar – benar berkompeten dan layak menjadi karyawan PT. Pindad (Persero).


(5)

2. Memudahkan menentukan penempatan karyawan pada departemen tertentu sesuai dengan keahlian yang dimiliki dan kebutuhan.

1.4 Batasan Masalah

Adapun ruang lingkup kajian yang akan dibangun adalah sebagai berikut :

a. Data yang akan diolah dalam sistem ini adalah data pelamar, data hasil test pelamar yang meliputi hasil test akademis, clearance test, test kesehatan, wawancara dan psikotest, serta data departemen yang akan diduduki pelamar. b. Proses yang ditangani dalam sistem ini adalah pengolahan data kriteria

seleksi, kriteria departemen, standar nilai, user, departemen, pelamar, penilaian, proses pengambilan keputusan dalam menentukan penerimaan karyawan, dan proses penempatan karyawan pada departemen yang tersedia. c. Keluaran dari sistem yang dibangun berupa informasi hasil keputusan

penerimaan karyawan beserta departemen yang akan diduduki.

d. Sistem pengambilan keputusan penerimaan karyawan yang dibangun menggunakan metode Fuzzy Logic.

e. Model analisis perangkat lunak yang digunakan adalah pemodelan analisis terstruktur. Alat yang digunakan adalah flowmap dan diagram E-R, dan untuk menggambarkan proses yang digunakan adalah DFD (Data Flow Diagram). f. Perangkat lunak yang digunakan pada sisi server, yaitu Microsoft Windows

XP sebagai sistem operasi, PHP sebagai bahasa pemrograman, MySQL sebagai Server Database Management System, sedangkan pada sisi client,

yaitu Microsoft Windows XP sebagai sistem operasi dan Microsoft Internet Explorer, Mozilla, Opera sebagai web browser.


(6)

1.5 Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian yang akan digunakan dalam menyusun tugas akhir ini adalah metode Analisis Deskriptif, yaitu suatu metode yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang hal-hal yang diperlukan, melalui tahapan sebagai berikut:

1. Pengumpulan data

Merupakan tahap awal dari pembangunan aplikasi yaitu dengan menentukan data – data apa saja yang menjadi acuan dalam pembangunan aplikasi. Pengumpulan datanya dilakukan dengan dua metode:

a. Observasi

Teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan ke lingkungan objek yang diteliti.

b. Interview

Teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung kepada staf PT. Pindad (Persero) yaitu bidang administrasi dan keuangan.

2. Pembangunan Perangkat Lunak

Pembangunan aplikasi ini menggunakan metodologi Waterfall dengan


(7)

Rekayasa sistem

Analisis sistem

Perancangan sistem

Pengkodean sistem

Pengujian sistem

Pemeliharaan sistem Umpan balik

Gambar 1.1. Skema Waterfall

a. Rekayasa sistem

Tahap ini merupakan kegiatan pengumpulan data sebagai pendukung pembangunan sistem serta menentukan ke arah mana aplikasi ini akan dibangun.

b. Analisis

Merupakan tahap pengumpulan kebutuhan secara lengkap kemudian dianalisis dan didefinisikan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh aplikasi yang akan dibangun.

c. Perancangan

Tahap perancangan interface yang mudah dimengerti user yang mengacu pada data data analisis.


(8)

d. Pengkodean

Tahap penerjemahan data yang telah dirancang kedalam bahasa pemrograman tertentu. Dalam pembangunan apikasi ini menggunakan PHP.

e. Pengujian

Merupakan tahap pengujian terhadap perangkat lunak yang dibangun. Pada tahap ini menggunakan dua metode pengujian, yaitu pengujian alpha dan

pengujian beta. Pengujian alpha dilakukan dengan metode black box untuk menguji fungsional sistem seperti kesalahan sintak, terminasi dan kesalahan interface apakah sudah sesuai dengan fungsi yang dibangun. Sedangkan pengujian beta dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada staf PT.

Pindad (Persero). f. Pemeliharaan

Mengoperasikan aplikasi dilingkungannya dan melakukan pemeliharaan, seperti penyesuaian atau perubahan karena adaptasi dengan situasi yang sebenarnya

Umpan Balik: merupakan respon dari pengguna sistem yang bisa digunakan untuk mengetahui sejauh mana aplikasi yang dibangun diterima oleh penggunanya.


(9)

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan laporan ini dibagi dalam beberapa bab dengan pokok pembahasan secara umum sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini merupakan bagian yang mengemukakan latar belakang, perumusan masalah, maksud dan tujuan, batasan masalah, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama yaitu tinjauan perusahaan, berisi penjelasan tentang sejarah singkat, visi, misi dan struktur organisasi. Bagian kedua berupa landasan teori, berisi teori-teori pendukung yang digunakan untuk membangun sistem pendukung keputusan penerimaan karyawan pada departemen tertentu di PT. Pindad (Persero).

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Bab ini berisi analisi kebutuhan dalam membangun aplikasi ini, analisis sistem yang sedang berjalan pada aplikasi ini sesuai dengan metode pembangunan perangkat lunak yang digunakan. Selain itu terdapat juga perancangan antarmuka untuk aplikasi yang akan dibangun sesuai dengan hasil analisis yang telah dibuat.

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

Bab ini berisi hasil implementasi dari hasil analisis dan perancangan sistem yang telah dibuat disertai juga hasil pengujian sistem yang dilakukan di


(10)

PT. Pindad (Persero) sehingga diketahui apakah sistem yang dibangun sudah memenuhi syarat sebagai aplikasi yang user-friendly.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi kesimpulan dari uraian proses pembangunan aplikasi dan saran-saran tentang aplikasi ini untuk masa yang akan datang.


(11)

9

2.1 Gambaran Umum Perusahaan

2.1.1 Sejarah Singkat PT.Pindad (Persero)

a. Masa sebelum Kemerdekaan

Tahun 1808 Didirikan Artillerie Constuctie Winkle (ACW) di Surabaya Tahun 1923 Pindah ke Bandung menjadi Artillerie Inrichhtingen (AI) b. Masa Penjajahan Jepang menjelang Kemerdekaan

Tahun 1942 Berganti nama menjadi Dai ichi kozo (DIK) c. Masa setelah Kemerdekaan

Tahun 1947 DIK diganti namanya menjadi Leger Productie Bedrjiven (LPB)

Tahun 1950 Berganti nama menjadi Pabrik senjata dan Mesiu (PSM) Tahun 1962 Berganti nama menjadi Perindustrian Angkatan Darat

(PINDAD)

29 April 1983 PINDAD berubah status menjadi BUMN dengan nama PT.Pindad (Persero) selanjutnya diperingati sebagai hari jadi perusahaan.

Tahun 1989 PT.Pindad menjadi salah satu industri strategis dibawah BPIS

Tahun 1998 PT.Pindad menjadi anak perusahaan PT.Pakarya Industri (Persero)


(12)

Tahun 1999 PT.Pakarya Industri (Persero) berubah nama menjadi PT.Bahana Pakarya Industri Strategis (BPIS)

Tahun 2002 PT.Pindad berada dibawah pembinaan Kementrian BUMN hingga sekarang.

2.1.2 Struktur Organisasi

Struktur organisasi PT.Pindad (Persero) dapat dilihat pada gambar berikut ini : DIREKTUR UTAMA KEPALA SATUAN PENGAWASAN INTERN PI KEPALA SEKRETARIAT PERUSAHAAN KEPALA PUSAT PENGAMANAN KEPALA PUSAT QUALITY ASSURANCE DIREKTUR PRODUK SISTEM SENJATA DEPUTI DIREKTUR PENELITIAN & PENGEMBANGAN DEPUTI DIREKTUR PEMASARAN & PENGEMBANGAN KEPALA DIVISI MUNISI KEPALA DIVISI SENJATA DIREKTUR PRODUK MANUFAKTUR DEPUTI DIREKTUR PEMASARAN KEPALA DIVISI MESIN INDUSTRI DAN JASA KEPALA DIVISI TEMPA & COR KEPALA DIVISI KENDARAAN KHUSUS KEPALA DIVISI BAHAN PELEDAK KOMERSIAL DIREKTUR ADMINISTRASI & KEUANGAN DEPUTI DIREKTUR ADMINISTRASI DEPUTI DIREKTUR KEUANGAN KEPALA DIVISI ADMINISTRASI KEPALA DIVISI KEUANGAN DEPUTI DIREKTUR PENGEMBANGAN SUMBER DAYA DEPUTI DIREKTUR PENGEMBANGAN USAHA DIREKTUR PERENCANAAN & PENGEMBANGAN SP PM QA DR DS MU JT DM MI TC KK HK KU AD DK KEPALA DIVISI PENGEMBANGAN USAHA KEPALA DIVISI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PU SD


(13)

Kepala sekretariat perusahaan

Departemen kesekretariatan

Departemen hubungan masyarakat

Biro legal Biro umum jakarta

Subdepartemen rumah tangga

Subdepartemen administrasi

umum Subdepartemen

arsip dan perpustakaan

pusat Ketatausahaan

Subdepartemen protokoler

Subdepartemen publikasi

Subdepartemen audio visual

Gambar 2.1.Struktur Organisasi PT.Pindad (Persero)

Adapun tugas dan fungsi masing-masing bagian adalah sebagai berikut : 1. Kepala Departemen Hubungan Masyarakat

a. Menjalin serta memelihara hubungan baik dengan publik, media masa dan lingkungannya

b. Memonitor, menciptakan dan menganalisa opini public serta membangun kepercayaan dan citra positif perusahaan (corporate image) dan produknya (product and brand image)

c. Menyampaikan informasi yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan kepada pihak – pihak yang membutuhkan antara lain media cetak dan media elektronik

d. Melaksanakan kegiatan protokoler

e. Menerbitkan sarana promosi dan publikasi antara lain melalui buletin perusahaan secara berkala


(14)

f. Melaksanakan kegiatan dokumentasi dan audio visual

g. Mempersiapkan dan mengkoordinasikan kegiatan sponsorship serta penyelanggaraan pameran, dan lain lain

h. Melaporkan smua kegiatan dan hasilnya serta memberikan saran / usul kepada Kasetper.

