Manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang dalam pengembangan kegiatan dakwah pada anak usia dini

MANAJEMEN MASJID IBNU SINA PAMULANG
DALAM PENGEMBANGAN KEGIATAN DAKWAH
PADA ANAK USIA DINI

Skripsi
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial
Islam (S.Sos.I.)

Disusun Oleh
Lutfi Saefullah
NIM: 104053002019

JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1429 H./2008 M.

- 37 -

38

MANAJEMEN MSJID IBNU SINA PAMULANG DALAM
PENGEMBANGAN KEGIATAN DAKWAH PADA ANAK USIA DINI

Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi untuk Memenuhi Persyaratan
Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam (S.Sos.I.)

Disusun Oleh
Lutfi Saefullah
NIM: 104053001920

Di Bawah Bimbingan

Drs. Muhammad Sungaidi, MA
Nip.150.282.640

JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1429 H./2008 M.

39

PENGESAHAN PANITIA UJIAN
Skripsi berjudul MANAJEMEN MASJID IBNU SINA PAMULANG
DALAM PENGEMBANGAN KEGIATAN DAKWAH PADA ANAK USIA
DINI telah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Dakwah dan Komunikasi
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 22 September 2008. Skripsi ini telah
diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ilmu Sosial Islam
(S.Sos.I) pada Program Studi Manajemen Dakwah.

Jakarta, 22 September 2008

SIDANG MUNAQASYAH
Ketua Merangkap Anggota,

Dr. Murodi, MA
NIP: 150.254.102

Sekretaris Merangkap Anggota,

Drs. Cecep Castrawijaya, MA
NIP: 150.287.029

Penguji I

Penguji II

Drs. Hasanuddin Ibnu Hibban, MA
NIP: 150.270.815

M. Hudri, MA
NIP: 150.289.437

Pembimbing

Drs. Muhammad Sungaidi, MA
NIP: 150.282.640

40

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya nyatakan bahwa:
1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi
salah satu persyaratan memperoleh gelar strata 1 di UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya
cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya saya atau
merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia
menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ciputat, 22 September 2008

Lutfi Saefullah

41

ABSTRAK

Lutfi Saefullah
Dengan judul Manajemen Organisasi Masjid Ibnu Sina Pamulang Dalam
Kegiatan Dakwah

Masjid sering kali hanya difungsikan sebagai tempat ibadah yang
dilakukan oleh seorang hamba kepada Tuhannya dengan harapan mendapatkan
pahala dan keridhaan-Nya. Akan tetapi bila kita melihat kembali sejarah
Rasulullah SAW. masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah saja, tetapi
masjid juga dapat difungsikan sebagai tempat untuk melakukan berbagai macam
kegiatan. Misalnya seperti pendidikan, sosial, ekonomi, militer, pengajian agama,
dan musyawarah. Namun pada kenyataannya masih banyak dari kalangan
masyarakat yang menganggap bahwa masjid hanya sebagai tempat untuk
melakukan ibadah-ibadah yang sifatnya ritual saja.
Sehingga sangat disayangkan sekali ketika mereka menganggap bahwa
masjid hanya berfungsi sebagai tempat untuk melakukan ibadah saja. Padahal
masjid dapat difungsikan sebagai tempat untuk melakukan berbagai macam
kegiatan yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan mereka. Maka dari itu,
sangat relevan sekali apabila Manajemen Organisasi Masjid Ibnu Sina Pamulang
Dalam Kegiatan Dakwah diangkat sebagai karya ilmiah.
Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana Manajemen Organisasi Masjid
Ibnu Sina Pamulang Dalam Kegiatan Dakwah. Melalui wawancara, observasi, dan
pengumpulan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan judul skripsi.
Masjid Ibnu Sina Pamulang adalah masjid yang tidak hanya saekedar
difungsikan sebagai tempat untuk melakukan ibadah yang sifatnya ritual saja.
Akan tetapi, Masjid Ibnu Sina Pamulang ini difungsikan sebagai tempat
pembinaan ummat. Karena Masjid Ibnu Sina Pamulang memiliki beberapa
program kegiatan. Yang mana dengan adanya program-program kegiatan ini
diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta keimanan jamaah
kepada Allah SWT. Semoga dengan manajemen organisasi yang dilakukan masjid
ibnu sina pamulang dalam kegiatan dakwah dapat mencapai harapan yang
diinginkan dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, amin.

42

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur penulis sanjungkan kehariban Allah SWT. Sang Maha
Pencipta alam semesta, Penguasa alam jagat raya, Maha Rahman dan Rahim yang
telah memberikan anugerah serta taufiq-Nya kepada semua mahkluk-Nya. Dengan
anugerah dan taufiq-Nyalah penulis diberikan nikmat sehat jasmani maupun
rohani.
Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan alam Nabi
Muhammad SAW. seorang pejuang Islam nan sejati pendobrak kebathilan bagi
kaumnya serta penegak panji-panji Islam di permukaan bumi ini. Dengan
selesainya penulisan skripsi ini, banyak sekali cobaan dan ujian yang penulis lalui
serta tidak mudah untuk menghadapinya baik yang sifatnya eksternal maupun
internal. Akan tetapi dengan niat yang tulus dan ketekunan serta dengan usaha
yang gigih agar cepat terselesaikannya skripsi ini maka “Alhamdulillah” sujud
syukurku pada-Mu.
Penulis ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak
yang telah memberikan saran, bantuan, bimbingan, pelayanan, dan motivasi dalam
proses penyusunan skripsi ini hingga tuntas pada waktunya, khususnya kepada
yang terhormat :
1. Dr. Murodi, M.A, selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi beserta
pembantu.
2. Drs. Hasanuddin Ibnu Hiban, MA. selaku Ketua Jurusan Manajemen
Dakwah dan Drs. Cecep Castrawijaya, MA. selaku Sekretaris Jurusan
Manajemen Dakwah.

43

3. Drs. M. Sungaidi, MA. selaku pembimbing skripsi. Dengan kesabaran dan
pengarahanya beliau mampu memberikan motivasi kepada penulis untuk
segera menyelesaikan skripsi tahun ini.
4. Kepada seluruh Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang telah
memberikan ilmunya kepada penulis, dengan tidak mengurangi rasa
hormat penulis tidak menyebutkan satu persatunya, semoga Allah
membalas jasa mereka semua.
5. Perpustakaan Dakwah dan Komunikasi dan Perpustakaan UIN Syahid
Jakarta, yang sering dijadikan penulis tempat mencari dan mendapatkan
informasi tentang berbagai ilmu pengetahuan.
6. Yang tercinta Ibunda (Juju) dan Ayahanda (Mamat) yang telah banyak
berjasa dalam kehidupan penulis sehari-hari, yang senantiasa sabar dan
ikhlas dalam memberikan motivasi, yang tidak hentinya dalam
memberikan kasih sayang dan didikan, yang selalu memberikan dukungan
dengan moril dan materil, yang selalu memanjatkan do’a kepada Allah
SWT untuk kebahagiaan anaknya degan apa harus ku balas jasa mereka?
Tanpa mereka ku takkan menjadi seperti sekarang ini.
7. Seluruh My Family Yang telah memberikan motivasi khusunya Pak Oyo,
Ma Oyoh yang senantiasa memberikan saran dan pengarahan kepada
penulis dalam menghadapi masalah. Dan adik-adikku (Siti Amaliyah,
Amarullah, dan Fithriah) banyak-banyaklah membaca, karena dengan
membaca kita dapat mengetahui apa yang orang lain tidak ketahui.
8. Teman-teman MD angkatan 2004, khususnya Yosef Saifullah dan Abdul
Syukur semoga persahabatan kita tidak akan luntur untuk selama-lamanya,

44

Zaki

Mubarok,

Ayi

Aminudin

Rasyid,

H.

