Psikologi perkembangan anak bahasa anak

MAKALAH
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN MASA ANAK-ANAK

Disusun Oleh:





Pipit
Zainiatul Firdaus
Badrus Hartono
Dhurotun Nasicha Aliyatul Himmah

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Manajemen Pendidikan Islam

November 2014
KATA PENGANTAR
Pertama-tama, marilah kita mengucapkan segala panjat puji syukur kehadirat Allah SWT,
yang telah memberi rahmat kepada kita semua, berupa kesehatan dan kelancaran dalam segala
hal, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tanpa halangan apa pun.
Pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang
telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Semoga makalah ini mampu memberikan
manfaat dan mampu memberikan nilai tambah kepada para pembaca dan pemakainya.
Kami sebagai penyusun makalah ini menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang ada relevansinya dengan
penyempurnaan makalah ini sangat kami harapkan dari para pembaca. Kritik dan saran sekecil
apapun akan kami perhatikan dan pertimbangkan guna perbaikan di masa datang.

Malang, 22 November 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL......................................................................................................... i
KATA PENGANTAR....................................................................................................... ii
DAFTAR ISI..................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULAN
A.
B.
C.

Latar Belakang .................................................................................................................. 1
Rumusan masalah............................................................................................................. 2
Tujuan............................................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN

A. Tahap Perkembangan Anak................................................................................................. 3
B. Jenis disiplin yang digunakan pada masa awal anak-anak............................................. 9
C. Hubungan keluarga pada awal masa anak-anak............................................................... 10
D. Faktor yang mempengaruhi kepribadian seorang anak................................................... 12
E. Bahaya pada awal masa anak-anak.................................................................................... 12
F. Beberapa prilaku anak dan berbagai konsekuensinya.................................................... 13
G. Bakat pada anak.................................................................................................................. 14
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan......................................................................................................................... 16
B. Saran................................................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang
Masa perkembangan anak adalah cara anak-anak melanjutkan usahanya untuk
menguasai tugas-tugas dalam perkembangan yang dasarnya telah di letakan pada masa bayi.
Dalam makalah ini, penulis akan memaparkan tentang perkembangan pada masa anak-anak.
bagaimana

perkembangan

fisik,

perkembangan

motorik,

perkembangan

bicara,

perkembangan emosi, perkembangan sosial dan perkembangan bermain anak-anak.
Bagaimana disiplin yang dilakukan pada masa anak, bakat apa saja yang ada pada anak
hingga kenakalan-kenakalan seorang anak dan apa manfaat serta bahaya dari kenakalan ankanak tersebut.
Hubungan orang tua sangat berpengaruh penting dengan perkembangan seorang anak.
Apa saja yang harus para orang tua lakukan pada anak yang sedang emosi, dan bagaimana
caranya orang tua memahami anak. Tahap-tahap perkembangan anak pun di bagi menjadi
beberapa periode. Di masa anak-anak, mereka mempunyai permasalahan-permasalahan yang
terkadang sulit untuk dipahami. Kepribadian anak-anak cenderung aktif dan memiliki
kreativitas yang sangat tinggi. Selain itu, sifat imajinasinya pun selalu dalam pikirannya, dan
terkadang menjadi pokok utama.
Pendidikan pada masa anak-anak harus diperhatikan oleh para orang tua, sedikit saja
lengah, anak-anak akan dipertanyakan masa depannya. Pendidikan umum dan pendidikan
agama haruslah diberikan secara seimbang. Oleh karena itu, kita sebagai pendidik harus
memikirkan moral, tingkah laku dan sikap yang harus ditumbuhkan dan dibina kepada anak.

B.

Rumusan Masalah

1) Apa yang dimaksud dengan masa perkembangan pada masa anak-anak?
2) Perkembangan apa saja yang terjadi pada masa anak-anak?
3) Bagaimana cara orang tua menghadapi anak-anak?
4) Masalah-masalah apa saja yang ada pada masa anak-anak?

C.

