PROPOSAL DESAIN PRODUK 4 DESAIN MOTOR
DESAIN PRODUK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2015
IDENTITAS PERANCANGAN
1. JUDUL PERANCANGAN : Desain motor unit sebagai sarana penunjang Sate keliling Di kawasan Surabaya
2. MAHASISWA
a. Nama : R..Herdy Kurniawan E.P
b. NRP
3. TEMA PERANCANGAN : DESAIN MOTOR UNIT SEBAGAI SARANA PENUNJANG SATE KELILING DI KAWASAN SURABAYA
4. OBJEK PERANCANGAN : Desain Rangka Kendaraan Roda 2 dan Rak
Rak Angkut
5. LOKASI OBSERVASI DAN
: SURABAYA
PENGAMATAN LAPANGAN
6. HASIL YANG TARGETKAN
a. Analisa lengkap tentang system dan manajemen pengolahan usaha dengan system motor unit keliling untuk berdagang sate untuk kawasan Surabaya
b. Menghasilkan Mock up atau prototype motor unit yang memudahkan dalam manajemen usaha
7. MITRA YANG TERLIBAT
: Waroeng Jadoel
JL.Rungkut Asri Timur 2 no 23 Surabaya
ABSTRAKSI
Keadaan sekarang ini mempengaruhi pola pikir hidup masyarakat, demikian halnya pada transportasi, kebanyakan masyarakat sekarang banyak menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi, selain dari ongkos perawatan yang murah juga bahan bakar yang di gunakan tidak banyak di konsumsi, terkadang alat yang cepat untuk menempuh jarak yang selalu terjadi kemacetan, dan apalagi sekarang banyak yang menawarkan kemudahan untuk memiliki kendaraan tersebut tanpa uang tunai.
Berkembangnya masyarakat modern dengan tuntutan dan gaya hidup baru bisa menjadi peluang yang ingin menjajal peruntungan sebagai wirausaha.penjual sate bisa menjadi salah satu alternatif pilihan. Namun masih sedikit tukang sate yang mobile yang bisa berpindah pindah menggunakan sepeda motor.
Konsep yang akan dirancang adalah konsep sepeda motor modular yaitu yang belum ada sebelumnya menggunakan motor concept dengan kesan modern simple. Di desain khusus agar bisa berpindah – pindah tempat, untuk menjual sate dari tempat satu ke tempat yang lain lebih praktis menggunakan konsep motor modular tentunya dengan harga terjangkau untuk kalangan menengah kebawah.
Keyword: Sepeda motor, penjual sate, keliling
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Di era modern bisnis menjual sate merupakan suatu bisnis yang menjanjikan.tak sekedar sebagai menyajikan tempat makan tetapi juga dijadikan tempat untuk berkumpul. Hal itu ditinjau dari gata hidup masyarakat yang cenderung suka bertatap muka, bersantai dan berbincang. Sudah menjadi suatu kebutuhan masyarakat untuk bersosialisa dan mereka membutuhkan sarana untuk mewujudkan keinginan mereka.Oleh karena itu dengan adanya tempat sate modular keliling ini diharapkan penjual sate dapat mudah menjual daganyanya dan juga dapat dijadikan tempat makan yang enak dan tempat berkumpul yang enak bagi masyarakat.
Banyak penjual sate bermunculan mengakibatkan para owner berpikir kreatif untuk menciptakan konsep yang berbeda-beda dari penjual sate yang sudah ada. Hal itu sudah tentu untuk menarik perhatian pembeli. Pada umumnya para owner terlebih dahulu mensurvei apa yang menjadi tren di pasaran atau dari kebiasaan-kebiasaan penjual sate. Masyarakat kebanyakan suka suka dengan sesuatu yang baru dan berbeda dari yang sudah ada.
Gambar 1.1.1 Penjual Sate daerah rungkut asri timur
Pada saat ini penjual sate di Surabaya cukup banyak yang menarik perhatian konsumen karena kelebihan-kelebihan dari penjual sate itu sendiri.Namun masih saja banyak konsumen yang bingung kesulitan makan sate sambil menikmati suasana yang ada.Hal itu dijadikan sebagai alasan dasar mengapa dapat disumpulkan apa keinginan para penjual sate dan hal apa yang dapat membuat penulis melakukan sesuatu terhadap penjual sate yang mempunyai potensi besar di dunia bisnis. Penjual sate berkeliling secara mobile untuk berjualan sate merupakan salah satu alternatif bentuk pemecahan masalah bagi konsumen yang bingung akan kemana ingin pergi makan sate sambil menikmati suasana yang ada. Konsep sate mobile sederhana namun modern.
1.2 Perumusan Masalah
1. Perlunya sarana berkumpul dan menikmati hidangan sate di kawasan padat yang jauh dari tempat berkumpul dan bersantai untuk para pembeli sate di sekitar kawasan tersebut
2. Perlunya sebuah Desain Motor Mobile yang menarik serta modern yang diharapkan bisa menarik perhatian pengguna jalan yang ingin membeli sate
3. Area Workshop yang perlu di studi dan analisa dari segi penataan dan penempatan barang – barang dagangan sate. Sehingga dapat di perhitungan peletakan layout ruang workshop dan tidak menggangu para pembeli sate.
4. Melakukan pemilihan tema ekterior dengan lokasi yang sesuai di tempati sehingga view yang dihasilkan memiliki bentuk estetika tersindiri.
5. Sebuah denah desain eksisting yang mengutamakan view modern namun simple sehingga pengunjung yang membeli sate dapat merasakan suasan santai pada saat menyantap hidangan sate .
1.3 Batasan Masalah dan Ruang Lingkup
Batasan masalah dibuat dengan tujuan agar riset yang dilakukan lebih terfokuskan .Berikut adalah batasan masalah pada perncangan mobile sate.
1. Subyek Perancangan : Motor CB 100
2. Obyek Perancangan :
( Interior Rombong Sate)
3. Segmentasi Produk : Rombong sate Simple
4. Segmentasi pasar : Geografi, Demografi dan Psikografi warga kota Surabaya
5. Konsep yang ditawarkan : mempunyai desain yang simple dan modern
1.4. Tujuan Perancangan
Tujuan Umum : Menghasilkan desain Motor unit penjual sate modern yang mempunya orisinalitas sendiri mengikuti perkembangan jaman modern.
