Analisa Hukum Asuransi Kendaraan Bermotor (Menurut Kuh Dagang).


 

ANALISA HU
UKUM ASU
URANSI KENDARA
K
AN BERM
MOTOR
(MENUR
RUT KUH
H DAGANG
G)

SKRIPSI

Diajukan Untuk
k Melengka
api Tugas-T
Tugas dan
Mem
menuhi Syarrat-Syarat Untuk Memperoleh
Gelaar Sarjana Hukum

Oleh :

KRIISTON BOL
LIM SIRA
AIT
NIM
M

: 050200373

FAK
KULTAS HUKUM
H
TAS SUMA
ATERA UT
TARA
UNIVERSIT
MEDAN
N
2 0 11

 

 
Universitas Sumatera Utara


 

ABSTRAKSI

Penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis terhadap analisa
hukum asuransi kendaraan bermotor(menurut kuh dagang). Dalam penulisan skripsi ini
yang menjadi permasalahan adalah Sejumlah persyaratan untuk mengklaim asuransi
kendaraan yang hilang, apakah ada kemudahan, bagaimana pertanggungan asuransi
dalam hukum dagang dan Bagaimana analisa hukum asuransi kendaraan bermotor
menurut KUH Dagang.
Adapun metode penelitian dilakukan dengan pengambilan data, dan
pengumpulan data yang dilakukan dengan mencari informasi berdasarkan dokumendokumen maupun arsip perusahaan yang berkaitan dengan penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian penulis bahwa Pembagian dan pengaturan
tanggung jawab tersebut di atas oleh para pihak dalam perjanjian leasing harus
dilakukan berdasarkan atas itikad baik dan keadilan. Pelaksanaan tanggung jawab
asuransi kerugian oleh pihak PT bussan auto finance, tertanggung diwajibkan
membayar uang sebagai biaya administrasi, kemudian pihak PT bussan auto finance
mengambil alih risiko kerusakan yang dialami oleh tertanggung untuk diperbaiki
sebagai bentuk tanggung jawab oleh pihak penanggung. Prosedur dalam pengajuan
klaim ganti kerugian asuransi kendaraan bermotor roda 2 (dua) pihak tertanggung
secara langsung mengajukan klaim kepada pihak PT bussan auto finance. Pada saat
pengajuan tuntutan ganti kerugian, pihak tertanggung tidak boleh melampaui batas
waktu 12 (dua belas) bulan yang telah ditentukan dengan disertai dokumen pendukung
yang ditetapkan oleh pihak penanggung. Asuransi kendaraan bermotor sebagai lembaga
jaminan yang dipercayakan untuk pemberian jaminan perlindungan dirasakan semakin
penting, tetapi masih terdapat anggota masyarakat yang belum memahami peranan
Asuransi kendaraan bermotor dalam meringankan beban baik kepada korban
kecelakaan, lalulintas ataupun jaminan kendaraan bermotor itu sendiri.
Kata Kunci : asuransi kendaraan bermotor

 

 
Universitas Sumatera Utara


 

KATA PENGANTAR
Segala puji syukur penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha ESa atas kasih
dan berkat yang dilimpahkannya sehingga penulis dapat memulai, menjalani dan
mengakhiri masa perkuliahan serta dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sebaikbaiknya.
Adapun skripsi ini berjudul “Analisa Hukum Asuransi Kendaraan Bermotor
(Menurut Kuh Dagang)” yang merupakan alah satu syarat untuk menempuh ujian
Sarjana HUkum Universitas Sumatera Utara Medan.
Pada kesempataan ini, dengan ketulusan hati penulis mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Prof.Dr.dr. Syahril Pasaribu DTM & H., M.Sc (CTM), Sp.A (K) sebagai
Rektor Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH, MHum sebagai Dekan Fakultas Hukum
Universitas Sumatera Utara, karena sudah berusaha untuk memberikan perubahan
yang maksimalkan kepada fakultas dengan meningkatkan sarana dan prasarana
pendidikan di lingkungan kampus Fakultas Hukum USU.
3. Bapak Prof. Dr. Budiman Ginting, SH, MHum., sebagai Pembantu Dekan I yang
telah membantu para mahasiswa memenuhi segala kebutuhan akademik dan
administrasi.
4. Bapak Pembantu Dekan II Safrudin Hasibuan, SH, MHum, Dfm yang telah
membantu mahasiswa di pembayaran SPP dan sumbangan-sumbangan kegiatan
kampus.
5. Bapak Dr. Hasim Purba, SH, M.Hum sebagai Ketua Departemen Hukum Ekonomi
Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

 

 
Universitas Sumatera Utara


 

6. Bapak Ramli Siregar SH, M.Hum sebagai Dosen Pembimbing I yang telah
membimbing, mengkritisi, memberikan saran-saran dan mengarahkan penulis
sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini.
7. Ibu Aflah SH, M.Hum sebagai Dosen Pembimbing II yang telah menyetujui judul,
outline skripsi, membimbing, mengkritisi dan memberikan saran-saran yang
konstruktif serta mengarahkan penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini.
8. Para staf dosen Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara yang telah
memberikan ilmunya kepada penulis selama sepuluh semester.
9. Kedua Orangtua tersayang, papa Drs Edison Sirait dan mama Tinur Nurmaya Br.
Silalahi Amkeb. yang selalu memberikan perhatian, semangat, dan doa’nya. Terima
kasih.
10. Untuk teman-teman seperjuangan di Fakultas Hukum USU yang telah membantu
secara moril penulis selama beraktifitas di kampus maupun diluar kampus.
Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga apa yang telah kita lakukan
mendapat Rahmat dan Tuhan Yang maha Esa. Penulis memohon maaf kepada Bapak /
Ibu dosen pembimbing dan dosen penguji atas sikap dan kata yang tidak berkenan
selama penulisan skripsi ini. Akhirnya sembari mengucapkan puji syukur kepada Tuhan
atas Rahmad dan Karunia-Nya, penulis berharap tulisan ini dapat bermanfaat bagi ilmu
pengetahuan.
Medan,

September 2011

Penulis,

KRISTON BOLIM SIRAIT)

 

 
Universitas Sumatera Utara


 

DAFTAR ISI
ABSTRAK.................................................................................................................

i

KATA PENGANTAR...............................................................................................

ii

DAFTAR ISI……………………………. .......................................................... …

iv

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ...............................................................

1

B. Perumusan Masalah ......................................................................

6

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan .....................................................