Tujuan

1) Mengetahui apa yang di maksud dengan perkembangan pada masa anak-anak.
2) Mengetahui perkembangan apa saja yang ada pada masa anak-anak
3) Mengetahui cara orang tua menghadapi anak-anak.
4) Mengetahui masalah-masalah apa saja yang ada pada masa anak-anak.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Tahap Perkembangan Anak
Tahap perkembangan yang perlu kita ketahui sebelum membahas lebih dalam tentang
anak. menurut Bijou, ada lima periode perkembangan, yaitu: periode pra lahir (pembuahan
sampai lahir), masa neonates (lahir sampai 10-14hari), masa bayi, (dua minggu sampai dua
tahun), masa kanak-kanak ( dua tahun sampai remaja) yang terdiri dari dua tahap, masa
kanak-kanak dini (2 sampai 6 tahun) dan masa kanak-kanak akhir (6 sampai 13 tahun) dan
masa puber (11 sampai 16 tahun).
Menurut Hurlock ada 10 dasar mengenai perkembangan, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Perkembangan melibatkan perubahan
Perkembangan awal lebih kritis disbanding perkembangan selanjutnya
Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar
Pola perkembangan dapat diramalkan
Pola perkembangan punya karakteristik yang dapat diramalkan
Terdapat perbedaan individu dalam belajar
Adanya periode dalam pola perkembangan
Pada setiap periode perkembangan terdapat harapan social
Setiap bidang perkembangan mengandung bahaya yang potensial
Kebahagiaan bervariasi pada berbagai periode perkembangan.
Masa perkembangan anak-anak adalah cara anak-anak melanjutkan usahanya untuk
menguasai tugas-tugas dalam perkembangan yang dasarnya telah diletakkan pada masa bayi.
Masa anak-anak dimulai setelah melewati masa bayi, kira-kira usia 2 tahun sampai anak
matang secara seksual kira-kira usia 13 tahun untuk wanita, dan 14 tahun untuk laki-laki.
Selama masa panjang itu, terjadilah sejumlah perubahan yang mencolok baik secara fisik
maupun secara psikologis.
Masa anak-anak ini dibagi menjadi 2 periode. Periode awal mulai dari umur 2-6 tahun
(penutup masa bayi – usia dimana ketergantungan secara praktis sudah dilewati ), dan periode
kedua mulai dari 6 sampai tiba saatnya anak matang secara seksual (tumbuhnya kemandirianberakhir sekitar usia masuk sekolah dasar ). Masa anak-anak harus dipisah karena pertama,
anak-anak yang belum mencapai usia wajib belajar diperlakukan sangat berbeda dengan
anak-anak yang sudah masuk sekolah. Kedua karena efek dari faktor-faktor sosial, bukan
oleh faktor-faktor fisik.

Menurut M. Montessori (pendidik wanita asal Italia), masa peka adalah masa
pertumbuhan suatu fungsi jiwa mudah sekali dipengaruhi serta dikembangkan. Usia (3-5
tahun) adalah masa yang baik untuk mempelajari bahasa ibu dan bahasa didaerahnya.
Kadang-kadang seorang anak sudah peka membaca pada umur 4 tahun, ada juga yang 5
tahun tapi yang paling lambat 6-7 tahun. Menurut system pendidikan klasikal, anak yang
berusia 6 tahun itu harus masuk sekolah agar bias membaca. Tetapi menurut M. Montessori,
untuk membaca hampir lampau menjelang 6 tahun.


Pentingnya kesediaan belajar
Bila anak belum siap belajar, upaya mengajar mereka membuang buang waktu dan

tidak ada gunanya. Hal itu akan menimbulkan perilaku yang justru tidak diinginkan, misalnya
belajar kebiasaan buruk atau tidak ingin belajar. Sebaliknya apabila anak sudah siap belajar,
tetapi tidak didorong untuk melakukannya, maka minat mereka akan hilang. Kemudian ketika
para orang tua dan guru memutuskan bahwa telah tiba saatnya untuk belajar mereka tidak
mau lagi berusaha.[5]


Ciri-ciri awal masa anak-anak :
Menurut sebagian orang tua awal masa anak-anak adalah usia yang mengundang

masalah atau usia sulit. Karena pada masa ini anak-anak dalam proses pengembangan
kepribadian yang unik dan menuntut kebebasan. Orang tua juga menganggap masa anak-anak
itu sebagai usia mainan. Karena anak mudah menghabiskan sebagian besar waktu bermain
dengan mainannya.
Contoh : bandel, keras kepala, tidak mnurut (negatifitas), melawan, sering kali marah
tanpa alasan, dan merasa cemburu.
Menurut para pendidik, awal masa anak-anak adalah usia prasekolah. Untuk
membedakannya saat dimana anak dianggap cukup tua, baik secara fisik maupun secara
mental.
Menurut para ahli psikologi, awal masa anak-anak adalah :
1.