Tujuan khusus :
1. Menghasilkan desain Motor unit penjual sate dengan nuasa modern dan simple
2. Menghasilkan desain untuk memunculkan kesan kuat dari karakteristik storage sate modern
3. Menghasilkan sebuah rancangan storage untuk menampung sate dengan kapasitas besar di dalam kendaraan tukang sate keliling
4. Menghasilkan sebuah rancangan system storage dan fasilitas pembeli dan penjual
1.5. Manfaat
1. Memberikan solusi bagi pedagang sate dengan motor yang akan di desain dengan fasilitas untuk para pembeli dan menyesuaikan kebutuhan
2. Meningkatkan peluang bisnis terutama yang bergerak di bidang kuliner khususnya penjual sate keliling
3. Mengenalkan kembali masyarakat tentang motor lama yang tidak hanya tinngi nilai seni artistiknya tetapi juga dapat difungsikan sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat untuk berdagang.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA & EKSISTING
2.1 Tinjauan Teori yang terkait
2.1.1 Sepeda Motor
2.1.1.a Definisi
Sepeda motor adalah kendaraan beroda dua yang digerakkan oleh sebuah mesin. Letak kedua roda sebaris lurus dan pada kecepatan tinggi sepeda motor tetap stabil disebabkan oleh gaya giroskopik. Sedangkan pada kecepatan rendah, kestabilan atau keseimbangan sepeda motor bergantung kepada pengaturan setang oleh pengendara. Penggunaan sepeda motor di Indonesia sangat populer karena harganya yang relatif murah.
2.1.1.b Jenis Sepeda motor
1. Sepeda Motor Sport 2. Sepeda Motor Road Bike Sport/Standard 3. Sepeda Motor Cruiser 4. Sepeda Motor Trail/Standart 5. Sepeda Motor Moped/Bebek/Cub
6. Sepeda Motor Skuter Matik
2.1.1.c Sejarah Sepeda motor moped/bebek
Sepeda motor pertama di buat oleh ahli mesin Jerman Gottlieb Daimler tahun 1885 ketika dia memasang sebuah mesin dengan pembakaran sempurna pada sebuah sepeda kayu yang dia desain sendiri. Sepeda tersebut memiliki empat roda, termasuk dua roda tambahan (seperti roda pada sepeda anak-anak). Putra Daimler menjadi orang pertama yang mengendarai sepeda motor ketika dia mencoba kreasi ayahnya tersebut pada tanggal 10 November 1885 dengan kecepatan mendekati 10Kpj. Beberapa model sepeda motor kemudian di perkenalkan di Jerman, Perancis dan Inggris dengan fokus pengembangan pada kepraktisannya sebagai alat transportasi.
Gambar 2. 1 Awal mula Moped The Benz "Rolling Saddle" pada tahun 1886, masih menggunakan roda bantuan serta pedal jenis tuas pengungkit
Tahun 1903, Arthur Davidson dan saudaranya Walter bersama tetangganya William Harley membuat motor Harley-Davidson yang pertama. Setahun kemudian mereka mulai memproduksi Tahun 1903, Arthur Davidson dan saudaranya Walter bersama tetangganya William Harley membuat motor Harley-Davidson yang pertama. Setahun kemudian mereka mulai memproduksi
kenyataan sejarah berkata lain. perkembangan moped dapat dibagi menjadi 4 masa yang berbeda: pada awal mula berakhirnya perang dunia pertama, masa diantara perang, fase setelah perang dunia ke-2 samapi awal 80-an, dan masa kini. Definisi kendaraan yang dinamakan moped pada saat itu adalah gabungan dari sepeda biasa yang dipasangi oleh mesin, biasanya memuat 50cc bensin. Setelah perang dunia pertama berakhir keadaannya kurang begitu kondusif untuk memproduksi moped, sedangkan manufaktur sepeda motor melejit, dikarenakan kebutuhan akan persenjataan yang pesat.
Di Eropa bagian selatan masyarakat mayoritas pengguna sepeda, wilayah ini merupakan ladang subur sebagai pengembangan dari moped, serta dapat memunculkan karakter yang ikonik disana yaitu skuter (Scooter). Pembuat sepeda dimana sebagian besar juga produsen sepeda motor mulai menawarkan pemasangan mesin pada sepeda – sepedanya. Motobecane, Peugeot, Ducati, Moto Guzzi semua masuk dalam tindakannya
Mesin tersebut memiliki suara yang besar, bergemuruh dan terkesan jantan, tak lama mesin tersebut menjadi mesin Amerika klasik. Selama tahun 1914, bentuk dasar dari sepeda motor modern mulai terbentuk. Bentuk tersebut meliputi peletakan mesin di antara roda depan dan belakang dan sebuah rantai untuk mentransger tenaga dari mesin ke roda belakang. Selama PD I (1914-1918), sepeda motor terbukti sebagai sarana transportasi yang tangguh bagi militer Amerika dan Eropa, mampu mengurangi beban jalan raya dan mampu membawa alat komunikasi jauh lebih ke depan garis pertempuran.
Gambar 2. 2 “1947 PrototipeVelosolex,hampirtidak mengalami perubahan dari awalnya dan mas ih
a ka n terus terjaga ke kuatannya
Periode 1960 dan 1970, perusahaan Jepang seperti Honda, Kawasaki, Suzuki, dan Yamaha, mulai memperkenalkan sepeda motor dengan pengembangan pada mesin dan suspensi dan mereka mampu bersaing dengan produsen motor yang sudak lebih dulu ada. Kelak, sepeda motor dengan mesin 4 langkah 750 sampai 1200 cc yang bertenaga besar produksi mereka akan mendominasi pasar sepeda motor jalan raya, sementara mesin 2 langkah yang ber-cc 250 sampai 500 akan menguasai pasar sepeda motor off-road
2.2.Regulasi Pemerintah
Sebagai kendaraan untuk wisata sangat berkaitan erat terhadap peraturan pemerintah terutama peraturan lalu lintas,rancangan yang didesain harus mengacu pada regulasi kendaraan bermotor yang dikeluarkan oleh pemerintah republic Indonesia,demi keselamatan dan kenyamanan di daerah wisata
BAB I Pasal 1
12. ModifikasiKendaraanBermotoradalahperubahanterhadapspesifikasiteknisdimensi, mesin, dan/atau kemampuan daya angkut Kendaraan Bermotor
16. Jumlah Berat Yang Diperbolehkan yang selanjutnya disebut JBB adalah berat maksimum Kendaraan Bermotor berikut muatannya yang diperbolehkan menurut rancangannya.
17. Jumlah Berat Kombinasi Yang Diperbolehkan yang selanjutnya disebut JBKB adalah berat maksimum rangkaian Kendaraan Bermotor berikut muatannya yang diperbolehkan menurut rancangannya.
18. Jumlah Berat Yang Diizinkan yang selanjutnya disebut JBI adalah berat maksimum Kendaraan Bermotor berikut muatannya yang diizinkan berdasarkan kelas jalan yang dilalui.
19. Jumlah Berat Kombinasi Yang Diizinkan yang selanjutnya disebut JBKI adalah berat maksimum rangkaian Kendaraan Bermotor berikut muatannya yang diizinkan berdasarkan kelas jalan yang dilalui.
BAB III Pasal 6
(1) Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis. (2) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. susunan; b. perlengkapan; c. ukuran; d. karoseri; e. rancangan teknis Kendaraan sesuai dengan peruntukannya; f. pemuatan; g. penggunaan; h. penggandengan Kendaraan Bermotor; dan/atau 5 i. penempelan Kendaraan Bermotor
Pasal 20
Rem utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) huruf a harus memenuhi persyaratan: ditempatkan dekat dengan pengemudi; dan
Pasal 21
Rem parkir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) huruf b harus memenuhi persyaratan:
a. dapat dikendalikan dari ruang pengemudi dan mampu menahan posisi Kendaraan dalam keadaan berhenti pada jalan datar, tanjakan, maupun turunan; dan
b. dilengkapi dengan pengunci yang bekerja secara mekanis atau sistem lain sesuai perkembangan teknologi.
