Regulasi Pemerintah

d. Keuntungan per Bulan

Keuntungan = Total penerimaan - total biaya operasional = Rp 15.675.000,- - Rp 12.838.700,- = Rp 2.836.300,-

e. Revenue Cost Ratio (R/C)

R/C = Total penerimaan : total biaya operasional = Rp 15.675.000,- : Rp 12.838.700,- = 1,22

f. Pay Back Period

Pay back period = (Total biaya investasi : keuntungan) x 1 bulan = (Rp 3.950.000,- : Rp 2.836.300,-) x 1 bulan = 1,4 bulan

2.7 Tinjauan Aktivitas Lapangan

NO

GAMBAR

DESKRIPSI MASALAH SOLUSI

Tempat

Tidak adanya Pengaturan

posisi atau

menyiapkan

penempatan

hidangan sate

tata letak

layout tata piring

untuk makan yang baik

dan tempat

di tempat, atau untuk tempat bumbu yang tempat

piring bumbu lebih baik dan

menyiapkan

dan juga

mudah untuk di

ambil

piring untuk

tempat

hidangan sate

menaruh hidangan sate

Tempat piring, bumbu, dan sate

2 Tempat

Tidak adanya Di sediakan

menaruh

tempat

tempat sampah

sampah

khusus

yang baik dan

tusakan sate

sampah yang juga di sediakan

dan tempat

baik dan juga tempat untuk menaruh kecap tidak adanya

menaruh kecap tempat untuk agar bisa dengan

mearuh kecap mudah untuk di ambil

Tempat sampah dan tempat kecap

Tempat untuk

Tidak adanya Pemberian

storage atau

mengambil

tempat untuk

nasi dan

menaruh nasi tempat menaruh

tempat untuk dan tempat

nasi dan tempat

meanruh

manaruh

menaruh piring

piring kotor

piring kotor kotor yang baik

yang baik dan dan sehat sehat

Tempat untuk mengambil nasi dan tempat menaruh

piring kotor

4 Tempat makan Penyediaan

Di sediakan

sate ayam

tempat makan tempat yang untuk

lebih rapih dan konsumen

lebih bersih

menyantap meja pada

hidangan sate

gerobak

ayam

kurang nyaman dan kurang ku

Tempat makan sate

Pelayanan

Sepeda motor Konfigura si

pesanan

yang berada kendaraan dan

konsumen

di ruang kerja space kerja pedagang

pedagang dan menghambat

konsumen kegiatan dan pekerjaan pedagang

Pedagang memberikan pesanan konsumen

2.8 Tinjauan Desain Eksisting

NO GAMBAR

KELEBIHAN

KEKURANGAN

1 1.Daya angkut rombong sate

1. Hanya dapat melayani

sesuai

pembeli ketika berhenti

2. Penataan layout rombong sate

saja, ruang kerja operator

lumayan bagus

terlalu sempit

3. Dapat mengakomodasi dua

2. Kendaraan tidak safety operator 3. Kendaraan terlalu kecil

2 1.Daya angkut rombong sate

1. Hanya dapat melayani

sesuai

pembeli ketika berhenti

2. Penataan layout rombong sate

saja, ruang kerja operator

lumayan bagus

terlalu sempit

3. Dapat mengakomodasi dua

2. Kendaraan tidak safety operator 3. Kendaraan terlalu kecil

3 1. Rangka terlihat kokoh

1. Kendaraan tidak sesuai

2. Penataan layout rombong sate

untuk tujuan utama sebagai

lumayan bagus

kendaraan berjualan sate

3. Dapat mengakomodasi dua

keliling operator 2. . Hanya dapat melayani pembeli ketika berhenti saja, ruang kerja operator terlalu sempit

2.9. Tinjauan Desain Terdahulu

1. Hanya dapat 1.Daya angkut rombong melayani pembeli sate sesuai bawaannya

ketika berhenti saja,

2. Penataan layout

ruang kerja operator

rombong sate lumayan

terlalu sempit

bagus

2. tidak safety karena

3. Dapat

di pikul dan di bawa

mengakomodasi dua

berjalan kaki operator 3. Tidak ada tempat pembeli untuk menikmati makanan sate

1.Daya angkut rombong

1. Hanya dapat

sate sesuai

melayani pembeli

2. Penataan layout

ketika berhenti saja,

rombong sate lumayan

ruang kerja operator

bagus

terlalu sempit

3. Dapat

2. Kendaraan tidak

mengakomodasi dua

safety karena di bawa operator dengan sepeda

3. Tidak ada tempat pembeli untuk menikmati makanan sate

3 1.Daya angkut rombong

1. Hanya dapat

sate sesuai

melayani pembeli

2. Penataan layout

ketika berhenti saja,

rombong sate lumayan

ruang kerja operator

bagus

terlalu sempit

3. Dapat

2. Kendaraan tidak

mengakomodasi dua

safety operator 3. Kendaraan terlalu kecil

3.0 Prosedur Perancangan

Tahapan pokok yang dilalui dalam melakukan engineering design, terdiri dari :

a. Kebutuhan Adanya kebutuhan yang dinyatakan secara jelas yang didasarkan atas permasalahan pokok.

b. Ide/ Alternatif Dari ditemukannya permasalahan/kebutuhan yang jelas, maka dapat dikembangkannya alternative – alternative untuk penyelesaian masalah diatas.

c. Keputusan Setelah beberapa alternative ide dikembangkan, lalu melalui proses analisis yang sesuai dengan kebutuhan, dipilihlah satu alternative yang terbaik

d. Tindakan Alternative pemecahan masalah yang telah diputuskan sebelumnya, kemudian diputuskan menjadi suatu kenyataan melalui suatu proses produksi tertentu. Dalam hal ini tindakan merupakan tahapan terakhir dari prosedur perancangan.