6

D. Keaslian Penulisan .......................................................................

6

E. Tinjauan Kepustakaan ..................................................................

6

F. Metode Penelitian.........................................................................

13

G. Sistematika Penulisan ...................................................................

15

BAB II : TINJAUAN YURIDIS TERHADAP ASURANSI KENDARAAN
BERMOTOR

BAB III:

A. Pengertian Asuransi Kendaraan Bermotor……………………

17

B. Macam-macam resiko dalam asuransi kendaraan bermotor….

20

C. Perjanjian leasing kendaraan bermotor………………………

23

D. Proses Pengajuan dan Penyelesaian klaim asuransi kendaraan
Bermotor………………………………………………………

29

E. Berakhirnya Asuransi Kendaraan Bermotor…………………

35

PERTANGGUNGAN ASURANSI DALAM HUKUM DAGANG
A. Pengertian dan pengaturan pertanggungan asuransi……………

38

B. Jenis dan Macam pertanggungan asuransi……………………… 42
C. Premi dan Asuransi pertanggungan asuransi…………………… 43
D. Klaim pertanggungan atau asuransi…………………………….

 

48

 
Universitas Sumatera Utara


 

E. Dasar hukum mengenai asuransi Kendaraan bermotor ………… 52
BAB IV : ANALISA HUKUM ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR
MENURUT KUH DAGANG
A. Pemberian Ganti Rugi Terhadap Asuransi Kendaraan Bermotor
dalam kaitannya dengan KUHD……………………………….. . 61
B. Tanggung jawab hukum penyelesaian klaim asuransi kendaraan
Bermotor………………………………………………………… 70
BAB V :

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan....................................................................................... 77
B. Saran………………………………………………………………. 78

DAFTAR PUSTAKA

 

 
Universitas Sumatera Utara


 

ABSTRAKSI

Penulisan skripsi ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis terhadap analisa
hukum asuransi kendaraan bermotor(menurut kuh dagang). Dalam penulisan skripsi ini
yang menjadi permasalahan adalah Sejumlah persyaratan untuk mengklaim asuransi
kendaraan yang hilang, apakah ada kemudahan, bagaimana pertanggungan asuransi
dalam hukum dagang dan Bagaimana analisa hukum asuransi kendaraan bermotor
menurut KUH Dagang.
Adapun metode penelitian dilakukan dengan pengambilan data, dan
pengumpulan data yang dilakukan dengan mencari informasi berdasarkan dokumendokumen maupun arsip perusahaan yang berkaitan dengan penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian penulis bahwa Pembagian dan pengaturan
tanggung jawab tersebut di atas oleh para pihak dalam perjanjian leasing harus
dilakukan berdasarkan atas itikad baik dan keadilan. Pelaksanaan tanggung jawab
asuransi kerugian oleh pihak PT bussan auto finance, tertanggung diwajibkan
membayar uang sebagai biaya administrasi, kemudian pihak PT bussan auto finance
mengambil alih risiko kerusakan yang dialami oleh tertanggung untuk diperbaiki
sebagai bentuk tanggung jawab oleh pihak penanggung. Prosedur dalam pengajuan
klaim ganti kerugian asuransi kendaraan bermotor roda 2 (dua) pihak tertanggung
secara langsung mengajukan klaim kepada pihak PT bussan auto finance. Pada saat
pengajuan tuntutan ganti kerugian, pihak tertanggung tidak boleh melampaui batas
waktu 12 (dua belas) bulan yang telah ditentukan dengan disertai dokumen pendukung
yang ditetapkan oleh pihak penanggung. Asuransi kendaraan bermotor sebagai lembaga
jaminan yang dipercayakan untuk pemberian jaminan perlindungan dirasakan semakin
penting, tetapi masih terdapat anggota masyarakat yang belum memahami peranan
Asuransi kendaraan bermotor dalam meringankan beban baik kepada korban
kecelakaan, lalulintas ataupun jaminan kendaraan bermotor itu sendiri.
Kata Kunci : asuransi kendaraan bermotor

 

 
Universitas Sumatera Utara


 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dewasa ini teknologi di bidang industri pengangkutan baik darat, laut maupun
udara berkembang dengan pesat. Di Indonesia pun penggunaan hasil-hasil produksi
teknologi yang tinggi dibidang alat angkut pesat sekali, meskipun yang menikmati hasil
produksi tersebut baru sebhagian golongan masyarakat saaja. Produksi kendaraan
bermotor saat ini tidak terbilang jumlahnya disebabkan persaingan harga dan kualitas
kendaraan pribadi dan alat angkut penumpang umum, baikyang melalui darat, laut
maupun udara, dari tahun ke tahun semakin meningkat jumlahnya yang merupakan
dampak lain yang harus dipeerhitungkan dari segi ekonomi.
Karena itu, bermacam-macam perusahaan telah muncul, khususnya prusahan
yang berhubungan dengan kegiatan memberikan jaminan atau tangungan kepada
seseorang atau kepada suatu aset tertentu, karena standar suatu saat dapat ditimpa oleh
suatu kerugian atau peristiwa. Karena itu kita menyaksikan puluhan bahkan ratusan
perusahan asuransi di Indonesia menawarkan jasanya. Mereka menawarkan jasanya
agar seseorang anggota masyarakat bersedia menjadi angota atau nasabah suatu
perusahaan asuransi.
Pada kenyatannya kinerja perusahaan asuransi di Indonesia pada saat ini dapat
dikatakan umumnya belum menggembirakan. Belum menggembirakan, yang mana dari
pihak pengelola usaha asuransi belum memberikan pelayanan yang baik, bahkan sering
kali melakukan penipuan terhadap konsumen atau muncul kesan dipersulit ketika akan
menggugat

 

 
Universitas Sumatera Utara


 

hak, baik dalam asuransi jiwa maupun dalam asuransi kerugian. Sedangkan dari pihak
masyararat industri asuransi kurang diminati, disamping minimnya pengetahuan
masyarakat terhadap asuransi, juga disebabkan masih rendahnya income per kapita
masyarakat. Bagi mereka yang akan bergabung atau menjadi nasabah perusahaan
asuransi perlu mengetahui apa kriteria, pedoman layak dipertimbangkan ketika akan
memilih suatu asuransi. Kondisi keuangan perusahaan asuransi sendiri. Saat ini ada
sebagian perusahaan asuransi cenderung mengulur-ulur waktu ketiga akan membayar
klaim. Oleh sebab itu faktor permodalan lebih menjadi perhatian perusahaan asuransi
tersebut.
Gambaran negatif bahwa perusahaan asuransi yang mempersulit nasabah dalam
hal klaim, bukan kebiasaan. Namun kadang kala nasabah mempersulit dirinya sendiri,
antara lain dengan tidak jujur dalam mengisi formulir aplikasi (SPAJ) yang mana
ketidak jujuran tersebut akan merugikan dirinya sendiri. Kriteria yang di atas sangat
penting. Sebab bila salah pilih, nasabah bisa rugi. Untuk itulah ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan dan diterapkan oleh asuransi di Indonesia. Oleh karena itu seorang
agen dalam kegiatannya, dalam menyampaikan program? program asuransi yang ada di
Indonesia harus. memberikan keterangan yang jelas dan benar mengenai perusahaan,
produk? produk perusahaan asuransi maupun proposal kepada setiap calon pemegang
polis, yang mana, hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan.1
Perusahaan asuransi sebagai penanggung dengan tegas memberikan kriteria dan
batasan luasnya proteksi atau jaminan yang diberikannya kepada tertanggung. Kriteria
dan batasan tersebut dicantumkan di dalam polis, sesuai dengan jenis asuransi yang
bersangkutan. Sehingga setiap polis tercantum jenis peristiwa apa saja yang menjadi
                                                            