Pasal 22
Sistem rem parkir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 huruf b tidak berlaku bagi Sepeda Motor yang memiliki JBB dibawah 400 (empat ratus) kilogram.
Pasal 23
Sistem lampu dan alat pemantul cahaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf i meliputi:
a) lampu utama dekat berwarna putih atau kuning muda;
b) lampu utama jauh berwarna putih atau kuning muda;
c) lampu penunjuk arah berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip;
d) lampu rem berwarna merah;
e) lampu posisi depan berwarna putih atau kuning muda;
f) lampu posisi belakang berwarna merah;
g) lampu mundur dengan warna putih atau kuning muda kecuali untuk Sepeda Motor;
h) lampu penerangan tanda nomor Kendaraan Bermotor di bagian belakang Kendaraan berwarna putih;
i) lampu isyarat peringatan bahaya berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip; j. lampu tanda batas dimensi Kendaraan Bermotor berwarna putih atau kuning muda untuk Kendaraan Bermotor yang lebarnya lebih dari 2.100 (dua ribu seratus) milimeter untuk bagian depan dan berwarna merah untuk bagian belakang;
j) alat pemantul cahaya berwarna merah yang ditempatkan pada sisi kiri dan kanan bagian belakang Kendaraan Bermotor.
k)
54 Pasal ayat (2) dan (3)
2. Panjang bagian Kendaraan yang menjulur ke belakang dari sumbu paling belakang maksimum 62,50% (enam puluh dua koma lima nol persen) dari jarak sumbunya, sedangkan yang menjulur
ke depan dari sumbu paling depan maksimum 47,50% (empat puluh tujuh koma lima nol persen) dari jarak sumbunya.
3. Dalam hal Kendaraan Bermotor memiliki tinggi keseluruhan lebih dari 3.500 (tigaribu lima ratus) milimeter, wajib dilengkapi dengan tanda.
2.2.1.Standarisasi Nasional
Faktor penentu keselamatan dan keamanan pengendara sepeda motor sangat beragam. Dengan pesatnya jumlah pengguna sepeda motor, maka perlu benar-benar diperhatikan standar keselamatan dan keamanannya. Standar SNI terkait dengan keselamatan dan keamanan sepeda motor yaitu
SNI untuk kendaraan roda dua:
SNI 0101:2012 Ban sepeda motor
SNI 2770.1:2009 Kaca spion untuk kendaraan bermotor kategori M dan N
SNI 2770.2:2009 Kaca spion untuk kendaraan bermotor kategori L
SNI 6700:2012 Ban dalam kendaraan bermotor
SNI 09-1401-1989 Kaca spion kendaraan bermotor, Cara uji daya pantul
SNI 09-1641-1989 Pedal rem kendaraan bermotor roda dua
SNI 09-1880-1990 Handel kopling dan handel rem sepeda motor dari paduan aluminium
SNI 09-0143-1987 Kampas rem kendaraan bermotor. Klasifikasi, dimensi dan koefisien gesek
SNI 09-4404-1997 Cara uji pengereman sepeda motor
SNI 09-4408-1997 Selang rem hidrolik untuk kendaraan bermotor
SNI untuk pengendara kendaraan roda dua:
SNI 1811:2007 Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua & SNI 1811:2007/Amd:2010
SNI 06-0250-1989 Mutu dan cara uji kulit sarung tangan dan jaket domba/kambing
SNI 06-0486-1989 Kulit jaket dari kulit sapi, Mutu dan cara uji
SNI untuk pelengkap kendaraan roda dua:
SNI 06-7069-2005 Minyak Pelumas Motor Bensin 4 Langkah
SNI 0038 : 2009 Aki
SNI 2769:2012 Minyak rem (brake fluid) untuk kendaraan bermotor
Standar utama keselamatan berkendara Sepeda motor
Helm, salah satu perlengkapan yang wajib digunakan. Standar Helm SNI 1811:2007, dan amandemennya SNI 1811:2007/Amd:2010 menetapkan spesifikasi teknis untuk helm pelindung yang digunakan oleh pengendara atau penumpang kendaraan bermotor roda dua, meliputi
klasifikasi helm standar terbuka (open face) dan helm standar tertutup (full face). Syarat mutu meliputi persyaratan umum (material dan konstruksi) dan syarat unjuk kerja. Pada produk helm harus dicantumkan merek atau logo, nama perusahaan, tipe/model, ukuran dan kode SNI yang dicetak dengan huruf timbul (di-embos). Standar ini sudah dibelakukan wajib sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian No. 40/MIND/PER/6/2008 tanggal 25 Juni 2008 tentang SNI Wajib Helm Pengendara Bermotor Roda Dua dengan nomor HS 6506.10.10.00 dan Nomor SNI 1811:2007. Peraturan ini berlaku efektif mulai 1 April 2010
Pakaian pelindung, berfungsi untuk melindungi badan dari terpaan angin tetapi juga melindungi badan pada saat jatuh. Untuk itu gunakan celana panjang tebal, serta jaket yang tebal. Akan lebih baik kalau menggunakan pakaian khusus untuk pengendara sepeda motor yang dilengkapi dengan padding di siku, lutut, bahu yang berfungsi untuk meredam benturan dan pelindung tulang kering
yang bisa dibeli secara terpisah.
Ban luar dan dalam Untuk ban luar dinyatakan dalam dokumen SNI 06-0101-2002 yang menerapkan persyaratan berupa dimensi, pengujian (breaking energy, endurance dan high speed)
dan penandaan dimana setiap ban harus memiliki identitas yang tercetak permanen pada dinding ban. Sementara untuk ban dalam tertuang dalam SNI 06-6700-2002 yang menetapkan persyaratan penandaan, pengujian kuat tarik, kemuluran tetap dan pengusangan.
Kaca spion SNI mengatur agar kaca spion harus dilengkapi pelindung, mudah diatur, dapat tetap bertahan pada posisi tertentu, tahan getaran, dll. Ada 5 dokumen SNI yang terlibat disini yang mengatur: uji daya pantul spion, pengukuran jari-jari kelengkungan spion cembung, uji korosi, uji uap air hujan, uji getar.
2.2.2.Aspek Legal Tentang Sepeda Motor Modif
Setiap kendaraan bermotor yang dimodifikasi yang menyebabkan perubahan tipe berupa dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut akan dilakukan penelitian rancang bangun dan rekayasa Kendaraan Bermotor, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU No. 22/2009”) juncto Pasal 123 ayat (1) huruf
b juncto Pasal 131 huruf (e) PP No. 55/2012. Adapun penelitian tersebut meliputi aspek :
1. rancangan teknis;
5. kaca, pintu, engsel, dan bumper;
6. sistem lampu dan alat pemantul cahaya; dan
7. tempat pemasangan tanda nomor Kendaraan Bermotor.