2. Kepala Subdepartemen Audio Visual Departemen Hubungan Masyarakat a. Merencanakan dan membuat sarana komunikasi audio visual berupa

video, film, slide, photo dan sejenisnya b. Memelihara dokumentasi perusahaan

c. Memelihara dan mengoperasikan sarana elektronik dan audio visual d. Merencanakan dan mendesain alat alat peraga untuk pameran dan

showroom

e. Mengikuti dan membuat dokumentasi kegiatan kegiatan perusahaan f. Melaporkan semua kegiatan dan hasilnya serta memberikan sarana/usul

kepada Kadep Humas

3. Kepala Sub Departemen Protokoler Departemen Hubungan Masyarakat a. Mengatur perjajanjian dan menjawab pertanyaan pertanyaan wartawan

serta mempersiapkan konferensi pers

b. Menyiapkan dan menulis naskah pidato untuk pimpinan perusahaan c. Merencanakan dan mempersiapkan penyelenggaraan peristiwa

keupacaraan


(15)

e. Mengarahkan dan memberikan ijin masuk kepada pelajar/mahasiswa yang akan mengadakan penelitian, PKL dan lain lain

f. Membuat laporan absensi pelaksanaan upacara

g. Mengkordinasikan dan mendistribusikan surat/paket yang masuk dari luar PT Pindad

h. Melaporkan semua kegiatan dan hasilnya serta memberikan saran/usul kepada Kadep Humas

4. Kepala departemen publikasi departemen hubungan masyarakat

a. Menghimpun serta mengkaji informasi ekstern dan intern yang berkaitan dengan citra perusahaan

b. Mensosialisasikan dan mempublikasikan program program perusahaan kepada para pegawai

c. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang perusahaan dan producknya

d. Mengkoordinasikan kegiatan pemasangan iklan e. Mengkoordinasikan penyelenggaraan pameran f. Koordinasi penyiapan saran promosi

g. Melaporkan semua kegiatan dan hasilnya serta memberikan saran / usul kepada Kadep Humas.

2.2 Landasan Teori

2.2.1 Konsep Dasar Sistem

Terdapat dua kelompok pendekatan di dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau


(16)

elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut ini [3] :

Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut ini [3] :

Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

2.2.1.1Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik yang tertentu (gambar 2.2), yaitu : 1. Komponen Sistem (Components)

Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian sistem, yang mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem keseluruhan.

2. Batas Sistem (Boundary)

Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environments)

Lingkungan luar (environments) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas

dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan merugikan sistem.


(17)

4. Penghubung Sistem (Interface)

Penghubung (interface) merupakan media penghubung antara satu subsistem

dengan susbsistem lainnya sehingga memungkinkan sumber-sumber daya mengalir antara subsistem yang satu dengan yang lain.

5. Masukan Sistem (Input)

Masukan (input) adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan

dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal

(signal input).

6. Keluaran Sistem (Output)

Keluaran (output) adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan

menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem. 7. Pengolah Sistem (Process)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan jadi keluaran.

8. Sasaran Sistem (Objectives)

Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.


(18)

Input Pengolah Output

Sub Sistem

Sub Sistem Sub

Sistem

Sub Sistem

Boundary Boundary

Boundary

Interface Lingkungan Luar

Gambar 2.2. Karakteristik Sistem [3]

2.2.1.2Klasifikasi Sistem

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran

atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, misalnya sistem teologia dan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik, misalnya sistem komputer.

2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang

terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia, misalnya sistem perputaran bumi dan sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia.


(19)

3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan

sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi dengan

tingkah laku yang sudah dapat diprediksi dan sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem

terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya dan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

2.2.2 Konsep Dasar Informasi

Informasi (information) dapat didefinisikan sebagai berikut [3]:

Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data-item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian

(event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat yang tertentu. Kesatuan nyata (fact

dan entity) adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang

betul-betul ada dan terjadi.

2.2.2.1Siklus Informasi

Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat berceritera banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk dihasilkan informasi.


(20)

Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan suatu model proses yang tertentu. Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input,

diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk siklus. Siklus ini disebut dengan siklus informasi (information cycle) atau disebut juga dengan siklus pengolahan data (data processing cycles). Siklus informasi dapat dilihat

pada gambar 2.3 berikut ini :

Gambar 2.3. Siklus Informasi [3]

2.2.2.2Kegunaan Informasi

Ada 4 faktor utama yang berhubungan dengan kegunaan informasi : 1. Kualitas informasi (information quality)


(21)

a. Akurat (accurate) dan presisi (precision)

Akurat dalam menampilkan informasi dan presisi dalam detail informasi yang diberikan.

b. Kelengkapan (completeness)

Informasi yang tersedia cukup lengkap untuk setiap user dan situasi.

c. Umur (age) dan ketepatan waktu (timeliness)

Umur berarti lamanya waktu dalam meng-update informasi dan ketepatan waktu berarti menyediakan informasi secepat mungkin pada saat dibutuhkan sehingga berguna.

d. Sumber (source)

Orang atau organisasi yang menghasilkan informasi. 2. Aksesibilitas informasi (information accessibility)

a. Ketersediaan (availability)

Memberikan informasi kepada yang membutuhkan. Informasi dapat diakses oleh yang membutuhkan. b. Keabsahan (admissibility)

Keabsahan (boleh atau tidak boleh dipakai) informasi tergantung pada hukum, peraturan atau budaya pada saat tertentu.

3. Presentasi informasi (information presentation)

a. Tingkatan (level of summarization)

Perbandingan antara data asli dengan yang ditampilkan.

Manipulasi data hingga tingkatan yang sesuai, semakin sederhana semakin baik.


(22)

b. Format

Bentuk dimana informasi ditampilkan ke user.

Manipulasi data ke dalam bentuk yang sesuai. 4. Keamanan informasi (information security)

a. Batasan akses (access restriction)

Prosedur dan teknik mengontrol user yang boleh atau tidak mengakses

data pada situasi tertentu.

Penggunaan password atau teknik lain untuk mencegah user yang tidak

berhak.

b. Enkripsi (encryption)

Konversi data ke bentuk tertentu sehingga tidak dapat dibaca oleh user

yang tidak berhak.

2.2.2.3Nilai Informasi

Nilai dari informasi (value of information) ditentukan dari dua hal, yaitu

manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.

Sebagian besar informasi tidak dapat persis ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost

benefit.

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi

Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan. Informasi dapat diperoleh dari


(23)

sistem informasi (information systems) atau disebut juga dengan processing

systems atau information processing systems atau information-generating systems.

Sistem informasi didefenisikan oleh Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis sebagai berikut [3] :

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

2.3.1 Komponen Sistem Informasi

John Burch dan Gary Grudnitski mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebutnya dengan istilah blok bangunan

(building block), yaitu blok masukan (input block), blok model (model block),

blok keluaran (output block), blok teknologi (technology block), blok basis data

(database block), dan blok kendali (controls block). Sebagai suatu sistem, keenam

blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.

1. Blok Masukan

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.


(24)

3. Blok Keluaran

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4. Blok Teknologi

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software),

dan perangkat keras (hardware).

5. Blok Basis Data

Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan

satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan

perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan di dalam basis

data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. 6. Blok Kendali

Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

Pengelompokan komponen-komponen sistem informasi berbasis komputer adalah sebagai berikut :


(25)

1. Perangkat keras (hardware)

Hardware ini merupakan peralatan fisik yang dapat digunakan untuk

mengumpulkan, memasukkan, memproses, menyimpan, dan mengeluarkan hasil pengolahan data dalam bentuk informasi.

2. Perangkat lunak (software)

Software adalah kumpulan dari program-program yang digunakan untuk

menjalankan aplikasi tertentu pada komputer. 3. Manusia (brainware)

Brainware dalam sistem informasi berperan sebagai pemberi dan pengguna

informasi.

4. Prosedur (procedure)

Prosedur adalah rangkaian aktivitas atau kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang dengan cara yang sama.