1
 Arsel idjard, Nica ngani, Profil Hukum Perasuransian Di Indonesia, Liberty.
 

 

 
Universitas Sumatera Utara


 

tanggung jawab penanggung. jadi apabila terjadi kerugian yang disebabkan karena
peristiwa-peristiwa yang diperjanjikan itulah penanggung akan membayar ganti
kerugian.
Analisa hukum asuransi kendaraan bermotor menurut KUH Dagang, biasanya
dalam praktek sehari-hari, polis yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi masih harus
ditambah/diubah untuk memenuhi berbagai kebutuhan antara lain kemungkinan adanya
perubahan keadaan, pemindahan tangan nama, dan sebagainya. Setiap perubahan/
penambahan, baik yang bersifat syarat / bersifat pemberitahuan harus dicatat dalam
polis yang bersangkutan, agar perubahan ini dapat dianggap sah dan mengikat para
pihak. Mengenai masalah anda ini , menurut ketentuan pasal 263 Kitab Undang-undang
Hukum Dagang (KUHD), "Apabila barang-barang yang dipertanggungkan, dijual atau
berpindah hak miliknya, maka pertanggungan berjalan terus guna keuntungan si
pembeli atau si pemilik baru, biarpun pertanggungan itu tidak dioperkan, mengenai
segala kerugian yang timbul sesudah barang tersebut mulai menjadi tanggungannya si
pembeli atau si pemilik baru tadi; segala sesuatu itu kecuali apabila telah
diperjanjikan hal yang sebaliknya antara si penanggung dan tertanggung yang semula.
Apabila, pada waktu barang itu dijual atau dipindahkan hak miliknya, si pembeli atau
si pemilik baru menolak untuk mengoper tanggungannya, sedangkan si tertanggung
yang semula masih tetap berkepentingan terhadap barang yang dipertanggungkan,
maka pertanggungan itu sementara tetap akan berjalan guna keuntungannya".
Dari ketentuan pasal 263 KUHD ini jika dikaitkan dengan masalah anda maka
anda memang belum berhak untuk menuntut asuransi tersebut dengan alasan karena
motor itu belum berpindah kepemilikannya atas nama anda. Anda masih harus
membayar cicilan motor tersebut. Kecuali pada saat motor dicuri, motor itu telah anda

 

 
Universitas Sumatera Utara

10 
 

lunasi yang berarti telah menjadi milik anda, surat-surat dan BPKB telah atas nama
anda maka anda berhak untuk menuntut asuransi tersebut.
Konsekuensi nasabah membeli polis harus dengan cara tanggung jawab. Seperti
yang telah diuraikan di atas, bahwa dalam perlindungan nasabah peraturan, perundangundangan yang berlaku dan berkaitan dengan desakan perasuransian terutama KUH
Perdata dan KUHD sebagai acuan dalam hukum asuransi yang kemudian diberlakukan
beberapa ketentuan? ketentuan lainnya, seperti Peraturan Pemerintah, Keputusan
Menteri, dan Peraturan?peraturan lainnya juga menyangkut polis. Akan halnya kepada
siapa seorang nasabah bisa berharap mendapat jaminan ketenangan, tentunya pertama
kepada Tuhan Yang Maha Esa, kedua kepada asuransi. Dengan cara berasuransi maka
orang yang menghadapi resiko atas jiwanya bermaksud untuk mengalihkan resikonya
itu atau setidak?tidaknya membagi resikonya itu kepada pihaklain yang bersedia
menerima peralihan atau pembagian resiko tersebut. Peralihan resiko itu tidak terjadi
dengan begitu saja, tanpa kewajiban apa?apa pada pihakyang memperalihkan. Hal itu
harus diperjanjikan terlebih dahulu.
Disamping itu tindakan yang dapat dianggap memperlambat penyelesaian atau
pembayaran klaim secara wajar antara lain :
1. Memperpanjang masa penyelesaian klaim, dengan memilih dokumen lain yang
pada dasarnya isi tersebut sama dengan dokumen yang telah ada.
2. Menunda pembayaran klaim, dengan mengkaitkan pembayaran klaim reasuransi.
3. Menerapkan prosedur yang tidak lagi dalam lingkup kegiatan asuransi.
4. Tidak menyelesaikan klaim dengan mengkaitkan pada penyelesaian klaim yang
lain pada polis yang sama.2

                                                            
2
 Mashudi dam Moch Chidir Ali, 1998, Hukum Asuransi, CV Mkitar Maju, Bandung.
 

 
Universitas Sumatera Utara

11 
 

Di samping itu peran agen dalam kegiatan agency asuransi yang ada di
Indonesia, yakni harus menyimpan informasi atau rahasia tentang nasabahnya dan juga
tentang eksistensi perusahaannya. Sekali lagi agen harus menjaga kerahasiaan, ahli
waris dan perusahaan serta menyediakan akses hanya untuk mereka. Oleh karena itu
setiap usaha asuransi yang ada di Indonesia mewajibkan semua agen agar mematuhi
seluruh kebijakan, peraturan serta prosedur yang diberlakukan. Hal ini untuk menjamin
bahwa perusahaan mampu memenuhi janji dan integritas dalam berurusan dengan
nasabah. Berkenaan dengan ketentuan ini, tentu akan menimbulkan perselisihan yang
mengakibatkan kerugian atau akibat?akibat hukum.3
Untuk melindungi reputasi perusahaan seharusnya ada tindakan dalam hal
terjadi pelanggaran atas peraturan ini termasuk didalamnya berupa pelanggaran hukum
atau praktek. Praktek yang tidak etis yakni memberhentikan pertanggungan dari
tertanggung secara sepihak. Tertanggung dapat menuntut secara hukum sesuai dengan
ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Usaha untuk mengatasi risiko akibat persaingan jual beli kendaraan bermotor
dilakukan dengan berbagai macam cara antara lain dengan mengadakan perjanjian
asuransi yang mempunyai tujuan mengaplihkan sebagian atau seluruh risiko kepada
pihak lain layng mampu menerima atau dengan mengganti kerugian kepada pembeli
atau pemakaian dengan mengganti kerugian kepada orang yang menghadapi risiko itu.
Manfaat dari suatu pertanggungan bagi kehidupan masyarakat dirasakan oleh
pemerintah. Hal ini terbukti dengan adanya berbagai jenis pertanggungan atau asuransi
dengan maksud memberikan jaminan sosial bagi anggota masyarakat pengguna.
Keberadaan asuransi krugian, misalnya Bussan Auto Finance untuk pertanggungan
asuransi kecelakaan adalah perwujudan pemberian jaminan perlindungan atau asuransi
                                                            