Khusus mengenai modifikasi sebagaimana tersebut di atas hanya dapat dilakukan setelah mendapat rekomendasi dari agen tunggal pemegang merek. Dan yang berhak untuk melakukan modifikasi adalah bengkel umum yang ditunjuk oleh menteri yang bertanggung jawab di bidang industri. Hal ini diatur dalam Pasal 132 ayat (5) dan ayat (6) PP No. 55/2012.
Artinya, modifikasi kendaraan yang dapat dilakukan, antara lain: - modifikasi dimensi hanya dapat dilakukan pada perpanjangan atau pemendekan landasan (chassis) tanpa mengubah jarak sumbu dan konstruksi Kendaraan Bermotor tersebut; - modifikasi mesin dilakukan dengan mengganti mesin dengan mesin yang merek dantipenya sama;
Selain dari pada itu, merujuk pada Pasal 50 ayat (1) UU No. 22/2009 mensyaratkan bahwa setiap kendaraan yang dilakukan modifikasi dengan mengakibatkan perubahan tipe maka diwajibkan untuk dilakukan Uji Tipe. Uji Tipe dimaksud terdiri atas:
1. pengujian fisik untuk pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan yang dilakukan terhadap landasan Kendaraan Bermotor dan Kendaraan Bermotor dalam keadaan lengkap; dan
2. penelitian rancang bangun dan rekayasa Kendaraan Bermotor yang dilakukan terhadap rumah-rumah, bak muatan, kereta gandengan, kereta tempelan, dan Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi tipenya.
Adapun Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi sehingga mengubah persyaratan konstruksi dan material wajib dilakukan uji tipe ulang. Selain itu, dalam hal telah dilakukan uji tipe ulang kendaraan bermotor tersebut wajib untuk dilakukan registrasi dan identifikasi ulang, hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 50 ayat (3) dan ayat (4) UU No. 22/2009.
Persyaratan lain yang perlu untuk diketahui adalah setiap Modifikasi Kendaraan Bermotor tidak boleh membahayakan keselamatan berlalu lintas, mengganggu arus lalu lintas, serta merusak lapis perkerasan/daya dukung jalan yang dilalui, sebagaimana diatur dalam Pasal 50 ayat (2) UU No.22/2009.
Selanjutnya, dalam hal kendaraan bermotor akan melakukan modifikasi maka wajib untuk mengajukan permohonan kepada menteri yang bertanggungjawab di bidang sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, sehingga apabila kemudian kendaraan dimaksud telah diregistrasi Uji Tipe maka instansi yang berwenang akan memberikan sertifikat registrasi Uji Tipe, dalam hal ini Kementerian Perhubungan.
Adapun Sertifikat Uji Tipe diterbitkan oleh menteri yang bertanggung jawab di bidang sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan. Sedikitnya pada Sertifikat Uji Tipe nantinya memuat tentang identitas dari pemodifikasi dan hal-hal lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 129 ayat (1) PP No.55/2012.
Berdasarkan hal-hal kami sampaikan di atas maka jelas bahwa setiap pihak yang hendak melakukan modifikasi atas kendaraan bermotornya, diwajibkan untuk memiliki izin atas modifikasinya sebagaimana dipersyaratkan dalam UU No.22/2009 dan PP No.55/2012.
Jika modifikasi dilakukan tanpa memiliki izin, maka berdasarkan Pasal 277 UU No.22/2009 pihak yang melanggar dapat dikenakan sanksi pidana berupa pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta Rupiah).
Kemudian, dalam hal mengenai izin sebagaimana yang Saudara maksudkan dalam pertanyaan kedua, dapat kami jelaskan bahwa pada saat pembelian onderdil/aksesori variasi atau untuk dimodifikasi tidak memerlukan izin. Akan tetapi, bilamana onderdil/aksesori tersebut mengubah tipe, bentuk, dan hal-hal lain sebagaimana diatur dalam UU No. 22/2009 dan PP No. 55/2012 maka pihak tersebut wajib untuk melakukan registrasi ulang untuk melakukan Uji Tipe atas kendaraan bermotor yang dimodifikasinya tersebut.
2.3.Tinjauan Teori Terkait
2.3.1 Teori Motor
Motor adalah alat transportasi yang digunakan untuk menggerakkan suatu benda atau kendaraan agar bisa bergerak atau beroperasi. Pada sepeda motor, motor bekerja dengan tenaga pembaaran sedangkan pada motor starter memanfaatan aliran listrik. Pada motor yang memanfaatkan tenaga pembakaran bahan bakar mempunyai dua tipe yaitu, motor dua (2) tak dan motor empat (4) tak.
1. Motor 2 tak : Motor yang dalam satu siklus langkah kerjanya (langkah hisap, kompresi, usaha, dan buang) membutuhkan satu kali (1x) putaran poros engkol atau dalam satu langkah kerja torak hanya bergerak naik dan turun sekali saja, yang berarti saat piston bergerak turun atau dati TMA ke TMB piston melakukan dua langkah sekaligus.
Gambar 2.1
Cara kerja Motor 2 tak : Saat piston bergerak dari TMB ke TMA / kompresi, saluran masuk yang ada di bawah piston terbuka dan campuran udara dan bahan bakar masuk ke bawah piston / ruang engkol ( langkah hisap ), saat piston turun ( langkah usaha), saluran masuk yang ada di atas piston terbuka dan campuran udara dan bahan bakar tertekan oleh piston sehingga bahan bakar bergerak masuk ke silinder melalui saluran masuk yang ada di atas piston. Disaat yang bersamaan gas sisa pembakaran keluar melalui saluran buang ( langkah buang ).
Ciri-ciri Motor 2 tak :
1. Suara keras atau nyaring
2. Knalpotnya berasap lebih banyak
3. Lebih boros bahan bakar ( tenaga lebih besar )
4. Digunakan pada motor tua, walaupun masih ada yang baru yaitu motor ninja (yamaha)
2. Motor empat ( 4 ) tak motor empat tak adalah motor yang dalam satu siklus langkah kerja membutuhkan 2 putaran poros engkol, berbanding terbalik dengan motor 2 tak. Pada motor 4 tak Setiap satu langkah piston membutuhkan setengah putaran poros engkol.
Gambar 2.2
Cara Kerja :
1. Langkah Hisap, saat piston bergerak turun dari TMA ke TMB, katup masuk terbuka dan katup buang tertutup, campuran udara dan bahan bakar ( mesin diesel : hanya udara yang dihisap ) terhisap ke dalam silinder
2. Langkah Kompresi, piston bergerak dari TMB ke TMA memampatkan campuran udara dan bahan bakar, semua katup dalam keadaan tertutup.
3. Langkah Usaha, 10 derajat sebelum piston mencapai TMA busi memercikan bunga api listrik yang menyebabkan campuran udara dan bahan bakar terbakar dan meledak menyebabkan piston terdorong ke bawah dan terjadilah langkah usaha.
