Kegiatan Pengajaran Bahasa Jepang Di SMA Plus Al-Ghifari Bandung

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kuliah Kerja Lapangan

  Kuliah Kerja Lapangan (KKL) adalah suatu bentuk kegiatan yang memberikan pangalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup ditengah-tengah masyarakat yang mungkin ditemukan dikampus, sekaligus sebagai proses pembelajaran dan pengabdian mahasiswa dalam menerapkan dan memperdalam pengetahuan teori maupun praktek sesuai dengan program studi yang di ikutinya. kuliah kerja lapangan juga merupkan pembekalan pengalaman pratek bagi mahasiswa di samping kegiatan- kegiatan yang bersifat pengetahuan dan teoritis saja. Dengan adanya kuliah kerja lapangan mahasiswa akan memperoleh pengetahuan secara garis besar megenai lingkup kerja sesuai dengan program studi yang di jalani. Kuliah kerja lapangan ditujukan dengan maksud meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan pengembangan dan kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan dan teknologi.

  Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka banyak orang mempelajari bahasa asing. Banyak orang menyadari bahwa penguasaan bahasa asing penting untuk kelancaran penguasaan ilmu pengetahuan teknologi, sosial budaya, dan sebagainya. Selain mempelajari bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional, salah satu bahasa asing lain yang banyak diminati adalah bahasa Jepang.

  Dalam bahasa Jepang, penguasaan huruf sangat penting. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan membaca dan menulis dalam bahasa Jepang oleh seseorang. Sehingga dalam proses pengajaran bahasa Jepang belajar huruf perlu diperhatikan dengan seksama sebagai tahap awal pembelajaran.

  Keterampilan membaca dan menulis huruf hiragana dan katakana merupakan keterampilan yang pertama kali yang perlu diajarkan kepada siswa yang baru belajar bahasa Jepang. Kedua keterampilan ini sangat penting karena siswa selanjutnya dituntut dapat berbicara. Khususnya pengajaran bahasa Jepang di tingkat SMA, seperti SMA Plus Al-ghifari Bandung. Pengajar di SMA Plus Al-ghifari berjumlah 1 orang dan jumlah waktu yang tersedia untuk mengajarkan membaca dan menulis maupun berbicara dalam pembelajaran bahasa Jepang sangatlah terbatas, sehingga seorang pengajar harus menyusun metode pengajaran yang dapat mempermudah siswa dalam mempelajari bahasa Jepang. Dengan alasan tersebut, maka penulis memilih untuk melaksanakan kegiatan kuliah kerja lapangan dengan mengajar di SMA Plus Al-ghifari Bandung.

1.2 Tujuan Kuliah Kerja Lapangan

  Tujuan dari kuliah kerja lapangan ini adalah sebagai berikut : 1.

  Mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari kampus di tengah- tengah kehidupan masyarakat.

2. Mengembangkan wawasan dan pengetahuan secara langsung tentang dunia kerja yang sebenarnya.

3. Mengetahui bagaimana metode pengajaran yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Jepang di SMA.

1.3 Manfaat Kuliah Kerja Lapangan

  Adapun manfaat dari kuliah kerja lapangan ini adalah sebagai berikut : 1.

  Sekolah Sebagai bahan evaluasi untuk lebih meningkatkan mutu belajar dan memperhatikan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, khususnya dalam mata pelajaran bahasa Jepang.

  2. Penulis Dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana metode pengajaran yang digunakan dalam pembelajaran di SMA.

  3. Pihak Lain Diharapkan dapat berguna sebagai bahan perbandingan bagi pihak lain agar memotivasi diri untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam mempelajari berbahasa asing terutama bahasa Jepang.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Profil SMA Plus Al-ghifari Bandung

  SMA Plus Al-ghifari Bandung berdiri pada 5 Oktober 1994. SMA Plus Al-ghifari merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari lembaga lain yang ada dibawah naungan Yayasan Al-ghifari yaitu TK, SD, SMP, SMA Plus Al-ghifari, STMIK JABAR, dan Universitas Al-ghifari. SMA Plus Asl-Ghifari terletak di Jl. Cisaranten Kulon No. 140 kelurahan Cisaranten Kulon, kecamatan Arcamanik, Kota bandung.

  Kurang lebih 500 meter jarak dari jalan raya Seokarno Hatta ke lokasi sekolah.

