UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KEBON JERUK KECAMATAN TANJUNGKARANG TIMUR BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

ABSTRAK
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA
KELAS IV SD NEGERI 1 KEBON JERUK KECAMATAN
TANJUNGKARANG TIMUR BANDAR LAMPUNG
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Oleh
YUNITA FIDDYANTI

Berdasarkan penilaian yang dilakukan di SDN 1 Kebon Jeruk Bandar Lampung, bahwa
pembelajaran IPA di kelas IV terlihat masih rendah yakni siswa yang mendapat nilai sama atau
lebih dari KKM 60 hanya 43,33 persen (13 orang) sisanya 56,67 persen (17 orang) di bawah
KKM. Hal ini disebabkan karena guru hanya menggunakan metode ceramah dan jarang atau
tidak pernah menggunakan pembelajaran secara kelompok.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menggunakan
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan langkah-langkah : perencanaan, pelaksanaan,
observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan observasi selama tindakan dan dokumen hasil belajar siswa.
Hasil penelitian tindakan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang mencapai KKM telah
mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari hasil yang diperoleh yang semula 43,33 persen
meningkat menjadi 50,00 persen pada siklus I, sedangkan dari siklus I ke siklus II meningkat
menjadi 60,00 persen, dan dari siklus II ke siklus III meningkat menjadi 73,34 persen.

Kata Kunci: Hasil Belajar, Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
IPA

adalah suatu pengetahuan teoritis yang diperoleh/disusun dengan cara yang

khas/khusus, yaitu melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori,
dan demikian seterusnya kait-mengait antara cara yang satu dengan cara yang lain. Cara
untuk memperoleh ilmu secara demikian ini terkenal dengan nama metode ilmiah. Metode
ilmiah ini pada dasarnya merupakan suatu cara yang logis untuk memecahkan suatu masalah
tertentu. Metode ilmiah ini merupakan dasar metode yang digunakan dalam IPA (Aly dkk,
2009: 18-19).Dengan demikian, maka proses belajar mengajar IPA lebih ditekankan pada
pendekatan keterampilan proses, sehingga siswa dapat menemukan fakta-fakta, membangun
konsep-konsep, teori-teori dan sikap ilmiah siswa itu sendiri yang akhirnya dapat
berpengaruh positif terhadap kualitas proses pendidikan maupun produk pendidikan. Selama
ini proses belajar mengajar IPA hanya menghafalkan fakta, prinsip atau teori saja.
Berdasarkan tes formatif yang dilakukan penulis diakhir pembelajaran terlihat perolehan
hasil belajar masih sangat rendah. Ini dibuktikan dari 30 orang siswa kelas IV yang
mengikuti tes ternyata yang mendapat nilai sama atau lebih dari KKM 60 hanya 43,33
persen (13 orang) selebihnya yang 56,67 persen (17 orang) masih jauh di bawah KKM.
Berdasarkan kenyataan di atas, rendahnya hasil belajar siswa tersebut disebabkan karena
dalam kegiatan pembelajaran selama ini guru hanya menggunakan metode ceramah,
pembelajaran hanya berlangsung satu arah sehingga siswa hanya berperan sebagai objek
pembelajaran tanpa diikutsertakan secara aktif dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran,

guru tidak pernah atau jarang memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan kegiatan
secara kelompok sehingga guru belum mampu menumbuhkan unsur-unsur interaksi sosial
pada diri siswa dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan
pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan secara penuh dalam suasana belajar yang
terbuka dan demokratis, sehingga siswa bukan lagi sebagai objek pembelajaran, namun juga
berperan sebagai subjek dalam pembelajaran.
Kondisi tersebut jika berlangsung secara terus menerus akan berdampak pada hasil belajar
siswa.Oleh sebab itu maka perlu adanya suatu tindakan pembelajaran yang dapat
meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu tindakan yang mungkin dapat digunakan untuk
dapat meningkatkan hasil belajar adalah dengan menggunakan pembelajaran kooperatif. Dan
salah satu tipe kooperatif yang sesuai adalah tipe jigsaw, mengingat pembelajaran kooperatif
tipe jigsaw merupakan salah satu tipe pembelajaran yang mendorong siswa aktif dan saling
membantu dalam menguasai materi pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang
maksimal.
Dalam pembelajaran kooperatif guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan dan
memotivasi siswa untuk belajar mandiri serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sehingga
siswa akan merasa senang bekerja sama dalam kelompoknya, dengan demikian guru tidak
lagi menjadi pusat kegiatan kelas, tetapi siswalah yang menjadi pusat kegiatan kelas (Isjoni,
2011:5).
1.2

Identifikasi Masalah dan Perumusan Masalah
1.2.1 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah yang dapat diidentifikasi sebagai
berikut:

1. Dalam pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah

yang

berlangsung satu arah.
2. Dalam pembelajaran guru jarang atau tidak memberi tugas

kelompok.