Usia kelompok, karena masa ini dimana anak-anak mempelajari dasar-dasar prilaku sosial

sebagai persiapan bagi kehidupan sosial yang lebih tinggi.
2. Usia menjelajah, karena anak-anak ingin mengetahui keadaan lingkungannya, bagaimana
mekanismenya, bagaimana perasaannya, dan bagaimana ia dapat menjadi bagian dari
3.

lingkungan.
Usia bertanya, karena salah satu cara anak-anak pada umumnya dalam menjelajahi

lingkungan adalah dengan cara bertanya.
4. Usia meniru, karena anak-anak mudah meniru pembicaraan dan tindakan orang lain.
5. Usia kreatif, karena anak-anak lebih menunjukkan kreatifitas dalam bermain.



Perkembangan fisik pada awal anak-anak
Terdapat bukti bahwa perbedaan fisik dan mental terdapat pada semua jenis kelamin

dan anak dengan latar belakang ras yang berbeda. Perbedaan ini sebagian karena faktor
keturunan dan sebagian dari faktor lingkungan.
Anak dengan kecerdasan lebih tinggi, tubuhnya cenderung tinggi dari pada anak
dengan kecerdasan rata-rata atau dibawah rata-rata. Pengerasan tulang dan lepasnya gigi
sementara lebih cepat pada anak perempuan. Anak dari kelompok ekonomi tinggi,
perkembangannya tinggi, berat dan otot-otot badan cenderung lebih baik dibanding anakanak dari kelompok ekonomi rendah.
Kebiasaan fisiologis, nafsu makan anak-anak tidak sebesar seperti masa bayi, karena
tingkat pertumbuhan telah menurun dan sebagian karena sekarang ia telah mengembangkan
jenis makanan yang disukai dan yang tidak disukai. Anak-anak usia 3 tahun, tidur sekitar 12
jam sehari. Merekapun harus bisa mengendalikan kantung kemih pada malam hari.
Anak-anak memiliki keinginan yang kuat untuk belajar bicara. Karena belajar
berbicara merupakan sarana pokok dalam sosialisasi. Anak yang lebih mudah berkomunikasi
dengan teman sebaya akan lebih mudah mengadakan kontak sosial dan lebih mudah diterima
sebagai anggota kelompok daripada yang kemampuan berkomunikasinya terbatas.


Perkembangan motorik pada masa anak
Perkembangan motorik adalah pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan

pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkoordinasi. Selama 4 atau 5 tahun pertama
kehidupan pasca lahir, anak dapat mengendalikan gerakan yang kasar. Bila tidak ada
gangguan yg menghambat perkembangan motorik, umur 6 tahun anak akan siap
menyesuaikan diri dg sekolah dan teman sebayanya. Anakpun akan siap melakukan
penyesuaian sosial dan pribadi yang baik. Gerak motorik contohnya, mengisap, menelan,
berkedip, menggenggam, dll.[9]


Perkembangan bicara pada anak
Cara seorang anak berbicara yaitu, pertama, kemampuan mengeluarkan bunyi tertentu

dalam kombinasi yang dikenal sebagai kata yakni aspek motorik bicara, dan kedua,
kemampuan mengaitkan arti dengan kata-kata tersebut, yakni aspek mental dan bicara.
Kondisi yang menimbulkan perbedaan dalam belajar berbicara yaitu kesehatan, kecerdasan,
keadaan sosial ekonomi, jenis kelamin, keinginan berkomunikasi, dorongan, ukuran keluarga,
urutan kelahiran dan metode pelatihan anak. Dari umur 18 bulan sampai 4 atau 5 tahun, anak

menguasai kemampuan berbicara tetapi mereka harus belajar lebih banyak lagi sebelum
mereka mencapai kemampuan berbicra orang dewasa.


Perkembangan emosi pada anak
Emosi yang umum pada awal masa anak-anak yaitu amanah, iri hati, takut, gembira,

cemburu, sedih, ingin tahu dan kasih sayang.


Perkembangan sosial pada anak
Pola perilaku sosial pada masa anak yaitu meniru, persaingan, kerjasama, simpati,

empati, hubungan sosial, membagi dan perilaku akrab. Sedangkan pola perilaku tidak sosial
pada masa anak yaitu negativisme, agresif, perilaku berkuasa, memikirkan diri sendiri,
mementingkan diri sendiri, merusak pertentangan seks, dan persaingan.