  2.1.1 Visi SMA Plus A-ghifari Bandung

  SMA Plus Al-Ghifari sebagai sekolah Islam tauladan dan pilihan di Jawa Barat yang teguh berjuang mendidik remaja cerdas islami, berakhlaq qurani, bertanggung jawab dan mandiri, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi terapan, mampu hidup berguna bagi lingkungan masyarakat dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

  2.1.2 Misi SMA Plus Al-ghifari Bandung 1.

  Meningkatkan ketaqwaan kepada Alloh SWT, sehingga memiliki aqidah salimah, akhlak karimah, ibadah shalihah, akal yang cerdas dan jasad yang kuat.

2. Memberikan pelayanan secara professional, ramah kepada semua pihak.

  3. Menciptakan lingkungan yang mendukung terhadap peningkatan prestasi.

  4. Memberikan keteladanan untuk mendukun disiplin.

  5. Menunjukan kerjasama yang harmonis, efektif dan efisien.

  6. Mewujudkan sekolah yang kental spiritual.

  7. Meningkatkan kedisiplinan semua komponen sekolah.

  8. Memberdayakan guru dalam kegiatan MGMP di kota Bandung.

  9. Memberdayakan guru dalam kegiatan OSIS, DKM, KIR dan Olimpiade.

  10. Kerjasama dengan orang tua, masyarakat, pemerintah dan pengusaha.

  11. Mengintegrasikan kegiatan belajar mengajar dengan nilai-nilai yang terkandung dalam AL-Quran da As-Sunnah.

  12. Mewujudkan lingkungan sekolah yang asri, indah, sehat, aman dan kondusif.

  13. Mewujudkan kesejahteraan lahir batin di tataran guru dan siswa.

  2.1.3 Kurikulum SMA Plus Al-ghifari

  Materi pengajaran yang diberikan di SMA Plus Al-ghifari merupakan perpaduan antara kurikulum Nasional (KTSP) dan kurikulum ciri khas Islami Yayasan Al- ghifari. Dua muatan kurikulum ini diramu dan dikemas dengan baik untuk memenuhi dan memperhatikan kebutuhan siswa akan sains dan teknologi.

  2.1.4 Tujuan Pendidikan SMA Plus Al-ghifari 1.

  Mendidik para siswa untuk menjadi peserta didik yang memiliki aqidah yang benar, akhlaq yang terpuji/mulia, amaliah yang baik dan akal yang cerdas.

  2. Menyiapkan peserta didik memiliki kemampuan untuk melanjutkan kejenjang pendidikan tinggi.

  3. Menyiapkan peserta didik memiliki kemampuan membaca, menghafal, mentadaburi, dan mengamalkan al- qur’an dengan baik dan benar.

  4. Memiliki kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara professional.

2.1.5 Metode yang Digunakan Di SMA Plus Al-ghifari 1.

  Pembelajaran dilaksanakan secara klasik dan individual.

  2. Pembelajaran diberikan secara tertulis, hapalan dan praktek yang dibantu alat peraga.

  3. Pembelajaran diupayakan dalam suasana yang yaman dan ditunjang dengan perangkat multimedia.

  4. Pembelajaran dilakukan dengan halaqah (bentuk mentoring).

2.1.6 Waktu Belajar Di SMA Plus Al-ghifari

  Pembelajaran berlangsung dari hari senin sampai sabtu, pukul 06.45 sampai 14.30 WIB. Setiap hari shalat dhuhur berjama’ah serta diadakan kultum (Kuliah Tujuh Menit). Setiap hari jum’at pembinaan al-qur’an, pengembangan mentoring dan pembinaan spiritual.

2.1.7 Pengajar dan Staf SMA Plus Al-ghifari Bandung

  8. Ida Rosida, S.Pd Fisika

  14. Dra. Siti Rahayuningsih Sosiologi dan Sejarah

  13. Isnaeni Sholihat, S.S Bahasa Indonesia

  12. Dewi Premi Malinda, S.S Bahasa Inggris

  11. Teni Pursina, S.E Ekonomi dan PKN

  10. Saeroji, S.T Matematika

  9. Dra. Elis Djubaedah Biologi

  Pengajar di SMA Al-ghifari berjumlah 23 orang termasuk kepala sekolah dan karyawan tata usaha berjumlah 3 orang, sedangkan penjaga sekolah berjumlah 2 orang. Berikut adalah daftar nama pengajar SMA Plus Al-ghifari Bandung.