Humaidi

Al-Ayubi,

Faturrahman, Saeful Huda, Aang Jalaluddin, Ika Fitriyanti, Dini Nurani,
Siti Badriyah dan semua yang penulis tidak bisa sebutkan satu persatu atas
kebersamaan, susah dan senang, tawa dan canda yang senantiasa
mengobati rasa jenuh.
9. Teman-teman sependeritaan dan seperjuangan di IMM (Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah), khususnya PK. Dakwah dan Komunikasi, ASTRA,
ASTRI dan Cabang Ciputat. Dan kepada kakak-kakak yang selalu
memberikan motivasi serta inspirasi, yakni kak Mansur, kak Medi, kak
Indra, kak Rahmat, Dzikril, kak Ema.
10. Untuk semua pengurus Masjid Ibnu Sina Pamulang khususnya kepada
Bapak Aep Saifullah, Bapak Sa’dullah Baihaqi, dan Bapak Sis Eko
Warsono. Penulis ucapkan terimah kasih banyak atas semuanya.
Akhirnya, hanya kepada Allah SWT jualah penulis serahkan, semoga semua
jasa baik mereka mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Harapan penulis
mudah-mudahan karya yang sederhana ini bermanfa’at bagi para pembaca, amin.

Ciputat, 10 Juni 2008

Penulis

45

DAFTAR ISI

ABSTRAK.........................................................................................................i
KATA PENGANTAR.......................................................................................ii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………..v
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah……………………………………….1
B. Pembatasan dan Perumusan Masalah………………………….4
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian………………………………...4
D. Metodologi Penelitian………………………………………….5
E. Tinjauan Pustaka……………………………………………….8
F. Sistematika Penulisan…………………………………………..9

BAB II

TINJAUAN TEORITIS
A. Manajemen
1. Pengertian Manajemen……………………………………11
2. Unsur-unsur Manajemen………………………………….13
3. Fungsi-fungsi Manajemen………………………………...15
B. Masjid
1. Pengertian Masjid………………………………………...19
2. Fungsi Masjid……………………………………………..21
3. Peranan Masjid…………………………………………....22
4. Ruang Lingkup Masjid…………………………………….24
C. Kegiatan Dakwah

46

1. Pengertian Kegiatan Dakwah……………………………...28
2. Ruang Lingkup Kegiatan Dakwah…………………………30
D. Anak Usia Dini
1. Pengertian Anak Usia Dini……………………………….33
2. Pendidikan Akhlak Anak Usia Dini………………………….34
BAB III

GAMBARAN UMUM MASJID IBNU SINA PAMULANG
A. Sejarah berdirinya Masjid Ibnu Sina Pamulang………………37
B. Visi dan Misi……………………………………………….....38
C. Struktur Organisasi Masjid Ibnu Sina Pamulang……………..38
D. Program kegiatan Masjid Ibnu Sina Pamulang…………….....42
E. Sarana dan Prasarana Masjid Ibnu Sina Pamulang…………...53

BAB IV

ANALISIS MANAJEMEN MASJID IBNU SINA PAMULANG
DALAM PENGEMBANGAN KEGIATAN DAKWAH PADA
ANAK USIA DINI
A. Bagaimanakah Manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang.........56
B. Bagaimanakah Pengembangan Kegiatan Dakwah Pada Anak Usia
Dini……...................................................................................64

BAB V

PENUTUP
A. Kesimpulan…………………………………………………..67
B. Saran………………………………………………………….68

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................69
LAMPIRAN

47

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dewasa ini umat Islam terus menerus mengupayakan pembangunan
masjid, baik di kota-kota besar, kota kecil maupun pelosok pedesaan. Bahkan
hampir di setiap lingkungan perkantoran, di kampus-kampus, di lingkungan pusat
kegiatan ekonomi, baik di kantor-kantor pemerintah maupun kantor-kantor swasta
berdiri dengan megah masjid-masjid dengan berbagai bentuk dan gaya
arsitektur.67
Masjid merupakan tempat disemaikannya berbagai nilai kebajikan dan
kemaslahatan umat. Baik yang berdimensi ukhrawi maupun duniawi. Semuanya
bisa berjalan dan sukses jika dirangkum dalam sebuah garis kebijakan manajemen
masjid. Namun dalam kenyataannya, fungsi masjid yang berdimensi duniawiyah
kurang memiliki peran yang maksimal dalam pembangunan umat dan peradaban
Islam.68 Oleh karena itu, masjid harus difungsikan sebagai wadah untuk
menampung berbagai kegiatan sosial dan bukan hanya tempat untuk ibadah ritual
saja.
Masjid adalah tempat ibadah kaum muslimin yang memiliki peran
strategis untuk kemajuan peradaban umat Islam. Sejarah telah membuktikan multi
fungsi peranan masjid tersebut. Masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga
sebagai pusat pendidikan, pengajian keagamaan, pendidikan militer dan fungsi67

Nana Rukmana D.W., Masjid dan Dakwah (Jakarta: Al-Mawardi Prima, 2002), cet.1, h. 1.
Muhammad Zen, dkk., Dakwah “Jurnal Kajian Dakwah dan Komunikasi” (Jakarta: Fakultas
Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2007), h. 253-254.
68

48

fungsi sosial-ekonomi lainnya.69 Sebagaimana makna atau arti dari kata masjid itu
sendiri yaitu tempat sujud.70 Masjid selian tempat ibadah dapat pula difungsikan
sebagai tempat kegiatan masyarakat Islam, baik yang berkenaan dengan sosial
keagamaan, sosial kemasyarakatan maupun yang berkenaan dengan sosial
ekonomi, sosial budaya, sosial politik.71
Di zaman Rasulullah saw. masjid mempunyai fungsi sebagai tempat
peribadatan, pusat kegiatan masyarakat dan pusat kebudayaan. Dari masjid itulah
Rasulullah saw. melaksanakan bimbingan Islam dan pembinaan kepada
masyarakat, bagaimana melakukan untuk mengamalkan fungsi hidup manusia
sebagai hamba dan khalifah Allah dalam kehidupan masyarakat.
Allah berfirman dalam al-Qur’an surat at-Taubah ayat 18






Artinya :
“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang
beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat,
menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, Maka

