UPAYA ORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN ANAK USIA KANAK-KANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA DI DESA BRONGKAL, PAGELARAN, KABUPATEN MALANG

UPAYA ORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN
ANAK USIA KANAK-KANAK
DI LINGKUNGAN KELUARGA DI DESA BRONGKAL, PAGELARAN,
KABUPATEN MALANG

SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Malang
Untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan Program
Sarjana Strata Satu (S-1)

Oleh:
NURULITA AGUSTINA
NIM. 08110024

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
FAKULTAS AGAMA ISLAM
JURUSAN TARBIYAH
2013

i

Halaman Persetujuan
UPAYA ORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN
ANAK USIA KANAK-KANAK
DI LINGKUNGAN KELUARGA DI DESA BRONGKAL, PAGELARAN,
KABUPATEN MALANG

SKRIPSI

Oleh:
NURULITA AGUSTINA
NIM 08110024

Disetujui Oleh

Dosen Pembimbing

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. HN Taufiq, M.Ag.

Drs. Sunarto, M.Ag

ii

HALAMAN PENGESAHAN
SKRIPSI

Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Agama Islam
Universitas Muhammadiyah Malang dan diterima untuk memenuhi syarat guna
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.PdI)

Pada Tanggal
Dewan Penguji Tanda Tangan
Dewan Penguji

Tanda Tangan

1. Drs. HN Taufiq, M.Ag.

(......................)

2. Drs. Sunarto, M.Ag.

(......................)

3. Drs. M. Nurul Humaidi, M.Ag

(......................)

4. Nur Afifah Khurin Maknin, S.PdI, M.Kes

(......................)

Mengesahkan
Fakultas Agama Islam
Dekan,

Drs. Sunarto, M.Ag

iii

MOTO
        
          
  
“Hai orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat
malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa
yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan (At Tahrim: 6)

iv

PERSEMBAHAN
Karya ini kupersembahkan kepada:
1. Allah SWT dengan segala rahmat dan hidayah-Nya
2. Keluarga, Bapak dan Ibu terima kasih, Saudara
kembar Nuraini Agustini
3. Teman-teman tercinta keluarga besar Tarbiyah 2008

v

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama

: Nurulita Agustina

NIM

: 08110024

Tempat/ Tanggal Lahir

: Malang, 22 Agustus 1989

Fakultas/ Jurusan

: Agama Islam/ Tarbiyah

Menyatakan bahwa Tugas Akhir/ Skripsi dengan judul:
“Upaya Orang Tua Dalam Pembelajaran Al-Qur’an
Anak Usia Kanak-Kanak Di Lingkungan Keluarga
Di Desa Brongkal, Pagelaran, Kabupaten Malang”
adalah bukan merupakan karya tulis orang lain, baik sebagian maupun
keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah kami sebutkan sumbernya.
Demikian surat pernyataan ini kami buat sebenar-benarnya dan apabila pernyataan
ini tidak benar, kami bersedia mendapat sanksi akademis.