  Tabel 2.1.7 Daftar Nama Pengajar SMA Plus Al-ghifari

  6. Drs. H. Usep Sopiyudin, M.Ag PAI dan BIBAQ

  5. Dra. Lia Suhliyaningsih Ekonomi dan Akuntansi

  4. Soraya Adhiyanti, S.Pd Kimia dan Kaji Latih

  3. Nurokhman, S.Pd PKN

  2. Enang Yusuf N. S.Pd.I PAI

  1. Drs. Badruddin PAI dan Tahfidz

  No. Nama Pengajar Mata Pelajaran

  7. Muthi Akbar, A.Md TIK

  15. Nandang Kunandang, S.Pd Penjas

  16. Wahyudin, S.Pd.I BIBAQ dan Aqidah Akhlaq

  17. Arief, S.Pd Geografi

  18. Jajat Sudrajat, S.Sn Seni Budaya

  19. Asep Tatang Tahfidz Al- qur’an

  20. Ramdan Juniarsyah Bahasa Arab

  21. Adi Rahmat Bahasa Sunda

  22. Hartono, S.S Bahasa Inggris

  23. Dra. Hj. Netty Nurjannati B. Bahasa Jepang

2.1.8 Daftar Mata Pelajaran

  Tabel 2.1.8 Daftar Mata Pelajaran

  Pendidikan Agama Islam Sejarah PLH Pendidikan Kewarganegaraan Geografi Bahasa Jepang Bahasa Indonesia Sosiologi Bahasa Sunda Bahasa Inggris Ekonomi Bahasa Arab Matematika Akutansi Tahfidz Fisika Penjaskes BIBAQ Biologi TIK Aqidah Akhlaq Kimia Seni Budaya Mentoring

2.1.9 Pengajaran Bahasa Jepang di SMA Plus Al-ghifari Bandung

  Bahasa Jepang diajarkan di SMA Plus Al-ghifari pada tahun 2000. Pada saat itu tenaga pengajar bahasa Jepang berjumlah 2 orang, tetapi salah satu dari pengajar hanya mengajar di ekstrakulikuler saja. Jadi bahasa Jepang diajarkan oleh 1 orang pengajar dan itupun hanya diajarkan di kelas XII saja. Tahun 2010 pengajar bahasa Jepang menjadi 1 orang dan bahasa Jepang juga mulai diajarkan di kelas X, XI, dan XII.

  2.2 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

  Kegiatan kuliah kerja lapangan dilaksanakan selama 2 bulan, mulai dari tanggal

  19 Juli

  • – 29 September 2011. Kegiatan kuliah kerja lapangan ini dilakukan 2 kali pertemuan dalam satu minggu, yaitu setiap hari rabu dan kamis. Kegiatan kuliah kerja lapangan ini dimulai pukul 08.30 – 14.30 WIB.

  2.3 Bidang Pekerjaan

  Bidang pekerjaan yang penulis tekuni adalah mengajar bahasa Jepang. Pada saat pelaksanaan kegiatan kuliah kerja lapangan penulis mengajar bahasa Jepang di kelas X, XI IPA/IPS, dan XII IPA/IPS. Karena pada saat itu KBM baru memasuki tahun ajaran baru, maka materi yang diajarkan masih dasar.

  2.4 Uraian Kegiatan

  Kegiatan belajar mengajar di SMA Plus Al-ghifari Bandung dilakukan sebanyak 9 kali pertemuan selama 2 bulan, karena pada saat itu kegiatan belajar mengajar mengajar dilakukan penulis diberi pengarahan oleh guru pembimbing tentang metode pengajaran.

2.4.1 Persiapan Pengajaran

  Adapun hal-hal yang harus dipersiapkan ketika akan mengajar, yaitu : 1.

  Membuat silabus untuk pedoman pengembangan rencana pelaksanaan.

  2. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus.

  3. Menyiapkan materi yang akan diajarkan.

  4. Menyiapkan media yang akan digunakan dalam pembelajaran untuk memudahkan proses pembelajaran.

2.4.2 Materi Pengajaran

  Pada saat mengajar materi yang diajakan selama kegiatan kuliah kerja lapangan di SMA Plus Al-ghifari, yaitu : Materi yang diajarkan di kelas X yaitu tentang aisatsu,

  

tatte kudasai, hajimemashite, denwa-bangô, nihon-go de nan desu ka, dan Tono-san

no enpitsu desu ka. Sedangkan materi yang diajarkan di XI IPA/IPS dan XII IPA/IPS

  yaitu uchi ni terebi ga arimasu ka, Maria-san no heya, asa nani o shimasu ka, nan-ji

  

ni okimasu ka, dan asa-gohan. Materi-materi tersebut diambil dari buku pelajaran

  bahasa Jepang yang berjudul “SAKURA” terbitan Japan Foundation dan Ditjen

  Manajemen Dikdasmen Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang telah disesuaikan dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).