3. Hasil belajar IPA masih rendah.
1.2.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka masalah dalam penelitian ini
dirumuskan sebagai berikut: bagaimanakah peningkatan hasil belajar IPA melalui
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Kebon Jeruk
Kecamatan Tanjungkarang Timur Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013?
1.3. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasilbelajar IPA melalui
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Kebon Jeruk
Kecamatan Tanjungkarang Timur Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013.

1.3.2 Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi :
1. Siswa, sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui penggunaan
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.
2. Guru, sebagai bahan masukan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran
melalui pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, khususnya dalam pembelajaran IPA.

3. Sekolah, sebagai masukan bagi sekolah dalam upaya peningkatan kualitas
pembelajaran melalui penggunaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Belajar dan Pembelajaran
2.1.1 Pengertian Belajar dan Pembelajaran
Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Belajar
merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar
bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu yakni mengalami
(Hamalik, 2009: 36). Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang
untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,
sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto,
2010: 2).
Dengan demikian belajar adalah suatu proses untuk merubah tingkah laku sehingga
diperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Belajar pada hakikatnya adalah “perubahan” yang terjadi di dalam diri seseorang
setelah melakukan aktifitas tertentu.
Sedangkan pembelajaran menurut Gagne dalam Isjoni (2011: 50) dalam proses
pembelajaran siswa berada dalam posisi proses mental yang aktif, dan guru berfungsi
mengkondisikan terjadinya pembelajaran. Muhammad Surya dalam Isjoni (2011:49)
pembelajaran merupakan suatu proses perubahan yang dilakukan individu untuk

memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dan
pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Dengan demikian pembelajaran merupakan interaksi antara siswa dan guru untuk
mengubah perilaku siswa tersebut kearah yang lebih baik dalam hubungan dengan
lingkungannya.
2.1.2 Teori Belajar dan Pembelajaran
Ada beberapa teori belajar dan pembelajaran yang telah dikemukakan oleh para ahli,
teori-teori tersebut umumnya berbeda antara satu dengan yang lain dengan alasan
tersendiri.
2.1.2.1 Teori Belajar Kognitivisme
Teori belajar kognitivisme mengacu pada wacana psikologi dan kognitif
yang didasarkan pada kegiatan kognitif belajar. Psikologi kognitif
memandang manusia sebagai manusia yang selalu aktif mencari dan
menyeleksi informasi untuk diproses. Perhatian utama psikologi kognitif
adalah

upaya

memahami

proses

individu

mencari,

menyeleksi,

mengorganisasikan, dan menyimpan informasi. Belajar kognitif berlangsung
berdasar schemata atau struktur mental individu yang mengorganisasikan
hasil pengamatannya (Lapono, 2008:1-23).

2.1.2.2 Teori Belajar Humanisme
Menurut teori belajar humanisme, belajar merupakan kegiatan yang dilakukan
seseorang dalam upayanya memenuhi kebutuhan hidupnya. Setiap manusia
memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan,
pengagungan, dan cinta dari orang lain. Dalam proses pembelajaran,
kebutuhan-kebutuhan tersebut perlu diperhatikan agar peserta didik tidak
merasa dikecewakan. Apabila peserta didik merasa upaya pemenuhan
kebutuhannya terabaikan maka besar kemungkinan di dalam dirinya tidak
akan tumbuh motivasi berprestasi dalam belajarnya(Lapono, 2008:1-41).
Dari kedua teori belajar di atas sesuai dengan penelitian yang dilakukan maka
penelitian ini akan menggunakan teori belajar humanisme karena dalam teori
tersebut menekankan pada pemenuhan kebutuhan siswa selain sebagai
makhluk individu juga sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain.
Sehingga melalui pembelajaran kooperatif yang berorientasi dengan orang
lain ini dapat meningkatkan hasil belajarnya.
2.2

Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima
pengalaman belajarnya (Sudjana,2009:22). Sedangkan menurut Bloom (dalam Sudjana,
2009:22) hasil belajar dibagi menjadi tiga ranah yakni ranah kognitif, ranah afektif, dan
ranah psikomotor.
Dengan demikian maka hasil belajar adalah perubahan yang terjadi dalam diri siswa setelah
melakukan kegiatan belajar yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang
dimilikinya.