Malang, 24 Januari 2013
Mahasisiswa Ybs,

Nurulita Agustina

vi

ABSTRAK

Upaya Orang Tua Dalam Pembelajaran Al-Qur’an Anak Usia Kanak-kanak Di
Lingkungan Keluarga Di Desa Brongkal, Pagelaran Kabupaten Malang; Nurulita
Agustina; 08110024; Jurusan Tarbiyah FAI UMM.
Kata Kunci:
Upaya Orang Tua, Pembelajaran Al-Qur’an, Anak Usia Kanak-kanak
Penelitian ini dilatar belakang oleh mengingat pentingnya Al-Qur’an dalam
kehidupan manusia, maka pembelajaran Al-Qur’an dan pengamalanya adalah
suatu keharusan bagi seorang muslim. Dan pembelajaran Al-Qur’an tersebut akan
baik jika diberikan semenjak anak masih berusia dini. Akan tetapi dewasa ini
banyak anak yang tidak dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Atas
dasar inilah penelitian di laksanakan di lingkungan keluarga di desa Brongkal
kecamatan Pagelaran kabupaten Malang. Dua yang menjadi rumusan maslah
dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana upaya orang tua dalam pembelajaran
Al-Qur’an anak usia kanak-kanak di lingkungan keluarga di desa Brongkal,
Pagelaran, kabupaten Malang?, 2) Apa kendala dan solusi orang tua dalam
pembelajaran Al-Qur’an anak usia kanak-kanak di lingkungan keuaraga di desa
Brongkal, Pagelaran, kabupaten Malang?
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana Upaya
Orang tua dalam Pembelajaran Al-Qur’an Di Lingkungan Keluarga Di Desa
Brongkal, Pagelaran, Kabupaten Malang dan tidak hanya itu saja melainkan ingin
mengetahui juga kendala-kendala dan solusi dari orang tua dalam pembelajaran
Al-Qur’an di lingkungan keluarga di desa Brongkal, Pagelaran, kabupaten
Malang.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus . Dengan demikian data yang
digunakan berasal dari observasi, wawancara. Adapun tahapan analisa data yang
digunakan adalah tahapan penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini adalah upaya orang tua dalam pembelajaran AlQur’an anak usia kanak-kanak di lingkungan keluarga di desa Brongkal,
Pagelaran, kabupaten Malang yang secara langsung dapat diamati oleh peneliti.
Diketahui bahwa di lingkungan keluarga di desa Brongkal tersebut gigih dalam
pembelajaran Al-Qur’an. Tetutama orang tua yang mempunyai anak yang masih
berusia kanak-kanak, mereka tidak hanya menitipkan anaknya kepada lembaga
TPQ saja, melainkan mereka juga memberikan pembelajaran Al-Qur’an kepada
anaknya ketika di rumah.

vii

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami mampu menyelesaikan tugas akhir kuliah inin dengan
kemampuan yang terbatas yang dimiliki. Shalawat serta salam kami
persembahkan kepada Rasulullah SAW selaku suri taulan dan pembimbing bagi
seluruh manusia dalam perjalan hidupnya agar menjadi manusia beriman dan
bertaqwa kepada Maha Pencipta yaitu Allah SWT.
Penulisan skripsi dengan judul “UPAYA ORANG TUA DALAM
PEMBELAJARAN
LINGKUNGAN

AL-QUR’AN

KELUARGA

DI

ANAK
DESA

USIA

KANAK-KANAK

BRONGKAL,

DI

PAGELARAN,

KABUPATEN MALANG”, adalah bentuk rangkaian tugas akhir yang dilakukan
kami selama mengikuti masa perkuliahan di Jurusan Tarbiyah Fakultas Agama
Islam Universitas Muhammadiyah malang.
Sebagai manusia yang mempunyai kekurangan dan banyak membutuhkan
bantuan sesama, maka patut kami ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang
terkait diantaranya adalah
1. Drs. Muhajir Effendy, M.AP selaku Rektor Universitas Muhammadiyah
Malang serta para pembantu Rektor I, II dan III.
2. Drs.Sunarto, M.Ag selaku Dekan Fakultas Agama Islam dan pembimbing
dalam menyelesaikan skripsi. Terima kasih atas segala perhatian, motivasi,
bimbingan dan arahan yang engkau berikan kepada kami.
3. Para pembantu Dekan Fakultas Agama Islam I, II dan III, yaitu: Dra.
Romlah, M.Ag., Drs. Faridi, M.Si., dan Drs. M. Syarif, M.Ag. yang tidak
henti memberikan dorongan, bantuan dan bimbingan.
viii

4. Dra. H. N. Taufik, M.Ag. selaku Ketua Jurusan Tarbiyah dan pembimbing
dalam menyelesaikan skripsi yang tidak pernah lelah mencurahkan
segenap perhatian dan bimbingannya kepada kami.
5. Keluarga besar kami yakni Bapak dan Ibu yang telah mendukung secara
moril maupun materi. Sodara kembar saya yang tidak bosan-bosannya
memberikan motivasi dan memberikan masukan untuk perbaikan skripsi
6. Kepada Kepala desa Brongkal yang telah memberikan izin untuk
penelitian di desa Brongkal.
7. Kepada Teman-teman Tarbiyah 2008 (Irul, Yoni, Hana, Yanti, Lia, Sidah,
Kembar, Okta, Vita, Ayu, Jun, Hasyim, Muin, Lutfi, Didit, Suluh, Ahmad,
Kifli, Afla, Amir, Sulis, Anjar dan Nasir) yang telah member motivasi dan
masukan dalam penyelesaian skripsi
8. Kepada seluruh pihak yang terkait, baik atas nama perorangan atau
lembaga yang turut serta membantu kelancaran penulisan skripsi kami.
Kami menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan. Oleh karena
itu kami mengucapkan terima kasih atas saran dan kritik yang diberikan dengan
tujuan perbaikan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan
dicatat sebagai amal kebajikan dihadapan Allah SWT.