3

 

 Ibid 

 
Universitas Sumatera Utara

12 
 

untuk masyarakat dengan cara pemberian jaminan sosial bagi segolongan masyarakat
yang memang wajar memperolehnya yaitu para korban kecelakan lalulintas jalan baik
yang melalui darat, sungai/danau, laut maupun udara. Sedangkan untuk kendaraan
bermotor itu sendiri ada asuransi khusus sebagai pertanggungan atau asuransi apabila
kendaraan itu mendapat kecelakaan dan atau hilang. Menganai pertanggungan atau
asuransi ialah untuk memberikan jaminan kepada anggota masyarakat yang tertimpa
musibah kecelakaan lalulintas di luar kesalahannya sendiri karena pengguna kendaraan
baik pribadi atau umum yang ditumpanginya, karena baik kecelakaan lalu lintas,
maupun hilang atau cacatnya kendaraan adalah merupakan suatu peristiwa yang tidak
disengaja atauun tidak disangka-sangka terjadinya, sehingga dapat saja mengakibatkan
seseorang menjadi luka, cacat dan meninggal dunia, sementara kendaraan
bermotornyapun rusak atau menjadi hancur tidak dapat digunakan lagi.
Walaupun Asuransi kendaraan bermotor sebagai lembaga jaminan yang
dipercayakan untuk pemberian jaminan perlindungan dirasakan semakin penting, tetapi
masih terdapat anggota masyarakat yang belum memahami peranan Asuransi
kendaraan bermotor dalam meringankan beban baik kepada korban kecelakaan,
lalulintas ataupun jaminan kendaraan bermotor itu sendiri. Jumlah santunan yang
disediakan Asuransi santunan kepada pengguna kendaraan bermotor dan pengendara
yang menjadi korban relatif cukup besar dan bermanfaat bagi para korban dan
menadpat kembali kendaran bermotor yang rusak menjadi layak pakai kembali.

B. Permasalahan
Dalam hal ini pokok permasalahan yang akan dibahas antara lain :
1. Bagaimana proses pengajuan klaim dan syarat-syarat yang harus dipenuhi
dalam asuransi kenderaan bermotor?

 

 
Universitas Sumatera Utara

13 
 

2. Bagaimana pertanggungan asuransi dalam hukum dagang?
3. Bagaimana analisa hukum asuransi kendaraan bermotor menurut KUH Dagang?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian skripsi yang akan penulis lakukan adalah:
a. Untuk mengetahui syarat-syarat dan proses pengajuan klaim asuransi kendaraan
bermotor.
b. Untuk mengetahui pertanggungan asuransi dalam hukum dagang.
c. Untuk mengetahui analisa hukum asuransi kendaraan bermotor menurut KUH
Dagang.
2. Manfaat penelitian
Adapun manfaat penelitian skripsi yang akan penulis lakukan adalah:
a. Sebagai bahan masukan teoritis bagi penulis untuk menambah pengetahuan dan
pemahaman hukum asuransi kendaraan bermotor menurut KUH Dagang.
b. Untuk menerapkan pengetahuan penulis secara praktis agar masyarakat
mengetahui bagaimana sistem pertanggungan asuransi dalam hukum dagang.

D. Keaslian Penelitian
Adapun judul tulisan ini adalah analisa hukum asuransi kendaraan
bermotor(menurut kuh dagang). Judul skripsi ini belum pernah ditulis dan diteliti dalam
bentuk yang sama, sehingga tulisan ini asli, atau dengan kata lain tidak ada judul yang
sama dengan mahasiswa fakultas hukum USU. Dengan demikian ini keaslian skripsi ini
dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
 
 
 

 
Universitas Sumatera Utara

14 
 

E. Tinjauan Kepustakaan
Banyak definisi yang telah diberikan kepada istilah asuransi, dimana secara
sepintas tidak ada kesamaan antara definisi yang satu dengan yang lainnya. Hal ini bisa
dimaklumi, karena mereka dalam mendefinisikannya disesuaikan dengan sudut
pandang yang mereka gunakan dalam memandang asuransi, dimana sesuai dengan
uraian diatas bahwa asuransi dapat dipandang dari beberapa sudut.
Definsi-definisi tersebut antara lain :
1. Definisi asuransi menurut Pasal 246 Kitab Undang-undang Hukum Dagang
(KUHD) Republik Indonesia : "Asuransi atau pertanggungan adalah suatu
perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri pada tertanggung
dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena
suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang
mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu" Berdasarkan
definisi tersebut, maka dalam asuransi terkandung 4 unsur, yaitu :
a. Pihak tertanggung (insured) yang berjanji untuk membayar uang premi kepada
pihak penanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur.
b. Pihak penanggung (insure) yang berjanji akan membayar sejumlah uang
(santunan) kepada pihak tertanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur
apabila terjadi sesuatu yang mengandung unsur tak tertentu.
c. Suatu peristiwa (accident) yang tak terntentu (tidak diketahui sebelumnya).
d. Kepentingan (interest) yang mungkin akan mengalami kerugian karena
peristiwa yang tak tertentu.
2. Definisi asuransi menurut Sri Rejeki Hartono, : "Asuransi merupakan suatu alat
untuk mengurangi resiko keuangan, dengan cara pengumpulan unit-unit exposure
dalam jumlah yang memadai, untuk membuat agar kerugian individu dapat
 

 
Universitas Sumatera Utara

15 
 

diperkirakan. Kemudian kerugian yang dapat diramalkan itu dipikul merata oleh
mereka yang tergabung".4
3. Definisi asuransi menurut Ali Hasan."Asuransi adalah suatu lembaga ekonomi yang
bertujuan mengurangi risiko, dengan jalan mengkombinasikan dalam suatu
pengelolaan sejumlah obyek yang cukup besar jumlahnya, sehingga kerugian
tersebut secara menyeluruh dapat diramalkan dalam batas-batas tertentu".5
4. Definisi asuransi menurut Adrian Hasymi, yang mendefinisikan asuransi
berdasarkan dua sudut pandang, yaitu:6
a. "Asuransi adalah suatu pengaman terhadap kerugian finansial yang dilakukan
oleh seorang penanggung".
b. “.Asuransi adalah suatu persetujuan dengan mana dua atau lebih orang atau
badan mengumpulkan dana untuk menanggulangi kerugian finansial".
Berdasarkan definisi-definisi tersebut di atas kiranya mengenai definisi asuransi
yang dapat mencakup semua sudut pandang : "Asuransi adalah suatu alat untuk
mengurangi risiko yang melekat pada perekonomian, dengan cara manggabungkan
sejumlah unit-unit yang terkena risiko yang sama atau hampir sama, dalam jumlah yang
cukup besar, agar probabilitas kerugiannya dapat diramalkan dan bila kerugian yang
diramalkan terjadi akan dibagi secara proposional oleh semua pihak dalam gabungan
itu".
Pengertian Asuransi bila di tinjau dari segi hukum adalah: "Asuransi atau
pertanggungan adalah perjanjian antara 2 (dua) pihak atau lebih dimana pihak
tertanggung mengikat diri kepada penanggung, dengan menerima premi-premi
Asuransi untuk memberi penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan
                                                            