69

Qurais Shihab, Wawasan Al-Qur’an (Bandung: Mizan, 1998), h. 462.
Sidi Ghazalba, Masjid Pusat Ibadah dan Kebudayaan Islam (Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1989),
cet. 5, h. 126.
71
Bachrun Rifa’i dan Fakhruroji, Manajemen Masjid Mengoptimalkan Fungsi Sosial Ekonomi
Masjid (Bandung: Benang Merah Press, 2005), h. 35.
70

49

merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang
mendapat petunjuk.” 72

Masjid sebagai pusat ibadah dan kebudayaan Islam, dapat digunakan
untuk melakukan pembinaan umat dan mengembangkan dakwah dalam
peningkatan kualitas umat dan sebagai pusat kebudayaan.73
Hal ini terbukti pada zaman keemasan Islam, umat muslim telah berhasil
menjadikan masjid sebagai markas pelaksanaan hubungan antara manusia dengan
Allah SWT (ibadah) dan hubungan antara manusia dengan manusia atau
muamalah yang berlangsung sampai abad 13 M.74
Maka dalam hal ini masjid harus berperan sebagai wadah pemersatu yang
memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat atas dasar persamaan agama,
dan ukhuwah Islamiyah. Oleh karena itu, perlu upaya peningkatan mutu / kualitas
kegiatan masjid khususnya kegiatan pembinaan umat melalui berbagai kegiatan
dakwah.75
Masjid dan dakwah Islamiyah merupakan dua faktor yang erat sekali
hubungannya satu sama lain, saling isi mengisi di antara keduanya, kalau
diumpamakan laksana gudang dengan barangnya. Dengan demikian masjid yang
didirikan di dalam suatu lokasi tertentu harus dapat berperan sebagai
tempat/media dakwah Islamiyah. Dakwah itu pada dasarnya meliputi berbagai
aspek kegiatan, termasuk di dalamnya masalah sosial, budaya, pendidikan dan

72

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya (Jakarta: Proyek Pengadaan Kitab Suci
Al-Qur’an, 1983/1984), h. 280.
73
Ghazalba, Masjid Sebagai Pusat Ibadah, h. 236.
74
Ahmad M. Saepuddin, Masjid, Pemuda Dan Masyarakat, Mimbar Ulama, XI, 23 (Januari,
1987), h. 49.
75
Rukmana, Masjid dan Dakwah, h. 57.

50

sebagainya. Oleh karenanya dakwah ini dipandang penting sebagai suatu kegiatan
untuk meningkatkan syiar Islam dan kehidupan beragama dalam masyarakat.
Kegiatan-kegiatan dakwah melalui masjid sebenarnya tercakup pula kegiatankegiatan dalam rangka pembinaan umat.76
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian dengan judul “Manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang Dalam
Pengembangan Kegiatan Dakwah Pada Anak Usia Dini”.

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah
1. Pembatasan Masalah
Dari latar belakang masalah yang telah dipaparkan di atas, maka penulis
membatasi masalah yang akan diteliti hanya pada “Manajemen Masjid Ibnu
Sina Pamulang Dalam Pengembangan Kegiatan Dakwah Pada Anak Usia
Dini”
2. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka rumusan masalah yang
akan diformulasikan dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :
a) Bagaimana manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang ?
b) Bagaimana pengembangan kegiatan dakwah pada anak usia dini ?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian

76

Ibid., h. 51-52.

51

Berdasarkan pada pokok permasalahan yang telah dirumukan tersebut,
maka ada beberapa tujuan yang hendak dicapai dari penulisan skripsi ini, antara
lain :
a) Untuk mengetahui manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang.
b) Untuk mengetahui pengembangan kegiatan dakwah pada anak usia dini di
Masjid Ibnu Sina Pamulang.
2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini sebagai berikut :
Pertama Akademis :
-

Memberikan kontribusi keilmuan tentang manajemen masjid.

-

Menambah dan memperkaya khazanah keilmuan manajemen dakwah
khususnya dan umumnya para mahasiswa Fakultas Dakwah dan
Komunikasi.

Kedua Praktis :
-

Menambah

wawasan

bagi

peneliti

dan pembaca

dalam rangka

mengimplementasikan manajemen masjid dalam kegiatan dakwah.
-

Sebagai bahan acuan dalam rangka pengembangan kegiatan dakwah pada
anak usia dini di Masjid Ibnu Sina Pamulang khususnya dan masjid-masjid
yang lain pada umumnya.

D. Metodologi Penelitian
Adapun penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini, penulis
menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yaitu dengan melakukan penelitian
yang menghasilkan data-data dari orang yang diamati. Bogdan dan Taylor dalam

52

bukunya Lexy J. Moleong mendefinisikan pendekatan kualitatif sebagai prosedur
penelitian yang menghasilkan data-data berupa kata-kata tertulis atau tulisan dari
orang-orang, prilaku orang yang dapat diamati secara langsung.77 Sedangkan
teknis analisis dalam penulisan skripsi adalah deskripsi analisis.
Pendekatan

deskripsi

digunakan

untuk

menggambarkan

tentang

manajemen masjid Ibnu Sina Pamulang dalam pengembangan kegiatan dakwah
pada anak usia dini.
1. Waktu dan Tempat Penelitian
a. Waktu Penelitian
Waktu penelitian skripsi ini dilaksanakan bulan Juni 2008 sampai bulan
Juli 2008.
b. Tempat Penelitian
Masjid Ibnu Sina Pamulang blok Aj. Sektor I Kelurahan Pondok Panda
Kec. Pamulang Kab. Tanggerang. Telp.021-74705045 Fax: 021-7431766.
2. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan teknik pemeriksaan
keabsahan data dengan menggunakan ketekunan pengamatan, yaitu mencari
secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitannya dengan proses
analisis yang konstan atau tentatif.78 Dalam hal ini penulis akan mengamati secara
langsung ke lokasi penelitian di Masjid Ibnu Sina Pamulang untuk memperoleh
data-data yang diinginkan. Sehingga adanya relevansi dengan persoalan yang
sedang diteliti.

77

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006),
Edisi Revisi, h. 4.
78
Ibid., h. 329.

53

3. Teknik Pengumpulan Data
Adapun metode penelitian yang penulis gunakan dalam pengumpulan data
dan mengolah data selama mengadakan penelitian adalah sebagai berikut :
a. Observasi atau pengamatan langsung, yakni pengumpulan data di mana
peneliti mengadakan pengamatan langsung terhadap gejala obyek yang
diteliti.79
b. Wawancara, yakni penulis memperoleh keterangan dengan cara tanya
jawab sambil bertatap muka antara penanya dan penjawab, atau responden
yang menggunakan alat yang dinamakan Interview Guide (panduan
wawancara).80
c. Dokumentasi, yakni mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang
berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen
rapat, lengger, agenda, dan sebagainya.81
Subjek dan Objek Penelitian
a. Subjek penelitian
Subjek penelitian adalah orang yang dapat memberikan informasi tentang
data-data yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini subjek penelitian adalah
para pengurus, dan karyawan Masjid Ibnu Sina Pamulang.
b. Objek penelitian

79

Winarno Surakhmad, Pengantar Penelitian Ilmiah (Bandung: Tarsito, 1980), cet. 7, h. 102.
M. Nasir, Metodologi Penelitian (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1985), cet. 2, h. 182.
81
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian; Sebuah Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta,
1993), Edisi Revisi II, h. 202.