Malang, 24 Januari 2013
Penulis

Nurulita Agustina

ix

DAFTAR ISI
LEMBAR JUDUL

i

LEMBAR PERSETUJUAN

ii

LEMBAR PENGESAHAN

iii

MOTO

iv

PERSEMBAHAN

v

SURAT PERNYATAAN

vi

ABSTRAK

vii

KATA PENGANTAR

viii

DAFTAR ISI

x

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Balakang Masalah

1

B. Rumusan Masalah

6

C. Tujuan Penelitian

6

D. Manfaat Penelitian

7

E. Batasan Istilah

7

F. Sistematika Penulisan

8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pembelajarn Al-Qur’an

10

B. Anak Usia Kanak-Kanak

15

C. Pembelajaran Al-Qur’an Anak Usia Kanak-Kanak

17

D. Upaya OrangtuaDalam Pembelajaran Al-Qur’an
Anak Usia Kanak-kanak

20

E. Lingkungan Keluarga

23

F. Dasar Hukum Tentang Kewajiban Orang Tua Dalam
Pembelajaran Al-Qur’an Pada Anak-anaknya
x

26

G. Pentingnya Orang Tua Dalam Memberikan Pembelajaran Al-Qur’an
Pada Anak

27

BAB III METODE PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian

29

B. Metode Pengumpulan Data

30

C. Informan

31

D. Lokasi

32

E. Teknik Analisis Data

32

BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Latar Belakang Objek Penelitian

33

B. Penyajian dan Analisis Data

35

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan

43

B. Saran-saran

44

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
A. Profil Keluarga

xi

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT
kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat yang tiada taranya bagi
alam semesta. Allah menurunkan kitab-Nya yang kekal agar dibaca oleh
lidah-lidah mereka, didengar oleh telinga-telinga mereka, ditadaburi oleh akal
mereka dan menjadi ketenangan di hati mereka.1.Selain itu Al-Qur’an juga
sebagai pedoman hidup manusia sebagaimana firman Allah dalam QS AlIsro’ ayat 9

         

      

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan)
yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang
Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala
yang besat”2
Mengingat begitu pentingnya Al-Qur’an bagi kehidupan manusia, maka
pembelajaran Al-Qur’an dan pengamalannya adalah suatu keharusan bagi
seorang muslim. Wendi Zarman mengemukakan bahwa dengan membaca dan
menghafal Al-Qur’an sama artinya dengan berinteraksi dengan Allah. Oleh
sebab itu semakin erat hubungan kita dengan Al-Qur’an, maka semakin erat

1
2

Yusuf Qardhawi, Berinteraksi Dengan Al-Qur’an (Bandung: Mizan, 1998), hal. 175.
QS. Al-Isro’ [17]: 9.