5. Basis data (database)

Database merupakan kumpulan data-data yang tersimpan di dalam media

penyimpanan di suatu perusahaan (arti luas) atau di dalam komputer (arti sempit).

6. Jaringan komunikasi (communication network)

Jaringan telekomunikasi saat ini menghubungkan beberapa daratan dan lautan untuk memindahkan data dalam jumlah besar.

2.3.2 Pengembangan Sistem Informasi

Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau


(26)

memperbaiki sistem yang ada. Sewaktu melakukan proses pengembangan sistem, beberapa prinsip harus tidak boleh dilupakan. Prinsip-prinsip ini adalah sebagai berikut :

1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen

2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar 3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik

4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem

5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut 6. Jangan takut membatalkan proyek

7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem

Proses pengembangan sistem melewati beberapa tahapan dari mulai sistem itu direncanakan sampai dengan sistem tersebut diterapkan, dioperasikan, dan dipelihara. Daur atau siklus hidup dari pengembangan sistem merupakan suatu bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan langkah-langkah di dalam tahapan tersebut dalam proses pengembangannya.

Pengembangan sistem yang digunakan yaitu classsic life style atau yang lebih dikenal dengan istilah waterfall. Pengembangan sistem menurut A. Ziya

Aktas (1987) adalah sebagai berikut :

1. Rekayasa sistem (system engineering), merupakan tahap awal dalam

pengembangan sistem yaitu dengan menetapkan segala hal yang diperlukan dalam pelaksanaan pengembangan sistem dan menentukan apakah sistem


(27)

benar-benar dibutuhkan atau tidak. Tahap-tahap yang digunakan yaitu dengan diadakannnya wawancara, observasi, dan studi literatur.

2. Analisis (analysis), merupakan tahap menganalisis kebutuhan sistem seperti

mendefinisikan kembali masalah, memahami kebutuhan-kebutuhan pemakai dan hambatan-hambatan pada sustu sistem baru, dan membuat model logika dari pemecahan yang direkomendasi. Adapun metode analisis yang digunakan adalah metode analisis terstruktur.

3. Desain (Design), yaitu tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem,

pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional, persiapan untuk rancang bangun implementasi, dan menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk. 4. Penulisan Program (Coding), adalah tahap menterjemahkan hasil analisis ke

dalam bahasa pemrograman yang telah ditentukan.

5. Pengujian (Testing), tahap dimana melakukan pengujian terhadap sistem yang

telah dibangun.

6. Pemeliharaan (Maintenance), tahap ini merupakan tahap akhir dimana sistem

yang sudah selesai dapat mengalami perubahan atau penambahan sesuai dengan keinginan konsumen.

2.4 Basis Data (Database)

Basis data terdiri atas dua kata, yaitu basis dan data. Basis kurang lebih dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang/berkumpul. Sedangkan data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan, peristiwa,


(28)

konsep, keadaan, dan sebagainya, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya.

Basis data (database) sendiri dapat didefinisikan sebagai berikut [2] : Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras

komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. [3]

Prinsip utama dalam basis data adalah pengaturan data/arsip dan tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data/arsip yang menggunakan media penyimpanan elektronis seperti disk (disket

atau harddisk). Basis data dikelola/ditangani melalui perantaraan alat/mesin pintar

elektronis yang kita kenal sebagai komputer.

Basis data bukan hanya sekedar penyimpanan data secara elektronis dengan bantuan komputer. Artinya, tidak semua bentuk penyimpanan data secara elektronis bisa disebut basis data. Yang sangat ditonjolkan dalam basis data adalah pengaturan/pemilahan/pengelompokkan/pengorganisasian data yang akan kita simpan sesuai fungsi/jenisnya. Pemilahan/pengelompokkan/pengorganisasian ini dapat berbentuk sejumlah file/tabel terpisah atau dalam bentuk pendefinisian kolom-kolom/field-field data dalam setiap file/tabel.

Operasi-operasi dasar yang dapat dilakukan berkenaan dengan basis data dapat meliputi pembuatan basis data baru (create database), penghapusan basis

data (drop database), pembuatan file/tabel baru ke suatu basis data (create table),

penghapusan file/tabel dari suatu basis data (drop table), penambahan/pengisian


(29)

sebuah file/tabel (retrieve/search), pengubahan data dari sebuah file/tabel

(update), dan penghapusan data dari sebuah file/tabel (delete).

2.4.1 Database Management System (DBMS)

Pengelolaan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi ditangani oleh sebuah Perangkat Lunak (Sistem) yang khusus/spesifik. Perangkat lunak inilah (disebut DBMS) yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah dan diambil kembali. Ia juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan/konsistensi data, dan sebagainya.

Perangkat lunak yang termasuk DBMS seperti dBase III+, dBase IV, FoxBase, Rbase, MS-Access dan Borland-Paradox (untuk kelas sederhana) atau Borland-Interbase, MS-SQLServer, CA-Open Ingres, Oracle, Informix dan Sybase (untuk kelas kompleks/berat).

2.4.2 Tujuan Basis Data

Tujuan awal dan utama dalam pengelolaan data dalam sebuah basis data adalah agar dapat memperoleh menemukan kembali data (yang dicari) dengan mudah dan cepat. Di samping itu, pemanfaatan basis data untuk pengelolaan data, juga memiliki tujuan-tujuan lain.

Secara lebih lengkap, pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan (objektif) seperti berikut ini:

a. Kecepatan dan kemudahan (speed)

b. Efisiensi ruang penyimpanan (space) c. Keakuratan (accuracy)


(30)

d. Ketersediaan (availability)

e. Kelengkapan (completeness)

f. Keamanan (security)

g. Kebersamaan pemakaian (sharability)

2.4.3 Pemakai (user) Basis Data

Ada beberapa jenis/tipe pemakai suatu sistem basis data yang dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem:

1. Programmer Aplikasi

Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation

Language (DML), yang disertakan (embedded) dalam program yang ditulis

dalam bahasa pemrograman induk (seperti C, Pascal, Cobol, dan lain-lain). 2. User Mahir (Casual User)

Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah

disediakan oleh suatu DBMS. 3. User Umum (End User Naive User)

Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen (executable program) yang telah ditulis/disediakan

sebelumnya.

4. User Khusus (Specialized User)

Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluan-keperluan khusus, seperti untuk aplikasi AI, Sistem Pakar,


(31)

Pengolahan Citra, dan lain-lain, yang bisa saja mengakses basis data dengan/tanpa DBMS yang bersangkutan.

Untuk sebuah sistem basis data yang stand-alone, maka pada suatu saat

hanya ada satu pemakai yang dapat bekerja. Sedang untuk sistem basis data dalam jaringan, maka pada suatu saat ada banyak pemakai yang dapat berhubungan (menggunakan) basis data yang sama.

2.5 Alat Pemodelan Sistem

Alat-alat pemodelan sistem informasi sangat dibutuhkan dalam proses analisis dan perancangan sistem. Alat-alat pemodelan sistem informasi terdiri dari:

1. Bagan Alir Dokumen (Document Flowmap)

Bagan alir dokumen (document flowmap) atau disebut juga bagan alir formulir

(form flowmap) atau paperwork flowmap merupakan bagan alir yang

menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.

2. Entity-Relationship Diagram (ERD)

ERD adalah diagram yang memperlihatkan entitas-entitas yang terlibat dalam suatu sistem serta hubungan-hubungan (relation) antar entitas. Komponen-komponen pembentuk model ERD yaitu:

a. Entitas (entity)

Entitas merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Entitas dapat berupa orang, tempat, benda, peristiwa atau konsep yang bisa memberikan atau mengandung informasi.


(32)

b. Atribut (attributes/properties)

Setiap entitas pasti memiliki atribut yang mendeskripsikan karakteristik

(properti) dari entitas tersebut.

c. Relasi (relationship)

Relasi menunjukkan adanya hubungan di antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda.

d. Kardinalitas/derajat

Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Kardinalitas relasi yang terjadi di antara dua himpunan entitas dapat berupa:

a. Satu ke satu (one to one), seperti gambar 2.4 berikut ini :

A

Entitas 1

Entitas 2

Entitas 3

Entitas 4

B

Entitas 1

Entitas 2

Entitas 3

Entitas 4


(33)

b. Satu ke banyak (one to many), seperti gambar 2.5 berikut ini :

A

Entitas 1

Entitas 2

Entitas 3

B

Entitas 1

Entitas 2

Entitas 3

Entitas 4

Entitas 5

Gambar 2.5. Kardinalitas Relasi Satu ke Banyak [2]

c. Banyak ke satu (many to one), seperti gambar 2.6 berikut ini :

B

Entitas 1

Entitas 2

Entitas 3

A

Entitas 1

Entitas 2

Entitas 3

Entitas 4

Entitas 5

Gambar 2.6. Kardinalitas Relasi Banyak ke Satu [2]

d. Banyak ke banyak (many to many), seperti gambar 2.7 berikut ini :

A

Entitas 1

Entitas 2

Entitas 3

Entitas 4

B

Entitas 1

Entitas 2

Entitas 3

Entitas 4


(34)

e. Kunci (key)

Sebuah atribut atau set atribut yang nilainya mengidentifikasikan entitas secara unik dalam set entitas.