2.3 Pembelajaran IPA
2.3.1 Pengertian IPA
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan bagian dari ilmu pengetahuan atau sains
yang semula berasal dari bahasa Inggris “Science” yang berarti saya tahu. Namun
dalam perkembangannya sering diterjemahkan sebagai sains yang artinya Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) saja, Trianto (2010: 136).
IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan tersusun secara sistematik, dan dalam
penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam. Perkembangannya
tidak hanya ditandai oleh adanya kumpulan fakta, tetapi oleh adanya metode ilmiah
dan sikap ilmiah (Wahyana, dalam Trianto, 2010:136).
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa IPA adalah ilmu pengetahuan yang berisi
tentang kumpulan fakta dari gejala-gejala alam melalui metode ilmiah dan sikap
ilmiah.
Adapun tujuan pembelajaran IPA di sekolah adalahsebagai berikut :
a) Memberikan pengetahuan kepada siswa tentang dunia tempat hidup dan
bagaimana bersikap.
b) Menanamkan sikap hidup ilmiah.
c) Memberikan keterampilan untuk melakukan pengamatan.
d) Mendidik siswa untuk mengenal, mengetahui cara kerja serta
menghargai
para ilmuwan penemunya.
e) Menggunakan dan menerapkan metode ilmiah dalam memecahkan permasalahan
(Laksmi dalam Trianto, 2010:142).
2.4 Pembelajaran Kooperatif
2.4.1 Pengertian Pembelajaran Kooperatif
Istilah Pembelajaran Kooperatif sama dengan cooperative learning. Menurut Slavin
dalam Isjoni (2011:15), cooperative learning adalah suatu pembelajaran dimana

sistem belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil yang berjumlah 4-6 orang
secara kolaboratif sehingga dapat merangsang siswa lebih bergairah dalam belajar.
Sedangkan Anita Lie dalam Isjoni (2011:16). menyebut cooperative learning dengan
istilah pembelajaran gotong royong, yaitu sistem pembelajaran yang memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja sama dengan siswa lain dalam tugastugas yang terstruktur. Cooperative learning hanya berjalan jika sudah terbentuk
kelompok yang sudah ditentukan dengan jumlah anggota kelompok pada umumnya 46 orang saja.
Dengan demikian maka pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang terdiri dari
beberapa kelompok kecil yang bekerjasama untuk menyelesaikan tugas-tugas secara
optimal.
Jenis-jenis pembelajaran kooperatif meliputiStudent Team Achievement Division
(STAD),

Jigsaw, Group Investigation, Make A Match, TGT (Teams Games

Tournament) dan Struktural(Rusman, 2010:213).
2.4.2 Penggunaan Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif digunakan dengan alasan bahwa :
1. Penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa
dan sekaligus dapat meningkatkan hubungan sosial,
menumbuhkan sikap toleransi
dan menghargai pendapat orang lain
2. Pembelajaran kooperatif dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam berpikir kritis,
memecahkan masalah, dan mengintegrasikan
pengetahuan dengan pengalaman.
Dengan alasan tersebut, strategi pembelajaran kooperatif diharapkan mampu
meningkatkan kualitas
pembelajaran (Slavin dalam Rusman, 2010:205).
Adapun tujuan penggunaan pembelajaran kooperatifsebagaimana yang tertulis
dalam Asma (2006:12) adalah sebagai berikut :
1. Pencapaian hasil belajar.

2. Penerimaan terhadap perbedaan individu.
3. Pengembangan keterampilan sosial.
2.4.3 Kelebihan Dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif
2.4.3.1 Kelebihan Pembelajaran Kooperatif
Adapun keuntungan penggunaan pembelajaran kooperatif adalah sebagai
berikut :
1. Meningkatkan kecakapan individu maupun kelompok
memecahkan masalah.
2. Meningkatkan komitmen.
3. Dapat menghilangkan prasangka buruk terhadap teman
4. Siswa yang berprestasi dalam pembelajaran kooperatif
mementingkan orang lain.
5. Tidak memiliki rasa dendam ( Davidson dalam Asma,

dalam
sebayanya.
lebih
2006:6).

2.4.3.2 Kekurangan Pembelajaran Kooperatif
Adapun keterbatasan penggunaan pembelajaran kooperatif adalah sebagai
berikut :
1. Anak banyak belajar dari teman sebayanya, tidak langsung dari guru.
2. Membutuhkan waktu yang banyak yang harus dipersiapkan oleh siswa.
3. Gagasan/ide/nilai tambah tergantung dari kawan-kawan
sekelompoknya (Rusyana dkk, 2009:29).
Mengingat pembelajaran kooperatif sangat bervariasi, maka sehubungan
dengan kebutuhan penelitian, dipilih pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
karena dapat mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai
materi pembelajaran secara maksimal.