4. Langkah Usaha, 10 derajat sebelum piston mencapai TMA busi memercikan bunga api listrik yang menyebabkan campuran udara dan bahan bakar terbakar dan meledak menyebabkan piston terdorong ke bawah dan terjadilah langkah usaha.
2.3.2Ergonomi Sepeda Motor
Saat mengetes kendaraan roda dua, hal pertama yang dirasakan adalah ergonomi. Concern ergonomi dalam desain sepeda motor adalah bagaimana posisi manusia / rider dalam mengendarai sepeda motor tersebut (riding position). Karena itu ergonomi sepeda motor dibangun oleh 3 titik yang dikenal sebagai segitiga ergonomi yakni handlebar, seat, dan bagaimana tumpuan kaki. Karena di Indonesia, sepeda motor juga digunakan sebagai alat transportasi penglaju / komuter maka ada salah satu merek sepeda motor yang menamainya ergonomi komuter.
Salah satu pertanda desain sepeda motor yang tidak ergonomis adalah rider merasa merasa pegal di pinggang setelah menggunakannya. Karena itu para rider hendaknya juga memahami kebutuhannya apakah dalam kesehariannya akan digunakan untuk jarak pendek saja, menengah, atau jarak jauh, jika jarak jauh tentu pilihannya bukan jatuh pada sepeda motor skutik, dijamin pegel pinggangnya.
Penerapan studi antopometri ini akan digunakkan untuk menentukan batasan dalam menentukan dimensi sepeda motor termasuk posisi storagenya agar dapat leluasa ketika mengoperasikannya.
Saya menggunakkan antopometri manusia di posisi duduk ketika mengendarai motor dan posisi berdiri ketika turun dari motor lalu mengambil peralatan.
Gambar 2.3
Penerapan studi antopometri ini akan digunakkan untuk menentukan batasan dalam menentukan dimensi sepeda motor termasuk posisi storagenya agar dapat leluasa ketika mengoperasikannya. Saya menggunakkan antopometri manusia di posisi duduk ketika mengendarai motor dan posis berdiri ketika turun dari motor lalu mengambil peralatan. Beberapa faktor yang mempengaruhi studi antropometri, yakni seperti : jenis kelamin, usia, suku bangsa, jenis pekerjaan, dan lain-lain
2.3.3 Jenis-jenis motor
1. Cruiser, jenis motor ini biasanya memiliki posisi stang yang tinggi, posisi kaki yang relatif ke depan, dan posisi kursi yang rendah.Posisi mengemudi ini menciptakan kenyamanan ergonomika pada pegemudi.Motor Cruiser memiliki daya belok yang terbatas karena desainnya
2. Dual Sport, memiliki posisi mesin yang tinggi, ban dengan permukaan khusus untuk melewati berbagai macam medan dan posisistang yang dibuat supaya dapat dikelndalikan dengan mudah saat melewati ringtangan.Motor jenis ini memiliki
settingan mesin yang berfokus pada tenaga pada putaran bawah dan tenaga mesin difokuskan pada gigi-gigi yang lebih rendah seperti gigi 1 dan 2
3. Touring, jenis motor yang digunakan untuk kenyamanan pada perjalanan jauh.Kebanyakan motor touring memiliki fitur-fitur mewah seperti GPS, TV, Radio, kursi penumpang yang besar, dan lemari yang banyak.
4. Skuter, motor berukuran kecil yang memiliki konsumsi bensin yang baik dan kelincahan dalam menyelip lalu lintas.
5. Bebek, atau disebutnya moped, adalah jenis motor yang dahulunya adalah sepeda bertenaga pedal manusia dan setengah listrik, kini menjadi sepeda motor bertenaga
bensin.Memiliki pengendalian melebihi skuter namun lebih ekonomis dari motor sport.
6. Motor sport, jenis motor yang memiliki performa dan pengendalian yang lebih.Posisi mengemudi pun difokuskan untuk menjaga titik gravitasi supaya pengendalian lebih terkendali
7. Sport Touring, Gabungan anatara touring dan sport, motor sport touring adalah motor sport yang masih memiliki faktor-faktor kenyamanan
8. Sepeda motor listrik, merupakan kendaraan yang sama sekali tidak menggunakan bensin. Beberapa warga negara Indonesia sudah lama menggunakan sepeda motor jenis ini, baik untuk keperluan pribadi maupun usaha.
2.4. Anatomi Sepeda Motor
Gambar 2.4
1. Spion : kaca yang terletak di kanan dan kiri handlebar yang berguna untuk memudahkan pengendara untuk meilihat ke belakang
2. Handlebar : tiang besi sebagai tempat control belok,gas,dan rem. Handlebar juga digunakkan untuk melekatnya lampu utama
3. Sadel : tempat duduk pengendara dan penumpang, biasanya terbuat dari bahan yang empuk demi kenyamanan pengendara
4. Headlamp : lampu utama yang berada di depan handlebar, di headlamp ini juga terdapat lampu jauh
5. Footstep : tempat berpijaknya kaki pengendara dan untuk mengendalikan gigi atau rem tromol
6. Lampu sein : lampu yang berguna untuk memberi tanda kepada pengendara lain apakah ingin belok ke kanan atau kiri
7. Fender : penahan cipratan air agar tidak mengenai pengendara saat ban melewati genangan air
8. Brake : mengurangi dan memberhentikan sepeda motor. rem adalah salah satu factor keamanan berkendara karena rem bisa melindungi pengendara ketika ada halangan di depan
9. Tangki bahan bakar : penampung bahan bakar yang digunakkan untuk menjalankan kendaraan
10. Karburator : tempat terjadinya proses pengapian ,dengan menggunakkan bahan bakar yang dialiri dari tangki kemudian karburator bekerja untuk menggerakkan mesin
11. Knalpot : Tempat pembuangan hasil pengapian yang terjadi di karburator . pembuangan ini berupa gas co2
2.4.1 Rangka sepeda motor
Rangka pada sepeda motor berfungsi sebagai wadah penempatan engine, sistem kelistrikan dan kelengkapan-kelengkapan lainnya serta sekaligus sebagai penyangga penumpang. Bagian rangka juga mencakup komponen komponen lain yang berhubungan dengan fungsi keindahan dan kenyamanan berkendara. Rancangan pembuatan sebuah rangka ditentukan oleh beberapa kepentingan yaitu disesuaikan dengan besar kapasitas mesin (cc) yang dipasangnya, kemudahan penggunaan dari sepeda motor tersebut, dan ekonomis dalam perawatan.
Nama bagian-bagian Rangka :
Gambar 2.5.Rangka sepeda motor
Keterangan gambar :
1. Sumbu kemudi
2. Pipa rangka alas
3. Rangka pipa punggung
4. DuduKan peredam getaran
5. Pipa rangka tengah
6. Dudukan lengan ayun
7. Pipa rangka bawah
Pada umumnya sebagian besar jenis rangka menggunakan bahan dari besi dan aluminium. Aluminium akan menghasilkan bobot yang lebih ringan dari pada besi dalam bentuk yang sama.
Untuk sepeda motor produksi yang sekarang hampir sebagian besar menggunakan jenis rangka dari bahan pipa bulat dari berbagai jenis ukuran dan ketebalan.