3. Diagram Konteks (Context Diagram)

Diagram konteks merupakan diagram aliran data pada tingkat paling atas yang merupakanpenggambaranyangberfungsiuntukmemperlihatkan

interaksi/hubungan langsung antara sistem dengan lingkungannya. Diagram konteks menggambarkan sebuah sistem berupa sebuah proses yang berhubungan dengan satu atau beberapa entitas/entity.

4. Data Flow Diagram (DFD)

DFD/DAD adalah suatu alat pemodelan yang digunakan untuk memodelkan fungsi dari sistem, menggambarkan secara rinci mengenai sistem sebagai jaringan kerja antar fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan menunjukkan dari dan ke mana data mengalir serta penyimpanannya. Beberapa simbol digunakan di DFD:

a. Kesatuan luar (external entity) atau batas sistem (boundary) merupakan

kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan masukan atau menerima keluaran dari sistem.

b. Arus data (data flow) ini mengalir diantara proses (process), simpanan

data (data store) dan kesatuan luar (external entity). Arus data ini

menunjukan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.


(35)

c. Proses (process) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin

atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.

d. Simpanan data (data store) merupakan simpanan dari data yang dapat

berupa suatu file atau database di sistem komputer, suatu arsip atau

catatan manual, suatu kotak tempat data di meja seseorang, suatu tabel acuan manual, dan suatu agenda atau buku.

5. Spesifikasi Proses (Process Specification (PSPEC))

Spesifikasi proses (PSPEC) digunakan untuk menggambarkan semua proses model aliran yang nampak pada tingkat akhir penyaringan. Kandungan dari spesifikasi proses dapat termasuk teks naratif, gambaran bahasa desain program (Programme Design Language (PDL)) dari algoritma proses, persamaan matematika, tabel, diagram, atau bagan.

6. Kamus Data (Data Dictionary)

Kamus data (data dictionary) atau disebut juga dengan istilah systems data

dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan

informasi dari suatu sistem informasi. Dengan menggunakan kamus data, analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap. Kamus data harus memuat hal-hal berikut ini:

a. Nama arus data

b. Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen satu dengan yang lainnya.


(36)

c. Bentuk data, dapat berupa dokumen dasar atau formluir, dokumen hasil cetakan komputer, laporan tercetak, tampilan di layar monitor, variabel, parameter, dan field.

d. Arus data, menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan menuju.

e. Penjelasan, dapat diisi dengan keterangan-keterangan tentang arus data tersebut.

f. Periode, menunjukkan kapan terjadinya arus data.

g. Volume, digunakan untuk mengidentifikasikan besarnya simpanan luar yang akan digunakan, kapasitas dan jumlah dari alat input, alat pemroses dan alat output.

h. Struktur data, menunjukkan arus data yang dicatat di kamus data terdiri dari item-item data apa saja.

7. Skema Relasi

Skema relasi adalah untuk presentasi atribut-atribut dari entity yang terdapat

dalam sistem dan hubungan antar entity pada model ERD. Skema relasi

merupakan turunan dari ERD.

2.6 Client Server

Client – Server merupakan sebuah paradigma dalam teknologi informasi

yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak, yaitu pihak klien dan pihak server. Prinsip kerjanya yaitu membagi sebuah aplikasi menjadi dua bagian terpisah tetapi masih dalam sebuah kesatuan. Dua bagian tersebut yaitu komponen klien dan komponen server.


(37)

Komponen klien akan menyiapkan data yang dimasukkan pengguna dan kemudian mengirimkannya pada komponen server. Komponen server kemudian memproses data tersebut dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada komponen klien. Klien menerima data tersebut lalu menampilkannya pada pengguna melalui aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna.

2.7 Software Pendukung

2.7.1 Pengenalan PHP

PHP pertama kali dibuat pada musim gugur tahun1994 oleh Rasmus Lerdoff. Awalnya digunakan pada website untuk mencatat siapa saja yang berkunjung dan melihat biodatanya. Tahun 1995 diangap sebagai kelahiran PHP/FI yang kemudian membuat pertumbuhan aplikasi web yang pesat dan banyak orang kemudian berkontribusi mengembangkan PHP. PHP adalah singkatan dari “PHP:Hypertext Preprocessor” yang merupakan sebuah bahasa

pemrograman yang berbentuk Scripting, sistem kerja dari program ini adalah

sebagai Interpreter bukan sebagai Compiler.

Pada bahasa pemrograman, yang dikatakan sebagai bahasa compiler adalah bahasa yang akan mengubah script-script program ke dalam source code,

selanjutnya dari bentuk source code akan diubah menjadi bentuk object code,

bentuk dari object code akan menghasilkan file yang lebih kecil dari file mentah

sebelumnya. Selanjutnya bentuk object code akan berubah menjadi sebuah

program yang siap dijalankan tanpa adanya program bantu pembuatnya, sehungga hasil hasil dari bahasa pemrograman yang berbentuk compiler akan membentuk


(38)

sebuah program yang berstatus sebagai program EXE yang dapat langsung dijalankan. Contohnya seperti Pascal, C, ataupun pemrograman yang berbentuk Visual seperti Delphi maupun Visual Basic.

Pada bahasa Interpreter, script mentahnya tidak harus diubah ke dalam

bentuk source code. Sehingga pada saat menjalankan bentuk program, kode dasar

secara langsung akan dijalankan tanpa harus melalui proses pengubahan ke dalam bentuk source code. Sehingga apabila program memiliki sedikit kesalahan, maka program akan tetap dijalankan tanpa harus menghiraukan kesalahan yang ada.

Dengan menggunakan PHP, maka maintenance suatu situs web menjadi

lebih mudah. Proses update data dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi

yang dibuat dengan menggunakan script PHP. Kemampuan PHP yang paling

diandalkan dan signifikan adalah dukungan kepada banyak database. Membuat halaman web yang menggunakan data dari database dengan sangat mudah dapat

dilakukan.

2.7.2 MySQL

MySQL adalah sebuah database server yang dibuat oleh Tcx Data

KonsultAB. Saat ini MySQL telah digunakan oleh perusahaan-perusahaan terkemuka di seluruh dunia, diantaranya Silicon Graphics (http://www.sgi.com), Siemens Nixdorf (http://www.siemens.com), Alesis Digital Studio Electronics (http://www.alesis.com) dan masih banyak perusahaan-perusahaan terkemuka lainnya yang menggunakan MySQL.

Perusahaan-perusahaan tersebut dapat dilihat pada MySQL user‟s list di http://www.mysql.com/information/userlist.htm. MySQL adalah sebuah text


(39)

based database server, artinya MySQL tidak dibuat dalam bentuk aplikasi yang

memiliki Graphical User Interface. 2.8 Soft Computing

Soft Computing merupakan inovasi baru dalam membangun sistem cerdas.

Sistem cerdas merupakan sistem yang memiliki keahlian seperti manusia pada domain tertentu, mampu beradaptasi dan belajar.

Menurut Prof. Lotfi A. Zaedah yang dikutip Sri Kusumadewi (2003:p.7) mengungkapkan :

Soft Computing adalah koleksi dari beberapa metodologi yang bertujuan

untuk mengeksploitasi adanya toleransi terhadap ketidaktepatan, ketidakpastian dan kebenaran parsial untuk dapat diselesaikan dengan mudah dan biaya penyelesaian yang murah”.

2.9 Sistem Pendukung Keputusan

2.9.1 Definisi Sistem Pendukung Keputusan

Sistem pendukung keputusan merupakan pasangan dari intelektual sumber daya manusia dengan kemampuan dari komputer untuk memperbaiki kualitas dari keputusan, yaitu SPK yang terkomputerisasi bagi pembuat keputusan manajemen yang menghadapi masalah semi terstruktur.

SPK merupakan suatu sistem interaktif yang membantu pengambilan keputusan melalui penggunaan data dan model model keputusan untuk memecahkan masalah – masalah yang sifatnya semi terstruktur dan tidak terstruktur.

Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem pendukung keputusan merupakan suatu system terkomputerisasi yang dirancang untuk


(40)

meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan dalam memecahkan masalah yang bersifat semi terstruktur dan tidak terstruktur.

2.9.2 Keuntungan dan Keterbatasan Sistem Pendukung Keputusan

SPK mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya adalah sebagai berikut : 1. SPK memperluas kemampuan untuk pengambil keputusan dalam memproses

data / informasi bagi pemakainya.

2. SPK dapat menghasilkan solusi yang lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.

3. SPK membantu pengambil keputusan dalam hal penghematan waktu yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.

4. Walaupun suatu SPK mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun ia dapat menjadi stimulant bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya karena SPK mempu menyajikan berbagai alternative.

5. SPK dapat menyediakan bukti tambahan untuk memberikan pembenaran sehingga dapat memperkuat posisi pengambil keputusan.

SPK juga memiliki keterbatasan diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Ada beberapa kemampuan menajemen dan bakat manusia yang tidak dapat dimodelkan, sehingga model yang ada dalam sistem tidak semuanya mencerminkan persoalan sebenarnya.