80

54

Adapun objek penelitian yaitu Manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang
Dalam Pengembangan Kegiatan Dakwah Pada Anak Usia Dini.

5. Tehnik Analisis Data
Analisis data menurut Patton yang dikutip oleh Lexy Moleong adalah
proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola,
kategori, dan satuan uraian dasar.82
Di dalam penelitian ini penulis menganalisa data dengan menggunakan
teknik analisa deskriptif kualitatif yaitu dengan cara mengumpulkan data, disusun
dan disajikan yang kemudian dianalisa untuk mengungkapkan arti data tersebut,
menggambarkan keadaan sasaran apa adanya.83
Teknik dan metode penulisan skripsi ini, penulis berpedoman pada buku
pedoman penulisan karya ilmiah (skripsi, tesis, dan disertasi), diterbitkan oleh
CEQDA ( Center For Quality Development and Assurance ) Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2007.

E. Tinjauan Pustaka
Penulis menemukan skripsi yang dijadikan tinjauan pustaka sebagai bahan
perbandingan dan untuk menghindari adanya penjiplakan dalam pembuatan
skripsi yang akan penulis susun. Yaitu sebagai berikut:
-

Nama : Hani Ma’rifati, NIM : 102051025500, dengan judul : MASJID
SEBAGAI PUSAT DAKWAH (analisis tentang Strategi Dakwah Masjid

82
83

Lexy. J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif , h. 280.
Wardi Bachtiar, Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah (Jakarta: Logos, 1997), h. 21.

55

Atta’awun). Yang membahas tentang Strategi Dakwah di Masjid
Atta’awun.
-

Nama : Chairil Anwar, NIM : 201051000888, dengan judul : ANALISA
BULLETIN KHUTBAH JUM’AT TENTANG KEPEMIMPINAN DI
MASJID AGUNG AT-TIN TMII JAKARTA SELATAN. Yang
membahas tentang kepemimpinan di masjid agung At-tin TMII Jakarta
selatan.
Sedangkan judul skripsi penulis berjudul “MANAJEMEN MASJID IBNU

SINA PAMULANG DALAM PENGEMBANGAN KEGIATAN DAKWAH
PADA ANAK USIA DINI”. Apabila dilihat dari segi judul sama-sama meneliti
tentang masjid, namun dalam segi pembahasan sungguh jauh berbeda. Adapun
materi yang penulis bahas adalah tentang manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang
dalam pengembangan kegiatan dakwah pada anak usia dini.

F. Sistematika Penulisan
Adapun sistimatika dalam penyusuan skripsi ini berdasarkan hasil
penelitian dan bacaan ditulis secara sistematis dalam lima bab, secara rinci
sistematisnya adalah sebagai berikut :
BAB I

: PENDAHULUAN
Bab pendahuluan ini menjelaskan tentang latar belakang
masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan
manfaat penelitian, metodologi penelitian, tinjauan pustaka, dan
sistematika penulisan.

BAB II

: TINJAUAN TEORITIS

56

Tentang manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang dalam
pengembagnan kegiatan dakwah pada anak usia dini yang terdiri
dari pengertian manajemen, unsur-unsur manajemen, fungsifungsi manajemen, pengertian masjid, fungsi masjid, peranan
masjid, ruang lingkup masjid, pengertian kegiatan dakwah, ruang
lingkup kegiatan dakwah, pengertian anak usia dini, pendidikan
akhlak anak usia dini.
BAB III

: GAMBARAN UMUM MASJID IBNU SINA PAMULANG
Bab ini menggambarkan tentang sejarah berdirinya Masjid Ibnu
Sina Pamulang, visi dan misi Masjid Ibnu Sina Pamulang,
struktur organisasi Masjid Ibnu Sina Pamulang, program
kegiatan Masjid Ibnu Sina Pamulang, sarana dan prasarana
Masjid Ibnu Sina Pamulang.

BAB IV

: ANALISIS MANAJEMEN MASJID IBNU SINA
PAMULANG DALAM PENGEMBANGAN KEGIATAN
DAKWAH PADA ANAK USIA DINI
Bab ini menganalisis manajemen Masjid Ibnu Sina Pamulang
yang meliputi bagaimanakah manajemen Masjid Ibnu Sina
Pamulang ?
Bagaimanakah pengembangan kegiatan dakwah pada anak usia
dini ?

BAB V

: PENUTUP
Bab ini merupakan bab penutup dari seluruh uraian penulisan
skripsi ini yang meliputi kesimpulan dan saran-saran.

57

BAB II
TINJAUAN TEORITIS

A. Manajemen
1. Pengertian Manajemen
Kata Manajemen berasal dari bahasa Inggris dengan kata kerja “to
manage” yang secara umum berarti mengurusi.84 Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia kata Manajemen berarti :
a. Proses penggunaan sumber daya yang efektif untuk mencapai sasaran.
b. Pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan.85
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber
daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk
mencapai suatu tujuan tertentu.86 Dalam sumber lain disebutkan bahwa
manajemen berarti proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
pengawasan berbagai usaha anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber
daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.87
Sedangkan menurut beberapa pakar, manajemen dapat diartikan sebagai
berikut :
a. Menurut Jhon E Mee (seperti dikutip Sarwoto) “Manajemen adalah seni
untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha yang minimal
demikian pula mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan maksimal baik
84

A.M. Kadarman dan Jusuf Udaya, pengantar ilmu manajemen buku panduan untuk mahasiswa
(Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1997), h. 3.
85
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka,
2001),edisi III, h. 708.
86
Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2003),
Edisi Revisi, h. 9.
87
Saud Hasan, Manajemen Pokok-pokok Pengertian dan Soal Jawab (Yogyakarta: BPFE, 1989),
h. 2.

58

bagi pemimpin maupun para pekerja serta memberikan pelayanan yang
sebaik mungkin kepada masyarakat.”
b. Manurut John D Milert “Manajemen adalah proses memimpin dan
melancarkan pekerjaan dari orang-orang yang terorganisir secara formal
sebagai kelompok untuk memperoleh tujuan yang diinginkan.”88
c. Menurut Mary Parker Follett “Manajemen adalah sebagai seni dalam
menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.”89
d. Menurut Haiman yang dikutip oleh Manulang “Manajemen adalah fungsi
untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usahausaha individu untuk mencapai tujuan bersama.”90
e. Menurut Ordway Tead “Manajemen adalah proses dan perangkat yang
mengarahkan serta membimbing kegiatan-kegiatan suatu organisasi dalam
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.”91
f. Menurut Robert Kreitner “Manajemen adalah proses bekerja dengan dan
melalui orang lain untuk mencapai tujuan organisasi dalam lingkungan
yang berubah.”92
g. Menurut H. Zaini Muchtarom “Manajemen adalah aktifitas untuk
mengatur kegunaan sumber daya bagi tercapainya tujuan organisasi secara
efektif.”93
h. Di dalam Ensiklopedia of social sciences terdapat definisi sebagai berikut:
“Manajement may be definited as the process, by wich execution of a given
88