4

Sri Rejeki Hartono, 2001, Hukum Asuransi dan Perusahaan Asuransi, Sinar Grafika, Jakarta.
Ali, Hasan. 2004. Asuransi dalam Perspektif Hukum. Jakarta: Prenada Media
6
Adrian Hasymi, 1993. Pengantar Asuransi, Edisi Pertama, Penerbit Rajawali. Jakarta
5

 

 
Universitas Sumatera Utara

16 
 

atau kehilangan keuntungan yang di harapkan atau tanggung jawab hukum kepada
pihak ketiga yang mungkin akan di derita tertanggung karena suatu peristiwa yang
tidak pasti, atau untuk memberi pembayaran atas meninggal atau hidupnya seseorang
yang di pertanggungkan. "7
Manusia selalu dihadapkan pada berbagai kemungkinan yang merupakan
ancaman bagi usahanya. Dalam mengatasi ancaman-ancaman itu manusia melakukan
berbagai usaha seperti mengumpulkan dana sebelum terjadinya bencana, atau
mengumpulkan dana secara bergotong royong apabila terjadi suatu bencana. Tetapi
usaha ini sering tidak efisien dan efektif. Kemudian manusia melakukan usaha lain
dengan tindakan pencegahan seperti misalnya, memasang alat petir, alat pemadam
kebakaran, sistem pengaman yang rapi, pemeriksaan kesehatan secara teratur. Usaha
dan tindakan ini juga tidak selamanya berhasil penuh. Oleh karena itu, manusia dalam
hidupnya selalu dihadapkan dengan tidak ketidakpastian.
Didalam asuransi kita mengenal hukum mengenai jumlah bilangan yang besar
(law of large number) 47 yang artinya resiko yang dipertanggungkan harus dalam
jumlah besar. Dengan kenyataan ini manusia membutuhkan kepastian, yaitu dengan
cara mengalihkan ketidakpastian (resiko) kepada orang lain yang bersedia
menerimanya. Pihak yang mengalihkan resiko disebut Tertanggung dan pihak yang
bersedia menerima resiko atau penjamin dari Tertanggung disebut Penanggung
sehingga dapat dikatakan bahwa dari segi ekonomi Asuransi adalah cara untuk
mengalihkan resiko dari seseorang yang disebut Tertanggung kepada orang lain yang
dinamakan Penanggung.
Asuransi menurut Pasal 246 KUHD adalah : Asuransi atau pertanggungan
adalah suatu perjanjian, dalam mana Penanggung mengikat diri terhadap Tertanggung,
                                                            
7

 

 Salim, Abbas. 2005. Asuransi dan manajemen resiko. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.

 
Universitas Sumatera Utara

17 
 

dengan menerima sejumlah uang premi, untuk membayar ganti rugi kepada
Tertanggung terhadap suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang
diharapkan, yang mungkin dideritanya akibat sesuatu peristiwa yang tidak tentu.
Peranan utama asuransi adalah sebagai mekanisme pengalihan resiko dengan
membentuk “Pool” atau pengumpulan dana, yang mana masing-masing Tertanggung
memberikan kontribusi yang seimbang dalam bentuk premi. Pengertian seimbang disini
berarti bahwa premi yang dibayarkan oleh masing-masing Tertanggung adalah sesuai
dengan besar kecilnya resiko yang dialihkan. Maka dari uraian di atas dapat
disimpulkan bahwa kegiatan asuransi mempunyai tujuan :8
1.

Bagi Perusahaan Asuransi sendiri, untuk memperoleh keuntungan, baik berupa
keuntungan dari hasil usaha asuransi (Underwriting Profit) maupun keuntungan
hasil investasi (Investment Profit)

2. Bagi masyarakat, untuk menjamin kelangsungan usaha, industri, perdagangan dan
keselamatan atas dirinya.
Sehingga

dapat

dikatakan

asuransi

memberikan

perlindungan,

jenis

perlindungan yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi, misalnya perusahaan asuransi
harta benda dan kecelakaan menawarkan berbagai macam perlindungan antara lain :9
a. kehilanggan, kerusakan atau rusaknya harta benda
b. kehilangan atau cacat sehingga tidak mampu untuk memperoleh penghasilan
c. klaim untuk kerusakan oleh pihak ketiga karena kelalaian
d.

kehilangan yang menyebabkan terluka atau kematian karena mengalami
kecelakaan.

                                                            
8
 Abdul Kadir Muhammad, 1978, Pokok-Pokok Hukum Pertanggungan, Alumni, Bandung.
9
 H. Man Suparman Sastra Widjaja dan Endang,2004, Hukum Asuransi, PT Alumni, Bandung.

 

 
Universitas Sumatera Utara

18 
 

Produk asuransi harta benda dan kecelakaan dapat dikelompokkan baik secara
personal lines atau commercial lines. Personal lines meliputi asuransi kendaraan
bermotor dan asuransi kepemilikan rumah. Commercial lines meliputi asuransi
commercial property dan asuransi adanya malpraktek pekerjaan profesional. Sifat dari
asuransi harta benda dan kecelakaan dibanding dengan asuransi jiwa memiliki period
yang lebih pendek dan banyak kebijakan yang mengaturnya. Terdapat keunikan pada
jenis resiko yang dihadapi oleh perusahaan penyedia asuransi harta benda dan
kecelakaan yaitu pertama resiko geografi yang menjelaskan ketika penanggung
memiliki kebijakan yang dilaksanakan dalam wilayah tertentu misalnya kebijakan
untuk wilayah yang sering mengalami bencana angin topan atau gempa bumi yang
menyebabkan peningkatan exposure asuransi. Kedua adalah resiko kebijakan harga,
yang muncul ketika regulator membatasi harga premi yang akan dikenakan kepada
consumer.10
Di Indonesia secara institusi perusahaan penyelenggara asuransi dikelompokkan
kedalam 2 (dua) jenis asuransi yaitu asuransi jiwa dan asuransi kerugian. Asuransi jiwa
yang secara umum individu berminat untuk memiliki karena asuransi jiwa adalah
asuransi yang bertujuan menanggung orang terhadap kerugian finansial tak terduga
yang disebabkan karena meninggalnya terlalu cepat atau hidupnya terlalu lama.
Usaha asuransi kerugian mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda
dengan jenis usaha di bidang jasa pada umumnya Karena usaha asuransi mengambil
alih berbagai risiko dari pihak lain sehingga perusahaan asuransi menjadi padat risiko
apabila tidak dikelola dengan baik. Di samping itu perusahaan asuransi juga padat
informasi dengan berbagai informasi yang harus diolah untuk pengambilan keputusan
underwriting, keuangan dan lain-lain. Dasar usaha asuransi adalah kepercayaan
                                                            