2.4.3 Metode Pengajaran

  Metode yang digunakan dalam pengajaran bahasa Jepang di SMA Plus Al-ghifari, yaitu : ceramah dan tanya Jawab.

  TM : Mendengarkan wacana lisan.

  • Mengulangi/menirukan kata/frase/kalimat dengan lafal dan intonasi yang
  • tepat.
  • dalam situasi sebenarnya.

  Menerapkan kata/frase/kalimat dalam tanya jawab dengan lafal dan yang tepat

  TT : Menjawab secara lisan mengenai isi wacana dengan tepat.

  • Tanya-jawab sesuai konteks.
  • KMTT :
  • 2.4.4 Media Pengajaran

  Membuat laporan kelompok

  Media yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Jepang di SMA Plus Al- mempermudah siswa mempelajari kosakata dan huruf-huruf dalam bahasa Jepang. Kosakata yang terdapat didalam kartu ditulis dengan huruf hiragana, romaji, dan arti dari kosakata yang tertulis dikartu. Tujuannya adalah agar siswa dapat membaca dan menghafal huruf-huruf hiragana.

  2.4.5 Kendala dalam Pengajaran

  Kendala yang penulis hadapi pada saat pembelajaran adalah siswa sulit untuk menulis huruf hiragana. Hal itu diketahui pada saat dilakukan tes tertulis. Dilihat dari hasil tes tersebut masih banyak kesalahan dalam penulisan huruf hiragana. Masih banyak siswa kelas XI dan XII yang mengalami kesulitan dalam menulis huruf hiragana. Hal itu disebabkan karena siswa jarang berlatih menulis huruf hiragana. Oleh karena itu, setiap pertemuan siswa ditugaskan menulis menggunakan huruf hiragana sesuai dengan pembahasan yang ada dalam materi yang diajarkan.

  2.4.6 Evaluasi

  Setiap pertemuan setelah kegiatan belajar mengajar diadakan evaluasi terhadap siswa, yaitu :

  1. Memberikan tugas rutin dengan mengerjakan latihan yang ada dalam materi yang telah dipelajari menggunakan huruf hiragana.

  2. Mengadakan tes lisan maupun tulisan kepada siswa.

  3. Tes yang menghasilkan nilai untuk siswa, seperti ujian harian dan ujian

BAB III PENUTUP

1.1 Kesimpulan

  Kuliah kerja lapangan dilaksanakan di SMA Plus Al-ghifari Bandung selama 2 bulan, mulai dari tanggal 19 Juli

  • – 29 September 2011. Bidang pekerjaan yang penulis tekuni adalah mengajar bahasa Jepang. Pada saat pelaksanaan kegiatan kuliah kerja lapangan penulis mengajar bahasa Jepang di kelas X, XI IPA/IPS, dan XII

  IPA/IPS. Materi-materi yang diajarkan di kelas X yaitu tentang aisatsu, tatte kudasai,

  

hajimemashite, denwa-bangô, nihon-go de nan desu ka, dan Tono-san no enpitsu

desu ka. Sedangkan materi yang diajarkan di XI IPA/IPS dan XII IPA/IPS yaitu uchi

ni terebi ga arimasu ka, Maria-san no heya, dan asa nani o shimasu ka.

  Pada saat proses pembelajaran guru harus memotivasi siswa untuk belajar dan memperkenalkan secara garis besar lingkup materi dan target pembelajaran. Pertama guru mengusahakan supaya siswa dapat mengrti isi dari materi dengan melalui tanya jawab. Kemudian guru menerangkan kepada siswa tentang materi yang sedang dipelajari. Setelah guru menerangkan, siswa berlatih agar dapat memahami makna, bentuk, dan cara pemakain dari kosakata dan pola kalimat dalam bahasa Jepang.

  Selain itu siswa dapat mengingat dan menyebutkan kata-kata dalam bahasa Jepang dengan benar.