Macam-macam rangka a.Pressed steel
Rangka ini terbentuk dari pelat baja yang seluruhnya dipres (lempengan). Umumnya pada jenis ini mempunyai pola back bone (bentuk tulang punggung).
Gambar 2.6 Rangka jenis pressed steel
b.Back bone
Jenis rangka ini dibuat dari gabungan antara pipa dan press steel. Rancangan dasar jenjs rangka ini diutamakan untuk penggunaan pada jenis sepeda motor bebek dan scooter.
Gambar 2.7 Rangka jenis pressed steel
c.Tubular pola single cradle
Jenis rangka single cradle memiliki satu buah pipa di bawah (down tube) dan satu buah pipa utama (main pipe) pada bagian depan mesin. Secara struktur bagian-bagian dari rangka ini mengusung posisi dudukan mesin. Penggunaan yang utama jenis rangka ini adalah jenis sepeda motor offroad, jenis on-road, dan tipe sport dengan cc sedang, Disamping mempunyai kekuatan prima, jenis rangka ini juga mudah dalam perawatan.
Gambar 2.8 Rangka jenis pressed steel
d. Tubular pola double cradle
Jenis rangka double cradle hampir sama dengan jenis single cradle. Hanya pada jenis ini memiliki dua buah pipa bawah (down tube). Hal ini akan manghasilkan kekuatan sistem rangka. Jenis rangka ini dipakai pada sepeda motor jenis on-road dengan cc besar. Pada tipe tertentu bagian dari down tube dapat dilepas pada saat pemasangan dan melepas mesin.
Gambar 2.9 Rangka jenis pressed steel
e. Rangka jenis aluminium
Rangka jenis aluminium mempunyai bobot yang ringan dibandingkan dengan rangka dari besi. Penggunaan pipa segi empat dan empat persegi panjang. Pada jenis ini akan menjadikan rangka semakin kuat dan tahan terhadap tekanan. Bagian-bagian rangka (sub-frame) dapat dilepaskan untuk tujuan memudahkan dalam perawatan. Jenis rangka ini dipakai pada sepeda motor tipe sport.
Gambar 3.0 Rangka jenis pressed steel
Rangka dan kestabilan Kondisi rangka menentukan kestabilan kendaraan. Jika kondisi rangka tidak sesuai dengan standar ukuran yang sebenarnya, maka akan mengakibatkan timbulnya kerusakan, misalnya: bengkok, patah/retak pada bagian sambungan rangka. Kerusakan sambungan rangka dapat terjadi karena akibat benturan keras (kecelakaan) atau bermuatan yang melampaui batas kemampuan.
2.4.2. Sistem Kemudi sepeda motor
Sistem kemudi berfungsi untuk membelokkan roda depan ke kiri dan ke kanan dengan cara
mempergunakan tenaga tangan melalui batang kemudi (stang) yang diterusakan ke garpu depan (front fork). Kelengkapan kemudi berfungsi sebagai pengarah jalannya kendaraan. Selain penampilan, panjang pendeknya stang kemudi merupakan unsur yang harus diperhitungkan, karena batang kemudi yang panjang akan ringan untuk digerakkan, namun kendaraan menjadi kurang lincah. Sebaliknya batang kemudi yang pendek membuat gerakan kendaraan menjadi lincah, namun berat untuk dikendalikan. Sistem kemudi dan kelengkapannya dapat dilihat pada gambar di bawah ini
Keterangan gambar:
1. Batang kemudi
2. Penghubung garpu bagian atas
3. Pengikat stang
4. Poros kemudi
5. Kones bagian atas
6. Peluru baja
7. Karet penahan kotoran
8. Kones bagian bawah
a. Caster dan Trail
Caster adalah sudut kemiringan dari poros kemudi dalam satuan derajat. Dengan sudut caster yang kecil berarti memperpanjang jarak trail. Dalam hal ini pengendalian sepeda motor terasa baik untuk jalan yang lurus dengan kecepatan tinggi. Tetapi pada kecepatan rendah, pengendalian terasa berat dan kurang enak untuk menikung.
Dengan sudut caster yang kecil berarti memperpanjang jarak trail. Dalam hal ini pengendalian sepeda motor terasa baik untuk jalan yang lurus dengan kecepatan tinggi. Tetapi pada kecepatan rendah, pengendalian terasa berat dan kurang enak untuk menikung.
Dari penjalasan kedua ukuran tersebut dapat disimpulkan bahwa lebih besar sudut casternya, maka lebih kecil jarak trailnya. Caster dan trail harus diperhitungkan secara tepat, karena berhubungan erat sekali terhadap pengaruh kestabilan sistem kemudi dari sepeda motor.
2.4.3. Sistem Suspensi Sepeda Motor
Suspensi merupakan bagian kendaraan yang menghubungkan roda terhadap rangka. Konstruksinya dibuat sedemikian rupa sehingga kendaraan dapat berjalan dengan nyaman dan aman, untuk itu maka suspensi sepeda motor harus dapat :
1. Menyerap bantingan dan goncangan akibat kondisi jalan.
2. Meneruskan gaya pengereman dan pengemudian.
3. Mengantar gerakan roda.
4. Memungkinkan roda tetap menapak pada jalan.
Sistem suspensi merupakan gabungan atau perpaduan antara pegas dan peredam kejut (unit shock absorber ).
a. Suspensi Depan
Suspensi depan sepeda motor dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Jenis Telescopic Sistem suspensi depan jenis telescopic paling banyak digunakan pada sepeda motor baik jenis sport, bebek, dan scooter. Suspensi jenis ini bekerja berdasarkan pergerakan turun naik pipa garpu yang mendapat bantuan tekanan pegas dan sebagai fungsi damping (peredam) dari system suspense
2. Jenis bottom link
a. Leading link
Jenis suspensi depan yang dirancang memiliki pivot link (lengan ayun) menghadap ke arah depan dan shock absorber ditahan oleh leading edge pada garpu. Suspensi ini banyak digunakan pada sepeda motor jenis bebek.
b.Trealing link
Jenis suspensi depan yang dirancang memiliki posisi poros (axle) yang didukung oleh Jinks dan shock absorber. Leading link memiliki lengan ayun yang menghadap ke arah belakang. Suspensi ini banyak digunakan pada sepeda motor jenis scooter / vespa.
b. Suspensi Belakang
Suspensi belakang jenis swing arm memberikan kenyamanan dalam pengendaraan serta mambantu daya tarik dan kemampuan mengontrol gerakan roda yang baik. Pada umumnya semua sepeda motor menggunakan system kerja dasar suspensi belakang seperti ini. Suspensi belakang dengan system dasar swing arm ini dirancang untuk beberapa jenis, tergantung dari kebutuhan sistem redamnya serta disain dari swing armnya.
a. Suspensi Double Shock
Jenis ini mempunyai dua peredam kejut yang mendukung bagian belakang frame body dan swing arm. Suspensi ini umum digunakan, karena sangat sederhana proses pemasangannya, jumlah komponen yang lebih sedikit, serta mempunyai sistem dasar yang ekonomis.