Sarwoto, Dasar-Dasar Organisasi dan Manajemen (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1991), h. 45.
T.Hani Handoko, Manajemen (Yogyakarta: BPFE, 1991), Edisi 2, h. 8.
90
M. Manulang, Dasar-dasar Manajemen (Yogyakarta: Ghalia Indonesia, 1996), h. 36.
91
Ibrahim Lubis, Pengendalian dan Pengawasan Proyek Dalam Manajemen (Jakarta: Ghalia
Indonesia, 1985), h. 36.
92
Zaini Muchtarom, Dasar-dasar Manajemen Dakwah (Yogyakarta: Al-Amin Press, 1996), h. 36.
93
Ibid, h.37.
89

59

purpose is put into operation and suvervised.” Yang artinya “Manajemen
adalah proses yang mana pelaksanaan dari satu tujuan tertentu
diselenggarakan dan diawasi.”94
2. Unsur-unsur Manajemen
Dalam manajemen secara umum terdapat unsur-unsur yang membantu
setiap organisasi agar mampu membuat satu perencanaan, mampu untuk
mengorganisir, memberikan pengarahan-pengarahan kerja, mengkoordinir dalam
suatu usaha untuk melaksanakan yang telah ditetapkan sebelumnya, serta
organisasi tersebut mampu pula untuk melaksanakan pengawasan dalam
pelaksanaan kerja. Manajemen selalu dikaitkan dengan usaha bersama
sekelompok manusia, yang mana merupakan suatu proses aktivitas guna mencapai
sasaran atau suatu telaah yang direncanakan terlebih dahulu, adalah mencapai
sasaran itu, diperlukan sejumlah sarana, fasilitas atau alat yang disebut juga
sebagai unsur-unsur manajemen (resource, element, tools).95
Adapun menurut Hamzah Yakub unsur-unsur manajemen adalah sebagi
berikut :
a. Man (Manusia)
Manusialah yang menjadi pelaku dan ia pulalah yang menetapkan tujuan
di dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tegasnya,
faktor manusia mutlak, tidak akan ada manajemen tanpa adanya manusia, sebab
manusialah yang merencanakan, melakukan, menggunakan dan merasakan hal
dari manajemen itu sendiri.

94

J. Pangkaylin dan Hazil Tanzil, Manajemen Suatu Pengantar (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1986),
h. 26.
95
T. Hani Handoko, Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia (Yogyakarta: PT. Liberty,
1985), h. 23.

60

b. Money (Keuangan atau Pembiayaan)
Dalam dunia modern, uang sebagai alat tukar dan alat pengukur nilai,
sangat diperlukan untuk mencapai suatu tujuan, di samping manusianya. Pengaruh
dan peranan uang dalam pergaulan manusia sangat besar.96
c. Method (Cara-cara Kerja)
Method yaitu cara melaksanakan suatu tujuan guna mencapai tujuan yang
telah ditetapkan sebelumnya. Cara kerja (metode) yang tepat sangat menentukan
kelancaran jalannya roda menajemen dalam suatu organisasi, sebab dengan cara
yang ditata dengan baik, maka akan menghasilkan produk yang baik pula
sehingga tujuan tercapai dengan efektif dan efisien.
d. Materials (Bahan-bahan atau Perlengkapan)
Faktor material ini sangat penting, karena manusia tidak dapat
melaksanakan tugasnya tanpa didukung oleh kelengkapan alat. Sehingga dalam
proses pelaksanaan kegiatan oleh organisasi tertentu perlu disiapkan bahan
perlengkapan apa-apa yang dibutuhkan.
e. Machines (Mesin)
Peranan mesin dalam zaman modern ini tidak dapat diragukan lagi, mesin
dapat membantu manusia dalam pekerjaannya. Mendefinisikan waktu bekerja
untuk menghasilkan sesuatu sehingga memperoleh keuntungan yang lebih
banyak.
f. Market (Pasar)
Market yaitu barang-barang produksi suatu lembaga atau perusahaan harus
segera dipasarkan. Karena itu, pemasaran dalam manajemen ditetapkan sebagai
96

Hamzah Yaqub, Menuju Keberhasilan Manajemen dan Kepemimpinan (Bandung: Diponegoro,
1984), h. 31

61

salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Penguasaan pasar diperlukan guna
menyebarluaskan hasil-hasil produksi agar sampai ke tangan konsumen.97
3. Fungsi-fungsi Manajemen
Fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut :
a. Planning – menunjukan tujuan-tujuan yang hendak dicapai selama suatu
masa yang akan datang dan apa yang harus diperbuat agar dapat mencapai
tujuan-tujuan itu.
b. Organizing – mengelompokkan dan menentukan berbagai kegiatan
penting dan memberikan kekuasaan untuk melaksanakan kegiatankegiatan itu.
c. Staffing – menentukan keperluan-keperluan sumber daya manusia,
pengerahan, penyaringan, latihan dan pengembangan tenaga kerja.
d. Motivating – mengarahkan atau menyalurkan prilaku manusia ke arah
tujuan-tujuan.
e. Controlling – mengukur pelaksanaan dengan tujuan-tujuan, menentukan
sebab-sebab penyimpangan-penyimpangan dan mengambil tindakantindakan korektif di mana perlu.98
Adapun fungsi-fungsi manajemen menurut T. Hani Handoko adalah
sebagai berikut :
a. Perencanaan (Planning), perencanaan (planning) adalah penentuan
strategi, kebijaksanaan, proyek, program, prosedur, metoda, sistem,
anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.99

97

Ibid., h. 32-33.
George R. Terry dan Leslie W. Rue, Dasar-dasar Manajemen (Jakarta: PT Bumi Aksara, 1992),
h. 9-10.
99
T. Hani Handoko, Manajemen, h. 23.

98

62

b. Pengorganisasian

(organizing),

pengorganisasian

adalah

penentuan

sumber daya- sumber daya dan kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk
mencapai tujuan organisasi.
c. Penyusunan pesonalia (staffing), penyusunan personalia adalah penarikan,
pelatihan dan penegembangan, serta penempatan dan pembagian orientasi
para karyawan dalam lingkungan kerja yang menguntungkan dan
produktif.100
d. Pengarahan, fungsi pengarahan secara sederhana adalah untuk membuat
atau mendapatkan para karyawan melakukan apa yang diinginkan, dan
harus mereka lakukan.
e. Pengawasan (controlling), pengawasan adalah penemuan dan penerapan
cara dan peralatan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan
sesuai dengan yang telah ditetapkan.101
Sedangkan dalam sumber lain fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai
berikut :
a. Perencanaan. Fungsi manajemen yang pertama adalah merencanakan. Hal
ini diasumsikan bahwa manajemen sudah diberi tugas untuk mencapai
tujuan.
b. Pengambilan keputusan, merupakan tugas manajemen lainnya. Semua
orang akan melakukan fungsi ini baik dalam manajemen maupun di luar.
Pengambilan keputusan berarti memilih pilihan dari berbagai pilihan yang
ada.

100
101

Ibid., h. 24.
Ibid., h. 25.