1.2 Saran

  Dalam proses pembelajaran sebaiknya menggunakan media pembelajaran yang dapat memudahkan siswa khususnya dalam mempelajari bahasa Jepang. Dan buku panduan pembelajarannya pun jangan hanya mengacu pada satu buku saja. Dalam mempelajari bahasa khususnya bahasa Jepang harus banyak berlatih. Supaya apa yang telah dipelajari tidak lupa.

  

KEGIATAN PENGAJARAN BAHASA JEPANG

DI SMA PLUS AL-GHIFARI BANDUNG

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN

  Ditujukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kuliah Kerja Lapangan Disusun oleh :

  

FITRI APRIYANTI

63808006

PROGRAM STUDI SASTRA JEPANG

DAFTAR PUSTAKA

  Buku : Lusiana, Evi. 2009. Buku Pelajaran 1 さくら: Jakarta. The Japan Foundation dan Direktorat Pembinaan SMA.

  Lusiana, Evi. 2009. Buku Pelajaran 1 さくら: Jakarta. The Japan Foundation dan Direktorat Pembinaan SMA.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Nama Lengkap : Fitri Apriyanti NIM : 63808006 TTL : Bandung, 28 April 1990 Alamat : Jl. Cidurian Utara No.261 Bandung Fakultas : Sastra Program Studi : Sastra Jepang S1 Perguruan Tinggi : Universitas Komputer Indonesia

  Pendidikan Formal

  1996 : SDN Sekejati III Bandung

  • – 2002 2002 : SMPN 37 Bandung – 2005 2005 : SMA PLUS Al-Ghifari Bandung – 2008 2008 : Sastra Jepang Universitas Komputer Indonesia

KATA PENGANTAR

  Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Pengasih, karena telah memberikan ridho serta hidayahnya kepada penulis sehingga dapat melaksanakan kuliah kerja lapangan (KKL) dan menyusun laporannya hingga selesai. Kuliah kerja lapangan ini merupakan tugas yang harus dilaksanakan mahasiswa jurusan Sastra Jepang, sebagai salah satu syarat untuk mendapat gelar sarjana di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung. Penulis berusaha memenuhi syarat tersebut dengan melaksanakan KKL di SMA Plus Al-ghifari Bandung.

  Dengan mengajar bahasa Jepang selama 2 bulan banyak hal yang penulis dapatkan. Teori yang diperoleh dibangku kuliah dapat diaplikasikan di lapangan, serta banyak pengalaman yang penulis dapatkan selama kuliah kerja lapangan. Dalam proses penyusunan hingga terwujudnya laporan ini, penulis banyak memperoleh dukungan, motivasi, perhatian, semangat dan bantuan dari pihak-pihak yang terlibat. Untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan banyak terimakasih terutama kepada :

  1. Bapak Prof. Dr. H. Moh. Tadjuddin, MA. selaku Dekan Fakultas Sastra Universitas Komputer Indonesia.

  2. Ibu Fenny Febrianty, SS, M.Pd. selaku Ketua Program Studi Sastra Jepang Universitas Komputer Indonesia.

  3. Ibu Pitri Haryanti, M.Pd. sebagai Dosen Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga dalam memberikan masukan-masukan, bimbingan, serta pengarahan dalam penyusunan laporan ini, sehingga laporan ini dapat diselesaikan.

  4. Ibu Dra. Hj. Netty Nurjannati B. sebagai Guru Pembimbing Praktek serta selaku guru bahasa Jepang yang telah membantu, memberi pengarahan dalam mengajar bahasa Jepang, dan membimbing selama pelaksanaan kegiatan KKL.

  5. Bapak Drs. Badruddin, selaku kepala sekolah SMA Plus Al-ghifari yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melaksanakan kegiatan KKL.

  6. Kedua orang tua tercinta, terimakasih atas do’a yang tak henti-hentinya untuk penulis, serta dukungan baik moril maupun materil yang memotivasi penulis untuk menyelesaikan laporan ini.

  7. Seluruh siswa SMA Plus Al-ghifari yang telah membantu dalam proses pembelajaran selama pelaksanaan KKL.

  8. Teman-teman yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terimakasih atas dukungan dan bantuanya.

  Bandung, November 2011 Penulis

  Fitri Apriyanti (63808006)

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

98 2930 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 746 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 645 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 419 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 574 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 964 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 879 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 533 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 787 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 952 23