2. Kemampuan suatu SPK terbatas pada pembendaharaan pengetahuan yang dimilikinya (penegetahuan dasar serta model dasar).


(41)

3. Proses – proses yang dapat dilakukan oleh SPK biasanya tergantung pada kemampuan perangkat lunak yang digunakannya.

2.10 Himpunan Fuzzy

2.10.1 Himpunan Klasik (crisp)

Pada dasarnya, teori himpunan fuzzy merupakan perluasan dari teori

himpunan klasik. Pada teori himpunan klasik (crisp), keberadaan suatu elemen pada suatu himpunan, A, hanya akan memiliki 2 kemungkinan keanggotaan, yaitu menjadi anggota A atau tidak menjadi anggota A (Chak, 1998). Suatu nilai yang menunjukkan seberapa besar tingkat keanggotaan suatu elemen (x) dalam suatu himpunan himpunan (A), sering dikenal dengan nama nilai keanggotaan atau derajat keanggotaan, dinotasikan dengan µA(x). Pada himpunan klasik, hanya ada dua nilai keanggotaan, yaitu µA(x)=1 untuk x menjadi anggota A; dan µA(x)=0 untuk x bukan anggota dari A.

2.10.2 Himpunan Fuzzy

Teori himpunan fuzzy diperkenalkan oleh Lotfi A. Zeadah pada tahun 1965.

Zaedah memberikan definisi tentang himpunan fuzzy, Ã, sebagai (Zimmermann, 1991):

Jika X adalah koleksi dari obyek obyek yang dinotasikan secara generic oleh x, amak suatu himpunan fuzzy Ã, dalam X adalah suatu himpunan pasangan

berurutan :


(42)

2.10.3 Fungsi Keanggotaan

Fungsi keanggotaan (membership function) adalah suatu kurva yang

menunjukkan pemetaan titik-titik input data ke dalam nilai keanggotaannya (sering juga disebut derajat keanggotaan). Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mendapatkan nilai keanggotaan adalah dengan melalui pendekatan fungsi. Ada beberapa fungsi yang bias digunakan, yaitu :

1. Representasi Linear

Pada representasi linear, pemetaan input ke derajat keanggotaannya digambarkan sebagai suatu garis lurus. Bentuk ini paling sederhana dan menjadi pilihan yang baik untuk mendekati suatu konsep yang kurang jelas. Ada 2 keadaan himpunan fuzzy yang liner. Pertama, kenaikan himpunan

dimulai pada nilai domain yang memiliki derajat kenaggotaan nol [0] bergerak ke kanan menuju ke nilai domain yang memiliki derajat keanggotaan lebih tinggi.

Fungsi keanggotaan :

�[] =

0;

� − − ; 1;

(2.i) Kedua, merupakan kebalikan dari yang pertama. Garis lurus dimulai dari nilai domain dengan derajat keanggotaan tertinggi pada sisi kiri, kemudian bergerak menurun ke nilai domain yang memiliki derajat keanggotaan lebih rendah.

Fungsi keanggotaan :

�[] = ( − �)/( − ); �


(43)

2. Representasi Kurva Segitiga

Kurva segitiga pada dasarnya merupakan gabungan antara 2 garis (linear). Fungsi keanggotaan :

�[] =

0; (� − )/( ); ( − �)/( );

(2.iii) 3. Representasi Kurva Trapesium

Kurva segitiga pada dasarnya seperti bentuk segitiga, hanya saja ada beberapa titik yang memiliki nilai keanggotaan 1.

Fungsi keanggotaan :

�[] =

0; (� − )/( ); 1; ( − �)/( );

(2.ii)

4. Representasi Kurva Bentuk Bahu

Daerah yang terletak di tengah-tengah suatu variable yang direpresentasikan dalam bentuk segitiga, pada sisi kanan dan kirinya akan naik dan turun. Himpunan fuzzy „bahu‟, bukan segitiga, digunakan untuk mengakhiri variable

suatu daerah fuzzy. Bahu kiri bergerak dari salah ke benar.

5. Representasi Kurva-S

Kurva pertumbuhan dan penyusutan merupakan kurva –S atau sigmoid yang berhubungan dengan kenaikan dan penurunan permukaan secara tak linear. 6. Representasi Kurva Bentuk Lonceng (Bell Curve)

Untuk merepresentasikan bilangan fuzzy, biasanya digunakan kurva berbentuk


(44)

7. Koordinat Keanggotaan

Himpunan fuzzy berisi urutan pasangan berurutan yang berisi nilai domain dan

kebenaran nilai keanggotaanya dalam bentuk : Scalar(i) / Derajat (i)

„Skalar‟ adalah suatu nilai yang digambar dari domain himpunan fuzzy,

sedangkan „Derajat‟ scalar merupakan derajat keanggotaan himpunan

fuzzynya.

2.10.4 Fungsi Implikasi

Tiap-tiap aturan (proposisi) pada basis pengetahuan fuzzy akan berhubungan

dengan suatu relasi fuzzy. Bentuk umum dari aturan yang digunakan dalam fungsi

implikasi adalah :

IF x is A THEN y is B

dengan x adalah skalar, A dan B adalah himpunan fuzzy. Proposisi yang

mengikuti IF disebut sebagai antiseden sedangkan proposisi yang mengikuti THEN disebut sebagai konsekuen. Secara umum ada 2 implikasi yang dapat digunakan, yaitu :

1. Min (minimum). Fungsi ini akan memotong output himpunan fuzzy. 2. Dot (product). Fungsi ini akan menskala output himpunan.

2.10.5 Sisten Inferensi Fuzzy

Sistem Inferensi Fuzzy (Fuzzy Inference System atau FIS) merupakan suatu

kerangka komputasi yang didasarkan pada teori himpunan fuzzy, aturan fuzzy

berbentuk IF-THEN, dan penalaran fuzzy. Secara garis besar, diagram blom proses inferensi fuzzy terlihat pada gambar berikut :


(45)

INPUT

IF - THEN

IF - THEN

AGREGASI

DEFUZZY

OUTPUT

crisp

Aturan-1

Aturan-n

crisp fuzzy

fuzzy

fuzzy

Gambar 2.8. Diagram Blok Sistem Inferensi Fuzzy [4]

Sistem inferensi fuzzy menerima input crisp. Input ini kemudian dikirim ke

basis pengetahuan yang berisi n aturan fuzzy dalam bentuk IF-THEN. Fire

strength akan dicari pada setiap aturan. Apabila jumlah aturan lebih dari satu,

maka akan dilakukan agregasi dari semua aturan. Selanjutnya, pada hasil agregasi akan dilakukan defuzzy untuk mendapatkan nilai crisp sebagai output sistem.

2.9.5.1 Metode Tsukamoto

Sistem inferensi fuzzy didasarkan pada konsep penalaran monoton. Pada metode penalaran secara monoton, nilai crisp pada daerah konsekuen dapat diperoleh

secara langsung berdasarkan fire strength pada antesedennya. Salah satu syarat yang harus dipenuhi pada metode penalaran ini adalah himpunan fuzzy pada

konsekuennya harus bersifat monoton(baik monoton naik maupun monoton turun).

2.9.5.2 Metode Sugeno (TSK)

Sistem inferensi fuzzy mengguanak metode SUGENO, memiliki karakteristik yaitu konsekuen tidak merupakan himpunan fuzzy, namun merupakan suatu


(46)

persamaan linear dengan variabel – variabel sesuai dengan variabel – variabel inputnya. Metode ini diperkenalkan oleh Takagi Sugeno Kang pada tahun 1985. Ada 2 model untuk sistem inferensi fuzzy dengan menggunakan metode TSK,

yaitu model TSK orde-0 dan model TSK orde-1. a. Model Fuzzy Sugeno Orde - 0

Secara umum bentuk model fuzzy SUGENO Orde-0 adalah :

IF (x1 is A1) ° (x2 is A2) ° (x3 is A3) °…° (xN is AN) THEN z = k

Dengan Ai adalah himpunan fuzzy ke- i sebagai anteseden, ° adalah operator fuzzy

(seperti AND atau OR), dan k adalah suatu konstanta (tegas) sebagai konsekuen. b. Model Fuzzy Sugeno Orde - 1

Secara umum bentuk model fuzzy SUGENO Orde – 1 adalah :

IF (x1 is A1) °…° (xN is AN) THEN z = p1*x1+…+ pN*xN + q

dengan A1 adalah himpunan fuzzy ke-I sebagai anteseden, ° adalah operator fuzzy

(seperti AND atau OR), pi adalah suatu konstanta (tegas) ke –I dan q juga merupakan konstanta dalam konsekuen.

Proses agregasi dan defuzzy untuk mendapatkan nilai tegas sebagai output untuk

M aturan fuzzy juga dilakukan dengan menggunakan rata –rata terbobot, yaitu : M

α

k Zk

Z =

K=1

M

∑ α

k


(47)

Keterangan :

Z = nilai rata – rata terbobot

α

k = nilai keanggotaan sebagai hasil dari operasi dua himpunan (fire strength)


(48)

46

3.1 Analisis Sistem

Analisis sistem (systems analysis) dapat didefinisikan sebagai penguraian

dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.