Perkembangan bermain pada anak
Penggolongan teman pada masa anak-anak ada 3, yaitu: Rekan (Biasanya anak-anak

memilih rekan baik laki-laki maupun perempuan dan dari segala umur). Teman bermain
(Biasanya anak-anak memilih teman bermain dari yang sejenis dan dari segala umur). Teman
baik (Biasanya anak-anak memilih teman baik yang sejenis dan dari segala umur. Biasanya
individu dapat berkomunikasi dengan bertukar pendapat dan saling dapat dipercaya).
Pola bermain awal masa anak-anak. Anak-anak senang dibacakan dan melihat
gambar-gambar dari buku ( dongeng-dongeng, nyanyian anak, cerita-cerita tentang hewan
dan kejadian sehari-hari). Anak-anak jarang melihat bioskop, tapi ia senang dengan film
kartun, film tentang binatang dan film rumah tentang anggota keluarga. Anak-anak juga
senang mendengarkan radio tapi lebih senang melihat televisi.



Perkembangan moral pada anak
Perkembangan moral pada masa awal anak-anak masih dalam tingkat yang rendah,

karena anak tidak mengerti masalah standar moral. Anak-anak hanya belajar bagaimana
bertindak tanpa mengetahui mengapa. Awal masa anak-anak ditandai dengan apa yang oleh
Piaget disebut “moralitas melalui paksaan”. Kohlberg memperinci dan memperluas tahaptahap perkembangan moral Piaget dengan 2 tahap, tahap pertama adalah anak menilai benar
salahnya perbuatan berdasarkan akibat-akibat fisik dari perbuatan itu. Dan tahap kedua anak
menyesuaikan diri dengan harapan sosial agar memperoleh pujian.

Kategori konsep umum yang berkembang selama masa anak-anak adalah kehidupan,
kematian, fungsi tubuh, ruang, berat, bilangan, waktu, diri sendiri, kesadaran sosial,
keindahan, dan kelucuan.

B. Jenis disiplin yang digunakan pada masa awal anak-anak
1. Disiplin otoriter
Orang tua menetapkan peraturan-peraturan dan memberitahukan anak bahwa ia harus
mematuhi peraturan-peraturan tersebut.
2. Disiplin yang lemah
Anak tidak diajarkan peraturan-peraturan, anak tidak dihukum dengan sengaja melanggar
peraturan, juga tidak ada hadiah bagi anak yang berprilaku sosial baik.
3. Disiplin demokrasi
Anak harus mengetahui mengapa peraturan-peraturan dibuat oleh orang tua dan anak-anak
memperoleh kesempatan mengemukakan pendapatnya sendiri bila ia menganggap bahwa
peraturan itu tidak adil.
Pengaruh disiplin pada masa anak-anak
1.

Pengaruh pada prilaku

2.

Pengaruh pada sikap

3.

Pengaruh pada kepribadian

Minat pada awal masa anak-anak
1.

Minat pada agama

2.

Minat pada tubuh manusia

3.

Minat pada diri sendiri

4.

Minat terhadap seks

5.

Minat terhadap pakaian

C. Hubungan keluarga pada awal masa anak-anak
a. Hubungan orang tua-anak
Karena anak lebih tergantung pada orang tua dalam hal perasaan aman dan kebahagiaan,
dan karena orang tua merupakan lawan komunikasi pertama kali semenjak anak tersebut lahir
di dunia, maka hubungan yang buruk dengan orang tua akan juga berakibat fatal bagi anak
tersebut.
b. Hubungan dengan saudara

Tidak semua hubungan dengan saudara bersifat bertentangan, kalaupun ada hanyalah
sesekali saja. Misalnya dari saudaranya, anak menilai prilakunya sendiri sebagai mana orang
menilainya.
c. Hubungan dengan sanak keluarga
Apabila keluarga tinggal di kota lain/berbeda, maka hubungan dengan anak akan jarang.
Peran saudara sepupu adalah sebagai teman bermain, sedangkan nenek berperan sebagai
pengasuh atau pengganti ibu, dan lain sebagainya.