2.5 Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw
2.5.1 Pengertian Jigsaw

Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah pembelajaran yang menitikberatkan pada
kerja kelompok siswa dalam bentuk kecil. Seperti yang diungkapkan oleh Lie, 1999
(dalam Rusman, 2012:218) bahwa “pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini merupakan
model belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri
dari empat sampai enam orang secara heterogen dan siswa bekerja sama saling
ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri “.
Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan salah satu tipe pembelajaran
kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi
pelajaran untuk mencapai prestasi yang maksimal (Isjoni, 2011:54).
Berdasarkan uraian di atas penulis simpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe
jigsaw adalah pembelajaran yang berupa kelompok-kelompok kecil dimana dalam satu
kelompok terdiri dari 4 sampai 6 orang dan setiap anggota kelompok bertanggung
jawab atas penguasaan bagian dari materi kemudian mengajarkan bagian tersebut
kepada kelompok asalnya.
Adapun langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah sebagai berikut :
4 orang.
1. Siswa dikelompokkan dengan anggota
2. Tiap orang dalam tim diberi materi dan tugas yang berbeda.
3. Anggota dari tim yang berbeda dengan penugasan yang sama membentuk
kelompok baru (kelompok ahli).
4. Setelah kelompok ahli berdiskusi, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan
menjelaskan kepada anggota kelompok tentang subbab yang mereka kuasai.
5. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi.
6. Pembahasan.
7. Penutup (Rusman, 2010:218).

2.6

Hipotesis

Berdasarkan kajian pustaka dalam tersebut maka hipotesis yang diajukan adalah: jika
pembelajaran IPA dilaksanakan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw,
maka hasil belajar siswa akan meningkat.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1

Setting Penelitian
3.1.1 Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 1 Kebon Jeruk Kecamatan
Tanjungkarang Timur Bandar Lampung. Sekolah ini merupakan tempat tugas peneliti.
3.1.2 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013.
3.1.3 Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Kebon Jeruk
Kecamatan Tanjungkarang Timur Bandar Lampung yang terdiri dari 30 siswa terdiri
dari 12 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Mata pelajaran yang dipilih untuk
melaksanakan penelitian ini adalah IPA.

3.2 Prosedur Penelitian
Menurut Aqib (2006:30) PTK dilaksanakan melalui proses pengkajian berdaur terdiri dari 4
tahap yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan merefleksi. Menurut Hopkins, 1993:48
(dalam Aqib, 2006:30) siklus penelitian dapat dilihat pada bagan berikut ini:

Identifikasi
Masalah

Perencanaan

Pelaksanaan

Refleksi

Observasi
Perencanaan
Ulang

Refleksi
Observasi

Pelaksanaan
Gambar 3.1 Spiral Tindakan Kelas
(Hopkins dalam Aqib, 2006:31)
Adapun urutan kegiatan secara garis besar sebagai berikut :
SIKLUS I
Tahap Perencanaan
1. Menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan dicapai.
2. Merancang media pembelajaran.
3. Menyiapkan instrumen observasi baik untuk guru maupun siswa.
4. Merancang LKS.
5. Melatih guru mitra tentang model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.

Tahap Pelaksanaan Tindakan

1. Melakukan tindakan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran

kooperatif tipe

jigsaw.
2. Melaksanakan setiap kegiatan sesuai rencana yang telah ditetapkan

sebelumnya .

3. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan alokasi waktu.
4. Mencari solusi apabila menemui kendala saat melakukan tahap

tindakan.

Tahap Observasi
1. Melakukan pengamatan terhadap penggunaan pembelajaran

kooperatif tipe jigsaw

yang dilakukan guru kelas IV.
2. Mencatat kelemahan dan kelebihan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang ada pada
saat pelaksanaan tindakan.
3. Mencatat setiap kegiatan dan perubahan yang terjadi saat penggunaan

pembelajaran

kooperatif tipe jigsaw.
4. Melakukan diskusi dengan guru untuk membahas tentang kelemahan-

kelemahan

atau kekurangan yang dilakukan guru serta memberikan saran perbaikan
pembelajaran berikutnya.

Tahap Refleksi
1. Menganalisis temuan saat melakukan observasi.
2. Menganalisis kelemahan dan keberhasilan guru saat menggunakan pembelajaran
kooperatif tipe jigsaw dan mempertimbangkan langkah

selanjutnya.

3. Melakukan refleksi terhadap penggunaan pembelajaran kooperatif tipe
jigsaw.

untuk

4. Melakukan refleksi terhadap aktivitas peserta didik dalam pembelajaran IPA.
5. Melakukan refleksi terhadap prestasi belajar peserta didik.
6. Mencari solusi terhadap kelemahan pada siklus I untuk perbaikan pembelajaran.
7. Mengevaluasi hasil refleksi, mendiskusikan, dan mencari upaya

perbaikan

untuk

digunakan pada pembelajaran berikutnya.
SIKLUS II
Tahap Perencanaan Perbaikan
1. Merancang perbaikan berdasarkan refleksi pada siklus I.
2. Mendata masalah dan kendala yang dihadapi saat pembelajaran
Tahap Perbaikan Tindakan
1. Melakukan analisis pemecahan masalah.
2. Melaksanakan tindakan perbaikan dengan menggunakan

pembelajaran kooperatif tipe

jigsaw.