3.1.1 Analisis Masalah

Proses pengambilan keputusan penerimaan karyawan pada PT. Pindad (Persero) masih dilakukan secara manual, yaitu dengan mengumpulkan nilai hasil setiap seleksi kepada Pegawai Bidang Administrasi dan Keuangan lalu mereka menganalisa dan menghitung hasilnya serta mencocokkanya dengan standar nilai dan kriteria departemen tertentu. Hal ini menyulitkan PT. Pindad dalam penyeleksiannya serta membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menganalisisnya. Untuk memecahkan permasalahan tersebut akan dibuat sistem pendukung keputusan dari sistem yang sedang berjalan.

3.1.2 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan

Berdasarkan hasil wawancara dengan staf administrasi dan keuangan, prosedur yang terlibat pada sistem pendukung keputusan ini terdiri atas 2 prosedur, yaitu :


(49)

1. Prosedur pengadaan tenaga kerja 2. Prosedur seleksi tenaga kerja

Di bawah ini adalah penjelasan prosedur-prosedur yang terlibat dalam sistem pendukung keputusan untuk penerimaan karyawan di PT Pindad (Persero) : 1. Prosedur pengadaan tenaga kerja :

a. Ka Unit mengajukan surat kebutuhan tenaga kerja yang ditujukan ke Direktur Administrasi dan Keuangan (Dirminku).

b. Direktur Administrasi dan Keuangan membuat surat kebutuhan tenaga kerja dalam 2 rangkap kemudian menandatangani dan menyetujuinya.

c. Rangkap pertama disimpan sebagai arsip dan rangkap kedua diserahkan kepada Deputi Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bidang Pengembangan Sumber Daya (Dedirrenbang Bid. Bang Sumber Daya). d. Surat kebutuhan tenaga kerja yang ada di Dedirrenbang Bid. Bang Sumber

Daya dijadikan acuan untuk menganalisa kebutuhan tenaga kerja mengenai jumlah dan persyaratan yang dibutuhkan.

e. Hasil analisa berupa laporan jumlah tenaga kerja dan syarat yang dibutuhkan dibuat rangkap dua oleh Dedirenbang Bidang Bang Sumber Daya, rangkap pertama disimpan sebagai arsip dan rangkap kedua diserahkan kepada Departemen Administrasi dan Keuangan Bidang Administrasi (Depminku Bid. Administrasi).

f. Laporan jumlah tenaga kerja dan syarat yang dibutuhkan yang ada di Depminku Bid. Administrasi diarsipkan sebagai dasar untuk penyeleksian.


(50)

Prosedur pengadaan tenaga kerja di PT. Pindad (Persero) dapat dilihat pada Gambar 3.1.

A2

Ka Unit Dirminku Dedirrenbang Bid. Bang

Sumber Daya

Depminku Bid. Administrasi

Surat kebutuhan tanaga kerja

Surat kebutuhan tanaga kerja

Menyetujui dan menandatangani

Surat kebutuhan tanaga kerja yang

telah di setujui

Menganalisa kebutuhan dan membuat kriteria Surat kebutuhan tanaga kerja yang

telah di setujui

Surat kebutuhan tanaga kerja yang

telah di setujui

Laporan jumlah dan kriteria yang

dibutuhkan

A1

A3

Laporan jumlah dan kriteria yang

dibutuhkan 2

1 2

A4

2

1 2

Gambar 3.1. Flowmap prosedur pengadaan tenaga kerja

Ket:

A1 : surat kebutuhan tenaga kerja yang telah disetujui yang diarsipkan oleh Dirminku.

A2 : surat kebutuhan tenaga kerja yang telah disetujui yang diarsipkan oleh Dedirrenbang Bid. Bang Sumber Daya

A3 : laporan jumlah dan kriteria tenaga kerja yang dibutuhkan yang diarsipkan oleh Dedirrenbang Bid. Bang Sumber Daya

A4 : laporan jumlah dan kriteria tenaga kerja yang dibutuhkan yang diarsipkan oleh Depminku Bid. Administrasi


(51)

2. Prosedur seleksi tenaga kerja :

a. Depminku Bid. Administrasi mencari tenaga kerja melalui pengumuman dan pemasangan iklan, kemudian diperoleh daftar pelamar.

b. Depminku Bid. Administrasi menyeleksi kelengkapan persyaratan pelamar kemudian dihasilkan daftar pelamar yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat. Daftar pelamar yang tidak memenuhi syarat disimpan sebagai arsip.

c. Daftar pelamar yang memenuhi syarat disimpan sebagai arsip dan dibuat surat panggilan beserta daftar kelengkapan administrasi yang harus dilengkapi pelamar.

d. Depminku Bid. Administrasi melakukan panggilan untuk seleksi kepada pelamar dengan mengirimkan surat panggilan dan kelengkapan administrasi yang harus dilengkapi pelamar.

e. Pelamar yang memenuhi syarat datang dengan membawa surat panggilan dan kelengkapan administrasi yang diserahkan kepada Depminku Bid. Administrasi.

f. Depminku Bid. Administrasi melakukan pendataan pelamar untuk membuat jadwal seleksi.

g. Jadwal seleksi dan daftar pelamar yang memenuhi syarat diserahkan kepada Kepala Departemen Pendidikan dan Latihan Direktorat Perencanaan dan Pengembangan (Kadep Diklat) untuk selanjutnya dilakukan seleksi akademis, clearance, dan kesehatan.


(52)

h. Kadep Diklat membuat daftar pelamar yang lulus dan tidak lulus seleksi. Daftar pelamar yang tidak lulus diserahkan pada Depminku Bid. Administrasi sebagai arsip. Daftar pelamar yang lulus beserta nilai hasil dibuat rangkap 2. Rangkap pertama disimpan sebagai arsip.

i. Rangkap kedua nilai hasil diserahkan kepada Depminku Bid. Administrasi untuk diarsipkan, sedangkan rangkap kedua daftar pelamar yang lulus diserahkan pada Kepala Departemen SDM untuk diikutsertakan pada seleksi psikotest dan wawancara.

j. Kadep SDM membuat laporan hasil test psikologi dan wawancara sebanyak 2 rangkap. Rangkap pertama disimpan sebagai arsip dan rangkap kedua diserahkan kepada Depminku Bid. Administrasi untuk disimpan sebagai arsip.

k. Depminku Bid. Administrasi merekapitulasi nilai pelamar yang lulus semua test.

l. Depminku Bid. Administrasi menentukan departemen yang akan ditempati pelamar berdasarkan total nilai, jenis keahlian, hasil test psikologi dan wawancara kemudian membuat daftar pegawai beserta departemen yang akan ditempati dan disimpan sebagai arsip.

Prosedur seleksi tenaga kerja di PT. Pindad (Persero) dapat dilihat pada Gambar 3.2.


(53)

Pelamar Depminku Bid. Administrasi A1

Laporan jumlah dan kriteria yang dibutuhkan Mencari tenaga kerja Daftar pelamar Menyeleksi kelengkapan Memenuhi syarat Daftar pelamar tidak lulus A5 Surat panggilan Kelengkapan administrasi yg harus dilengkapi Daftar pelamar yg memenuhi syarat A6 tidak ya Surat panggilan Kelengkapan administrasi yg harus dilengkapi Melengkapi syarat administrasi Surat panggilan Kelengkapan administrasi yg telah lengkap Surat panggilan Kelengkapan administrasi yg telah lengkap Melakukan pendataan & penjadwalan Surat

panggilan administrasi yg Kelengkapan telah lengkap A7 A8 Jadwal seleksi A9 Jadwal seleksi A6 Daftar pelamar yg memenuhi syarat Seleksi akademis, clearance, kesehatan lulus Daftar pelamar

yg tidak lulus

Daftar pelamar lulus

ya tidak

12 2

Daftar pelamar yg tidak lulus

A5 Nilai hasil seleksi 12 1 2 A10 A11 Nilai hasil seleksi A12

Kadep Diklat Kadep SDM

Daftar pelamar lulus Psikotes & wawancara Lap hasil psikotes & wawancara A13

Lap hasil psikotes & wawancara

A14

Merekapitulasi nilai pelamar

Rekap seluruh nilai seleksi pelamar

Penempatan jabatan sesuai hasil psikotes & wawancara

Daftar pegawai dan jabatan yg akan

ditempati Rekap seluruh nilai

seleksi pelamar A16 A15 Membuat surat panggilan & kelengkapan administrasi Daftar pelamar yg memenuhi syarat


(54)

Ket :

A5 : daftar pelamar yang tida memenuhi syarat yang di arsipkan oleh Depminku Bid. Administrasi

A6 : daftar pelamar yang memenuhi syarat yang di arsipkan oleh Depminku Bid. Administrasi

A7 : surat panggilan yang diarsipkan oleh Depminku Bid. Administrasi

A8 : kelengkapan administrasi yang telah lengkap yang diarsipkan oleh Depminku Bid. Administrasi

