Kerangka Berpikir Hipotesis LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

33 Jadi jika ibu membeli 40 kg, maka beliau harus membayar Rp. 295.000,00.

B. Kerangka Berpikir

Pembelajaran merupakan upaya menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan siswa yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa. Berdasarkan teori diatas, salah satu model pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran berdasarkan masalah, yaitu suatu model pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik sehingga siswa dapat menyusun pengetahuannya sendiri, menumbuh- kembangkan keterampilan yang lebih tinggi dan inkuiri, memandirikan siswa, dan meningkatkan kepercayaan diri sendiri. Permasalahan autentik diartikan sebagai masalah kehidupan nyata yang ditemukan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran berdasarkan masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. Pembelajaran berdasarkan masalah bertujuan untuk a membantu siswa mengembangkan keterampilan berfikir dan keterampilan pemecahan masalah, b belajar peranan orang dewasa yang autentik, dan c menjadi pembelajar yang mandiri. Dalam kehidupan sehari-hari siswa sering dihadapkan oleh berbagai masalah. Oleh karena itu perlu sedini mungkin diajarkan kepada siswa untuk 34 menyelesaikan masalah dengan cara mengerjakan soal dalam bentuk cerita. Dengan demikian diharapkan siswa mampu mengambil keputusan dengan melalui proses yaitu mengumpulkan informasi yang relevan, menganalisis informasi, dan meneliti kembali hasil yang telah diperoleh. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari adalah masalah perekonomian diantaranya adalah masalah perdagangan dan perbankan sehingga siswa perlu memahami tentang permasalahan tersebut dengan lebih jelas.

C. Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini adalah: a. Pembelajaran berdasarkan masalah lebih efektif daripada pembelajaran dengan metode ekspositori. b. Kemampuan siswa dalam bekerjasama dan memecahkan masalah dapat ditumbuhkembangkan pada materi aritmatika sosial pada siswa kelas VII SMP 7 Semarang tahun pelajaran 2005 2006. 35

BAB III METODE PENELITIAN

Dokumen yang terkait

ANALISIS STRUKTUR HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH POKOK BAHASAN ARITMETIKA SOSIAL BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO DI KELAS VII SMP NEGERI 7 JEMBER

0 7 16

Keefektifan Pembelajaran Berdasarkan Masalah Terhadap Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Pada Materi Pokok Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Kelas X SMA Negeri 5 Surakarta Semeste

0 24 145

ANALISIS KESULITAN SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA ARITMATIKA SOSIAL Analisis Kesulitan Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Kartasura Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Aritmatika Sosial.

0 3 18

ANALISIS KESULITAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 KARTASURA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA ARITMATIKA SOSIAL Analisis Kesulitan Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Kartasura Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Aritmatika Sosial.

0 3 16

PENDAHULUAN Analisis Kesulitan Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Kartasura Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Aritmatika Sosial.

0 5 6

ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL BENTUK ALJABAR KELAS VII SMP Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Bentuk Aljabar Kelas VII SMP.

1 4 19

Keefektifan Pembelajaran Berdasarkan Masalah Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi Pokok Aljabar dan Aritmatika Sosial pada Siswa Kelas VII SMP 7 Semarang Tahun Pelajaran 2005/ 2006.

0 0 2

KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI POKOK ARITMATIKA SOSIAL BERDASARKAN GENDER KELAS VII SMP NEGRI 1 SUMBERGEMPOL Institutional Repository of IAIN Tulungagung

0 0 2

KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BERDASARKAN GAYA BELAJAR PADA MATERI PECAHAN DI SMP

0 1 9

Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Materi Aritmatika Sosial Kelas VII

0 0 8