Tahap Observasi
1. Melakukan pengamatan terhadap penggunaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang
dilakukan guru kelas IV.
2. Mengetahui kelebihan dan kekurangan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yang ada
pada saat tindakan perbaikan.
3. Mencatat

setiap

kegiatan

dan

pembelajarankooperatif tipe jigsaw.

perubahan

yang

terjadi

saat

penggunaan

4. Melakukan diskusi dengan guru untuk membahas tentang kelemahan-kelemahan atau
kekurangan yang dilakukan guru serta memberikan saran perbaikan untuk pembelajaran
berikutnya.
Tahap Refleksi
1.

Merefleksikan proses pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.

2.

Merefleksikan hasil belajar peserta didik dengan penggunaan pembelajaran kooperatif
tipe jigsaw.

3.

Menganalisis temuan sebagai bahan perbaikan pada siklus berikutnya.

Jika pada siklus II belum mencapai indikator maka diteruskan pada siklus selanjutnya
sampai indikator tercapai.
3.3 Metode Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan menggunakan metode tes dan non tes. Metode tes digunakan untuk
menilai dan mengukur hasil belajar kognitif berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran
sesuai dengan tujuan pendidikan dan pengajaran (Sudjana, 2009:35). Metode tes digunakan
untuk memperoleh data dengan mengumpulkan nilai-nilai siswa. Sedangkan metode non tes
digunakan untuk menilai berbagai aspek dari individu sehingga tidak hanya menilai aspek
kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotor.
Observasi merupakan metode non tes yang digunakan untuk menilai hasil dan proses belajar
misalnya tingkah laku siswa saat belajar, tingkah laku guru saat mengajar, diskusi siswa,
partisipasi siswa dalam simulasi, dan penggunaan alat peraga saat mengajar (Sudjana,
2009:84). Metode observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk mengamati

hasil belajar siswa dalam kegiatan belajar mengajar menggunakan pembelajaran kooperatif
tipe jigsaw.

3.4 Indikator Keberhasilan
Penelitian ini dikatakan berhasil apabila hasil belajar IPA yang diperoleh siswa telah
mencapai 70% sama atau lebih dari KKM yang telah ditetapkan sekolah yakni 60.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan dan refleksi pada pembelajaran IPA dapat
disimpulkan bahwa : penggunaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan
hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Kebon Jeruk
Kecamatan Tanjungkarang Timur Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/1013.
Hal ini terbukti pada hasil siklus I yaitu aktivitas mengajukan pertanyaan rata-rata 46,67
persen, siklus II meningkat menjadi 61,67 persen, dan siklus III meningkat menjadi 78,33
persen. Aktivitas menjawab pertanyaan pada siklus I rata-rata sebesar 36,67 persen, siklus II
meningkat menjadi 53,34 persen, dan siklus III meningkat menjadi 70,00 persen. Aktivitas
mendiskusikan masalah pada siklus I rata-rata sebesar 53,34 persen, siklus II meningkat
menjadi 63,34 persen, dan siklus III meningkat menjadi 81,67 persen. Aktivitas membuat
kesimpulan pada siklus I rata-rata sebesar 61,67 persen, siklus II meningkat menjadi 76,67
persen, dan siklus III meningkat sebesar 86,67 persen. Dan aktivitas mengemukakan hasil
diskusi pada siklus I rata rata sebesar 63,34 persen, siklus II meningkat menjadi 80,00
persen, dan siklus III meningkat menjadi 90,00 persen.

Ssedangkan siswa yang mendapat hasil belajar mencapai KKM sebesar 50 persen.
Kemudian pada siklus II, siswa yang mendapat hasil belajar mencapai KKM meningkat
menjadi 60 persen, dan pada siklus III, siswa yang mendapat hasil belajar mencapai KKM
meningkat menjadi 73,34 persen.

5.2 Saran
Dalam rangka memperbaiki pelaksanaan tindakan berikutnya dan untuk meningkatkan mutu
pembelajaran IPA di Sekolah Dasar, maka peneliti mengajukan saran sebagai berikut :
1.

Penggunaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan salah satu alternatif
yang layak dikembangkan untuk mengatasi masalah rendahnya hasil belajar IPA.

2.

Guru hendaknya terus menggali potensi siswa guna meningkatkan hasil belajar IPA
sehingga nantinya dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

3.

Guru dan siswa hendaknya memaksimalkan persiapan sebelum melaksanakan
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw agar pada saat pelaksanaan berjalan sesuai teori yang
akan dipelajari.

4.

Kepala sekolah diharapkan dapat menyarankan kepada dewan guru untuk
memanfaatkan media untuk meningkatkan hasil belajar IPA khususnya pada mata
pelajaran IPA.

5.

Dinas Pendidikan hendaknya lebih sering memberikan pelatihan dan bimbingan
kepada guru berkenaan dengan hal-hal yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa
terutama pada mata pelajaran IPA.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA
KELAS IV SD NEGERI 1 KEBON JERUK KECAMATAN TANJUNGKARANG
TIMUR BANDAR LAMPUNG
TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Oleh
YUNITA FIDDYANTI
Skripsi

Sebagai Salah SatuSyaratuntukMencapaiGelar
SARJANA PENDIDIKAN
Pada
JurusanIlmuPendidikan
FakultasKeguruandanIlmuPendidikanUniversitas Lampung

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2013

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Gambar 3.1

Halaman

Spiral TindakanKelas ...............................................................