A9 : jadwal seleksi yang diarsipkan oleh Depminku Bid. Administrasi A10 : daftar pelamar yang lulus seleksi yang diarsipkan oleh Kadep Diklat A11 : nilai hasil seleksi yang diarsipkan oleh Kadep Diklat

A12 : nilai hasil seleksi yang diarsipkan oleh Depminku Bid. Administrasi A13 : laporan hasil psikotes dan wawancara yang diarsipkan oleh Kadep SDM A14 : laporan hasil psikotes dan wawancara yang diarsipkan oleh Depminku

Bid. Administrasi

A15 : rekap seluruh nilai seleksi pelamar yang diarsipkan oleh Depminku Bid. Administrasi

A16 : daftar pegawai dan departemen yang akan ditempati yang diarsipkan oleh Depminku Bid. Administrasi

3.1.3 Analisis Pengkodean

Pada bagian ini akan dibahas tentang pengkodean yang ada di PT.Pindad (Persero). Salah satunya adalah pengkodean nomor test pelamar, sebagai berikut : Pengkodean nomor test pelamar di PT.Pindad (Persero) terdiri dari 5 digit, yaitu sebagai berikut :

Format : CPG / X

Nomor urut pendaftaran. Inisialisasi yang berarti calon pegawai


(55)

Contoh : CPG / 1

Berarti pelamar tersebut merupakan pelamar pertama yang mendaftarkan diri sebagai calon pegawai PT. Pindad (Persero).

3.1.4 Analisis Kebutuhan Non Fungsional

Analisis dan kebutuhan non-fungsional meliputi analisis dan kebutuhan pengguna, analisis dan kebutuhan perangkat keras, serta analisis dan kebutuhan perangkat lunak.

3.1.4.1Analisis dan Kebutuhan Pengguna

Analisis pengguna dimaksudkan untuk mengetahui siapa saja pengguna yang terlibat dalam proses penerimaan karyawan sehingga dapat diketahui tingkat pengalaman dan pemahaman pengguna terhadap komputer.

Dari hasil pengumpulan data, diketahui bahwa tingkat pendidikan terendah yang dimiliki pengguna adalah D3. Namun semua pengguna terbiasa menggunakan komputer dan menjalankan aplikasi office serta pernah

mendapatkan pelatihan penggunaan aplikasi Microsoft Office.

Untuk memaksimalkan penggunaan sistem yang akan dibangun maka pengguna perangkat lunak ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu administrator, dan pegawai bidang administrasi dan keuangan. Spesifikasi pengguna dapat dideskripsikan sebagai berikut :

a. Administrator

Administrator adalah pegawai dengan jabatan Kepala Departemen Administrasi dan Keuangan Bidang Administrasi yang berwewenang


(1)

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN KARYAWAN

PADA DEPARTEMEN TERTENTU DI PT. PINDAD (PERSERO)

Wiwik Widiyasani Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipati Ukur No.112 Bandung 40132

Email : wiwik.widiyas@yahoo.com

ABSTRAK

PT. Pindad (Persero), merupakan salah satu perusahaan badan usaha milik negara yang mengadakan penerimaan karyawan secara mandiri di lingkungan perusahaan. Kendala yang sering ditemukan dalam proses penerimaan karyawan di PT.Pindad (Persero) yaitu sulitnya menentukan pelamar mana yang memenuhi kriteria untuk menjadi karyawan PT.Pindad (Persero) dari sekian banyak pelamar sedangkan pelamar yang akan diterima menjadi karyawan terbatas. Selain itu penentuan dalam penempatan karyawan pada departemen tertentu membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga dinilai kurang efisien. Hal ini menyulitkan PT. Pindad dalam mengambil keputusan untuk penerimaan karyawan.

Pada penelitian ini akan diangkat suatu kasus yaitu mengadakan penerimaan karyawan dan penempatan karyawan pada departemen yang tersedia berdasarkan nilai hasil seleksi dan

kriteria – kriteria yang telah ditentukan dengan menggunakan metode Fuzzy Logic. Metode ini

dipilih karena mampu memberikan gambaran pendukung keputusan dalam penerimaan karyawan dan penempatan departemennya.

Berdasarkan hasil pengujian, sistem yang dibangun dapat membantu bagian bidang administrasi dan keuangan untuk memberikan gambaran dalam melakukan penyeleksian penerimaan karyawan dan penempatan departemennya dengan lebih tepat dan efisien.

Kata Kunci:Sistem Pendukung Keputusan, Fuzzy Logic.

1.

PENDAHULUAN

1.1

Identifikasi Masalah

1. Sulitnya menentukan pelamar mana yang benar – benar berkompeten dan layak menjadi karyawan PT. Pindad (Persero).

2. Penempatan karyawan pada departemen yang tersedia kurang efisien.

1.2

Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk membangun sistem pendukung keputusan penerimaan karyawan pada departemen tertentu di PT. Pindad (Persero).

Sedangkan yang menjadi tujuan penulisan tugas akhir ini adalah:

1. Memudahkan menentukan pelamar mana yang benar – benar berkompeten dan layak menjadi karyawan PT. Pindad (Persero).

2. Memudahkan menentukan penempatan karyawan pada departemen tertentu sesuai dengan keahlian yang dimiliki dan kebutuhan.

1.3

Manfaat

Manfaat yang didapat dalam pembuatan aplikasi ini antara lain:

1. Sistem yang dibangun dapat membantu pihak PT. Pindad (Persero) dalam proses seleksi calon karyawan.

2. Sistem yang dibangun dapat memberikan gambaran mengenai penempatan calon karyawan pada departemen yang sesuai.

2.

MODEL, ANALISA, DESAIN,

DAN IMPLEMENTASI

2.1 Model

1.Tahap pengumpulan data a. Studi pustaka b. Studi lapangan b.1 Wawancara b.2 Observasi


(2)

2. Tahap pengembangan perangkat lunak.

a. System engineering

b. Requirement analysis

c. System Design (perancangan)

d. System Coding (pengkodean)

e. System Testing (pengujian)

f. System Maintenance (pemeliharaan)

2.2 Analisis Masalah

Berdasakan pada analisis dan hasil wawancara terhadap apa yang dibutuhkan dalam membangun aplikasi ini maka dapat dievaluasi hal-hal berikut :

1. Proses pengambilan keputusan penerimaan karyawan di PT. Pindad (Persero) masih dilakukan secara manual yaitu dengan mengumpulkan nilai hasil setiap seleksi kepada Pegawai Bidang Administrasi dan Keuangan lalu mereka menganalisa dan menghitung hasilnya serta mencocokkanya dengan standar nilai dan kriteria departemen tertentu.

2. Proses penempatan karyawan pada departemen yang tersedia kurang efisien dan membutuhkan waktu yang cukup lama.

2.3 Analisis Sistem Fuzzy

Sistem inferensi fuzzy yang digunakan dalam perancangan sistem untuk mengambil keputusan penempatan departemen adalah metode Mamdani, yang terdiri dari 4 tahapan, yaitu pembentukan himpunan fuzzy, aplikasi fungsi fuzzy (aturan), komposisi aturan dan penegasan (defuzzy).

Pada tahap pengambilan keputusan dengan metode fuzzy diperlukan kriteria yang akan menentukan nilai dari setiap pelamar yang akan digunakan untuk menentukan kelulusan. Adapun kriterianya adalah berupa beberapa seleksi yang akan diikuti oleh seluruh pelamar seperti pada tabel 1.

Tabel 1. Kriteria

Seleksi Keterangan Seleksi 1 Akademis (Ak) Seleksi 2 Clearance (Cl) Seleksi 3 Kesehatan (Kes) 1.Pembentukan Himpunan Fuzzy

Varibel himpunan fuzzy beserta nilai

domainnya dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2. Himpunan fuzzy

2.Aplikasi Fungsi Implikasi (Aturan) Variabel yang digunakan untuk penentuan kelulusan pelamar terdiri dari 3 crisp input yaitu akademis, clearance, dan kesehatan serta 1 crisp output yaitu keputusan kelulusan pelamar. Sedangkan untuk penempatan departemen terdiri dari 4 crisp input yaitu nilai kelulusan, bidang keahlian, wawancara, dan psikotest serta 1 crisp output yaitu departemen.