Konsep dan bentuk kepribadian anak
Kepribadian adalah ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat khas dari diri seseorang

yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan.
Penggolongan kepribadian dibagi menjadi :
a. Tipe Sanguin
Tipe ini memiliki ciri-ciri: memiliki banyak kekuatan, bersemangat, mempunyai gairah
hidup, dapat membuat lingkungannya gembira dan senang. Tipe ini pun memiliki kelemahan,
yaitu cenderung impulsive, dan bertindak sesuai emosinya atau keinginannya.
b. Tipe Flegmatik
Tipe ini memiliki cirri-ciri; gejolak emosinya tidak tampak, misalnya dalam kondisi sedih
atau senang, sehingga turun naik emosinya tidak terlihat secara jelas.
c. Tipe Melankolik
Tipe ini memiliki ciri-ciri: terobsesi dengan karyanya yang paling bagus atau paling
sempurna, mengerti estetika keindahan hidup, perasaan yang sangat kuat dan sangat sensitif.

d. Tipe Kolerik
Tipe ini memiliki ciri-ciri: cenderung berorientasi pada pekerjaan dan tugas, disiplin kerja
yang sangat tinggi dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas.
e. Tipe Asertif
Tipe ini memiliki ciri-ciri antara lain: mampu menyatakan pendapat, ide, dan gagasannya
secara tegas, kritis, tetapi perasaannya halus sehingga tidak menyakiti perasaan orang lain.


Kondisi yang membentuk konsep diri pada awal masa kanak-kanak

1.

Cara pelatihan anak

2.

Cita-cita orang tua

3.

Posisi urutan

4.

Kelompok minoritas

5.

Ketidaknyamanan lingkungan. [20]

D. Faktor yang mempengaruhi kepribadian seorang anak
1. Faktor Internal
Faktor yang berasal dari dalam diri orang itu sendiri. Biasanya merupakan faktor genetis
atau bawaan.
2. Faktor Eksternal
Faktor yang berasal dari luar orang tersebut. Biasanya merupakan keluarga, teman,
tetangga, TV, VCD, Koran, majalah, dll.[21]

E. Bahaya pada awal masa anak-anak
1. Bahaya fisik
Kematian, penyakit, kecelakaan, tidak menarik, kejanggalan. Kegemukan, dan tangan
kidal.
2. Bahaya psikologis
Bersifat tidak sosial, gagal belajar penyesuaian sosial karena kurangnya bimbingan.
Disiplin yang tidak konsisten, gagal dalam mengambil peran seks sesuai dengan pola yang
disetujui oleh kelompok sosial, kemerosotan dalam hubungan keluarga dan konsep diri yang
kurang baik.
Kebahagian pada awal masa anak-anak bergantung lebih kepada kejadian yang menimpa
anak dari pada kejadian diluar rumah.
Orang tua yang ingin melihat anaknya bahagia, maka harus mengetahui masalah prilaku
anak secara obyektif. Orang tuapun harus belajar melihat anak dengan mata ketika anak
berada dalam keadaan tenang, berguna, dan berperilaku baik. Perilaku-perilaku ini harus
dibuat sebagai miniature di mata orang tua.

F. Beberapa prilaku anak dan berbagai konsekuensinya
o Anak yang sedang marah, jika di beri permen maka permen itu akan menghentikan
kemarahan anak tersebut.

o Anak yang berprilaku antagonis yang suka membuat pernyataan seperti “ ibu tidak
menyayangiku”, maka orang tua perlu meyakinkan anak, merespon prilaku anak, dan
memberi perhatian pada anak.

a.

Kenakalan anak
Secara sadar dan sengaja
Pada dasarnya anak memahami betul perbuatan buruk yang dilakukannya. Ia tahu

bahwa dirinya tengah melakukan perbuatan tercela.
b.

Secara tidak sadar dan tanpa di sengaja
Terjadi dimana seorang anak melakukan perbuatan buruk tanpa memahami
keburukannya itu.


Sebab-sebab kenakalan anak yang harus diperhatikan

a. Tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkannya.
b. Perasaan marah dan jengkel
c.
Sang anak dibiarkan menangis sehingga mendorong dirinya untuk terus menangis
bahkan sampai berguling-guling di tanah.

a.
b.
c.
d.
e.

Melatih anak bersikap mandiri
Melatih anak menghadapi dan menentang kehendak orang lain yang keliru
Meneguhkan tekad hati sang anak dalam mewujudkan keinginannya
Melatih daya kreativitas sang anak
Mendidik anak untuk memperjuangkan tujuannya dengan cara yang benar


a.
b.
c.
d.
e.