14

DAFTAR ISI

ABSTRAK .....................................................................................................

i

HALAMAN JUDUL ......................................................................................

ii

HALAMAN PERSETUJUAN ........................................................................

iii

HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................

iv

SURAT PERNYATAAN ...............................................................................

v

RIWAYAT PENULIS ....................................................................................

vi

MOTTO ..........................................................................................................

vii

PERSEMBAHAN ...........................................................................................

viii

KATA PENGANTAR ………………………………………………………..

ix

DAFTAR ISI ...................................................................................................

xi

DAFTAR TABEL............................................................................................

xiv

DAFTAR GAMBAR ......................................................................................

xv

DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................

xvi

BAB I PENDAHULUAN...............................................................................

1

Halaman

1.1 ................................................................................................... Latar Belakang
Masalah ................................................................................................

1

1.2 ................................................................................................... Identifikasi
Masalah dan Perumusan Masalah .......................................................

3

1.2.1 Identifikasi Masalah ...................................................................

3

1.2.2 Rumusan Masalah ......................................................................

3

1.3 Tujuan Penelitian dan Manfaat Hasil Penelitian..................................

3

1.3.1 Tujuan Penelitian .......................................................................

3

1.3.2 Manfaat Hasil Penelitian............................................................

4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................... 5
2.1 Belajar dan Pembelajaran ........................................................................ 5

2.1.1 Pengertian Belajar dan Pembelajaran .............................................. 5
2.1.2 Teori Belajar dan Pembelajaran ...................................................... 6
2.1.2.1 Teori Belajar Kognitivisme ................................................ 6
2.1.2.2 Teori Belajar Humanisme.................................................... 7
2.2 ....................................................................................................... Hasil

Belajar

................................................................................................................... 7
2.3 Pembelajaran IPA .................................................................................... 8
2.3.1 ...............................................................................................Pengertian

IPA

....................................................................................................... 8
2.4 Pembelajaran Kooperatif ......................................................................... 9
2.4.1 Pengertian Pembelajaran Kooperatif ............................................... 9
2.4.2 Penggunaan Pembelajaran Kooperatif ............................................ 9
2.4.3 Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif ..................... 10
2.4.3.1 Kelebihan Pembelajaran Kooperatif ................................... 10
2.4.3.2 Kekurangan Pembelajaran Kooperatif ................................ 10
2.5 Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw ..................................................... 11
2.5.1 Pengertian Jigsaw............................................................................. 11
2.6 Hipotesis .................................................................................................. 12
BAB III METODE PENELITIAN ..................................................................

13

3.1 Setting Penelitian .................................................................................

13

3.1.1 ...........................................................................................Lokasi Penelitian
.................................................................................................... 13
3.1.2 ...........................................................................................Waktu Penelitian
.................................................................................................... 13
3.1.3 ...........................................................................................Subjek Penelitian
.................................................................................................... 13
3.2 Prosedur Penelitian .............................................................................

13

3.3 Metode Pengumpulan Data .................................................................

17

3.4 Indikator Pencapaian ...........................................................................

18

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.................................

19

4.1 ...................................................................................................Hasil Penelitian
.............................................................................................................. 19
4.1.1

4.1.2

Hasil Penelitian Siklus I .................................................

19

4.1.1.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I Pertemuan Pertama ......

19

4.1.1.2

Pelaksanaan Tindakan Siklus I Pertemuan Kedua ....

20

4.1.1.3

Hasil Observasi Siklus I ............................................

21

4.1.1.4

Hasil Refleksi Siklus I ...............................................

23

Hasil Penelitian Siklus I..................................................

23

4.1.2.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus II Pertemuan Pertama ...

23

4.1.2.2 Pelaksanaan Tindakan Siklus II Pertemuan Kedua .......

24

4.1.2.3 Hasil Observasi Siklus II ...............................................

25

4.1.2.4 ................................................................................Hasil
Siklus II ..........................................................................

28

4.1.3 Hasil Penelitian Siklus III ...........................................................

29

4.1.3.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus III Pertemuan Pertama ...

29

4.1.3.2 Pelaksanaan Tindakan Siklus III Pertemuan Kedua.......

30

4.1.3.3 Hasil Observasi Siklus III ..............................................

31

4.1.3.4 ................................................................................Hasil
Siklus III ........................................................................

34

4.2 Pembahasan .........................................................................................

34

4.2.1 Siklus I .......................................................................................

34

4.2.2 Siklus II .......................................................................................

35

4.2.3 Siklus III......................................................................................

36

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ..........................................................