b. Suspensi Single Shock
belakang frame body dan bagian swing arm. Suspensi ini mempunyai konstruksi yang rumit. tetapi lebih stabil dibanding jenis double suspensi. Banyak digunakan pada sepeda motor modern dan untuk keperluan sport. Jenis suspensi ini mempunyai satu peredam kejut yang mendukung bagian
c. Shock Absorber
Shock absorber atau peredam kejut adalah komponen dari suspensi untuk meredam getaran bodi sepeda motor, sehingga jalannya sepeda motor dapat rnemberikan kenyamanan pada pengendara. Energi gerak dari bagian yang bergetar dirubah melalui gerakan menjadi panas. Fungsi dari peredam kejut pada suspensi adalah mengontrol gerakan balik dari pegas suspensi. Sehingga dapat memelihara kenyamanan pada pengendaraan.
c. Prinsip peredam kejut
a. Tanpa peredam kejut
Garis diagram pada gambar diatas menjelaskan bahwa hanya dengan pegas saja tidak sanggup unluk menyerap goncangan akibat kondisi jalanan. Karena goncangan yang diterima pegas akan dikembaiikan lagi sehingga pegas akan bekerja dengan gerakan mengayun, Dalam hal ini pengendara sepeda motor merasa tidak nyaman dan berbahaya.
b.Dengan peredam kejut
Apabila mempergunakan peredam kejut seperti gambar diatas, maka goncangan / bantingan yang diterima sebagian besar diserap oleh peredam kejut sehingga pengendalian lebih stabil dan
nyaman .
2.4.4. Sistem Rem Sepeda Motor
a. Fungsi Sistem rem pada sepeda motor berfungsi untuk mengurangi kecepatan laju sepeda motor dan menghentikannya. Prinsip sistem pengereman adalah merubah energi kinetik menjadi energi panas dalam bentuk gesekan.
b.Macam-macam rem
a.Rem tromol
Nama komponen rem tromol
1) Tromol
2) Kampas Rem
3) Bubungan Rem
4) Sepatu Rem
5) Pegas Pengembali
6) Anchor-Pin
b.Rem cakram
Nama komponen rem cakram
1) Kaliper
2) Pegas Penahan
3) Cakram (Piringan)
4) Balok rem (Pad)
5) Sil karet
6) Piston
7) Baut nipel
Rem cakram dilengkapi dengan kaliper yang berfungsi sebagai dudukan/tempat piston dan pad rem. Kaliper pada rem cakram ada dua jenis yaitu, kaliper tetap dan kaliper luncur.
2.4.5. Sistem Penggerak Rem
Sistem penggerak rem berfungsi untuk mengendalikan pengereman, melalui mekanisme tuas atau handle pengereman. Sistem penggerak rem pada sepeda motor dilakukan oleh tangan atau kaki pengendara. Sistem penggerak rem terdiri dari dua macam, yaitu sistem mekanis dan sistem hidrolis. Sistem mekanis menggunakan kabel baja yang dihubungkan dari handle rem tangan ke bubungan rem di dalam tromol rem atau ke tuas rem cakram apabila menggunakan rem cakram. Cara kerja system pengereman mekanis pada rem tromol dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Apabila handle rem ditarik, maka kabel rem akan menarik tuas pada bubungan rem, sehingga bubungan rem akan bergerak berputar menekan sisi ujung keduakanvas rem. Pada saat sisi ujung kanvas rem tertekan bubungan rem, maka kanvas rem akan menggesek tromol rem, akibatnya putaran tromol akan dihambar oleh gesekan kanvas rem. Pada sistem rem hirolis, pengereman terjadi apabila handle rem ditarik, maka piston rem pada handle rem akan menekan minyak rem dan tekanan minyak rem diteruskan ke silinder roda yang terdapat pada kaliper. Pada saat minyak rem menekan piston pada silinder rem, maka piston akan mendorong pad (kanvas rem) untuk menjepit cakram, sehingga terjadi pengereman akibat putaran cakram (piringan) tertahan oleh gesekan pad. Cara kerja rem cakram dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
2.4.6. Sistem Kelistrikan Sepeda Motor
Sistem kelistrikan pada sepeda motor merupakan bagian penting karena sistem ini menyediakan arus listrik untuk keperluan pembakaran dan untuk menggerakkan pendukung sepeda motor. Ditinjau dari penggunaan arus listriknya, sistem kelistrikan sepeda motor dapat digolongkan menjadi:
1.sistem pembangkit listrik 2.sistem pengisian 3.sistem pengukuran 4.sistem pengapian 5.sistem penerangan dan sistem tanda 6.sistem starter
Sistem Pembangkit Listrik
Sistem pembangkit listrik membangkitkan arus listrik untuk memenuhi kebutuhan pada sepeda motor tersebut. Ada dua macam pembangkit listrik yang digunakan pada sepeda motor, yaitu pembangkit listrik arus searah dan pembangkit listrik arus bolak - balik.
Sistem Pengisian
Yang dimaksud dengan sistem pengisian adalah pengisian pada baterai dengan arus listrik dari pembangkit ( generator). Arus yang diisikan ke baterai tersebut harus berupa arus searah ( DC). Oleh karena itu jika arus dari pembangkit masih berupa arus bolak - balik ( AC ) maka arus tersebut harus disearahkan terlebih dahulu.
Sistem Pengukuran
Sistem pengukuran yang digerakkan secara elektrik adalah pengukur jumlah bensi pada tangki dan pengukur tekanan oli. Panel instrumen pengukur tersebut biasanya dipasangkan di dekat lampu kepal pada tangkai pengemudi. Namun tidak semua sepeda motor mempunyai kedua instrumen pengukur tersebut.
Sistem Pengapian
Sistem pengapian menyediakan bunga api pada ruang bakar. Terjadinya loncatan bunga api pada ruang bakar tersebut karena adanya perbedaan tegangan pada kedua elektroda busi. Loncatan bunga api pada elektroda busi terjadi pada saat celah platina membuka. Dengan adanya loncatan bunga api tersebut maka terjadilah pembakaran bensin pada ruang bakar.
Sistem Penerangan dan Sistem Tanda
Penerangan berfungsi terutama pada malam hari, tetapi pada waktu hujan atau udara berkabut penerangan juga diperlukan. Sistem penerangan sepeda motor terdiri atas lampu kepala dan lampu belakang. Lampu kepala terdiri atas lampu jarak jauh dan lampu jarak pendek. Sebagian sepeda motor ada yang dilengkapi dengan lampu kota.
Yang dimaksud dengan sistem tanda adalah sistem pemberian tanda dengan lampu. atau dengan bunyi Sistem tanda pada sepeda motor terdiri atas klakson, lampu tanda belok dan lampu rem. Sistem tanda erat sekali hubungannya dengan keselamatan pengendara sepeda motor karena sistem tanda berguna sebagai pemberi peringatan kepada pemakai jalan lainnya.