63

c. Pengorganisasian (Organizing), yang artinya mengelompokkan rencana
kegiatan dan tugas-tugas yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan tadi.
d. Staffing. Yaitu penempatan atau penugasan orang. Setelah kegiatan tadi
didaftar dan dikelompokkan, maka ditentukan orang yang akan memimpin
pelaksanaan tugas itu.
e. Memimpin (Leading) adalah memimpin, mengarahkan bawahan yang
ditugaskan tadi. Bawahan diarahkan, dibimbing jangan hanya memerintah
dari belakang meja saja. Pemimpin harus memonitor dan mengawasi
kegiatan yang dibawahinya untuk mencapai tujuan.
f. Pengawasan. Fungsi ini adalah kegiatan untuk mengupayakan agar
pelaksanaan kerja sama dengan rencana. Atau kegiatan yang dilaksanakan
searah dengan tujuan perusahaan.102
Fungsi manajemen dilihat dari beberapa para ahli adalah sebagai berikut :
a. Prayudi Atmo Sudirjo : Planning, Organizing, Directing, Actuating,
Controlling.
b. Hanry Payol : Planning, Organizing, Comanding, Coordinating,
Controlling.
c. Koonz dan O’Donnel : Organizing, Staffing, Directing, Planning,
Controlling.
d. Jhon Robert Beishlie, Ph.D : Perencanaan, Organizing, komando, kontrol.
e. Wiliam H Newman : Planning, Organizing, Assembling, Resources,
Directing, Controlling.
f. Dr. S.P Siagian MPA : Planning, Organizing, Motivating, Controlling.
102

Sofyan Syafri Harahap, Manajemen Kontemporer (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1996), h.
53-57.

64

g. Dr. Winardi S.E : Planning, Organizing, Coordinating, Actuating,
Leading, Communicating, Controlling.103
Adapun lebih jelasnya maksud dari fungsi manajemen tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Planning (Perencanaan)
Planning atau disebut juga perencanaan adalah gambaran dari suatu
kegiatan yang akan datang dalam jarak waktu tertentu dan metode yang akan
dipakai dalam tindakan-tindakan yang akan diambil. Perencanaan itu berisikan
suatu imajinasi dan pandangan ke depan terarah berdasarkan penilaian yang
benar.104
2. Organizing (Pengorganisasian)
Menurut Malayu Hasibuan bahwa pengorganisasian adalah suatu proses
penentuan, pengelompokkan, dan pengaturan bermacam-macam aktivitas yang
diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan orang pada aktivitas,
menyediakan alat-alat yang diperlukan, menetapkan wewenang yang secara
relative didelegasikan pada setiap individu yang akan melakukan aktivitasaktivitas tersebut.105
3. Actuating (Penggerakan)
Fungsi

actuating

(penggerakan)

meliputi

kegiatan-kegiatan

yang

diperlukan untuk jabatan-jabatan yang ada dalam struktur organisasi. Setelah
diadakan pembagian pekerjaan atau pengorganisasian, ditunjuk orang-orang yang
akan melaksanakan dan bertanggung jawab dalam pekerjaan. Bila rencana telah

103

M. Manullang, Dasar-Dasar Manajemen, h. 17.
Mochtar Efendy, Manajemen Suatu Pendekatan Berdasarkan Ajaran Agama Islam (Jakarta:
Bhatara karya Aksara, 1986), h. 75.
105
Malayu Hasibuan, Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalah, h. 119.

104

65

tersusun, struktur organisasi telah ditetapkan dan posisi-posisi atau jabatan sudah
diisi, maka tugas pimpinan untuk menggerakan atau mengarahkan bawahan agar
apa yang menjadi tujuan perusahaan tersebut dapat direalisasikan.
4. Controlling (Pengendalian)
Fungsi pengawasan ini tidak kalah penting dari fungsi yang lain.
Pengawasan atau bisa disebut pengendalian, mengadakan koreksi sehingga apa
yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud
tercapai tujuan yang sudah digariskan. Fungsi manajerial pengawasan adalah
mengukur atau mengoreksi prestasi kerja bawahan guna memastikan, bahwa
tujuan organisasi dan rencana yang didesain untuk mencapainya, sedang
dilaksanakan.106

B. Masjid
1. Pengertian Masjid
Masjid berasal dari bahasa Arab sajada yang berarti tempat sujud atau
tempat menyembah Allah SWT.107
Sedangkan pengertian masjid secara istilah adalah sebagai berikut :
“tempat sujud, yaitu tempat umat Islam mengerjakan shalat, zikir kepada Allah
SWT, dan untuk hal-hal yang berhubungan dakwah islamiyah”.108 Masjid secara
umum sering kali diidentikkan dengan tempat shalat bagi mereka yang mengaku
Islam sebagai agamanya. Sejak zaman Nabi masjid selain difungsikan sebagai
tempat pelaksanaan ibadah, juga sebagai pusat kebudayaan, pusat ilmu

106

AM. Kadarman Sj dan Jusuf Udaya, Pengantar Ilmu Manajemen Buku Panduan Untuk
Mahasiswa, h. 132.
107
E. Ayub dkk, Manajemen Masjid (Gema Insani, 1996), h. 1.
108
M. Abdul Mujid, Kamus Istilah Fikih (Jakarta: PT Pustaka Firdaus, 1994), h. 201.

66

pegetahuan, pusat informasi, pusat pengembangan ekonomi kerakyatan, pusat
pengaturan strategi perang, serta pusat pembinaan dan pengembangan sumber
daya umat secara keseluruhan. Pengertian ini memberi gambaran, bahwa masjid
di samping tempat sujud, juga mempunyai peran ganda dalam pegembangan
dakwah Islam.
Menurut Aidh bin Abdullah Al-Qorni, “Masjid adalah tempat untuk saling
mengenal dan mengakrabkan diri di antara kaum Muslimin. Karena saat di dalam
masjid mereka dapat mengetahui informasi tentang saudaranya yang absen atau
tidak hadir, apakah mereka dalam kesusahan atau lainnya, dengan demikian maka
akan timbul rasa tolong menolong sehingga dapat mempererat tali persaudaraan
dan memperkokoh ikatan kasih sayang antar jamaah masjid dari kaum
mukminin.109
M. HR. Songge menyatakan, masjid secara kebahasaan, bermakna sebagai
tempat para hamba Allah yang beriman bersujud melakukan ibadah mahdhah
berupa shalat wajib dan berbagai shalat sunnah lainnya kepada Allah SWT.
Sedangkan dalam makna istilah tempat di mana para hamba melakukan segala
aktivitas, baik yang bersifat vertikal (hubungan manusia dengan Allah) maupun
horizontal (hubungan manusia dengan manusia) dalam rangka beribadah kepada
Allah SWT.110
Dari beberapa pengertian tentang masjid di atas, penulis dapat
menyimpulkan bahwa pengertian masjid adalah suatu tempat di mana seseorang
dapat melakukan sujud, merendahkan diri, dan menyembah Tuhan. Serta tempat

109

Aidh bin Abdullah Al-Qarni, Memakmurkan Masjid; Langkah Maju Kebangkitan Islam
(Jakarta: Pustaka Al-Sofwa, 2003), h. 44.
110
M. HR. Songge, Pesan Risalah Masyarakat Madani; Masjid dan Masyarakat Madani (Jakarta:
PT. Media Cita, 2001), h. 12-13.