Manfaat ulah anak

Bahaya ulah anak

Menyebabkan ketidak keteraturan
Menciptakan kebiasaan membantah perintah dan melawan orang tua
Membuat anak lari dari tanggung jawab
Merepotkan orang lain
Terhentinya proses perkembangan anak secara normal

G. Bakat pada anak
Untuk memahami bakat pada anak, kita dapat mengarahkan mereka secara baik.
Bakat sendiri adalah semacam perasaan dan perhatian, ia adalah salah satu metode pikir.
Pengalaman itu menyinari bakat, dan bakat didapat melalui belajar, baik ia berhubungan
dengan materi pelajaran, permainan, dan pikiran dalam menjawab teka-teki ataupun metode
lainnya. Contoh bakat pada anak yaitu dalam berbagai macam kegiatan selain menggambar,

seorang anak menyukai belajar al jabar, bahasa Perancis, suka main bola dan olah raga.
Kebanyakan anak mempunyai bakat yang bertingkat-tingkat kuat lemahnya. Jadi, bakat itu
berbeda beda derajatnya, ditentukan oleh kuat atau lemahnya bakat umum si anak.


Cara mencari bakat anak

a. Dengan memperhatikan apa yang paling sering dikerjakan oleh anak
b. Dengan menganalisa jawabannya terhadap beberapa pertanyaan yang di hadapkan kepadanya
dalam bentuk angket
c. Dengan meneliti jawabannya terhadap pertanyaan-pertanyaan tes bakat yang telah standar

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Macam-macam bakat

Bakat lapangan
Bakat mekanik
Bakat bilangan
Bakat ilmu
Bakat persuasi
Bakat seni
Bakat sastra
Bakat music, dll

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Masa perkembangan anak adalah cara anak-anak melanjutkan usahanya untuk menguasai
tugas-tugas dalam perkembangan yang dasarnya telah diletakan pada masa bayi. Masa yang
lebih naik tingkat dari masa bayi. Perkembangan yang terjadi pada anak-anak diantaranya
yaitu perkembangan fisik, perkembangan motorik, perkembangan bicara, perkembangan
emosi, perkembangan sosial dan perkembangan bermain anak-anak. Disiplin ilmu masa

perkembangan, juga dibutuhkan pada masa anak. Bakat-bakat yang ada pada anak
diantaranya yaitu anak suka bermain bola, disamping itu mempunyai bakat di bidang
pendidikan dan seni. Kenakalan-kenakalan seorang anak mempunyai dua titik dampak bagi
kehidupan, ad manfaat, dan juga ada bahayanya. Hubungan orang tua sangat berpengaruh
penting dan utama dengan perkembangan seorang anak. Para orang tua harus pengertian pada
anak yang sedang emosi, yaitu dengan cara memperhatikan anak tersebut. Karena sudah
tabiatnya, kalau pada masa anak-anak, sifat yang dimiliki masihlah sifat yang labil, dan
mengharuskan seseorang untuk benar-benar memahaminya. Tahap perkembangan anak di
bagi menjadi 5 periode, yaitu periode pra lahir (pembuahan sampai lahir), masa neonates
(lahir sampai 10-14hari), masa bayi, (dua minggu sampai dua tahun), masa kanak-kanak ( dua
tahun sampai remaja) yang terdiri dari dua tahap, masa kanak-kanak dini (2 sampai 6 tahun)
dan masa kanak-kanak akhir (6 sampai 13 tahun) dan masa puber (11 sampai 16 tahun).
B.

Saran
Penulis berharap dengan adanya makalah tetang perkembangan pada masa anak-anak
ini, penulis khususnya dan para pembaca dapat memahami bagaimana perkembangan yang
terjadi pada masa anak-anak. Sehingga khusunya bagi para orang tua ataupun kader calon
orang tua bisa memahami perkembangan seorang anak, dan menerapkan apa yang harus
diterapkan, dan menghindari apa yang harusnya dihindari dalam memperlakukan anak.
Penulis juga berharap adanya kritik saran dari para pembaca. Karena semua itu juga
dibutuhkan untuk kesempurnaan pembuatan makalah pada masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA
Hurlock, B. Elizabeth. 1999. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang
Kehidupan. Erlangga : Jakarta
Zulkifli. 1992. Psikologi Perkembangan. PT Remaja Rosdakarya : Bandung.
Sjarkawi. 2005. Pembentukan Kepribadian Anak. PT. Bumi Aksara: Jakarta.
Azerrad, Jacob. 2005. Membangun Masa Depan Anak. Nusamedia, Nuansa: Bandung.
Qaimi, Ali. 2002. Keluarga dan Anak Bermasalah. hlm.20-22. Cahaya: Bogor.

Kuder, Frederic dan Blance B.Paulson. 2004. Mencari Bakat Anak-Anak. N.V Bulan Bintang:
Jakarta.
Hidayati, Arini. 1998. Televisi dan Perkenbangan Sosial Anak. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Psikologi perkembangan anak bahasa anak