10

 

 Ibid 

 
Universitas Sumatera Utara

19 
 

masyarakat, terutama dalam hal kemampuan keuangan (bonafiditas) perusahaan untuk
memenuhi kewajiban klaim dan kewajiban lain-lain tepat pada waktunya. Untuk itu
usaha asuransi harus dikelola secara profesional, baik dalam pengelolaan risiko maupun
dalam pengelolaan keuangan.11
Asuransi Kendaraan Bermotor adalah asuransi yang menjamin kerugian,
kerusakan dan kehilangan atas kendaran bermotor yang menjadi obyek pertanggungan
serta kerugian akibat tuntutan hukum pihak ketiga.12
Lingkup Jaminan
1. Comprehensif (Gabungan / Menyeluruh)
Memberikan jaminan atas setiap kerugian atau kerusakan yang terjadi pada
kendaraan bermotor disebabkan oleh kecelakaan sebagaimana yg diatur di
dalam polis.
2. Total Loss Only (Kerugian Total Semata)
Memberikan jaminan atas kehilangan kendaraan akibat pencurian atau
kerusakan dimana biaya perbaikannnya melebihi 75 % dari nilai pasar
kendaraan yang dipertanggungkan.
Kendaran Bermotor yang termasuk dalam pengertian asuransi ini adalah
kendaraan roda empat (mobil: penggunaan pribadi atau komersil), kendaraan roda
dua (sepeda motor) dan alat berat.13

F. Metode Penelitian
Dalam penulisan ilmiah terdapat beraneka ragam jenis penelitian. Dari berbagai
jenis penelitian, khususnya penelitian hukum yang paling popular dikenal adalah :
                                                            
11

 

12
13

 

Sri Rejeki Hartono, Op.Cit
 H. Man Suparman Sastra Widjaja dan Endang, Op.Cit 
 http://www.perisai.co.id diakses tanggal 13 September 2011 

 
Universitas Sumatera Utara

20 
 

1. Penelitian hukum normatif atau penelitian hukum kepustakaan dilakukan dengan
cara meneliti bahan kepustakaan atau hanya menggunakan data sekunder belaka.14
2. Penelitian hukum empiris yang dilakukan dengan cara terutama meneliti data
primer yang diperoleh di lapanga selain juga meneliti data sekunder dari
perpustakaan.
Pilihan metode suatu penelitian hukum tergantung pada tujuan penelitian itu
sendiri. Sesuai dengan tujuan skripsi ini, maka penelitian hukum yang digunakan
adalah penelitian hukum normatif atau disebut juga dengan studi kepustakaan (library
research).15
Dalam melaksanakan penelitian ini, perlu ditegaskan alat pengumpul data yang
dipakai dalam penelitian. Dalam penelitian ini dipakai tiga alat pengumpul data, yaitu :
1. Bahan hukum primer yaitu ketentuan-ketentuan dalam peraturan perundangundangan yang mempunyai kekuatan hukum mengikat, baik peraturan yang
dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia seperti KUHD dan Undangundang No 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian.

2. Bahan hukum sekunder yaitu bahan-bahan hukum yang erat kaitannya dengan
bahan hukum primer dan dapat membantu menganalisa dan memahami bahan
hukum primer seperti seminar-seminar, jurnal-jurnal hukum, majalah-majalah,
koran-koran, karya tulis ilmiah dan beberapa sumber internet yang berkaitan dengan
persoalan diatas.

                                                            
14
 Subagyo, P. Joko, Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktek, (Jakarta: Penerbit Rineka
Cipta, 1991)
 
15
 Ronny Hanitijo Soemitro, Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri, (Jakarta, Ghalia
Indonesia, 1988)
 

 

 
Universitas Sumatera Utara

21 
 

3. Bahan hukum tersier yaitu semua dokumen yang berisi konsep-konsep dan
keterangan-keterangan yang mendukung bahan hokum primer dan bahan hukum
sekunder, seperti kamus, ensiklopedia dan lain-lain.

G. Sistematika penulisan
Untuk memudahkan pemahaman terhadap materi dari skripsi ini dan agar tidak
terjadinya kesimpangsiuran dalam penulisan skripsi ini, maka penulis membaginya
dalam beberapa bab dan tiap bab dibagi lagi ke dalam beberapa sub-sub bab.
Adapun bab-bab yang dimaksud adalah sebagai berikut:
BAB I.

PENDAHULUAN, bab ini merupakan gambaran umum yang berisi tentang
latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penulisan, keaslian
penulisan, tinjauan kepustakaan, metode penelitian, dan sistematika
penulisan.

BAB II.

TINJAUAN

YURIDIS

TERHADAP

ASURANSI

KENDARAAN

BERMOTOR. Bab ini berisikan tentang Pengertian Asuransi Kendaraan
Bermotor, Macam-macam resiko dalam asuransi kendaraan bermotor,
Perjanjian leasing kendaraan bermotor, Proses Pengajuan dan Penyelesaian
klaim asuransi kendaraan bermotor, Berakhirnya Asuransi Kendaraan
Bermotor.
BAB III. PERTANGGUNGAN ASURANSI DALAM HUKUM DAGANG, Bab ini
berisikan tentang Pengertian dan pengaturan pertanggungan asuransi, Jenis
dan Macam pertanggungan asuransi, Premi dan Asuransi pertanggungan
asuransi, Klaim pertanggungan atau asuransi dan Dasar hukum mengenai
asuransi Kendaraan bermotor.

 

 
Universitas Sumatera Utara

22 
 

BAB IV. ANALISA

HUKUM

ASURANSI

KENDARAAN

BERMOTOR

MENURUT KUH DAGANG. Bab ini berisi tentang Pemberian Ganti Rugi
Terhadap Asuransi Kendaraan Bermotor dalam kaitannya dengan KUHD
dan Tanggung jawab hukum penyelesaian klaim asuransi kendaraan
bermotor.
BAB V.

KESIMPULAN DAN SARAN. Bab ini adalah merupakan bab terakhir dari
penulisan skripsi ini, dimana dalam bab V ini berisikan kesimpulan dan
saran-saran dari penulis.