1

pula hubungan kita dengan Allah. Kekuatan hubungan kita dengan Allah
merupakan kunci keberkahan hidup.3
Dewasa ini terdapat perkembangan lain yang cukup menjadi kabar
gembira, terutama bagi orang tua yang menginginkan anaknya menjadi
generasi Qur’ani. Diberbagai daerah terdapat lembaga Pendidikan Islam yang
menyediakan porsi cukup banyak untuk pelajaran keagamaannya termasuk
pembelajaran Al-Qur’an bahkan hafalan Al-Qur’an sebagai program
unggulan mereka. Misalnya Pondok Darul Qur’an milik Ustadz Yusuf
Mansur, Pondok Krapayak milik Kyai Munawir yang diharapkan lembagalembaga pendidikan semacam itu semakin banyak di era globalisasli ini, agar
generasi penerus yang akan datang menjadi generasi Qur’ani.
Seandainya lembaga pendidikan yang dapat jumpai hanya menyediakan
porsi yang tidak banyak dalam pembelajaran Al-Qur’an, maka orang tua
seharusnya mencari alternative lain yang terbaik misalnya mendatangkan
guru ke rumah dan jika memang orang tua dapat mengajarkan sendiri,
sebaiknya orang tua sendiri yang memberikan pembelajaran Al-Qur’an.
Orang tua berkewajiban dalam mendidik dan membimbing anaknya dengan
baik. Akan tetapi yang menjadi permasalahannya, tidak semua orang tua
paham mengenai pendidikan anak. Kenyataan yang terjadi di kalangan
masyarakat, banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya bukan karena
ingin anaknya menjadi orang yang taat kepada agama melainkan hanya
karena ingin anaknya mendapat gelar yang tinggi dan bisa medapatkan
pekerjaan dengan mudah. Saat ini banyak anak-anak, bahkan orang dewasa
3

Wendi Zarman, Ternyata Mendidik Anak Cara Rasulullah itu Mudah & Lebih Efektif
(Bandung: Penerbit Ruang Kata imprint Kawan Pustaka, 2011), hal. 137

2

yang tidak bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Terbukti di
sebuah sekolah swasta tingkat SMA di daerah Malang, di sekolah tersebut
banyak siswa yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar,
bahkan masih tingkatan Iqro’, buktinya masih banyak anak yang
membacanya tidak menggunakan tajwid. Hal ini bisa dikarenakan kurangnya
kesadaran dari masyarakat, khususnya orang tua sebagai pendidik yang
mempunyai tanggung jawab untuk memelihara, mendidik dan membimbing
anaknya dengan baik. Bahkan saat ini pekerjaan dijadikan orang tua sebagai
alasan tidak dapat mendidik anaknya di rumah. Dan mereka hanya
menyerahkan masalah pendidikan agama anak pada lembaga sekolah tanpa
adanya pengecekan dari orang tua. Padahal orang tua adalah pendidik
pertama dan utama bagi anak. Bambang Syamsul Arifin mengemukakan
bahwa orang tua merupakan pendidik kodrati. Mereka pendidik bagi anakanaknya karena secara kodrati mereka (ibu dan bapak) diberikan anugrah oleh
Allah sang Pencipta berupa naluri orang tua. Naluri ini timbullah rasa kasih
saying para orang tua kepada anak-anaknya, sehingga secara moral keduanya
merasa terkena beban dan tanggung jawab untuk memelihara, melindungi dan
membimbing keturunan mereka.4
Anak merupakan amanat dari Allah SWT kepada orang tua. Karena
bersifat amanat, maka orang tua bertanggung jawab atas pelaksanaan amanat
tersebut. Orang tua bertanggung jawab untuk merawat dan mendidik anak,
maka jika ada kesalahan dalam mendidik anak, berarti belum sepenuhnya
orang tua menjalankan amanat yang telah diberikan Allah SWT kepadanya.

4

Bambang Syamsul Arifin, Psikologi Agama (Bandung: Pustaka Setia, 2008), hal. 55.

3

Dalam hal ini Amirah mengemukakan bahwa sebagai orang tua harus
bertanggung jawab. Mengenai hal ini Allah SWT berfirman:
“Hai orang orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu
dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak
mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada
mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”5
Ayat tersebut menerangkan tentang kewajiban orang tua untuk
memperhatikan masa depan keluarganya, yaitu masa depan di akhirat.
Mereka wajib mendidik anaknya agar tidak menjadi ahli neraka. Inilah yang
dimaksud dengan amanah yang diberikan Allah kepada para orang tua. Oleh
sebab itu, orang tua mempunyai tugas untuk mendidik anaknya, khususnya
pendidikan agama.
Muhaimin mengutip dari Zakiah Daradjat bahwa perkembangan agama
anak sangat ditentukan oleh pendidikan dan pengalaman yang dilaluinya,
terutama pada masa pertumbuhan yang pertama (masa anak) umur 0-12
tahun. Masa ini merupakan masa yang sangat menentukan bagi pertumbuhan
dan perkembangan agama anak untuk masa berikutnya. Dalam hal ini yang
paling berperan adalah orang tua dalam keluarga. Oleh sebab itu, anak yang
tidak pernah mendapat pendidikan agama dan tidak pula mempunyai
pengalaman keagamaan, maka setelah dewasa mereka akan cenderung kepada
sikap negatif terhadap agama, demikian sebaliknya.6
Proses pendidikan agama akan lebih tepat diberikan kepada anak
semenjak mereka usia dini karena pertumbuhan anak usia dini sangat penting
dan menentukan keberhasilan dalam pendidikan agama anak. Pendidikan
5