37

5.1 Kesimpulan .........................................................................................

37

5.2 Saran ...................................................................................................

38

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................

40

LAMPIRAN

Refleksi

Refleksi

DAFTAR PUSTAKA

Aly, Abdullah danRahma, Eny. 2009. IlmuIlmiahDasar.Jakarta : PT. Bumi

Aksara

Asma,
Nur.
2006.
Model
PembelajaranKooperatif.
Jakarta
:Departemen
PendidikanNasionalDorektoratJenderalPendidikanTinggiDirektorat Ketenagaan.
Aqib, Zainal. 2006. PenelitianTindakanKelas. Bandung :YramaWidya.
Hamalik, Oemar. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : PT. BumiAksara.
Isjoni. 2011. cooperative learning.Bandung :Alfabeta
Lapono, Nabisi, dkk. 2008. BelajardanPembelajaran
JenderalPendidikanTinggiDepartemenPendidikanNasional.
RinekaCipta.

SD.

Jakarta

Rusman. 2010. Model-model PembelajaranMengembangkanProfesionalisme
Bandung : PT. RajagrafindoPersada

:Direktorat

Guru.

Rusyana, dkk. 2009. PrinsipPembelajaranEfektif. Jakarta : Trans Mandiri
Slameto. 2010. BelajardanFaktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. RinekaCipta.
Sudjana, Nana. 2009.
RemajaRosdakarya.

PenilaianHasil

Proses

BelajarMengajar.Bandung

Trianto. 2010. Model PembelajaranTerpadu.Jakarta : PT. BumiAkasara.

:

PT.

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

Tabel 4.1 Presentase Aktivitas Belajar IPA Siklus I ....................................

21

Tabel 4.2 Hasil Tes Formatif Pada Siklus I .................................................

22

Tabel 4.3 Rekapitulasi Hasil Belajar Pra Penelitian dan Siklus I ................

22

Presentase Aktivitas Belajar IPA Siklus I .......................................

25

Tabel 4.5 Hasil Tes Formatif Pada Siklus II .................................................

26

Tabel 4.6 Rekapitulasi Aktivitas Belajar IPA Siklus I dan II ......................

27

Tabel 4.7 Rekapitulasi Hasil Belajar IPA Siklus I dan II .............................

28

Tabel 4.8 Presentase Aktivitas Belajar IPA Siklus II ..................................

31

Tabel 4.9 Hasil Tes Formatif Pada Siklus III ...............................................

32

Tabel 4.10 Rekapitulasi Aktivitas Belajar IPA Siklus II dan III ....................

32

Tabel 4.11 Rekapitulasi Hasil Belajar IPA siklus II dan III ..........................

33

Tabel 4.4

KATA PENGANTAR

Pujisyukurkehadirat

Allah

SWT,

karenaberkatrahmatdanhidayah-

Nyapenulisdapatmenyelesaikankaryailmiah yang berjudul “UpayaMeningkatkanHasilBelajar
IPA

MelaluiPembelajaranKooperatifTipeJigsawPadaSiswaKelas

IV

SD

Negeri

1

KebonJeruk Bandar LampungTahunPelajaran 2012/2013.”.
Dalampenyusunankaryailmiahinipenulisbanyakmendapatkanbimbingansertapengarahandariberba
gaipihak,

olehkarenaitupadakesempataninipenulismenyampaikan

rasa

terimakasih

yang

tuluskepada :
1.

BapakDr. H. Bujang Rahman, M.Si, DekanFakultasKeguruandanIlmuPendidikan.

2.

BapakDrs. Baharuddin, M.Pd, Ketua Jurusan Ilmu PendidikandanDosenPembimbing.

3.

BapakDr. Darsono, M.Pd , selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

4.

IbuDra. Sasmiati, M.Hum, selakuDosenPembahas.

5.

SeluruhdosendankaryawanFakultasKeguruandanIlmuPendidikanUniversitas Lampung.

6.

IbuErnawati, S.PdselakuKepala SDNegeri 1 KebonJeruk Bandar Lampung atassemua saran
danmotivasinya.

7.

Seluruh

dean

guru

dankaryawan

SDNegeri

1

KebonJeruk

Bandar

Lampung

atassemuabantuandandukungannya.
8.

Kedua

orang

tuaku

yang

selalumemberikando’adandukunganuntukkeberhasilanpenulisdalammenyelesaikanlaporanini
.

9.

Keluargabesarku

yang

selalumemberikando’adandukunganselamapenulismenjalanipendidikan.
10. Sahabatku

yang

telahikutmemberikanbantuandalammenyelesaikan

penulisanpenelitianini.
Penulismenyadaribahwakaryailmiahinimasihjauhdarikesempurnaan,
olehkarenaitupenulismengharapkan

saran

dankritikdarisemuapihaktetapterbukagunapenyempurnaandanperbaikantindaklanjut.
Semogapelaksanaandanhasilpenelitianininantinyadapatmemberikanmanfaatdanpeningkatandala
m proses pembelajaran di kelas.