67

untuk memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan persoalan manusia
atau dengan kata lain tempat seseorang untuk melakukan aktivitas baik yang
bersifat vertikah maupun yang bersifat horizontal.
2. Fungsi Masjid
Menurut E. Ayub fungsi utama masjid adalah tempat sujud kepada Allah
SWT, tempat shalat, dan tempat beribadah kepada-Nya. Lima kali sehari semalam
umat Islam dianjurkan mengunjungi masjid guna melaksanakan shalat berjamaah.
Masjid juga tempat yang paling banyak dikumandangkan nama Allah melalui
adzan, qamat, tasbih, tahmid, tahlil, istigfar dan ucapan lain yang dianjurkan
dibaca di masjid sebagai bagian dari lafaz berkaitan dengan pengagungan asma
Allah. Selain itu fungsi masjid adalah :
1. Masjid merupakan tempat kaum muslimin beribadah dan mendekatkan diri
kepada Allah SWT.
2. Masjid adalah tempat kaum muslimin beri’tikaf, membersihkan diri,
menggembleng batin untuk membina kesadaran dan mendapatkan
pengalaman

batin

atau

keagamaan

sehingga

selalu

terpelihara

keseimbangan jiwa dan raga serta keutuhan kepribadian.
3. Masjid adalah tempat bermusyawarah kaum muslimin guna memecahkan
persoalan-persoalan yang timbul dalam masyarakat.
4. Masjid adalah tempat kaum muslimin berkonsultasi, mengajukan
kesulitan-kesulitan, meminta bantuan dan pertolongan.
5. Masjid adalah tempat membina keutuhan ikatan jamaah dan kegotongroyongan di dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.

68

6. Masjid dengan majelis taklimnya merupakan wahana untuk meningkatkan
kecerdasan dan ilmu pengetahuan muslimin.
7. Masjid adalah tempat pembinaan dan pengembangan kader pimpinan
umat.
8. Masjid tempat mengumpulkan dana, menyimpan, dan membagikannya.
9. Masjid tempat melaksanakan pengaturan dan supervisi sosial.111
Sedangkan dalam sumber lain fungsi-fungsi masjid adalah sebagai berikut:
1. Sebagai tempat shalat.
2. Sebagai fungsi sosial kemasyarakatan.
3. Sebagai fungsi politik.
4. Sebagai fungsi pendidikan.
5. Sebagai fungsi ekonomi.
6. Sebagai fungsi pengembangan seni-budaya.112
Masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat untuk mendekatkan diri
kepada Allah SWT saja. Akan tetapi masjid juga dapat difungsikan sebagai
tempat pengembangan kader, tempat bermusyawarah, tempat pembinaan dan
penggemblengan ummat dalam meningkatkan pengetahuan.
3. Peranan Masjid
Dalam sejarah perkembangan dakwah Rasulullah saw. terutama dalam
periode Madinah, eksistensi masjid tidak hanya dimanfaatkan sebagai pusat
ibadah yang bersifat mukhdhah / khusus, seperti shalat, tapi juga mempunyai
peran sebgai berikut :

111

E. Ayub, dkk., Manajemen Masjid, h. 7-8.
Bachrun Rifa’i dan Fakhruroji, Manajemen Masjid Mengoptimalkan Fungsi Sosial-Ekonomi
Masjid, h. 46.

112

69

a. Dalam keadaan darurat, setelah mencapai tujuan hijrah di Madinah, beliau
bukannya mendirikan benteng pertahanan untuk berjaga-jaga dari
kemungkinan serangan musuh tetapi terlebih dahulu membangun masjid.
b. Kalender Islam yaitu tahun Hijriyah dimulai dengan pendirian masjid yang
pertama, yaitu pada tanggal 12 Rabiul Awal, permulaan tahun Hijriyah
selanjutnya jatuh pada tanggal 1 Muharram.
c. Di Mekah agama Islam tumbuh dan di Madinah agama Islam berkembang.
Pada kurun pertama atau periode Makiyyah, Nabi Muhammad
mengajarkan dasar-dasar agama. Memasuki kurun kedua atau periode
Madaniyah, Rasulullah saw. menandai tapal batas itu dengan mendirikan
masjid.
d. Masjid menghubungkan ikatan yang terdiri dari kelompok orang
Muhajirin dan Anshar dengan satu landasan keimanan kepada Allah SWT.
e. Masjid didirikan oleh orang-orang takwa secara bergotong royong untuk
kemaslahatan bersama.113
Masjid tidak hanya berperan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan
ibadah semata. Akan tetapi masjid juga berperan sebagai tempat untuk melakukan
berbagai kegiatan sosial yang berhubungan dengan kehidupan manusia seharihari.
Dalam masyarakat yang selalu berpacu dengan kemajuan zaman, dinamika
masjid-masjid sekarang ini banyak yang menyesuaikan diri dengan kemajuan ilmu
dan teknologi. Artinya, masjid tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah shalat,
tetapi juga sebagai wadah beraneka kegiatan jamaah / umat Islam. Sebab, masjid

113

E. Ayub dkk., Manajemen Masjid, h. 10-11

70

merupakan integritas dan identitas umat Islam yang mencerminkan tata nilai
keislamannya. Dengan demikian, peranan masjid tidak hanya menitik beratkan
pada pola aktivitas yang bersifat akhirat, tetapi memperpadukan antara aktivitas
ukhrawi dan aktivitas duniawi.114
3. Ruang Lingkup Masjid
1.Eksistensi Masjid
a. Masjid sebagai Pelengkap
Tidak sedikit masjid diadakan sekadar pelengkap dalam suatu lingkungan.
Misalnya, di pabrik-pabrik, kantor, perusahaan, pasar, terminal, kampus, atau di
tempat rekreasi.
b. Mubalig Terbang
Masjid terkadang sunyi dari denyut kegiatan atau kegiatannya ada tapi
acak-acakkan, administrasi yang belum terurus, atau pengurus yang terlalu
gandrung memanfaatkan mubalig (penceramah) dari luar lingkungan dalam
mewarnai kegiatan masjid hanya agar jamaah tidak bosan. Cara-cara yang
demikian tidak dilakukan oleh Rasulullah saw.
c. Mubalig Kurang Dikenal Lingkungan
Banyak mubalig yang diundang berceramah dari satu daerah ke daerah
lain, atau biasa disebut “mubalig terbang”. Dengan modus seperti ini, dia mungkin
saja populer di suatu lingkungan masyarakat di antara tempat-tempat yang
menjadi rute safarinya. Namun, belum merupakan jaminan bahwa dia juga dikenal
dengan baik di lingkungannya sendiri, apalagi dianggap sebagai pembina jamaah.

114

Ibid., h. 11.