3.Komposisi Aturan

Dalam menentukan inferensi fuzzynya secara umum dapat dituliskan sebagai berikut :

µf (xi) = max (µf (xi) , µk (xi)) Keterangan :

µf (xi) : nilai keanggotaan fuzzy sampai aturan ke – i

µk (xi) : nilai keanggotaan konsekuen fuzzy

aturan ke – i 4.Penegasan (Defuzzifikasi)

Proses defuzzifikasi dapat dituliskan sebagai berikut :

Keterangan :

Z = nilai rata – rata terbobot

µf = nilai keanggotaan fuzzy sebagai hasil dari komposisi aturan

Xi = nilai domain

2.4

Desain

1. Entity Relationship Diagram (ERD)

ERD Sistem pendukung keputusan penerimaan karyawan ini digambarkan pada gambar 1.

pelamar penilaian Kriteria_seleksi Kd_pelamar Kd_seleksi

N 1 mempunyai Standarnilai_ kriteriaseleksi Kd_standarnilai N

departemen penempatan user

Kd_departemen username

N Id_penilaian

Kd_penempatan Kriteria_penempatan_

departemen

keahlian mempunyai Kd_keahlian

Kd_kriteria_penempatan mempunyai 1Tahun_periode

periode

mempunyai N

jurusan N

1 Kd_jurusan

mempunyai mengolah

mempunyai 1

1 1

N

1 1 N

N N

1 1

Gambar 1. Entiry Relationship Diagram

Himpunan Nilai Sangat Rendah (SR) 0 – 25 Rendah (R) 20 – 50 Cukup (C) 45 – 75 Tinggi (T) 70 – 90 Sangat Tinggi (ST) 85 – 100


(3)

2. Relasi Tabel

Skema relasi sistem pendukung keputusan penerimaan karyawan dapat digambarkan pada gambar 2.

pelamar PK kd_pelamar nama_pelamar ktp tp_lahir tgl_lahir jns_kelamin alamat no_tlp agama pendididkan_akhir FK1kd_keahlian FK2kd_jurusan penilaian PK id_penilaian nilai FK2username FK1kd_seleksi FK3kd_pelamar total_nilai status_kelulusan kriteria_seleksi PK kd_seleksi jenis_seleksi FK1periode departemen PKkd_departemen nama_departemen range_nilai kebutuhan user PKusername password level status standarnilai_kriteriaseleksi PK kd_standarnilai tpe bts_atas bts_bawah FK1kd_seleksi kriteria_penempatan_departemen PK kd_kriteria_penempatan jenis bobot FK1periode keahlian PK kd_keahlian keahlian FK1kd_departemen tahun_periode PKperiode nilai_minimum jurusan PKkd_jurusan nama penempatan PK kd_penempatan keahlian wawancara psikotest FK1kd_pelamar FK2kd_kriteria_penempatan FK3kd_departemen

Gambar 2. Skema Relasi

3. Diagram Konteks

Diagram konteks sistem pendukung keputusan penerimaan karyawan pada departemen tertentu di PT. Pindad (Persero) dapat dilihat pada gambar 3.

Sistem pendukung keputusan penerimaan karyawan admin Pegawai bidminku Data login

Data tahun periode Data user Data departemen Data kriteria seleksi Data standar nilai kriteria seleksi Data kriteria penempatan departemen Data jurusan Data keahlian

Info login invalid Info tahun periode Info user Info departemen Info kriteria seleksi Info standar nilai kriteria seleksi Info kriteria penempatan departemen Info jurusan Info keahlian

Data login Data tahun periode Data pelamar Data password yang diubah Data penilaian

Info login invalid Info tahun periode Info pelamar Info password yang diubah Info penilaian

Gambar 3. Diagram Konteks

4. Data Flow Diagram (DFD)

DFD sistem pendukung keputusan penerimaan karyawan pada departemen tertentu di PT. Pindad (Persero) dapat dilihat pada gambar 4.

1.0 Login admin

user

2.0 Pengolahan data master Data login

Data tahun periode Info login invalid Info tahun periode Data login

Info login invalid

Data user Data password yang diubah Info user Info password yang diubah

D at a kea hl ian D at a krit eria penem pat an d epart em en D at a standar nilai kri teria selek si D at a krit eria selek si D at a depart emen D at a us e r D at a jurus an inf o keahlian Inf o k rit eria penem pat an dep art e m en Inf o standa r nilai k rit eria selek si inf o kri teria selek si Inf o depart emen Inf o jurus an departemen D at a depart em e n Inf o depart emen pelamar D at a pelam ar Inf o pelam a r kriteria seleksi D at a k rit eria s elek s i In fo k rit eria selek si 3.0 Pengolahan nilai pegawai bidminku Data login

Info login invalid

Data pelamar Data password yang diubah Info pelamar Info password yang diubah

Request data departemen Info departemen

Request data pelamar Info pelamar

Request data kriteria seleksi Info kriteria seleksi

Data penilaian Data penempatan Info penilaian Info penempatan penilaian D a ta penilaian Inf o penilaian Standar nilai Kriteria seleksi D at a standar nilai krit eria s elek si Inf o stand ar nilai krit eria s elek si

Request data standar nilai kriteria seleksi info data standar nilai

kriteria seleksi penempatan Dat a pen em pa tan inf o penem pat an

Request data user info user

Data login valid

D at a login v alid Kriteria penempatan departemen D at a krit eria penem pat an depart emen inf o k rit eria penem pat an depart emen

Info kriteria penempatan departemen Request kriteria penempatan departemen keahlian Dat a k eahlian inf o kea hl ian

request data keahlian Info keahlian Tahun_periode Login valid sebagai admin dan pegaw ai bidm in k u

Login valid sebagai pegawai bidminku jurusan D at a jurus an D at a jurus an 4.0 Laporan D at a cet ak lapo ran in fo cet ak laporan

Data login valid

5.0 Periode Data tahun periode info tahun periode

D at a tahun period e inf o tah un periode D a ta tahun periode inf o tahun periode D at a ta hun periode D at a tahun periode

Data tahun periode

Gambar 4. DFD Level 1

5. Perancangan Antarmuka

Silahkan Masukkan Data Anda

Gambar Username : Password Panel atas Logo Panel bawah T01 T02 Login

- Klik Login, jika data login valid dan levelnya admin, menuju T01, T02A - Klik Login, jika data login valid dan levelnya pegawai, menuju T01, T02P

- Klik Login, jika data login tidak valid, menuju ke M01 - Klik Login, jika data login valid dan levelnya ka.unit, menuju T01, T02K

Gambar 5. Antarmuka Menu Utama

2.5

Implementasi

Tahap implementasi dilakukan setelah melakukan tahap analisis perancangan pada sistem.

1. Implementasi perangkat keras

Perangkat keras yang diperlukan untuk mengimplementasikan perangkat lunak dari Sistem pendukung keputusan penerimaan karyawan pada departemen tertentu di PT. Pindad (Persero) dapat dilihat pada tabel 3.

Tabel 4.1 Perangkat keras yang digunakan

Perangkat Server Client Processor Kecepatan

800 MHz

Kecepatan 500 MHz

RAM 1 GHz 512 MHz

Harddisk 80 Gb 80 Gb

Monitor 1024 x 768 Resolusi 1024 x 768 Resolusi

VGA 128 Mb 128 Mb

Lan Card 10/100

Mbps 10/100 Mbps 2. Implementasi perangkat lunak

Perangkat lunak yang digunakan untuk mengimplementasikan Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Karyawan pada Departemen Tertentu di PT. Pindad (Persero) dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4.2 Perangkat Lunak yang digunakan

Perangkat Lunak Keterangan Sistem Operasi Windows XP

Profesional SP III Bahasa Pemograman PHP 5.2.6

Web Server XAMPP version 2.3 Database Server MySQL 5.0.51b

Web Browser Mozilla firefox 4.0 Beta 2 Code Editor Macromedia


(4)

3. Implementasi antarmuka

Implementasi antarmuka sistem pendukung keputusan penerimaan karyawan adalah sebagai berikut.

a. Tampilan antarmuka Login

b. Tampilan halaman utama admin

c. Tampilan halaman utama pegawai

3.

HASIL DAN DISKUSI

Berdasarkan hasil wawancara dengan pegawai administrasi dan keuangan (user)

dapat disimpulkan bahwa :

1. Sistem yang dibangun dapat membantu pihak PT. Pindad (Persero) dalam proses seleksi calon karyawan.

2. Sistem yang dibangun dapat memberikan gambaran mengenai penempatan calon karyawan pada departemen yang sesuai.

4.

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1

Kesimpulan

1. Aplikasi yang dibangun dapat membantu PT. Pindad (Persero) dalam memberikan gambaran bagi pengambilan keputusan perusahaan dalam penerimaan karyawan. 2. Sistem yang dibangun mempu mempercepat proses penyeleksian dan

penempatan karyawan pada departemen tertentu.

4.2

Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, hal yang diharapakan kedepan adalah agar aplikasi ini dapat dikembangkan lebih jauh dengan pengolahan data yang lebih besar dan luas sehingga aplikasi ini benar – benar dapat digunakan sebagai salah satu gambaran dalam pengambilan keputusan perusahaan yang lebih akurat.

5.

DAFTAR PUSTAKA

1.Abdul Kadir. (2008), Dasar Pemrograan Web Dinamis Menggunakan PHP, Andi Offset.

2.Fathansyah (2007), Basis Data, Informatika, Bandung.

3.Jogiyanto, HM. (2005), Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi

Bisnis, Andi, Yogyakarta.

4.Kusumadewi, Sri. Purnomo, Hari., (2010),

Aplikasi Logika Fuzzy Untuk Pendukung

Keputusan, Graha Ilmu, Yogyakarta.

5.Kusumadewi, Sri., (2003), Artificial

Intelligence (Teknik dan Aplikasinya),

Graha Ilmu, Yogyakarta.

6. Pressman, Roger S. (2002), Rekayasa Perangkat Lunak: Pendekatan Praktisi


(5)

(6)