QS. At- Tahrim [66]:6.
Muhaimin, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2003), hal. 292.
6

4

yang terbentuk pada anak usia dini akan mempengaruhi kecerdasan dan
kepribadiannya untuk kehidupan selanjutnya. Maka pendidikan usia dini
sangat penting.
Hassan Syamsi Basya, mengemukakan bahwa ajaran agama yang
ditumbuhkan sejak dini dan dipraktekkan sehari hari niscaya akan
menumbuhkan keagamaan yang kokoh pada diri anak. Namun keagamaan
tersebut bisa runtuh sewaktu waktu jika tidak di jaga dengan seksama.7
Seperti halnya dengan belajar Al-Qur’an, belajar Al-Qur’an juga harus
dipelajari dari sejak usia dini.
“Umar Hasym mengemukakan bahwa belajar mengaji, membaca dan
menulis Al-Qur’an memang harus dimulai sejak kecil. Kefasihan dan lafadl
Arab dan bacaan Al-Qur’an pada umumnya terbiasakan sejak usia dini.”8
Oleh sebab itu orang tua mempunyai peran penting dalam pembelajaran AlQur’an dan perlu disadari hal ini adalah hal yang sangat penting bagi keluarga
muslim yang mempunyai anak.
Mengingat betapa pentingnya pembelajaran Al-Qur’an pada umat
manusia, maka sudah seharusnya para orang tua berusaha agar anak mendapat
pembelajaran Al-Qur’an ketika mereka masih kanak-kanak. Misalnya belajar
membaca Al Qur’an, menghafal surat-surat pendek dan menulis huruf
hijaiyah, seperti apa yang ada di Desa Brongkal, kecamatan Pagelaran,
kabupaten Malang. Di desa Brongkal ini termasuk desa yang dikenal
warganya religius dan yang paling menonjol adalah kegigihanya dalam
belajar Al-Qur’an. Terbukti mayoritas di desa tersebut pandai dalam
7

Hassan Syamsi Basya, Mendidik Anak Zaman Kita (Jakarta: 2011), hal. 235.
Umar Hasym, Anak Soleh (Cara Mendidik Anak dalam Islam), (Surabaya: PT Bina
Ilmu, 1983), hal. 105.
8

5

membaca Al-Qur’an. Desa Brongkal tersebut juga banyak anak-anak yang
pandai mengaji dan juga lancar hafalan surat-surat pendeknya. Berangkat dari
fenomena di atas penulis ingin mengetahui peranan orang tua dalam
pembelajaran Al-Qur’an bagi anak usia pra sekolah yang ada di keluarga,
maka penulis mengambil judul Peranan Orang Tua Dalam Pembelajaran
Al-Qur’an Anak Usia Kanak-Kanak Di Keluarga Muslim Di Desa
Brongkal, Pagelaran, Kabupaten Malang
B. Rumusan Masalah
Berawal dari latar belakang yang dipaparkan di atas, maka
permasalahan yang diungkapkan dapat dirumuskan sebagai berikut.
1. Bagaimana upaya orang tua dalam pembelajaran Al-Qur’an anak usia
kanak-kanak di lingkungan keluarga di desa Brongkal, Pagelaran,
kabupaten Malang.
2. Apa kendala dan solusi orang tua dalam pembelajaran Al-Qur’an anak usia
kanak-kanak di lingkungan keluarga di desa Brongkal, Pagelaran,
kabupaten Malang?
C. Tujuan Penelitian
1. Guna mendeskripsikan bagaimana upaya orang tua dalam pembelajaran
Al-Qur’an anak usia kanak-kanak di lingkungan keluarga di desa
Brongkal, Pagelaran, kabupaten Malang.
2. Guna Mengidentifikasi kendala dan solusi orang tua dalam pembelajaran
Al-Qur’an anak usia kanak-kanak di lingkungan keluarga di desa Brongkal
kecamatan Pagelaran kabupaten Malang.