Bandar Lampung,
Penulis

YunitaFiddyanti
NPM. 1013069208

Judul

: UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
JIGSAW PADA
SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KEBON JERUK KECAMATAN
TANJUNKARANG TIMUR BANDAR LAMPUNG TAHUN
PELAJARAN 2012/2013

NamaMahasiswa

:

YunitaFiddyanti

NPM

:

1013069208

Prodi / Jurusan

:

S1 PGSD DalamJabatan / IlmuPendidikan

Fakultas

: Keguruan dan Ilmu Pendidikan

MENYETUJUI

KetuaJurusanIlmuPendidikan

DosenPembimbing

Drs. Baharuddin,M.Pd
NIP.195105071981031002

Drs. Baharuddin, M.Pd
NIP.195105071981031002

MENGESAHKAN

1. Tim Penguji

Penguji

: Drs. Baharuddin, M.Pd

Penguji
BukanPembimbing : Dra. Sasmiati, M.Hum

2. DekanFakultasKeguruandanIlmuPendidikan

Dr. H. Bujang Rahman, M.Si.
NIP 19600315 198503 1 003

Tanggal Lulus Ujian : 21 Januari2013

MOTTO

Kegagalanbukanlahakhirdarisegalanya
Tapidengankegagalandapatmembuatsegalanya
menjadilebihsempurna
Karenasesungguhnyakegagalanadalah
keberhasilan yang tertunda

PERSEMBAHAN

Kupersembahkandengankesungguhanhatidankerendahanjiwakaryakeciliniuntuk orang-orang
yang sangatberartidalamhidupku..
 Ayah danibukutercinta yang senantiasamendoakan, merawat, menjagadanmenyayangiku.
Terimakasihatasbimbingan, kasihsayang, kesabaran, doadanpengorbanan yang
ikhlasdantakpernahputus.
 Keluargabesarkutercinta.
 Guru-guruku yang tulusdanpenuhkesabaranmendidikku.
 Sahabat-sahabatkutercinta yang selalumendukungku.
 Almamatertercinta.

RIWAYAT HIDUP

Nama

: YunitaFiddyanti

Tempat/TglLahir

: Metro, 08 Juni 1987

Agama

: Islam

Alamat

: Jl. PanglimaPolimSukamenantiKec. Kedaton
Kota Bandar Lampung

RiwayatPendidikan :
1. SDN 1 Gantiwarno, Lampung Timur, tahun 1993-1999
2. SLTPN 1 Pekalongan, Lampung Timurtahun, 1999-2002
3. SMAN 3 Metro, Kota Metro, tahun 2002-2005
4. D II PGSD STIT AgusSalim Metro, Kota Metro, tahun 2005-2007
5. Diterima di Universitas Lampung S I PGSD DalamJabatan, tahun 2010 s.d.sekarang

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertandatangan di bawahini :
Nama

: YunitaFiddyanti

NPM

: 1013069208

Jurusan/Program Studi

: IlmuPendidikan / S1 PGSD DalamJabatan

Fakultas

: FKIP

Judul PTK

: UpayaMeningkatkanHasilBelajar

IPA

PembelajaranKooperatifTipeJigsawPadaSiswa
Negeri 1 KebonJerukKecamatan

Melalui
Kelas IV SD

TanjungkarangTimur Bandar

Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013

Menyatakanbahwapenelitianiniadalahhasilpekerjaansayasendiridansepanjangpengetahuansayatid
akberisimateri

yang

telahdipublikasikanatauditulisoleh

orang

lain

atautelahdipergunakanatauditerimasebagaipersyaratanpenyelesaianstudipadauniversitasatauinstit
ute lain.
Bandar Lampung,Februari 2013
Yang Menyatakan

YunitaFiddyanti
NPM. 1013069208

Dokumen yang terkait

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SD NEGERI 5 METRO TIMUR TAHUN PELAJARAN 2011/2012

0 9 50

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGS A W PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SD NEGERI 1 JEMBRANA TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 7 54

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) KELAS IV SISWA SD NEGERI TANJUNG SENANG BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 17 67

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KEBON JERUK KECAMATAN TANJUNGKARANG TIMUR BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 6 39

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PENGUASAAN KONSEP IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BAGI SISWA KELAS V SD NEGERI BATURAJA TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 5 45

UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI KELAS IX.3 SMP NEGERI 1 WAY BUNGUR TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 3 60

UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI KELAS IX.3 SMP NEGERI 1 WAY BUNGUR TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 9 59

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 GUNUNG RAYA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

0 5 76

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 PRINGSEWU BARAT KECAMATAN PRINGSEWU KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 9 47

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 RAJABASA RAYA BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2014/2015

1 8 51

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

94 2601 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 674 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 571 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 370 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 503 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

42 847 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 752 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

12 474 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 698 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

29 831 23