Kebijakan Kemiskinan dan pengentasanya

11 pengambat kebijakan Dinas Sosial Kutai Timur dalam menyelesaikan masalah kemiskinan.

D. Manfaat Penelitian

1. Secara praksis, penelitian ini diharapkan bermanfaat secara pribadi bagi penyusun dan orang-orang lain yang memiliki kepentingan yang serupa sehingga lahir sebuah kesadaran baru yang mengenai pentingnya menyelesaikan persoalan kemiskinan didaerah. 2. Secara akademis, penelitian ini diharapkan menambah refensi ilmiah untuk kepentingan pengetahuan. Tidak terbatas pada mahasiswa saja namun terbuka kepada siapa saja yang memiliki concern pada isu-isu kemiskinan yang tentunya membutuhkan solusi yang tepat. Masukan ini juga diharapakan memberi tambahan solusi pada pemerintah Kutai Timur agar lebih maksimal lagi dalam menangani kemiskinan di Kutai Timur.

E. Definisi Konseptual

1. Kebijakan

Kebijakan dipandang sebagai serangkaian tindakankegiatan yang diusulkan seseorang, kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu. Kebijakan Publik merupakan suatu aturan-aturan yang dibuat oleh pemerintah dan merupakan bagian dari keputusan politik untuk mengatasi berbagai persoalan dan isu-isu yang ada dan berkembang di masyarakat. Kebijakan publik juga merupakan keputusan yang dibuat oleh pemerintah untuk melakukan pilihan tindakan tertentu untuk tidak melakukan 12 sesuatu maupun untuk melakukan tidakan tertentu. Dalam konteks ini kebijakan publik bisa dimaknai sebagai respon politik pemerintah terhadap beberapa fenomena sosial politik yang terjadi. Kebijakan publik merupakan sebuah pilihan rasional mengenai sebuah hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak masyarakat.

2. Kemiskinan dan pengentasanya

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll. Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:  Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.  Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup 13 masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.  Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna memadai di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:  Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;  Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;  Penyebab sub-budaya subcultural, yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;  Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;  Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial. Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan, namun di Amerika Serikat negara terkaya per kapita di dunia misalnya memiliki jutaan masyarakat yang diistilahkan sebagai pekerja miskin yaitu, orang yang tidak sejahtera atau rencana bantuan publik, namun masih gagal melewati atas garis kemiskinan. Tanggapan utama terhadap kemiskinan adalah: 14  Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan.  Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.  Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan.

F. Definisi Operasional