71

2. Dinamika Masjid
a. Suara Azan
Suara azan yang berkumandang dari masjid setiap waktu shalat akan
menggerakkan orang-orang beriman untuk menangguhkan segala kesibukan
mereka dan bergegas mendatangi masjid guna menunaikan kewajiban shalat
fardhu. Alunan suara azan dari puncak-puncak menara masjid menunjukkan
adanya dinamika pada tempat ibadah itu.
b. Shalat Berjamaah
Masjid adalah tempat shalat berjamaah. Banyaknya jamaah yang
melaksanakan shalat berjamaah menunjukkan masjid itu ramai dan makmur.
Shalat berjamaah ini juga merupakan salah satu penanda adanya dinamika masjid.
Tanpa adanya kegiatan shalat berjamaah shaf-shaf masjid bukan saja akan sepi
dari jamaah melainkan juga dapat berubah fungsinya. Karenanya, shalat
berjamaah ini harus digalang dan ditegakkan di setiap masjid oleh setiap muslim
di sekitarnya.
c. Suara Ayat-ayat Suci
Hanya di masjidlah yang paling banyak terdengar suara ayat-ayat suci AlQur’an dibaca. Bukan cuma imam memimpin shalat berjamaah, melainkan juga
pada waktu khatib berkhutbah, pengajian, majelis taklim, dan tadarusan AlQur’an yang dilaksanakan di masjid. Alunan suara ayat-ayat suci ini menciptakan
suasana yang syahdu dan nyaman.

72

3. Problematika Masjid
a. Pengurus Tertutup
Pengurus masjid dipilih oleh jamaah dan dari jamaah secara demokratis.
Mereka dianggap mampu mengemban amanah jamaah. Yakni, melaksanakan
tugas dengan baik dan membuat laporan pertanggungjawaban kerja secara
berkala. Lantaran harapan tak selalu sama dengan kenyataan, jamaah dapat salah
pilih. Muncullah pengurus yang tidak aktif, atau yang bersifat keluarga sentries,
atau yang menerapkan corak kepemimpinan tertutup dalam hal program kegiatan
masjid dan keuangan.
b. Jamaah Pasif
Jamaah yang pasif juga salah satu faktor penghambat kemajuan dan
kemakmuran masjid. Pembangunan masjid akan sangat tersendat-sendat apabila
jamaahnya enggan turun tangan, berkeberatan mengeluarkan sebagian kecil
rezekinya untuk sumbangan, atau malas menghadiri kegiatan-kegiatan yang
direncanakan oleh pihak pengelola masjid.
c. Berpihak Pada Satu Golongan atau Paham
Pengurus masjid yang dalam melaksanakan tugas pembangunan atau
kegiatan pelaksanaan ibadah memihak satu golongan atau paham akan
mengakibatkan jamaah itu pasif.
d. Kegiatan Kurang
Memfungsikan masjid semata-mata sebagai tempat ibadah shalat Jum’at
otomatis menisbikan inisiatif untuk menggelorakan kegiatan-kegiatan lain. Masjid
hanya ramai sekali dalam seminggu. Di luar jadwal itu barangkali hanya para
musafir yang datang untuk shalat dan beristirahat.

73

e. Tempat Wudhu Kotor
Kurangnya pemeliharaan mengakibatkan masjid kotor dan rusak. Bila
tempat mengambil air wudhu dan WC-nya kurang dirawat dan dibersihkan, dari
situ meruyak bau yang menyengat dan akan mengganggu orang-orang yang
hendak beribadah di masjid.
4. Mengatasi Problem Masjid
a. Musyawarah
Dalam mengatasi problematika masjid, antara pengurus dan jamaah masjid
perlu senantiasa melakukan musyawarah. Melalui musyawarah ini diharapkan
berbagai pemikiran dan pandangan dapat dikemukakan dalam rangka mencari
alternatif pemecahan yang terbaik.
b. Keterbukaan
Menerapkan keterbukaan dalam mengelola masjid sama pentingnya
dengan musyawarah. Keterbukaan bukan saja akan menumbuhkan kepercayaan ja
maah terhadap pengurus, melainkan juga akan mendorong terlaksananya kegiatan
dengan baik dan hubungan kerja sama yang elok antara pengurus dan jamaah,
baik dalam melaksanakan berbagai kegiatan maupun dalam mengatasi
problematika masjid.
c. Kerja Sama
Hubungan dan kerja sama pengurus degan jamaah sangat diperlukan
dalam mengatasi problematika masjid. Tanpa kerja sama, masalah tetap tinggal
masalah.

74

5. Memelihara Citra Masjid
a. Akhlak Pengurus
Setiap pengurus masjid harus memiliki akhlak yang baik dan mulia.
Sebagai pribadi yang bertanggung jawab dalam pengelolaan masjid, kualitas
kepemimpinan dan kemampuan manajerial saja belum cukup. Persyaratan lain
yang harus terdapat dalam dirinya adalah akhlak yang terpuji.
b. Akhlak Jamaah
Tidak hanya pengurus, jamaah pun perlu mamiliki akhlak yang baik dan
mulia. Merupakan kewajiban pengurus untuk senantiasa membina jamaahnya agar
memiliki akhlak yang terpuji. Kebaikan dan kemuliaan akhlak jamaah, secara
langsung atau tidak langsung, akan berpengaruh kepada citra masjid.
c. Pelaksanaan Ibadah
Pelaksanaan ibadah di masjid harus disesuaikan dengan aturan yang telah
digariskan dalam ajaran Islam. Patron acuannya adalah Al-Qur’an dan Sunnah
Rasulullah.115

C. Kegiatan Dakwah
1. Pengertian Kegiatan Dakwah
Dakwah mengandung pengertian sebagai kegiatan ajakan baik dalam
bentuk lisan, tulisan tingkah laku, dan sebagainya yang dilakukan secara sadar dan
berencana dalam usaha mempengaruhi orang lain baik secara individual ataupun
secara kelompok agar timbul dalam dirinya suatu pengertian, serta pengamatan

115

Ibid., h. 15-26.

75

terhadap ajaran agama sebagai pesan yang disampaikan kepadanya dengan tanpa
adanya unsur-unsur paksaan.116
M. Quraish Shihab mendefinisikan “Dakwah sebagai seruan dan ajakan
kepada keinsyafan atau mengubah situasi kepada situasi yang lebih baik dan
sempurna. Baik terhadap pribadi maupun kelompok serta kehidupan masyarakat
sebagai keseluruhan tata hidup bersama dalam rangka pembangunan bangsa dan
umat manusia.”117
Menurut Barmawi Umary dalam bukunya “azas-azas dakwah”, adalah
mengajak orang kepada kebenaran, mengerjakan perintah, menjauhi larangan agar
memperoleh kebahagiaan di masa sekarang dan yang akan datang.118
Dari pengertian yang telah kita bahas sebelumnya, dapat kita pahami
bahwa dakwah adalah kegiatan mengajak umat manusia supaya masuk ke dalam
jalan Allah (sistem Islam) dalam semua segi kehidupan. Bentuk kegiatan mengjak
terdiri dari : mengajak dengan lisan (dakwah bi al-lisan), mengelola dan
mengorganisasi kegiatan mengajak (bi al-tadbir, bi al-nidhomi; man

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

76 1813 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 472 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 426 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 255 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 377 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 555 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 490 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 315 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 484 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 568 23