 

 
Universitas Sumatera Utara

23 
 

BAB II
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR

A. Pengertian Asuransi Kendaraan Bermotor
Pada tahap awal perkembangan asuransi di Indonesia, jenis asuransi yang ada
hanya terbatas pada asuransi kebakaran dan asuransi mobil. Seiring dengan
pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur dan berjalannya fungsi perbankan
sebagai penyalur kredit ke sektor manufaktur serta sektor riil lainnya, maka industri
asuransi pun turut berkembang. Kini jenis-jenis pertanggungan dalam asuransi kerugian
berdasarkan data dari Bappepam-LK, Biro Perasuransian telah terbagi atas 13 (tiga
belas) cabang (produk/class of business) yang meliputi asuransi harta benda (property),
asuransi kendaraan bermotor (motor vehicle), asuransi pengangkutan laut (marine
cargo), asuransi rangka kapal (marine hull), asuransi rangka pesawat (aviation),
asuransi rekayasa (engineering), asuransi kecelakaan diri dan kesehatan (personal
accident & health), asuransi kredit dan penjaminan (credit & surety), asuransi satelit,
asuransi energi (energy-onshore), asuransi energi (energy-offshore), serta aneka cabang
asuransi lain yang dikategorikan dalam cabang asuransi aneka (others).16
Asuransi Kendaraan Bermotor, salah satu jenis asuransi kerugian yang diminati
konsumen karena asuransi ini memberikan pertanggungan atas kerugian/ berkurangnya
nilai secara finansial atas obyek pertanggungan kendaraan bermotor yang disebabkan
karena menabrak, ditabrak, dicuri, terbakar, dan tergelincir. Secara spesifik juga
dijelaskan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 74/PMK.010/2007
khususnya Pasal 1 ayat (2) : Asuransi Kendaraan Bermotor adalah produk asuransi
                                                            
16
 Djoko Prakoso, I Ketut Murtika, Hukum Asuransi Indonesia, (Jakarta: PT Asdi Maha Satya,
2000)
 

 

 
Universitas Sumatera Utara

24 
 

kerugian yang melindungi tertanggung dari resiko kerugian yang mungkin timbul
sehubungan dengan kepemilikan dan pemakaian kendaraan bermotor.17
Asuransi Kendaraan Bermotor merupakan bagian dari asuransi umum yang
menjamin kerugian atau kerusakan pada kendaraan bermotor yang dipertanggungkan
terhadap resiko tabrakan, perbuatan jahat orang lain, pencurian, kebakaran dan
sambaran petir, sesuai dengan kondisi yang tercantum dalam Polis Kendaraan Bermotor
Indonesia. Secara garis besar, jenis pertanggungan Asuransi Kendaraan Bermotor
terbagi menjadi 2 (dua) yaitu dibagi menjadi 2 (dua) jenis:18
1. Comprehensive/All Risk (Kerugian Gabungan) memberikan jaminan terhadap:
a. Kerugian/kerusakan atas kendaraan bermotor yang diasuransikan karena
tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir dari jalan.
b. Kerugian keuangan/kerusakan kendaraan bermotor karena perbuatan jahat
orang-orang terkecuali oleh keluarga sendiri/orang yang bekerja dengan
tertanggung atau membawa kendaraan tersebut seizin tertanggung.
c. Kebakaran yang diakibatkan oleh api yang muncul dari dalam maupun dari luar
kendaraan.
d. Pencurian, termasuk pencurian yang dilakukan dengan kekerasan.
e. Sambaran petir.
2. Total Loss Only (TLO) menjamin kerugian kendaraan yang diasuransikan baik
karena kecelakaan, kebakaran, maupun pencurian, dimana kerugian tersebut
memenuhi salah satu syarat berikut :
a. Akibat kecelakaan/kebakaran, dimana biaya kerugian/kerusakan mencapai 75%
atau lebih dari harga kendaraan.
                                                            
17
 Ronny Hanitijo Sumitra, 1998, Asuransi Kendaraan bermotor, Ghalia Indonesia, Jakarta.
18

 

 Ibid 

 
Universitas Sumatera Utara

25 
 

b. Akibat pencurian, bila dalam batas waktu 60 hari kendaraan tersebut belum
diketemukan.
c. Resiko sendiri untuk resiko kecelakaan (butir 1) dan pencurian (butir 2) berlaku
jumlah yang tercantum dalam polis.
Perbedaan keduanya adalah bahwa pada jenis pertanggungan TLO, penanggung
baru akan membayar kerugian apabila nilai kerugian yang diakibatkan oleh resiko yang
dijamin melebihi 75% dari harga pertanggungan yang disepakati di awal, sedangkan
pada jaminan comprehensive (all risk), tertanggung dapat mengajukan klaim untuk
kerusakan akibat resiko yang dijamin berapapun nilai kerugian yang terjadi, sepanjang
tidak melebihi harga pertanggungan.19
Sebenarnya, pertanggungan untuk kendaraan bermotor telah terstandarisasi,
dengan jaminan dan pengecualian seperti tertera dalam PSKBI (Polis Standar
Kendaraan Bermotor Indonesia). Resiko yang dijamin dalam asuransi ini adalah
kerugian yang disebabkan karena tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, perbuatan
jahat orang lain, pencurian, kebakaran, sambaran petir.
Namun dalam perkembangannya, perusahaan asuransi berupaya untuk menarik
konsumen dengan memberikan nilai tambah (value added) selain dari resiko standar
yang disebutkan dalam PSKBI. Perluasan tersebut dapat meliputi resiko akibat huruhara, kerusuhan, terorisme dan sejenisnya. Beberapa perusahaan lain bahkan
memberikan nilai tambah lain seperti layanan derek gratis. Hal tersebut menjadikan
persaingan dalam asuransi kendaraan bermotor menjadi semakin ketat. Sebagaimana
pula dalam jenis asuransi harta benda, asuransi kendaraan bermotor juga menjadi
asuransi wajib bagi pembeli kendaraan yang menggunakan fasilitas kredit melalui bank
maupun perusahaan pembiayaan (leasing). Dengan demikian, pertumbuhan penjualan
                                                            

19

 

 Ibid 

 
Universitas Sumatera Utara

26 
 

polis akan sejalan dengan berkembangnya penyaluran kredit kendaraan bermotor
melalui bank maupun perusahaan pembiayaan.20

B. Macam-macam resiko dalam asuransi kendaraan bermotor
Sejalan perkembangan zaman yang semakin maju, pola berpikir manusia dari
masa ke masa pun selalu meningkat. Usaha seseorang untuk dapat memenuhi
kebutuhannya sangat beragam, namun pada umumnya mereka akan berusaha keras
supaya dapat memenuhi kebutuhan itu. Setiap orang juga memiliki tujuan yang berbeda
dengan dipenuhinya kebutuhan tersebut, ada yang demi kelangsungan hidupnya,
kebahagiaan, kepuasan bahkan untuk prestise. Keinginan tersebut ternyata diimbangi
oleh kebutuhan seseorang untuk dapat menjalani hidup dengan tenang, terjamin
keselamatannya dan harta bendanya tanpa harus mencemaskan diri dengan berbagai
hal.21
Selain itu keinginan manusia untuk selalu dapat memenuhi kebutuhannya juga
semakin besar, sebagai contoh beberapa waktu terakhir ini kebutuhan akan kendaraan
bermotor menjadi suatu keperluan yang sangat mendesak. Sekarang ini hampir setiap
keluarga mempunyai satu kendaraan bermotor bahkan lebih, hal ini tidak terlepas dari
keinginan manusia untuk hidup praktis dan serba cepat. Namun dengan keadaan
masyarakat akhir-akhir ini yang selalu dihantui dengan rasa tidak aman dengan
berbagai peristiwa yang terjadi seperti makin maraknya tawuran antar pelajar,
perselisihan antar daerah, maupun aksi perampokan yang dilakukan dengan senjata. Hal