Sistem Starter
Sistem starter elektrik digunakan pada beberapa sepeda motor. Starter elektrik mengubah tenaga listrik menjadi tenaga mekanik untuk memutar poros engkol. Sepeda motor yang menggunakan elektrik juga dilengkapi dengan starter mekanik karena jika starter elektriknya rusak atau baterainya tidak kuat untuk menggerakkan starter elektrik maka sepeda motor masih bisa dihidupkan dengan starter mekanik .
2.4.7. Sistem Pengapian Sepeda Motor
Sistem PengapianAC
Ketika kruk as berputar yang diiringi magnetnya (flywheel magnet), maka akan menciptakan gelombang magnet yang menghasilkan arus listrik AC dalam bentuk induksi listrik dari spul pengapian . Arus listrik kemudian diteruskan ke CDI dengan tegangan sebesar 100 - 400 volt. Arus yang diterima kemudian dirubah menjadi arus searah oleh diode, lalu arus tersebut disimpan dalam kondensor yang berad di CDI. Berikut detail gambar sistem pengapian AC pada sepeda motor :
Deatail komponen CDI unit dapat kita perhatikan dibawah ini. Kapasitor mengubah arus menjadi
1 arah.
Dalam proses pengapian pengapian, pulsa generator memberi arus sinyal. Arus sinyal ini kemudian diteruskan ke gerbang SCR. Perhatikan gambar dibawah ini:
Karena adanya trigger/pemicu dari gate tersebut, maka SCR menjadi aktif (on) dan mengalirkan gelombang listrik dari anoda ke katoda.
Karena aktifnya SCR tersebut, mengakibatkan kapasitor mengeluarkan arus yang cepat. Lalu arus tersebut menyalur ke kumparan primer/spul CDI untuk menghasilkan tegangan sekitar 100 - 400 volt sebagai tegangan induksi sendiri . Karena induksi diri dari lilitan primer tersebut, Terjadilah induksi dalam lilitan sekunder yang teganganan sebesar 15 KV - 20 KV. Tegangan tinggi tersebutlah yang mampu membakar bahan bakar oleh busi.
2.5 Asal Usul Sate
Sate adalah makanan yang terbuat dari potongan daging kecil-kecil yang di tusuk sedemikian rupa dengan tusukan lidi tulang daun kelapa atau bamboo kemudian dipangang menggunakan bara arang kayu. Sate disajikan dengan berbagai bumbu yang bergantung pada variasi resep sate. Daging yang dijadikan sate antara lain daging ayam, kambing, domba, sapi, kelinci, dan lain-lain .Sate diketahui dari jawa indonesia dan dapat ditemukan dimana saja di Indonesia dan telah dianggap sebagai salah satu masakan nasional. Sate juga populer di Negara – Negara asia tenggara lainya seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Sate juga populer di belanda yang pengaruhi masakan Indonesia yang dulu merupakan koloninya
Gambar 3.1 Cara memanggang Sate
Sate merupakan makanan yang sudah sangat populer di masyarakat Indonesia. Kuliner yang satu ini memiliki citarasa yang khas dengan wangi daging bakar yang dicampur dengan bumbu kacang atau bumbu kecap yang membuat penikmatnya menjadi ketagihan. Makanan ini sangat cocok di konsumsi dalam keadaaan hangat dengan nasi yang masih hangat pula. Sate merupakan makanan tinggi protein karena terbuat dari daging yang tidak mendapat campuran bahan lain yang bermaanfaat bagi kesehatan tubuh. Karena sudah terkenalnya kuliber ini maka hamper semua kalangan bisa menjadi target market dari usaha sate ini.Usaha makanan membuat para pelakunya memiliki keuntungan yang cukup besar yang bisa diraih sehingga banyak sekali pengusaha kuliner yang bertebaran di mana-mana. Banyak sekali pelaku usaha yang memili modal besar berlomba- lomba membuat usaha makanan demi untuk mendapatkan keuntungan dari berbisnis kuliner tersebut. Selain pengusaha dengan modal yang besar banyak juga pengusaha dengan modal sedikit mencoba membuat usaha kuliner. Jenis usaha yang saat ini dijadikan suatu alternatif yang banyak dijalankan oleh para pengusaha dengan modal yang tidak terlalu besar ini yaitu dengan membuat usaha kuliner meggunakan gerobak.
2.6 Cara Memulai Usaha Berdagang Sate
Beberapa cara untuk memulai usaha berdagang sate
1.Menjaga kualitas dan rasa dengan cara antara lain bumbunya yang lezat dan dagingnya yang empuk . Sate yang empuk secara tidak langsung dapat memperluas pangsa pasar, karena mulai anak-anak hingga orang dewasa dapat memakannya dengan mudah.
2.Lokasi yang ramai tidak selalu berpotensi sebagai tempat usaha sate. Pangsa pasar makanan ini bisa dibilang menengah ke atas. Penyebabnya harga satu porsi sate dianggap cukup mahal bagi sebagian orang. Lokasi dekat perkantoran, perumahan, pusat jajanan atau perbelanjaan merupakan beberapa contoh strategis tempat usaha sate.
3.Menjalin kerjasama dengan supplier juga sangat penting. Pada saat tertentu misalnya hari besar agama, harga daging kambing meningkat karena banyaknya permintaan. Menjalin kerjasama dengan rumah potong hewan atau peternak kambing akan meminimalisir resiko kekurangan bahan baku atau kenaikan harga yang terlalu tinggi.
Analisis Usaha Sate Ayam dan Kambing
Asumsi:
1. Masa pakau gerobak atau etalase, tenda, meja dan kursi, dan spanduk 3 tahun.
2. Masa pakai peralatan masak dan panggangan sate 2 tahun.
3. Masa pakai peralatan makan dan perlengkapan lain-lain 1 tahun.
a. Biaya Investasi
Gerobak atau etalase Rp 2.000.000,- Tenda Rp 200.000,- Meja dan kursi Rp 500.000,- Spanduk Rp 400.000,- Peralatan masak Rp 200.000,- Panggangan sate Rp 400.000,- Peralatan makan (piring, mangkuk, dan sendok) Rp 150.000,- Perlengkapan lain-lain (tempat bumu dan tempat tissue) Rp 100.000,- Total biaya investasi Rp 3.950.000,- Gerobak atau etalase Rp 2.000.000,- Tenda Rp 200.000,- Meja dan kursi Rp 500.000,- Spanduk Rp 400.000,- Peralatan masak Rp 200.000,- Panggangan sate Rp 400.000,- Peralatan makan (piring, mangkuk, dan sendok) Rp 150.000,- Perlengkapan lain-lain (tempat bumu dan tempat tissue) Rp 100.000,- Total biaya investasi Rp 3.950.000,-
2. Biaya Variabel Daging kambing, daging ayam, dan tulang (Rp 250.000,- x 30 hari) Rp 7.500.000,- Beras dan aneka bumbu (Rp 100.000,- x 30 hari) Rp 3.000.000,- Listrik Rp 60.000,- Transport Rp 150.000,- Total biaya variabel Rp 12.210.000,- Total biaya operasional Rp 12.838.700,-
c. Penerimaan per Bulan