6

D. Manfaat Penelitian
1. Guna memberikan masukan bagi penulis sendiri untuk mengetahui
bagaimana upaya orang tua dalam memberikan pembelajaran Al-Qur’an.
2. Guna memberikan masukan kepada para pendidik khususnya para orang
tua dalam memberikan pembelajan Al-Qur’an teutama anak usia kanakkanak
E. Batasan Masalah
Agar tidak terjadi kesimpang siuran pembahasan skripsi ini, karena
mengingat keterbatasan waktu, dana, tenaga serta pengalaman, maka penulis
membatasi pembahasan mengenai peranan orang tua dalam pembelajaran AlQur’an anak usia kanak-kanak di keluarga di desa Brongkal, Pagelaran,
kabupaten Malang sebagai berikut:
1. Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak, di lingkungan
keluarga pertama-tama anak mendapatkan pendidikan.9 Keluarga yang
akan peneliti bahas dalam penelitian ini adalah keluarga muslim yang ada
di desa Brongkal, kecamatan Pagelaran kabupaten Malang.
2. Anak Usia Kanak-kanak
Anak usia kanak-kanak merupakan anak yang usianya sekitar 3-6 tahun.
Anak yang akan diteliti disini anak usia 3-6 tahun (kanak-kanak)

9

Nur Ahid, Pendidik Keluarga dalam Perspektif Islam (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2010), hal. Vi.

7

3. Pembelajaran Al-Qur’an
“Pembelajaran mempunyai pengertian sebagai proses atau perbuatan yang
menjadikan makhluk hidup itu belajar.”10Pembelajaran Al-Qur’an disini
meliputi membaca dan menghafal surat-surat pendek
F. Sistematika Penulisan
Bab I

:Pendahuluan, dalam bab ini penulis akan mendeskripsikan
secara umum tentang skripsi ini, yang di mulai dari latar
belakang

masalah,

manfaatnya

dan

rumasan
yang

masalah,

terakhir

adalah

tujuan

dan

sistematika

pembahasan.
Bab II

:Tinjauan pustaka dimaksudkan untuk memeberikan pra
wacana sebelum masuk dalam pembahsan utama yakni
upaya orang tua dalam pembelajaran Al-Qur’an anak di
lingkungan

keluarga

yang

dilihat

dari

pengertian

pembelajaran Al-Qur’an, tujuan pembelajarn Al-Qur’an,
metode pembelajaran Al-Qur’an, pengertian usia kanakkanak, batsan usia kanak-kanak, fase perkembangan anak
usia kanak-kanak,
Bab III

:Pada bab ini membahas tentang metode penelitian yang
akan digunakan dalam

penelitian ini. Sebagaimana

penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, maka
metode yang di gunakan mulai dari pengumpulan data
hingga pengolahan data adalah dengan metode yang lazim
10

Masykuri Bakri, Ouo Vadis Pendidikan Islam Klasik: Perspektif Intelektual Muslim
(Surabaya: Visipress Media, 2009), hal. 1.

8

digunakan

dalam

penelitian

kualitatif.

Maka

yang

digunakan adalah pendekatan penelitian, informan, metode
pengumpulan data, dan yang terakhir adalah metode
analisis data
Bab IV

:Bab ini membahas tentang hasil penelitian lapangan yang
akan menjadi inti dari skipsi

Bab V

:Bab ini membahas tentang kesimpulan yang berisi
kesimpulan umum dari hasil penelitian sekaligus saransaran dari penulis.

9

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

102 3158 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 792 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 703 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 458 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 610 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

53 1051 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

52 956 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 577 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 845 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 1040 23