                                                            
20
 Tarsisi Tamudji, Wawasan Perasuransian, (Semarang: IKIP Press, 1990)
21
 Radiks Purba, Memahami Asuransi di Indonesia, (Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo,
1992)

 

 
Universitas Sumatera Utara

27 
 

ini menimbulkan seseorang untuk melakukan segala hal yang mendorong terwujudnya
rasa aman.22
Namun keinginan seseorang untuk memiliki rasa aman bukan hanya untuk
keselamatan jiwa raganya sendiri saja, namun dengan terus dipenuhinya kebutuhan
manusia dari hari ke hari mengakibatkan semakin besarnya keinginan manusia untuk
memiliki rasa aman terhadap harta bendanya, kesehatannya, bahkan tanggung jawab
hukumnya. Dengan kata lain, semakin seseorang tersebut melakukan pemenuhan
terhadap setiap kebutuhannya, semakin besar rasa khawatir yang di rasakannya.
Misalnya saja seseorang yang hanya mampu membeli motor butut tentu saja tidak
secemas orang yang didalam rumahnya terdapat berbagai barang mewah dan dalam
garasinya diparkir beberapa mobil pribadinya.
Kemungkinan akan kehilangan (kerugian) miliknya karena berbagai sebab
(yang tidak pasti), ia disebut menghadapi suatu risiko,1 kemungkinan akan kehilangan
ini dihadapi oleh setiap orang dan sudah barang tentu merupakan suatu hal yang tidak
diinginkan. Oleh sebab itu agar risiko tersebut tidak terjadi maka dilakukan tindakan
mencegah kehilangan atau kerugian. Tetapi ternyata upaya tersebut tidak selalu berhasil
menghadapi risiko yang dihadapi. Oleh karena itulah, maka orang mencari cara lain
untuk mengatasi risiko tersebut. Usaha-usaha seseorang untuk memperalihkan risiko
itulah yang menjadi dasar keberadaan lembaga asuransi atau lembaga pertanggungan
didalam masyarakat. Dengan cara mengasuransikan sesuatu barang yang dimilikinya,
maka orang yang menghadapi risiko atas harta kekayaannya bermaksud untuk
mengalihkan risikonya itu atau setidaktidaknya membagi risiko itu dengan pihak lain
yang bersedia menerima peralihan atau pembagian risiko itu.

                                                            
22

 

 Ibid 

 
Universitas Sumatera Utara

28 
 

Asuransi dan risiko memiliki hubungan yang sangat erat satu sama lain.
Asuransi dapat disebut sebagai lembaga peralihan risiko, artinya lembaga tersebut dapat
dipakai sebagai lembaga untuk mengadakan peralihan risiko, dari pihak yang satu
(tertanggung) kepada pihak yang lain (penanggung).23
Salah satu asuransi yang beberapa waktu terakhir ini meningkat tajam jumlah
permohonannya adalah jenis asuransi kendaraan bermotor khususnya untuk jenis mobil.
Hal ini tidak lepas dari situasi dan kondisi yang terjadi di Indonesia selama hampir dua
belas tahun terakhir ini yang lebih dikenal dengan sebutan era reformasi, memang
belum mampu menjamin stabilitas politik dan keamanan.24
Asuransi kendaraan bermotor merupakan salah satu dari berbagai jenis asuransi
kerugian. Pada umumnya tujuan dari asuransi kendaraan bermotor adalah untuk
mengambil alih risiko-risiko yang mungkin ditanggung oleh pemilik kendaraan
bermotor yang bersangkutan terhadap keuangan yang diderita kendaraan bermotor
karena berbagai sebab yang tidak tentu. Dapat juga terhadap risiko-risiko yang yang
berhubungan dengan kewajiban menurut hukum untuk membayar ganti rugi kepada
pihak ketiga berhubungan dengan sesuatu yang ada kaitannya dengan kendaraan
bermotor miliknya atau yang menjadi tanggung jawabnya. Termasuk jenis kendaraan
bemotor. Pengaturan untuk asuransi kendaraan bermotor ini secara khusus belum diatur
dalam KUHD, meskipun demikian ketentuan umum dan syarat-syarat perjanjian
berlaku pula bagi asuransi kendaraan bermotor.25
Tidak ada asuransi yang dapat menjamin seluruh risiko kendaraan bermotor,
walau pun kondisi penutupan adalah Komprehensif (dahulu disebut All Risk). Risiko                                                            
23
 Barneveld, H, Pengantar Dalam Pengetahuan Umum Asuransi, (Jakarta: Bharata Karya
Aksara, 1980)
24
Herman Darmawi, Manajemen Asuransi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2000)
25
R. Ali Rido, Hukum Dagang : Tentang Aspek-aspek Hukum Asuransi Udara, Asuransi Jiwa,
dan Perkembangan Perseroan Terbatas, (Bandung: Remadja Karya, 1986)
 

 

 
Universitas Sumatera Utara

29 
 

risiko yang tidak dijamin dicantumkan dengan jelas pada persyaratan polis, antara lain:
kehilangan keuntungan selama kendaraan tidak dapat digunakan akibat kecelakaan;
kerugian akibat penggelapan; hilangnya atau rusaknya peralatan tambahan atau non
standar yang tidak disebutkan dalam ikhtisar polis; akibat perbuatan jahat yang
dilakukan oleh tertanggung atau keluarga tertanggung; kendaraan digunakan untuk
belajar mengemudi atau perlombaan atau karnaval, atau tindak kejahatan;
kelebihanmuatan; pengemudi tidak memiliki SIM atau melanggar peraturan lalu lintas;
barang muatan di dalam kendaraan; akibat bencana alam atau perang dan sejenisnya.26
C. Perjanjian leasing kendaraan bermotor
Sebagai suatu perjanjian, leasing mempunyai alas hukum yang pokok yaitu asas
kebebasan berkontrak. Seperti yang terdapat dalam Pasal 1338 KUH Perdata, yang
disebutkan: “Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang
bagi mereka yang membuatnya. Suatu perjanjian tidak dapat ditarik kembali selain
dengan sepakat kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang oleh undang-undang
dinyatakan cukup untuk itu. Suatu perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik.”
Setiap orang bebas melakukan perjanjian, asal perjanjian tersebut memenuhi
persyaratan-persyaratan mengenai sahnya perjanjian sebagaimana yang diatur dalam
Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Sepanjang memenuhi syarat seperti
yang diatur oleh perundang-undangan, maka leasing berlaku dan ketentuan tentang
perikatan seperti yang terdapat dalam buku ketiga KUH Perdata, berlaku juga untuk
leasing, namun demikian di samp